blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Sabtu, 11 April 2026

SCYTALYS Bermitra dengan PTDI dalam Sistem Misi Taktis untuk Pesawat N219 dan CN-235

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5gtN99C5GEKN_PwdJRS_kl7oICsHAuZrQfCAMPdB0KgMbGbIfRX65lS3jqxMn9o-LfR4dWOpIkuO4rdqjKkSlFmBZ-nDyV4rJMuv4rHNr5V-eduIdQw0BxmMf618yndBSExhq-SYQnXAYNu-8ypfD9cUxKH3rdnc20t1r_TLqGV9i_Wf-vyU3w8tuY5g/s1920/FB_IMG_1775812223366.jpgSCYTALYS menandatangani MoU dengan PT Dirgantara Indonesia untuk mengintegrasikan sistem MIMS Airborne miliknya ke dalam pesawat N219 dan CN-235, meningkatkan kemampuan pengawasan maritim dan memperluas peluang di pasar Asia-Pasifik (Scytalys))
SCYTALYS
(bagian dari EFA GROUP) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), menandai langkah strategis penting untuk memperkuat kehadiran kedua perusahaan di sektor Pesawat Patroli Maritim. Kerja sama ini berkaitan dengan integrasi sistem SCYTALYS ke dalam varian pengawasan maritim pesawat N219 dan CN-235 milik PTDI.

Perjanjian tersebut mencakup integrasi Sistem Manajemen dan Integrasi Misi Udara (MIMS Airborne) SCYTALYS ke dalam pesawat N219 dan CN-235 PTDI, meningkatkan kemampuan pengawasan dan patroli maritim kedua platform tersebut dan membuka prospek baru di pasar Asia-Pasifik. Nota Kesepahaman (MoU) ditandatangani oleh Direktur Perdagangan, Teknologi & Pengembangan PTDI, Bapak Moh Arif Faisal, dan Presiden SCYTALYS, Bapak Dimitris Karantzavelos, selama Singapore Airshow 2026.

MIMS Airborne adalah sistem C2 modular canggih yang berbasis pada desain arsitektur terbuka. Sistem ini mengintegrasikan dan mengelola secara real-time berbagai sensor dan subsistem penting termasuk radar, EO/IR, ESM/ELINT, navigasi penerbangan, dan komunikasi taktis/strategis menghasilkan Gambaran Operasional Bersama (Common Operational Picture/COP) yang terintegrasi. Dengan mengintegrasikan MIMS Airborne, N219 dan CN-235 menjadi node C4ISR yang sepenuhnya berpusat pada jaringan, sehingga secara signifikan meningkatkan efektivitas operasionalnya.

Moh Arif Faisal, Direktur Perdagangan, Teknologi & Pengembangan PTDI, menyatakan: “Kerja sama ini akan meningkatkan kemampuan operasional pesawat N219 dan CN-235 dan akan menciptakan peluang baru bagi produk unggulan PTDI melalui solusi misi khusus yang kompetitif yang memenuhi persyaratan operasional pengguna.”

Bapak Dimitris Karantzavelos, Presiden SCYTALYS, menyatakan: “Penandatanganan MoU dengan PTDI menandai langkah penting menuju penguatan lebih lanjut kehadiran internasional SCYTALYS dan memajukan solusi misi inovatif. Integrasi sistem MIMS Airborne ke dalam pesawat N219 dan CN-235 menegaskan keunggulan teknologi kami dan kemampuan kami untuk memberikan solusi misi khusus yang andal, interoperabel, dan sesuai kebutuhan. Kerja sama kami dengan PTDI membuka prospek baru bagi ekspansi SCYTALYS di pasar Asia-Pasifik, dan kami berharap dapat melanjutkan kemitraan yang dinamis dan sangat menjanjikan ini.

