blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Situs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Situs. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Maret 2015

22 Situs Diblokir

Menag Minta BNPT Jelaskan Pemblokiran 22 Situs Terkait Paham Radikal Tampilan situs voa-islam.com saat coba diakses

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta agar BNPT memberikan penjelasan terhadap 22 situs yang diblokir terkait ajaran radikal. Lukman meminta agar masyarakat diberi pemahaman oleh BNPT tentang definisi radikal.

"Penjelasan resmi dari BNPT itu diperlukan agar masyarakat mengetahui definisi dan batasan 'radikal' itu seperti apa," ujar Lukman dalam akun twitternya, Senin (30/3/2015).

Menurutnya dengan adanya penjelasan dari BNPT masyarakat akan mengetahui apa alasan website itu diblokir. Menag juga sudah meminta Menkominfo terkait alasan pemblokiran.

"Saya juga menelepon Kepala BNPT untuk dapatkan kronologisnya. Saya minta BNPT membuat penjelasan resmi terkait hal itu," ucapnya.

Lukman menegaskan pihaknya tidak tahu menahu soal pemblokiran tersebut.

"Dengan penjelasan ini saya ingin tegaskan bahwa Kemenag tak terlibat sama sekali dalam proses pemblokiran situs-situs tersebut," ucapnya.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Ismail Cawidu menyatakan, Kemkominfo telah memblokir 22 situs/website yang bernuansa radikal. Ada 22 situs internet radikal yang diadukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Walau sudah diblokir tapi situs-situs itu masih bisa dibuka via handphone. Baik versi mobile maupun versi desktopnya.(rvk/ear)
Sudah Banyak yang Terkena Pengaruh, Cukup Kemenkominfo memblokir 22 situs yang dianggap radikal atas permintaan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Apa kata BNPT terkait permintaan ini?

"Sebelumnya sudah ada pemikiran yang seperti ini yang cukup lama. Ini kan ada langkah-langkah yang dilakukan. Dilakukan karena sudah cukup banyak yang menjadi korban ikut ISIS," ujar staf ahli BNPT Wawan Purwanto ketika dikonfirmasi, Selasa (31/1/2015).

Wawan meminta semua pihak untuk menahan diri. Menurutnya apa yang dilakukan BNPT adalah langkah untuk menghentikan persebaran paham radikal.

"Banyak akibat yang ditimbulkan dari pemahaman yang setengah-setengah dari informasi yang didapatkan. Ini merupakan suatu bentuk penertiban. Semua pihak supaya menahan diri," kata Wawan yang juga merupakan pakar intelijen ini.

Sejumlah pihak termasuk Menag Lukman Hakim mempertanyakan langkah BNPT yang meminta blokir 22 situs termasuk di dalamnya sejumlah situs yang selama ini dikenal netral. Sayangnya ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Wawan belum sempat menjelaskan secara detail.

"Saya sedang ada acara. Nanti akan saya jelaskan lagi," kata Wawan yang memang sedang berada di tengah acara ketika berbincang melalui telepon ini.

Website kominfo.go.id menyebut ada 22 website yang telah diblokir, yaitu:

1. arrahmah.com
2. voa-islam.com
3. ghur4ba.blogspot.com
4. panjimas.com
5. thoriquna.com
6. dakwatuna.com
7. kafilahmujahid.com
8. an-najah.net
9. muslimdaily.net
10. hidayatullah.com
11. salam-online.com
12. aqlislamiccenter.com
13. iblat.net
14. dakwahmedia.com
15. muqawamah.com
16. lasdipo.com
17. gemaislam.com
18. eramuslim.com
19. daulahislam.com
20. shoutussalam.com
21. azzammedia.com
22. indonesiasupportislamicatate.blogspot.com(fjr/nrl)
Pemblokiran 22 Situs Terkait Paham Radikal Jadi Trending Topic 22 Situs yang diduga terkait paham radikal diblokir atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Hal ini menuai kritik dari para netizen sehingga menjadi trending topic di Twitter.

Saat diakses, Selasa (31/3/2015) pukul 10.35 WIB, #KembalikanMediaIslam menduduki trending topic untuk Indonesia. Kebanyakan para netizen yang menggunakan hashtag ini membandingkan situs yang diblokir dengan situs porno.

Seperti yang dikicaukan oleh salah satu pengguna Twitter, @devii_riZkiyah. "Jangan situs porno aja yang dibanyakin #KembalikanMediaIslam," tulis Devi di akun Twitter-nya.

Tak sedikit pula grafis parodi atau meme yang membandingkan mantan Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring dengan Menteri Komunikasi dan Informasi saat ini, Rudiantara. Dalam meme itu, foto Tifatul disematkan tulisan 'Zamanku Situs Porno Diblokir', sementara pada foto Rudiantara dipasang tulisan 'Zamanku Situs Islam Diblokir'.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Ismail Cawidu menyatakan, Kemkominfo telah memblokir 22 situs/website yang bernuansa radikal. Kemkominfo meminta penyelenggara internet service provider (ISP) untuk memblokir 22 situs sesuai yang disampaikan pihak BNPT.

Situs yang diblokir itu adalah arrahmah.com, voa-islam.com, ghur4ba.blogspot.com, panjimas.com, thoriquna.com, dakwatuna.com, kafilahmujahid.com, an-najah.net, muslimdaily.net, hidayatullah.com, salam-online.com, aqlislamiccenter.com, kiblat.net, dakwahmedia.com dan muqawamah.com.

