blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Tambang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tambang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juli 2026

Len Industri Siap Pasok Komponen Alutsista Melalui Hilirisasi Mineral

  Melalui Pengembangan Advanced Materials CMS AXYS LEN telah banyak digunakan KRI TNI AL (LEN)

PT Len Industri (Persero) menegaskan komitmennya dalam memperkuat hilirisasi industri nasional melalui pengembangan advanced materials sebagai fondasi lahirnya produk-produk teknologi strategis bernilai tambah tinggi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Danantara’s Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing yang berlangsung di Auditorium Wisma Danantara, Jakarta, pada 9–10 Juli 2026, sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama PT Mineral Industri Indonesia (Persero) (MIND ID), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) (PERMINAS).

Forum yang diselenggarakan Danantara tersebut mempertemukan kementerian, BUMN, pelaku industri, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem advanced materials nasional. Melalui kolaborasi lintas sektor, forum ini mendorong percepatan hilirisasi mineral agar tidak berhenti pada pengolahan bahan baku, tetapi berkembang menjadi material maju dan produk teknologi bernilai tambah tinggi yang mampu memperkuat daya saing industri nasional.

Sebagai induk Holding Industri Pertahanan DEFEND ID, PT Len Industri (Persero) memanfaatkan forum ini untuk menunjukkan implementasi nyata advanced materials melalui berbagai teknologi strategis yang telah dikembangkan perusahaan. Produk yang dipamerkan meliputi Combat Management System (CMS), Radar Multimission, Ground Control Station (GCS) & AUTACS, Night Vision Goggle (NVG), Laser Point, serta kendaraan taktis listrik SPRINT. Beragam inovasi tersebut menunjukkan bagaimana hasil hilirisasi material dapat diwujudkan menjadi sistem teknologi yang mendukung sektor pertahanan, keamanan, maupun industri nasional.

Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., yang menjadi pembicara dalam sesi dialog, menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi harus diukur dari kemampuan menghasilkan produk teknologi yang berdampak bagi perekonomian nasional.

Indonesia memiliki sumber daya mineral yang sangat besar. Tantangan berikutnya adalah memastikan mineral tersebut tidak berhenti sebagai komoditas, tetapi mampu diolah menjadi material maju yang melahirkan produk-produk teknologi bernilai tinggi. Di sinilah kolaborasi pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan lembaga riset menjadi kunci untuk membangun ekosistem advanced materials yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Joga.

Ia menjelaskan bahwa sebagai induk Holding Industri Pertahanan DEFEND ID, Len bersama PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT PAL Indonesia, dan PT Dahana terus mengembangkan berbagai solusi teknologi berbasis elektronika, komunikasi, radar, energi, transportasi, kemaritiman, dan transformasi digital. Berbagai pengembangan tersebut tidak hanya mendukung kebutuhan pertahanan negara, tetapi juga memberikan manfaat bagi sektor sipil melalui penerapan dual-use technology.

  👷 
LEN  

Jumat, 01 Mei 2026

Hilirisasi Tembaga dan Emas Terintegrasi

  Jalan Menuju Kemandirian Industri Proyek hilirisasi (ist)

Melalui pengembangan hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi di Gresik, Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus konsisten dalam memperkuat industri manufaktur dengan mengoptimalkan produk hilirisasi bahan baku mineral dalam negeri untuk mendorong substitusi impor, dan meningkatkan nilai tambah industri sebagai motor untuk memperkuat kinerja ekonomi Indonesia.

Sebagai implementasi konkret, MIND ID melalui Freeport Indonesia sebagai pemasok katoda tembaga bersinergi dengan PINDAD Anggota DEFEND ID untuk mengoptimalkan tembaga dalam produksi brass mill dan brass cup di Gresik berkapasitas 10.000 ton per tahun.

Sinergi ini adalah bentuk dukungan sektor pertambangan untuk industri pertahanan Indonesia yang membutuhkan penguatan rantai pasok komponen amunisi.

MIND ID selanjutnya akan mengembangkan fasilitas produksi batang tembaga dan kawat tembaga dengan kapasitas mencapai 300 KTPA, serta pipa tembaga dengan kapasitas 100 KTPA. Ini sebagai tindak lanjut dalam mengoptimalkan katoda tembaga hasil produksi Freeport Indonesia untuk menjawab kebutuhan lanjutan dari industri manufaktur Indonesia.

Pada lini hilirisasi emas, MIND ID mendorong peningkatan kapasitas produksi logam mulia. Proyek ini akan mengoptimalkan produksi batangan emas dari pabrik pemurnian logam mulia Freeport Indonesia yang memanfaatkan bahan baku lumpur anoda dari proses pemurnian tembaga.

Fasilitas yang akan dibangun oleh ANTAM ini berkapasitas mencapai 30 ton per tahun atau 5 juta keping per tahun, dan nantinya menjawab kebutuhan investasi logam mulia masyarakat Indonesia.

Seluruh fasilitas ini akan dibangung pada Kawasan JIIPE Gresik Jawa Timur dengan konektivitas multimoda darat dan laut, logistik terintegrasi, dan layanan perizinan terpadu yang bersinergi bersama PELINDO.

Dalam acara Groundbreaking Hilirisasi Tembaga dan Emas Terintegrasi di Kawasan JIIPE Gresik, Presiden Prabowo Subianto secara virtual menyampaikan di tengah kompetisi geopolitik internasional semakin banyak negara yang ingin mendominasi kekayaan sumber daya alam.

Dengan langkah strategis hilirisasi yang dijalankan ini, Indonesia berupaya menguasai kekayaan alam dan memanfaatkannya untuk kepentingan bangsa, hal ini merupakan jalan menuju kebangkitan bangsa Indonesia.

"Kita harus berani dan mampu menguasai kekayaan sumber daya alam. Ini adalah bentuk keberanian bangsa untuk menguasai dan mengolah di negaranya sendiri. Hilirisasi adalah jalan satu satunya untuk kita bisa lebih makmur," katanya sambutannya saat GROUNDBREAKING 13 PROYEK HILIRISASI NASIONAL TAHAP II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Dalam sambutannya, Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID Tedy Badrujaman menyampaikan inisiatif dari Grup MIND ID ini sesuai dengan mandat yang diberikan pemerintah dan berlandaskan pada Asta Cita Presiden, yakni melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi.

