blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Jumat, 21 Agustus 2026

BRIN Siap Terbangkan Roket Dua Tingkat pada 2029 Mendatang

 ➶ Menggunakan roket RX-450Roket dua tingkat BRIN yang siap uji terbang pada 2029. (BRIN)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan inovasi unggulnya yakni roket dua tingkat. Roket ini ditargetkan akan uji terbang pada 2029 mendatang.

Selaras dengan rencana ini, Kepala BRIN Arif Satria menyebut persiapan telah dilakukan secara bertahap. BRIN telah membuat peta jalan terkait pengembangan roket ini.

Adapun pengembangan riset ini dibantu oleh Program Riset Invitasi Strategis (PRIS). PRIS adalah skema pendanaan bagi periset untuk yang tengah mengembangkan teknologi kunci.

"Kehadiran PRIS sangat membantu dan membuat teman-teman periset semakin bersemangat dalam menjalankan riset. Dukungan ini turut membuka ruang bagi periset untuk fokus pada pencapaian teknologi kunci. Salah satunya adalah pengembangan motor roket RX 450 yang menjadi bagian penting dalam peta jalan pengembangan roket dua tingkat," kata Arif dalam keterangannya dikutip dari laman BRIN, Kamis (20/8/2026).

 Desain Roket Akan Rampung pada 2026

Arif mengatakan teknologi kunci sudah mulai disiapkan seperti motor roket RX 450, sistem separasi, sistem kontrol, hingga telemetri. Persiapan ini pun dimatangkan lewat riset agar peta jalan solid dan realistis.

"Peta jalan tersebut disusun berdasarkan asumsi dan tingkat penguasaan teknologi pada saat itu. Setelah dilakukan evaluasi, setiap tahapan perlu dipastikan dapat dikuasai dengan baik, terutama dalam mendukung pencapaian dan perolehan data yang dibutuhkan," kata Arif.

Pada 2026, tim BRIN tengah merampungkan desain roket dua tingkat secara keseluruhan. Kemudian, dilanjutkan dengan review desain kritis roket dua tingkat, uji statis motor roket berperforma tinggi dan uji terbang sistem separasi pada 2027.

Tahapan akan berlanjut pada 2028 yakni dengan uji terbang roket tingkat pertama dan kedua secara terpisah. Menurut Arif, rencana ini merupakan bagian dari kemandirian teknologi roket nasional.

 BRIN Siapkan Bandar Antariksa

Selain roket, BRIN juga tengah mengembangkan pembangunan Bandar Antariksa. Kini BRIN sudah bermitra dengan investor untuk mensukseskannya.

Sejauh ini, rencana tersebut memasuki tahap konsolidasi pihak BRIN dan mitra. Tahun ini BRIN menargetkan desain Bandar Antariksa rampung.

Pembangunan Bandar Antariksa ini menurut Arif perlu kehati-hatian dan waktu. Setelah itu dilanjutkan dengan pembangunan fasilitas dasar pada tahun berikutnya. (cyu/cyu)

    detik  

[Video] Membangun Air Power Dari Balik Hangar

  MRO Hercules dan Kemandirian Industri Dirgantara IndonesiaGMF AeroAsia menyerahkan satu unit C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 ke Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Hangar 4 GMF AeroAsia, Tangerang, Banten, Rabu (19/8/2026). Cetak Sejarah Baru, Mampu Modernisasi Hercules C-130H secara lokal. (GMF)

Kekuatan udara tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak atau seberapa canggih pesawat yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan untuk menjaga setiap platform tetap siap terbang dan beroperasi.

Dalam episode Defense Talk kali ini, kami berbincang bersama Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), Andi Fahrurrozi, mengenai peran strategis Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dalam mendukung kesiapan TNI Angkatan Udara sekaligus membangun kemandirian industri dirgantara nasional.

Diskusi mengulas pelaksanaan MRO pesawat C-130 Hercules TNI AU di GMF, mulai dari tantangan teknis, kesiapan SDM dan fasilitas, standar kelaikudaraan, alih teknologi, hingga upaya meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.