Lalu ada lasdipo.com, gemaislam.com, eramuslim.com, daulahislam.com, shoutussalam.com, azzammedia.com dan indonesiasupportislamicstate.blogspot.com. Walau begitu beberapa situs tersebut masih bisa diakses melalui telepon selular.(vid/nrl)

  detik  

Jumat, 23 Mei 2014

Peretas Situs Pemerintah Australia dan Indonesia Ditahan

Dua anggota yang diduga dari kelompok hacker internasional Anonymous ditahan pihak berwenang Australia. Peretas itu dituding melakukan serangan pada situs pemerintah lokal Australia dan Indonesia. Symbolbild Anonymous HackerPolisi menahan pria berusia 40 tahun yang berasal Perth, Australia Barat. Ia dituduh menyerang suatu jaringan komputer di Brisbane serta menyerang server website milik pemerintah Indonesia.

Laki-laki lainnya berusia 18 tahun asal Penrith, New South Wales, ditahan dengan tuduhan menyerang internet service provider NetSpeed dan Dewan Layanan Cuti di Canberra.

Serangan-serangan ini diduga mereka lakukan pada tahun 2012, dengan berujung pada perubahan tampilan website, penutupan sejumlah website lainnya serta pencurian data. Dalam penangkapan ini polisi menyita hard drives komputer serta peralatan lainnya.

 Tindak kriminal 

Polisi Federal Australia mengatakan, kedua pria itu saling kenal satu sama lain. Manajer nasional untuk operasi kejahatan berteknologi tinggi kepolisian federal Australia, Tim Morris, mengatakan, "Penurunan atau gangguan komunikasi ke atau dari jaringan komputer adalah tindakan kriminal dan dapat memiliki konsekuensi serius."

Kelompok aktivis Anonymous diyakini bergerak meretas secara kolektif dan berafiliasi dalam melakukan serangan online internasional.

Pada tahun 2012, Anonymous mengaku bertanggung jawab atas insiden sesaat lumpuhnya server komputer milik agen mata-mata domestik Australia ASIO.ap/yf(afp)

  dw.de  

Minggu, 11 Mei 2014

Cegah kerusakan, situs Gunung Padang harus dizonasi

Untuk menekan potensi kerusakan Cegah kerusakan, situs Gunung Padang harus dizonasiBalok batuan andesit penyusun situs megalitikum Gunung Padang terhampar di pelataran situs di Desa Karya Mukti, Cempaka, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (10/3). Ini adalah situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara. (FOTO ANTARA/Paramayuda)

Cianjur, Jawa Barat
 "Pengelolaan situs megalitikum Gunung Padang, di Cianjur, Jawa Barat, harus melalui konsep zonasi atau perwilayahan untuk menekan potensi kerusakan yang mungkin terjadi akibat semakin membludaknya wisatawan yang berkunjung," kata pejabat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, I Gde Pitana.

Zonasi atau pemintakatan yang ada saat ini, kata dia, di Cianjur, Minggu, mengikuti pola yang dirancang Kementerian Kehutanan ketika mengembangkan taman nasional.

Hal serupa, menurut Pitana, bisa diterapkan pada situs yang berlokasi di Karyamukti, Campaka, atau sekitar 25-30 km dari Kota Cianjur itu, namun harus ditempuh hingga dua jam perjalanan berkendaraan.

"Ada tiga zona yang bisa dikembangkan di Gunung Padang yakni zona inti, zona penyangga, dan zona pemanfaatan atau zona ekonomi," katanya.

Ia menambahkan jika ingin merencanakan pengembangan Gunung Padang sebagai destinasi wisata berbasis pada wisata budaya, zona-zona itu harus dibuat sebaik mungkin dan disusun serinci mungkin selain studi khusus tentang daya dukung, termasuk pengaturan arus pengunjung.

Sebagai perbandingan, pemerintah Peru memberlakukan aturan sangat ketat pada obyek wisata budaya internasionalnya, kota/kuil kuno Machu Picchu, di Provinsi Urubamba, di Pegunungan Andes.

Warisan budaya sejak abad ke-15 hasil peradaban Indian Inca itu tetap terpelihara baik dalam kondisi sangat mirip dengan kondisi asli pada masanya, pula tetap memberi pendapatan berarti bagi Peru.

Saat ini, jumlah pengunjung dengan aneka keperluan di situs megalitikum Gunung Padang berusia sekitar 23.000 tahun (23 millennia) itu sekitar 500 orang. Sampai saat ini, belum lagi ditemukan situs purbakala di tempat terbuka yang usianya lebih tua ketimbang situs megalitikum Gunung Padang.

  ★ Antara  

Minggu, 09 Februari 2014

Kontroversi Situs Gunung Padang

Situs Gunung Padang (Gatra/Wisnu Prabowo)
Jakarta Situs Gunung Padang di Cianjur Jawa Barat, telah dicatat keberadaannya sejak tahun 1914. Penelitian di situs ini entah mengapa tidak ditindaklanjuti. Berpuluh tahun kemudian, tepatnya pada 1979, penduduk setempat menyampaikan lagi keberadaan situs ini kepada pemerintah.

Beberapa penelitian telah dilakukan sejak tahun 1979 oleh berbagai instansi dan beberapa peneliti, baik secara tim maupun individu. Pada 1998, pemerintah melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan situs ini sebagai benda cagar budaya. Kemudian situs ini menjadi salah satu lokasi wisata untuk masyarakat umum.

Berbagai penelitian pasca-1998 juga terus dilakukan oleh berbagai tim dan peneliti, antara lain berupa survei dan ekskavasi arkeologi.

Penelitian Tim Katastropik Purba tahun 2011 bisa dibilang membuka babak baru penelitian di situs Gunung Padang.

Selanjutnya, pada 2012-2013, Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) memperoleh sejumlah temuan penting dan mencengangkan. Salah satunya, Situs Gunung Padang ternyata jauh lebih tua, lebih tinggi, dan lebih besar daripada Candi Borobudur!

