blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Selasa, 03 Maret 2026

Program Falcon STAR eMLU Selesai

  Danlanud Iswahjudi hadiri serah terima pesawat F-16 Skadud 3Pesawat F-16AM TS-1608 selesai jalani upgrade Falcon STAR eMLU program (Dispenau)

Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, M.S., M.Han., menghadiri serah terima Pesawat F-16 Skadron Udara 3 yang telah selesai dimodernisasi melalui program Falcon STAR-eMLU di Hanggar Skatek 042 Depohar 80, Madiun. Senin (2/3/2026).

Dengan diserahkannya Pesawat F-16 TS-1608 sebagai pesawat terakhir dalam program tersebut, maka modernisasi pesawat F-16 Skadron Udara 3 secara resmi telah selesai dilaksanakan.

Program Falcon STAR-eMLU merupakan langkah penting dalam menjaga kesiapan tempur kekuatan udara nasional. Keberhasilan program ini juga mencerminkan meningkatnya kemampuan teknis dan kemandirian personel TNI Angkatan Udara.

Pekerjaan yang dilaksanakan oleh Skatek 042 Depohar 80 menunjukkan kapasitas internal dalam melaksanakan pekerjaan tingkat berat dan kompleks pada pesawat tempur secara profesional dan terstandar.

Acara serah terima ini ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Dangrup 3 Tempur Marsma TNI David Yohan Tamboto, S.Sos., dan Kadislog Lanud Iswahjudi Kolonel Tek Triyanto Sandy, S.T., selaku Kasatgas Falcon STAR-eMLU dilanjutkan penyerahan dokumen yang disaksikan para pejabat di jajaran Grup 3 Tempur, Lanud Iswahjudi, Depohar 20, Depohar 80, dan personel Skatek 042.

Dengan selesainya proses modernisasi pesawat ini, diharapkan dapat digunakan dan dipelihara sebaik mungkin sesuai prosedur yang berlaku sehingga dapat semakin menambah kekuatan operasional Skadron Udara 3 sekaligus mendukung tugas TNI Angkatan Udara.

  👷
  Lanud Iswahjudi  

Senin, 02 Maret 2026

RI Targetkan PLTN Pertama Beroperasi 2032-2034

Ilustrasi desain PLTN modern (Ist)

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Dadan Kusdiana mengungkapkan, Indonesia menargetkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama beroperasi pada 2032–2034.

Target ini menjadi bagian dari rencana mencapai kapasitas total 44 gigawatt tenaga nuklir pada 2060, yang sejalan dengan komitmen net zero emission. Dari total kapasitas tersebut, mayoritas untuk pembangkit listrik.

"Dari total 44 gigawatt, 35 gigawatt akan digunakan untuk pembangkitan listrik, sementara 9 gigawatt dialokasikan untuk produksi hidrogen nasional mulai 2045,” kata Dadan dikutip dari ANTARA, Selasa (3/3/2026).

Dengan demikian, dia menjelaskan, porsi nuklir dalam bauran energi meningkat dari 0,5 persen menjadi lebih dari 11 persen pada 2060.

  1. Kebijakan nuklir di RI punya landasan hukum kuat 
Dadan menyampaikan, target awal dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 sebesar 500 megawatt kapasitas PLTN, yang akan mulai dikembangkan pada 2032 di sistem kelistrikan Sumatra dan Kalimantan.

Dia mengungkapan, kerangka kebijakan nuklir Indonesia memiliki landasan hukum kuat sejak Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional yang secara eksplisit memandatkan nuklir sebagai penyeimbang bauran energi primer.

  2. Teknologi yang akan kembangkan SMR 
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Kori. (Ist)
Dadan menjelaskan, teknologi yang akan didorong untuk dikembangkan adalah small modular reactor (SMR). Itu karena arah perkembangan dunia saat ini menekankan SMR sebagai solusi baru.

Untuk negara kepulauan seperti Indonesia, teknologi ini dinilai menawarkan fleksibilitas karena dapat ditempatkan di wilayah terpencil dan terintegrasi dengan jaringan listrik berskala kecil. Menurutnya, karakteristik tersebut menjadikan SMR sangat sesuai untuk mendukung pusat-pusat industri serta pengembangan ekonomi biru di berbagai pulau.

  3. Energi nuklir muncul sebagai opsi strategis 
Dadan mengatakan, di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN, energi nuklir kembali muncul sebagai opsi strategis. Hal itu didorong oleh komitmen net zero emission dan kemajuan teknologi SMR.

