blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Sabtu, 24 Oktober 2026

PAL Raih Dua Penghargaan ASEAN

   Atas Inovasi Kapal Selam Otonom Tanpa Awak & Torpedo Piranha Torpedo ‘Piranha’ Buatan Indonesia Senjata Siluman KSOT (PAL)

PT PAL Indonesia (Persero) meraih dua penghargaan ASEAN Outstanding Engineering Achievement Project dalam rangkaian 44th Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 44) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026).

Penghargaan dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII) tersebut diberikan atas kesuksesan dalam menghasilkan inovasi Kapal Selam Otonom Tanpa Awak (KSOT) dan Torpedo Piranha hasil kapabilitas rekayasa dan pengembangan teknologi pertahanan oleh PT PAL Indonesia (Persero).

Penghargaan diterima oleh Chief Finance and Human Resources Officer (CFHO) PT PAL Indonesia (Persero), Pramusti Indrascaryo. Pengakuan di tingkat ASEAN ini menjadi apresiasi atas kontribusi insinyur PT PAL dalam mengembangkan inovasi teknologi pertahanan, sekaligus memperkuat posisi industri nasional dalam membangun kemampuan rekayasa secara mandiri.

Kedua produk tersebut dirancang sepenuhnya oleh insinyur Indonesia dan dikembangkan melalui kemampuan rekayasa serta manufaktur PT PAL di dalam negeri. Untuk KSOT sendiri, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 50 persen, hal ini sebagai bentuk komitmen PT PAL Indonesia (Persero) untuk keterlibatan industri komponen dalam negeri.

Pramusti menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas kompetensi dan dedikasi para insinyur PT PAL dalam menghasilkan inovasi strategis bagi pertahanan nasional mulai dari penguasaan desain hingga proses produksi.

"Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kemampuan dan dedikasi insinyur PT PAL dalam mengembangkan teknologi pertahanan melalui rekayasa yang dilakukan secara mandiri. Capaian atas KSOT dan Torpedo Piranha sekaligus memotivasi kami untuk terus memperkuat penguasaan teknologi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, dan menghasilkan inovasi yang mendukung kemandirian industri pertahanan Indonesia," ujar Pramusti.

Selain itu, untuk memastikan keberlanjutan kapabilitas yang ada, PT PAL juga memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan industri.

Kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Hasanuddin, antara lain, mencakup program magang mahasiswa, pendidikan lanjut bagi karyawan, serta riset dan inovasi teknologi.

Sinergi ini mempertemukan kebutuhan industri dengan kapasitas akademik dan riset, sekaligus mempersiapkan talenta yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan teknologi maritim dan pertahanan.

Lebih dari sekadar sebuah produk inovasi, pengembangan KSOT dan Torpedo Piranha merupakan bentuk keberhasilan transformasi di PT PAL Indonesia (Persero) dalam 5 tahun terakhir.

   👷  antara 

Jumat, 23 Oktober 2026

Indonesia, Turki, Qatar, dan Pakistan Sepakati Nota Kesepahaman Badr

 Kerja sama dalam produksi militer, penguatan kapabilitas militer, dan dukungan kolaborasi dalam pelatihan, penelitian, dan pengembangan militer teknis Indonesia. Turki, Qatar dan Pakistan sepakati nota kesepahaman Bard. (Foto/X/@Defence_Turk_EN)

Indonesia, Turkiye, Qatar, dan Pakistan telah menandatangani "Memorandum Badr" untuk memperkuat kerja sama pertahanan dan mengembangkan kemitraan strategis.

Menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Nasional Turkiye, Rabu, kesepakatan tersebut diteken di Doha, ibu kota Qatar, oleh pejabat pertahanan dari keempat negara.

Wakil Menteri Pertahanan RI Yusuf Jauhari, Menteri Pertahanan Nasional Turkiye Yasar Guler, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Negara untuk urusan Pertahanan Qatar Sheikh Saud bin Abdulrahman bin Hasan Al Thani, dan Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif menjadi penandatangan kesepakatan tersebut.

