blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Kendaraan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kendaraan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Agustus 2026

BRIN Kembangkan Material Baterai Kendaraan Listrik dari Limbah Batu Bara

  Dengan Alih teknologi Daur ulang baterai dari limbah (Ist)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan material baterai untuk kendaraan listrik dari limbah batu bara. BRIN mengembangkan grafit artifisial dari limbah batu bara untuk bahan baku baterai dalam upaya mendukung ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Dikutip dari Antara, Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, pihaknya memproduksi grafit artifisial dari limbah batu bara. "Di sektor hulu material masa depan, BRIN tengah mengembangkan Baterai Li-ion Generasi 5V serta memproduksi grafit artifisial dari limbah batu bara," kata Arif.

Menurutnya, grafit artifisial yang tengah dikembangkan BRIN tersebut memiliki tingkat kesesuaian struktur mencapai 96,8 persen.

BRIN sendiri sudah menciptakan beberapa purwarupa kendaraan listrik. Mereka mengembangkan MEVI DELL-E (baik versi I-Seater maupun O-Seater) serta E-TRIGO yakni kendaraan listrik roda tiga yang dirancang khusus untuk niaga dan ramah bagi penyandang disabilitas.

"BRIN juga mematangkan sistem konversi hybrid (penggabungan mesin bensin, motor listrik, dan controller) yang memiliki potensi penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 20-40 persen, serta konversi motor listrik yang memanfaatkan rangka motor eksisting dengan biaya yang jauh lebih terjangkau," kata Arif Satria.

Sementara itu, terkait kendaraan listrik Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan pemerintah akan memberikan insentif besar untuk motor listrik. Dalam Pidato Presiden RI dalam Rangka Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, Prabowo menyebut bakal memberikan insentif yang cukup besar untuk produsen yang bisa memproduksi satu juta motor listrik buatan lokal.

"Hari ini kita akan memberikan insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun 1 juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia," ucap Prabowo baru-baru ini.

Kebijakan insentif itu, kata Prabowo, bisa menurunkan biaya operasional kendaraan, mengurangi konsumsi BBM impor, sekaligus membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purna jualnya. Prabowo saat peresmian ekosistem motor listrik nasional sudah mengungkap bahwa biaya operasional motor listrik lebih murah ketimbang motor bensin. Bahkan bisa dihemat sampai 70 persen.

Menurut Prabowo, saat ini Indonesia sudah memiliki unsur lengkap untuk pengembangan baterai ataupun motor listrik. Ekosistemnya juga sudah terbentuk.

Prabowo juga menambahkan, motor listrik punya sejumlah keunggulan. "Penghematan bagi rakyat, penghematan bagi keluarga mereka, kita perkirakan mereka akan bayar 50 persen lebih rendah dari pengeluaran yang mereka lakukan sekarang untuk motor BBM bahkan bisa nanti turun hanya 30 persen dari biaya yang mereka keluarkan sekarang," tutur Prabowo. (rgr/lth)

  💡  Detik  

Kamis, 23 Juli 2026

Pindad Fokus di Mobnas

  Motor Nasional Digarap Entitas Lain  
ilustrasi mobnas dengan tulisan PT Pindad (ist)

Pindad (Persero) memastikan tidak akan terlibat dalam proyek motor listrik nasional. Perusahaan pelat merah itu menegaskan fokus utamanya saat ini adalah pengembangan dan produksi mobil nasional (mobnas), sedangkan proyek motor listrik akan digarap entitas lain yang ditunjuk pemerintah.

Direktur Utama PT Pindad (Persero) sekaligus Direktur Utama Danantara Development Management Fund Sigit Puji Santoso mengatakan Pindad telah mendapat penugasan berbeda dari pemerintah.

"Pindad fokus di mobil. Nah, untuk motor listrik nanti ada lagi penugasan yang lain," kata Sigit di Kompleks Istana Kepresidenan, melansir Antara, Kamis (23/7).

Meski tak menangani proyek tersebut, Sigit mengungkap motor listrik nasional akan diluncurkan Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat. Namun ia enggan membeberkan detail lebih lanjut karena seluruh informasi akan disampaikan langsung oleh kepala negara.

Sigit memastikan motor listrik nasional nantinya tidak menggunakan merek yang sudah ada di pasar. Kendaraan itu akan hadir dengan merek baru yang dikembangkan oleh anak bangsa.

"Nggak, itu nanti akan ada merek baru dan desainnya by Indonesian engineers, desain dari kita. Desain dan production dari kita," ujarnya.

Ia kembali menegaskan Pindad bukan pihak yang bertanggung jawab memproduksi motor listrik nasional. Menurutnya, pemerintah akan mengumumkan perusahaan yang mendapat penugasan tersebut saat peluncuran resmi.

