N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KRI Raden Eddy Martadinata 331

PKR 10514, Kapal frigat pertama produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Jumat, 28 Februari 2014

Game Indonesia Menang Rp 2,3 Miliar di Spanyol

Screenshot game Sage Fusion 2
Sebuah pengembang game indie asal Bandung, Kidalang, berhasil menjuarai kompetisi pembuatan aplikasi Tizen App Challenge yang diselenggarakan oleh Tizen Association.

Dalam pengumuman pemenang dilakukan pada konferensi pers hari Minggu (23/2/2014) waktu setempat, game berjudul Sage Fusion 2 buatan Kidalang meraih grand prize kategori Game Roleplaying dan Strategi dan diganjar hadiah uang sebesar 200.000 dollar AS atau sekitar Rp 2,3 miliar.

Tizen App Challenge yang berlangsung dari Juli hingga Desember 2013 mengajak developer aplikasi mengembangkan software untuk platform terbuka itu.

Secara umum kategori peserta dibagi menjadi dua, yaitu "Game" dan "Non-game". Aplikasi yang diikutsertakan bisa ditulis dalam pemrograman native Tizen atau HTML5.

Sebanyak 54 pemenang dalam 9 kategori (3 game dan 6 non-game) di kompetisi ini menerima hadiah, dengan jumlah total senilai 4,04 juta dollar AS atau sekitar Rp 46,9 miliar rupiah.

Aplikasi-aplikasi pemenang kompetisi ini baru bisa berjalan dalam developer kit Tizen karena belum ada perangkat mobile yang mengusung platform tersebut, kecuali dua buah smartwatch dari Samsung yang turut diluncurkan pada MWC 2014.

Sage Fusion 2 sendiri adalah game RPG bertema futuristik yang pertama kali dirilis pada pertengahan 2013 untuk platform iPhone, iPad, iPod Touch, dan BlackBerry Z10.


Screenshot game Sage Fusion 2

  ♞ Kompas  

Reaksi Pedagang Soal Larangan Mainan Tanpa Label SNI

Penjual mainan anak di Pasar Gambrong, Kampung Melayu, Jakarta."Yang penting ada ganti ruginya."

Pemerintah telah mengeluarkan aturan tentang standardisasi mainan dan akan berlaku beberapa bulan lagi. Pemerintah juga akan menarik mainan tidak berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia) dari pasar.

Reaksi pedagang atas aturan ini beragam, ada yang setuju namun dengan syarat dan ada juga yang pasrah menerima.

Aldo, seorang penjual mainan di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, saat ditemui VIVAnews, Kamis 27 Februari 2014, menyatakan setuju dengan pemberlakuan aturan tersebut. Tapi, ada satu hal yang mesti diperhatikan jika mainan tak sesuai standar ditarik dari peredaran.

"Yang penting ada ganti ruginya. Kalau cuma ditarik saja, tidak mau. Kami dagang untuk cari makan," ujar Aldo.

Pria berusia 33 tahun ini sudah sepuluh tahun berjualan mainan yang menggunakan remote control seperti helikopter dan mobil-mobilan. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 120 ribu hingga Rp 1,6 juta. "Untungnya paling besar Rp 35 ribu per pieces. Tergantung dapat menjual seharinya berapa. Kalau lakunya lima, lumayan dapat Rp 150 ribu per hari," kata Aldo.

Menurut Aldo, barang yang dijualnya memang produk impor, didapat dari pemasok mainan dari China sekitar 50-100 unit mainan. "Harga dari importirnya Rp 300 ribu per pieces kalau saya ambil sendiri. Tapi, kalau orangnya yang mengantar ke sini, harganya jadi Rp 310 ribu," kata dia.

Aldo mengakui bahwa mainan-mainan yang dijualnya tidak berlabel SNI. "Tidak ada. Barang ini dapatnya dari Tanjung Priok," kata dia.

Ia belum tahu berapa kerugian yang bakal didapatnya, jika produk yang dijualnya ini ditarik oleh pemerintah. "Belum hitung," kata dia.

Namun Aldo mengaku bahwa menjual mainan dari China memang lebih menguntungkan ketimbang produk lokal. Alasannya, kualitas mainan produk China lebih baik.

"Produk Indonesia baunya seperti plastik terbakar," kata Aldo.

Dalam kesempatan terpisah, Daumi yang merupakan pedagang boneka "Barbie" di Pasar Gembrong mengaku pasrah terhadap apa yang akan terjadi. "Itu terserah bosnya. Saya ini perantara jual," kata Daumi.

Ia juga belum menghitung jumlah kerugian yang kemungkinan akan dia dapat setelah peraturan itu efektif berlaku.

Ia telah berjualan selama dua dasawarsa. Omzet bisnis mainan ini menurutnya mencapai puluhan juta per bulan. "Rata-rata dapat Rp 5 juta sehari. Tapi kalau lagi ramai bisa dapat Rp 10 juta dan kalau sepi dapat Rp1 juta," kata dia.

Harga boneka yang dijualnya mulai dari Rp 7.500 hingga Rp 25 ribu, tergantung pembelian eceran atau grosir. Ada pula aksesori berupa pakaian barbie yang dijual Rp7.500-Rp10 ribu dan rumah barbie yang harganya Rp 150 ribu-Rp 200 ribu.

Untuk bonekanya, dia mendapatkan langsung dari importir. Setiap kardusnya ada 200 unit boneka barbie, baik boneka perempuan maupun lelaki. Kalau untuk pakaian barbie, ada pasokan dari penjahit lokal.

"Ada juga yang dari Mattel. Bonekanya sudah ada di dalam box (kotak) lengkap dengan aksesori. Mahal harganya, Rp450 ribu. Saya juga jualnya jarang," kata dia.(eh)



  ♞ Vivanews  

Hasil Pertemuan MS Hidayat dengan Orang Terkaya Rusia

http://images.detik.com/content/2014/02/25/4/174350_olegderipaska.jpgJakarta Menteri Perindustrian MS Hidayat hari ini mendapatkan tamu tak biasa di kantormya. Salah satu orang terkaya Rusia, Oleg Deripaskan, menyambangi Hidayat dengan delegasinya. Apa yang dibicarakan?

"Dia datang karena dia merupakan delegasi 40 orang perusahaan Rusia yang dibawa oleh kedutaan besar Rusia ke Indonesia," kata Hidayat kepada wartawan di kantor Kementerian Perindustrian, Selasa (25/2/2014).

Hidayat mengatakan, Oleg yang merupakan CEO Rusal, salah satu produsen aluminium besar di dunia ingin berinvestasi di Indonesia. Hidayat mengatakan, Rusal akan menggandeng mitra lokal dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

"Dia join dengan Kadin. Saya nggak tahu siapa. Tentu saya harapkan yang punya bauksit punya IUP," jelas mantan Ketua Kadin ini.