Melalui pengembangan fasilitas manufaktur terintegrasi ini, Indonesia memiliki rantai pasok tembaga dan emas dalam negeri yang lebih kuat untuk semakin memperbesar kontribusi sektor manufaktur terhadap ekonomi.

"Langkah strategis ini merupakan bagian dari rangkaian besar Proyek Hilirisasi Danantara, sebuah program yang tidak hanya membangun kapasitas produksi, tetapi memperkuat fondasi industri strategis nasional secara menyeluruh, dari hulu ke hilir, dari bahan baku hingga produk akhir yang dibutuhkan bangsa," katanya.

 👷 Kumparan 

Senin, 20 April 2026

Dahana Ekspor 18.000 Ton Bahan Peledak ke Australia

  RI Resmi Masuk Pasar Tambang Dunia  (Dahana)

Diam-diam tapi menghentak. PT Dahana akhirnya resmi menembus pasar tambang kelas dunia. Bukan kaleng-kaleng, 18.000 ton Amonium Nitrat (AN) langsung dikirim ke Australia, negara dengan industri pertambangan paling agresif di planet ini.

Pelepasan ekspor perdana dari Bontang, 18 April 2026, bukan sekadar seremoni. Ini sinyal keras: produk bahan peledak buatan Indonesia mulai diperhitungkan dalam rantai pasok global.

Direktur Operasi Dahana, Abdul Haris Atbaro, blak-blakan. Menurutnya, ini bukan cuma soal volume, tapi soal standar.

Ini bukti kita bukan hanya siap produksi, tapi juga siap kualitas, keselamatan, dan kepatuhan global,” ujarnya.

Kalau diterjemahkan: Dahana sudah main di liga yang sama dengan pemain global.

Hal senada ditegaskan Direktur Utama Hary Irmawan. Ekspor ini disebutnya sebagai “tiket masuk” ke pasar yang selama ini didominasi pemain asing.

Dan Australia bukan pasar sembarangan. Kebutuhan Amonium Nitrat di sana sangat tinggi, terutama untuk operasi tambang terbuka dan bawah tanah. Artinya, sekali masuk peluang repeat order terbuka lebar.

Tak berhenti di situ, sehari setelahnya (19 April), Dahana kembali kirim 250 ton cartridged emulsion ke Queensland lewat Tanjung Priok. Ini bukan ekspor pertama—sudah yang ke-8 ke mitra mereka, Johnex Explosives.

Artinya? Ini bukan coba-coba. Ini bisnis yang sudah jalan.

Di balik layar, prosesnya super ketat. Dari packaging sampai fumigasi kontainer, semua harus lolos standar Australia yang terkenal “galak”. Satu celah saja, barang bisa ditolak.

Dukungan juga datang dari pemerintah. G. Eko Sunarto dari Kementerian Pertahanan menyebut ekspor ini bukan cuma urusan bisnis, tapi juga bagian dari penguatan industri strategis nasional.

Sementara Neni Moerniaeni melihat dampaknya lebih dekat: ekonomi daerah.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi “bisa atau tidak”. Tapi: seberapa jauh Dahana bisa ekspansi?

Kalau momentum ini dijaga, bukan mustahil Indonesia bukan cuma jadi pasar tapi pemain utama bahan peledak dunia.(SriMS)

  👷  Ini Jabar  

Kamis, 26 Desember 2024

Pabrik Tembaga Raksasa Dunia di RI Akhirnya Resmi Beroperasi

https://awsimages.detik.net.id/visual/2024/09/23/smelter-tembaga-pt-freeport-indonesia-di-kek-jiipe-gresik-jawa-timur-doc-pt-freeport-indonesia-7_169.jpeg?w=715&q=90Smelter tembaga PT Freeport Indonesia di KEK JIIPE, Gresik, Jawa Timur. (Doc PT Freeport Indonesia)

PT
Freeport Indonesia (PTFI) bakal menjadi salah satu perusahaan tambang tembaga terintegrasi hulu-hilir terbesar di dunia. Hal ini seiring dengan diselesaikannya pembangunan proyek fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) tembaga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.

Proyek yang dibangun sejak Oktober 2021 ini akhirnya telah resmi memproduksi katoda tembaga perdana pada Senin, 23 September 2024 lalu. Produksi perdana katoda tembaga smelter kedua PT Freeport Indonesia ini diresmikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Proyek smelter dengan desain single line terbesar di dunia ini memiliki kapasitas pengolahan 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun dan memproduksi sekitar 600.000-700.000 katoda tembaga per tahun.

Bersama dengan smelter pertamanya yang dikelola PT Smelting Gresik, kedua smelter milik PT Freeport Indonesia ini akan memurnikan total 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun, dan menghasilkan 1 juta ton katoda tembaga, 50 ton emas, dan 200 ton perak.

Dalam sambutannya saat acara peresmian katoda tembaga perdana smelter PTFI ini, Jokowi menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau pembangunan smelter ini. Mulai dari 2018 ketika persiapan lahan, groundbreaking pada Oktober 2021, hingga akhirnya kini bisa diresmikan.

"2018 persiapan lahan, persiapan lahan selesai saya ke sini untuk ground breaking memulai konstruksi pabrik smelternya, dan setelah 30 bulan alhamdulillah hari ini bisa kita resmikan," ungkap Presiden Jokowi saat peresmian produksi katoda tembaga perdana smelter PT Freeport Indonesia di KEK JIIPE, Gresik, Jawa Timur, Senin (23/09/2024).

Jokowi memperkirakan, penerimaan negara dari PT Freeport Indonesia bisa tembus Rp 80 triliun, dari dividen, royalti, Pajak Penghasilan (PPh) badan dan karyawan, pajak daerah, hingga bea keluar.

"Hitungan-hitungan saya penerimaan negara masuk Rp 80 triliun dari Freeport Indonesia, baik dividen, royalti, PPh badan, PPh karyawan, pajak daerah, bea keluar, pajak ekspor, kira-kira angkanya seperti itu," tuturnya.

