blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label ITS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ITS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 April 2026

Inggris-Indonesia Sepakati Kerja Sama Strategis di Bidang Pertahanan Maritim hingga Pendidikan

KRI BPD 322 frigate pertama PAL, hasil kerjasama Babcock (PAL)

Perusahaan pertahanan Inggris, Babcock International Group (Babcock), bersama Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Kamar Dagang Inggris (Britcham), dan para mitra di Indonesia meluncurkan Maritime Partnership Programme (MPP).

Ini merupakan sebuah kesepakatan strategis guna memperdalam kerja sama Inggris–Indonesia di bidang pertahanan maritim, perikanan, kapabilitas industri, serta pengembangan keterampilan.

Chief Executive Babcock, David Lockwood OBE mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis utama bagi Babcock.

"Kemitraan ini akan mewujudkan komitmen tersebut, dan kami menantikan kelanjutan hubungan yang kuat dan berkelanjutan," kata David di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey CVO OBE, mengatakan bahwa Maritime Partnership Programme memberikan manfaat nyata bagi masyarakat berupa lapangan kerja, peluang, dan pertumbuhan.

Program ini mencerminkan komitmen bersama Inggris dan Indonesia terhadap stabilitas dan kemakmuran di Indo-Pasifik, menjunjung tinggi kebebasan navigasi serta mendukung tatanan internasional berbasis aturan.

"Melalui program ini, kita bersama-sama memperkuat ketahanan maritim, mendukung industri, dan membuka peluang yang lebih luas bagi generasi pemimpin Indonesia berikutnya. Kemitraan ini dibangun atas ambisi bersama danakan memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia dan Inggris. Diplomasi, kolaborasi, dan prestasi!" ujarnya.

Ketua Kamar Dagang Inggris di Indonesia, Ian Betts, menyambut baik peluncuran UK–Indonesia Maritime Partnership Programme. Menurutnya program tersebut menjadi tonggak penting dalam memperdalam hubungan ekonomi dan industri antara kedua negara.

Ian menambahkan, Investasi Babcock, termasuk perannya dalam memperkuat kapabilitas fregat Indonesia melalui program Arrowhead 140, menunjukkan kuatnya keahlian maritim Inggris sekaligus komitmen jangka panjang terhadap ambisi maritim Indonesia.

Kemitraan tersebut dinilai melampaui sektor pertahanan, dengan mendorong pengembangan industri lokal, transfer keterampilan, serta pertumbuhan ekosistem maritim yang lebih luas di Indonesia. Hal ini mencerminkan visi bersama untuk infrastruktur maritim yang tangguh, berkelanjutan, dan aman di kawasan Indo-Pasifik.

Peluncuran Maritime Partnership Programme turut dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Inggris untuk Aviasi, Maritim, dan Dekarbonisasi Keir Mather, Chief Executive Babcock David Lockwood OBE, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey CVO OBE, serta perwakilan sektor bisnis, pejabat pemerintah senior, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Babcock diketahui menandatangani empat Nota Kesepahaman (MoU) strategis dengan universitas-universitas terkemuka, mitra industri, dan pemangku kepentingan utama dari program MPP. MoU ini mencakup pengembangan tenaga kerja, pendidikan, beasiswa, serta kapabilitas industri guna mendukung tujuan maritim Indonesia dan implementasi MPP.

Salah satu MoU yang ditandatangani yakni terkait Beasiswa Chevening. Babcock berkomitmen mendanai total 30 beasiswa Chevening Pemerintah Inggris bagi mahasiswa Indonesia, yang akan diberikan secara bertahap selama periode tiga tahun untuk mendukung calon pemimpin masa depan di sektor maritim dan industri.

Selain itu, Babcock juga menyepakati kemitraan dengan enam universitas di Inggris dan Indonesia untuk memperkuat kapasitas pendidikan dan keterampilan maritim yang selaras dengan prioritas MPP, membuka peluang pendidikan, penelitian, dan inovasi.

Konsorsium ini terdiri dari Newcastle University, University of Strathclyde, University of Edinburgh, University of Glasgow, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Selain itu Babcock dan PT Len Industri juga sepakat berkolaborasi dalam pengembangan teknologi angkatan laut dan maritim, termasuk potensi pemanfaatan fasilitas DEFEND ID.

Kemudian Babcock juga menjajaki kerja sama pembuatan kapal dengan PT Citra Shipyard, pengembangan keterampilan, transfer teknologi, dan rantai pasok.

MoU tersebut juga mencerminkan strategi yang terarah untuk berinvestasi di seluruh spektrum pembangunan maritim Indonesia, serta melanjutkan kesepakatan maritim senilai £4 miliar antara Inggris dan Indonesia yang ditandatangani pada November 2025.

Inisiatif ini juga memperkuat komitmen Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Sir Keir Starmer di London pada 20 Januari 2026.

  📝  Investor Trust  

Kamis, 26 Februari 2026

ITS dan AAL Jajaki Pengembangan Drone Militer Canggih

👮  Bakal jadi pusat riset pertahanan UCAV Elang Hitam sukses terbang perdana, ITS dan AAL menjajaki kerja sama pembentukan Pusat Studi Drone Perang di Surabaya. Kolaborasi ini fokus pada riset unmanned system untuk memperkuat industri pertahanan nasional (Defend ID)

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima kunjungan kehormatan dari jajaran pimpinan Akademi Angkatan Laut (AAL) di Ruang Rektor, Gedung Rektorat ITS, Kamis (26/2/2026). Pertemuan strategis ini membahas rencana pembentukan Pusat Studi Drone Perang sebagai wadah kolaborasi riset pertahanan antara teknokrat dan militer.

Rektor ITS, Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., IPU, APEC Eng., menyambut hangat Sekretaris Lembaga (Seklem) AAL, Laksma TNI Dr. Asep Iwa Soemantri, S.E., M.M., M.Tr.Opsla.

