blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label INKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INKA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Desember 2024

Trem Buatan RI Berpeluang Dipakai di IKN

 Tapi masih ada kendala 
https://awsimages.detik.net.id/visual/2024/12/10/trem-otonom-bertenaga-baterai-hasil-kolaborasi-pt-inka-persero-dan-institut-teknologi-bandung_169.jpeg?w=715&q=90Trem Otonom Bertenaga Baterai, Hasil Kolaborasi PT INKA (Persero) dan Institut Teknologi Bandung. (Dok. PT INKA) 🚆

PT
Industri Kereta Api (Persero) atau INKA baru saja meluncurkan prototype trem terbaru yang mengusung teknologi otonom berbasis kecerdasan buatan (AI).

Trem ini dirancang untuk beroperasi di lalu lintas campuran (mixed traffic) tanpa memerlukan masinis, menjadikannya salah satu inovasi unggulan transportasi masa depan di Indonesia.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital OIKN, Tonny Agus Setiono menyampaikan apresiasi terhadap produk terbaru INKA ini. Menurutnya, trem otonom tersebut menunjukkan kemampuan bangsa Indonesia dalam menciptakan teknologi transportasi canggih yang tidak kalah dengan negara lain.

"Kereta otonom dari INKA ini sudah sangat bagus, menandakan Bangsa Indonesia mampu membuat kereta otonom," kata Tonny kepada CNBC Indonesia, Rabu (11/12/2024).

Meski mengapresiasi trem otonom terbaru INKA tersebut, Tonny menyampaikan bahwa OIKN masih belum memiliki rencana untuk mengadopsinya dalam waktu dekat. Salah satu alasannya adalah kebutuhan akan rel sebagai jalur operasi trem.

"Trem INKA ini masih menggunakan rel ya sementara di IKN belum ada jalur relnya," terang dia.

Namun, ia tidak menutup kemungkinan trem INKA dapat digunakan di IKN di masa depan. "Potensi itu ada," ungkap Tonny, seraya menyebutkan bahwa pembangunan lintasan rel di IKN sebenarnya sudah direncanakan sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur transportasi kota hijau tersebut.

  Keunggulan Trem Otonom INKA 

https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2024/12/10/trem-otonom-bertenaga-baterai-hasil-kolaborasi-pt-inka-persero-dan-institut-teknologi-bandung-1_169.jpeg?w=620Trem Otonom Bertenaga Baterai, Hasil Kolaborasi PT INKA (Persero) dan Institut Teknologi Bandung. (Dok. PT INKA)

Trem otonom INKA menggunakan motor listrik dengan baterai berkapasitas 200 kWh, yang mampu menempuh jarak hingga 90 km dalam sekali pengisian daya. Dengan dukungan teknologi seperti kamera, radar, LiDAR, dan GNSS, trem ini dapat mendeteksi objek di sekitar serta mengambil keputusan secara mandiri menggunakan AI.

Selain itu, fitur seperti Adaptive Cruise Control dan Emergency Braking System meningkatkan keselamatan operasionalnya.Keunggulan Trem Otonom INKA.

Uji coba trem ini telah dilakukan di berbagai kondisi, termasuk di jalur lalu lintas campuran di Jalan Slamet Riyadi, Solo. Uji coba ini membuktikan kemampuan trem untuk mengenali rambu lalu lintas, menghindari halangan, dan menjaga kecepatan sesuai batas yang ditentukan.

Pengoperasian trem seperti ini di IKN tentu membutuhkan persiapan infrastruktur, termasuk pembangunan jalur rel. Meski demikian, karakteristik trem yang ramah lingkungan dan otonom sejalan dengan visi IKN sebagai kota berkelanjutan. Jika berhasil diadopsi, trem ini dapat menjadi bagian dari solusi transportasi modern yang mendukung pengurangan emisi karbon di ibu kota baru Indonesia.

Dengan potensi dan inovasi yang ditawarkan, bukan tidak mungkin trem INKA akan menjadi salah satu moda transportasi unggulan di IKN. Namun, langkah konkret untuk mewujudkannya masih membutuhkan perencanaan yang matang dan kolaborasi lintas pihak. (wur)

  🚆 CNBC  

Sabtu, 10 Agustus 2024

[Video] Kereta INKA Laris di Pasaran Luar dan Dalam Negeri

 Diposkan Alisha Safiya Husna 

Tahukah Anda bahwa PT INKA (Persero) adalah industri manufaktur kereta api terbesar di Asia Tenggara?

Perusahaan ini tidak hanya terbesar di wilayahnya, tetapi juga yang pertama kali didirikan di Indonesia pada tahun 1981.

Dengan pabrik yang memiliki luas 22,5 hektar, PT INKA mampu memproduksi berbagai jenis kereta api dalam jumlah besar.

Bahkan, sejak era VOC atau sebelum kemerdekaan Indonesia, PT INKA telah menjadi pelopor dalam industri ini.

Meskipun teknologi yang digunakan sudah sangat canggih, PT INKA terus berupaya untuk meningkatkan kualitas produknya.

 Video dari Youtube : 


 🎥 Youtube  

Minggu, 23 Juni 2024

Purwarupa Kereta Cepat Merah Putih Dikirim ke Banyuwangi

https://redigest.web.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240622-WA0024-1536x1152.jpgMock up Kereta Cepat Merah Putih yang dipamerkan (Rizki Fajar Novanto)

L
ama tak terdengar kabarnya, purwarupa Kereta Cepat Merah Putih dikirim ke pabrik INKA Banyuwangi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tim REDaksi dari media sosial, pengiriman dilakukan pada Jumat (21/6) malam.

