N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KRI Raden Eddy Martadinata 331

PKR 10514, Kapal frigat pertama produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Jumat, 30 November 2012

Mobil Karya SMKN 2 Terbanggi Dipamerkan

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/30/2149371-20121130jonkcmmobil-esemka-karya-smkn-2-terbanggi-dipamerkan-rev-xtrail-p.jpgMobil tipe SUV rakitan siswa SMKN 2 Terbanggi Besar, Lampung Tengah, dipamerkan, Jumat (30/11/2012).(Foto: Kompas/Yulvianus Harjono)

Bandar Lampung - Mobil merek Esemka buatan SMK Negeri 2 Terbanggi Besar, Lampung Tengah, dipamerkan pada acara pelantikan pengurus Kadin Wilayah Lampung, Jumat (30/11/2012) malam. Dua unit mobil yang dipamerkan ini terdiri dari satu unit truk mini dan sebuah SUV (sport utility vehicle).

Kedua mobil rakitan siswa-siswa SMKN 2 Terbanggi Besar ini diperlihatkan di Hotel Novotel Bandar Lampung.

Joni Syarif, Kepala SMKN 2 Terbanggi Besar, mengatakan, sekolahnya merupakan bagian dari 23 SMK di Tanah Air yang memproduksi mobil merek Esemka. "Di Sumatera, baru SMKN 2 yang dipercaya memproduksi mobil ini," ujarnya.

Untuk mobil mini truk, 90 persen dari total komponennya telah diproduksi di dalam negeri. Sementara, untuk tipe SUV, 90 persen komponen, termasuk mesin, masih diperoleh dari Jepang dengan bekerja sama dengan Mitsubishi.

Sekilas, fisik mobil tipe ini mirip dengan tampilan Nissan X-Trail. "Itu (tipe SUV) baru kami rakit seminggu. AC-nya belum ada," ujarnya.

Karena masih baru, kedua mobil ini belum diberi nama oleh PT Esemka.


★ Pangkolinlamil Luncurkan Crew Boat Produksi Lokal

Pangkolinlamil Laksda TNI S.M. Darojatim saat meluncurkan Crew Boat di Galangan PT. Tesco Indomaritim. (Foto: Kolinlamil)

Jakarta - Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksda TNI S.M. Darojatim secara resmi meluncurkan crew boat Kolinlamil bertempat di Perusahaan Galangan Kapal, PT. Tesco Indomaritim, Babelan, Kab. Bekasi, Jawa Barat, Kamis (29/11).


Peluncuran crew boat ini diawali dengan acara pemotongan tumpeng oleh Pangkolinlamil, yang menandai secara resmi peluncuran crew boat tersebut untuk dioperasikan. Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama PT. Tesco Indomaritim Dr. Jamin Basuki, pejabat PT. Tesco Indomaritim, serta segenap pejabat teras Kolinlamil.


Sebelum crew boat diluncurkan di air, dilaksanakan tradisi pemecahan kendi ke badan kapal yang dilakukan oleh Dansatlinlamil Jakarta Kolonel Laut (P) Tri Satriya Wijaya, dengan disaksikan Pangkolinlamil, dan para pejabat yang hadir.


Crew boat yang baru diluncurkan tersebut akan dioperasikan untuk kapal antar jemput bagi anak buah kapal, dari mako Kolinlamil ke KRI yang tengah lego jangkar di Teluk Jakarta. Crew boat tersebut merupakan kapal kedua yang diproduksi PT. Tesco Indomaritim untuk Kolinlamil, dengan spesifikasi teknis; panjang 16 meter, lebar 4,5 meter, diawaki empat orang, dan dapat mengangkut 50 penumpang. Kapal tersebut dapat melaju dengan kecepatan maximum 12 knot.


★ TNI Miliki Simulator Perang

Simulator pesawat tempur lokal (Foto Berita HanKam)
Jakarta - Baru-baru ini beredar kabar adanya simulator perang yang dimiliki aparat keamanan TNI. Komisi I DPR mengakui kebenaran kabar tersebut. Sehingga, selain Kepolisian yang memiliki simulator SIM, aparat keamanan TNI juga ternyata memiliki simulator perang.

Wakil Ketua Komisi I DPR (membidangi pertahanan), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengakui bahwa aparat TNI memiliki simulator perang. Menurut Agus, simulator perang itu sudah ada sejak lama. "Simulator perang itu ada," ujarnya di Gedung Parlemen Jakarta, Jumat (30/11).


Namun, ketika ditanya waktu pengadaan simulator perang itu, Agus malah berdalih bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti terkait pengadaan alat latihan perang TNI tersebut. "Tapi saya tidak tahu kapan pengadaannya. Kemungkinan saya sedang keluar dan tidak ikut rapat," kilah politisi Partai Golkar itu.


Sebelumnya, beredar kabar angin yang meresahkan dan mengagetkan masyarakat yakni adanya simulator perang yang dimiliki TNI. Namun, kabar tersebut masih simpang siur adanya.



Finalis Science Project Paparkan Penelitian

Project yang dipresentasikannya, antara lain, KOSAPA (Kompor Sabut Kelapa). 

Sebuah kendaraan berat melakukan aktifitas bongkar muat batubara milik pertambangan PT Energi Indonesia Tbk, di Tanah Laut, Kalimantan Selatan. FOTO: Tatan Syuflana.

Delapan finalis science project dalam lomba Olimpiade Sains Nasional Pertamina (OSN Pertamina) 2012 mempresentasikan temuan maupun penelitiannya untuk mencari solusi dalam permasalahan energi yang terjadi di daerah masing-masing.

Dua dari delapan finalis science project memaparkan solusi merevegetasi bekas lahan penambangan yang sulit ditumbuhi tanaman kembali karena naiknya logam berat ke permukaan tanah.


Mahriani, mahasiswa jurusan biologi Universitas Lambung Mangkurat di Depok, kemarin, melakukan presentasi sebuah proyek berjudul Teknik Formulasi dan Pelapisan Biji bermikoriza Tahan Logam Berat untuk Revegetasi Lahan Bekas Tambang.


"Penelitian ini menawarkan sebuah teknik pelapisan biji tumbuhan dengan menggunakan tumbler yang telah dilengkapi bahan organik dan mikroriza sehingga lahan kritis bekas penambangan dapat kembali ditumbuhi tanaman," katanya.


