blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Kamis, 17 September 2026

TNI AL Siapkan 310 Personel untuk Jadi Awak Kapal Induk KRI Sriwijaya

   https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNWD-c9Q3xCRxJqs_XTc07pVJGoIsgZlH9ReGaMjw8yDqgX1pmGcamxApxRmt_nEuddd0GQOwrZIbGftc0PYT2OK2Te5ClGjKQBcf7tGCilPZrS5VyertemC-dMF0JMfXzXHQVE6sz0YQtq63C3k5yh2EE0dbUe8-wKHNjJJUXeCcqesAepEwdvi0DKcvn/s1200/IMG_0755.jpegITS Garibaldi ketika dikawal 2 Brawijaya class di perairan Indonesia (Dispenal)

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menyiapkan 310 personel untuk menjadi calon awak kapal induk KRI Sriwijaya.

Dikutip dari siaran pers Komando Armada (Koarmada) RI di Jakarta, Kamis, dijelaskan upaya penyiapan itu dilakukan dengan cara memberikan berbagai pelatihan kepada para calon awak kapal.

"Materi diberikan sebagai bekal pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme yang harus dimiliki setiap prajurit, sebelum mengemban tugas sebagai pengawak KRI Sriwijaya," ujar Kepala Dinas Penerangan Koarmada RI Kolonel Laut (P) Wishnu Ardiansyah.

Para pengajar yang dihadirkan dipastikan memiliki latar belakang yang relevan dengan kebutuhan pengetahuan para calon awak kapal.

Salah satu yang telah memberikan pengarahan kepada para calon awak kapal, yakni Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata di Gedung Canopus, Kolat Armada RI, Jakarta Utara, Rabu (16/9).

Kendati demikian, Wishnu tidak menjelaskan secara rinci materi apa saja yang diberikan kepada para personel.

Dia juga tidak menjelaskan secara rinci sejak kapan proses pendidikan tersebut berlangsung. "Dapat dipastikan pembentukan calon pengawak dilaksanakan melalui pelatihan yang terarah, disiplin dan berorientasi pada kesiapan operasional," kata dia.

Dengan adanya pelatihan tersebut, TNI AL berharap para calon awak kapal KRI Sriwijaya mendapatkan ilmu yang cukup agar mampu mengawaki kapal induk dengan lebih maksimal. .

    antara   

Rabu, 16 September 2026

First Vehicle Pre delivery Acceptance Test Successfully Completed In the Kaplan APC

 Program developed by FNSS and PT PINDADAPC Kaplan (FNSS)

F
ollowing the contract signed between PT Pindad and the Indonesian Ministry of Defense to meet the Indonesian army's requirement for a 30-ton class tracked armoured personnel carrier, the first KAPLAN APC (HARIMAU APC) was manufactured at FNSS facilities under the "KAPLAN Armoured Personnel Carrier (KAPLAN APC) Development and Production Agreement" signed between PT Pindad and FNSS. The vehicle's pre-delivery acceptance tests were successfully carried out in Türkiye with the participation of PT Pindad.

Following the shipment of the HARIMAU APC to Indonesia, final acceptance tests will be carried out together with the end user. Production activities for the second vehicle, to be manufactured at PT Pindad's facilities in Indonesia, are also continuing at the same time.

The KAPLAN APC (HARIMAU APC) Project, a continuation of the success achieved in the KAPLAN MT (HARIMAU) Project, has once again demonstrated FNSS's experience and success in technology transfer and local production.

KAPLAN APC The structural design will enable vehicle to accommodate a crew of 13 personnel, including driver, commander, and a gunner. The vehicle will be developed to operate under all terrain and weather conditions. Its advanced suspension system will reduce internal vibration and improve traction. The vehicle will feature an open architecture electronics infrastructure, facilitating easy integration of various mission-critical systems, including a Battlefield Management System and 360° Situational Awareness System that provides both day and night vision for the crew.

The KAPLAN APC will be equipped with modular protection systems to effectively counter evolving battlefield challenges, providing a unique protection against ballistic and mine threats. In addition to its high personnel carrying capacity, the KAPLAN APC will be designed as the fastest vehicle in its class. Additionally, based on user requirements, the KAPLAN APC can be optionally fitted with an active protection system to defend against anti-tank missiles and rocket-propelled grenades.

