N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KRI Raden Eddy Martadinata 331

PKR 10514, Kapal frigat pertama produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Jumat, 28 Juli 2017

Menhan Inginkan Pesawat Tanpa Awak Dilengkapi Persenjataan

https://1.bp.blogspot.com/-X6kRpwnvX-s/WXoWJyLGmBI/AAAAAAAAKl8/niJaVDUSmXcySuTgmYBdWsKvh3iEWbqsQCLcBGAs/s400/drone%2B4.jpgDrone Rajawali 720

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menginginkan pesawat terbang tanpa awak (PPTA) atau drone bisa digunakan untuk keperluan tempur, yang dilengkapi senjata dan bom.

"Pesawat terbang tanpa awak yang dibuat atas kerja sama Balitbang Kemhan dengan industri pertahanan dalam negeri sudah bagus, dengan jarak tempuh hingga 200 kilometer dan bisa digunakan selama 20 jam. Luar biasa itu," kata Menhan usai menyaksikan uji coba pesawat tanpa awak hasil kerja sama kementerian pertahan (Kemhan) dan industri pertahanan di Lapangan Terbang Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Ke depan, lanjut Ryamizard, tak terlalu sering memakai pesawat yang menggunakan awak karena cost relatif mahal, dan penggunaannya pun terbatas. Namun, pesawat tanpa awak bisa digunakan setiap saat dan relatif lebih murah.

"Kemungkinan kecelakaan sangat kecil. Kalau pun ada kecelakaan tidak ada korban jiwa," katanya.

Pesawat terbang tanpa awak ini nantinya bisa di-update untuk dipasang alat tembak dan bom, serta bisa digunakan siang dan malam hari.

"Ini nggak kalah lagi dengan dari luar. Kemudian akan ditingkatkan terus. Itu kalau pakai satelit, jaraknya bisa 500 kilometer," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) ini.

Purnawirawan Jenderal bintang empat ini berharap nantinya pesawat tanpa awak dapat dimaksimalkan untuk menjaga perbatasan, bahkan dapat digunakan untuk mencegah peredaran narkoba.

"Iya pasti (akan dimaksimalkan) di perbatasan mau lihat di mana tukang narkoba itu bawa narkoba. Semuanya lah. Curi-curi ikan segala macam. Nanti di kapal angkatan laut juga ada drone, penanganan bencana, segala macam lah," katanya.

Kendati demikian, tambah dia, pihaknya tetap akan membeli beberapa drone militer dari China guna menambah pengetahuan teknologi mengenai drone.

"Jadi begini. Kita, orang China, orang manapun, beli pasti dia bedah itu barang untuk dipelajari. Kita juga beli sedikit satu-dua, kemudian kita pelajari untuk menambah kecanggihan itu. Semuanya begitu," jelasnya.

Pesawat yang diujiterbangkan bernama Rajawali 720, yang merupakan hasil kerja sama Balitbang Kemhan dengan PT Bhineka Dwi Persada. PPTA Rajawali 720 termasuk ke dalam kategori Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau juga disebut Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) dan merupakan PPTA bersayap tetap (fixed wing).

PPTA tersebut memiliki kemampuan terbang Iebih dari 24 jam dengan misi radius jelajah 20 km sampai dengan 1000 km, dan ketinggian jelajah 8000 meter dan kecepatan hingga 135 km/jam (73 knots). PPTA Rajawali 720 tersebut juga mampu tinggal landas dan landing dengan Iandasan yang cukup pendek.

PPTA Rajawali 720 dirancang dengan misi utama sebagai pesawat pengintai, yang dilengkapi dengan sistem gimbal dan kamera yang dapat mengirimkan hasil pantauan, baik gambar maupun video secara real time ke darat melalui Ground Control Station (GCS).

Sehingga, PPTA Rajawali 720 dapat menjadi salah satu altematif yang handal dalam melakukan pengawasan dalam berbagai keperluan, seperti melakukan pemantauan di daerah perbatasan, lautan ataupun hutan.