Rusal meminta keringanan kepada pemerintah selama 3 bulan untuk memastikan mitra lokalnya, dan juga kepastian bahan baku bauksit untuk diolah menjadi aluminium nantinya.

"Setelah mendapatkan kepastian dalam 3 bulan dia akan memastikan investasinya membuat alumina. Dia menanyakan policy kita, saya mengatakan sudah ada 3-4 dalam minggu ini yang mengatakan studi untuk bauksit kalau semua proses industri jalan, saya akan menyetop impor alumina yang dari Australia kebanyakan," paparnya.

"Jadi dia minta dalam 3 bulan setelah studinya dan men-secure bauksitnya itu, dia baru menyatakan investment-nya dan angkanya," tegas Hidayat.

Masih menurut Hidayat, Rusal sudah memiliki pengalaman besar dalam memproses ialumunium. "Ini memang punya pengalaman dalam memproses aluminium, dia join juga dengan Australia," tutupnya.(zul/ang)


  ♞ detik  

Kamis, 27 Februari 2014

RI scientists offered telescope on the moon

Bandung International Lunar Observatory Association (ILOA) founding director Steve Durst has called on Indonesian astronomers and researchers to develop their studies by using data derived from the first telescope installed on the moon.

“To develop astronomy’s next frontier,” said Durst in a colloquium at the Bandung Institute of Technology (ITB) on Wednesday.

The ILOA is a private space consortium based in Hawaii, US. The institute has forged cooperation with several countries, namely Japan, Singapore, Brazil, Chile and Canada, through the Galaxy Forum, which aims to raise awareness of the need to enhance research abilities and galactic exploration.

The ILOA cooperated with China’s space mission through unmanned vehicle Chang’e 3 to install the telescope at the southern pole of the moon. The first of its kind, the telescope has been set up for two months.

Durst said that the telescope, located at the center of the Milky Way, would collect data for later transmissions to Earth.

“We’re collaborating with Chinese astronomers to receive and exchange data,” he said, adding that the data could only be accessed at the end of the year as the process needed to be perfected.

Durst said that he hoped observations from the telescope would help galaxy-related studies as many stars had yet to be identified and planets were still being search for.

The moon provides unobstructed views and its position could help disclose galactic phenomena. The ILOA, according to Durst, currently has four missions on the moon, including a telescope that is already on the moon.

The three other missions include landing the ILO-X telescope, a miniature telescope the size of a shoe box weighing 2 kilograms that will send data and images accessible to the public.

The telescope will be installed by using a robotic Moon Express mobile vehicle in 2015.

According to Durst, the telescope also supports scientific research and commercial broadcasting. The ILO-X will land on the site close to Mount Malapert, a mountainous region near the south pole of the moon for observations as well as astronomical and galactic communications.

Another ambitious mission will be the ILO-Human Service Mission in 2018.

ITB Astronomy Department lecturer Chatif Kunjaya said his department was very interested in the collaboration.

According to him, direct observation from the moon could become an attraction of its own for students and astronomers.

“Especially when observations are intentionally directed at the center of the galaxy where the phenomena are most active,” said Chatif.



  ♞ The Jakarta Post  

Kilang Minyak Baru Jadi Penentu Ketahanan Energi RI

http://images.detik.com/content/2014/02/27/1034/124155_kilang320.jpgJakarta Indonesia masih sangat bergantung pada pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) impor sehingga ketahanan energi nasional sulit terpenuhi. Perlu langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Mohammad Hidayat menjelaskan ketahanan energi bisa saja terwujud ketika Indonesia membangun dan memiliki kilang (refinery) minyak baru.

Meskipun ada kilang baru, Indonesia masih akan impor minyak mentah sebagai produk hulu untuk diolah di dalam negeri, namun ini jauh lebih baik daripada mengimpor produk hilir seperti BBM.

Hingga kini rencana pembangunan kilang baru belum terealisir. Sempat ada opsi menggunakan anggaran APBN untuk membangun kilang baru, namun lagi-lagi rencana itu gagal.

"Bagaimana kita mempertahankan ketahanan energi kalau kita impor besar. Kalau kita bicara ketahanan tapi belum punya new refinery (kilang baru)," kata Hidayat saat diskusi gas di Hotel Gran Melia, Jakarta, Kamis (27/2/2014).

Ia mengatakan masalah ketahanan energi nasional sempat memperoleh angin segar saat pemerintah berencana membiayai kilang baru senilai US$ 10 miliar-US$ 12 miliar. Namun pembiayaan oleh negara, akhirnya tidak terealisasi.

"Saat pemerintah berencana bangun kilang minyak baru. Dibangun dengan APBN. Namun yang terjadi dengan anggaran US$ 10 miliar sampai 12 miliar dengan kapasitas kilang 300.000 barel per hari, ternyata nggak disetujui," jelasnya.

Akhirnya pembangunan kilang dilakukan dengan skema Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS). Pemerintah pun melobi investor di Singapura agar bersedia membangun kilang baru di Bontang, Kalimantan Timur. Namun saat pertemuan itu, banyak permintaan calon investor yang sulit dipenuhi pemerintah.

"Kita ramai-ramai datang ke Singapura. Market consultation di sana. Apa yang mereka inginkan agar mau bangun. Hal-hal yang diminta calon investor nggak mudah dipenuhinya. Pertanyaan, apakah kilang akan terwujud?," terangnya.(feb/hen)

Anggota Dewan Energi Malu RI Masih Bergantung Impor BBM dan Gas

http://images.detik.com/content/2014/02/27/1034/112631_pltupacitan320.jpgPihak Dewan Energi Nasional (DEN) mengungkapkan infrastruktur dan pasokan energi listrik Indonesia sangat memprihatinkan dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara (ASEAN). Bahkan Indonesia masih bergantung impor energi dari negara lain seperti BBM dan minyak.

Indonesia, dengan jumlah penduduk sebanyak 237 juta jiwa, proporsi pasokan listrik dipasok oleh pembangkit milik PT PLN dengan kapasitas 35,33 Giga Watt (GW) atau setara 35.333 Mega Watt (MW).

Bandingkan dengan Malaysia, jumlah penduduk di sana hanya 29 juta jiwa tetapi porsi pasokan pembangkit setara dengan 28,40 GW atau setara 28.400 MW.

"Kondisi infrastruktur listrik kita sangat memprihatinkan. Malu saya mengatakannya. Kita tertinggal," kata Anggota DEN, Tumiran pada acara diskusi gas di Hotel Gran Melia, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2014).

Bahkan dibandingkan dengan proporsi pasokan listrik dan penduduk di Singapura, Indonesia lebih jauh tertinggal. Proporsi pasokan listrik di Singapura senilai 10,49 GW atau setara 10.490 MW, sedangkan jumlah penduduk hanya 5,3 juta jiwa.

Selain pasokan listrik yang memprihatinkan, Tumiran menjelaskan pasokan bahan baku listrik juga masih belum mandiri. Untuk mendukung pembangkit, Indonesia harus mendatangkan BBM dan gas secara impor.