Bambang menyampaikan, kehadiran pihak AAL awalnya bertujuan memberikan pembekalan karakter bagi mahasiswa baru Prodi Teknologi Informasi ITS. Namun, diskusi berkembang pada potensi pengembangan teknologi unmanned system (sistem nirawak).

"Kami melihat ini adalah kesempatan luar biasa. ITS memiliki banyak pakar dan dosen yang sudah lama berkecimpung di bidang teknologi drone. Kami siap mendukung secara SDM dan teknis untuk mengembangkan kebutuhan pihak AAL," ujar Bambang Pramujati, Kamis (26/2/2026).

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa kerja sama ini akan difokuskan pada pembentukan Pusat Studi (Research Center), bukan sekadar program studi akademik. Hal ini bertujuan agar kedua belah pihak bisa langsung melakukan riset bersama dan pengembangan produk.

"Fokusnya adalah menciptakan berbagai variasi drone, terutama untuk kebutuhan militer yang spesifik dan berbeda dengan drone mapping sipil pada umumnya," tambahnya.

Senada, Laksma TNI Dr. Asep Iwa Soemantri menekankan pentingnya sinergi antara militer sebagai pengguna (user) dan teknokrat sebagai pengembang teknologi. Saat ini, AAL telah memasukkan mata kuliah teknologi siber dan perang drone dalam kurikulum Korps Marinir.

"Kolaborasi dengan ITS sangat penting untuk mewujudkan industri pertahanan (Defend ID) yang mandiri. Drone bukan hanya soal perang, tapi juga efisiensi operasi di lapangan. Dengan data intelijen berbasis software dan hardware drone, operasi TNI akan jauh lebih efektif," jelas jenderal bintang satu tersebut.

Laksma Asep mengungkapkan, pemilihan ITS sebagai mitra strategis didasari reputasi institusi serta kedekatan geografis antara kampus ITS dengan Bumi Moro (Markas AAL) yang memudahkan koordinasi.

Mengenai implementasi nyata, kedua belah pihak sepakat untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan pemetaan teknis riset.

"Ke depan, teknologi ini tidak hanya untuk militer, tapi juga bisa diakselerasi untuk kesejahteraan masyarakat, seperti di sektor pertanian dan perkebunan berbasis siber," pungkas Asep. (*)

   🤝 
Times Indonesia  

Jumat, 26 September 2025

Kemhan Buka Workshop Transfer Teknologi Kapal Selam

(Dittekindhan)

Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kementerian Pertahanan RI, Laksamana Muda TNI Sri Yanto, S.T., membuka Workshop Submarine dengan tema Dive Into Innovation: Transferring Submarine Technology For Future Generations yang berlangsung di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta.

Workshop menghadirkan narasumber utama Admiral Leibert dari Drass Italia, seorang mantan submariner Angkatan Laut Italia, serta Mr. Petar Dumicic representatif dari Excalibur International. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Kemhan, TNI Angkatan Laut, Universitas Pertahanan, Institut Teknologi Sepuluh November dan Industri Pertahanan (PT PAL, PT. Palindo Marine dan PT. Robomarine).

Workshop yang diselenggarakan selama lima hari ini merupakan bagian dari program ofset Kementerian Pertahanan dalam rangka alih teknologi sistem kapal selam dari indirect offset pengadaan Alpalhankam melalui Excalibur International. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memperdalam pengetahuan mengenai sistem dan teknologi kapal selam yang kelak bermanfaat untuk mendukung pengembangan teknologi pertahanan nasional.

Dalam sambutannya Dirjen Pothan menekankan pentingnya program ofset sebagai salah satu mekanisme akuisisi teknologi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Selain pembelian Alpalhankam dari luar negeri, ofset dianggap sebagai cara efektif untuk memperoleh pengetahuan dan teknologi baru dengan investasi yang lebih terjangkau.

Pengetahuan yang diperoleh dari workshop ini diharapkan dapat diaplikasikan di lingkungan kerja masing-masing, khususnya dalam mendukung pengembangan kemampuan industri pertahanan nasional, termasuk rencana pembangunan kapal selam di Indonesia.

Kegiatan berlangsung lancar dengan antusiasme tinggi dari para peserta.

  👷  Dittekindhan  

Rabu, 10 September 2025

ITS dan AESI Perkuat Riset Teknologi Energi Surya Nasional

  Proyek investasi senilai Rp 2000 triliun Ketua Dewan Pengawas AESI Wiluyo Kusdwiharto (kiri), Ketua Umum AESI Mada Ayu Habsari (kedua kiri), Wakil Rektor IV ITS Prof Agus Muhamad Hatta (kedua kanan), Direktur Kerja sama dan Pengelolaan Usaha ITS Tri Joko Wahyu Adi (kanan) saat penandatanganan MoU di kampus ITS, Rabu (10/9/2025). (ANTARA/HO-Humas ITS)

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) guna memperkuat riset pengembangan teknologi energi baru terbarukan berbasis energi surya.

"Institut Teknologi Sepuluh Nopember memiliki peluang riset energi surya yang luas, seiring dengan target pembangunan pembangkit listrik fotovoltaik di Indonesia sebesar 117,1 gigawatt," kata Ketua Dewan Pengawas AESI Wiluyo Kusdwiharto dalam acara penandatanganan MoU di Auditorium Research Center ITS, Rabu.

Dalam hal ini, lanjut dia, ITS dapat berperan dalam pengembangan teknologi agar bangsa ini tidak terus mengandalkan impor.

Dengan proyeksi investasi yang mencapai Rp 2.000 triliun, Wiluyo mendorong ITS untuk mengambil peran sentral.

Ia berharap kampus tersebut dapat memulai riset menciptakan teknologi aplikatif untuk industri nasional, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.

Kolaborasi itu disambut Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS Prof Agus Muhamad Hatta.

