blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Alkom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alkom. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Mei 2026

Laba Bersih BUMN Industri Pertahanan Melonjak 430 %

 👷 💰  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia519IVCSEIsIIkRG4DQSKhu37pvsZ2BjqCFRCVq4oRsZBaIw3tlbgA6FqsenAwyRhjqn2gZ8YE2-HK-clkTGDhBC51y-dYZuGd3ry37tOGiJtpMx2gPHCc2DzlUUIGqM-ZC_yxLSdmoDlUev5TsxXZATMBPOgQ1khfAHR-jSGOXH5gTuHgdgiYiVjJho/s1026/FB_IMG_1776325613789.jpgIlustrasi kapal produksi PAL (PAL)

DEFEND ID mencetak kinerja gemilang. Holding BUMN industri pertahanan itu, membukukan lonjakan laba bersih konsolidasian sebesar 430,1 persen pada tahun buku 2025 dengan nilai mencapai Rp 913,05 miliar.

Data yang ada menunjukkan pertumbuhan eksponensial dari laba tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 172,24 miliar ini dipicu oleh efisiensi operasional dan optimalisasi proyek strategis nasional.

Direktur Utama Len Industri DEFEND ID Joga Dharma Setiawan menyampaikan hal tersebut dalam keterangan yang dikutip Kamis (28/5/2026).

Capaian performa keuangan tersebut resmi ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) tahun buku 2025 di Bandung, Selasa (26/5/2026). Rapat dihadiri Badan Pengelola (BP) BUMN dan PT Danantara Asset Management selaku pemegang saham.

Sepanjang 2025, holding yang mengintegrasikan kapabilitas industri matra darat, laut, udara, amunisi, hingga elektronika pertahanan ini mengantongi total nilai kontrak raksasa sebesar Rp 113,85 triliun.

Jumlah tersebut ditopang oleh kontrak bawaan (carry over) senilai Rp 94,78 triliun dan perolehan kontrak baru sebesar Rp 19,07 triliun.

Bagusnya, struktur fundamental perusahaan juga mencatatkan penguatan signifikan. Nilai aset DEFEND ID melonjak 18,3 persen menjadi Rp 66,05 triliun, diiringi pertumbuhan ekuitas sebesar 8,2 persen ke angka Rp 15,23 triliun.

 Tingkat Kesehatan Keuangan Kategori BBB+

Sementara itu, berdasarkan hasil evaluasi, tingkat kesehatan keuangan holding berada pada kategori BBB+ dengan pendapatan usaha riil menyentuh Rp 20,71 triliun.

Kekuatan manufaktur holding ini didukung penuh oleh 11.022 sumber daya manusia, dengan porsi lebih dari 60 persen ditempatkan khusus di bidang produksi dan teknis (engineering).

Menyikapi tren positif ini, PT Len Industri (Persero) DEFEND ID menegaskan arah baru korporasi melalui cetak biru "Astacita Len Industri".

Fokus tersebut diarahkan pada penguasaan delapan teknologi masa depan, meliputi kecerdasan buatan (artificial intelligence), semikonduktor, sistem komando dan kendali (command & control system), radar, perang elektronik, siber, satelit, elektro-optik, hingga sistem otonom (autonomous system).

Joga Dharma Setiawan menyampaikan bahwa capaian perusahaan sepanjang tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi Len sebagai perusahaan teknologi strategis nasional.

"Kinerja positif yang berhasil dicapai pada tahun 2025 merupakan hasil dari transformasi bisnis, penguatan sinergi ekosistem industri pertahanan, serta komitmen seluruh insan perusahaan dalam mendorong kemandirian teknologi nasional," kata Yoga Dharma Setiawan.

   Emiten News  

Senin, 25 Mei 2026

Kemampuan Link PT Len Meningkat karena Bisa Terhubung Antarpesawat Tempur TNI AU

 Berkat “Offset” Rafale Link ID dari PT Len (infographic: Len)

Kemampuan PT Len Industri (Persero) dalam hal interoperabilitas meningkat berkat pengadaan 42 unit jet tempur Rafale dari Dassault Aviation, Prancis.

Interoperabilitas merupakan kemampuan berbagai sistem, perangkat, atau aplikasi yang berbeda untuk berkomunikasi, bertukar data, dan menggunakan informasi tersebut dalam militer.

Sebelumnya, kemampuan link dari PT Len hanya difokuskan untuk komunikasi antarkapal perang dan pesawat
surveillance atau patroli.

Setelah ini, interoperabilitas Link ID yang dimiliki PT Len bisa terhubung ke komunikasi antarpesawat tempur TNI Angkatan Udara.