 Tentang SCYTALYS

SCYTALYS adalah perusahaan pengembangan dan integrasi perangkat lunak pertahanan terkemuka, yang didirikan pada tahun 1993 di Yunani, yang mengkhususkan diri dalam desain, pengembangan, instalasi, dan pengujian. Perusahaan ini mempekerjakan 110 staf, sebagian besar adalah insinyur yang sangat terampil. Perusahaan ini memiliki kantor di tiga lokasi internasional (Yunani, AS, Singapura) untuk melayani pelanggan di 14 negara di seluruh dunia. SCYTALYS memiliki pengalaman luas dalam program domestik yang mendukung Angkatan Bersenjata Yunani, dan melalui sejarah panjangnya dalam inovasi teknik, keandalan, efisiensi, dan kualitas layanan, perusahaan ini telah menjadi mitra pilihan perusahaan dan organisasi multinasional di sektor Dirgantara, Pertahanan, dan Keamanan, yang menyediakan solusi interoperabilitas canggih. Dengan memanfaatkan teknologi mutakhir yang telah teruji di lapangan, perusahaan ini merancang dan mengembangkan solusi dan produk canggih di bidang Tautan Data Taktis, Sistem Komando & Kontrol Misi dan Taktis, Sistem C4I, Pelatihan, Pengujian dan Simulasi, Pengawasan, dan Pengintaia.

  Scytalys  

Jumat, 10 April 2026

Industri Pertahanan Maritim Dorong Pertumbuhan Ekonomi secara Signifikan

KRI BPD 322 frigate pertama PAL (PAL)

PT PAL Indonesia meyakini industri pertahanan maritim bisa menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Direktur Teknologi PT PAL, Briljan Gazalba, menegaskan pembangunan kekuatan pertahanan laut tidak hanya berdampak pada aspek keamanan, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional.

Dalam konteks tersebut, menurut dia, konsolidasi galangan nasional menjadi langkah straregis untuk memperkuat struktur industri secara menyeluruh.

Integrasi antargalangan, baik BUMN maupun swasta, akan mampu menciptakan efisiensi produksi, standarisasi kualitas, serta peningkatan kapasitas nasional dalam memenuhi kebutuhan alutsista secara mandiri.

Ketika kapal dibangun di dalam negeri, yang bergerak bukan hanya industri galangan, tetapi juga industri baja, permesinan, elektronik, logistik, hingga ribuan tenaga kerja yang terlibat di dalamnya. Inilah multiplier effect yang membuat industri pertahanan memiliki dampak strategis terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Briljan pada Diskusi Panel Kuliah Kerja Dalam negeri (KKDN) Pendidikan Reguler Seskoal Angkatan ke-65 Tahun Ajaran 2026, di Jakarta.

Untuk memastikan dampak tersebut dapat berkelanjutan, kata Briljan, transformasi menjadi elemen kunci dalam memperkuat daya saing industri maritim nasional.

Ia menekankan bahwa transformasi tidak hanya berkaitan dengan penguatan teknologi dan fasilitas produksi, tetapi juga mencakup perubahan pola pikir, kesiapan sumber daya manusia, kemampuan integrasi industri, serta kesiapan menghadapi dinamika geopolitik dan ancaman maritim yang semakin kompleks.

Dengan transformasi yang menyeluruh, konsolidasi industri tidak hanya menghasilkan efisiensi, tetapi juga mendorong terciptanya industri maritim nasional yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing global,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Briljan juga menyoroti pentingnya menjaga kawasan perbatasan, terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) sebagai sebagai wilayah yang memiliki dimensi strategis tinggi dalam konteks pertahanan negara.

Karena itu, keberadaan armada maritim yang kuat, andal, dan diproduksi di dalam negeri menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan wilayah Indonesia,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Diskusi Panel KKDN Pendidikan Reguler Seskoal Angkatan ke-65 Tahun Ajaran 2026 mengusung tema “Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara di Laut”.

Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan strategis dari kementerian, pemerintah daerah, industri pertahanan, hingga TNI-Polri.

  📝  Koran BUMN  

Kamis, 09 April 2026

Prabowo Resmikan Pabrik Bus-Truk Listrik di Magelang

  Milik Bakrie Group Peresmian pabrik (Republika)

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik kendaraan bus dan truk listrik PT Vektor Sakti Industri (PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk) milik Bakrie Group di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026)..

Peresmian itu ditandai dengan penekanan tombol sirene bersama antara Presiden Prabowo Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sekaligus Komisaris Utama PT Vektor Teknologi Mobilitas Tbk Anindya Bakrie, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta beberapa pihak..

