blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Palindo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palindo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2026

KRI Canopus-936 Tiba di Indonesia

  KRI terbaru hasil produksi lokal KRI Canopus 936 tiba di Indonesia disambut KRI Bung Tomo 357 (Dispenal)

Kapal perang terbaru milik TNI AL, KRI Canopus-936, resmi memasuki wilayah perairan Indonesia pada Selasa (6/5).

Kedatangan kapal Bantu hidro-oseanografi jenis ocean going atau penjelajah samudera tercanggih ini mendapat sambutan khusus melalui sinergi unsur laut dan udara di Selat Sunda.

Pesawat udara Casa 212-200 MPA P-8202 dari Wing Udara 1 melakukan flypast atau terbang rendah sebagai bentuk penghormatan saat kapal buatan Jerman tersebut melintasi batas laut kedaulatan nasional. Mayor Laut (P) Musmuliadi yang mengawaki pesawat tersebut juga melaksanakan komunikasi radio dan pengambilan foto udara (photo exercise) di atas dek kapal sepanjang 105 meter itu.

Sebelum menyentuh perairan nusantara, kapal hasil kolaborasi galangan Abeking & Rasmussen Jerman dengan PT Palindo Marine Batam ini telah menempuh misi panjang lintas benua sejak Maret 2026.

KRI Canopus-936 tercatat sukses menaklukkan ganasnya Samudra Atlantik Selatan sebelum menuntaskan etape terakhir di Mauritius pada akhir April lalu. Dalam pelayaran sejauh ribuan mil laut tersebut, seluruh sistem robotik dan perangkat riset bawah laut tetap berfungsi presisi.

Pesawat Casa 212-200 MPA P-8202 melakukan terbang rendah (flypast) sebagai penghormatan atas kedatangan KRI Canopus-936 di wilayah yurisdiksi Indonesia. (Dok. Wing Udara 1 Puspenerbal)

Komandan Wing Udara 1 Kolonel Laut (P) Dani Widjanarka, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keterlibatan awak pesawat dalam penyambutan alutsista maritim tersebut. Beliau menekankan pentingnya profesionalisme prajurit dalam mendukung kehadiran armada riset masa depan Indonesia.

Terima kasih atas pelaksanaan giat tersebut. Tetap perhatikan keselamatan terbang selama di daerah operasi,” tegas Dani mengapresiasi kinerja kru pesawat P-8202, dikutip dari keterangan Puspenerbal.

Kapal yang diawaki oleh 93 prajurit pilihan ini membawa teknologi mutakhir berupa kendaraan bawah air otomatis (Autonomous Underwater Vehicle) dan kendaraan bawah air kendali jarak jauh (Remotely Operated Vehicle) yang mampu memetakan dasar samudra hingga kedalaman 11.000 meter.

Kehadiran KRI Canopus-936 kini memperkuat tugas Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) dalam memetakan kekayaan bawah laut serta menjaga kedaulatan maritim nasional dengan akurasi data yang lebih tajam. (at)

  👷  IDM  

Selasa, 21 April 2026

Aselsan Kunjungi Galangan Kapal Palindo

 Menyaksikan program kerjasama KCR https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1UCNN7HPJU9LXLNSAWdqzQXtFQUZDwRkrtJZPl3hPt-pXc9-TijEGg1vq5d2ebRyfeX7Up7-G7mjmx8oU_uIEVeCkMncUF_UFeVQNjEZJyQM9zIbe1V6uN2uIXPcjg5PkzEaaJaBo0DFPONnqFIJVzlW_mpZLtRYsPfkUFp2qr39p6ckSB2tbjEDaWsw/s1280/FB_IMG_1776743894473.jpg(Keris reborn fb)

ASELSAN Indonesia baru-baru ini mengunjungi PT Palindo Marine untuk menyaksikan perkembangan program Kapal Cepat Rudal KCR 60.

Untuk memastikan kapal-kapal ini siap menjalankan misi, kami mengintegrasikan sistem radar, sensor, dan senjata canggih kami.

Hal ini memberikan Angkatan Laut Indonesia pertahanan otomatis dan presisi kelas dunia untuk operasi maritim yang kritis.

Kemitraan ini melampaui sekadar perangkat keras—ini adalah komitmen bersama terhadap inovasi strategis dan pembangunan kapasitas lokal.

Dengan bekerja sama dengan PT Palindo Marine, kami bangga dapat membantu memperkuat industri pertahanan nasional yang mandiri.

