blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2026

Kampus Muhammadiyah Sukses Buat Rudal Anti-Pesawat

🚀 Gandeng TNI Rudal Merapi (UAD)

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Prof Muchlas, mengungkapkan perkembangan signifikan dalam proyek pengembangan rudal anti-pesawat Merapi-R yang digarap bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Rudal tersebut bahkan dinilai berpotensi menjadi embrio sistem pertahanan udara mirip “Iron Dome” versi Indonesia.

Prof Muchlas menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari tim peneliti, uji fungsi rudal Merapi-R telah menunjukkan hasil yang menjanjikan.

“Secara uji fungsi, Rudal Merapi siap dikembangkan menjadi senjata untuk keperluan perang, bahkan sangat taktis untuk dikembangkan menjadi embrio Iron Dome versi Indonesia,” ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Senin (30/3/2026).

Meski demikian, dia menegaskan bahwa tidak semua spesifikasi teknis dapat dipublikasikan secara terbuka.

Hal ini berkaitan dengan aspek strategis dan keamanan nasional. Namun, sejumlah spesifikasi umum telah diungkap kepada publik.

"Spesifikasi tidak dapat disampaikan secara terbuka, tetapi secara umum telah dirilis," ucapnya.

Rudal Merapi-R diketahui merupakan jenis rudal panggul atau Man Portable Air Defence System (MANPADS)/dengan kaliber 70 mm.

Sistem ini dirancang untuk digunakan secara mobile oleh prajurit di lapangan. Dengan bobot sekitar 10 kilogram, rudal ini tergolong ringan dan mudah dibawa.

Dari sisi performa, rudal ini memiliki jangkauan efektif hingga 3.000 meter dan mampu melesat dengan kecepatan lebih dari 650 kilometer per jam.

Sistem pemandunya menggunakan teknologi penjejak inframerah (infrared seeker) dengan fitur fire and forget, yang memungkinkan rudal mengunci target secara otomatis setelah diluncurkan.

Secara desain, Merapi-R dilengkapi sirip lipat (canard dan fin-tail) yang akan terbuka setelah keluar dari tabung peluncur, guna menjaga stabilitas dan akurasi saat menuju sasaran.

Pengembangan rudal ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga, yakni tim CIRNOV UAD bersama PT Dahana, Dislitbangad, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kolaborasi ini menjadi bukti kontribusi perguruan tinggi dalam penguatan teknologi pertahanan nasional.

Dia berharap pengembangan Merapi-R dapat terus berlanjut hingga tahap produksi dan operasional, sehingga mampu memperkuat sistem pertahanan udara Indonesia di masa depan.

Project Leader sekaligus Kepala CIRNOV UAD, Prof Hariyadi menyampaikan bahwa penyempurnaan akan selalu dilakukan agar kualitas produk riset itu dapat memenuhi standar industri pertahanan dan keamanan (hankam) dan digunakan oleh TNI sebagai suatu persembahan anak bangsa kepada negara Indonesia tercinta.

   🚀 Republika  

Sabtu, 07 Maret 2026

Kostrad Pamerkan Seragam Baru

Seragam baru Kostrad (Kostrad)

Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) memperkenalkan seragam baru.

Dilansir ANTARA, seragam baru ditampilkan dalam perayaan HUT ke-65 Kostrad yang digelar di Markas Divisi 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026).

Seragam baru yang dipakai Kostrad bercorak hijau gelap layaknya daun laurel, berbeda dengan seragam prajurit Mabes TNI yang bercorak hijau sedikit bernada coklat.

Berdasarkan siaran pers resmi Penerangan Kostrad, warna hijau daun laurel itu dipilih untuk menunjukkan kesan ketangguhan dari Kostrad.

"Prajurit Kostrad juga mengenakan PDL Kostrad terbaru dengan corak daun laurel, yang melambangkan kehormatan, ketangguhan, kemenangan, dan prestasi. Hal tersebut menjadi simbol semangat baru dalam meningkatkan profesionalisme prajurit serta memperkuat sinergi dengan seluruh komponen bangsa demi mendukung pembangunan nasional," seperti dikutip siaran pers tersebut.