Presiden Jokowi pun menilai bahwa pembangunan smelter PT Freeport Indonesia ini merupakan bagian dari usaha pemerintah untuk menyongsong Indonesia menjadi negara maju.

"Pembangunan smelter Freeport Indonesia ini usaha kita menyongsong Indonesia menjadi industri negara maju yang mengolah sumber daya alamnya sendiri dan tidak ekspor raw material dan ini akan buka lapangan pekerjaan yang sangat besar. Dan ini merupakan pelaksanaan dari gagasan dari hilirisasi yang merupakan fondasi ekonomi baru Indonesia yang tidak bertumpu pada konsumsi domestik, karena GDP kita dari konsumsi domestik, tapi kita mau kita mau bertumpu pada produksi," paparnya.

Dia pun mengaku kagum saat berkeliling smelter ini. Pasalnya, smelter tembaga single line alias jalur tunggal terbesar di dunia ini berada di atas lahan lebih dari 100 ha, tepatnya 104 ha.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas pun membeberkan pihaknya telah mendapatkan pembeli atau offtaker yang akan menyerap 100 ribu ton katoda tembaga per tahun dari smelter miliknya. Adapun pembeli tersebut yakni PT Hailiang Group yang merupakan tetangga mereka.

"Ini tetangga kita sudah mulai minta 100 ribu ton per tahun, kira-kira. Dan kemudian kalau kita harapkan juga ada industri-industri turunan lainnya yang akan meng-off take katoda tembaga kita," ungkap Tony.

Meski demikian, ia juga berharap ada pasar domestik yang dapat menyerap sisa katoda tembaga hasil smelter ini.

"Kalau domestik, pasarnya ada, tentu saja kita sangat senang untuk jual domestik. Karena jual domestik, jual ekspor sama aja kalau sudah produk hilir seperti itu ya. Maksudnya sama aja adalah harganya akan sama, ongkos angkutnya lebih murah domestik tentu saja," ungkap Tony.

Sementara untuk emas, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah resmi memborong 30 ton emas dari unit Precious Metal Refinery (PMR) yang merupakan bagian dari pabrik "raksasa" PT Freeport Indonesia tersebut.

Hal ini ditandai dengan telah dilakukannya Penandatanganan Jual Beli Emas Batangan antara PT Freeport Indonesia dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di Jakarta, Kamis (07/11/2024) malam.

Adapun operasional penuh dari smelter PTFI ini ditargetkan berjalan pada pertengahan 2025 mendatang, mundur dari rencana awal yang seharusnya beroperasi penuh pada akhir tahun ini. Pasalnya, telah terjadi insiden kebakaran pada unit fasilitas gas di smelter ini pada Senin, 14 Oktober 2024 lalu.

Akibatnya, diperlukan waktu hingga 6 bulan untuk smelter ini bisa beroperasi dengan kapasitas penuh.

Mengutip bahan paparan PTFI, investasi kumulatif untuk proyek smelter PTFI di Gresik mencapai Rp 58 triliun atau sekitar US$ 3,67 miliar. Proyek ini merupakan pemenuhan komitmen PTFI terhadap Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang diterbitkan pada tahun 2018.

Selain itu, proyek ini juga sejalan dengan inisiatif hilirisasi pertambangan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk di dalam negeri.

Dari segi kontribusi finansial, hampir lima dekade lamanya PTFI telah bekerja sama dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional, serta menjadi mitra strategis Indonesia.

Sampai saat ini PTFI setidaknya telah berinvestasi sebesar US$ 18 miliar, termasuk US$ 11 miliar untuk pengembangan Tambang Bawah Tanah dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto Nasional sebesar lebih dari US$ 71 miliar sejak 1992.

PTFI juga memberikan manfaat langsung kepada Indonesia dalam bentuk pajak, royalti, dividen, dan pembayaran lainnya sebesar US$ 29,3 miliar selama periode 1992-2023. Total manfaat langsung ini melebihi jumlah yang dibayarkan PTFI jika beroperasi di negara-negara lain.

Selain itu, kontribusi tidak langsung dalam bentuk pembayaran gaji karyawan, pembelian dalam negeri, pengembangan masyarakat, pembangunan daerah serta investasi dalam negeri mencapai US$ 64,9 miliar.

PTFI juga merupakan penyedia lapangan kerja swasta terbesar di Papua, dengan lebih dari 208.000 pekerjaan yang diciptakan. Di mana sebanyak 64.000 atau 31% di antaranya berada di Papua, sedangkan 144.000 atau 69% di antaranya berada di luar Papua.

Dengan begitu, PT Freeport Indonesia tidak hanya menjadi penggerak ekonomi lokal, namun juga memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui investasi besar di sektor tambang dan hilirisasi industri tembaga di Indonesia. (wia)

  👷 CNBC  

Senin, 03 Juli 2023

IMF "Senggol" RI soal Larangan Ekspor Nikel

 Bahlil Minta IMF Tak Ikut Campur 
https://media.kompas.tv/library/image/content_article/article_img/20230621094716.jpgMenteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bersama sejumlah menteri saat mendampingi Presiden Jokowi meninjau smelter PT Freeport Indonesia yang berlokasi di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik di Kabupaten Gresik, Jawa Timur (20/6/2023). Bahlil meminta Dana Moneter Internasional (IMF) tidak ikut campur soal kebijakan pemerintah Indonesia terkait dengan larangan ekspor komoditas dan hiliriasi. (Sumber: Setkab.go.id)

M
enteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meminta Dana Moneter Internasional (IMF) tidak ikut campur soal kebijakan pemerintah Indonesia terkait dengan larangan ekspor komoditas dan hiliriasi.

Bahlil mengatakan, Pemerintah Indonesia mengapresiasi IMF dalam memberikan pandangan dan rekomendasi perihal pertumbuhan makro ekonomi di dalam negeri.

Namun, ia menilai apa yang dilakukan oleh IMF dianggap sebagai standar ganda, di mana satu sisi mendukung tujuan hilirisasi, di sisi lain menentang kebijakan larangan ekspor.