"Nggak. Nanti akan diumumkan Bapak (Presiden Prabowo) itu nanti tanggal 13," kata Sigit.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia segera memiliki motor listrik nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat industri otomotif dalam negeri sekaligus mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Prabowo berharap motor listrik nasional dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, termasuk petani, sebagai sarana transportasi yang lebih efisien dan terjangkau. (ryh/fea)

  🚗 CNN  

Minggu, 19 Juli 2026

TKDN Mobnas Tak Akan Sampai 100%

  Pindad desain lebih tinggi TKDN nya 
Wacana pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menghadirkan mobil nasional (mobnas) kembali mengemuka di tengah upaya pemerintah memperkuat industri otomotif dalam negeri. Dari sisi rantai pasok, pelaku industri komponen menilai Indonesia sudah memiliki modal yang cukup untuk mendukung realisasi program tersebut.

Industri komponen saat ini telah menjadi pemasok bagi berbagai merek otomotif global. Kapasitas produksi dan kualitas produk juga telah teruji melalui pasar ekspor sehingga tinggal menyesuaikan spesifikasi kendaraan yang nantinya akan dikembangkan.

"Pada dasarnya industri komponennya sekarang sudah menyuplai banyak merek global. Kalau memang gagasan mobil nasional diwujudkan, mestinya kandungan TKDN-nya tinggi. Kami siap mendukung karena secara kualitas sudah tidak diragukan lagi," kata Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) Rachmat Basuki kepada CNBC Indonesia.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan membangun rantai pasok dari awal. Infrastruktur industri komponen sudah terbentuk sehingga penyesuaian lebih banyak dilakukan pada kebutuhan teknis kendaraan yang akan diproduksi.

"Yang perlu dilakukan tinggal penyesuaian spesifikasi. Mobil nasional nanti speknya seperti apa, komponen yang dibutuhkan seperti apa, itu hal yang biasa kami lakukan. Supply chain di Indonesia juga sudah cukup lengkap. Kalau bisa ekspor ke berbagai negara, artinya fondasi industrinya sudah ada," ujarnya.

Meski optimistis, tingkat kandungan lokal tetap akan mengikuti karakteristik kendaraan yang diproduksi. Sebab masih ada beberapa komponen yang hingga kini belum diproduksi di dalam negeri.

"Mungkin tidak sampai 100% TKDN karena tergantung spesifikasi mobil nasional tersebut. Bisa saja masih ada beberapa part yang memang belum bisa dibuat di Indonesia sehingga masih perlu impor," kata Rachmad.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan proyek mobil nasional yang tengah dipersiapkan pemerintah tengah berada dalam tahap desain dan diharapkan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar kendaraan yang saat ini beredar di Indonesia.

"Mobil listrik kita rata-ratanya TKDN-nya 30 sampai 70%, walaupun memang nanti kita harapkan Mobnas yang sekarang sedang di-desain oleh Pindad itu akan memiliki nilai TKDN yang lebih tinggi," kata Agus dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu.

Kemunculan kembali isu ini bukan tanpa alasan. Mobil nasional dipandang sebagai salah satu instrumen penting untuk mengejar ketertinggalan industri otomotif dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada produsen global.

"Pengembangan Mobil Nasional bukan sekadar proyek industri semata, tetapi bagian dari upaya membangun kemandirian teknologi bangsa," tulis BP BUMN dalam keterangannya beberapa waktu lalu. (dce)


  👷 CNBC  

Sabtu, 11 Juli 2026

Prabowo Ungkap PT PAL, Pindad, PTDI Nyaris Dijual ke Asing

KRI BPD 322 frigate pertama PAL (PAL)

Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan strategis yang bergerak di industri pertahanan sempat ingin dijual ke pihak asing.

Ia secara khusus menyebut tiga perusahaan industri pertahanan, yakni PT PAL Indonesia, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

"Banyak sekali perusahaan yang seolah-olah tadinya mau dijual, tadinya mau dijual ke asing. Saya larang! Tadinya industri pertahanan yang mau dijual, PT PAL, mau dijual, PT Pindad mau dijual, PTDI mau dibunuh, mau dijual, kita bangkitkan! Sekarang kita akan bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu," kata Prabowo saat meresmikan lima bendungan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).

Prabowo kemudian memaparkan perkembangan industri pertahanan nasional yang disebutnya mulai menunjukkan hasil. Menurut dia, PT PAL kini telah memiliki kemampuan membangun berbagai kapal perang modern, termasuk kapal selam.

"PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat. PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal selam. PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih," ujarnya.

Sementara itu, PT Pindad disebutnya baru memperoleh kontrak ekspor dari Arab Saudi untuk penyediaan senjata.

"Pindad sekarang baru saja saya dapat laporan dapat kontrak dari Arab Saudi. Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi akan dibangun oleh PT Pindad. Senjata kita teruji," kata Prabowo.