Lebih jauh, pembahasan juga melihat bagaimana kolaborasi antara GMF, TNI AU, PT Dirgantara Indonesia, pemerintah, dan industri nasional dapat membangun ekosistem MRO pertahanan yang semakin kuat.

 Lalu, mampukah Indonesia melangkah lebih jauh?

Episode ini turut membahas peluang menjadikan Indonesia sebagai regional hub MRO Hercules, pengembangan fasilitas MRO di Kertajati, hingga bagaimana GMF mempersiapkan kemampuan untuk menangani berbagai platform militer baru yang akan memperkuat TNI AU dalam beberapa dekade mendatang.

Karena pada akhirnya, kekuatan udara tidak hanya dibangun di landasan pacu, tetapi juga dari balik hanggar.

 Berikut video liputan IDefense Magz ::
 


  ✈️   Youtube  

Kamis, 20 Agustus 2026

Indonesia Akan Kedatangan Lebih Banyak Pesawat Tempur dan Angkut


  Indonesia Cetak Sejarah Baru, Mampu Modernisasi Hercules C-130 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-vN_mEnblIc_ohmP_U8GGhtjqwuTbob5Q1uq3Bgn-c43QidTsH2bec9TbxF3BjIwsYDVtgDhtqKdYZ4LqxJCb15QY3JneZAPmqFOjK_9UXIp4HzEis28CPUSO1WIb2ooqk3RJ9k_E_AMr9mHcdTwi5Rll3aCV654bfyrMe9oToX4hQcbZK4K5h1Douy85/s800/QP8qMXf.jpgPesawat Il-78MK-90A diberitakan akan dibeli Indonesia (Aleksan  Guk)
M
enteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, Indonesia akan kedatangan lebih banyak pesawat angkut dan pesawat tempur pada tahun-tahun mendatang.

Karena ke depan kita akan mendapatkan jumlah pesawat transportasi dan juga pesawat tempur yang lebih besar,” kata Sjafrie, di Hangar 4 GMF, Kota Tangerang, Rabu (19/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan Sjafrie saat menyinggung wacana pemerintah menjadikan Bandara Kertajati di Majalengka sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) Hercules C-130H se-Asia.

Dalam konteks ini, pengembangan Kertajati tidak hanya akan diarahkan untuk mendukung perawatan pesawat angkut.

Pemerintah juga membuka peluang menjadikan bandara tersebut sebagai pusat perawatan pesawat tempur.

Jadi, ini adalah pekerjaan yang akan kita kerjakan pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya,” ucap dia.

Sjafrie pun menyebut Indonesia mulai mampu melakukan modernisasi pesawat angkut C-130 Hercules secara mandiri melalui industri pertahanan dalam negeri.

Hal itu ditandai dengan rampungnya modernisasi pesawat C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 oleh PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia dan telah diserahkan kepada Kementerian Pertahanan, pada Rabu (19/8/2026).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlPNqwcozPMgiPLgH-8kHlbjloARqKGi2d-MU4mZhX3cFDwBTuAKC-GOpTbku_Abc901igwlsK4lCvXl8IBc61MpwdYJTzW1YMVC4aMXItMgAnpQl88WLfjDb77_DP-3NJx4rJStdZ2xFWyGadpxPahyphenhyphenkH3-xdG161rS2Wio84Ut7kNKp25xgTeQAX-dYE/s1441/IMG_0720.jpeg"Hari ini dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kita baru saja mencatat suatu sejarah baru yang kita lakukan di dalam pembangunan kekuatan pertahanan yang selaras dengan pembangunan industri pertahanan dan industri dirgantara,” kata Sjafrie.

Jadi, hari ini adalah satu garis awal bahwa modernisasi pesawat transport yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara, C-130, merupakan hal yang pertama kita angkat bahwa kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri di dalam modernisasi alat angkut transportasi,” ucap Sjafrie.