Beberapa project yang dipresentasikan lainnya antara lain KOSAPA (Kompor Sabut Kelapa) penghasil asap cair sebagai alternatif penggunaan energi terbarukan, SEL ANGIN, Solusi Praktis Pembangkit Listrik untuk Masyarakat Daerah Berangin dan BIOGAS AL-JABAR dengan Teknologi Digester Poligon untuk Meningkatkan Kualitas Biogas dan Meminimalisir Polusi Lingkungan.


Selain merevegetasi lahan bekas penambangan, beberapa finalis science project OSN Pertamina 2012 juga concern pada pemecahan solusi kelangkaan energi.


Salah seorang finalis dari Universitas Syiah Kuala, Aceh, Khairul Rizki, memanfaatkan limbah sabut kelapa sebagai salah satu energi alternatif terbarukan.


Khairul mampu membuat sebuah kompor bernama Kosapa (Kompor Sabut Kelapa) untuk memasak sehingga dapat menggantikan pemanfaatan gas elpiji, arang maupun minyak tanah yang semakin langka.


Selain itu, Kosapa didesain tidak menimbulkan pencemaran udara karena tidak melepaskan karbon dioksida (CO2).


Tidak hanya mencari energi alternatif, salah satu finalis dari Universitas Indonesia (UI), Grandprix Thomryes, memamparkan solusi terhadap permasalahan limbah plastik yang dapat merusak lingkungan. Dengan judul makalah Aplikasi Zeolit Alam Indonesia dan Na-Zeolit Alam Indonesia sebagai Katalis Rengkah Polietlena menjadi Fraksi Minyak Bumi.


Grandprix memberikan solusi terhadap pengolahan limbah plastik dengan mengkonversi limbah plastik dengan menggunakan katalis yaitu Zeolit dan Na-Zeolit yang banyak tersebar di alam Indonesia.


Olimpiade Sains Nasional Pertamina (OSN Pertamina) 2012 memasuki babak grand final. Berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, untuk pertama kalinya OSN Pertamina melombakan kategori Science Project sebagai ajang untuk menghasilkan prototype suatu temuan atau invensi berupa alat, proses, metode atau produk iptek maupun teknologi tepat guna yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.


Pengumuman para pemenang OSN Pertamina 2012 tingkat Nasional akan dilakukan pada Jumat, 30 November 2012 di Auditorium Gedung Pertamina Pusat, Jakarta.


5 Aroma Pendongkrak Stamina

 Kesegaran bahan alami ini membantu mendongkrak stamina kembali.

http://us.media.viva.co.id/thumbs2/2012/11/19/180493_jeruk_209_157.jpg
Minyak esensial jeruk memiliki sifat antidepresan.
Cuaca tak menentu dan hujan yang datang tiba-tiba kerap mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Rasa jenuh, lelah, dan kurang stamina sering kali terjadi. Tak pelak, jika banyak situasi seperti ini, minuman berkafein, soda, atau penambah energi selalu menjadi pilihan.

Jika Anda masih sayang pada kesehatan, sebaiknya berpikir dua kali. Mungkin Anda akan mendapatkan stamina dalam sekejap, tapi bagaimana dengan kesehatan? Back to nature jawabannya. Bebas bahan kimia dan tidak ada efek samping.

Berikut ini adalah lima aroma pembangkit energi dan semangat secara alami:

Jeruk

Jeruk tak hanya baik untuk dikonsumsi. Namun, bahan-bahan aromatiknya juga dipertimbangkan sebagai salah satu aroma yang dapat membantu membangkitkan energi di dalam dunia aromaterapi. Aroma minyak esensial yang terbuat dari jeruk dikatakan memiliki sifat antidepresi dan menenangkan.

Peppermint

Peppermint terkenal dengan aroma mentol-nya yang khas. Rasa dingin dan menyegarkan disebut-sebut dapat membuka saluran pernapasan bagi orang-orang yang menderita sinus, yang dapat membantu Anda lebih mudah bernapas. Peppermint juga telah dibuktikan dapat melegakan nyeri akibat sakit kepala dan dapat meningkatkan konsentrasi.

Lemon

Aroma lemon yang kuat berkhasiat memberikan energi dan membuat tubuh terasa segar. Tak heran, jika aroma lemon sering dijadikan sebagai aromaterapi. Sensasi menenangkan yang alami membantu mengusir rasa sakit kepala, lelah, dan panik. Di samping itu, aroma segarnya dapat meningkatkan konsentrasi.

Eucalyptus

Minyak eucalyptus yang terbuat dari makanan favorit hewan koala ini dikenal dengan khasiat penumpas gatal dan gangguan kulit. Di balik itu, ternyata minyak eucalyptus juga memiliki manfaat membangkitkan energi. Studi menunjukkan, aktivitas otak meningkat ketika mencium aroma minyak eucalyptus.

Grapefruit

Sekilas aromanya tak jauh beda dengan buah lemon. Kesegarannya membangkitkan energi di kala lesu. Konon, mencium aroma grapefruit juga dapat menurunkan tingkat stres dan depresi. Sedangkan, minyaknya banyak digunakan dalam obat-obatan untuk meningkatkan pikiran positif. (art)


★ Membangun Kemandirian Bangsa Dalam Inovasi Iptek Peroketan

Proses uji statik roket di Pusat Teknologi Roket Lapan
Bogor - Tak seperti biasanya, sore itu (13/11) Pusat Teknologi Roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang berada di Tarogong, Kecamatan Rumpin, Bogor, Jawa Barat, ramai oleh hiruk pikuk kerumunan orang. 

Tak kurang dari seratus orang peserta Forum Bakohumas bekerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi, antusias ingin menyaksikan demonstrasi uji statik roket yang pembuatan, perakitan hingga pengujiannya dilakukan oleh anak-anak bangsa di Pusat Teknologi Roket ini. Sukseskah uji statik roket tersebut?

Sebagai lembaga penelitian dan pengembangan, LAPAN memiliki tugas pokok melaksanakan tugas pemerintah di bidang penelitian dan pengembangan kedirgantaraan dan pemanfaatannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Dalam pelaksanaan tugas tersebut, LAPAN memiliki empat pilar utama yakni bidang sains antariksa, bidang penginderaan jauh, bidang teknologi dirgantara serta bidang pengkajian kebijakan dan informasi kedirgantaraan. Teknologi roket, penerbangan dan satelit merupakan bagian dari bidang teknologi dirgantara yang hadir melalui Kedeputian Teknologi Dirgantara LAPAN.

