N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KRI Raden Eddy Martadinata 331

PKR 10514, Kapal frigat pertama produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Rabu, 30 November 2011

Pesawat Tanpa Awak UGM Berdaya Jelajah 200 Kilometer


REPRO/KOMPAS/NAWA TUNGGAL Pesawat Udara Tanpa Awak Mini atau Mini UAV dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan bobot 7,5 kilogram mampu menjelajah sampai 200 kilometer dengan kecepatan 120 kilometer per jam, bermanfaat untuk pemantauan batas wilayah atau lokasi-lokasi bencana alam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk memantau batas wilayah atau situasi dan kondisi lokasi bencana alam dengan biaya murah dan efektif, dibutuhkan teknologi pesawat tanpa awak.

Universitas Gadjah Mada (UGM) turut memamerkan hasil risetnya, berupa pesawat udara tanpa awak mini (Mini UAV) pada Forum Riset Industri Indonesia ke-3 2011, Rabu (30/11/2011) di Jakarta.

Pesawat itu memiliki kemampuan jelajah sampai 200 kilometer, dengan lama jelajah sampai 2,5 jam.

Pesawat Mini UAV ini hasil rekayasa dosen Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UGM, Sutrisno, dan Dosen Teknik Mesin pada Sekolah Vokasi (D-III) Teknik UGM, Setyawan Bekti Wibowo.

"Kita sudah punya banyak produk riset. Masalahnya sekarang adalah industrialisasinya untuk menjadikan sebagai produk massal masih terjadi kendala," kata Rektor UGM, Sudjarwadi, dalam konferensi pers.

Pesawat Mini UAV dirancang dengan panjang bentang sayap 3,25 meter, dan bobot pesawat tanpa beban mencapai 7,5 kilogram.

Penambahan beban seperti kamera dan sensor lainnya, masih memungkinkan maksimal dua kilogram. Kecepatan Mini UAV mencapai 120 kilometer per jam. Pesawat ini berbahan bakar bensin, dengan kapasitas mesin 55 sentimeter kubik.


KOMPAS

Menteri BUMN setujui PLTN

Dahlan Iskan-Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah akhirnya menyetujui pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) berkapasitas 200 kilowatt (KW) untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.

Demikian disampaikan Menteri BUMN Dahlan Iskan pada seminar nasional tentang kebijakan energi nasional dengan tema "KEN, Sebagai Fondasi Terwujudnya Kedaulatan Energi Menuju Kemandirian Bangsa" di Gedung DPR, Jakarta, Senin.

"Melihat kebutuhan energi yang terus meningkat, saya telah menyetujui pembangunan PLTN berkapasitas 200 KW," kata Dahlan.

Dahlan menjelaskan bahwa pembangunan PLTN di Indonesia memang banyak menuai kontroversi. Tapi jika melihat dari peristiwa kebocoran radiasi di PLTN Fukushima Jepang, menurut Dahlan, pembangunan PLTN tetap bisa dilanjutkan. Hal itu mengingat dalam peristiwa meledaknya PLTN Fukushima akibat guncangan gempa tersebut tidak ada korban jiwa satu pun.

"Saya sudah bertemu dengan banyak orang Jepang. Jadi begitu ada pengusaha yang minta izin bangun PLTN saya langsung menyetujuinya," katanya.

Dahlan menambahkan bahwa setelah pembangunan PLTN berkapasitas 200 KW selesai, pemerintah juga telah menyetujui pembangunan PLTN tahap berikutnya sebesar 2 MW.

"Setelah PLTN 200 KW selesai, maka akan ada pembangunan PLTN berikutnya dengan kapasitas 2 MW," ujarnya.(KR-SSB)



Antaranews

Majulah Bangsaku

Indonesia berpeluang bangun Silicon Valley ASEAN

Ilustrasi industri teknologi, informasi dan komunikasi (TIK). (ANTARA/REUTERS/Jorge Silva)

Bogor (ANTARA News) - Indonesia menjadi negara anggota Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) paling berpeluang dalam membangun pusat industri teknologi, informasi dan komunikasi (TIK atau ICT) semacam lembah silikon (Silicon Valley) di Amerika Serikat (AS).

Hubungan Masyarakat (Humas) Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI), Muarif, di Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, menyatakan bahwa peluang tersebut dikemukakan Ketua MITI, DR Warsito P. Taruno, pada seminar nasional di Bandung.

Ia menjelaskan, dalam seminar nasional tentang "Pendidikan dan Pembangunan Iptek di Indonesia" yang diselenggarakan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Warsito P. Taruno menyatakan bahwa peluang itu ditunjukkan dengan kemampuan terbangunnya para teknopreneur dari kalangan muda Indonesia.

"Mereka lebih baik dari negara-negara berkemampuan di ASEAN, seperti Singapura, Malaysia atau Thailand," katanya.

Ia menimpali, "Riset terbaru tentang kondisi pembangunan sains dan teknologi di ASEAN menunjukkan adanya potensi besar tersebut."

Menurut dia, kemampuan tumbuhnya industri berbasis teknologi di Indonesia saat ini menunjukkan kecenderungan yang semakin besar, meski sedikit ada campur tangan pemerintah.

Apalagi, kata dia, inisiatif para ilmuwan atau sarjana Indonesia yang mengembangkan tumbuhnya industri ini jauh lebih besar dibandingkan ilmuwan atau sarjana di negara ASEAN.

Ia mengemukakan, kondisi berbeda terjadi di Singapura atau Malaysia. Kendati mendapat dukungan penuh pemerintah, industri berbasis teknologi tidak muncul dari para sarjana atau ilmuwan dari kedua negara tersebut.

"Padahal, pemerintah Singapura atau Malaysia mendorong dan memberi dukungan penuh kepada para sarjananya untuk mengembangkan `teknopreneurship`. Faktanya, dukungan yang menghabiskan dan jutaan dolar AS tersebut gagal," kata Warsito.

Ia mencontohkan, pemerintah Singapura mengucurkan dana hingga Rp9 triliun selama lima tahun untuk mengembangkan kewirausahaan di bidang teknologi (technopreneurships), namun gagal.

Demikian pula, mnurut dia, dengan Malaysia yang memberi hibah sebesar 5 juta ringgit atau setara 1,5 juta dolar AS kepada para sarjananya yang ingin membangun industri berbasis teknologi, namun tidak berlanjut karena minimnya peminat.

"Kondisi sebaliknya justru terjadi di Indonesia dengan kehadiran anak-anak muda yang membangun technopreneur, dan mulai menunjukkan hasilnya. Padahal, campur tangan pemerintah kepada mereka terbilang minim," katanya.

"Namun, hasil riset kami mendapatkan dorongan terbesar adalah pada kuatnya inisiatif dari mereka untuk mengembangkan usaha dengan basis ilmu yang mereka pelajari selama ini," kata doktor alumni Shizuoka University, Jepang, tersebut.

Ia kemudian mencontohkan beberapa perusahaan teknologi di Indonesia yang eksis dan berkelas dunia, seperti Terafulk (ship design and building), Xirca (chipset design), Edwar Technology (tomography imaging system manufacturing), Tesena (medical equipments), dan Solusi247 (Radar design).

Sementara itu, mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek), Suharna Surapranata, dalam seminar yang sama memandang pembangunan sains dan teknologi di Indonesia harus mengutamakan sinergi antarberbagai komponen bangsa, agar tercipta iklim yang sehat sehingga industri berbasis teknologi dapat tumbuh subur di negeri ini.(T.ANT-053/B008)



Antaranews

Inilah Finalis Indosat Wireless Innovation Application Contest IV

INDOSAT-IWIC 2010 telah mengantarkan anak muda kreatif mewujudkan kreasinya dalam pembuatan aplikasi nirkabel.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kontes aplikasi nirkabel atau yang lebih dikenal dengan IWIC (Indosat Wireless Innovation Application Contests) VI memasuki babak final. Kontes tahunan baru saja menyelesaikan penilaian juri dan hasilnya baru akan diumumkan Rabu malam esok dalam acara HUT ke-44 Indosat di gedung JCC, Senayan, Jakarta.

Beberapa karya menarik yang ditampilkan finalis antara lain seperti karya Kamar Pas, karya Bellina Rachman Saleh, perempuan programmer dari Jakarta . Yang intinya memudahkan orang berbelanja pakaian, terutama terkain dengan penjualan online yang semakin marak belakangan.

Demikian juga finalis tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dengan karya AHA Finger Learning. Karya ini memberikan solusi pembelajaran aritmatika untuk anak usia sekolah dasar dengan cara menarik melalui game.

Kedua karya menonjol ini merupakan aplikasi berbasis sistem operasi Android yang belakangan semakin menonjol kiprahnya. Sementara kontes ini sendiri terdiri dari tiga kategori, yaitu kategori business & commerce, games & entertainment, dan special yang masing-masing masih dibagi dalam beberapa kelompok.

Dari dua kategori terbagi dalam tiga kelompok, yaitu kelompok aplikasi untuk platform Android, BlackBerry, dan Other Devices. Sedangkan khusus kategori special hanya memiliki dua kelompok, yaitu mom & kids, dan sports.

Finalis IWIC VI:
Kategori Business & Commerce, Android: Chrisnanto Aditya Wardani (mahasiswa ITB), Bellina Rachman Salegh (programmer Jakarta); BlackBerry: Ari Wibisono (mahasiswa UI), Muhammad Imran (karyawan IT Bandung); Other Divices: Maria H Utami (mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara), Subiyanto (guru SMUN 3 Semarang).

Kategori Games & Entertainment, Android: Nurlina Setyawan (mahasiswa IT Telkom Bandung), Riska Indah Pertiwi (mahasiswa ITS Surabaya); BlackBerry: Kiranasasi Wiryawan (web designer Bandung), Emo Prayudo (dosen Binus dan Paramadina Jakarta); Other Devices: Mawaddah Muhammad (mahasiswa UNM Makassar), Alfandra Tiaputra (mahasiswa UI).

