blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Sabtu, 13 April 2024

[Video] "Turkifikasi" Frigate Merah Putih

⚓ Liputan Indonesia Military News ObserverFMP (Babcock)

Tidak dapat dipungkiri saat ini relasi pertahanan antara Indonesia dan Turki sedang di atas angin. Terlihat dari banyaknya program akuisisi alutsista buatan Turki beberapa tahun ini.

Baru-baru ini terdengar kabar bahwa Frigate Merah Putih akan menggunakan berbagai macam sensor dan persenjataan dari Turki. Mendapat julukan “Turkifikasi”. Hal ini mengundang banyak opini, baik pro maupun kontra.

Selain isu “belum combat proven”, banyak juga yang mengangkat isu komonalitas dengan alutsista yang sudah ada. Disisi lain, banyak juga yang beranggapan bahwa ini adalah kesempatan emas bagi Indonesia untuk mengembangkan industri pertahanannya dengan partner Turki.

Dalam Video ini kami akan membahas mengenai fenomena “Turkifikasi” ini, kelebihan dan kekurangannya dan tentu saja halangan yang dihadapi.

 Berikut video dari Youtube : 


  🎥 Youtube  

Jumat, 12 April 2024

GMF Aero Asia, Bengkel Pesawat Garuda Cetak Laba Rp 321 M

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_ca4qg3Gj6OFVp_5xeOyhdPhfl-tulmRZAo8zLyemTKKE-o2NoZ4UnR8Oo_AvECfu3zd6ZErXNoYfAYduMbpUPa2MOmzYYCNSF78iBXHgD7f1HnwUdmkYKEI2SJNblmh0vtDImpI0rm-OzItHb7ePw0IQE9y-tq6F1Fv9UZXl6JSApmXzBpwSOR-MS1s/s602/Psawat-kepresidenan-BBJ02-tiba-di-bandara-halim_1265_6e5-lq.jpgKontrak pemeliharaan pesawat kepresidenan BBJ02 juga dilakukan di GMF Aero Asia (Quora))

A
nak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang bergerak di bidang perawatan pesawat, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mencetak laba bersih US$ 20,2 juta atau sekitar Rp 321,18 miliar (kurs Rp 15.900) pada tahun 2023, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya US$ 3,6 juta.

Pada tahun 2023, perusahaan membukukan pendapatan sebesar US$ 373,2 juta, tumbuh sebesar 56,9% dari tahun sebelumnya.

"Kami bersyukur atas capaian laba bersih yang baik ini, yang merupakan hasil dari upaya restrukturisasi yang kami terapkan. Hal ini menunjukkan keberhasilan kami dalam membawa perseroan menuju perbaikan yang mendekati kondisi sebelum pandemi global," kata Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi dalam keterangannya, Selasa (2/4/2024).

Pada tahun 2023, segmen bisnis perawatan mesin pesawat menjadi kontributor terbesar pada pendapatan operasional, dengan total pendapatan sebesar US$ 102 juta, meningkat secara signifikan dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya senilai US$ 24,3 juta. Peningkatan ini sejalan dengan aktivitas reaktivasi engine Garuda Indonesia.

Kemudian, disusul dengan segmen pemeliharaan airframe yang mencatatkan pendapatan sebesar US$ 83,7 juta, dan layanan komponen dengan total pendapatan US$ 82,2 juta.

Capaian ini merupakan hasil dari upaya restrukturisasi agresif yang dilakukan perseroan sepanjang tahun 2023, baik terhadap utang usaha dengan pemasok maupun utang bank. Kenaikan laba bersih tahun ini tidak hanya berasal dari capaian laba operasional, melainkan juga dikontribusikan salah satunya dari pemulihan nilai aset. Hal ini menunjukkan bahwa pencapaian ini masih merupakan bagian dari proses pemulihan perseroan pasca pandemi COVID-19, yang memberikan dampak jangka panjang terhadap industri penerbangan.

Strategi diversifikasi bisnis pun masih digalakkan untuk menunjang perbaikan kinerja. Pada tahun 2023, GMFI mengantongi kontrak pemeliharaan BBJ02 milik Kementerian Sekretariat Negara. Dari sektor pertahanan, GMFI juga menambah kapabilitas baru pada tahun 2023 di mana untuk pertama kalinya, GMFI melakukan pekerjaan perawatan pesawat helikopter Bell 412.

Capaian lain dari sektor pertahanan yakni GMFI berhasil mencatatkan sejarah dengan berhasil diselesaikannya penggantian Center Wing Box pesawat Hercules C-130H untuk pertama kalinya di Indonesia. Dari segmen bisnis lain, GMFI juga terus memperluas jangkauan pasar internasionalnya dengan keberhasilan menggandeng customer dari Korea, Eropa, Asia Tenggara, dan juga Timur Tengah. GMFI pun berhasil memastikan salah satu hanggarnya fully occupied hingga 2025.