   Indonesia Teknologi  

Rabu, 15 April 2026

KRI Canopus-936 Sukses Lintasi Jalur Samudra Atlantik Selatan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7nroj2S28qTYpz6Fskqbn-9lSd28GUwPXjeuabGNHN7SBE0MhiHo73f-Rj5Uip0OCKxUo2uuZqv6hmAlNhd90BhKZZ0tcCzgEh_nrHOanUuyYWGwQ_VpEtfIHR08FBLoGrar7Jj5IJHDeBb957mcVpCA7A5fenMDOB0-7THPN5kvT5XwDm75sKw5iEVs/s1200/FB_IMG_1776239414257.jpgKRI Canopus 936  (Dispenal)

Kapal survei Hidro-Oseanografi terbaru milik TNI AL KRI Canopus-936 (KRI CNP-936) berhasil melintasi Samudra Atlantik Selatan dengan keadaan selamat.

Perjalanan itu dilalui KRI CNP-936 setelah berangkat dari galangan kapal Abeking dan Rasmusen di Jerman pada 14 Maret 2026.

"Kapal sempat bertolak dari Lagos, Nigeria pada Sabtu lalu sukses melintasi Samudra Atlantik Selatan sepanjang 2.600 Nautical Miles (NM) dengan aman, lancar, dan tanpa kendala berarti," kata Kepala Dinas Penerangan TNI (Kadispenal) Tunggul dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Tunggul menjelaskan keberhasilan itu bisa diraih berkat koordinasi yang baik antara para awak kapal serta kepiawaian Komandan KRI CNP-936 Kolonel Laut (P) Indragiri Yani W.

Setelah melalui jalur tersebut, KRI CNP-936 bersandar di Pelabuhan Cape Town, Afrika Selatan, Senin (13/04) untuk menjalankan misi diplomasi maritim.

Kedatangan KRI CNP-936 di Afrika Selatan disambut hangat oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Cape Town, Tudiono didampingi Atase Pertahanan (Athan) RI di Pretoria beserta staf.

"Kehadiran kami di sini adalah bagian dari misi besar untuk mempererat kerja sama maritim dan menunjukkan peran aktif diplomasi TNI AL di kancah internasional," kata Komandan KRI CNP-936 Kolonel Laut (P) Indragiri Yani W dalam siaran pers resmi TNI AL.

Kedatangan KRI CNP-936 di Afrika Selatan disambut hangat oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Cape Town, Tudiono didampingi Atase Pertahanan (Athan) RI di Pretoria beserta staf.

"Kehadiran kami di sini adalah bagian dari misi besar untuk mempererat kerja sama maritim dan menunjukkan peran aktif diplomasi TNI AL di kancah internasional," kata Komandan KRI CNP-936 Kolonel Laut (P) Indragiri Yani W dalam siaran pers resmi TNI AL.

Indragiri berserta personelnya dijadwalkan berada di Afrika Selatan selama tiga hari untuk mengisi bahan bakar kapal, mengisi ulang logistik perjalanan sebelum kembali melanjutkan perjalanan ke Indonesia.

Dia berharap kunjungan ini bisa mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Afrika Selatan. Dia juga berharap perjalanan menuju Indonesia bisa dilalui dengan lancar dan aman.

   antara  

Kamis, 19 Maret 2026

Menhan Tinjau Pembuatan Kapal Perang di Batam

https://cdn.beritajejakfakta.id/media/images/2026/03/JsNts4BXqo.jpeg?location=1&width=&height=&quality=90&fit=1Kunjungan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin di galangan PT Palindo Marine dan PT Batamec, Selasa (17/3/2026). (Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan)

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke Batam, Kepulauan Riau, pada Selasa (17/3), dengan fokus utama meninjau kesiapan dua galangan kapal dalam memproduksi kapal-kapal perang.

Kunjungan pertama dilakukan ke PT Palindo Marine Shipyard. Di sana, Sjafrie meninjau proses perbaikan (refurbishment) kapal patroli tipe FPB-57.

Brigjen TNI Rico Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, menyatakan bahwa refurbishment kapal TNI AL tipe FPB-57 menunjukkan perkembangan signifikan. PT Palindo juga terlibat dalam pengadaan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 serta pembangunan kapal serang ringan untuk mendukung operasional TNI AL.

Saat peninjauan, terlihat kapal-kapal tersebut berada dalam tahap drydock dengan pengerjaan yang masih berlangsung di beberapa bagian.

Selain fokus pada pengembangan kapal dalam negeri, galangan PT Palindo diharapkan dapat berperan dalam kerja sama internasional, khususnya di bidang Kapal Bantu Oseanografi.

Rico Sirait menambahkan, kerja sama internasional dalam pembangunan kapal bantu hydro-oceanography dan program transfer teknologi penting untuk meningkatkan penguasaan teknologi nasional dan memperkuat industri pertahanan dalam negeri.

https://image.idntimes.com/post/20260317/upload_61cde971a08fbeccfdaa12af3563b0a5_c1d8f379-aa97-44a0-a2b9-5bd6e39737d3_watermarked_idntimes-2.jpg?tr=w-1200,f-webp,q-75&width=1200&format=webp&quality=75 Selanjutnya, Sjafrie mengunjungi galangan kapal PT Batamec, tempat pembangunan kapal tipe Offshore Patrol Vessel (OPV-3) untuk Kementerian Pertahanan sedang berlangsung.

