KRI BPD 322, Frigate pertama dan drone kapal selam produksi PT PAL (FMI fb) TNI AL mulai mengalihkan fokus pengamanan laut dengan memanfaatkan teknologi robotik. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menegaskan penggunaan pesawat dan kapal tanpa awak (drone) bakal menjadi kunci efisiensi dalam menjaga wilayah perairan Indonesia yang sangat luas.
Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan pemenuhan jumlah alutsista ideal di tanah air.Ali mengamini bahwa Indonesia sebenarnya membutuhkan hingga 300 kapal perang untuk mengawal wilayah dari Aceh hingga Papua.
“Kebutuhan 300 kapal itu betul, tapi kita tidak membutuhkan semuanya fregat (kapal tempur besar). Yang kita butuhkan justru banyak kapal-kapal patroli dan kapal kecil untuk menjaga selat-selat serta kawasan pesisir (litoral),” ujar Ali di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/3).
Andalkan Teknologi Tanpa Awak
Ali memproyeksikan penggunaan sistem tanpa awak (unmanned system) secara masif sebagai solusi cerdas di masa depan. Menurutnya, teknologi drone jauh lebih efektif dan hemat biaya untuk mengawasi celah-celah laut strategis dibanding hanya mengandalkan kapal berawak.
“Kita butuh lebih banyak unmanned system. Drone ini sangat efektif dan efisien untuk menjaga perairan kita yang sangat luas karena lebih hemat dalam penggunaan operasional,” jelasnya.
TNI AL membidik tiga jenis armada robotik sekaligus untuk memperkuat pengawasan, seperti kapal tanpa awak (USV) yaitu robot yang bergerak di atas permukaan air untuk patroli.
Kemudian, pesawat tanpa awak (UAV) atau drone udara untuk pengintaian dari langit. Lalu, robot bawah laut (UUV) merupakan perangkat robotik yang beroperasi di bawah air untuk mendeteksi ancaman kapal selam atau ranjau.
Dorong Produksi Dalam Negeri
Ali menaruh harapan besar agar seluruh perangkat teknologi tanpa awak tersebut lahir dari tangan anak bangsa. Ia mendorong industri pertahanan lokal untuk segera menguasai teknologi robotik laut dan udara ini.
“Harapannya drone-drone ini sudah bisa kita buat di dalam negeri. Baik yang di permukaan, di udara, maupun di bawah laut, semuanya kalau bisa kita bangun sendiri,” tegas Ali.
Selain drone, Ali menyebut kapal-kapal patroli berukuran kecil memiliki peran vital di kawasan pesisir. Kapal jenis ini lebih lincah bermanuver di selat-selat padat dan perairan dangkal yang sulit dijangkau oleh kapal perang berukuran raksasa.
Selasa, 24 Maret 2026
KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Tanah Air
MPCS KRI Prabu Siliwangi 321 tiba di Lampung (Dispenal)Kapal perang terbaru TNI Angkatan Laut (AL), KRI Prabu Siliwangi-321, telah tiba di perairan Indonesia setelah menyelesaikan pelayaran panjang lintas samudra.
Kapal tersebut kini dijadwalkan akan diresmikan pada akhir Maret 2026 di Jakarta.
"Rencananya, KRI Prabu Siliwangi-321 akan diresmikan secara langsung di Jakarta pada akhir Maret 2026 sebelum akhirnya memperkuat Komando Armada Republik Indonesia," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul, dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).
Tunggul mengatakan, KRI Prabu Siliwangi-321 telah memasuki wilayah perairan Selat Sunda sebagai bagian akhir dari Operasi Penyeberangan Jala Raksa-26.
Saat memasuki perairan Indonesia, kapal tersebut disambut oleh KRI Bung Karno-369 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I melalui manuver laut passing exercise (Passex).
“Pelaksanaan Passex berlangsung dengan lancar dan penuh semangat, mencerminkan interoperabilitas serta soliditas antar unsur dalam melaksanakan prosedur taktis di laut," ujar dia.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga sekaligus memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia.