Kategori Special, Mom & Kids: Inayah Arsyad (guru privat Jakarta), Muhammad Ikhsan (mahasiswa ITB); Sandy Marly Colondam (project manager IT Jakarta.


KOMPAS

Telkomsel Bidik 500.000 Pengguna Cyrus TV Pad

KOMPAS.com/Tenni Purwanti-Telkomsel tawarkan diskon Rp 888 ribu untuk 100 pembeli pertama Cyrus TV Pad yang sudah dibundling dengan TelkomselFlash.

JAKARTA, KOMPAS.com — Cyrus TV Pad diklaim produsennya sebagai tablet Android pertama di Indonesia yang memiliki fitur televisi. Saat peluncurannya, PT Mitra Komunikasi Nusantara, selaku produsen tablet ini, mengumumkan paket bundling dengan Telkomsel. Dengan paket bundling ini, pelanggan mendapatkan akses internet full service Telkomsel Flash secara gratis selama tiga bulan.

"Kualitas broadband Telkomsel saat ini sudah memadai untuk teknologi televisi berbasis internet," jelas Heru Sukendro, General Manager Device Bundling Management Telkomsel, dalam jumpa pers di Cyrus Center, Mall Ambassador, Jakarta, Selasa (29/11/2011).

Telkomsel telah memiliki 44.000 BTS, dengan 9.000 Node B atau BTS 3G yang menjangkau sekitar 97 persen wilayah populasi Indonesia. "Ini membuktikan teknologi kami sudah siap untuk mendukung device-device mobile yang membutuhkan akses broadband," ujar Heru.

Telkomsel menargetkan penjualan bundling TelkomselFlash-Cyrus TV Pad sebanyak 500.000 unit di tahun ini sehingga otomatis bisa menambah jumlah pelanggan broadband Telkomsel.

Heru menambahkan, jumlah pelanggan broadband Telkomsel saat ini juga telah bertambah dari 25 juta pelanggan menjadi 40 juta. Dari 40 juta pelanggan broadband tersebut, 6 juta di antaranya pelanggan TelkomselFlash dan 3,5 juta adalah pelanggan paket BlackBerry.

"Service center" untuk operator sekaligus perangkat
Jika selama ini perangkat mobile dan operator memiliki service center yang berbeda, maka untuk bundling dengan Cyrus TV Pad, Telkomsel akan membangun satu service center yang menggabungkan keduanya.

Service center ini nantinya akan bernama Mobilife (singkatan dari Mobile Lifestyle Trendsetter). Mobilife akan tersedia di empat kota besar, yakni Jakarta (Senayan City), Bandung (Bandung Electronics Center), Yogyakarta, dan Surabaya. "Keluhan tentang Cyrus Pad atau keluhan tentang TelkomselFlash-nya, nantinya akan ditangani di tempat yang sama," tutup Heru.


KOMPAS

Cyrus Tab, Tablet-TV Pertama di Indonesia

Tablet berbasis Android ini memiliki fitur tv analog dan digital.

Pengguna tablet (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews
- Untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat yang tinggi dengan perangkat yang memberikan solusi multimedia, hadir tablet Android sekaligus TV pertama di Indonesia, Cyrus TV Pad 3G Wifi. Tablet ukuran 7 inchi ini dilengkapi dengan multimedia yang berbasis Android Gingerbread 2.3.

Telkomsel pun bekerja sama dengan Mitra Komunikasi Nusantara (MKN) untuk menghadirkan bundling tablet Cyrus TV.

“Cyrus TV Tab menjawab kebutuhan masyarakat yang mobile, tapi tak sempat menonton TV sambil browsing,” ujar Marketing Manager MKN, Budiasto Kusuma dalam peluncuran produk di Mal Ambasador Lantai III, Jakarta, Selasa, 29 November 2011.

Sebagai solusi multimedia, tablet ini dilengkapi dengan fitur TV analog maupun digital untuk saluran global maupun lokal, kamera 5 MP, Radio analog maupun digital, fitur GPS, dan juga berfungsi untuk telepon maupun SMS. Tablet ini juga bisa digunakan untuk tethering internet hingga digunakan oleh 5 perangkat.

Budi mengatakan, menurut riset yang dilakukan, saat ini pengguna lebih menghabiskan waktunya di jalan. Sejalan dengan itu, perilaku masyarakat pengguna internet kini beralih kepada mobile internet. Untuk itu, fitur TV dalam tablet ini merupakan pembeda utama dibandingkan dengan tablet yang lain.

“Ini jadi solusi hal tersebut, fitur TV menjadi diferensiasi,” ucap Budi. Ia pun optimistis tablet TV Android ini akan meraih sukses, mengingat hasil survei menunjukkan bahwa dari 100 responden, 80 persen menyukai produk ini dilihat dari pengalaman penggunanya.

Segmen tablet ini yakni mulai dari kalangan menengah sampai eksekutif dengan penggunaan untuk semua kalangan, dari anak-anak sampai orang dewasa. Target MKN pada 3 bulan ke depan akan menjual 30 ribu unit, dan saat ini sudah dipesan sebanyak empat ribu unit.

Ke depan, MKN akan mengembangkan layanan maupun fitur TV on demand. Adapun harga tablet ini di pasaran mencapai Rp2,88 juta. (art)



VIVAnews

2012, Garuda Siapkan WiFi di Pesawat

Nantinya, penumpang Garuda Indonesia dapat menikmati layanan internet itu secara gratis.

Total, ada delapan pesawat yang akan menyediakan layanan internet nirkabel. Nantinya, para penumpang Garuda Indonesia dapat menikmati layanan internet di atas pesawat secara gratis. (VIVAnews/Adri Irianto)

VIVAnews
- Langkah maskapai pelat merah, Garuda Indonesia untuk menyediakan layanan internet nirkabel (Wi-Fi) di dalam pesawat akan semakin dekat. Secara teknis, Kementerian Perhubungan telah menyetujui.

"Garuda sudah berbicara dengan Kementerian Perhubungan untuk mengubah regulasi. Secara teknis, ini bisa diterima," kata Emirsyah Satar, Direkur Utama Garuda Indonesia, di Jakarta, 29 November 2011.

Emir menjelaskan, saat ini pemasangan Wi-Fi masih terganjal regulasi yang tidak memperbolehkan alat komunikasi aktif di dalam pesawat terbang. Namun Emir menekankan, alat komunikasi yang tidak diperbolehkan di dalam pesawat adalah alat komunikasi berbasis suara seperti telepon.

Menurut Emir, pada tahap awal, jaringan Wi-Fi akan dipasang di pesawat-pesawat baru Garuda Indonesia yang tiba tahun depan. Total, ada delapan pesawat yang akan menyediakan layanan internet nirkabel.

Dari sisi investasi, Emir tidak menyebutkan nominal pasti biaya yang dikeluarkan untuk memasang fasilitas Wi-Fi tersebut di dalam kabin pesawat. “Angkanya mencapai ratusan ribu dolar AS per pesawat,” ucapnya.

Nantinya, kata Emri, para penumpang Garuda Indonesia dapat menikmati layanan internet di atas pesawat secara gratis.



VIVAnews

Jembatan runtuh saat batas kekuatannya dilampaui

Jakarta (ANTARA News) - Pakar konstruksi Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata mengemukakan jembatan runtuh biasanya akibat pelampauan beban dari batas kekuatannya.

"Sesuatu struktur jembatan bisa runtuh apabila ada komponen yang dilampaui batas kekuatannya saat itu," kata pendiri dan Direktur Utama Wiratman & Associates, sebuah perusahaan konsultan di bidang rancang bangun, ketika dihubungi di Jakarta, Selasa. Dia mengemukakan hal tersebut ketika dimintai komentar sehubungan runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara baru-baru ini.

Dari pengamatan melalui gambar di media massa, ia memperkirakan yang memicu keruntuhan jembatan secara progresif (beruntun) adalah putusnya satu kabel penggantung atau gagalnya sambungan kabel penggantung dengan kabel utama.

Putusnya satu kabel penggantung, ujarnya, kemudian memicu putusnya kabel penggantung di sebelahnya dan kembali memicu putusnya kabel berikutnya dan seterusnya, sehingga menyebabkan keruntuhan jembatan tersebut.

Apa lagi, tambahnya, saat kecelakaan yang terjadi pada Sabtu (26/11) itu, jembatan memang sedang dalam perbaikan, namun kemungkinan digunakan tidak sesuai aturan yang ada.

"Mungkin juga disebabkan perawatannya yang tidak memadai karena anggaran yang minim, padahal biaya maintenance sebuah jembatan itu cukup besar," katanya.

Menurut perancang Jembatan Selat Sunda itu, jembatan di Tenggarong itu tidak dapat diperbaiki lagi untuk dimanfaatkan kembali, sebaliknya perlu dibongkar total lalu dibangun baru.(D009)


Antaranews

Internet Indonesia Berdampak Positif untuk Cisco

Logo Cisco (foto : Cisco)

JAKARTA - Perangkat pintar macam smartphone dan tablet memperoleh sambutan sangat positif di Indonesia. Potensi pertumbuhan konsumen yang begitu tinggi ini tidak urung akan membuat jumlah pengguna internet semakin banyak.

Situasi ini disambut positif oleh Cisco yang sedang mengkampanyekan seri terbaru produknya. Ditemui di Demang Restaurant&Coffee, Selasa (29/11/2011), Tang Boon Ping, Regional Sales Director Asia untuk Cisco Consumer Business Group mengatakan, "Ada banyak devices terkoneksi pada WiFi, hari ini bukan hanya PC. Indonesia saat ini masih pengguna wireless biasa, tapi seiring bertumbuhnya banyak devices, semua pengguna itu akan tumbuh."

"Indonesia memiliki sekira 245,61 juta populasi, tapi penetrasi internet di Indonesia masih sekira 16,1 persen," tambahnya.