Selain PPTA Rajawali 720, kata Kapuskom Publik Kemhan Brigjen TNI Totok Sugiharto, juga akan diuji coba beberapa pesawat tanpa awak lainnya, yakni Pesawat Udara Tanpa Awak (Puna) Alap-Alap, Wulung (PT Carita Boat Indonesia), Elang Laut (PT DI), dan Mission System (PT LEN Industri), serta Target Drone (PT Indo Pacific Communication dan Defence), M3LSU03 (PT Mandiri Mitra Muhibbah).

 ♖ Antara  

[Foto & Video] Ujicoba Drone

Di Lapangan Terbang Pustekroket Rumpin Beberapa unit drone hasil karya anak bangsa di pamerkan dan ujicoba di Bogor. Foto dan Video dibawah diposkan pr1v4t33r@def.pk :


Drone ini dinamakan UAS 'Rajawali 720', merupakan hasil kerjasama antara litbang Kemhan dan industri pertahanan untuk memperkuat sistem pertahanan.

Penampakan drone 'Elang Laut', hasil kerjasama TNI AD bersama PT Carita Boat Indonesia.

Drone ini dinamakan M3LSU03, diyakini produk LAPAN.

Drone 'Elang Laut' akan diujicoba terbang di lapangan terbang Rumpin, Bogor.

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) Balitbang Kemhan.

Video demo ujicoba terbang 'Rajawali 720' dari Youtube.
  Garuda Militer  

Kamis, 27 Juli 2017

Jokowi Ingatkan Indonesia Harus Tetap Mandiri

Banyak Tawaran Alutsista Asing Produksi rantis Komodo [Pindad] 

Presiden Joko Widodo mengatakan, Indonesia mendapat banyak tawaran kerja sama untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari beberapa negara.

Tawaran yang masuk, antara lain berupa transfer teknologi, mulai dari desain alutsista bersama yang memungkinkan menghasilkan hak cipta baru dan dimiliki industri dalam negeri, hingga realokasi fasilitas produksi dari negara produsen alutsista ke Indonesia.

Jokowi menegaskan, tawaran-tawaran itu harus dioptimalkan demi pemenuhan kebutuhan alutsista dalam negeri.

Tawaran-tawan tersebut harus dioptimalkan sehingga ada terobosan baru menuju kemandirian pertahanan. Terobosan itu harus mengubah pola belanja alutsista menjadi investasi pertahanan kita,” ujar Jokowi dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Rabu (26/7/2017).

Jika kerja sama tersebut diwujudkan, Jokowi mengingatkan bahwa pengadaan alutsista harus memperhatikan faktor pemeliharaan. Jokowi tidak ingin ada alutsista yang dibeli tanpa pertimbangan biaya pemeliharaan dalam jangka waktu ke depan.

Tidak boleh lagi Indonesia membeli, misalnya pesawat tempur, tanpa memperkirakan biaya hidup alutsista tersebut selama 20 tahun ke depan,” ujar Jokowi.

Terakhir, Presiden ingin agar kerjasama dalam pengadaan alutsista dengan negara-negara lain menggunakan mekanisme government to government (G to G) agar lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Jokowi juga menegaskan, tidak boleh ada lagi praktik korupsi atau penggelembungan anggaran dalam pengadaan alutsista.

Tidak ada lagi toleransi terhadap praktik-praktik korupsi dan mark up. Saya peringatan jug alutsista ini dibeli dari uang rakyat untuk digunakan TNI dan untuk melindungi rakyat, bangsa dan negara dari ancaman yang ada,” ujar Jokowi.

  Kompas  

Athan Inggris Tawarkan Kerjasama Dengan PT PAL

Produk berkualitas yang membanggakan dan mengharumkan nama Bangsa telah sukses diproduksi Insan PAL Indonesia. Strategic Sealift Vessel (SSV) sebagai kapal perang ekspor perdana yang berhasil di serahkan ke Kementerian Pertahanan Filipina.