"Ini standar ganda menurut saya. Menurut saya apa yang dilakukan pemerintah sudah dalam jalan yang benar dan kita menghargai mereka, pandangan mereka, tapi kita tidak boleh terpengaruh pandangan mereka ketika tidak obyektif dalam arah tujuan negara. Yang tahu tujuan negara adalah negara kita sendiri, pemerintah Republik Indonesia dan rakyat, bukan yang lain," kata Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (30/6/2023).

Bahlil menjelaskan, penilaian IMF terkait soal kerugian yang akan dialami oleh pemerintah Indonesia apabila menerapkan kebijakan larangan ekspor tidaklah tepat. Lantaran hilirisasi justru menciptakan nilai tambah yang sangat tinggi.

Ia mencontohkan, ekspor nikel pada 2017-2018 hanya mencapai USD 3,3 juta. Namun, begitu menghentikan ekspor nikel dan melakukan hilirisasi, nilai ekspor Indonesia pada 2022 menyentuh hampir USD 30 miliar.

Hilirisasi juga telah membuat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus selama 25 bulan berturut-turut.

Selain itu, sejak diberlakukannya kebijakan hilirisasi, pertumbuhan tenaga kerja pada sektor hilirisasi tiap tahun mencapai angka 26,9 persen dalam empat tahun terakhir.

"Jadi kalau ada siapa pun yang mencoba mengatakan bahwa hilirisasi adalah sebuah tindakan yang merugikan negara, itu kita pertanyakan ada pemikiran apa di balik itu," ujarnya.

Oleh karena itu, kebijakan hilirisasi dan larangan ekspor komoditas tetap dilakukan oleh Indonesia. Ia menambahkan, hilirisasi tak hanya sekadar soal penambahan nilai semata, tetapi juga terkait dengan kedaulatan Republik Indonesia.

"Hilirisasi menyangkut kedaulatan, tidak boleh negara kita diatur oleh negara lain, tidak boleh juga institusi lain menilai kita yang sudah bagus dan tidak boleh ada standar ganda dalam konteks kebijakan sebuah negara," ucapnya.

Diberitakan Kompas TV sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan akan bertemu dengan Managing Director IMF Kristalina Georgiva, untuk membahas permintaan IMF agar Indonesia mempertimbangkan penghapusan kebijakan larangan ekspor nikel.

Juru Bicara Menko Marves Jodi Mahardi mengatakan, pertemuan itu akan dilakukan akhir Juli atau awal Agustus mendatang. Luhut akan menjelaskan visi Indonesia terkait hilirisasi.

Menko Luhut nantinya akan ke Amerika dan berencana bertemu dengan Managing Director IMF untuk menjelaskan visi kami ini dengan lebih detail. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menjalin dialog yang konstruktif dan berbagi tujuan kita dalam menciptakan Indonesia yang lebih berkelanjutan, adil, dan sejahtera,” kata Jodi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/6/2023).

Ia menyatakan, Luhut menegaskan sikap Indonesia sebagai negara berdaulat dan sedang berkembang, yang ingin memperkuat perannya dalam proses hilirisasi.

"Merujuk kepada peningkatan nilai tambah produk kami, bukan hanya sebagai pengekspor bahan mentah,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia juga menegaskan komitmen untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan dan progresif, yang melibatkan semua lapisan masyarakat Indonesia.

Ia menerangkan, konsep hilirisasi tidak hanya mencakup proses peningkatan nilai tambah. Tetapi juga tahapan hingga daur ulang, yang merupakan bagian integral dari upaya Indonesia untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan menekankan pentingnya keberlanjutan.

Kami tidak memiliki niat untuk mendominasi semua proses hilirisasi secara sepihak. Tahapan awal akan kami lakukan di Indonesia, namun tahapan selanjutnya masih dapat dilakukan di negara lain, saling mendukung industri mereka, dalam semangat kerja sama global yang saling menguntungkan,” tuturnya.

Jodi menegaskan, hilirisasi yang dijalankan Indonesia selaras dengan amanat UUD 1945 Pasal 33 ayat (3) yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk keberlanjutan dan kemakmuran rakyat.

Sebelumnya, dalam dokumen IMF Executive Board Concludes 2023 Article IV Consultation with Indonesia, ada catatan terkait rencana hilirisasi nikel di Indonesia.

IMF mengimbau Indonesia untuk mempertimbangkan kebijakan penghapusan bertahap pembatasan ekspor nikel dan tidak memperluas pembatasan ke komoditas lainnya.

IMF menilai, Indonesia harus melaksanakan kebijakan hilirisasi yang berlandaskan analisis terkait biaya dan manfaat lebih lanjut.

IMF juga meminta Indonesia untuk mempertimbangkan dampak-dampak terhadap wilayah lain.

  ★ Kompas TV  

Jumat, 24 Februari 2023

Peran Penting MIND ID Meraih Cita-Cita RI Jadi Raja Baterai

🚘Ilustrasi baterai pada mobil listrik yang dikemas dalam komponen yang aman. (electrec.co) 🛺

Holding BUMN Tambang MIND ID terus berambisi untuk masuk ke dalam ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan produksi baterai kendaraan listrik (EV). Salah satunya, dengan mendorong peran dari Indonesia Battery Corporation (IBC), di mana MIND ID juga menjadi salah satu pemegang sahamnya.

Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID Dany Amrul Ichdan mengatakan, sebagai Holding BUMN Tambang pihaknya mendapat mandat dari pemerintah untuk bisa menjadi perusahaan kelas dunia (World Class Company). Beberapa di antaranya dimulai dengan menggenjot kegiatan eksplorasi yang agresif, ekspansi pasar, dan bisnis hilir.

"Dalam kerangka bisnis downstream itu salah satu dari penguatan downstream itu adalah memperkuat ekosistem electric vehicles (EV). Jadi memang kita dorong IBC anak usaha kita untuk dia bergerak lebih cepat lagi sebagai investment company," ungkapnya dalam acara Mining Zone CNBC Indonesia, dikutip Rabu (22/2/2023).

Selain itu, dia juga mendorong agar IBC dapat menguasai proses industri manufaktur di dalam negeri. Namun, dengan adanya keterbatasan waktu saat ini, pihaknya akan melakukan kerja sama strategis atau strategic alliance dengan mitra yang sudah siap terlebih dahulu, salah satunya dengan perusahaan baterai asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL).

