N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KRI Raden Eddy Martadinata 331

PKR 10514, Kapal frigat pertama produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Selasa, 21 Februari 2017

Pindad dan Multimatics Teken MoU di Bidang Pelatihan Cyber Security

PT Pindad (Persero), diwakili oleh Direktur Utama Abraham Mose menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam bidang pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi di bidang cyber security dengan PT Multimatics yang diwakili oleh Executive Director Agus Setiawan. Penandatanganan ini dilakukan di Auditorium Gedung Direktorat pada Jumat, 17 Februari 2017.

Abraham Mose menuturkan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan langkah awal perusahaan untuk menyiapkan sistem cyber security di PT Pindad. “Pindad ingin memaksimalkan kompetensi yang dimiliki di bidang cyber security, tapi jujur saja infrastruktur kita belum menggambarkan seacara utuh mengenai hal tersebut. Oleh karena itu kita butuh partner kerjasama untuk set up hal-hal apa saja yang diperlukan untuk Pindad masuk ke dalam industri cyber security,” tuturnya.

Agus Setiawan, Executive Director Multimatics mengatakan bahwa pihaknya berharap akan terlibat dalam kerjasama jangka panjang dengan Pindad untuk menguasai cyber security.Kami berterimakasih karena dilibatkan dalam suatu kerjasama dengan Pindad, perusahaan yang posisinya sangat strategis di Indonesia. Satu hal yang ingin kami sampaikan adalah teknologi dan sarana penting, namun operatornya harus kompeten juga, maka kami fokus ke capacity building,” tuturnya.

Buat training itu mudah, namun yang penting adalah sertifikasi, maka kerjasama kita diharapkan dalam jangka menengah sampai jangka panjang. Kerjasama kita nanti akan memastikan, Pindad ini akan jadi authorized testing center,” lanjut Agus.

Kerjasama antara Pindad dan Multimatics meliputi penyelenggaraan kegiatan pendidikan, pelatihan dan sertifikasi di bidang IT Security dan cyber security kepada tenaga kerja di lingkungan perusahaan Pindad, pemberian dukungan bagi Pindad dalam menjalankan program pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi dibidang cyber security kepada klien/pelanggan Pindad melalui pengembangan usaha Pindad Cyber Academy, termasuk pula dukungan dalam melakukan pemasaran kepada klien/pelanggan potensial.

Kedua pihak berharap agar penandatanganan MoU ini tidak hanya menjadi dokumen MoU belaka, dan berharap kerjasama ini akan ditindaklanjuti di masa depan. “Kerjasama ini diharapkan bisa punya value yang baik untuk kita bersama,” tutup Abraham. (Anggia)

  Pindad  

Senin, 20 Februari 2017

Emirat Arab Kerjasama Produksi Senjata dan Tankboat

Indonesia dan Uni Emirat Arab melakukan kerjasama di bidang industri pertahanan dalam hal kerjasama joint production untuk produk senjata dan Tankboat. Kerjasama tersebut dilakukan antara perusahaan industri strategis dalam negeri, PT Pindad dengan dua perusahaan industri pertahanan Uni Emirat Arab yakni Caracal dan Al Seer.

Kerjasama ditandai dengan penandatanganan MoU yang dilakukan bersamaan dengan acara pameran internasional pertahanan IDEX 2017, Minggu (19/2) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Penandatangan disaksikan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Delegasi Indonesia dari Kemhan RI pada IDEX 2017.

Untuk MoU Kerjasama joint production senjata ditandatangani antara PT Pindad dengan Caracal, sedangkan MoU kerjasama joint production Tankboat ditandatangani antara PT Pindad dengan Al Seer.

Rangkaian penandatangan MoU kerjasama oleh PT Pindad dengan industri pertahanan Uni Emirat Arab tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatangan kerjasama yang dilakukan pada saat kunjungan Presiden RI ke Abu Dhabi pada tahun lalu. Hal ini sekaligus menandai suatu terobosan bagi pemasaran produk – produk buatan PT Pindad ke pasar Timur Tengah.

Selain menjalin kerjasama joint production dengan perusahaan industri pertahanan Uni Emirat Arab, pada event pameran IDEX 2017 di Abu Dhabi tersebut PT Pindad juga menandatangani kerjasama joint production dengan perusahaan industri pertahanan asal Rusia, Turki dan Finlandia.