Dibanding negara lain di Asia, persentase penetrasi internet di Indonesia memang masih kecil. Namun, mengingat begitu membludaknya penggemar smartphone dan pengguna jejaring sosial di zamrud khatulistiwa tersebut, internet masih memiliki potensi pertumbuhan yang positif. Penggunaan WiFi sebagai bagian dari alat pengakses hiburan di rumah, nampaknya tidak akan lama lagi.

Senada dengan pernyataan Tan, Kevin Kurniawan, Indonesia Territory Account Manager untuk Cisco Consumer Products mengatakan, "Memang penggunaan WiFi tergantung pada pertumbuhan internet ini. Karena pengguna internet dari tahun ke tahun bertambah, ada yang menggunakan komputer dan banyak sekali tablet. Dari tahun ke tahun pertumbuhan mereka cepat, dan itu positif." (tyo)


Okezone

Selasa, 29 November 2011

Kemenristek Buat Pengolahan Air Tenaga Surya

Alat ini nantinya dapat diterapkan di daerah pemukiman dan perkampungan.

Alat ini nantinya dapat diterapkan di daerah pemukiman dan perkampungan.

VIVAnews
- Persoalan air merupakan salah satu perhatian masyarakat dunia selain persoalan makanan dan energi. Terlebih, sistem sirkulasi air dapat terpengaruh oleh perubahan iklim maupun eksploitasi air yang tidak seimbang.

Seiring dengan meningkatnya penduduk dunia, air bersih juga semakin langka. Paradigma yang saat ini berkembang bukan hanya terkait persoalan efisiensi maupun penyimpanan air, tapi lebih kepada penggunaan air demi mencapai kemakmuran.

“Kita harus hati-hati sebelum kita kekurangan air,” kata Menristek Gusti Muhammad Hatta usai membuka The Sixth Open Science Meeting di Puspitek, Serpong Tangerang, 28 November 2011.

Gusti menyebutkan, kondisi air di Indonesia sendiri masih dihadapkan pada kualitas, meski secara kuantitas, beberapa daerah sudah mampu mencukupi kebutuhan akan air. “Kualitas air di Indoensia menurun, salah satunya adalah akibat industri,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Gusti, perlu pencegahan limbah produksi yang mengotori air. Selain itu, Gusti menyebutkan, sebelumnya, saat menjadi menteri Lingkungan Hidup, ia menargetkan mengurangi limbah industri yang mengalir ke perairan sampai 50 persen. Selain itu, ia juga sudah mewajibkan industri untuk melaksanakan tiga program wajib terkait dengan limbah industri.

Sedangkan untuk Kemenristek, jelasnya Gusti, pihaknya akan membuat serta meyediakan alat sederhana yang dapat diterapkan di daerah pemukiman dan perkampungan. “Kita akan sediakan alat yang bisa olah air dengan energi matahari,” katanya.

Gusti juga menyoroti kota besar seperti Jakarta. Menurutnya, jika penggunaaan air dengan penyedotan dari dalam tanah tidak diawasi, maka perilaku itu akan mengancam Jakarta. “Kalau Perda tidak dijalankan, air laut cepat naik ke daratan,” ujarnya.

Jakarta, menurut Gusti, masih dalam kategori rendah penyimpanan dan penyerapan air, karena idealnya 30 persen wilayah harus memenuhi RTH. Sayangnya, saat ini hanya 10 persen wilayah Jakarta yang berkategori RTH.

Untuk mencari solusi terhadap persoalan air, Kemenristek menggandeng Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences (KNAW) Belanda dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI). Pertemuan para peneliti dua negara ini akan mengangkat permasalahan air dari berbagai aspek yang meliputi sifat kimia, tingkat polusi, ketersediaan, maupun dampak sosial bagi masyarakat. (adi)



VIVAnews

Transfer Embrio Dilakukan Demi Swasembada Daging 2014

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menyampaikan, teknologi reproduksi "embrio transfer" pada ternak sapi merupakan salah satu andalan Indonesia untuk pencapaian swasembada daging pada tahun 2014.

"Populasi sapi kita memang tidak sebaik Australia dan Brazil namun kita punya teknologi tersebut untuk meningkatkannya," kata Direktur Budi Daya Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Fauzi Lutfhan, di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Senin.

Saat menghadiri panen serentak ternak sapi hasil sinkronisasi di daerah tersebut, ia mengatakan, dengan "embrio transfer" akan menghasilan kelahiran ganda dari satu indukan ternak sapi yang diyakini mampu meningkatkan populasi ternak dengan cepat.

"Andalan utama kita adalah teknologi ini, yang akan terus diterapkan secara berkelanjutan untuk pencapaian swasembada," katanya.

Ia menjelaskan, embrio tranfer atau pemindahan embrio ini dilakukan terhadap sapi indukan produktif yang telah diinseminasi dan kemudian dilakukan peminjaman rahim agar didalam terdapat dua bakal anak sapi.

Selain itu, juga akan dilakukan sinkronisasi yakni penyuntikan birahi dan insemninasi kemudian pemindahan embrio ini dilakukan secara bersamaan terhadap ribuan ternak sapi sehingga dalam waktu satu tahun menghasilkan dua kali lipat.

Ia mencontohkan, di Lampung Selatan, pada tahun lalu telah diterapkan teknologi ini dan hasilnya sekarang ini sekitar 1.000 ekor sapi peranakan ongle (PO) lahir bersamaan dengan selisih kelahiran antara satu sampai empat bulan.
"Sebagian lagi merupakan penerapan transfer embrio dan hasilnya cukup baik," katanya.

Menurut Fauzi, jika ini diterapkan ke seluruh wilayah tanah air maka dalam waktu singkat Indonesia akan mampu memenuhi kebutuhan daging dari penyerapan ternak dalam negeri dan secara otomatis tidak perlu mengimpor lagi.


Republika

Surat Kaleng Kominfo Muncul Sekejap di Internet

Ilustrasi (Foto: Google)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi (Kemenkominfo) saat ini sedang menjadi pembicaraan hangat terkait kasus surat kaleng yang mengungkapkan korupsi dalam tender, namun kemunculannya hanya beberapa saat.

Surat kaleng yang menyebutkan dirinya Komunitas Informatika Indonesia tersebut, mengungkapkan adanya permainan pada anggaran Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI). BP3TI mempunyai hak untuk mengelola penggunaan anggaran Negara (APBN/PNBP) dari pendapatan Universal Service Obligation (USO) dari para operator telekomunikasi.

Surat kaleng tersebut dikabarkan beredar di dunia maya, pada dua jejaring sosial yaitu Indowebster dan Kaskus. Anggota Komisi I DPR, Roy Suryo juga mengaku telah membaca surat kaleng tersebut.

"Saya sempat membaca surat kaleng yang muncul di indowebster tapi karena jaringannya gak memungkinkan jadi hanya bisa buka sebentar," jelas Roy, saat dihubungi okezone, Senin (28/11/2011).

Berselang setengah hari ketika ia ingin membacanya lagi, surat kaleng tersebut sudah hilang, sehingga memunculkan kecurigaan. "Terus terang saya ingin menelisik kasus ini, dan semakin curiga soalnya langsung hilang," jelas Roy.

Roy juga mengatakan, dia juga diberitahu bahwa surat kaleng itu juga ada di kaskus, "Tapi saya gak punya akses, karena tidak ada member kaskus."

Hilangnya surat kaleng tersebut secara mendadak menurutnya aneh, " kalau hanya isu, kenapa tiba-tiba hilang," ujar Roy. (tyo)


Okezone

Senin, 28 November 2011

Neraka dari ''Manajemen Musyrik''

DAHLAN ISKAN

MANUFACTURING
hope tentu juga harus dilakukan untuk bandara-bandara kita. Selain mencarikan jalan keluar untuk hotel-hotel yang ada di Bali, selama mengikuti KTT ASEAN saya berkunjung ke pelabuhan perikanan Benoa, melihat aset-aset BUMN yang tidak produktif di Bali dan diajak melihat proyek Bandara Ngurah Rai yang baru.

Tanpa dilakukan survei pun semua orang sudah tahu betapa tidak memuaskannya Bandara Internasional Ngurah Rai itu. Semua orang ngomel, mencela, dan mencaci maki sesaknya, ruwetnya, dan buruknya. Bandara itu memang tidak mampu menanggung beban yang sudah empat kali lebih besar daripada kapasitasnya.

Memang, PT Angkasapura I, BUMN yang mengelola bandara tersebut, sudah mulai membangun terminal yang baru. Tapi, terminal baru itu baru akan selesai paling cepat dua tahun lagi.

Berarti selama dua tahun ke depan keluhan dari publik masih akan sangat nyaring. Bahkan, keluhan itu akan bertambah-tambah karena di lokasi yang sama bakal banyak kesibukan proyek. Bongkar sana, bongkar sini. Pindah sana, pindah sini. Membangun terminal baru di lokasi terminal yang masih dipakai tentu sangat repot. Lebih enak membangun terminal baru di lokasi yang baru sama sekali.

Menghadapi persoalan yang begitu stres, hanya hope-lah yang bisa di-manufacture! Karena itu, memajang maket bandara baru tersebut besar-besar di ruang tunggu atau di tempat-tempat strategis lainnya menjadi penting. Saya berharap, penumpang yang ngomel-ngomel itu bisa melihat gambar bandara baru yang lebih lapang dan lebih indah. Perhatian penumpang harus dicuri agar tidak lagi selalu merasakan sumpeknya keadaan sekarang, melainkan diajak merasakan mimpi masa depan baru yang segera datang itu.

Demikian juga, PT Angkasapura II yang mengelola Bandara Soekarno-Hatta harus membantu manufacturing hope itu. Caranya, ikut membantu memasangkan maket bandara baru Ngurah Rai di lokasi Bandara Soekarno-Hatta. Bahkan, maket baru Bandara Soekarno-Hatta sendiri juga harus lebih banyak ditampilkan secara atraktif.

