N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KRI Raden Eddy Martadinata 331

PKR 10514, Kapal frigat pertama produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Minggu, 30 September 2012

RI Tawarkan Kerja Sama Penelitian

NEW YORK - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai transfer teknologi dalam kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan berbagai pihak asing sulit diwujudkan. Menurut dia, yang paling mungkin dilakukan adalah mengembangkan penelitian dengan bekerja sama dengan pihak luar.
"Saya sadar, kalau itu hanya 'technology sharing, technology transfer', mudah diucapkan, tapi dalam praktiknya kandas," kata dia, di New York, Amerika Serikat, Jumat (28/9) malam, dalam jumpa pers dengan para wartawan Indonesia sebelum bertolak kembali menuju Jakarta.

Hal tersebut dikatakan Presiden Yudhoyono menjawab pertanyaan tentang keuntungan yang bisa dinikmati Indonesia dari pembelian pesawat bernilai miliaran dollar AS oleh Indonesia dari Boeing, termasuk kemungkinan keuntungan dalam hal transfer teknologi dan pengetahuan dari perusahaan raksasa pembuat pesawat Amerika itu.

"Kalau berbicara tentang 'transfer of technology', itu sangat tidak mudah. Saya sudah kenyang, delapan tahun bertemu dengan para pemimpin dunia dalam forum G-20, APEC, ASEAN Summit, negosiasi 'climate change'. 'Technology transfer' dari negara yang menguasai teknologi tidak mudah dilakukan," kata Presiden.

"Mengapa? Puluhan tahun mereka mengembangkan untuk menguasai suatu teknologi tertentu. Puluhan tahun, dengan sumber daya yang besar, dengan segala yang dia lakukan, tidak begitu saja bisa ditransfer dan dialihkan ke negara lain," tambah dia.

Oleh karena itu, ujar Presiden, Indonesia lebih baik mengembangkan kebijakan yang bersifat penelitian dan pengembangan bersama, investasi bersama, dan produksi bersama seperti yang dilakukan oleh PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, dan sejumlah industri strategis Indonesia dengan negara-negara asing.

"Itu yang paling baik. Akhirnya, setelah bersama-sama lima, sepuluh, lima belas tahun, teknologi akan beralih. Itu masuk akal dan mereka juga tidak merasa diambil jerih payahnya selama puluhan tahun untuk mengembangkan teknologi," kata Yudhoyono.

Berkaitan dengan Boeing, ia mengatakan Indonesia berjuang untuk mendapatkan porsi keuntungan dari nilai pembelian miliaran dollar AS. "Perjuangan kita adalah bisa mendapatkan porsi keuntungan itu untuk bangsa kita, untuk industri strategis kita, untuk komponen dalam negeri kita," ujar dia.

Pemerintah Indonesia dan pihak Boeing Amerika Serikat pada awal pekan ini menandatangani nota kesepahaman kerja sama bidang industri. Penandatangan dilakukan di sela-sela Indonesia Investment Day di New York, oleh Dubes RI untuk AS, Dino Patti Djalal, dan Wakil Presiden Boeing, Stanley Rooth, disaksikan oleh Presiden Yudhoyono.

Maskapai penerbangan Indonesia, Lion Air, dan Boeing tahun lalu menyepakati pembelian pesawat senilai 23 miliar dollar. Dengan pembelian itu, Boeing mencetak rekor penjualan dalam sejarahnya, baik dalam nilai transaksi maupun jumlah unit yang dipesan setelah maskapai penerbangan Indonesia, Lion Air, memesan 230 unit pesawat buatan Boeing, yaitu terdiri dari 201 unit jenis 737 MAX dan 29 unit Next Generation 737-900. Penandatangan perjanjian pembelian itu dilakukan oleh Presiden Direktur Lion Air, Rusdi Kirana, dan Wakil Presiden Boeing, Roy Connor, dengan disaksikan oleh Presiden Barack Obama di sela-sela KTT Asia Timur di Bali pada November 2011.

Sementara itu, Jumat siang waktu setempat atau Sabtu WIB, Presiden Yudhoyono mengakhiri kunjungan kerjanya di New York, Amerika Serikat, dan bertolak menuju Tanah Air. Kepala Negara beserta rombongan dijadwalkan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta pada Minggu (30/9) pagi.

Kehadiran Presiden Yudhoyono di New York adalah untuk memimpin delegasi Indonesia mengikuti sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan Sidang ke-67 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Presiden juga menyampaikan pandangannya di sesi debat Sidang Majelis Umum PBB. Selain itu, Kepala Negara menghadiri Indonesia Investment Day dan melakukan pertemuan dengan para pengusaha Amerika Serikat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi. Ant/AR-4 

PT Lundin Siap Produksi Lagi

Banyuwangi — PT Lundin Industry Invest, produsen KRI Klewang, siap memproduksi lagi kapal serupa sebagai pengganti kapal milik TNI Angkatan Laut yang terbakar pada Jumat (28/9/2012) di Selat Bali.