The vehicle will be equipped with an automatic fire suppression system, an A/C system, and CBRN system, achieved through maintaining a sealed internal environment. These features will be designed to ensure the crew's survival and maintain their combat effectiveness in most challenging conditions.

The KAPLAN APC will be designed as a modular vehicle capable of integrating both manned and unmanned turret systems. It can be equipped with light and medium calibers such as 30 mm or 35 mm as well as 120 mm mortars and anti-tank guided missile systems.

This modular design will enable the KAPLAN APC to be configured for a wide array of missions, including mechanized infantry, reconnaissance, command and control, force protection, medical evacuation, rescue operations, combat engineering, and both direct and indirect fire support.

All these configurations are built on an armored combat vehicle platform that is equipped with a powerful engine and an automatic transmission, ensuring mobility capabilities compatible with modern main battle tanks.

The extensive use of identical parts and subsystems in the KAPLAN APC, with KAPLAN MT and other configurations within the KAPLAN tracked vehicle family, will offer significant advantages. Additionally, the vehicle will share common subsystems with the Armored Amphibious Assault Vehicle (ZAHA), which FNSS has deployed to the Turkish Naval Forces Marine Infantry Brigade. These features will ensure the KAPLAN APC's reliability, logistical integration, and ease of service, leveraging proven components from a battle-proven vehicle family used by the Turkish and Indonesian armies. This advantage will also reduce logistical burdens for global users, improve mean time between failures (MTBF), and enhance combat readiness.

 
FNSS  

Selasa, 15 September 2026

Jerman Buka Peluang Pengadaan Airbus A400M Tambahan ke Indonesia

  Memperkuat kerjasama militer A 400M A-4002 TNI AU (Fans Fighter)

Jerman membuka peluang untuk meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Indonesia, termasuk kemungkinan adanya pengiriman tambahan pesawat Airbus setelah Indonesia menerima dua pesawat angkut militer A400M.

Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Ralf Beste saat berbicara kepada media di sela-sela penyelenggaraan ASEAN Think Tanks Summit ke-3 di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Senin.

Itu tentu menjadi harapan kami, tetapi hal tersebut bergantung pada negosiasi bilateral. Namun, sudah ada tawaran dan kami bersedia meningkatkan kerja sama di bidang militer,” kata Dubes Beste

Iya, dengan Airbus,” jawabnya saat di konfirmasi apakah kerja sama bidang militer yang dimaksud melalui pengadaan Airbus A400M.

Ketika ditanya kapan pengadaan kontrak pengadaan pertahanan baru dapat dilakukan, Dubes Beste menekankan bahwa keputusan itu sepenuhnya berada di tangan pemerintah Indonesia.

Dubes Beste menyampaikan bahwa negara-negara di Eropa, termasuk Jerman, sedang berupaya untuk memperkuat kerja sama sektor keamanan dengan negara-negara anggota ASEAN, termasuk salah satunya dengan Indonesia.

Kerja sama tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengadaan dua Airbus A400M yang akan memperkuat kekuatan matra udara TNI Angkatan Udara Republik Indonesia.

Kami semakin meningkatkan kerja sama di sektor keamanan dalam beberapa bulan terakhir di Eropa. Konsorsium Eropa Airbus telah mengirimkan dua pesawat angkut besar A400M ke Indonesia, dan kami siap meningkatkan kerja sama lebih lanjut,” ucap diplomat itu.

Adapun Indonesia telah menerima dua pesawat angkut militer A400M Atlas yang kontrak pembeliannya dilakukan pada 2021. Pesawat pertama dengan panjang 45,1 meter dan bentang sayap 42,5 meter tersebut tiba pada akhir November 2025, dan pesawat kedua tiba pada Maret 2026.

A400M dirancang untuk mengangkut muatan berat hingga 37 ton, setara dengan dua truk lapis baja atau satu helikopter berukuran sedang.

Pesawat tersebut memiliki kemampuan mencapai kecepatan maksimum 780 km/jam dan jangkauan terbang hingga kurang lebih 8.710 kilometer.

