blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Kamis, 09 Juli 2026

Indonesia Sepakat Akuisisi Rudal Astra dari India

 Untuk mempersenjatai SU 30 TNI AUPesawat SU30 TNI AU dengan rudal Rusia (Dispenau)

Indonesia resmi menyepakati membeli rudal Astra dan rudal supersonik BrahMos dari India sebagai bagian dari penguatan kemitraan strategis dan pertahanan antara kedua negara.

Kesepakatan ini dicapai dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India, Narendra Modi, saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada 7 Juli 2026.

Total nilai paket kerja sama pertahanan yang mencakup pengadaan sistem rudal canggih ini, dilaporkan mencapai 630 juta USD (sekitar Rp 10,2 triliun).

 Rudal Udara ke Udara Jarak Jauh

Khusus untuk Astra, merupakan rudal udara ke udara jarak jauh melampaui cakrawala BVRAAM (Beyond-Visual-Range Air-to-Air Missile) pertama yang dikembangkan secara mandiri oleh India.

Rudal Astra dirancang oleh DRDO (Defence Research and Development Organisation) dan diproduksi oleh perusahaan pertahanan Bharat Dynamics Limited (BDL).

Rudal canggih ini dirancang khusus untuk melacak dan menghancurkan pesawat musuh yang memiliki kelincahan tinggi dari jarak jauh dengan tingkat akurasi presisi tinggi.

 Untuk Mempersenjatai Su-30

Saat ini tersedia dua varian utama, pertama Astra Mk-1, dengan jangkauan tembak efektif antara 80 hingga 110 km.

Rudal ini melaju dengan kecepatan maksimum 4,5 Mach dan dilengkapi pemandu Terminal Active Radar Homing.

Varian kedua Astra Mk-2, merupakan generasi terbaru yang sedang dipercepat proses pengembangannya oleh DRDO.

Astra Mk-2 memiliki jangkauan serang yang ditingkatkan, mampu memburu pesawat musuh hingga jarak 160–240 km.

Sejak awal rudal Astra dirancang agar kompatibel dengan berbagai jet tempur mutakhir milik Angkatan Udara India dan Angkatan Laut India, termasuk Sukhoi Su-30MKI, HAL Tejas, dan MiG-29K.

Di Indonesia, rudal ini rencananya akan diintegrasikan pada jet tempur Sukhoi Su-30 TNI Angkatan Udara yang dioperasikan oleh Skadron Udara 11. (RBS)

  ✈️
Airspace Review   

Prabowo dan Modi Sepakati 16 MoU

 Termasuk soal Rudal Supersonic BrahMos Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (6/7/2026) (antara)

Pertemuan Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menghasilkan 16 kesepakatan.

Salah satunya kerja sama terkait rudal jelajah supersonik BrahMos.

"Kami yakin kesepakatan-kesepakatan tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi hasil dan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara," kata Prabowo saat memberikan keterangan pers bersama PM Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Dokumen kerja sama yang diteken di hadapan Prabowo dan Modi itu antara lain perpanjangan perjanjian kerangka kerja antara Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia dan Indian Space Research Organisation mengenai eksplorasi dan pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai.

Selain itu, Indonesia dan India mengumumkan 15 dokumen lainnya yang mencakup kerja sama di sejumlah bidang strategis, dari pertahanan, energi, kesehatan, kebudayaan, hingga teknologi. Berikut ini rinciannya:

1. Perpanjangan Framework Agreement antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia dan Indian Space Research Organisation (ISRO) tentang kerja sama dalam eksplorasi dan pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai.
2. Perpanjangan protokol Nota Kesepahaman tentang kerja sama keselamatan dan keamanan maritim.
3. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang penanggulangan bencana.
4. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang mineral dan teknologi untuk rantai pasok baja.
5. Pengaturan Pelaksanaan (Implementing Arrangement) mengenai kolaborasi tenaga kesehatan.
6. Letter of Intent (LoI) untuk konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan, Indonesia.
7. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang telekomunikasi, teknologi, dan layanan.
8. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang regulasi produk medis.
9. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang pertanian.
10. Nota Kesepahaman tentang kerja sama di bidang pengelolaan dan pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemilu.
11. Nota Kesepahaman tentang kerja sama penelitian, teknologi, dan inovasi.
12. Penandatanganan kontrak sistem pertahanan rudal BrahMos antara BrahMos dan Kementerian Pertahanan.
13. Perjanjian kerja sama rudal udara-ke-udara antara Bharat Dynamics dan Republic Corp.
14. Nota Kesepahaman antara Non-Ferrous Materials Technology Development Centre, MIDWEST Ltd., dan PT Perusahaan Mineral Nasional.
15. Strategic Joint Venture antara Steel Authority of India dan PT Krakatau Steel.
16. Nota Kesepahaman antara Indian Institute of Management Bangalore dan PT Inteligensia Grahatama. (eva/haf)

