blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Minggu, 07 Juni 2026

Jepang-RI Sepakat Bahas Ekspor Kapal Perusak Kelas Asagiri

 👷 🤝 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTqq41-r_k5a4W6HUWdiw4N2BAe5O1nsMOeh57sd3RLexks-wM-0Boj0vjiodJNkzGTEjPXw12YLMQgCIt_Eh_17jGgVejEWGrLvPCqm23VpM_ZK0HhkjuXatss6kRQaE7d-xUbtYUPHlXVoq7rctmdzHMDZdtEpUVbpPGasZgn9uCk-RgZR1lvBnc7Ab_/s1280/IMG_0623.jpegIlustrasi Kapal perusak kelas Asagiri milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang. (Wikipedia)

Jepang dan Indonesia mulai membuka pembicaraan soal kemungkinan ekspor kapal perusak kelas Asagiri ke Jakarta.

Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Jepang menyampaikan bahwa kesepakatan untuk memulai pembicaraan tingkat kerja itu dicapai dalam pertemuan Menhan Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Tokyo, Jumat (5/6).

Kedua negara akan melanjutkan pembahasan melalui kerangka kerja tingkat teknis atau working-level framework yang telah dibentuk pada bulan sebelumnya.

Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan keinginan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama di bidang peralatan pertahanan, teknologi pertahanan, serta potensi transfer kapal perang dari Jepang.

Salah satu fokus pembahasan adalah kemungkinan transfer kapal perusak serbaguna milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang ke Indonesia.

Kapal perusak kelas Asagiri merupakan kapal serbaguna milik Maritime Self-Defense Force atau Pasukan Bela Diri Maritim Jepang. Secara umum, kapal jenis ini dapat dipakai untuk berbagai misi laut, termasuk pengawalan dan keamanan maritim.

Sementara itu Menhan Jepang Shinjiro Koizumi mengungkapkan bahwa kedua menteri telah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan melalui mekanisme kerja tingkat teknis yang sudah tersedia.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya Jepang memperdalam kerja sama di bidang peralatan pertahanan dengan sejumlah negara mitra. Selain Indonesia, Filipina dan Selandia Baru juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama pertahanan yang tengah dikembangkan Jepang.

Negeri Matahari Terbit itu sebelumnya melonggarkan pembatasan ekspor senjata mematikan pada April 2026 untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan negara mitra.

Untuk diketahui, destroyer kelas Asagiri milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang memiliki bobot sekitar 3.500 ton dengan panjang sekitar 137 meter dan termasuk kategori kapal penghancur atau destroyer.

Saat ini kapal-kapal kelas Asagiri difungsikan oleh Jepang sebagai kapal latih. Kapal tersebut pernah mengunjungi Indonesia pada awal 2023 dalam rangka misi diplomatik.

Jika terealisasi, kerja sama ini berpotensi menjadi salah satu bentuk transfer alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbesar antara Jepang dan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. (jay)

   Publica News  

Sabtu, 06 Juni 2026

Indonesia Memajukan Perdagangan dan Kerjasama Strategis dengan Turkiye

Berupaya mencapai volume perdagangan bilateral sebesar 10 miliar dolar AS https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP4R842OujwJuHkKS2ttAdH03sniJCkc7u4s6Z4pHT7kTUkfQGVE5jqFgooMSpiMEYWCip0lm3j6_TTA0cDlraOFGVGBAaw3A8MWadzQyGfBD2lK9xsSY2U_vnybZexCNN2Lau5FcsFfuMZrdTv-3q5Gi48M_fC_lRghVjnVVEmWYWZgALTyyVGjF2N3MQ/s1920/INFOGRAFIK_Jet_Tempur_KAAN_Turki_Jaga_Langit_RI-2025_06_15-16_33_22_ac050a7345219e333b6c3c8d9d6547a2.jpgInfografis pesawat generasi kelima KAAN Turkiye (Katadata)

Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, mengatakan Ankara dan Jakarta siap untuk mengejar kerja sama yang lebih konkret di sektor-sektor kunci kedua negara. Pada hari Rabu bahwa pertemuannya di Indonesia sangat produktif, mencakup berbagai isu mulai dari kerja sama pertahanan dan energi hingga kecerdasan buatan dan industri makanan halal.

