blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label BNPB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BNPB. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Agustus 2023

Pemerintah Menggelar Operasi TMC dengan Pesawat NC-212i

 Kurangi Polusi Udara 
https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2023/08/16/infografis-serba-serbi-polusi-udara-jakarta-dan-sekitarnya-1.jpeg?w=960Serba-serbi polusi udara Jakarta dan sekitarnya (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

P
emerintah menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk menanggulangi masalah polusi udara di Jabodetabek. Simak penjelasan pakar soal tekniknya berikut.

Dalam keterangan di laman resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ini merupakan kali pertama pemerintah menerapkan TMC untuk mengurangi polusi udara di Jabodetabek. Posko TMC dipusatkan di Bandara Lanud Husein Sastranegara, Bandung.

Kegiatan TMC untuk mengurangi polutan sudah pernah dilakukan beberapa negara, yaitu China, Korea Selatan, Thailand, dan India.

Sementara, di Indonesia baru pertama kali dilaksanakan di wilayah Jabodetabek dengan menggunakan dana siap pakai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Lalu, apa sebetulnya TMC dan bagaimana cara kerjanya untuk bisa mengurangi polusi udara?

Plt Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan TMC pada dasarnya merupakan upaya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan potensi pembentukan awan konvektif pembentuk hujan.

Curah hujan sebagai media untuk proses 'pencucian atmosfer' alami dapat berfungsi sebagai peluruh polutan udara dan dapat meningkatkan kualitas udara.

Menurutnya, pelaksanaan TMC sangat bergantung pada kondisi atmosfer seperti kondisi temperatur dan kelembapan udara, potensi pertumbuhan awan konvektif, serta arah dan kecepatan angin.

"Hasil analisis BMKG saat ini menunjukkan bahwa potensi pertumbuhan awan konvektif di Pulau Jawa dan sekitarnya sangat kecil, sehingga pelaksanaan TMC untuk dapat secara efektif mengatasi masalah polusi udara sulit dilakukan," kata Ardhasena saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (21/8).

Ardhasena menambahkan TMC juga dapat dianggap sebagai solusi jangka pendek untuk meningkatkan kualitas udara.

Untuk antisipasi jangka panjang dengan efek berkelanjutan, pihaknya menilai perlu ada aksi mitigasi dan adaptasi secara kolektif dengan langkah-langkah yang sudah disampaikan sebelumnya.

 Bukan hal baru 

TMC sebetulnya bukan barang baru bagi Indonesia. Sejak 1977, proyek yang dulu lebih dikenal dengan istilah hujan buatan itu sudah dimulai.

Ide itu muncul ketika Presiden Soeharto melihat pertanian di negara Thailand cukup maju. Setelah diamati, majunya pertanian Thailand disababkan karena supply kebutuhan air pertanian dibantu oleh modifikasi cuaca.

"Berawal dari itu, Presiden Soeharto mengutus Pak Habibie untuk mempelajari TMC ini, kemudian tahun 77 dimulai proyek percobaan hujan buatan yang waktu itu masih didampingi asistensi dari Thailand," kata Koordinator Laboratorium Pengelolaan TMC BRIN Budi Harsoyo, mengutip laman resmi BRIN.

"Jadi memang awalnya dulu TMC ini dipelajari di Thailand dan diaplikasikan di Indonesia, fokusnya untuk mendukung sektor pertanian dengan cara mengisi waduk-waduk strategis baik untuk kebutuhan PLTA atau irigasi," lanjutnya.

Dalam satu dekade terakhir, pengaplikasian TMC berkembang untuk memitigasi bencana. Menurut dia saat ini TMC paling banyak dan rutin digunakan untuk kebutuhan kebakaran hutan dan lahan.

Tren permintaan TMC kemudian meluas sesuai kebutuhan, seperti penanggulangan kebakaran hutan dan pembahasan lahan gambut, penanggulangan banjir dan pengurangan curah hujan ekstrem, hingga pengamanan infrastruktur dan acara besar kenegaraan.