Rico menjelaskan, kapal OPV-3 ini dirancang dengan spesifikasi modern, dilengkapi sistem radar, sensor, dan combat management system untuk mendukung operasi patroli dan pengawasan wilayah laut nasional.

Kunjungan Menhan ke dua galangan kapal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya memperkuat industri alutsista yang mandiri tetapi juga meningkatkan perekonomian nasional.

Rico Sirait menyimpulkan, kunjungan ini menjadi momentum untuk memastikan program pengadaan alutsista tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga memberikan dampak berganda, termasuk penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas industri, serta penguatan sektor maritim sebagai bagian dari kepentingan strategis nasional.

  🤝 Berita Jejak Fakta  

Minggu, 15 Maret 2026

KRI Canopus-936 Mulai Pelayaran Perdana

  Bertolak dari Jerman ke Tanah Air  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMGLwLbBFy4C3drjWvQFJESzSLv0nKQB-VEPFDT8BhQJXYNXztp6_GFHmWgShonly-1SeloFgUPHjz-ivEdMwMSath8viQBzcxTmbZCBdeubL3kVqJ_xfxO61voq9oUB537CoVDRSqN5cmKo-AIZUcp3q4WopSs7v_pxtUpw13qCpi9afWpJbqQsDj_3Hv/s2048/936_CNP_63459026_n.jpg
KRI Canopus 936 mulai perjalanan perdana. (Fasssmer)

Kapal Bantu Hidro-Oseanografi terbaru milik TNI Angkatan Laut, KRI Canopus-936, memulai pelayaran perdananya dari Jerman menuju Indonesia, Sabtu (14/3/2026).

Pelayaran ini menjadi bagian dari proses pengiriman kapal setelah menyelesaikan pembangunan dan pengujian di galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman.

Pelayaran ini menjadi momentum penting dalam perjalanan kapal sebelum resmi memperkuat armada survei milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).

Pelayaran perdana ini menjadi langkah awal bagi KRI Canopus-936 sebelum nantinya mulai menjalankan berbagai misi survei dan penelitian kelautan dalam mendukung kepentingan maritim nasional,” kata Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Budi Purwanto, dalam siaran pers, Minggu (15/3/2026).

Selama pelayaran menuju Indonesia, kapal akan menempuh rute jarak jauh dengan beberapa kali singgah di pelabuhan internasional untuk kebutuhan logistik, koordinasi teknis, serta memastikan kesiapan operasional hingga tiba di Tanah Air.

Kehadiran KRI Canopus-936 diharapkan meningkatkan kapasitas survei hidro-oseanografi nasional.

Kapal ini dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan pengumpulan data kelautan, pemetaan dasar laut, serta penelitian hidro-oseanografi yang menjadi bagian penting dalam penyediaan informasi maritim yang akurat,” ujar dia.

Bagi Pushidrosal, pengoperasian kapal survei modern ini akan memperkuat pelaksanaan tugas sebagai lembaga hidro-oseanografi nasional.

Kapal tersebut juga mendukung penyediaan data dan peta laut untuk keselamatan navigasi pelayaran, operasi TNI Angkatan Laut, serta pengelolaan wilayah perairan Indonesia.

Selain itu, keberadaan KRI Canopus-936 juga menjadi bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL di bidang survei dan pemetaan laut.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggxf2LhuBD8z6zxc6fl9xwO8LPD1HRvKmNWGg6dJGKp1BO5QP65Y4Evvk1P4vOVnVvXSYUWW9nyZavc06-hB2tc6uXl7Ie9EWe7tCcGJ-yg7_SApT_sHIpWMeVK8kHQ4WLoKlGcUZPFjso2-UEn-3_j6wj_72MhqPpWKPVgPnyBv-24Y-c2eQAuUgP8WuI/s1280/KRI-Canopus-936-during-a-sea-trial.-Fassmer.jpg
KRI Canopus 936 hasil kolaborasi Indonesia Jerman. (Fasssmer)

Dengan dukungan teknologi survei yang lebih maju, diharapkan kegiatan pemetaan dan penelitian kelautan di wilayah perairan Indonesia dapat dilakukan secara lebih efektif dan akurat,” tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, Indonesia dilaporkan membeli KRI Canopus-936 dari Jerman.

KRI Canopus-936 merupakan hasil pengadaan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk mendukung kebutuhan survei hidro-oseanografi, pemetaan dasar laut, serta pengumpulan dan pengelolaan data kelautan.

Menurut Duta Besar Republik Indonesia, Abdul Kadir Jailani, kemampuan tersebut dibutuhkan untuk menunjang kepentingan pertahanan, keamanan, dan kedaulatan maritim.