Meski demikian, Prabowo tidak menjelaskan lebih lanjut kapan rencana penjualan BUMN strategis tersebut sempat muncul maupun pihak yang dimaksud akan menjadi calon pembelinya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan pemerintahannya telah menutup 240 BUMN bermasalah. Jumlah itu akan bertambah hingga 250 perusahaan pada akhir Juli 2026, hingga 800 BUMN yang tidak efisien.

"31 Desember 2026 akan tutup jumlahnya 800 BUMN yang tidak efisien, yang tidak pernah untung, yang merugi terus, kita tutup," kata Prabowo.

Menurutnya, langkah tersebut telah menghasilkan efisiensi anggaran yang signifikan. Pemerintah mengklaim berhasil menghemat hampir Rp 70 triliun hanya dari pengurangan biaya operasional dan gaji direksi perusahaan-perusahaan yang ditutup.

"Dari gaji direksi saja sampai sekarang, overhead dan gaji kita sudah bisa menghemat mendekati Rp 70 triliun. Rp 70 triliun sudah kita hemat, saudara-saudara," ujarnya. (mkh/mkh)

  📝  CNBC 

Sabtu, 13 Juni 2026

Indonesia Targetkan 300 Ribu Unit Mobnas

  Proyek Mobil Nasional  
Kendaraan lapis baja Maung MV3 buatan Pindad (Pindad)

Pemerintah Indonesia semakin serius memperkuat kemandirian industri otomotif dalam negeri.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung progres pembangunan proyek National Car (Mobil Nasional) di Subang, Jawa Barat, pada Rabu (10/6/2026).

Proyek strategis ini ditargetkan menjadi pusat manufaktur otomotif terintegrasi dengan kapasitas produksi mencapai 300.000 kendaraan per tahun.

Dalam kunjungannya, Menteri Sjafrie didampingi oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo B. Revita dan Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Marsda Yusuf Jauhari. Ia menegaskan industri manufaktur strategis merupakan pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta penguasaan teknologi.

"Kawasan Mobil Nasional ini adalah instalasi strategis yang berperan penting dalam memperkuat industri nasional, penguasaan teknologi, dan pengembangan ekosistem manufaktur yang terintegrasi," ujar Sjafrie, seperti dikutip Antara, Rabu.

Pemerintah memproyeksikan kawasan seluas 539 hektare (Ha) ini tidak hanya menjadi pabrik perakitan, tetapi juga mencakup pusat rekayasa kendaraan, fasilitas pengujian, hingga pusat riset dan pengembangan (R&D). Selain itu, proyek ini diproyeksikan mampu menyerap 2.000 tenaga kerja ahli dan lulusan universitas.

 Tahapan Pembangunan dan Target Produksi

Kendaraan lapis baja listrik Pandu Maung MV3 buatan Pindad (Pindad)

Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa menjelaskan, pembangunan akan dilakukan dalam tiga fase sepanjang 2026 hingga 2028. Pada tahap awal, konstruksi difokuskan pada lahan seluas 60 Ha dengan target kapasitas produksi sebesar 50.000 unit per tahun pada 2028. Setelah itu, kapasitas akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai target maksimal 300.000 unit per tahun.

"Kami telah berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia selama beberapa tahun terakhir, mulai dari perencana, teknisi, hingga tenaga ahli untuk mendukung skala besar pembangunan industri ini," tutur Sigit.

Selain mendorong kebangkitan industri otomotif konvensional, proyek ini juga menjadi ujung tombak Indonesia dalam memperkuat kemampuan teknologi kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) serta menciptakan rantai pasok lokal yang lebih luas di wilayah Subang dan sekitarnya.

Upaya pengembangan mobil nasional merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor kendaraan dan komponen otomotif asing. Dengan memanfaatkan keunggulan geografis Subang yang strategis sebagai hub industri baru di Jawa Barat, proyek ini diharapkan mampu mengakselerasi transfer teknologi otomotif global ke dalam negeri.

Selain itu, sejalan dengan tren global transisi energi, proyek ini dirancang untuk menjawab tantangan masa depan melalui pengembangan kendaraan listrik yang berkelanjutan.

Keterlibatan PT Pindad sebagai pelaksana utama mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendayagunakan BUMN untuk menggerakkan ekosistem industri manufaktur yang mandiri, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

  ♞ Investor  

Jumat, 12 Juni 2026

Pindad Desain Mobil Listrik Nasional

  TKDN mencapai 70%  
Kendaraan lapis baja listrik Pandu Maung MV3 buatan Pindad (Pindad)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan perkembangan terbaru proyek mobil nasional yang tengah dipersiapkan pemerintah. Kendaraan tersebut saat ini masih berada dalam tahap desain dan diharapkan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar kendaraan yang saat ini beredar di Indonesia.

