blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juni 2026

PT PAL Kini Bangun Fondasi Anjungan Gas Mako di Laut Natuna

 👷 Bukan Cuma Kapal Perang (PAL)

PT PAL Indonesia resmi menandatangani kontrak kerja sama dengan West Natuna Exploration Limited (WNEL) untuk pelaksanaan proyek Engineering, Procurement, Construction and Transportation (EPCT) Conductor Support Frame (CSF) pada Proyek Pengembangan Mako di Wilayah Kerja Duyung, Laut Natuna, Kepulauan Riau.

Dalam kerja sama ini, WNEL menunjuk PT PAL Indonesia sebagai kontraktor utama yang bertanggung jawab atas pekerjaan rekayasa, pengadaan material, konstruksi, hingga transportasi struktur Conductor Support Frame yang akan menjadi bagian dari infrastruktur produksi Lapangan Gas Mako.

General Manager Sales & Marketing PT PAL Indonesia, Aris Wacana Putra, mengatakan kontrak ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas ‎pasar komersial sekaligus memperkuat peran industri nasional dalam mendukung pengembangan sektor energi.

Kepercayaan ini menunjukkan kapabilitas rekayasa dan manufaktur yang selama ini dikembangkan PT PAL untuk menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur eksploitasi gas lepas pantai. Selain memperluas portofolio bisnis perusahaan, proyek ini juga menjadi kontribusi nyata industri nasional dalam mendukung penguatan ketahanan energi Indonesia.” ujarnya.

Proyek Mako merupakan salah satu proyek pengembangan lapangan gas strategis nasional yang telah melalui milestone Final Investment Decision (FID) pada Maret 2026. Berlokasi di Laut Natuna, proyek ini akan menjadi sumber pasokan gas domestik yang penting untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik nasional serta memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Keterlibatan PT PAL dalam proyek ini menandai perluasan kompetensi perusahaan dari sektor perkapalan dan pertahanan menuju industri energi lepas pantai. Tidak menutup kemungkinan akan ada perluasan bisnis di wilayah kerja Duyung.

Pengalaman dalam pembangunan kapal perang, kapal niaga, dan berbagai platform maritim dinilai memberikan fondasi yang kuat untuk memenuhi kebutuhan konstruksi struktur offshore bagi industri hulu minyak dan gas.

Kepercayaan terhadap pelaksanaan Proyek Mako didukung oleh rekam jejak perusahaan dalam mengerjakan berbagai proyek offshore oil & gas sejak tahun 2005.

Beberapa proyek yang telah berhasil diselesaikan antara lain EPC Zelda Platform (CNOOC SES Ltd), EPCI Wellhead Platform Ujung Pangkah (Amerada Hess), EPC KE-32 Platform (Kodeco Energy), EPCI Wellhead Platform Wortel dan EPC Wellhead Platform Peluang (Santos Pty Ltd), EPC Jacket Bukit Tua (Petronas), EPCI Gas Compressor, serta EPCI Platform Madura BD.

Selain mendukung pengembangan infrastruktur energi nasional, proyek ini juga diharapkan meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mendorong partisipasi rantai pasok lokal melalui keterlibatan berbagai industri pendukung nasional.

PT PAL menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai standar kualitas, keselamatan, dan jadwal yang telah ditetapkan dengan dukungan transformasi digital berbasis Industri Maritim 4.0 (IM4).

Kontrak ini juga memperkuat posisi PT PAL sebagai perusahaan rekayasa maritim nasional yang terus melakukan diversifikasi bisnis ke sektor-sektor strategis bernilai tambah tinggi.

Ekspansi ke industri energi lepas pantai diharapkan dapat membuka peluang pasar baru sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pembangunan ekonomi dan ketahanan energi nasional.

 👷  PAL Indonesia  

Rabu, 03 Juni 2026

Kesepakatan Rp 61 Triliun dari Prancis

🛰 Salah satunya bangun pabrik radar📡 (Bakom.ri)

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M. Qodari memaparkan sejumlah hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis yang menghasilkan kesepakatan bisnis dan investasi senilai US$ 3,5 miliar atau sekitar Rp 61,25 triliun.

Menurut Qodari, kunjungan tersebut sejak awal diarahkan untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Prancis melalui kerja sama konkret di sektor pertahanan, pendidikan, energi, dan pengembangan mineral kritis.

"Jadwal resmi memang hanya ke Prancis," kata Qodari dalam konferensi pers PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), Jakarta, seperti dikutip CNNIndonesia.

Ia menjelaskan lawatan itu merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada 2025.

Qodari mengatakan pemerintah sebelumnya telah menetapkan sejumlah target kerja sama yang ingin dicapai selama kunjungan tersebut, termasuk penguatan sektor pertahanan melalui transfer teknologi.