Ia menekankan ITS berkomitmen pada riset energi baru terbarukan, dibuktikan dengan adanya Renewable Energy Independence Demonstrator (REIDI) sebagai laboratorium hidup mahasiswa.

Tak hanya penandatanganan MoU, kegiatan itu juga menghadirkan kuliah tamu Ketua Umum AESI Mada Ayu Habsari bertajuk “Tantangan, Strategi, dan Kesuksesan dalam Dunia Energi” yang diikuti mahasiswa ITS.

Melalui kerja sama ini, ITS menegaskan perannya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas, poin ke-7 tentang energi bersih dan terjangkau, poin ke-9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, serta poin ke-17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

  🤝 
antara  

Minggu, 10 Agustus 2025

ITS Pamerkan Motor Listrik EVITS di KSTI 2025

 🏍 TKDN motor listrik EVITS mencapai 60 persen Pengunjung melihat motor listrik karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bernama EVITS dalam kegiatan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesa, Bandung, Sabtu (9/8/2025). (ANTARA/Sean Filo Muhamad)

Sepeda motor listrik karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bernama EVITS dipamerkan dalam kegiatan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia (KSTI) 2025.

"EVITS ini merupakan pengembangan lanjutan dari GESITS, motor listrik generasi pertama ITS yang sudah dipasarkan sebelumnya," kata Team Support Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS Nur Khamim pada gelaran KSTI 2025 di Sasana Budaya Ganesa, Bandung, Sabtu.

Nur menjelaskan motor listrik ini didesain ergonomis, memiliki akselerasi yang baik, dan siap bersaing di pasar otomotif nasional.

Secara rinci, Mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas ITS Vincentius Gusti Putu Agung Bagus Mahendra menjelaskan bahwa EVITS ini menggunakan sumber tenaga dua baterai lithium berkapasitas 60 volt.

Lebih lanjut, ia mengatakan motor listrik ini mampu menempuh kecepatan maksimal 55 kilometer per jam, dengan jarak tempuh hingga 110 kilometer.

Adapun Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk EVITS mencapai 60 persen, yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya mendukung kemandirian industri kendaraan listrik dalam negeri.

Terpisah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyoroti urgensi penguatan kapasitas teknologi dan talenta nasional sebagai fondasi transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan.

Menurutnya, dengan potensi sumber daya alam strategis, Indonesia memiliki peluang besar untuk melakukan hilirisasi dan lompatan industrialisasi bernilai tambah tinggi.

"Penguasaan sains dan teknologi harus maksimal untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Para peneliti dan akademisi memiliki tugas mulia dalam memajukan industri dan menghasilkan SDM unggul," tutur Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

KSTI 2025 dilaksanakan pada 7-9 Agustus 2025. Kegiatan ini mengundang lebih dari 350 pimpinan perguruan tinggi di Indonesia, serta 1.000 peneliti terbaik yang ada di Indonesia.

Konvensi ini menitikberatkan pada integrasi riset, pendidikan tinggi, dan industri dalam delapan sektor prioritas: pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi dan industrialisasi, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), serta material dan manufaktur maju.

Seluruh sektor tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan strategis Indonesia menuju kemandirian teknologi dan peningkatan daya saing global.

  🏍
antara  

Kamis, 31 Juli 2025

ITS Rancang Kapal Perang Multifungsi 'Terbesar' untuk TNI AD

⚓ 🎥 👷Kapal LCU ADRI LIII hasil rancang desain ITS (X)

Akademisi Departemen Teknik Sistem Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (DTSP ITS) merancang kapal jenis Landing Craft Utility 2.500 DWT bernama ADRI LIII. Bahkan menjadi kapal perang multifungsi terbesar yang dimiliki TNI Angkatan Darat (AD).

Kapal ADRI LIII memiliki panjang 102 meter, lebar 18 meter, dan dirancang mampu mengangkut berbagai jenis alat utama sistem persenjataan (alutsista) hingga kapasitas 2.500 Deadweight Tonnage (DWT).

Desainer utama ADRI LIII sekaligus Kepala Prodi Pascasarjana DTSP ITS Prof Dr Ir Agoes Santoso MSc MPhil CEng FIMarEST MRINA mengatakan, proses mendesain kapal tersebut mulai tahun 2023 hingga 2025.

DTSP ITS mengerjakan rancangan desain kapal bersama dosen, mahasiswa, alumni, hingga Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS).

"Tim DTSP ITS telah mengembangkan spreadsheet dan database khusus yang memungkinkan secara teknis konsisten untuk diterapkan pada berbagai jenis desain kapal. Meskipun demikian, prosesnya memerlukan kejelian untuk mengimplementasikan regulasi kelas dan standar dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI," kata Agoes, Selasa (29/7/2025).

Guru Besar Teknik Sistem Perkapalan ITS ini menjelaskan, ada tahapan krusial dalam perancangan kapal. Yakni terletak pada pembuatan key-plan drawings yang harus memenuhi standar menjamin kekuatan, kenyamanan, keselamatan, dan umur operasional kapal.

"Semua tim DTSP ITS mengerjakan seluruh proses desain, mulai dari eksterior, konstruksi, outfitting, permesinan, kelistrikan, hingga interior kapal tersebut. ITS pun juga dilibatkan untuk mendampingi dan mengevaluasi pembangunan fisiknya sampai uji fungsi kapal," jelasnya.

Setelah proses desain dan pembangunan fisik kapal selesai, dilanjutkan serangkaian uji untuk memastikan seluruh sistem dan fasilitas berjalan sesuai rencana.

Pada tahapan ini, seluruh alutsista yang dirancang untuk dibawa kapal, mulai dari kendaraan taktis, mobil, tank hingga perlengkapan tempur lainnya harus berhasil dimasukkan dan ditata sesuai kapasitas.