Pengiriman purwarupa Kereta Cepat dilakukan melalui jalur darat menggunakan truk dari pabrik INKA Madiun ke pabrik INKA Banyuwangi. Sebanyak 2 truk trailer digunakan untuk mengangkut purwarupa ini.

Di mana 1 truk digunakan untuk mengangkut bodi purwarupa Kereta Cepat Merah Putih dan 1 unit truk lainnya digunakan untuk mengangkut komponen dan bogie kereta.

https://redigest.web.id/wp-content/uploads/2024/06/FB_IMG_1719033593121.jpgBodi purwarupa kereta cepat Merah Putih yang diangkut menggunakan jalur darat dari pabrik INKA Madiun ke pabrik INKA Banyuwangi (Rizki Fajar Novanto)

Truk pengangkut mendapatkan pengawalan ketat dari kepolisian. Rombongan truk ini melewati Tol Trans Jawa yang kemudian dilanjut lewat Jl. Raya Pantura Situbondo.

Kereta Cepat Merah Putih atau sebelumnya Kereta Cepat Indonesia merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh LPDP, ITS, BPPT, INKA, dan sejumlah stakeholder lainnya.

Kereta cepat ini dirancang dapat melaju hingga kecepatan 280 km/jam hingga 300 km/jam dengan kecepatan operasional 250 km/jam.

Meski sebelumnya direncanakan hybrid, namun dalam perjalanannya kereta cepat ini akan sepenuhnya menggunakan tenaga listrik. Rencananya rangkaian Kereta Cepat Merah Putih akan dioperasikan di Jalur Kereta Cepat Jakarta-Surabaya via Pantura.
(RED/BTS)

  🚆 Redigest  

Sabtu, 07 Oktober 2023

Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Kurang dari 4 Jam

 Buatan Dalam Negeri 
https://akcdn.detik.net.id/visual/2023/10/05/kereta-cepat-jakarta-surabaya-buatan-anak-bangsa-7_169.png?w=715&q=90Kereta Cepat Jakarta Surabaya Buatan Anak Bangsa. (Tangkapan Layar Youtube LPDP RI) 🚄

I
ndonesia tengah menyiapkan proyek kereta cepat yang diberi nama Merah Putih. Kereta Cepat Merah Putih menurut rencana akan menghubungkan Jakarta-Surabaya via lintas utara melintasi Cirebon dan Semarang.

Proyek pengembangan Kereta Cepat Merah Putih merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Proyek pengembangan ini sudah dilakukan sejak 2019 dan ditargetkan selesai pada 2025 dan bisa diuji coba pada 2026.

Ketua Tim Peneliti Rancang Bangun dan Prototyping Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Agus Windharto mengungkapkan proyek ini akan menghubungkan Jakarta-Surabaya hanya 3 jam 40 menit atau kurang dari 4 jam saja.

"Dari sisi teknologi kalau kita lihat kecepatan ya jadi selama ini perkeretaapian kita ini kecepatannya antara 80-120 km/jam. Jadi kereta kita kita lihat Jakarta-Surabaya sudah bisa ditempuh dalam waktu 8 jam jadi Argo Bromo itu sekarang Argo Bromo Anggrek Jakarta-Surabaya yang biasanya 12 jam, 13 jam sekarang bisa ditempuh dengan 8 jam. Nah dengan kereta cepat ini seandainya nanti ini diimplementasikan itu bisa ditempuh dalam waktu 3 jam 40 menit," katanya dikutip dari akun YouTube LPDP RI, Kamis (5/10/2023).

Saat ini riset telah selesai dilakukan yang mencakup pengerjaan desain envelope cabin dan kokpit. Bukan hanya itu ada juga studi human factors engineering, ergonomics, pengujian aerodinamis, serta perancangan dan pengujian struktur car body. Riset ini mendapatkan pendanaan RISPRO LPDP sebesar Rp 4,895 miliar Selama 3 tahun penelitian.

"Jadi dengan kereta cepat ini akan terjadi akselerasi penguasaan teknologi ya baik di pihak perguruan tinggi sebagai peneliti dan juga ada BRIN yang juga bertindak sebagai mitra peneliti ya lembaga riset dan pengujian, dan juga PT INKA sebagai manufaktur. Jadi di sini kita akan ada lompatan teknologi dengan kita masuk ke domain kereta cepat," tuturnya.

Dengan pengembangan Kereta Cepat Merah Putih maka ke depan Indonesia tak perlu lagi berpangku kepada negara lain khususnya soal prasarana kereta cepat. Indonesia sudah mampu memproduksi dan tak perlu lagi impor.

"Suatu hari kita tidak bergantung lagi ke produk-produk impor misalnya kursi kereta api eksekutif yang banyak kita impor, sleeper set yang banyak kita impor, kita sudah bisa bikin di dalam negeri dan juga teknologi car body yang selama ini masih menggunakan steel structure sekarang sudah menggunakan aluminium extrusion dengan manufaktur yang sangat bagus," jelasnya. (wur/wur)

  🚆 CNBC  

Jumat, 09 Juni 2023

Profil PT INKA

 Perusahaan BUMN yang Bakal Disuntik PMN Rp 3 Triliun 
https://statik.tempo.co/data/2020/12/14/id_987737/987737_720.jpgPT Industri Kereta Api (INKA) merampungkan produk tiga unit lokomotif dan 15 gerbong kereta penumpang pesanan Filipina.