Sepasang Rafale TNI AU (Skuadron 12)

Kemampuan Link ID yang dimiliki Len sebelumnya difokuskan untuk komunikasi antarkapal perang dan pesawat surveillance. Ke depan, kemampuan tersebut akan berkembang hingga mampu mendukung komunikasi data link antarpesawat tempur, sehingga memperkuat integrasi sistem pertahanan udara nasional secara lebih menyeluruh,” tulis siaran pers PT Len, dikutip Rabu (20/5).

Peningkatan kemampuan interoperabilitas ini merupakan bagian dari program training
offset jet tempur Rafale.

Offset
merupakan kewajiban produsen senjata asing, dalam hal ini Dassault Aviation, untuk memberikan kompensasi atau investasi timbal balik seperti alih teknologi, produksi lokal suku cadang, atau pelatihan kepada negara pembeli.

Momentum ini juga menegaskan peran strategis PT Len Industri (Persero) sebagai induk holding industri pertahanan DEFEND ID dalam mendorong kemandirian industri pertahanan nasional melalui penguasaan teknologi dan penguatan interoperabilitas antarsistem pertahanan,” kata Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Joga Dharma Setiawan dalam keterangannya..

  ★  
IDM  

Sabtu, 11 April 2026

SCYTALYS Bermitra dengan PTDI dalam Sistem Misi Taktis untuk Pesawat N219 dan CN-235

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5gtN99C5GEKN_PwdJRS_kl7oICsHAuZrQfCAMPdB0KgMbGbIfRX65lS3jqxMn9o-LfR4dWOpIkuO4rdqjKkSlFmBZ-nDyV4rJMuv4rHNr5V-eduIdQw0BxmMf618yndBSExhq-SYQnXAYNu-8ypfD9cUxKH3rdnc20t1r_TLqGV9i_Wf-vyU3w8tuY5g/s1920/FB_IMG_1775812223366.jpgSCYTALYS menandatangani MoU dengan PT Dirgantara Indonesia untuk mengintegrasikan sistem MIMS Airborne miliknya ke dalam pesawat N219 dan CN-235, meningkatkan kemampuan pengawasan maritim dan memperluas peluang di pasar Asia-Pasifik (Scytalys))
SCYTALYS
(bagian dari EFA GROUP) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), menandai langkah strategis penting untuk memperkuat kehadiran kedua perusahaan di sektor Pesawat Patroli Maritim. Kerja sama ini berkaitan dengan integrasi sistem SCYTALYS ke dalam varian pengawasan maritim pesawat N219 dan CN-235 milik PTDI.

Perjanjian tersebut mencakup integrasi Sistem Manajemen dan Integrasi Misi Udara (MIMS Airborne) SCYTALYS ke dalam pesawat N219 dan CN-235 PTDI, meningkatkan kemampuan pengawasan dan patroli maritim kedua platform tersebut dan membuka prospek baru di pasar Asia-Pasifik. Nota Kesepahaman (MoU) ditandatangani oleh Direktur Perdagangan, Teknologi & Pengembangan PTDI, Bapak Moh Arif Faisal, dan Presiden SCYTALYS, Bapak Dimitris Karantzavelos, selama Singapore Airshow 2026.

MIMS Airborne adalah sistem C2 modular canggih yang berbasis pada desain arsitektur terbuka. Sistem ini mengintegrasikan dan mengelola secara real-time berbagai sensor dan subsistem penting termasuk radar, EO/IR, ESM/ELINT, navigasi penerbangan, dan komunikasi taktis/strategis menghasilkan Gambaran Operasional Bersama (Common Operational Picture/COP) yang terintegrasi. Dengan mengintegrasikan MIMS Airborne, N219 dan CN-235 menjadi node C4ISR yang sepenuhnya berpusat pada jaringan, sehingga secara signifikan meningkatkan efektivitas operasionalnya.

Moh Arif Faisal, Direktur Perdagangan, Teknologi & Pengembangan PTDI, menyatakan: “Kerja sama ini akan meningkatkan kemampuan operasional pesawat N219 dan CN-235 dan akan menciptakan peluang baru bagi produk unggulan PTDI melalui solusi misi khusus yang kompetitif yang memenuhi persyaratan operasional pengguna.”