Dalam pernyataan yang diunggah di akun media sosial NSosyal setelah kunjungan resminya, Fidan mencatat bahwa diskusi dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Sugiono berfokus pada kerja sama yang sedang berlangsung dan inisiatif bersama di masa depan antara kedua negara.

Setelah kunjungan kami ke Singapura, pertemuan hari ini di mitra strategis kami, Indonesia, sangat produktif dalam hal memajukan agenda multidimensional kami,” kata Fidan.

Menurut Fidan, pembicaraan tersebut membahas kerja sama di bidang industri pertahanan, transportasi, energi, kecerdasan buatan, dan sektor makanan halal, serta langkah-langkah yang dapat lebih memperkuat hubungan bilateral.

Ia mengatakan kedua belah pihak juga meninjau proyek-proyek yang bertujuan untuk mencapai target perdagangan bilateral sebesar 10 miliar dolar AS yang ditetapkan oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan dan Presiden Prabowo Subianto.

Kami mengevaluasi secara detail proyek-proyek yang akan membantu kami mencapai target volume perdagangan sebesar 10 miliar dolar AS,” kata Fidan, menambahkan bahwa visi yang ditunjukkan oleh kedua pemerintah menunjukkan kesiapan mereka untuk mengejar kerja sama yang lebih konkret dan efektif di masa mendatang.

Pada April 2025, Presiden Erdoğan mencatat bahwa mereka membahas langkah-langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan volume perdagangan hingga mencapai target 10 miliar dolar AS secara seimbang dan saling menguntungkan dalam konferensi pers bersama dengan mitranya dari Indonesia, Prabowo Subianto, di mana kedua pemimpin berjanji untuk lebih meningkatkan kerja sama.

Sementara itu, Subianto memuji peran Ankara dalam urusan regional dan mengatakan Indonesia ingin ikut serta dalam proyek KAAN dan kapal selam.

Saya mengundang perusahaan-perusahaan Turki untuk berinvestasi. Sebagai pemimpin Global Selatan dan mitra strategis, Indonesia dan Turki harus memikul tanggung jawab untuk membentuk tatanan global baru,” katanya, dan menambahkan, “Indonesia tertarik untuk berpartisipasi dalam proyek KAAN dan kapal selam.

Diskusi tersebut juga mencakup isu-isu regional dan internasional, khususnya perkembangan di Timur Tengah dan dinamika strategis yang berkembang di kawasan Asia-Pasifik.

Fidan mengatakan kedua pihak bertukar pandangan tentang berbagai isu global dan menegaskan kembali koordinasi erat mereka dalam masalah Palestina.

Ia menekankan bahwa Turki dan Indonesia akan melanjutkan kerja sama intensif mereka sebagai dua negara sahabat yang berbagi nilai dan tujuan yang sama.

  Daily Sabah 

Jumat, 05 Juni 2026

Indonesia-Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat

  Di sepakati di Moskow Indonesia-Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat (ist)

Pemerintah Indonesia dan Rusia menyepakati perluasan kerja sama infrastruktur maritim antara kedua negara.

Kesepakatan ini dicapai dalam agenda Konsultasi Bilateral Kedua antara Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dengan Penasihat Presiden sekaligus Ketua Dewan Maritim Rusia, Nikolai Patrushev, di Moskow, Senin, 1 Juni 2026.

Pertemuan ini menitikberatkan pada realisasi sejumlah rencana proyek strategis.

Di sektor energi dan manufaktur, PT PAL Indonesia dan perusahaan pelat merah Rusia, Rosatom, tengah merampungkan nota kesepahaman untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terapung (Floating Nuclear Power Plant/FNPP), menyusul penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) pada April 2026.

Pada sektor galangan dan logistik, PT PAL juga mematangkan kerja sama pembuatan kapal dengan Ak Bars Shipbuilding Corporation. Sementara itu, PT Pelindo tengah menindaklanjuti pengembangan armada kapal berkecepatan tinggi bersama Cifrex.

Dari sisi pemenuhan tenaga kerja, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI sedang menyiapkan skema pengiriman tenaga terampil dari sektor galangan kapal ke Rusia.

AHY menegaskan, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kebutuhan mendesak atas integrasi konektivitas antarmoda guna menekan tingginya biaya logistik nasional. Pengalaman Rusia di bidang teknologi maritim dan transportasi dinilai sejalan dengan kebutuhan infrastruktur Nusantara.