Indonesia membutuhkan sarana survei laut berdaya jelajah samudra yang mampu beroperasi secara mandiri, berkelanjutan, dan presisi tinggi. Karena itu, KRI Canopus-936 dirancang tidak hanya sebagai kapal survei ilmiah, tetapi juga sebagai platform pendukung operasi militer nontempur dan pengawasan maritim,” ujar Abdul Kadir Jailani dalam pernyataan tertulisnya.

Pembangunan KRI Canopus-936 dilaksanakan selama 36 bulan oleh galangan Palindo Marine, bekerja sama dengan galangan Abeking & Rasmussen dari Jerman sebagai mitra teknologi.

Kerja sama ini berada dalam kerangka kebijakan Imbal Dagang, Kandungan Lokal, dan Offset (IDKLO), yang selama ini diklaim mendorong peningkatan kapasitas industri nasional.

Melalui skema tersebut, pembangunan kapal ini tidak berhenti pada hasil fisik.

"Transfer teknologi dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia menjadi bagian dari proses yang diharapkan dapat memperkuat kemampuan galangan dalam negeri untuk membangun kapal berstandar ocean-going," ujar Dubes.

Sejauh mana dampak jangka panjangnya terhadap kemandirian industri pertahanan nasional, akan diuji oleh waktu.

   Kompas  

Jumat, 06 Maret 2026

DRASS Italia Akan Menyediakan Enam Kapal Selam Kompak Generasi Baru untuk Indonesia

Di samping SDV (Supported Destroying Vessel) Drass asal Italia akan segera memulai pembangunan kapal selam mini/kompak generasi baru DGK 2+4 untuk Indonesia (Drass)

Pada tanggal 26 Februari, Kementerian Pertahanan Italia (MoD) mengajukan kepada Parlemen untuk persetujuan dekrit menteri mengenai transfer gratis kapal induk Garibaldi yang telah dinonaktifkan ke Kementerian Pertahanan Indonesia. Italia selanjutnya mendukung penguatan Angkatan Laut Indonesia dengan program-program lain dalam kerja sama dengan industri lokal, menurut dokumen yang menyertai pengajuan tersebut.

Di antara "penyelesaian kontrak angkatan laut lebih lanjut," dokumen tersebut menyoroti pasokan "enam kapal selam kelas DGK," yang akan disediakan oleh perusahaan Italia Drass.

Tidak ada detail lebih lanjut yang diberikan oleh dokumen tersebut dan perusahaan tersebut tidak memberikan komentar, tetapi menurut informasi yang dikumpulkan oleh Naval News, kontrak tersebut berada pada tahap akhir, setelah menyelesaikan pinjaman kredit ekspor, yang membawa program tersebut ke fase pelaksanaan. Program ini berjalan cepat berkat hubungan dan kepercayaan yang tumbuh berkat proyek transfer Garibaldi, menurut sumber yang dekat dengan hal tersebut.

Nilai perkiraan sebesar $ 480 juta yang tertera dalam dokumen tersebut hanya mencakup kontrak tahap pertama – termasuk dua kapal selam plus dukungan dan pelatihan – dari program tersebut, yang menurut informasi yang diperoleh Naval News, bernilai sekitar $ 1,4 miliar untuk pengiriman enam kapal selam kompak ditambah pelatihan dan dukungan logistik.

Pada 17 Februari, Republik Palindo Indonesia dan Drass menandatangani “Perjanjian Kerangka Kerja untuk kapal selam DGK,” selama pameran IDEX 2025 di UEA di stan Federasi Industri Italia untuk Dirgantara, Pertahanan dan Keamanan (AIAD) dan Direktorat Persenjataan Nasional Kementerian Pertahanan Italia (DNA). Menurut pernyataan pers yang sama, “kemitraan ini merupakan langkah kunci dalam mendukung kebutuhan strategis Angkatan Laut Indonesia untuk peningkatan pencegahan bawah laut melalui produksi serial kapal selam serang mini yang akan datang, memperkuat komitmen bersama kami untuk menghadirkan teknologi bawah laut mutakhir. Sebagai pemimpin terpercaya dalam sistem bawah laut berteknologi tinggi, Drass bangga untuk semakin memperkuat hubungan jangka panjangnya dengan Indonesia di bidang yang sangat penting ini.”

Dengan panjang 34 meter dan bobot permukaan 219 ton, DGK yang dikembangkan oleh Drass mampu mengangkut hingga 6+1 operator pasukan khusus dan sebuah SDV DS8 yang juga buatan Drass (Drass)
Indonesia akan menjadi pelanggan pertama untuk kapal selam baru yang dikembangkan oleh Drass dan akan menjadi dorongan besar bagi perusahaan di pasar internasional.

