blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Minggu, 22 Februari 2026

Kontrak Kerjasama Rocket Launcher Badan Teknologi Pertahanan Kemhan RI

Pengembangan rocket laubcer (Batekhan Kemhan RI)

Badan Teknologi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melaksanakan penandatanganan kontrak kerjasama pengembangan dan pengadaan sistem rocket launcher sebagai bagian dari upaya strategis penguatan Alutsista nasional. 13/02/2026.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Kemhan RI dalam meningkatkan kemandirian industri pertahanan, memperkuat kemampuan teknologi dalam negeri, serta mendukung modernisasi sistem persenjataan TNI secara berkelanjutan.

Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong percepatan transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan ekosistem riset dan inovasi pertahanan nasional.

Dengan sinergi yang solid antara pemerintah dan mitra strategis, pembangunan kekuatan pertahanan negara terus dilaksanakan secara terukur, profesional, dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pertahanan negara yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing global.

Bertekad Kuat, Berteknologi Maju, untuk Pertahanan Negara yang Mandiri.

  🤝 
Batekhan  

Sabtu, 21 Februari 2026

PT Dahana Siap Produksi Massal Bom BNT-250 untuk TNI AU

  Resmi siap mengudara (Kemhan)

PT Dahana menerima penyerahan Design Approval Type Certificate (TC) Bomb BNT-250 serta Sertifikat Defence Production Facility dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan (Puslaik Kemhan). Penyerahan dilaksanakan di kantor Puslaik Kemhan pada Jumat (20/2).

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Teknologi & Pengembangan PT Dahana Yusep Nugraha Rubani beserta jajaran, serta pejabat Puslaik Kemhan, di antaranya Kepala Puslaik Kemhan Marsma TNI Catur Martowo Aji, M.Eng, Kabidlaik Udara Kol. Tek BRP Sianturi, MBA, serta para Perwira Kelaikan Udara.

Penyerahan Type Certificate Bomb BNT-250 menandai bahwa produk bom BNT-250 yang dikembangkan melalui kerja sama antara PT Dahana, Dislitbangau, dan PT Sari Bahari telah melalui seluruh tahapan verifikasi dokumen dan lapangan, meliputi evaluasi desain, analisis teknis, serta witnessing pada uji operasional. Berdasarkan hasil proses tersebut, bom BNT-250 dinyatakan telah lolos sertifikasi dan siap digunakan oleh user, khususnya TNI Angkatan Udara.

Selain itu, PT Dahana juga menerima Sertifikat Defence Production Facility yang menyatakan bahwa fasilitas produksi bom perusahaan telah memenuhi standar kelaikan dari Puslaik Kemhan. Sertifikasi ini mencakup fasilitas produksi bom P-Series (P-100L, P-250L, P-500L) serta fasilitas produksi bom BNT-250, yang telah diverifikasi melalui pemeriksaan dokumen dan lapangan meliputi aspek peralatan, sumber daya manusia, keselamatan, serta sistem pendukung lainnya.

Direktur Teknologi & Pengembangan PT Dahana menyampaikan bahwa sertifikasi ini menjadi bukti kesiapan perusahaan dalam mendukung kebutuhan pertahanan nasional.

Sertifikasi ini menegaskan bahwa Bom BNT-250 dan fasilitas produksi PT Dahana telah memenuhi standar kelaikan Kementerian Pertahanan. PT Dahana siap mendukung produksi massal guna memenuhi kebutuhan alutsista nasional, khususnya TNI Angkatan Udara,” ungkap Yusep.

Sertifikat fasilitas produksi tersebut merupakan bagian dari proses sertifikasi berkala yang dilakukan setiap tahun oleh Puslaik Kemhan guna memastikan kesiapan fasilitas produksi pertahanan tetap memenuhi standar kualitas dan keselamatan.

Melalui pencapaian ini, PT Dahana menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas, keselamatan, serta kesiapan produksi dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.

  🤝 
antara  

Jumat, 20 Februari 2026

MDRN Raih Proyek Pengembangan Smart Factory CNC Dirgantara Indonesia

  Modern Internasional meraih proyek pengembangan dan implementasi Advanced Smart Factory CNC System PTDI. Proses pembuatan pesawat PTDI (PTDI)

PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meraih proyek pengembangan dan implementasi Advanced Smart Factory CNC System dari PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI).