Senin, 23 Maret 2026
KRI REM-331 Tampil di Latma Kakadu 2026
KRI REM 331 tampil pada latihan bersama Kakadu 2026 (Dispenal)KRI Raden Eddy Martadinata-331 (KRI REM-331) kembali menunjukkan profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut di kancah maritim internasional dengan melaksanakan photo exercise (PHOTEX) saat pelayaran lintas laut dari Jervis Bay menuju Sydney, Australia, dalam rangkaian Latihan Bersama (Latma) Kakadu 2026 yang diikuti oleh 21 angkatan laut dari berbagai negara, Sabtu (21/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, KRI REM-331 yang dikomandani Kolonel Laut (P) Andi Kristianto tersebut, berlayar berdampingan dengan kapal perang negara sahabat dalam formasi manuver yang presisi, solid, dan penuh kehormatan sebagai simbol kerja sama maritim internasional.
Setibanya di Sydney, KRI Raden Eddy Martadinata-331 selanjutnya turut ambil bagian dalam kegiatan International Fleet Review bersama kapal perang dari berbagai negara. Kegiatan International Fleet Review merupakan parade dan peninjauan kapal perang dunia yang menjadi simbol persahabatan, kerja sama, serta solidaritas antar angkatan laut dalam menjaga stabilitas dan keamanan maritim kawasan.
Pada kegiatan International Fleet Review tersebut, Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., turut menghadiri dan menyaksikan langsung rangkaian kegiatan bersama para pimpinan angkatan laut dari berbagai negara yang mengikuti Latma Kakadu 2026 di Sydney, Australia.
Menurut Pangkoarmada II, keikutsertaan KRI REM-331 dalam Latma Kakadu 2026, merupakan bukti profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut serta kontribusi Indonesia dalam memperkuat kerja sama maritim internasional dan menjaga stabilitas keamanan laut dunia. (Pen/2)
🤝 Koarmada II
Sabtu, 21 Maret 2026
Indonesia Mempertimbangkan Pembelian 16 Jet KF-21 Korea Selatan
Pesawat KF-21 (CNBC)Indonesia sedang bergerak menuju kontrak untuk membeli 16 unit jet tempur supersonik KF-21 Boramae selama kunjungan kenegaraan Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada 31 Maret.
Jika diselesaikan, kesepakatan tersebut akan menandai peningkatan bernilai triliunan won bagi industri pertahanan Korea Selatan dan juga dapat menghidupkan kembali momentum dalam program pengembangan KF-21 bersama kedua negara, salah satu proyek bilateral terpenting mereka.
Menurut sumber pemerintah pada 13 Maret, para pejabat sedang berupaya mencapai kesepakatan di mana Presiden Korea Lee Jae-myung dan presiden Indonesia akan menandatangani kontrak untuk pembelian 16 jet tempur KF-21.
Indonesia sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengakuisisi 48 pesawat setelah program pengembangan bersama selesai.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta telah mengambil pendekatan yang hati-hati, termasuk menandatangani kesepakatan pengadaan untuk pesawat tempur lain seperti Rafale Prancis dan Kaan Turki.
Indonesia kini diyakini sedang mempertimbangkan pembelian awal sebanyak 16 jet dari rencana 48 jet. Sebagai mitra dalam program KF-21, Indonesia awalnya setuju untuk berkontribusi sebesar 1,6 triliun won untuk proyek tersebut.
Kemudian, Indonesia mengurangi kontribusinya menjadi 600 miliar won, dengan mengatakan akan menerima transfer teknologi yang lebih kecil sebagai imbalan atas komitmen keuangan yang lebih rendah.
Juru bicara Presiden Kang Yu-jung mengatakan dalam sebuah pengarahan tertulis pada 13 Maret bahwa Presiden Prabowo akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan dari 31 Maret hingga 2 April.
Selama pertemuan puncak pada 1 April, kedua pemimpin diharapkan akan membahas cara-cara untuk memperdalam kerja sama praktis dalam perdagangan dan investasi, kerja sama industri pertahanan dan persenjataan, serta sektor-sektor baru seperti kecerdasan buatan dan infrastruktur.
✈ Donga
Jumat, 20 Maret 2026
Barata Indonesia dan Naval Group Perkuat Kerja Sama
(Barata) PT Barata Indonesia (Persero) menindaklanjuti kerja sama strategis bersama Naval Group dalam rangka peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk platform kapal selam Scorpene dan pengembangan komponen kapal frigate, dengan target TKDN lebih dari 50% (Jakarta, 12/02).