Kepala Sekretariat Industri Pertahanan Turkiye Haluk Gorgun juga menandatangani kesepakatan tersebut bersama Menhan Guler.

Kesepakatan "Badr", yang berarti "bulan purnama", ditujukan untuk mendorong kerja sama dalam produksi militer, penguatan kapabilitas militer, dan dukungan kolaborasi dalam pelatihan, penelitian, dan pengembangan militer teknis.

Kemhan Turkiye menambahkan bahwa inisiatif tersebut akan mendorong pengembangan solusi dan sektor industri yang relevan dengan kemajuan pada sistem pertahanan modern.

Memorandum tersebut diharap membantu meningkatkan peluang ekonomi bagi keempat pihak dengan mengombinasikan kapabilitas produksi militer masing-masing, meningkatkan integrasi dan memperkuat industri pertahanan untuk memenuhi kebutuhan negara-negara sahabat.

Perjanjian itu juga diharap akan memperluas kerja sama militer antara keempat negara, memperdalam hubungan di sektor pertahanan, dan memperkuat kolaborasi multilateral untuk mendukung keamanan, stabilitas, dan tujuan bersama.

 Model kerja sama

Menurut informasi yang diperoleh Anadolu, memorandum tersebut menetapkan model kerja sama dengan mekanisme dan prosedur kerja yang telah ditetapkan sebelumnya dan akan berlaku setelah penandatanganan.

Keempat negara peserta, termasuk Indonesia, akan mendorong proyek bersama dalam produksi, saling berbagi teknologi, riset dan pengembangan, serta latihan militer teknis.

Adapun proses penentuan proyek bersama akan dilakukan melalui dua badan. Sebuah Badan Eksekutif akan mengidentifikasi proyek bersama antara keempat negara, sementara Badan Strategis akan menetapkan linimasa dan memberikan persetujuan proyek.

Badan-badan tersebut juga menetapkan tanggung jawab untuk penentuan dan persetujuan proyek, serta penetapan jadwal implementasi, untuk memastikan usulan yang ada terwujud secara konkret.

Sistem tersebut dimaksudkan untuk memfasilitasi proyek pertahanan dan dirgantara yang dapat dilakukan oleh keempat pihak, dengan hasil konkretnya diharap akan dapat disaksikan publik pada waktu mendatang.

Sementara itu menurut informasi yang diperoleh Anadolu, industri pertahanan Turkiye disebut akan memegang porsi terbesar dalam proyek-proyek bersama tersebut, mengingat pengembangan ekosistem selama beberapa tahun terakhir berhasil membuktikan kapabilitas Turkiye pada bidang tersebut.

Pendekatan Turkiye terhadap kemitraan tersebut tak akan sekadar memasok produk akhir, akan tetapi juga membantu pengembangan sumber daya para mitra serta infrastruktur industri pertahanan melalui produksi dan pengembangan bersama.

Memorandum tersebut juga akan menghimpun kapabilitas keempat negara yang saling melengkapi untuk membangun kapasitas pertahanan yang tangguh dan dapat berperan dalam keamanan dan stabilitas kawasan.

  🤝 
antara  

PT PAL Bidik Pasar Maritim dan Pertahanan Timur tengah

  👷 🤝 💰 KRI BPD 322 (PAL)

PT PAL Indonesia (Persero) membidik perluasan pasar industri maritim dan pertahanan di kawasan Timur Tengah. Langkah ini ditempuh melalui penguatan kemitraan strategis dengan Uni Emirat Arab (UEA).

Perluasan pasar tersebut menjadi upaya PT PAL meningkatkan jangkauan bisnis dan memperkuat daya saing internasional. Penjajakan peluang kerja sama dibahas bersama Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha, di Surabaya.

Judha menilai, penguatan hubungan ekonomi Indonesia dan UEA membuka peluang bagi industri maritim dan pertahanan nasional. Peluang tersebut semakin besar setelah berlakunya Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).