"Dengan peningkatan pendapatan lebih dari 50% yang sejalan dengan meningkatnya capaian net profit, kami optimis pemulihan yang GMFI terapkan telah berada dalam track yang benar. Ditambah lagi, laba bersih tahun ini pun menunjukkan peningkatan yang signifikan. Segmen bisnis lain seperti militer dan industrial solutions pun masih menyimpan potensi besar di masa yang akan datang. Ke depannya memang masih menantang, tetapi kami percaya perlahan tetapi pasti GMFI akan mampu mencapai growth yang jauh lebih sustain setelah ini," tutup Andi.

  ★
detik  

Kamis, 11 April 2024

Pesawat N219 Buatan PTDI

 Dipesan Kemhan untuk TNI ADN219 PTDI

Setelah CN235, pesawat N219 Nurtanio buatan dalam negeri laris manis di pasar ASEAN. Tercatat di bulan November 2023 lalu PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyepakati kerja sama dengan Linkfield Technologies untuk penjualan sebanyak 25 unit pesawat N219 pada The Aero Asia 2023.

Pesawat tersebut akan dilengkapi dengan konfigurasi tertentu disesuaikan dengan kebutuhan operasional end user. Total sebanyak 5 unit dipesan untuk end user Bandung Airlines Co.Ltd, perusahaan penerbangan di Cina, dan 20 unit untuk leasing company di China,” tulis keterangan PTDI dilansir dari detik Jumat, (5/4).

Pencapain ini merupakan bukti kemampuan industri pesawat terbang Indonesia, yang mewujudkan perpaduan antara inovasi dan kepraktisan. Di Indonesia sendiri PTDI meraih kontrak perdana untuk enam N219.

Pihak PTDI telah menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Indonesia untuk enam pesawat twin-turboprop N219 Nurtanio. Kontrak ini bernilai 68 juta dolar AS. N219 yang dibeli Kemhan ini akan dioperasikan oleh Puspenebad TNI AD.

N219 sendiri dirancang sebagai pesawat angkut bermesin ganda dengan 19 kursi, pesawat ini memiliki berbagai kemampuan yang dirancang untuk memenuhi tuntutan operasi militer modern.

Dilansir dari Kompas berdasarkan liris laman PTDI, pesawat N219 adalah moda transportasi yang paling cocok untuk membuka, meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan memelihara pertahanan dan keamanan daerah-daerah terpencil.

Pesawat N219 merupakan pesawat multiguna generasi baru yang dirancang untuk mengangkut 19 penumpang dengan luas kabin terbesar di kelasnya. Kapasitas muatannya mencapai 2.313 kilogram.

Mesin pesawat ini terbukti dan efisien dengan 2 Pesawat Pratt & Whitney Aircraft of Canada Limited PT6A-42 dengan masing-masing 850 SHP. Sistem avionik pesawat N219 menggunakan kokpit kaca garmin G1000 NXi. (rr)
 

  🛩
IDM  

Rabu, 10 April 2024

Pemerintah RI Berhasil Kirim Bantuan Kemanusiaan buat Warga Palestina di Gaza

 Tepat di HUT ke-78 TNI AUPaket bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza yang siap diterjunkan dari Pesawat C-130 J Super Hercules TNI AU. (Biro Humas Setjen Kemhan)) ✈️

Indonesia berhasil mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza. Pengiriman bantuan ini dilakukan dengan diterjunkan dari pesawat C-130 J Super Hercules TNI AU.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha menjelaskan pengiriman bantuan pemerintah Indonesia untuk warga Palestina di Gaza via udara ini berkat kerja sama TNI AU dengan Angkatan Udara Yordania (RJAF).

Bantuan tersebut merupakan realisasi dari pernyataan Presiden RI Joko Widodo di Madiun pada 8 Maret lalu. Pemerintah Indonesia akan segera mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina di Gaza.

Adapun bantuan kemanusiaan yang dikirim melalui udara ini sebanyak 20 paket yang bersisi makanan, air mineral, dan obat-obatan dengan berat paket masing-masing 160 Kg.

"Pengiriman bantuan dilakukan dengan metode penerjunan low cost low altitude , dengan rute KA2-SAS-KA2," ujar Edwin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/4/2024).

Edwin menambahkan pengiriman bantuan via udara ini merupakan hasil dari diplomasi dan hubungan baik antara Indonesia dengan Yordania melalui Menhan Prabowo Subianto dengan Raja Yordania Abdullah II.

Pada 12 Maret 2024 melalui telepon, Menhan Prabowo menyampaikan kepada Raja Abdullah II mengenai keinginan Presiden Jokowi agar Indonesia bisa mengirimkan bantuan langsung ke Gaza.

Kemudian pada 21 Maret 2024 Menhan Prabowo menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Yordania untuk Indonesia Sudqi Al Omoush, di Kemhan, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut disampaikan undangan bagi Indonesia untuk berpartisipasi dalam operasi peluncuran bantuan kemanusiaan ke Gaza via udara dari Raja Abdullah II.

