blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Jumat, 26 Juni 2026

FMP Ditargetkan Selesai Bulan September untuk Ikut Sailing Pass HUT ke-81 TNI

KRI BPD 322 frigate pertama PAL dalam penyelesaian di Surabaya (PAL)

Pembangunan kapal Fregat Merah Putih (FMP) unit pertama ditargetkan selesai pada September 2026 untuk diserahterimakan kepada TNI dan TNI Angkatan Laut.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan, FMP unit pertama direncanakan ikut dalam sailing pass pada peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-81 TNI pada Oktober mendatang.

Kami akan delivery pada September (2026), sehingga 5 Oktober (HUT TNI) nanti bisa melakukan sailing pass bersama-sama (KRI lain),” ujar Djenod kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Rabu (24/6).

Bersamaan dengan itu, FMP unit pertama akan dilengkapi persenjataan secara bertahap. Adapun FMP unit pertama diberi nama KRI Balaputradewa-322.

KRI Balaputradewa-322 dirancang sebagai kapal tempur modern berkemampuan multiperan.

Diketahui, Kementerian Pertahanan RI memesan dua unit fregat dari galangan asal Inggris, Babcock. PT PAL diberi mandat mengerjakan proyek tersebut, yang kemudian diberi nama Fregat Merah Putih.

PT PAL bekerja sama dengan Babcock membuat kapal perang berdasarkan desain Arrowhead 140.

  📝  IDM   

Kamis, 25 Juni 2026

Dieselindo Terima Program Offset Fincantieri

👷  🤝 Perkuat Langkah Menuju KemandirianMPCS BWJ 320 (Fincantieri)

PT Dieselindo Utama Nusa secara resmi menerima penyerahan (handover) program offset yang terbentuk dari Mockup Diesel Generator, Special Tools, dan Technical Training dari Kementerian Pertahanan bersama Fincantieri, galangan kapal terkemuka asal Italia yang berlangsung di Engineering Services Department PT Dieselindo Utama Nusa, Cikupa-Tigaraksa, Tangerang, Banten, Rabu, 24 Juni 2026.

Proses handover ini menjadi bagian dari implementasi kewajiban offset dalam kerja sama pengadaan kapal perang berbasis desain FREMM antara Pemerintah Indonesia dan Fincantieri.

Sebagai salah satu perusahaan industri pertahanan swasta nasional yang ditunjuk sebagai penerima manfaat offset, PT Dieselindo Utama Nusa menyambut baik langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan industri pertahanan dalam negeri melalui Transfer of Technology (ToT), peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta pengembangan kapasitas teknis yang berkelanjutan.

Adanya program offset merupakan bagian dari strategi nasional dalam membangun kemandirian industri pertahanan melalui adanya peningkatan kemampuan industri dalam negeri, penguasaan teknologi strategis serta penguatan rantai pasok nasional untuk mendukung keberlanjutan pemeliharaan serta pengoperasian Alutsista TNI kedepannya.

Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Pothan Kemhan), Laksamana Muda TNI Sri Yanto mengatakan, melalui program offset ini, diharapkan terbangun sustained capability nasional yang memungkinkan industri pertahanan dalam negeri melaksanakan pemeliharaan, perbaikan.

Serta dukungan teknis secara mandiri guna mendukung kesiapan dan keberlangsungan operasional alutsista TNI, selama siklus hidup alutsista tersebut,” kata Laksda Sri Yanto.

Lanjut dia, terselenggaranya proses handover ini menandakan dimulainya rangkaian program offset yang diterima oleh Dieselindo, dan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mendukung pemeliharaan, perbaikan, serta pengembangan sistem tenaga kapal perang modern.

Selain memperkuat kompetensi teknis perusahaan, program ini juga menjadi sarana peningkatan kualitas tenaga kerja nasional agar mampu menguasai teknologi strategis yang dibutuhkan untuk mendukung kesiapan operasional alutsista Indonesia,” jelasnya.

