blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label BUMS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUMS. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2026

Kemhan Kunker ke Galangan Kapal Nasional

Meninjau perkembangan bridge kapal KRI BPD 322 frigate pertama PAL (Ditjen Pothan)

Direkktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda TNI Sri Yanto, S.T., melaksanakan kunjungan kerja ke PT Teknik Tadakara Sumber Karya (TTS) dan galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya, dalam rangka meninjau progres daripada pembangunan Kapal Frigate Merah Putih TNI-AL yang merupakan salah satu program strategis dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.

Dalam kunjungan tersebut, Laksda TNI Sri Yanto, S.T., menegaskan pentingnya implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mekanisme self assessment sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas industri pertahanan nasional.

Setiap alutsista yang berhasil diselesaikan dan diserahkan kepada pengguna akan menjadi bagian dari realisasi pembangunan kekuatan pertahanan Republik Indonesia.

Melalui sinergi pemerintah dan industri pertahanan, pembangunan Frigate Merah Putih diharapkan mampu memperkuat kemandirian teknologi, meningkatkan daya saing industri nasional, serta mendukung terwujudnya postur pertahanan Indonesia yang tangguh.

  📝  Ditjen Pothan  

Kamis, 09 Juli 2026

Indonesia Sepakat Akuisisi Rudal Astra dari India

 Untuk mempersenjatai SU 30 TNI AUPesawat SU30 TNI AU dengan rudal Rusia (Dispenau)

Indonesia resmi menyepakati membeli rudal Astra dan rudal supersonik BrahMos dari India sebagai bagian dari penguatan kemitraan strategis dan pertahanan antara kedua negara.

Kesepakatan ini dicapai dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India, Narendra Modi, saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada 7 Juli 2026.

Total nilai paket kerja sama pertahanan yang mencakup pengadaan sistem rudal canggih ini, dilaporkan mencapai 630 juta USD (sekitar Rp 10,2 triliun).

 Rudal Udara ke Udara Jarak Jauh

Khusus untuk Astra, merupakan rudal udara ke udara jarak jauh melampaui cakrawala BVRAAM (Beyond-Visual-Range Air-to-Air Missile) pertama yang dikembangkan secara mandiri oleh India.

Rudal Astra dirancang oleh DRDO (Defence Research and Development Organisation) dan diproduksi oleh perusahaan pertahanan Bharat Dynamics Limited (BDL).

Rudal canggih ini dirancang khusus untuk melacak dan menghancurkan pesawat musuh yang memiliki kelincahan tinggi dari jarak jauh dengan tingkat akurasi presisi tinggi.

 Untuk Mempersenjatai Su-30

Saat ini tersedia dua varian utama, pertama Astra Mk-1, dengan jangkauan tembak efektif antara 80 hingga 110 km.

Rudal ini melaju dengan kecepatan maksimum 4,5 Mach dan dilengkapi pemandu Terminal Active Radar Homing.

Varian kedua Astra Mk-2, merupakan generasi terbaru yang sedang dipercepat proses pengembangannya oleh DRDO.

Astra Mk-2 memiliki jangkauan serang yang ditingkatkan, mampu memburu pesawat musuh hingga jarak 160–240 km.

Sejak awal rudal Astra dirancang agar kompatibel dengan berbagai jet tempur mutakhir milik Angkatan Udara India dan Angkatan Laut India, termasuk Sukhoi Su-30MKI, HAL Tejas, dan MiG-29K.

Di Indonesia, rudal ini rencananya akan diintegrasikan pada jet tempur Sukhoi Su-30 TNI Angkatan Udara yang dioperasikan oleh Skadron Udara 11. (RBS)

  ✈️
Airspace Review   

Prabowo dan Modi Sepakati 16 MoU

 Termasuk soal Rudal Supersonic BrahMos Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (6/7/2026) (antara)

Pertemuan Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menghasilkan 16 kesepakatan.

Salah satunya kerja sama terkait rudal jelajah supersonik BrahMos.