Dalam dua tahun penerapannya, perdagangan bilateral Indonesia–UEA meningkat 26 persen. Sementara itu, investasi UEA ke Indonesia naik hampir 641 persen.

“Capaian ini membuka ruang bagi penguatan kerja sama ekonomi yang lebih luas. Termasuk di sektor industri maritim dan pertahanan,” ujar Judha, Selasa, 20 Oktober 2026.

Ia juga mengapresiasi kemampuan desain dan rekayasa PT PAL yang telah memperoleh kepercayaan mitra internasional. Salah satu pencapaiannya terlihat melalui proyek kapal Landing Platform Dock (LPD) Al-Maryah.

Pengalaman tersebut menjadi modal PT PAL untuk menargetkan peluang bisnis baru di Timur Tengah. Perusahaan berupaya memperluas kemitraan sekaligus meningkatkan penetrasi pasar produk dan layanan industri maritim serta pertahanan.

Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia, Wiyono Komodjojo, mengatakan perluasan pasar internasional membutuhkan dukungan diplomasi dan hubungan industri yang kuat. Kemitraan dengan UEA diharapkan membuka akses bisnis sekaligus memperkuat kemampuan industri nasional.

“Melalui kemitraan internasional, kami ingin memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kapabilitas industri dalam negeri,” kata Wiyono. Ia berharap kerja sama tersebut memberikan nilai tambah bagi kedua negara dan mendukung kebutuhan pertahanan secara berkelanjutan.

Selain memperluas pasar, PT PAL juga menargetkan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Direktur Keuangan dan SDM PT PAL Indonesia, Pramusti Indrascaryo, menilai kemitraan internasional dapat mendukung pencapaian target tersebut.

Menurut Pramusti, kerja sama internasional membuka kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja. Kolaborasi tersebut juga dapat mendorong penguasaan teknologi guna memperkuat daya saing industri.

Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi dalam desain, produksi, dan riset teknologi. Kerja sama juga berpotensi mencakup layanan pemeliharaan dan perbaikan kapal.

Melalui penjajakan ini, PT PAL menargetkan terbukanya peluang bisnis baru di kawasan Timur Tengah. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kapabilitas industri, dan memperkuat posisi Indonesia dalam industri maritim serta pertahanan global.

  💰  JRRI  

Kamis, 22 Oktober 2026

PT PAL Tangani MRO Dua KRI

  👷 Dukung Kesiapan Armada TNI AL KRI Oswald Siahaan-354 tengah docking di Dock Beluga PT PAL Indonesia  (PAL)

PT PAL Indonesia (Persero) tengah menangani pemeliharaan dan perbaikan dua kapal perang TNI Angkatan Laut (TNI AL), yakni KRI Oswald Siahaan-354 dan KRI Fatahillah-361.

Pekerjaan maintenance, repair, and overhaul (MRO) ini menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi teknis kapal agar tetap mampu mendukung berbagai kebutuhan operasional TNI AL.


Pada KRI Oswald Siahaan-354, pekerjaan mencakup pemeliharaan dan perbaikan badan kapal, terutama pada bagian bawah garis air (BGA). Sementara itu, KRI Fatahillah-361 menjalani docking rutin, perawatan BGA, serta perbaikan sistem bantu kapal. Penanganan setiap kapal disesuaikan dengan kondisi teknis dan kebutuhan pemeliharaannya.

Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, mengatakan pemeliharaan terencana berperan penting dalam menjaga keandalan kapal sepanjang masa operasionalnya. Pemeriksaan menyeluruh dan penanganan sesuai standar teknis diperlukan untuk memastikan setiap bagian kapal berfungsi sebagaimana mestinya.

“Pemeliharaan kapal harus memastikan kondisi fisik, mesin, dan sistem pendukung tetap berfungsi sesuai standar teknis. Melalui pemeriksaan menyeluruh dan penanganan yang tepat, keandalan kapal dapat dipertahankan untuk mendukung kebutuhan operasional,” ujar Rosa.