Kolaborasi ini difokuskan pada optimalisasi kapabilitas manufaktur dalam negeri, penguatan kualitas produksi sesuai standar industri pertahanan internasional, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui skema transfer teknologi.
Direktur PT Barata Indonesia (Persero), Hertyoso Nursasongko, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional. “Barata Indonesia siap mendukung pencapaian TKDN lebih dari 50% melalui optimalisasi kapabilitas manufaktur dan penerapan standar kualitas global. Kolaborasi ini memperkuat peran industri nasional dalam proyek pertahanan berkelas dunia,” ujarnya.
Naval Group juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan kapabilitas industri pertahanan Indonesia melalui transfer teknologi dan integrasi industri lokal ke dalam rantai pasok global.
Melalui sinergi ini, Barata Indonesia menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam mendukung transformasi dan kemandirian industri pertahanan nasional.
Kamis, 19 Maret 2026
Menhan Tinjau Pembuatan Kapal Perang di Batam
Kunjungan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin di galangan PT Palindo Marine dan PT Batamec, Selasa (17/3/2026). (Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan)Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke Batam, Kepulauan Riau, pada Selasa (17/3), dengan fokus utama meninjau kesiapan dua galangan kapal dalam memproduksi kapal-kapal perang.
Kunjungan pertama dilakukan ke PT Palindo Marine Shipyard. Di sana, Sjafrie meninjau proses perbaikan (refurbishment) kapal patroli tipe FPB-57.
Brigjen TNI Rico Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, menyatakan bahwa refurbishment kapal TNI AL tipe FPB-57 menunjukkan perkembangan signifikan. PT Palindo juga terlibat dalam pengadaan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 serta pembangunan kapal serang ringan untuk mendukung operasional TNI AL.
Saat peninjauan, terlihat kapal-kapal tersebut berada dalam tahap drydock dengan pengerjaan yang masih berlangsung di beberapa bagian.
Selain fokus pada pengembangan kapal dalam negeri, galangan PT Palindo diharapkan dapat berperan dalam kerja sama internasional, khususnya di bidang Kapal Bantu Oseanografi.
Rico Sirait menambahkan, kerja sama internasional dalam pembangunan kapal bantu hydro-oceanography dan program transfer teknologi penting untuk meningkatkan penguasaan teknologi nasional dan memperkuat industri pertahanan dalam negeri.
Selanjutnya, Sjafrie mengunjungi galangan kapal PT Batamec, tempat pembangunan kapal tipe Offshore Patrol Vessel (OPV-3) untuk Kementerian Pertahanan sedang berlangsung.Rico menjelaskan, kapal OPV-3 ini dirancang dengan spesifikasi modern, dilengkapi sistem radar, sensor, dan combat management system untuk mendukung operasi patroli dan pengawasan wilayah laut nasional.
Kunjungan Menhan ke dua galangan kapal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya memperkuat industri alutsista yang mandiri tetapi juga meningkatkan perekonomian nasional.
Rico Sirait menyimpulkan, kunjungan ini menjadi momentum untuk memastikan program pengadaan alutsista tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga memberikan dampak berganda, termasuk penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas industri, serta penguatan sektor maritim sebagai bagian dari kepentingan strategis nasional.
Rabu, 18 Maret 2026
Parlemen Italia Bongkar Keterlibatan Broker Hibah Kapal Giuseppe Garibaldi
Indonesia minati kapal ITS Giuseppe Garibaldi, akan dapat hibah dan diharapkan tiba sebelum HUT TNI. (Marina militare)Parlemen Italia yang dimotori Partai Demokrat dan Movimento 5 Star (Partai Lima Bintang) mempersoalkan keterlibatan Drass, pihak swasta yang terlibat dalam penjualan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia. Hal ini memicu penundaan pengambilan keputusan di parlemen.
Sorotan terhadap keberadaan Drass ini muncul Partai Demokrat dan Movimento 5 Star seperti ditulis Andrea Carli dalam ilsole24ore.com, edisi 16 Maret 2026.
Senator dari Partai Demokrat, Alessandro Alfieri dan Graziano Delrio, menunjukkan keputusan untuk menunda pemungutan suara juga didukung oleh sebagian kekuatan politik mayoritas. Faktanya, beberapa poin yang belum jelas masih ada, khususnya, peran perusahaan Italia Drass, yang diduga akan ditunjuk pihak Indonesia sebagai perantara operasi tersebut.