"Yang pertama adalah di bidang ketahanan, karena kita semua tahu bahwa pemerintah Indonesia telah memperoleh sejumlah alat utama sistem persenjataan atau alutsista dari Prancis. Karena itu diperlukan transfer teknologi untuk penguasaan alutsista tersebut," ujarnya.

Selain pertahanan, pemerintah juga mendorong penguatan kerja sama pendidikan, khususnya di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

"Jadi tidak sebatas membeli saja, tapi juga melakukan transfer teknologi," kata Qodari. Dari rangkaian pertemuan tersebut, Indonesia dan Prancis menyepakati sejumlah kerja sama strategis.

Berikut rinciannya,

 1.Kadin dan MEDEF Bentuk Dewan Bisnis

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama MEDEF International meluncurkan France-Indonesia High-Level Business Council (FI-HLBC). Forum tersebut akan menjadi wadah dialog tingkat tinggi antara pelaku usaha kedua negara untuk memperkuat investasi dan perdagangan bilateral. Melalui FI-HLBC, kedua negara menargetkan peningkatan nilai perdagangan hingga tiga kali lipat pada 2035 dari posisi saat ini sebesar US$ 2,6 miliar.

 2.Pertamina Gandeng Schlumberger.

PT Pertamina menandatangani kerja sama dengan SLB/PT Schlumberger Geophysics Nusantara untuk pengembangan teknologi migas dan energi bersih. Kolaborasi tersebut mencakup penerapan enhanced oil recovery (EOR), pengembangan migas nonkonvensional, digitalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta program penurunan emisi melalui carbon capture and storage (CCS), efisiensi energi, dan pengembangan panas bumi.

 3.Perluas Kemitraan dengan TotalEnergies.

Pertamina juga memperluas kerja sama dengan perusahaan energi Prancis, TotalEnergies. Kesepakatan tersebut mencakup sektor hulu migas, LNG, perdagangan energi, biofuel, energi terbarukan, hingga pengembangan bisnis rendah karbon. Kedua perusahaan juga akan menjajaki proyek kilang hijau, CCS/CCUS, dan berbagai pengembangan energi masa depan.

 4.Danantara-Thales Bangun Pabrik Radar.

Di sektor pertahanan, Danantara melalui PT Len Industri memvalidasi Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan pertahanan Prancis, Thales. Kesepakatan itu mencakup rencana pembangunan pabrik radar "Made in Indonesia", pengembangan tactical data link, sistem komando dan kendali, fasilitas pemeliharaan, serta program pelatihan radar. (DH)
 

  📡
IDN Financials  

Minggu, 24 Mei 2026

GMFI Bidik Laba Rp 621,8 Miliar

  Perkuat Bisnis Perawatan Pesawat dan Industri PertahananKetika Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto menginspeksi langsung proses upgrade pesawat C-130 Hercules milik TNI Angkatan Udara di Garuda Maintenance Facility (GMF), Tangerang, Banten (Humas Kemhan)

Anak usaha Garuda Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), menargetkan pendapatan tahunan sebesar 542,8 juta dolar Amerika Serikat (AS) pada 2026.

Nilai tersebut setara Rp 9,6 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.716 per dolar AS.

GMFI juga memperkirakan laba bersih mencapai 35,1 juta dolar AS atau setara Rp 621,8 miliar.

Sementara itu kinerja keuangan GMFI pada awal 2026 menunjukkan performa solid. Kinerja tersebut ditopang fundamental operasional yang semakin sehat.

GMFI membukukan laba berjalan sebesar 6,76 juta dolar AS pada kuartal I 2026. Pendapatan usaha perseroan pada periode yang sama mencapai 114,94 juta dolar AS.

Sektor perawatan pesawat komersial masih menjadi salah satu penopang bisnis. GMFI mencatat sejumlah pelanggan lama seperti Korean Air, Vietjet Air, dan Cebu Pacific. Perseroan juga memperluas basis pelanggan baru, seperti One Air, Air Swift, dan Texel Air.

GMFI turut menyelesaikan reaktivasi 13 pesawat Airbus A320 milik Citilink dan dua pesawat Airbus A330 milik Garuda Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari sinergi Garuda Indonesia Group untuk mengoptimalkan kesiapan armada penerbangan nasional.

Sektor pertahanan juga ikut menopang kinerja GMFI. Perseroan menyelesaikan pekerjaan perawatan helikopter Bell 412 hingga unit keempat dan dua pesawat VIP Boeing 737 800.

GMFI juga memperluas kapabilitas industri pertahanan melalui kerja sama strategis dengan Dassault Aviation. Kerja sama tersebut terkait implementasi program Imbal Dagang Kandungan Lokal dan Offset (IDKLO) untuk pesawat Rafale.
 

  ✈️  Kompas  

Sabtu, 18 April 2026

PT PAL Ekspansi ke Lamongan

 ⚓️ Siapkan Workshop Baru (Jatim now)

Raksasa industri pertahanan maritim, PT PAL Indonesia, mulai menancapkan kuku bisnisnya lebih dalam di wilayah pesisir Jawa Timur.

