blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Kendaraan Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kendaraan Militer. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Agustus 2026

Kemhan Tandatangani Pengembangan Rantis Fortes H.V.9.0

Bersama PT. Elang Sukses Mardika (RALIKA group)Rantis Fortes H.V 9.0.(Ralika)

Kabatekhan hadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama pengembangan kendaraan taktis Fortes H.V 9.0.

Rantis Fortes H.V 9.0 adalah kendaraan taktis (rantis) militer terbaru buatan PT Elang Sukses Mardika (Ralika group).

Prosesi penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh pihak Batekhan Kemhan bersama jajaran Direksi PT. ESM selaku mitra industri pertahaanan dalam negeri.

Langkah taktis ini diharapkan dapat mengakselerasi kesiapan teknologi serta modernisasi alutsista TNI, sekaligus mempromosikan industri pertahanan nasional menjadi lebih kompetitif di kancah global.

   Batekhan  

Sabtu, 13 Juni 2026

Indonesia Targetkan 300 Ribu Unit Mobnas

  Proyek Mobil Nasional  
Kendaraan lapis baja Maung MV3 buatan Pindad (Pindad)

Pemerintah Indonesia semakin serius memperkuat kemandirian industri otomotif dalam negeri.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung progres pembangunan proyek National Car (Mobil Nasional) di Subang, Jawa Barat, pada Rabu (10/6/2026).

Proyek strategis ini ditargetkan menjadi pusat manufaktur otomotif terintegrasi dengan kapasitas produksi mencapai 300.000 kendaraan per tahun.

Dalam kunjungannya, Menteri Sjafrie didampingi oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo B. Revita dan Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Marsda Yusuf Jauhari. Ia menegaskan industri manufaktur strategis merupakan pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta penguasaan teknologi.

"Kawasan Mobil Nasional ini adalah instalasi strategis yang berperan penting dalam memperkuat industri nasional, penguasaan teknologi, dan pengembangan ekosistem manufaktur yang terintegrasi," ujar Sjafrie, seperti dikutip Antara, Rabu.

Pemerintah memproyeksikan kawasan seluas 539 hektare (Ha) ini tidak hanya menjadi pabrik perakitan, tetapi juga mencakup pusat rekayasa kendaraan, fasilitas pengujian, hingga pusat riset dan pengembangan (R&D). Selain itu, proyek ini diproyeksikan mampu menyerap 2.000 tenaga kerja ahli dan lulusan universitas.

 Tahapan Pembangunan dan Target Produksi

Kendaraan lapis baja listrik Pandu Maung MV3 buatan Pindad (Pindad)

Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa menjelaskan, pembangunan akan dilakukan dalam tiga fase sepanjang 2026 hingga 2028. Pada tahap awal, konstruksi difokuskan pada lahan seluas 60 Ha dengan target kapasitas produksi sebesar 50.000 unit per tahun pada 2028. Setelah itu, kapasitas akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai target maksimal 300.000 unit per tahun.

"Kami telah berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia selama beberapa tahun terakhir, mulai dari perencana, teknisi, hingga tenaga ahli untuk mendukung skala besar pembangunan industri ini," tutur Sigit.

Selain mendorong kebangkitan industri otomotif konvensional, proyek ini juga menjadi ujung tombak Indonesia dalam memperkuat kemampuan teknologi kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) serta menciptakan rantai pasok lokal yang lebih luas di wilayah Subang dan sekitarnya.

Upaya pengembangan mobil nasional merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor kendaraan dan komponen otomotif asing. Dengan memanfaatkan keunggulan geografis Subang yang strategis sebagai hub industri baru di Jawa Barat, proyek ini diharapkan mampu mengakselerasi transfer teknologi otomotif global ke dalam negeri.

Selain itu, sejalan dengan tren global transisi energi, proyek ini dirancang untuk menjawab tantangan masa depan melalui pengembangan kendaraan listrik yang berkelanjutan.