Dengan kehadiran seragam baru tersebut, diharapkan pasukan Kostrad semakin semangat dalam menjalankan tugas memperkuat pertahanan negara. Upacara HUT ke-65 Kostrad.

Dalam upacara perayaan HUT Kostrad Ke-65, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto hadir sebagai pembina upacara, memimpin 1.500 pasukan dalam lapangan upacara.

Upacara itu juga dihadiri beberapa pejabat diantaranya kepala staf TNI AD, AU, panglima Komando Pasukan Khusus, Panglima Korps Marinir dan Panglima Korpasgat.

Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan unjuk keahlian bela diri pasukan. Kostrad menampilkan kemampuan prajurit di bidang silat militer, bela diri menggunakan toya hingga aksi debus.

Tidak hanya itu, Kostrad juga menunjukkan kemampuan bela diri prajurit wanita melalui simulasi perkelahian satu melawan lima musuh.

Kegiatan dilanjutkan dengan ajang defile pasukan Kostrad dari lima Satuan Tingkat Batalyon (STY) dengan total pasukan sebanyak 1.500 orang.

  💂 
Kompas  

Minggu, 08 Februari 2026

BRIN Kawal Riset Tank Ringan Nasional melalui Kolaborasi Industri

 🤝 Hingga tahap sertifikasi BRIN riset tank ringan nasional (BRIN)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat perannya dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional melalui pengembangan riset kendaraan tempur tank ringan. Riset ini dikawal secara komprehensif hingga tahap kesiapan dan sertifikasi, serta dilaksanakan melalui skema kolaborasi dengan mitra industri.

Perkembangan riset tersebut disampaikan dalam rangkaian International Conference on Sustainable Energy Engineering and Application (ICSEEA) 2026 yang digelar di Hotel Trembesi BSD, Serpong, Tangerang Selatan. Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN, Lukman Shalahuddin, menjelaskan bahwa riset kendaraan tempur tank ringan merupakan bagian dari prioritas riset strategis industri pertahanan.

“BRIN mengawal pengembangan kendaraan ini hingga mencapai tahapan sertifikasi. Masih terdapat sejumlah tantangan teknis, sehingga kami memastikan kendaraan benar-benar siap sebelum dinyatakan ready,” ujar Lukman pada Selasa (3/2).

Menurutnya, tahap awal riset difokuskan pada optimasi kinerja kendaraan, meliputi desain dan struktur bodi, pemilihan material, serta sistem penggerak. Pengembangan ini ditujukan untuk memastikan kendaraan mampu beroperasi secara andal dalam berbagai kondisi ekstrem.

P8 Light Tank (SSE)

Lukman menambahkan, cakupan riset ke depan akan diperluas tidak hanya pada kendaraan tempur tank ringan, tetapi juga mencakup pengembangan berbagai varian kendaraan taktis lainnya. Setelah fase optimasi tank ringan, pengembangan akan dilanjutkan pada varian seperti Armoured Personnel Carrier (APC) yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional militer, termasuk evakuasi dan dukungan medis.

Skema kolaborasi riset ini dirancang melibatkan tiga pihak, yakni BRIN, TNI Angkatan Darat, dan PT Sentra Surya Ekajaya (SSE). Saat ini, kerja sama antara BRIN dan PT SSE telah berjalan, sementara penjajakan kolaborasi dengan TNI AD masih berlangsung dan ditargetkan terealisasi dalam tahun ini, imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Project Manager PT SSE, Mardjuki, menyampaikan apresiasi terhadap peran BRIN sebagai mitra riset strategis. Menurutnya, BRIN memberikan dukungan keilmuan yang signifikan, mulai dari pengembangan mesin hingga struktur kendaraan.

“Kolaborasi dengan BRIN memberikan kontribusi penting dalam memastikan aspek teknis kendaraan dikembangkan secara ilmiah dan terukur. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan diperluas ke pengembangan kendaraan lainnya,” ujar Mardjuki.