Sejumlah pihak mempunyai pandangan berbeda mengenai situs Gunung Padang. Perbedaan pandangan itulah yang kemudian melahirkan kontroversi. Awalnya saya selaku arkeolog di TTRM tidak ingin menanggapi kontroversi tersebut.

Akan lebih menarik untuk membahas proses dan sosialisasi hasil penelitian. Namun mengingat situs ini pernah dilupakan selama 65 tahun, saya akan menanggapi beberapa kontroversi agar situs ini tidak dilupakan lagi.

Semoga tulisan ini akan memacu penelitian berikutnya dan kontroversi yang tersisa dapat diselesaikan dengan hasil penelitian ilmiah.

Terdapat beberapa tulisan pada GATRA edisi sebelumnya yang membahas situs Gunung Padang. Keseluruhan pandangan yang tersaji pada tulisan-tulisan tersebut sesungguhnya dapat ditanggapi, namun tentu tidak semuanya dapat disajikan pada tulisan yang terbatas secara jumlah halaman ini.

Dalam buku Situs Gunung Padang: Misteri dan Arkeologi (2013) setebal lebih dari 200 halaman telah diuraikan panjang lebar mengenai sejumlah misteri yang akhirnya menuai kontroversi, namun sebagian akhirnya telah diselesaikan menggunakan ilmu arkeologi.

Ilmu arkeologi yang digunakan oleh TTRM adalah ilmu yang diterapkan bersama-sama, bersinergi, bahu membahu dengan ilmu lain yakni geologi, teknik arsitektur, teknik sipil, biologi, filologi, dan lainnya.

Kontroversi lahir salah satunya karena beberapa pihak membahas mengenai rumor dari mulut ke mulut bahwa di bawah Gunung Padang terdapat emas yang luar biasa banyaknya.

TTRM yang melakukan penelitian di situs Gunung Padang akhirnya dianggap mencari harta karun. Padahal, penelitian di situs ini sudah dilakukan sejak tahun 1979. Mengapa tim-tim sebelumnya atau para peneliti terdahulu tidak disebut-sebut mencari harta karun?

Beberapa pihak menanggapi rumor harta karun, emas, dan sebagainya padahal bukan itu yang dicari oleh para peneliti TTRM. TTRM bekerja atas dasar hasil riset Tim Katastropik Purba.

Inisiator Tim Katastropik Purba adalah Andi Arief, Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana. Andi Arief mencoba bekerja berdasarkan riset bencana masa silam untuk mengetahui lokasi-lokasi terjadinya bencana, waktunya, dan kemungkinan pengulangannya untuk mitigasi atau kesiapsiagaan jika terjadi lagi pada masa kini.

Tim yang terdiri atas para ahli geologi atau ilmu kebumian ini telah meneliti di berbagai wilayah di Indonesia, seperti di Aceh, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, dan sebagainya termasuk di Jawa Barat.

Riset di Jawa Barat, antara lain di Gunung Padang di Cianjur memperlihatkan kemungkinan keterkaitan antara punahnya peradaban masa silam di Gunung Padang akibat bencana alam berupa gempa bumi.

TTRM Gunung Padang: Bukan Mencari Harta Karun

Mengingat Gunung Padang merupakan situs arkeologi prasejarah, dibentuklah tim tersendiri yang disebut TTRM. TTRM melibatkan arkeolog dan menerapkan pendekatan terpadu, yakni gabungan metode dan teknik dari berbagai disiplin ilmu serta bekerja sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, khususnya pelestarian situs sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Para peneliti mau terlibat di TTRM karena menghormati permintaan resmi secara tertulis yang dikirimkan oleh instansi resmi pemerintah untuk melakukan penelitian ilmiah.

Beberapa sukarelawan direkrut secara terbuka, namun tentu harus memiliki latar belakang keilmuan, yakni ilmu-ilmu yang diterapkan dalam penelitian Gunung Padang oleh TTRM.

Para peneliti juga menghargai adanya keinginan untuk melakukan riset secara seksama sebagai dasar pengambilan suatu keputusan. Pihak-pihak yang ingin mengembangkan budaya riset tentu harus didukung.

Permasalahan penelitian yang diusung oleh TTRM seperti apa bentuk situs ini sesungguhnya, apa aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat masa lalu di situs ini, dan kapan situs ini dibuat kemudian ditinggalkan.

Salah satu manfaat penelitian mengetahui mengapa dan kapan situs ini ditinggalkan serta adakah konstruksi bangunan yang dirancang secara khusus karena bangunan Gunung Padang berada di Sesar Cimandiri yang kerap menghasilkan gempa bumi.

Masyarakat masa lalu tentunya sadar telah membangun di daerah tersebut. Peneliti TTRM berharap dapat menemukan pengetahuan atau kearifan masyarakat masa lalu sehingga dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat masa kini.

Bagi ilmuwan dan peneliti, harta karun yang terpendam adalah ilmu pengetahuan yang telah terkubur dan terlupakan. TTRM berusaha menggali kembali pengetahuan-pengetahuan tersebut dan salah satunya menemukan berbagai teknik konstruksi untuk meredam gempa pada masa lalu.

Ternyata situs Gunung Padang dibangun dengan teknik konstruksi yang tidak sederhana, bahkan tergolong maju meskipun berasal dari periode yang tergolong tua. Masyarakat pra-sejarah Gunung Padang bahkan telah menguasai metalurgi, khususnya peleburan logam besi.

Kontroversi berikutnya adalah penyebutan piramida. Patut dibedakan antara piramida ala Mesir dan bentuk geometri piramida. Bentuk geometri piramida juga terdapat di Indonesia, misalnya di Candi Borobudur.