KRI Fatahillah-361 sedang menjalani perawatan dan perbaikan di PT PAL (PAL)

Berbeda dari pembangunan kapal baru, pekerjaan MRO menuntut pemeriksaan terhadap kondisi aktual kapal untuk menentukan penanganan yang sesuai pada setiap bagian dan sistem. Proses ini membutuhkan ketelitian, pengalaman, serta kompetensi teknis yang memadai.

Berbekal pengalaman lebih dari empat dekade, PT PAL terus mengembangkan kapabilitas MRO untuk menangani kebutuhan pemeliharaan dan perbaikan kapal perang maupun kapal komersial. Kemampuan ini turut mendukung upaya mempertahankan aset pertahanan di dalam negeri sekaligus memperkuat kemandirian industri maritim nasional.

Pentingnya pemeliharaan kapal juga terlihat dalam penugasan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 yang menjalankan port visit di kawasan Pasifik pada 14 September–12 November 2026. Pelayaran lintas kawasan membutuhkan kondisi kapal dan sistem pendukung yang andal agar misi dapat berjalan sesuai rencana.

“Bagi kami, kemampuan merawat dan memperbaiki kapal di dalam negeri sangat penting. Dengan begitu, kesiapan armada tetap terjaga dan kemampuan industri maritim nasional juga terus berkembang,” pungkas Rosa.

  👷  PAL  

Pesawat N219 Seratus Persen Karya Anak Bangsa

 🛩  Untuk kebutuhan militer maupun komersial 🛩 Pesawat N219 produksi PT Dirgantara Indonesia  (Kamal)
Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero) Gita Amperiawan menyatakan pesawat N219 merupakan hasil karya anak bangsa yang dikembangkan tanpa tenaga pendamping teknis dari luar negeri.

“Pesawat N219 adalah pesawat seratus persen karya anak bangsa. Tingkat kandungan dalam negerinya (TKDN) 44,69 persen,” ucap Gita saat eksplorasi industri pertahanan bersama pers di Bandung, Jawa Barat, Selasa.

Dia menyebut pengembangan N219 melibatkan kurang lebih 16 industri pertahanan nasional dan empat perguruan tinggi dalam negeri.

Dijelaskannya, N219 merupakan pesawat turboprop bermesin ganda yang memiliki kapasitas 19 penumpang.

Pesawat tersebut dirancang untuk melayani rute penerbangan perintis, termasuk wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur landasan pacu. N219 memiliki kemampuan lepas landas pada landasan sepanjang sekitar 600 hingga 800 meter serta dapat dioperasikan pada landasan yang tidak beraspal (unpaved runway).

Gita menyebut sekitar 100 bandara perintis di Indonesia memiliki landasan pacu dengan panjang kurang dari satu kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 bandara disebut memiliki landasan yang tidak beraspal.

“Ini cocok dengan N219,” katanya.

Pesawat tersebut kini dikembangkan untuk kebutuhan militer dan komersial. Kedua jenis kebutuhan itu memiliki basis yang sama, tetapi dapat dibedakan berdasarkan persyaratan sertifikasi dan kebutuhan khusus.

Ia mencontohkan, untuk kebutuhan militer penyesuaian dapat dilakukan sesuai kebutuhan operasional TNI, termasuk untuk mendukung kegiatan penerjunan personel.

Di sisi lain, PT DI berupaya meningkatkan keterlibatan industri nasional dalam produksi N219. Gita memperkirakan TKDN pesawat tersebut meningkat hingga 65 persen apabila produksi dilakukan secara massal. 

  🛩 antara  

Rabu, 21 Oktober 2026

PT Len Targetkan Instalasi 13 Radar GCI

🛰 Rampung Pada 2027📡 Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional. (antara)

PT Len Industri (Persero) menargetkan instalasi 13 unit radar ground control intercept (GCI) yang akan digunakan untuk mendukung sistem pertahanan udara nasional, selesai pada 2027.