G
enteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir meminta penyertaan modal negara atau PMN sebesar Rp 3 triliun untuk PT Industri Kereta Api atau PT INKA disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal ini untuk memproduksi tambahan gerbong-gerbong baru.

"Karena itu ketika kami rapat dengan Menteri Perhubungan, Menko Marinves, Menteri Perindustrian, setelah kami memetakan, memang harus ada penambahan modal INKA untuk mengantisipasi pertumbuhan kereta api, untuk penambahan gerbong-gerbong barunya," kata Erick pada rapat kerja bersama Komisi XI di Senayan, Jakarta, seperti dikutip Tempo, Senin, 5 Juni 2023.

Menurut Erick, untuk mengikuti supply kebutuhan kereta api, salah satunya dengan impor tetapi harus diiringi produksi. Namun, hal itulah yang justru menyebabkan Ebitda (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) INKA masih negatif.

Lantas sebenarnya perusahaan apa PT INKA itu? Bagaimana rekam jejak perusahaan tersebut selama ini? Berikut profil PT INKA.

 Profil PT INKA 

Menyitir Tempo, Senin, 5 Juni 2023, PT Industri Kereta Api atau biasa disingkat menjadi INKA merupakan perusahaan produsen kereta api terintegrasi pertama di Asia Tenggara yang didirikan pada 18 Mei 1981. Sejak awal berdiri, PT INKA telah berkomitmen untuk memberikan produk dan layanan berkualitas tinggi kepada pelanggan.

Mengutip dari laman resmi perusahaan, produsen kereta api terkemuka milik BUMN ini menyediakan berbagai jenis produk yang dapat memenuhi kebutuhan transportasi pelanggan. Produk-produk yang dihasilkan mencakup berbagai macam kereta penumpang, kereta barang, lokomotif, dan komponen kereta api. Dengan standar kualitas yang tinggi dan inovasi teknologi, PT INKA terus mengembangkan produk-produknya agar sesuai dengan kebutuhan pasar.

Selain memproduksi kereta api untuk keperluan dalam negeri, PT INKA juga telah berhasil mengekspor produk-produknya ke berbagai negara di dunia.


Kereta buatan PT INKA telah beroperasi di Bangladesh, Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Australia. Keberhasilan ekspor ini dinilai menjadi bukti kualitas produk PT INKA yang dapat bersaing di pasar global.

Di samping memproduksi kereta api, PT INKA juga memberikan perhatian yang besar pada layanan purna jual (after sales) kepada pelanggan.

Layanan purna jual ini bertujuan untuk memastikan pelanggan mendapatkan dukungan teknis dan perawatan yang diperlukan setelah membeli produk PT INKA. Hal ini mencakup perbaikan, pemeliharaan, dan penyediaan suku cadang yang dibutuhkan.

Dalam pengembangan bisnisnya, PT INKA juga berkomitmen untuk mengadopsi teknologi terbaru dan meningkatkan keahlian karyawan. Perusahaan ini memiliki fasilitas produksi yang modern dan terintegrasi, serta melibatkan tenaga kerja yang terampil dan berpengalaman dalam bidangnya.

Selain berfokus pada bisnis produksi kereta api, PT INKA juga berperan dalam mendukung pengembangan industri kereta api di Indonesia. Perusahaan ini bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan mitra bisnis, untuk meningkatkan kemampuan dan infrastruktur perkeretaapian di Tanah Air.

  ★ Tempo  

Minggu, 12 Maret 2023

PT INKA Ekspor 262 Gerbong Kereta Barang Datar ke Selandia Baru

  🚂PT Industri Kereta Api (INKA) yang beroperasi di Kota Madiun mengeskpor 262 gerbong barang datar Kiwi Rail di Selandia Baru. Inilah rangkaian gerbong datar yang dikirim ke Selandia Baru, Kamis (23/2/2023). (KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI) 🚊

PT Industri Kereta Api (INKA) yang beroperasi di Kota Madiun, Jawa Timur, mengeskpor 262 gerbong kereta barang datar KiwiRail ke Selandia Baru. Untuk tahap pertama, PT INKA sudah mengirim 133 unit gerbong barang datar bertipe container flat top (CFT) wagon.

Direktur Utama PT INKA Eko Purwanto mengatakan, 133 unit gerbong barang ini adalah bagian dari proyek 262 unit gerbong yang diperoleh dari perusahaan Australia yakni UGL pada Januari 2021.

"Dua unit prototipe dari proyek ini sudah kami kirim pada pertengahan 2022 lalu. Bahkan, sudah selesai pada tahap tes dinamis oleh UGL dan KiwiRail,” kata Eko.

Tak hanya itu, PT INKA juga mendapatkan kontrak dari UGL untuk pengadaan 450 wagon pada September 2022 dan kontrak 50 platform atau underframe lokomotif pada November 2021.

Kepercayaan itu, tutur Eko, menunjukkan kemampuan PT INKA bersaing di tingkat internasional. Terlebih, di luar negeri masih banyak membutuhkan sarana perkeretapian.

"Kami tentunya bangga terkait hubungan dengan UGL yang membuktikan kemampuan INKA untuk bersaing di kancah global. Kami berharap kerja sama ini bisa berkesinambungan mengingat masih terbukanya kebutuhan sarana di sana," kata Eko.

Eko menjelaskan, spesifikasi umum gerbong datar yang diekspor dibagi menjadi tiga tipe, yakni ukuran 40 ft, 50 ft, dan 60 ft yang didesain oleh UGL di Newcastle, Australia. Berat kosong sekitar 15.2-17.1 ton dengan maksimum daya angkut 62.9 ton.