Bapak Dimitris Karantzavelos, Presiden SCYTALYS, menyatakan: “Penandatanganan MoU dengan PTDI menandai langkah penting menuju penguatan lebih lanjut kehadiran internasional SCYTALYS dan memajukan solusi misi inovatif. Integrasi sistem MIMS Airborne ke dalam pesawat N219 dan CN-235 menegaskan keunggulan teknologi kami dan kemampuan kami untuk memberikan solusi misi khusus yang andal, interoperabel, dan sesuai kebutuhan. Kerja sama kami dengan PTDI membuka prospek baru bagi ekspansi SCYTALYS di pasar Asia-Pasifik, dan kami berharap dapat melanjutkan kemitraan yang dinamis dan sangat menjanjikan ini.

 Tentang SCYTALYS

SCYTALYS adalah perusahaan pengembangan dan integrasi perangkat lunak pertahanan terkemuka, yang didirikan pada tahun 1993 di Yunani, yang mengkhususkan diri dalam desain, pengembangan, instalasi, dan pengujian. Perusahaan ini mempekerjakan 110 staf, sebagian besar adalah insinyur yang sangat terampil. Perusahaan ini memiliki kantor di tiga lokasi internasional (Yunani, AS, Singapura) untuk melayani pelanggan di 14 negara di seluruh dunia. SCYTALYS memiliki pengalaman luas dalam program domestik yang mendukung Angkatan Bersenjata Yunani, dan melalui sejarah panjangnya dalam inovasi teknik, keandalan, efisiensi, dan kualitas layanan, perusahaan ini telah menjadi mitra pilihan perusahaan dan organisasi multinasional di sektor Dirgantara, Pertahanan, dan Keamanan, yang menyediakan solusi interoperabilitas canggih. Dengan memanfaatkan teknologi mutakhir yang telah teruji di lapangan, perusahaan ini merancang dan mengembangkan solusi dan produk canggih di bidang Tautan Data Taktis, Sistem Komando & Kontrol Misi dan Taktis, Sistem C4I, Pelatihan, Pengujian dan Simulasi, Pengawasan, dan Pengintaia.

  Scytalys  

Selasa, 07 April 2026

RI Siap Kembangkan Teknologi 6G

  Fokus Riset Antena Ilustrasi 6G (Ist)

Idonesia mulai menyiapkan pengembangan teknologi 6G. Salah satu upaya tersebut dilakukan lewat riset antena yang dikembangkan oleh peneliti Pusat Riset Telekomunikasi (PRT) badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Berbeda dari generasi sebelumnya, pengembangan 6G kali ini tidak hanya fokus pada peningkatan kecepatan jaringan, tapi juga menuntut inovasi pada desain perangkat, terutama antena yang menjadi komponen utama dalam sistem komunikasi.

Peneliti PRT BRIN Yohanes Galih Adhiyoga menjelaskan salah satu pendekatan yang banyak dikaji saat ini adalah penggunaan antena mikrostrip multilayer. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan gain dan mengontrol pola radiasi sinyal, meski memiliki tantangan dalam integrasi dengan perangkat elektronik modern.

"Riset tersebut turut dikembangkan PRT BRIN. Salah satu fokusnya adalah pengembangan antena mikrostrip, baik single-layer maupun multilayer, untuk menjawab kebutuhan komunikasi generasi mendatang," kata Yohanes, melansir Detik, Kamis (2/4).

Menurut dia dalam sistem komunikasi generasi terbaru, antena tidak lagi berdiri sendiri sebagai komponen tunggal. Desainnya harus mempertimbangkan interaksi dengan berbagai komponen aktif seperti integrated circuit (IC), transistor, filter, hingga jaringan pencatu dalam satu perangkat.

Hal ini menjadikan pengembangan antena sebagai bagian dari rekayasa sistem yang lebih kompleks, bukan sekadar perancangan struktur radiasi.

Yohanes juga menekankan bahwa riset 6G merupakan upaya jangka panjang yang perlu dipersiapkan sejak dini, meskipun implementasi 5G saat ini masih terus berkembang.

"Saat ini, 5G memang masih dalam tahap pengembangan, tetpai riset tidak bisa berhenti di situ. Kita harus menyiapkan teknologi berikutnya," jelas Yohanes.

"Jadi, ketika 6G benar-benar diimplementasikan, kita tidak hanya mengganti nama, tetapi juga menghadirkan peningkatan kecepatan, latensi, dan performa yang sesuai dengan spesifikasi," kata dia menambahkan.

Dalam pengembangan sistem komunikasi generasi terbaru, antena tetap menjadi komponen krusial karena berfungsi sebagai jalur utama keluar masuknya sinyal.