"Ketahanan energi kita malu. Kita tergantung energi impor," sebutnya.

Salah satu contoh ketahanan dan pasokan listrik Indonesia yang kurang baik terjadi di Sumatera Utara. Tedapat defisit listrik yang cukup besar, akibatnya sering terjadi pemadaman listrik dan industri tidak bisa tumbuh karena defisit listrik.

"Kasus Sumut, gas nggak ada. Defisit listrik 300 MW di Sumut," sebutnya.(feb/hen)


  ♞ detik  

Indonesia negara besar dengan kapasitas listrik kecil

Ironis, Indonesia negara besar dengan kapasitas listrik kecilJakarta Kondisi pasokan listrik di Indonesia saat ini dinilai tengah berada di titik rawan. Sebab, jumlah pasokan listrik yang tersedia tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh penduduk Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh anggota Dewan Energi Nasional Tumiran. Dia menyatakan, kondisi infrastruktur kelistrikan Indonesia sangat memprihatinkan.

"Kapasitas pembangkit kita sebesar 35,33 Giga Watt (GW) untuk memenuhi kebutuhan sejumlah 237 juta jiwa," ujar Tumiran dalam diskusi Asosiasi Pengusaha CNG Indonesia di Hotel Gran Melia, Jakarta, Kamis (27/2).

Tumiran mengatakan, kapasitas tersebut jauh di bawah kemampuan produksi listrik Singapura dan Malaysia. Menurut dia, kapasitas pembangkit di Singapura mampu memproduksi listrik sebesar 10,49 GW untuk memenuhi kebutuhan 5,3 juta penduduk.

"Sementara kapasitas pembangkit Malaysia sebesar 28,40 GW untuk kebutuhan 29 juta penduduk," ungkap dia.

Selanjutnya, Tumiran menerangkan, Indonesia terlalu bergantung pada pihak lain untuk penyediaan kebutuhan energi. Ini karena Indonesia tidak memiliki konsep untuk menjaga ketahanan di bidang energi.

"Akibatnya, banyak pihak berusaha memanfaatkan ini untuk memenuhi kebutuhan energi kita. Soal, ketahanan energi, kita malu. Kita bergantung pada pasokan impor," terang dia.[bim]


  ♞ Merdeka  

Semua Orang Tahu Monorel Tak Layak, Termasuk Gubernur

Jakarta Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meragukan PT Jakarta Monorail dapat merealisasikan proyek monorel. Menurut Basuki, dari awal terbentuknya PT Jakarta Monorail (JM), mereka tidak memiliki niat penuh untuk membangun monorel. Hal ini dapat terlihat dari keterbatasan kemampuan finansial yang dimiliki PT JM.

"Semua orang juga bilang dan tahu monorel itu enggak layak, termasuk Pak Gubernur juga tahu monorel enggak feasible (layak)," kata Basuki kepada wartawan, Rabu (26/2/2014) malam.

Keterbatasan dana itu pula yang membuat Pemprov DKI mengajukan klausul baru dalam perjanjian kerja sama (PKS). Klausul baru itu adalah pemberian jaminan 5 persen dari total investasi kepada Pemprov DKI. Jaminan itu sebagai bukti PT JM memiliki kemampuan finansial. Namun, klausul itu masih belum disepakati oleh PT JM. PT JM merasa syarat itu memberatkan mereka.

Basuki juga menduga PT JM ingin menjadi satu-satunya kontraktor yang membangun monorel tanpa lelang tender sehingga mereka terus berusaha membangun monorel, meskipun belum ada pembangunan fisik yang terlihat.

Pemprov DKI "terpaksa" memberi izin PT JM untuk melanjutkan proyek pembangunan. Padahal, PKS antara DKI dan PT JM telah berhenti sejak masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pada 2011.

Menurut Basuki, tiang pancang sudah telanjur dipasang. Daripada tiang itu terbengkalai, DKI memberi izin PT JM melanjutkan proyek monorel. Satu klausul baru lainnya yang ditambah pada PKS adalah semua aset milik PT JM, termasuk tiang pancang menjadi kepemilikan DKI. Hal ini berlaku jika PT JM tidak dapat membangun monorel satu jalur hingga tiga tahun lamanya.

"Asal enggak pakai APBD, mereka boleh mencoba apa pun. Sama seperti deep tunnel, banyak (swasta) mau bangun, tapi sampai sekarang enggak ada kelanjutannya," kata Basuki.

Pemberian kesempatan pada PT JM itu juga untuk menciptakan transportasi massal di Jakarta. Menurut kajian pada 2008, Jakarta akan macet total pada 2014. Oleh karena itu, ketika banyak pihak swasta yang menawarkan alternatif mengatasi kemacetan, DKI akan menerima penawaran tersebut.

Begitu tanda tangan kontrak, swasta harus memiliki komitmen menyelesaikan program dengan cepat. Selain itu, DKI juga tidak boleh rugi jika swasta gagal menjalankan program itu.

Basuki menampik jika Pemprov DKI disebut ngotot dalam membangun monorel. "DKI ngotot membangun transportasi massal karena Pak Gubernur inginnya semua moda transportasi massal itu direalisasikan," ujar Basuki.



  ♞ Kompas  

Pembayaran Pakai Ponsel Mulai Dikenalkan di Kampus Indonesia

Pembayaran konsep mobile payment dengan menggunakan ponsel pintarIni mengefisiensikan pengeluaran perusahaan dan mencegah uang palsu

Transaksi elektronik melalui ponsel di Indonesia masih belum populer. Namun kondisi itu tidak mengurangi niat PT. Skye Sab Indonesia untuk meluncurkan layanan uang elektronik (e-money) untuk keperluan transaksi komunitas.

Menggandeng Universitas Binus, Skye merilis BEAT (Binus Easy Transaction), sebuah layanan uang elektronik untuk keperluan transaksi komunitas Binus.

"Kami pemakai terbesar untuk sosial media dan chatting, tapi kami harap untuk mobile money dan mobile transaction kita bisa membuat dari dan untuk Indonesia, bukan hanya jadi konsumen saja," ujar Kendra Hendro, Managing Director PT. Skye Sab Indonesia, kemarin di Kampus Binus University, Kebon Jeruk, Jakarta.

Kendra menjelaskan layanan BEAT memungkinkan pengguna bertransaksi pembelian pulsa, voucher game, tagihan listrik, TV pra bayar, kartu kredit, tiket kereta sampai keperluan pembayaran terkait kemahasiswaan.

Untuk menggunakan layanan ini pengguna diharuskan mengunduh aplikasi BEAT memindai kode QR BEAT atau mengunduh langsung pada http://www.skye.co.id/beat. Aplikasi ini bisa berjalan pada perangkat BlackBerry sistem operasi 5 ke atas dan Android minimal versi 2.3.6 ke atas. Untuk perangkat iOS, akan menyusul kemudian.