"Selain itu, juga menguji performa kapal agar menjamin kenyamanan manusia di dalamnya," ujar Kepala Pusat Desain Kapal Perang Science Techno Park (STP) Maritim ITS ini.

Agoes menyebut, TNI AD merespon positif kapal ADRI LIII. Bahkan diyakini bakal lebih memprioritaskan ITS untuk pekerjaan desain kapal lainnya.

"Fasilitas yang dibangun oleh Kemhan dapat dimanfaatkan secara maksimal berkat dukungan keahlian dari ITS yang kompeten dalam perencanaan kapal," tegasnya.

Keberhasilan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-9, yakni Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Hal itu menunjukkan komitmen nyata ITS dalam mendukung inovasi dan infrastruktur industri pertahanan nasional.

"Semoga hal ini dapat membuka lebih banyak peluang pengembangan kapal militer di Indonesia dan mengembangkan keilmuan di ITS," pungkasnya. (dpe/abq)

  📹  Berikut video ujifungsi kapal dari Youtube : 


  🎥  detik  

Minggu, 23 Juni 2024

Purwarupa Kereta Cepat Merah Putih Dikirim ke Banyuwangi

https://redigest.web.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240622-WA0024-1536x1152.jpgMock up Kereta Cepat Merah Putih yang dipamerkan (Rizki Fajar Novanto)

L
ama tak terdengar kabarnya, purwarupa Kereta Cepat Merah Putih dikirim ke pabrik INKA Banyuwangi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tim REDaksi dari media sosial, pengiriman dilakukan pada Jumat (21/6) malam.

Pengiriman purwarupa Kereta Cepat dilakukan melalui jalur darat menggunakan truk dari pabrik INKA Madiun ke pabrik INKA Banyuwangi. Sebanyak 2 truk trailer digunakan untuk mengangkut purwarupa ini.

Di mana 1 truk digunakan untuk mengangkut bodi purwarupa Kereta Cepat Merah Putih dan 1 unit truk lainnya digunakan untuk mengangkut komponen dan bogie kereta.

https://redigest.web.id/wp-content/uploads/2024/06/FB_IMG_1719033593121.jpgBodi purwarupa kereta cepat Merah Putih yang diangkut menggunakan jalur darat dari pabrik INKA Madiun ke pabrik INKA Banyuwangi (Rizki Fajar Novanto)

Truk pengangkut mendapatkan pengawalan ketat dari kepolisian. Rombongan truk ini melewati Tol Trans Jawa yang kemudian dilanjut lewat Jl. Raya Pantura Situbondo.

Kereta Cepat Merah Putih atau sebelumnya Kereta Cepat Indonesia merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh LPDP, ITS, BPPT, INKA, dan sejumlah stakeholder lainnya.

Kereta cepat ini dirancang dapat melaju hingga kecepatan 280 km/jam hingga 300 km/jam dengan kecepatan operasional 250 km/jam.

Meski sebelumnya direncanakan hybrid, namun dalam perjalanannya kereta cepat ini akan sepenuhnya menggunakan tenaga listrik. Rencananya rangkaian Kereta Cepat Merah Putih akan dioperasikan di Jalur Kereta Cepat Jakarta-Surabaya via Pantura.
(RED/BTS)

  🚆 Redigest  

Sabtu, 10 Februari 2024

Mahasiswa ITS Gagas Detektor Hemoglobin dengan Kecerdasan Buatan Tertanam

https://www.its.ac.id/news/wp-content/uploads/sites/2/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-29-at-14.25.35_cee0ae25-1536x1023.jpgPara anggota Tim Hemoglobest ITS saat melakukan uji coba tahap awal pada detektor hemoglobin non-invasif (Istimewa)

S
alah satu jenis penyakit autoimun adalah lupus, yang dapat menyebabkan dampak berbahaya ketika penderita mengalami anemia. Oleh karena itu, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas detektor hemoglobin non-invasif untuk mengukur kadar hemoglobin serta memprediksi kemungkinan terjadinya penyakit anemia dengan bantuan kecerdasan buatan.

Pengembangan detektor hemoglobin non-invasif yang diberi nama Hemoglobest tersebut dengan menambahkan kecerdasan buatan STM32 di dalamnya. Dengan adanya kecerdasan buatan, perangkat ini mampu melakukan perhitungan secara efisien hingga mempercepat prediksi kondisi anemia. Kecerdasan buatan STM32 juga dapat menghemat daya dan berfungsi sebagai microcontroller.

Detektor hemoglobin rancangan Tim Hemoglobest ITS ini nantinya dapat dikhususkan untuk mendeteksi dan memprediksi anemia bagi penderita Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Penderita lupus memerlukan pendekatan khusus dalam mendeteksi penyakit anemia, karena kadar hemoglobin yang cenderung lebih rendah dibandingkan dengan non-lupus.

Ketua Tim Hemoglobest ITS Muhammad Taufiqul Huda menjelaskan, jika anemia pada penderita lupus berpotensi merusak struktur sel organ tubuh. Hal tersebut dapat terjadi karena perubahan kadar hemoglobin di dalam darah orang normal tidak sedrastis pada penderita lupus. “Alat ini dilengkapi dengan sistem prediksi anemia sehingga dapat dipakai oleh penderita lupus sebagai peringatan dini,” paparnya.

Tidak seperti alat detektor hemoglobin biasanya, detektor gagasan mahasiswa ITS tersebut menggunakan prosedur secara non-invasif. Prosedur ini mengacu pada tindakan medis yang tidak perlu memasukkan alat melalui sayatan pada kulit, sehingga tidak membuat kulit terluka. “Dengan begitu, alat akan lebih mudah untuk digunakan serta tidak memberikan rasa sakit,” ungkap mahasiswa yang juga tergabung dalam tim robotik Banyubramanta ITS itu.

https://www.its.ac.id/news/wp-content/uploads/sites/2/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-29-at-14.26.12_657946e5.jpgDetektor hemoglobin rancangan Tim Hemoglobest ITS, alat pendeteksi sekaligus memprediksi penyakit anemia yang dapat dikhususkan untuk penderita lupus

Di sisi lain, pemuda yang akrab disapa Huda tersebut memaparkan jika alat ini memakai lima spektrum cahaya yang nantinya akan diserap oleh hemoglobin dalam darah pada pembuluh kapiler jari tangan. “Hal itu pun menjadikan hasil deteksi lebih efektif dibandingkan oximeter yang hanya menggunakan dua spektrum,” terang mahasiswa Departemen Teknik Elektro ini.