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis 9 April tahun 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik Vektor," kata Prabowo saat meresmikan, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis..

Prabowo mengaku menyambut baik inisiatif yang telah diambil selama beberapa tahun yang lalu oleh keluarga dan kelompok usaha Bakrie Group..

Ia menyampaikan, bisnis ini memiliki visi yang sangat jelas untuk turut membangun bangsa Indonesia tengah bertransformasi mengubah penggunaan energi fosil menjadi energi terbarukan secara bertahap.
"Sebagai kelompok usaha, ingin ikut serta dalam industrialisasi. Industrialisasi adalah bagian akhir, ya, daripada suatu kebangkitan teknologi suatu bangsa. Teknologi harus diolah menjadi industri sehingga bermanfaat bagi suatu bangsa," ucap Prabowo.

"Industri tentunya ada berbagai-bagai tingkatan: industri dasar, industri menengah, habis itu industri yang sangat tinggi, dan sebagainya," imbuh dia.

Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus ini memahami, setiap bangsa harus mandiri di berbagai bidang strategis dan paling menentukan, yakni pangan, energi, dan air.

"Jadi inisiatif yang dilaksanakan oleh Vektor ini, Vektor Industri, adalah bersejarah, adalah suatu tonggak yang membanggakan, ya. Ibarat kita dulu diajarkan apa ya itu istilahnya ya, pepatah gitu ya: 'Ibarat pucuk dicinta ulam pun tiba'. Jadi inilah yang kita harapkan dari putra-putri bangsa Indonesia, ya," kata Prabowo.

Prabowo pun gembira dan bangga Indonesia kini memiliki kemampuan untuk memproduksi bus dan truk dari listrik dengan kerja sama pihak swasta.

Menurut dia, kerja sama ini menjadi bagian dari target transformasi kendaraan listrik secara besar-besaran pada tahun 2028.

"Ini sangat-sangat penting. Dan memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik. Jadi sekarang sudah ada bus dari listrik, truk dari listrik, dan kemampuannya juga cukup besar, membanggakan. Saya dapat laporan kemampuan Vektor bisa produksi 10.000 bus dari listrik," kata Prabowo.

Pada kesempatan yang sama, Anindya mengatakan, VKTR memiliki dua gagasan dasarnya sejak awal, yakni dekarbonisasi untuk mempercepat Net Zero Emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat, serta kemandirian ekonomi termasuk dalam ketahanan energi dan menekan impor BBM.

Bagi perusahaan, agenda sesuai dengan arahan Presiden Prabowo terkait sejarah pembangunan di mana krisis seringkali menjadi kesempatan untuk melakukan lompatan besar.

"Oleh karenanya Vektor, yang dalam bahasa fisika artinya skala dan arah, kami yakin skalanya besar—Indonesia dengan sumber daya alam dan manusianya—dan arahnya adalah untuk kemandirian. Jadi ini adalah momentum, Pak Presiden," beber Anindya.

Anindya mengakui, perusahaannya fokus pada perakitan bus dan truk listrik lantaran dua model itu dapat menjadi penonggak untuk tumbuhnya ekosistem industri listrik.

Menurut hitungannya, jumlah subsidi BBM yang bisa dihemat dengan elektrifikasi bus dan truk bisa mencapai Rp 5 miliar dollar per tahun.

Meski, ia mengakui, bisnis ini tidak lebih seksi dari perakitan motor/mobil listrik yang jumlahnya mencapai 140 juta unit.

Anindya menyebutkan, perusahaan siap bekerja sama dengan TransJakarta maupun Blue Bird untuk memasok kebutuhan kendaraan listrik.

"Beliau (TransJakarta) dengan tentunya Pak Gubernur ingin meningkatkan 10.000 elektrifikasi di Jakarta yang bisa diikuti oleh daerah-daerah lain. Dan di sini juga kita lihat beberapa teman seperti Blue Bird yang ingin maju juga bersama kami. Dan ini menandakan bahwa kami siap, Pak," kata Anindya.