Pertama kali, operasi TMC yang bertujuan untuk mengurangi curah hujan diaplikasikan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan SEA GAMES XXVI Palembang 2021, penanggulangan banjir Jakarta tahun 2013, 2014, dan 2020, MotoGP Mandalika 2022, hingga yang terakhir KTT G20 2022.

 Bagaimana cara kerja TMC? 

Operasi TMC pada dasarnya digunakan untuk mem-premature-kan kejadian hujan yang seharusnya secara alami turun di daerah target, potensi awan hujan dijatuhkan di luar target, sehingga dapat mengurangi intensitas hujan di daerah target. Hal itu dilakukan dengan memicu potensi awan hujan yang ada di atmosfer dengan menebar garam ke dalam awan hujan, sehingga bisa turun jatuh menjadi hujan di tempat tertentu yang diinginkan sesuai kebutuhan dan tujuan.

Menurut Harsoyo yang patut dipahami dari TMC adalah, meski dikenal sebagai hujan buatan, teknologi ini tak bisa membuat hujan.

"Kalau kami diminta melakukan operasi TMC untuk mengisi waduk pada saat musim kemarau yang dalam kondisi kering dan tidak ada potensi awan, kami tidak bisa melakukan apa-apa, ini yang kita sampaikan terutama kepada stakeholder," jelasnya.

Harsoyo menambahkan menjatuhkan atau mengguyur hujan memang cara yang lebih efektif untuk mengurangi polutan di daerah tertentu. Jika hal tersebut tidak memungkinkan, TMC dapat dilakukan dengan menargetkan "mengganggu" stabilitas atmosfer.

Caranya dengan menaburkan bahan semai dalam bentuk dry ice atau es kering di ketinggian tertentu di udara. Di situ terdapat semacam hamparan awan serupa karpet panjang.

Hal itu terjadi karena tidak ada perbedaan temperatur di titik ketinggian tersebut atau isotherm yang kemudian menimbulkan lapisan inversi. (tim/dmi)

  ★ CNN  

Selasa, 28 Februari 2023

Indonesia Hibahkan RS Lapangan di Turki

Resmi mengakhiri misinya https://media.suara.com/suara-partners/tantrum/thumbs/653x367/2023/02/28/1-img-20230228-wa0069.jpgRumah sakit lapangan Indonesia di Turki (suara)

Misi Medis Kedaruratan Pemerintah Indonesia yang tergabung dalam Ina-EMT resmi mengakhiri misinya di Hatay, Turki, Senin (27/2).

Pengakhiran misi tersebut ditandai dengan penyerahan Rumah Sakit (RS) Lapangan Indonesia di Kota Hassa, Hatay, dari Dubes Indonesia untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal, sebagai hibah dari pemerintah dan rakyat Indonesia, kepada perwakilan Kementerian Kesehatan Turki, Arif Cetin.

Pemerintah dan masyarakat Turki di Hatay sangat mengapresiasi kehadiran kita serta hibah ini”, kata Dubes Indonesia Lalu Muhammad Iqbal dalam keterangan tertulis KBRI Ankara, Selasa.

Pada kesempatan yang sama, Indonesia juga menyerahkan bantuan empat kontainer bahan makanan instan dari Kementerian Pertahanan Indonesia.

Dubes mengatakan hampir seluruh rumah sakit permanen di wilayah terdampak gempa sudah aktif kembali, namun keberadaan rumah sakit lapangan akan membantu mengurangi beban rumah sakit yang ada.

Khususnya Rumah Sakit Lapangan Indonesia, dalam 10 hari terakhir paling tinggi jumlah pelayanannya dibandingkan dengan rumah sakit lapangan lainnya di Provinsi Hatay”, ujar Iqbal.

Ketua Misi Kemanusiaan dari BNPB Bambang SP disebutkan sangat terharu dan bangga melihat sambutan serta kepercayaan luar biasa yang ditunjukkan masyarakat Hatay pada RS Lapangan Indonesia.