  🚀 
detik  

Rabu, 08 Juli 2026

Kemhan Buka Workshop Submarine Phase 2 TA. 2026

  👷 🤝 Mengembangkan desain kapal selam (Ditjen Pothan)

Mewakili Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Direktur Teknologi Potensi Pertahanan (Dir Tekpothan) Marsma TNI Dedy Laksmono, S.E., S.T., M.M. membuka Workshop Submarine Phase 2 TA. 2026 bertema Submarine Design & Technical Drawing Analysis di Hotel Oakwood Taman Mini, Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung pada 6–10 Juli 2026 tersebut merupakan bagian dari implementasi program ofset pengadaan Rudal Jarak Sedang (Dual Mission Missile) AS-400 dari Excalibur International a.s. sebagai upaya memperkuat penguasaan teknologi pertahanan nasional.

Dalam sambutan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan yang dibacakan, Dir Tekpothan menyampaikan bahwa penyelenggaraan workshop ini merupakan langkah strategis dalam mendukung peningkatan kemampuan sumber daya manusia serta penguasaan teknologi kapal selam melalui pemanfaatan program ofset.

Workshop diharapkan menjadi sarana berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi yang mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI, perguruan tinggi, industri pertahanan nasional, dan mitra internasional dalam mendukung pembangunan kemampuan pertahanan negara.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kebijakan ofset dalam pengadaan alat peralatan pertahanan dan keamanan dari luar negeri merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

Implementasi kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong alih teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan kapasitas industri pertahanan dalam negeri sebagai fondasi terwujudnya kemandirian teknologi pertahanan nasional.

Workshop yang diikuti peserta dari Kementerian Pertahanan, TNI Angkatan Laut, Universitas Pertahanan RI, dan industri pertahanan nasional ini akan membahas berbagai aspek desain kapal selam dan analisis technical drawing sebagai bekal peningkatan kompetensi teknis peserta.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin erat dalam pengembangan teknologi kapal selam guna mendukung terwujudnya industri pertahanan nasional yang mandiri, maju, dan berdaya saing.


   👷  Ditjen Pothan   

Selasa, 07 Juli 2026

Prabowo dan PM Modi Saksikan Kontrak Pembelian Rudal Brahmos

 Juga diteken kerja sama pertahanan produksi rudal AAM antara Bharat Dynamics dan Republikorp Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (6/7/2026) (antara)

Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menyaksikan kontrak penandantangan pembelian rudal Brahmos di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Kontrak itu diteken antara Brahmos Aerospace dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI.

Selain itu, juga diteken kerja sama pertahanan produksi rudal udara ke udara antara Bharat Dynamics Limited dan Republikorp.

Presiden RI Prabowo menjelaskan, kedua pihak sepakat semakin memperkuat kemitraan melalui peningkatan intenstitas kunjungan tingkat tinggi.

"Koordinasi lebih erat melalui konsultasi bilateral dan penguatan kerja sama antarlembaga, termasuk lembaga think tank dan parliamentary friendship group yang baru dibentuk," kata Prabowo.

Sementara PM Modi menjelaskan, kerja sama angkasa antara India dan Indonesia akan membawa manfaat besar bagi kedua negara. "Kita juga akan kerja sama meningkatkan teknologi dan kapasitas," kata Modi.

Dia juga menyampaikan, India dan Indonesia menjalin kemitraan baru terkait baja dan tanah jarang. "Kami juga sangat senang sistem pembayaran di India akan diimplementasikan di Indonesia. Ini akan semakin memudahkan pembayaran," ujar Modi.

Sebelumnya, iring-iringan kendaraan PM Modi memasuki halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat sekitar pukul 10.23 WIB. Dia dikawal 17 motoris dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan 120 pasukan berkuda.

Presiden Prabowo yang telah berada di Serambi Barat Istana Merdeka lalu menyambut langsung ketibaan PM Modi setelah turun dari kendaraan yang ditumpanginya. Kedua pemimpin negara saling bersalaman dan berpelukan lalu menuju beranda Istana Merdeka.