Kerjasama dengan Rusia, dilakukan oleh PT Pindad dengan VPK dalam hal produksi Kendaraan Taktis (Rantis) 4×4. Untuk kerjasama dengan perusahaan industri pertahanan Turki dilakukan PT Pindad dengan MKEK dalam hal produksi amunisi dan laras senjata.

Sementara itu kerjasama dengan Finlandia, dilakukan oleh PT Pindad dengan Savox dalam hal produksi bersama produk Alat Komunikasi (Alkom).(BDI)

  Kemhan  

Indonesia Promosikan Produk Industri Pertahanan Ke Kawasan Timur Tengah

Menhan RI Hadiri Pameran Internasional Pertahanan IDEX 2017 di Abu Dhabi Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu memenuhi undangan dari Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab guna menghadiri Pameran Internasional Pertahanan dan Konferensi IDEX (International Defence Exhibition & Coference) 2017, Minggu (19/2) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Usai menghadiri dan menyaksikan acara pembukaan pameran IDEX 2017 yang akan berlangsung hingga tanggal 23 Februari 2017 tersebut, Menhan RI beserta Delegasi Indonesia dari Kemhan RI bekesempatan meninjau Pavilium Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS) yang juga turut serta berpartisipasi dalam pameran tersebut.

Ada tiga perusahaan BUMNIS yang turut serta dalam pameran IDEX 2017 di Abu Dhabi yakni PT Dirgantara Indonesia, PT Pal Indonesia dan PT Pindad. Keikutsertaan industri pertahanan Indonesia tersebut merupakan bagian dari kerjasama antara BUMNIS dalam hal ini PT Pindad dengan mitra strategisnya dari Uni Emirat Arab yakni Continental Aviation Services (CAS).

Keikutsertaan ketiga perusahaan BUMNIS dalam pameran tersebut, adalah bagian dalam rangka upaya mempromosikan produk produk industri pertahanan dalam negeri kepada pasar luar negeri terutama kepada negara-negara sahabat di kawasan timur tengah.

Usai meninjau Pavilium BUMNIS, selanjutnya Menhan RI yang didampingi Dirjen Strahan Kemhan RI Mayjen TNI Yoedi Swastanto dan Dirjen Pothan Kemhan RI Drs. Sutrimo berkesempatan melakukan pertemuan dengan sejumlah delegasi dari negara sahabat yakni delegasi dari Yunani, Korea Selatan, Rusia dan Yordania.

Pertemuan – pertemuan tersebut diantaranya membicararakan peningkatan dan peluang hubungan kerjasama pertahanan yang selama ini telah terjalin dengan baik khususnya peluang kerjasama di bidang industri pertahanan. (BDI).

  Kemhan  

Minggu, 19 Februari 2017

Senegal Berencana Pesan Pesawat CN235 MPA

Puas dengan Produk PTDI Pesawat CN-235 MPA [Hindawan]

Pemerintah Senegal berencana akan kembali order CN235-220 dari PTDI. Pesawat yang diminati kali ini adalah konfigurasi Maritime Patrol Aircraft (MPA) yang akan digunakan untuk Patroli Maritim wilayah Senegal. Hal tersebut terutama didasari pasca ditemukan sumber minyak wilayah laut Senegal.

Tahun ini, kontrak pembelian pesawat CN235-220 MPA sedang dipersiapkan oleh kedua belah pihak, yang nantinya akan ditandatangani dalam waktu dekat. Kepercayaan yang telah diberikan oleh pemerintah Senegal, merupakan bukti bahwa produk nasional dapat bersaing di pasar global.

Pesawat CN235-220 MPA buatan PTDI mampu mengakomodasi 4 mission console dan mendeteksi target yang kecil. Pesawat ini juga dilengkapi dengan FLIR (Forward Looking Infrared) untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi.

Pesawat terbang CN235-220 generasi terbaru buatan PTDI ini memiliki beberapa keunggulan, yakni adanya penambahan berat maksimum yang dapat diangkut mencapai 16,550 kg. selain itu, pesawai ini juga memiliki sistem avionik yang lebih modern, autopilot, radar pendeteksi turbulensi dan penambahan winglet di ujung sayap CN235-220. Penggunaan winglet akan membuat pesawat lebih stabil dan lebih irit bahan bakar.

Sebelumnya, PTDI telah mengirim pesawat multiguna CN235-220M ke Senegal yang telah diserahterimakan ke Angkatan Udara Senegal pada 27 Desember 2016. “Pesawat ini sangat mudah digunakan dan memiliki fitur glass cockpit terbaik sehingga memudahkan pekerjaan kami karena mudah digunakan,’’ kata Kepala Operasi Angkatan Udara Senegal, Ndiaye Amadou.