"Kami di kelompok riset antena hanya menangani sebagian kecil dari sistem 6G, yaitu antena sebagai komponen pasifnya. Namun, antena tetap menjadi komponen yang sangat penting karena menjadi pintu utama keluar-masuknya sinyal," tutur dia.

Riset antena 6G yang dikembangkan di BRIN meliputi berbagai jenis antena mikrostrip, baik multi-layer maupun single-layer. Maisng-masing desain memiliki keunggulan yang berbeda, tergantung parameter yang ingin ditingkatkan.

Beberapa antena dirancang untuk menghasilkan gain tinggi dan pola radiasi yang optimal, sementar lainnya difokuskan pada bandwith yang lebih besar. Perbedaan karakteristik ini menunjukkan trade-off dalam desain antena, sehingga pemilihan struktur harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi.

Ia mengungkap tantangan terbesar dalam pengembangan antena saat ini terletak pada integrasi dengan komponen aktif di dalam perangkat.

Kompleksitas tersebut semakin meningkat karena perangkat modern seperti smartphone kini memuat berbagai fungsi komunikasi dalam satu sistem. Oleh karena itu, antena harus mampu bekerja secara optimal tanpa terpengaruh maupun mengganggu komponen lain di dalam perangkat.

Kepala PRT BRIN Nasrullah Armi menilai sektor telekomunikasi akan terus berkembang pesat dan membutuhkan sumber daya manusia yang siap menghadapi teknologi masa depan.

"Kesempatan di bidang ini masih sangat luas. Mahasiswa perlu mulai menentukan minat sejak sekarang, karena riset 6G akan terus berkembang dan membutuhkan banyak talenta," jelas Nasrullah.

  📡  CNN  

Senin, 26 Januari 2026

Republikorp dan ASELSAN Perkuat Kerja Sama Pertahanan lewat Perjanjian Alih Teknologi

  Untuk sistem komunikasi aman HYBRA DMR Kesepakatan alih teknologi alat komunikasi (Republikorps)

PT Republik Technetronic Nusantara (RTN), anak perusahaan Republikorp, secara resmi meresmikan Technology Cooperation Agreement terkait Alih Teknologi (Transfer of Technology/ToT) untuk HYBRA Digital Mobile Radio (DMR) dari ASELSAN.

Penandatanganan ini berlangsung pada ajang Doha International Maritime Defence Exhibition and Conference (DIMDEX) 2026, menandai langkah operasional penting bagi joint venture Republikorp–ASELSAN yang baru dibentuk.

Perjanjian ini memulai kerangka komprehensif untuk alih teknologi bertahap, technical knowledge sharing, serta advanced training. Langkah-langkah tersebut dirancang untuk mendukung produksi lokal tactical communication systems di Indonesia yang memenuhi standar kualitas internasional yang ketat.

Norman Joesoef, Founder Republikorp, menyoroti dua arti strategis utama dari perjanjian ini, yaitu memperkuat hubungan diplomatik industri serta meningkatkan kapabilitas intelijen nasional (termasuk kebutuhan secure communications dan enkripsi).

Kolaborasi dengan ASELSAN ini merupakan kelanjutan dari kerja sama teknologi Indonesia yang telah terjalin lama dengan Türkiye, namun sekaligus menandai era baru dengan tingkat lokalisasi yang lebih tinggi dan alih teknologi yang lebih substansial,” ujar Norman Joesoef.

Ilustrasi Alkom Aselsan (Aselsan)
Kami secara khusus memprioritaskan HYBRA DMR karena tantangan modern membutuhkan solusi modern. Sebagai sistem highly portable dan secure communications, HYBRA DMR akan membekali komunitas intelijen militer kami dengan kelincahan operasional serta enkripsi krusial agar dapat beroperasi efektif di lingkungan yang kompleks.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut langsung dari peluncuran PT Republik-Aselsan Indonesia, sebuah perusahaan patungan yang diumumkan pada 9 September 2025 di DSEI, London.

Perjanjian pendirian ditandatangani oleh Norman Joesoef dan Ahmet Akyol, President & CEO ASELSAN, yang menjadi landasan untuk integrasi industri yang lebih mendalam.

Kemitraan ini mendukung peta jalan strategis Indonesia menuju kemandirian industri pertahanan, memastikan infrastruktur pertahanan kritikal berlabel “Made in Indonesia.”

Secara bersamaan, kemitraan ini juga memberikan ASELSAN akses strategis jangka panjang ke pasar pertahanan Asia Tenggara.

PT Republik Aselsan Indonesia diproyeksikan menjadi regional hub untuk advanced defense communication systems, memproduksi solusi high-tech yang melayani kebutuhan keamanan nasional Indonesia dan kawasan ASEAN secara lebih luas.