Untuk melengkapi kapabilitas tersebut, A400M juga dibekali fitur penting lainnya yang meningkatkan fleksibilitas operasional dalam berbagai misi. A400M berfungsi sebagai pesawat multiperan untuk pengisian bahan bakar di udara.

 ✈️ 
RRI  

Senin, 14 September 2026

Malware "Mantax Otax" Asal Indonesia Bisa Intip Chat WhatsApp

  📔 💀 Ilustrasi malware.(Getty Images via cyberscoop.com)

Malware Android baru ditemukan bisa mengintip pesan WhatsApp korban secara diam-diam. Namanya Mantax Otax.

Malware ini diduga kuat buatan orang Indonesia, dan spesifik menyasar pengguna di Indonesia. Selain mengancam WhatsApp, Mantax Otax juga bisa mengunci file lewat enkripsi dan meneror korban secara psikologis.

Tim peneliti keamanan siber zLabs dari Zimperium membongkar malware ini. Hasil temuannya dipublikasikan lewat laporan Mantax Otax: Indonesian Mobile Ransomware with Spyware Integration.

Zimperium menemukan dua varian Mantax Otax, yakni V1 dan V2. Keduanya beredar dengan cara yang sama. File APK-nya disebar di luar Google Play Store, lewat layanan berbagi file pihak ketiga.

Korban dijebak lewat phishing dan rekayasa sosial (social engineering) supaya mau memasang APK tersebut. Begitu terpasang, aplikasi ini meminta akses sebagai admin perangkat. Malware juga meminta izin Accessibility Service, salah satu fitur aksesibilitas bawaan Android. Dua akses ini dipakai buat mengambil alih hampir semua fungsi ponsel korban.

Petunjuk soal asal malware ini datang dari isi programnya sendiri. "Indikator bahasa dan file-file dari korban menunjukkan bahwa pelaku secara spesifik menyasar target di Indonesia," tulis Zimperium dalam laporannya.

Klaim asal-usul ini belum bisa dipastikan sepenuhnya. Zimperium sendiri hanya mendasarkan dugaan itu pada indikator bahasa dan pola file korban, bukan pelacakan langsung ke identitas pelaku.

Server pengendali (command and control/C2) milik Mantax Otax memakai domain berakhiran ".otax.fun". Alamatnya diambil dari repositori GitHub. Dengan cara ini, pelaku bisa mengganti tujuan server kapan saja. Mereka tidak perlu memperbarui aplikasi malware yang sudah terpasang di ponsel korban.

 Intip WhatsApp dan curi OTP

Mantax Otax memanfaatkan izin Accessibility Service untuk membaca pesan WhatsApp dan Telegram korban secara langsung. Data login akun Telegram korban turut bisa ikut dicuri.

Kemampuan ini bahkan bisa mencuri kode OTP, kunci pengaman tambahan (multi-factor authentication) yang biasa dipakai buat transaksi perbankan maupun akun layanan online lain.

Data lain yang ikut disasar antara lain PIN layar kunci, pesan SMS, log panggilan, kontak, riwayat penjelajahan di browser, informasi akun Google, dan lokasi pengguna.

Mantax Otax juga bisa mengakses aplikasi kamera dan memotret diam-diam. Kamera depan dan belakang ponsel korban sama-sama disasar. Tidak perlu ada bantuan apa pun dari pengguna.

Layar ponsel korban bisa direkam dalam format video MP4, memakai teknologi bernama MediaProjection. Hasil tangkapan layarnya lalu dikompres dan diunggah ke layanan penyimpanan gambar Catbox.

 Kunci file dan minta tebusan

Fungsi ransomware Mantax Otax menyasar storage ponsel. Sasarannya foto, video, dokumen, arsip, database, sampai kunci kriptografi milik korban.

File-file itu dienkripsi pakai algoritma AES. Tiap file lalu diberi akhiran ".enc". Kunci enkripsinya unik untuk tiap korban, diambil dari server C2 berdasarkan Android ID perangkat yang terinfeksi.

Setelah proses ini selesai, Mantax Otax menimpa galeri foto korban dengan gambar permintaan tebusan, lalu menyediakan chat sendiri untuk negosiasi pembayaran.

Chat ini berjalan lewat layanan Firebase milik Google.