Mendengar kata roket, asosiasi sebagian orang langsung tertuju pada teknologi pertahanan dan keamanan, hulu ledak dan peluru kendali untuk tujuan perang. Padahal, teknologi roket tak melulu soal perang dan invasi. Didalamnya ada proses inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang berguna bagi hajat hidup orang banyak.

Tak kenal maka tak sayang, pepatah ini rasanya tepat untuk memulai perkenalan lebih jauh dengan Pusat Teknologi Roket LAPAN. Dalam menjalankan tugasnya, Pusat Teknologi Roket mengemban fungsi untuk penelitian, pengembangan dan perekayasaan teknologi motor roket, teknologi struktur dan mekanik, teknologi propelan serta teknologi kendali dan telemetri. Fungsi tersebut dijalankan untuk mencapai visi jangka panjang untuk mewujudkan kemandirian bangsa dalam inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peroketan.

Uji Statik


Dalam ranah iptek peroketan, sebuah roket yang berhasil dibuat tak serta merta bisa langsung diluncurkan. Tahapan yang harus dilaluinya cukup kompleks, salah satunya harus melalui proses yang dinamai uji statik. Beruntung, rombongan peserta Forum Bakohumas yang hadir pada sore itu bisa melihat proses uji statik tersebut.

Untuk uji statik, biasanya dilakukan instalasi alat pengukur performa roket terlebih dahulu. Kepala Bidang Teknologi Motor Roket Ir. Saeri, M.Si menyebutkan beberapa alat tersebut terdiri dari alat untuk mengukur daya dorong, tekanan, vibrasi, temperatur, dan data visual. Sejumlah peralatan itu, jelas Saeri, akan menentukan apakah motor roket layak menjalani uji terbang atau tidak.

"Untuk yang ingin menonton uji statik harap mengambil jarak aman dan mencari posisi menyelamatkan diri masing-masing, semoga uji roket sore ini berhasil," tegas Saeri sebelum uji statik dilakukan. Antusias bercampur rasa was-was dapat terlihat dari wajah peserta Forum Bakohumas. Pasalnya, sempet beredar ‘guyonan’ bahwa roket yang akan diuji statik termasuk roket reject dikarenakan pasokan roket yang dalam kondisi prima telah habis untuk diuji statik. Namun hal itu tidak terbukti karena uji statik berlangsung sukses.

Sebelumnya, mereka disuguhi tayangan video uji terbang berbagai roket yang berhasil dikembangkan LAPAN. Dalam video yang ditampilkan, peserta Forum Bakohumas bisa melihat proses uji terbang yang biasanya dilakukan di Balai Produksi dan Pengujian Roket LAPAN, Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Video resolusi tinggi tersebut mampu menampilkan uji terbang roket dari berbagai sisi serta dalam gerak lambat hingga kecepatan 300 frame per seconds (fps).

RX 550


Pada 2012 ini, agenda besar peroketan LAPAN ialah dua kali uji statik roket RX-550 serta satu kali uji terbang roket tersebut. Uji statik tersebut merupakan perbaikan dan kelanjutan program uji statik yang telah dilakukan pada 2011. Tujuannya untuk menguji hasil fabrikasi nosel yang tahun sebelumnya masih mengalami masalah serta meningkatkan kinerja roket RX-550 guna mencapai daya dorong sebesar 25 ton dengan waktu pembakaran selama 15 detik.

Lebih jauh, nama roket RX-550 diambil dari diameter motor roket yang berdiameter 550 milimeter dengan panjang motor roket mencapai 6 meter. Sedangkan panjang keseluruhan roket bisa mencapai lebih dari 9 meter. Fungsi khusus roket RX-550 adalah sebagai pendorong (booster) utama yang akan membawa satelit ke luar angkasa dengan kapasitas bahan bakar jenis HTPB (hydroxyl toluen poly butadiene) sebanyak 1,8 ton.

Roket ini diprediksi memiliki jarak tempuh sejauh 150 km dengan jangkauan sepanjang 300 km. Roket RX-550 ini tidak lain dari roket penyempurnaan beberapa roket produksi LAPAN sebelumnya, yaitu RX- 420 di tahun 2009 dan RX-320 di tahun 2008.


© Kersada/SA Lapan

2016, Anggaran Indonesia Surplus Rp 42,2 Triliun

"Kalau utang katanya susah masuk surga."

Pemerintah menargetkan APBN tidak akan mengalami defisit lagi pada 2016 mendatang. Anggaran pemerintah pada saat itu diperkirakan akan mengalami surplus sebesar Rp 42,2 triliun dan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai Rp 13.451 triliun.

"Surplus anggaran pada 2016 tersebut sudah termasuk membayar bunga utang Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 38,9 triliun," kata Direktur Strategi Portofolio Utang Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Schneider Siahaan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis 29 November 2012.

Schneider menjelaskan pada 2013 mendatang pemerintah menargetkan defisit anggaran sebesar 1,6 persen dari PDB, atau sekitar Rp 153,3 triliun. Lalu mengecil pada 2014 mendatang menjadi Rp 149,2 triliun atau 1,4 persen dari PDB. Pada 2015, pemerintah menargetkan defisit anggaran terakhir kali, sebesar 0,4 persen dari PDB atau Rp 53,6 triliun.

"Kami akan perlahan-lahan mengurangi utang," katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah akan menggunakan beberapa strategi. Salah satunya adalah memperpendek tenor surat utang yang diterbitkan pemerintah. Strategi ini akan membuat bunga yang dibayar pemerintah akan lebih rendah.

Strategi lainnya adalah mengoptimalkan pasar domestik dalam transaksi surat utang pemerintah. Potensi pasar domestik dalam negeri masih tetap terjaga di tengah krisis keuangan global saat ini.

"Indonesia perlahan akan bebas dari utang. Kalau utang katanya susah masuk surga. Nanti, kita setelah tidak ada utang mudah-mudahan bisa masuk surga," katanya bercanda. (kd)


Kamis, 29 November 2012

Indonesia Beli 42 Unit Pesawat Sukhoi Superjet 100

Sukhoi%20superjet%20100%20side
ilustrasi pesawat sukhoi superjet 100 (ist)
Maskapai penerbangan lokal Indonesia memesan sejumlah pesawat Sukhoi Superjet-100 atau SSJ-100. Dua maskapai tersebut adalah Kartika Airlines (30 unit) dan Sky Aviation (12 unit). Demikian seperti dilaporkan the Sidney Morning Herald.

Juru bicara Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan, mengatakan harga per pesawat dibanderol sekitar USD 30 juta atau Rp 288,5 miliar.