Keterlibatan PT Pindad sebagai pelaksana utama mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendayagunakan BUMN untuk menggerakkan ekosistem industri manufaktur yang mandiri, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

  ♞ Investor  

Sabtu, 09 Mei 2026

Produksi Pindad Maung Sudah Tembus 3.200 Unit

  Telah digunakan dalam berbagai kebutuhan dalam negeri   
Seskab Teddy mengungkap produksi Maung oleh Pindad sudah dilakukan sebanyak 3.200 unit. (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)

Kendaraan taktis (rantis) ringan buatan Pindad yang punya banyak versi, Maung, sudah diproduksi sebanyak 3.200 unit menurut pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

"Maung telah dikembangkan sejak Bapak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan dan saat ini produksinya di Pindad telah mencapai 3.200 unit, dan telah digunakan dalam berbagai operasi dan kebutuhan dalam negeri," kata Teddy dalam siaran resmi, Kamis (7/5).

Maung merupakan rantis sudah disiapkan sejak 2018, saat itu namanya adalah Bima M-31. Kemudian proyek ini diteruskan oleh Prabowo saat menjabat menteri pertahanan pada 2019-2024.

Prabowo saat itu memesan 500 unit dari Pindad yang diserahkan secara resmi pada Januari 2021. Maung juga banyak dipesan untuk kebutuhan kendaraan operasional TNI.

Salah satu versi maung, MV3 Garuda Limousine, dijadikan mobil kepresidenan oleh Prabowo saat pelantikannya menjadi presiden pada 20 Oktober 2024.

Pada Maret 2025, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyerahkan secara simbolis 700 Maung MV3 ke TNI. Saat itu dia mengungkap memesan kurang lebih 4.000 unit Maung namun penyerahannya bertahap karena disebut produksinya terbatas.

Pamor Maung kini tersiar ke luar negeri saat Prabowo untuk pertama kalinya membawa mobil ini dalam kunjungan ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar 7-8 Mei 2026 di Filipina. Teddy menyampaikan Maung menjadi kendaraan yang digunakan Prabowo selama di Filipina.

Menurut Teddy kehadiran Maung di KTT ASEAN bukan cuma jadi alat transportasi, tetapi juga simbol kemandirian bangsa, kepercayaan diri nasional dan kemajuan industri Indonesia.

"Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi," tutur Teddy.
(hoi/hoi)

  🐴  CNN  

Selasa, 05 Mei 2026

Marinir Bidik AAV di AS

Menindaklanjuti rencana modernisasi alutsista Ilustrasi LVT7 Marinir (Wikipedia)

Korps Marinir menindaklanjuti rencana modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS). Fokus utama dalam pertemuan ini adalah memastikan kelanjutan pengadaan kendaraan tempur Amphibious Assault Vehicle (AAV) serta penjajakan teknologi militer terbaru.

Asisten Logistik Panglima Korps Marinir (Aslog Pangkormar) Brigjen (Mar) Efhardian hadir mewakili Pangkormar Letjen (Mar) Endi Supardi dalam ajang Modern Day Marine 2026. Pameran ini merupakan kiblat inovasi teknologi operasi pesisir yang digelar di Washington D.C., pada 28-30 April 2026.

 Progres Pengadaan AAV


Dalam agenda tersebut, Efhardian mengadakan pertemuan khusus dengan Direktur Pengadaan Alutsista Korps Marinir AS (USMC), Brigjen Tamara Campbell. Diskusi ini membahas kepastian lini masa pengiriman dan teknis pengadaan kendaraan pengangkut personel amfibi tersebut.

Kami hadir untuk memastikan kerja sama alutsista antara Korps Marinir Indonesia dan USMC berjalan lancar, termasuk keberlanjutan program AAV untuk memperkuat kesiapan operasional satuan,” kata Efhardian, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (5/5).

Efhardian menambahkan, Indonesia menitikberatkan pada aspek peningkatan kapabilitas pengawak melalui pelatihan dan transfer teknologi. “Kerja sama ini bukan sekadar pengadaan unit, tapi mencakup transfer ilmu agar personel kami memiliki kesetaraan kemampuan teknis dengan mitra internasional,” tegasnya.

Pihak USMC melalui Campbell menyatakan komitmennya untuk mengawal proses ini agar berjalan sesuai jadwal yang telah disepakati kedua belah pihak.