Guna memastikan seluruh rencana kerja tersebut tidak mandek, Indonesia dan Rusia resmi membentuk tiga kelompok kerja (Pokja) operasional. Pokja pertama ditugaskan untuk memacu pengembangan industri galangan kapal dan pelabuhan yang berkelanjutan.

Pokja kedua mengatur tata kelola sumber daya kelautan dan perikanan. Sedangkan Pokja ketiga difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, riset, serta pelatihan maritim.

Rangkaian kesepakatan ini merupakan manifestasi langsung dari Deklarasi Kemitraan Strategis yang sebelumnya disahkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada Juni 2025.

  🤝 
Sindonews  

Kamis, 04 Juni 2026

Republikorp-Barzan Holdings Kerja Sama Pertahanan

  Mulai Senjata hingga Kapal Selam Mini (ist)

Republikorp dan Barzan Holdings menandatangani perjanjian Joint Venture strategis di Jakarta. Perjanjian ini menandai tonggak penting dalam penguatan kerja sama industri pertahanan antara Indonesia dan Qatar.

Perjanjian tersebut ditandatangani Founder Republikorp Norman Joesoef, dan Chief Executive Officer Barzan Holdings Mohamed Alsadah. Penandatanganan ini disaksikan Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, serta Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Negara Qatar, H.E. Sheikh Saoud Al Thani.

Founder Republikorp Norman Joesoef mengatakan, perjanjian Joint Venture ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang sebelumnya telah terjalin antara Republikorp dan Barzan Holdings, perusahaan industri pertahanan milik negara Qatar pada 20 Januari 2026 dalam ajang Doha International Maritime Defence Exhibition & Conference (DIMDEX) 2026.

Perjanjian Joint Venture ini menjadi landasan pembentukan Republik Barzan, sebuah entitas strategis yang dibentuk untuk mendorong kolaborasi industri pertahanan antara Indonesia dan Qatar.

Melalui Republik Barzan, Republikorp dan Barzan Holdings akan mengembangkan kapabilitas industri dan produksi strategis pada sejumlah sektor pertahanan utama, termasuk senjata ringan, kapal tanpa awak permukaan (unmanned surface vessels), kapal selam mini (midget submarines), serta berbagai teknologi pertahanan canggih lainnya,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kapasitas industri pertahanan, mempercepat kolaborasi teknologi, serta mendukung kerja sama strategis jangka panjang antara dua negara.

 ⚓️  Sindonews  

Drone Asal Indonesia Berhasil Tembus Pasar Australia


Ekspor perdana drone (Ist)

Keberhasilan Industri Kecil Menengah (IKM) asal Kabupaten Bandung, PT Bentara Tabang Nusantara, dalam merealisasikan ekspor perdana pesawat udara nirawak (unmanned aerial vehicle—UAV) ke Australia menjadi tonggak penting bagi perkembangan industri teknologi nasional.

Ekspor yang dilakukan pada Selasa, 3 Februari tersebut menandai kemampuan industri dalam negeri untuk menembus pasar global dengan produk berbasis inovasi. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Indonesia mulai bertransformasi dari sekadar konsumen teknologi pemantauan wilayah menjadi produsen sistem pengindraan ruang yang memiliki daya saing internasional.

Produk yang diekspor, yakni drone Omnibe RTB Nopayload, dirancang untuk kebutuhan surveilans dengan kemampuan pemantauan area hingga jarak pandang mencapai 5.000 hektare. Kapasitas ini menjadikan drone tersebut relevan untuk pengawasan wilayah luas, seperti kawasan pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, hingga pengamanan infrastruktur strategis.

Masuknya drone buatan Indonesia ke pasar Australia juga mencerminkan kesesuaian teknologi dengan karakter geografis negara tujuan. Australia dikenal memiliki bentang wilayah yang sangat luas dengan banyak area terpencil sehingga membutuhkan sistem pemantauan berbasis udara yang andal dan efisien. Drone produksi PT Bentara Tabang Nusantara dinilai mampu memenuhi kebutuhan tersebut melalui kombinasi jangkauan pemantauan yang luas, fleksibilitas operasional, serta efisiensi biaya sehingga memiliki daya saing dalam peta industri drone global.