Setelah mengunduh, pengguna diharuskan top-up sejumlah uang melalui transfer ATM, mobile banking maupun mobile internet."Top-up ini berbasis ponsel," kata dia.

Setalah sukses Top-up, maka pengguna bisa segera melakukan transaksi dengan modal ponsel saja, di mana saja dengan mudah dan nyaman.

Keamanan Transaksi

Dalam antarmuka aplikasi, ditampilkan beberapa menu utama seperti pembelian, pembayaran, komunitas, kotak pesan, Top up, account, Referensi. Menariknya, untuk menarik penggguna, Skye menyediakan bonus poin untuk tiap kali satu stransaksi.

Kendra mengatakan untuk keamanan transksi, sistem ini sudah terjamin. Sebab layanan Skye ini sudah diakui oleh Bank Indonesia sebagai perusahaan yang menjalankan transaksi lewat mobile.

"Skye termasuk dari 17 perusahaan yang telah mendapat lisensi Bank Indonesia," kata dia yang memastikan sistem ini telah aman dari fraud.

Dengan transaksi lewat mobile, menurutnya dapat mendukung program cahsless society yang dicanangkan pemerintah. Mobile money juga, kata dia, mengefisiensikan pengeluaran perusahaan dan menekan uang palsu.(eh)



  ♞ Vivanews  

China dan Amerika Serikat mitra strategis Indonesia

Beijing Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, mengatakan China dan Amerika Serikat mitra strategis bagi Indonesia --termasuk TNI-- berlatar peran strategis Indonesia di Asia Pasifik.

"Indonesia, khususnya TNI siap melakukan kerja sama dengan negara manapun, termasuk China dan Amerika Serikat untuk menjaga stabilitas perdamaian, keamanan dan kemakmuran kawasan baik secara bilateral dan multilateral," katanya, di Beijing, Rabu.

Moeldoko dan sejumlah pimpinan TNI melakukan kunjungan resmi lima hari ke China sejak kemarin. China negara pertama yang ditentukan Moeldoko untuk dikunjungi di luar ASEAN, di tengah dinamika klaim seluruhnya ataupun sebagian wilayah Laut China Selatan, oleh China, Filipina, Brunei Darussalam, dan Malaysia.

Selain itu, China juga punya masalah serupa dengan Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan atas Laut China Timur, dipertegas pemberlakuan ADIZ atas Laut China Timur yang persis bertumpang tindih dengan pemberlakuan serupa oleh Jepang.

Di tengah itu semua, Indonesia berada di tengah-tengah arena dinamika keamanan dan pertahanan kawasan itu. Satu jalur utama perdagangan dan energi dunia juga melalui wilayah kedaulatan Indonesia, di antaranya ketiga ALKI dan Selat Malaka.

Moeldoko menambahkan, "Indonesia juga mitra strategis baik, untuk China maupun Amerika Serikat. Baik China maupun Amerika Serikat melihat dan memperhitungkan Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, yang memiliki pengaruh serta peran besar tidak saja di Asia Tenggara tetapi juga Asia Pasifik."

Indonesia, kata dia, bahkan diibaratkan sebagai "gadis cantik" yang kerap diperebutkan peran dan pengaruhnya terutama China dan Amerika Serikat, guna menyelesaikan persoalan di kawasan ASEAN, dan Asia Pasifik.

Yang bisa Indonesia manfaatkan dari keuntungan strategis itu, Moeldoko mengatakan, "Banyak, karena bagaimana pun China dan Amerika Serikat juga berhitung. Maka kita pun harus berlaku sama, semisal mengembangkan dan memodernisasi alutsista TNI, pendidikan dan latihan untuk peningkatan profesionalisme prajurit dan lainnya."

Moeldoko menambahkan, untuk dapat diperhitungkan lebih oleh China dan AS atau negara manapun, Indonesia harus memegang teguh netralitas yang kuat.

"Kita harus bisa tunjukkan netralitas kita tidak memihak manapun. Selain itu, kita juga harus kuat, solid, apalagi kita negara besar dan memiliki pengaruh di Asia Tenggara yang patut dipertimbangkan."

Dia menegaskan Indonesia harus dapat menciptakan pendekatan kepercayaan strategis, baik dengan China, Amerika Serikat, serta negara lain guna memperkuat posisi tawar Indonesia. "Itu yang penting dan sangat prioritas," tukasnya.

Mengenai kebijakan Amerika Serikat di Asia Pasifik yang dikenal sebagai pasak penyeimbangan kembali dengan meningkatkan kehadiran militer di kawasan, Moeldoko mengatakan,"Indonesia harus mampu menjadi penyeimbang antara kedua kekuatan tersebut."

"Indonesia adalah negara besar di ASEAN dan sebagai pemimpin, karenanya Indonesia harus mampu menjadi penyeimbang di Laut China Selatan dan Asia Pasifik, yang mampu memiliki komitmen netralitas yang tidak diragukan, kuat serta menggunakan pendekatan kepercayaan strategis itu," kata dia.



  ♞ Antara  

RI-Yordania Jajaki Kerja Sama Industri Pertahanan

Jakarta Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Raja Abdullah II membicarakan potensi kerja sama Indonesia-Yordania di bidang industri pertahanan dalam pertemuan keduanya di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2014.

"Bagaimana Indonesia dan Yordania bersama beberapa negara lain bekerja sama memajukan industri pertahanannya," kata Marty di halaman parkir kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, seusai mengikuti pertemuan dua kepala negara itu.

Marty mengatakan, Mei mendatang, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro akan berkunjung ke Yordania guna membahas potensi kerja sama dalam bidang industri pertahanan tersebut. "Intinya menciptakan semacam network kerja sama industri pertahanan seperti di Eropa."

Menurut Marty, kedua kepala negara juga membicarakan upaya perdamaian di Suriah dan konflik di Palestina.


  ♞ Tempo  

RI Perlu Bentuk Angkatan Keempat?

Ilustrasi skema penyadapan oleh NSA Ke depannya perang bukan semata-mata adu senjata. 

Jakarta
Dengan berbagai isu penyadapan yang melanda pejabat teras dan operator telekomunikasi belakangan ini, Pemerintah Indonesia diusulkan untuk segera mengambil langkah sigap.

Pakar telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Agung Harsoyo, Rabu 26 Febuari 2014 dalam keterangan tertulisnya mengatakan mengingat rentannya perang di dunia siber.

Ia berpendapat Indonesia perlu memiliki angkatan keempat, selain Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Udara. Agung mencontohkan Amerika Serikat memiliki 5 Angkatan pertahanan, Darat, Udara, Laut, Antariksa, dan Cyber War, salah satu badan keamanan tersebut adalah National Security Agency (NSA).

