blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label USV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label USV. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Februari 2025

Milanion dan Republikorp (RDI) Akan Memasok Kapal USV untuk TNI AL

 Unmanned Surface Vessel 20 meter (Global Defence Insight)

Kemitraan ini telah berkomitmen untuk mengirimkan lima Unmanned Surface Vessel (USV) 20 meter pertama dengan mengintegrasikan Autonomous Conversion Kit canggih Milanion.

Tim gabungan akan bekerja sama erat dengan galangan kapal lokal Indonesia yang telah ditugaskan untuk merancang, membangun, dan memasok kapal, sesuai spesifikasi pelanggan, untuk menyesuaikan dan mengintegrasikan solusi kit konversi canggih guna memenuhi persyaratan pelanggan.

Ilustrasi Unmanned Surface Vessel [© Republikorp]
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Davinder Dogra, CEO Milanion Group, dan Norman Joesoef, CEO Republikorp di IDEX 2025, yang diadakan di ADNEC, Abu Dhabi, tempat Milanion memamerkan berbagai solusi pertahanan dan keamanan yang canggih.

Berdasarkan perjanjian yang baru ditandatangani, kedua perusahaan berkomitmen untuk memperluas kolaborasi mereka dan membangun kerangka kerja untuk mengeksplorasi peluang potensial di Indonesia untuk solusi yang sangat mobile dan canggih, yang disesuaikan dengan persyaratan operasional lokal.

CEO Milanion, Davinder Dogra mengatakan, “Kolaborasi ini merupakan bukti kekuatan pelengkap dari kedua perusahaan kami dan hubungan kami yang terus berkembang akan membuka peluang di domain maritim, darat, dan udara tri-layanan.

Kami yakin bahwa kami dapat menciptakan solusi baru dan inovatif yang akan meningkatkan kemampuan pelanggan berdasarkan kebutuhan lokal.

  🛥 Joint Forces  

Sabtu, 04 Maret 2023

Proyek Kedepan PAL Indonesia

⚓️ Menampilkan kapabilitas dan inovasi Miniatur LPD 163 m desain PAL Indonesia dipesan UEA. (TvOne)

PT PAL Indonesia telah menandatangani berbagai perjanjian kerja sama strategis dengan berbagai negara.

Pada bulan lalu di Abu Dahbi, PAL Indonesia telah menyetujui kerjasama dengan perusahaan UEA dalam pengembangan alutsista, seperti diungkap CEO PAL, Kaharuddin Djenot.

Perusahaan strategis UEA mendanai program pemesana kapal LPD 163 meter desain PAL dengan opsi pengembangan lebih lanjut sesuai kebutuhan militer negeri UEA.

Kerjasama ini menjadi titik awal kerja sama pengembangan alutsista dengan Uni Emirat Arab,” tutur Kaharuddin Djenod.

Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada combat management system & integration, melainkan juga memberikan ruang berkembang bagi kedua belah pihak, khususnya PT PAL Indonesia untuk mengembangkan desain, pengembangan underwater vehicles, dan submarines, serta unmanned surface vehicle.

Sebelumnya juga di kabarkan dari negeri tetangga, Filipina juga telah memesan Strategic Sealift Vessel (SSV) 123 meter pada bulan Juni tahun 2022 sebanyak 2 unit, yang mana diminta ada perubahan minor pada platform kapal sesuai kebutuhan militer Filipina.

Nantinya kapal SSV ini diharapkan akan siap bertugas hingga sea state 6, serta kapabilitas pengoperasian perlengkapan fasilitas kapal pada sea state 4.

Upacara cutting steel atau pemotongan baja kapal frigate Merah Putih yang dilakukan di galangan kapal PT PAL Surabaya. (Ist)

Selain itu PAL Indonesia juga akan memproduksi kapal frigate Merah Putih kerjasama dengan perusahhan Inggris, Babcock.

CEO PT PAL Kaharuddin Djenod mengatakan kepada Jane's, proyek frigate Merah Putih merupakan cermin bahwa status kapal perang tersebut buatan lokal.

Dia pun memastikan seperti diberitakan sindonews, bahwa frigate akan mempunyai panjang 140 meter, bukan lagi 143 meter dan bukan juga 138 meter sebagai varian yang identik Iver Huitfeldt milik AL Denmark.

Proyek frigate Merah Putih disebut sebagai milestone Indonesia menapak level baru dalam kapasitas membangun kapal perang sekaligus kekuatan matra laut.