Keberhasilan ekspor perdana ini tidak terlepas dari dukungan Bea Cukai Bandung yang berperan sebagai pendamping industri dan fasilitator perdagangan. Dilansir dari JPNN.com, Kepala Kantor Bea Cukai Bandung, Budi Santoso, menyampaikan bahwa ekspor ini mencerminkan kesiapan industri nasional untuk bersaing di pasar internasional sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan devisa negara dan penguatan ekonomi nasional. Bea Cukai juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kinerja ekspor melalui pelayanan kepabeanan yang optimal, pengawasan yang efektif, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi pelaku usaha.

Sinergi antara inovasi teknologi, dukungan regulasi, dan kebutuhan pasar global menjadi faktor kunci keberhasilan ekspor drone ini. Pencapaian tersebut tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global teknologi pemantauan wilayah, sekaligus membuka peluang ekspor lanjutan di sektor teknologi berbasis analisis spasial

 
Spatial Highlights  

Rabu, 03 Juni 2026

Apresiasi untuk PT. PAL Indonesia dari Angkatan Laut Filipina

 👷  👍 Kapal LPD desain  dan produk PAL Indonesia (PAL)
PT PAL  Indonesia kembali menerima apresiasi atas layanan Maintenance, Repair and Overhaul (MRO).

Kali ini, Philippine Navy dengan memberikan penilaian "Very Satisfactory" atas keberhasilan pelaksanaan Docking, Drydocking, Operational Readiness and Repair (DDORR) kapal perang BRP Tarlac (LD-601).

Kepercayaan ini menjadi wujud nyata dari sinergi yang kuat antara PT PAL dan Philippine Navy dalam memastikan kesiapan operasional armada laut.

Rampungnya proyek BRP Tarlac diharapkan dapat terus mendukung stabilitas keamanan maritim serta mempererat hubungan kerja sama pertahanan di kawasan regional.

PT PAL berkomitmen untuk selalu menjaga kualitas layanan berstandar global demi mendukung kebutuhan para mitra strategis.


 👷  PAL Indonesia  

Kesepakatan Rp 61 Triliun dari Prancis

🛰 Salah satunya bangun pabrik radar📡 (Bakom.ri)

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M. Qodari memaparkan sejumlah hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis yang menghasilkan kesepakatan bisnis dan investasi senilai US$ 3,5 miliar atau sekitar Rp 61,25 triliun.

Menurut Qodari, kunjungan tersebut sejak awal diarahkan untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Prancis melalui kerja sama konkret di sektor pertahanan, pendidikan, energi, dan pengembangan mineral kritis.

"Jadwal resmi memang hanya ke Prancis," kata Qodari dalam konferensi pers PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), Jakarta, seperti dikutip CNNIndonesia.

Ia menjelaskan lawatan itu merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada 2025.

Qodari mengatakan pemerintah sebelumnya telah menetapkan sejumlah target kerja sama yang ingin dicapai selama kunjungan tersebut, termasuk penguatan sektor pertahanan melalui transfer teknologi.

"Yang pertama adalah di bidang ketahanan, karena kita semua tahu bahwa pemerintah Indonesia telah memperoleh sejumlah alat utama sistem persenjataan atau alutsista dari Prancis. Karena itu diperlukan transfer teknologi untuk penguasaan alutsista tersebut," ujarnya.

Selain pertahanan, pemerintah juga mendorong penguatan kerja sama pendidikan, khususnya di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

"Jadi tidak sebatas membeli saja, tapi juga melakukan transfer teknologi," kata Qodari. Dari rangkaian pertemuan tersebut, Indonesia dan Prancis menyepakati sejumlah kerja sama strategis.

Berikut rinciannya,

 1.Kadin dan MEDEF Bentuk Dewan Bisnis

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama MEDEF International meluncurkan France-Indonesia High-Level Business Council (FI-HLBC). Forum tersebut akan menjadi wadah dialog tingkat tinggi antara pelaku usaha kedua negara untuk memperkuat investasi dan perdagangan bilateral. Melalui FI-HLBC, kedua negara menargetkan peningkatan nilai perdagangan hingga tiga kali lipat pada 2035 dari posisi saat ini sebesar US$ 2,6 miliar.

 2.Pertamina Gandeng Schlumberger.

PT Pertamina menandatangani kerja sama dengan SLB/PT Schlumberger Geophysics Nusantara untuk pengembangan teknologi migas dan energi bersih. Kolaborasi tersebut mencakup penerapan enhanced oil recovery (EOR), pengembangan migas nonkonvensional, digitalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta program penurunan emisi melalui carbon capture and storage (CCS), efisiensi energi, dan pengembangan panas bumi.