Hal ini membuat banyak Negara menengok PT PAL Indonesia (Persero) untuk melihat dan mengkaji peluang potensi yang dapat dikerjasamakan. Inggris, sebagai salah satu negara adidaya dan berteknologi kemaritiman yang handal, melihat potensi pada PT PAL Indonesia (Persero) untuk berkolaborasi bersama.

Atase Pertahanan Colonel Adrian H Campbell-Black bersama tim diterima Direktur Utama PT PAL INDONESIA (Persero) Budiman Saleh, Direktur Pembangunan Kapal-Turitan Indaryo, Kepala Perencana Strategis Perusahaan-Tjahyono Yudo & Sekretaris Perusahaan-Elly Dwirat Manto. Andrian menyampaikan bahwa melalui industri Komponen yang berlokasi di Inggris ingin menawarkan kerjasama strategis dalam proyek pembangunan Kapal yang akan sedang dan dibangun PT PAL INDONESIA (Persero).

Kami bahagia telah diterima, kami melihat potensi peluang kerjasama dengan PT PAL kedepan” ujarnya. Komponen yang ditawarkan adalah Teknologi Sistem Komunikasi dan Navigasi, yang merupakan salah satu kebutuhan premier untuk operasional sebuah Alat Transportasi.

Direktur Utama Budiman Saleh mengungkapkan kami membuka diri untuk semua kerjasama untuk potensi pasar dalam negeri dan luar negeri. “Kami tidak menentukan dengan siapa kami bermitra. Namun yang harus dipenuhi dalam bermitra dengan kami adalah penyesuaian dan kepatuhan pada Undang-Undang 16 Tahun 2012” tegasnya.

Saleh menambahkan selain dari kepatuhan pada perundang-undnagan juga turut mendukung keterpenuhinya tingkat kandungan komponen dalam negeri. kami yakin akan berhasil dalam menjaring minat pasar dalam negeri dan luar negeri sesuai dengan kapasitas kami dalam menghasilkan produk yang berkualitas.

  BUMN  

UAS Rajawali 720 Sukses Terbang

Ditinjau Menhan di Bogor UAS Rajawali 720 pada pameran Indodefense 2016 

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu meninjau uji coba Pesawat Terbang Tanpa Awak (PPTA). Pesawat itu merupakan hasil kerjasama antara hasil litbang Kemhan dan industri pertahanan untuk memperkuat sistem pertahanan.

Uji coba tersebut dilakukan di Lapangan Terbang Rumpin, Jl Raya Cicangkal, Rumpin, Bogor, Kamis (27/7/2017) sekitar pukul 09.25 WIB. Hadir dalam uji coba itu pejabat Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) dan pimpinan perusahaan PT Dirgantara Nusantara.

Pesawat yang diterbangkan bernama Rajawali 720. Pesawat tersebut dapat terbang lebih dari 24 jam dengan radius jelajah hingga 1.000 km.

"Ini adalah pameran drone yang dilaksanakan Balitbang Kemhan. Selain pesawat Rajawali ada 11 pesawat lainnya," kata Kapuskom Publik Kemhan Totok Sugiharto.

Selain Rajawali 720, rencananya akan diuji coba empat pesawat lainnya. Empat pesawat tanpa awak tersebut adalah Puna alap-alap, Wulung, Elang Laut, dan Mission System.

Pesawat Rajawali 720 dirancang dengan misi utama sebagai pesawat pengintai, dan dilengkapi kamera yang menghasilkan gambar maupun video. Pesawat tersebut memiliki ketinggian hingga 8.000 meter dan kecepatan mencapai 135km/jam. (fdu/rvk)

  detik  

Polisi Dipersenjatai Dengan Produk Pindad

Polantas dan Sabhara akan Dipersenjatai untuk Cegah TerorPistol G2 produk Pindad [Pindad] ★

K
apolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Polri siap mempersenjatai anggotanya dengan senjata api, terutama untuk para bintara yang bertugas langsung di lapangan.

"Terutama untuk bintara karena bintara ini yang berhadapan langsung. Makanya saya minta nanti pengadaan itu diletakkan di SPN (Sekolah Polisi Negara), tempat penggodokan para bintara," ujar Tito di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (25/7).