Proyek tersebut juga melibatkan Genertec yang difokuskan pada pengembangan dan implementasi Advanced Smart Factory CNC System dalam mendorong transformasi manufaktur kedirgantaraan PTDI menuju konsep Industri 4.0.

Corporate Secretary Modern Internasional, Martino menjelaskan, kerja sama ini menitikberatkan pada penguatan sistem manufaktur berbasis Computer Numerical Control (CNC) yang terintegrasi dengan teknologi pabrik cerdas.

"Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan presisi produksi, efisiensi operasional, serta integrasi digital di fasilitas manufaktur PTDI," kata Martino dalam keterbukaan informasi, Rabu (18/2/2026).

Martino menjelaskan, Genertec akan menyediakan teknologi CNC mutakhir dan solusi manufaktur cerdas, termasuk sistem otomasi, analitik produksi waktu nyata (real-time analytics), pemeliharaan prediktif, hingga integrasi digital melalui konsep digital twin.

Sementara itu, PTDI menjadi pengguna sekaligus pengembang utama sistem manufaktur CNC pabrik cerdas di fasilitas produksinya.

Adapun MDRN berperan sebagai mitra implementasi dan penyedia layanan purna jual, mencakup implementasi sistem, optimalisasi dan integrasi solusi, pelatihan sumber daya manusia, serta dukungan teknis jangka panjang.

Meski demikian, nilai transaksi, skema komersial, serta tahapan implementasi lanjutan masih akan ditentukan sesuai kebutuhan proyek dan kesepakatan para pihak.

"Kolaborasi ini diproyeksikan memberikan dampak positif dalam jangka menengah dan panjang, khususnya dalam memperkuat portofolio bisnis MDRN di sektor manufaktur berteknologi tinggi serta meningkatkan peran perseroan sebagai penyedia solusi industri dan layanan purna jual strategis," tutur Martino.

Sebagai informasi, MDRN membukukan ekuitas negatif sebesar Rp 279,5 miliar hingga 30 September 2025. Salah satu opsi memperbaiki ekuitas perseroan dengan mengkonversi utang dengan para kreditur.

Rencana tersebut bergantung pada kesediaan kreditur untuk menyetujui skema konversi utang ke ekuitas.

Selain konversi utang, MDRN juga melanjutkan proses penjualan aset tetap untuk mengurangi beban utang sekaligus menekan defisit ekuitas yang masih membayangi neraca perseroan.

Di sisi operasional, perseroan juga mendorong perbaikan kinerja usaha. Di mana entitas anak MDRN telah membukukan pendapatan sekitar Rp 32 miliar, sementara induk usaha Modern Internasional (MI) mencatatkan pendapatan sekitar Rp 1,5 miliar hingga akhir 2025. (DESI ANGRIANI)

  👷 
IDX Channel  

Kamis, 19 Februari 2026

Uji Terima Kendaraan Tempur Angkut Personil J-Forces


Uji terima kendaraan tempur angkut personil J-Forces yang dilengkapi RCWS (J-Forces)
Uji Terima Kendaraan Tempur Angkut Personil di Batujajar dan Subang telah sukses dilaksanakan.

Rangkaian pengujian komprehensif ini dilakukan untuk memvalidasi performa unit sebelum resmi bertugas mendukung tugas pokok TNI.

  Beberapa tahap pengujian krusial meliputi : 
Mobilitas: Uji Rem (Basah/Kering), Zig-Zag, Radius Putar, dan Off-Road.

Daya Gempur: Uji Tembak RCWS (300m & 500m) serta Gun Shoot.

Teknologi & Fitur: Uji Thermal, Kamera, dan Uji Statis.

Komitmen kami adalah menghadirkan alutsista dengan standar tertinggi guna mendukung kedaulatan NKRI di berbagai medan penugasan.

  Berikut video dari Youtube : 


  J-Forces  

Rabu, 18 Februari 2026

Krakatau Steel (KRAS) Siap Pasok Baja

  Untuk penguatan industri galangan kapal Ilustrasi galangan kapal PAL, KRI BPD 322 frigate pertama PAL (PAL)

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KS (KRAS) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kedaulatan industri maritim melalui penyediaan material baja berkualitas untuk mendukung program percepatan pemenuhan armada kapal nasional.