Upacara penyambutan diawali dengan dikumandangkan lagu kebangsaan kedua negara, yaitu lagu kebangsaan India dan dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia, "Indonesia Raya". Setelah itu, Prabowo memperkenalkan delegasi dari Indonesia yang turut mendampinginya.

Di antaranya, Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Prabowo kemudian mempersilakan PM Modi memasuki Ruang Kredensial untuk melakukan sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan kedua negara.

Selanjutnya, keduanya melangsungkan pertemuan empat mata di ruang kerja RI 1, dilanjutkan pertemuan bilateral, jamuan kenegaraan di Istana Negara, serta ditutup dengan pernyataan bersama.

  🚀 
Republika  

Menhan Groundbreaking Pabrik Munisi PT Pindad di Kalimantan Selatan

  Perkuat Kemandirian Industri Pertahanan Nasional (Pindad)
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, melaksanakan groundbreaking pembangunan Pabrik Munisi PT Pindad di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (4/7/2026).

Pembangunan fasilitas produksi munisi tersebut merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.

Kehadiran pabrik baru ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi munisi dalam negeri, memenuhi kebutuhan alat pertahanan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat sistem logistik pertahanan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, TNI, PT Pindad, serta seluruh mitra strategis yang telah bersinergi mewujudkan pembangunan pabrik munisi tersebut.

Pembangunan industri pertahanan nasional merupakan investasi strategis untuk menjaga kedaulatan negara, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah,” ujar Menhan Sjafrie.

Selain memperkuat kemampuan pertahanan negara dan meningkatkan daya saing industri strategis nasional, pembangunan Pabrik Munisi PT Pindad di Batulicin diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi Kalimantan Selatan melalui pembukaan lapangan pekerjaan, peningkatan investasi, serta pengembangan SDM lokal.

Groundbreaking ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan industri pertahanan Indonesia yang modern, mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam membangun kekuatan pertahanan nasional yang tangguh.

  👷 
Media Suara Mabes  

Senin, 06 Juli 2026

Pindad Jalin Kenitraan Mengembangkan Night Vision Googles

  Meliputi produksi lokal dan alih teknologi (Pindad)

PT Pindad (Persero), manufaktur pertahanan terkemuka di Indonesia menjalin kemitraan dengan Nightvisions Lasers Spain (NVLS), produsen sistem penglihatan malam terkemuka dari Eropa untuk produksi lokal dan pengembangan Night Vision Googles (NVG) monokular dan binokular.

Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan Technical Assistance and Commercial Collaboration Contract oleh Direktur Teknologi, Pengembangan dan Manajemen Risiko (Dirtekbang & MR), Prima Kharisma yang mewakili Direktur Utama Pindad dan CEO NVLS, Jorge de la Torre pada Eurosatory, 15 Juni 2026 di Paris, Perancis.

Kerja sama antara Pindad dan NVLS meliputi produksi lokal dan alih teknologi dalam manufaktur NVG, serta dukungan teknis NVLS.

Kemitraan ini akan memperkuat kapabilitas nasional Indonesia di bidang penglihatan malam serta meningkatkan kapasitas Pindad dalam memenuhi kebutuhan operasional TNI yang terus berkembang.

Dirtekbang & MR, Prima Kharisma menegaskan komitmen Pindad untuk terus berinovasi dan memperkuat kerja sama strategis untuk mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.

"Sebagai industri pertahanan dalam negeri, Pindad berkomitmen untuk dapat mendukung kebutuhan alpalhankam TNI di berbagai operasi, melalui inovasi dan kerja sama strategis. Kerja sama ini juga akan meningkatkan kompetensi kita sebagian bagian dari upaya mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional," ujar Prima.

Produk NVG ini dapat meningkatkan fleksibilitas operasi dengan menyediakan kemampuan penglihatan malam hari dan deteksi cahaya rendah yang canggih bagi operasi yang dilaksanakan di lingkungan dengan kondisi visual yang terbatas atau terdegradasi.

Sebagai produsen alpalhankam nasional, Pindad akan dapat menawarkan kepada TNI platform persenjataannya yang telah dilengkapi dengan kemampuan penglihatan malam modern sesuai kebutuhan operasi pada malam hari maupun dalam kondisi minim cahaya.

NVLS merupakan produsen NVG dan malam terkemuka di dunia dengan sistem penglihatan malam canggih yang diakui secara global, dengan produk yang sudah digunakan oleh berbagai institusi pertahanan dan keamanan di Eropa serta pasar internasional lainnya.