Direktur Utama PT Dieselindo Utama Nusa, Iwan Salim, mengatakan, program offset ini merupakan wujud nyata bagaimana kolaborasi internasional dapat memberikan manfaat strategis dan nilai tambah bagi pengembangan industri pertahanan nasional.

Bagi Dieselindo, kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pertahanan RI melalui program offset ini menjadi kesempatan untuk memperluas penguasaan teknologi yang akan mendukung kesiapan alutsista pertahanan Indonesia, meningkatkan kemampuan dan kompetensi teknis tenaga kerja, serta menjadi sarana untuk mempersiapkan lapangan pekerjaan berkualitas dengan nilai tambah tinggi kedepannya,” ucap Iwan.

Kerja sama antara Kemhan, Fincantieri, dan Dieselindo menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, industri global, dan industri nasional dalam membangun ekosistem pertahanan yang kuat dan berkelanjutan.

Melalui kemitraan ini, industri dalam negeri memperoleh akses terhadap pengalaman, pengetahuan, dan teknologi yang telah berkembang di tingkat internasional, sekaligus membuka peluang peningkatan daya saing nasional di sektor pertahanan.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang mechanical engineering services untuk sektor migas, pertambangan, maritim, industri, dan pertahanan, Dieselindo meyakini bahwa pembangunan industri nasional membutuhkan keseimbangan antara kerja sama global dan penguatan kemampuan domestik.

Oleh karena itu, seluruh manfaat yang diperoleh dari program ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan kompetensi perusahaan sekaligus memberikan nilai tambah bagi ekosistem industri pertahanan nasional.

Adanya program offset ini juga merupakan wujud dari fasilitasi serta pengawasan Kemhan untuk memastikan bahwa implementasi kewajiban offset berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas industri pertahanan nasional.

Manfaat dari program offset ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi ekosistem industri pertahanan nasional seperti Dieselindo untuk meningkatkan kompetensi SDM, peluang kolaborasi antar industri, maupun penguatan rantai pasok komponen dan jasa pendukung pertahanan,” pungkas Iwan.


   👷  RMOL   

Rabu, 24 Juni 2026

Kapal Selam Scorpene Evolved Pertama Indonesia akan Dilengkapi Kemampuan Peluncuran Rudal

  👷 🤝 🚀  Ilustrasi kapal selam Scorpene (Naval Group)

Sebuah laporan baru-baru ini menyebutkan bahwa dua kapal selam Scorpene Evolved pertama untuk Angkatan Laut Indonesia (TNI AL), yang akan dibangun di dalam negeri oleh perusahaan milik negara PT PAL Indonesia di Jawa Timur, tidak akan memiliki kemampuan peluncuran rudal sejak awal. Namun, sumber-sumber yang terlibat dalam proyek tersebut telah mengkonfirmasi kepada Naval News bahwa laporan tersebut tidak benar.

Berbicara kepada Naval News, salah satu sumber industri menyatakan bahwa kemampuan untuk meluncurkan MBDA SM39 (varian rudal anti-kapal Exocet yang diluncurkan dari kapal selam) telah menjadi bagian dari program sejak hari pertama. Sumber tersebut menambahkan bahwa kemampuan tersebut termasuk dalam kontrak asli dan sudah menjadi fitur dasar dari desain Scorpène yang ditawarkan di seluruh dunia.

Oleh karena itu, dua kapal selam Scorpène Evolved pertama Indonesia tidak akan dibangun tanpa integrasi/kemampuan peluncuran rudal, karena kapal selam tersebut memang selalu direncanakan untuk memiliki kemampuan tersebut sejak awal.

Sementara itu, CEO PT PAL, Kaharuddin Djenod, mengatakan kepada Naval News bahwa pernyataan tentang integrasi rudal tersebut merujuk pada target PT PAL untuk mengambil peran yang lebih besar dalam pekerjaan integrasi rudal di masa depan, termasuk mengamankan transfer teknologi terkait yang nantinya dapat diterapkan pada program lain, termasuk proyek kapal selam otonom (KSOT) perusahaan.