Namun, Drass sendiri sudah akan menjadi penerima manfaat tidak langsung dari kesepakatan keseluruhan, yang menurut informasi yang diberikan oleh kantor parlemen memiliki kontrak untuk pembangunan enam kapal selam senilai € 480 juta yang sedang dalam proses.
Kedua Senator itu, menyatakan mengingat situasi politik yang rumit, sangat penting agar Menteri Crosetto datang langsung untuk mengklarifikasi garis besar operasi tersebut guna menghilangkan keraguan apapun.
Partai Lima Bintang (M5S) juga mendesak untuk meminta dan memperoleh, bersama dengan oposisi lainnya, penundaan pemungutan suara atas dekrit tentang pengalihan kapal Garibaldi ke Indonesia, meminta informasi tambahan dari pemerintah tentang semua aspek yang tidak jelas dari urusan ini.
Pertama, mereka menuntut agar peran perantara perusahaan Drass yang diusulkan Kementerian Pertahanan di Jakarta diungkapkan sepenuhnya, dan hubungan antara penjualan ini dengan kontrak besar yang dimenangkan perusahaan kecil yang sama untuk pengadaan kapal selam, juga untuk Indonesia.
M5S ingin tahu mengapa Kementerian Pertahanan memilih untuk memberikan aset bersejarah Angkatan Laut yang masih bernilai lebih dari 50 juta euro dan oleh karena itu dapat dijual daripada diberikan sebagai hadiah.
Mereka menuntut transparansi mutlak mengenai hubungan antara Crosetto dan CEO Drass, Sergio Cappelletti, mengenai dugaan pertemuan mereka di Dubai beberapa hari terakhir dan mengenai hubungan antara perusahaan tersebut dan pesta Crosetto, yang telah didanai oleh perusahaan yang sama dalam beberapa tahun terakhir. “Kami mengharapkan jawaban yang jelas,” tulis pernyataan M5S.
Potensi Pertemuan Guido Crosetto dengan CEO Drass Sergio Cappelletti di Dubai muncul dalam pemberitaan Il Fatto Quotidiano pada 6 Maret 2026. Perjalanan ke Dubai seharusnya untuk menjual kapal. Indonesia akan menerima Garibaldi, senilai € 54 juta tetapi sekarang sudah usang menurut Kementerian Pertahanan.
Selama Guido Crosetto berada di Dubai, Uni Emirat Arab, Sergio Cappelletti, mitra dan presiden Drass Spa, yang memiliki kantor di Dubai, juga hadir.
Setelah beberapa rumor tentang kemungkinan pertemuan dengan Menteri Pertahanan, pengusaha tersebut menolak untuk menjawab pertanyaan Il Fatto Quotidiano tentang masalah tersebut. Cappelletti seharusnya melakukan perjalanan ke Indonesia untuk penjualan enam kapal selam dengan harga €480 juta (dua sudah dikirim pada bulan Februari).
Indonesia juga akan menerima, secara cuma-cuma, kapal induk Angkatan Laut Italia: Garibaldi, senilai €54 juta. Pengusaha tersebut saat ini terjebak di Dubai.
Situasi di Parlemen Italia, juga berpotensi merembet ke Indonesia mengenai keterlibatan pihak non pemerintah dalam pengalihan dan kontrak pengadaan kapal antara Indonesia dan Italia. Sebab, dari awal memang pihak swasta sudah menunjukkan inisiatif melalui pameran Alutsista pada 2025.(den)
Selasa, 17 Maret 2026
Indonesia dan Jepang Sepakat Kerja Sama Mineral Kritis dan Energi Nuklir
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kiri) dan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) Ryosei Akazawa berjabat tangan usai menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) di sela Indo Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) di Tokyo, Minggu (15/3/2026).(ANTARA/HO-Kementerian ESDM) Indonesia dan Jepang menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) pada dua bidang strategis, yaitu mineral kritis dan energi nuklir.
Penandatanganan berlangsung saat pertemuan bilateral di sela Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) di Tokyo, Minggu.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat sistem energi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Indonesia membuka peluang kolaborasi pengelolaan mineral kritis dengan Jepang. Negara ini memiliki cadangan nikel besar serta sumber daya bauksit, timah, tembaga, dan logam tanah jarang.