Tentu, sambil menunggu yang baru itu, bandara yang ada harus tetap diperhatikan. Mungkin memang tidak perlu membuang uang terlalu banyak untuk sesuatu yang dalam dua tahun ke depan akan dibongkar. Tapi, tanpa membuat bandara yang ada ini lebih baik, orang pun akan kehilangan harapan bahwa bandara yang baru itu kelak bakal mengalami nasib tak terurus yang sama. Itulah sebabnya, khusus Bandara Soekarno-Hatta, manajemen Angkasapura II akan melakukan survei persepsi publik yang bakal dilakukan oleh lembaga survei yang kredibel dan independen.

***
Manufacturing hope kelihatannya juga harus lebih banyak diproduksi untuk industri rekayasa. PT Dirgantara Indonesia (pembuatan pesawat), PT PAL Surabaya (pembuatan kapal), PT Bharata Surabaya (mesin-mesin), PT Boma Bisma Indra Surabaya-Pasuruan (mesin-mesin), PT INKA (pembuatan kereta api), dan banyak lagi industri jenis itu sangat memerlukannya.

Semua BUMN di bidang ini sulitnya bukan main. Kesulitan yang sudah berlangsung begitu lama. Di barisan ini termasuk Dok Perkapalan IKI Makassar, Dok Perkapalan Koja Bahari Jakarta, dan industri sejenis?yang menjadi anak perusahaan BUMN seperti jasa produksi milik PLN dan perbengkelan di lingkungan BUMN lainnya. Beberapa di antaranya bahkan sangat-sangat parah. PT PAL, misalnya, sudah terlalu lama merah dalam skala kerugian yang triliunan rupiah.

PT IKI Makassar idem ditto. Sudah dua tahun perusahaan galangan kapal terbesar di Indonesia Timur itu tidak mampu membayar gaji karyawan. Perusahaan tersebut terjerumus ketika menerima order pembuatan kapal penangkap ikan modern sebanyak 40 unit, tapi dibatalkan pemerintah di tengah jalan. Kini 14 kapal ikan yang sudah telanjur jadi itu mengapung mubazir begitu saja. Sudah lebih dari sepuluh tahun kapal-kapal modern itu berjajar menganggur.

Bahan-bahan kapal yang belum jadi pun sudah menjadi besi tua dan berserakan memenuhi kawasan galangan kapal itu. Peralatan produksinya juga sudah menganggur bertahun-tahun. Salah satu di antaranya bisa membuat ngiler siapa pun: crane 150 ton! Dok Perkapalan Surabaya yang ordernya begitu banyak dan sibuk saja hanya punya crane terbesar 50 ton!

Dulu, sekitar 15 tahun yang lalu, saya pernah mengkritik pemerintah di bidang itu. Saya menulis di media mengapa nasib industri rekayasa kita begitu jelek.Mengapa kita impor permesinan bertriliun-triliun setiap tahun, tapi industri rekayasa di dalam negeri telantar berat. Bahkan, tokoh sekaliber B.J. Habibie pun tidak berhasil mengatasinya.

Waktu itu saya sudah membayangkan alangkah hebatnya Indonesia kalau semua potensi tersebut disatukan dalam koordinasi yang utuh. Kalau saja ada kesatuan di dalamnya, kita bisa memproduksi pabrik apa pun, alat apa pun, dan kendaraan apa pun. Pembangkit listrik, pabrik gula, pabrik kelapa sawit, pesawat, kapal, kereta, motor, mobil, dan apalagi sepeda, semua bisa dibuat di dalam negeri.

Sebagai orang yang kala itu sering mengunjungi pabrik-pabrik sejenis di Tiongkok, saya selalu mengeluh: alangkah lebih modernnya peralatan yang dimiliki pabrik-pabrik kita jika dibandingkan dengan pabrik-pabrik yang saya kunjungi itu. Peralatan yang dimiliki PT Bharata, misalnya, jauh lebih modern daripada yang saya lihat di Tiongkok saat itu. Ahli pesawat dari Eropa mengagumi modernya peralatan di PT Dirgantara Indonesia.

Kini, dalam posisi saya yang baru ini, saya tidak bisa lagi hanya mengkritik. Tanggung jawab itu kini ditumpukkan di pundak saya. Saya tidak boleh lupa bahwa saya pernah mengkritik pemerintah. Saya tidak boleh mencari kambing hitam untuk menghindarkan diri dari tanggung jawab. Tentu saya juga menyadari bahwa saya bukanlah seorang yang genius seperti Pak Habibie. Saya hanya mengandalkan hasil dari manufacturing hope.

Tidak mudah perusahaan yang sudah mengalami kemerosotan yang panjang bisa bangkit kembali. Karena itu, saya harus menghargai dan memuji upaya yang dilakukan manajemen PT Dirgantara Indonesia (DI) belakangan ini. Rasanya, untuk bidang ini, DI akan bangkit yang pertama.

Thanks to
kesungguhan Presiden SBY yang telah menginstruksikan pengadaan seluruh keperluan militer dilakukan di dalam negeri. Kecuali peralatan sekelas tank Leopard, helikopter Apache, atau kapal selam yang memang belum bisa dibuat sendiri. Pesawat tempur sekelas F-16 Block 52 pun, tekad Presiden SBY tegas: harus diproduksi di dalam negeri meski harus bekerja sama dengan pihak luar.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro juga sangat serius dalam mengontrol pelaksanaan instruksi presiden itu.

Maka, PT DI kelihatannya segera mentas. Kegiatan jangka pendek, menengah, dan panjangnya sudah tertata. Dalam waktu pendek ini, sampai dua tahun ke depan, pekerjaannya sudah sangat banyak: membuat pesawat militer CN-295 dalam jumlah yang besar. Order ini akan berkelanjutan menjadi program jangka menengah karena PT DI juga sekaligus diberi hak keagenan untuk Asia Pasifik. Sedangkan jangka panjangnya, PT DI memproduksi pesawat tempur setara Block 52 bekerja sama dengan Korea Selatan.

Adanya kebijakan yang tegas dari Presiden SBY, komitmen pembinaan yang kuat dari Kementerian Pertahanan, kapabilitas personel PT DI yang unggul (terbukti satu bagian dari sayap pesawat Airbus 380 yang gagah dan menarik itu ternyata selalu diproduksi di PT DI), dan fokus manajemen dalam melayani keperluan Kementerian Pertahanan adalah kunci awal bangkitnya industri pesawat PT DI.

Instruksi Presiden SBY itu juga berlaku untuk PT Pindad. Maka, kebangkitan serupa juga akan terjadi untuk PT Pindad. Semoga juga di PT Dahana. Karean itu, tidak ada jalan lain bagi PT PAL untuk tidak mengikuti jejak PT DI. Kalau saja PT PAL fokus melayani keperluan pembuatan dan perawatan kapal-kapal militer nasibnya akan lebih baik.

Apalagi, anggaran untuk peralatan militer kini semakin besar. Menyerap semaksimal mungkin anggaran militer itu saja sudah akan bisa menghidupi. Dengan syarat, pelayanan kepada keperluan militer itu sangat memuaskan: mutunya dan waktu penyelesaiannya.

Lupakan dulu menggarap kapal niaga yang ternyata merugikan PT PAL begitu besar. Lupakan menggarap bisnis-bisnis lain, apalagi sampai menjadi kontraktor EPC seperti yang dilakukan selama ini. Semua itu hanya mengganggu kefokusan manajemen dan merusak suasana kebatinan jajaran PT PAL sendiri. Memang ada alasan ilmiah untuk mengerjakan banyak hal itu.

Misalnya untuk memanfaatkan idle capacity. Tapi, godaan memanfaatkan idle capacity itu bisa membuat orang tidak fokus. Dalam bahasa agama, "tidak fokus" berarti "tidak mengesakan". "Tidak mengesakan" berarti "tidak bertauhid". "Tidak bertauhid" berarti "musyrik". Memanfaatkan idle capacity di satu pihak sangat ilmiah, di pihak lain bisa juga berarti godaan terhadap fokus. Saya sering mengistilahkannya "godaan untuk berbuat musyrik". Padahal, orang musyrik itu masuk neraka. Nerakanya perusahaan adalah negative cash flow, rugi, dan akhirnya bangkrut.

Kalaupun PT PAL kelak sudah fokus menekuni keperluan militer, tapi masih juga rugi, negara tidak akan terlalu menyesal. Tapi, kerugian PT PAL karena menggarap kapal niaga asing sangatlah menyakitkan. Apalagi, kerugian itu menjadi beban negara. Rugi untuk memperkuat militer kita masih bisa dianggap sebagai pengabdian kepada negara. Tapi, rugi karena menggarap kapal niaga asing dan kemudian minta uang kepada negara sama sekali tidak bisa dimengerti.

Hanya kepada orang-orang yang bisa fokuslah saya banyak berharap. Hanya di tangan pimpinan-pimpinan yang fokuslah BUMN bisa bangkit. (*)


JPNN

Inilah Industri Pertahanan yang Ingin Dikuasai Indonesia

Truk Perkasa dengan RHan 122mm (Foto Kaskus Formil)

Jakarta, PelitaOnline - Indonesia rupanya terus menaikkan targetnya dalam mengembangkan industri pertahanan di Indonesia. Hal ini terlihat pada saat pertemuan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) yang digelar di Kantor Kementerian Pertahanan, Jumat (25/11).

Dalam hasil pertemuan itu, setidaknya terdapat lima kemampuan yang ingin dikuasai Indonesia. Pertama, industri kendaraan tempur (Ranpur/ armor vehicle) dan kendaraan taktis (Rantis/ tactical vehicle).

"Kedua, industri kapal perang atas air (combat vessel) dan bawah air (submarine) serta kapal-kapal pendukungnya (support vessel)," kata Ketua KKIP yang juga Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Ketiga, industri pesawat militer angkut ringan dan sedang (light dan medium military air transport, fix wing and rotary wing) serta pesawat tempur (fighter).