Menurut informasi dari Angkatan Udara Senegal, pesawat tersebut langsung digunakan untuk Cooperation Assistant Operasi Gambia setibanya di Dakar.

Operasi Gambia merupakan operasi atas adanya sedikit kegaduhan di Gambia karena presiden incumbent tidak mau mundur dari jabatan untuk digantikan oleh presiden terpilih yang baru. Operasi Gambia berjalan dengan sukses sehingga tidak terjadi pertumpahan darah.

  Angkasa  

Sabtu, 18 Februari 2017

PT Pindad Serahkan 2 Produk FA kepada Kementerian Pertahanan

Dua produk senjata produksi PT Pindad (Persero) diserahkan secara simbolis oleh Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Pothan Kemhan) Sutrimo kepada Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu dalam acara penyerahan 15 produk First Article (FA) Program Pengembangan Teknologi Industri Pertahanan (Bangtekindhan) TA. 2016 yang dilaksanakan di Kementerian Pertahanan pada tanggal 14 Februari 2016. Dua produk senjata tersebut adalah Senjata Serbu Bawah Air 5,6 mm dan Senjata Dopper beserta amunisinya.

Produk-produk senjata PT Pindad (Persero) merupakan salah satu produk purwarupa yang terseleksi hasil penelitian dan pengembangan untuk kemudian menjadi produk yang siap untuk diproduksi oleh masing-masing industri pertahanan. Produk-produk senjata Pindad telah lulus uji coba oleh pengguna serta mendapatkan sertifikasi yang dikeluarkan oleh Pusat Kelaikan Badan Saran Pertahanan Kemhan dan telah memenuhi tuntutan Operational Requirement (Opsreq) TNI dan siap untuk diproduksi secara massal.

Senjata Dopper merupakan senjata untuk mendukung latihan para personil TNI yang bertujuan menguji nyali prajurit. Dopper buatan PT Pindad (Persero) memiliki kaliber 7.62 mm dan didukung dengan kemampuan menembakkan munisi sebanyak 720-760 butir/ menit. Sedangkan Senjata Serbu Bawah Air yang memiliki kaliber 5.56 mm. Dengan jarak tembak efektif hingga 30 meter di bawah permukaan air, senjata ini akan mendukung tugas operasi infiltrasi maupun sabotase bawah air yang digunakan oleh pasukan khusus. PT Pindad (Persero) telah melakukan usaha maksimal agar kualitas kedua senjata tersebut telah sejajar dengan senjata buatan luar negeri.

Program Bangtekindhan ini dimulai pada tahun 2016 dan merupakan program yang sangat mendasar dalam memulai upaya mewujudkan kemandirian Alutsista TNI. Untuk itu, TNI sebagai pengguna diharapkan dapat memanfaatkan produk ini untuk mendukung pembangunan kekuatan. Selain itu, program ini juga merupakan bukti kesungguhan TNI untuk menggunakan produk industri pertahanan dalam negeri dan merupakan feedback kepada industri pertahanan dalam negeri untuk penyempurnaan dan pengembangan lebih lanjut.

Selanjutnya, pendefinisian dan penyusunan Program Bangtekindhan dilakukan dan dikoordinasikan secara terpadu oleh Kemhan melalui Ditjen Pothan Kemhan bekerjasama dengan Mabes TNI dan Angkatan. Program tersebut diarahkan kepada penguasaan teknologi guna menjamin kelangsungan penyediaan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) serta kemajuan dan kemandirian industri pertahanan.

Kemhan bersama-sama dengan TNI dan industri pertahanan dalam negeri akan terus melakukan perbaikan, evaluasi dan peningkatan kualitas agar Indonesia mampu memproduksi Alpalhankam yang bisa dibanggakan sebagai upaya mewujudkan kemandirian pertahanan negara.
 

  Pindad  

Jumat, 17 Februari 2017

Infoglobal Serahkan Alutsista Pesawat Tempur Hawk 200 Ke Kementerian Pertahanan

https://4.bp.blogspot.com/-qitvk8Lx9Zo/WKcpYWcKRhI/AAAAAAAAJ9w/pMxElw2qqmktfA1_U7728Mak52OWWwlTACLcB/s1600/main_sz_1804_p16A_4cols.JPGCockpit Hawk Infoglobal [thestar]

Pada tanggal 14 Februari 2017, Infoglobal yang diwakili oleh Direktur Utama, Adi Sasongko menyerahkan produk Weapon Control Panel (WCP) dan Weapon Programming Unit (WPU) kepada Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu.