Sementara itu, Program Rollingstock Procurement Director KiwiRail, Chrissy Farago mengatakan, gerbong-gerbong baru buatan PT INKA akan menggantikan gerbong barang yang lama. Hal itu juga sebagai bentuk program modernisasi operasional armada KiwiRail.

"Setelah pengujian selesai, gerbong-gerbong baru ini akan langsung digunakan untuk angkutan kayu sebagai salah satu pelayanan KiwiRail untuk industri kehutanan Selandia Baru," kata Chrissy.

Rollingstock Procurement Manager–Capital Projects & Asset Development KiwiRail, Amy Chen menyatakan, kualitas gerbong datar buatan PT INKA sangat bagus.

"Kami sudah meninjau kualitas produksi. Untuk kualitasnya sangat bagus. Saya dan beberapa rekan sudah beberapa kali berkunjung (ke PT INKA)," kata Amy.
 

  🚂
Kompas  

Minggu, 17 Juli 2022

Menhub Tinjau Progres Pembangunan Bus Listrik Merah Putih untuk G20

30 bus listrik dengan TKDN lebih dari 50 persen Bus Listrik Merah Putih (detik)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau progres pembangunan Bus Listrik Merah Putih (BLMP) ke PT INKA di Madiun, Jawa Timur, pada Minggu.

Menhub meminta PT INKA untuk mempercepat pembangunan agar masih ada waktu untuk melakukan perbaikan-perbaikan sebelum dapat digunakan.

Kita harus perhitungkan bus ini dengan suatu standar keselamatan yang baik,” kata Menhub Budi Karya dalam keterangannya yang dipantau di Jakarta, Minggu.

Menhub ingin memastikan pengerjaannya dapat selesai tepat waktu, dalam rangka mendukung penyelenggaraan KTT G20 pada November 2022.

Ia mengapresiasi PT INKA yang bekerja sama dengan Kementerian Ristekdikti dan sejumlah perguruan tinggi, dalam penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang lebih dari 50 persen.

Ini akan membuka ruang kerja baru bagi produk dalam negeri dan juga kesempatan bagi para akademisi di perguruan tinggi untuk melakukan riset dan inovasi, yang selama ini hanya bisa dilakukan di luar negeri,” ujar Menhub.

Apresiasi juga diberikan Menhub kepada Kemenristekdikti yang telah mendukung pendanaan riset yang dituangkan dalam bentuk karya yang terhilirisasi, seperti halnya pembangunan bus listrik dalam negeri.

Saat ini kita bangun 30 bus listrik dan ke depannya akan terus bertambah,” ucapnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau progres pembangunan Bus Listrik Merah Putih (BLMP) ke PT INKA di Madiun, Jawa Timur, pada Minggu (17/7/2022). (ANTARA/HO-Kemenhub/aa)

Selanjutnya Menhub meminta sejumlah operator BUMN seperti Damri, PT KAI, dan INKA untuk terus mendukung dan membuka kesempatan bagi dunia pendidikan untuk melakukan riset pengembangan teknologi transportasi secara lebih intensif.

Tidak mungkin dunia industri berjalan sendiri, harus kerja sama dengan sektor pendidikan. Berikutnya kami memberikan kesempatan kepada dunia perguruan tinggi untuk turut serta dalam pengembangan transportasi kereta ringan atau LRT,” kata Menhub.

Keunggulan dari BLMP diantaranya mulai dari noise, suspensi, serta optimasi pengurangan berat kendaraan menjadi lebih ringan, karena merupakan hasil pengembangan dari bus sebelumnya berdasarkan masukan dari berbagai pihak.

Adapun spesifikasi BLMP menggunakan komponen yang berasal dari beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Indonesia, sehingga TKDN dapat meningkat menjadi lebih dari 70 persen. Daya tempuhnya mencapai 160 km dan hanya memerlukan waktu 2,5 jam untuk proses charging hingga kembali siap beroperasi.

BLMP juga telah dipesan oleh Damri dengan system Buy The Service (BTS) untuk dioperasionalkan di beberapa daerah seperti Bandung dan Surabaya.

Dalam kunjungannya ke PT INKA Menhub juga menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penelitian dan Pengembangan Kereta Ringan Berbasis Hybrid dan Cerdas yang dilakukan BRIN, PT INKA, PT KAI dan beberapa Perguruan TInggi Negeri.

Kereta ringan hibrid dan cerdas merupakan pengembangan dari beberapa produk INKA yakni LRT Sumsel, LRT Jabodebek, dan Tram Mover dengan teknologi seperti persinyalan otomatis/brake otomatis apabila melewati batas kecepatan, driverless Grade of Automation (GOA) 3, terintegrasi dengan Internet of Things (IoT), serta smart maintenance.

PTN yang akan terlibat dalam pembuatan kereta ringan hibrid dan cerdas yakni UGM Yogyakarta, ITB Bandung, UNDIP Semarang, Universitas Indonesia, Telkom University, Politeknik Negeri Madiun, ITS Surabaya, UNS Surakarta dan UB Malang.

  ♔
antara  

Sabtu, 09 Juli 2022

Menhan Prabowo Berharap Bisa Sinergikan Kemampuan INKA Dengan Militer

 Ada banyak kemampuan dari INKA yang mudah-mudahan nanti bisa dikerjasamakan dengan militerMedium Tank Harimau yang akan diproduksi Pindad [Pindad] ★

M
enteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengapresiasi inovasi yang terus dikembangkan PT INKA (Persero) dalam memasuki pasar global dan meningkatkan ekspor kereta serta produk lainnya, hingga menaikkan devisa negara.