Dalam program tersebut, Danantara memosisikan PT PAL Indonesia (Persero) sebagai orkestrator bagi 22 galangan kapal nasional untuk memenuhi kebutuhan ribuan unit kapal di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebagai tulang punggung industri baja nasional, KS memegang peran krusial dalam memastikan ketersediaan material standar domestik yang kompetitif guna menekan ketergantungan impor.

Direktur Utama KS, Akbar Djohan menekankan bahwa kesiapan material adalah kunci agar standarisasi kapal nasional yang diusung PT PAL dapat berjalan efisien.

"Sinergi antara penyedia baja nasional dengan galangan kapal diharapkan mampu menciptakan skala ekonomi yang kuat," katanya melalui keterangan resmi, Minggu (15/2/2026).

Melalui integrasi hulu ke hilir ini, Krakatau Steel memproyeksikan peningkatan penyerapan baja domestik yang signifikan seiring dengan mandat pemenuhan armada nasional. Langkah ini tidak hanya memperkuat industri pertahanan dan transportasi laut, tetapi juga memastikan nilai tambah ekonomi tetap berada di dalam negeri.

CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod menambahkan, kolaborasi ekosistem ini merupakan langkah strategis bagi industri galangan kapal. Dia menegaskan, PT PAL bukanlah kompetitor, melainkan orkestrator bagi galangan kapal nasional.

"Keberhasilan transformasi di PT PAL akan diterapkan ke galangan lain agar memiliki standar kompetensi global, didukung oleh ketersediaan material domestik yang solid,” ujarnya.

Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara, Sigit Puji Santosa menyampaikan, pemerintahan Prabowo saat ini serius mendorong kebijakan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) serta penguatan rantai pasok.

"Konsolidasi rantai pasok industri maritim merupakan langkah transformasi untuk meningkatkan investasi dan konektivitas antardaerah," ujar Sigit. (Rahmat Fiansyah)

  👷  IDX Chanel  

Selasa, 17 Februari 2026

Iran Tawarkan Teknologi Drone Mutakhir

🛩  Siap bangun pabrik di Indonesia Drone kamikaze Iran (Ist)

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengatakan Teheran tengah mengupayakan kerja sama dengan Indonesia di bidang teknologi baru. "Saat ini kami sedang mengupayakan kerja sama antara kedua pihak, perusahaan Iran dan Indonesia," kata Dubes Boroujerdi dalam wawancara khusus d, Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Boroujerdi menyatakan, Iran merupakan salah satu negara yang sangat maju di dunia dalam bidang teknologi baru. Iran pun dinilai sangat unggul di bidang nanoteknologi, bioteknologi, nuklir, teknologi damai, teknologi kesehatan, produksi peralatan kesehatan, teknologi pertanian, dan teknologi baru lainnya di bidang tersebut.

Indonesia dinilai tertarik untuk melakukan kerja sama di bidang tersebut. Boroujerdi menyatakan, saat ini Iran telah memiliki hubungan yang erat dengan beberapa lembaga dan badan pemerintah RI di bidang transfer teknologi, dan di bidang lain seperti drone.

"Ketika kita berbicara tentang drone, biasanya kita berpikir bahwa penggunaannya hanya untuk satu hal, tetapi sebenarnya tidak. Anda tahu bahwa ada banyak sekali cara damai untuk menggunakan drone di bidang pertanian dan sektor ekonomi lainnya," kata dia.

Dia mengatakan, Iran tengah mengupayakan kerja sama di antara perusahaan kedua negara, dan negosiasi akan dilakukan melalui webinar. Perwakilan Iran bahkan akan datang ke Indonesia atau pergi ke Iran untuk membicarakan hal tersebut. Jika perusahaan-perusahaan Indonesia berminat untuk bekerja sama di bidang tersebut, Kedutaan Besar Iran di Jakarta siap menjembatani hubungan antara kedua belah pihak agar hal tersebut dapat terwujud.

Dorongan kerja sama tersebut merupakan bagian dari peran Iran sebagai mitra strategis Indonesia dalam bidang terkait. Boroujerdi lebih lanjut menjelaskan, Iran merupakan salah satu dari sedikit negara di dunia yang teknologinya dikembangkan secara mandiri di dalam negeri.