Menurut dia, lima negara dengan konsumsi energi terbesar di ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, mencatat nyaris 90 persen dari total permintaan energi kawasan, kini aktif menjajaki opsi nuklir melalui Nuclear Energy Cooperation Sub-sector Network (NEC-SSN).

Namun di tengah peluang besar, Dadan mengakui adanya tantangan mencakup hambatan finansial dan politik yang terkait tingginya biaya awal pembangunan nuklir, memastikan konsistensi implementasi agar momentum menuju konstruksi tetap terjaga, serta mengelola persepsi risiko bencana dan kekhawatiran publik mengenai radiasi maupun tsunami.

Karena itu, Dadan menyampaikan, persiapan Indonesia kini semakin konkret. Fokus utama diarahkan pada tiga pilar fundamental, yaitu pemilihan lokasi, pencapaian tonggak regulasi, dan kerja sama internasional strategis. Selain itu, pembentukan Nuclear Energy Programme Implementing Organization (NEPIO), sebagai lembaga pelaksana program nuklir.

  💡 
IDN Times  

Kamis, 26 Februari 2026

ITS dan AAL Jajaki Pengembangan Drone Militer Canggih

👮  Bakal jadi pusat riset pertahanan UCAV Elang Hitam sukses terbang perdana, ITS dan AAL menjajaki kerja sama pembentukan Pusat Studi Drone Perang di Surabaya. Kolaborasi ini fokus pada riset unmanned system untuk memperkuat industri pertahanan nasional (Defend ID)

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima kunjungan kehormatan dari jajaran pimpinan Akademi Angkatan Laut (AAL) di Ruang Rektor, Gedung Rektorat ITS, Kamis (26/2/2026). Pertemuan strategis ini membahas rencana pembentukan Pusat Studi Drone Perang sebagai wadah kolaborasi riset pertahanan antara teknokrat dan militer.

Rektor ITS, Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., IPU, APEC Eng., menyambut hangat Sekretaris Lembaga (Seklem) AAL, Laksma TNI Dr. Asep Iwa Soemantri, S.E., M.M., M.Tr.Opsla.

Bambang menyampaikan, kehadiran pihak AAL awalnya bertujuan memberikan pembekalan karakter bagi mahasiswa baru Prodi Teknologi Informasi ITS. Namun, diskusi berkembang pada potensi pengembangan teknologi unmanned system (sistem nirawak).

"Kami melihat ini adalah kesempatan luar biasa. ITS memiliki banyak pakar dan dosen yang sudah lama berkecimpung di bidang teknologi drone. Kami siap mendukung secara SDM dan teknis untuk mengembangkan kebutuhan pihak AAL," ujar Bambang Pramujati, Kamis (26/2/2026).

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa kerja sama ini akan difokuskan pada pembentukan Pusat Studi (Research Center), bukan sekadar program studi akademik. Hal ini bertujuan agar kedua belah pihak bisa langsung melakukan riset bersama dan pengembangan produk.

"Fokusnya adalah menciptakan berbagai variasi drone, terutama untuk kebutuhan militer yang spesifik dan berbeda dengan drone mapping sipil pada umumnya," tambahnya.

Senada, Laksma TNI Dr. Asep Iwa Soemantri menekankan pentingnya sinergi antara militer sebagai pengguna (user) dan teknokrat sebagai pengembang teknologi. Saat ini, AAL telah memasukkan mata kuliah teknologi siber dan perang drone dalam kurikulum Korps Marinir.

"Kolaborasi dengan ITS sangat penting untuk mewujudkan industri pertahanan (Defend ID) yang mandiri. Drone bukan hanya soal perang, tapi juga efisiensi operasi di lapangan. Dengan data intelijen berbasis software dan hardware drone, operasi TNI akan jauh lebih efektif," jelas jenderal bintang satu tersebut.

Laksma Asep mengungkapkan, pemilihan ITS sebagai mitra strategis didasari reputasi institusi serta kedekatan geografis antara kampus ITS dengan Bumi Moro (Markas AAL) yang memudahkan koordinasi.

Mengenai implementasi nyata, kedua belah pihak sepakat untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan pemetaan teknis riset.