"Saya mengapresiasi kinerja yang sudah dicapai oleh INKA. Kita harus bangga bahwa anak bangsa sudah mampu memproduksi semua spektrum perkeretaapian, mulai dari lokomotif, gerbong listrik, dan gerbong lainnya. Bentuknya sangat bagus dan sudah diekspor atau ekspansi keluar negeri hingga menghasilkan devisa negara dan menciptakan lapangan kerja," ujar Menhan Prabowo saat berkunjung di PT INKA Madiun, Jawa Timur, Jumat sore.

Pihaknya melihat kemampuan dan inovasi dari PT INKA tersebut juga bisa membantu pemerintah di bidang pertahanan nasional.

"Terutama di bidang transportasi. Ada banyak kemampuan dari INKA yang mudah-mudahan nanti bisa dikerjasamakan dengan militer," kata Menhan Prabowo.

Seperti diketahui, saat ini PT INKA (Persero) sedang mengerjakan pesanan untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Saat ini INKA sedang memproduksi puluhan bus listrik yang akan digunakan sebagai transportasi para delegasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada November 2022. INKA memanfaatkan momentum G20 untuk mempromosikan produknya sehingga bisa lebih banyak mendapatkan kepercayaan di pasar internasional.

Selain bus listrik, dalam mendukung KTT G20 dan pariwisata Indonesia, INKA juga sedang memproduksi tram mover yang akan digunakan di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), serta mengembangkan kereta gantung.

Sebelum berkunjung ke PT INKA (Persero) Menhan Prabowo melakukan rakor internal terbatas di Lanud Iswahjudi Magetan.

 
Antara  

Senin, 03 Januari 2022

INKA Kembali Lakukan Ekspor Setelah Australia ke Selandia Baru

 Sebanyak 262 Gerbong Barang Ekspor tahap pertama sebanyak 262 gerbong barang produksi INKA ke Selandia Baru [Karawangpost/Humas Kemenhub ]

PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA mengekspor 262 gerbong kereta barang jenis container flat top wagon ke Selandia Baru. Pelepasan ekspor tahap pertama dilakukan pada hari ini, Jumat (31/12/2021).

Pada kesempatan itu secara simbolis hadir Direktur Utama INKA Budi Noviantoro dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Kantor INKA, Madiun, Jawa Timur.

Budi Noviantoro mengatakan, pemesan gerbong barang produksi INKA berasal dari perusahaan Kiwi Rail, yang merupakan BUMN di Selandia Baru. Perusahaan itu bergerak sebagai operator transportasi perkeretaapian dan operator ferry antar pulau terbesar di Selandia Baru.

"Masih ada beberapa paket kerja sama yang akan kita perjuangkan. Semoga INKA mendapatkan proyek selanjutnya,” ujarnya seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (31/12/2021).

Adapun ekspor gerbong kereta ke Selandia Baru itu diharapkan menjadi langkah besar Indonesia, khususnya INKA, untuk kembali mengambil peran di pasar kereta api di wilayah Oseania.

Sebelumnya, INKA juga telah melakukan ekspor sebanyak 224 blizzard centre sills untuk perusahaan BradkenRail asal Australia.

Sementara itu, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, ekspor gerbong kereta barang tersebut menjadi kebanggaan yang menandakan INKA telah mampu menciptakan produk yang dapat bersaing di pasar Internasional.

Kita harus bangga, anak bangsa mampu mengekspor produk yang memiliki nilai strategis dan ekonomi yang tinggi,” kata Budi Karya Sumadi.

Ia menjelaskan, saat ini INKA tidak hanya membuat gerbong kereta api, tetapi juga membuat bus listrik yang nanti akan disiapkan untuk perhelatan KTT G20 di Bali. Serta pembuatan kontainer untuk kapal tol laut di wilayah Indonesia Timur.

Semua itu adalah barang produktif yang memberikan dukungan investasi, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Budi Karya pun meminta INKA untuk terus dapat menjaga kualitas dan harga produknya, sehingga berdampak pada peningkatan daya saing di pasar luar negeri.

Karena pak Presiden Joko Widodo meminta kepada saya untuk terus mengawal produk-produk dalam negeri,” pungkas Budi Karya Sumadi.

  🚆 Kompas  

Kamis, 19 Agustus 2021

INKA dan BPPT Bakal Bikin Kereta Cepat Tenaga Baterai

Tidak hanya dengan BPPT saja, INKA juga berkolaborasi dengan konsorsium Prioritas Riset Nasional Teknologi Perkeretaapian. Di dalamnya terdapat sejumlah perguruan tinggi seperti ITB, ITS, UNS, dan UGM dan beberapa industri yang terkait dengan perkeretaapian, yakni PT INKA (Persero) dan PT Pindad (Persero) Model kereta cepat ITS dan model Kereta Cepat BPPT [redigest]

PT INKA (Persero) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta beberapa perguruan tinggi dan perusahaan sedang menyiapkan rencana membuat kereta cepat dengan kemampuan melaju lebih dari 200 kilometer per jam. Kereta ini nantinya akan dioperasikan di rute Makassar-Pare Pare.