Menurut dia, selama ini, Indonesia mendapat asistensi dari Lockheed Martin, perusahaan teknologi kedirgantaraan dan pertahanan asal Amerika Serikat (AS), dalam pemeliharaan dan modernisasi pesawat C-130 Hercules.

Sjafrie menambahkan, kemandirian tersebut tidak hanya ditujukan untuk C-130 Hercules. Pemerintah juga akan mendorong agar pemeliharaan pesawat transportasi lain milik TNI AU dapat dilakukan di dalam negeri.

Itu akan dipelihara oleh negara kita sendiri dan menggunakan tenaga teknis dari putra-putra bangsa yang sudah kita persiapkan,” ujar dia.

Dalam pengembangan kemampuan industri dalam negeri, Sjafrie juga menyebut PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan mengambil peran dalam modernisasi pesawat TNI AU.

Ia mengatakan, hasil modernisasi yang dilakukan PTDI ditargetkan dapat diluncurkan pada tahun depan.

Kalau hari ini kita lihat di Garuda melalui GMF, tapi nanti tahun depan kita akan melakukan suatu peluncuran dari hasil modernisasi PTDI,” ujar Sjafrie.

  ✈   Kompas  

Rabu, 19 Agustus 2026

[Video] Drone Anak Bangsa Untuk Pertahanan

 ⍜  Puluhan drone lokal tampil dalam Expo di Jakarta Ilustrasi drone serbu otomatis digunakan Pasmar (PasMar1)

Puluhan produsen drone lokal tampil di Indonesia Drone Expo 2026 di Kemayoran, Jakarta.

Dari data Kementrian Perindustrian menunjukan produksi drone lokal berpotensi ekonomi yang tinggi

 Berikut video liputan CNN :



 
   Youtube    

Selasa, 18 Agustus 2026

BRIN Kembangkan Material Baterai Kendaraan Listrik dari Limbah Batu Bara

  Dengan Alih teknologi Daur ulang baterai dari limbah (Ist)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan material baterai untuk kendaraan listrik dari limbah batu bara. BRIN mengembangkan grafit artifisial dari limbah batu bara untuk bahan baku baterai dalam upaya mendukung ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Dikutip dari Antara, Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, pihaknya memproduksi grafit artifisial dari limbah batu bara. "Di sektor hulu material masa depan, BRIN tengah mengembangkan Baterai Li-ion Generasi 5V serta memproduksi grafit artifisial dari limbah batu bara," kata Arif.

Menurutnya, grafit artifisial yang tengah dikembangkan BRIN tersebut memiliki tingkat kesesuaian struktur mencapai 96,8 persen.

BRIN sendiri sudah menciptakan beberapa purwarupa kendaraan listrik. Mereka mengembangkan MEVI DELL-E (baik versi I-Seater maupun O-Seater) serta E-TRIGO yakni kendaraan listrik roda tiga yang dirancang khusus untuk niaga dan ramah bagi penyandang disabilitas.

"BRIN juga mematangkan sistem konversi hybrid (penggabungan mesin bensin, motor listrik, dan controller) yang memiliki potensi penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 20-40 persen, serta konversi motor listrik yang memanfaatkan rangka motor eksisting dengan biaya yang jauh lebih terjangkau," kata Arif Satria.

Sementara itu, terkait kendaraan listrik Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan pemerintah akan memberikan insentif besar untuk motor listrik. Dalam Pidato Presiden RI dalam Rangka Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, Prabowo menyebut bakal memberikan insentif yang cukup besar untuk produsen yang bisa memproduksi satu juta motor listrik buatan lokal.

"Hari ini kita akan memberikan insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun 1 juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia," ucap Prabowo baru-baru ini.