Kabar baiknya, kemampuan mengunci file ini ada batasnya. Fungsi ransomware cuma efektif di ponsel Android 9 ke bawah. Ponsel Android 10 ke atas sudah memakai sistem penyimpanan bernama Scoped Storage, yang membatasi akses aplikasi ke file di luar folder miliknya sendiri.

 Teror lewat jumpscare

Di luar pencurian data, Mantax Otax dirancang buat menekan korban secara psikologis. Caranya lewat window dialog yang muncul berulang kali, video yang tiba-tiba memenuhi layar, sampai gambar jumpscare (mengagetkan) yang muncul sekilas setiap 600 milidetik sekali.

Layar ponsel korban bisa dikunci pakai overlay. Setelah itu, pesan ancaman diputar lewat teknologi text-to-speech. Pesan ini dikendalikan pelaku dari jarak jauh.

Dua gangguan ini dipakai bareng ancaman pembocoran data, untuk menekan korban supaya bayar tebusan. Pola serangan seperti ini dikenal sebagai pemerasan ganda (double extortion).

Pada varian V2, Zimperium mencatat Mantax Otax beralih pakai protokol WebSocket. Malware versi ini tidak lagi memakai HTTPS yang lebih umum dipakai. Perubahan ini membuat lalu lintas datanya lebih sulit dideteksi sistem keamanan biasa.

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari BleepingComputer, gabungan tiga kebisaan dalam satu aplikasi ini terbilang jarang ditemukan di malware Android pada umumnya. Kombinasi ransomware, spyware, dan alat teror sekaligus inilah yang bikin Mantax Otax dianggap berbahaya.

Agar tidak terdampak, Zimperium menyarankan pengguna Android cuma menginstal aplikasi dari Google Play Store. Aplikasi dari sumber tak dikenal sebaiknya dihindari.

 💀  Kompas  

Minggu, 13 September 2026

Nevesbu Meluncurkan Konsep Restorasi SIGMA 9113 Corvette

 Untuk Indonesia https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjLlwwMMRu8P57cwHjubVoNGadNLU2Nja41XXV2TWODUJIZnjlJeboGjBEMrfYNabRBfEsqE0bTyBkKElfTMwEasMVxMXiVSePA4T50hU_PFr2yQ4qECRKZJz5kGENk9mBb9Rg6XQoeCh5-3SCCyD5HxK70o-nyz9LaHB5EEjhEZesOCpgRxLyM0eog_LX/s2048/IMG_0740.webpDesain Konsep Perbaikan Kapal Kelas Diponegoro. (Nevesbu)

Perusahaan rekayasa kelautan asal Belanda, Nevesbu, telah memaparkan rancangan konsep untuk peremajaan korvet kelas SIGMA 9113/Diponegoro milik TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang dibangun oleh Damen.

Menurut Nevesbu, perusahaan tersebut mengembangkan konsep Integrasi Sistem Platform (PSI) untuk paket ekstensif Sensor, Senjata, dan Komando (SEWACO) dalam program ini hanya dalam waktu tiga bulan.

Pihak perusahaan menyatakan bahwa para pemangku kepentingan di Indonesia yakni Kementerian Pertahanan, TNI AL, dan perusahaan milik negara PT Len Industri menyambut baik konsep tersebut serta memberikan masukan konstruktif guna mendukung tahap pengembangan selanjutnya, yang akan berfokus pada solusi rancangan berskala penuh.

Pengumuman ini menyusul kontrak modernisasi yang ditandatangani oleh Thales dan PT Len Industri pada November 2022, yang mencakup keempat korvet kelas Diponegoro. Program berdurasi lima tahun ini meliputi pemasangan Sistem Manajemen Tempur (CMS) TACTICOS baru serta peningkatan sistem sensor.

Gambar konsep yang dirilis oleh Nevesbu, yang menampilkan kapal utama kelas tersebut yaitu KRI Diponegoro-365, memberikan gambaran lebih lanjut mengenai wujud peningkatan sensor tersebut.