  🤝 
Republikorp  

Minggu, 16 November 2025

HP Buatan RI Diam-diam Sudah Mendunia

  Produksi di Indonesia UP Phone, diproduksi di Indonesia (Unplugged)

Banyak yang belum tahu kalau ternyata bangsa kita sudah memproduksi HP untuk dijual di pasar global. Merek HP itu adalah Unplugged, yakni startup asal Limassol, Siprus.

Unplugged menghadirkan ponsel bernama 'UP Phone' yang fokus pada keamanan privasi pengguna.

Sepintas UP Phone memiliki desain mirip iPhone dengan panel kamera bergaya 'boba'. Sisiannya juga melengkung dengan bezel layar tipis, hanya saja tak memiliki Dynamic Island seperti iPhone.

Unplugged mengklaim UP Phone jauh lebih aman ketimbang iPhone 16 Pro dan Galaxy S25. UP Phone disebut tak memiliki permintaan DNS pihak ketiga, dikutip di laman resminya, Sabtu (15/11/2025). Sementara iPhone 16 Pro dan Galaxy S25 masing-masing disebut memiliki 3.181 dan 1.368 permintaan DNS pihak ketiga.

Ponsel ini ditenagai chip MediaTek Dimensity 1200. Ukuran layarnya cukup besar 6,67-inci berjenis AMOLED. RAM-nya berkapasitas standar 8GB dengan kapasitas penyimpanan 256GB yang bisa diperluas hingga 1TB.

Sektor fotografi juga diperhatikan. Kamera utamanya memiliki lensa beresolusi 108MP, ditemani kamera makro 5MP dan wide 8MP. Kebutuhan selfie dan video call mengandalkan kamera depan 32MP.

UP Phone mengandalkan baterai berkapasitas 4.300 mAh dengan pengisian daya 33W (kabel) dan 15W (tanpa kabel). Fitur lainnya meliputi sertifikasi IP53, koneksi Wi-Fi 6, NFC, eSIM dan SIM Nano, jaringan 5G, slot USB Type-C 2.0, serta speaker ganda.

Sejauh ini, berdasarkan informasi yang beredar, UP Phone dipasarkan di negara-negara seperti AS dan Kanada.

Informasi soal UP Phone yang diproduksi di Indonesia diketahui dari laporan Reuters pada Agustus 2025 lalu, berdasarkan keterangan CEO Unplugged Joe Well.

  Ditekan Trump Bikin Pabrik di Amerika  
Reuters memuat laporan yang menyebut Unplugged berencana memproduksi UP Phone di Nevada, Amerika Serikat (AS), setelah selama ini mengandalkan manufaktur di Indonesia.

Meskipun produksi di AS akan menambah biaya tenaga kerja, Unplugged berupaya merakit di Nevada dan bertujuan mempertahankan harga jualnya di bawah US$ 1.000 (Rp 16,2 jutaan). Sebagai perbandingan, ponsel hasil produksi di Indonesia dijual US$ 989 (Rp 16 juta).

Tak hanya memproduksi ponsel saja di Nevada, CEO Unplugged Joe Weil mengungkapkan langkah berikut perusahaan adalah melakukan pengadaan komponen perangkat.

"Langkah pertama yang dilakukan adalah perakitan, bertahap melakukan pengadaan komponen," jelasnya dikutip dari Reuters.

Sayang, ia tak berbicara banyak soal informasi lain terkait jumlah perangkat yang dirakit dan mitra kerjanya di Nevada. Begitu juga jumlah dana yang dikumpulkan untuk bisa memulai upaya barunya.

Biaya perakitan smartphone di AS sangat mahal. Ada beberapa alasannya, seperti rantai pasok yang masih berada di Asia dan harga tenaga kerja dalam negerinya yang tinggi.

Unplugged nampaknya telah memikirkan tantangan ini. Perusahaan berencana melakukan perakitan dengan jumlah yang lebih kecil dan stabil, bukan dengan merilis model baru setiap tahunnya.

Sementara itu, presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus berupaya agar lebih banyak produsen smartphone bisa merakit langsung perangkatnya di negaranya. Salah satu yang jadi sasaran adalah raksasa asal AS, Apple.