Kebijakan insentif itu, kata Prabowo, bisa menurunkan biaya operasional kendaraan, mengurangi konsumsi BBM impor, sekaligus membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purna jualnya. Prabowo saat peresmian ekosistem motor listrik nasional sudah mengungkap bahwa biaya operasional motor listrik lebih murah ketimbang motor bensin. Bahkan bisa dihemat sampai 70 persen.

Menurut Prabowo, saat ini Indonesia sudah memiliki unsur lengkap untuk pengembangan baterai ataupun motor listrik. Ekosistemnya juga sudah terbentuk.

Prabowo juga menambahkan, motor listrik punya sejumlah keunggulan. "Penghematan bagi rakyat, penghematan bagi keluarga mereka, kita perkirakan mereka akan bayar 50 persen lebih rendah dari pengeluaran yang mereka lakukan sekarang untuk motor BBM bahkan bisa nanti turun hanya 30 persen dari biaya yang mereka keluarkan sekarang," tutur Prabowo. (rgr/lth)

  💡  Detik  

Senin, 17 Agustus 2026

BRIN Siapkan Pesawat N219 dan Versi Amfibi untuk Ambulans Terbang Baca artikel CNN Indonesia "BRIN Siapkan Pesawat N219 dan Versi Amfibi untuk Ambulans Terbang" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260816163159-199-1393000/brin-siapkan-pesawat-n219-dan-versi-amfibi-untuk-ambulans-terbang#goog_rewarded. Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/

  🛩N219 PTDI

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mematangkan ekosistem pesawat N219 dan varian amfibinya, N219A, untuk menyukseskan visi ambulans terbang yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

"Menjawab visi ambulans terbang dan logistik medis masa depan, BRIN bersandar pada keunggulan teknologi kedirgantaraan nasional. Kami mematangkan ekosistem pesawat N219 dan varian amfibinya (N219A)," kata Kepala BRIN Arif Satria kepada Antara di Jakarta, Minggu (16/8).

N219 dikembangkan BRIN bersama PT Dirgantara Indonesia (DI). Arif menyebut pesawat tersebut memiliki kemampuan Short Take-Off and Landing (STOL), yakni lepas landas dan mendarat di landasan pendek.

Kemampuan itu dilengkapi varian amfibi N219A sehingga pesawat disebut dapat mendarat di darat maupun perairan untuk evakuasi medis di wilayah kepulauan.

 Pesawat nirawak

Di luar pesawat berawak, BRIN mengembangkan Pesawat Udara Nirawak (PUNA) MALE atau Medium Altitude Long Endurance sebagai tulang punggung sistem nirawak.

Pesawat itu disebut mampu mengudara selama 24 jam nonstop dengan jarak kendali Beyond Line of Sight (BLOS) mencapai kurang lebih 2.000 kilometer.

"Platform nirawak berdaya jelajah tinggi ini memberikan sistem yang mandiri dan andal untuk berbagai misi kritis, dari pemantauan taktis hingga proyeksi logistik darurat pada masa depan," ujar Arif.

Misi yang ia sebutkan terbatas pada pemantauan dan logistik, bukan pengangkutan pasien.

 Visi Prabowo Politik

Prabowo sebelumnya menyatakan pemerintah akan menyiapkan ambulans udara berupa helikopter dan pesawat kecil untuk mempercepat evakuasi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, terutama di daerah dengan akses sulit.

Menurut dia, ambulans udara diperlukan sebagai salah satu terobosan untuk mengatasi kesulitan akses layanan kesehatan di sejumlah daerah.

Prabowo menyebut masih terdapat masyarakat yang harus menempuh perjalanan hingga tujuh sampai sembilan jam untuk memperoleh layanan kesehatan. Termasuk di antaranya kaum ibu yang membutuhkan pertolongan saat persalinan.

"Untuk itu kita juga akan membuat ambulans udara dengan helikopter dan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan rumput, lapangan pasir, dan bisa mendarat di pinggir sungai, supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit," ucapnya dalam Penyampaian Pengantar Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan pada Jumat (14/8). (fea)
 

  🛩
  CNN  

Minggu, 16 Agustus 2026

Kemhan Tandatangani Pengembangan Rantis Fortes H.V.9.0

Bersama PT. Elang Sukses Mardika (RALIKA group)Rantis Fortes H.V 9.0.(Ralika)

Kabatekhan hadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama pengembangan kendaraan taktis Fortes H.V 9.0.