 Diplomasi Militer dan Hubungan Bilateral

Selain membedah teknologi dari 350 industri pertahanan, delegasi Marinir juga menyambangi Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C. untuk bertemu Duta Besar RI Indroyono Soesilo. Pertemuan ini bertujuan melaporkan progres diplomasi militer yang sedang dilakukan di AS.

Selain membedah teknologi dari 350 industri pertahanan, delegasi Marinir juga menyambangi Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C. untuk bertemu Duta Besar RI Indroyono Soesilo. Pertemuan ini bertujuan melaporkan progres diplomasi militer yang sedang dilakukan di AS.

Indroyono menilai langkah Korps Marinir ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam kerangka kerja sama pertahanan Major Defense Cooperation Partnership.

Pemerintah mendukung penuh komunikasi strategis ini. Selain urusan alutsista, ini adalah bagian dari penguatan interoperabilitas atau kemampuan untuk bekerja sama dalam operasi gabungan antara TNI AL dan USMC,” ujar Indroyono.

 Pantau Teknologi Lintas Domain

Selama pameran, delegasi juga berdiskusi dengan Direktur Program Kerja Sama Material Internasional Angkatan Laut AS William Carty, serta Aslog USMC Letjen Stephen Sklenka. Pihak AS membuka peluang kerja sama seluas-luasnya, termasuk pada teknologi multi-domain operations yang menggabungkan kekuatan darat, laut, dan udara dalam satu sistem terintegrasi.

Langkah maraton di Washington ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Korps Marinir untuk terus memperbarui sistem persenjataan sesuai dengan dinamika keamanan kawasan saat ini. (at)

  ♞
IDM  

Rabu, 04 Maret 2026

Penandatanganan Kontrak Rancang Bangun Kendaraan Taktis Fulltrack Tahap II-II TA. 2026 dan Prototipe High Speed Aerial Target TA. 2026

(Batekhan Kemhan)

Momentum strategis kembali ditorehkan dalam upaya penguatan kemandirian industri pertahanan nasional melalui penandatanganan kontrak Rancang Bangun Kendaraan Taktis Fulltrack Tahap II-II TA. 2026 serta Prototipe High Speed Aerial Target TA. 2026.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen dalam mendukung modernisasi Alutsista serta peningkatan kemampuan operasional pertahanan, khususnya dalam menghadirkan kendaraan taktis berdaya jelajah tinggi di berbagai medan ekstrem, serta target udara berkecepatan tinggi guna mendukung kebutuhan latihan dan pengujian sistem persenjataan.

Pengembangan Kendaraan Taktis Fulltrack difokuskan pada peningkatan mobilitas, daya tahan, serta adaptabilitas terhadap berbagai kondisi medan operasi.

Kendaraan taktis full track dari PT SAS Aero Sishan (Medef)
Sementara itu, Prototipe High Speed Aerial Target dirancang untuk mendukung efektivitas latihan sistem pertahanan udara melalui simulasi target bergerak cepat yang realistis dan presisi.

Melalui kontrak ini, diharapkan tercipta sinergi optimal antara unsur pemerintah, industri pertahanan, serta pemangku kepentingan terkait dalam mendorong inovasi teknologi, peningkatan TKDN, dan percepatan penguasaan teknologi strategis nasional.

Langkah ini menegaskan komitmen berkelanjutan dalam membangun pertahanan negara yang tangguh, modern, dan mandiri demi menjaga kedaulatan serta keutuhan NKRI.

  💥 
Batekhan Kemhan  

Kamis, 19 Februari 2026

Uji Terima Kendaraan Tempur Angkut Personil J-Forces


Uji terima kendaraan tempur angkut personil J-Forces yang dilengkapi RCWS (J-Forces)
Uji Terima Kendaraan Tempur Angkut Personil di Batujajar dan Subang telah sukses dilaksanakan.

Rangkaian pengujian komprehensif ini dilakukan untuk memvalidasi performa unit sebelum resmi bertugas mendukung tugas pokok TNI.

  Beberapa tahap pengujian krusial meliputi : 
Mobilitas: Uji Rem (Basah/Kering), Zig-Zag, Radius Putar, dan Off-Road.

Daya Gempur: Uji Tembak RCWS (300m & 500m) serta Gun Shoot.

Teknologi & Fitur: Uji Thermal, Kamera, dan Uji Statis.