Hal itu dilakukan sebagai tindakan preventif bagi anggota Polri yang tengah bertugas di lapangan, khususnya dari Lantas dan Sabhara, pasca maraknya penyerangan oleh pelaku terorisme.

"Tuntutan teman-teman di lapangan yakni yang di Lalu Lintas lalu Sabhara yang jadi korban kemarin (kasus terorisme) di Kampung Melayu misalnya. Atau di Tuban, polisi diserang oleh teroris, tetapi mereka tidak dilengkapi dengan alat bela diri yang cukup khususnya senjata api," ungkap Tito.

Namun, Tito belum merinci kepolisian daerah mana saja yang akan mendapat bantuan senjata. Namun, daerah yang kerap mendapat serangan teror akan menjadi prioritas.

"Di antaranya beberapa daerah yang ada di Jawa yang kita anggap di situ ada potensi serangan teror," jelas Tito.

Untuk pengadaan senjata, Tito menjelaskan, Polri sudah melakukan kontak dengan PT Pindad. "Minggu lalu direktur Pindad datang, kebetulan Wakapolri adalah komisaris. Jadi kita juga meminta mereka nanti untuk menjadi mitra kita dalam pengadaan kita ada budget untuk itu sekaligus juga untuk mendorong industri senjata dalam negeri," kata Tito.

Tito menjelaskan, nantinya Polri akan memberikan senjata laras pendek untuk anggotanya di lapangan. Tito meminta PT Pindad menyiapkan sekitar 10 ribu pucuk senjata laras pendek G2 untuk anggotanya. "Bukan senjata panjang, tapi senjata pendek untuk perorangan nantinya. Saya kemarin tanya kepada PT Pindad bisa mereka punya persediaan 5.000 (pucuk) tapi kita mintanya kalau bisa di atas 10.000 (pucuk) ya," ucap Tito.

  Kumparan  

Rabu, 26 Juli 2017

Pemerintah Akan Kembangkan Industri Drone

Untuk kepentingan militer dan sipilDesain drone MALE PT DI [detik] ★

M
enteri Koordinator Politik Hukum dan keamanan Wiranto mengungkapkan pemerintah akan mengembangkan industri drone yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan militer maupun kepentingan sipil.

"Itu yang menjadi satu sasaran kami untuk mengembangkan industri drone sehingga dapat multifunction sehingga bisa kami pakai untuk kepentingan militer maupun untuk kepentingan sipil," kata Wiranto usai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.

Wiranto menyebutkan ke depan teknologi drone akan berkembang terus karena murah tetapi dapat menjangkau wilayah nasional.

"Ke depan ada satu teknologi baru yang lebih murah tapi juga dapat menjangkau wilayah nasional baik untuk kepentingan militer, pertahanan maupun untuk kepentingan-kepentingan sipil yakni drone," katanya.

Drone adalah pesawat pengintai tak berawak yang dijalankan dengan pusat kendali di suatu tempat dengan menggunakan komputer atau juga remote control.

http://www.defence24.pl/uploads/images/598fd952a01f0d5fca1474f3d6862db5.jpgDrone MALE Anka TAI dengan senjata rudal, akan di produksi PT DI dengan lisensi [defense24]

Sementara itu mengenai pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) Wiranto mengatakan alutsista yang dibeli harus bisa meng-cover wilayah Indonesia yang luas, dalam arti bisa meng-cover pengamanan wilayah RI.

"Kedua kami harus realistis artinya jangan sampai pembelian alutsista menggerogoti APBN yang nanti bisa mengganggu kebijakan di bidang yang lain, artinya harus ada pertimbangan rasional dari pembelian itu, artinya ada efisiensi di situ," kata Wiranto.

Namun Wiranto mengingatkan bahwa upaya memperkuat alutsista juga perlu ditujukan untuk "detterence factor".

"Artinya kita tetap dihormati negara lain dalam rangka melakukan satu diplomasi internasional, kalau kita tidak kuat nanti kita disepelekan," katanya.