Gambar visualisasi (rendering) tersebut tampaknya memperlihatkan radar pelacakan dan kendali tembakan jarak menengah Thales STIR 1.2 EO Mk2 yang menggantikan perangkat Thales Lightweight Radar/Optronic Director (LIROD) yang saat ini digunakan kapal tersebut. Selain itu, gambar tersebut juga tampak menampilkan perangkat yang diduga sebagai radar pengawas 4D pita-I Thales NS50, menggantikan radar Thales MW08 yang saat ini terpasang pada kapal-kapal tersebut.

Namun, gambar konsep tersebut tidak menunjukkan adanya perubahan besar pada konfigurasi persenjataan yang ada saat ini pada korvet kelas Diponegoro.

Proyek peremajaan ini akan menambah daftar program modernisasi TNI Angkatan Laut dalam portofolio Nevesbu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh Naval News, Nevesbu juga terlibat dalam program modernisasi korvet/fregat ringan kelas Bung Tomo milik TNI Angkatan Laut yang sedang berjalan. Program tersebut dipimpin oleh PT Len Industri, dengan Thales Netherlands bertindak sebagai integrator sistem tempur. Dalam program itu, Nevesbu berperan sebagai integrator sistem platform, yang mencakup pekerjaan survei, desain, dan rekayasa, serta dukungan di lokasi selama masa pengerjaan.

Jika proyek peremajaan ini terlaksana, pengerjaannya kemungkinan besar akan dilakukan di Surabaya, Jawa Timur, yang merupakan pangkalan induk bagi keempat korvet kelas Diponegoro sekaligus lokasi pelaksanaan modernisasi kelas Bung Tomo yang sedang berlangsung.


   Naval News  

Sabtu, 12 September 2026

Proyek Mobnas Masuk Tahap Land Clearing di Subang

  Produksi tahun 2028  
ilustrasi mobnas dengan tulisan PT Pindad (ist)

Pemerintah sedang menyiapkan program Mobil Nasional atau Mobnas sebagai bagian dari pengembangan industri kendaraan nasional. Program tersebut mulai masuk tahap persiapan pembangunan fasilitas produksi di kawasan Subang, Jawa Barat.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika ILMATE Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Setia Diarta mengatakan program Mobnas diberikan mandat kepada PT Pindad. Kementerian Perindustrian tetap terlibat dalam penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan program tersebut.

"Penugasan program Mobnas juga itu diberi mandat pada PT Pindad dan sama seperti Molinas, Mobnas juga tetap melibatkan Kemenperin dalam hal untuk menyiapkan kebijakan terkait dengan Molinas dan Mobnas," kata Setia dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, Rabu (9/9/26).

Lokasi pengembangan Mobnas telah diarahkan ke kawasan industri di Subang. Tahap awal saat ini berkaitan dengan penyiapan lahan sebelum fasilitas produksi masuk ke tahap pembangunan dan operasional.

"Adapun roadmap nanti untuk besarnya Mobnas ini, saat ini mereka masih land clearing dan itu akan mengokupasi di Subang, dan operasional mereka akan mulai mass production itu di 2028 akhir," ujarnya.

Pemerintah juga menyiapkan rantai pasok domestik untuk menopang keberadaan Mobnas. Konsep tersebut dirancang agar produksi kendaraan tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan industri komponen di dalam negeri.

Rantai pasok menjadi bagian penting karena keberhasilan Mobnas tidak hanya ditentukan oleh keberadaan fasilitas perakitan. Ketersediaan komponen dan industri pendukung di dalam negeri juga diperlukan untuk membangun kapasitas manufaktur yang berkelanjutan.

"Ekosistem roadmap ekosistem rantai pasok untuk Mobnas juga sudah didesain, ada beberapa ekosistem yang nanti akan terlibat, dan tentu saja ini adalah ekosistem di dalam negeri," kata Setia.

Pengembangan Mobnas ditempatkan pemerintah berdampingan dengan program kendaraan listrik nasional lainnya. Kemenperin menyiapkan sisi kebijakan dan pengembangan industri agar program tersebut dapat terhubung dengan ekosistem manufaktur yang mulai terbentuk.

"Mobnas juga tetap melibatkan Kemenperin dalam hal untuk menyiapkan kebijakan terkait dengan Molinas dan Mobnas," ujarnya.