Trump mendorong inisiatif itu dengan menerapkan beberapa langkah, termasuk dengan ancaman tarif tinggi bagi perusahaan yang menjual barang di AS dan memproduksinya di negara lain. (fab/fab)

  📱 
CNBC  

Rabu, 24 September 2025

PT Len Industri Perkuat Kolaborasi Pertahanan dengan Vietnam

  Defense Policy Dialogue ke-4 (LEN)

Indonesia dan Vietnam menyelenggarakan Defense Policy Dialogue ke-4 sebagai forum strategis untuk memperkuat hubungan kerja sama pertahanan kedua negara. Dialog ini menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi yang lebih erat sekaligus memperkuat sinergi antara institusi militer dan industri pertahanan di kedua negara.

Dalam forum ini, PT Len Industri (Persero) dan Viettel High Technology Industries menegaskan komitmennya untuk melangkah lebih jauh dalam kolaborasi strategis.

Setelah melalui sejumlah penjajakan dan diskusi, kedua perusahaan resmi menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) sebagai landasan untuk menjajaki kerja sama lebih jauh. Penandatanganan dilakukan oleh Irwan Ibrahim, Direktur Bisnis dan Kerja Sama PT Len Industri (Persero), bersama Sr Col Nguyen Vu Ha, Deputy General Director of Viettel Group. Agenda penandatanganan ini disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Letnan Jendral TNI Tri Budi Utomo, S.E., serta Deputy Minister of National Defense Vietnam, Senior Lieutenant General Hoang Xuan Chien.

Kesepakatan ini membuka peluang kolaborasi strategis di bidang pengembangan teknologi radar, radio komunikasi militer, serta electric bike. Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Vietnam tidak hanya memperkuat hubungan bilateral di sektor pertahanan, tetapi juga menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kemandirian teknologi dan membangun fondasi sinergi industri pertahanan yang lebih solid di kawasan.

Langkah ini diharapkan menjadi komitmen kedua negara dalam menciptakan kerja sama pertahanan yang saling menguntungkan, meningkatkan kapasitas teknologi, serta mendukung stabilitas dan keamanan regional.

  📡 
LEN  

Kamis, 11 September 2025

PSN, BRIN dan PT LEN Perkuat Infrastruktur Teknologi Satelit Nasional

Penandatanganan perjanjian kerjasama dan nota kesepahaman (MOU) antara PSN dengan BRIN di ajang Indo Defence Expo and Forum 2025, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (12/6/2025). (Antara/HO/PT.PSN)

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT LEN Industri (Persero) menjalin kerjasama dalam memperkuat infrastruktur teknologi satelit nasional.

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso dalam keterangannya di Jakarta, Selasa menyatakan kerjasama dengan BRIN untuk melakukan penelitian dan pengembangan antena phased array untuk komunikasi satelit pada stasiun bumi.

Antena phased array merupakan teknologi mutakhir yang memungkinkan pengendalian arah pancaran sinyal tanpa mekanisme pergerakan fisik, sehingga lebih cepat, presisi, dan tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem.

Pengembangan antena phased array ini akan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun sistem komunikasi satelit generasi berikutnya yang tidak hanya lebih andal dan efisien, tetapi juga mampu menjawab tantangan kebutuhan konektivitas yang semakin kompleks di masa depan,” katanya.

Menurut dia, dengan menyinergikan sumber daya, pengetahuan, dan kompetensi yang dimiliki oleh BRIN sebagai lembaga riset nasional dan PSN sebagai pelaku industri satelit diharapkan dapat menghasilkan antena phased array yang berukuran compact, memiliki daya saing tinggi, dan bertaraf internasional, sehingga dapat diimplementasikan secara efektif dalam sistem komunikasi satelit pada stasiun bumi.

"Dengan menyatukan pengalaman industri yang dimiliki PSN dan keunggulan riset dari BRIN, diharapkan tercipta solusi teknologi yang relevan, aplikatif, dan berdaya saing tinggi guna mendukung transformasi digital dan kedaulatan teknologi nasional,” ujar Adi Rahman.

Sementara itu kerjasama PSN dengan PT LEN Industri merupakan bentuk sinergi strategis yang menggabungkan seluruh kemampuan, sumber daya, dan keahlian yang dimiliki oleh kedua perusahaan untuk mengoptimalkan pelayanan serta pemanfaatan teknologi satelit di Indonesia.

Kerja sama dengan PT LEN Industri merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem teknologi satelit nasional," katanya.

Dengan menggabungkan kekuatan PSN di bidang operasional satelit dan pengalaman LEN di sektor industri pertahanan dan elektronika, tambahnya, diharapkan dapat mendorong terciptanya solusi teknologi yang tidak hanya relevan untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memiliki daya saing global.