Tidak hanya cepat, kereta tersebut akan menggunakan teknologi baterai. "Kami siap mengoperasikan kereta cepat produk anak negeri yang diketuai oleh BPPT, dengan teknologi "hybrid battery" pada tahun 2022," ujar Direktur Pengembangan INKA Agung Sedaju dalam seminar daring bertajuk "Kesiapan Jalur Kereta Makassar–Pare Pare" di Madiun, mengutip Antara, Rabu (18/8/2021).

Tidak hanya dengan BPPT saja, INKA juga berkolaborasi dengan konsorsium Prioritas Riset Nasional Teknologi Perkeretaapian. Di dalamnya terdapat sejumlah perguruan tinggi seperti ITB, ITS, UNS, dan UGM dan beberapa industri yang terkait dengan perkeretaapian, yakni PT INKA (Persero) dan PT Pindad (Persero)

Direktur Pusat Teknologi Sistem dan Prasarana Transportasi BPPT Muljadi Sinung Harjono mengatakan bahwa BPPT memiliki target untuk segera membuat prototipe kereta cepat dengan kecepatan di atas 200 kilometer/jam.

"Pada tahun 2020, kami sudah menyelesaikan target DR dan O ("design requirement and objective") atau pre-spesifikasi teknis. Serta penyelesaian "basic and manufacture design" di tahun 2021. Sedang di tahun 2022, kami ada rencana anggaran pembangunan sarana prototipe kereta api cepat," kata Muljadi Sinung.

Maka dari itu, lanjutnya, diperlukan lokasi untuk uji sebenarnya kereta api cepat dengan kecepatan di atas 200 kilometer/jam sepanjang 20 kilometer dengan lebar "track" yang mencukupi.

Dia menambahkan, setelah prototipe tersebut jadi, di akhir tahun 2022, harapannya prototipe tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari armada kereta api penumpang yang dapat memenuhi kebutuhan lapangan.

  🚆
Bisnis  

Senin, 28 Juni 2021

INKA Raih Pesanan 262 Gerbong Barang dari Selandia Baru

Kereta Produksi PT INKA untuk Bangladesh Railway. [Antara Foto]

PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA mendapatkan kontrak atas pengadaan sebanyak 262 gerbong kereta barang atau container flat top wagon untuk Selandia Baru.

Pemesanan dilakukan oleh KiwiRail Holdings Limited, badan usaha milik negara (BUMN) Selandia Baru yang bertanggung jawab dalam pengoperasian kereta api di negara tersebut.

General Manager Pemasaran INKA Wai Wahdan mengatakan, proyek ini diharapkan memperkuat peran perseroan di dalam pasar kereta apa internasional, setelah sebelumnya menyuplai untuk proyek di Australia.

"Proyek ini diharapkan menjadi langkah besar INKA Group untuk kembali mengambil peran di pasar kereta api Oceania, sebagaimana kesuksesan dalam suplai 224 blizzard centre sills untuk BradkenRail, Australia, sebelumnya," ujar Wai dalam keterangan tertulis, Senin (28/6/2021).

Adapun proyek dengan Selandia Baru tersebut, kata Wai, diperkirakan INKA akan menyelesaikannya dalam kurun waktu 18-20 bulan. Artinya proyek ini ditargetkan rampung pada akhir 2022 atau awal 2023 mendatang.

  Dorong INKA Ekspor Gerbong Kereta 

Sebelumnya, INKA memang diarahkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk terus bisa mengekspor kereta buatan Indonesia ke negara lain.

Salah satunya diungkapkan saat meninjau pembangunan LRT Jabodebek pada Rabu (9/6/2021) lalu. Ia ingin INKA juga mengekspor kereta LRT buatan Indonesia.

Pasalnya pembuatan LRT Jabodebek sepenuhnya dilakukan di Indonesia, yakni mulai dari konstruksinya oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk hingga pengadaan keretanya yang diproduksi oleh INKA.

"Sekarang kan kita sudah ekspor kereta ke Bangladesh, ke Filipina, dan kita harapkan LRT juga akan seperti itu," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, pengalaman dalam pembangunan proyek-proyek seperti itu sangat dibutuhkan. Maka kedepannya, Indonesia sudah punya pengalaman membangun LRT maupun konstruksinya.

"Ini nanti akan menjadi fondasi apabila kita membangun LRT, membangun kereta untuk negara-negara lain," ujarnya.

  ★ Kompas  

Jumat, 09 Juni 2017

Senegal Berminat Beli Pesawat, Kapal dan Kereta Indonesia

http://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/pesawat-terbang-cn235-220m-multi-purpose-melakukan-ferry-flight-di-_161227175018-166.jpgIlustrasi - Pesawat CN235-220M pesanan Senegal [republika]

Pemerintah Senegal dalam Forum Bisnis Indonesia-Senegal pertama di Dakar pada Rabu (7/6) menyampaikan minat untuk membeli pesawat CN-235, kapal feri dan kapal tanker, serta kereta api buatan Indonesia.

Hal itu disampaikan dalam keterangan pers dari Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dalam pertemuan bisnis tersebut, pihak Senegal menunjukkan minat yang besar terhadap pembelian pesawat CN-235 yang ke-3 dan ke-4, serta penjajakan pemesanan kapal feri penumpang 500 kursi dan kapal tanker, kata Duta Besar RI untuk Senegal Mansyur Pangeran.

Selain itu, lanjut Dubes Mansyur, Senegal juga berminat untuk membeli kereta api buatan PT. INKA untuk proyek pembangunan prioritas "Plan Senegal Emergent" (PSE) di sektor perkeretaapian yang menghubungkan Dakar-Tambacounda dan Dakar-St. Louis.