Produk NVLS menawarkan bidang pandang (field of view) yang lebih luas, yaitu 52°, dibandingkan dengan 40° yang umumnya terdapat pada NVG konvensional, sehingga memberikan kesadaran situasional yang lebih baik bagi personel yang beroperasi di lapangan.

Sebagai produsen alpalhankam nasional, Pindad akan dapat menawarkan kepada TNI platform persenjataannya yang telah dilengkapi dengan kemampuan penglihatan malam modern sesuai kebutuhan operasi pada malam hari maupun dalam kondisi minim cahaya.

NVLS merupakan produsen NVG dan malam terkemuka di dunia dengan sistem penglihatan malam canggih yang diakui secara global, dengan produk yang sudah digunakan oleh berbagai institusi pertahanan dan keamanan di Eropa serta pasar internasional lainnya.

Produk NVLS menawarkan bidang pandang (field of view) yang lebih luas, yaitu 52°, dibandingkan dengan 40° yang umumnya terdapat pada NVG konvensional, sehingga memberikan kesadaran situasional yang lebih baik bagi personel yang beroperasi di lapangan.

Melalui kerja sama ini Pindad diharapkan dapat mendukung operasional TNI dalam berbagai kondisi serta meningkatkan kapabilitas produksi alpalhankam nasional dalam bidang sistem penglihatan malam dan deteksi cahaya rendah yang canggih.

  🤝 
Pindad  

Minggu, 05 Juli 2026

[Video] Membangun Kedaulatan Bawah Laut

  👷  ToT Scorpène dan Masa Depan Industri Kapal Selam Indonesia 
https://www.navalnews.com/wp-content/uploads/2026/07/Examples-of-Indonesian-companies-other-than-PT-PAL-that-will-participate-in-the-project.-PT-PAL-picture-scaled.jpg.webpPT PAL menggandeng perusahaan Lokal dalam membangun kapal selam Scorpene ( PAL)

K
apal selam merupakan salah satu instrumen strategis paling penting dalam pertahanan maritim modern.

Namun, bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, pembangunan kapal selam tidak hanya berbicara mengenai penambahan alutsista, melainkan juga tentang penguasaan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kemandirian industri pertahanan nasional.

Dalam episode Defense Talk kali ini, Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengulas perkembangan program pembangunan kapal selam Scorpène Evolved yang saat ini memasuki tahap pra-produksi melalui kerja sama dengan Naval Group, Prancis.

Diskusi membahas berbagai aspek penting, mulai dari tahapan pembangunan, proses transfer teknologi, keterlibatan insinyur Indonesia di Prancis, hingga penguasaan teknologi konstruksi lambung kapal selam.

Lebih jauh, perbincangan ini mengajak publik memahami bahwa nilai strategis program Scorpène tidak hanya terletak pada kapal yang akan dihasilkan, tetapi juga pada kemampuan industri nasional untuk menguasai teknologi yang selama ini hanya dimiliki segelintir negara.

Di balik proyek ini, Indonesia tengah membangun fondasi menuju ekosistem industri pertahanan yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan mampu mendukung kebutuhan pertahanan nasional dalam jangka panjang.

 Berikut video dari IDefenseMagz : 


   🎥  Youtube    

Sabtu, 04 Juli 2026

[Video] PT PAL Kembali Ekspor Kapal ke Filipina

  👷  Kapal Landing Dock generasi terbaru PAL 
https://ik.imagekit.io/goodid/nyc/goodstats/uploads/articles/original/2026/07/01/ekspor-kapal-perang-ri-berlanjut-pt-pal-bangun-2-landing-dock-untuk-filipina-075lNseeTD.jpg?tr=w-1200,h-630,fo-centerKapal  Landing Dock 603 pesanan Filipina (PAL)

K
apal Landing Dock pesanan Filipina telah diluncurkan akhir bulan Juni di Surabaya, yang dibangun dalam waktu kurang lebih 6 bulan.

Unit pertama kapal LD generasi terbaru pesanan Philippine Navy dinamakan BRP Ilocos Norte, diluncurkan pada 30 Juni 2026 di galangan PT PAL Surabaya.

Kapal sepanjang 124 meter itu menjadi bagian dari kontrak lanjutan atau repeat order setelah keberhasilan PT PAL membangun kapal Strategic Sealift Vessel (SSV) BRP Tarlac dan BRP Davao del Sur yang saat ini telah menjadi tulang punggung operasi amfibi Angkatan Laut Filipina.