Bantuan logistik dari RI untuk Gaza via udara ini berangkat dari Tanah Air pada 29 Maret 2024, yang dilepas oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Apron Lanud Halim Perdanakusuma. (*)
 

  🪂
Kompas  

Selasa, 09 April 2024

PT DI Kembali Jalankan Program Modernisasi Alutsista Kemhan

✈️ Dengan nilai Rp 2,1 TriliunIlustrasi Armada Hercules TNI AU (Dispenau)

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kembali dipercaya oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) untuk melaksanakan berbagai pekerjaan modernisasi pertahanan, salah satunya perawatan dan modernisasi pesawat C130 Hercules dalam rangka meningkatkan kemampuan TNI AU sebagai penjaga utama keamanan wilayah udara Indonesia.

Kontrak pengadaan modernisasi C130 Hercules antara PT DI dengan Kemhan RI tersebut telah terhitung efektif per tanggal 02 Februari 2024 lalu, untuk pengerjaan beberapa pesawat dengan lingkup pekerjaan penggantian Center Wing Box Replacement (CWBR) dan Avionic Upgrade Program (AUP), termasuk kegiatan overhaul engine & propeller, dengan total nilai pekerjaan sebesar USD 150 Juta atau setara Rp 2,1 triliun.

Dalam pengerjaannya, PT DI bekerja sama dengan beberapa partner untuk penyediaan Center Wing Box dan pekerjaan Avionic Upgrade, dengan demikian dapat terbentuk perluasan ekosistem rantai pasok dan diperolehnya alih teknologi yang dapat diserap secara progresif dan dikuasai secara menyeluruh, melalui program modernisasi alutsista ini.

Kerja sama yang dilakukan tersebut merupakan bentuk kesiapan PT DI dalam mengimplementasikan keberhasilan program kerja modernisasi C130 Hercules, serta bentuk keterlibatan PT DI dalam mendorong kemandirian industri pertahanan dan peningkatan kekuatan militer Indonesia.

Dengan telah efektifnya kontrak modernisasi C130 Hercules tersebut, maka selanjutnya sudah dapat diperhitungkan sebagai kontribusi peningkatan aktivitas di sektor manufaktur yang akan memberikan dampak bisnis dan menjadi indikator kemajuan industri pelakunya, dalam hal ini PTDI,” kata Gita Amperiawan, Direktur Utama PT DI, dalam keterangannya, Senin (8/4).

Ditunjuknya PT DI sebagai pelaksana pekerjaan penggantian Center Wing Box Replacement dan Avionic Upgrade, termasuk kegiatan Overhaul Engine & Propeller ini sejalan dengan mandat Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) yang menekankan agar Defend ID, Holding BUMN Industri Pertahanan, termasuk PT DI di dalamnya untuk menjadi ujung tombak kemandirian sekaligus bertransformasi membangun ekosistem industri pertahanan yang kuat dan modern, termasuk juga melakukan penguasaan teknologi dan manufaktur komponen terkini berbasis teknologi dual-use dengan membangun kerja sama global seluas-luasnya.

Tentunya hal ini searah juga dengan perintah Presiden Jokowi yang memerintahkan agar kebijakan belanja pertahanan Indonesia bergeser menjadi investasi pertahanan jangka panjang yang dirancang sistematis, dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga kemandirian industri pertahanan serta terciptanya sistem pertahanan negara yang lebih kuat, maju dan mandiri dapat terwujud.

Di samping perannya dalam mendorong kemandirian industri pertahanan, PT DI juga berupaya membuat inovasi dan strategi bisnis baru, termasuk perluasan pasarnya di luar negeri, yang kemudian secara paralel juga dapat menghasilkan multiplier effect yang manfaatnya dapat terasa bagi kemajuan industri pertahanan nasional di pasar global.

Torehan kontrak baru senilai USD 1 miliar di akhir tahun 2023 merupakan sejarah pencapaian kontrak terbesar bagi PT DI, hal tersebut dapat menjadi modal bagi PTDI untuk perbaikan ke depan dan keberlangsungan usaha/sustainability.

Beragam macam kontrak yang diperoleh dari Kemhan RI, baik kontrak pengadaan baru pesawat CN235 dan N219 untuk end user TNI AD, maupun kontrak pemeliharaan dan perawatan helikopter milik Penerbad, juga kontrak jual beli helikopter angkut serbaguna S-70M Black Hawk dan kontrak pengadaan ekspor pesawat NC212i untuk DND Philippines.

Hal ini tentunya menjadi suatu pencapaian, juga tantangan bagi PTDI. Merupakan langkah besar menuju kebangkitan dan kemajuan bisnis PTDI. Diharapkan seluruh program terkontrak tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan kemudian dapat membuka peluang yang lebih besar untuk perolehan kontrak baru lainnya di kemudian hari,” tambah Gita Amperiawan.