Dia menambahkan, dalam pertemuan antarpelaku bisnis di Forum Bisnis Indonesia-Senegal itu Presiden Dewan Perkapalan Senegal juga menyampaikan keinginan untuk membeli tiga kapal buatan PT. PAL, yaitu satu kapal tanker ukuran 10 ribu ton dan dua kapal kargo ukuran 20 ribu ton.

Dubes Mansyur menyampaikan bahwa forum bisnis itu bertujuan untuk meningkatkan hubungan bilateral Indonesia-Senegal, khususnya di bidang perdagangan dan bisnis.

"Peristiwa ini menjadi catatan sejarah tersendiri, karena selama lebih dari sepuluh tahun menjalin hubungan bilateral, forum sejenis baru pertama kali diadakan," ujar dia.

Forum bisnis itu diharapkan dapat meningkatkan interaksi dan kegiatan saling kunjung antarpelaku bisnis untuk mencari peluang yang sangat terbuka antara kedua negara.

Forum bisnis tersebut dihadiri oleh sekitar 100 pelaku usaha yang bergerak di sektor pertanian, obat-obatan dan kosmetik, pesawat terbang, kereta api, tekstil, agro-industri, mainan anak, kelapa sawit, konstruksi, dan lainnya.

Peserta forum tidak hanya berasal dari Senegal, tetapi juga wakil-wakil kamar dagang dan industri (Kadin) dari negara-negara sekitar, yaitu Pantai Gading, Mali, Gambia, Cabo Verde dan Sierra Leone.

Forum bisnis di Dakar, Senegal itu merupakan bagian dari rangkaian "Africa Tour" kedua yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Nigeria dan dilanjutkan oleh Wamenlu RI A.M. Fachir di Senegal. "Africa Tour" tersebut akan dilanjutkan oleh pemerintah RI dengan kunjungan ke Kenya dan Ethiopia.

   Antara  

Jumat, 02 Juni 2017

Banyak Negara Afrika Kepincut Kereta Buatan INKA

Dapat proyek 100 lokomotif ke ZambiaDeretan produk kereta buatan PT Industri Kereta Api (INKA) tembus pasar internasional. Kereta buatan INKA laris dibeli sejumlah negara, mulai dari Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, hingga ke negara kanguru yakni Australia.

Direktur SDM dan Keuangan Inka, Mohamad Nur Sodiq, mengungkapkan pihaknya saat ini fokus membidik negara-negara Afrika sebagai pasar baru. Menurutnya, beberapa negara yang disasar yakni Mesir, Senegal, Zambia, dan Ethiopia.

"Kita baru dapat proyek pembuatan 100 lokomotif ke Zambia, ini kerja sama dengan Bombardier, nilainya hampir US$ 40 juta. Sebenarnya kita sudah bisa buat lokomotif sendiri, tapi untuk teknik yang lebih canggih, kita kerjasama dulu," ujar Sodiq ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Menurutnya, sejumlah negara di Afrika yang sudah menyatakan ketertarikannya pada kereta maupun lokomotif. Pihaknya sudah mengirim tim ke negara-negara tersebut, beberapa bahkan sudah mulai ikut tender.

Hal yang membuatnya cukup optimis, lantaran produk INKA diakui lebih murah dibandingkan sejumlah pemasok di Afrika seperti Eropa dan China.

"Kita sudah kirim tim ke Senegal, Mesir, dan Ethiopia untuk mendetailkan pola kebutuhan kereta yang mereka inginkan. Harga kita lebih kompetitif, jauh lebih murah dari Eropa, bahkan China sekalipun. Selama ini Afrika kan jadi market kereta Eropa," jelas Sodiq.

Sementara itu, Direktur Utama INKA, Agus Purnomo, mengungkapkan pihaknya memang agresif menggeber pasar kereta api di luar negeri. Apalagi, saat ini sudah banyak negara yang mengakui kualitas kereta made in Madiun tersebut.

"Kami keliling ke beberapa negara dan ambil pasar secara perlahan dari kompetitor kami dari Eropa dan China. Tahun depan bahkan kita bangun pabrik baru dekat pelabuhan untuk memudahkan ekspor. Karena ongkos kirim kereta ke pelabuhan lumayan mahal," terang Agus. (idr/mkj)

   detik  

Rabu, 31 Mei 2017

Penampakan Kereta Lebaran

Made in Madiun[Dok. PT INKA]

PT Industri Kereta Api (INKA) akan mengirim 6 rangkaian kereta ke PT Kereta Api Indonesia (KAI). Sebanyak 6 rangkaian kereta buatan INKA akan digunakan sebagai angkutan tambahan saat mudik lebaran.

Kereta itu merupakan jenis ekonomi premium. Kenapa ekonomi premium? Karena walaupun termasuk dalam kelas ekonomi tapi kereta itu memiliki berbagai fasilitas kelas eksekutif.