"Kami sudah melakukan validasi sertifikasi untuk SSJ-100," jelasnya kepada the Sidney.

Dengan validasi tersebut, SSJ-100 dinyatakan layak terbang dan beroperasi di langit Indonesia. Menurut Bambang, tim validasi sudah melihat pabrik Sukhoi, desain, dan mesin pesawat. Hasilnya, SSJ-100 sesuai dengan standar Indonesia dan internasional.

Sementara itu, manajer pemasaran Sky Aviation Sutito Zainudin mengungkapkan pihaknya akan menerima pesawat pertama pada bulan Desember dan sisanya pada 2015. "Sertifikasi ini adalah kabar baik. Kami selalu percaya kelaikan Superjet Sukhoi," ujar Zainudin.

Sukhoi Superjet-100 memperoleh sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Rusia (IAC AR) pada Juni 2011. Selain itu, pesawat ini juga sudah mengantongi Type Certificate dari Badan Keamanan Aviasi Eropa atau EASA. Menurut EASA, yang dikutip dari superjetinternational.com, pesawat SSJ-100 telah memenuhi standar lingkungan dan kelayakan terbang.

Seperti diketahui, pesawat SSJ-100 pernah menabrak tebing Gunung Salak, Bogor, awal Mei 2012. Kecelakaan saat demonstrasi itu menewaskan semua penumpang dan kru pesawat yang berjumlah 45 orang. Kecelakaan Superjet di Bogor merupakan pukulan telak bagi industri penerbangan Rusia.


Indonesia Sodorkan Migas ke Investor Norwegia

52a5c0dfd9246369b4e72ec686d509f9Sebagian besar penemuan baru sumber minyak dan gas (migas) Indonesia, terletak di laut dalam, tidak lagi di wilayah onshore. Norwegia adalah salah satu negara yang memiliki pengalaman dalam pengembangan jaut dalam. Karena itu, pemerintah mengajak investor dari negara tersebut agar mau menanamkan investasi di Indonesia.

“Kami ingin belajar banyak dan investor Norwegia dapat menanamkan uangnya dengan mengembangkan laut dalam bersama kami,”ujar Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo, Kamis (29/11).

Sebagian besar migas laut dalam baru tersebut berlokasi di Indonesia Timur. Sejumlah kontrak kerja sama pengembangan laut dalam, juga telah ditandatangani.

Potensi sumber daya migas nasional saat ini tersebar dalam 60 cekungan sedimen (basin). Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 cekungan belum pernah dilakukan kegiatan eksplorasi dan sebagian besar berlokasi di laut dalam.

Ke-22 cekungan tersebut adalah Ketungau, Pembuang, Lombok Bali, Flores, Tukang Besi, Minahasa, Gorontalo, Sala Bangka, South Sula, West Buru, Buru, South Obi, North Obi, East Halmahera, North Halmahera, South Seram, West Weber, Weber, Tanimbar, Waropen dan Jayapura.

Hubungan bilateral Indonesia dan Norwegia  dalam bidang energi  telah berlangsung lama, dan merupakan implementasi MoU kerja sama bidang energi antara Kementerian  ESDM Republik Indonesia dengan Kementerian Industri dan Energi Kerajaan Norwegia yang ditandatangani pada 18 September 1995 lalu di Jakarta.*


Teknologi Nuklir Dibutuhkan untuk Ketahanan Pangan

Terbukti Mampu Ciptakan Produk Unggulan

Krisis ketersediaan pangan telah menjadi permasalahan global dan juga berpengaruh di tingkat nasional. Bahkan krisis pangan menyebabkan negara harus mengimpor kebutuhan pangan dalam jumlah besar, untuk menjamin ketersediaan pangan nasional.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), selama bulan Januari-Juni 2011, impor pangan Indonesia mencapai 11,33 juta ton dengan nilai US$ 5,36 miliar atau kurang lebih Rp 45 triliun. Barang impor mulai dari beras, jagung, terigu, gula garam, telur, ayam, daging sapi, singkong, bawang merah, cabai hingga buah-buahan.

Adapun data impor pangan selama Januari-Maret 2012 dari Pelindo II cabang Tanjung Priok menunjukkan impor beras sebanyak 330.539 ton, jagung 33.700 ton, tapioka 7.422 ton, gandum 546.932 ton dan garam 25.400 ton.

“Teknologi nuklir untuk pangan saat itu dirasakan sangat besar manfaatnya untuk menjawab solusi masalah ketahanan pangan,” kata Deputi Pendayagunaan Hasil Litbang dan Pemasyarakatan Iptek Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), dalam Executive Forum ‘Nuklir untuk Pangan’, di Jakarta.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi nuklir tidak melulu untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dan senjata nuklir. Buktinya, Batan telah menghasilkan benih padi varietas unggul dengan teknologi mutasi radiasi yang lebih murah, cepat dipanen, tahan lama dan enak rasanya.

Ketua Umum Tani Nelayan, Winarno Tohir, mengakui hasil teknologi nuklir untuk produk pangan, seperti benih padi Mirah. Belum lagi pemuliaan kedelai Mutiara I yang dikembangkan dalam skala besar.

“Kami sangat membutuhkan teknologi nuklir ini karena hasil panennya cukup menjanjikan, Sayangnya, teknologi nuklir ini belum mampu menjawab ketersediaan pangan. Terbukti, sebagian besar kebutuhan pangan kita hasil impor. Mulai bawang, beras, jagung, terigu, gula, garam, telur, ayam, daging sapi, singkong, cabai, hingga buah-buahan. Kita harus bisa menghentikan ketergantungan pangan ini melalui teknologi nuklir,” kata Tohir. @hidayat


Tahun 2012, PT Pindad Terima Order Rp 2 Triliun

SS2 V5 Pindad
(Foto Binbin 1979)
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Letnan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan kerjasama dengan PT Pindad guna penyediaan kebutuhan peralatan militer Indonesia terus berjalan tiap tahunnya. Hasil produksi alat militer itu digunakan tiga angkatan yakni TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU), dan Angkatan Laut (AL).

Sebelum ke PT Dirgantara Indonesia (DI), Sjafrie sempat meninjau produksi peralatan militer di PT Pindad, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (29/11/2012).

"PT Pindad itu pada dasarnya untuk kebutuhan Angkatan Darat (AD). Tapi juga PT Pindad memenuhi kebutuhan amunisi. Amunisi itu dihunakan untuk tiga angkatan," ucap Sjafrie saat melakukan inspeksi ke hanggar CN 235 dan hanggar helikopter di PT DI.