Komitmen kami adalah menghadirkan alutsista dengan standar tertinggi guna mendukung kedaulatan NKRI di berbagai medan penugasan.

  Berikut video dari Youtube : 


  J-Forces  

Minggu, 08 Februari 2026

BRIN Kawal Riset Tank Ringan Nasional melalui Kolaborasi Industri

 🤝 Hingga tahap sertifikasi BRIN riset tank ringan nasional (BRIN)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat perannya dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional melalui pengembangan riset kendaraan tempur tank ringan. Riset ini dikawal secara komprehensif hingga tahap kesiapan dan sertifikasi, serta dilaksanakan melalui skema kolaborasi dengan mitra industri.

Perkembangan riset tersebut disampaikan dalam rangkaian International Conference on Sustainable Energy Engineering and Application (ICSEEA) 2026 yang digelar di Hotel Trembesi BSD, Serpong, Tangerang Selatan. Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN, Lukman Shalahuddin, menjelaskan bahwa riset kendaraan tempur tank ringan merupakan bagian dari prioritas riset strategis industri pertahanan.

BRIN mengawal pengembangan kendaraan ini hingga mencapai tahapan sertifikasi. Masih terdapat sejumlah tantangan teknis, sehingga kami memastikan kendaraan benar-benar siap sebelum dinyatakan ready,” ujar Lukman pada Selasa (3/2).

Menurutnya, tahap awal riset difokuskan pada optimasi kinerja kendaraan, meliputi desain dan struktur bodi, pemilihan material, serta sistem penggerak. Pengembangan ini ditujukan untuk memastikan kendaraan mampu beroperasi secara andal dalam berbagai kondisi ekstrem.

P8 Light Tank (SSE)

Lukman menambahkan, cakupan riset ke depan akan diperluas tidak hanya pada kendaraan tempur tank ringan, tetapi juga mencakup pengembangan berbagai varian kendaraan taktis lainnya. Setelah fase optimasi tank ringan, pengembangan akan dilanjutkan pada varian seperti Armoured Personnel Carrier (APC) yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional militer, termasuk evakuasi dan dukungan medis.

Skema kolaborasi riset ini dirancang melibatkan tiga pihak, yakni BRIN, TNI Angkatan Darat, dan PT Sentra Surya Ekajaya (SSE). Saat ini, kerja sama antara BRIN dan PT SSE telah berjalan, sementara penjajakan kolaborasi dengan TNI AD masih berlangsung dan ditargetkan terealisasi dalam tahun ini, imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Project Manager PT SSE, Mardjuki, menyampaikan apresiasi terhadap peran BRIN sebagai mitra riset strategis. Menurutnya, BRIN memberikan dukungan keilmuan yang signifikan, mulai dari pengembangan mesin hingga struktur kendaraan.

Kolaborasi dengan BRIN memberikan kontribusi penting dalam memastikan aspek teknis kendaraan dikembangkan secara ilmiah dan terukur. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan diperluas ke pengembangan kendaraan lainnya,” ujar Mardjuki.

Melalui kolaborasi riset ini, BRIN menegaskan komitmennya dalam menjembatani riset dan kebutuhan industri, sekaligus mendorong lahirnya inovasi teknologi pertahanan yang siap diimplementasikan dan berdaya saing nasional. (aj/ed:ugi)

  ♞  BRIN  

Sabtu, 17 Januari 2026

BRIN Target Percepatan Riset Pengembangan Pesawat Amfibi RI

Ilustrasi N219 Amfibi (Ist)

Kepala BRIN Arif Satria menargetkan percepatan riset pengembangan pesawat amfibi alias seaplane.

Ia menyampaikan saat ini BRIN dalam pengembangannya berkolaborasi dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

"Karena N219 yang sudah disiapkan antara BRIN dan PT DI, ini juga harus segera dipercepat. Moga-moga awal 2027 atau akhir 2026 sudah bisa selesai risetnya, kemudian kita bisa menghasilkan pesawat Amfibi," kata Arif di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/1).

Arif menyampaikan pesawat amfibi itu akan sangat berguna bagi Indonesia.

Ia mengatakan pesawat itu akan meningkatkan keterhubungan antar pulau di Indonesia yang notabenenya merupakan negara kepulauan.