Dengan panjang dan tinggi keseluruhan masing-masing 34 dan 7 meter, diameter lambung (sama dengan lebar keseluruhan) sekitar 3,5 meter dan bobot permukaan 219 ton (sekitar 270 ton saat terendam), kapal selam kompak generasi baru DGK ini mewakili “pergeseran paradigma dalam peperangan bawah laut, menggabungkan kemampuan yang dibutuhkan di perairan pesisir, seperti pengawasan dan dukungan pasukan khusus, sambil mempertahankan nilai pencegahan yang signifikan di perairan laut lepas, karena dilengkapi dengan sistem senjata, komando dan kontrol, serta sensor yang setara dengan kapal selam konvensional, namun kurang terdeteksi oleh sonar berkat ukurannya yang lebih kecil,” klaim Drass. Meskipun kapal ini tidak dirancang untuk penyeberangan samudra jarak jauh, keterbatasan ini diperkirakan tidak akan menjadi masalah mengingat konfigurasi kepulauan Indonesia yang luas, menurut sumber yang dekat dengan program tersebut.

Dimensi yang kompak dan keheningan yang luar biasa dari DGK menjadikannya target bawah air yang tangguh, klaim Drass, menghindari deteksi bahkan oleh platform anti-kapal selam canggih. Kapal ini dapat beroperasi dengan aman di bawah permukaan air laut sedalam 20 meter, semakin meningkatkan kemampuannya, dan mencapai kedalaman operasional lebih dari 200 meter. Dengan menggabungkan nilai parameter L/D (Panjang/Diameter) yang sangat baik dan konfigurasi kemudi X untuk hidroplan buritan, kapal ini memiliki kemampuan manuver yang optimal, bersama dengan diffuser pusaran poros baling-baling dan fitur-fitur utama lainnya untuk meminimalkan jejak akustik, yang sangat penting untuk operasi di perairan pesisir dan perairan terbatas. Area sirkulasi bebas buritan dari lambung hidrodinamik memungkinkan penempatan dua tangki pemberat belakang, yang dirancang untuk menjamin daya apung jika terjadi kerusakan.

Dengan sistem tenaga dan listrik yang sepenuhnya redundan, dilengkapi dengan genset andal dan baterai lithium-ion, kapal selam kompak baru ini memiliki kecepatan jelajah maksimum di bawah permukaan, di permukaan, dan di bawah air masing-masing 15, 9, dan 4 knot, jangkauan jelajah (snorkeling/di bawah air) lebih dari 2.000 mil laut, dan jangkauan di bawah air (dengan baterai) hampir 100 mil laut.

Kapal selam kompak DGK dilengkapi dengan dua peluncur torpedo yang dipasang di haluan untuk senjata berat, mast dengan lima menara, dan sistem manajemen komando yang dikembangkan oleh (Drass)
Ditandai dengan ruang muatan yang dapat dikonfigurasi ulang, dan ruang dek untuk peralatan pasukan khusus tambahan, DGK memiliki ruang evakuasi untuk pengerahan pasukan khusus dan tangki yang dapat dikonfigurasi ulang untuk misi yang lebih panjang. Kapal selam ini dapat mengangkut hingga 6+1 operator pasukan khusus selain kru berjumlah 9 orang, kendaraan pengiriman penyelam DS8 (SDV) buatan perusahaan yang sama di dek di belakang anjungan, dan berbagai muatan misi termasuk kontainer peralatan penyelam, AUV atau ROV, dengan total 5 ton peralatan.

Dilengkapi dengan sistem manajemen platform terintegrasi dan sistem manajemen komando yang sedang dikembangkan oleh Drass sendiri dengan kerja sama pemasok khusus, DGK memiliki mast dengan lima menara serta komando dan kendali dengan lima konsol operator yang mengelola rangkaian sensor dan navigasi lengkap termasuk sonar pasif array konformal, sonar pandangan ke depan, sonar intersepsi (opsional), rangkaian peperangan elektronik dengan penerima peringatan radar dan pengukuran dukungan elektronik (ESM) pencari arah (opsional), rangkaian komunikasi dengan HF, UHF/VHF dan SATCOM bawah air (opsional), sistem jaringan suara/data interkom, dan rangkaian navigasi dengan INS, log kecepatan doppler, echo sounder, dan profiler kecepatan suara.

Paket persenjataan mencakup dua peluncur torpedo yang dipasang di haluan dengan torpedo berat berpemandu kawat yang siap ditembakkan, dan dua peluncur tambahan sebagai pilihan yang dipasang di luar untuk senjata dan sistem yang sama atau berbeda. Kapal ini juga dapat membawa rak hingga enam ranjau yang mengapung netral.

Dikonfigurasi dalam beberapa bagian tanpa mengorbankan integritas struktural, DGK dapat diangkut secara diam-diam melalui jalan darat, sehingga memudahkan pemeliharaan dan perbaikan sistem di atas kapal.