Menurut dia, pembelian alutsista harus dilakukan dengan pertimbangan yang baik dan matang, satu sisi memenuhi kepentingan pertahanan nasional di sisi lain tidak merugikan kepentingan lain dalam pemanfaatan APBN.

Dalam kesempatan itu Wiranto membantah ada ketidakharmonisan antar lembaga terkait pengadaan alutsista.

"Siapa yang bilang tidak harmonis kalau ada perbedaan pendapat ya didiskusikan, diperbincangkan sehingga mencapai keseimbangan tadi, kalau ada perbedaan pendapat kan masing-masing kementerian mengemukakan pendapatnya. tugas kita menyerasikan itu sehingga ada keputusan yang baik," kata Wiranto.

  Antara  

DPR Setuju Tambah Anggaran Kemenhan Rp 5,4 triliun

Penambahan anggaran RAPBN-P 2017Sejumlah KRI TNI AL patroli keamanan laut [Ardian098] ★

DPR
menyetujui penambahan anggaran Kementerian Pertahanan di RAPBN-P 2017 sebesar Rp 5,4 triliun. Jumlah anggaran itu akan dibagi untuk 3 matra TNI, yakni Angkatan Darat, Laut dan Udara, Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI.

"Jadi APBN-P kita mendapatkan tambahan, Kemenhan harusnya nih yang ngomong, Rp 5 triliun 441 miliar, di bagiin Kemenhan Rp 1 triliun lebih, AD Rp 1 triliun lebih setiap angkatan Rp 1 triliun lebih," kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/7).

Gatot menjelaskan alokasi anggaran itu akan digunakan untuk penguatan daerah perbatasan, penyiapan alutsista, pengamanan daerah rawan konflik hingga pengadaan, perlengkapan, dan pemberantasan korupsi.

"Ya kan macam-macam, penguatan daerah perbatasan‎ kemudian pulau terluar sarana dan prasarana daerah perbatasan tersebut, kemudian masalah penyiapan alutsista, dan perlengkapan pemberantasan teroris kemudian pengamanan daerah rawan perbatasan," terangnya.

Lebih lanjut, Gatot menyebut tambahan anggaran Rp 5,4 triliun itu tidak cukup untuk pengadaan alutsista TNI.

"Enggak, mau bicara alutsista bagaimana anggarannya cuma segitu," pungkasnya.

  Merdeka  

Pemesanan Satu Unit Kapal Selam Midget

Dari Palindo Marine Shipyard https://2.bp.blogspot.com/-mZdopczlHSk/WXgn2yVlr9I/AAAAAAAAKjw/7j9RzIKXRfIStnAmRXwEzaKx9RKjbxh7ACLcBGAs/s1600/20258159_Midget%2Bsubmarine%2BPalindo.jpgDesain midget submarine [Palindo]

Kementrian Pertahanan melakukan pemesanan satu unit kapal selam kelas menengah (Midget-submarine) kepada PT PALINDO MARINE SHIPYARD Batam. Konstruksi hull/lambung kapal akan dimulai pada September 2017 dan instalasi pada tahun 2018.

Pembuatan kapal selam ini merupakan kerjasama Balitbang Kementerian Pertahanan bersama dengan Palindo Marine, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya dan Balai Teknologi Hidrodinamika-BPPT.

Kapal dengan panjang 22m dan lebar 3m ini dirancang untuk sanggup menyelam hingga kedalaman 150m, kecepatan maksimal di air adalah 10 knot, baik ketika sedang menyelam atau di permukaan air. Kapal mempunyai endurance selama 6 hari, kapal dapat melaksanakan regenerasi udara selama 3 hari tanpa melakukan snorkeling. Berat total kapal saat menyelam adalah 127,1 ton.

Badan kapal selam akan menggunakan bahan baja HY-80 22mm, ini merupakan jenis high-tensile alloy steel yang biasa digunakan untuk membuat badan (hull) kapal selam. Khusus untuk bahan baja ini akan minta kesediaan PT. Krakatau-Posco (joint venture antara PT Krakatau Steel dan Posco Korea) untuk memasoknya.