Memomentumkan hari jadinya yang ke-46, perusahaan plat merah ini resmi mengambil alih pengelolaan area workshop di Paciran, Lamongan, sebagai bagian dari strategi memperkuat kapasitas produksi kapal nasional.

Langkah ekspansi ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) area workshop dari PT Lamongan Marine Industry kepada PT PAL Indonesia di Desa Sidokelar, Sabtu (18/4/2026).

Penandatanganan prasasti Tugu Identitas oleh jajaran direksi menjadi simbol bahwa operasional manufaktur PAL kini punya titik tumpu baru di Lamongan.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyatakan bahwa pertumbuhan industri kapal tidak boleh meninggalkan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Menurutnya, kehadiran fisik perusahaan di wilayah baru harus berdampak langsung pada kualitas hidup warga.

"Kemajuan industri ini mesti berjalan lurus dengan perbaikan ekonomi warga sekitar. Kami memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi agar anak-anak muda di sini punya peluang lebar untuk sukses. Harapannya, mereka nanti yang akan memajukan daerahnya sendiri sekaligus memperkuat industri maritim kita," ungkap Kaharuddin di sela acara.

Selain urusan manufaktur, PT PAL juga mulai memikirkan daya dukung lingkungan di area operasional barunya. Hal ini dibuktikan dengan jalinan kerja sama dengan Universitas Trunojoyo Madura untuk menjaga ekosistem pesisir.

Kaharuddin menilai, menjaga keseimbangan alam adalah komitmen jangka panjang agar aktivitas industri tidak merugikan nelayan dan warga lokal.

Kehadiran unit usaha di Lamongan ini diproyeksikan bakal menyerap tenaga kerja dan menghidupkan ekosistem usaha mikro di sekitar galangan.

Sebagai bentuk syukuran atas dibukanya fasilitas baru tersebut, perusahaan menggelar pesta rakyat dan bazar makanan yang melibatkan pedagang setempat.

Dengan tambahan fasilitas workshop di Lamongan, PT PAL Indonesia kini memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk mengejar target penyelesaian proyek-proyek kapal strategis, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun pesanan pasar global. Selain i dia.

  👷 
 Jatimnow  

Senin, 13 April 2026

Batang Bakal Punya Galangan Kapal Terbesar di Jawa

 ⚓️ Terintegrasi dengan Proyek GSW (Batangkab.go.id)

Kabupaten Batang bersiap mencatatkan namanya dalam peta industri maritim nasional. Tak hanya fokus pada penanganan rob melalui proyek tanggul laut raksasa Giant Sea Wall (GSW), wilayah ini diproyeksikan menjadi rumah bagi salah satu galangan kapal terbesar di Pulau Jawa.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengungkapkan, bahwa potensi maritim di Batang Barat tengah dilirik serius oleh para ahli, termasuk sejumlah purnawirawan Jenderal Angkatan Laut yang baru-baru ini meninjau lokasi secara langsung.

Rencana besar ini bukan sekadar membangun galangan, melainkan mengintegrasikannya dengan infrastruktur strategis lainnya. Galangan kapal ini nantinya diproyeksikan memiliki kapasitas produksi yang mumpuni untuk mendukung kebutuhan nelayan dan industri skala besar,” katanya saat ditemui di Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (8/4/2026).

Ini menjadi salah satu galangan kapal yang mungkin salah satu yang terbesar di Pulau Jawa dengan kemampuan membuat bisa sampai 30 GT sampai 50 GT. Nah, ini nanti yang akan juga kita integrasikan di tanggul yang nanti mungkin akan kita develop bersama-sama.

Terkait keterkaitannya dengan rencana pembangunan dermaga atau pelabuhan yang sempat dibahas bersama Zulkifli Hasan (Zulhas), pemerintah daerah mengaku masih melakukan kajian mendalam agar pembangunan tidak terkesan parsial. Belum tahu, makanya ini nanti lagi kita integrasikan karena nanti jangan sampai sepotong-sepotong,” jelasnya.

Selain industri perkapalan, fokus utama Pemerintah Kabupaten Batang saat ini adalah mengusulkan konsep multi-purpose untuk proyek GSW. Alih-alih hanya berfungsi sebagai penahan laju air laut, tanggul ini diusulkan merangkap sebagai jalur lingkar untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

Faiz juga menyebutkan, panjang tanggul diiperkirakan mencapai 5 hingga 10 kilometer. Lokasi berfokus pada prioritas utama berada di wilayah Batang Barat.

Sebagai pelindung abrasi/rob sekaligus akses jalan raya (jalur lingkar). Mengenai realisasi jalan lingkar di atas tanggul tersebut, Bupati menegaskan bahwa semuanya masih dalam tahap negosiasi dengan pemerintah pusat.