  👷  Kompas  

Rabu, 08 April 2026

Korsel Sepakat Serahkan Prototipe KF-21 ke Indonesia

 🤝 ✈
Pesawat tempur KF-21 Boramae (KAI) 

Korea Selatan (Korsel) sepakat menyerahkan salah satu dari enam prototipe pesawat tempur KAI KF-21 kepada Indonesia. Keterangan itu disampaikan anggota parlemen Korsel, Kim Dae-sik, pada Selasa (7/4).

Kim mengatakan, dalam pembicaraan antara kedua negara pada Februari lalu, disepakati penyerahan prototipe KF-21 untuk uji verifikasi, seperti pengisian bahan bakar di udara.

Nilai penyerahan tersebut mencapai 600 miliar won atau sekitar Rp 6,8 triliun. Angka itu juga mencakup estimasi biaya perawatan.

Adapun pengembangan pesawat tempur tersebut direncanakan rampung pada Juni tahun ini, setelah berlangsung lebih dari satu dekade.

Proyek KF-21 dimulai pada 2015, ketika Korsel berupaya mengembangkan jet tempur supersonik buatan dalam negeri.

Dikutip dari Yonhap News Agency, Indonesia kemudian bergabung sebagai mitra untuk berbagi biaya pengembangan, dengan imbalan transfer teknologi, prototipe, dan persyaratan lainnya.

Badan Program Akuisisi Pertahanan Korsel akan memutuskan jadwal penyerahan prototipe serta dokumen teknologi terkait setelah Indonesia sepenuhnya membayar kontribusinya sebesar 600 miliar won dalam proyek jet tempur gabungan tersebut.

Indonesia awalnya menyepakati untuk menanggung sekitar 20 persen dari total biaya proyek sebagai negara mitra. Namun, Indonesia kemudian mengusulkan penurunan kontribusi dengan konsekuensi pengurangan tingkat transfer teknologi.

Pada Juni tahun lalu, kedua negara menandatangani kesepakatan akhir untuk memangkas kontribusi Indonesia menjadi jumlah saat ini.

   Kumparan  

Selasa, 07 April 2026

RI Siap Kembangkan Teknologi 6G

  Fokus Riset Antena Ilustrasi 6G (Ist)

Idonesia mulai menyiapkan pengembangan teknologi 6G. Salah satu upaya tersebut dilakukan lewat riset antena yang dikembangkan oleh peneliti Pusat Riset Telekomunikasi (PRT) badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Berbeda dari generasi sebelumnya, pengembangan 6G kali ini tidak hanya fokus pada peningkatan kecepatan jaringan, tapi juga menuntut inovasi pada desain perangkat, terutama antena yang menjadi komponen utama dalam sistem komunikasi.

Peneliti PRT BRIN Yohanes Galih Adhiyoga menjelaskan salah satu pendekatan yang banyak dikaji saat ini adalah penggunaan antena mikrostrip multilayer. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan gain dan mengontrol pola radiasi sinyal, meski memiliki tantangan dalam integrasi dengan perangkat elektronik modern.

"Riset tersebut turut dikembangkan PRT BRIN. Salah satu fokusnya adalah pengembangan antena mikrostrip, baik single-layer maupun multilayer, untuk menjawab kebutuhan komunikasi generasi mendatang," kata Yohanes, melansir Detik, Kamis (2/4).

Menurut dia dalam sistem komunikasi generasi terbaru, antena tidak lagi berdiri sendiri sebagai komponen tunggal. Desainnya harus mempertimbangkan interaksi dengan berbagai komponen aktif seperti integrated circuit (IC), transistor, filter, hingga jaringan pencatu dalam satu perangkat.

Hal ini menjadikan pengembangan antena sebagai bagian dari rekayasa sistem yang lebih kompleks, bukan sekadar perancangan struktur radiasi.

Yohanes juga menekankan bahwa riset 6G merupakan upaya jangka panjang yang perlu dipersiapkan sejak dini, meskipun implementasi 5G saat ini masih terus berkembang.

"Saat ini, 5G memang masih dalam tahap pengembangan, tetpai riset tidak bisa berhenti di situ. Kita harus menyiapkan teknologi berikutnya," jelas Yohanes.

"Jadi, ketika 6G benar-benar diimplementasikan, kita tidak hanya mengganti nama, tetapi juga menghadirkan peningkatan kecepatan, latensi, dan performa yang sesuai dengan spesifikasi," kata dia menambahkan.