Dari sisi kapasitas knowledge, PT PAL memang pernah membangun light frigate / PKR 105 kerjasama dengan Damen, tapi prosesnya lebih banyak dilakukan perusahaan asal Belanda, dan hanya sebagian yang dibangun di Tanah Air.

  Focus Group Discussion PAL 
Desain PAL kapal dengan panjng 106 meter (Defend.id)

Pada forum yang di selenggarakan PAL, Focus Group Discussion (FGD), potensi besar dunia maritim Indonesia, CEO PAL mengatakan nantinya UEA akan memesan kembali LPD batch kedua desain PAL.

Selain itu juga akan memesan kapal BRS (Bantuan Rumah Sakit) dan 4 unit kapal Korvet dengan nilai billion dollar.

Juga dalam video yang beredar, nantinya PAL akan menampilkan desain kapal induk Merah Putih, menurut CEO PAL, desain kapal tersebut akan di publikasikan bulan Agustus tahun ini.

Dari berbagai proyek PAL ini, diharapkan menjadikan industri pertahanan yang berlokasi di Surabaya ini dapat menyelesaikan pesanan tepat waktu dan berkualitas.

 ✪ 
Garuda Militer  

Jumat, 03 Maret 2023

PT PAL Tandatangani Kerja Sama Bidang Alutsista dengan Perusahaan UEA

⚓️ IDEX 2023 Abu Dhabi Penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT PAL Indonesia dengan perusahaan Uni Emirat Arab (UEA) Marakeb Technologies LLC. (PAL Indonesia)

PT PAL Indonesia tandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan perusahaan lokal Uni Emirat Arab (UEA) Marakeb Technologies LLC di bidang sistem persenjataan untuk proyek Kapal Landing Platform Dock (LPD).

Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan oleh Kaharuddin Djenod CEO PT PAL Indonesia dan Basel Shuhaiber CEO Marakeb Technologies LLC di hari kedua pameran bertajuk International Defence Exhibition & Conference (IDEX) 2023 di Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC) UEA yang diikuti oleh PT PAL Indonesia.

Kerjasama ini menjadi titik awal kerja sama pengembangan alutsista dengan Uni Emirat Arab,” tutur Kaharuddin Djenod.

Pemerintah Indonesia memiliki peran yang sangat besar dalam pencapaian global PT PAL Indonesia. Kerja sama bilateral tersebut dapat terwujud karena adanya hubungan diplomasi yang terjalin sangat baik antara Indonesia dengan UEA.

Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada combat management system & integration, melainkan juga memberikan ruang berkembang bagi kedua belah pihak, khususnya PT PAL Indonesia untuk mengembangkan desain, pengembangan underwater vehicles, dan submarines, serta unmanned surface vehicle.

Selain itu, dengan adanya kerja sama ini akan memperkuat proyek-proyek strategis di wilayah Indonesia, UAE, Asia Timur Tengah dan Afrika.

Miniatur model LPD 163 m desain PAL (Ist)

Melalui kerja sama ini akan membuka jalan bagi kerja sama di masa depan antara kedua negara maupun dengan negara sahabat lainnya,” imbuh Kaharuddin.

Peran PT PAL Indonesia untuk turut serta dalam pemenuhan Alutsista Global telah dibuktikan dengan suksesnya pembangunan kapal jenis LPD untuk Philippines Navy yang lebih dikenal dengan Strategic Sealift Vessel (SSV) pada tahun 2016 dan 2017.

Kemudian, pada 2022 silam DND Philippines kembali memberikan kepercayaan kepada PT PAL untuk membangun kapal jenis yang sama untuk memperkuat alutsista dalam negeri Filipina.

Selain Filipina, ketertarikan negara-ngeara lain kepada produk kapal perang PT PAL semakin menguat seperti negara kawasan Asia Timur Tengah, juga negara-negara sahabat di Asia Tenggara.