Pada 2024 lalu, Badan Informasi Geospasial (BIG) mencatat Indonesia memiliki 17.380 pulau.

Dalam kesempatan lain, Arif menyampaikan BRIN telah memiliki sejumlah inovasi bersama PTDI, seperti pesawat N219 yang siap diproduksi lebih banyak sesuai dengan pesanan pemerintah.

Ia juga menyebut BRIN akan memperluas kerja sama riset pertahanan dengan PT Pindad, termasuk penguatan pengembangan kendaraan taktis Maung melalui peningkatan riset dan teknologi otomotif.

"Kita juga nanti akan berkolaborasi juga dengan Pindad yang memproduksi alutsista serta industri otomotif kita. Saya kira Maung yang sudah diproduksi oleh Pindad ini terus akan diperkuat R&D-nya," kata Arif.

Selain itu, Arif mengatakan juga terus bersinergi dengan Kemendikti Saintek memastikan ekosistem riset nasional berjalan terpadu, terukur, dan mampu mempercepat lahirnya inovasi industri strategis. (mnf/isn)
 

  🛩
CNN  

Rabu, 07 Januari 2026

Batalyon Parako 471 Pasgat Terima Dua Unit Kendaraan Pendukung Baru


Penyerahan kendaraan taktis Maung (Kopasgat)
Yon Parako 471 Pasgat menerima dua unit kendaraan dinas baru berupa kendaraan taktis Maung dan kendaraan khusus M3CS (Multi Mission Mobile Communication System).

Penerimaan tersebut ditandai dengan acara tasyukuran yang dipimpin langsung Komandan Batalyon Parako 471 Pasgat, Letkol Pas Jemy Pria Utama, S.H., Senin (29/12/2025).

Penerimaan kendaraan dinas ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesiapan operasional satuan. Kehadiran kendaraan Maung dan M3CS diharapkan dapat mendukung mobilitas, efektivitas, serta kesiapsiagaan Yon Parako 471 Pasgat dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi satuan pada berbagai penugasan.


Penyerahan kendaraan khusus M3CS (Kopasgat)
Dalam sambutannya, Letkol Pas Jemy Pria Utama, S.H. menyampaikan bahwa penambahan kendaraan dinas tersebut merupakan bentuk perhatian dan dukungan pimpinan terhadap kesiapan operasional satuan Korpasgat.

Danyon menegaskan agar kendaraan Maung dan M3CS dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh prajurit guna menunjang kelancaran tugas serta meningkatkan profesionalisme dalam setiap kegiatan operasional.

Sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan tasyukuran dilaksanakan dengan pemecahan kendi dan pemotongan tumpeng, yang dilanjutkan dengan makan bersama seluruh prajurit. Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat kebersamaan dan soliditas prajurit dalam mendukung kesiapan satuan ke depan.

  ♘ Kopasgat  

Selasa, 06 Januari 2026

Pengembangan Tank Harimau dan Rudal KHAN ITBM-600 Jadi Perhatian Pengamat Militer Jepang

Medium tank Harimau (Pindad)

Pengembangan bersama antara Indonesia-Turki mengenai Tank Harimau dan rudal KHAN ITBM-600 ternyata jadi perhatian pengamat militer Jepang.

"Tank ringan jenis medium yang tampak seperti tank tempur muncul untuk tujuan mengurangi biaya. Contohnya adalah MMWT (Modern Medium Weight Tank) yang dikembangkan bersama oleh Indonesia dan Turki belum lama ini," ungkap pengamat militer Masamichi Saito dalam tulisannya Sabtu ini (3/1/2026).

MMWT dikembangkan bersama sejak 2015 sebagai bagian dari perubahan trend dunia ke tank medium yang lebih murah tetapi kapasitas dan kualitas lebih baik di berbagai negara, tambahnya.

Kerjasama Indonesia dengan Turki juga untuk rudal jarak menengah KHAN ITBM-600 yang unit pertamanya diterima Indonesia Agustus 2025 dan sisanya akan diterima awal tahun 2026 ini dengan kontrak pengadaan “empat baterai”.