Keren, Begini Penampakan Kereta Lebaran <i>Made in</i> Madiun

Mulai dari pendingin udara, televisi, hingga kursi yang bisa diatur kenyamanannya. Dilengkapi pula dengan toilet yang bersih dan nyaman.
Keren, Begini Penampakan Kereta Lebaran <i>Made in</i> Madiun

"Interior kereta lebih dipercantik dengan penggunaan alumunium extruction pada Center Ceiling dan bagasi atas. Ini merupakan kereta ekonomi serasa eksekutif," ungkap Senior Manager Humas Protokoler dan PKBL PT INKA, Cholik Mochamad, kepada detikFinance, Jakarta, Senin (29/5/2017).
Keren, Begini Penampakan Kereta Lebaran <i>Made in</i> Madiun

Kereta Lebaran ini berkelir putih dengan sentuhan kombinasi garis merah dan oranye di bagian luarnya. Tampak luar, model kereta itu memiliki gaya yang minimalis sekaligus menimbulkan efek modern.
Keren, Begini Penampakan Kereta Lebaran <i>Made in</i> Madiun

Dari 6 rangkaian kereta api yang diproduksi INKA, masing-masing rangkaian memiliki 11 gerbong. Sehingga totalnya akan berjumlah 66 gerbong. Setiap gerbong berkapasitas 80 penumpang. (hns/wdl)
   detik  

Selasa, 30 Mei 2017

Kereta Made In Madiun Laris

Diborong Bangladesh Hingga AustraliaGerbong kereta pesanan Bangladesh

Deretan produk kereta buatan PT Industri Kereta Api (INKA) tembus pasar internasional. Kereta buatan INKA laris dibeli sejumlah negara, mulai dari Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, hingga ke negara kanguru yakni Australia.

Tak hanya itu, INKA juga sedang menjajaki pasar sejumlah negara di benua Afrika.

"Kami sudah ke Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura, Australia, dan sudah ke Banglades. Dalam waktu dekat kami menembak pasar ke Tanzania, Senegal. Delegasi kami sudah ke sana, dan delegasi mereka sudah ke sini untuk tindak lanjut yang lebih intens," kata Senior Manager Humas Protokoler dan PKBL PT INKA, Cholik Mochamad, kepada detikFinance, Jakarta, Senin (29/5/2017).

Menurut Cholik, negara-negara tersebut memesan produk kereta yang berbeda-beda dari INKA. Tergantung kebutuhan masing-masing negara.

Jumlah pesanan juga tak hanya satu dua unit saja, tapi hingga ratusan unit. Contohnya Bangladesh yang tahun lalu memesan kereta penumpang INKA hingga lebih dari 200 unit.

Kereta Pesanan BangladeshGerbong kereta pesanan Bangladesh [istimewa]

Tahun ini, INKA juga kembali mengikuti tender di Bangladesh sebanyak 250 unit, dan telah memenangkan 50 unit. Selain Bangladesh, masih ada beberapa negara yang sudah memakai produk racikan INKA.

"Kalau untuk gerbong yang banyak dipesan itu sama Thailand, mereka kita kirim gerbong untuk pemecah batu, tahun lalu mereka pesan 200 gerbong. Filipina baru (pesan) lokomotif, Malaysia kereta pembangkit dan penumpang," terang Cholik.

Flat Car Pesanan AustraliaFlat Car pesanan Australia [Dok. PT INKA]

Selain kereta penumpang, INKA juga menerima pesanan kereta jenis Flat car atau yang biasa digunakan untuk mengangkut barang atau alat berat. Negara yang memesan flat car INKA adalah Singapura dan Australia.

"Singapura (type) well wagon 5 unit dan flat wagon 15 unit tahun 2011-2012. Australia itu Flat car 500 unit tahun 2004-2005," jelasnya.

INKA juga mulai membidik pasar Afrika, salah satunya Ethiopia. BUMN produsen kereta yang bermarkas di Madiun, Jawa Timur itu, sudah mengirim tim menjajaki pasar Ethiopia.

Sebaliknya, pihak Ethiopia juga sudah menyambangi INKA membahas rencana kerja sama pengadaan kereta api.

"Delegasi kami sudah ke sana, dan delegasi mereka sudah ke sini untuk tindak lanjut yang lebih intens. Di Ethiopia sendiri sekarang masih penjajakan juga, kita masih coba tender, itu kira-ratusan," kata Cholik.

Menurut Cholik, perseroan melihat banyak peluang besar masuk ke pasar Afrika, khususnya Ethiopia. Pasalnya, pasar Afrika belum banyak dilirik pelaku industri kereta.

"Kami melihat pangsa pasar Afrika juga masih terbuka lebar, masih luas. Pemainnya pun masih beberapa. Chance INKA untuk menang masih terbuka lebar, daripada kami main tender di Eropa, atau Jepang. Itu yang bisa mengukur kemampuan kami," tutur Cholik.

Dia menambahkan, selain Ethiopia, saat ini INKA juga menjajaki pasar negara Afrika lainnya, yaitu Tanzania dan Senegal.

"Dalam waktu dekat kami menembak pasar ke Tanzania, Senegal," ujar Cholik.

 Incar Pasar Baru 
Flat Car Pesanan AustraliaFlat Car pesanan Australia [Dok. PT INKA]

Cholik mengatakan, INKA menyasar negara-negara berkembang karena melihat potensi yang besar di wilayah tersebut.

"Jadi memang arah kami ke sana, karena perusahaan-perusahaan kelas dunia tidak akan merambah ke pasar sana. Sehingga pasar ini, pasar yang masih terbuka lebar. Sehingga belum ada yang masuk, nah di situ kita masuki," ungkap Cholik.

Walau tak banyak pemain di kawasan Asia dan Afrika itu, bukan berarti INKA tak punya pesaing. Dua Negara yang jadi kompetitor INKA adalah China dan India.

Meski dibayang-bayangi kompetitor, INKA yakin produk kereta buatan Madiun tetap diminati pasar. Salah satunya karena INKA memiliki layanan purna jual hingga ke negara pemesan.

Contohnya di Bangladesh, INKA menempatkan personel layanan purna jual di negara tersebut. (hns/wdl)

   detik  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More