Untuk mengetahui kadar hemoglobin melalui alat tersebut, lanjut Huda, spektrum cahaya yang masuk nantinya akan diterima oleh sensor dalam alat dan dianalisis pola dari masing-masing spektrumnya. Setelah dilakukan analisis, selanjutnya akan keluar kadar hemoglobin yang sedang membawa oksigen dan yang tidak membawa oksigen. Dari situ dapat dilihat kadar hemoglobin hingga prediksi anemianya.

Detektor hemoglobin non-invasif terbukti menghasilkan limbah lebih sedikit daripada detektor hemoglobin invasif. Penggunaan alat non-invasif akan mengurangi jumlah limbah medis yang dihasilkan, seperti test strip dan peralatan sekali pakai yang digunakan dalam prosedur invasif. “Dengan adanya alat ini tentunya akan mengurangi limbah sampah medis yang ada di Indonesia,” imbuhnya.

Berkat dedikasi penuh dari seluruh anggota tim yang dipandu oleh dosen dari Departemen Teknik Elektro ITS Astria Nur Irfansyah ST MEng PhD, pengembangan detektor hemoglobin ini berhasil dicapai. Hebatnya, kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) tersebut sukses meraih medali perak pada kategori Presentasi pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-36 tahun 2023 lalu. (HUMAS ITS)

  ★ ITS  

Kamis, 01 Februari 2024

Program Laptop Merah Putih

 Kini dalam Tahap Memproduksi Motherboard 
https://statik.tempo.co/data/2024/01/29/id_1275630/1275630_720.jpgProses quality control PCBA motherboard Laptop Merah Putih di PT. XACTI Raya Jakarta-Bogor No.KM.35, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Depok, Senin, 29 Januari 2024. (TEMPO/Ricky Juliansyah) 💻

P
rogram laptop Merah Putih terus bergulir pengembangannya sejak dicanangkan pemerintah pada 2021 lalu. Tahapannya kini dalam proses membuat motherboard dengan komponen buatan dalam negeri. “Ini motherboard laptop pertama yang diproduksi di Indonesia,” kata Adi Indrayanto, koordinator tim pengembangan laptop Merah Putih di Institut Teknologi Bandung kepada Tempo, Selasa malam, 23 Januari 2024.

Motherboard laptop Merah Putih itu dibuat sebuah perusahaan di Depok, Jawa Barat. Dimulai dari lembaran Printed Circuit Board atau PCB yang kosong kemudian diproses oleh mesin dan dirakit komponennya, lalu ada pengujian oleh tenaga teknis.

Desain motherboard, kata Adi, masih berasal dari luar negeri, yaitu Cina, tapi komponennya dirakit di Indonesia. “Selama ini nggak pernah motherboard dibuat di sini karena biasanya impor utuh,” ujar dosen di Kelompok Keahlian Elektronika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB itu.

Pada tahun ini tim Laptop Merah Putih ini akan belajar merancang motherboard. Dokumen yang dipelajari sudah ribuan halaman. Dukungan tekniknya berasal dari perusahaan teknologi multinasional yang tersebar di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, India, Cina, dan Taiwan. “Kita ketinggalan banget,” kata dia.

Tim mengajukan riset dan pengembangan komponen buatan dalam negeri untuk casing, molding, adaptor untuk pengisian daya atau charger, baterai, dan motherboard Laptop Merah Putih ini pada 2022 lalu. Riset dan pengembangan untuk pembuatan casing laptop masih berjalan. “Untuk bisa bikin laptop di Indonesia itu prosesnya panjang dan harus belajar juga,” kata Adi.

Pada tahap awal, kata Adi, laptop yang dibeli pemerintah masih hasil rakitan di beberapa pabrik di Indonesia. Kandungan komponen lokalnya masih rendah, sekitar 15-20 persen dari patokan minimum 40 persen yang ditetapkan pemerintah. “Perguruan tinggi diminta untuk membantu agar TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri)-nya meningkat,” ujarnya. Tim pengembangan laptop Merah Putih ini melibatkan perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Adi menambahkan, tidak ada dana khusus untuk riset dan pengembangan laptop Merah Putih, melainkan lewat pengajuan secara kompetitif di Kedaireka. Platform milik pemerintah itu menghubungkan perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri serta pihak-pihak terkait.

 Riset Perlu Terhubung Industri 

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Prof. Nizam menyatakan, pengembangan Laptop Merah Putih untuk mendorong riset perguruan tinggi terhubung dengan kebutuhan industri, selain menambah tingkat komponen dalam negeri atau TKDN.

Menurut Nizam, jika tidak dilakukan dari sekarang, selamanya industri Indonesia hanya menjadi perakit saja. "Kita ingin agar TKDN terus meningkat, industri manufaktur dalam negeri berjalan dan industri kita semakin kompetitif secara global," kata Nizam usai meninjau perakitan PCBA motherboard laptop di PT. XACTI Raya Jakarta-Bogor No. KM. 35, Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos, Depok, Senin, 29 Januari 2024.

Program Laptop Merah Putih yang dicanangkan pemerintah pada 2021 lalu kini dalam proses merakit motherboard sendiri, dengan komponen buatan dalam negeri. Tahun ini tim pengembangan Laptop Merah Putih juga akan belajar merancang motherboard sendiri agar tak selalu memakai desain dari luar negeri.