Melalui kolaborasi riset ini, BRIN menegaskan komitmennya dalam menjembatani riset dan kebutuhan industri, sekaligus mendorong lahirnya inovasi teknologi pertahanan yang siap diimplementasikan dan berdaya saing nasional. (aj/ed:ugi)

  ♞  BRIN  

Selasa, 02 Desember 2025

PTDI Selesai Laksanakan Pemeliharaan & Perawatan Helikopter Bell 412 EP TNI AD

Helikopter Bell 412 EP selesai perawatan di Bandung (PTDI)

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melaksanakan ferry flight satu unit helikopter Bell 412 EP yang telah selesai menjalani program Pemeliharaan dan Perawatan (Harwat).

Unit yang diberangkatkan dari Apron Hanggar Helikopter PTDI Bandung menuju Pangkalan Udara Pondok Cabe ini merupakan bagian dari total empat unit helikopter Bell 412 series milik TNI AD yang dipercayakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI kepada PTDI untuk dilakukan perawatan berkala.

Selanjutnya, helikopter tersebut akan melanjutkan penerbangan menuju home base Skadron 12 Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) di Way Tuba, Lampung, untuk mendukung misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Pengoperasian ini merupakan tindak lanjut dari penugasan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, selaras dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait percepatan penanganan kesulitan masyarakat serta pemulihan infrastruktur terdampak di wilayah Aceh dan Sumatera Barat.

Selain helikopter Bell 412, operasi dukungan logistik bagi wilayah terdampak juga diperkuat dengan penggunaan helikopter H225M Caracal milik TNI AU yang dikerahkan untuk membawa berton-ton bantuan bagi korban banjir di Sumatera-Aceh, serta mempercepat distribusi bantuan ke daerah yang sulit dijangkau.

Pemanfaatan alutsista produksi PTDI tersebut menunjukkan bahwa produk pesawat dan helikopter PTDI tidak hanya mampu mendukung misi operasi militer, tetapi juga dapat memberikan kontribusi maksimal dalam misi penanganan darurat bencana.

  ✪
PTDI  

Rabu, 17 September 2025

GMF Selesaikan Perawatan Helikopter Bell 412 ke-4 Penerbad

  Siap maintenance empat unit lainnyaHelikopter Bell 412 Penerbad (Jetphotos/Fahmun)

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) melalui lini bisnis Defense Industry berhasil menyelesaikan pekerjaan perawatan Helikopter Bell 412 dengan kode registrasi HA-5230. Pekerjaan yang meliputi perawatan 5.000 Flight Hours / 5 Years Inspection ini diselesaikan tepat waktu sesuai Turnaround Time (TAT) yang disepakati, yakni 186 hari. Helikopter tersebut secara resmi diserahkan GMF kepada Pusat Penerbangan TNI AD (Puspenerbad) di Markas Pusat Penerbangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Mako Puspenerbad) dan diterima langsung oleh Komandan Puspenerbad (Danpuspenerbad), Mayor Jenderal TNI Zainuddin.

Penyelesaian helikopter ke-4 ini merupakan bagian dari kontrak perawatan total 8 unit helikopter Bell 412 milik TNI AD. Setelah empat unit pertama berhasil dituntaskan, GMF akan melanjutkan pengerjaan pada empat unit tersisa, dimulai dengan dua unit pada September 2025 dan disusul unit lainnya secara bertahap.

Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terus terjalin antara GMF dan TNI AD. “Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Puspenerbad kepada GMF dalam mendukung kesiapan operasional alutsista nasional. Dengan pengalaman dan kapasitas yang mumpuni dalam menangani helikopter Bell 412, kami optimis dapat memberikan hasil perawatan sesuai standar tertinggi untuk penyelesaian empat unit selanjutnya. GMF berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan pemeliharaan terbaik, tidak hanya untuk memastikan keselamatan dan keandalan armada, tetapi juga untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemandirian ekosistem pertahanan Indonesia,” ungkap Andi.