Dikatakannya, penandatanganan perjanjian kerjasama dan nota kesepahaman (MOU) antara PSN dengan BRIN dan PT LEN Industri telah dilakukan dalam rangkaian ajang Indo Defence Expo and Forum 2025, di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 12 Juni 2025.

"Indonesia tidak bisa terus bergantung pada teknologi luar negeri jika ingin mandiri dalam infrastruktur strategis seperti satelit. Kolaborasi dengan BRIN dan LEN adalah bentuk nyata dari upaya kami membangun teknologi satelit yang lahir dari kemampuan bangsa sendiri,” demikian Adi Rahman.

  📡 
antara  

Sabtu, 06 September 2025

Link ID LEN

Link ID LEN (LEN Industry)

Link ID Len, sebuah teknologi Tactical Data Link (TDL) atau tautan data taktis yang dikembangkan oleh PT Len Industri (Persero), sebuah Badan Usaha Milik Negara Indonesia.

Sistem ini berfungsi untuk mengirimkan data taktis antar alutsista (alat utama sistem persenjataan) agar tercipta interoperabilitas dalam sistem tempur modern.

 Fungsi Utama Link ID 
🛰 Mengintegrasikan Alutsista:

Link ID memungkinkan berbagai jenis alutsista, baik buatan dalam negeri maupun asing, untuk berkomunikasi dan berbagi data secara terintegrasi.

🛰 Meningkatkan Kesadaran Situasi:

Dengan pertukaran data taktis seperti posisi kawan/lawan, perintah, foto, dan teks, sistem ini meningkatkan kesadaran dan efisiensi koordinasi antar unit tempur.

🛰 Mendukung Network Centric Warfare (NCW):

Link ID menjadi bagian dari program NCW yang bertujuan mengintegrasikan sistem alutsista agar dapat bekerja bersama secara lebih efektif, seperti yang diterapkan dalam program CTDLS (Communication Tactical Data Link System) oleh TNI AU.

 Penggunaan Link ID 
Link ID telah digunakan dalam program-program pertahanan Indonesia, termasuk:

  🖥 TNI AU:

Diterapkan pada unit pesawat patroli maritim, pusat komando (Puskodal), dan base station (BTS).

  🖥 TNI AL:

Diintegrasikan pada beberapa kapal cepat rudal (KCR-60) untuk memungkinkan interoperabilitas dengan sistem CTDLS TNI AU.

  🖥 TNI AD:

Diintegrasikan pada kendaraan militer maupun personil TNI AD sehingga bisa dimonitor posisinya.

  Keunggulan Link ID 
Karya Anak Bangsa:

Link ID adalah bukti inovasi teknologi pertahanan dalam negeri yang mampu menjawab tantangan interoperabilitas sistem tempur global.

Standar Protokol Nasional:

Link ID menetapkan standar protokol komunikasi data taktis nasional yang baru, yang sesuai dengan kebutuhan doktrin militer Indonesia.

  📡 
Indonesia Teknologi  

Kamis, 04 September 2025

Indonesia - Turki Kerjasama Kembangkan Komunikasi Satelit

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utama Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso (kanan) dan Deputy General Manager of Corporate Marketing and Sales CTech, Ejder Veli Arslan (kiri) terkait kerjasama pengembangan komunikasi satelit di Indonesia, di Jakarta, Kamis (12/6/2025) (Antara/HO/PT PSN)

Dua perusahaan asal Indonesia dan Turki yakni PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dan CTech, anak perusahaan Turkish Aerospace Industries menyepakati kerja sama dalam solusi komunikasi satelit bergerak (Satellite Communications on the Move).

Menurut Direktur Utama Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman Adiwoso, kolaborasi ini menandai langkah penting untuk memajukan inisiatif komunikasi satelit di Indonesia.

"Kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem komunikasi satelit global," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Sinergi antara dua perusahaan akan mencakup menyelaraskan sistem, teknis untuk memastikan interoperabilitas antara teknologi CTech dan jaringan satelit milik PSN, serta mengejar inovasi bersama di bidang komunikasi satelit lainnya.

Sistem komunikasi satelit yang telah dikembangkan ini dapat memajukan teknologi satelit Indonesia secara signifikan, selain itu juga memungkinkan pengguna untuk menerima sinyal jaringan satelit saat bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain, sehingga cocok digunakan di pesawat, kapal, atau kendaraan lain.

Pengembangan sistem komunikasi ini juga dilakukan dengan memanfaatkan jaringan satelit milik PSN guna mendukung konektivitas bergerak melalui infrastruktur satelit nasional.