Sjafrie mengatakan PT Pindad tiap tahun menerima order membuat peralatan militer dari pesanan Kemenhan untuk keperluan TNI AD, AU, dan AL.

Berapa order tahun ini? "Tiap tahun ada order. Mereka (PT Pindad) dalam 2012 ini menerima order 2 triliun rupiah," singkat Sjafrie.


© Detik

Norwegia-RI Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Kemitraan Bilateral

Jakarta - Norwegia tertarik untuk terus meningkatkan kerja sama bilateral dengan Indonesia karena Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang konsisten, kaya sumber daya alam, dan memiliki potensi pengembangan energi yang sangat besar. Rencananya, Norwegia-Indonesia akan mengembangkan kerja sama di bidang maritim dan pertanian.

"Kami melihat negara ini (Indonesia) semakin berkembang," kata Putri Mahkota Kerajaan Norwegia, Mette-Marit, Selasa (27/11), di Jakarta. Kerja sama bidang pertanian disasar karena diproyeksikan pada 2050 nanti, jumlah populasi penduduk Bumi akan menjadi sembilan miliar jiwa. Dengan begitu, dibutuhkan banyak kerja sama bidang pertanian untuk menghindari krisis pangan.

Untuk mendukung hal tersebut, negara Skandinavia itu membuka kantor baru perwakilan perdagangan resmi pemerintah di luar negeri alias Innovation Norway. Lembaga itu dimaksudkan untuk membantu para pebisnis Norwegia tumbuh dan mendapatkan pasar baru.

"Kantor Innovation Norway di Jakarta akan menjadi pintu masuk peluang bisnis bagi perusahaan Norwegia di Indonesia. Kami akan memberikan gambaran peluang bisnis melalui riset pasar, wawasan dan informasi terkini, serta mendampingi perusahaan Norwegia menemukan mitra bisnis sekaligus memberikan saran dan masukan yang kompeten," kata Chief Executive Officer (CEO) dan Direktur Utama Innovation Norway, Gum Ovesen.

Ketertarikan Norwegia itu disambut gembira oleh Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan. Menurut dia, bidang perdagangan dan ekonomi adalah hal yang paling digenjot oleh banyak negara di dunia. Ada banyak peluang untuk meningkatkan kerja sama kedua negara.

"Dua puluh tahun ke depan, Indonesia memiliki peluang untuk masuk 10 negara dengan perekonomian terbesar dalam emerging market, dan itu semua harus dipersiapkan dari sekarang," kata Gita. Besarnya potensi yang dimiliki Indonesia juga disadari oleh Gita.

Dia mengatakan Indonesia berlimpah sumber daya alam, tetapi sayangnya, tenaga ahli yang well educated masih terbatas, belum sebanyak di Norwegia. Kendala klasik lain yang dihadapi Indonesia adalah pembangunan infrastruktur dan jalan yang dirasa masih kurang. "Yang pasti, saya menyambut baik ajakan peningkatan kerja sama dari Norwegia ini karena sebagai negara kita memang harus saling menolong dan mendukung," kata Gita.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan dan Industri Norwegia, Trond Giske, menegaskan peningkatan kerja sama Indonesia-Norwegia ini bukan sekadar untuk mempererat hubungan bilateral, melainkan juga untuk memperkuat hubungan bisnis kedua negara.

Menurut catatan Pemerintah Norwegia, dalam satu dekade terakhir, hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara naik sampai 50 persen. Total perdagangan Norwegia-Indonesia tahun lalu mencapai 300 juta dollar AS. Giske optimistis kerja sama bidang perdagangan dan ekonomi kedua negara akan meningkat pesat mengingat masih banyak sektor yang belum tergali.

Pererat Pendidikan

Selain di bidang ekonomi dan perdagangan, Indonesia-Norwegia akan mempererat kerja sama di bidang pendidikan. Hal itu ditandai dengan penandatanganan MoU antara Norwegian Technological University dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menurut Tutuka Ariadji, Wakil Dekan ITB untuk urusan Akademis, kerja sama pendidikan dengan Norwegia saat ini merupakan kali kedua. Indonesia bisa memanfaatkan bidang teknologi dan pendidikan di Norwegia yang berkembang cukup pesat. Dia menambahkan lewat kerja sama ini, diharapkan Indonesia bisa belajar soal teknologi laut dalam, bidang pengeboran dan teknik produksi dengan Norwegia. uci/E-10


LAPAN Yakin RI Luncurkan Satelit Secara Mandiri

Eksplorasi antariksa negara-negara maju sudah mencapai Planet Mars dan sedang menjajaki untuk mengeksplorasi asteroid dalam waktu beberapa tahun ke depan. Tak mau ketinggalan terlalu jauh, Indonesia rupanya kini mulai ikut mengembangkan teknologi untuk mengeksplorasi antariksa. 

Langkah awalnya adalah dengan meluncurkan satelit secara mandiri. Target ini diharapkan bisa dicapai dalam kurun waktu belasan tahun mendatang.

"Tahun 2025, kita sudah akan bisa meluncurkan satelit sendiri. Setelah itu kita menuju program ke Bulan," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Bambang S. Tedja, Selasa 27 November 2012.

Dia menerangkan program eksplorasi bulan akan menjadi patokan untuk eksplorasi tingkat lanjut. Ia yakin pada 2025, seiring dengan terwujudnya bandara antariksa nasional, Indonesia dapat meluncurkan satelit yang bakal mengorbit di ketinggian 650 kilometer.

"Kita bisa lah pada waktunya nanti. Apalagi tahun depan kami akan meluncurkan roket untuk ujicoba," ujar Bambang.

Keyakinan tersebut didasarkan pada kesiapan LAPAN meluncurkan roket Sonda RX-550 tahun depan. Itu merupakan roket pendorong peluncuran satelit berukuran 6 meter, berdiameter 550 milimeter, dan berat 3 ton.

"Roket itu mampu mencapai ketinggian lebih dari 100 km, dan jangkauannya mencapai 300 km," katanya.

LAPAN telah melakukan uji statis roket RX-550 pada 2011 dan 2012. Uji statis merupakan pengujian di darat untuk mengetahui kinerja dan daya dorong roket saat tinggal landas. Pada 2013 dan 2014 RX-550 akan menjalani uji terbang masing-masing satu tingkat dan dua tingkat.