“Khusus radar sedang berjalan … [targetnya] tahun depan,” kata Direktur Bisnis dan Kerja Sama PT Len Industri Dwi Sulistiani di Bandung, Jawa Barat, Selasa.

Ia menjelaskan sejauh ini instalasi radar telah rampung di dua lokasi. “Ini memang mendukung pertahanan di kawasan timur, khususnya, yang notabene ini menjadi fokus dari Kementerian Pertahanan,” kata dia.

Menurut dia, tantangan aktivasi radar tidak hanya berkaitan dengan perangkat dan teknologi, tetapi juga kesiapan infrastruktur pendukung meliputi fasilitas operasional bagi prajurit, tempat tinggal, fasilitas pemantauan, serta ruang kendali operasi.

Namun Dwi menilai bahwa dalam pelaksanaannya, holding industri pertahanan Indonesia (Defend ID) itu mendapat dukungan Kementerian Pertahanan serta pemangku kepentingan lain, termasuk pemerintah daerah.

“Di dalam aktivasi radar ini tentunya harus bisa komunikasi, minimal di lingkup matra udara itu sudah. Tantangannya memang kita harus menuntaskan dengan matra yang lain, salah satunya laut,” ujarnya.

Radar GCI merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Perancis. GCI tercatat menjadi radar dengan jangkauan terjauh di Indonesia, yakni lebih dari 400 kilometer.

Radar itu disebut memiliki kemampuan mendeteksi, mengukur jarak, dan mengidentifikasi objek pesawat dengan keakuratan tinggi serta dilengkapi kemampuan mengidentifikasi objek yang menjadi kawan maupun lawan/musuh atau identification friend or foe (IFF).

Pada Juli lalu, PT Len memperkenalkan implementasi radar GCI generasi terkini pertama di Indonesia yang dipasang di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kemampuan deteksi jarak jauh tercatat mencapai radius 515 kilometer. 
 

  📡
antara  

Selasa, 20 Oktober 2026

GMF Terima A-1316 sebagai Proyek CWBR Kelima

 Untuk Modernisasi Armada C-130Pesawat C-130 Hercules A-1316 (GMF)

Komitmen PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) dalam mendukung modernisasi armada C-130 Kementerian Pertahanan terus berlanjut. GMF menerima pesawat C-130 Hercules dengan tail number A-1316 untuk menjalani perawatan Center Wing Box Replacement (CWBR). Pesawat tersebut berangkat dari Lanud Abdurrachman Saleh, Malang, dan tiba di GMF pada Selasa (15/09) untuk kemudian diserahterimakan melalui penandatanganan Berita Acara oleh Production Division Head SBU Defense Industry GMF, Imam Solikhin, dan Pengelola Pengadaan Barang/Jasa (PPBJ) Madya Pus Alpalhan Baloghan Kemhan, Kolonel Kal. Ronny Syah Faiza, M.Han.

Kedatangan A-1316 menjadi proyek CWBR C-130 kelima yang ditangani GMF dari total delapan pesawat yang telah direncanakan. Dengan masuknya A-1316, saat ini terdapat empat pesawat C-130 yang tengah menjalani berbagai pekerjaan perawatan di Hanggar 4 GMF.

Dalam acara serah terima, Kasatgas Modernisasi C-130, Marsma TNI Arif Djoko Nugroho, S.T., mengapresiasi kontribusi GMF dalam menjaga kesiapan skuadron melalui program modernisasi C-130. Berbekal pengalaman dalam menangani proyek CWBR sebelumnya, ia berharap pengerjaan A-1316 dapat diselesaikan tepat waktu. Menyambut hal tersebut, GMF menegaskan komitmen untuk terus mendukung kesiapan pesawat di masing-masing skuadron, sekaligus meningkatkan kualitas pekerjaan dan memperpendek lead time.