"Ke depan, teknologi ini tidak hanya untuk militer, tapi juga bisa diakselerasi untuk kesejahteraan masyarakat, seperti di sektor pertanian dan perkebunan berbasis siber," pungkas Asep. (*)

   🤝 
Times Indonesia  

Rabu, 25 Februari 2026

Korea Selatan dan Indonesia Hampir Mencapai Kesepakatan Jet Tempur

KF-21 Boramae blok I prototipe no 005, Indonesia minati akuisisi pesawat tempur KF-21 Blok 2 (ZBAA_zhang)

Setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Indonesia Prabowo Subianto diperkirakan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan pada bulan April, menurut sumber pemerintah. Seiring dengan meningkatnya kebijakan proteksionis yang dipimpin AS dan berlanjutnya ketegangan perdagangan AS-China, Seoul mempercepat diplomasi tingkat tinggi dengan mitra-mitra utama di Global South, termasuk Amerika Selatan dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), untuk mendiversifikasi rantai pasokannya. Kedua pihak juga dilaporkan telah mencapai kemajuan dalam kontrak ekspor tambahan untuk jet tempur supersonik KF-21 Boramae buatan dalam negeri Korea Selatan, sebuah isu sentral dalam hubungan bilateral.

Menurut kantor kepresidenan pada 24 Februari, Seoul dan Jakarta sedang mengoordinasikan detail kunjungan Prabowo. Sebelumnya telah dibahas rencana kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan setelah menghadiri parade militer Hari Kemenangan China pada September tahun lalu, tetapi perjalanan tersebut dibatalkan di tengah meningkatnya protes anti-pemerintah di Indonesia. Usulan terpisah untuk kunjungan pada bulan Desember juga gagal.

Seoul memandang perluasan kerja sama ekonomi dengan Indonesia, negara dengan ekonomi terbesar dan terpadat di ASEAN, sebagai hal yang sangat penting secara strategis. Indonesia berfungsi sebagai basis produksi dan investasi utama di Asia Tenggara bagi perusahaan-perusahaan Korea Selatan dan merupakan pemasok nikel terbesar di dunia, mineral penting yang digunakan dalam baterai kendaraan listrik dan menjadi fokus persaingan yang semakin meningkat antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Dengan membatasi ekspor bijih mentah dan mempromosikan industri pengolahan dalam negeri, Indonesia telah memposisikan dirinya sebagai pemain kunci dalam rantai pasokan baterai global.

Sebuah kesepakatan bagi Indonesia untuk mengakuisisi 48 jet tempur KF-21 dalam beberapa tahap masing-masing 16 unit dilaporkan hampir rampung. Jakarta awalnya menandatangani nota kesepahaman untuk membeli 48 pesawat tersebut setelah program pengembangan bersama selesai. Namun, kemudian Jakarta mengambil sikap yang lebih hati-hati, dengan menyimpulkan perjanjian terpisah untuk membeli jet tempur Dassault Rafale dari Prancis dan TAI Kaan dari Turki. Indonesia, sebagai mitra dalam proyek pengembangan KF-21, awalnya berjanji untuk berkontribusi sebesar 1,6 triliun won tetapi kemudian mengurangi komitmennya menjadi 600 miliar won, dengan mengatakan akan mengurangi pembayarannya sebagai imbalan atas pengurangan proporsional dalam transfer teknologi.

  ★ Donga  

Selasa, 24 Februari 2026

Indonesia Gandeng ARM

  Siapkan 15.000 insinyur desain chip Presiden RI Prabowo Subianto menyaksikan kemitraan Danantara dan Arm Limited di London, Inggris, Senin (23/2/2026). (Dok. Setpres)

Pemerintah menargetkan pelatihan bagi 15.000 insinyur Indonesia dalam bidang desain chip melalui kerja sama antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan perusahaan semikonduktor asal Inggris, Arm Limited.

Penandatanganan perjanjian kerangka kerja tersebut disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto di London, Inggris, Senin (23/2/2026). Kehadiran Presiden disebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas teknologi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program ini bertujuan mempercepat penguasaan teknologi semikonduktor, khususnya pada aspek desain chip yang menjadi fondasi industri.

Dengan kerja sama ini diharapkan Indonesia bisa melakukan pelatihan terhadap 15.000 engineers kita di dalam ekosistem Arm, agar mereka bisa menguasai teknologi chip design,” ujar Airlangga dikutip KompasTekno dari Sekretariat Negara RI.

  Masuk ekosistem Arm 
Menurut Airlangga, Arm merupakan perusahaan yang menguasai sekitar 96 persen desain chip sektor otomotif global serta hampir 94 persen desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan (AI).

Melalui kemitraan ini, para insinyur Indonesia akan dilatih dalam ekosistem Arm, baik dengan mengirimkan tenaga ahli ke luar negeri maupun menghadirkan pelatih Arm langsung ke Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan, pelatihan akan dilaksanakan dengan modul khusus agar kemampuan desain chip dapat berkembang secara berkelanjutan.

Rencananya ada 15.000 engineer kita yang akan di-train, dilatih oleh Arm ini baik dengan mengirimkan mereka ke sini ataupun nanti pengajar mereka akan datang ke Indonesia,” kata Rosan.