DGK, seperti yang diantisipasi, dapat membawa SDV DS8 yang dikembangkan dan dibangun juga oleh Drass, yang dua di antaranya baru-baru ini dikirim ke Angkatan Laut Indonesia, dari jumlah yang direncanakan sebanyak enam, menurut informasi yang dikumpulkan oleh Naval News, yang selanjutnya meningkatkan kemampuan pasukan khusus dan peperangan bawah lautnya di perairan pesisir yang diperebutkan.

  Komentar Naval News 
Drass mengumumkan telah mengirimkan dua kendaraan pengiriman penyelam DS8 pertama ke Indonesia (Drass)
Pengadaan komponen Drass untuk DGK dan SDV merupakan dorongan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi kemampuan peperangan bawah laut dan operasi pasukan khusus Angkatan Laut Indonesia. Pengadaan ini diharapkan akan berdampak signifikan pada industri lokal dan Italia.

Di domain permukaan, meskipun tidak dilaporkan dalam dokumen tersebut, perkembangan tambahan pertama untuk Fincantieri dan industri Italia diharapkan berkaitan dengan kontrak dukungan layanan untuk dua kapal PPA/MPCS. Dokumen tersebut juga merujuk pada pasokan tiga pesawat patroli maritim dengan nilai sekitar €450 juta, tanpa memberikan detail tentang pemasok dan platform.

Grup Leonardo Italia baru-baru ini mengumumkan penandatanganan surat pernyataan niat dengan PT ESystem Solutions Indonesia dan Kementerian Pertahanan Indonesia untuk pengiriman dan dukungan armada pesawat tempur ringan/pesawat latih canggih M-346F Block 20 yang tidak diungkapkan, yang dapat dipersenjatai dengan sistem senjata udara-ke-permukaan untuk peperangan pesisir, dengan perkiraan nilai kontrak sekitar € 600 juta menurut dokumen tersebut. (Luca Peruzzi)

  ⚓️  Naval News  

Senin, 23 Februari 2026

Infografis KRI Canopus 936

  Diproduksi di Batam



  🤝  antara  

Senin, 16 Februari 2026

KRI Canopus-936 Perkuat Alutsista TNI AL

  Bisa pantau dasar laut hingga 11 ribu meter  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggxf2LhuBD8z6zxc6fl9xwO8LPD1HRvKmNWGg6dJGKp1BO5QP65Y4Evvk1P4vOVnVvXSYUWW9nyZavc06-hB2tc6uXl7Ie9EWe7tCcGJ-yg7_SApT_sHIpWMeVK8kHQ4WLoKlGcUZPFjso2-UEn-3_j6wj_72MhqPpWKPVgPnyBv-24Y-c2eQAuUgP8WuI/s1280/KRI-Canopus-936-during-a-sea-trial.-Fassmer.jpg
KRI Canopus 936 hasil kolaborasi Indonesia Jerman. (Fasssmer)

Indonesia resmi menambah kekuatan maritimnya dengan kehadiran kapal riset canggih KRI Canopus-936, yang diluncurkan dan diserahterimakan di galangan Abeking dan Rasmussen, Bremen, Jerman, pada Kamis, 12 Februari 2026. Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) berteknologi tinggi ini menjadi simbol nyata modernisasi pertahanan Indonesia, sekaligus tonggak penting kolaborasi strategis Indonesia–Jerman.

KRI Canopus-936 menghadirkan kemampuan riset kelautan yang belum dimiliki Indonesia. Dengan teknologi sensor bawah laut mutakhir, kapal ini mampu memetakan dasar laut hingga kedalaman 11.000 meter, menembus palung terdalam samudera. Kapal ini juga dilengkapi Autonomous Underwater Vehicle (AUV) dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk misi pengumpulan data di area ekstrem yang sulit dijangkau manusia.

Selain kemampuan riset, kapal sepanjang 105 meter ini dirancang untuk operasi jarak jauh dan mampu berlayar hingga 60 hari nonstop, menjadikannya aset strategis dalam menjaga keamanan navigasi, perlindungan lingkungan laut, hingga mendukung strategi pertahanan di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman, Abdul Kadir Jailani, menegaskan KRI Canopus-936 bukan sekadar kapal riset, tetapi pusat integrasi data kelautan nasional yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim besar.

KRI Canopus-936 adalah lompatan besar bagi Indonesia. Kapal ini bukan hanya memperkuat kapasitas TNI AL, tetapi juga membuka era baru kemandirian data kelautan Indonesia. Kolaborasi Indonesia–Jerman dalam proyek ini menunjukkan bahwa kemitraan strategis dapat menghasilkan inovasi nyata bagi keamanan dan masa depan bangsa,” ujar Abdul Kadir, dalam keterangannya, Kamis, 12 Februari 2026.