"Kami yakin kesepakatan-kesepakatan tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi hasil dan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara," kata Prabowo saat memberikan keterangan pers bersama PM Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Dokumen kerja sama yang diteken di hadapan Prabowo dan Modi itu antara lain perpanjangan perjanjian kerangka kerja antara Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia dan Indian Space Research Organisation mengenai eksplorasi dan pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai.

Selain itu, Indonesia dan India mengumumkan 15 dokumen lainnya yang mencakup kerja sama di sejumlah bidang strategis, dari pertahanan, energi, kesehatan, kebudayaan, hingga teknologi. Berikut ini rinciannya:

1. Perpanjangan Framework Agreement antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia dan Indian Space Research Organisation (ISRO) tentang kerja sama dalam eksplorasi dan pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai.
2. Perpanjangan protokol Nota Kesepahaman tentang kerja sama keselamatan dan keamanan maritim.
3. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang penanggulangan bencana.
4. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang mineral dan teknologi untuk rantai pasok baja.
5. Pengaturan Pelaksanaan (Implementing Arrangement) mengenai kolaborasi tenaga kesehatan.
6. Letter of Intent (LoI) untuk konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan, Indonesia.
7. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang telekomunikasi, teknologi, dan layanan.
8. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang regulasi produk medis.
9. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang pertanian.
10. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang pengelolaan dan pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemilu.
11. Nota Kesepahaman tentang kerja sama penelitian, teknologi, dan inovasi.
12. Penandatanganan kontrak sistem pertahanan rudal BrahMos antara BrahMos dan Kementerian Pertahanan.
13. Perjanjian kerja sama rudal udara-ke-udara antara Bharat Dynamics dan Republic Corp.
14. Nota Kesepahaman antara Non-Ferrous Materials Technology Development Centre, MIDWEST Ltd., dan PT Perusahaan Mineral Nasional.
15. Strategic Joint Venture antara Steel Authority of India dan PT Krakatau Steel.
16. Nota Kesepahaman antara Indian Institute of Management Bangalore dan PT Inteligensia Grahatama. (eva/haf)

  🚀 
detik  

Selasa, 07 Juli 2026

Prabowo dan PM Modi Saksikan Kontrak Pembelian Rudal Brahmos

 Juga diteken kerja sama pertahanan produksi rudal AAM antara Bharat Dynamics dan Republikorp Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (6/7/2026) (antara)

Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menyaksikan kontrak penandantangan pembelian rudal Brahmos di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Kontrak itu diteken antara Brahmos Aerospace dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI.

Selain itu, juga diteken kerja sama pertahanan produksi rudal udara ke udara antara Bharat Dynamics Limited dan Republikorp.

Presiden RI Prabowo menjelaskan, kedua pihak sepakat semakin memperkuat kemitraan melalui peningkatan intenstitas kunjungan tingkat tinggi.

"Koordinasi lebih erat melalui konsultasi bilateral dan penguatan kerja sama antarlembaga, termasuk lembaga think tank dan parliamentary friendship group yang baru dibentuk," kata Prabowo.

Sementara PM Modi menjelaskan, kerja sama angkasa antara India dan Indonesia akan membawa manfaat besar bagi kedua negara. "Kita juga akan kerja sama meningkatkan teknologi dan kapasitas," kata Modi.

Dia juga menyampaikan, India dan Indonesia menjalin kemitraan baru terkait baja dan tanah jarang. "Kami juga sangat senang sistem pembayaran di India akan diimplementasikan di Indonesia. Ini akan semakin memudahkan pembayaran," ujar Modi.

Sebelumnya, iring-iringan kendaraan PM Modi memasuki halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat sekitar pukul 10.23 WIB. Dia dikawal 17 motoris dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan 120 pasukan berkuda.

Presiden Prabowo yang telah berada di Serambi Barat Istana Merdeka lalu menyambut langsung ketibaan PM Modi setelah turun dari kendaraan yang ditumpanginya. Kedua pemimpin negara saling bersalaman dan berpelukan lalu menuju beranda Istana Merdeka.

Upacara penyambutan diawali dengan dikumandangkan lagu kebangsaan kedua negara, yaitu lagu kebangsaan India dan dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia, "Indonesia Raya". Setelah itu, Prabowo memperkenalkan delegasi dari Indonesia yang turut mendampinginya.