  Tentang 5.000 Flight Hours / 5 Years Inspection
Perawatan 5.000 Flight Hours / 5 Years Inspection merupakan perawatan besar (heavy maintenance) yang wajib dilakukan pada helikopter Bell 412 setiap mencapai 5.000 jam terbang atau 5 tahun, mana yang tercapai lebih dahulu. Tujuan perawatan ini adalah memastikan seluruh sistem dan komponen dalam kondisi aman (safe) dan laik terbang (airworthy).

Ruang lingkup pekerjaan yang GMF kerjakan meliputi pemeriksaan airframe melalui visual inspection, corrosion prevention, dan NDT; overhaul pada komponen utama termasuk power train, rotors, power plant, dan flight control; perawatan pada electrical dan avionics; serta proses rotor track and balancing. Selain itu dilakukan pula weight and balance, servicing, dan operational check pada setiap sistem untuk memastikan kelayakan terbang helikopter.

Dengan keberhasilan penyelesaian perawatan ini, GMF kembali menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pertahanan Indonesia melalui layanan pemeliharaan pesawat yang andal, profesional, dan berstandar internasional. Keberhasilan ini juga membuktikan kapabilitas GMF sebagai MRO terintegrasi yang mampu memenuhi kebutuhan di berbagai sektor, mulai dari defense, general aviation, hingga industrial solutions.
 

  ☆
GMF  

Rabu, 03 September 2025

Poltekad Ujicoba Mortir Latih Kaliber 81 mm

(Poltekad)

Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) kembali menunjukkan inovasi di bidang alutsista dengan melaksanakan uji coba mortir latih kaliber 81 mm.

Pengujian ini berlangsung di Lapangan Tembak Bedali, Lawang, dan dipimpin langsung oleh Mayor Arh M. Ali, S.T. beserta tim Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (Litbanghan).

Uji coba ini menggunakan sistem pre-charge pneumatic system, sebuah teknologi baru yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan saat latihan menembak.

Mortir latih ini rencananya akan digunakan di berbagai satuan jajaran infanteri dan lembaga pendidikan di seluruh Angkatan Darat, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan prajurit dalam mengoperasikan mortir tanpa harus menggunakan amunisi tajam.

Mayor Arh M. Ali, S.T. menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan latihan menembak mortir menjadi lebih realistis, namun dengan biaya yang jauh lebih rendah dan risiko yang minimal. "Teknologi ini dirancang agar latihan menembak bisa dilakukan secara aman dan efektif," ujarnya.

Hasil dari uji coba ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut dan implementasi mortir latih ini di seluruh kesatuan Angkatan Darat.

  💣 
Poltekad  

Jumat, 29 Agustus 2025

Indonesia Siap Bangun Industri Alutsista

Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Letjen TNI Djon Afriandi, melakukan kunjungan kerja ke fasilitas industri pertahanan milik PT Len Industri (Persero). (dok Len Industri)

Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Letjen TNI Djon Afriandi, melakukan kunjungan kerja ke fasilitas industri pertahanan milik PT Len Industri (Persero). Kedatangan perwira tinggi TNI ini disambut langsung oleh Direktur Bisnis PT Len Industri, Irwan Ibrahim, beserta jajaran direksi.

Agenda kunjungan berfokus pada eksplorasi teknologi pertahanan terbaru, termasuk sistem terintegrasi C5ISR (Command, Control, Communications, Computers, Combat, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance).

Rombongan juga meninjau fasilitas produksi perangkat pertahanan strategis seperti Night Vision Goggles (NVG) Generasi-4, Thermal Imaging, dan Laser Point, yang menjadi kebanggaan industri pertahanan nasional.

Letjen TNI Djon Afriandi mengapresiasi terhadap kemampuan PT Len Industri yang telah mampu memproduksi teknologi mutakhir tersebut di dalam negeri.

"Penguasaan teknologi yang andal merupakan elemen krusial dalam mendukung keberhasilan operasi militer. Bagi Kopassus, hal ini adalah keharusan agar selalu bisa bergerak cepat dengan akurasi tinggi," tegas Letjen TNI Djon Afriandi, dalam keterangan tertulis, Selasa, 26 Agustus 2025.