Keempat, industri senjata ringan dan berat untuk perorangan dan kelompok/ satuan (pistol, assault riffle, caraben, SMR, SMB, mortir, AGL, RPG) sampai dengan meriam dan munisinya (MKK dan MKB), roket/MLRS, torpedo, serta peluru kendali.

Sedangkan kelima adalah industri peralatan netword centric operation system, mulai alat komunikasi radio, sistem kendali/ kontrol, komputasi, dan komando untuk penembakan senjata, radar dan thermal optic untuk pencari/deteksi dan penjajak sasaran walau dengan kemampuan industri yang relatif masih terbatas.

KKIP sendiri dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden No. 42 Tahun 2010 dalam rangka memantapkan fondasi industri pertahanan nasional dalam rangka revitalisasi industri pertahanan. Tugas komite ini antara lain merumuskan kebijakan yang terdiri dari penelitian, pengembangan, dan peningkatan sumber daya manusia, mengkoordinasikan kerjasama luar negeri, dan memantau serta mengevaluasi kebijakan industri pertahanan.



Pelita

Game Indonesia Siap 'Meledak' di 2012

ilustrasi (ist)

Jakarta - Tahun 2012 diyakini akan jadi milestone baru untuk industri game di Indonesia. Para pelaku di industri game pun harus bersiap-siap menyambutnya.

Saat ini sudah banyak game developer yang bermunculan. Perkembangan game developer dan maraknya social network menjadi faktor penyebab meledaknya industri game.

Hal ini diungkapkan oleh Development Director PT Logika Interaktif, Bullitt Sesariza saat berbincang dengan detikINET, akhir pekan ini.

"Saat ini banyak developer game yang sedang menunggu saat yang tepat. Industrinya sekarang sudah mulai, tapi masih mencari. Di tahun 2012 game di Indonesia bakal meledak," katanya.

Menurutnya, tren social network menjadi faktor penting. Karena social network akan membuat bagaimana caranya agar bisa mengikat membernya. Nah, game menjadi salah satu alat untuk mengikatnya.

"Trennya sekarang social network, dan social network selalu mencari teknik baru dan kreatifitas baru untuk engage orang. Game menjadi salah satu cara untuk engagement di social network," paparnya.

Saat ini, sambungnya, di Indonesia ada sekitar 60 game developer. Kebanyakan membuat proyek dan di jual ke luar negeri.

"Hasil survey kita di awal tahun 2011 ada sekitar 60 game developer. Paling banyak mereka yang membuat flash game dan dijual ke luar. Tapi di luar itu, yang perseorangan juga banyak banget," katanya.( afz / rou )



detikInet

Butuh "Connecting the Dots" untuk Wujudkan Kota Digital

wsh/Kompas.com - Suasana acara Depok Connection. Para pembicara, dari kiri ke kanan: Cak Uding (Better-B) dan Dhanang Perdhana (PerdhanaHost).

KOMPAS.com - Sekelompok pemuda asal Depok, Jawa Barat, menggagas sebuah gerakan untuk menghidupkan Depok sebagai sebuah Kota Digital. Sebagai upaya awalnya, gerakan bernama Depok Digital itu telah melakukan sebuah event bertajuk Depok Connection (DepCon) pada Kamis, 24 November 2011 yang lalu.

Impian untuk menjadikan sebuah kota digital itu sah-sah saja dimiliki. Meskipun, perlu disadari bahwa untuk mewujudkannya butuh perhatian dan usaha yang tidak mudah, serta keterlibatan dari berbagai unsur yang ada.

Berbicara dalam DepCon pertama adalah Abul A'la Almaujudy, Managing Director pengembang aplikasi mobile Better-B. Pria yang akrab disapa Cak Uding ini mengatakan, apa yang dibutuhkan sekarang adalah menghubungkan berbagai unsur yang ada di Depok.

"Connecting the dots itu yang perlu. Itu yang harus dilakukan, jadi semuanya saling terhubung. Harus ada yang mau melakukan itu," ujarnya.

Ferdias Ramadoni, penggiat Depok Digital, mengutip empat kriteria utama dari International Telecommunication Union (ITU) agar sebuah kota bisa disebut sebagai kota digital. Keempat hal itu adalah: broadband connectivity, digital inclusion, innovation, dan knowledge worker.

Keempat hal itu yang menurutnya akan menjadi tujuan pamungkas dari gerakan Depok Digital. Tentu, untuk mencapainya butuh langkah-langkah strategis dan bertahap.

Berbagai unsur penggiat digital dari Kota Depok tampak hadir di acara itu, termasuk untuk memberikan paparan mengenai kegiatan mereka. Ini termasuk StartUp Kampus, AnakUI.com, Serikat Koprollers Depok (SiKodok), DepokMobi hingga Komunitas Tangan di Atas.


KOMPAS

Peneliti: pemuliaan tanaman melon perlu dilakukan

Buah Melon. (FOTO ANTARA/Anis Efizudin)

Yogyakarta (ANTARA News) - Pemuliaan atau pengembangan tanaman melon perlu dilakukan agar petani dapat memperoleh benih buah tersebut dengan harga terjangkau, kata peneliti dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Budi Setiadi Daryono.

"Selama ini untuk memperoleh benih melon petani masih mengandalkan impor dengan harga yang relatif mahal. Pemuliaan tanaman melon dapat menghasilkan kultivar lokal yang unggul dan dapat bersaing dengan kultivar-kultivar lainnya yang berasal dari luar negeri," katanya di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, pemuliaan tanaman melon di Indonesia perlu dilakukan untuk merakit kultivar lokal yang unggul dan memiliki nilai jual di masyarakat. Jenis kultivar lokal yang prospek untuk dikembangkan yakni kultivar Melode Gama-1 dan Gama Melon Basket yang telah dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kultivar Melodi Gama-1 sebagai kultivar baru memiliki keunggulan antara lain tahan terhadap serangan penyakit jamur tepung atau "powdery mildew" yang disebabkan podosphaera xanthii dan virus kyuri green mottle mosaic virus (KGMMV) yang sering menyerang tanaman melon di Indonesia.

"Selain itu, kultivar Melodi Gama-1 yang memiliki bentuk globular itu mempunyai waktu panen yang relatif singkat, yakni 55-57 hari sejak tanam dengan berat buah rata-rata 1,7-2,0 kilogram," katanya.

Ia mengatakan, untuk kultivar Gama Melon Basket selain tahan terhadap serangan penyakit dan hama juga memiliki rasa yang manis, mengandung kadar B-karoten dan provitamin A relatif tinggi sehingga baik untuk kesehatan mata dan kulit.

"Potensi lain yang dimiliki oleh kedua kultivar itu adalah benihnya memiliki kualitas baik karena memiliki viabilitas yang tinggi," kata Budi.

Menurut dia, benih kedua kultivar itu menurut rencana akan dilepas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan benih yang diperoleh dari impor sehingga petani dapat menekan biaya produksi. Kedua kultivar itu juga mampu ditanam di lokasi yang berbeda dan pada musim yang berbeda (kemarau dan hujan) dengan perawatan yang optimal.

"Dengan demikian, harga pembelian fungisida dan insektisida dapat lebih hemat karena merupakan kultivar yang relatif tahan serangan hama dan penyakit," katanya.

Ia mengatakan, upaya itu diharapkan dapat memenuhi permintaan konsumsi melon setiap tahun yang selalu meningkat sehingga memerlukan pasokan yang cukup besar dan berkesinambungan.

"Mengingat nilai ekonominya yang cukup tinggi, petani di Indonesia telah berupaya melakukan budi daya melon di berbagai daerah," kata Budi.(L.B015*H010/H008)



Antaranews

Minggu, 27 November 2011

Inilah Jawara Indigo Fellowship 2011

Didik Purwanto-Pemenang Indigo Fellowship 2011 sedang melakukan foto sesi dengan Direktur IT & Supply Telkom, Indra Utoyo

JAKARTA, KOMPAS.com - Ajang Indigo Fellowship 2011 telah ditutup pada Jumat (25/11/2011). Ajang digitalpreneur untuk memamerkan karyanya ini telah menghasilkan masing-masing tiga pemenang di empat kategori.

Acara yang sudah dilakukan selama tiga tahun tersebut diprakarsai oleh Telkom Group bekerjasama dengan Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia (MIKTI). Selama seleksi, ajang ini diikuti oleh 502 peserta dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Setelah disaring, dipilih 28 finalis dan ditentukan masing-masing tiga pemenang di empat kategori.

"Indigo Fellowship sebagai ajang untuk menumbuhkan digitalpreneur baik individu atau kelompok. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan industri kreatif digital sehingga bisa berdaya saing," ungkap Jodie Hernadi, ketua panitia Indigo Fellowship 2011 sekaligus Executive General Manager Multimedia PT Telkom Indonesia selepas pengumuman Awarding Night di Jakarta, Jumat (25/11/2011).

Inilah jawara Indigo Fellowship 2011:
* Kategori Mobile (Application & Content)
- Juara I : Mad Warrior (Garibaldy Mukti)
- Juara II : Anak SMP Juga Bisa Jadi Creativepreneur (Fahma W Rosmansyah)
- Juara III : Kalkulator Nutrisi (Dody Qori Utama)

* Kategori Animasi dan Digital Comic
- Juara I : Adventures of Anoman (Adhicipta R Wirawan)
- Juara II : Si Nini (Johan Tri Handoyo)
- Juara III : Aisyah & The Backbone ( Rani Yulianty)

* Kategori Business Application
- Juara I : Alfa Pos (Rosa Kurniawan)
- Juara II : Pro Hukum (Steven Surojo)
- Juara III : Si Gokil (Yusep Rosmansyah)

* Kategori Web Application & Content
- Juara I : Saling Sapa (Muhammad Yahya Harlan)
- Juara II : Majapahit Online (Ivan Chen)
- Juara III : Klik Bahasa (Bhawika Arthadhana)

Para pemenang ini, tambah Jodie, akan dipilih oleh Telkom untuk mendapatkan bantuan modal dan mendapatkan inkubasi bisnis milik Telkom Group bernama Indigo Venture.