Penyerahan ini digelar dalam acara serah terima produk First Article program Bangtekinhan. Acara ini dilaksanakan di Gedung Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Jl. Merdeka Barat No. 13-14, Jakarta Pusat.

WCP – WPU buatan Infoglobal merupakan salah satu produk dari 15 produk first article program Bangtekinhan yang dipamerkan di halaman Kompleks Kantor Kemenhan dan merupakan hasil rancang bangun Industri Pertahanan yang membanggakan.

Dalam sambutannya, Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu mengatakan sangat bangga atas produk pengembangan baru hasil rancang bangun Industri Pertahanan dalam negeri untuk mendukung kekuatan Pertahanan Republik Indonesia secara mandiri.

WCP – WPU merupakan peralatan yang sangat vital dalam manajemen persenjataan pesawat tempur Hawk 200. Kedua perangkat avionik tersebut memiliki kemampuan untuk memilih jenis senjata pesawat tempur dan merilis senjata yang telah dipilih.
 

  Infoglobal  

[Foto] INFRA RCS

INTEGRATION.jpgPada saat pelayaran, peralatan navigasi merupakan sarana vital dalam bernavigasi atau karena berfungsi sebagai mata kapal, maka digunakan untuk menjamin keamanan dan keselamatan dari kapal laut dalam melaksanakan operasi / pelayaran. Oleh karena itu, peralatan navigasi yang digunakan selain memberikan keyakinan bernavigasi juga memberikan keyakinan untuk mampu melaksanakan operasi secara aman dan cepat.

Beberapa peralatan navigasi yang mendasar yang harus terpasang di KRI diantaranya adalah radar navigasi, perangkat gyro, speedlog, echosounder dan GPS (Global Positioning System) serta AIS (Automatic Identification system).

PT. Infra RCS Indonesia sesuai dengan visi dan misinya mengembangkan suatu sistem secara virtual yang mampu mengintegrasikan seluruh sistem tersebut dan ditampilkan dalam satu monitor sehingga crew atau awak kapal mampu melaksanakan pengawasan terhadap seluruh sistem perangkat navigasi yang ada di kapal secara mudah dan cepat.

Akurasi, kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan nahkoda akan lebih terjamin bila nahkoda mendapatkan informasi secara cepat dan tepat dari perangkat yang ada.
 


esm.jpg
ircs.jpg
ICR.jpg
ECDS.jpg
JOB.jpg

  PT INFRA RCS  

Kamis, 16 Februari 2017

[Foto] InfoGlobal

Supply Tactical Mission System to Indonesia Defence


IFX Avionics, In developing IFX fighter aircraft, both countries will use the same core computer architecture, however the additional avionic devices will be provided by civil company. Infoglobal has been assigned to develop electronics and mission system for IFX aircraft.

Tactical Mission System, In IndoDefence 2016, Kafasharkan and Operational Director of Puspenerbal review Infoglobal’s Tactical Mission System. Hopefully, the Tactical Mission System can support Indonesian Navy’s CASA NC 212/200 MPA. Until now, Infoglobal is the only one company in Indonesia that can develop Tactical Mission System for Maritime Patrol Aircraft.

On Tuesday 7 February 2017, Deputy Commander of Navy Aviation Centre (Puspenerbal) visits Infoglobal. The visit is welcomed by General Manager of Infoglobal, Khoirul Huda and Chief Financial Officer, Achmad Fauzi. This visit is also attended by a working group of Puspenerbal, i.e. Wing Commander, Chief of Maintenance and Repair Facilities, Logistics Directors and some officers of Puspenerbal. The group is welcomed at Infoglobal’s Workshop, Jl. Raya Dinoyo 109, Surabaya.

The visit is aimed to watch a demonstration of Tactical Mission System that will be installed on Puspenerbal’s aircraft. Tactical Mission System has ability to monitor and identify ships sailing in maritim areas of Indonesia. Thus, it helps Indonesia Navy’s operation to secure the maritim areas.

The participants of Puspenerbal’s working group is very excited by asking about the detail of technical specification, features, and non-technical aspects of Tactical Mission System made by Infoglobal. Deputy Commander of Navy Aviation Centre, Kolonel Laut (T) Guntur Wahyudi said that he hopes the cooperation with Infoglobal can enhance the capabilities of Navy’s aircrafts, thus supporting the operation and training the Indonesian Navy both in peacetime and in winning the war.