Apalagi, lanjutnya, Indonesia mempunyai potensi kekayaan sumber daya alam berupa nikel sebagai bahan baku produksi baterai kendaraan listrik. Oleh sebab itu, sebagai BUMN, pihaknya tidak hanya berbicara mengenai keuntungan semata, namun bisa menjalankan penugasan negara dengan sebaik-baiknya.

"Tapi kita harus develop sebuah ekosistem yang kuat sebagai perbaikan generasi ke depan. Jadi long term value. Karena BUMN gak hanya kembangkan comparative advantage tapi competitive advantage. Kita ada SDA, nikel kita ada, batu bara sekarang ada beyond coal, makanya ada DME. Ini kan DME salah satu bentuk beyond coal untuk masuk kepada downstream bisnis," tuturnya.

"Nikel sama. Memang ini perlu waktu tapi sebagai agen negara kita gak hanya profitisasi tapi juga menjawab penugasan pemerintah. Kita akan jawab tantangan itu tapi masing-masing harus berada di koridor. IBC kembangkan strategi anorganic growth, sementara MIND id siapkan capex untuk kembangkan ini dan gak nanggung-nanggung harus jadi world class," paparnya. (wia)
 

  🚗
CNBC  

Jumat, 04 Maret 2022

'Harta Karun' Super Langka Rebutan Dunia Tersebar di RI

Logam Tanah Jarang

Indonesia memiliki 'harta karun' super langka dalam hal ini logam mineral tanah jarang (LTJ) atau rare earth element (RRE). 'harta karun' super langka ini pun hanya tersebar di beberapa lokasi saja dengan jumlah cadangan 1,5 miliar ton.

Lantas, di mana sajakah lokasi sebaran 'harta karun' super langka ini?

Berdasarkan "Kajian Potensi Mineral Ikutan pada Pertambangan Timah" yang dirilis Kementerian ESDM pada 2017, logam tanah jarang ini tersebar di beberapa daerah, antara lain Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi, dan Papua.

Volume endapan mengandung LTJ yang tersebar di berbagai daerah menunjukkan jumlah yang sangat besar. Pada pulau Sumatera, jenis endapan LTJ yang terbentuk adalah LTJ pelapukan dengan volume mencapai 4.426.115,4 ton.

Dengan estimasi sekitar 0,45% dari volume tersebut mengandung LTJ, maka paling tidak lebih dari 19.000 ton sumber data LTJ terkandung di dalamnya.

'Harta karun' super langka ini akan semakin diincar dunia ke depannya karena dibutuhkan untuk bahan baku komponen teknologi canggih, seperti baterai, telepon seluler, komputer, industri elektronika, pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT), hingga peralatan senjata atau industri pertahanan dan kendaraan listrik.

Dari ke-17 unsur logam tanah jarang tersebut, enam di antaranya sangat diperlukan untuk pengembangan kendaraan listrik, yaitu lanthanum (La), cerium (Ce), neodymium (Nd) untuk baterai, praseodymium (Pr), neodymium (Nd), terbium (Tb), dan dysprosium (Dy) untuk generator dan motor listrik.

Berikut rincian potensi logam tanah jarang dan sebarannya di Indonesia:

  ♔ Bangka Belitung 

Logam tanah jarang dari penambangan timah, ada yang bersifat berat (heavy) dan ringan (light). Paling tidak ada 12 oksida logam tanah jarang yang diidentifikasi dari hasil penambangan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Di Provinsi Bangka Belitung, mineral LTJ merupakan hasil samping dari penambangan timah. Estimasi potensi LTJ secara hipotetik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah 7 juta ton, berdasarkan hasil penelitian Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Mineral-mineral yang mempunyai nilai ekonomis, yaitu ilmenit (32,43%), zircon (16,65%), kasiterit (12,59%) dan monasit (11,76%). Monasit (Ce,La,Y,Th)PO3) merupakan senyawa fosfat LTJ yang mengandung 50-70% oksida LTJ.

Monasit, terdapat di Bangka, Belitung, dan Kundur, diperkirakan jumlahnya 180.323 ton.

Xenotim, terdapat di Bangka, Belitung, dan Kundur, diperkirakan jumlahnya 21.876 ton.

Zircon, terdapat di Bangka, Belitung, dan Kundur, diperkirakan jumlahnya 1.226.268 ton. Sementara di Katingan, Kalimantan Tengah diperkirakan jumlahnya mencapai 8.855.120 ton.

Untuk khusus di Pulau Bangka Belitung, jenis endapan LTJ adalah LTJ tailing, hasil penambangan timah. Volume endapan tersebut mencapai lebih dari 16,6 miliar meter kubik. Dengan asumsi yang sangat kecil, yakni hanya 0,0023%, paling tidak terdapat lebih dari 383.000 ton LTJ.

Jika asumsi ini ditingkatkan, paling tidak LTJ yang bisa di-recovered sekitar 5% dari volume awal, maka ada sekitar 833.130.000 ton LTJ yang dapat diolah.

  ♔ Kalimantan & Sulawesi 

Sedangkan pada Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi, endapan LTJ yang ada adalah endapan LTJ laterit dengan volume masing-masing mencapai 1.928.640 ton dan 1.515.056 ton.

Dengan menggunakan rasio estimasi yang sangat kecil terhadap volume yang ada, yakni sekitar 0,0114% (Pulau Kalimantan) dan 0,0292% (Pulau Sulawesi), maka jumlah minimal LTJ yang dapat diolah sekitar 219 ton dan 443 ton. (pgr/pgr)

  ♔
CNBC  

Selasa, 11 Januari 2022

Berdampak Besar ke Dunia, Kenapa Indonesia Setop Ekspor Batu Bara?

  Sebuah kapal menarik tongkang batubara di sepanjang Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur. [REUTERS via VOA INDONESIA]

Indonesia, pengekspor batu bara termal terbesar di dunia, membuat keputusan tak terduga yang mengejutkan pasar energi global pada minggu ini dengan menangguhkan ekspor bahan bakar pada Januari, karena mengalami kekurangan pasokan batu bara bagi pembangkit listrik domestik.