“Kami sangat terbuka, kami dengan senang hati meminta kepada pemerintah Jepang maupun teman-teman pengusaha Jepang untuk bisa mengelola bersama-sama mineral kritis kami yang ada di Indonesia," ujar Bahlil.
Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang atau Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Ryosei Akazawa menilai kolaborasi antarnegara penting di tengah ketidakpastian global. Upaya tersebut diperlukan untuk menjaga ketahanan energi dan keberlanjutan pasokan.
“Di tengah situasi krisis global saat ini, penting bagi kita untuk memperkuat kerja sama demi menjaga ketahanan energi. Jepang sendiri telah menyiapkan cadangan energi strategis sebagai langkah antisipasi,” katanya.
Akazawa juga menegaskan komitmen Jepang untuk terus mendukung berbagai proyek kerja sama energi dengan Indonesia. Salah satunya penyelesaian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka.
Penguatan rantai pasok energi
Kementerian ESDM menyebut kerja sama sektor mineral kritis diarahkan untuk memperkuat rantai pasok global agar lebih aman dan andal.
Kerja sama energi nuklir difokuskan pada pengembangan teknologi rendah karbon dengan standar keselamatan tinggi.
Diskusi lanjutan juga akan dilakukan terkait penguatan ketahanan energi kawasan. Pembahasan mencakup kerja sama rantai pasok liquefied natural gas (LNG) atau gas alam cair serta batu bara.
Pembahasan lain terkait percepatan proyek transisi energi dalam kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC).
Proyek tersebut mencakup operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla serta penyelesaian proyek PLTSa Legok Nangka.
Kerja sama Indonesia dan Jepang tersebut diharapkan memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung upaya dekarbonisasi kawasan Indo-Pasifik.
💡 Kompas
Senin, 16 Maret 2026
N219 Terbang Perdana Pakai Baling-baling Bilah 5 Baru MT Propellen Jerman
Pesawat N-219 Nurtanio dengan baling-baling bilah 5 dari MT Propeller Jerman (PT DI)Pesawat bermesin ganda karya anak bangsa Indonesia ini baru saja melakukan gebrakan dengan memakai baling-baling MT Propeller Jerman.
Hal ini diungkap PT Dirgantara Indonesia lewat unggahan akun Facebook miliknya pada 7 Maret 2025 lalu, dengan mengunggah sebuah video pendek penerbangan pesawat N219.
"Membawa kinerja ke tingkat berikutnya. Hari ini, N219 naik ke langit dengan baling-baling barunya dari MT-Propeller, membawa kinerja yang lebih baik di medan yang paling sulit," terang PTDI dalam unggahannya.
Dalam video yang diunggah akun Facebook PTDI itu, terlihat detik-detik N219 terbang ke udara setelah keluar dari hanggar PTDI.
Di kedua sisinya, nampak N219 menggunakan baling-baling berbilah lima yang disebut PTDI merupakan produk buatan MT Propeller.
Meski tak disebutkan varian baling-baling terbaru yang dipakai N219, PTDI memang sudah sejak lama bekerja sama dengan perusahaan Jerman itu untuk menyediakan baling-baling bilah 5 MTV-27 buat NC212i.
Pengembangan pesawat NC212i dengan MT Propeller telah dimulai sejak bulan Agustus 2023.
"Baling-baling buatan MT Propeller asal Jerman itu menghasilkan suara atau kebisingan yang rendah ketika mesin dinyalakan. Selain itu, mesin tidak mengalami hentakan ketika menyalakan single engine ketika berada di udara," terang Antara edisi 28 Oktober 2024 silam.
MTV-27 yang telah disertifikasi oleh EASA.
"Sebagaimana dilansir EASA, bahwa MTV-27 dilengkapi dengan start pitch lock yang dapat mencegah baling-baling bergerak di bawah kecepatan ideal. Penggunaan MTV-27 pada NC212i telah teruji compatible dengan engine terpasang, yaitu Honeywell TPE331, yang kemudian dapat menghasilkan noise dan vibrasi yang rendah pada operasi pesawat," lapor PTDI dalam rilis resminya pada 4 Desember 2023 silam.