Tahun ini, Telkom Group memberikan bantuan modal kelima pemenang Indigo Fellowship tahun 2009 dan 2010. Jumlah dana yang digelontorkan kepada lima pemenang tersebut adalah Rp 3,2 miliar.

Dana tersebut akan dikucurkan mulai tahun depan dan pemenang akan dikontrak eksklusif selama setahun. "Nanti akan ada sistem bagi hasil setelah dikomersialkan," tambah Direktur IT & Supply Telkom, Indra Utoyo.


KOMPAS

Cuma 43 Juta Ha Hutan Indonesia yang Perawan

Total kerusakan hutan yang terjadi di Indonesia mencapai 1,08 juta hektare per tahun.

Selain Sumatera, hutan Kalimantan memiliki laju kerusakan yang besar dari total kerusakan hutan yang terjadi di Indonesia yakni sebesar 1,08 juta hektar per tahun. (zunal.com)

VIVAnews
- Sebanyak 1.000 anak memeriahkan kegiatan parade cinta pohon bersama Kementerian Kehutanan, Pemprov DKI Jakarta, dan pihak swasta.

Dalam kesempatan ini, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan, ketidakpahaman anak-anak akan pentingnya hutan bagi kehidupan mereka di masa yang akan datang bisa menyebabkan terjadinya kerusakan hutan yang ada saat ini.

"Apakah kita ingin Indonesia menjadi tandus seperti beberapa negara di Afrika dengan tidak adanya hutan yang bisa menampung air?" kata Zulkifli saat membuka Festreeval Parade Cinta Pohon di halaman Balaikota DKI Jakarta, Minggu 27 November 2011.

Data Kementerian Kehutanan menyebutkan, selain Sumatera, hutan Kalimantan memiliki laju kerusakan yang besar dari total kerusakan hutan yang terjadi di Indonesia yakni sebesar 1,08 juta hektare per tahun.

"Memang saya kategorikan hutan Indonesia dalam keadaan kritis, karena puluhan tahun menjadi andalan untuk pendapatan bagi negara. Dari 130 juta hektare, hanya 43 juta di antaranya yang masuk dalam kategori hutan perawan," jelasnya.

Menurut Zulkifli, puncak kerusakan hutan itu mulai terjadi sekitar 1999-2002, disebabkan oleh pembalakan liar, kebakaran hutan, dan juga pemekaran wilayah.

"Pertama tentu karena perambahan kawasan hutan tanpa izin menjadi kebun kelapa sawit, menjadi pertanian, dan pertambangan gelap," ujar Zulkifli. Kemudian, dia melanjutkan, yang kedua, akibat penebangan liar, dan ketiga karena kebakaran hutan terkait dengan budaya lokal. “Tiga hal inilah yang mempercepat kerusakan hutan,” tutur Zulkifli. (art)



VIVAnews

Mengapa Vendor IT Enggan Bangun Data Center di Indonesia?

Ilustrasi (ist)

Jakarta - Beberapa perusahaan IT raksasa masih enggan membangun data center di Indonesia. Apa penyebabnya?

Ketimbang di Indonesia, perusahaan IT raksasa lebih memilih Singapura sebagai tempat untuk data centernya. Sebut saja Google, Yahoo, Microsoft dan yang ramai dipergunjingkan beberapa waktu lalu, RIM juga memilih Negeri Singa.

Keengganan tersebut rupanya bukan hanya karena faktor infrastruktur semata. Karena infstruktur di Indonesia semakin lama makin baik. Faktor utama dinilai karena Indonesia belum memiliki perangkat hukum security law yang kuat.

"Bukan hanya kita. Yang lain juga menunggu itu (Security Law - red) di Indonesia kuat. Sekarang masih banyak security law yang belum bisa dicover di Indonesia," kata Risman Adnan, Director-Developer and Platform Group Microsoft Indonesia dalam kesempatan berbincang dengan detikINET.

Risman menilai, secara policy level sudah tinggi namun implementasi di security law di Indonesia masih sangat lemah. Padahal security law menjadi jaminan sebuah negara terhadap perusahaan-perusahaan yang akan menginvestasikan data center di Indonesia.

"Lemah sekali. Ada banyak security law yang tidak dicover. Contohnya misal terjadi kasus cyberlaw yang melibatkan lintas negara, kita belum memiliki perangkat hukum yang kuat," terangnya.

Disinggung perlu berapa lama Indonesia untuk membangun security law yang kuat, Risman mengatakan bahwa hal tersebut bisa saja dilakukan dalam waktu cepat jika semua pihak yang terkait berkomitmen untuk itu.

"Bukan berarti kita tidak memiliki ahli hukum atau cyberlaw yang hebat. Kita punya kok. Cuma kultur di kita yang susah untuk mengakomodir semua kepentingan. Seringkali yang terjadi adalah hanya mengakomodir kepentingan pihak tertentu saja. Kalau ini bisa diatasi, maka bisa dalam waktu cepat kita punya security law yang kuat. Tapi jika tidak mungkin selamanya kita tidak akan memilikinya," tuturnya.

Pun demikian, Risman optimis pemerintah akan memperhatika permasalahan tersebut.
( afz / fyk )



detikInet

Ricuh Antrean BlackBerry di Indonesia Mendunia

Ricuh antre BlackBerry (fyk/inet)

Jakarta - Kericuhan yang sempat mewarnai antrean BlackBerry di Indonesia Jumat kemarin mendunia. Berbagai media massa asing turut memberitakan bagaimana ribuan orang rela mengantre BlackBerry Bellagio atau Bold 9790 harga diskon.

Kantor berita tenar Associated Press mengangkat judul "Ribuan Antre di Indonesia untuk Membeli BlackBerry Baru'. Media yang lain membahas kekacauan antrean dan kegilaan masyarakat Indonesia pada BlackBerry.

Seperti Canada.com yang mengusung tajuk "Peluncuran BlackBerry Menyebabkan Kerusuhan Kecil di Jakarta". Kemudian DigitalTrends memberitakan '90 Orang di Indonesia Cedera dalam Antrean BlackBerry Bold 9790'.

"Antrean ini membuka mata untuk memahami seberapa banyak momentum yang dipunyai BlackBerry secara internasional. Di Amerika Utara ini, market share RIM sedang turun, tapi seperti Anda saksikan tidak hanya BlackBerry masih menjual di mancanegara tapi juga bikin kehebohan," tulis website IntoMobile.

"BlackBerry Bold 9790 dijual di Indonesia pagi ini, dengan ribuan pengemar fanatik mengantre di luar mall Pacific Place di Jakarta. Beberapa orang pingsan, beruntung ratusan polisi sudah berada di tempat untuk mencegah kerusuhan," tulis Toronto Life.

Beberapa media juga membandingkan banyaknya antrean BlackBerry Bellagio di Indonesia dengan antrean peluncuran iPhone. Dengan sekitar 6 juta pengguna, BlackBerry dikatakan mendominasi pasar smartphone Indonesia.( fyk / fyk )



detikInet

Sabtu, 26 November 2011

Akhirnya...UniPin dan Lyto Berkolaborasi!

UniPin-Executive Director PT 24 Jam Online, Ashadi Ang (kiri) bersama CEO PT Lyto Datarindo Fortuna, Andi Suryanto (kanan) berbincang-bincang sebelum acara penandatanganan kerja sama penjualan voucher game online.

JAKARTA, KOMPAS.com - Geliat bisnis game online semakin bergairah di Tanah Air. Jelang akhir tahun ini, dua game publisher, yaitu UniPin dengan Lyto, telah berkolaborasi untuk saling memperkuat perluasan jaringannya.

UniPin merupakan voucher game online yang memiliki jaringan di lebih dari 6000 gerai Indomaret di seluruh pelosok nusantara. Sementara itu, Lyto merupakan salah satu game publisher terbesar di Indonesia dengan lebih dari 15 varian game berbeda, termasuk untuk Facebook Credits. Tercatat game seperti Ragnarok, Cross Fire, Rohan, Getamped-X, Perfect World, Crazy Kart 2, serta Seal Online adalah beberapa nama game cukup popular di kalangan pecinta game Indonesia.

Saat ini Lyto memiliki komunitas game online terbesar di Indonesia. Dengan total user Lyto yang kurang lebih mencakup 20 juta user di seluruh Indonesia, termasuk facebook user yang juga merupakan klien Lyto.

Executive Director PT 24 Jam Online, Ashadi Ang, menjelaskan dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (25/11/2011), bahwa dengan adanya kerjasama ini diharapkan menjadikan UniPin dapat diakses lebih mudah oleh gamers maupun fans dari game-game yang tersedia oleh Lyto. Kerjasama tersebut sudah ditandatangani di Jakarta, Kamis (24/11/2011).

"UniPin berusaha memanjakan para gamers dengan semakin banyak varian game yang dapat di-top up melalui UniPin. Kerjasama ini akan menjadikan UniPin sebagai Satu Kartu untuk Semua Game semakin mendekati kenyataan," kata Ashadi.

Sementara, CEO PT Lyto Datarindo Fortuna, Andi Suryanto, mengungkapkan keyakinannya berkerjasama dengan UniPin dapat memberikan kemudahan bagi para gamers. Menurutnya, saat ini Unipin memiliki penyebaran amat luas dengan menggunakan channel mini market yang banyak tersebar di Indonesia.

"Saya kira, kelebihan ini tidak dimiliki oleh perusahaan payment gateway lainnya," ujar Andi.

Adapun saat ini UniPin tersedia dalam 4 varian, yaitu: 10.000, 20.000, 50.000 serta 100.000 dan telah tersedia di gerai mini market. Banyak varian game saat ini sudah bisa di-top up melalui UniPin dari game publisher lain.

"Jadi, mulai 1 Desember nanti para gamers sudah bisa top up untuk game-game Lyto melalui UniPin," ujarnya.