Saya sudah usulkan supaya GSW ini sekaligus juga berfungsi sebagai jalur lingkar. Nah, tetapi apakah nanti bisa diakomodir atau tidak, ini masih proses diskusi kami,” ujar dia.

  👷 
 Batangkab  

Kamis, 09 April 2026

Prabowo Resmikan Pabrik Bus-Truk Listrik di Magelang

  Milik Bakrie Group Peresmian pabrik (Republika)

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik kendaraan bus dan truk listrik PT Vektor Sakti Industri (PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk) milik Bakrie Group di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026)..

Peresmian itu ditandai dengan penekanan tombol sirene bersama antara Presiden Prabowo Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sekaligus Komisaris Utama PT Vektor Teknologi Mobilitas Tbk Anindya Bakrie, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta beberapa pihak..

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis 9 April tahun 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik Vektor," kata Prabowo saat meresmikan, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis..

Prabowo mengaku menyambut baik inisiatif yang telah diambil selama beberapa tahun yang lalu oleh keluarga dan kelompok usaha Bakrie Group..

Ia menyampaikan, bisnis ini memiliki visi yang sangat jelas untuk turut membangun bangsa Indonesia tengah bertransformasi mengubah penggunaan energi fosil menjadi energi terbarukan secara bertahap.
"Sebagai kelompok usaha, ingin ikut serta dalam industrialisasi. Industrialisasi adalah bagian akhir, ya, daripada suatu kebangkitan teknologi suatu bangsa. Teknologi harus diolah menjadi industri sehingga bermanfaat bagi suatu bangsa," ucap Prabowo.

"Industri tentunya ada berbagai-bagai tingkatan: industri dasar, industri menengah, habis itu industri yang sangat tinggi, dan sebagainya," imbuh dia.

Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus ini memahami, setiap bangsa harus mandiri di berbagai bidang strategis dan paling menentukan, yakni pangan, energi, dan air.

"Jadi inisiatif yang dilaksanakan oleh Vektor ini, Vektor Industri, adalah bersejarah, adalah suatu tonggak yang membanggakan, ya. Ibarat kita dulu diajarkan apa ya itu istilahnya ya, pepatah gitu ya: 'Ibarat pucuk dicinta ulam pun tiba'. Jadi inilah yang kita harapkan dari putra-putri bangsa Indonesia, ya," kata Prabowo.

Prabowo pun gembira dan bangga Indonesia kini memiliki kemampuan untuk memproduksi bus dan truk dari listrik dengan kerja sama pihak swasta.

Menurut dia, kerja sama ini menjadi bagian dari target transformasi kendaraan listrik secara besar-besaran pada tahun 2028.

"Ini sangat-sangat penting. Dan memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik. Jadi sekarang sudah ada bus dari listrik, truk dari listrik, dan kemampuannya juga cukup besar, membanggakan. Saya dapat laporan kemampuan Vektor bisa produksi 10.000 bus dari listrik," kata Prabowo.

Pada kesempatan yang sama, Anindya mengatakan, VKTR memiliki dua gagasan dasarnya sejak awal, yakni dekarbonisasi untuk mempercepat Net Zero Emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat, serta kemandirian ekonomi termasuk dalam ketahanan energi dan menekan impor BBM.

Bagi perusahaan, agenda sesuai dengan arahan Presiden Prabowo terkait sejarah pembangunan di mana krisis seringkali menjadi kesempatan untuk melakukan lompatan besar.

"Oleh karenanya Vektor, yang dalam bahasa fisika artinya skala dan arah, kami yakin skalanya besar—Indonesia dengan sumber daya alam dan manusianya—dan arahnya adalah untuk kemandirian. Jadi ini adalah momentum, Pak Presiden," beber Anindya.

Anindya mengakui, perusahaannya fokus pada perakitan bus dan truk listrik lantaran dua model itu dapat menjadi penonggak untuk tumbuhnya ekosistem industri listrik.

Menurut hitungannya, jumlah subsidi BBM yang bisa dihemat dengan elektrifikasi bus dan truk bisa mencapai Rp 5 miliar dollar per tahun.

Meski, ia mengakui, bisnis ini tidak lebih seksi dari perakitan motor/mobil listrik yang jumlahnya mencapai 140 juta unit.

Anindya menyebutkan, perusahaan siap bekerja sama dengan TransJakarta maupun Blue Bird untuk memasok kebutuhan kendaraan listrik.

"Beliau (TransJakarta) dengan tentunya Pak Gubernur ingin meningkatkan 10.000 elektrifikasi di Jakarta yang bisa diikuti oleh daerah-daerah lain. Dan di sini juga kita lihat beberapa teman seperti Blue Bird yang ingin maju juga bersama kami. Dan ini menandakan bahwa kami siap, Pak," kata Anindya.