Acara penutupan misi dan penandatanganan hibah RS Lapangan Indonesia tersebut juga dihadiri oleh gubernur Yozgat, Ziya Polat, perwakilan kementerian sosial, serta sejumlah warga masyarakat.

RS Lapangan Indonesia ini terdiri dari 18 tenda pelayanan medis milik MDMC Muhammadiyah dan Kementerian Kesehatan serta 11 tenda pendukung milik BNPB, Polri, dan TNI.

Sejak beroperasi penuh pada 15 Februari 2023, RS Lapangan Indonesia selalu didatangi pasien melebihi kapasitas normalnya --150 pasien per hari.

Selain misi medis kedaruratan tersebut, ada dua misi kemanusiaan lainnya yang dijalankan pemerintah Indonesia yaitu misi perlindungan WNI di wilayah terdampak serta misi angkutan udara kemanusiaan dengan perpanjangan tugas Hercules C-130 TNI AU.

Pesawat bersama seluruh awaknya masih akan ikut membantu angkutan logistik kemanusiaan ke wilayah terdampak hingga pertengahan Maret 2023.

 
antara  

Sabtu, 25 Februari 2023

Rumah Sakit Lapangan Indonesia Layani Hampir 2000 Pasien

https://i.headtopics.com/images/2023/2/16/kompastv/indonesia-bangun-rs-lapangan-untuk-korban-gempa-tu-indonesia-bangun-rs-lapangan-untuk-korban-gempa-tu-1626082341297979393.webpRumah Sakit BNPB di Turkiye (KompasTv)

R
umah Sakit Lapangan yang dioperasikan EMT Indonesia (Ina-EMT) hingga hari ke-9 sudah melayani 1928 pasien warga Turki yang datang dari berbagai lokasi di sekitar Kota Hassa, Hatay.

Dari perkiraan kapasitas sekitar 150 orang perhari, Ina-EMT sehari-harinya menerima sekitar 200 pasien, di atas kapasitas yang diperkirakan.

Meskipun resminya rumah sakit tersebut memiliki jam operasional, namun dalam prakteknya rumah sakit juga menerima seluruh pasien yang datang diluar jam operasional.

Ini memungkinkan pasien-pasien dari lokasi yang lebih jauh dan pasien yang siang harinya ikut bekerja dalam aktivitas tanggap darurat mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Animo pasien tinggi sekali. Tampaknya mereka nyaman berobat di Ina-EMT. Cerita tentang kenyamanan pelayanan di Ina-EMT meluas dari mulut ke mulut," ujar Wakil Ketua ina-EMT, dr Corona Rintawan.

"70% pasien datang ke Ina-EMT dengan keluhan masalah pernafasan. Mungkin karena faktor cuaca, kondisi penampungan dan debu akibat proses pembongkaran puing reruntuhan yang masih terus berlangsung,” imbuh dr Corona.

https://assets.ayobandung.com/crop/0x0:0x0/750x500/webp/photo/2023/02/17/3020829015.jpgTNI mendirikan puluhan tenda rumah sakit lapangan di Turkiye (ist)

Selain memberikan pelayanan medis, Ina-EMT juga memberikan pelayanan kesehatan jiwa (psychosocial) pasca bencana di lokasi Ina-EMT maupun jemput bola ke desa-desa di sekitar lokasi rumah sakit lapangan.

Target pelayanan kesehatan jiwa yang dilakukan Ina-EMT meliputi orang dewasa maupun anak-anak.

Kita banyak bertemu dengan penyintas yang mengalami gejala sebagai akibat dari stress akut akibat gempa. Apalagi pasca gempa susulan 6,4 SR beberapa hari lalu,” tutur dr Era Catur Prasetya, dokter pelayanan Kesehatan jiwa Ina-EMT.