Penyebutan rencana pengadaan “empat baterai” untuk sistem rudal balistik taktis KHAN ITBM-600 menimbulkan pertanyaan publik, menurutnya, apa arti satu baterai rudal, dan sejauh mana dampaknya terhadap kapabilitas pertahanan Indonesia? Berikut penjelasan teknisnya.

  Apa Itu “Baterai” dalam Sistem Rudal Balistik ?  
Dalam doktrin artileri modern, baterai bukan satu unit peluncur tunggal.

Satu baterai adalah paket tempur lengkap yang terdiri dari beberapa elemen utama yang bekerja terpadu, umumnya mencakup empat hal, masing-masing Unit Peluncur (Launcher).

Kendaraan peluncur beroda (mis. 8×8) yang membawa dan menembakkan rudal. Satu baterai biasanya memiliki beberapa launcher, bukan satu.

Kemudian kendaraan Komando & Kendali (C2) yang merupakan pusat pengendali tembakan, perencanaan misi, dan sinkronisasi antar-unit.

Hal ketiga adalah unit Radar/Surveilans & Sensor yang mendukung akuisisi target dan integrasi data (pada level taktis).

Kendaraan Logistik & Pendukung yang juga termasuk amunisi cadangan, pemeliharaan, komunikasi, dan perlindungan.

"Dengan struktur tersebut, baterai adalah satu kesatuan tempur otonom yang siap operasi," katanya.

   Makna “Empat Baterai” KHAN ITBM-600  
Jika TNI AD menerima empat baterai KHAN ITBM-600, artinya Indonesia tidak hanya membeli rudal, tetapi membangun empat satuan tempur balistik taktis lengkap.

   Dampaknya ada tiga hal. 
Pertama adalah redundansi & Ketahanan menjadi tidak bergantung pada satu titik; kemampuan tetap ada meski satu baterai nonaktif.

Hal Kedua, cakupan Operasional Lebih Luas dengan Baterai dapat dipisah dan ditempatkan di wilayah berbeda sesuai kebutuhan.

Hal ketiga adalah kesiapsiagaan Berlapis dengan rotasi operasi–latihan–pemeliharaan tanpa kehilangan kemampuan tempur.

   Bagaimana Kapabilitas Pertahanan Indonesia?   
1) Daya Gentar (Deterrence) yang Kredibel

KHAN ITBM-600—varian ekspor dari BORA buatan Roketsan—memberi kemampuan serangan presisi jarak jauh. Empat baterai meningkatkan kepastian respons dan daya tangkal.

2) Mobilitas & Survivabilitas

Platform mobile (shoot-and-scoot) membuat baterai sulit dilacak dan dihantam, meningkatkan survivabilitas dalam skenario konflik.

3) Fleksibilitas Penempatan

Sebagai negara kepulauan, Indonesia diuntungkan oleh kemampuan pemisahan baterai untuk melindungi objek vital strategis dan ruang kedaulatan.

4) Lompatan Doktrin Artileri Darat

Empat baterai menandai pergeseran dari artileri konvensional ke strike presisi berlapis, memperkaya opsi komando darat tanpa bergantung pada satu platform.

  Transparansi & Keamanan  
Pemerintah Indonesia memang tidak merilis detail jumlah launcher atau rudal per baterai dan dalam praktik hal itu lazim demi keamanan.

Namun secara doktrinal, empat baterai berarti empat paket kemampuan penuh, bukan sekadar angka simbolik.

Oleh karena itu, tambahnya, penyebutan “empat baterai” KHAN ITBM-600 menunjukkan bahwa Indonesia membangun kemampuan balistik taktis yang utuh, tersebar, dan berkelanjutan.

Jadi bukan hanya menambah alutsista, tetapi menaikkan kelas postur pertahanan darat menuju presisi, mobilitas, dan daya gentar yang terukur.

  🚀 
Tribunnews  

Jumat, 02 Januari 2026

PT Pindad Berpeluang Masuk Pasar Alutsista Amerika Latin

Anoa 3 Pindad

PT Pindad berpotensi menjadi pemasok alutsista alternatif bagi negara-negara di kawasan Amerika Latin. Pandangan tersebut muncul sebagai respons atas kebutuhan negara-negara di wilayah tersebut.