Keberlanjutan proyek CWBR C-130 menjadi bagian dari kontribusi GMF dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional. Pelaksanaannya juga mencerminkan sinergi antara GMF, Kementerian Pertahanan RI, dan TNI Angkatan Udara dalam mengoptimalkan kemampuan industri dalam negeri untuk mendukung pemeliharaan dan modernisasi alutsista.
 

  ✈️
GMF  

Senin, 19 Oktober 2026

PT Pindad Tandatangani MoU dengan Naseni Nigeria

  Kerjasama produksi alutsista Ilustrasi alutsista produk Pindad (Kumparan)

Direktur Strategi Bisnis PT Pindad, Syaifuddin dan Executive Vice Chairman NASENI, Mohammed Sani Haruna menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait Penelitian dan Pengembangan Produk serta Pengadaan produk pada 14 Agustus 2022 di Auditorium Gd. Direktorat PT Pindad, Bandung.

Penandatanganan MoU disaksikan oleh VP Pengembangan Bisnis, Yayat Ruyat beserta jajaran, Duta Besar Nigeria untuk Indonesia Ari Usman Ogah, dan Asst. Deputy Director Kementrian Luar Negeri Aditya Aji Nugraha.

MoU ini juga merupakan kerja sama yang dilakukan setelah sebelumnya beberapa delegasi pemerintahan Nigeria melakukan kunjungan ke PT Pindad. Ruang lingkup pada perjanjian kerja sama ini meliputi Pengadaan barang jadi dari PT Pindad ke NASENI, Pengembangan bersama produk hankam, Alih Teknologi, dan kerja sama lainnya.

Direktur Strategi Bisnis PT Pindad, Syaifuddin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi nya kepada NASENI Nigeria atas jalinan kerja sama nya dengan PT Pindad dan kemudian menjelaskan berbagai produk unggulannya.

"Pada kesempatan kali ini kita akan melakukan penandatanganan MoU antara PT Pindad dan NASENI, diharapkan dengan adanya penandatangan ini kedepannya akan menghasilkan suatu elemen baik dari segi inovasi ataupun produk yang maksimal dan bermanfaat untuk kedua belah Pihak." Jelas Syaifuddin.

Executive Vice Chairman NASENI, Mohammed Sani Haruna dalam sambutannya mengucapkan rasa terimakasih nya terhadap sambutan yang sudah di berikan oleh PT Pindad.

"Ini merupakan momen ber sejarah bagi kami dikarenakan kami sudah berusaha untuk melakukan penandatanganan ini sejak 2013 dan akhirnya bisa di selenggarakan pada hari ini. Kita juga ber terima kasih kepada PT Pindad yang sudah mempercayai NASENI untuk melakukan kerja sama ini. Kita juga menantikan PT Pindad untuk dapat berkunjung ke fasilitas NASENI untuk dapat mengimplementasikan kerja sama ini." Ujar Mohammed Sani Haruna.

Setelah mendengarkan paparan singkat mengenai profil dan produk PT Pindad oleh Syaifuddin, Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama dan foto bersama di Gedung direktorat PT Pindad Bandung.

  🤝  aPindad  

Minggu, 18 Oktober 2026

Rosatom Rusia Tandatangani Kesepakatan Proyek PLTN Terapung 200 MW di Indonesia

  Perjanjian ditandatangani di Moskow Ilustrasi proyek PLTN Terapung (Rosatom)

Maluku Utara siap menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerima listrik tenaga nuklir di bawah proyek pembangkit listrik terapung berkapasitas 200 megawatt yang melibatkan perusahaan nuklir milik negara Rusia, Rosatom.

Rosatom telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan Indonesia Pembangkit Listrik Nuklir untuk memasok 200 megawatt listrik dari unit tenaga nuklir terapung ke Maluku Utara, dalam sebuah proyek yang bertujuan untuk memperluas pasokan listrik di Indonesia bagian timur.