Meski sudah ada kebijakan mendorong peningkatan TKDN, kata Nizam, tetapi industri dalam negeri belum bisa menyediakan sejumlah komponen. "Karena kebutuhan akan komponen masih lebih murah ketika disuplai dari luar sehingga produksi komponen di dalam negeri juga tidak berkembang," ujarnya.

Nizam menganalogikan industri di Indonesia seperti telur dan ayam. Industrinya nyaman hanya dengan merakit, sedangkan industri komponennya tidak tumbuh karena tidak bisa bersaing dengan impor dari luar. "Risetnya juga tidak nyambung dengan kebutuhan pengembangannya, kita ingin memutus mata rantai telur dan ayam tadi dengan cara riset-riset perguruan tinggi kita dorong untuk lebih fokus pada riset yang betul-betul menghasilkan sesuatu di dunia usaha dan industrinya," ujarnya.

Dalam proyek laptop merah putih yang diluncurkan sejak 2021, kini sudah ada motherboard yang diproduksi di dalam negeri. Indonesia juga sudah mampu membuat PCB sendiri yang didesain ITB. Namun ini masih panjang untuk bisa membuat laptop sendiri. "Sedikit-sedikit kita terus bangun itu," katanya.

Nizam mengakui kebutuhan laptop di dalam negeri besar, namun karena rantai pasok industri komponen di Indonesia masih terbatas sehingga TKDN-nya masih rendah. "Ini yang perlu kita dorong. saya selalu sampaikan ke teman-teman di perindustrian agar bisa menghadirkan industri komponen elektronik di dalam negeri," ujarnya.

Ditanya soal daya saingnya, Nizam mengatakan, ketika produk dalam negeri masih kecil, akan sulit bersaing dengan produk luar yang produksinya miliaran. "Memang ini menjadi tantangan tersendiri, bagaimana produk kita agar lebih kompetitif secara internasional," tutur Nizam sembari menambahkan bahwa ketika produksinya besar biasanya harganya akan semakin kompetitif.

Nizam mengakui perlunya ada perlindungan dari kebijakan karena biaya produksi produk dalam negeri sedikit lebih mahal dari impor. "Jadi sistem-sistem insentif semacam itu perlu untuk dibangun dari sisi kebijakan pemerintah, baik di sistem perpajakan, fiskal, industri maupun perdagangannya," jelas Nizam.

Ditanya soal target peningkatan TKDN, Nizam mengatakan, tiap tahun diupayakan bertambah. "Misal tahun ini meningkatkan TKDN 1 persen, tahun depan 1 persen lagi. Itu pun sudah baik," tambahnya.

  💻 Tempo  

Senin, 29 Januari 2024

ITS Luncurkan Sepeda Motor Listrik "EVITS"

 ITS menargetkan dapat produksi 1.000 EVITS 
https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/750x500/webp/photo/p1/273/2024/01/23/Spesifikasi-dan-Harga-Motor-EVITS-ITS-Surabaya-3956059098.pngITS Luncurkan Sepeda Motor Listrik "EVITS" (Istimewa) 🏍

I
nstitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan sepeda motor listrik terbaru yang diberi nama Electric Vehicle ITS (EVITS) di kampus setempat, Senin.

"EVITS merupakan komitmen ITS dalam berinovasi untuk memberikan solusi energi yang bersih dan ramah lingkungan di Indonesia," kata Rektor ITS Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., di sela-sela peluncuran.

Prof. Ashari mengatakan melalui PT. ITS Tekno Sains, ITS berkolaborasi dengan PT. Panggung Electric Citrabuana memproduksi sepeda motor listrik EVITS.

"Kami menargetkan dapat produksi 1.000 EVITS. Sebelumnya pada produksi perdana ITS telah memproduksi 250 EVITS TS-1," katanya.

EVITS merupakan implementasi karya inovasi yang menjadi produk komersial dan dapat memberikan nilai ekonomi bagi seluruh pihak, termasuk masyarakat.

"EVITS ini total desainnya dibuat oleh ITS. Demikian juga beberapa part-nya dari ini menjadi kebanggaan kami di ITS karena motor listrik karya ITS resmi diluncurkan," ujar Prof. Ashari.

Dia menjelaskan EVITS TS-1 dibanderol dengan harga Rp 20 jutaan dan mendapat minat yang cukup tinggi dari masyarakat.

Pihaknya pun yakin produksi EVITS dengan pengembangan yang sesuai kebutuhan masyarakat dan penyesuaian harga dengan subsidi pemerintah akan lebih meningkatkan minat masyarakat.

https://energyworld.co.id/wp-content/uploads/2023/12/IMG_20231227_133743.jpg"Motor listrik ini besar sekali pasarnya. Indonesia saja sudah besar sekali. Belum di luar negeri. Kita ambil contoh Norwegia dan beberapa negara Eropa sudah hampir 90 persen menggunakan listrik semua. Artinya di Indonesia keniscayaan kita akan menggunakan kendaraan listrik," ujar Prof. Ashari.

Saat ini kendaraan listrik digunakan jenisnya ada yang baterai full dan ada yang Hybrid serta siap untuk diproduksi ITS.

"Kita yakin bahwa ke depan tidak akan jauh lagi kita akan full motor listrik memenuhi jalanan. Meski sekarang dikatakan masih sedikit karena memang satu perubahan tidak akan berlangsung cepat, tetapi ada grade dan nanti satu titik itu akan naik eksponensial berubah akan banyak sekali," ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT. ITS Tekno Sains, I Ketut Gunara memaparkan bahwa secara total komponen dalam negeri sudah mencapai 60 persen. Hal ini dikarenakan ada komponen perakitan yang belum diproduksi di Indonesia.

Ketut Gunarta optimistis bahwa EVITS akan mampu bersaing di pasar otomotif nasional khususnya electric vehicle. Apalagi produksi perdana EVITS sudah habis terjual dengan adanya pesanan instansi.