Laporan Naval News sebelumnya telah mencatat bahwa Naval Group menawarkan Scorpene Evolved kepada Indonesia dengan integrasi SM39 penuh, karena hal itu selaras dengan salah satu persyaratan utama Angkatan Laut Indonesia untuk armada kapal selam masa depannya.

Sumber lain mengkonfirmasi bahwa rudal anti-kapal Exocet SM39 yang diluncurkan dari kapal selam buatan MBDA merupakan bagian dari kontrak Scorpene Evolved yang ditandatangani antara Prancis dan Indonesia.


   👷  Naval News   

Selasa, 23 Juni 2026

Indonesia Berupaya Mencapai Pencegahan Asimetris dengan Kapal Selam Otonom

  KSOT hasil rancangan & produk PT  PAL KSOT-001 dalam ujicoba di Laut (Sekpres)

Kapal selam otonom buatan dalam negeri Indonesia, yang diberi nama Kapal Selam Otonom (KSOT), telah beralih dari konsep ke pengadaan.

CEO PT PAL Kaharuddin Djenod mengkonfirmasi bahwa Kementerian Pertahanan Indonesia (Kemhan) telah menandatangani kontrak untuk sejumlah unit KSOT yang tidak diungkapkan.

Unit-unit awal ini akan digunakan oleh Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) untuk evaluasi dan dapat mendukung pengembangan doktrin peperangan bawah laut, kata Djenod.

 Peperangan asimetris

Infogradis KSOT PAL (PAL)
Dikembangkan oleh perusahaan pembuat kapal milik negara PT PAL Indonesia, KSOT dimaksudkan untuk mengimbangi musuh yang lebih lengkap melalui skala, ambiguitas, dan pengenaan biaya.

Menurut Djenod, Indonesia menyadari bahwa mereka tidak dapat mengalahkan musuh yang lebih lengkap armada lautnya, yang dalam beberapa tahun terakhir telah memperkuat armada mereka dengan jumlah kapal selam dan kapal tempur modern yang lebih besar.

Sebagai pendukung konsep ini sejak lama, Djenod menggambarkan KSOT sebagai proyek pribadi. Sebelum bergabung dengan PT PAL, ia mengelola perusahaan swasta yang berfokus pada kendaraan bawah air, di mana ia membangun dan menguji prototipe awal.

Hanya di PT PAL saya akhirnya dapat mengimplementasikan KSOT,” katanya, mengutip dukungan dari Kementerian Pertahanan dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Latar belakang ini menempatkan KSOT sebagai puncak dari visi lama tentang peperangan laut nonkonvensional, yang dimungkinkan oleh kemajuan teknologi terkini dan pelajaran operasional dari konflik-konflik baru-baru ini.

Djenod menghubungkan program KSOT secara langsung dengan kemajuan pesat dan miniaturisasi chip yang dioptimalkan untuk kecerdasan buatan (AI), sensor bawah air, dan peralatan komunikasi.

Kemajuan dalam teknologi AI, sensor, dan kontrol berarti bukan hanya mungkin, tetapi juga perlu, untuk mengembangkan senjata yang tidak melibatkan manusia di dalamnya,” katanya.

   👷  Jane's  

Senin, 22 Juni 2026

PT PAL Kini Bangun Fondasi Anjungan Gas Mako di Laut Natuna

 👷 Bukan Cuma Kapal Perang (PAL)

PT PAL Indonesia resmi menandatangani kontrak kerja sama dengan West Natuna Exploration Limited (WNEL) untuk pelaksanaan proyek Engineering, Procurement, Construction and Transportation (EPCT) Conductor Support Frame (CSF) pada Proyek Pengembangan Mako di Wilayah Kerja Duyung, Laut Natuna, Kepulauan Riau.