  Mengapa Disetop? 

Porsi batu bara dalam bauran energi Indonesia mencapai sekitar 60 persen. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengatakan pada awal 2022, Perusahaan Listrik Negara (PLN) hanya mendapatkan pasokan sebesar 35.000 ton batu bara.

PLN telah mengamankan 13,9 juta ton pada Rabu (5/1/2022), tetapi membutuhkan enam juta ton lagi untuk memastikan agar stok mencukupi kebutuhan untuk 20 hari yaitu sebesar 20 juta ton.

PLN pada November memperkirakan akan membutuhkan 119 juta ton pada 2022.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara mengatakan, pihaknya mendorong PLN untuk memperbaiki manajemen pasokan dan meningkatkan kontrak pengadaan jangka panjang.

Untuk jangka pendek, Asosiasi Penambang Batu Bara Indonesia mengatakan, sepuluh anggota terbesarnya akan memberikan pasokan tambahan ke PLN.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, setelah bertemu dengan penambang batu bara dan otoritas lainnya pada Kamis (6/1/2022), mengatakan kepada media lokal bahwa keadaan darurat telah berakhir dan kementeriannya akan meninjau "formula" baru untuk regulasi kewajiban pasar domestik (Domestic Market Obligation/DMO) dan mengambil keputusan baru dalam pertemuan pada Jumat (7/1/2022).

  Sistem DMO 

Indonesia mewajibkan penambang batu bara untuk menjual 25 persen dari produksi mereka secara lokal dengan harga maksimum 70 dollar AS per ton untuk pembangkit listrik.

Sementara itu, harga ekspor acuan yang ditetapkan pemerintah telah melonjak sejak awal tahun 2021, mencapai puncaknya pada 215 dollar AS per ton pada November, karena krisis energi global.

Menurut risalah rapat penambang dan Kementerian Perdagangan pekan ini, terdapat 418 penambang yang tidak menjual satu pun batu bara mereka ke pembangkit lokal pada tahun lalu.

Pada Agustus, Kementerian ESDM menangguhkan izin ekspor lusinan penambang.

Bahana Securities Research mengatakan dalam sebuah catatan, bahwa selama masih ada kesenjangan yang lebar antara DMO dan harga pasar global "tarik-menarik antara pemerintah dan penambang kecil ini masih bisa berlanjut."

  Ke mana ekspor batu bara Indonesia? 

China, India, Jepang, dan Korea Selatan biasanya merupakan pembeli utama batu bara Indonesia, dan bersama-sama menyumbang 73 persen dari ekspornya pada 2021, menurut data pelacakan kapal Kpler.

Negara-negara tetangga di Asia Tenggara seperti Filipina dan Vietnam juga merupakan pasar potensial bagi Indonesia.

Pendapatan ekspor Indonesia dari batu bara mencapai sekitar 3 miliar dollar AS per bulan, dan merupakan salah satu pendorong utama di balik rekor ekspor negara itu tahun lalu.

 Dispensasi 

Jepang, yang mengimpor 2 juta ton batubara Indonesia per bulan, menulis surat kepada Menteri ESDM meminta larangan ekspor batu bara kalori tinggi dicabut.

Negara tersebut memberi catatan bahwa pembangkit listrik Indonesia menggunakan batu bara dengan nilai kalori rendah.

Jepang juga meminta pihak berwenang mengizinkan lima kapal bermuatan untuk berangkat ke Jepang.

Adaro Minerals Indonesia, salah satu unit dari Adaro Energy, mengatakan telah meminta izin untuk mengekspor batu bara metalurgi, yang digunakan untuk membuat baja bukan untuk listrik.

Penambang batu bara terbesar di Indonesia, Bumi Resources, berharap pemerintah segera mencabut larangan ekspor yang dikenakan kepada perusahaan yang telah memenuhi persyaratan DMO.

  🌟
Kompas  

Sabtu, 08 Januari 2022

Jokowi Larang Ekspor Batu Bara

4 Negara Ini Kena DampaknyaKapal tongkang pengangkut batu bara lepas jangkar di Perairan Bojonegara, Serang, Banten, Kamis (21/10/2021). BPS mencatat ekspor produk pertambangan dan lainnya pada September 2021 melesat 183,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melarang ekspor batu bara secara sementara. Pemicunya adalah kebutuhan listrik dalam negeri.

Keputusan larangan ekspor batu bara ini dinilai akan berdampak ke empat negara sahabat: China, India, Jepang, dan Korea Selatan.

Dilaporkan ABC Australia, Kamis (6/1/2022), Indonesia adalah pengekspor terbesar komoditas batu bara dengan memperdagangkan sebanyak 40 persen pasokan batu bara di dunia dan di tahun 2020 saja mengirimkan 400 juta ton ke sejumlah negara.

Indonesia akan melarang ekspor batu bara sementara selama bulan Januari, menyebabkan pasokan 30 juta ton batu bara di dunia akan terganggu.

Namun efeknya akan terasa di negara mitra dagang utama Indonesia seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan.

Analis riset senior MineLife, Gavin Wendt, mengatakan meski keputusan Indonesia membuat pasar menjadi kaget, tapi sebenarnya bukanlah hal yang mengejutkan karena mencerminkan agenda ekonomi nasionalis pemerintah Indonesia.

"Ini Pemerintah yang sangat proaktif dalam melaksanakan undang-undang untuk melindungi kepentingan Indonesia," katanya. "Kami telah melihatnya di masa lalu, dalam beberapa tahun terakhir, saat Pemerintah Indonesia membatasi dan secara efektif menghentikan ekspor bahan mentah."

"Mereka ingin menghasilkan komponen nilai tambah, tidak hanya menjadi pemasok komoditas mentah untuk ekspor."

  Australia Siap Ambil Kesempatan? 

Keputusan tersebut membuat India dan China dalam keadaan tidak pasti, sementara perusahaan tambang di Indonesia sudah mati-matian berusaha berdialog dengan Pemerintah untuk membatalkan larangan ekspor tersebut.