Dia memaparkan riset produk motor listrik ITS ini memakan waktu selama satu tahun.

Riset dilakukan untuk menciptakan motor listrik yang dapat menjawab berbagai kebutuhan konsumen.

EVITS TS-1 merupakan motor listrik generasi pertama yang mempunyai desain ergonomis dan kemampuan akselerasi yang baik serta dibuat untuk memenuhi kenyamanan pengguna saat berkendara.

  🏍 antara  

Selasa, 23 Mei 2023

Kemensos Buat Motor Listrik untuk Papua

Bisa Naik-Turun GunungKementerian Sosial menggandeng ITTS mengembangkan motor listrik untuk dikirim ke Papua. (ANTARA/Rizal Hanafi) 🏍

Kementerian Sosial bersama Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) mengembangkan sepeda motor listrik untuk dikirim ke Papua.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan pengembangan motor listrik ini merupakan bagian dari upaya untuk memecahkan masalah transportasi di Papua, terutama untuk pengangkutan barang di daerah yang masih tergolong sulit.

"Makannya di motor tadi ada tempat untuk barang, angkutan barang untuk pegunungan, karena mahal sekali di sana. Karena itu kami minta motor listrik yang bisa digunakan untuk medan naik turun gunung di Papua. Di sana BBM sulit, karena itu kami menggunakan listrik tenaga surya," kata Risma di Surabaya, Senin (22/5), mengutip Antara.

Bangkits Cendrawasih, Motor Trail Listrik Garapan ITS (ITS) 🏍

Risma mengatakan dengan teknologi yang menggunakan tenaga listrik tersebut, dalam inovasinya juga dibuat charging station untuk mengatasi kekhawatiran baterai habis saat dipakai jarak jauh.

"Kami akan pasang di beberapa titik, di beberapa kabupaten, pertama di pegunungan untuk motor listrik," ujarnya.

Rektor ITTS Tri Arief Sardjono menyatakan inovasi motor listrik tersebut memiliki kemampuan mengangkut beban 200 kg di bagian belakang serta dapat menempuh jarak 60 hingga 70 km dengan fast charging dua hingga tiga jam.

"Perbedaannya juga dia pakai build up, sudah tidak pakai rantai lagi, jadi sudah langsung di peleknya. Sekarang ini satu unit, selanjutnya kami akan ada yang versi kedua," ujarnya. (dmr/dmr)
 

  🏍
CNN  

Jumat, 05 Mei 2023

Mahasiswa ITS Olah Limbah Plastik Jadi Bahan Bakar

 Melalui Proses Pirolisis 
https://ulasan.co/wp-content/uploads/2023/05/ITS-Surabaya-alat-pirolisis-pengolahan-limbah-plastik.jpgAlat proses pirolisis pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar buatan mahasiswa ITS Surabaya. (Foto:Ist)

M
ahasiswa yang tergabung dalam Tim Fuchelia di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur (Jatim) kembangkan alat khusus untuk mendaur ulang limbah plastik menjadi bahan bakar.

Tim Fuchelia ITS berupaya menghadirkan inovasi baru, untuk mencari solusi dalam mengatasi permasalahan sampah plastik di Indonesia dengan menggunakan teknik pirolisis.

Lantas Tim Fuchelia ITS Surabaya mengembangkan gagasan tepat guna, melalui sebuah inovasi alat bernama Smart Reducer Gas Pyrolysis.

Immanuel Nathanael Lumban Gaol, yang merupakan anggota Tim Fuchelia menjelaskan, seiring berkembangnya sektor industri pertanian, maka bahan bakar fosil masih menjadi pilihan utama sejumlah petani.

Sedangkan, lanjut Immanuel, ketersediaannya bahan bakar fosil semakin menipis hingga nantinya akan berdampak pada harga yang menjadi sangat mahal.

Maka perlu adanya bahan bakar yang ramah lingkungan, seperti bahan bakar hasil pirolisis yang memanfaatkan limbah plastik,” ujar Nuel sapaan akrab Immanuel Nathanael Lumban Gaol.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Tim Fuchelia yang melibatkan tujuh mahasiswa dari Departemen Kimia ITS ini merancang teknologi tepat guna dengan teknik pirolisis pengolahan limbah.

Alat yang dirancang secara khusus tersebut, merupakan teknologi yang dirancang untuk mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar minyak yang tersusun atas beberapa bagian, yaitu reaktor 18 liter, pipa penghubung, kondensor, dan penampung produk.


https://ulasan.co/wp-content/uploads/2023/05/ITS-Surabaya-alat-pirolisis-pengolahan-limbah-plastik_00.jpg.webpBagan proses pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar. (Foto:Ist)

Nuel juga memaparkan, konsep pirolisis yang diterapkannya ini merupakan proses pemanasan bahan padat, dalam keadaaan oksigen yang terbatas atau bahkan tanpa oksigen.

Alat yang kami kembangkan ini menggunakan plastik Polyethylene Terephthalate (PET) sebagai bahan baku dengan produk luarannya berupa minyak,” tambahnya.

Dari segi teknis, lanjut Nuel, cara kerja dari Smart Reducer Gas Pyrolysis ini dimulai dengan memilah dan memisahkan sampah plastik yang akan dicacah sampai diperoleh ukuran terkecil.

Kemudian prosesnya selanjutnya pirolisis, dengan memasukkan 5 hingga 10 kilogram plastik ke dalam reaktor dan dipanaskan menggunakan Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Dengan proses itu maka plastik akan meleleh, dan mengalami proses perengkahan menjadi hidrokarbon rantai yang lebih pendek,” ungkap Nuel.

Panas yang dihasilkan dalam reaktor tersebut, maka membuat lelehan plastik menguap. Kemudian, uap hasil pemanasan akan dialirkan menuju kondensor untuk didinginkan. Sehingga diperoleh cairan berupa minyak hasil.