  🚗 CNBC  

Jumat, 11 September 2026

Pemerintah Tunjuk Len Industri Pelaksana Motor Listrik Nasional

Molinas Motor Listrik Nasional (antara)

Pemerintah telah menunjuk PT Len Industri sebagai pelaksana pengembangan Motor Listrik Nasional (Molinas). Penunjukan ini diresmikan dalam surat penugasan nomor B-15/M/SDK/KI.00/08/2026 dari Menteri Sekretaris Negara kepada direktur utama perusahaan.

"Dalam rangka mewujudkan kemandirian industri otomotif nasional serta memperkuat hilirasi industri, Bapak Presiden pada Rapat Terbatas tanggal 14 Juli 2026 memberikan arahan bahwa PT Len Industri (Persero) ditugaskan menjadi pelaksana Program Pengembangan Motor Listrik Nasional," bunyi sebagian isi surat itu.

Pada surat yang tertulis tanggal 12 Agustus 2026 ini juga menetapkan mandat Len Industri, yaitu melaksanakan program secara terkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait.

Lalu dokumen yang ditandatangani oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi ini memerintahkan perusahaan melaporkan secara berkala pelaksanaan mandat kepada presiden melalui Kementerian Sekretariat Negara.

 Lead integrator

Berdasarkan penjelasan Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, saat berbicara dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (10/9), Len berperan sebagai 'lead integrator'.

"PT Len ini akan menjadi nantinya lead integrator dari program Motor Listrik Nasional," kata dia.

Berdasarkan materi pemaparan Setia, ekosistem Molinas sepenuhnya melibatkan Danantara. Dalam hal ini Len berperan di bidang desain dan R&D, manufaktur dan perakitan serta penyediaan stasiun cas.

Pada bidang produksi baterai didukung Indonesia Battery Corporation (IBC), distribusi (bengkel dan aftersales) melibatkan Koperasi Merah Putih dan BUMN, serta pendanaan dan pembiayaan melibatkan PT Sarana Multi Infrastruktur.

"Ini adalah ekosistem Molinas dan hampir semuanya nanti akan melibatkan Danantara dalam prosesnya, baik R&D Len akan menjadi lead integrator, battery nanti akan melibatkan CATIB dan CATL yang saat ini sudah selesai dibangun di Karawang," papar Setia.

Len sendiri saat ini sedang mengembangkan motor trail listrik, Electrical Bike Sprint, yang diklaim dirancang, diuji dan dirakit di Indonesia.

Sprint membawa motor elektrik 3.000 Watt, disebut bisa dikendarai hingga 60 kilometer dengan jarak kecepatan hingga 80 km per jam. (fea)

  ♔
CNN   

Kamis, 10 September 2026

TNI AL Pertimbangkan Penggunaan Drone Bawah Air untuk Tingkatkan Pertahanan Maritim

  KSOT hasil rancangan & produk PT  PAL KSOT-001 dalam ujicoba di Laut (Sekpres)

Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia Laksamana Muhammad Ali menguraikan rencana untuk berkolaborasi dengan industri pertahanan dalam negeri untuk mengembangkan drone bawah laut, yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan pengawasan maritim negara.

"Teknologi bawah laut berkembang pesat. Angkatan Laut Indonesia terus mempelajari cara untuk memanfaatkan drone bawah laut untuk mendukung operasi pengawasan dan pengintaian di wilayah maritim kita," kata Ali di sini pada Rabu (9 September).

Menurut Kepala Angkatan Laut, drone bawah laut sangat efektif untuk tujuan pemantauan karena dapat dengan mudah menavigasi selat sempit di perairan strategis Indonesia, termasuk Jalur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik.

Ali mencatat bahwa jangkauan jelajahnya yang lebih luas akan memungkinkan drone untuk mendeteksi pergerakan kapal asing dan mengantisipasi masuknya kapal secara ilegal ke perairan Indonesia.

Teknologi ini juga dapat digunakan untuk memetakan kontur dasar laut kepulauan. Dengan memperoleh data kelautan yang akurat, Angkatan Laut bertujuan untuk membuat peta bawah laut terperinci yang menunjukkan arus laut, pola pasang surut, dan kondisi dasar laut, termasuk terumbu karang dan bangkai kapal.

Operasi-operasi ini, tambah Ali, dapat dilakukan tanpa biaya tinggi yang terkait dengan pengerahan kapal permukaan berawak sekaligus memastikan keselamatan personel.