  👷  Kompas  

Sabtu, 04 April 2026

BUMN Wajib Beli Kapal di PT PAL Indonesia

 ⚓️ Iperindo Dorong Skema Kolaborasi KRI BPD 322, Frigate pertama produksi PT PAL (FMI fb)

Pesanan kapal dari badan usaha milik negara (BUMN) yang mulai terpusat ke PT PAL Indonesia dinilai membuka peluang bagi industri galangan kapal nasional.

Namun, pelaku usaha mengingatkan pentingnya distribusi proyek yang lebih merata agar kapasitas industri, termasuk galangan swasta, dapat terserap optimal dan pertumbuhan sektor ini tetap terjaga.

Wacana tersebut mencuat dengan adanya arahan dari Danantara yang mewajibkan seluruh BUMN sektor perkapalan beli kapal di PT PAL Indonesia.

Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Anita Puji Utami mengatakan, industri galangan kapal dalam negeri sejatinya masih memiliki kapasitas untuk mengerjakan proyek pembangunan kapal baru, di samping bisnis reparasi yang selama ini menopang kinerja.

Ia menjelaskan, kontribusi pembangunan kapal baru di sejumlah wilayah seperti Jawa dan Sumatera berkisar 30%–40% dari total bisnis galangan. Sementara di kawasan Batam dan sebagian Kalimantan seperti Samarinda, porsi pembangunan kapal baru bahkan bisa mencapai 80%.

Artinya, secara kapasitas industri masih ada ruang untuk mengerjakan proyek baru. Ini menjadi peluang pertumbuhan di tahun ini,” ujar Anita kepada Kontan, Kamis (2/4/2026). Meski demikian, rencana agar seluruh proyek kapal BUMN dikerjakan oleh PT PAL dinilai harus mempertimbangkan kemampuan produksi perusahaan pelat merah tersebut, baik dari sisi kapasitas fasilitas maupun kualitas pengerjaan.

Menurut Anita, jika volume proyek terlalu besar dan terpusat, maka berpotensi menimbulkan bottleneck produksi. Karena itu, ia mendorong adanya sinergi antara galangan kapal BUMN lain seperti PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), PT Industri Kapal Indonesia (IKI), hingga sektor swasta.

Bisa saja nantinya dikerjakan secara kolaboratif, misalnya melalui pembagian blok produksi ke galangan swasta. Ini justru bisa menciptakan ekosistem industri yang lebih sehat dan kompetitif,” jelasnya.

Selain itu, opsi mekanisme tender terbuka secara business-to-business (B2B) juga dinilai lebih efektif untuk mempercepat proses produksi sekaligus menjaga transparansi dan kualitas proyek.

Dari sisi permintaan, Anita menilai prospek bisnis galangan kapal tetap positif. Hal ini tercermin dari masih tingginya kebutuhan kapal di berbagai sektor, mulai dari ferry, tug and barge untuk industri tambang, hingga kapal penunjang migas seperti anchor handling tug supply (AHTS).

Tanpa keberpihakan pemerintah pun, saat ini sudah banyak sektor swasta yang mempercayakan pembangunan kapal di dalam negeri,” ungkapnya.

Ia menambahkan, potensi pertumbuhan industri ini akan semakin besar jika didukung kebijakan pemerintah, terutama dalam bentuk insentif bagi pelaku usaha yang membangun kapal di dalam negeri.

Menurutnya, industri galangan kapal memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar karena bersifat padat karya dan terhubung dengan berbagai industri pendukung, termasuk komponen kapal.

Kalau ini didorong, bukan hanya galangan yang tumbuh, tetapi juga industri komponen dalam negeri sebagai bagian dari hilirisasi. Ini penting untuk kemandirian sektor maritim nasional,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengungkapkan, perusahaan telah mengantongi pesanan lebih dari 20 kapal dari BUMN. Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah melalui Danantara agar kebutuhan kapal BUMN dipenuhi dari produksi dalam negeri.

  👷 
 Kontan  

Sabtu, 14 Februari 2026

Defend ID Bakal Serap Rp 30 Triliun

  Untuk modernisasi alutsista di 2026 (Defend.id)

PT Len Industri (Persero)/ Defend ID, holding BUMN industri pertahanan memproyeksikan menyerap Rp 30 triliun di tahun 2026 untuk pengembangan alat utama sistem senjata (Alutista).

Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan anggaran pertahanan sekitar Rp 337 triliun, salah satu yang terbesar dalam sejarah postur fiskal Indonesia.

Direktur Utama PT Len Industri, Joga Dharma Setiawan mengatakan sebagian dari anggaran tersebut akan digunakan untuk modernisasi alutsista, peningkatan kapasitas fasilitas pendukung produksi, research & inovation, dan skema spend to invest untuk kemandirian industri pertahanan.

Dia menyebut bahwa anggaran modernisasi alutsista 2026 berada dalam kerangka Kementerian Pertahanan yang telah disetujui Rp 187,1 triliun dengan arahan pemanfaatan untuk modernisasi alutsista, penguatan organisasi, personel, serta dukungan industri nasional.