KOMPAS

Indonesia harus siap terapkan roaming ASEAN

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Gatot S Dewa Broto (FOTO ANTARA )

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia dituntut siap untuk menerapkan roaming ASEAN jika kebijakan tersebut disepakati berlaku di kawasan itu, kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatikan Gatot S Dewa Broto.

Di Jakarta, Kamis, Dewo Broto mengatakan bahwa soal siap tidaknya operator telekomunikasi menerapkan kebijakan itu, tidak ada pilihan lain, Indonesia harus siap menjalankan kebijakan tersebut.

"Tidak ada pilihan lain jika memang telah menjadi kesepakatan bersama tetapi yang jelas kami akan membahas dan membicarakannya dengan operator sebagai pihak yang terkena dampak langsung dari kebijakan ini," katanya.

Ia mencontohkan, saat ada kebijakan penetapan penurunan tarif interkoneksi pihaknya juga mengajak bicara para operator telekomunikasi di Indonesia.

"Ini bukan masalah akan merugikan atau menguntungkan operator tetapi kami lihat aspek kelaikannya, seperti dalam hal penurunan tarif bisa saja operator awalnya keberatan tetapi dari aspek pelanggan ini juga memperluas daya jangkau masyarakat," katanya.

Meski begitu, ia berpendapat, perjalanan roaming ASEAN untuk ditetapkan sebagai kebijakan yang berlaku di kawasan masih memerlukan proses yang panjang.

"Masih perlu pembahasan yang panjang dan komprehensif untuk menerapkan roaming ASEAN," katanya.

Ia mengatakan, pembahasan roaming ASEAN masih harus dilakukan di tingkat Menteri Kominfo se-ASEAN serta tingkat Dirjen yang membawahi persoalan tersebut di mana ada forum tersendiri yang membahas wacana itu.

Dalam pertemuan KTT ASEAN di Bali pekan lalu, kata Gatot, roaming ASEAN tidak dibicarakan secara khusus. "Tidak ada pembahasan khusus soal roaming ASEAN dalam KTT ASEAN di Bali pekan lalu," katanya.

Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah roaming ASEAN akan dibicarakan kembali dalam KTT ASEAN selanjutnya yang akan berlangsung di Myanmar.

"Kami akan lihat agenda yang disampaikan tuan rumah (Myanmar) nanti, karena tuan rumah berhak untuk menyampaikan itu," katanya.

Oleh karena itu, Gatot menilai perjalanan kebijakan tersebut masih panjang meski masih terbuka kemungkinan untuk ditetapkan.

Setelah ada pembahasan khusus di tingkat menteri, kebijakan itu harus juga dibicarakan dengan operator telekomunikasi di masing-masing negara anggota ASEAN.

Menurut Gatot, penerapan roaming ASEAN pada dasarnya sesuai dengan komitmen ASEAN dalam hal connectivity dalam berbagai aspek khususnya telekomunikasi sehingga tarifnya akan lebih murah di kawasan ASEAN.

Gatot menambahkan, sampai saat ini pihaknya belum dapat memastikan atau menargetkan kapan kebijakan itu akan ditetapkan.(H016/N002)



Antaranews

Peneliti: air laut dalam berpotensi layak konsumsi

Bogor (ANTARA News) - Peneliti Institut Pertanian Bogor menyatakan bahwa air laut dalam berpotensi menjadi sumber air yang layak dikonsumsi.

Menurut keterangan tertulis Humas IPB di Bogor, Jumat, peneliti tersebut adalah Prof Bonar P Pasaribu, Dr Djisman M, dan Dr Jonson L Gaol yang merupakan peneliti dalam eksplorasi dan eksploitasi air laut dalam (ALD) di Indonesia.

Saat memaparkan penelitiannya, Jonson L Gaol menyatakan bahwa bumi, planet tempat manusia hidup, sering dijuluki sebagai planet air.

Julukan itu diberikan, karena bumi adalah planet yang memiliki air hingga 70 persen di permukaannya.

Hanya saja, kata dia, yang menjadi pertanyaan adalah apakah dengan melimpahnya air tersebut bisa memenuhi kebutuhan manusia hingga "tak terbatas".

"Karena itu, harus dicari alternatif sumber-sumber air layak konsumsi. Mengingat saat ini pencemaran lingkungan dan alih fungsi lahan yang menyebabkan kekeringan, mengakibatkan air berkurang dan kurang layak konsumsi," katanya.

Menurut dia, penelitian yang dilakukan timnya bisa dijadikan sebagai alternatif sumber-sumber air layak konsumsi selain di darat.

Jonson menjelaskan bahwa air laut dalam (ALD) dengan kandungan mineralnya, setelah diolah dengan baik, sangat penting dan bermanfaat untuk pasokan air minum bagi kelangsungan hidup dan kesehatan tubuh manusia.

"Penyediaan air mineral laut dalam ini juga merupakan suatu kegiatan yang bersifat strategis untuk mengantisipasi kemungkinan krisis air bersih di masa mendatang," katanya.

Ia mengatakan, ALD setelah melalui proses desalinasi, juga memberi hasil sampingan, yaitu garam berkualitas tinggi.

Di samping itu ALD dapat diaplikasikan untuk berbagai kegunaan, yaitu untuk budi daya perikanan, pertanian, bahan kosmetik, obat-obatan, spa dan sebagai pendingin ruangan.

Menurut dia, salah satu kelebihan ALD ini adalah mengandung mineral yang sangat kaya dan dibutuhkan oleh tubuh manusia. Berbeda dengan air murni dalam kemasan yang tidak mengandung mineral.

Karena manfaatnya yang sangat baik, maka industri ALD telah berkembang di Hawaii dan Jepang sejak sekitar 20 tahun silam, dan sejak sekitar lima tahun lalu Korea Selatan, Taiwan, dan India juga telah mengembangkan industri ini.

"Di Jepang sendiri terdapat 13 merek air mineral laut dalam sebagai air minum dalam kemasan (AMDK) yang beredar di pasaran hingga sekarang," katanya.

Ia menjelaskan, ALD disedot dari kedalaman lebih dari 300 meter. Lapisan ini berada di bawah lapisan termoklin dan juga di bawah lapisan eufotik.

Air di kedalaman sekitar 300 meter ini suhunya berkisar 10 derajat Celcius, bersih, kaya nutrient, kaya mineral, dan stabil.

Kondisi ALD ini berbeda dengan air laut di permukaan (di lapisan zona eufotik) yang sangat dipengaruhi proses yang terjadi di lapisan permukaan seperti fotosintesis, pencemaran, suspense sedimen dan blooming alga.

Dengan demikian, katanya, ALD sangat layak untuk dijadikan sebagai sumber air minum.

Sementara itu, berdasarkan pengalaman Prof Bonar Pasaribu yang menimba ilmu selama delapan tahun di Jepang dan melihat perkembangan industri maritim di sana sejak 35 tahun yang lalu membuatnya terinspirasi.

Inspirasi itu tidak hanya mengembangkan pendidikan ilmu dan teknologi kelautan di Indonesia, tetapi juga mengembangkan industri maritim, salah satunya adalah industri ALD.

Bekerja sama dengan koleganya yang satu almamater di Universitas Tokai, Jepang Kimiya Homma, mereka merintis industri ALD di Bali.

"Setelah hampir dua tahun melakukan kajian, maka tahun ketiga telah mulai dibangun industri ALD di Bali," katanya.

Industri yang dibangun, kata dia, masih dalam skala laboratorium untuk menghasilkan seribu liter air mineral laut dalam per hari.

Setelah melakukan pengujian laboratorium dan memperoleh berbagai perizinan, maka saat ini air mineral laut-dalam dalam bentuk AMDK yang pertama di Indonesia telah siap didistribusikan ke masyarakat.

Produk AMDK ini di bawah PT Omega Tirta Kyowa dengan merek dagang "Oceanis" telah dimulai dipasarkan di Pulau Bali. (ANT-053/M027)


Antaranews

Kemhan Uji Coba 22 Unit Roket R-Han 122

Baturaja, DMC - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui Direktorat Teknik Industri Pertahanan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Dirtekindhan Ditjen Pothan) bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) kembali melakukan uji coba Roket R-Han 122. Uji coba dilakukan di Pusat Latihan Tempur TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan, Jum’at (25/11).

Selain bersama LAPAN, dalam uji coba tersebut Kemhan juga melibatkan pihak – pihak terkait dari industri pertahanan dalam negeri antara lain PT. Pindad, PT. DI dan PT. Dahana. Selain itu, Kemhan juga mengundangan TNI AL sebagai calon pengguna Roket R-Han 122.

Uji coba kali ini merupakan hasil dari evalusi uji coba yang dilakukan sebelumnya pada bulan November 2010 di tempat yang sama. Melalui uji coba dan evaluasi secara terus menerus diharapkan Program Roket Nasional dengan nama R-Han 122 tersebut nantinya dapat mencapai hasil yang maksimal dan siap diproduksi sesuai keinginan pengguna dalam hal ini TNI.

Dalam Uji coba kali ini, diluncurkan Roket R-Han 122 sebanyak 22 unit yang terdiri dari tiga unit warhead smoke (asap) dan 19 unit wearhead live (tajam). Dari 22 unit tersebut, satu unit roket warhead smoke (asap) telah diluncurkan Kamis Sore (24/11), sedangkan 21 unit seluruhnya diuji coba pada Jum’at (25/11). Peluncuran berjalan lancar dan sukses meski dalam cuaca hujan.

Dari 21 unit Roket R-Han 122 yang diluncurkan hari ini terdiri dari dua roket warhead smoke (asap) dan 19 unit roket warhead live (tajam). Peluncuran roket dibagi dalam empat tahap dilaksanakan secara salvo menggunakan mobil launcher. Tahap satu 3 unit, kedua 6 unit, ketiga 6 unit dan keempat 6 unit.