Minyak pirolisis ini yang dimanfaatkan untuk bahan bakar mesin diesel, untuk menghidupkan alat-alat mesin pertanian,” terangnya.

Untuk mengurangi emisi karbonnya, Nuel dan mahasiswa lainnya di Tim Fuchelia juga menambahkan zat aditif berupa minyak kayu putih ke dalam minyak pirolisis, dengan target hasil minyak yang lebih jernih.

Lebih lagi, pada knalpot mesin diesel dengan penggunaan minyak pirolisis juga akan ditambahkan karbon aktif. “Dengan demikian, di saat penggunaannya diesel tidak akan menimbulkan bau menyengat,” tutupnya dikutip dari tvonenews.

  ★ Ulasan  

Minggu, 05 Maret 2023

ITS Turut Kembangkan dan Uji Roket Buatan Indonesia

Ujicoba RHAN 450 (Kemhan) 🚀

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengambil peran dalam perkembangan inovasi yang dilakukan bangsa Indonesia. Kali ini, ITS turut serta dalam pengembangan salah satu teknologi material untuk nosecone roket kaliber 450 mm. Kemudian, ITS juga menerima undangan Pusat Riset Teknologi Roket Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melihat jalannya uji statis R-Han 450 dan uji terbang RX200-TC yang dilakukan di Kawasan Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Garut BRIN, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pengujian roket pertahanan dan eksperimental ini dilakukan untuk mengetahui kapasitas pada beberapa bagian roket yang sudah dikembangkan sebelumnya. Pengujian ini dilaksanakan bersama dengan tim gabungan Puslitbang Alpalhan Balitbang Kementerian Pertahanan RI, PT Dahana, dan Pusat Riset Teknologi Roket yang merupakan bagian dari Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Wakil Ketua Pusat Penelitian Internet of Thing dan Teknologi Pertahanan (IoTTP) Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Dr Widyastuti SSi MSi menyampaikan, pengujian statis R-Han 450 yang dilakukan pada Oktober lalu itu berfokus pada performa propulsi dan struktur, terutama pada komponen tabung dan nozel roket. Pada pengujian statis ini motor roket dikunci di atas test bed, kemudian propelan di dalam bagian tabung roket dibakar dan diberlakukan kondisi operasi.

Dari pengujian tersebut dilakukan pengamatan untuk mengetahui performa struktur, gaya dorong, tekanan ruang bakar, waktu pembakaran, dan parameter lainnya dari roket R-Han 450 terbaru itu. Pada hari berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan peluncuran RX200-TC. Namun, dikarenakan adanya kendala pada komunikasi antara sistem avionik roket dengan ground station, uji terbang dari roket eksperimental tersebut harus ditunda dan dilaksanakan tes peluncuran kembali di Pantai Karang Papak, Garut pada 21 Desember lalu.

Tak hanya mengikuti jalannya uji coba, Widya mengatakan bahwa terdapat dua tim ITS yang terlibat dalam pengembangan teknologi kunci untuk roket pertahanan. Tim pertama ialah Tim Riset Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) yang mendapatkan dana pengembangan dari BRIN dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Tim tersebut berfokus pada pengembangan material tip nosecone R-Han 450 dengan berbahan Thermal Barrier Coating (TBC) yang tidak mengganggu telemetri. Pengembangan itu didanai oleh BRIN dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Tip Nosecone buatan ITS dengan panjang 14 cm yang akan digunakan pada roket R-Han 450

Tim kedua dari ITS terdiri dari Prof Hamzah Fansuri SSi MSi PhD dan Alief Wikarta ST MSc Eng PhD. Tim tersebut bertanggung jawab pada program Riset Produktif Invitasi LPDP mengenai penelitian Extruded Double Base (EDB) Folding Fin Aerial Rocket (FFAR) 70. Fokus utama dari tim ini ialah pengembangan propelan atau bahan pendorong dari roket FFAR-70 yang nantinya akan dilakukan pengujian pada tahun ketiga penelitian.

Oleh karena itu, keikutsertaan ITS dalam melihat pengujian dua roket tersebut, yaitu untuk dapat mengobservasi proses uji statis dan uji terbang guna persiapan EDB FFAR-70. “Jadi salah satu tujuannya ini untuk memberikan gambaran kepada peneliti saat pengujian statik dan dinamik yang nantinya diterapkan pada FFAR-70,” ungkap dosen Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS tersebut.

Setelah dari pengujian roket ini, Widya mengharapkan ke depannya produk-produk inovasi yang telah diteliti dan dikembangkan ITS dapat diaplikasikan pada produk pertahanan keamanan sesungguhnya. “Semoga dari produk Tip Nosecone R-Han 450 yang telah dibuat dan FFAR-70 yang sedang dilakukan penelitian dapat berguna untuk sistem pertahanan Indonesia,” harapnya.

Selaras dengan itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Roket ORPA – BRIN Dr Arif Nur Hakim MEng menyampaikan bahwa perguruan tinggi juga dibutuhkan dalam memberikan riset dan inovasinya. Seperti ITS dalam pengembangan tip nosecone yang akan diaplikasikan dalam uji terbang roket R-Han 450 pada akhir tahun ini. “Kami akan menyambut baik apabila nantinya ITS dapat menjadi pusat unggulan dalam teknologi roket,” tutur Arif.

Lebih lanjut, Arif mengatakan, pihaknya akan mengajak beberapa perguruan tinggi dan industri untuk terus mengembangkan roket seperti RX200-TC yang saat ini dikembangkan oleh BRIN. Ia pun mengharapkan ITS dapat terus bekerja sama dalam melakukan inovasi teknologi roket. “Karena bagaimana pun juga kami masih butuh bantuan dari banyak kalangan,” ungkapnya. (HUMAS ITS)

  🚀 ITS  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More