PT DI selama tiga tahun terakhir berturut-turut mencapai kinerja positif, dimana catatan Laba Bersih Audited Tahun Buku 2021 sebesar USD 1,8 Juta; Tahun Buku 2022 sebesar USD 2,3 Juta; dan Tahun Buku 2023 sebesar USD 1,6 juta. Ke depan, capaian Laba Bersih diproyeksikan dapat meningkat dengan memperoleh target kontrak baru pesawat terbang dari Rencana Kebutuhan (Renbut) Lima Tahunan Kemhan RI tahun 2025-2029 dan para pelanggan lainnya di luar Kemhan RI, baik dalam maupun luar negeri.

Diharapkan PT DI terus dipercaya untuk memenuhi kebutuhan alutsista dari Renbut tersebut, sehingga profitabilitas Perusahaan ke depan juga dapat terus terjaga, tentunya hal ini berimplikasi positif bagi stakeholders, termasuk investor dan vendor,” kata Gita.

Perumusan Renbut tersebut tidak lain adalah salah satu bentuk dukungan Pemerintah kepada industri pertahanan yang kemudian juga dapat menciptakan sustainability bisnis jangka panjang.


  ✈️
Kumparan  

Senin, 08 April 2024

Jalan Panjang RI Produksi Alutsista Sendiri Tanpa Impor

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7zGw2XOPRl2L3YA4VKHL3lteAG6nDl6uvxpzSG_oPpD0eiwM24QVQsaAneNnTGF3iMozCo26996rOqlkxguCBELIEouHh1v5K02JSOTWlHHrg75pOtS1KnbQ-cr1tpUHEL7CsakZetb0eOPRXa-DBNQ5JweP9-5MhfdNnzyESnUzrwlrV7v2mCaiT3V18/s1152/MT%20Harimau_AAbE3Se.jpgMT Harimau produk kerjasama Pindad (Pindad)

K
emandirian industri pertahanan menjadi salah satu tujuan utama pembentukan holding BUMN DEFEND ID. Namun, untuk mencapai kemandirian produksi tanpa impor alutsista nampaknya perlu jalan panjang yang harus dilalui dan tidak bisa terwujud dalam waktu dekat.

Direktur utama DEFEND ID Bobby Rasyidin menekankan dalam mengejar kemandirian industri pertahanan yang paling sulit adalah membangun sumber daya manusia dan penguasaan teknologinya. Pasalnya, industri ini bersinggungan dengan berbagai teknologi canggih yang belum ada di Indonesia.

"Tugas kemandirian ada di kami, tugas pembangunan SDM itu paling berat itu di kami. Karena kami dealing dengan teknologi-teknologi tinggi sehingga penyiapan SDM juga harus siap ke sana. Belum lagi ada aspek keekonomian yang mesti kita kejar, secara perusahaan dan aspek keekonomian untuk Indonesia secara keseluruhan," ungkap Bobby dalam program Blak-blakan detikcom.

Bobby bilang bila melihat negara-negara maju kebanyakan industri pertahanannya sudah jauh lebih duluan hadir dan melakukan pengembangan dibandingkan industri pertahanan di Indonesia.

Bahkan, bila dilihat umur perusahaan pertahanan top dunia ada yang usianya sudah mencapai ratusan tahun. Artinya pengembangan yang dilakukan pun sudah sangat panjang.

"Mereka ini membangun ini tidak dalam jangka waktu pendek, umur perusahaannya saja sudah ratusan tahun. Kalau kita tempuh dengan cara yang sama tentu kita kemandirian kita itu masih sangat jauh sekali," papar Bobby.

Maka dari itu pihaknya sendiri sudah banyak melakukan kerja sama penelitian dan transfer teknologi dengan berbagai pabrikan pertahanan yang sudah matang untuk mengejar ketertinggalan itu.

"Kita tentu tak bisa sendiri, kita harus benchmarking, transfer of technology, lakukan partnership, ini lah yang kita lakukan untuk mengejar ketertinggalan kita, kita akselerasi itu sekarang," sebut Bobby.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6vqRiziCzsht8B5wM5OBfYspUs4JBwOapVgF0LEtswtm2FGrDyy5VFYiIt8P2ebvcf5CjMkYDJmDfkRVgMwUknWR59oNoEae0EYhs60hvrH9g4B0QxaQU-pKC00mEL8SX6BiqO0PXKFNik_MXQXnutaYZ99kPDu9-ti9OWkB-y3fKl269oEeE23hgdGc/s1080/kikav8ksc_2kostrad_1645157058518_0.jpgNamun, bukan berarti industri pertahanan Indonesia cuma diam untuk menunggu transfer teknologi saja. Bobby bilang DEFEND ID juga mulai mempercepat kemandirian produksi untuk beberapa hal yang sederhana. Misalnya saja, produksi massal senapan dan amunisi.