Perlu diketahui, PT PAL Indonesia tengah mengikuti ajang pameran internasional di Uni Emirat Arab bertajuk, International Defence Exhibition & Conference (IDEX) 2023 yang berlangsung pada tanggal 20-24 Februari 2023. (ihz/ipg)

 ⚓️ 
Suara Surabaya  

Rabu, 21 Juni 2017

Mahasiswa UMY Buat PTS Siluman

Sebagai Alternatif Pengawasan Perairan Indonesia https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqnHkLI0uLkkoyFCDRq7mOzq4W9rloYMwqxdUvnPpIfy48dZcHiu6fAcsv1254nqlYjh8t4ipJqSVLAS-yarJ0QLw0r9GAnAJbMBPVrFHdgxafEF22K3-25BaCp2ksOk-d0EH3mw6CfgM/s1600/25072014+KRI+Clurit+641.jpgIndonesia merupakan salah satu negara dengan wilayah perairan terbesar di bumi, dimana hal tersebut membuat Indonesia memiliki potensi kekayaan ikan yang melimpah. Namun akibat adanya oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan illegal fishing, menjadikan para nelayan tidak dapat memaksimalkan matapencahariannya dan juga kegiatan tersebut dapat merusak biota laut yang hidup di perairan Indonesia. Terlebih di daerah 3T (terluar, tertinggal, dan terdepan) Indonesia yang banyak wilayahnya berupa gugusan pulau kecil yang memerlukan pengawasan secara berkelanjutan. Pengawasan tersebut menjadi perlu dilakukan agar celah-celah wilayah perairan Indonesia tidak menjadi jalan masuk bagi oknum pelaku illegal fishing.

Perlunya sebuah sistem yang dapat bekerja mengawasi wilayah lautan Indonesia tersebut kemudian mendorong salah satu tim Pekan Kreativitas Mahasiswa – Karya Cipta (PKM-KC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk membuat PTS (pendeteksi) Siluman. Tim PKM-KC tersebut terdiri dari 4 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yaitu Iwan Tri Sujoko (prodi Teknik Elektro 2014), Wicaksono Aji Wibowo (prodi Teknik Elektro 2013), Vendy Dwi Hendra Nugraha (prodi Teknik Elektro 2013) dan Faiz Evan Saputra (prodi Teknik Mesin 2015).

PTS Siluman karya tim PKM-KC tersebut merupakan sebuah prototype kapal cepat tanpa awak yang berfungsi sebagai pendeteksi kegiatan illegal fishing di perairan Indonesia. “Wilayah Indonesia yang terdiri dari banyak pulau-pulau kecil ini dapat menjadi celah bagi pelaku illegal fishing untuk masuk. PTS Siluman yang kami buat dapat menjadi sebuah alternatif andalan untuk memberikan pengawasan bagi wilayah-wilayah tersebut sehingga dapat memberikan informasi bagi pihak yang berwajib ketika ada kapal asing yang masuk ke wilayah perairan Indonesia,” ujar Iwan selaku ketua tim PKM-KC tersebut ketika diwawancarai oleh tim BHP pada hari Rabu (21/6).

Dijelaskan oleh Iwan, cara kerja PTS Siluman menggunakan sensor kamera yang mengunci objek benda dengan warna-warna cerah dan kemudian mengambil nilai RGB dari benda yang sudah dilacak. Selanjutnya kamera akan memberi serial informasi gambar seperti massa x, massa y, dan juga pixel. “PTS Siluman ini menggunakan modul kamera yang berfungsi untuk mengolah data citra menjadi informasi dengan metode tracking colour sehingga objek yang sudah terkunci akan mampu terus dikuti oleh kamera. Data informasi ini kemudian dikirim ke base station yang juga dapat memantau secara real time melalui webcam yang terpasang di badan kapal,” jelas Iwan.

PTS Siluman tersebut memiliki dua mode pengoperasian yakni manual dan autonomous. “PTS Siluman ini menggunakan System of Recognition Intelligent yang mampu mengelola dan mengotrol sistem elektronik dari kapal. Sistem ini merupakan user interface yang cukup maju dan mampu menggunakan input suara untuk pengoperasiannya. Misalnya dalam mode manual kapal dapat dikendalikan melalui handphone Android dan diaktifkan dengan perintah suara, ketika sudah diaktifkan maka kapal akan melakukan scanning wilayah dengan kontrol pengguna,” papar Iwan. Sedangkan dalam mode autonomous kapal akan melakukan scanning wilayah secara otomatis sesuai dengan sistem yang sudah diprogram untuk kapal.

PTS Siluman tersebut merupakan kapal Hibrid yang menggunakan bahan bakar minyak dan juga sel surya sebagai bahan bakarnya. “Selain bbm kami juga menggunakan sel surya yang kami manfaatkan untuk mengisi baterai sebagai bahan bakar tambahan. Ini agar kapal tetap bisa bergerak walau bbm sudah habis digunakan. Meski dalam uji ketahanan yang kami lakukan PTS Siluman belum dapat bertahan selama 24 jam, namun kami yakin kapal tersebut dapat beroperasi selama 24 jam ketika sudah disempurnakan,” ungkap Iwan. Selain itu PTS Siluman juga dilengkapi dengan GPS (global positioning system) sebagai sistem navigasinya sehingga posisi dari PTS Siluman dapat menyediakan koordinat posisi kapal secara instan di belahan wilayah manapun dalam kondisi cuaca apapun.