Dalam pengembangan sistem komunikasi generasi terbaru, antena tetap menjadi komponen krusial karena berfungsi sebagai jalur utama keluar masuknya sinyal.

"Kami di kelompok riset antena hanya menangani sebagian kecil dari sistem 6G, yaitu antena sebagai komponen pasifnya. Namun, antena tetap menjadi komponen yang sangat penting karena menjadi pintu utama keluar-masuknya sinyal," tutur dia.

Riset antena 6G yang dikembangkan di BRIN meliputi berbagai jenis antena mikrostrip, baik multi-layer maupun single-layer. Maisng-masing desain memiliki keunggulan yang berbeda, tergantung parameter yang ingin ditingkatkan.

Beberapa antena dirancang untuk menghasilkan gain tinggi dan pola radiasi yang optimal, sementar lainnya difokuskan pada bandwith yang lebih besar. Perbedaan karakteristik ini menunjukkan trade-off dalam desain antena, sehingga pemilihan struktur harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi.

Ia mengungkap tantangan terbesar dalam pengembangan antena saat ini terletak pada integrasi dengan komponen aktif di dalam perangkat.

Kompleksitas tersebut semakin meningkat karena perangkat modern seperti smartphone kini memuat berbagai fungsi komunikasi dalam satu sistem. Oleh karena itu, antena harus mampu bekerja secara optimal tanpa terpengaruh maupun mengganggu komponen lain di dalam perangkat.

Kepala PRT BRIN Nasrullah Armi menilai sektor telekomunikasi akan terus berkembang pesat dan membutuhkan sumber daya manusia yang siap menghadapi teknologi masa depan.

"Kesempatan di bidang ini masih sangat luas. Mahasiswa perlu mulai menentukan minat sejak sekarang, karena riset 6G akan terus berkembang dan membutuhkan banyak talenta," jelas Nasrullah.

  📡  CNN  

Senin, 06 April 2026

Di Usia ke-46, PT PAL Perkuat Daya Saing Industri Maritim Indonesia

KRI BPD 322 frigate pertama PAL (PAL)

Memasuki usia ke-46, PT PAL Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi industri maritim nasional. Momentum ini sekaligus menjadi penanda arah baru perusahaan, dari galangan kapal menjadi pusat inovasi teknologi maritim terintegrasi.

Selama hampir lima dekade, PT PAL telah berkembang dari industri pembangunan kapal militer dan niaga menjadi penyedia solusi maritim yang lebih komprehensif.

Transformasi tersebut kini difokuskan pada penguasaan teknologi, penguatan rantai pasok, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia guna menghasilkan produk berdaya saing global.

Untuk mendukung arah tersebut, perusahaan terus melakukan modernisasi fasilitas produksi, memperkuat kapabilitas engineering, serta meningkatkan kemampuan integrasi sistem. Langkah ini ditempuh agar setiap produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional.

Dalam mendukung kemandirian industri pertahanan, PT PAL telah menghasilkan berbagai produk strategis, mulai dari kapal kombatan, kapal selam, frigate, kapal rumah sakit, hingga platform energi lepas pantai.

Produk-produk tersebut tidak hanya memperkuat postur pertahanan, tetapi juga mendorong tumbuhnya industri pendukung dalam negeri.

Sejalan dengan itu, PT PAL juga memperkuat fokus pada riset dan inovasi teknologi pertahanan modern. Salah satu yang dikembangkan adalah Kapal Selam Otonom (KSOT), kapal selam tanpa awak yang dirancang sebagai sistem pengganda kekuatan untuk operasi bawah laut, dengan kemampuan pengawasan dan pengintaian di wilayah perairan strategis.

Pengembangan inovasi juga dilakukan melalui torpedo Piranha dengan sistem pemandu akustik presisi tinggi, serta teknologi laser weapon berbasis energi terarah yang dinilai lebih efisien dan adaptif terhadap dinamika ancaman modern.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyebut inovasi menjadi kunci dalam mendorong transformasi industri maritim nasional.