 Berikut video dari PAL Indonesia :



   🎥  Youtube    

Jumat, 03 Juli 2026

Konstruksi Lokal Pertama Scorpène Evolved Akan Dimulai Bulan Ini di Indonesia

  👷 🤝 Dengan menggandeng perusahaan lokal PT PAL kerjasama dengan perusahaan lokal dalam membangun kapal selam di Surabaya ( Naval News)

P ada tanggal 2 Juli, PT PAL Indonesia dan Naval Group menyelenggarakan tur pers ke fasilitas konstruksi dan pemeliharaan kapal selam PT PAL di Surabaya, Jawa Timur, untuk memamerkan persiapan dimulainya pembangunan dua kapal selam Scorpène Evolved untuk Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) di bawah program Scorpène Republik Indonesia (SRI).

Kunjungan tersebut menyoroti kemajuan yang telah dicapai kedua perusahaan dalam hal infrastruktur, pelatihan tenaga kerja, dan kesiapan produksi seiring Indonesia semakin mendekati pembangunan kapal selam rancangan Prancis tersebut di dalam negeri.

Direktur Program Naval Group SRI, Vincent Vimont, mengungkapkan bahwa pemotongan baja pertama untuk kapal selam Scorpène utama akan dilakukan bulan ini, dengan pengujian dan uji coba laut dijadwalkan antara tahun 2030 dan 2032 sebelum pengiriman pada tahun 2032.

Pembangunan kapal selam kedua dijadwalkan dimulai pada tahun 2027, diikuti oleh pengujian dan uji coba laut antara tahun 2031 dan 2033, dengan pengiriman direncanakan pada tahun 2033.

Seperti yang dilaporkan Naval News sebelumnya pada tahun 2024, PT PAL akan membangun kedua kapal selam tersebut secara paralel, dengan jeda satu tahun di antaranya. PT PAL juga menyatakan bahwa jadwal tersebut dapat dipercepat jika pembangunan berjalan lancar.

Kedua perusahaan tersebut mengatakan proyek ini akan menciptakan sekitar 2.250 lapangan kerja, termasuk peran dalam layanan pendukung dan pemeliharaan pasca-pengiriman. Mereka menambahkan bahwa pesanan lebih lanjut untuk kapal selam Scorpène akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja lagi.

Selain itu, Naval Group mengatakan timnya dalam program di Indonesia mencakup personel yang sebelumnya mendukung produksi lokal Scorpène di India dan Brasil, sehingga Indonesia dapat mengambil manfaat dari pelajaran yang diperoleh dari kedua negara tersebut.

Menurut Kepala Divisi Kapal Selam PT PAL, Agus Rifai, ruang produksi yang dimiliki perusahaan saat ini dapat mendukung pembangunan atau pemeliharaan (MRO) hingga empat kapal selam Scorpène secara bersamaan.

Ia menambahkan bahwa PT PAL juga akan menggunakan peralatan, fasilitas, dan pengalaman dari program kapal selam Tipe-209 sebelumnya untuk proyek Scorpène.

 Teknologi, Sensor dan Senjata

Naval Group mengatakan kapal selam tersebut akan dilengkapi teknologi peredaman akustik yang serupa dengan yang digunakan pada kapal selam rudal balistik nuklir (SSBN) Prancis.

Desainnya juga akan mencakup sistem tempur SUBTICS, sensor akustik dan non-akustik yang terintegrasi penuh, rangkaian sonar yang disempurnakan dengan susunan planar, dan pemrosesan sinyal tingkat lanjut.

Dengan konfigurasi baterai lithium-ion penuh, kapal selam ini akan memiliki daya tahan misi hingga 80 hari.

Kapal selam tersebut akan mampu membawa muatan campuran hingga 18 torpedo kelas berat dan rudal SM39 Exocet. Menanggapi pertanyaan dari Naval News, Naval Group mengkonfirmasi bahwa Scorpène Evolved akan mampu menembakkan rudal Exocet generasi berikutnya yang diluncurkan dari kapal selam, yaitu SM40, yang saat ini sedang dikembangkan oleh MBDA.

Selain itu, selama tur pers, terungkap bahwa Angkatan Laut Indonesia bergabung dengan Scorpène Club pada tahun 2025, menjadi anggota terbaru bersama Brasil, Chili, India, dan Malaysia.