Sementara itu, Alman Helvas Ali, seorang analis pertahanan dari Marapi Consulting, menekankan dalam siaran pers baru-baru ini bahwa pemerintah harus memahami secara menyeluruh karakteristik kompleks perairan Indonesia sebelum memperluas infrastruktur pertahanan maritimnya.

"Di wilayah barat, laut kita cenderung dangkal, sedangkan wilayah timur terdiri dari perairan dalam. Setiap wilayah memiliki kepadatan air, salinitas, dan suhu yang berbeda," jelasnya.

Ia mencatat bahwa data oseanografi ini harus terus diperbarui agar Angkatan Laut dapat memaksimalkan efektivitas sistem senjata utamanya, seperti kapal selam dan kapal permukaan. Namun, analis tersebut mengakui bahwa Angkatan Laut dan industri dalam negeri belum memiliki teknologi khusus yang dibutuhkan untuk mendukung operasi pemetaan bawah air tingkat lanjut secara optimal.

Ia menyarankan agar Angkatan Laut mempertimbangkan untuk berkolaborasi dengan pemain industri pertahanan global. Selain menyediakan opsi pengadaan yang lebih cepat, kemitraan internasional semacam itu juga dapat membantu meningkatkan kemampuan teknologi sektor pertahanan dalam negeri Indonesia.

   👷  antara  

Rabu, 09 September 2026

PT PAL Indonesia Perkuat Sinergi TNI dan Industri Pertahanan Nasional

Mendukung MRO ITS Garibaldi/KRI Gajah Mada, perkembangan transfer of technology (ToT) kapal selam, serta penguatan industri pendukung.;Tim Tugas Pemantauan Objek Vital Pertahanan Nasional meninjau fasilitas pembangunan kapal PT PAL Indonesia didampingi oleh GM Kapal Permukaan. (Corcomm PAL)

PT PAL Indonesia menerima kunjungan Tim Tugas Pemantauan Objek Vital Pertahanan Nasional untuk meninjau kesiapan perusahaan dalam mendukung kebutuhan operasional TNI. Kunjungan tersebut juga membahas tantangan dan kebutuhan penguatan industri pertahanan nasional.

Peninjauan meliputi fasilitas dan galangan, kemampuan maintenance, repair and overhaul (MRO), sumber daya manusia, penguasaan teknologi, hingga kesiapan industri pendukung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan pertahanan dan sinergi antara TNI dan industri pertahanan dalam negeri.

SEVP Transformasi Manajemen PT PAL Indonesia, Taat Siswo Sunarto, mengatakan perusahaan terbuka terhadap pemantauan dan masukan untuk meningkatkan kapabilitas.“Harapannya, kegiatan ini semakin memperkuat kolaborasi TNI dan PT PAL Indonesia dalam mendukung kemandirian dan kesiapsiagaan pertahanan nasional,” ujar Taat.

Sejumlah isu strategis turut dibahas, antara lain kesiapan galangan nasional mendukung MRO ITS Garibaldi/KRI Gajah Mada, perkembangan transfer of technology (ToT) kapal selam, serta penguatan industri pendukung.

Penguatan industri pertahanan, kata Taat, membutuhkan ekosistem yang saling terhubung. Industri komponen, pemasok, sumber daya manusia, teknologi, dan lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam membangun rantai pasok pertahanan yang kuat.

Sebagai national consolidator, PT PAL Indonesia terus mendorong kolaborasi erat dengan para pelaku industri dalam negeri. Sinergi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat rantai pasok, serta mendorong penggunaan material dan komponen lokal yang berkualitas sesuai standar marine class dan global.

Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan pertahanan nasional dapat ditopang oleh kekuatan industri dalam negeri secara mandiri.

Ketua Tim Tugas Pemantauan, Laksma Octave Ferdinal, menegaskan bahwa kegiatan pemantauan lapangan dilakukan untuk melihat langsung capaian, tantangan, sekaligus kebutuhan PT PAL Indonesia.

“Pemantauan ini bukan hanya untuk menilai capaian PT PAL, tetapi juga untuk mendengar langsung persoalan di lapangan. Temuan-temuan ini akan menjadi perhatian pimpinan untuk segera ditindaklanjuti. Karena kami percaya, kesiapan TNI berawal dari industri pertahanan yang kuat,” jelasnya.