Dalam uji coba yang dilakukan tim PKM-KC tersebut terhadap PTS Siluman terbukti dapat melakukan tugasnya dengan baik, seperti melakukan manuver pelayaran dan melakukan scanning. Tim PKM-KC PTS Siluman berharap ketika program tersebut selesai agar dapat berlanjut untuk menyempurnakan prototype dari PTS Siluman. (raditia)

  UMY  

Jumat, 27 Januari 2017

[Video] Pandawa 35

✈ Kapal Tanpa Awak STTALVideo liputan NETtv perihal kapal tanpa awak inovasi mahasiswa STTAL.

Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut, kembangkan kapal tanpa awak dan anti radar. Kapal Ini, dapat digunakan untuk membantu operasi personel dalam menjalankan tugas.


  Youtube  

Kamis, 15 Desember 2016

Indonesia Mengembangkan Teknologi Kapal Selam Tak Berawak

Hiu Merah produksi PT RMI telah diuji Kemhan [Robo Marine Indonesia]

Indonesia sedang mengembangkan teknologi kapal selam tak berawak dengan harapan mengamankan wilayah laut yang luas negara itu dengan biaya yang efisien.

Kapal selam tak berawak, yang disebut Kaledupa, akan dapat beroperasi pada kedalaman 150 meter, direktur Departemen Pertahanan untuk industri pertahanan dan teknologi, Brig. Jenderal Jan Pieter Ate, Selasa.

Produk ini dibuat oleh PT Robo Marine Indonesia, sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Bandung, Jawa Barat.

"Kementerian Pertahanan telah memerintahkan industri pertahanan untuk mengembangkan teknologi untuk kapal selam tak berawak ini. Kami telah menunjuk PT Robo Marine Indonesia karena perusahaan memiliki keterampilan dalam teknologi ini," kata Jan Pieter The Jakarta Post.

Kaledupa diuji pada hari Minggu di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, untuk mendapatkan sertifikat kementerian kelayakan.

Jan Pieter mengatakan Kaledupa memiliki banyak kekuatan. Misalnya, ia memiliki teknologi penginderaan bawah air, perekam bawah air dengan resolusi HD dan alat-alat pencahayaan LED yang membantu kapal selam melihat ratusan meter di bawah laut.

"Selama pengujian, Kaledupa berhasil membuktikan semua kelebihannya. Kami berharap perkembangan teknologi baru ini akan mengurangi ketergantungan kita pada sistem persenjataan asing," katanya. (Hwa/The Jakarta Post)
 

  Garuda Militer  

Minggu, 17 Januari 2016

★ STTAL Kembangkan Kapal Tanpa Awak Berbasis Wifi

Bisa Intai Lawan Sambil Bawa MeriamSemangat pengembangan peningkatan teknologi terus digelorakan di lingkungan TNI AL.

Saat ini sejumlah temuan dan pengembangan sistem penunjang pengamanan dan tekonologi maritim terus dilakukan. Sebuah kapal penyusup tanpa awak telah lahir dari anak bangsa.

Saat digelar wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Jumat (15/1/2016), kampus khusus teknologi para prajurit TNI AL itu memamerkan teknologi asli mereka.

Wisuda digelar di Gedung Moelyadi Bumimoro Kobangdikal. Ketua STTAL Laksamana Pettama TNI Siswo Hadi Sumantri bersama senat mewisuda para lulusan STTAL.

"Harus terus diupayakan kemandirian alusista kita. Salah satunya dengan pengembangan teknologi dalam negeri. Kami bangga dengan karya mahasiswa TNI AL di sini," ucap Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi usai meninjau hasil karya terbaik lulusan STTAL.

Sebelum keliling menyaksikan karya terbaik dan produk unggulan STTAL, Ade hadir di wisuda 99 perwira dan bintara di kampus khusus prajurit AL itu.

Di antaranya 18 pewira S2 Analisis Sistem dan Riset Operasi (ASRO). Ini merupakan angkatan pertama.

Kemudian 48 perwira S1 angkatan ke-38 serta 33 bintara program D3 angkatan ke-8 STTAL.