Meski optimistis pada 2025 nanti Indonesia akan mampu meluncurkan satelit secara mandiri, Bambang mengakui Indonesia harus mengatasi tantangan soal penempatan slot satelit di antariksa. "Slot itu harus diiisi. Ini saja masih menjadi tantangan," katanya.


Habibie Minta Dahlan Nomor Satukan PTDI

Mantan Presiden RI, BJ Habibie.
Mantan Presiden RI, BJ Habibie.
(Foto Kompas)
Mantan Presiden ke-3 RI,  Baharuddin Jusuf Habibie, berpesan kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dia ingin agar PT Dirgantara Indonesia  mendapat perhatian serius. 

"Beliau ingin sekali PTDI (PT Dirgantara Indonesia) dinomor satukan," kata Dahlan di kediaman BJ Habibie, Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (22/11/2012).

Menurut Dahlan, Habibie itu sudah memikirkan industri penerbangan di Tanah Air sejak 20 tahun lalu. Namun, baru mulai diwujudkan pada 17 tahun yang lalu. Akan tetapi, industri penerbangan di Tanah Air itu baru mulai maju akhir-akhir ini.

Menurut Dahlan, Habibie gundah karena pesawat yang berkeliaran di dalam negeri itu didominasi oleh besutan perusahaan asing.

"Pesawat Jet 100 yang ada saat ini itu semuanya sudah ada 20 tahun lalu dalam pemikiran Pak Habibie," tuturnya.

Dahlan menangkap pesan dari Habibie. Seandainya waktu itu semua pemikiran Pak Habibie itu terwujud, kita tidak akan lagi melihat pesawat regional yang semuanya buatan luar negeri.

Disinggung apakah Habibie menyesal tidak mampu mewujudkan impiannya tersebut, Dahlan membenarkannya.

"Saya menangkap gundah beliau. Karena apa yang beliau kerjakan 20 tahun lalu dan kemudian tidak berlanjut itu ternyata menjadi kenyataan," katanya.

Solusinya, Habibie ingin agar Dahlan memajukan PTDI. Caranya, mendorong PTDI agar mengubah cara berbisnisnya dengan berfokus pada pasar (market driven). Cara tersebut dianggap berbeda dari model bisnis PTDI sebelumnya karena dulu PTDI diperintah oleh pemerintah secara paksa untuk memproduksi pesawat terbang.

"Kalau dulu pasarnya belum ada, sekarang pasarnya sudah besar. Nah, pasar itu yang harus ditangkap," katanya.

Untuk bisa mewujudkan impian tersebut, Habibie berpesan ke Dahlan agar menyiapkan dana investasi untuk PTDI sebesar 500 juta dollar AS. Dengan dana tersebut, PTDI sudah bisa mengembangkan pesawat jenis CN 250.


Bisnis PTDI tahun 2012 raih Rp 8,2 triliun

Pembuatan Pesawat CN-235 PT Dirgantara Indonesia
Pembuatan Pesawat CN-235 PT Dirgantara Indonesia
(Foto Vivanews)
PT Dirgantara Indonesia (Persero) mencatat lompatan kinerja bisnis spektakuler dalam sejarahnya dengan memperoleh kontrak Rp 8,2 triliun untuk  tahun 2012.      

“Berkat kerja keras seluruh jajaran karyawan dan manajemen serta perhatian Pemerintah, tahun ini kami mencatat kinerja bisnis yang bisa dikatakan spektakuler,” kata Kepala Komunikasi PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Sonny Saleh Ibrahim kepada pers di Bandung, Kamis.


Sonny mengatakan, pencapaian nilai kontrak yang didapat PTDI tahun 2012 mencapai Rp 8,2 triliun, dan tercatat sebagai nilai kontrak terbesar yang pernah diperoleh PTDI selama ini. Nilai kontrak sebesar itu bahkan belum pernah tercapai sejak PTDI (dulu IPTN) berdiri.

Nilai kontrak tersebut ditegaskan Sonny sangat besar untuk sebuah perusahaan sekelas PTDI yang sebenarnya masih membutuhkan modal kerja sangat besar juga agar kontrak-kontrak yang diraih tersebut bisa dikerjakan sesuai pesanan yang masuk. “Terus terang, kami memerlukan modal kerja besar secepatnya,” katanya.

Selain itu, kata Sonny, kepercayaan para pemesan kepada PTDI tersebut bukan sesuatu yang mudah didapat karena seluruh jajaran karyawan dan manajemen telah bekerja keras dan menunjukkan tekad kuat membawa nama PTDI sebagai perusahaan kebanggaan bangsa lagi.

Sepanjang tahun 2012, PTDI selain bisa memenuhi pesanan-pesanan jumlah besar dan tepat waktu untuk komponen-komponen pesanan Airbus, termasuk komponen penting sayap tengah depan Airbus A380, juga kontrak pesawat siap pakai seperti NC212 dan CN235 patroli laut dari Korea Selatan.

Hal mendasar lainnya, ialah dukungan pemerintah terhadap PTDI menguat  sejak 2008, dengan terbitnya Perpres No.28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional, dan juga pada  dibentuknya Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), di antaranya tentang pemberdayaan   industri pertahanan dalam negeri.

Dukungan dari pemerintah bertahap  dirasakan oleh PTDI, khususnya dalam pemesanan pesawat terbang maupun helikopter yang melimpah. “Tanpa adanya keberpihakan pemerintah terhadap industri strategis seperti halnya PTDI, kebangkitan industri kedirgantaraan mustahil dapat maju,” kata Sonny yang juga dikenal sebagai pakar roket di PTDI.

Pada tahun 2011, pemerintah memutuskan untuk merevitalisasi dan merestrukturisasi PTDI. Menyambut program Pemerintah tersebut, PTDI mengajukan proposal rencana usaha untuk aktivitas program revitalisasi dan restrukturisasi tersebut dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN).

Dijelaskan, ada dua bentuk PMN yang dibuat yaitu tunai dan bukan-tunai (cash dan non cash). Untuk yang non cash, PTDI meminta kepada Pemerintah agar hutang-hutang PTDI masa lalu dalam bentuk Soft Loan Agreement (SLA) dijadikan PMN, dan permohonan ini telah terpenuhi pada tahun 2012. 

Untuk yang PMN cash, PTDI mendapatkan penyertaan modal sebesar Rp 2,2 triliun dan telah disetujui nilai Rp 1 triliun akan dicairkan tahun 2012, namun  realisasi pencairannya masih tertunda, sisanya akan diberikan pada tahun 2013.