Pembangunan kapal ini berlangsung selama 36 bulan melalui kerja sama erat antara PT Palindo Marine (Indonesia) dan Abeking & Rasmussen (Jerman). Proyek ini tidak hanya menghasilkan kapal berteknologi tinggi, tetapi memastikan terjadinya transfer teknologi yang memperkuat kemandirian industri perkapalan nasional.

KRI Canopus-936 memiliki nilai strategis berupa penguatan kapasitas dan kesiapan pertahanan TNI AL, peningkatan kemandirian industri pertahanan melalui alih teknologi dan peningkatan kapasitas SDM, serta pendalaman kerja sama strategis Indonesia–Jerman di bidang maritim dan teknologi.

Tingginya nilai strategis kapal ini tercermin dari kehadiran Wakil Kepala Staf Angkatan Laut RI dalam upacara serah terima, yang didampingi jajaran Kementerian Pertahanan RI, serta perwakilan tinggi Angkatan Laut dan Badan Hidrografi Jerman.

KRI Canopus-936 kini siap memperkuat kemampuan Indonesia dalam memahami, menjaga, dan mengelola ruang lautnya secara mandiri. Ini sebuah langkah penting menuju masa depan maritim yang lebih kuat dan berdaulat.

   Metro News  

Minggu, 15 Februari 2026

TNI AL Meresmikan Kapal Survei di Jerman

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggxf2LhuBD8z6zxc6fl9xwO8LPD1HRvKmNWGg6dJGKp1BO5QP65Y4Evvk1P4vOVnVvXSYUWW9nyZavc06-hB2tc6uXl7Ie9EWe7tCcGJ-yg7_SApT_sHIpWMeVK8kHQ4WLoKlGcUZPFjso2-UEn-3_j6wj_72MhqPpWKPVgPnyBv-24Y-c2eQAuUgP8WuI/s1280/KRI-Canopus-936-during-a-sea-trial.-Fassmer.jpgKRI Canopus 936 saat uji coba laut. (Foto Fassmer)

Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) meresmikan KRI Canopus (936) dalam sebuah upacara yang diadakan pada 12 Februari di fasilitas galangan kapal Abeking & Rasmussen di Lemwerder, Jerman. Acara tersebut juga menggabungkan penyerahan kapal dan upacara penamaan.

Secara resmi memasuki dinas aktif, kapal sepanjang 105 meter ini kini menjadi kapal survei terbesar TNI AL, menggantikan KRI Dewa Kembar (932), bekas kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris HMS Hydra (A144) yang ikut serta dalam Perang Falkland sebagai kapal rumah sakit.

KRI Canopus berada di bawah komando Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal), yang bermarkas di Jakarta. Menurut Pushidrosal, kapal ini akan melaksanakan berbagai misi, terutama survei dan penelitian hidrografi, oseanografi, geofisika, dan meteorologi. Selain itu, kapal ini dapat mendukung misi pencarian dan penyelamatan (SAR), patroli maritim, tugas-tugas terkait peperangan ranjau, dan upaya perlindungan lingkungan maritim.

Angkatan Laut Indonesia memperkirakan kapal tersebut akan tiba di Indonesia pada pertengahan April atau Mei.

  Latar Belakang Proyek  
https://www.navalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/KRI-Canopus-during-its-commissioning-ceremony.-Abeking-Rasmussen-picture-768x1024.jpg.webp
KRI Canopus 936 (Foto Abeking & Rasmussen)

Peresmian KRI Canopus menandai puncak kolaborasi industri selama bertahun-tahun antara pembuat kapal Indonesia dan Jerman. Seperti yang dilaporkan Naval News pada bulan November, kapal tersebut dibangun oleh galangan kapal PT Palindo Marine di Batam, Indonesia.

Setelah penyelesaian lambung di Indonesia, kapal tersebut diangkut pada tahun 2024 dengan kapal pengangkut muatan berat ke Jerman untuk pemasangan akhir dan integrasi sistem serta uji coba laut di fasilitas Abeking & Rasmussen di Lemwerder.

Proyek ini mencerminkan kolaborasi terstruktur di mana lambung yang telah dilengkapi sebelumnya dibangun di dalam negeri sebelum menjalani pemasangan lanjutan di luar negeri.

  Spesifikasi KRI Canopus 936 :  
⍟ Panjang: 105 meter
⍟ Bobot: Sekitar 3.400 ton
⍟ Kecepatan Maksimum: 16 knot
⍟ Daya Tahan: 60 hari
⍟ Kapasitas: 90 personel
⍟ Persenjataan: Meriam 20 mm dan senapan mesin 12,7 mm
⍟ Kapasitas Muatan Tambahan: 200 ton
⍟ Dek Penerbangan: Mampu menampung 1 helikopter hingga MTOW 12 ton.