Kondisi pasokan energi China juga diperburuk oleh larangan impor batu bara dari Australia, sehingga China kesulitan mendapatkan impor batu bara berkualitas tinggi.

Gavin mengatakan, dengan Indonesia yang menangguhkan ekspor batu bara menjadi peluang bagi Australia untuk bisa kembali masuk ke China.

"China mungkin akan menimbang kembali hubungannya dengan Australia, tetapi China seperti yang kita tahu sangat tidak terduga dan tidak semua langkahnya sepenuhnya logis," katanya.

"Saya pikir pasti ada peluang untuk membuka kembali dialog antara China dan Australia mengenai ekspor batu bara termal. Ini tergantung pada apakah keadaan seperti ini berlanjut dan apakah sikap Indonesia tetap pada keputusannya saat ini."

  Harga Ketidakpastian 

Ledakan ekonomi (economic boom) setelah pandemi juga dinilai akan terus berlanjut, dengan pasar energi diperkirakan akan tetap kuat sepanjang tahun 2022.

Alasannya karena masih ada ketidakpastian terkait dengan pasokan batu bara, gas, dan minyak.

"Anda harus ingat, tentu saja, pasar sudah gelisah memasuki tahun baru dari sisi penawaran. [Sementara] permintaan sangat, sangat tinggi," kata Gavin.

"Pasar, pemerintah, dan konsumen sangat mengkhawatirkan penetapan harga karena hal itu berdampak langsung ke kenaikan biaya untuk rumah tangga dan bisnis. Jadi ini masalah yang sangat besar."
 

  💟
Liputan 6  

Rabu, 13 Oktober 2021

Smelter Freeport Gresik Terbesar di Dunia

Jokowi menyampaikan smelter tersebut dibangun untuk menciptakan nilai tambah produk tambang di dalam negeri Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa, 12 Oktober 2021. (Dok. Setpres - Anadolu Agency)

Presiden Indonesia Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking sebagai tanda pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di kawasan ekonomi khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur pada Selasa.

Jokowi, sapaan akrabnya, menyampaikan smelter ini merupakan yang terbesar di dunia.

"Tadi kita mendapatkan laporan bahwa smelter yang akan dibangun ini dengan desain single line, terbesar di dunia karena mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun," kata Jokowi.

Dia menambahkan smelter tersebut dibangun untuk menciptakan nilai tambah produk tambang di dalam negeri.

Inilah kenapa, ucap Jokowi, smelter PT Freeport ini dibangun di dalam negeri, yaitu di Gresik, Provinsi Jawa Timur.

Ini adalah sebuah kebijakan strategis terkait dengan industri tambang tembaga setelah kita menguasai 51 persen saham Freeport dan saat itu juga kita mendorong agar Freeport membangun smelter di dalam negeri,” ungkap Jokowi.

Menurut Jokowi, pembangunan smelter di dalam negeri ini akan memperkuat hilirisasi industri. Presiden mengatakan pihaknya akan meminta perusahaan tambang baik swasta maupun BUMN untuk melakukan hilirisasi agar komoditas tambangnya memiliki nilai lebih tinggi.

Hilirisasi juga akan memberikan nilai tambah bagi negara yang juga berarti akan memberikan pemasukan yang lebih tinggi pada negara. Selain itu, juga menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, dan membuat bangsa Indonesia makin mandiri dan makin maju.

Tadi disampaikan Pak Menteri bahwa ini dalam masa konstruksi saja akan ada 40.000 tenaga kerja yang bisa bekerja, artinya yang terbuka lapangan pekerjaan ini akan banyak sekali di Kabupaten Gresik dan di Provinsi Jawa Timur, belum nanti kalau sudah beroperasi,” lanjut Jokowi.

Presiden pun menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memberikan dukungan penuh dalam berbagai hal agar iklim investasi di Indonesia makin baik.

Dengan demikian, terang Jokowi, Indonesia akan makin diminati sebagai negara tujuan investasi.

  ★
AA  

Sabtu, 01 Mei 2021

Luhut Dukung Teknologi Pengolahan Nikel STAL Karya Anak Bangsa

Limbah STAL menghasilkan residu Fe (besi) dan Al (aluminium) yang bisa diolah menjadi bijih besi (iron ore) dan produk lainnya imageIlustrasi produk STAL teknologi [ist] ★

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendukung teknologi pengolahan nikel karya anak bangsa, yakni step temperature acid leaching (STAL) karena menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan teknologi pengolahan nikel lainnya.

"Ini ada pengembangan teknologi baru dari anak bangsa, kita dukunglah. Saya ingin produk-produk dalam negeri terus maju," katanya dalam rapat koordinasi, Kamis (29/4/2021), sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Dengan teknologi STAL, yang dikembangkan PT Trinitan Metal and Minerals Tbk ini, bijih nikel diproses dengan tekanan atmosfir (atmospheric pressure) dan mampu menghasilkan recovery nikel di atas 90 persen.

Teknologi STAL juga diklaim menghasilkan limbah yang lebih ramah lingkungan dan dapat dikelola kembali menjadi produk yang bernilai dibandingkan teknologi high pressure acid leach (HPAL).

Pasalnya, limbah STAL menghasilkan residu Fe (besi) dan Al (aluminium) yang bisa diolah menjadi bijih besi (iron ore) dan produk lainnya.

Luhut berpesan teknologi STAL ini dapat dikembangkan terus dan diharapkan semua pihak dapat bekerja sama dengan baik.

Ia juga berharap Indonesia dapat menarik investor yang sesuai untuk pengembangan teknologi ini.

"Kita tidak mau main-main. Jadi, makanya sekarang orang bicara soal green, jadi jangan ditipu lagi dengan data-data yang tidak benar," tambahnya.

Pengembangan teknologi STAL yang menggunakan metode hidrometalurgi dipandang sebagai sebuah terobosan untuk aplikasi teknologi pengolahan nikel dalam skala lebih kecil dibandingkan dengan jenis-jenis teknologi yang digunakan pada industri pengolahan logam dasar.

Teknologi tersebut dapat berbentuk secara modular dan dipandang cocok untuk diterapkan pada lokasi-lokasi yang dekat dengan wilayah pertambangan nikel (mine mouth).