"Mobil listrik kita rata-ratanya TKDN-nya 30 sampai 70%, walaupun memang nanti kita harapkan Mobnas yang sekarang sedang di-desain oleh Pindad itu akan memiliki nilai TKDN yang lebih tinggi," kata Agus dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI.

Pembahasan mengenai mobil nasional muncul ketika Kementerian Perindustrian menjelaskan tantangan yang masih dihadapi industri manufaktur Indonesia. Persoalannya tidak hanya soal produk akhir yang diproduksi di dalam negeri, tetapi juga kemampuan industri nasional dalam membuat mesin produksi sendiri.

Agus menilai tidak cukup hanya mengejar angka TKDN pada produk jadi. Di balik sebuah produk, masih terdapat ketergantungan yang cukup besar terhadap teknologi dan mesin yang berasal dari luar negeri.

"Kalau saya mengunjungi pabrik-pabrik, pasti yang saya tanya TKDN-nya berapa persen. Ketika saya masuk dan melihat mesinnya, ternyata mesinnya impor. Itu challenge kita," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa Indonesia memasuki fase baru dalam perjuangan panjang mewujudkan kemandirian industri otomotif dan menyoroti pentingnya kawasan industri, rantai pasok, pengembangan teknologi yang terintegrasi, serta membentuk industri nasional yang punya daya saing yang kuat.

Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa, menyampaikan bahwa proyek mobil nasional tidak boleh berhenti pada slogan. Pindad telah menyiapkan lahan industri di Subang dan menargetkan kapasitas produksi 500.000 unit per tahun, dimulai dengan 100.000 unit pada 2028 sebagai tahap awal fase produksi.

"Pesan yang sama dari semua komisi kepada Pindad adalah jangan jadi euforia kalah. Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, kita harus melakukan piloting untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya," katanya beberapa waktu lalu. (fys/wur)

  ♞  CNBC  

Senin, 01 Juni 2026

BTN Kucurkan Kredit Rp 1,5 Triliun ke Pindad

  Sokong Produksi Maung MV3   (JPNN)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan kolaborasi strategis dengan PT Pindad melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Loan Facility sebesar Rp 1,5 triliun di Jakarta pada Jumat (29/5).

Kerja sama itu menegaskan komitmen kuat BTN dalam mendukung kemandirian industri pertahanan sekaligus menyukseskan berbagai program unggulan nasional.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, penguatan industri pertahanan dalam negeri menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga kedaulatan dan ketahanan nasional.

Terlebih, pemerintah saat ini menempatkan industri pertahanan sebagai salah satu sektor prioritas nasional, yang tecermin dari anggaran pertahanan Indonesia pada APBN 2026 yang telah mencapai lebih dari Rp 180 triliun.

Ini menjadikannya salah satu anggaran terbesar dalam APBN tahun ini.

"Kami berharap dengan dukungan BTN ini akan meningkatkan kapasitas produksi Pindad yang tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap industri baja, logam, elektronika, manufaktur, logistik, serta menyerap ribuan tenaga kerja nasional," ujar Nixon di Jakarta.

Pindad sendiri memegang peran sentral dalam ekosistem tersebut melalui produksi kendaraan taktis, kendaraan tempur, munisi, senjata, hingga berbagai peralatan khusus yang digunakan oleh TNI dan Polri.

Dalam mendukung kelancaran pelaksanaan berbagai proyek strategis, BTN mengucurkan fasilitas Corporate Loan Facility senilai Rp 1,5 triliun yang terdiri dari Fasilitas Cash Loan atau KMK Kontraktor sebesar Rp 125 miliar serta Fasilitas Non-Cash Loan berupa Bank Garansi, SKBDN, dan LC dengan sub-limit Trust Receipt sebesar Rp 1,250 triliun.

Nixon menjelaskan dukungan pembiayaan ini diberikan untuk memastikan kelancaran berbagai proyek strategis Pindad yang berasal dari Kementerian dan Lembaga Negara, baik bersumber dari APBN Murni maupun APBN berasal dari skema pinjaman dalam dan luar negeri.

Pada tahap awal, fasilitas pendanaan ini akan difokuskan untuk mendukung beberapa program unggulan nasional milik Pindad, antara lain produksi Maung MV3, produksi berbagai jenis amunisi untuk mendukung kesiapan pertahanan nasional, serta produksi Water Canon untuk mendukung kebutuhan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kerja sama ini sekaligus menjadi bukti nyata dari transformasi bisnis berkelanjutan yang sedang digalakkan oleh BTN melalui strategi Beyond Mortgage.

Sebagai bank yang selama ini dikenal luas sebagai pemimpin pasar KPR nasional, BTN terus bertransformasi menjadi bank yang lebih modern, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Melalui transformasi ini, BTN tidak lagi hanya hadir dalam pembiayaan perumahan rakyat, tetapi juga mulai mengambil peran yang lebih luas dan agresif dalam mendukung sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas utama pemerintah.