Minggu, 15 Maret 2026
KRI Canopus-936 Mulai Pelayaran Perdana
KRI Canopus 936 mulai perjalanan perdana. (Fasssmer)Kapal Bantu Hidro-Oseanografi terbaru milik TNI Angkatan Laut, KRI Canopus-936, memulai pelayaran perdananya dari Jerman menuju Indonesia, Sabtu (14/3/2026).
Pelayaran ini menjadi bagian dari proses pengiriman kapal setelah menyelesaikan pembangunan dan pengujian di galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman.
Pelayaran ini menjadi momentum penting dalam perjalanan kapal sebelum resmi memperkuat armada survei milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).
“Pelayaran perdana ini menjadi langkah awal bagi KRI Canopus-936 sebelum nantinya mulai menjalankan berbagai misi survei dan penelitian kelautan dalam mendukung kepentingan maritim nasional,” kata Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Budi Purwanto, dalam siaran pers, Minggu (15/3/2026).
Selama pelayaran menuju Indonesia, kapal akan menempuh rute jarak jauh dengan beberapa kali singgah di pelabuhan internasional untuk kebutuhan logistik, koordinasi teknis, serta memastikan kesiapan operasional hingga tiba di Tanah Air.
Kehadiran KRI Canopus-936 diharapkan meningkatkan kapasitas survei hidro-oseanografi nasional.
“Kapal ini dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan pengumpulan data kelautan, pemetaan dasar laut, serta penelitian hidro-oseanografi yang menjadi bagian penting dalam penyediaan informasi maritim yang akurat,” ujar dia.
Bagi Pushidrosal, pengoperasian kapal survei modern ini akan memperkuat pelaksanaan tugas sebagai lembaga hidro-oseanografi nasional.
Kapal tersebut juga mendukung penyediaan data dan peta laut untuk keselamatan navigasi pelayaran, operasi TNI Angkatan Laut, serta pengelolaan wilayah perairan Indonesia.
Selain itu, keberadaan KRI Canopus-936 juga menjadi bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL di bidang survei dan pemetaan laut.
KRI Canopus 936 hasil kolaborasi Indonesia Jerman. (Fasssmer)“Dengan dukungan teknologi survei yang lebih maju, diharapkan kegiatan pemetaan dan penelitian kelautan di wilayah perairan Indonesia dapat dilakukan secara lebih efektif dan akurat,” tegas dia.
Diberitakan sebelumnya, Indonesia dilaporkan membeli KRI Canopus-936 dari Jerman.
KRI Canopus-936 merupakan hasil pengadaan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk mendukung kebutuhan survei hidro-oseanografi, pemetaan dasar laut, serta pengumpulan dan pengelolaan data kelautan.
Menurut Duta Besar Republik Indonesia, Abdul Kadir Jailani, kemampuan tersebut dibutuhkan untuk menunjang kepentingan pertahanan, keamanan, dan kedaulatan maritim.
“Indonesia membutuhkan sarana survei laut berdaya jelajah samudra yang mampu beroperasi secara mandiri, berkelanjutan, dan presisi tinggi. Karena itu, KRI Canopus-936 dirancang tidak hanya sebagai kapal survei ilmiah, tetapi juga sebagai platform pendukung operasi militer nontempur dan pengawasan maritim,” ujar Abdul Kadir Jailani dalam pernyataan tertulisnya.
Pembangunan KRI Canopus-936 dilaksanakan selama 36 bulan oleh galangan Palindo Marine, bekerja sama dengan galangan Abeking & Rasmussen dari Jerman sebagai mitra teknologi.
Kerja sama ini berada dalam kerangka kebijakan Imbal Dagang, Kandungan Lokal, dan Offset (IDKLO), yang selama ini diklaim mendorong peningkatan kapasitas industri nasional.
Melalui skema tersebut, pembangunan kapal ini tidak berhenti pada hasil fisik.
"Transfer teknologi dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia menjadi bagian dari proses yang diharapkan dapat memperkuat kemampuan galangan dalam negeri untuk membangun kapal berstandar ocean-going," ujar Dubes.
Sejauh mana dampak jangka panjangnya terhadap kemandirian industri pertahanan nasional, akan diuji oleh waktu.














