"Kami tidak mengimpor teknologi apa pun karena, seperti yang Anda ketahui, sudah hampir 47 tahun Iran berada di bawah sanksi yang sangat berat dari Amerika Serikat, dan kami tidak dapat mengimpor teknologi apa pun," kata dia.

"Jadi, rakyat Iran mampu mengembangkan dan memproduksi teknologi baru dan teknologi canggih mereka sendiri, dan mereka memiliki pengetahuan itu sendiri," imbuhnya. Oleh karena itu, dia menyatakan kesiapan Iran untuk melakukan kerja sama di bidang sumber daya manusia, termasuk di bidang transfer teknologi dengan Indonesia.

"Kami siap membawa perusahaan-perusahaan kami untuk mendirikan pabrik di Indonesia, dan itu berarti kami siap untuk mentransfer teknologi ke Indonesia," kata dia.

Iran juga siap membawa orang-orang Indonesia untuk pergi ke Iran dan belajar di universitas Iran atau bahkan perusahaan atau pabrik Iran, dan mempelajari teknologi baru untuk diterapkan kembali di Indonesia.

Selain itu, Iran menawarkan beasiswa penuh kepada mahasiswa Indonesia yang berminat untuk belajar di Iran. Dubes Boroujerdi telah mengirimkan informasi tersebut kepada pemerintah Indonesia. "Di bidang teknologi dan sains apa pun yang diminati mahasiswa Indonesia untuk belajar di Iran, kami siap menawarkan beasiswa penuh di bidang tersebut. Jadi, itulah yang sedang kami coba lakukan dengan Indonesia," kata Boroujerdi.

"Situasinya agak sulit karena ancaman yang kami terima dari beberapa negara asing di kawasan ini, tetapi kami tetap melakukan negosiasi dengan Indonesia dan para mitra, dan kami siap bekerja sama di bidang tersebut," kata dia.

Boroujerdi menegaskan, hubungan bilateral dengan Iran tetap menguntungkan. Dia pun meminta Indonesia untuk tidak khawatir atas ancaman tarif dari Amerika Serikat. "Kami sampaikan kepada Indonesia untuk tidak takut. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Perusahaan mana pun dan negara mana pun yang memiliki hubungan reguler dengan Iran, mereka akan mendapatkan banyak keuntungan," kata Boroujerdi.

Presiden Donald Trump sebelumnya pada Januari mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih berdagang dengan Iran. Boroujerdi pun menjelaskan bahwa saat ini ada lebih dari 100 negara yang memiliki hubungan ekonomi dengan Iran.

Menurut dubes, negara-negara tersebut tidak memiliki masalah dengan apa yang dikatakan AS. "Semua negara merdeka percaya bahwa Amerika Serikat bukanlah raja dunia. Mereka tidak dapat mendikte aturan mereka kepada negara-negara merdeka seperti Indonesia," kata dia.

Boroujerdi mengaku pemberlakuan sanksi tarif tersebut memang menimbulkan beberapa masalah bagi Iran, tetapi itu bukanlah hal baru. Sudah lebih dari 47 tahun Iran dijatuhi sanksi yang sangat berat dari AS. Meski demikian, negara itu tetap memiliki ekonomi yang lebih baik, dan terus mengembangkan diri.

"Anda dapat membandingkan Iran saat ini dengan Iran 75 atau 76 tahun yang lalu. Anda dapat melihat bahwa segala hal di bidang pendidikan, teknologi, ekonomi, semuanya telah berkembang pesat," kata dia. "Jadi, seluruh dunia percaya bahwa apa pun yang didiktekan oleh kekuatan-kekuatan besar tidak wajib untuk dipatuhi begitu saja. Dan saat ini pun mereka mengancam negara-negara lain,"ujar dia.

Untuk itu, Boroujerdi mendorong negara-negara mana pun di dunia untuk terus meningkatkan kerja samanya dengan Iran. Dia mengakui bahwa selama satu atau dua tahun terakhir, perdagangan semacam itu telah memengaruhi perekonomian global. Menurut dia, banyak negara menderita akibat ancaman yang mereka terima akibat pemberlakuan tarif dan tantangan lainnya di dunia.

Dia pun percaya, negara-negara merdeka seperti Indonesia dan Iran harus melanjutkan kerja sama ekonomi mereka secara teratur agar situasinya tidak menjadi jauh lebih buruk.