"Dalam konteks modernisasi alutsista Defend ID menargetkan kurang lebih Rp30 triliun di tahun 2026," katanya kepada Bisnis, Rabu (11/2/2026).

Di sisi lain, dalam rapat bersama Komisi VI, Joga membahas mengenai kinerja operasional dan keuangan BUMN industri pertahanan, rencana kerja dan roadmap industri pertahanan, riset dan pengembangan, serta kolaborasi antar ekosistem industri pertahanan.

Joga menjelaskan bahwa Defend ID akan memanfaatkan 30% dari anggaran tersebut yang digunakan untuk pengembangan peralatan dan investasi.

"Mungkin Defend ID di 30-an persen gitu. Tapi itu bukan untuk peralatan semuanya, ya. Itu termasuk untuk investasi," tuturnya.

Joga menegaskan akan menggunakan komponen dalam negeri agar menekan ketergantungan produk luar negeri atau impor. Nantinya Defend ID menunjang sekitar 60%-70% kebutuhan Kementerian Pertahanan.

"Jadi memang kita harus buat sendiri. Jadi tadi didukung kita memang harus buat sendiri. Misalnya untuk amunisi, propelannya harus kita buat sendiri," terangnya.

Joga menyampaikan guna memaksimalkan penggunaan komponen dalam negeri, Defend ID merencanakan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara intens.

Sebab, kata Joga, BRIN juga fokus melakukan riset di sektor pertahanan, tidak hanya di bidang energi hingga kesehatan.

"Strategi ke depannya kita harus lebih komprehensif pengembangan sumber daya manusia dan lebih banyak kolaborasi dengan BRIN. Karena BRIN sekarang mendukung kuat untuk preset-presetnya untuk pengembangan industri pertahanan," tandasnya..

  👷 
Bisnis  

Selasa, 10 Februari 2026

PAL Indonesia Laksanakan Mandat Penguatan Industri Galangan Kapal Indonesia

  Tak hanya fokus pertumbuhan bisnis perusahaan KRI BPD 322, FMP pertama produksi PAL Indonesia (PAL)

PT PAL Indonesia memastikan kewajiban pengembangan galangan kapal akan melibatkan industri komponen lokal. Hal ini sekaligus melanjutkan arahan Danantara terkait kewajiban memasok kapal untuk BUMN pelayaran seperti Pelni, Pertamina International Shipping, hingga ASDP.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan, sebagai BUMN di bidang industri perkapalan, pihaknya tak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis perusahaan, tetapi juga diberi mandat untuk mendorong penguatan industri galangan kapal Indonesia.

Jadi ini tidak lain adalah semua potensi pasar kapal dalam negeri diberikan kepada PT PAL dan mewajibkan kepada PT PAL untuk mendistribusikan kepada galangan-galangan kapal Indonesia,” kata Kaharuddin dalam agenda Diskusi Strategis Industri Maritim, Kamis (5/2/2026).

Dia juga menyebut pihaknya akan berupaya mengangkat potensi, kemampuan, skill dari galangan-galangan kapal Indonesia, baik dari sisi manajemen, teknologi, dan sebagainya.

Pemerintah mendorong konsolidasi industri galangan kapal nasional dengan menugaskan PT PAL Indonesia sebagai induk bagi galangan-galangan kapal di Tanah Air.

Langkah ini disebut sebagai mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kapasitas industri maritim domestik dan menekan ketergantungan pada produk impor.

Bukan hanya sekadar mendistribusikan, saya diwajibkan untuk bukan hanya sekadar mendistribusikan kontrak-kontrak ini,” tuturnya.

Sejalan dengan mandat tersebut, PT PAL menegaskan tidak lagi berposisi sebagai pesaing bagi galangan lain di dalam negeri. Perannya bergeser menjadi koordinator sekaligus pembina ekosistem industri.

PT PAL tidak akan menjadi kompetitor dari kalian, PT PAL akan membagikan apa yang sudah dikembangkan, baik itu dari sisi manajemen, teknologi, supply chain, dan bahkan dari sisi pengembangan SDM,” tuturnya.

Konsolidasi ini dinilai krusial mengingat besarnya potensi pasar maritim nasional yang selama ini belum sepenuhnya dinikmati industri dalam negeri. Tanpa penguatan struktur industri, sebagian besar nilai ekonomi justru mengalir ke luar negeri.

Potensi yang luar biasa besar ini, jangan sampai ketinggalan. Seperti tadi, 90% akan lari keluar. Dan potensi yang besar ini juga tidak akan memberikan impak yang cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia kalau hanya sekadar kebijakannya adalah semua pesanan kapal dalam negeri harus ke dalam negeri,” tuturnya.

Dia menilai, kebijakan yang hanya mewajibkan pemesanan kapal di dalam negeri belum cukup memberi efek berganda signifikan. Dampak ekonomi baru akan terasa kuat apabila seluruh rantai pasok, termasuk peralatan dan komponen kapal, juga dibangun di dalam negeri melalui integrasi dengan PT PAL dan galangan nasional lainnya.