Direktur Utama PT Lundin Industry Invest Lizza Lundin, didampingi suaminya, John Lundin, mengemukakan, meskipun kapal terbakar habis, tidak akan menghentikan produksi kapal serupa. "Jika dulu butuh lima tahun untuk riset hingga bentuk hampir sempurna, sekarang kemungkinan lebih cepat lagi karena kami tinggal meneruskan dan memperbaiki apa yang kurang," kata Lizza, Sabtu (29/9).

Lizza mengakui, saat pertama kali mendengar kabar itu, keluarga dan krunya sangat terpukul. Beberapa bahkan pingsan dan menangis sepanjang hari. Akan tetapi, pada Sabtu pagi, para kru dan keluarga Lundin menyatakan siap bangkit.
 
John Lundin menambahkan, hal yang terpenting dalam peristiwa itu adalah keselamatan semua kru mereka. "Kapal akan kami buat lagi, tetapi nyawa tak bisa terganti," katanya. Pada peluncuran KRI Klewang, 31 Agustus 2012, kapal ini diklaim sebagai kapal tercanggih yang akan dimiliki TNI AL. Kapal senilai Rp 114 miliar itu merupakan kapal cepat rudal yang tak terdeteksi radar.

 PT Lundin : KRI Klewang Terbakar Bukan Konseleting Listrik

Surabaya - Direktur Utama PT Lundin Industry Invest, pembuat KRI Klewang, Lizza Lundin membantah kalau KRI Klewang terbakar akibat korsleting arus pendek listrik.

"Tidak benar akibat korsleting listrik," ujar Lizza Sabtu (29/9/2012).

Menurut Lizza kapal tercanggih buatan Indonesia tersebut, sepenuhnya masih dimiliki oleh pihaknya. Pasalnya kapal yang mengambil nama dari senjata khas Madura tersebut, belum diserahkan kepada pihak TNI AL.

Pasca terbakarnya KRI Klewang tersebut, Panglima Armada Timur (Pangartim) TNI AL, Laksamana Agung Pramono mengunjungi sisa-sisa bangkai kapal yang terbaka, sekira pukul 10.00 WIB, di Lanal Banyuwangi.

Usai melakukan kunjungan Pangartim bungkam dan tidak memberikan keterangan apapun terkait terbakarnya KRI Klewang kepada wartawan.

Sebelumnya, KRI Klewang kapal jenis trimaran yang diluncurkan resmi pada 31 Agustus 2012 lalu terbakar di dermaga Pangkalan TNI AL, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kapal yang dibuat PT Lundin Industry Invest merupakan salah satu alutsista andalan TNI AL. Kapal bernomor lambung 625 itu memiliki panjang keseluruhan 63 meter.(ctr).

 PT Lundin: Kapal Siluman Didesain Anti Terbakar

Banyuwangi - PT Lundin Industry Invest, produsen kapal perang siluman KRI KLewang jenis trimaran, menyebut kapal buatannya sudah didesain anti terbakar. Namun pengerjaan kapal senilai Rp 114 miliar itu belum rampung 100 persen.

Direktur PT Lundin, Lizza Lundin menjelaskan, teknologi KRI Klewang sebenarnya dilengkapi springkel yang dapat keluar otomatis bila terjadi kebakaran. Namun  saat terbakar, alat tersebut belum terpasang sepenuhnya di Kapal Cepat Rudal (KCR) yang terbuat dari komposit tersebut.

"Kemarin pekerja masih memasang mesin, elektrik dan lainnya. Karena Kapal belum selesai sepenuhnya," jelas Lizza, saat jumpa pers di kantornya, Sabtu (29/09/2012).

Meski pengerjaannya belum selesai, TNI AL meminta supaya KRI Klewang segera diujicoba, Jumat (28/09/2012) sore kemarin. Sebab itu, PT Lundin mengerahkan sekitar 30 pekerjanya segera memasang sejumlah mesin dan listrik.

Dalam proses pengerjaan itulah akhirnya terjadi kebakaran. Diduga api ditimbulkan karena korsleting saat instalasi listrik dari darat ke kapal. Dari kejadian itu KRI Klewang ludes terbakar sebelum sempat diujicoba. Kejadian ini masih dalam penyelidikan pihak PT Lundin.
 
© Kompas, Okezone, Detik

RI Kembangkan Mobil Listrik, Bos BMW Temui Dirut PLN

Tipikal pengguna mobil listrik dalah untuk mobilitas dalam kota. 

Pabrikan mobil asal Jerman, BMW, tertarik dengan rencana RI kembangkan mobil listrik

Maraknya pemberitaan terkait pengembangan mobil listrik di Indonesia ternyata mendunia dan membuat salah satu produsen mobil mewah asal Jerman, BMW, bertamu ke perusahaan listrik plat merah, PLN.

Direktur Utama PLN, Nur Pamudji menjelaskan beberapa waktu lalu salah satu pentinggi BMW dari Jerman datang langsung menemui dirinya untuk membahas mobil listrik di Indonesia. Poin penting yang ditekankan oleh BMW adalah penyamaan persepsi tentang stop kontak mobil listrik.