"Jadi, jika mereka ingin melewati era sulit ini, mereka harus memperluas kerja sama antara kedua negara, baik secara bilateral dan multilateral, dan menunjukkan kepada AS bahwa mereka tidak dapat mendikte aturan mereka kepada seluruh dunia,"kata dia.

"Mereka adalah satu negara, mereka dapat bekerja sama dengan negara lain, dan tidak ada masalah dengan itu, tetapi mereka tidak dapat membuat peraturan untuk dunia modern saat ini,"ujar dubes.

  🛩
Republika  

Senin, 16 Februari 2026

KRI Canopus-936 Perkuat Alutsista TNI AL

  Bisa pantau dasar laut hingga 11 ribu meter  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggxf2LhuBD8z6zxc6fl9xwO8LPD1HRvKmNWGg6dJGKp1BO5QP65Y4Evvk1P4vOVnVvXSYUWW9nyZavc06-hB2tc6uXl7Ie9EWe7tCcGJ-yg7_SApT_sHIpWMeVK8kHQ4WLoKlGcUZPFjso2-UEn-3_j6wj_72MhqPpWKPVgPnyBv-24Y-c2eQAuUgP8WuI/s1280/KRI-Canopus-936-during-a-sea-trial.-Fassmer.jpg
KRI Canopus 936 hasil kolaborasi Indonesia Jerman. (Fasssmer)

Indonesia resmi menambah kekuatan maritimnya dengan kehadiran kapal riset canggih KRI Canopus-936, yang diluncurkan dan diserahterimakan di galangan Abeking dan Rasmussen, Bremen, Jerman, pada Kamis, 12 Februari 2026. Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) berteknologi tinggi ini menjadi simbol nyata modernisasi pertahanan Indonesia, sekaligus tonggak penting kolaborasi strategis Indonesia–Jerman.

KRI Canopus-936 menghadirkan kemampuan riset kelautan yang belum dimiliki Indonesia. Dengan teknologi sensor bawah laut mutakhir, kapal ini mampu memetakan dasar laut hingga kedalaman 11.000 meter, menembus palung terdalam samudera. Kapal ini juga dilengkapi Autonomous Underwater Vehicle (AUV) dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk misi pengumpulan data di area ekstrem yang sulit dijangkau manusia.

Selain kemampuan riset, kapal sepanjang 105 meter ini dirancang untuk operasi jarak jauh dan mampu berlayar hingga 60 hari nonstop, menjadikannya aset strategis dalam menjaga keamanan navigasi, perlindungan lingkungan laut, hingga mendukung strategi pertahanan di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman, Abdul Kadir Jailani, menegaskan KRI Canopus-936 bukan sekadar kapal riset, tetapi pusat integrasi data kelautan nasional yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim besar.

KRI Canopus-936 adalah lompatan besar bagi Indonesia. Kapal ini bukan hanya memperkuat kapasitas TNI AL, tetapi juga membuka era baru kemandirian data kelautan Indonesia. Kolaborasi Indonesia–Jerman dalam proyek ini menunjukkan bahwa kemitraan strategis dapat menghasilkan inovasi nyata bagi keamanan dan masa depan bangsa,” ujar Abdul Kadir, dalam keterangannya, Kamis, 12 Februari 2026.

Pembangunan kapal ini berlangsung selama 36 bulan melalui kerja sama erat antara PT Palindo Marine (Indonesia) dan Abeking & Rasmussen (Jerman). Proyek ini tidak hanya menghasilkan kapal berteknologi tinggi, tetapi memastikan terjadinya transfer teknologi yang memperkuat kemandirian industri perkapalan nasional.

KRI Canopus-936 memiliki nilai strategis berupa penguatan kapasitas dan kesiapan pertahanan TNI AL, peningkatan kemandirian industri pertahanan melalui alih teknologi dan peningkatan kapasitas SDM, serta pendalaman kerja sama strategis Indonesia–Jerman di bidang maritim dan teknologi.

Tingginya nilai strategis kapal ini tercermin dari kehadiran Wakil Kepala Staf Angkatan Laut RI dalam upacara serah terima, yang didampingi jajaran Kementerian Pertahanan RI, serta perwakilan tinggi Angkatan Laut dan Badan Hidrografi Jerman.