Nixon melanjutkan, BTN juga percaya bahwa sektor perbankan memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan proyek-proyek strategis nasional dapat berjalan tepat waktu, tepat kualitas, dan memberikan manfaat optimal bagi negara.

"Kami berharap kerja sama ini menjadi awal dari kolaborasi yang jauh lebih luas antara BTN dan Pindad di masa mendatang. Kami juga siap untuk terus menjadi mitra keuangan strategis bagi Pindad dalam mendukung ekspansi bisnis, penguatan industri pertahanan nasional, serta berbagai proyek strategis lainnya yang memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia," tutur Nixon.

Direktur Utama Pindad Prof. Sigit Puji Santosa mengatakan dukungan pembiayaan dari BTN akan memperkuat kapasitas produksi Pindad dalam memenuhi berbagai kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional.

Kami mengapresiasi kepercayaan BTN kepada Pindad melalui fasilitas pembiayaan ini. Dukungan tersebut akan memperkuat kemampuan kami dalam menjalankan berbagai proyek strategis nasional, mulai dari produksi kendaraan operasional Maung MV3, amunisi, hingga berbagai produk pertahanan dan keamanan lainnya yang dibutuhkan negara,” ujar Sigit.

Dia menambahkan sinergi antara industri pertahanan dan sektor perbankan nasional menjadi faktor penting dalam mendorong kemandirian industri strategis Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global.

Kami berharap kerja sama dengan BTN dapat terus berkembang untuk mendukung ekspansi bisnis Pindad dan mempercepat terciptanya ekosistem industri pertahanan nasional yang mandiri, modern, dan berkelanjutan,” tutur Sigit. (jpnn)


  💰 JPNN  

Sabtu, 09 Mei 2026

Produksi Pindad Maung Sudah Tembus 3.200 Unit

  Telah digunakan dalam berbagai kebutuhan dalam negeri   
Seskab Teddy mengungkap produksi Maung oleh Pindad sudah dilakukan sebanyak 3.200 unit. (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)

Kendaraan taktis (rantis) ringan buatan Pindad yang punya banyak versi, Maung, sudah diproduksi sebanyak 3.200 unit menurut pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

"Maung telah dikembangkan sejak Bapak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan dan saat ini produksinya di Pindad telah mencapai 3.200 unit, dan telah digunakan dalam berbagai operasi dan kebutuhan dalam negeri," kata Teddy dalam siaran resmi, Kamis (7/5).

Maung merupakan rantis sudah disiapkan sejak 2018, saat itu namanya adalah Bima M-31. Kemudian proyek ini diteruskan oleh Prabowo saat menjabat menteri pertahanan pada 2019-2024.

Prabowo saat itu memesan 500 unit dari Pindad yang diserahkan secara resmi pada Januari 2021. Maung juga banyak dipesan untuk kebutuhan kendaraan operasional TNI.

Salah satu versi maung, MV3 Garuda Limousine, dijadikan mobil kepresidenan oleh Prabowo saat pelantikannya menjadi presiden pada 20 Oktober 2024.

Pada Maret 2025, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyerahkan secara simbolis 700 Maung MV3 ke TNI. Saat itu dia mengungkap memesan kurang lebih 4.000 unit Maung namun penyerahannya bertahap karena disebut produksinya terbatas.

Pamor Maung kini tersiar ke luar negeri saat Prabowo untuk pertama kalinya membawa mobil ini dalam kunjungan ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar 7-8 Mei 2026 di Filipina. Teddy menyampaikan Maung menjadi kendaraan yang digunakan Prabowo selama di Filipina.

Menurut Teddy kehadiran Maung di KTT ASEAN bukan cuma jadi alat transportasi, tetapi juga simbol kemandirian bangsa, kepercayaan diri nasional dan kemajuan industri Indonesia.

"Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi," tutur Teddy.
(hoi/hoi)

  🐴  CNN  

Jumat, 08 Mei 2026

Prabowo Bawa Mobil Maung ke KTT ke-48 ASEAN

  Simbol Kepercayaan Diri RI   
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama delegasi terbatas tiba di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026), untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN. (Instagram/sekretariat.kabinet)

Presiden Prabowo Subianto tiba di The Mactan Cebu International Airport Authority (MCIAA) General Aviation (Gen-AV) Terminal, Cebu, Filipina, pada Kamis, (7/5/2026) pukul 13.45 waktu setempat (WS). Kehadiran Presiden Prabowo guna menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang berlangsung pada 7-8 Mei 2026.

Presiden memboyong mobil dinas kenegaraan dalam kunjungan luar negeri ini.

"Selama berada di Filipina, Bapak Presiden akan menggunakan kendaraan yang dikenal sebagai kendaraan taktis ringan yang tangguh ini," tulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan resmi.