Perjanjian tersebut ditandatangani di sela-sela Pekan Energi Rusia di Moskow pada hari Jumat. Kedua perusahaan berencana untuk mengerahkan dua unit pembangkit listrik tenaga nuklir terapung untuk melayani bagian utara Pulau Halmahera.

Proyek ini akan menggunakan unit FPU-100 milik Rosatom, masing-masing dengan kapasitas pembangkitan 100 MW dan dilengkapi dengan reaktor laut seri RITM. Rosatom mengatakan unit-unit tersebut dapat mulai memasok listrik kepada konsumen Indonesia dalam waktu lima tahun setelah ketentuan utama kontrak pasokan listrik berlaku.

Direktur Jenderal Rosatom Alexey Likhachev menggambarkan perjanjian tersebut sebagai tonggak penting dalam kerja sama energi antara Rusia dan Indonesia, menyebutnya sebagai perjanjian ekspor listrik pertama di dunia yang dipasok oleh unit pembangkit listrik tenaga nuklir terapung.

“Kerja sama antara Rosatom dan Indonesia berkembang pesat. Pertemuan kami baru-baru ini dengan Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali bahwa negara kepulauan terbesar di dunia ini secara konsisten menempuh jalur untuk memperkuat keamanan energi dan mencapai netralitas karbon,” kata Likhachev dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan Rosatom siap menawarkan teknologi canggih dan terbukti, menambahkan bahwa perjanjian tersebut meletakkan dasar untuk kemitraan jangka panjang.

“Saya yakin ini akan mengirimkan sinyal kuat kepada komunitas bisnis global: dengan dukungan pemerintah yang sistematis, sektor swasta secara aktif memimpin dalam memulai proyek infrastruktur nuklir yang mampu mentransformasi perekonomian negara,” tambahnya.

Yudi Utomo Imardjoko, direktur Pembangkit Listrik Nuklir dan ilmuwan nuklir Indonesia, mengatakan proyek tersebut dimaksudkan untuk mendukung transisi energi Indonesia dan memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat, khususnya di wilayah timur.

“Memimpin transisi energi Indonesia adalah tujuan dan tanggung jawab utama kami sebagai investor nasional. Kami sangat yakin bahwa menyediakan listrik yang bersih, andal, dan bebas karbon bagi masyarakat sangat penting untuk mengamankan masa depan energi jangka panjang Indonesia,” kata Yudi.

Ia mengatakan tenaga nuklir dapat membantu memenuhi peningkatan permintaan listrik sekaligus mendukung pembangunan ekonomi, khususnya di Indonesia bagian timur. Ia menambahkan bahwa proyek tersebut disusun sebagai inisiatif bisnis-ke-bisnis (B2B) yang didanai oleh investasi sektor swasta, tanpa bergantung pada anggaran negara (APBN).

Investor Haji Romo Nitiyudo Wachjo, yang juga dikenal sebagai Haji Robert, menyambut baik perjanjian tersebut dan berterima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, Rosatom, dan delegasi Rusia atas kerja sama mereka.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin karena telah mempercayakan tanggung jawab kepada dirinya dan Yudi untuk memajukan proyek 200 MW di Halmahera Utara, Maluku Utara.

Wachjo, seorang pengusaha pertambangan Indonesia keturunan Jawa-Australia, dikenal sebagai pemilik Indotan Group.

 Indonesia Menjajaki Energi Nuklir

Indonesia telah memasukkan tenaga nuklir dalam perencanaan energi nasionalnya sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat keamanan energi dan mencapai target netralitas karbon pada tahun 2060.

Prabowo telah membahas kerja sama dalam penggunaan energi nuklir secara damai dengan para pejabat Rusia, termasuk Putin selama kunjungan ke Moskow pada Juli 2024 dan Likhachev pada Mei 2026.

Diskusi tersebut mencakup pengembangan tenaga nuklir, infrastruktur, pelatihan tenaga kerja, dan aplikasi teknologi nuklir di luar sektor energi.