"Pengamanan NSA meliputi komunikasi militer, diplomatik, serta komunikasi-komunikasi rahasia atau sensitif pemerintah. Lembaga ini memang dibentuk khusus untuk masalah ini,” kata Agung.

Sayangnya, tambah dia, pemerintahan belum melihat persoalan siber sebagai persoalan strategis. Padahal, ke depannya perang bukan semata-mata adu senjata, melainkan perang siber.

Ditambahkannya, Indonesia harus dapat mengambil pelajaran dari lumpuhnya Estonia, dikarenakan matinya pusat listrik nasional, dan hanya karena terserang hacker dari negara Rusia.

"Akibat dari matinya listrik tersebut menyebabkan kekacauan seperti penjarahan, putusnya transportasi dan sebagainya. Kita harus menyadari bahwa perang cyber tidak kalah dahsyatnya,” tambah dia.

Terkait dengan dugaan keterlibatan operator telekomunikasi Indonesia, Agung merasa yakin operator dalam negeri tidak terlibat dalam penyadapaan itu. Sebab menurutnya logika ini tak menguntungkan bisnis operator.

Ia mengakui secara teknis, penyadap bisa memanfaatkan celah yang tak dalam kendalai operator.

Untuk itu, Agung meminta pemerintah berkaca dari kasus penyadapan yang menimpa Kanselir Jerman Angela Merkel oleh AS. Kantor Federal untuk Keamanan Informasi Jerman telah mengembangkan sendiri software antisadap.

Para politikus dan pejabat tinggi Jerman nantinya hanya boleh memakai ponsel yang ditanami software antisadap.



  ♞ Vivanews  

Atasi Penyadapan, Menhan Minta Instansi Terapkan CERT

Jakarta Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, mengatakan sudah menerjunkan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk menangani masalah penyadapan yang diduga melibatkan Telkomsel dan Indosat.

Pemerintah juga sudah membuat sistem menjaga keamanan pertukaran informasi.

"Kita dalami dulu, kita sudah terjunkan Lemsaneg," kata Purnomo di Istana Negara, Jakarta, Rabu 26 Februari 2014.

Menurut Purnomo, sebenarnya yang membuat rawan disadap adalah sistem komunikasi. Sebab, Indonesia saat ini masih menyewa satelit.

"Tapi kita akan berusaha memproteksi, kita akan ada firewalls (pelindung). Contohnya sistem kita kan ada sistem yang fisikal fire walls dan nonfisikal fire walls di COC (cyber operation center--red) kita masalahnya. Lemsaneg sudah lapor saya, sekarang sudah didalami," kata dia.

Untuk mencegah terjadinya penyadapan, kata Purnomo, diharapkan semua instansi harus memiliki computer emergency response team (CERT). Sehingga, jika terjadi penyadapan maka respons akan cepat.

"Di kasus kita, sudah ada COC, kita tahu siapa yang menyerang, kita tepis pakai apa, lalu serang kembali kita ada. Tapi kan itu terbatas untuk kita. Nah sekatang kita anjurkan agar CERT itu dipunyai institusi dan instansi lain," kata dia.


  ♞ Vivanews  

Presiden SBY Akan Bertemu Raja Yordania Bahas Perdagangan

Jakarta Raja Yordania, Abdullah Bin Al-Hussein akan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini, Rabu 26 Februari 2014. Ini merupakan kunjungan kedua Raja Abdullah II ke Indonesia selama masa pemerintahan Presiden SBY.

Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Luar Negeri, Teuku Faizasyah, dalam siaran persnya, dalam pertemuan tersebut, kedua kepala negara akan membahas upaya peningkatan kerjasama bilateral Indonesia-Yordania di berbagai bidang, antara lain terkait perdagangan, investasi, pertahanan, dan sosial budaya.

"Kunjungan kedua kalinya Raja Yordania ke Indonesia mencerminkan kesungguhan komitmen untuk semakin mempererat hubungan kedua negara, yang sejatinya selama ini telah terjalin dengan baik," ujar Faizasyah.

Selain itu, akan membahas juga perkembangan terkini di masing-masing kawasan, utamanya di Timur Tengah. Pertukaran pikiran antara kedua kepala negara mengenai isu-isu kawasan tersebut juga sangat penting sebab Yordania saat ini menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Berdasarkan informasi dari biro pers kepresidenan, Raja Abdullah II dijadwalkan datang pada pukul 10.50 WIB dan disambut Presiden di Istana Merdeka.

Kemudian, pada pukul 11.25 WIB dilanjutkan pertemuan bilateral antara kedua pimpinan negara itu.



  ♞ Irb  

Rabu, 26 Februari 2014

Lapan dan PT DI rakit roket canggih jarak tembak 100 Km

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2013/09/rx-1210.jpgJakarta Selain proyek kerja sama pembuatan pesawat, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) juga tengah mengembangkan proyek lain.

Yaitu pembuatan roket canggih yang jarak tembaknya hingga 100 Kilometer.

Deputi Bidang Teknologi Lapan, Soewarto Hardhienata mengatakan, pengembangan roket ini merupakan kerja sama lanjutan yang pernah dilakukan sebelumnya. Yakni pembuatan roket dengan jarak tembak sekitar 40 Kilometer.

"Konsorsium roket dengan PT DI, bersama dengan Bahana mengembangkan roket pertahanan. Tanggal 5 atau 6 Maret kita uji coba dan ini diatas 100 Km," ucap Soewarto di kantor pusat Lapan, Jakarta, Selasa (25/2).

Soewarto menyebutkan, roket ini diberi label RHAN 320, RHAN 420 serta RHAN 520. Roket sebelumnya yang pernah dikembangkan Lapan bersama PT DI adalah RHAN 122.

"Ini untuk roket pertahanan dan untuk Kementerian Pertahanan. Sekarang sudah ada RHAN 122 itu jarak tembak baru 40 Km," tegasnya.

Sebelumnya. Lapan bersama PT DI juga menjalin kerjasama pengembangan pesawat N 219. Lapan ikut dalam perancangan dan pembiayaan pengembangan pesawat. Dalam kerjasama ini, Lapan bisa memasukkan enginer mereka ke PT Dirgantara Indonesia.

  ♞ Merdeka  

PT DI dan Lapan Buat Beberapa Jenis Pesawat

Setelah N219, PT DI dan Lapan bakal bikin N245 dan N270

Jakarta PT Dirgantara Indonesia (PT DI) tengah kebanjiran pesanan pesawat buatan anak negeri dengan tipe N219.

Walau belum dapat sertifikasi layak terbang, pesawat tipe ini sudah dipesan sekitar 200 unit dari maskapai maupun Pemda.

Hanya saja, komponen mesin pesawat buatan anak negeri ini masih menggunakan komponen impor. Direktur Pengembangan Teknologi PT DI, Andi Alisjahbana mengakui, Indonesia belum membuat mesin pesawat, sehingga masih mengandalkan impor.