Terutama untuk memperkuat kemampuan pertahanan territorial,tanpa terjebak dalam persaingan geopolitik antara Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia.

Di tengah meningkatnya kebutuhan keamanan akibat maraknya aktivitas kartel dan kelompok kriminal bersenjata, pilihan untuk mengimpor alutsista dari negara yang tidak terafiliasi dengan blok politik global tertentu menjadi semakin penting.

Dalam konteks ini, produk pertahanan Indonesia dinilai memiliki posisi strategis sekaligus peluang besar untuk menembus pasar Amerika Latin.

Pengamat Hubungan Internasional UMY Rafyoga Irsadana mengungkapkan hal itu, dalam peluncuran buku Ambisi Global BUMN di UMY belum lama ini.

Rafyoga menegaskan, salah satu kekuatan utama Indonesia dalam industri alutsista global adalah politik luar negeri bebas aktif. Hal ini membuat produk pertahanan Indonesia relatif bebas dari risiko geopolitik.

Ketika sebuah negara membeli persenjataan dari Amerika atau Tiongkok, mereka bisa otomatis diasosiasikan dengan blok tertentu. Indonesia menawarkan risiko geopolitik yang rendah karena posisi strategis kita independen,” katanya.

Menurut Rafyoga, negara-negara di Amerika Latin akan merasa lebih fleksibel dan tidak terbebani secara politik, ketika membeli alutsista dari Indonesia. Dibandingkan jika mereka memberi dari pemasok besar yang membawa dampak diplomatik tertentu.

  ♔
RRI  

Jumat, 21 November 2025

EDGE dan Republikorp Umumkan Kerjasama Senilai USD 7 Miliar

  Membangun Manufaktur Pertahanan di Indonesia EDGE dan Republikorp Umumkan Kerja Sama Senilai USD 7 Miliar. (EDGE)

EDGE, salah satu grup teknologi canggih dan pertahanan terkemuka di dunia, telah menandatangani perjanjian kerja sama penting dengan Republikorp, perusahaan induk pertahanan terkemuka di Indonesia, di Dubai Airshow 2025 (DAS 2025).

Perjanjian ini mencakup alih teknologi (ToT), produksi terlokalisasi, inisiatif pengembangan bersama, dan program modernisasi komprehensif untuk Angkatan Bersenjata Indonesia.

Sebagai program internasional terbesar EDGE Group hingga saat ini, total paket pembiayaan dan pengadaan mencapai USD 7 miliar, yang disediakan melalui UEA untuk memajukan modernisasi pertahanan, kapabilitas teknologi, dan otonomi industri Indonesia.

Skyknight EDGE, sistem pertahanan udara (EDGE)
Kolaborasi ini mencakup portofolio luas sistem pertahanan canggih, terutama sistem rudal pertahanan udara SKYKNIGHT, kendaraan tempur infanteri (IFV) generasi mendatang, kapal rudal siluman nirawak, pertahanan siber, dan kemampuan produksi amunisi senjata ringan, yang menjadi landasan bagi Indonesia menuju kemandirian pertahanan dan jaringan rantai pasok global UEA.

Hamad Al Marar, Direktur Pelaksana dan CEO EDGE, mengatakan: “Inisiatif pertahanan penting ini merupakan tonggak penting dalam pertumbuhan internasional EDGE. Bermitra dengan Republikorp, kami membantu membentuk ekosistem pertahanan yang modern dan mandiri yang memperkuat keamanan nasional dan kapabilitas industri Indonesia. Program ini mewujudkan komitmen kami untuk kolaborasi yang berkelanjutan, transfer teknologi, dan penyediaan sistem canggih yang terintegrasi.

Norman Joesoef, Ketua Grup Republikorp, mengatakan: “Kemitraan senilai USD 7 miliar ini menandai langkah besar menuju otonomi pertahanan jangka panjang Indonesia, kemandirian industri, dan kepercayaan internasional. Dengan bergabung bersama EDGE, kami berinvestasi dalam sistem dan sumber daya manusia untuk kepentingan strategis UEA dan Indonesia dalam manufaktur pertahanan canggih. Ini lebih dari sekadar kerja sama antara dua perusahaan; ini adalah ikatan antara dua negara yang bersaudara.

  🤝 
EDGE  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More