Di antaranya, Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Prabowo kemudian mempersilakan PM Modi memasuki Ruang Kredensial untuk melakukan sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan kedua negara.

Selanjutnya, keduanya melangsungkan pertemuan empat mata di ruang kerja RI 1, dilanjutkan pertemuan bilateral, jamuan kenegaraan di Istana Negara, serta ditutup dengan pernyataan bersama.

  🚀 
Republika  

Minggu, 05 Juli 2026

[Video] Membangun Kedaulatan Bawah Laut

  👷  ToT Scorpène dan Masa Depan Industri Kapal Selam Indonesia 
https://www.navalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/Examples-of-Indonesian-companies-other-than-PT-PAL-that-will-participate-in-the-project.-PT-PAL-picture-scaled.jpg.webpPT PAL menggandeng perusahaan Lokal dalam membangun kapal selam Scorpene ( PAL)

K
apal selam merupakan salah satu instrumen strategis paling penting dalam pertahanan maritim modern.

Namun, bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, pembangunan kapal selam tidak hanya berbicara mengenai penambahan alutsista, melainkan juga tentang penguasaan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kemandirian industri pertahanan nasional.

Dalam episode Defense Talk kali ini, Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengulas perkembangan program pembangunan kapal selam Scorpène Evolved yang saat ini memasuki tahap pra-produksi melalui kerja sama dengan Naval Group, Prancis.

Diskusi membahas berbagai aspek penting, mulai dari tahapan pembangunan, proses transfer teknologi, keterlibatan insinyur Indonesia di Prancis, hingga penguasaan teknologi konstruksi lambung kapal selam.

Lebih jauh, perbincangan ini mengajak publik memahami bahwa nilai strategis program Scorpène tidak hanya terletak pada kapal yang akan dihasilkan, tetapi juga pada kemampuan industri nasional untuk menguasai teknologi yang selama ini hanya dimiliki segelintir negara.

Di balik proyek ini, Indonesia tengah membangun fondasi menuju ekosistem industri pertahanan yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan mampu mendukung kebutuhan pertahanan nasional dalam jangka panjang.

 Berikut video dari IDefenseMagz : 


   🎥  Youtube    

Sabtu, 04 Juli 2026

[Video] PT PAL Kembali Ekspor Kapal ke Filipina

  👷  Kapal Landing Dock generasi terbaru PAL 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLsXrk6gMzv0iNohbvHBysyEQfw4gEQUBHGSMdRk2r5l7dSjcyf6nFKexm1klmU-5OLrUF9MTvqxdCN-Pimagwrqe8VJD8PfX_yqke3XXFaaEUy-QStqCFBZB-Io4FJ1uGcCbYtNZzB6RgvP0_L1z1t0DqY0pOMTwNdYOIsDO-gws_YBWmxQSE7Q9y8_fq/s1280/IMG_0654.jpegKapal  Landing Dock 603 pesanan Filipina (PAL)

K
apal Landing Dock pesanan Filipina telah diluncurkan akhir bulan Juni di Surabaya, yang dibangun dalam waktu kurang lebih 6 bulan.

Unit pertama kapal LD generasi terbaru pesanan Philippine Navy dinamakan BRP Ilocos Norte, diluncurkan pada 30 Juni 2026 di galangan PT PAL Surabaya.

Kapal sepanjang 124 meter itu menjadi bagian dari kontrak lanjutan atau repeat order setelah keberhasilan PT PAL membangun kapal Strategic Sealift Vessel (SSV) BRP Tarlac dan BRP Davao del Sur yang saat ini telah menjadi tulang punggung operasi amfibi Angkatan Laut Filipina.

 Berikut video dari PAL Indonesia :



   🎥  Youtube    

Jumat, 03 Juli 2026

Konstruksi Lokal Pertama Scorpène Evolved Akan Dimulai Bulan Ini di Indonesia

  👷 🤝 Dengan menggandeng perusahaan lokal PT PAL kerjasama dengan perusahaan lokal dalam membangun kapal selam di Surabaya ( Naval News)

P ada tanggal 2 Juli, PT PAL Indonesia dan Naval Group menyelenggarakan tur pers ke fasilitas konstruksi dan pemeliharaan kapal selam PT PAL di Surabaya, Jawa Timur, untuk memamerkan persiapan dimulainya pembangunan dua kapal selam Scorpène Evolved untuk Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) di bawah program Scorpène Republik Indonesia (SRI).