Penyebutan istilah piramida tidak serta merta harus dikaitkan dengan Piramida Mesir. Situs Gunung Padang berbentuk punden berundak, yakni istilah yang digunakan oleh para arkeolog Indonesia untuk menyebut bentuk bangunan memanjang ke belakang dengan terdapat undakan-undakan yang semakin ke belakang letaknya semakin tinggi.

Dalam literatur yang ditulis para ahli mancanegara, bentuk serupa punden berundak dalam bahasa Inggris disebut stepped pyramid. Bapak Arkeologi Prasejarah Indonesia, Prof. Dr. R.P. Soejono pernah menulis artikel ilmiah tentang situs Gunung Padang.

Artikel tersebut bersama-sama dengan artikel lain dari para ahli prasejarah Asia kemudian diterbitkan di Seoul dengan judul Megalithic Cultures in Asia (1982). Dalam artikelnya, Soejono menerjemahkan situs Gunung Padang yang berbentuk punden berundak sebagai stepped pyramid.


Selamat datang di Gunung Padang!

Kontroversi selanjutnya mengenai usia situs Gunung Padang. Berdasarkan penelusuran beberapa hasil penelitian terdahulu di situs Gunung Padang ternyata tidak pernah ada uji pertanggalan absolut (absolute chronology) sejak tahun 1979 sampai akhirnya Tim Katastropik Purba melakukannya pada 2011.

Hasil penelitian sebelumnya umumnya menyampaikan perkiraan usia secara relatif, misalnya, dibandingkan dengan situs lainnya. Di dalam ilmu arkeologi, untuk mengetahui usia situs secara akurat menggunakan uji pertanggalan absolut, misalnya carbon dating (C-14) dan tentu saja dilakukan di situs tersebut.

Carbon dating merupakan salah satu metode pengujian usia dengan meneliti karbon yang masih tersisa pada material organik misalnya kayu dari masa lalu.

Sampel-sampel yang diperoleh Tim Katastropik Purba dan TTRM berasal dari situs Gunung Padang. Sampel diperoleh dengan metode ilmiah, yakni pengeboran dan ekskavasi arkeologi. Sampel diuji di laboratorium Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Jakarta dan sebagai pembanding juga diuji di Laboratorium Beta Analytic di Miami, Amerika Serikat.

Salah satu sampel paleosoil berusia 4700 Sebelum Masehi (SM). Usia sampel tersebut lebih tua dibandingkan piramida di Mesir yang berusia sekitar 2500 SM maupun peradaban Mesopotamia yang berusia sekitar 4000 SM.

Selain itu, hasil ekskavasi arkeologi memperoleh sampel karbon tepat di atas struktur batu susunan manusia masa lalu. Pada kedalaman 2 meter diperoleh arang sisa pembakaran aktivitas manusia yang setelah diuji di laboratorium menghasilkan usia 7.095 (plus-minus --AGZ) 60 tahun BP (sekitar 5200 SM atau 7.200 tahun yang lalu).

Berdasarkan pemindaian geofisika oleh ahli geologi Dr. Danny Hilman dan para geolog TTRM menggunakan geolistrik, georadar, dan geomagnet, diperoleh citra-citra di bawah permukaan tanah (subsurface) situs Gunung Padang terdapat anomali atau bentuk-bentuk yang tidak alamiah.

Berdasarkan hasil pengeboran yang dilakukan mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Dr. Andang Bachtiar juga terdapat indikasi campur tangan manusia masa lalu sampai kedalaman 7 meter.

Berdasarkan hasil penelusuran literatur, hanya Tim Katastropik Purba dan TTRM yang menggunakan metode gabungan antara pengamatan permukaan secara seksama, pengeboran, dan geofisika untuk mengidentifikasi kondisi di bawah permukaan tanah.

Metode pengeboran dan geofisika telah digunakan para arkeolog luar negeri sejak tahun 1990-an. Namun, penerapan metode lintas disiplin seperti itu tergolong langka dalam penelitian di situs-situs arkeologi di Indonesia.

Salah satu pertimbangan ahli arkeologi untuk menentukan lokasi ekskavasi berdasarkan identifikasi ahli geologi. Upaya ini dilakukan, karena situs umumnya cukup besar, sementara kotak gali ekskavasi arkeologi tergolong berukuran kecil.

Dengan berkembangnya teknologi geofisika yang sangat canggih, saat ini para ahli arkeologi dapat lebih mudah menentukan lokasi ekskavasi secara akurat, cepat, dan menghemat waktu.

Satu hal yang dapat disampaikan oleh saya selaku arkeolog, hasil ekskavasi arkeologi sampai kedalaman 4,2 meter terdapat kesesuaian fakta arkeologi dengan data geofisika dan data pengeboran yang diperoleh para ahli geologi TTRM.

Berdasarkan temuan di kotak gali, pada kedalaman 2 meter terdapat struktur batu buatan manusia. Struktur ini masih ditemukan sampai kedalaman 4,2 meter dan belum diketahui akan berlanjut sampai kedalaman berapa meter.

Situs Gunung Padang dari masa prasejarah kemungkinan terus digunakan pada masa berikutnya, antara lain masa Sunda Kuno (sekitar abad VIII-XVI Masehi).

Dalam ilmu arkeologi, situs yang digunakan selama beberapa periode disebut multicomponent site. TTRM melibatkan ahli filologi yang mempelajari naskah kuno yakni Dr. Undang Darsa.

Hasil kajiannya menunjukkan kemungkinan situs Gunung Padang pernah digunakan sebagai kabuyutan, yakni semacam pusat kekuatan batin.