Untuk pertama kalinya dalam kunjungan luar negeri, Kepala Negara dijemput menggunakan 'Maung', kendaraan taktis ringan hasil pengembangan industri pertahanan nasional Indonesia.

Menurut Teddy, kendaraan taktis tersebut dikenal tangguh dan telah digunakan dalam berbagai operasi serta kebutuhan nasional. Penggunaan Maung dalam agenda internasional Presiden ini sekaligus menunjukkan kemajuan industri pertahanan dalam negeri yang terus berkembang.

"Maung telah dikembangkan sejak Bapak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan dan saat ini produksinya di Pindad telah mencapai 3.200 unit, dan telah digunakan dalam berbagai operasi dan kebutuhan dalam negeri. Presiden Prabowo pun telah menggunakan Maung, sejak dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024 lalu," katanya.

Teddy menyampaikan bahwa penggunaan Maung pada KTT ASEAN ke-48 tidak sekadar sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi simbol kemandirian bangsa, kepercayaan diri nasional, dan kemajuan teknologi industri Indonesia.

"Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi," tuturnya.

Diketahui, setibanya di Cebu, presiden disambut oleh Penasihat Keamanan Nasional Republik Filipina Eduardo Oban. Di bawah tangga pesawat, Presiden Prabowo juga menerima penyambutan kehormatan berupa jajar pasukan kehormatan dan penampilan tari-tarian tradisional Filipina. Selain itu, Presiden juga turut menerima buket bunga dari pihak tuan rumah. (hoi/hoi)

  🐴  CNBC  

Jumat, 24 April 2026

Pindad Akan Kerjakan Mobil Nasional Sedan Listrik

  Di Pabrik Karawang Jawa Barat (Uzone)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, akhirnya angkat bicara mengenai rencana pengembangan mobil nasional (mobnas) Indonesia.

Dalam pernyataannya, Menko Airlangga mengonfirmasi bahwa inisiatif ini akan diwujudkan oleh PT Pindad, yang dikenal sebagai industri pertahanan, dan akan diproduksi di pabrik Pindad yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.

Meskipun belum merinci jadwal pasti dimulainya produksi, Airlangga Hartarto menyatakan harapannya agar kapasitas pabrik Pindad di Karawang dapat ditingkatkan secara bertahap untuk mendukung realisasi mobnas ini.

"Mobil nasional sedang disiapkan oleh Pindad. Jadi, ada kawasan di Karawang, tentu nanti kita berharap kapasitas (produksinya) bisa dinaikkan bertahap," ujar Airlangga saat ditemui wartawan, dikutip Uzone.


  Target Multi Produk dan Sedan Listrik 

Menko Perekonomian menyebutkan bahwa brand mobil nasional ini nantinya akan memproduksi berbagai model kendaraan.

Salah satu model yang menjadi sorotan adalah sedan listrik. Model ini sebelumnya sempat dibahas oleh Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan ke Magelang, Jawa Tengah.

"Salah satunya sedan listrik. Tentunya nanti ada multi product (yang diproduksi Pindad)," jelas Airlangga, sambil mengungkap rencana pengembangan mobnas ini sejalan dengan agenda strategis pemerintah.

Sebelumnya, Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, telah bertemu dengan CTO BPI Danantara yang juga Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, untuk membahas percepatan pengembangan proyek ini.

Berdasarkan keterangan dari Instagram @bumn_id, pengembangan mobnas tidak hanya dipandang sebagai proyek industri biasa, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem otomotif nasional agar lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Tujuan utama dari proyek ini meliputii penguatan ekosistem industri otomotif nasional, menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi anak bangsa dan meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Sebelumnya, dukungan kuat terhadap inisiatif mobil nasional datang dari Presiden Prabowo Subianto, yang berulang kali mengungkapkan keinginannya agar Indonesia memiliki mobil asli buatan sendiri.

Secara spesifik, Presiden Prabowo menargetkan Indonesia mampu memproduksi sedan listrik secara besar-besaran mulai tahun 2028.

Ia menyampaikan kebanggaannya atas kemampuan Indonesia memproduksi bus dan truk listrik saat ini, dan berharap produksi sedan listrik bisa segera menyusul.

"Saya sangat bangga kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk dari listrik. Ini sangat-sangat penting dan memang rencana kita saya berharap di tahun 2028, kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik," tegas Presiden.

  👷  uzone  

Minggu, 19 April 2026

Pabrik Truk Listrik Pertama di RI akan Dibangun di Cilegon

  Nilai Investasi Capai Rp 10 T Kawasan Krakatau industrial Estate (antara)

PABRIK truk listrik pertama di Tanah Air akan segera dibangun di Cilegon, Banten. Proyek strategis ini diproyeksikan menelan nilai investasi fantastis mencapai Rp 10 triliun.