Kebutuhan pemberian PMN cash ini di antaranya adalah untuk peremajaan dan peningkatan kapasitas produksi dan modal kerja, kebutuhan bisnis yang sedang ditunggu PTDI, demikian ujar Sonny.


Saatnya Pemerintah Membentuk Divisi Perang Cyber

Saatnya Pemerintah Membentuk Divisi Perang SaiberJakarta - Saatnya pemerintah membentuk divisi perang cyber karena serangan dunia maya sifatnya terselubung tapi berdampak besar.

Hal itu dikemukakan Ketua Asosiasi Peguruan Tinggi Informatika dan Komputer Prof Richardus Eko Indrajit di Jakarta, Rabu.

"Ini fakta, serangan siber dan media sosial berhasil menggoyang negara-negara Timur Tengah. Sekarang perang bukan pakai senjata api tapi serangan cyber," katanya ketika ketika menjadi pembicara di diskusi panel "Microsoft Goverment Solution Day : Menyongsong Indonesia 2025".

Eko mencontohkan, satu orang berbicara kepada dua orang, dua orang berbicara ke lima orang dan seterusnya. "Semua terjadi dalam satu waktu dan mudah sekali menyebar. Akhirnya, pemerintah tidak akan bisa mencegah, jika tidak ada filternya."

Menurut Eko ada beberapa modus peretas asing jika ingin mengacaukan negara lain.

Pertama, mereka membobol laman-laman pemerintah atau bank dan mencuri data-data penting.

Kedua, mereka membuat laman baru atau meretas laman yang sudah ada dan memasukkan data serta informasi yang salah. Hal itu akan menimbulkan fitnah dan para pembaca akan mudah terprovokasi.

Ketiga, peretas dapat melumpuhkan objek-objek vital negara seperti Bandara, kilang-kilang minyak, pelabuhan, stasiun dan sarana transportasi lainnya.

"Karena itu, tugas divisi kejahatan dunia maya yaitu menyaring laman-laman yang bermuatan fitnah dan berbahaya," katanya.

Lebih lanjut Eko mengemukakan pemerintah juga harus meningkatkan keamanan negara secara bertahap seperti pembangunan infrastruktur baru, pembelian peralatan dan paling terpenting peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) negara itu sendiri.

"Tidak ada negara lain yang bisa melindungi negara kita, selain kita sendiri," katanya.


Mahasiswa ITB Juara Dunia Kompetisi Informatika

fotoSalah satu tim robot melakukan persiapan pada Kontes Robot Indonesia KRI KRCI Regional Wilayah II di kampus ITB, Jatinangor, Jawa Barat, (26/5). Tim-tim pemenang berhak maju ke tingkat nasional sebelum berkompetisi di tingkat dunia. TEMPO/Prima Mulia

Bandung - Tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung membuktikan diri sebagai yang terbaik di dunia pada ajang IEEExtreme 24-hour Programming Competition 6.0. Tim bernama Dongskar Pedongi itu mengalahkan 1.940 tim mahasiswa dari berbagai negara.

"Kemenangan ini sungguh luar biasa dan sangat mengagetkan kami," kata Dekan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB Suwarno kepada Tempo, Kamis, 29 November 2012.

Tim juara Program Studi Teknik Informatika ITB itu beranggotakan Ronny Kaluge angkatan 2008, Irvan Jahja (2009), dan Chistianto Handojo (2010). "Saya lihat data pesertanya sampai merinding, karena tim berasal dari ratusan negara dan banyak dari universitas top dunia di Amerika, Eropa, dan Asia," ujarnya.

Kompetisi keenam yang digelar selama 24 jam itu melombakan pemrograman antar-universitas di dunia. Penyelenggaranya Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), sebuah asosiasi profesional di bidang kelistrikan, elektronika, dan komputer, yang berbasis di Amerika Serikat. Setiap tim yang terdiri dari tiga orang diuji dengan soal-soal pemrograman dengan sejumlah pilihan bahasa, seperti Java, C, C++, C#, Python, Ruby, dan Perl.

Menurut Christianto, lomba itu berlangsung secara online pada 20 Oktober 2012. Timnya mengambil tempat di kampus ITB. Mereka bergantian mengerjakan soal yang totalnya berjumlah 20 masalah. "Setiap jawaban yang dikirim, hasil dan nilainya langsung diketahui," katanya di kampus ITB, Kamis, 29 November 2012. Hasilnya dan juara diumumkan pada 22 November lalu.

Pemenang keduanya adalah tim Los Desempleados dari Universidad Nacional de Ingenieria dari Lima, Peru dan juara ketiga tim Meeyo dari University of Moratuwa, Sri Lanka. Kedua tim itu mendapat hadiah berupa netbook. Sedangkan tim ITB diberi kesempatan mengikuti konferensi IEEE di mana pun, dan seluruh biayanya ditanggung panitia.


Lika Liku Proyek PKR 10514

Maket PKR 10514 PT PAL 2012 (Foto Berita HanKam)
Jakarta - Kementerian Pertahanan resmi menandatangani kontrak pembelian 1 unit Kapal Perusak Kawal (PKR) 10514 senilai total USD 220 juta atau sekitar Rp 2,06 Triliun dengan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), Belanda.

Kontrak ditandatangani oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Mayjen TNI Ediwan Prabowo dan Director Naval Sale of DSNS Evert van den Broek wakil DSNS di Kantor Kemhan pada 5 Juni 2012.

Hadir dalam acara ini Dubes Belanda untuk Indonesia Tjeerd de Zwaan dan Direktur Utama PT.PAL Indonesia (Persero) Ir Muhamad Firmansyah Arifin.

Pemerintah Indonesia sedikitnya harus membelanjakan 75 juta euro atau sekitar Rp 750 miliar untuk mempersenjatai PKR. Satu unit PKR lengkap dengan persenjataan sekitar Rp 2,810 triliun.

Model PKR 10514 PAL di IndoDefence 2010 (Foto Berita HanKam)

Proyek Kapal PKR 10154 didaulat sebagai Joint Production (Kerjasama Produksi) antara DSNS dan PT. PAL. PKR akan dibangun di tiga tempat, Vlissingen dan Galatz, Belanda dan terakhir di rakit di PT PAL. Kapal direncanakan diterima pada awal tahun 2017. DSNS akan melakukan alih teknologi dalam kontruksi desain dan pembangunan kapal PKR 10514 kepada PT PAL. PT. PAL hanya mendapatkan 3 persen dari nilai kontrak US$ 220 juta atau sekitar US$ 6,6juta.