Strategi ini disebut Bobby sebagai prioritasisasi, yaitu menggenjot produksi alat pertahanan yang memang sudah bisa dikuasai seluk beluknya di dalam negeri.

"Kita lakukan prioritasisasi, kita lakukan yang paling basic dulu, amunisi, kemudian senjata ringan, pistol, senapan, senjata serbu, kemudian senapan runduk juga untuk sniper. Itu hal yang sangat basic sekali. Mulai dari penyiapan explosive material, atau warhead, hulu ledaknya, kemudian siapkan amunisi dan senjata ringan. Ini paling basic. Pada saat ini kita lumayan mandiri di sana," ungkap Bobby.

Nah level berikutnya adalah kemandirian pada kendaraan perang. Sejauh ini Bobby mengatakan DEFEND ID belum banyak melakukan pengembangan pada kendaraan tempur. Pasalnya, ekosistemnya cukup sulit untuk dikembangkan di dalam negeri. Teknologinya belum ada, bahan bakunya juga sulit didapatkan.

Namun, Indonesia sudah memiliki kemandirian pada kendaraan perang untuk operasional. Misalnya, untuk kendaraan pengangkut logistik ataupun pengangkut pasukan.

"Prioritas kendaraan tempur ini kita taruh sedikit ke belakang. Yang bisa kita lakukan adalah kemandirian kendaraan operasional dulu. Lahir lah produk macam Maung, sebelumnya Anoa, itu untuk menunjang operasional sebenarnya," beber Bobby.

Untuk urusan kendaraan tempur, bila dibedah lagi spesifikasinya. Indonesia sendiri sudah cukup mandiri untuk urusan persisteman kendaraan tempur, maka produksi sistem alat perang menjadi andalan Indonesia.

"Kalau dibedah lagi platform tempur ini yang paling gampang untuk kita kejar adalah kesistemannya. Kalau di kapal itu ada combat management system, di darat ada battle management system, di pesawat ada mission system. Kenapa kita kejar ke sana? Karena itu banyak software driven-nya. Jadi kita bangun software," papar Bobby.

"Meskipun hardware masih kita impor sensor kita impor, komputernya kita impor, tapi at least kita ada kemandirian bangun software," lanjutnya. (hal/eds)

  ★
detik  

Minggu, 07 April 2024

Produk Perang Canggih Made in RI

 Radar-Kapal Perang Raksasa 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMAd3zedF4uoTO5orLUjNGqaDoU6f87J5ESsz-bLLwjaCXVAQwlbGk2JvdQ3J9TuiVAfRHeybwbK5ri65pd5KglJMhpPmdaOn6prOd_fwIBqGBRb7GHKzOPg1Epl8oP_Z4R3egVdLX9mCvIia44bUZ17BMQ9q1_CKR5bPH2V0ALVFd5hP1B52pRJO96I2c/s1200/Rudal%20Nasional.pngPrototipe Rudal Nasional (Mulatama)

D
irektur Utama DEFEND ID Bobby Rasyidin buka-bukaan soal sederet pengembangan produk perang canggih yang dibesut oleh perusahaannya. Mulai dari radar perang canggih hingga kapal perang besar saat ini sedang dikembangkan oleh Holding BUMN Pertahanan DEFEND ID.

Produk pertama yang dipamerkan Bobby adalah sistem radar fire control system (FCS). Dia mengklaim sistem radar ini mulai dipasang di berbagai Kapal Perang Indonesia (KRI).

Dia menjelaskan radar ini bisa secara otomatis mendeteksi sebuah obyek yang dijadikan sasaran. Kemudian obyek itu ibarat dikunci pergerakannya kemudian misil dari kapal bakal menembak dengan tepat sasaran dengan sistem radar ini.

Menurut Bobby, sistem radar ini merupakan contoh penerapan kecerdasan buatan atau artificial intelligence dalam sektor pertahanan. Radar ini dikembangkan oleh PT LEN Industri.

"Ada namanya FCS, fire control system, jadi misalnya ada meriam ada canon di situ kemudian ada obyek, radar detect obyeknya, kemudian ada sensor infonya, elektrooptik sama infrared-nya itu dia ikutin. Sistem ini dia prediktif, ini arahnya ke mana, trajectory ke mana, kecepatan berapa, kemudian dia nembak. Itu udah AI-Based juga," papar Bobby dalam program Blak-blakan detikcom.

Bobby melanjutkan pihaknya juga sedang membangun sebuah kapal perang frigate dengan ukuran yang cukup besar. Kapal ini sedang dikembangkan oleh PT PAL.

Panjang haluan kapal ini diperkirakan menyentuh 143 meter. Dia bilang kapal ini mampu menghalau serangan udara, darat, hingga kapal selam.

"Ini frigate terbesar juga jadi 143 meter panjang haluannya juga. Dia frigate cukup kompleks juga, dia anti serangan udara, anti serangan permukaan, dan anti kapal selam," ungkap Bobby.