Kunjungan tersebut menyoroti kemajuan yang telah dicapai kedua perusahaan dalam hal infrastruktur, pelatihan tenaga kerja, dan kesiapan produksi seiring Indonesia semakin mendekati pembangunan kapal selam rancangan Prancis tersebut di dalam negeri.

Direktur Program Naval Group SRI, Vincent Vimont, mengungkapkan bahwa pemotongan baja pertama untuk kapal selam Scorpène utama akan dilakukan bulan ini, dengan pengujian dan uji coba laut dijadwalkan antara tahun 2030 dan 2032 sebelum pengiriman pada tahun 2032.

Pembangunan kapal selam kedua dijadwalkan dimulai pada tahun 2027, diikuti oleh pengujian dan uji coba laut antara tahun 2031 dan 2033, dengan pengiriman direncanakan pada tahun 2033.

Seperti yang dilaporkan Naval News sebelumnya pada tahun 2024, PT PAL akan membangun kedua kapal selam tersebut secara paralel, dengan jeda satu tahun di antaranya. PT PAL juga menyatakan bahwa jadwal tersebut dapat dipercepat jika pembangunan berjalan lancar.

Kedua perusahaan tersebut mengatakan proyek ini akan menciptakan sekitar 2.250 lapangan kerja, termasuk peran dalam layanan pendukung dan pemeliharaan pasca-pengiriman. Mereka menambahkan bahwa pesanan lebih lanjut untuk kapal selam Scorpène akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja lagi.

Selain itu, Naval Group mengatakan timnya dalam program di Indonesia mencakup personel yang sebelumnya mendukung produksi lokal Scorpène di India dan Brasil, sehingga Indonesia dapat mengambil manfaat dari pelajaran yang diperoleh dari kedua negara tersebut.

Menurut Kepala Divisi Kapal Selam PT PAL, Agus Rifai, ruang produksi yang dimiliki perusahaan saat ini dapat mendukung pembangunan atau pemeliharaan (MRO) hingga empat kapal selam Scorpène secara bersamaan.

Ia menambahkan bahwa PT PAL juga akan menggunakan peralatan, fasilitas, dan pengalaman dari program kapal selam Tipe-209 sebelumnya untuk proyek Scorpène.

 Teknologi, Sensor dan Senjata

Naval Group mengatakan kapal selam tersebut akan dilengkapi teknologi peredaman akustik yang serupa dengan yang digunakan pada kapal selam rudal balistik nuklir (SSBN) Prancis.

Desainnya juga akan mencakup sistem tempur SUBTICS, sensor akustik dan non-akustik yang terintegrasi penuh, rangkaian sonar yang disempurnakan dengan susunan planar, dan pemrosesan sinyal tingkat lanjut.

Dengan konfigurasi baterai lithium-ion penuh, kapal selam ini akan memiliki daya tahan misi hingga 80 hari.

Kapal selam tersebut akan mampu membawa muatan campuran hingga 18 torpedo kelas berat dan rudal SM39 Exocet. Menanggapi pertanyaan dari Naval News, Naval Group mengkonfirmasi bahwa Scorpène Evolved akan mampu menembakkan rudal Exocet generasi berikutnya yang diluncurkan dari kapal selam, yaitu SM40, yang saat ini sedang dikembangkan oleh MBDA.

Selain itu, selama tur pers, terungkap bahwa Angkatan Laut Indonesia bergabung dengan Scorpène Club pada tahun 2025, menjadi anggota terbaru bersama Brasil, Chili, India, dan Malaysia.

 Potensi Ekspor dan Kerjasama

Direktur Program PT PAL RDI, Laksamana Madya (Purn.) Wiranto, yang pernah bertugas di kapal selam kelas Whiskey dan Tipe-209 Angkatan Laut Indonesia, mengatakan bahwa proyek Scorpène Evolved merupakan bagian dari Fase II Program Penguasaan Teknologi Kapal Selam Nasional Indonesia, yang bertujuan untuk memungkinkan negara ini merancang, membangun, dan akhirnya mengekspor kapal selam buatan dalam negerinya sendiri antara tahun 2042 dan 2050.