Tentu saja masih banyak yang belum terungkap di situs Gunung Padang oleh TTRM. Perlu penelitian lanjutan sekaligus mungkin mengoreksi hasil penelitian TTRM. Selamat datang di Gunung Padang!

[Ali Akbar, Arkeolog]
[KOLOM, Majalah GATRA Edisi no 11 tahun ke 26, Beredar 16 Januari 2014]


  Gatra  

Senin, 20 Januari 2014

Situs Tempo Sempat Diretas 5 Menit

Situs Tempo Sempat Diretas 5 MenitJakarta Situs berita Tempo diretas oleh kelompok peretas yang menamakan dirinya Zone Injector. Menurut programmer Tempo, Radja Komkom Siregar, situs Tempo.co sempat tidak bisa diakses dalam kurun waktu sekitar lima menit.

Situs Tempo.co diretas sekitar pukul 14.55 WIB. Pembaca yang hendak membaca berita di portal berita Tempo pun tidak dapat mengakses situs tersebut. Tapi peretasan itu tidak berlangsung lama, karena lima menit kemudian, situs Tempo.co kembali normal dan kembali bisa diakses publik. “Cuma sebentar karena tim IT langsung memulihkan situs Tempo,” kata dia saat dihubungi, Senin, 20 Januari 2014.

Peretas Tempo.co itu merupakan kelompok hacker yang menamakan dirinya Zone Injector. Peretas pun menyebut diri mereka sebagai anggota bernama Kay. Saat situs Tempo.co dibuka, muncul tulisan "hack by kay" berwarna putih, sementara latar laman berwarna hitam. Di bawahnya, ada tulisan "Zone-Injector Team" dengan huruf kapital.

Lalu perestas menuliskan:
we are zone-injector
We think hacking is not crime but the art of exploitation
We learn | we know | we test
kami sudah memperingatkankan anda tapi anda tidak merespons niat baik kami


Radja mengatakan, sebelum diretas, situs Tempo.co sedang dikunjungi sekitar 37 ribu orang. Namun, akibat aksi tersebut, traffic situs sempat turun. “Tapi (peretasan itu) tidak terlalu lama karena langsung kami pulihkan, jadi turunnya tidak lama,” kata dia.


  Tempo  

Dua Candi Ditemukan di Dieng

Ilustrasi.BANJARNEGARA Bukit Pangonan di dataran tinggi Dieng di Kabupaten Banjarnegara, ternyata masih menyimpan banyak peninggalan purbakala. Setelah sebelumnya dua bangunan candi ditemukan di bukit yang berlokasi di Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur tersebut, dua candi baru kembali ditemukan.

''Lokasi candi masih di Bukit Pangonan, tapi masih tertutup semak dan ilalang,” kata Saroji (55), petugas di Unit Pelaksana Teknis Daerah Dieng, Senin (20/1).

Sama dengan temuan candi-candi sebelumnya, keberadaan bangunan candi tersebut ditemukan warga yang juga sedang berjalan-jalan di bukit tersebut. Kedua bangunan candi baru tersebut, ditemukan pada pekan kemarin.

Kedua situs candi tersebut, masing-masing memiliki lebar 3 meter dan panjang 4 meter dengan kedalaman sekitar 1,5 meter. Sama dengan temuan dua candi sebelumnya, yang juga merupakan bangunan candi kecil. '

Saroji menyatakan, hingga sejauh ini pihaknya masih belum melakukan penggalian terhadap kedua temuan candi baru tersebut. ''Kita masih berkoordinasi dengan Balai Purbakala. Terutama untuk penjagaan, agar puing-puing candi tidak menjadi sasaran pencurian,'' jelasnya.


  Republika  

Minggu, 05 Januari 2014

Facebook Dituding "Sadap" Pesan Pribadi Demi Laba

Facebook.Amerika Serikat Dua orang pengguna Facebook asal Amerika Serikat mengajukan tuntutan kepada raksasa media sosial tersebut karena diduga telah "menyadap" pesan pribadi para pengguna Facebook.

Pelapor mengatakan bahwa Facebook secara sistematis mencegat pesan pribadi pengguna Facebook demi kepentingan komersil.

Ketika pengguna Facebook menulis pesan kepada pengguna lainnya, dan menyertakan tautan di dalam pesan tersebut, maka Facebook akan mengikuti tautan tersebut dan menggunakan informasi tersebut untuk membuat profil si pengguna Facebook. Profil ini yang kemudian dijual kepada pengiklan.

Menurut pelapor, Facebook telah melanggar UU Privasi dan Komunikasi Elektronik.

"Facebook memindai data pengguna secara tidak sah demi meningkatkan algoritma pemasaran mereka dan meraup laba," ujar Michael Sobol, pengacara para pelapor.

Pelapor mengajukan tuntutan class action dan menuntut Facebook mengganti kerugian US$10.000 untuk masing-masing orang yang pesan pribadinya "disadap".

Facebook mengatakan bahwa tuduhan ini tidak berdasar.


  Brita Satu  

Senin, 23 Desember 2013

17 Situs Indonesia Yang Berbahaya, Waspadalah!

17 Situs Indonesia Yang Berbahaya, Waspadalah!Jakarta Perusahaan sekuriti PT. Vaksincom kembali merilis daftar situs-situs berbahaya di Indonesia. Setidaknya ada 17 situs yang perlu diwaspadai pada bulan Desember 2013 ini, apalagi jika Anda mengaksesnya tanpa perlindungan software antivirus.

Situs-situs ini patut dicurigai karena dapat menyebarkan malware (program berbahaya) yang didominasi oleh Trojan kepada para pengaksesnya. Malware tersebut khusus menyebarkan diri melalui website seperti Ramnit, Iframe, Java Script, Dropper.

