Kamis, 04 Desember 2014

Pertamina Mau Bangun 2 Kilang Minyak Baru

http://images.detik.com/content/2014/12/03/1034/152604_kilang2320.jpgKapasitas kilang minyak yang dikelola PT Pertamina (Persero) saat ini hanya 800.000 barel per hari, padahal total kebutuhan BBM nasional 1,6 juta barel per hari. BUMN energi ini akan segera membangun dua kilang baru.

"Kilang minyak yang kita miliki saat ini usianya sudah tua sehingga tidak efisien, yang paling baru kita bangun 20 tahun lalu yakni kilang Balongan," ujar Direktur Pertamina Ahmad Bambang, di acara Pertamina Energy Outlook 2015, di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Rabu (3/12/2014).

Ahmad mengatakan, dari 6 kilang yang dimiliki, total kapasitasnya 1,046 juta barel per hari. Namun hanya mampu mengolah 800.000 barel per hari. Sementara kebutuhan BBM dalam negeri mencapai 1,6 juta barel per hari.

"Akibatnya total kita impor BBM mencapai 52%," ujarnya.

Saat ini Pertamina sedang mengembangkan kapasitas kilang yang dikenal dengan Refinery Development Maser Plan (RDMP), yang akan meningkatkan kapasitas kilang menjadi 1,9 juta barel per hari pada 2019.

"Tapi inikan jadinya tidak sekarang (2019 baru selesai), pada saat itu kebutuhan BBM sudah meningkat lebih tinggi lagi," ucapnya.

Tentunya, kata Bambang, saat ini Pertamina merencanakan membangun 2 kilang minyak berkapasitas cukup besar.

"Lokasinya ada di Bontang bersampingan dengan fasilitas kilang LNG Bontang. Kedua, lokasinya di Tuban yang memanfaatkan fasilitas kilang TPPI. Sementara di lokasi Indonesia timur lainnya juga akan dibangun kilang-kilang kapasitas kecil untuk mengefisienkan distribusi BBM ke daerah timur Indonesia," ungkapnya.

Seperti diketahui, untuk meningkatkan kapasitas 6 kilang minyak yang sudah tua ini, Pertamina membutuhkan dana US$ 20 miliar atau sekitar Rp 240 triliun.

Saat ini 6 kilang yang dimiliki Pertamina meliputi:

★ Kilang Dumai Riau dengan kapasitas 170.000 barel per hari
★ Kilang Plaju di Sumatera Selatan berkapasitas 133.000 barel per hari
★ Kilang Cilacap di Jawa Tengah berkapasitas 348.000 barel per hari
★ Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur berkapasitas 260.000 barel per hari
★ Kilang Balongan di Jawa Barat kapasitas 125.000 barel per hari
★ Kilang Kasim di Papua berkapasitas 10.000 barel per hari.
Pemerintah Jokowi Mau Punya Kilang Baru, Investor Arab Hingga Angola Diundanghttp://images.detik.com/content/2014/12/03/1034/184444_sudirman.jpgPemerintahan pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin memiliki kilang minyak baru dengan kapasitas 300 ribu barel/hari. Investor dari Arab Saudi, Kuwait, Angola, hingga Iran ditawarkan untuk investasi.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, akan ada insentif yang dijanjikan oleh pemerintah, terutama insentif fiskal berupa tax holiday, atau bebas bayar pajak. Di pemerintahan yang dulu, insentif semacam ini pernah dijanjikan namun gagal merealisasikan pembangunan kilang. Alasannya tidak Pertamina tidak mau menjadi penjamin.

Sudirman mengatakan, untuk saat ini, Pertamina dan Kementerian ESDM sudah siap menjadi penjamin untuk pembangunan proyek kilang dan mencari mitra atau investor untuk kerjasama. Tapi ada syaratnya.

"Syaratnya, harus bisa bawa crude supply (persediaan minyak mentah), harus memiliki teknologi, uang. Dan mitra yang kerjasama untuk membangun industri hilir, petrokimia," jelas Sudirman usai rapat koordinasi di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (3/12/2014).

Hadir dalam rapat tersebut juga Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, dan Menko Maritim Indroyono Soesilo.

Selain insentif pajak, pemerintah juga menyediakan lahan 500 hektar di Bontang, Kalimantan Timur. Rencana pembangunan kilang dilakukan untuk memperkuat pasokan BBM di dalam negeri.

Kapan tender dilakukan?

"Di 2015 bisa dimulai tender. Tak perlu ada market sounding karena sudah pernah sebelumnya. Kita akan tawarkan semua pihak, termasuk Saudi Aramco dan Kuwait. Angola dan Iran menawarkan itu. Tapi kita akan lihat itu secara detail apakah sesuai dengan persyaratan," papar Sudirman.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, pembangunan kilang menjadi prioritas. Pemerintah ingin memiliki kilang yang besar dengan menggandeng investor yang memiliki persyaratan tertentu.

"Satu-dua bulan ke depan bisa oke (tender). Bontang itu sudah siap sekali," jelasnya.(dnl/hen)
Remajakan Kilang Rp 240 T, Pertamina Sewa Perusahaan Asinghttp://images.detik.com/content/2014/12/03/1034/174710_kilangdalam.jpgPT Pertamina (Persero) menganggarkan US$ 20 miliar atau sekitar Rp 240 triliun untuk peremajaan dan peningkatan kapasitas 5 kilang minyaknya. Ada 4 perusahaan asing yang menang tender proyek ini.

Senior Vice President Business Development Pertamina, Iriawan Yulianto mengatakan, setelah melalui tender terbuka, telah ditentukan pemenang proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) untuk peremajaan kilang minyak tersebut.

"Ada 4 perusahaan yang memenangkan tender upgrading kilang minyak Dumai, Kilang Plaju, Kilang Balikpapan, Kilang Balongan, dan Kilang Cilacap," ungkap Iriawan dalam 'Pertamina Energy Outlook 2015', di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Rabu (3/12/2014).

Iriawan mengatakan, 4 perusahaan asing yang menang tender proyek itu adalah Sinopec dari Tiongkok, JX Nippon Oil & Energy, PTT Thailand, dan Saudi Aramco.

"Kita akan MoU dengan 4 perusahaan ini pada 10 Desember nanti," katanya.

Ia menambahkan, Sinopec akan melakukan peremajaan kilang Plaju, Saudi Aramco untuk Kilang Cilacap dan Kilang Dumai.

"Untuk Kilang Balikpapan dikerjakan JX Nippon dan Kilang Balongan akan dikerjakan PTT Thailand," katanya.

"Seluruh Balongan, Cilacap dan Balikpapan akan selesai pada 2020-2021, sedangkan Dumai dan Plaju selesai pada 2025," tutupnya.(dnl/ang)



  detik  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More