PT PAL dan Naval Group mengungkapkan bahwa mereka telah membahas kemungkinan menggunakan Indonesia sebagai lokasi produksi bersama untuk kapal selam Scorpène yang dipesan oleh negara lain, serta sebagai pusat pekerjaan MRO (
Maintenance, Repair, and Overhaul) pada armada Scorpène angkatan laut negara lain.

Namun, menanggapi pertanyaan Naval News , Naval Group mengatakan bahwa kerja sama tersebut memerlukan perjanjian formal baru, karena kontrak saat ini tidak memberikan hak kepada Indonesia untuk memasarkan atau menjual Scorpène ke negara ketiga.

Perwakilan PT PAL dan Naval Group mengatakan bahwa mereka sedang menjajaki kerja sama yang lebih luas di luar program Scorpène, karena Naval Group juga telah menawarkan produk lain, termasuk transfer teknologi terkait sistem senjata seperti rudal dan torpedo.

Mengenai kemungkinan Indonesia memesan kapal selam Scorpène Evolved tambahan, kedua perusahaan tersebut mengkonfirmasi bahwa negosiasi masih berlangsung. (*)


   👷  Naval News   

Selasa, 30 Juni 2026

PT PAL Serah Terimakan Kapal Landing Dock ke-3 Pesanan AL Filipina

 👷 Dibangun dalam waktu 6 bulan Kapal Landing Dock ke-3 Pesanan AL Filipina diluncurkan di Surabaya (KERIS reborn)

PT PAL Indonesia resmi meluncurkan sekaligus menyerahterimakan kapal ekspor Landing Dock (LD) Philippines #1 (LD-603) kepada Angkatan Laut Filipina. Seremoni penyerahan alutsista strategis ini berlangsung di Graving Dock 50.000 DWT 'Orca', kawasan PT PAL Indonesia Ujung, Surabaya, Selasa (30/6/2026) malam.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 19.30 WIB, acara serah terima kapal sepanjang 124 meter tersebut dihadiri oleh belasan perwakilan Flag Officer in Command of The Philippine Navy, jajaran direksi PT PAL, serta perwakilan dari Danantara. Pelepasan kapal hasil produksi anak bangsa ini juga dimeriahkan dengan pesta kembang api.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menegaskan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem industri maritim nasional.

Dalam proyek kapal LD-603 ini, PT PAL melibatkan berbagai industri dalam negeri, baik sektor BUMN maupun swasta, untuk memasok komponen kapal guna mendongkrak nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Kaharuddin juga menjelaskan bahwa proses produksi di dalam dok (dock time) berhasil dipangkas secara signifikan berkat percepatan manajemen.

"Sehingga waktu di dalam dok atau dock time-nya hanya 6 bulan kita bisa launching. Kapal ini memiliki fungsi yang bermacam-macam. Selain support untuk peperangan, tapi sekaligus support ketika kondisi bencana, mobilisasi tentara, evakuasi korban, hingga pengiriman logistik dalam jumlah besar," ujar Kaharuddin, Selasa (30/6/2026).

Kapal LD-603 ini merupakan kapal ketiga yang diproduksi PT PAL untuk Filipina. Kaharuddin menambahkan, kapal keempat (LD-604) ditargetkan akan diluncurkan pada tahun ini juga.

Sementara itu, Flag Officer in Command (FOIC) of The Philippine Navy, Vice Admiral Jose Ma Ambrosio Q. Ezpeleta, menyatakan bahwa kedatangan kapal LD-603 ini sudah sangat dinantikan oleh rakyat dan militer Filipina.

Sebagai sesama negara kepulauan yang rawan bencana alam, kapal multi-fungsi ini dinilai sangat krusial untuk mendukung misi kemanusiaan dan distribusi logistik ke wilayah terpencil.