Menurut pantauan tim Vaksincom, dari 17 situs, 7 situs merupakan situs pemerintah yaitu kementerian pendidikan, perusahaan BUMN listrik dan situs pemerintah daerah. Lalu 5 situs lainnya merupakan perusahaan swasta yang terdiri dari perusahaan properti, cargo sampai e-commerce, 3 situs berasal dari situs pendidikan dan 2 dari organisasi non profit.

Yang memprihatinkan, situs pemerintah yang menjadi korban malware di tahun 2013 kebanyakan agak lambat dalam membenahi masalah sekuriti di situsnya. Salah satunya adalah situs departemen yang membidangi pendidikan. Situs tersebut aktif menyebarkan virus Ramnit kepada pengaksesnya yang mayoritas didominasi pelajar-pelajar di Indonesia.

Sampai dengan bulan Desember 2013, masih ada beberapa situs kementerian terkait yang terdeteksi mengandung kode VBScript di bagian footer websitenya dan dikategorikan sebagai situs berbahaya oleh Google Safe Browsing.

Situs kementerian pendidikan terdeteksi ada yang terinjeksi dengan Trojan VBScript, ada pula situs properti swasta yang terinfeksi Trojan JavaScript. Adapun data lengkap 17 situs berbahaya yang dapat mengancam pengaksesnya adalah sebagai berikut. (dew)




Jumat, 20 Desember 2013

10 situs Kementrian paling transparan

Jakarta Di tengah era keterbukaan informasi dan kemajuan teknologi informasi yang pesat saat ini, keterbukaan adalah sebuah keniscayaan.

Ajang e-Transparency Award 2013 memberikan penghargaan kepada 10 situs kementerian dan lembaga yang dianggap memiliki situs yang paling informatif, berguna, berdesain baik, dan paling sesuai dengan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), serta transparan dalam anggaran dan kinerja.

Penilaian dilakukan oleh 15 orang juri yang terdiri dari tim ahli di berbagai bidang dan oleh masyarakat seperti antara lain Abdul Rahman Ma’mun (Ketua Komisi Informasi 2011 – 2013), Jamil Mubarok (Koordinator Masyarakat Transparansi Indonesia), Wicaksono (@ndorokakung, Plasa MSN), dan lain-lain.

Berikut daftar 10 Situs Terbaik Kementerian/Lembaga:

1. Kementerian Perindustrian
2. Kementerian Kominfo
3. Kementerian Pekerjaan Umum
4. Komisi Pemberantasan Korupsi (situs favorit pilihan masyarakat)
5. Kementerian Keuangan
6. Badan Pengawas Obat dan Makanan
7. Mahkamah Konstitusi
8. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional
9. Kementerian Perhubungan
10. Kementerian Kesehatan

Salah satu Dewan Juri, Wicaksono yang di twitter lebih dikenal dengan @ndorokakung mengkritisi situs kementerian dan lembaga.

“Website adalah etalase yang mudah dilihat. Sayangnya, masih ada situs kementerian yang lebih melayani menterinya daripada melayani kebutuhan masyarakat akan informasi,” kata Wicaksono pada malam penghargaan e-Transparency di Graha CIMB, Jakarta Selatan, Kamis malam.

Padahal, menurutnya, masyarakat lebih membutuhkan informasi lain misalnya terkait pelayanan yang berhubungan dengan masyarakat.

"Masa waktu penjurian. selama tiga hari ada situs kementerian yang sama sekali tidak bisa dibuka, mungkin admin-nya sedang pergi mancing karena urusan kementeriannya kan berhubungan dengan ikan, saya sampai mention itu di media sosial," kata Wicaksono.(*)


  Antara  

Kamis, 28 November 2013

Situs Deplu Australia rontok diserang hacker Indonesia

Pasukan hacker Indonesia kembali menggelar pasukannya untuk menyerang situs-situs pemerintah Australia. Untuk malam ini, korbannya adalah Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia yang beralamat di www.embassy.gov.au. Laman Department of Foreign Affair and Trade ini terlihat rontok alias tidak bisa diakses.

Serangan dimulai pukul 20:00 malam ini dengan target IP address yang diserang adalah 203.6.168.80. Serangan ini merupakan serangan kesekian para peretas menyusul kasus penyadapan dan mata-mata yang dilakukan pemerintah Australia terhadap pemerintah Indonesia, khususnya Presiden SBY, Ibu Negara, Wakil Presidien dan para Menteri.

Berdasar pengecekan melalui www.status.ws, situs ini yang dipakai sebagai koordinasi Kedutaan-Kedutaan Besar Australia di luar negeri ini positif down akibat serangan DDOS. Hanya belum dapat dipastikan apakah situs ini akan segera pulih atau mengalami masalah berhari-hari seperti yang terjadi pada situs Polisi Federal Australia di www.afp.gov.au.


Walaupun halaman fans kelompok hacker Anonymous Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Security Down Team ditutup oleh Facebook, tidak membuat para hacker patah semangat. Dan malam ini, serangan ke situs-situs pemerintah Australia tetap dilanjutkan melalui sebuah akun di twitter.

Beberapa hari lalu, tim hacker Indonesia terus melakukan penyerangan terhadap situs-situs pemerintah Australia. Dan yang menjadi sasaran adalah situs keamanan nasional Australia yang beralamat di www.nationalsecurity.gov.au. Akibat serangan DDOS, situs ini rontok dalam waktu sekejap.

Setelah dalam tiga minggu terakhir peretas Indonesia terus membombardir situs-situs pemerintahan Australia seperti ASIS, ASIO, Federal Police dan terakhir National Security Australia.