Dengan teknologi modular ini, besaran yang dibutuhkan akan bisa dijangkau oleh industri pertambangan pada skala yang lebih kecil dan yang banyak terdapat di Indonesia.

Teknologi STAL yang dikembangkan akan membutuhkan bijih nikel sebesar 170 ribu ton bijih nikel per tahun atau 600 ton per hari untuk setiap modular STAL.

STAL dapat mengolah bijih nikel dengan kadar rendah sampai 1,1 persen. Ada pun pasokan listrik yang dibutuhkan dalam menggunakan teknologi STAL, yakni 1,3 mega watt hour untuk menghasilkan 1.800 ton nikel.

Teknologi STAL akan mengembangkan aplikasi cloud monitoring dan sistem kontrol untuk semua proses manufaktur dan dapat memberikan informasi yang dapat dipercaya kepada semua pihak.

  antara  

Selasa, 20 April 2021

STAL Siap Jadi Terobosan Teknologi Pengolahan Nikel yang Ramah Lingkungann

imageSelain rendah karbon, STAL juga tidak membutuhkan pengelolaan limbah yang rumit, serta mendukung transparansi dalam bentuk digitalisasi data. [ist]  ★

Konsultan ESG (Environmental, Social and Governance) dari PT Mitra Rekayasa Keberlanjutan (MRKL), Aldi Muhammad Alizar menyoroti pentingnya kehadiran teknologi pengolahan nikel yang berfokus pada aspek ESG.

Menurut Aldi, High Pressure Acid Leach (HPAL) merupakan teknologi pengolahan nikel untuk battery grade secara hidrometalurgi, yang banyak dipilih oleh smelter di Indonesia saat ini.

Namun, mengacu kepada paparan “Kinerja Sektor Komoditas dan Energi serta Kebijakan Hilirisasi 1Q2021” yang disampaikan Kemenko Marves dalam acara Finalisasi Pengujian Teknologi STAL oleh Kementerian ESDM dan TMM, pengelolaan limbah merupakan kendala terbesar dalam memproses bijih limonite melalui teknologi HPAL.

Cara pengelolaan limbah HPAL dengan menempatkan limbah di bawah area laut dalam (Deep Sea Tailings Placement) dianggap berpotensi tinggi mencemari biodiversitas," ujarnya.

"Padahal, cara ini adalah cara pengelolaan limbah yang saat ini dipertimbangkan oleh perusahaan pengolah nikel, untuk pengoperasian smelter HPAL milik mereka kelak,” ungkap Aldi.

Karena itu, Aldi meyakini, Indonesia membutuhkan teknologi pengolahan nikel yang berfokus pada aspek ESG, seperti teknologi hidrometalurgi Step Temperature Acid Leach (STAL) yang kini dikembangkan PT Trinitan Metals & Minerals Tbk (TMM).

Tujuannya, kata dia, adalah untuk mengakomodir investor asing yang ‘memelototi’ aspek ESG dan menjadikannya sebagai syarat utama dalam berinvestasi, seperti Elon Musk dan Tesla, yang mensyaratkan hal itu untuk berinvestasi di Indonesia.

Dia menilai, STAL merupakan terobosan teknologi ramah lingkungan yang dapat mendukung upaya Pembangunan Rendah Karbon yang sedang marak di Indonesia.

"Selain rendah karbon, STAL juga tidak membutuhkan pengelolaan limbah yang rumit, serta mendukung transparansi dalam bentuk digitalisasi data dan informasi sehingga meningkatkan akuntabilitas kepada shareholder dan stakeholder,” ungkap Aldi.

Aldi meyakini, teknologi STAL akan membawa dampak positif berupa kesejahteraan sosial dan ekonomi yang hijau, kepada masyarakat dan penambang nikel skala menengah.

  Tribunnews  

Kamis, 03 September 2020

PT. Trinitan Mampu Olah Bijih Nikel Kadar Rendah Hingga 96 Juta WMT

Gunakan Teknologi STAL Karya Anak Bangsa imageSelain rendah karbon, STAL juga tidak membutuhkan pengelolaan limbah yang rumit, serta mendukung transparansi dalam bentuk digitalisasi data  [ist] ★

PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE), dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) memutuskan untuk mengangkat Ketua Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Insmerda Lebang sebagai Komisaris Utama perseroan.

Untuk diketahui, Insmerda Lebang menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) sejak tahun 2017. Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai Presiden Komisaris di PT Timah (Persero) Tbk (2007-2016), dan PT Feron Tambang Kalimantan (2008-2010).

Insmerda Lebang selaku Komisaris Utama PURE menjelaskan bahwa langkah awal Perseroan adalah fokus terhadap pengolahan nikel dan kobalt dalam rangka mendukung perkembangan industri baterai mobil listrik nasional.

PURE memiliki inovasi bernama STAL Technology, dan kami yakin terobosan teknologi karya anak bangsa ini dapat dimanfaatkan untk mengolah sekitar 96 juta metrik ton nikel kadar rendah yang menumpuk di Indonesia. Kami menargetkan untuk bekerja sama dengan 10 pemilik IUP nikel lokal pada tahun ini sebagai offtaker,” ujar Insmerda Lebang, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (21/8/2020).

Dalam RUPST yang diselenggarakan dengan protokol kesehatan tersebut, para pemegang saham PURE juga menyetujui perubahan susunan Direksi Perseroan, dengan mengangkat Petrus Tjandra sebagai Direktur Utama dan Parluhutan sebagai Direktur.

Dalam kesempatan yang sama, Petrus Tjandra selaku Direktur Utama PURE juga menyebutkan bahwa Perseroan juga akan terus berkembang untuk mengekstraksi bahan mineral lainnya, termasuk logam tanah jarang (rare earth mineral), dengan melakukan inovasi-inovasi teknologi pengolahan dan pemurnian logam dan mineral ramah lingkungan berbasis Hidrometalurgi, serta bekerja sama dengan penambang lokal.

Harapan kami, seluruh sumber daya mineral di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa dan negara, mendatangkan devisa, serta memberikan lapangan kerja bagi masyarakat,” pungkas Petrus Tjandra.

  Trinitanmetals  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More