Mereka harus siap ditempatkan di satuan-satuan strategis maritim di lingkungan AL.

"Bentuk ancaman baru kita adalah bila tidak menguasai teknologi," tandas Ade.

KASAL menegaskan bahwa pengembangan SDM dan penguasaan teknologi adalah simultan.

Penguasaan teknologi dibutuhkan untuk peningkatan pertahanan maritim kita.

Ade hadir dalam upacara wisuda menandai berakhirnya masa pendidikan para perwira dan bintara.

Salah satu yang mengesankan adalah dikembangkannya kapal tanpa awak. Meski bukan temuan baru, namun karya para prajurit TNI AL ini mendapat apresiasi khusus.

Tidak saja mematahkan ketergantungan pada alutsista impor. Tapi ada semangat kemandirian dan kreativitas.

Kapal tanpa awak ini diciptakan lebih dulu angkatan sebelumnya. Oleh tim yang diketuai Kapten Laut Ali Khairudin, prajurit mahasiswa S1 Teknik Elektro, kapal itu dikembangkan tahun ini.

"Kapal ini untuk operasi militer maupun nonmiliter. Bisa untuk patroli maritim," kata Ali.

Kapal yang mengadopsi teknologi dengan sitem kompetirisasi dan wifi itu dikendikan dengan remote.

Kapal itu mampu menjangkau hingga kejauhan lebih dari 40 km. Kecepatan sekitar 21 knot. Ukuran kapal ini hampir seukura sekoci.

Dengan warna hitam, kapal tanpa awak itu mampu menembus samudra dengan akselerasi maskimal.

Semula, kapal itu proyeksi awal adalah untuk patroli pengamaan. Namun kini telah dikembangkan untul operasi militer. "Bisa untuk menyapu ranjau," kata Ali.

Meski belum diujicobakan di laut lepas, namun karya anak bangsa itu sukses diujicobakan di waduk di lingkungan TNI AL di Bumimoro.

Kapal tanpa awak itu sukses menjalankan tugas dengan jarak tempuh awal 3 kilometer.

"Kami mengadopsi teknologi KRI Diponegoro yang dikenal paling canggih," tambah Ali.

Meski tanpa awak, kapal itu bisa bergerak dan menyapu lokasi sesuai tujuan dan sasaran. Ada sistem kamera dalam pesawat itu sehingga terus terpantau.

Tidak saja keberadaan kapal, namun sasaran musuh juga mampu diketahui oleh kecanggilan teknologi intai kapal tanpa awak ini.

Di geladak kapal itu juga saat ini dikombinasikan senjata yang bisa dibawa beroprasi. Semacam meriam juga dilengkapi di kapal ini.

Namun para pembuat kapal tanpa awak itu mengakui masih perlu penyempurnaan lebih jauh.

Terutama menyangkut waktu operasional kapal yang masih terbatas pada musim kemarau. Kalau hujan belum bisa, merusak sistem karena belum diantisipasi.

Waterproof terutama belum kedap air. Selain itu masih perlu dukungan sistem satelit. Bukan wifi yang terbatas jangakuannya.

Namun semua data navigasi secara umum pada kapal tanpa awak ini sudah yang terbaik.

Diharapkan, karya anak bangsa itu terus dikembangkan demi kemandirian alutsista.

  Tribunnews  

Rabu, 13 Januari 2016

★ Savinna

 Prototipe Drone Laut Karya Mahasiswa Indonesia  
http://defence.pk/attachments/tni2-jpg.286745/SAVINNA, Unmanned Surface Vehicle [def.pk]

S
avinna semacam drone laut yang bisa digunakan untuk mengawasi wilayah laut RI bahkan bisa digunakan untuk kegiatan surveilans dan eksplorasi.

Kapal tanpa awak ini berukuran 2 x 1 meter persegi dengan berat kurang lebih 50 kilogram. Dengan tinggi kurang lebih 0,5 meter, kapal ini bisa dikendalikan menggunakan remote control dan teknologi GPS. Kapal tanpa awak ini memiliki daya jangkau 20 kilo meter dengan kecepatan 6 knot.

Savinna drone laut ini masih terus dikembangkan. Saat ini dirinya tengah mengembangkan agar kapal tanpa awak tersebut dapat digunakan meski terkena arus gelombang besar.

 Berikut foto dan Video dari Youtube : 

tni3.jpg
[def.pk]


  ★ Garuda Militer  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More