 Sudah seminggu situs Kepolisian Federal Australia lumpuh 

Situs Federal Police Australia yang beralamat di www.afp.gov.au masih lumpuh setelah seminggu yang lalu, yaitu 20 November 2013 rontok jadi sasaran serangan hacker Indonesia.

Selain itu, situs www.status.ws yang digunakan untuk mengecek apakah situs tersebut down hanya untuk pengguna tertentu saja atau semua pengakses, namun ternyata memang semua pengakses akan mendapatkan bahwa status dari situs ini adalah -1 alias server error.

Sebagaimana diketahui, penyerangan terhadap situs Polisi Federal Australia ini dilakukan oleh Hacker Anonymous Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Security Down Team. belum dapat dipastikan apakah rontoknya situs ini akan berkelanjutan atau Australia akan memindahkan IP address situs ini, sehingga akan kembali normal.

Serangan para peretas muda Indonesia ke situs Polisi Federal Australia ternyata menjadi berita di beberapa media Australia. Seperti ditulis di The Age, menurut Juru Bicara dari Polisi Federal, situs www.apf.gov.au masih berfungsi ketika mereka meninggalkan kantor. "Namun ketika kamis pagi, situs sudah down. Situs kemudian diperbaiki pada pukul 8.15 waktu setempat."

Menurut Juru Bicara tersebut, AFP akan menangani serangan kepada situs-situs pemerintah secara serius. "Individu yang terlibat dalam serangan cyber ini harus tahu bahwa mereka akan terkena kasus kriminal," katanya. Meski begitu, Polisi Federal menegaskan down nya situs tidak berdampak terhadap sistem teknologi informasi dan tidak ada informasi sensitif yang ditaruh dalam website tersebut.

Setelah dalam tiga minggu terakhir peretas Indonesia terus membombardir situs-situs pemerintahan Australia seperti ASIS, ASIO, Federal Police dan terakhir National Security Australia, ancaman giliran ancaman merusak situs Indonesia datang pihak 'lawan'.

Anonymous Australia dikabarkan akan menyerang laman resmi pemerintah Indonesia seperti www.indonesia.go.id, www.kpk.go.id, www.polri.go.id, www.garuda-indonesia.com dan sejumlah situs lainnya, terutama adalah situs berita online seperti detik.com, viva.co.id maupun jejaring sosial KasKus.com.

Serangan tersebut, menurut video yang disebar dengan akun Anon Au itu, akan dilakukan kalau sekelompok peretas yang mengatasnamakan dirinya sebagai "Anonymous Indonesia" terus menyerang situs-situ Australia, baik situs pemerintahan maupun badan intelijen Australia.

Dalam video berdurasi 1:04 menit tersebut, ancaman disampaikan dalam Bahasa Inggris. Walaupun video ini disebut sudah lama beredar, namun dari situs-situs yang telah dibuat down, ada kebenaran ancaman ini dengan situs-situs Indonesia yang jatuh seperti situs maskapai Garuda Indonesia, situs Kepolisian RI, dan meski tidak down, situs KPK juga kerap diserang dan untung saja tetap kuat menahan serangan. Situs-situs lainnya memang belum disentuh, namun bukan tidak mungkin akan menjadi target berikutnya.(mdk/nvl)


  Merdeka  

Selasa, 26 November 2013

Lima kesalahpahaman soal belanja online

http://www.depoknews.com/wp-content/uploads/2011/08/262450_253345804689892_100000434248041_902236_2032638_n.jpgPopularitas situs belanja online turut meningkat sejalan dengan tren e-Commerce global. Ini tidak terlepas dari peningkatan pemahaman masyarakat dalam menggunakan teknologi dan melihat keuntungan belanja online.

“Kami melihat bahwa online shopping menawarkan para pelanggannya kenyamanan dan kemudahan yang lebih, dalam memilih serta membandingkan barang belanjaan mereka,” kata Presiden Direktur PT Visa Indonesia Ellyana Fuad.

“Dengan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia, eCommerce memberikan kesempatan yang sangat besar, baik bagi para penjual dan pembeli di Indonesia,” lanjutnya.

Berdasarkan survey Visa, sekitar 76 persen responden mengaku pernah belanja online dalam kurun 12 bulan terakhir. Sayangnya, hampir setengah dari responden memiliki kekhawatiran yang sebenarnya merupakan kesalahpahaman terkait belanja online.

“Visa berusaha untuk meluruskan hal-hal ini dengan menjelaskan lima mitos utama dalam online shopping serta apa fakta yang sebenarnya terjadi di Indonesia”, jelas Elly.

1. Belanja di toko tradisional lebih nyaman ketimbang online

Fakta:
Dengan online shopping, kita dapat berbelanja dengan nyaman dari rumah, tidak perlu lagi bersusah payah menerobos kemacetan di Jakarta. Selain itu, online shopping juga menawarkan berbagai barang-barang menarik, bahkan yang tidak tersedia di toko tradisional. Buka selama 24 jam 7 hari seminggu, hanya dengan mengklik mouse komputer, Anda dapat melakukan transaksi, dimanapun dan kapanpun. Semua barang belanjaan tersebut juga dapat diantar langsung sampai ke rumah Anda.

2. Belanja online lebih mahal dibandingkan toko tradisional

Fakta:
Online shopping membuka akses kita ke pasar global, memberikan kebebasan dalam memilih barang. Ini bisa membantu kita untuk membandingkan berbagai produk, layanan dan harga dari beragam toko di seluruh dunia. Dan, pada akhirnya membantu kita dalam membuat keputusan membeli barang dengan harga terbaik.

3. Tidak bisa menggunakan kartu debit

Fakta:
Kartu debit Visa dari beberapa bank penerbit dapat digunakan dalam bertransaksi secara online, dengan keamanan yang sama dengan saat digunakan di transaksi lainnya. Kartu debit Visa juga dilengkapi dengan layanan Verified by Visa (VbV) sehingga keamanan dalam bertransaksi akan tetap terjaga.