 3.Perluas Kemitraan dengan TotalEnergies.

Pertamina juga memperluas kerja sama dengan perusahaan energi Prancis, TotalEnergies. Kesepakatan tersebut mencakup sektor hulu migas, LNG, perdagangan energi, biofuel, energi terbarukan, hingga pengembangan bisnis rendah karbon. Kedua perusahaan juga akan menjajaki proyek kilang hijau, CCS/CCUS, dan berbagai pengembangan energi masa depan.

 4.Danantara-Thales Bangun Pabrik Radar.

Di sektor pertahanan, Danantara melalui PT Len Industri memvalidasi Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan pertahanan Prancis, Thales. Kesepakatan itu mencakup rencana pembangunan pabrik radar "Made in Indonesia", pengembangan tactical data link, sistem komando dan kendali, fasilitas pemeliharaan, serta program pelatihan radar. (DH)
 

  📡
IDN Financials  

Selasa, 02 Juni 2026

Dahana Raih Laba Rp 509,7 Miliar Sepanjang 2025

  Ditopang Ekspor Bahan Peledak (Dahana)

PT Dahana membukukan laba bersih senilai Rp 509,7 miliar pada sepanjang tahun buku 2025. Hal ini berarti mengalami pertumbuhan sebesar 1,6 persen jika dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya yakni Rp 502 miliar.

Seiring dengan capaian tersebut, PT Dahana mencatatkan perolehan pendapatan usaha sebesar Rp 3,36 triliun.

Direktur Utama PT Dahana Hary Irmawan menegaskan, keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam mengimplementasikan inovasi, menjaga efisiensi operasional, serta menjalankan strategi pengembangan bisnis yang terukur.

"PT Dahana terus berkomitmen untuk memperkuat kemandirian industri bahan peledak dan pertahanan nasional melalui penguasaan teknologi, peningkatan kualitas layanan, serta ekspansi pasar global," kata Hary dalam keterangan resmi, Kamis (28/5/2026).

Sebagai perusahaan energetic material nasional yang bernaung di bawah holding industri pertahanan atau Defend ID, Dahana mengakselerasi penguatan teknologi, memperluas jangkauan pasar internasional, hingga meningkatkan kapasitas bisnis secara menyeluruh.

Sebagai bagian integral dari holding Defend ID, PT Dahana terus mengambil peran krusial dalam menyokong kemandirian industri pertahanan dan sektor strategis di Indonesia melalui pengembangan teknologi, optimalisasi kapasitas produksi, serta penguatan daya saing di kancah global.

Selama periode 2025, perusahaan berhasil merealisasikan sejumlah langkah taktis, termasuk meresmikan dua fasilitas vital yakni On Site Plant (OSP) dan Waste Oil Processing Plant (WOPP) yang dibangun melalui kolaborasi dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Kehadiran kedua infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dari penguatan operasional perusahaan dalam memenuhi kebutuhan industri energetic material di tingkat nasional.

Tak hanya itu, Dahana juga konsisten mengembangkan sektor pertahanan melalui kelanjutan uji coba operasional Penelitian dan Pengembangan Materiel (Litbangmat) Bom BNT 250 sebagai upaya memperkokoh penguasaan teknologi dalam negeri.

Pada aspek pengembangan bisnis strategis, perusahaan memperluas kolaborasi internasional dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Rheinmetall Denel Munition (RDM) untuk pembangunan fasilitas energetic material di Indonesia.

Kemitraan ini dinilai sebagai langkah fundamental dalam memperkuat penguasaan teknologi sekaligus mendongkrak kapasitas industri energetic material nasional.

Melalui kolaborasi tersebut, PT Dahana berharap dapat mempertegas posisi Indonesia di sektor industri pertahanan dunia. Hal ini sejalan dengan tren ekspansi pasar luar negeri, di mana Dahana mengekspor 250 ton bahan peledak Cartridge Emulsion Megadrive ke Australia sebagai bukti nyata keunggulan produk domestik di pasar global. (Dhera Arizona)

  💣  iDX Channel  
  

Senin, 01 Juni 2026

BTN Kucurkan Kredit Rp 1,5 Triliun ke Pindad

  Sokong Produksi Maung MV3   (JPNN)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan kolaborasi strategis dengan PT Pindad melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Loan Facility sebesar Rp 1,5 triliun di Jakarta pada Jumat (29/5).