  Fokus pada enam sektor strategis 
Airlangga menjelaskan, pengembangan desain chip nasional akan difokuskan pada enam bidang intellectual property (IP) strategis. Bidang tersebut antara lain teknologi otomotif, internet of things (IoT), pusat data, serta perangkat rumah tangga.

Pemerintah juga membuka peluang pengembangan teknologi masa depan seperti kendaraan otonom dan komputasi kuantum.

Jadi ini IP-nya akan dipegang oleh Indonesia,” ujar Airlangga.

Program pelatihan 15.000 insinyur ini dinilai sebagai langkah percepatan atau “leapfrog” dalam penguatan ekosistem digital nasional.

Pemerintah menargetkan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berperan sebagai pengembang dan pemilik desain chip.

Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045 dengan memperkuat daya saing industri berbasis inovasi dan teknologi tinggi.

  🤝 
Kompas  

Senin, 23 Februari 2026

Infografis KRI Canopus 936

  Diproduksi di Batam



  🤝  antara  

Minggu, 22 Februari 2026

Kontrak Kerjasama Rocket Launcher Badan Teknologi Pertahanan Kemhan RI

Pengembangan rocket laubcer (Batekhan Kemhan RI)

Badan Teknologi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melaksanakan penandatanganan kontrak kerjasama pengembangan dan pengadaan sistem rocket launcher sebagai bagian dari upaya strategis penguatan Alutsista nasional. 13/02/2026.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Kemhan RI dalam meningkatkan kemandirian industri pertahanan, memperkuat kemampuan teknologi dalam negeri, serta mendukung modernisasi sistem persenjataan TNI secara berkelanjutan.

Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong percepatan transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan ekosistem riset dan inovasi pertahanan nasional.

Dengan sinergi yang solid antara pemerintah dan mitra strategis, pembangunan kekuatan pertahanan negara terus dilaksanakan secara terukur, profesional, dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pertahanan negara yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing global.

Bertekad Kuat, Berteknologi Maju, untuk Pertahanan Negara yang Mandiri.

  🤝 
Batekhan  

Sabtu, 21 Februari 2026

PT Dahana Siap Produksi Massal Bom BNT-250 untuk TNI AU

  Resmi siap mengudara (Kemhan)

PT Dahana menerima penyerahan Design Approval Type Certificate (TC) Bomb BNT-250 serta Sertifikat Defence Production Facility dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan (Puslaik Kemhan). Penyerahan dilaksanakan di kantor Puslaik Kemhan pada Jumat (20/2).

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Teknologi & Pengembangan PT Dahana Yusep Nugraha Rubani beserta jajaran, serta pejabat Puslaik Kemhan, di antaranya Kepala Puslaik Kemhan Marsma TNI Catur Martowo Aji, M.Eng, Kabidlaik Udara Kol. Tek BRP Sianturi, MBA, serta para Perwira Kelaikan Udara.

Penyerahan Type Certificate Bomb BNT-250 menandai bahwa produk bom BNT-250 yang dikembangkan melalui kerja sama antara PT Dahana, Dislitbangau, dan PT Sari Bahari telah melalui seluruh tahapan verifikasi dokumen dan lapangan, meliputi evaluasi desain, analisis teknis, serta witnessing pada uji operasional. Berdasarkan hasil proses tersebut, bom BNT-250 dinyatakan telah lolos sertifikasi dan siap digunakan oleh user, khususnya TNI Angkatan Udara.

Selain itu, PT Dahana juga menerima Sertifikat Defence Production Facility yang menyatakan bahwa fasilitas produksi bom perusahaan telah memenuhi standar kelaikan dari Puslaik Kemhan. Sertifikasi ini mencakup fasilitas produksi bom P-Series (P-100L, P-250L, P-500L) serta fasilitas produksi bom BNT-250, yang telah diverifikasi melalui pemeriksaan dokumen dan lapangan meliputi aspek peralatan, sumber daya manusia, keselamatan, serta sistem pendukung lainnya.

Direktur Teknologi & Pengembangan PT Dahana menyampaikan bahwa sertifikasi ini menjadi bukti kesiapan perusahaan dalam mendukung kebutuhan pertahanan nasional.

Sertifikasi ini menegaskan bahwa Bom BNT-250 dan fasilitas produksi PT Dahana telah memenuhi standar kelaikan Kementerian Pertahanan. PT Dahana siap mendukung produksi massal guna memenuhi kebutuhan alutsista nasional, khususnya TNI Angkatan Udara,” ungkap Yusep.