Dalam kerja sama ini, WNEL menunjuk PT PAL Indonesia sebagai kontraktor utama yang bertanggung jawab atas pekerjaan rekayasa, pengadaan material, konstruksi, hingga transportasi struktur Conductor Support Frame yang akan menjadi bagian dari infrastruktur produksi Lapangan Gas Mako.

General Manager Sales & Marketing PT PAL Indonesia, Aris Wacana Putra, mengatakan kontrak ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas ‎pasar komersial sekaligus memperkuat peran industri nasional dalam mendukung pengembangan sektor energi.

Kepercayaan ini menunjukkan kapabilitas rekayasa dan manufaktur yang selama ini dikembangkan PT PAL untuk menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur eksploitasi gas lepas pantai. Selain memperluas portofolio bisnis perusahaan, proyek ini juga menjadi kontribusi nyata industri nasional dalam mendukung penguatan ketahanan energi Indonesia.” ujarnya.

Proyek Mako merupakan salah satu proyek pengembangan lapangan gas strategis nasional yang telah melalui milestone Final Investment Decision (FID) pada Maret 2026. Berlokasi di Laut Natuna, proyek ini akan menjadi sumber pasokan gas domestik yang penting untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik nasional serta memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Keterlibatan PT PAL dalam proyek ini menandai perluasan kompetensi perusahaan dari sektor perkapalan dan pertahanan menuju industri energi lepas pantai. Tidak menutup kemungkinan akan ada perluasan bisnis di wilayah kerja Duyung.

Pengalaman dalam pembangunan kapal perang, kapal niaga, dan berbagai platform maritim dinilai memberikan fondasi yang kuat untuk memenuhi kebutuhan konstruksi struktur offshore bagi industri hulu minyak dan gas.

Kepercayaan terhadap pelaksanaan Proyek Mako didukung oleh rekam jejak perusahaan dalam mengerjakan berbagai proyek offshore oil & gas sejak tahun 2005.

Beberapa proyek yang telah berhasil diselesaikan antara lain EPC Zelda Platform (CNOOC SES Ltd), EPCI Wellhead Platform Ujung Pangkah (Amerada Hess), EPC KE-32 Platform (Kodeco Energy), EPCI Wellhead Platform Wortel dan EPC Wellhead Platform Peluang (Santos Pty Ltd), EPC Jacket Bukit Tua (Petronas), EPCI Gas Compressor, serta EPCI Platform Madura BD.

Selain mendukung pengembangan infrastruktur energi nasional, proyek ini juga diharapkan meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mendorong partisipasi rantai pasok lokal melalui keterlibatan berbagai industri pendukung nasional.

PT PAL menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai standar kualitas, keselamatan, dan jadwal yang telah ditetapkan dengan dukungan transformasi digital berbasis Industri Maritim 4.0 (IM4).

Kontrak ini juga memperkuat posisi PT PAL sebagai perusahaan rekayasa maritim nasional yang terus melakukan diversifikasi bisnis ke sektor-sektor strategis bernilai tambah tinggi.

Ekspansi ke industri energi lepas pantai diharapkan dapat membuka peluang pasar baru sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pembangunan ekonomi dan ketahanan energi nasional.

 👷  PAL Indonesia  

Minggu, 21 Juni 2026

Roket WAFAR RD70 Karya Anak Bangsa di Uji Coba di Tepi Laut Selatan

🚀 Produksi PTDI bersama PT SAS Roket Wafar RD70 (dispen Kormar)

Komandan Pasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto menyaksikan uji coba penembakan roket Wrap Around Fin Aerial Rocket (Wafar) RD70 di Lapangan Tembak Nanggala Depohar 60 Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Kamis (18/06/2026)

Roket Wafar RD70 merupakan karya anak bangsa, diproduksi dan dikembangkan oleh PT Dirgantara Indonesia.

Komoditas ini merupakan bagian vital dari alutsista TNI dan sedang dikembangkan menuju kemandirian penuh melalui proyek roket berpemandu.

Roket produksi PT Dirgantara Indonesia dirancang untuk memenuhi kebutuhan pertahanan nasional.