Rantis Fortes H.V 9.0 adalah kendaraan taktis (rantis) militer terbaru buatan PT Elang Sukses Mardika (Ralika group).

Prosesi penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh pihak Batekhan Kemhan bersama jajaran Direksi PT. ESM selaku mitra industri pertahaanan dalam negeri.

Langkah taktis ini diharapkan dapat mengakselerasi kesiapan teknologi serta modernisasi alutsista TNI, sekaligus mempromosikan industri pertahanan nasional menjadi lebih kompetitif di kancah global.

   Batekhan  

Sabtu, 15 Agustus 2026

Kemampuan Multi-Mission Kamikaze Unmanned Surface Vehicle (USV)PT PAL Indonesia

 Membangun kemampuan teknologi di dalam negeri USV Kamikaze PT PAL Indonesia tampil perdana dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8) (Corcomm PAL)

Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze buatan PT PAL Indonesia tidak hanya dirancang untuk menjalankan misi serang dengan menghantam sasaran secara langsung. Disamping itu, kapal permukaan tanpa awak dengan kecepatan hingga 55 knot ini, memiliki kemampuan Intelligence, Surveillance and Reconnaissance (ISR).

Seperti diberitakan sebelumnya, USV Kamikaze buatan PT PAL Indonesia berhasil menjalankan misi serang dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8). Dalam skenario swarm formation, USV dengan hulu ledak 150 kilogram itu berhasil menghantam sasaran.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan industri pertahanan nasional dalam mengembangkan produk inovatif untuk mendukung penguatan alat utama sistem senjata (Aalutsista) TNI Angkatan Laut.

Menurut dia, pengembangan USV tidak semata-mata menghasilkan sebuah wahana tanpa awak, tetapi juga menjadi bagian dari proses penguasaan teknologi di dalam negeri.

Keberhasilan USV ini bukan hanya tentang menghasilkan sebuah platform, tetapi tentang membangun kemampuan teknologi di dalam negeri. Mulai dari kompetensi engineer, penguasaan sistem, hingga kemampuan integrasi dan pengujian, semuanya menjadi bagian penting dari proses menuju industri pertahanan yang semakin mandiri,” ujar Kaharuddin.

Ia menambahkan, teknologi nirawak membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan industri pertahanan berbasis teknologi (technology-driven). Integrasi sistem otonom (autonomous system), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan sistem navigasi nirawak dalam satu platform menjadi bagian dari pengembangan kemampuan tersebut.

Autonomous, artificial intelligence, dan sensor fusion akan menjadi bagian penting dari masa depan teknologi maritim. Karena itu, inovasi tidak berhenti pada satu produk, tetapi menjadi fondasi bagi pengembangan teknologi pertahanan generasi berikutnya,” katanya.

Kaharuddin menegaskan pengembangan USV juga berpotensi memperkuat ekosistem industri nasional. Penguasaan teknologi ini mencakup peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta penguatan rantai pasok nasional, khususnya pada sektor elektronika, sensor, perangkat lunak, sistem komunikasi, manufaktur, dan integrasi sistem.

Dalam perkembangan teknologi pertahanan global, USV juga semakin bergeser dari sekadar platform eksperimental menjadi bagian dari konsep system of systems. Konsep tersebut memungkinkan wahana tanpa awak berkolaborasi dengan kapal berawak maupun sistem pertahanan lainnya dalam satu ekosistem operasi.

Penguasaan teknologi USV tidak hanya memperkuat kemampuan operasional, tetapi juga memperluas kapasitas industri nasional untuk menghasilkan solusi teknologi maritim yang sesuai dengan kebutuhan pertahanan Indonesia,” pungkas Kaharuddin.