KRI Canopus-936 kini siap memperkuat kemampuan Indonesia dalam memahami, menjaga, dan mengelola ruang lautnya secara mandiri. Ini sebuah langkah penting menuju masa depan maritim yang lebih kuat dan berdaulat.

   Metro News  

Minggu, 15 Februari 2026

TNI AL Meresmikan Kapal Survei di Jerman

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggxf2LhuBD8z6zxc6fl9xwO8LPD1HRvKmNWGg6dJGKp1BO5QP65Y4Evvk1P4vOVnVvXSYUWW9nyZavc06-hB2tc6uXl7Ie9EWe7tCcGJ-yg7_SApT_sHIpWMeVK8kHQ4WLoKlGcUZPFjso2-UEn-3_j6wj_72MhqPpWKPVgPnyBv-24Y-c2eQAuUgP8WuI/s1280/KRI-Canopus-936-during-a-sea-trial.-Fassmer.jpgKRI Canopus 936 saat uji coba laut. (Foto Fassmer)

Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) meresmikan KRI Canopus (936) dalam sebuah upacara yang diadakan pada 12 Februari di fasilitas galangan kapal Abeking & Rasmussen di Lemwerder, Jerman. Acara tersebut juga menggabungkan penyerahan kapal dan upacara penamaan.

Secara resmi memasuki dinas aktif, kapal sepanjang 105 meter ini kini menjadi kapal survei terbesar TNI AL, menggantikan KRI Dewa Kembar (932), bekas kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris HMS Hydra (A144) yang ikut serta dalam Perang Falkland sebagai kapal rumah sakit.

KRI Canopus berada di bawah komando Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal), yang bermarkas di Jakarta. Menurut Pushidrosal, kapal ini akan melaksanakan berbagai misi, terutama survei dan penelitian hidrografi, oseanografi, geofisika, dan meteorologi. Selain itu, kapal ini dapat mendukung misi pencarian dan penyelamatan (SAR), patroli maritim, tugas-tugas terkait peperangan ranjau, dan upaya perlindungan lingkungan maritim.

Angkatan Laut Indonesia memperkirakan kapal tersebut akan tiba di Indonesia pada pertengahan April atau Mei.

  Latar Belakang Proyek  
https://www.navalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/KRI-Canopus-during-its-commissioning-ceremony.-Abeking-Rasmussen-picture-768x1024.jpg.webp
KRI Canopus 936 (Foto Abeking & Rasmussen)

Peresmian KRI Canopus menandai puncak kolaborasi industri selama bertahun-tahun antara pembuat kapal Indonesia dan Jerman. Seperti yang dilaporkan Naval News pada bulan November, kapal tersebut dibangun oleh galangan kapal PT Palindo Marine di Batam, Indonesia.

Setelah penyelesaian lambung di Indonesia, kapal tersebut diangkut pada tahun 2024 dengan kapal pengangkut muatan berat ke Jerman untuk pemasangan akhir dan integrasi sistem serta uji coba laut di fasilitas Abeking & Rasmussen di Lemwerder.

Proyek ini mencerminkan kolaborasi terstruktur di mana lambung yang telah dilengkapi sebelumnya dibangun di dalam negeri sebelum menjalani pemasangan lanjutan di luar negeri.

  Spesifikasi KRI Canopus 936 :  
⍟ Panjang: 105 meter
⍟ Bobot: Sekitar 3.400 ton
⍟ Kecepatan Maksimum: 16 knot
⍟ Daya Tahan: 60 hari
⍟ Kapasitas: 90 personel
⍟ Persenjataan: Meriam 20 mm dan senapan mesin 12,7 mm
⍟ Kapasitas Muatan Tambahan: 200 ton
⍟ Dek Penerbangan: Mampu menampung 1 helikopter hingga MTOW 12 ton.


   Naval News  

Sabtu, 14 Februari 2026

Depohar 30 Serahkan Pesawat Sutuc TT-3116

 👷 Setelah menjalani proses pemeliharaan(Depohar 30)

Pesawat EMB-314 Super Tucano dengan nomor registrasi TT-3116 resmi diserahkan kepada Skadron Udara 21 dalam sebuah upacara sederhana yang berlangsung di Sathar 32 Depohar 30, Lanud Abd. Saleh, Malang, Jumat (13/02/2026).