Menurut dia, keberadaan produk-produk seperti NVG Gen-4, Thermal, dan Laser Point akan sangat mendukung efektivitas operasi pasukan khusus TNI, terutama dalam menghadapi dinamika medan tempur modern yang membutuhkan kecepatan, presisi, serta kesiapan tinggi.

  Bangun kemandirian alutsista 
PT Len Industri juga menyediakan keberadaan service center untuk memudahkan perbaikan dan pemeliharaan perangkat, sehingga kesiapan operasional selalu terjamin.

Sementara itu, PT Len Industri menegaskan komitmennya untuk menyediakan solusi pertahanan yang andal sesuai kebutuhan TNI.

"Kami siap menghadirkan berbagai produk unggulan yang dirancang untuk mendukung operasi pasukan khusus, mulai dari sistem komunikasi, perangkat kendali, hingga teknologi elektronik militer generasi terbaru," ujar Irwan Ibrahim.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan industri pertahanan dalam negeri. Kehadiran produk berteknologi tinggi buatan anak bangsa menegaskan Indonesia semakin siap membangun kemandirian alutsista dan memperkuat ketahanan nasional di era modern.

  💥 
Metro TV News  

Senin, 04 Agustus 2025

Sea Trial KM ADRI XLV TA 2025 di Satangair

⚓KM ADRI XLV (DisbekangAD)

Acara ujicoba dan kelaikan KM ADRI XLV yang dilaksanakan di Satangair Jakarta dipimpin langsung oleh Kapusbekangad Brigjen TNI Tato Hadiyan, S.I.P., M.Han.(1/8/2025).

Turut hadir pada acara tersebut diantaranya, Kadisadaad, Kadislaikad, Irpusbekangad, Dircab Pusbekangad beserta perwira lainnya.

Tujuan utama dilaksanakan seatrial ini adalah untuk memastikan kapal yang dibangun atau diperbaiki berfungsi sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah direncanakan sebelumnya.

Uji coba ini juga bertujuan untuk menguji performa kapal, termasuk kecepatan, kemampuan manuver, dan fungsi peralatan keselamatan.

Dalam sambutannya Kapusbekangad menyampaikan bahwa hasil uji coba pelaksanaan pemeliharaan oleh mitra terkait yaitu seatrial KM ADRI XLV dengan harapan mendapatkan hasil yang baik dan maksimal sehingga manfaat pekerjaan Harbaik alangair ini dapat dirasakan oleh satangair dalam kesiapan tugas pokoknya.

Kapusbekangad juga menegaskan kepada Tim uji coba agar melaksanakan tugas sesuai bidangnya masing-masing, berikan hasil yang akuntabel dari kegiatan ini sehingga dapat memberikan bahan data masukan dan evaluasi terhadap kegiatan harbaik alangair KM ADRI XLV TA 2025 yang dilaksanakan hari ini.
 

  ⚓ PusbekangAD  

Kamis, 31 Juli 2025

ITS Rancang Kapal Perang Multifungsi 'Terbesar' untuk TNI AD

⚓ 🎥 👷Kapal LCU ADRI LIII hasil rancang desain ITS (X)

Akademisi Departemen Teknik Sistem Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (DTSP ITS) merancang kapal jenis Landing Craft Utility 2.500 DWT bernama ADRI LIII. Bahkan menjadi kapal perang multifungsi terbesar yang dimiliki TNI Angkatan Darat (AD).

Kapal ADRI LIII memiliki panjang 102 meter, lebar 18 meter, dan dirancang mampu mengangkut berbagai jenis alat utama sistem persenjataan (alutsista) hingga kapasitas 2.500 Deadweight Tonnage (DWT).

Desainer utama ADRI LIII sekaligus Kepala Prodi Pascasarjana DTSP ITS Prof Dr Ir Agoes Santoso MSc MPhil CEng FIMarEST MRINA mengatakan, proses mendesain kapal tersebut mulai tahun 2023 hingga 2025.