Sistem ini dirancang agar bisa digunakan secara mulus di berbagai perangkat atau platform, memastikan konektivitas yang andal di darat, laut, dan udara.

Adi menambahkan, CTech dipilih sebagai mitra karena merupakan perancang dan produsen perangkat komunikasi Beyond Line of Sight (BLOS) terkemuka, dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, sementara perusahaan induk CTech, Turkish Aerospace Industries, adalah perusahaan pertahanan dan kedirgantaraan terbesar di Turki.

Dengan menggandeng CTech, lanjut Adi Rahman, pihaknya menghadirkan solusi komunikasi bergerak yang andal, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan geografis Indonesia yang luas dan menantang.

"Kami optimistis kerja sama ini akan membuka jalan bagi percepatan transformasi digital di sektor-sektor penting seperti transportasi, maritim, dan pertahanan nasional,” katanya.

Sementara itu Deputy General Manager of Marketing and Sales CTech, Ejder Veli Arslan, mengungkapkan rasa bangga dapat bermitra dengan PSN untuk mendukung pengembangan sistem komunikasi satelit bergerak di Indonesia. "Apalagi Indonesia memiliki potensi besar dalam memajukan teknologi komunikasi satelit," ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya akan menggabungkan keahlian yang dimiliki perusahaan dalam teknologi BLOS dengan jaringan satelit nasional milik PSN, guna menghadirkan solusi konektivitas yang tangguh dan adaptif.

"Kolaborasi ini bukan hanya tentang pengembangan teknologi saat ini, tetapi juga investasi kami dalam membangun masa depan konektivitas bergerak di kawasan Asia Tenggara," katanya.

Sebelumnya pada 12 Juni 2025 di Jakarta, dilakukan penandatanganan MoU oleh Direktur Utama Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso dan Deputy General Manager of Corporate Marketing and Sales CTech, Ejder Veli Arslan.

  📡 
antara  

Jumat, 29 Agustus 2025

Indonesia Siap Bangun Industri Alutsista

Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Letjen TNI Djon Afriandi, melakukan kunjungan kerja ke fasilitas industri pertahanan milik PT Len Industri (Persero). (dok Len Industri)

Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Letjen TNI Djon Afriandi, melakukan kunjungan kerja ke fasilitas industri pertahanan milik PT Len Industri (Persero). Kedatangan perwira tinggi TNI ini disambut langsung oleh Direktur Bisnis PT Len Industri, Irwan Ibrahim, beserta jajaran direksi.

Agenda kunjungan berfokus pada eksplorasi teknologi pertahanan terbaru, termasuk sistem terintegrasi C5ISR (Command, Control, Communications, Computers, Combat, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance).

Rombongan juga meninjau fasilitas produksi perangkat pertahanan strategis seperti Night Vision Goggles (NVG) Generasi-4, Thermal Imaging, dan Laser Point, yang menjadi kebanggaan industri pertahanan nasional.

Letjen TNI Djon Afriandi mengapresiasi terhadap kemampuan PT Len Industri yang telah mampu memproduksi teknologi mutakhir tersebut di dalam negeri.

"Penguasaan teknologi yang andal merupakan elemen krusial dalam mendukung keberhasilan operasi militer. Bagi Kopassus, hal ini adalah keharusan agar selalu bisa bergerak cepat dengan akurasi tinggi," tegas Letjen TNI Djon Afriandi, dalam keterangan tertulis, Selasa, 26 Agustus 2025.

Menurut dia, keberadaan produk-produk seperti NVG Gen-4, Thermal, dan Laser Point akan sangat mendukung efektivitas operasi pasukan khusus TNI, terutama dalam menghadapi dinamika medan tempur modern yang membutuhkan kecepatan, presisi, serta kesiapan tinggi.

  Bangun kemandirian alutsista 
PT Len Industri juga menyediakan keberadaan service center untuk memudahkan perbaikan dan pemeliharaan perangkat, sehingga kesiapan operasional selalu terjamin.

Sementara itu, PT Len Industri menegaskan komitmennya untuk menyediakan solusi pertahanan yang andal sesuai kebutuhan TNI.

"Kami siap menghadirkan berbagai produk unggulan yang dirancang untuk mendukung operasi pasukan khusus, mulai dari sistem komunikasi, perangkat kendali, hingga teknologi elektronik militer generasi terbaru," ujar Irwan Ibrahim.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan industri pertahanan dalam negeri. Kehadiran produk berteknologi tinggi buatan anak bangsa menegaskan Indonesia semakin siap membangun kemandirian alutsista dan memperkuat ketahanan nasional di era modern.

  💥 
Metro TV News  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More