Penyerahan dilakukan oleh Kadisbin Depohar 30 Letkol Tek Angga Bayu Hapsara, S.T., M.Han. Setelah pesawat tersebut berhasil melewati serangkaian proses pemeliharaan intensif dan uji terbang yang ketat.

"Penyerahan pesawat Super Tucano TT-3116 merupakan hasil kerja keras dan profesionalisme tim. Pesawat ini diharapkan menjadi aset strategis yang mampu mendukung berbagai operasi udara demi menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia," ujarnya.

Pesawat EMB-314 Super Tucano dikenal sebagai pesawat tempur turboprop yang handal dan multifungsi. Tidak hanya unggul dalam misi tempur, pesawat ini juga kerap digunakan dalam pelatihan. Dengan kecepatan, efisiensi bahan bakar, dan daya tempur yang mumpuni, Super Tucano menjadi salah satu elemen penting dalam kekuatan udara TNI AU.

Dengan tambahan pesawat Super Tucano TT-3116 ini, Skadron Udara 21 semakin siap untuk menjaga stabilitas dan keamanan wilayah udara, khususnya di area Lanud Abd. Saleh dan sekitarnya. Kehadiran pesawat ini memberikan optimisme baru bagi personel Skadron 21 dalam menghadapi tantangan operasional di masa mendatang.


   🛩 
Depohar 30  

Defend ID Bakal Serap Rp 30 Triliun

  Untuk modernisasi alutsista di 2026 (Defend.id)

PT Len Industri (Persero)/ Defend ID, holding BUMN industri pertahanan memproyeksikan menyerap Rp 30 triliun di tahun 2026 untuk pengembangan alat utama sistem senjata (Alutista).

Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan anggaran pertahanan sekitar Rp 337 triliun, salah satu yang terbesar dalam sejarah postur fiskal Indonesia.

Direktur Utama PT Len Industri, Joga Dharma Setiawan mengatakan sebagian dari anggaran tersebut akan digunakan untuk modernisasi alutsista, peningkatan kapasitas fasilitas pendukung produksi, research & inovation, dan skema spend to invest untuk kemandirian industri pertahanan.

Dia menyebut bahwa anggaran modernisasi alutsista 2026 berada dalam kerangka Kementerian Pertahanan yang telah disetujui Rp 187,1 triliun dengan arahan pemanfaatan untuk modernisasi alutsista, penguatan organisasi, personel, serta dukungan industri nasional.

"Dalam konteks modernisasi alutsista Defend ID menargetkan kurang lebih Rp30 triliun di tahun 2026," katanya kepada Bisnis, Rabu (11/2/2026).

Di sisi lain, dalam rapat bersama Komisi VI, Joga membahas mengenai kinerja operasional dan keuangan BUMN industri pertahanan, rencana kerja dan roadmap industri pertahanan, riset dan pengembangan, serta kolaborasi antar ekosistem industri pertahanan.

Joga menjelaskan bahwa Defend ID akan memanfaatkan 30% dari anggaran tersebut yang digunakan untuk pengembangan peralatan dan investasi.

"Mungkin Defend ID di 30-an persen gitu. Tapi itu bukan untuk peralatan semuanya, ya. Itu termasuk untuk investasi," tuturnya.

Joga menegaskan akan menggunakan komponen dalam negeri agar menekan ketergantungan produk luar negeri atau impor. Nantinya Defend ID menunjang sekitar 60%-70% kebutuhan Kementerian Pertahanan.

"Jadi memang kita harus buat sendiri. Jadi tadi didukung kita memang harus buat sendiri. Misalnya untuk amunisi, propelannya harus kita buat sendiri," terangnya.

Joga menyampaikan guna memaksimalkan penggunaan komponen dalam negeri, Defend ID merencanakan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara intens.

Sebab, kata Joga, BRIN juga fokus melakukan riset di sektor pertahanan, tidak hanya di bidang energi hingga kesehatan.

"Strategi ke depannya kita harus lebih komprehensif pengembangan sumber daya manusia dan lebih banyak kolaborasi dengan BRIN. Karena BRIN sekarang mendukung kuat untuk preset-presetnya untuk pengembangan industri pertahanan," tandasnya..

  👷 
Bisnis  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More