Support our Navy, support our Submarine Force!!!
"Jalesveva Jayamahe, Wira Ananta Rudira"

  ★ Facebook  

Selasa, 25 Juli 2017

Rusia Siap Bantu Indonesia Kembangkan Sistem Keamanan Cyber

Direktur Asosiasi Ekspor Teknologi Keamanan Tinggi Rusia, Andrey Bezrukov menuturkan, pihaknya siap membantu Indonesia dalam memgembangkan sistem keamanan cyber. [Foto/Istimewa]

Direktur Asosiasi Ekspor Teknologi Keamanan Tinggi Rusia, Andrey Bezrukov menuturkan, pihaknya siap membantu Indonesia dalam memgembangkan sistem keamanan cyber. Rusia merupakan salah satu negara dengan sistem keamanan cyber terbaik di dunia.

Berbicara saat menghadiri Diskusi Meja Bundar Teknologi IT dan Keamanan Siber Rusia di salah satu hotel di bilangan Jakarta Selatan, Bezrukov mengatakan, selama ini Rusia selalu membangun sistem keamanan di negaranya secara mandiri dan mereka ingin membantu Indonesia agar bisa mencapai hal serupa.

"Sistem teknologi Rusia sangat luas. Rusia juga merupakan satu dari dua negara yang memenuhi syarat gambaran tentang teknologi siber dan teknologi IT," kata kata Bezrukov pada Senin (24/7).

"Kami selalu membangun sistem keamanan secara mandiri, sehingga kami bisa menciptakan solusi original. Yang ingin kami ajukan ke Indonesia adalah beberapa kerja sama antara lain kerja sama pengembangan sistem siber, sistem komunikasi, dan sistem big data," sambungnya.

Dia kemudian mengatakan, salah satu kerjasama yang coba dijajaki oleh Rusia dengan Indonesia dalam bidang riset teknologi. Dimana, pihaknya ingin membangun pusat riset untuk para ilmuwan dari kedua negara.

"Kami ingin mendirikan pusat riset yang mungkin akan berbasis di kampus-kampus terbaik di Indonesia, atau dari perusahaan-perusahaan. Tujuan utamanya adalah agar Indonesia bisa independen dalam hal keamanan siber," tukasnya. (esn)

 Menlu Rusia Kunjungi Indonesia Awal Agustus

Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov dilaporkan akan melakukan kunjungan kerja ke Indonesia pada awal Agustus mendatang. Di Indonesia dia akan melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi.

"Kunjungan itu dijadwalkan akan berlangsung pada 8-9 Agustus, ini akan menjadi kunjungan pertama Menteri Luar Negeri Rusia ke Indonesia setelah sekian lama," kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhael Y Galuzin pada Senin (24/7).

"Saya berharap Menlu Lavrov dan Menlu Retno akan membahas isu-isu yang luas, termasuk isu-isu internasional, terkait dengan keamanan regional, integrasi ekonomi, dan juga saya berharap mereka akan membahas agenda bilateral termasuk dialog politik lebih lanjut, memperdalaman investasi ekonomi kami, kerjasama ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan, dan pendidikan," sambungnya.

Dia kemudian mengatakan, pihaknya juga berharap kedua menteri akan membahas mengenai masalah keamanan di kawasan Asia-Pasifik, termasuk memperkuat arsitektur keamanan di kawasan Asia-Pasifik.

Ketika ditanya mengenai apakah akan ada sejumlah kerjasama yang akan ditandangai dalam pertemuan tersebut. Dia menuturkan hal ini masih dalam proses pengerjaan. "Semoga ada beberapa dokumen yang akan ditandatangi," ucapnya.

"Satu poin penting lainnya akan ada inagurasi perwakilan tetap Rusia untu ASEAN, dan juga akan ada presentasi pesawat penumpang baru yang mungkin akan dihadiri oleh Lavrov," tukasnya. (mas)
 

  Sindonews  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More