Dengan teknologi canggih, roket ini memiliki daya ledak tinggi dan presisi yang akurat, menjadikannya efektif untuk operasi militer dalam berbagai kondisi medan. PTDI memastikan bahwa setiap roket diproduksi dengan standar kualitas tinggi 

  🚀  Pelopor Wiratama  

Sabtu, 20 Juni 2026

Fincantieri–Republikorp Tandatangani Kesepakatan Kerjasama

 Buka peluang transfer teknologi perkapalan @ Eurosatory 2026 di Paris

Industri perkapalan nasional berpotensi mendapatkan tambahan investasi dan transfer teknologi setelah perusahaan galangan kapal asal Italia, Fincantieri, menjalin kemitraan strategis dengan Republikorp melalui anak usahanya PT Republik Palindo Internasional (RPAL).

Kerja sama tersebut membuka peluang pembangunan berbagai kapal angkatan laut di Indonesia.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) yang menjadi landasan awal pembentukan joint venture antara kedua perusahaan.

Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat industri perkapalan nasional sekaligus memperluas kerja sama industri maritim antara Indonesia dan Italia dalam jangka panjang.

Chief Executive Officer dan Managing Director Fincantieri Pierroberto Folgiero mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah lanjutan dalam memperkuat hubungan strategis jangka panjang perusahaan dengan Indonesia.

Menurutnya, pengalaman Fincantieri dalam pembangunan kapal angkatan laut dan integrasi sistem dapat mendukung pengembangan kemampuan industri nasional dan ekosistem maritim yang lebih kuat.

"Berbekal pengalaman kami dalam pembangunan kapal angkatan laut dan integrasi sistem yang kompleks, kami berkomitmen mendukung pengembangan kemampuan industri nasional serta berkontribusi pada terciptanya ekosistem maritim yang lebih tangguhInisiatif ini juga mencerminkan komitmen kami untuk mendukung pengembangan kapabilitas industri yang berkelanjutan di Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (19/6).

Dalam kerja sama tersebut, joint venture yang direncanakan akan fokus pada pembangunan berbagai platform maritim di dalam negeri, mulai dari Landing Platform Dock (LPD), Landing Helicopter Dock (LHD), fregat dan korvet multi-misi, kapal patroli lepas pantai atau Offshore Patrol Vessel (OPV), kapal serang cepat hingga kapal selam.

Selain meningkatkan kapasitas produksi kapal, kemitraan ini juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan industri nasional melalui transfer teknologi dan pertukaran pengetahuan.

Program yang dirancang mencakup pengembangan kompetensi di bidang rekayasa, desain, integrasi sistem, hingga proses produksi melalui pelatihan dan kerja sama teknis yang terstruktur.

Chairman Republikorp Group Norman Joesoef mengatakan penjajakan kemitraan tersebut mencerminkan upaya untuk mendorong kemandirian industri pertahanan nasional melalui kolaborasi dengan mitra global.

Menurutnya, kerja sama itu juga membuka peluang pengembangan talenta Indonesia sekaligus memperkuat kemampuan maritim nasional.

"Bersama Fincantieri, kami melihat peluang untuk memperkuat kemampuan maritim nasional, mengembangkan talenta Indonesia, serta berkontribusi dalam membangun ekosistem pertahanan kawasan yang lebih tangguh,” tutup Norman.

  🤝  Kontan  

Jumat, 19 Juni 2026

PT PAL Bersiap Luncurkan Landing Dock #1 Filipina

 👷 Dijadwalkan akhir Juni Kapal LPD ketiga pesanan Filipina dalam penyelesaian (Jane's)

Setelah sukses meluncurkan Frigate Merah Putih 140 meter pada penghujung Desember 2025, PT PAL Indonesia terus bergerak menyelesaikan amanah pembangunan alutsista strategis nasional dan ekspor.

Kini, perusahaan tengah mempersiapkan peluncuran Landing Dock (LD) Philippines #1 sepanjang 124 meter yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026.