Sertifikat fasilitas produksi tersebut merupakan bagian dari proses sertifikasi berkala yang dilakukan setiap tahun oleh Puslaik Kemhan guna memastikan kesiapan fasilitas produksi pertahanan tetap memenuhi standar kualitas dan keselamatan.

Melalui pencapaian ini, PT Dahana menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas, keselamatan, serta kesiapan produksi dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.

  🤝 
antara  

Jumat, 20 Februari 2026

MDRN Raih Proyek Pengembangan Smart Factory CNC Dirgantara Indonesia

  Modern Internasional meraih proyek pengembangan dan implementasi Advanced Smart Factory CNC System PTDI. Proses pembuatan pesawat PTDI (PTDI)

PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meraih proyek pengembangan dan implementasi Advanced Smart Factory CNC System dari PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI).

Proyek tersebut juga melibatkan Genertec yang difokuskan pada pengembangan dan implementasi Advanced Smart Factory CNC System dalam mendorong transformasi manufaktur kedirgantaraan PTDI menuju konsep Industri 4.0.

Corporate Secretary Modern Internasional, Martino menjelaskan, kerja sama ini menitikberatkan pada penguatan sistem manufaktur berbasis Computer Numerical Control (CNC) yang terintegrasi dengan teknologi pabrik cerdas.

"Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan presisi produksi, efisiensi operasional, serta integrasi digital di fasilitas manufaktur PTDI," kata Martino dalam keterbukaan informasi, Rabu (18/2/2026).

Martino menjelaskan, Genertec akan menyediakan teknologi CNC mutakhir dan solusi manufaktur cerdas, termasuk sistem otomasi, analitik produksi waktu nyata (real-time analytics), pemeliharaan prediktif, hingga integrasi digital melalui konsep digital twin.

Sementara itu, PTDI menjadi pengguna sekaligus pengembang utama sistem manufaktur CNC pabrik cerdas di fasilitas produksinya.

Adapun MDRN berperan sebagai mitra implementasi dan penyedia layanan purna jual, mencakup implementasi sistem, optimalisasi dan integrasi solusi, pelatihan sumber daya manusia, serta dukungan teknis jangka panjang.

Meski demikian, nilai transaksi, skema komersial, serta tahapan implementasi lanjutan masih akan ditentukan sesuai kebutuhan proyek dan kesepakatan para pihak.

"Kolaborasi ini diproyeksikan memberikan dampak positif dalam jangka menengah dan panjang, khususnya dalam memperkuat portofolio bisnis MDRN di sektor manufaktur berteknologi tinggi serta meningkatkan peran perseroan sebagai penyedia solusi industri dan layanan purna jual strategis," tutur Martino.

Sebagai informasi, MDRN membukukan ekuitas negatif sebesar Rp 279,5 miliar hingga 30 September 2025. Salah satu opsi memperbaiki ekuitas perseroan dengan mengkonversi utang dengan para kreditur.

Rencana tersebut bergantung pada kesediaan kreditur untuk menyetujui skema konversi utang ke ekuitas.

Selain konversi utang, MDRN juga melanjutkan proses penjualan aset tetap untuk mengurangi beban utang sekaligus menekan defisit ekuitas yang masih membayangi neraca perseroan.

Di sisi operasional, perseroan juga mendorong perbaikan kinerja usaha. Di mana entitas anak MDRN telah membukukan pendapatan sekitar Rp 32 miliar, sementara induk usaha Modern Internasional (MI) mencatatkan pendapatan sekitar Rp 1,5 miliar hingga akhir 2025. (DESI ANGRIANI)

  👷 
IDX Channel  

Kamis, 19 Februari 2026

Uji Terima Kendaraan Tempur Angkut Personil J-Forces


Uji terima kendaraan tempur angkut personil J-Forces yang dilengkapi RCWS (J-Forces)
Uji Terima Kendaraan Tempur Angkut Personil di Batujajar dan Subang telah sukses dilaksanakan.

Rangkaian pengujian komprehensif ini dilakukan untuk memvalidasi performa unit sebelum resmi bertugas mendukung tugas pokok TNI.

  Beberapa tahap pengujian krusial meliputi : 
Mobilitas: Uji Rem (Basah/Kering), Zig-Zag, Radius Putar, dan Off-Road.

Daya Gempur: Uji Tembak RCWS (300m & 500m) serta Gun Shoot.

Teknologi & Fitur: Uji Thermal, Kamera, dan Uji Statis.

Komitmen kami adalah menghadirkan alutsista dengan standar tertinggi guna mendukung kedaulatan NKRI di berbagai medan penugasan.

  Berikut video dari Youtube : 


  J-Forces  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More