Bobby mengklaim level kapal yang dibangun PT PAL ini setara dengan frigate pabrikan Inggris, Jepang, hingga Italia. Namun memang komponennya saja belum semuanya dari dalam negeri.

"Memang komponennya belum semua dalam negeri, misalnya sistem FCS dari kita, tapi missile-nya masih kita beli dari luar. Cuma kita one day harus bisa kita bikin itu," ujar Bobby.

Di sisi lain, Indonesia juga sedang mengembangkan rudal nasional atau RN. Ini merupakan produk rudal kontrol jarak jauh yang dibuat di dalam negeri.

Bobby bilang hampir seluruh perusahaan anggota DEFEND ID akan berkontribusi ke proyek ini. Mulai dari Pindad dan Dahana yang membuat roket dan bahan peledaknya, hingga PT LEN yang menyiapkan sistem kendalinya.

Roketnya sendiri sudah berhasil untuk diuji coba luncurkan tahun lalu. Namun, belum dipasangi sistem kendalinya.

"Kita itu ditugasi sama pemerintah untuk bangun 10 teknologi kunci industri pertahanan, salah satunya adalah roket. Kita sudah bisa luncurkan tahun lalu, kolaborasi Dahana dan Pindad. Tapi ini unguided, jadi dia tak punya guided-nya. Kami godok saat ini rudal nasional, RN," pungkas Bobby. (hal/eds)

  📡 detik  

PT PAL Indonesia Pastikan Fasilitas Siap

 Totalitas Wujudkan Produksi Mandiri Kapal Selam 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNT-0i-sjrH2a6MvRsQxMySUK1mvvJavtlX_Y6HEAi2Uyqn2dx5lKugG57iMgEZ6Y71iDLLWtSzvzn-QCfntvpwjrVsfcBrAHuwdxizNtevndUEbBVn25Du8l5bnI2ersWgSAk9CQT0DOgZb2RL4vF05XnzJxjzHrqNHyT1BJJdeDLaM82M6r0b6YQbVx1/s700/PT-PAL-Indonesia.jpeg(Dok. Humas PT PAL Indonesia)

PT
PAL Indonesia telah resmi menandatangani kontrak pembangunan kapal selam bersama mitra strategis global dari Perancis yaitu Naval Group pada 28 Maret 2024. Langkah ini sekaligus menjadi tolak ukur kesiapan fasilitas produksi kapal selam di PT PAL Indonesia.

Rencana pembangunan 2 unit kapal selam ini nantinya akan dikerjakan di fasilitas kapal selam PT PAL Indonesia yang melibatkan engineer Indonesia. Sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mampu membangun dan melakukan MRO Kapal Selam, proyek ini akan menjadi proyek pertahanan unggulan karena prosesnya dilakukan sepenuhnya di Indonesia, menandai langkah penting dalam kemandirian industri pertahanan negara.

Untuk mendukung penguasaan teknologi pertahanan, PT PAL Indonesia menerima tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) pada APBN Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp 1,28 triliun. Sesuai PER-1-MBU-03 2021 Pasal 2 Ayat 2, bahwa peruntukan penambahan PMN digunakan untuk melaksanakan penugasan pemerintah kepada BUMN. Dana ini akan digunakan untuk melengkapi fasilitas hanggar kapal selam, dalam rangka penguasaan teknologi kapal selam secara whole local production (WLP).

Sebelumnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 tahun 2015, PT PAL Indonesia mendapatkan PMN senilai Rp 1,5 triliun melalui APBN 2015 yang ditujukan untuk penyiapan peralatan, fasilitas pembangunan, dan pemeliharaan kapal selam.

Pengembangan Infrastruktur Kapal Selam bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas PT PAL dari sebelumnya mampu melaksanakan joint section menjadi mampu melaksanakan whole local production. Maka, selaras dengan tujuan tersebut pemenuhan fasilitas kapal selam pun diperlukan melalui dukungan PMN APBN TA 2021 untuk meningkatkan kemampuan dalam membangun kapal selam. Adapun berbagai fasilitas yang tersebut, di antaranya:

Fasilitas Subfactory Workshop yang terdiri dari beberapa bengkel, seperti Glass Reinforced Plastic (GRP) shop untuk membuat material composite pada suatu bagian di kapal selam yang tidak menerima water pressure, Blasting painting shop untuk melakukan proses blasting dan painting part part kapal selam dan sejumlah workshop penunjang lainnya.

Kemudian, shiplift sebagai fasilitas docking dengan spesifikasi penggunaan teknologi modern yakni electrical motor memiliki kemampuan utama angkat-angkut baik dalam menaikkan maupun menurunkan kapal, di sisi lain fasilitas ini memiliki peran penting untuk menunjang operasional teknis produksi kapal selam.

Tak kalah penting, saat ini juga akan di bangun Torpedo & Electronic Workshop yang berfungsi untuk melakukan proses pekerjaan yang terkait kelistrikan, elektronika, sistem komunikasi dan senjata kapal selam.