DTSP ITS mengerjakan rancangan desain kapal bersama dosen, mahasiswa, alumni, hingga Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS).

"Tim DTSP ITS telah mengembangkan spreadsheet dan database khusus yang memungkinkan secara teknis konsisten untuk diterapkan pada berbagai jenis desain kapal. Meskipun demikian, prosesnya memerlukan kejelian untuk mengimplementasikan regulasi kelas dan standar dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI," kata Agoes, Selasa (29/7/2025).

Guru Besar Teknik Sistem Perkapalan ITS ini menjelaskan, ada tahapan krusial dalam perancangan kapal. Yakni terletak pada pembuatan key-plan drawings yang harus memenuhi standar menjamin kekuatan, kenyamanan, keselamatan, dan umur operasional kapal.

"Semua tim DTSP ITS mengerjakan seluruh proses desain, mulai dari eksterior, konstruksi, outfitting, permesinan, kelistrikan, hingga interior kapal tersebut. ITS pun juga dilibatkan untuk mendampingi dan mengevaluasi pembangunan fisiknya sampai uji fungsi kapal," jelasnya.

Setelah proses desain dan pembangunan fisik kapal selesai, dilanjutkan serangkaian uji untuk memastikan seluruh sistem dan fasilitas berjalan sesuai rencana.

Pada tahapan ini, seluruh alutsista yang dirancang untuk dibawa kapal, mulai dari kendaraan taktis, mobil, tank hingga perlengkapan tempur lainnya harus berhasil dimasukkan dan ditata sesuai kapasitas.

"Selain itu, juga menguji performa kapal agar menjamin kenyamanan manusia di dalamnya," ujar Kepala Pusat Desain Kapal Perang Science Techno Park (STP) Maritim ITS ini.

Agoes menyebut, TNI AD merespon positif kapal ADRI LIII. Bahkan diyakini bakal lebih memprioritaskan ITS untuk pekerjaan desain kapal lainnya.

"Fasilitas yang dibangun oleh Kemhan dapat dimanfaatkan secara maksimal berkat dukungan keahlian dari ITS yang kompeten dalam perencanaan kapal," tegasnya.

Keberhasilan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-9, yakni Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Hal itu menunjukkan komitmen nyata ITS dalam mendukung inovasi dan infrastruktur industri pertahanan nasional.

"Semoga hal ini dapat membuka lebih banyak peluang pengembangan kapal militer di Indonesia dan mengembangkan keilmuan di ITS," pungkasnya. (dpe/abq)

  📹  Berikut video ujifungsi kapal dari Youtube : 


  🎥  detik  

Selasa, 29 Juli 2025

KSAD Terbang ke Turki

 🤝  Perkuat alih teknologi dan kerjasama strategis KSAD Kunjungi pameran alutsista IDEF 2025 (Dispenad)

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melakukan kunjungan kerja ke Turki, sejak Jumat (25/7).

Kunjungan ini untuk mempererat hubungan bilateral dan memperkuat kerja sama militer antara TNI Angkatan Darat dengan Angkatan Bersenjata Turki, khususnya dalam bidang alih teknologi dan pengembangan industri pertahanan.

Hari pertama, Maruli meninjau langsung International Defence Industry Fair ke-17 (17th IDEF) tahun 2025, sebuah pameran industri pertahanan berskala internasional yang berlangsung di Istanbul pada 22–27 Juli 2025. IDEF menjadi ajang penting dalam memperluas wawasan strategis dan memperkuat sinergi pertahanan global.

Selain menghadiri IDEF, Maruli juga melaksanakan pertemuan kehormatan (courtesy call) dengan sejumlah pejabat tinggi Republik Turki, yakni Menteri Pertahanan H.E. Yaşar Güler, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Turki Jenderal Metin Gürak, dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Selcuk Bayraktaroglu.

Dalam pertemuan tersebut, Maruli menyampaikan apresiasi atas kebijakan Turki dalam membangun kemandirian industri pertahanan nasional, yang juga sejalan dengan visi pertahanan Indonesia, khususnya dalam upaya mengurangi ketergantungan pada impor alutsista.