Ina-EMT mulai mengoperasikan rumah sakit lapangan di Kota Hassa, Hatay, sejak 15 Februari 2023. Ina-EMT adalah salah satu dari 9 rumah sakit lapangan dari berbagai negara yang beroperasi di Provinsi Hatay, wilayah paling terdampak oleh gempa 7,8 SR yang terjadi pada 6 Februari 2023.

Selain dikenal luas masyarakat sekitar karena keragaman pelayanan yang diberikan, termasuk pelayanan kesehatan jiwa dan bantuan logistik perorangan dari BNPB, Ina-EMT juga dikenal luas di kalangan masyarakat sekitar dengan keramahan pelayanannya.

Penduduk sekitar selalu mengatakan bahwa keramahan khas Indonesia terasa sekali di Ina-EMT,” ujar Ondy Rahmat Mulia, diplomat muda yang ditugaskan sebagai Koordinator Lapangan KBRI Ankara yang mengkoordinasikan seluruh aktivitas Misi Kemanusiaan Indonesia di Hatay. (sya)

  ★ sindonews  

Minggu, 19 Februari 2023

RS Lapangan Indonesia Rawat 130 Warga Kota Hassa Turki

Korban GempaRS Lapangan BPNB (Kompas)

Emergency Medical Team (EMT) dari Rumah Sakit Lapangan Indonesia telah melayani 130 warga di Kota Hassa, Hatay, Turki. Beberapa warga yang dilayani merupakan pasien korban gempa Turki.

Koordinator EMT dr. Eko Mediatianto mengatakan terdapat 120 pasien yang tercatat hingga Jumat (17/2) pukul 18.00 waktu setempat. Sedangkan, 10 warga Kota Hassa lainnya mendaftar di rumah sakit lapangan.

"Hingga saat ini sudah 130 pasien yang dilayani dengan penyakit terbanyak ISPA, luka ringan, stres akut, radang tenggorokan dan nyeri kepala," kata Eko dalam pernyataan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com.

Indonesia membuka pelayanan kesehatan kepada warga terdampak gempa M 7,8 di Kota Hassa. Bantuan medis ini dilakukan EMT melalui rumah sakit lapangan yang beroperasi sejak Kamis (16/2).

Ketua Tim Kemanusiaan Indonesia Bambang Surya Putra mengatakan rumah sakit lapangan ini memberikan berbagai layanan kepada warga yang ingin berobat.

Rumah sakit tersebut didukung dokter spesialis, dokter umum, apoteker, bidan, psikolog, ahli nutrisi, ahli epidemiologi, tenaga medis lain, dan fasilitas EMT tipe 2, salah satunya ruang operasi. Selain itu, terdapat pelayanan kesehatan berupa rawat jalan, rawat inap, dan tindakan operasi.

EMT sendiri memiliki dokter bedah umum, bedah ortopedi, anaesthesia, paediatrics, mata, internist, obstetrics, psikiater, obat emergency, spesialis anak, dan forensik.

"Sejak beroperasi kemarin (Kamis, 16 Februari 2023) pukul 18.00 waktu setempat, kami melayani lebih dari seratus pasien yang berdomisili di wilayah Hassa," ujar Eko.

"Kami juga memiliki tenaga untuk penanganan psikososial atau trauma healing kepada warga yang terdampak gempa," tambahnya.

Bambang juga mengatakan rumah sakit lapangan juga bisa mendapatkan rujukan dari rumah sakit setempat.

EMT dapat melayani sebanyak 150-200 pasien setiap hari. Mereka bisa melakukan operasi minor sebanyak 5-10 pasien, operasi besar sebanyak 2-3 pasien, dan menampung 20 pasien rawat inap.

Operasional Rumah Sakit Lapangan Indonesia berkoordinasi dengan dinas kesehatan Kota Hassa dan badan penanggulangan bencana Turki. Layanan medis dari rumah sakit ini akan beroperasi hingga akhir Februari.