  ★ PAL Indonesia  

Jumat, 14 Agustus 2026

Prabowo Resmi Luncurkan 20 Ribu Motor Listrik Nasional di Cikarang

 Molinas (detik)

Presiden Prabowo Subianto meresmikan ekosistem motor listrik nasional produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ada 20 ribu motor listrik yang telah diproduksi sejauh ini.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Kamis, tanggal 13 Agustus 2026, secara resmi saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, meluncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukung," kata Prabowo di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Prabowo mengatakan peresmian ini merupakan tonggak inisiatif gabungan para pengusaha swasta yang diinisiasi PT Indika Energy. Prabowo mengapresiasi langkah keberanian tersebut.

"Hari ini menurut saya hari yang sangat penting karena ini merupakan suatu tonggak atas inisiatif masing-masing para pengusaha swasta yang mulai proyek ini mungkin kelompok Indika ya, kelompok yang sudah lama bekerja, waktu saya masih muda saya sudah denger Indika," katanya.

Prabowo menyebutkan inisiatif ini memiliki potensi gagal yang besar. Namun ia mengapresiasi keberanian tersebut dan mengajak para pengusaha untuk bersatu bekerja sama dengan pemerintah.

"Saya ucapkan selamat kepada saudara sekalian yang ambil suatu keberanian, inisiatif itu keberanian, karena inisiatif mengandung risiko. Segala yang kau keluarkan beberapa tahun lalu bisa gagal, ini pun hari ini ada risiko. Saya mengajak kita harus jadi satu, yang kuat yang menengah, yang agak melemah harus bersatu," ujarnya.

Diketahui, hingga saat ini, PT Ilectra Motor Group (ALVA) telah memproduksi 20 ribu motor listrik. Prabowo akan datang lagi jika produksi mencapai 200 ribu unit.

"Hari ini launching. Hari ini saya telah tandatangani, karena hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20 ribu motor. Saya bilang ke kelompok Indika, kalau kalian nanti mencapai 200 ribu, saya datang lagi. 2 juta, saya datang lagi," ujarnya.

   🏍 
detik  

Frogs Kenalkani Drone Cleaning dan Militer di Indonesia

   Drone domestik Drone senjata Teknologi Drone Cleaning dan Militer. (Foto/ Dok SindoNews)

Teknologi drone di Indonesia terus berkembang untuk kebutuhan yang semakin beragam. Tak lagi sebatas dokumentasi udara, drone kini dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari industri, pertanian, surveillance, pemetaan, hingga pertahanan.

Perkembangan tersebut turut terlihat di Indonesia Drone Expo 2026 yang berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta.

Frogs Indonesia membawa sejumlah produk drone, di antaranya drone cleaning terbaru dan lini drone militer yang menjadi sorotan.

Salah satu produk yang diperkenalkan Frogs Indonesia adalah Nakula Series, drone yang dikembangkan untuk kebutuhan industrial cleaning dan pemeliharaan aset.

Kehadirannya menunjukkan bagaimana teknologi UAV mulai diarahkan untuk membantu pekerjaan yang memiliki tantangan akses, termasuk pembersihan area gedung dan fasad.

Nakula Series membawa sistem pembersihan dengan kemampuan pompa hingga 10 liter per menit.

Drone ini juga dilengkapi sejumlah sensor, termasuk LiDAR 360° dan terrain radar, yang mendukung kebutuhan penerbangan ketika beroperasi di sekitar objek dan permukaan bangunan.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari tren pemanfaatan drone untuk pekerjaan industri.

Jika sebelumnya drone banyak digunakan untuk mengambil gambar atau memperoleh data dari udara, kini fungsinya semakin berkembang menjadi perangkat yang dapat membantu menjalankan pekerjaan tertentu di lapangan.