Rosatom telah mengusulkan pendekatan dua tahap untuk mengembangkan tenaga nuklir di Indonesia, dimulai dengan unit pembangkit listrik tenaga nuklir terapung skala kecil sebelum beralih ke pembangkit listrik berbasis darat yang dilengkapi dengan reaktor yang lebih besar.

Proyek Maluku Utara yang diusulkan akan menjadi langkah menuju tahap pertama dari rencana tersebut. Namun, perjanjian tersebut tidak menetapkan apakah semua persetujuan peraturan, pengaturan pembiayaan, dan persyaratan implementasi yang diperlukan telah diselesaikan.

 Teknologi Nuklir Terapung

Rosatom menyatakan bahwa unit FPU-100 dirancang untuk menyediakan listrik secara terus menerus kepada komunitas pesisir terpencil dan fasilitas industri. Setiap unit akan menggunakan reaktor RITM-200M, yang menurut perusahaan lebih ringkas dan menawarkan daya keluaran yang lebih tinggi daripada desain reaktor laut sebelumnya.

Rusia telah mengoperasikan Akademik Lomonosov, pembangkit listrik tenaga nuklir terapung pertama di dunia, di wilayah Arktik Chukotka sejak tahun 2020. Pembangkit ini menggunakan dua reaktor KLT-40S dan telah menghasilkan hampir 1,4 miliar kilowatt-jam listrik, menurut Rosatom.

Perusahaan ini juga mengembangkan unit nuklir terapung untuk pelanggan industri di Rusia dan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir skala kecil di Uzbekistan menggunakan reaktor RITM-200N.

Rosatom menyatakan bahwa mereka sedang membangun 27 pembangkit listrik tenaga nuklir di sembilan negara, menjadikannya pemasok utama teknologi nuklir ke pasar luar negeri.

  🤝  Jakarta Globe  

Sabtu, 17 Oktober 2026

Indonesia Pilih Diversifikasi Alutsista

  Mengurangi ketergantungan pada satu negara Penampakan helikopter Mi35M penerbad, Indonesia memilih berbagai alutsista dari berbagai negara (KERIS reborn)

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi Marsekal TNI Yusuf Jauhari mengatakan diversifikasi menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi ketergantungan pertahanan Indonesia pada satu negara.

Menurut Yusuf, langkah itu juga diarahkan untuk mendorong kemandirian industri pertahanan nasional.

“Diversifikasi saya kira menjadi suatu opsi buat kita sekarang ini. Karena dengan begitu kita juga berusaha mandiri dan tidak tergantung dengan satu negara,” kata Yusuf usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 15 Oktober.

Ia mengakui diversifikasi membuat pengelolaan logistik menjadi lebih kompleks. Karena itu, industri pertahanan dalam negeri didorong ikut menopang pembangunan kekuatan TNI.

“Memang kompleksitas manajemen logistik menjadi ada. Tetapi kita mendorong juga industri pertahanan kita untuk berpartisipasi menopang supaya kekuatan ini terus terwujud,” ujarnya.

Yusuf mengatakan penguatan industri pertahanan tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan militer. Pemerintah juga ingin aktivitas industri ikut menggerakkan ekonomi serta memperluas pemanfaatan teknologi.

Menurut Yusuf, transfer dan penggunaan teknologi pertahanan dapat dikembangkan bersama kementerian lain untuk kebutuhan nonpertahanan, termasuk pemadam kebakaran.

Ia juga menyinggung perubahan karakter peperangan yang semakin dipengaruhi teknologi.

“Saya kira sekarang di era drone, AI. Kemudian perang dengan cara lebih murah,” katanya.

Menurut Yusuf, perkembangan tersebut perlu diperhitungkan agar kemampuan pertahanan dapat bertahan lebih lama dalam menjaga kedaulatan.

Ia mengatakan pemerintah akan mendorong seluruh industri pertahanan berkontribusi memperkuat TNI sekaligus menopang kebutuhan bangsa yang lebih luas.

  ✪ VOI  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More