"Kami sangat puas dengan kinerja Landing Dock yang kami miliki sebelumnya, hasilnya sangat berguna dan efektif. Itulah mengapa kami sangat menantikan kedatangan kapal LD-603 dan 604 ini," kata Jose.

Meski belum mengumumkan nama resmi untuk kapal LD-603 tersebut, Jose menegaskan bahwa Angkatan Laut Filipina memandang PT PAL Indonesia sebagai mitra senior yang tepercaya dan tidak meragukan kualitas produksi galangan kapal asal Surabaya tersebut. (prf/adq)

 👷  detik  

Minggu, 21 Juni 2026

Roket WAFAR RD70 Karya Anak Bangsa di Uji Coba di Tepi Laut Selatan

🚀 Produksi PTDI bersama PT SAS Roket Wafar RD70 (dispen Kormar)

Komandan Pasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto menyaksikan uji coba penembakan roket Wrap Around Fin Aerial Rocket (Wafar) RD70 di Lapangan Tembak Nanggala Depohar 60 Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Kamis (18/06/2026)

Roket Wafar RD70 merupakan karya anak bangsa, diproduksi dan dikembangkan oleh PT Dirgantara Indonesia.

Komoditas ini merupakan bagian vital dari alutsista TNI dan sedang dikembangkan menuju kemandirian penuh melalui proyek roket berpemandu.

Roket produksi PT Dirgantara Indonesia dirancang untuk memenuhi kebutuhan pertahanan nasional.

Dengan teknologi canggih, roket ini memiliki daya ledak tinggi dan presisi yang akurat, menjadikannya efektif untuk operasi militer dalam berbagai kondisi medan. PTDI memastikan bahwa setiap roket diproduksi dengan standar kualitas tinggi 

  🚀  Pelopor Wiratama  

Sabtu, 20 Juni 2026

Fincantieri–Republikorp Tandatangani Kesepakatan Kerjasama

 Buka peluang transfer teknologi perkapalan @ Eurosatory 2026 di Paris

Industri perkapalan nasional berpotensi mendapatkan tambahan investasi dan transfer teknologi setelah perusahaan galangan kapal asal Italia, Fincantieri, menjalin kemitraan strategis dengan Republikorp melalui anak usahanya PT Republik Palindo Internasional (RPAL).

Kerja sama tersebut membuka peluang pembangunan berbagai kapal angkatan laut di Indonesia.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) yang menjadi landasan awal pembentukan joint venture antara kedua perusahaan.

Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat industri perkapalan nasional sekaligus memperluas kerja sama industri maritim antara Indonesia dan Italia dalam jangka panjang.

Chief Executive Officer dan Managing Director Fincantieri Pierroberto Folgiero mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah lanjutan dalam memperkuat hubungan strategis jangka panjang perusahaan dengan Indonesia.

Menurutnya, pengalaman Fincantieri dalam pembangunan kapal angkatan laut dan integrasi sistem dapat mendukung pengembangan kemampuan industri nasional dan ekosistem maritim yang lebih kuat.

"Berbekal pengalaman kami dalam pembangunan kapal angkatan laut dan integrasi sistem yang kompleks, kami berkomitmen mendukung pengembangan kemampuan industri nasional serta berkontribusi pada terciptanya ekosistem maritim yang lebih tangguhInisiatif ini juga mencerminkan komitmen kami untuk mendukung pengembangan kapabilitas industri yang berkelanjutan di Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (19/6).

Dalam kerja sama tersebut, joint venture yang direncanakan akan fokus pada pembangunan berbagai platform maritim di dalam negeri, mulai dari Landing Platform Dock (LPD), Landing Helicopter Dock (LHD), fregat dan korvet multi-misi, kapal patroli lepas pantai atau Offshore Patrol Vessel (OPV), kapal serang cepat hingga kapal selam.

Selain meningkatkan kapasitas produksi kapal, kemitraan ini juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan industri nasional melalui transfer teknologi dan pertukaran pengetahuan.

Program yang dirancang mencakup pengembangan kompetensi di bidang rekayasa, desain, integrasi sistem, hingga proses produksi melalui pelatihan dan kerja sama teknis yang terstruktur.