Kapal tersebut merupakan unit pertama dari kontrak pengadaan dua unit kapal Landing Dock generasi lanjutan untuk Philippine Navy yang diproduksi sepenuhnya di galangan PT PAL Indonesia, Surabaya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan LD Philippines #1 mencerminkan kesiapan fasilitas produksi, optimalisasi manajemen rantai pasok, serta kompetensi sumber daya manusia PT PAL dalam memenuhi target proyek tanpa mengabaikan standar kualitas internasional.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari transformasi menyeluruh yang dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Penguatan fundamental keuangan, modernisasi fasilitas produksi, percepatan docktime, serta integrasi sistem digital telah mendorong perubahan budaya kerja yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada produktivitas.

Dampak transformasi tersebut tercermin pada proses pembangunan LD Philippines #1 yang menunjukkan capaian impresif, yang berhasil memangkas dock time hanya dalam waktu enam bulan.

Pencapaian ini lebih efisien dibandingkan pembangunan dua kapal pendahulunya, yakni Strategic Sealift Vessel (SSV) BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602).

Kaharuddin menambahkan, “pembangunan LD Philippines #1 memiliki makna strategis bagi penguatan kerja sama pertahanan Indonesia dan Filipina.

Terlebih, proyek ini merupakan kontrak lanjutan (repeat order), yang menjadi indikator nyata kepuasan pengguna terhadap kualitas produk, ketepatan pengiriman, dan dukungan layanan yang diberikan PT PAL
” ujarnya.

Kepercayaan tersebut tidak terlepas dari rekam jejak keberhasilan PT PAL dalam membangun dan menyerahkan dua unit kapal Landing Platform Dock sebelumnya, BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602), yang hingga kini menjadi tulang punggung armada angkut strategis Philippine Navy. Hal ini mempertegas posisi PT PAL dalam persaingan industri pertahanan global.

Memasuki tahap peluncuran, pembangunan LD Philippines #1 telah mencapai salah satu tonggak penting dalam siklus produksi kapal. Peluncuran ini menandai selesainya fase konstruksi utama platform kapal sekaligus mengonfirmasi kesiapan kapal untuk memasuki tahapan berikutnya.

Setelah diluncurkan, kapal akan menjalani serangkaian pekerjaan lanjutan, termasuk penyelesaian sistem dan integrasi peralatan, sebelum memasuki fase pengujian performa di laut (sea trial).

 👷  PAL Indonesia  

Kamis, 18 Juni 2026

PT PAL Perkirakan Tandatangani Kontrak Pengadaan Fregat Batch Kedua Tahun Ini

KRI BPD 322 frigate pertama PAL dalam penyelesaian di Surabaya (PAL)

PT PAL memperkirakan kontrak pengadaan fregat Red White ketiga dan keempat Indonesia akan ditandatangani pada tahun 2026, demikian disampaikan CEO perusahaan, Kaharuddin Djenod, kepada Janes dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Kapal-kapal lanjutan ini akan mempertahankan bentuk fregat Red White pertama, tetapi dirancang untuk mengakomodasi kemampuan tempur yang lebih baik, kata Djenod.

Kapal ini tidak akan memiliki lebih dari 64 sel VLS [sistem peluncuran vertikal] karena itu adalah jumlah maksimum untuk desain ini,” katanya. “Tetapi setiap sel dan sistem ventilasi di VLS berpotensi mengakomodasi jenis rudal yang lebih besar.”

Pendekatan ini akan memungkinkan Angkatan Laut Indonesia untuk meningkatkan efek tempur keseluruhan kelas ini tanpa meningkatkan jumlah sel peluncuran.

Program FMP Indonesia didasarkan pada desain Arrowhead 140 milik Babcock, meskipun PT PAL telah memodifikasi konfigurasi dasar untuk memenuhi persyaratan Angkatan Laut Indonesia.