Ke depan, melalui sinergi dengan TNI dan seluruh pemangku kepentingan, PT PAL Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kapabilitas galangan, penguasaan teknologi, pengembangan SDM, serta memberdayakan industri pendukung. Semua itu demi memastikan kesiapsiagaan pertahanan nasional yang tangguh dan mandiri. .
 

  PAL  

Selasa, 08 September 2026

Prabowo Ingin TNI AL Perbanyak Pengadaan Kapał LCM dan LCVP

 Untuk antisipasi berbagai macam bencana Ilustrasi KRI TNI AL [TNI AL]

Presiden RI Prabowo Subianto berencana menambah lebih banyak kapal-kapal berjenis kapal pendarat mekanis (landing craft mechanized/LCM) dan kapal pendarat kendaraan dan personel (landing craft, vehicle, personnel/LCVP). Hal itu mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak gugusan pulau-pulau yang kecil.

Prabowo menjelaskan keberadaan kapal-kapal itu berguna untuk mengirimkan bantuan dan personel ke pulau-pulau kecil manakala daerah tersebut terdampak bencana. Hal itu belajar dari pengalaman pengiriman bantuan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa belum lama ini.

"Catatan bagi kita, bagi Angkatan Laut ya, saya kira dari sekarang kita perlu pesan lebih banyak LCVP ya, dan LCM, saya kira kita butuh lebih banyak karena pulau-pulau kita banyak dan kecil-kecil, supaya (terbuka) aksesnya," kata Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026), membahas penanggulangan bencana gempa NTT.

Pembahasan mengenai rencana pembelian LCM dan LCVP itu diawali dengan permintaan tambahan kapal untuk kepentingan mitigasi bencana di NTT, yang disampaikan oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Permintaan kapal itu kemudian dijelaskan lebih rinci oleh Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VII Laksda Joni Sudianto.

"Saat ini, kami di Kodaeral VII ada dua kapal patroli, Pak. Namun, posisinya dua kapal tersebut ada di Surabaya. Kami mohon dapatnya ada paling tidak dua kapal patroli jenis FPB yang stand by di Kupang sehingga apabila terjadi sesuatu dan butuh bantuan kita bisa gerakkan dua kapal tersebut," kata Joni dalam laporan kepada Prabowo.

Mendapat saran itu, Prabowo yang duduk didampingi Kabaloghan Kemenhan Marsdya Yusuf Jauhari langsung memerintahkan jajarannya untuk mencatat permohonan dari Dankodaeral VII tersebut. "Baik, ya tolong dicatat," ujar Prabowo yang juga didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Letkol Inf Teddy Indra Wijaya.

Prabowo mengatakan, pengerahan itu nanti di bawah perintah langsung Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. "Ya nanti kita koordinasi dengan Panglima TNI ya. Di sini ada Kepala (Badan) Logistik (Pertahanan) nanti bisa dikirim ya? Jadi dua kapal patroli jenis FPB 57 ya. Itu cukup? Dua kapal itu cukup?" ucap Prabowo kepada Joni.

Menurut Joni, dua kapal patroli FPB 57 cukup untuk kebutuhan mitigasi dampak bencana. "Di NTT dan NTB sendiri kondisinya pulau-pulau kecil sehingga apabila kapalnya terlalu besar kesulitan untuk fasilitas labuhnya sehingga menurut kami dengan analisis operasional dua kapal FPB sudah cukup Bapak Presiden," ujar Joni VII menjawab pertanyaan Prabowo.

Dalam rapat yang sama, Prabowo juga menanyakan keberadaan LCM kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali. "Di LPD itu dua LCM, biasanya stand by di dalam LPD. Sekarang, ada KRI Semarang, kalau tidak salah dia ada di sana (perairan NTT)," kata Ali menjawab pertanyaan RI 1.

Ali menyebutkan, total ada dua kapal yang bersiaga di perairan NTT untuk penanganan pascabencana disekitar wilayah Manggarai. Keduanya adalah KRI Semarang-594 dan satu LST berjenis Frosch.
 

  Republika  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More