Chairman Republikorp Group Norman Joesoef mengatakan penjajakan kemitraan tersebut mencerminkan upaya untuk mendorong kemandirian industri pertahanan nasional melalui kolaborasi dengan mitra global.

Menurutnya, kerja sama itu juga membuka peluang pengembangan talenta Indonesia sekaligus memperkuat kemampuan maritim nasional.

"Bersama Fincantieri, kami melihat peluang untuk memperkuat kemampuan maritim nasional, mengembangkan talenta Indonesia, serta berkontribusi dalam membangun ekosistem pertahanan kawasan yang lebih tangguh,” tutup Norman.

  🤝  Kontan  

Senin, 15 Juni 2026

Infoglobal Dapatkan Kontrak Ekspor Avionik C-130 Hercules AU Bangladesh

 Infoglobal berhasil mendapatkan pesanan 6 unit EFD-5.5 ke Bangladesh ( Infoglobal))

Pada 11 Juni 2026 di Dhaka, Bangladesh, Infoglobal resmi menandatangani kontrak ekspor avionik untuk pesawat C-130 milik Angkatan Udara Bangladesh.

Melalui kontrak ini, Infoglobal akan mengekspor 6 unit Electronic Flight Display 5.5 (EFD-5.5), sebuah instrumen avionik yang menyediakan informasi penerbangan utama bagi pilot untuk meningkatkan keselamatan, kesadaran situasional, dan efektivitas operasi pesawat.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa teknologi avionik yang dikembangkan dan diproduksi di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pengguna internasional serta bersaing di pasar global.

Kontrak ini juga memperkuat rekam jejak ekspor Infoglobal sekaligus menjadi langkah penting dalam memperluas kehadiran teknologi pertahanan Indonesia di dunia.

Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Infoglobal. Kami akan terus berinovasi untuk menghadirkan solusi avionik dan teknologi pertahanan yang andal bagi pengguna di dalam maupun luar negeri.
 

  ✈️  Infoglobal  

Senin, 08 Juni 2026

Batam Sambut Delegasi Militer 19 Negara

 Intip Industri Galangan Kapal Nasional https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1UCNN7HPJU9LXLNSAWdqzQXtFQUZDwRkrtJZPl3hPt-pXc9-TijEGg1vq5d2ebRyfeX7Up7-G7mjmx8oU_uIEVeCkMncUF_UFeVQNjEZJyQM9zIbe1V6uN2uIXPcjg5PkzEaaJaBo0DFPONnqFIJVzlW_mpZLtRYsPfkUFp2qr39p6ckSB2tbjEDaWsw/s1280/FB_IMG_1776743894473.jpgGalangan kapal di Batam (Keris reborn fb)

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota (Walkot) Batam Li Claudia Chandra menerima kunjungan kehormatan 22 atase pertahanan yang berasal dari 19 negara sahabat dalam rangkaian Defence Attache Tour 2026 di Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan itu menjadi momentum untuk mengenalkan posisi strategis Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, pusat investasi, serta wilayah perbatasan yang berperan penting dalam mendukung stabilitas dan kerja sama.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) itu juga merupakan agenda tahunan untuk memperkenalkan perkembangan industri pertahanan nasional, khususnya sektor galangan kapal.

Adapun negara yang berpartisipasi adalah Rusia, Brunei Darussalam, Prancis, Selandia Baru, Inggris, Kenya, Laos, Pakistan, Jepang, Myanmar, Jerman, Polandia, Uni Emirat Arab, Serbia, China, Yordania, Australia, dan Maroko. Li Claudia Chandra pun mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Batam sebagai salah satu tujuan kunjungan para atase pertahanan negara sahabat.

Li Claudia menjelaskan, Batam memiliki posisi strategis sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga. Kondisi tersebut menjadikan aspek keamanan sebagai faktor penting dalam mendukung pertumbuhan investasi dan pembangunan daerah.

 Stabilitas dan keamanan kawasan

Kepala Delegasi Kemenhan Troy Hutagalung mengatakan, pihaknya mendampingi 22 atase pertahanan dari 19 negara sahabat yang mengikuti program tersebut.

Troy menjelaskan, para atase pertahanan memiliki peran penting sebagai mitra bilateral dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan.