Kami percaya industri maritim nasional hanya dapat tumbuh jika didukung oleh penguasaan teknologi, kualitas SDM, dan keberanian untuk terus berinovasi.

Saat ini, PT PAL tidak hanya membangun kapal, tetapi juga membangun ekosistem industri yang mampu memperkuat pertahanan, menggerakkan ekonomi, dan menciptakan nilai tambah bagi bangsa,
” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah transformasi dan inovasi tersebut menjadi fondasi dalam menjalankan amanah sebagai National Consolidator industri galangan kapal nasional.

Sebagai National Consolidator, PT PAL tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga mengintegrasikan kekuatan galangan kapal nasional, mulai dari peningkatan kapabilitas industri, penguatan rantai pasok, hingga penguasaan teknologi, agar industri maritim Indonesia semakin mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya.

  📝  PAL Indonesia  

Minggu, 05 April 2026

Rusia-Belarus Siap Jajaki Kerja Sama Antariksa dengan Indonesia

Bandar Antariksa dibangun di Biak (Times Indonesia)

Rusia dan Belarus menyatakan kesiapan mereka untuk menjalin kerja sama strategis dengan Indonesia dalam bidang antariksa, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga eksplorasi ruang angkasa.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara peletakan karangan bunga di Monumen Yuri Gagarin yang menjadi bagian dari peringatan Hari Kosmonautika.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menegaskan negaranya memiliki pengalaman panjang dalam pembangunan infrastruktur antariksa, termasuk pengembangan landasan peluncuran terbaru di wilayah Timur Jauh Rusia.

"Kami memiliki banyak keterampilan dan pengalaman, dan kami siap bekerja sama," ujarnya, mengutip Antara, Sabtu (4/4).

Tolchenov mengungkapkan bahwa saat ini Rusia tengah menjajaki negosiasi dengan pemerintah Indonesia terkait peluang pembangunan infrastruktur antariksa. Ia berharap proses tersebut berjalan konstruktif sehingga membuka ruang kolaborasi yang konkret.

Hal senada disampaikan Duta Besar Belarus untuk Indonesia, Raman Ramanouski. Ia menyebut eksplorasi ruang angkasa sebagai sektor yang menjanjikan bagi kedua negara.

Menurutnya, Belarus telah memiliki satelit yang menjangkau kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sehingga membuka peluang kerja sama dalam pemanfaatan data dan teknologi antariksa.

Di sisi lain, Indonesia sendiri telah lama mengkaji potensi Pulau Biak sebagai lokasi strategis untuk peluncuran satelit. Letaknya yang dekat garis khatulistiwa dinilai memberikan keuntungan efisiensi energi dan biaya, khususnya untuk peluncuran ke orbit rendah Bumi (LEO).

Melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pemerintah kini berupaya mempercepat pembangunan Bandar Antariksa Nasional di Biak. Proyek ini ditujukan untuk memperkuat kemandirian akses antariksa sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di industri global.

Plt. Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Anugerah Widiyanto, menyebut kajian pembangunan bandar antariksa di Biak sebenarnya telah dilakukan sejak 1990. Namun, studi tersebut perlu diperbarui agar selaras dengan perkembangan teknologi, kebutuhan nasional, serta kondisi lingkungan terkini.

Selain faktor geografis, peluang ekonomi juga menjadi pendorong utama. Pertumbuhan ekonomi antariksa global membuka ruang bagi Indonesia untuk terlibat lebih aktif, baik dalam layanan peluncuran maupun pengembangan teknologi berbasis satelit.

Adapun peringatan Hari Kosmonautika sendiri merupakan momen penting dalam sejarah eksplorasi ruang angkasa. Peringatan ini merujuk pada penerbangan perdana manusia ke luar angkasa oleh Yuri Gagarin pada 12 April 1961-sebuah tonggak yang mengubah arah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi global.

Sejumlah duta besar negara sahabat turut hadir dalam acara tersebut, mencerminkan semakin terbukanya peluang kolaborasi internasional di sektor antariksa yang kini kian kompetitif dan strategis. (tis/tis)

  📡 
CNN  

Sabtu, 04 April 2026

BUMN Wajib Beli Kapal di PT PAL Indonesia

 ⚓️ Iperindo Dorong Skema Kolaborasi KRI BPD 322, Frigate pertama produksi PT PAL (FMI fb)

Pesanan kapal dari badan usaha milik negara (BUMN) yang mulai terpusat ke PT PAL Indonesia dinilai membuka peluang bagi industri galangan kapal nasional.

