
PRESIDEN
Susilo Bambang Yudhoyono menekankan pentingnya peran teknologi
komunikasi dan informasi (ICT) bagi para perwira Tentara Nasional
Indonesia (TNI) dan Kepolisian RI (Polri).
Sebagai seorang perwira, ilmu pengetahuan melalui sarana-sarana
teknologi yang ada saat ini merupakan kekuatan untuk membangun dan
mengembangkan kemampuan.
“Pahami betul konsep dari modernisasi menggunakan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang tinggi. Betul-betul kuasai pengetahuan dan teknologi
mulai dari sekarang, jangan tunggu besok atau lusa,” kata Presiden saat
memberikan Pembekalan kepada Calon Perwira Remaja (Capaja) Akademi
TNI-Polri Tahun 2013 di Gedung Graha Samudera Bumimoro Morokrembangan,
Komplek Kodikal, Surabaya, (1/7).
Pembekalan langsung dari Presiden SBY ini, merupakan acara pembuka
sebelum pelantikan capaja yang akan digelar Selasa (2/7) di Mako Akademi
Angkatan Laut. Hadir dalam pembekalan tersebut Menkopolhukam Djoko
Suyanto, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan M.Nuh, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kapolri
Jenderal Timur Pradopo, dan Mensesneg Sudi Silalahi.
Presiden mengatakan, seorang perwira harus terus mengasah pengetahuan
dan wawasannya meski sudah lulus dari akademi angkatan. Penguasaan
keterampilan di bidang teknologi, bukan berarti menjadi generasi video
game. Generasi jenis ini justru akan membuat perwira tidak bisa
berinteraksi, berkomunikasi, dan bersosialisasi.
“Itu tidak boleh terjadi perwira kepolisian dan militer. Perang yang
sesungguhnya jauh lebih komplek, rumit, dan berbahaya dibandingkan
dengan hanya bermain dalam simulasi video game,” kata Presiden.
Selain peka terhadap teknologi informasi yang sedang berkembang, Kepala
Negara juga memberi sembilan nasihat atau instruksi lain. Peka terhadap
perkembangan teknologi merupakan pesan yang ketiga. Pesan pertama,
menjaga idealisme sebagai perwira Angkatan Darat, Angkatan Laut,
Angkatan Udara, dan Kepolisian RI.
Kedua, kerjakan tugas sebaik mungkin dengan menguasai masalah teknis di
lapangan tidak hanya teori. Keempat, berkompetisi secara sehat. Kelima,
menjaga etika dan perilaku. Keenam, bermental tangguh, ulet, dan pantang
menyerah. Ketujuh, percaya pada diri sendiri.
“Kalau mau berhasil, sukses, belajarlah dengan baik. Kalau mau jabatan
ya tunjukkan prestasi dan kemampuan. Saya sering mendengar banyak sekali
sekarang ini, perwira yang cari sponsor kesana-kesini, gantolan ke
kanan kiri, itu tidak abadi, yang abadi kalau punya kemampuan sendiri,
berupaya sendiri, berjuang sendiri,” kata Presiden.
Kedelapan, jangan memilih-milih tugas dan jabatan. Kesembilan, bertahan
terhadap godaan harta, tahta, dan wanita. Kesepuluh, senantiasa dekat
dengan Tuhan YME. “Saya hampir 30 tahun bertugas di TNI, lima tahun
menjadi menteri, sembilan tahun ini jadi presiden. Perjalanan panjang
saya juga alami, banyak tantangan permasalahan ujian dan cobaan,
kadang-kadang begitu berat. Apakah saya mampu, saya berikhtiar,” ujar
SBY.
Kapolri Timur Pradopo dalam kata penutupnya mengatakan, rintangan yang
dihadapi perwira ke depan akan semakin kompleks dan dinamis karena
kemajuan teknologi dan informasi. Karena itu, perwira wajib mengembangan
potensi diri, mengembangkan kompetensi teknis manajerial di bidang
masing-masing.
“ Pesan Pak Presiden mengenai kebersamaan satu kesatuan yang utuh,
mendukung TNI-Polri dalam menghadapi tantangan kami jadikan landasan
untuk meningkatkan kualitas menjadi perwira yang tangguh dan
professional,” ujar Kapolri.
Sementara Agus mengatakan, ada 735 capaja TNI dan Polri yang akan
dilantik menjadi Letnan Dua. Dengan perincian 238 orang taruna akademi
militer, 105 taruna akademi angkatan laut, 108 taruna akademi angkatan
udara, dan 284 orang taruna akademi kepolisian, dan 48 di antaranya
adalah taruna.