“Kementerian Pertahanan Turki telah menjadi mitra penting dalam transformasi pertahanan Indonesia, termasuk melalui kerja sama industri pertahanan dan alih teknologi,” ujar Kasad.

Maruli juga menegaskan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan RI memiliki keinginan kuat untuk memperkuat joint venture dan joint production alutsista, namun juga menekankan pentingnya kerja sama langsung antar Angkatan Darat kedua negara.

 Buka peluang kerjasama pengembangan dan ToT UCAV Baykar 
TNI AD buka peluang pengembangan dan alih teknologi Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) atau pesawat tempur nirawak dengan Baykar, perusahaan pengembang alutsista modern Turki.

Hal ini dipastikan saat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengunjungi pabrik Baykar, Jumat (25/7).

“Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk menjajaki peluang kerja sama pengembangan dan alih teknologi UCAV guna mendukung kesiapan operasional dan profesionalisme prajurit TNI AD,” bunyi keterangan dari Dispenad dikutip Senin (28/7).

Dijelaskan pula, kunjungan ini juga mencerminkan komitmen TNI AD dalam memperkuat diplomasi militer yang adaptif terhadap tantangan global, serta mendukung kebijakan pertahanan negara yang berpijak pada kemandirian teknologi dan penguatan postur pertahanan.

Baykar saat ini memproduksi sistem UAV/bersenjata taktis bernama Bayraktar TB2 yang memiliki kemampuan Medium Altitude Long Endurance (MALE).

UAV ini dikatakan mampu menjalankan misi Intelijen, Pengawasan, dan Pengintaian (ISR) serta serangan bersenjata. Dilengkapi dengan sistem avionik triple redundant, Bayraktar TB2 memungkinkan pendaratan, lepas landas, pendaratan, dan jelajah yang sepenuhnya otonom.

TB2 telah membuktikan keampuhannya dengan lebih dari 1.000.000 jam terbang operasional. Sejak 2014, Bayraktar TB2 terus menjalankan misi dengan sukses di Angkatan Bersenjata Turki, Gendarmerie, dan Kepolisian Nasional Turki. Saat ini, 257 platform Bayraktar beroperasi di Turki, Qatar, Ukraina, dan Azerbaijan.

Bayraktar TB2 memegang rekor dalam sejarah penerbangan Turki untuk kemampuan daya tahan (dengan 27 jam 3 menit) dan untuk ketinggian (dengan 25.030 kaki). Bayraktar TB2 juga merupakan pesawat pertama dalam kategorinya yang diekspor ke luar negeri. (rr)

  ✈ IDM  

Sabtu, 19 Juli 2025

Poltekad Kembangkan Drone Tempur dan Pertanian Multifungsi: E6-Sky Rider

  Siap Dukung Operasi Militer dan Ketahanan Pangan Drone tempur multifungsi Poltekad (Poltekad)

Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) baru-baru ini meluncurkan sebuah inovasi menarik: drone tempur quadcopter bernama E6-Sky Rider.

Drone canggih ini dirancang tidak hanya untuk mendukung operasi militer, tetapi juga memiliki kemampuan serbaguna untuk membantu sektor pertanian.

E6-Sky Rider diharapkan menjadi aset berharga bagi prajurit Angkatan Darat.

Kemampuannya yang utama adalah membawa dan menjatuhkan mortir untuk menghancurkan sasaran musuh, memberikan keunggulan taktis di medan operasi. Ini berarti prajurit dapat menyerang target dari jarak aman dan dengan presisi yang lebih tinggi.

Namun, kecanggihan E6-Sky Rider tidak berhenti sampai di situ. Drone ini juga didesain untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Dengan kemampuan membawa dan menyemprotkan cairan pestisida pada lahan pertanian, E6-Sky Rider dapat membantu petani dalam menjaga hasil panen mereka secara lebih efektif dan efisien. Ini merupakan langkah maju dalam pemanfaatan teknologi militer untuk tujuan sipil yang bermanfaat luas.