The Deputy Commander and the working group continue their visit by review the other Infoglobal products, such as MPD, CDU, WCP, WPU, Hawk cockpit, etc. This visit then continued by seeing the production process, from designing, manufacturing the casing, electronic components until the process of testing the avionic devices.

  InfoGlobal  

Satelit Telkom 3S Memulai Tugasnya Menuju Orbit Mengawal Nusantara

Mengurangi kesenjangan akses informasi di seluruh wilayah Indonesia Peluncuran Satelit Telkom 3S (Telkom)

Gelegar dahsyat atau yang dikenal dengan sebutan sonic boom dari roket Ariane 5 yang bergerak kokoh menembus langit Guiana Space Center pada pukul 18.39 waktu setempat, menandai dimulainya perjalanan tugas mulia Satelit Telkom 3S yang akan mengudara menuju orbitnya, mengawal nusantara pada posisi 118 derajat Bujur Timur di ketinggian 35.755 di atas Selat Makassar.

Keberhasilan ini sekaligus menandai 40 tahun lebih kiprah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dalam bisnis dan pengoperasian satelit telekomunikasi untuk Indonesia.

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, berkat doa dan dukungan segenap rakyat Indonesia Satelit Telkom 3S telah berhasil diluncurkan,” ujar Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga yang memantau langsung proses peluncuran di Jupiter Control Room, Guiana Space Center, Kourou, French Guiana, Selasa (14/2).

Satelit Telkom 3S akan melengkapi dua satelit Telkom lainnya yang masih beroperasi yaitu Telkom-1 dan Telkom-2. Jangkauan Satelit Telkom 3S meliputi seluruh wilayah Indonesia, Asia Tenggara, dan sebagian Asia Timur. “Keberadaan ketiga satelit milik Telkom ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap satelit asing sehingga kebutuhan satelit akan di-supply dari kita sendiri” ungkap Alex.

Dengan nilai investasi mencapai USD 215 juta mencakup biaya pembuatan satelit, jasa peluncuran dan asuransi, Telkom 3S memiliki kapasitas 42 transponder atau setara 49 Transponder Equivalent (TPE) yang terdiri atas 24 transponder C-Band (24 TPE), 8 transponder extended C-Band (12 TPE), dan 10 transponder Ku-band (13 TPE).

Selain untuk mengurangi ketergantungan kepada satelit asing, Satelit Telkom 3S dimaksudkan untuk mengurangi kesenjangan akses informasi di seluruh wilayah Indonesia khususnya di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil).

Tidak hanya dalam hal coverage, Telkom 3S juga melengkapi kemampuan layanan satelit yang ditawarkan bagi pelanggan di Indonesia karena merupakan satelit pertama milik Telkom yang dilengkapi dengan transponder Ku-band. Satelit sebelumnya, Telkom-1 hanya memiliki transponder C-band, sedangkan Telkom-2 bertransponder C-band dan extended C-band. Dengan transponder Ku-Band maka, Telkom kini memiliki layanan satelit dengan bit rate tinggi untuk sistem komunikasi yang lebih berkualitas.

Dengan peningkatan kapasitas layanan satelit ini, Telkom berharap mampu berperan aktif untuk turut membangun masyarakat digital Indonesia hingga ke pelosok nusantara guna meningkatkan perekonomian bangsa”, demikian pungkas Alex.

  Telkom  

Rabu, 15 Februari 2017

Penandatanganan Kontrak Roket R-HAN 122B

✈️ Rhan 122 [PT DI]

Kementerian Pertahanan melalui Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kemhan menggelar beberapa Produk First Article (FA) Program Pengembangan Teknologi Industri Pertahanan (Bangtekindhan) TA. 2016, Selasa (13/2) di kantor Kemhan, Jakarta.

Sebanyak 15 Produk FA yang dipamerkan tersebut merupakan produk prototipe terseleksi hasil penelitian pengembangan menjadi produk yang siap untuk diproduksi secara massal oleh 13 perusahaan industri pertahanan dalam negeri.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyampaikan, rasa bangganya bahwa karya putra putri bangsa Indonesia mendapat kesempatan dan mampu untuk turut mendukung pembangunan kekuatan pertahanan negara. “Kemampuan industri pertahanan yang ada ini perlu kita hargai, didukung dan diberdayakan untuk membangun kekuatan dan kemampuan TNI secara mandiri”, ungkap Menhan.