Kerja sama itu menegaskan komitmen kuat BTN dalam mendukung kemandirian industri pertahanan sekaligus menyukseskan berbagai program unggulan nasional.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, penguatan industri pertahanan dalam negeri menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga kedaulatan dan ketahanan nasional.

Terlebih, pemerintah saat ini menempatkan industri pertahanan sebagai salah satu sektor prioritas nasional, yang tecermin dari anggaran pertahanan Indonesia pada APBN 2026 yang telah mencapai lebih dari Rp 180 triliun.

Ini menjadikannya salah satu anggaran terbesar dalam APBN tahun ini.

"Kami berharap dengan dukungan BTN ini akan meningkatkan kapasitas produksi Pindad yang tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap industri baja, logam, elektronika, manufaktur, logistik, serta menyerap ribuan tenaga kerja nasional," ujar Nixon di Jakarta.

Pindad sendiri memegang peran sentral dalam ekosistem tersebut melalui produksi kendaraan taktis, kendaraan tempur, munisi, senjata, hingga berbagai peralatan khusus yang digunakan oleh TNI dan Polri.

Dalam mendukung kelancaran pelaksanaan berbagai proyek strategis, BTN mengucurkan fasilitas Corporate Loan Facility senilai Rp 1,5 triliun yang terdiri dari Fasilitas Cash Loan atau KMK Kontraktor sebesar Rp 125 miliar serta Fasilitas Non-Cash Loan berupa Bank Garansi, SKBDN, dan LC dengan sub-limit Trust Receipt sebesar Rp 1,250 triliun.

Nixon menjelaskan dukungan pembiayaan ini diberikan untuk memastikan kelancaran berbagai proyek strategis Pindad yang berasal dari Kementerian dan Lembaga Negara, baik bersumber dari APBN Murni maupun APBN berasal dari skema pinjaman dalam dan luar negeri.

Pada tahap awal, fasilitas pendanaan ini akan difokuskan untuk mendukung beberapa program unggulan nasional milik Pindad, antara lain produksi Maung MV3, produksi berbagai jenis amunisi untuk mendukung kesiapan pertahanan nasional, serta produksi Water Canon untuk mendukung kebutuhan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kerja sama ini sekaligus menjadi bukti nyata dari transformasi bisnis berkelanjutan yang sedang digalakkan oleh BTN melalui strategi Beyond Mortgage.

Sebagai bank yang selama ini dikenal luas sebagai pemimpin pasar KPR nasional, BTN terus bertransformasi menjadi bank yang lebih modern, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Melalui transformasi ini, BTN tidak lagi hanya hadir dalam pembiayaan perumahan rakyat, tetapi juga mulai mengambil peran yang lebih luas dan agresif dalam mendukung sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas utama pemerintah.

Nixon melanjutkan, BTN juga percaya bahwa sektor perbankan memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan proyek-proyek strategis nasional dapat berjalan tepat waktu, tepat kualitas, dan memberikan manfaat optimal bagi negara.

"Kami berharap kerja sama ini menjadi awal dari kolaborasi yang jauh lebih luas antara BTN dan Pindad di masa mendatang. Kami juga siap untuk terus menjadi mitra keuangan strategis bagi Pindad dalam mendukung ekspansi bisnis, penguatan industri pertahanan nasional, serta berbagai proyek strategis lainnya yang memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia," tutur Nixon.

Direktur Utama Pindad Prof. Sigit Puji Santosa mengatakan dukungan pembiayaan dari BTN akan memperkuat kapasitas produksi Pindad dalam memenuhi berbagai kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional.

Kami mengapresiasi kepercayaan BTN kepada Pindad melalui fasilitas pembiayaan ini. Dukungan tersebut akan memperkuat kemampuan kami dalam menjalankan berbagai proyek strategis nasional, mulai dari produksi kendaraan operasional Maung MV3, amunisi, hingga berbagai produk pertahanan dan keamanan lainnya yang dibutuhkan negara,” ujar Sigit.

Dia menambahkan sinergi antara industri pertahanan dan sektor perbankan nasional menjadi faktor penting dalam mendorong kemandirian industri strategis Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global.