Oleh karena itu, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan kemampuan industri pertahanan nasional, tetapi juga mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama antarnegara. (ADV)

   Kompas  

Jumat, 05 Juni 2026

Indonesia-Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat

  Di sepakati di Moskow Indonesia-Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat (ist)

Pemerintah Indonesia dan Rusia menyepakati perluasan kerja sama infrastruktur maritim antara kedua negara.

Kesepakatan ini dicapai dalam agenda Konsultasi Bilateral Kedua antara Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dengan Penasihat Presiden sekaligus Ketua Dewan Maritim Rusia, Nikolai Patrushev, di Moskow, Senin, 1 Juni 2026.

Pertemuan ini menitikberatkan pada realisasi sejumlah rencana proyek strategis.

Di sektor energi dan manufaktur, PT PAL Indonesia dan perusahaan pelat merah Rusia, Rosatom, tengah merampungkan nota kesepahaman untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terapung (Floating Nuclear Power Plant/FNPP), menyusul penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) pada April 2026.

Pada sektor galangan dan logistik, PT PAL juga mematangkan kerja sama pembuatan kapal dengan Ak Bars Shipbuilding Corporation. Sementara itu, PT Pelindo tengah menindaklanjuti pengembangan armada kapal berkecepatan tinggi bersama Cifrex.

Dari sisi pemenuhan tenaga kerja, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI sedang menyiapkan skema pengiriman tenaga terampil dari sektor galangan kapal ke Rusia.

AHY menegaskan, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kebutuhan mendesak atas integrasi konektivitas antarmoda guna menekan tingginya biaya logistik nasional. Pengalaman Rusia di bidang teknologi maritim dan transportasi dinilai sejalan dengan kebutuhan infrastruktur Nusantara.

Guna memastikan seluruh rencana kerja tersebut tidak mandek, Indonesia dan Rusia resmi membentuk tiga kelompok kerja (Pokja) operasional. Pokja pertama ditugaskan untuk memacu pengembangan industri galangan kapal dan pelabuhan yang berkelanjutan.

Pokja kedua mengatur tata kelola sumber daya kelautan dan perikanan. Sedangkan Pokja ketiga difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, riset, serta pelatihan maritim.

Rangkaian kesepakatan ini merupakan manifestasi langsung dari Deklarasi Kemitraan Strategis yang sebelumnya disahkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada Juni 2025.

  🤝 
Sindonews  

Kamis, 04 Juni 2026

Republikorp-Barzan Holdings Kerja Sama Pertahanan

  Mulai Senjata hingga Kapal Selam Mini (ist)

Republikorp dan Barzan Holdings menandatangani perjanjian Joint Venture strategis di Jakarta. Perjanjian ini menandai tonggak penting dalam penguatan kerja sama industri pertahanan antara Indonesia dan Qatar.

Perjanjian tersebut ditandatangani Founder Republikorp Norman Joesoef, dan Chief Executive Officer Barzan Holdings Mohamed Alsadah. Penandatanganan ini disaksikan Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, serta Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Negara Qatar, H.E. Sheikh Saoud Al Thani.

Founder Republikorp Norman Joesoef mengatakan, perjanjian Joint Venture ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang sebelumnya telah terjalin antara Republikorp dan Barzan Holdings, perusahaan industri pertahanan milik negara Qatar pada 20 Januari 2026 dalam ajang Doha International Maritime Defence Exhibition & Conference (DIMDEX) 2026.

Perjanjian Joint Venture ini menjadi landasan pembentukan Republik Barzan, sebuah entitas strategis yang dibentuk untuk mendorong kolaborasi industri pertahanan antara Indonesia dan Qatar.

Melalui Republik Barzan, Republikorp dan Barzan Holdings akan mengembangkan kapabilitas industri dan produksi strategis pada sejumlah sektor pertahanan utama, termasuk senjata ringan, kapal tanpa awak permukaan (unmanned surface vessels), kapal selam mini (midget submarines), serta berbagai teknologi pertahanan canggih lainnya,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kapasitas industri pertahanan, mempercepat kolaborasi teknologi, serta mendukung kerja sama strategis jangka panjang antara dua negara.

 ⚓️  Sindonews  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More