Lebih lanjut Menhan mengatakan, Indonesia adalah bangsa yang besar, untuk itu harus memiliki kemandirian dan mengurangi ketergantungan dari luar negeri. Tentunya untuk mewujudkan kemandirian tersebut kuncinya adalah semua pihak harus bekerja keras, saling mendukung dan bekerjasama. “Kita harus berani memulai untuk mandiri dan tidak tergantung dari pihak manapun dalam pemenuhan kebutuhan Alpalhankam kedepan”, tambah Menhan.

Untuk mewujudkan kemandirian tersebut, menurut Menhan perlu upaya dan kerjasama yang integratif antara pemerintah dan stake holder industri pertahanan dalam negeri sehingga kemandirian dan kedaulatan pemenuhan Alpalhankam Indonesia dapat diwujudkan di masa yang akan datang.

Diperlukan adanya evaluasi, perbaikan dan pengembangan yang terus menerus oleh semua pihak terkait sehingga kelak produksi Alpalhankam dalam negeri ini sesuai dengan kebutuhan untuk pertahanan negara, baik dari sisi prajurit sebagai pengguna, kondisi geografis Indonesia maupun anggaran yang lebih efisien serta proyeksi ancaman yang dihadapi kedepan. Sehingga keberadaan Alpalhankam ini dapat memberikan kekuatan dan efek tangkal yang tangguh dan menggetarkan bagi pihak manapun dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Sementara itu Dirjen Pothan Kemhan Drs. Sutrimo, M.M., M.Si, mengatakan, 15 Prodok FA ini merupakan kelanjutan produk produk yang sudah dilakukan suatu penilitian dan pengembangan (Litbang) oleh Litbang Angkatan, Litbang Kemhan dan juga lembaga lembaga penelitian terkait lainnya, sehingga produk ini sudah diuji dan disertifikasi. Oleh karena itu, produk ini sudah siap diproduksi secara massal.

Lebih lanjut diharapkan produk – produk monumental karya anak bangsa ini bisa ditindaklajuti oleh end user, diproduksi masal, dibeli dan dipakai, sehingga akan dapat mengurangi ketergantungan pengadaan Alutsista sekaligus juga untuk penghematan devisa negara.

Ke 15 Produk FA yang digelar terdiri dari lima produk Matra Darat, enam produk Matra Laut dan empat produk Matra Udara, meliputi; FA Swamp Boat dari PT. Mega Perkasa Engineering, FA Kapal Selam Tanpa Awak dari PT. Robo Marine Indonesia, FA Target Drone dari PT. Indo Pacific Communication and Defence, FA Posko Dahanud Mobile dari PT. Elektroteknika Utama ITB, FA Bateray Pesawat C-130 dari PT. Garda Persada, FA Baterai Tank BMP-3F dari PT. Garda Persada, FA WCP/WPU Pesawat Hawk 209 dari PT. Info Global Teknologi.

Selanjutnya, FA Identification Frend or Foe dari PT. Len Industri, FA Simulator Meriam 57 mm dari PT. Elektroteknika Utama ITB, FA Mesin Hitung Mortir 81 mm dari PT. Kinarya Acitya, FA Simulator Latihan Tim Pelaksana Tembakan dari PT. Enindo Mitratama, FA Electronic Support Measure (ESM) dari PT. Infra RCS Indonesia, FA Senjata Dooper & Amunisi dari PT. Pindad, FA Ground to Air Radio dari PT. CMI Teknologi dan FA Senjata Serbu Bawah Air 5,6 mm dari PT. Pindad.

Ke 15 Produk FA tersebut diserahkan secara simbolis kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu oleh Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Pothan Kemhan) Drs. Sutrimo, M.M., M.Si, berupa Miniatur FA Swamp Boat produk dari PT Mega Perkasa Engginering.

Selain penyerahan 15 Produk FA Program Bangtekindhan TA. 2016, juga dilaksanakan penandatanganan kontrak produksi Roket R-Han 122B untuk Tabel Tembak dan Sertifikasi Tahap I TA.2017 oleh Dirjen Pothan Kemhan dengan Direktur Utama PT. DI dan disaksikan oleh Menhan. Hadir dalam acara tersebut Menkominfo, perwakilan Anggota Komisi I DPR RI, sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan serta para Direktur Utama dari perusahaan industri pertahanan dalam negeri.

  ✈️ Kemhan  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More