Di antara perubahan tersebut adalah integrasi susunan rudal yang lebih padat daripada yang dibawa oleh fregat Tipe 31 Angkatan Laut Kerajaan Inggris, yang juga berbasis pada desain Arrowhead 140.

Modifikasi ini dilakukan oleh PT PAL, dengan kapal-kapal tersebut dibangun sesuai standar klasifikasi Lloyd's Register.

Selain bentuk lambung secara keseluruhan, kapal ketiga dan keempat diharapkan mempertahankan dimensi, susunan propulsi, dan arsitektur sistem tempur umum dari dua fregat pertama, kata Djenod.

Indonesia meluncurkan FMP pertama, KRI Balaputradewa di galangan kapal PT PAL di Surabaya pada 18 Desember 2025. Kelas ini memiliki bobot sekitar 5.996 ton pada muatan penuh dan panjang 140 m..

  📝  Jane’s  

Rabu, 17 Juni 2026

Danantara Percepat Dukungan untuk Transformasi PT PAL Indonesia

KRI BPD 322 frigate pertama PAL dan kapal LPD pesanan Filipina dalam penyelesaian di Surabaya (PAL)

Danantara Indonesia berkomitmen mempercepat realisasi dukungan bagi PT PAL Indonesia. Dukungan tersebut ditujukan untuk memperkuat peran PT PAL sebagai lead industri maritim nasional.

Komitmen itu disampaikan Managing Director Business 2 Danantara Indonesia, Setyanto Hantoro. Ia melakukan kunjungan kerja ke PT PAL Indonesia.

Setyanto mengatakan dukungan Danantara diwujudkan melalui penguatan sumber daya dan investasi jangka panjang. Langkah itu mendukung transformasi serta pengembangan bisnis perusahaan.

Danantara berkomitmen penuh mengawal dukungan finansial dan investasi strategis yang tepat sasaran,” kata Setyanto, Sabtu, 13 Juni 2026. Ia menegaskan percepatan dukungan menjadi prioritas nasional.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. “Akeselerasi ini harus segera diwujudkan sebagaimana perintah Presiden dalam rapat terbatas Februari 2026,” ujarnya.

Setyanto menilai transformasi industri maritim 4.0 yang dijalankan PT PAL sejalan dengan visi pemerintah. Upaya itu diarahkan untuk membangun kemandirian industri nasional yang berdaya saing global.

Menurutnya, PT PAL memiliki posisi strategis di kawasan Asia Tenggara. Perusahaan tersebut merupakan satu-satunya galangan kapal yang mampu membangun kapal selam.

Keunggulan kompetitif PT PAL harus terus diperkuat dan diakselerasi,” ucap Setyanto. Ia menambahkan, PT PAL telah membuktikan kemampuan menghasilkan produk unggulan secara mandiri.

Keterlibatan industri komponen dalam negeri juga memperkuat ekosistem maritim nasional. Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyatakan perusahaan telah menyiapkan fondasi yang kuat.

Fondasi tersebut mendukung peran PT PAL sebagai Konsolidator Nasional dan Lead Integrator industri maritim. “Kesiapan PT PAL dimulai dari penguatan keuangan dan modernisasi fasilitas produksi,” kata Kaharuddin.

Ia menjelaskan perusahaan juga mempercepat penyelesaian proyek strategis. Selain itu, PT PAL terus mendorong integrasi sistem digital secara menyeluruh.

Penguatan kapabilitas produksi dan teknologi menjadi kunci pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya. Saat ini PT PAL berfokus pada kemandirian produksi dan penguasaan teknologi.

Langkah tersebut bertujuan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global. Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau sejumlah fasilitas strategis perusahaan.

Fasilitas tersebut meliputi Graving Dock ORCA 50.000, pembangunan shiplift, dan pengembangan Kapal Selam Otonom (KSOT). Peninjauan tersebut memperlihatkan kesiapan infrastruktur PT PAL, untuk mendukung penguatan industri maritim dan pertahanan nasional.

  📝  RRI   

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More