"Kita belum bisa desain dan buat sendiri (mesin pesawat). Mesti ada investasi dan lainnya. Kita saat ini belum mampu," ucap Andi ketika ditemui di kantor Lapan, Jakarta, Selasa (25/2).

Andi mengakui, membuat komponen mesin pesawat bukanlah hal mudah. Membuat mesin pesawat harus mempunyai lisensi yang diakui dunia.

"Kita harus punya engine development sendiri, nanti kita lihat kalau produksi banyak dan kita harus pakai lisensinya. Kita harus embeli lisenci tadi," tegasnya.

Untuk pesawat N219, kata dia, masih menggunakan mesin impor dari Kanada. Komponen impor di pesawat tersebut mencapai 40 persen.

Dia mengklaim, persentase komponen impor pesawat ini terkecil dibandingkan dengan pesawat buatan PT DI lainnya.

Lapan dan PT DI habiskan Rp 400 miliar kembangkan N219

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menghabiskan anggaran sekitar Rp 400 miliar untuk pengembangan pesawat N219 bersama PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Dana ini akan digunakan untuk dua tahun yaitu 2014 dan 2015.

Kepala Pusat Teknologi Penerbangan Lapan, Gunawan S Prabowo mengatakan, tahun ini anggaran yang dihabiskan mencapai Rp 310 miliar. Sedangkan sisanya atau sekitar USD 90 miliar akan digunakan untuk tahun depan.

"Komitmen kita tahun 2014 itu Rp 310 dan sisanya 2015," ucap Gunawan di kantor pusat Lapan, Jakarta, Selasa (25/2).

Dia menegaskan, anggaran ini diakui tidak digunakan untuk kepentingan komersil atau mengambil keuntungan.

"Kita kan pusat teknologi penerbangan, dunia penerbangan engineering kita improve kemampuan engga ada barangnya ya engga bisa. Bagi enginer Lapan jadi wahana penelitian. Ada feedback kita masuk ke pesawat terbang," tegasnya.

Deputi Bidang Teknologi Lapan, Soewarto Hardhienata mengatakan, kerja sama dengan PT DI terbukti menguntungkan Lapan. Terlebih untuk pendampingan tenaga permesinan.

Pada 2011 Lapan mendirikan pusat teknologi penerbangan, dalam 3 tahun sudah dapat pengembangan pesawat N 219.

"Kami belajar enginer dititipkan di PT DI untuk magang, kami harus mempunyai SDM bersertifikat mengenai pengembangan pesawat," tutupnya.

Belum mampu buat mesin pesawat, PT DI masih andalkan impor


PT Dirgantara Indonesia (PT DI) tengah kebanjiran pesanan pesawat buatan anak negeri dengan tipe N219.

Walau belum dapat sertifikasi layak terbang, pesawat tipe ini sudah dipesan sekitar 200 unit dari maskapai maupun Pemda.

Hanya saja, komponen mesin pesawat buatan anak negeri ini masih menggunakan komponen impor. Direktur Pengembangan Teknologi PT DI, Andi Alisjahbana mengakui, Indonesia belum membuat mesin pesawat, sehingga masih mengandalkan impor.

"Kita belum bisa desain dan buat sendiri (mesin pesawat). Mesti ada investasi dan lainnya. Kita saat ini belum mampu," ucap Andi ketika ditemui di kantor Lapan, Jakarta, Selasa (25/2).

Andi mengakui, membuat komponen mesin pesawat bukanlah hal mudah. Membuat mesin pesawat harus mempunyai lisensi yang diakui dunia.

"Kita harus punya engine development sendiri, nanti kita lihat kalau produksi banyak dan kita harus pakai lisensinya. Kita harus embeli lisenci tadi," tegasnya.

Untuk pesawat N219, kata dia, masih menggunakan mesin impor dari Kanada. Komponen impor di pesawat tersebut mencapai 40 persen. Dia mengklaim, persentase komponen impor pesawat ini terkecil dibandingkan dengan pesawat buatan PT DI lainnya.

Kandungan Lokal Pesawat N219 Capai 60%

Sebagian besar struktur pesawat N219 merupakan buatan dalam negeri hingga 60%. Sisanya atau 40% masih harus diimpor antara lain mesin yang harus didatangkan dari Kanada.

"Mesin masih menggunakan Pratt & Whitney buatan Kanada," ungkap Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Andi Alisjahbana saat ditemui di Kantor LAPAN Rawamangun Jakarta, Selasa (25/02/2014).

Menurut Andi, sampai saat ini Indonesia belum mampu membuat mesin pesawat terbang namun hanya merancang bangun pesawat saja. Untuk struktur pesawat N219 yang merupakan karya asli rancang bangun putra putri Indonesia ini sudah banyak yang dibuat di dalam negeri.

"Target kita menggunakan kandungan lokal untuk pesawat N-219 menuju 60%. Mesin kita memang masih impor, struktur badan pesawat kita buat sendiri," katanya.

Sedangkan menurut Kepala Program N-219 dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Agus Aribowo struktur pesawat yang dibuat di dalam negeri antara lain ban, shock, dan desain interior pesawat seperti bangku, kaca dan meja.

"Roda itu kita kerjasama dengan Achilles bikin ban dan perlu sertifikasi. Landing gear itu juga buatan lokal, shock karet lokal, kaca jendela industri lokal Tangerang. Kursi sudah di setup dan interior juga. Kami melakukan koordinasi terus dengan Kementerian Perindustrian utamanya tentang masalah sertifikasi," jelasnya.

BUMN Pembuat Pesawat Ini Buka Lowongan 150 Insinyur

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) punya target mendapatkan sertifikasi layak terbang dari Kementerian Perhubungan dan bisa menerbangkan perdana pesawat N219 di 2016.

Setelah itu, PT DI mulai memproduksi massal pesawat N219, sehingga membutuhkan tambahan tenaga kerja baru.

PT DI mengklaim sudah mendapatkan banyak permintaan dari calon pembeli untuk membeli pesawat N-219 yang jumlahnya ratusan unit.

Calon pembeli datang dari dalam dan luar negeri misalnya Lion Air, Merpati hingga militer Thailand.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI Andi Alisjahbana mengungkapkan butuh tambahan insinyur untuk merakit ratusan pesanan pesawat baru. Untuk itu mulai tahun ini, PT DI akan membuka lowongan kerja baru bagi para insinyur.

"Proyeksinya yang akan terserap tenaga kerja baru 150 insinyur. Rekrutan sudah mulai sekarang," kata Andi saat ditemui di Kantor LAPAN Rawamangun Jakarta, Selasa (25/02/2014).

Dikatakan dia hingga saat ini jumlah tenaga kerja insinyur yang dimiliki oleh PT DI berjumlah 700 orang. Sementara tenaga kerja produksi yang dimiliki PT DI berjumlah 2.000 orang. Bila ditotal secara keseluruhan jumlah karyawan PT DI saat ini sebanyak 4.300 karyawan.