   Naval News  

Jumat, 28 November 2025

[Video] Peluncuran KRI Canopus 936

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLZV6WdFI7L8h2aYlau6MomKAOldVQE44dsDy5wMY92lAAHSiPaM-fpp-H5MDJvCEYv8ZExSF3nqMRiZIs6YVkjYfqN_-bFeFEYhUm1Epnc27kyBw675kCOT3nDIaR1-Z362axoIYTsoe0OcJcOO-aqvyxN5-0HLX6xjMU5wLQ5CJ-wroCz3o1gM7eaD7L/s2048/936_4414313052790450312_n.jpgPeluncuran KRI Canupus 936 di Jerman (Abeking & Rasmussen)

KRI
Canopus 936 dibangun di galangan kapal swasta PT. Palindo Marine di Batam dengan asistensi dan desain dari Fassmer.

Proses pemasangan sistemnya (fitting out) dilakukan di Jerman melalui galangan kapal Abeking & Rasmussen.

Dalam langkah maju teknologi galangan kapal modern, kapal hidrografi sepanjang 105 meter KRI Canopus (936) yang dibangun khusus untuk Angkatan Laut Indonesia telah berhasil diluncurkan dari hall pembangunan terbesar milik Abeking & Rasmussen Schiffs- und Yachtwerft SE di Lemwerder, Jerman.

Proses peluncuran ini menandai tonggak baru dalam industri perkapalan, berkat penerapan metode inovatif yang melibatkan transporter modular bertenaga sendiri (SPMT).

  Berikut video dari Tribunnews : 


   🎥  Youtube   

Sabtu, 20 September 2025

TNI AL Siapkan Cawak KRI Canopus-936

⚓ 👷 Kapal BHO produksi Palindo BatamCalon pengawak KRI Canopus-936 diberi pelatihan. (Dok. Pushidrosal)

Sebanyak 93 calon pengawak (Cawak) KRI Canopus-936 mengikuti Pelatihan Kesatuan Persiapan Pengambilan Kapal (KPPK) bertempat di Lounge Harimau Komando Latihan (Kolat) Koarmada I, Jakarta, Selasa (16/9).

Pelatihan KPPK yang dilaksanakan berdasarkan Sprin Kasal Nomor Sprin/1448/VII/2025 tanggal 18 Juli 2025 dan Sprin/1697/VIII/2025 tanggal 22 Agustus 2025 ini secara resmi dibuka oleh Dankolat Koarmada I Kolonel Laut (P) Ranu Samiaji. Latihan dijadwalkan berlangsung sejak 14 hingga 26 September 2025, dengan Perwira tertua Cawak KRI Canopus-936 Kadishidro Pushidrosal Kolonel Laut (P) Indragiri Yani W., S.T., M.Sc., M.Tr.Opsla., dan dihadiri undangan dari Kementerian Pertahanan, Mabesal, Koarmada RI, dan Pushidrosal.

Dalam amanatnya, Dankolat Koarmada I menyampaikan bahwa pelatihan KPPK bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit sekaligus kesiapsiagaan personel Cawak kapal BHO dalam melaksanakan tugas pokok. Materi latihan meliputi hukum laut internasional dan UNCLOS 1982, fungsi asasi kapal, pengetahuan bangunan dan sistem pendorong kapal, olah gerak serta penyelamatan kapal, drill peran-peran di kapal, hingga penyusunan Buku Induk Tempur (BIT).

Kapal BHO produksi Palindo tiba di Jerman untuk dilengkapi sensor dan lainnya di galangan kapal Jerman. (Dispenal)

Adapun sasaran pelatihan mencakup antara lain peningkatan profesionalisme personel Cawak KRI Canopus-936 dalam melaksanakan tugas pokok, terwujudnya kesiapan dan kemampuan personel dalam menjalankan tanggung jawab pengawakan kapal, terbentuknya kerja sama tim yang solid dalam pengawalan dan pemeliharaan kapal, penyusunan Buku Induk Tempur dan Buku Tempur Cawak KRI Canopus-936, dan terbentuknya kesiapan mental dan fisik prajurit secara optimal.

KRI Canopus-936 merupakan kapal jenis Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) dengan Panjang 105 meter yang saat ini tengah dibangun dan disempurnakan di galangan Abeking & Rasmussen, Jerman. Kapal modern ini dilengkapi dengan sensor dan peralatan canggih seperti Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

Dengan kemampuan tersebut, KRI Canopus-936 tidak hanya berfungsi melaksanakan survei dan penelitian di bidang hidrografi, oseanografi, geofisika, dan meteorologi, tetapi juga mampu mendukung misi Search and Rescue (SAR), patroli maritim, operasi penyelamatan, peranjauan, hingga perlindungan lingkungan maritim. Pengadaan kapal ini merupakan bagian dari program modernisasi kekuatan TNI Angkatan Laut, khususnya bagi Pushidrosal yang memiliki tugas pokok melaksanakan survei dan pemetaan hidro-oseanografi nasional.
 

  👷 Koran Progresif  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More