Kami berharap kerja sama dengan BTN dapat terus berkembang untuk mendukung ekspansi bisnis Pindad dan mempercepat terciptanya ekosistem industri pertahanan nasional yang mandiri, modern, dan berkelanjutan,” tutur Sigit. (jpnn)


  💰 JPNN  

Minggu, 31 Mei 2026

ITB dan BRIN Uji Coba Robot Bawah Air (ROV)

  Hasil Riset Multidisplin di Perairan Kepulauan Seribu Proses penurunan robot bawah air ke perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Tim penelitian dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan uji coba robot bawah air di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026. Robot bawah air atau Remotely Operated Vehicle (ROV) ini merupakan produk dari penelitian bertajuk “DEEP-UNDER ROV: Development of Experimental and Exploratory Photogrammetry for Supporting Underwater Archaeological Studies Using Remotely Operated Vehicle” yang didanai oleh Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) ITB sejak 2025 melalui Program Penelitian Dosen Muda.

Tim yang dipimpin Hilton Tnunay, Ph.D. dari Kelompok Keahlian/Keilmuan Teknik Komputer, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB ini terdiri atas anggota penelitian dari berbagai bidang ilmu, seperti Teknik Geodesi dan Geomatika, Teknik Mesin, hingga Arkeologi. Penelitian ini juga dilaksanakan melalui hubungan erat antara ITB dengan INSA Strasbourg, Prancis, serta HCU Hamburg, Jerman.

Pengembangan robot bawah air dilaksanakan sebagai bagian dari Tugas Akhir dalam bentuk Capstone Project yang dikerjakan oleh tiga mahasiswa Teknik Elektro tingkat sarjana, Ibrahim H. Mulyana, Riswandha Mashuri, dan Wafi A. Yasin sejak pertengahan tahun 2025, dan didukung oleh Matthew Troy Putra, S.T. selaku mahasiswa Teknik Elektro tingkat magister.

Robot bawah air ini didesain untuk dapat beroperasi hingga kedalaman sampai dengan 50 meter di bawah air serta melaksanakan tugas pemetaan objek di bawah air menggunakan teknik fotogrametri.

Terlepas dari berbagai batasan cuaca dan hambatan operasional, robot dapat berfungsi dengan baik hingga kedalaman sekitar 20 meter serta mendapatkan rekaman gambar di dasar perairan dengan kualitas yang baik.

Hilton Tnunay, Ph.D. beserta tim melaksanakan pre-flight check sebelum pengujian robot bawah air dilaksanakan.

Berbagai pengembangan lanjutan masih perlu dilaksanakan agar robot dapat melaksanakan pemetaan objek bawah air secara akurat di masa yang akan datang.

Robot bawah air yang kami uji ke perairan Kepulauan Seribu kali ini merupakan hasil iterasi ketiga dari penelitian yang telah dilaksanakan sejak awal 2025. Banyak lesson learned yang tidak akan kami dapatkan jika tidak melakukan pengujian secara langsung di lapangan,” ujar Hilton.

Pengujian masih kami batasi pada musim pancaroba untuk menghindari kondisi cuaca ekstrem. Bagaimanapun, penting untuk melaksanakan pengujian robot bawah air di laboratorium secara komprehensif untuk menguji kekuatan motor-motornya ketika harus melawan arus serta ketahanan struktur ketika gelombang datang,” ujar Gabriella Alodia, Ph.D. dari Teknik Geodesi dan Geomatika ITB yang juga merupakan anggota dari penelitian tersebut.

Pengujian lanjutan akan dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2026 dengan target memetakan satu dari tiga bangkai kapal yang terdapat di perairan Kepulauan Seribu.

Jika kita bisa melakukan pemetaan serta pemodelan objek arkeologi bawah air secara detail, kita tidak hanya dapat mengetahui kondisi objek tersebut untuk mendukung kebutuhan pariwisata, namun kita juga dapat melaksanakan penelitian terkait penyebab tenggelamnya obyek tersebut pada masanya. Dalam hal ini, kita dapat memprediksi apa yang menyebabkan kapal tersebut karam,” ujar Dr. Harry O. Sofian dari Pusat Riset Arkeometri BRIN.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang antara ITB dengan pihak-pihak terkait, utamanya dalam pengembangan teknologi observasi serta pemetaan bawah air.

 ⚓️  ITB  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More