Dari perhitungan sementara, dampak ekonomi sektor ini disebut sangat besar apabila tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) bisa terus ditingkatkan. Pemerintah menargetkan TKDN industri maritim dapat mencapai 50% mulai tahun depan dan meningkat secara bertahap.

Kalau semua potensi ini sudah bisa kita terapkan di dalam negeri, kemudian kita bisa meningkatkan mulai tahun depan TKDN itu di 50% dan seterusnya, maka insyaallah kita akan bisa memberikan sumbangan kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia minimal 1,8%,” tuturnya.

  👷 
Koran BUMN  

Jumat, 06 Februari 2026

PT DI dan Sari Bahari Teken “Letter of Intent” Produksi Bersama Roket 70 dan 80 MM

  Akan dijual ke pasar Internasional PT Dirgantara Indonesia dan PT Sari Bahari menekan letter of intent produksi bersama roket kaliber 70 mm dan 80 mm di sela acara Singapore Airshow 2026. (Foto: Dok. PT DI)

PT Dirgantara Indonesia (DI) dan industri pertahanan dalam negeri, PT Sari Bahari, meneken letter of intent (LoI) untuk produksi bersama roket kaliber 70 mm dan 80 mm.

Penandatanganan dilaksanakan pada hari kedua pelaksanaan Singapore Airshow 2026 di Singapura, Rabu (4/2) waktu setempat. Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PT DI Arif Faisal dan Vice President Director PT Sari Bahari Putra Prathama Nugraha di booth PT DI A-L31.

Kesepakatan mencakup rencana kerja sama penjualan roket kaliber 70 mm dan 80 mm, sekaligus penjajakan peluang pemasaran bersama untuk kedua jenis roket tersebut ke pasar internasional.

Kerja samanya kolaborasi produksi antara PT DI dan Sari Bahari, penjualannya nanti joint marketing,” kata Putra Prathama kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Kamis (5/2).

Kolaborasi diarahkan untuk memperluas jangkauan distribusi produk roket nasional, meningkatkan eksposur di pasar global, serta memperkuat daya saing industri pertahanan Indonesia di tingkat internasional.

Arif Faisal menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari rantai pasok global industri pertahanan.

Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi perluasan pasar internasional produk roket nasional, sekaligus meningkatkan nilai tambah melalui sinergi kapabilitas antarpelaku industri pertahanan dalam negeri,” ujar Arif, dikutip dari laman PT DI.

Kerja sama tersebut juga sejalan dengan komitmen PT DI dalam mendorong kemandirian industri pertahanan nasional melalui penguatan portofolio produk, peningkatan skala bisnis, serta perluasan jejaring mitra strategis, baik dalam maupun luar negeri. (nma)

  🚀 
IDM  

Rabu, 14 Januari 2026

DEFEND ID Mantapkan Strategi Operasional 2026

  Bidik Kontrak Rp 132 Triliun (Defend.id)

Holding Industri Pertahanan DEFEND ID yang dipimpin oleh PT Len Industri (Persero) menegaskan langkah agresifnya dalam memperkuat daya saing industri pertahanan nasional melalui penetapan strategi operasional perusahaan tahun 2026. Strategi ini dirancang secara terarah, adaptif, dan berkelanjutan guna memastikan DEFEND ID tetap relevan di tengah dinamika industri pertahanan dan nonpertahanan, baik di tingkat nasional maupun global.

Direktur Utama Holding DEFEND ID, Joga Dharma Setiawan, menyampaikan bahwa perumusan strategi 2026 dilakukan secara komprehensif dengan mengacu pada Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), aspirasi pemegang saham, serta analisis menyeluruh terhadap kondisi internal dan eksternal perusahaan.

Strategi 2026 kami rumuskan ke dalam Corporate Strategic Scenario (CSS) dan diterjemahkan ke dalam tujuh pilar utama, mulai dari penguatan bisnis, inovasi produk dan layanan, hingga transformasi proses bisnis, SDM, dan teknologi informasi sebagai penggerak utama bisnis,” ujar Joga.

Tujuh pilar strategis tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan bisnis DEFEND ID sekaligus mendorong akselerasi pertumbuhan di tengah tantangan global yang kian kompleks. Pendekatan ini dirancang agar perusahaan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar, kebutuhan teknologi, serta tuntutan efisiensi yang semakin tinggi.

Untuk memastikan target 2026 dapat tercapai, DEFEND ID telah menyiapkan sejumlah langkah operasional strategis. Langkah tersebut meliputi optimalisasi proyek pertahanan dan nonpertahanan, percepatan realisasi kontrak baru, peningkatan burn rate operasional, penguatan struktur keuangan, serta streamlining anak usaha guna menciptakan struktur bisnis yang lebih efisien dan bankable.