Kita semua memahami bahwa salah satu aspek penting dalam mencapai kemampuan pembangunan dan penguasaan postur Alusista yang ideal khususnya di sektor pertahanan adalah dengan melalui peningkatan fasilitas, sarana, prasarana yang dimiliki oleh industrinya, sehingga Industri secara konkret dapat memberikan jawaban atas permintaan kebutuhan pemenuhan pertahanan kita”, ujar Sekretaris Perusahaan PT PAL Indonesia, Edi Rianto.

Dana PMN tersebut akan mendukung perwujudan Whole Local Production, sesuai dengan visi Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, untuk memproduksi Kapal selam 100% buatan Indonesia. Dengan demikian, PT PAL Indonesia terus berupaya memenuhi kebutuhan alutsista TNI AL Di samping itu hal ini dapat menjadi multiplier effect terhadap kemajuan indsutri dalam negeri serta mampu meningkatkan kondisi sosial tingkat daerah hingga nasional. Semakin tinggi total asset kinerja keuangan PT PAL, maka semakin memungkinkan terjadinya multiplayer effect terhadap peningkatan angka kesejahteraan dan produktivitas Masyarakat khususnya di Jawa Timur.

  ★
Indosiber  

Sabtu, 06 April 2024

Kapal Selam Scorpene Sudah Sesuai Kebutuhan

⚓️ Teknologi teranyar menggunakan tenaga baterai Lithium-Ion PAL Indonesia akan membangun dua unit kapal selam Scorpene Evolved berkonfigurasi LiB di Surabaya. (Naval Group)

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI secara resmi mengumumkan pembelian dua unit kapal selam Scorpène® Evolved dari perusahaan Prancis Naval Group yang seluruhnya bakal diproduksi di galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya, Jawa Timur.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kemhan RI Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha saat dihubungi di Jakarta, Kamis, menjelaskan Kemhan RI meneken kontrak pembelian dua unit Scorpène® Evolved di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada 28 Maret 2024.

Kontrak (pengadaan) submarine class 1800–2800 tonnage dengan Advanced and Improved Propulsion (AIP) ditandatangani oleh perwakilan Kemhan RI bersama perwakilan Naval Group dari Prancis dan PT PAL Indonesia,” kata Edwin di Jakarta, Kamis.

Dalam foto yang diunggah Naval Group dalam akun X resminya, Selasa (2/4), kontrak itu diteken oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan RI Marsekal TNI Yusuf Jauhari, Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, dan Executive Vice President Sales Naval Group Marie-Laure Bourgeois. Acara itu turut disaksikan oleh Wakil Menteri Pertahanan RI Letjen TNI (Purn.) M. Herindra.

Kontrak pembelian itu mencakup pengadaan dua unit kapal selam Scorpène® Evolved Full Lithium-Ion battery (LiB), simulator untuk latihan (training), pelatihan untuk kru kapal, instruktur, dan operator simulator, integrated logistic support, dan material untuk tiga kali misi atau selama 1 tahun.

Kemhan RI, Naval Group, dan PT PAL sepakat produksi dua unit kapal selam itu seluruhnya dikerjakan di Surabaya, yang merupakan salah satu kerja sama alih teknologi (ToT/offset) dari pembelian kapal selam Naval Group. PT PAL Indonesia dan Naval Group pada 12 Desember 2023 telah meneken perjanjian operasi bersama (joint operation agreement) pada 12 Desember 2023, dan perjanjian kemitraan strategis (SPA) pada Februari 2022.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod dalam siaran resmi Naval Group di Jakarta, Selasa (2/4) menyampaikan kontrak pengadaan dua unit Scorpène® Evolved menunjukkan komitmen dan tingkat kepercayaan yang tinggi dari Pemerintah RI terhadap teknisi-teknisi, ahli, dan insinyur dalam negeri, mengingat kapal selam itu bakal dikerjakan di galangan kapal PT PAL, Surabaya.

Ke depan, Indonesia diharapkan dapat menguasai teknologi pembuatan kapal selam,” kata Kaharuddin.

Sementara itu, Direktur Utama Naval Group Pierre Éric Pommellet menyanjung keputusan Pemerintah Indonesia yang pada akhirnya memilih Scorpène® Evolved untuk memperkuat armada TNI Angkatan Laut.

Indonesia memilih kapal selam yang menunjukkan performa tinggi, teruji di laut, yang tentunya akan memperkuat kedaulatan maritim Indonesia serta mendukung TNI Angkatan Laut menjadi lebih unggul di kawasan,” kata Pommellet.

Kami sangat senang menyambut TNI AL untuk menjadi bagian dari keluarga Scorpène®,” sambung dia.