Pengembangan E6-Sky Rider oleh Poltekad menunjukkan komitmen institusi dalam menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pertahanan negara sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Drone multifungsi ini siap mendukung berbagai tugas, baik di medan perang maupun di ladang pertanian.

 ⚓️ 
Poltekad  

Jumat, 11 Juli 2025

Poltekad TNI AD Ciptakan Water Treatment

 Solusi Air Minum Praktis untuk Prajurit di Medan Operasi 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg75VJhTfDX-UFSFm7RR1ujtdta44WqCEIFvL7kzXflp9CO-Ko6S0g0le96OBw0z4MzFlm6x4RlHGHsxDdOt2YvVoSdptKu_QrgIGJY_TY96k5qp1Zbm9wKQ-M4N03yYWcvI6xHFs2lbgreJFSpTUAxHnFRTMsBOd2tta3rsK5MYYGBhljaxGF-ZLoQegc/s380/Poltekad%20TNI%20AD%20Ciptakan%20Water%20Treatment.pngPoltekad TNI AD Ciptakan Water Treatment (IDM)

P
oliteknik Angkatan Darat (Poltekad) kembali menciptakan sebuah inovasi berupa water treatment portable, untuk bantu prajurit di medan operasi.

Dilansir dari keterangan Poltekad, Selasa (8/7) dikatakan alat tersebut dirancang untuk mengatasi tantangan penyediaan air bersih di lokasi terpencil atau pascabencana.

Dijelaskan pula, keunggulan water treatment ini tidak hanya menyaring air, tetapi mampu menghasilkan air yang siap minum secara langsung.

“Keberhasilan alat ini dalam memproduksi air minum berkualitas telah teruji secara ketat dan lolos uji laboratorium berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2023, yang merupakan standar baku mutu air minum di Indonesia. Ini menjamin bahwa air yang dihasilkan aman dan layak dikonsumsi,” bunyi keterangan tersebut.

Lebih lanjut dijelaskan alat ini menggunakan energi terbarukan berupa panel surya serta berbentuk portable. Selain itu juga menggunakan teknologi pre-filter, PVDF, reverse osmosis, dan lampu ultraviolet untuk memaksimalkan hasil treatment.

Inovasi dari Poltekad ini diharapkan dapat mendukung tugas TNI AD dalam memberikan bantuan logistik, khususnya penyediaan air minum bersih, kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dengan teknologi ini, kesulitan akses air bersih di daerah terpencil atau terdampak bencana dapat diminimalisir, memastikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat serta prajurit yang bertugas. (rr)

 
💡 IDM  

Kamis, 10 Juli 2025

[Video] Uji Fungsi Kapal ADRI LIII

⚓ 🎥 Kapal LCU ADRI LIII (X)

TNI Angkatan Darat (TNI AD) telah menerima kapal angkut terbaru jenis Landing Craft Utility (LCU) bernama ADRI LIII.

Kapal ini dirancang untuk mendukung mobilitas tempur dan logistik, termasuk mengangkut 4 unit Tank Leopard serta 1 batalyon pasukan tempur dalam satu misi.

Kapal LCU ADRI LIII ini dibangun oleh galangan dalam negeri, dan memiliki keunggulan sebagai kapal pendarat. Artinya, kapal ini tidak membutuhkan pelabuhan untuk menurunkan muatan. Kapal dapat langsung mendarat di pantai, yang sangat efektif untuk misi tempur maupun misi kemanusiaan di wilayah-wilayah terpencil Indonesia.

Spesifikasi kapal LCU ADRI LIII memiliki bobot 2.500 ton, dengan daya jelajah mencapai 4.550 mil laut dan mampu membawa total 450 personel serta 63 awak kapal.

Kapal ADRI LIII memiliki panjang 100,18 meter dan lebar 18 meter. Kapal ini mampu membawa 4 unit Tank Leopard, 1 unit transporter, dan satu batalyon pasukan. Kecepatan maksimal kapal 14 knot.

  📹 Berikut video ujifungsi kapal dari Youtube : 


 🎥  Garuda Militer  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More