Kami juga fokus pada penguatan kapasitas produksi, digitalisasi proses bisnis, serta peningkatan kompetensi SDM agar seluruh lini perusahaan bergerak lebih agile dan produktif,” lanjut Joga.

Sebelum strategi tersebut ditetapkan, DEFEND ID melakukan evaluasi internal secara menyeluruh. Evaluasi ini mencakup analisis kinerja keuangan, efisiensi biaya, struktur permodalan, kapabilitas sumber daya manusia, kesiapan teknologi, hingga efektivitas proses bisnis di seluruh entitas holding. Hasil evaluasi tersebut menjadi pijakan utama dalam menyusun strategi perbaikan dan penguatan di setiap lini usaha.

Dari sisi peluang, DEFEND ID melihat prospek bisnis yang signifikan seiring meningkatnya belanja pertahanan nasional, hadirnya proyek strategis pemerintah, serta peluang ekspansi ke sektor komersial dan nonpertahanan. Kawasan Asia Pasifik dan Afrika menjadi fokus utama pengembangan pasar.

Pasar Asia Pasifik dan Afrika menjadi fokus kami, seiring dengan peluang kontrak pertahanan baru dan proyek lintas kementerian, seperti Kementerian Pertahanan, Perhubungan, ESDM, hingga Kementerian Komunikasi dan Informatika,” jelas Joga.

  💥 
Pikiran Rakyat  

Jumat, 31 Oktober 2025

Misi Bisnis INA-LAC 2025 di São Paulo

 Perkuat peluang bisnis dirgantaraPembahasan pengadaan suku cadang, dan dukungan pemeliharaan armada pesawat Super Tucano TNI AU (Kemlu)

Indonesia–Latin America and the Caribbean (INA-LAC) Business Mission 2025 resmi terlaksana di São Paulo pada 22 September 2025, dan mencatat capaian signifikan sebesar USD 581 juta, terdiri dari USD 284 juta potensi kesepakatan dan USD 297 juta transaksi konkret. Angka ini mencakup sektor strategis otomotif, pertambangan, industri strategis, pengelolaan sampah, dan pariwisata.

Delegasi Indonesia terdiri dari 1 (satu) institusi, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta 14 (empat belas) perusahaan berskala menengah hingga besar dari berbagai sektor, yaitu energi, otomotif, industri strategis, agroindustri, kosmetik, logistik, hingga jasa keuangan.

Tak berhenti di business event saja, esok harinya, 23 September 2025, para pebisnis Indonesia perdalam negosiasi dan diskusi melalui company visit ke sejumlah Perusahaan dan asosiasi terkemuka di Brasil, yakni O Boticário (industri kosmetik dan parfum), Sindipeças/Abipeças (industri otomotif), serta EMBRAER (industri dirgantara dan pertahanan).

Pertemuan dengan O Boticário membuka peluang pemanfaatan sawit Indonesia sebagai bahan baku kosmetik sekaligus memperkenalkan sertifikasi halal sebagai jaminan kualitas dan nilai tambah daya saing di pasar global. Sementara itu, kunjungan ke Sindipeças/Abipeças mempertemukan asosiasi Brasil dengan perusahaan Indonesia, termasuk Toyota Group Indonesia. Pertemuan menjajaki peluang industri komponen otomotif di Brasil, sharing experience terkait operasional Toyota Group di Indonesia, regulasi yang berlaku, serta penjajakan peluang kolaborasi antar perusahaan komponen kendaraan roda empat maupun roda dua.

  Revitalisasi MRO pesawat Super Tucano
Di sektor dirgantara, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) berdiskusi dengan EMBRAER untuk membahas revitalisasi dan maintenance pesawat Angkatan Udara Republik Indonesia. Pertemuan tegaskan EMBRAER sebagai mitra strategis PT DI dan menjadi tindak lanjut penandatanganan Nota Kesepahaman 17 November 2024 di Rio de Janeiro. Kerja sama mencakup revitalisasi pesawat Super Tucano, dengan berdayakan PT DI sebagai mitra lokal, pengadaan suku cadang, dan dukungan pemeliharaan armada pesawat. Ditargetkan kerja sama ini dapat terwujud pada akhir 2025.

Indar Atmoko, Senior General Manager PT DI, menyampaikan bahwa partisipasi dalam INA-LAC Business Mission memberikan kesempatan berharga untuk memperkuat jejaring sekaligus membuka jalan bagi kolaborasi industri dirgantara yang lebih erat antara Indonesia dan Brasil.

INA-LAC Business Mission 2025 berhasil mempertemukan pebisnis Indonesia dengan 120 pengusaha yang sesuai sasaran dan hasilkan 220 pertemuan bisnis. Forum ini buktikan bahwa Kawasan Amerika Latin dan Karibia tawarkan peluang prospektif yang besar bagi pebisnis Indonesia..
 

  🛩
Kemlu  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More