Rencana besar ini direalisasikan oleh Nusantara Halid Grup (NH Group dengan Grand Seleron Indonesia (GSI) dan CangKuang Mining Machinery (CKMM). Kerja sama ini bertujuan untuk merelokasi fasilitas produksi truk, alat berat, hingga tongkang listrik dari Changzhou, China, ke kawasan Krakatau Industrial Estate, Cilegon.

Direktur Utama PT Nusantara Halid, Andy Nursyam Halid, menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya fokus pada perakitan unit kendaraan, tetapi juga mencakup ekosistem komponen pendukungnya.

NH Grup juga mengajak beberapa pabrik suku cadang terkait, antara lain Global Mainstream Dynamic Energy Technology Ltd, pabrik Battery Energy Storage yang berlokasi di Changzhou, China, untuk menyuplai baterai bagi CKMM,” ujar Andy dalam keterangan resminya, Jumat (17/4).

Rencana investasi ini telah ditindaklanjuti melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Lahan Industri (PJLI) pada 26 Februari 2026. Pada tahap awal, lahan seluas 8 hektare telah disiapkan di Krakatau Industrial Estate.

Namun, rencana pengembangan ke depan akan mencakup perluasan lahan hingga 50 hektare guna mengakomodasi pabrik truk, alat berat, dan tongkang listrik. Khusus untuk pengadaan lahan saja, nilai investasi yang dialokasikan mencapai Rp 1,2 triliun.

Dengan adanya pabrik ini, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar bagi kendaraan listrik, tetapi juga menjadi basis produksi utama di Asia Tenggara, sekaligus mempercepat target net zero emission yang dicanangkan pemerintah. (H-3)

  👷  Media Indonesia  

Kamis, 09 April 2026

Prabowo Resmikan Pabrik Bus-Truk Listrik di Magelang

  Milik Bakrie Group Peresmian pabrik (Republika)

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik kendaraan bus dan truk listrik PT Vektor Sakti Industri (PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk) milik Bakrie Group di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026)..

Peresmian itu ditandai dengan penekanan tombol sirene bersama antara Presiden Prabowo Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sekaligus Komisaris Utama PT Vektor Teknologi Mobilitas Tbk Anindya Bakrie, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta beberapa pihak..

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis 9 April tahun 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik Vektor," kata Prabowo saat meresmikan, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis..

Prabowo mengaku menyambut baik inisiatif yang telah diambil selama beberapa tahun yang lalu oleh keluarga dan kelompok usaha Bakrie Group..

Ia menyampaikan, bisnis ini memiliki visi yang sangat jelas untuk turut membangun bangsa Indonesia tengah bertransformasi mengubah penggunaan energi fosil menjadi energi terbarukan secara bertahap.
"Sebagai kelompok usaha, ingin ikut serta dalam industrialisasi. Industrialisasi adalah bagian akhir, ya, daripada suatu kebangkitan teknologi suatu bangsa. Teknologi harus diolah menjadi industri sehingga bermanfaat bagi suatu bangsa," ucap Prabowo.

"Industri tentunya ada berbagai-bagai tingkatan: industri dasar, industri menengah, habis itu industri yang sangat tinggi, dan sebagainya," imbuh dia.

Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus ini memahami, setiap bangsa harus mandiri di berbagai bidang strategis dan paling menentukan, yakni pangan, energi, dan air.

"Jadi inisiatif yang dilaksanakan oleh Vektor ini, Vektor Industri, adalah bersejarah, adalah suatu tonggak yang membanggakan, ya. Ibarat kita dulu diajarkan apa ya itu istilahnya ya, pepatah gitu ya: 'Ibarat pucuk dicinta ulam pun tiba'. Jadi inilah yang kita harapkan dari putra-putri bangsa Indonesia, ya," kata Prabowo.

Prabowo pun gembira dan bangga Indonesia kini memiliki kemampuan untuk memproduksi bus dan truk dari listrik dengan kerja sama pihak swasta.

Menurut dia, kerja sama ini menjadi bagian dari target transformasi kendaraan listrik secara besar-besaran pada tahun 2028.

"Ini sangat-sangat penting. Dan memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik. Jadi sekarang sudah ada bus dari listrik, truk dari listrik, dan kemampuannya juga cukup besar, membanggakan. Saya dapat laporan kemampuan Vektor bisa produksi 10.000 bus dari listrik," kata Prabowo.

Pada kesempatan yang sama, Anindya mengatakan, VKTR memiliki dua gagasan dasarnya sejak awal, yakni dekarbonisasi untuk mempercepat Net Zero Emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat, serta kemandirian ekonomi termasuk dalam ketahanan energi dan menekan impor BBM.

Bagi perusahaan, agenda sesuai dengan arahan Presiden Prabowo terkait sejarah pembangunan di mana krisis seringkali menjadi kesempatan untuk melakukan lompatan besar.