Namun, pelaku usaha mengingatkan pentingnya distribusi proyek yang lebih merata agar kapasitas industri, termasuk galangan swasta, dapat terserap optimal dan pertumbuhan sektor ini tetap terjaga.

Wacana tersebut mencuat dengan adanya arahan dari Danantara yang mewajibkan seluruh BUMN sektor perkapalan beli kapal di PT PAL Indonesia.

Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Anita Puji Utami mengatakan, industri galangan kapal dalam negeri sejatinya masih memiliki kapasitas untuk mengerjakan proyek pembangunan kapal baru, di samping bisnis reparasi yang selama ini menopang kinerja.

Ia menjelaskan, kontribusi pembangunan kapal baru di sejumlah wilayah seperti Jawa dan Sumatera berkisar 30%–40% dari total bisnis galangan. Sementara di kawasan Batam dan sebagian Kalimantan seperti Samarinda, porsi pembangunan kapal baru bahkan bisa mencapai 80%.

Artinya, secara kapasitas industri masih ada ruang untuk mengerjakan proyek baru. Ini menjadi peluang pertumbuhan di tahun ini,” ujar Anita kepada Kontan, Kamis (2/4/2026). Meski demikian, rencana agar seluruh proyek kapal BUMN dikerjakan oleh PT PAL dinilai harus mempertimbangkan kemampuan produksi perusahaan pelat merah tersebut, baik dari sisi kapasitas fasilitas maupun kualitas pengerjaan.

Menurut Anita, jika volume proyek terlalu besar dan terpusat, maka berpotensi menimbulkan bottleneck produksi. Karena itu, ia mendorong adanya sinergi antara galangan kapal BUMN lain seperti PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), PT Industri Kapal Indonesia (IKI), hingga sektor swasta.

Bisa saja nantinya dikerjakan secara kolaboratif, misalnya melalui pembagian blok produksi ke galangan swasta. Ini justru bisa menciptakan ekosistem industri yang lebih sehat dan kompetitif,” jelasnya.

Selain itu, opsi mekanisme tender terbuka secara business-to-business (B2B) juga dinilai lebih efektif untuk mempercepat proses produksi sekaligus menjaga transparansi dan kualitas proyek.

Dari sisi permintaan, Anita menilai prospek bisnis galangan kapal tetap positif. Hal ini tercermin dari masih tingginya kebutuhan kapal di berbagai sektor, mulai dari ferry, tug and barge untuk industri tambang, hingga kapal penunjang migas seperti anchor handling tug supply (AHTS).

Tanpa keberpihakan pemerintah pun, saat ini sudah banyak sektor swasta yang mempercayakan pembangunan kapal di dalam negeri,” ungkapnya.

Ia menambahkan, potensi pertumbuhan industri ini akan semakin besar jika didukung kebijakan pemerintah, terutama dalam bentuk insentif bagi pelaku usaha yang membangun kapal di dalam negeri.

Menurutnya, industri galangan kapal memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar karena bersifat padat karya dan terhubung dengan berbagai industri pendukung, termasuk komponen kapal.

Kalau ini didorong, bukan hanya galangan yang tumbuh, tetapi juga industri komponen dalam negeri sebagai bagian dari hilirisasi. Ini penting untuk kemandirian sektor maritim nasional,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengungkapkan, perusahaan telah mengantongi pesanan lebih dari 20 kapal dari BUMN. Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah melalui Danantara agar kebutuhan kapal BUMN dipenuhi dari produksi dalam negeri.