Pemerintah Indonesia mengirim 119 personel EMT yang dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan medis serta obat-obatan. Pemerintah juga mengirim tim Urban Search and Rescue (USAR) dengan klasifikasi medium di Antakya, serta bantuan logistik lainnya. (pra)
 

  🛩
CNN  

Minggu, 12 Februari 2023

Menhan Lepas Keberangkatan Bantuan Kemanusiaan RI untuk Turki

https://fajar.co.id/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20230213-WA0023-1536x1023.jpgMenhan lepas Bantuan RI untuk korban gempa Turki (Tim Media Prabowo Subianto)

M
enteri Pertahanan RI Prabowo Subianto melepas keberangkatan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Turki yang mengalami musibah bencana gempa. Bantuan itu diangkut menggunakan Pesawat TNI AU Hercules C130 dan Boeing 737, yang diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (11/2/2023).

Pengiriman bantuan kemanusiaan ke Turki ini sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo di mana jalinan hubungan diplomatik Indonesia dan Turki sudah terjalin erat sejak lama. “Ada makanan, sepatu boots, baju hujan, selimut, dan kita akan terus kirim,” ujar Menhan Prabowo pada konferensi pers.

Adapun Indonesia akan mengirimkan tim medis dari TNI, “Medis itu akan menyusul semua dengan tim media dari TNI dan dari Kementerian Kesehatan,” kata Menhan Prabowo. Demikian keterangan dari Dispen TNI dan Biro Humas Setjen Kemhan.

Menhan Prabowo juga menjelaskan bahwa selanjutnya akan dikirim pula bantuan untuk Suriah.

Dalam pelepasan keberangkatan bantuan untuk Turki ini turut hadir Menko PMK Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kabasarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi serta sejumlah pejabat Kemhan lainnya.

https://defencehub.live/attachments/330777631_5901178756667137_1420117140424153619_n-jpg.53971/Boeing B737-400 Noreg A-7308 tiba di Blang Bintang (Getty Images)

Menko PMK dalam sambutannya mengatakan, bahwa semoga bantuan ini dapat meringankan penanganan darurat bencana sehingga Turki dapat segera pulih kembali dari bencana.

Total muatan bantuan dari Kemhan sebesar 5.441 kg berupa 4.000 stel jas hujan, 1.000 pasang sepatu boots dan 3.500 helai selimut. Bantuan ini disesuaikan dengan kondisi cuaca di Turkiye yang saat ini mencapai suhu di bawah 7 derajat celcius. Adapun muatan bantuan dari BNPB dan Basarnas. Bantuan ini tergabung dalam program “Emergency Medical Team” (EMT).

Selain berupa barang, program EMT juga terdiri dari bantuan tenaga kesehatan militer TNI maupun dari Kementerian Kesehatan.

Personel TNI yang dikirim berasal dari TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Puskes TNI sejumlah 17 orang yang terdiri dokter umum, perawat serta dokter spesialis anastesi, bedah tulang, bedah umum, anak, dan penyakit dalam. Selain itu, Puskes TNI juga membawa obat-obatan untuk pengobatan korban bencana.

Sementara akan diberangkatkan secara terpisah, bantuan kemanusiaan Medium Utility Search And Rescue (MUSAR) yang terdiri dari 20 personel Zeni TNI AD beserta peralatan untuk pencarian dan pertolongan, yang memiliki kemampuan konstruksi dan operator dari Satuan Zeni Konstruksi maupun Zeni Kostrad dipimpin perwira setingkat Letnan Kolonel serta personel dari Basarnas.

Pesawat TNI AU yang digunakan untuk mengangkut bantuan kemanusiaan ke Turkiye pada Sabtu ini adalah Boeing B737-400 Noreg A-7308 dari Skadron Udara 17 dengan pilot Mayor Pnb Arief R. Hakim dan Mayor Pnb Kresna Hendra W beserta crew, serta Pesawat C-130 Hercules Noreg A-1326 dari Skadud 32 dengan pilot Ltk Pnb Yudi Bandung dan Mayor Pnb Andang Rohiman beserta crew. (Biro Humas Setjen Kemhan)

  ★ Industry  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More