Sumber di PT PAL dihubungi Berita HanKam menyatakan Joint Production ini, tidak lebih menjadikan PT PAL sebagai tukang rakit atau tukang lem kapal. Tidak memberikan manfaat besar bagi PT PAL dibandingkan pembelian kapal Landing Platform Dock (LPD) dari Korea Selatan.


Ditambahkannya, lebih menguntungkan bagi PT PAL bila Kemhan memilih Orizzonte Sistemi Navali dari Italia. Kapal akan dirancang bersama oleh kedua perusahaan dan dibangun sepenuhnya di PT PAL. Pihak TNI AL sebagai pengguna lebih memilih kapal rancangan Orizzonte Sistemi Navali serta kapal sudah dalam kondisi dipersenjatai. DSNS telah memamerkan dua kali maket model PKR 10514 pada Indo Defense 2010 dan 2012. Pada bagian haluan dan buritan kapal persenjataan yang dipasang mengalami perubahaan.


PKR yang diidamkan TNI AL dan memberikan manfaat besar dalam hal alih teknologi untuk PT PAL. (Foto Berita HanKam)

Rudal permukaan-ke-udara MICA dengan sistem penembakan masih memakai sistem VLS. Bofors ASW Rocket launcher SR375A dihilangkan digantikan dengan CIWS Oerlikon Millennium 35 mm Naval Revolver Gun System. Sistem CIWS Phalanx dipasang di bagian buritan dihilangkan. Sistem peperangan anti-kapal selam mengandalkan torpedo dan helikopter anti-kapal selam.


Model PKR rancangan PAL pada IndoDefene 2008 (Foto Berita HanKam)

Pemerintah Indonesia telah memesan 4 korvet SIGMA dari DSNS sesuai Renstra TNI AL 2003-2013. Korvet Sigma I dan Sigma II dibeli saat kunjungan Menhan Juwono Sudarsono dan Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Slamet Soebijanto ke DSNS pada 14-18 September 2006. Korvet Sigma III dan IV direncanakan dibangun bekerjasama dengan PT PAL dalam rangka alih teknologi. DSNS membatalkan kerjasama ini dengan alasan PT PAL belum siap dan membangun sepenuhnya di Belanda. Keempat korvet telah dioperasikan oleh TNI AL Surabaya.


Berbagai Sumber



Indonesia butuh lembaga pengolah hasil iptek

Jakarta - Indonesia membutuhkan sebuah lembaga atau badan pengolah hasil penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membuat hasil penelitian tersebut bernilai tambah, lebih bermanfaat, dan layak dipasarkan.

"Kalau di luar negeri, hasil penelitian itu diberikan kepada badan lain untuk diolah agar `marketable`, badan inilah yang sampai sekarang tidak terbentuk di Indonesia, karena peraturannya belum mendukung," kata Ketua Dewan Pengurus Yayasan Sumber Daya Manusia Iptek Wardiman Djojonegoro pada acara Habibie Award 2012 di Jakarta, Rabu.

Menurut Wardiman, peraturan di Indonesia mewajibkan sebuah badan yang dibentuk harus menghasilkan uang, hal tersebut dianggap berbeda dengan prinsip penelitian dalam Iptek.

Pada umumnya, badan pengelola hasil IPTEK membutuhkan sejumlah anggaran untuk membuat hasil penemuan memiliki nilai tambah, biasanya, dibutuhkan waktu yang relatif panjang, sehingga investasi di bidang Iptek bukanlah investasi jangka pendek.

"Misalnya, kita bisa mengimpor 400 juta dolar biji atau bunga dari Belanda, tapi di Bogor, kita sudah bisa menemukan biji tersebut, tapi belum bisa dijual, karena tidak `marketable`," kata Wardiman.

Sementara itu, Wardiman mengatakan, jika dilihat dari sisi kebijakan anggaran untuk Iptek, alokasinya masih jauh lebih kecil dibanding negara-negara lain, misalnya alokasi anggaran IPTEK China sebesar 2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), Malaysia hampir 0,6 dan Indonesia hanya 0,1 persen dari PDB, karena dianggap Iptek tidak menghasilkan sebuah barang jadi.

"Visi iptek kurang dimengerti oleh para birokrat, Iptek itu diperlukan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa, dalam bentuk Iptek," kata Wardiman.

Untuk itu, diperlukan pengertian dan pendidikan dari para birokrat soal manfaat jangka panjang iptek, misalnya pencerahan dari pihak negara lain, yang maju karena iptek. Selain itu, Wardiman mengatakan perlunya peningkatan kebijakan atau peraturan yang ramah iptek.

Menurut Wardiman, Indonesia memiliki anak-anak bangsa yang hebat di bidang iptek, untuk itulah perlunya dukungan pemerintah, karena sektor swasta dinilai belum mumpuni untuk menunjang peralatan dan sistem penelitian Ilmu Pengetahuan.(S038/N002)


Antara

Rabu, 28 November 2012

Produksi Pesawat C295 Dipindah ke Bandung

Produksi Pesawat C295 Dipindah ke BandungBandung - Seluruh aktivitas produksi pesawat transpor menengah C295 sedang dalam proses dipindahkan oleh Airbus Military dari Sevilla, Spanyol, ke PT Dirgantara Indonesia (Persero) di Bandung.

"Selain tingginya faktor kepercayaan Airbus Military kepada kami, ke depan mereka memang hanya akan memusatkan perhatian pada produksi pesawat transpor militer berbadan lebar A400M," kata IP Windu Nugroho, staf senior Divisi Komunikasi PTDI, di Bandung, Rabu.


Dalam proses pemindahan itu, PTDI kini sedang membangun pusat pengiriman (delivery center) untuk pesawat CN295, sebutan selanjutnya bagi C295 setelah produksi bersama dilaksanakan.


''Kegiatan ini salah satu bentuk perwujudan program revitalisasi di tubuh PTDI,'' kata Windu.


Proses pembangunan 'delivery center' disertai pula dengan proses pembangunan lini perakitan akhir (final assembly line) CN295. Pengerjaannya dibantu oleh tim ahli dari Airbus Military sebagai mitra bisnis. Delivery Center CN295 diharapkan selesai pada kuartal pertama 2013.


Setelah fasilitas itu siap, PTDI akan mampu mengirimkan pesawat hasil produksinya empat unit per tahun ke seluruh customernya.



Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More