Ia pun memastikan tidak akan menggunakan insinyur asing dalam pembuatan pesawat N219 dan hanya akan merekrut insinyur lulusan terbaik.

"Keahlian membuat pesawat itu bukan keahlian yang mudah. Kita punya anak muda yang bisa merancang dan yang membimbing itu kami. Semua karyawan PT DI berjumlah 4.300 karyawan. Kita harus kerja keras dan kita tidak mengggunakan insinyur dari luar," imbuhnya.

Ia menargetkan jika sertifikasi dari Kementerian Perhubungan sudah dikeluarkan maka produksi massal pesawat bisa segera dilakukan. Ditargetkan per tahun, PT DI bisa memproduksi 12-24 pesawat N219.

"Tahun pertama kita mampu bikin 12 pesawat itu di tahun 2017 tahun 2018 menjadi 24 pesawat," jelasnya.

  ♞ Merdeka | detik  

PT Pindad Akan Rakit Truk Asal Rusia

http://kamaz.net/photos/news/2011/05/20110517-1.jpgJakarta Produsen otomotif asal Rusia, OJSC KAMAZ melebarkan sayapnya hingga ke Indonesia.

Penghasil truk yang jawara di reli Dakar (Dakar Rally) ini, menggandeng perusahaan asal Indonesia yakni PT Tehnika Ina.

"Ini produsen otomotif truk terbaik dunia yang menjuarai reli dakar. Ini sudah teruji di jalanan Siberia yang sulit," Kata Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Djauhari Oratmangun di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (25/2/2014).

Selama ini, perusahaan asal Indonesia membeli truk merek KAMAZ harus melalui negara pihak ketiga.

Nantinya setelah kerjasama ini, PT Tehnika Ina akan menjadi pemasok kendaraan truk dan suku cadang produk KAMAZ di Indonesia. Untuk perakitan unit truk KAMAZ tipe CBU, PT Tehnika menggandeng BUMN produsen dan panser yaitu PT Pindad (Persero).

"Nanti dirakit Pindad. Juga ada transfer teknologi," kata Direksi PT Tehnika Ina, Ahmad Fitri.

Untuk pasar Indonesia, PT Tehnika Ina akan menjual dan merakit 4 tipe truk yaitu dump truk tipe 6520 6X4, tractor head tipe 6460 6X4, truck cargo tipe 43118 6X6 dan tipe 4326 4X4.



  ♞ detik  

Jogja Air Show 2014

Jogjakarta Anda akan merencanakan libur di Yogyakarta akhir bulan ini hingga awal Maret 2014.

Jangan lewatkan Jogja Air Show (JAS) 2014 di kawasan Pantai Depok, Parangtritis Kecamatan Kretek, Bantul. Pasti seru dan keren.

Acara yang dikemas dengan tema "Pelangi Nusantara Jogja Air Show IX" ini akan digelar mulai hari Jumat 28 Februari hingga Minggu 2 Maret 2014. Acara rutin tahunan ini digelar oleh TNI AU bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), FASI DIY dan Pemkab Bantul.

"Selain atlet dari FASI seluruh Indonesia juga akan dihadir sejumlah atlet paralayang dari Korea, Singapura, Filipina, Malaysia dan dua atlet dari Eropa serta beberapa atlet asing yang saat ini berada di Bali," kata Kasi Bina Potensi Dirgantara (Binpotdirga) Lanud Adisutjipto, Letkol Kes Dr Yulianto Hadi kepada wartawan di Kantor Dinas Pariwisata DIY di Jl Malioboro, Yogyakarta, Rabu (26/2/2014).

Menurut dia, berbagai kegiatan digelar di landasan udara Depok, kawasan Pantai Parangkusumo, Parangtritis Kretek Bantul hingga Bukit Watu Gupit Gunungkidul seperti aeromodelling, aero towing gantole, terbang layang, terjun payung, trike (pesawat berbentuk segitiga yang diisi dua orang), paralayang, para motor dan lain-lain.

"Panjang landasan di Depok juga sudah diperpanjang dari 430 meter menjadi 830 meter," kata Yulianto.

Dia menambahkan tim Jupiter Aerobatic Team (JAT) juga akan tampil untuk meramaikan kegiatan Pelangi Nusantara Jogja Airshow 2014 ini. Tim JAT akan unjuk kebolehan pada hari Minggu 2 Maret 2014 pagi. Wah, jangan sampai lupa nih!

"KSAU sudah memberikan izin tim JAT dengan 6 pesawat buatan Korea Selatan untuk tampil dengan 18 manuver spektakulernya," papar Yulianto.

Selain lomba lanjut dia, akan ada pemecahan rekor terjun dengan pita terpanjang lebih dari 500 meter. Rekor sebelumnya sekitar 367 meter. Pemecahan rekor lainnya adalah rekor terbanyak menerbangkan Chuck glider sebanyak 800 siswa.

"Kami berharap ini menjadi event tahunan pariwisata yang menarik. Tahun lalu sukses karena pengunjung yang datang menyaksikan hampir 50 ribu orang," pungkas dia.



  ♞ detik  

Rusia dan Indonesia Akan Jalin Kerjasama Militer

Jakarta Deputi Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin menyatakan negaranya sedang menjajaki kerjasama militer dengan Indonesia. Termasuk transfer teknologi yang berkaitan dengan peralatan militer.

"Rusia dan Indonesia mempunyai sejarah panjang dalam kerjasama militer dan kami yakin masa depan kooperasi di bidang tersebut akan sangat cerah," kata Rogozin dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (25/2/2014).

Rogozin yang bertemu Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro pagi tadi menolak memaparkan secara spesifik bentuk kerjasama militer yang akan dilakukan antarkedua negara.

"Kerjasama militer adalah isu sensitif. Dan kami belum siap membuka hal ini ke publik," kilah Rogozin.

Namun Rogozin menyebut kerjasama militer yang sedang dijajaki negaranya itu mencakup pengalihan teknologi alat utama sistem pertahanan.

"Kami saat ini sedang melakukan modernisasi sistem persenjataan sehingga jauh lebih unggul dari negara-negara Eropa lain. Dengan demikian, kerjasama militer ini akan semakin memperkuat pertahanan Indonesia," jelas Rogozin.

Rogozin menyatakan penguatan kerjasama dengan Indonesia adalah bagian dari strategi besar dalam reorientasi politik luar negeri Rusia ke arah Asia Pasifik.

"Agenda politik luar negeri Rusia akan diprioritaskan di Asia Pasifik karena di kawasan inilah masa depan dunia akan ditentukan," ucap dia.

Selain bertemu Presiden SBBY, Rogozin juga bertemu sejumlah pejabat dan kelompok bisnis di Indonesia. Antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa dan perwakilan Kantor Dagang dan Industri untuk membahas peningkatan kerjasama di bidang infrastruktur, perdagangan, serta investasi.