4. Toko online di luar negeri tidak melayani pengiriman ke Indonesia

Fakta:
Terdapat banyak layanan jasa pengiriman seperti BorderFree, memiliki alamat di luar negeri, seperti di Amerika, Inggris, Jepang, atau Cina,. Retailer dapat mengirimkan barang belanjaan Anda ke alamat tersebut. Setelah sampai, barulah mereka akan mengumpulkan dan mengepak ulang barang belanjaan Anda untuk kemudian dikirimkan ke alamat tujuan akhir. Layanan pengiriman seperti ini dapat membantu Anda dalam menghemat biaya pengiriman barang belanjaan secara signifikan.

5. Belanja di toko online internasional kurang aman dan kurang nyaman

Fakta:
Online shopping membawa pasar global kehadapan kita. Membuat kita bisa memiliki banyak pilihan produk, diskon, dan promo yang tidak bisa ditemukan di toko-toko tradisional di Indonesia.(mdk/yud)

  Merdeka  

Senin, 11 November 2013

Situs Candi Baru Ditemukan di Gunung Penanggungan

Situs Candi Baru Ditemukan di Gunung PenanggunganPoster gerakan penyelamatan kawasan bekas Kota Kerajaan Majapahit "Save Trowulan" di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, (8/11). Trowulan termasuk situs yang terancam di dunia menurut World Monument Fund (WMF), organisasi internasional yang bergerak di bidang pelestarian warisan budaya. ANTARA/Ismar Patrizki

Surabaya - Sebuah situs yang diduga candi ditemukan di tebing Bukit Bekel, sebelah Timur Gunung Penanggungan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Keberadaan candi ini terungkap setelah terjadi kebakaran hutan di Bukit Bekel sekitar dua pekan lalu.

Tempo menyaksikan penemuan candi baru yang berada di bawah tebing batu menjulang di lereng barat Bukit Bekel ketika mengikuti rombongan Penanggungan Archeological Trail. Rombongan ini mendaki dan meninjau candi-candi pasca-kebakaran Penanggungan, 4-5 November 2013.

Pendakian dimulai pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB dari Universitas Surabaya Training Centre (UTC), Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Menurut pantauan Tempo di lokasi temuan, ditemukan beberapa struktur batu alam yang ditata secara rapi di bawah tebing batu. Terdapat pula teras berukuran kurang lebih 16 meter persegi. "Candi terbuat dari batu alam yang ditata rapi," kata Nigel Bullough, peneliti arkeologi berdarah Inggris yang telah memiliki nama Jawa, Hadi Sidomulyo, kepada Tempo. Hadi memastikan situs tersebut belum masuk dalam data 81 candi hasil penelitian Van Romondt pada 1951. 


  Tempo  

Kamis, 19 September 2013

Kominfo Tangkal Situs Berbau Terorisme

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengaku belum menerima laporan mengenai situs yang memuat 'panduan gerilya kota' di mana pembaca laman diajak untuk memerangi dan menggulingkan rezim kafir. Juru bicara Kominfo Gatot S Dewa Broto meminta publik melaporkan jika ada situs-situs yang dianggap berbau terorisme.

Kominfo, imbuhnya, tidak mungkin bisa mengawasi semua situs di jagat maya yang jumlahnya jutaan. Salah satu cara Kominfo mengawasi situs-situs itu adalah dengan melibatkan masyarakat pengguna internet. "Melalui posko pengaduan 24 jam. Kami akan periksa semua situs yang diadukan," jelas Gatot.

Jika ragu apakah sebuah situs mengandung unsur terorisme, Kominfo meminta pendapat dari organisasi masyarakat keagamaan atau instansi terkait. Namun, Gatot menjamin, prosedur ini tidak memakan waktu lama. "Kan kita juga perlu lihat apakah situs ini hanya berisi dakwah saja? Kalau hanya dakwah lalu kami tutup aksesnya, bisa digugat Kominfo," kata dia.

Cara yang sama juga dipakai Kominfo untuk menyisir situs berbau porno dan situs lain yang melanggar undang-undang. Selain itu, Kominfo juga bekerjasama dengan institusi terkait.

"Misalnya, BPOM. Mereka rajin mengirim situs-situs yang menjual kosmetik dan obat ilegal. Dalam hitungan jam, kami langsung tutup aksesnya," jelas Gatot.

Diberitakan sebelumnya, sebuah situs, scribd.com, memuat ''panduan gerilya kota." Laman itu juga memuat cara membuat bom.

Deputi I BNPT Bidang Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisasi, Agus Surya Bakti menilai panduan buku setebal 112 halaman itu bisa diunduh dengan mudah oleh siapa saja dan dikhawatirkan bisa melahirkan benih-benih baru terorisme di tanah air.

"Panduan itu mengkhawatirkan, karena bisa menginspirasi masyarakat. Seharusnya Pemerintah segera menutup akses (laman) tersebut," kata Agus SB.

Agus menambahkan, propaganda melalui internet merupakan strategi kelompok teroris. Menurut Agus, Pemerintah masih lamban dalam menangani permasalahan terorisme, apalagi propaganda yang mereka sebar melalui internet. "Itulah kelemahan kita (Pemerintah), begitu tahu baru ditangani," katanya.

Sementara itu, laman yang bisa dibaca secara cuma-cuma di scribd.com hanya pengantarnya, sedangkan untuk panduan teknis gerilya harus diunduh dengan membayar. Sekilas dengan membaca pengantarnya, panduan ini amat berbahaya bagi mereka yang mempunyai bibit ekstrem.


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More