 Potensi Ekspor dan Kerjasama

Direktur Program PT PAL RDI, Laksamana Madya (Purn.) Wiranto, yang pernah bertugas di kapal selam kelas Whiskey dan Tipe-209 Angkatan Laut Indonesia, mengatakan bahwa proyek Scorpène Evolved merupakan bagian dari Fase II Program Penguasaan Teknologi Kapal Selam Nasional Indonesia, yang bertujuan untuk memungkinkan negara ini merancang, membangun, dan akhirnya mengekspor kapal selam buatan dalam negerinya sendiri antara tahun 2042 dan 2050.

PT PAL dan Naval Group mengungkapkan bahwa mereka telah membahas kemungkinan menggunakan Indonesia sebagai lokasi produksi bersama untuk kapal selam Scorpène yang dipesan oleh negara lain, serta sebagai pusat pekerjaan MRO (
Maintenance, Repair, and Overhaul) pada armada Scorpène angkatan laut negara lain.

Namun, menanggapi pertanyaan Naval News , Naval Group mengatakan bahwa kerja sama tersebut memerlukan perjanjian formal baru, karena kontrak saat ini tidak memberikan hak kepada Indonesia untuk memasarkan atau menjual Scorpène ke negara ketiga.

Perwakilan PT PAL dan Naval Group mengatakan bahwa mereka sedang menjajaki kerja sama yang lebih luas di luar program Scorpène, karena Naval Group juga telah menawarkan produk lain, termasuk transfer teknologi terkait sistem senjata seperti rudal dan torpedo.

Mengenai kemungkinan Indonesia memesan kapal selam Scorpène Evolved tambahan, kedua perusahaan tersebut mengkonfirmasi bahwa negosiasi masih berlangsung. (*)


   👷  Naval News   

Kamis, 02 Juli 2026

PT PAL-Denmark Perkuat Bilateral Lewat Kolaborasi Teknologi Maritim

Duta Besar Denmark untuk Indonesia H.E. Sten Fridmodt Nielsen mengunjungi PT PAL Indonesia di Surabaya, Jawa Timur. A(NTARA/HO-PT PAL)

PT PAL Indonesia bersama Denmark memperkuat hubungan bilateral melalui kolaborasi pengembangan dan implementasi teknologi dalam industri maritim.

"Kerja sama PT PAL dan Denmark memiliki fondasi historis yang kuat," kata Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT PAL Indonesia Briljan Gazalba di Surabaya, Selasa.

Briljan mengatakan hubungan bilateral antara Indonesia dan Denmark di sektor maritim sangat kuat seperti pemanfaatan desain frigat kelas Iver Huitfeldt yang dikembangkan OMT Denmark sebagai basis proyek Arrowhead 140.

Melalui penguasaan teknologi dan proses rekayasa lanjutan, kata dia, desain tersebut kemudian dikembangkan oleh PT PAL menjadi Frigat Merah Putih yang disesuaikan dengan kebutuhan pertahanan nasional.

Dalam hal itu, Briljan menuturkan hubungan kerja sama bilateral ini tidak hanya desain kapal melainkan juga komponen-komponen penting pada produk kapal PT PAL yang menggunakan teknologi asal Denmark.

"Kami berharap kunjungan hari ini dapat memperkuat persahabatan serta membuka lebih banyak peluang kolaborasi inovasi ke depan." ujarnya.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia H.E. Sten Fridmodt Nielsen pun sempat berkunjung ke PT PAL Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral sekaligus mengeksplorasi peluang kolaborasi yang lebih luas di sektor maritim, perkapalan, dan pengembangan teknologi.

Nielsen mengapresiasi kemajuan kapabilitas PT PAL Indonesia yang dinilainya telah menjadi simbol teknologi terdepan di Indonesia.

"Denmark merasa sangat bangga jika keahlian dan teknologi maritim kami nantinya dapat diberikan kesempatan untuk mendukung serta menjadi bagian dari produk-produk luar biasa di sini," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Dubes Denmark beserta delegasi juga meninjau secara langsung fasilitas produksi dan perkembangan sejumlah proyek strategis yang sedang dikerjakan PT PAL Indonesia.

Salah satu yang ditinjau adalah pembangunan kapal perang Landing Dock (LD) Philippines #1 pesanan Angkatan Laut Filipina yang dijadwalkan melaksanakan peluncuran pada akhir Juni 2026.

Kunjungan ini menjadi cerminan semakin eratnya hubungan Indonesia dan Denmark di sektor maritim sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan teknologi, peningkatan kapabilitas industri, dan penguatan ekosistem maritim kedua negara.

  📝  Antara   

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More