Kedua belah pihak merasa perlu memperkuat kerja sama ekonomi karena total nilai perdagangan Indonesia-Rusia pada 2013 lalu mencapai US$ 5 miliar.

Sebagai bentuk dari besarnya potensi kerjasama ekonomi antara kedua negara, pihak PT Garuda Indonesia pada kuartal keempat 2014 ini akan membuka penerbangan langsung Jakarta-Moskow.

Selain itu, Rusia pada tahun ini juga akan mengerjakan sejumlah proyek besar di Indonesia. Di antaranya pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan untuk mengangkut batu bara di wilayah tersebut.

Kerjasama Teknik Militer dengan RI Isu Sensitif

Wakil Perdana Menteri Rusia, Dmitry O. Rogozin, enggan membeberkan hasil pertemuannya dengan Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, yang berlangsung Selasa siang tadi.

Dia mengatakan pembahasan kerjasama di bidang teknik militer merupakan isu yang sensitif dan hasilnya tidak selalu diungkap ke masyarakat.

Demikian ungkapan Rogozin yang ditemui pada Selasa, 25 Februari 2014 di Hotel Ritz Carlton. Tetapi dia mengakui hubungan militer kedua negara telah berlangsung cukup lama.

Dalam kesempatan itu Rogozin mengatakan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) militer yang digunakan tentara Rusia tergolong canggih.

"Alutsista tersebut bahkan jauh lebih unggul dari Alutsista yang diproduksi negara-negara barat," ungkap Rogozin.

Namun, dia melihat ada prospek yang cerah dalam tawaran tekno militer dengan RI, khususnya teknologi yang bisa digunakan untuk kepentingan sipil dan militer.

"Contohnya, kami bisa mengembangkan kerjasama di bidang pengalihan teknologi yang bersangkutan dengan mikro elektronik. Pemanfaatan awak-awak, tanpa awak, dan perawatan tanpa awak yang bisa dimanfaatkan di bawah permukaan laut," papar Rogozin.

Terakhir Alutsista Rusia yang diimpor RI yakni 37 kendaraan tank infanteri amfibi tipe BMP-3F untuk marinir. Ke-37 unit tank itu telah disepakati pembeliannya pada Mei 2012 lalu. Total harga kesepakatan pembelian tank tersebut mencapai US$100 juta atau Rp1,1 triliun.

Menurut Duta Besar Rusia untuk RI, Mikhail Y. Galuzin dalam konferensi pers hari Diplomatik Rusia pada 10 Februari kemarin, ke-37 tank infanteri amfibi itu telah dikirim untuk ditempatkan di Jawa Timur pada bulan Januari kemarin.

Dalam situsnya, Kemhan menulis pengadaan kali ini adalah pengadaan lanjutan. Sebelumnya Kemhan RI sudah melakukan pengadaan serupa pada tahun 2008 sebanyak 17 unit.

Selain di bidang militer, Rogozin turut membuka kemungkinan untuk menjalin kerjasama di bidang dirgantara, penerapan dan pemanfaatan sistem navigasi.

"Rusia siap mendirikan pusat pelayanan pesawat terbang bersama. Kami juga siap bekerja sama dengan perusahaan penerbangan RI dan siap terlibat dalam pembuatan suku cadang, antara lain untuk proyek pemantauan zona ekonomi ekslusif," kata Rogozin.


  ♞ Liputan 6 | Vivanews  

Perkiraan Wujud Tank Medium Pindad dan Turki

http://4.bp.blogspot.com/-xp3JNhr7VOY/UvTepgQmErI/AAAAAAAAci0/SOkWx7b6z3w/s1600/Medium+Tank_Pindad.JPGJakarta PT Pindad dan FNSS Turki sedang mengembangkan pembuatan tank kelas sedang untuk TNI AD. Rencananya prototipe ini akan selesai pada awal tahun 2016.

"Awal 2016, harapannya prototipe jadi," tulis Juru Bicara PT Pindad Tuning Rudyati melalui pesan singkat kepada Liputan6.com, Jakarta Selasa (25/02).

FNSS Turki pernah mengirimkan prototipe tank ringan ACV-300 untuk dijajal oleh TNI AD. Apakah desainnya akan dikembangkan dari ACV-300?.

"Untuk joint dengan Turki, model tidak mengacu pada ACV-300 tapi akan ditentukan oleh Pindad dan FNSS dalam Forum Intergrated Planing Team Meeting," imbuh Tuning.

Saat ini PT Pindad juga melakukan riset dengan Pussenkav TNI AD.

Kadispen TNI AD, Brigjen Andika Perkasa saat dihubungi terpisah mengatakan, dari hasil riset ini akan dipelajari desain yang cocok agar bisa sesuai dengan kondisi geografis Indonesia.

"Tes dilakukan sendiri oleh PT Pindad dengan mempertimbangkan kebutuhan user (TNI AD)," tulis Andika melalui pesan singkatnya.

Tank kelas sedang pengembangan 2 negara ini akan memiliki berat 24-25 ton. Untuk kanon menggunakan kaliber 105 mm dan chasis untuk kavaleri dengan silhouette maximum 2.5 meter.

"Chasis tank termasuk tinggi turent dan kanon. Chasis tank ini dapat dikembangkan amphibious sehingga dapat dipakai juga oleh marinir," tambah Tuning.

Kerjasama PT Pindad dan FNSS Turki sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu. Pada 6 Februari 2014, kedua industri pertahanan ini melakukan penandatangan kerjasama di Gedung Soeprapto, Kementerian Pertahan, Jakarta dengan disaksikan Dirjen Potensi Pertahanan, Timbul Siahaan.

Selain dengan FNSS Turki, Indonesia juga sedang membicarakan kerjasama tank kelas sedang lainnya yaitu Marder milik perusahaan Rheinmetal Jerman. Pembicaraan ini terkait transfer teknologi salah satunya terkait turret Oto Melara Hifact 120 mm.

"Mengenai IFV Marder Jerman sejauh ini masih dilakukan tahap pembicaraan kerjasama, khususnya dalam hal transfer teknologi," kata Andika.

PT Pindad salah satu industri pertahanan yang bernaung dibawah Badan Usaha Milik Negara telah banyak membuat kendaraan lapis baja beroda seperti APS-3 Anoa 6x6, Rantis Komodo 4x4 dan beberapa kendaraan lainnya.

Untuk kendaraan lapis baja rantai, PT Pindad masih melakukan pengembangan pada prototipe untuk tipe angkut personel (APC).

Sedangkan FNSS Turki telah banyak membuat lapis baja berantai seperti ACV-19, ACV-15, LAWC-T, ACV-30 dan beberapa tipe lainnya. Malaysia juga bekerjasama dengan FNSS Turki dalam pembuatan lapis baja berantai ACV-300 dan beroda 8x8 AV8.(Ein)

http://images.detik.com/content/2013/11/01/1036/100848_tank4.jpg

  ♞ Lipuyan 6  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More