"Oleh karenanya Vektor, yang dalam bahasa fisika artinya skala dan arah, kami yakin skalanya besar—Indonesia dengan sumber daya alam dan manusianya—dan arahnya adalah untuk kemandirian. Jadi ini adalah momentum, Pak Presiden," beber Anindya.

Anindya mengakui, perusahaannya fokus pada perakitan bus dan truk listrik lantaran dua model itu dapat menjadi penonggak untuk tumbuhnya ekosistem industri listrik.

Menurut hitungannya, jumlah subsidi BBM yang bisa dihemat dengan elektrifikasi bus dan truk bisa mencapai Rp 5 miliar dollar per tahun.

Meski, ia mengakui, bisnis ini tidak lebih seksi dari perakitan motor/mobil listrik yang jumlahnya mencapai 140 juta unit.

Anindya menyebutkan, perusahaan siap bekerja sama dengan TransJakarta maupun Blue Bird untuk memasok kebutuhan kendaraan listrik.

"Beliau (TransJakarta) dengan tentunya Pak Gubernur ingin meningkatkan 10.000 elektrifikasi di Jakarta yang bisa diikuti oleh daerah-daerah lain. Dan di sini juga kita lihat beberapa teman seperti Blue Bird yang ingin maju juga bersama kami. Dan ini menandakan bahwa kami siap, Pak," kata Anindya.


  👷  Kompas  

Senin, 30 Maret 2026

Prabowo Targetkan Indonesia Punya Pabrik Mobil Nasional


Presiden Prabowo Subianto memiliki visi besar untuk industri otomotif Indonesia. Beliau menyoroti posisi Indonesia yang selama ini hanya menjadi pasar bagi mobil-mobil produksi negara lain. Keinginan kuat ini diutarakan sebagai langkah strategis untuk kemandirian bangsa.

Indonesia hingga kini belum memiliki pabrik mobil yang benar-benar murni miliknya. Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyatakan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia melihat Indonesia lebih banyak berperan sebagai konsumen produk otomotif global, bukan sebagai produsen.

Saat ini, pasar otomotif Indonesia diramaikan oleh puluhan merek mobil dari berbagai negara. Mulai dari raksasa otomotif Jepang, Korea Selatan, hingga merek-merek dari Eropa dan yang terbaru dari Tiongkok.

  Menuju Kemandirian Industri Otomotif 
Berdasarkan data penjualan yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hanya ada satu merek lokal yang tercatat, yaitu Polytron. Namun, penting untuk dicatat bahwa Polytron sendiri belum memiliki fasilitas pabrik perakitan mobil. Proses perakitan mobil listrik Polytron masih dilakukan di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membangun pabrik mobil di Indonesia. Rencananya, pabrik tersebut akan mengolah sendiri bahan mentah dan turunannya, alih-alih mengekspornya ke luar negeri. Dengan demikian, Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar bagi merek-merek asing.

"Saya akan buka pabrik mobil. Kenapa kita jadi pasar mobilnya orang lain? Kenapa? karena kemauan," ujar Prabowo dalam sebuah tayangan di kanal YouTube ‘Presiden Prabowo Menjawab!!!’ yang dibagikan oleh akun resmi Prabowo Subianto.

  Pemanfaatan Sumber Daya Alam Lokal 
Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Sumber daya ini sangat potensial untuk dijadikan bahan baku utama dalam pembuatan mobil. Potensi ini seharusnya dimanfaatkan untuk membangun industri otomotif dalam negeri, bukan diekspor begitu saja ke negara-negara produsen otomotif dunia seperti Jepang dan Korea Selatan.

"Dengan segala hormat, Korea, sumber alam Korea apa? Coba periksa, kita punya sumber alam semua untuk bikin mobil, tapi mereka puluhan tahun lebih dulu dari kita bikin mobil," ungkap Prabowo. Ia memberikan contoh, Indonesia memiliki timah dan bauksit. Bauksit dapat diolah menjadi alumina, kemudian menjadi aluminium yang merupakan material penting dalam pembuatan mobil.

"Tapi kita tidak membuat, tidak memproses aluminium dari bauksit. Jepang tidak punya bauksit, dia bisa membuat mobil terhebat," imbuhnya, menyoroti ketertinggalan dalam hilirisasi industri.

  Target Produksi Mobil Nasional 
Niat Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan pabrik mobil nasional memang bukan hal baru. Beliau telah berulang kali mengutarakan ambisi ini. Bahkan, orang nomor satu di Indonesia ini pernah menyatakan target ambisius agar Indonesia mampu memproduksi mobil nasional dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

Proyek pembuatan mobil nasional ini dikabarkan sudah mulai berjalan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dilaksanakan pada 20 Oktober 2025. Harapannya, langkah ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor otomotif Indonesia.

Visi ini diharapkan dapat mengubah paradigma Indonesia dari negara konsumen menjadi negara produsen otomotif yang mandiri dan berdaya saing di kancah global.

  👷 Kabar Nusantara  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More