Rahman, Chief Technology Frogs Indonesia yang membidangi riset, pengembangan, dan desain produk, menjelaskan bahwa pengembangan Nakula Series turut mengacu pada teknologi drone cleaning yang telah diterapkan di berbagai negara.

Teknologi drone cleaning sebenarnya sudah mulai diterapkan di beberapa negara. Kami melihat teknologi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dan disesuaikan dengan kebutuhan di Indonesia, terutama dari sisi desain, sistem cleaning, serta kondisi operasional di lapangan,” jelas Rahman, Selasa (11/08/2026).

Selain drone cleaning, Frogs Indonesia menampilkan lini drone militer yang terdiri dari mortar dropper, kamikaze drone, dan interceptor drone.

Masing-masing dikembangkan dengan fungsi yang berbeda dalam kebutuhan pertahanan.

Mortar dropper dirancang untuk membawa dan melepaskan muatan mortar dari udara.

Sementara Kamikaze drone merupakan drone yang dirancang untuk membawa muatan dalam misi serangan terhadap sasaran tertentu.

Adapun interceptor drone dikembangkan untuk menghadapi ancaman drone lain.

Konsep ini berkaitan dengan teknologi Counter-UAS (C-UAS) yang semakin berkembang seiring meningkatnya penggunaan drone dalam berbagai kebutuhan operasional.

Kehadiran lini drone militer Frogs Indonesia turut menarik perhatian pengunjung di Indonesia Drone Expo 2026.

Sejumlah pengunjung datang untuk melihat lebih dekat dan menanyakan fungsi serta pengembangan dari mortar dropper, kamikaze drone, hingga interceptor drone yang ditampilkan.

Dalam gelaran Indonesia Drone Expo 2026, Selasa (11/08/2026), CEO Frogs Indonesia, Adhitya Chandra, mengatakan bahwa pengembangan berbagai produk drone tersebut merupakan bagian dari upaya Frogs Indonesia untuk terus memperluas pemanfaatan teknologi UAV sesuai kebutuhan di lapangan.

Kami ingin teknologi drone yang dikembangkan Frogs Indonesia tidak berhenti pada kemampuan terbang, tetapi memiliki fungsi yang benar-benar dapat menjawab kebutuhan di lapangan. Termasuk di sektor pertahanan, kami melihat ada peluang besar untuk terus mengembangkan teknologi UAV yang dapat mendukung kebutuhan nasional,” ujar Adhitya.

Pengembangan drone militer ini juga menjadi bagian dari langkah Frogs Indonesia untuk terus menghadirkan teknologi UAV bagi kebutuhan pertahanan.

Ke depan, Frogs Indonesia berharap pengembangan tersebut dapat ikut mendukung penguatan teknologi pertahanan dalam negeri.

Selain drone cleaning dan lini drone militer, Frogs Indonesia turut membawa sejumlah produk lainnya, di antaranya Sekar Agri untuk sektor pertanian serta Palapa S1 untuk kebutuhan surveillance dan pemetaan.

Indonesia Drone Expo 2026 merupakan ajang industri yang berfokus pada perkembangan teknologi drone dan Unmanned Aerial Systems (UAS).

IDE menjadi wadah bagi perusahaan untuk menampilkan produk dan use case, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku industri untuk melihat solusi teknologi dan peluang baru dalam pemanfaatan drone.

Pada penyelenggaraan 2026 ini, IDE mengusung tema “Unleashing the Power of Intelligent Aerial Systems”. Tema tersebut menggambarkan dorongan terhadap pemanfaatan sistem udara cerdas yang semakin luas, termasuk untuk kebutuhan industri, pertanian, logistik, hingga pertahanan.

Kehadiran Frogs Indonesia di IDE 2026 memperlihatkan bagaimana teknologi drone terus berkembang mengikuti kebutuhan di lapangan. Dari drone cleaning, pertahanan, hingga pertanian dan pemetaan, setiap produk membawa fungsi yang berbeda untuk kebutuhan yang semakin beragam. (wbs)

 
sindonews  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More