  👷 
 Kontan  

Jumat, 03 April 2026

Kemhan Beli Pesawat Tempur KAAN Buatan Turki dengan Skema Pinjaman Luar Negeri

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvY2VQJdvTEFOvacbp_xftc_jl4HEnVfng-RC4gpdHPsUPB7q2DyOCmiojUT0NvPwl1vXdkuPDqWG2tGtYRND7lY5PKkHm6yuHB9mY0_HtBal1hrg8cVasdGkBDuzwgJttEgYLErKjMJdf_ipAVv5wqYUcnHiLTefcMJ7Bt3IRCKQ8OcPV670YODptF7Bw/w1200-h630-p-k-no-nu/316167.jpgPesawat generasi kelima KAAN Turkiye (TAI)

Kementrian Pertahanan (Kemenhan) memastikan pihaknya menjalankan skema pembelian pesawat tempur KAAN dari Turkish Aerospace Industries melalui pinjaman luar negeri.

Hal tersebut dikatakan pihak Kemenhan merespon soal isu Indonesia membeli pesawat tempur generasi ke lima tersebut dari Turki.

"Untuk KAAN, sudah ada kontrak awal dalam jumlah terbatas yang saat ini masih dalam proses aktivasi melalui mekanisme pinjaman luar negeri (PLN) bersama Kementerian Keuangan," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Hal tersebut sekaligus membenarkan bahwa Indonesia secara resmi telah meneken kontrak awal untuk rencana pembelian pesawat tempur KAAN.

Menurut informasi yang beredar, Indonesia akan membeli 48 unit pesawat jet tempur KAAN dan dikabarkan mulai dikirim pada 2032 mendatang.

Saat ditanya hal terkait hal tersebut, Rico belum bisa menjelaskan secara rinci. Dia juga tidak menjelaskan berapa anggaran yang dikeluarkan untuk membeli pesawat tempur itu.

"Pengadaan akan dilakukan bertahap sesuai kesiapan anggaran dan kebutuhan TNI," tutup dia. Beredar informasi bahwa Indonesia menyepakati pembelian 48 pesawat tempur KAAN. Informasi itu diunggah akun instagram khusus informasi bidang pertahanan @isds.indonesia.

Unggahan akun instagram tersebut, dijelaskan bahwa kontrak pembelian pesawat tempur itu diteken pihak Kementerian Pertahanan dan Turkish Aerospace Industries saat gelaran pameran IDEF, Istanbul pertengahan 2025 lalu.

Akun instagram itu menyebut nilai kontrak pembelian pesawat tempur sebesar 15 miliar dolar AS atau Rp 251 triliun.

   antara  

Kamis, 02 April 2026

Prabowo Akan Kirim Tim Teknis ke Korea Selatan untuk Finalisasi Spesifikasi Jet Tempur KF-21

KF-21 Boramae blok I prototipe no 005, Indonesia minati akuisisi pesawat tempur KF-21 Blok 2 (ZBAA_zhang)

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung menyinggung keberlanjutan proyek pesawat tempur KF-21/IFX. Hal tersebut dibahas di tengah pertemuan bilateral antar kedua kepala negara di Istana Kepresiden Korsel atau Blue House, Rabu, 1 April 2026.

Menteri Koordinator Bidang Prekonomian Airlangga Hatarto menyampaikan Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan proyek pesawat tempur KF-21/IFX. Presiden Prabowo disebut akan segera mengirim tim teknis untuk membahas berbagai isu dalam program tersebut.

Dalam pertemuan bilateral, salah satu isu yang diangkat memang terkait dengan IFX. Bapak Presiden menyampaikan akan segera mengirim tim, baik yang bersifat teknis maupun engineering,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, pada Rabu malam, 1 April 2026.

Airlangga juga menyebut adanya skema pembayaran baru untuk proyek tersebut. Mengingat pembahasan sudah dimulai sejak era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhyono.

Ia berharap dengan dikirimya tim dapat segera menyelesaikan proyek pesawat tempur patungan ini. “Memang ada isu-isu teknis terkait spesifikasi dan lainnya, tetapi harapannya ini bisa diselesaikan dengan dikirimnya tim ke sana,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyaksikan pertukaran 10 nota kesepahaman (MoU) Indonesia-Korea Selatan untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara dalam kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul, Rabu, 1 April 2026.

Mengutip Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden di Jakarta, kesepakatan yang diumumkan mencakup berbagai sektor prioritas. Mulai dari ekonomi, energi, digital, hingga kesehatan dan industri masa depan yang dinilai strategis bagi kedua negara.

  ★ Metro Tv  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More