Roket R-Han 122 yang memiliki jarak jangkau 14 kilometer tersebut merupakan hasil kerjasama yang sinergi antara Kementerian Pertahanan dengan Kementerian Riset dan Teknologi, LAPAN, PT. Pindad, dan pihak terkait lainnya. Pengembangan roket R-Han 122 dalam rangka mengurangi ketergantungan pengadaan dari luar negeri dengan memberdayakan potensi dan kemampuan industri pertahanan dalam negeri.

Hadir menyaksikan dan meninjau secara langsung uji coba Roket R-Han 122 antara lain Staf Ahli Menhan Bidang Keamanan Kemhan Mayjen TNI Zaenal Fahri Tamzis dan sejumlah pejabat Kemhan, Mabes TNI AL dan industri pertahanan dalam negeri. (BDI/SR)


DMC Kemhan

Jumat, 25 November 2011

"Cross Media" di Ekspedisi Citarum Terbukti Diakui Dunia

KOMPAS.COM/ RIKI KURNIADI-Direktur Bisnis Harian Kompas Ignatius Hardanto Subagyo (tengah) menerima penghargaan gold award untuk Liputan Ekspedisi Citarum yang memenangi Best in Cross Media Editorial Coverage di ajang Asian Digital Media Awards 2011 di Hong Kong, Kamis (24/11/2011).

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk kedua kalinya, liputan cross media yang dilakukan harian Kompas dan Kompas.com mendapatkan penghargaan di Asian Digital Media Awards (ADMA) yang digelar WAN IFRA, asosiasi surat kabar dunia chapter Asia. Pada 2010, liputan Jelajah Musi meraih silver award dan tahun ini, liputan Ekspedisi Citarum mendapatkan gold award. Penghargaan tersebut diumumkan di Hongkong, Kamis (24/11/2011) malam.

"Hal itu menandakan inisiatif MMM (multimedia, multiplatform, dan multichannel) yang dilakukan Kompas mendapat pengakuan internasional," ujar Budiman Tanuredjo, Redaktur Pelaksana Harian Kompas, di Jakarta, Kamis (24/11/2011) malam. Ia mengatakan, arah pengembangan media ke depan memang mau tidak mau harus ke sana dengan menyajikan konten sesuai perkembangan zaman.

Ia menambahkan, kesuksesan penerapan cross media dalam peliputan sangat tergantung kerja sama dari semua anggota tim. Kolaborasi tersebut juga dapat terlaksana dengan adanya satu kebijakan editorial yang kemudian diterjemahkan ke dalam masing-masing platform sesuai karakteristiknya.

Liputan Ekspedisi Citarum melibatkan tim wartawan dari Kompas.com, harian Kompas, dan Kompas TV (yang saat itu masih menjadi bagian dari Kompas.com). Hasil peliputan selama di lapangan dilaporkan dalam bentuk reportase di situs web dan disajikan dalam edisi khusus di harian Kompas. Tidak hanya dalam bentuk teks, tetapi juga dilengkapi galeri foto, video, serta peta ekspedisi.

Kompas juga melibatkan semakin banyak pembaca dengan menggelar lomba tulis sesuai tema yang diangkat. Jika saat Ekspedisi Jelajah Musi lomba penulisan baru disajikan di harian Kompas dengan jumlah halaman yang terbatas, pada Ekspedisi Citarum, pembaca diajak menulis sebanyak mungkin dan hasilnya langsung disajikan dalam bentuk blog di Kompasiana.

Budiman mengakui bahwa tantangan dalam menyediakan konten yang multimedia, multiplatform, dan multichannel adalah penerimaan dari konsumen. Menurutnya, masih perlu sosialisasi dan komunikasi lebih intensif dengan audiens untuk mengetahui dan dapat menikmati konten-konten yang disajikan. Setiap platform memiliki keunggulan tersendiri untuk digali sesuai tuntutan konsumen.

"Kuncinya adalah totalitas dalam kerja, terus berkreasi, dan berinovasi. Jurnalisme terus kita kembangkan dengan pendekatan platform yang kian bervariasi," ujar Budiman.

Setelah Ekspedisi Jelajah Musi dan Ekspedisi Citarum, tahun ini hingga tahun depan, Kompas, Kompas.com, dan Kompas di Layar Kaca tengah menggelar Ekspedisi Cincin Api atau Ring of Fire. Ekspedisi terlama yang digelar selama setahun ini menghasilkan konten yang lebih variatif dan lebih luas menjangkau audiens yang lebih beragam.

"Tahun depan kita jagokan Ekspedisi Cincin Api yang lebih lengkap," ujar Budiman. Pada Ekspedisi Cincin Api, hasil liputan tidak hanya disajikan di web dan edisi cetak, tetapi juga di televisi dan tablet. Bahkan, untuk tablet, tersedia edisi dalam bahasa Inggris sehingga dapat menjangkau konsumen yang tidak berbahasa Indonesia. Untuk edisi web juga semakin lengkap dengan adanya foto virtual reality 360 yang menyajikan pemandangan 360 derajat.

Dalam konferensi WAN IFRA di Hongkong, Kamis, Direktur Bisnis Harian Kompas Ignatius Hardanto Subagyo mendapat kesempatan khusus mempresentasikan strategi cross media yang dilakukan dalam Ekspedisi Cincin Api atau Ring of Fire. Menurut Hardanto, penyelenggaraan liputan cross media sebesar itu dapat berjalan tidak hanya berkat kemampuan tim jurnalis menyajikan konten yang berkualitas, tetapi juga tim bisnis yang kreatif mengembangkan paket iklan sehingga sponsor bersedia memberikan dukungan jangka panjang.


KOMPAS

Situs "Kompas.com" Menangi Penghargaan Asia

KOMPAS.COM/ RIKI KURNIADI-Dhanang Radityo, General Manager Kompas.com (tengah) menerima penghargaan Asian Digital Media Awards (ADMA) 2011 di Hong Kong, Kamis (24/11/2011). Kompas.com mendapat silver award untuk kategori Best Newspaper Website in Asia.

HONG KONG, KOMPAS.com — Situs berita Kompas.com mendapatkan penghargaan Asian Digital Media Awards 2011 yang diumumkan di Hong Kong, Kamis (24/11/2011). Kompas.com mendapatkan silver award untuk kategori Best Newspaper Website in Asia.

Untuk gold award dimenangkan situs berita Strait Times, Singapura. Asian Digital Media Awards merupakan ajang kompetisi tahunan yang digelar WAN-IFRA, asosiasi surat kabar dunia, chapter Asia.

Penghargaan untuk Kompas.com merupakan salah satu penghargaan yang diterima media di bawah Kompas Gramedia. Total ada empat penghargaan yang diraih Kompas Gramedia.

1. Kompas Citarum Expedition memenangi gold award kategori Best Cross Media Editorial Coverage in Asia.

2. Situs Kompas.com memenangi silver award untuk kategori Best Newspaper Website in Asia.

3. Kompas Editors' Choice for PlayBook memenangi bronze award kategori Best eReader/Tablet.

4. Situs Kawanku (Kawankumagz.com) dari Gramedia Majalah memenangi bronze award kategori Best Magazine Website.

KOMPAS

Avaya Integrasikan Komunikasi Terpadu

TEMPO.CO, Jakarta - Avaya, penyedia solusi dan layanan komunikasi korporat, memperkenalkan salah satu inovasi terbarunya yang memadukan contact center dengan sistem komunikasi terpadu (Unified Communications).

Dengan cara ini, konsumen dari satu perusahaan dapat menghubungi contact center melalui chat, telepon, hingga video-call dalam satu sistem yang terintegrasi. "Sebelumnya masing-masing jalur komunikasi dikelola secara sendiri-sendiri, dan cara ini tidak efisien bagi perusahaan,” ujar Endang Rachmawati, Country Director Avaya Indonesia di Jakarta, Kamis, 23 November 2011.

Ray Teske, Managing Director Avaya ASEAN, menjelaskan bahwa penyertaan video-call dalam layanan ini juga dapat membantu perusahaan maupun pelanggan dalam menghemat waktu serta biaya dalam melakukan pelaporan.

Sebab, tidak diperlukan kehadiran pelanggan maupun wakil perusahaan secara fisik, terutama bila pelanggan harus memberikan bukti visual untuk diajukan pada contact center. "Misalnya saja pengguna asuransi mobil dapat mengajukan laporan hanya dengan melakukan video-call dengan contact center dan memperlihatkan kerusakan kendaraannya," ujarnya.

Di Thailand bahkan sistem ini telah digunakan untuk membantu tuna rungu untuk menghubungi contact center. "Mereka menggunakan video call dengan menggunakan bahasa tubuh dan operator kemudian menerjemahkannya dan meneruskannya pesan ini pada petugas contact center lainnya," ujarnya.

Contact Center juga diberi kemampuan di mana petugas dan pelanggan dapat berhubungan secara benar-benar interaktif. "Seperti misalnya perubahan dalam pengisian formulir yang dilakukan pelanggan dapat dilihat secara langsung oleh operator. Begitu pula sebaliknya," kata Endang.

Unified Communication juga telah diterapkan pada komponen pendukung bisnis perusahaan, seperti misalnya Smart ATM, atau ATM pintar. "Dengan teknologi ini bank dapat beroperasi selama 24 jam per hari dan melakukan berbagai layanan, seperti pembuatan rekening atau menerbitkan kartu kredit secara langsung di tempat," ujar Endang.

Prosedur pengambilan foto untuk menerbitkan kartu kredit, misalnya, dapat dilakukan dengan memasang kamera di ATM. Endang memprediksi teknologi ini akan mulai diadopsi oleh kalangan perbankan secara beramai-ramai tahun depan. “Selain dapat memperpanjang waktu operasi hingga 24 jam penuh, teknologi ini juga memungkinkan bank membuka cabang virtual, di mana pelanggan dapat melakukan pelayanan secara mandiri,” katanya.(RATNANING ASIH)


TEMPOInteraktif

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More