Scorpène® Evolved merupakan salah satu kapal selam dengan teknologi teranyar yang menggunakan tenaga baterai Lithium-Ion yang ringan dan kepadatan energi tinggi sehingga kapal selam dapat beroperasi lebih lama tanpa perlu mengisi ulang daya/bahan bakar. Kapal selam itu juga punya kemampuan siluman (stealth) alias tak tertangkap radar kapal-kapal lain saat beroperasi di bawah permukaan air.

Naval Group dalam siaran resminya menyebut Scorpène® Evolved sebagai kapal selam serba bisa yang dapat melaksanakan berbagai operasi seperti peperangan anti-kapal permukaan, peperangan anti-kapal selam, operasi khusus, dan operasi intelijen bawah laut.

Scorpène® juga dilengkapi dengan generasi terbaru sistem tempur SUBTICS®, yang mampu menjawab berbagai kebutuhan operasi laut dangkal maupun laut dalam.

Spesifikasi Scorpène® Evolved yang bakal memperkuat TNI AL, antara lain panjang 72 meter, kecepatan berlayar saat menyelam maksimum 20 knot, kemampuan menyelam sampai 300 meter, kemampuan menyelam maksimum 80 hari, kapasitas total 31 kru, kemampuan operasi di laut 240 hari per tahun. Kapal selam itu juga dilengkapi dengan enam tabung peluncur senjata, dan dapat dipasang 18 senjata jenis rudal dan torpedo.

 Sudah Sesuai Kebutuhan 
Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menunjuk perusahaan galangan kapal PT PAL dan perusahaan Prancis Naval Group untuk pembuatan kapal selam Scorpene. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memastikan kapal selam itu sudah sesuai dengan kebutuhan TNI AL.

"Ya sudah sesuai," kata Ali ditemui di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (5/4/2024).

Ia juga mengaku telah rapat dengan pihak Naval Group terkait kapal selam baru yang hendak 'dibeli' Indonesia tersebut. Pihak Naval Group telah meyakinkan pihak TNI AL bahwa kapal selam itu nantinya bakal punya teknologi yang mumpuni.

"Jadi kita sudah beberapa kali rapat dengan pihak Naval Group, dengan pihak Prancis ya. Dan mereka sudah memberikan kemudahan-kemudahan dan meyakinkan bahwa kapal yang akan diproduksi itu kapal yang canggih," ucapnya.

Ali lalu menegaskan bahwa kapal selam yang akan diproduksi di Indonesia ini bukanlah kapal selam biasa, melainkan kapal selam Scorpene Envolved keluaran terbaru.

"Jadi Scorpene-nya bukan Scorpene biasa, tapi Scorpene Evolved. Ini yang terakhir. Generasi terakhir dari Scorpene," kata Ali.

Ia pun berharap kapal selam baru ini dapat memperkuat jajaran TNI AL. Tidak tertutup kemungkinan TNI akan menambah kapal selam kembali bila ada anggaran.

Kemhan sendiri telah resmi menunjuk PT PAL Indonesia serta Naval Group untuk 2 kapal selam Scorpene Evolved Full LiB buatan dalam negeri pada Kamis (28/3). Kapal selam ini akan dibuat di galangan PT PAL melalui transfer teknologi dari Naval Group dan pemanfaatan 100% aset produksi PT PAL.

Kegiatan ini telah sesuai dengan perjanjian kerja sama Kemhan yang ditandatangani antara pemerintah Perancis dan Indonesia pada Agustus 2021. Indonesia lalu memilih Naval Group dan PT PAL Indonesia untuk program kapal selam mereka.

 ⚓️  antara  

Jumat, 05 April 2024

Mengenal Rumah Apung

 Karya PT PAL Indonesia 
https://scontent.fcgk30-1.fna.fbcdn.net/v/t39.30808-6/434591966_761091642791649_3290739792088955473_n.jpg?_nc_cat=109&ccb=1-7&_nc_sid=5f2048&_nc_ohc=wGGzZwDxJRwAb5LOz8A&_nc_ht=scontent.fcgk30-1.fna&oh=00_AfB-8emqQ04wtJr-u2l-pJZMuYcEzualwfd0GqB0n-mm2A&oe=6614A3AFRumah apung karya PAL Indonesia (PAL Indonesia)

I
nisiatif ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PT PAL Indonesia, bertujuan untuk membantu mengatasi masalah banjir rob yang mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan kerugian ekonomi, terutama di sekitar Kawasan Pesisir Pantai Pluit, Jakarta Utara.

Rumah Apung yang memiliki luas bangunan 20.16 meter persegi dapat dihuni oleh 1 keluarga atau 5 orang, setiap rumah apung dilengkapi dengan solar panel, tandon, pompa air, bio septic tank, grease trap serta fasilitas penunjang lainnya.

Diharapkan rumah ini dapat menjadi solusi inovatif hunian untuk membantu masyarakat daerah rawan banjir, daerah hulu sungai, daerah rawa hingga daerah pesisir.

  🏠 PAL Indonesia  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More