"Dia bilang begini, saya sudah dengar Indonesia sudah mulai kampanye mobil listrik dan saya mau ajak satu hal, kita samain yuk colokannya, hahahaha. Jadi BMW itu mau standarisasi stop kontak mobil listrik di Indonesia," katanya saat berbincang dengan VIVAnews, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, BMW ingin ikut memasarkan mobil listrik di Indonesia. Seperti diketahui, BMW saat ini sedang gencar mengkampanyekan mobil listrik dalam dua mobilnya, BMW i3 dan BMW i8.

"Orang Jerman sudah berpikir sampai ke situ, kalau tidak sama dengan standar Indonesia, repot mereka tidak bisa memasarkan di sini," katanya.

Nur Pamudji menjelaskan, nantinya stop kontak yang akan digunakan PLN untuk mobil listrik akan khusus dan berbeda dengan stop kontak konvensional yang ada di Indonesia. Stop kontak ini, akan memberikan data-data terkait mobil listrik seperti pemilik mobil dan sisa nominal yang akan digunakan untuk melakukan isi ulang baterai mobil listrik.

Saat bertemu dengan bos BMW itu, Nur Pamudji juga menanyakan perkembangan mobil listrik di Jerman. Di Jerman mobil listrik berkembang dengan hanya menyediakan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di garasi rumah dan lapangan parkir perkantoran.

Ia menjelaskan ternyata perilaku mobil listrik berbeda dengan mobil berbahan bakar minyak (BBM). Tipikal pengguna mobil listrik, imbuhnya, adalah untuk mobilitas dalam kota. "Jadi kita selama ini missleading dengan menyediakan SPLU di pinggir-pinggir jalan. Tidak perlu banyak-banyak ternyata, cukup di garasi rumah dan perkantoran," katanya.

Ratusan Siswa Ikuti Lomba Roket Air di Jogjakarta

Ratusan Siswa Ikuti Lomba Roket Air di JogjakartaYogyakarta -- Jika para pelajar di Jakarta asyik tawuran, di Yogyakarta ratusan pelajar justru tengah sibuk membuktikan diri sebagai pelajar sejati di ajang lomba roket.

Ratusan pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK terlihat memenuhi lapangan sepakbola SMAN 3 Yogyakarta, Sabtu (29/9). Mereka tidak tengah menggelar pertandingan sepakbola, namun mereka justru terlihat serius bersama kelompoknya masing-masing.
Sebagian terlihat sibuk menggunting, menempel dan merakit roket air dibawah tenda-tenda sebagian lagi sibuk memasang roket air yang mereka bikin dan berusaha meluncurkannya mendekati titik yang ditentukan dewan yuri.

200 tim pelajar dari tingkat SMP/MTs, dan SMA/SMK dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berlomba dalam peluncuran roket air di lapangan SMAN 3 tersebut. Kegiatan ini merupakan ajang keempat yang di gelar Tamanpintar Yogyakarta.

"Ini event tahunan yang kita lakukan sebagai upaya mengenalkan dan mengembangkan roket air dikalangan pelajar di DIY dan Jateng," terang Ketua Panitia lomba peluncuran roket air 2012, Krismono.

Menurutnya, melalui kegiatan ini pihaknya ingin mengenalkan tehnologi dirgantara secara sederhana kepada pelajar. Melalui event ini pihaknya juga berharap, bisa memupuk kecintaan pelajar terhadap teknologi kedirgantaraan. "Roket air adalah piranti sederhana dalam pengenalan teknologi kedirgantaraan ini," tandasnya.

Diakuinya, sejak digelar pada 2009 lalu pengikut lomba peluncuran roket air tingkat pelajar ini terus meningkat. Pada 2011 lalu jumlah tim yang mengikuti event ini hanya 80 sekolah baik dari SMP maupun SMA. Namun tahun ini jumlah sekolah yang ikut semakin banyak, ada 200 tim dari 200 sekolah di DIY dan Jawa Tengah.

Lomba yang digelar selama sehari ini memperebutkan trophy dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk dua kategori yaitu kategori SMP dan kategori SMA. Tim juri untuk ajang ini dari tim STTNas Yogyakarta. Setiap kategori menurutnya diambil juara 1-3 dan Juara Harapan 1-3.

Menurut salah satu tim juri dari STTNas, Abilawa mengatakan, roket air yang dibuat oleh para pelajar tersebut harus memenuhi beberapa unsur sebelum diluncurkan. Syarat tersebut antara lain ukuran tinggi roket maksimal 43 centimeter, dengan berat maksimal 300 gram dan minimal 250 gram.

"Roket ini diluncurkan mendekati tong yang kita tentukan. Nanti kita ukur mana yang mendekati, atau bahkan masuk ke tong tersebut," jelasnya.

Masuk 10 Besar, "Garuda" Jangan Cuma Kepakkan Sayap

OECD menganggap Indonesia memiliki modal besar menjadi 10 besar dunia.

Indonesia diprediksi masuk jajaran 10 besar negara dengan skala ekonomi terbesar di dunia. Untuk mencapai impian tersebut, Indonesia diminta tidak hanya membentangkan "sayap"nya, tapi harus dapat terbang tinggi menembus tantangan dan hambatan yang mengadang.
"Saat ini, 'Garuda' sedang membentangkan sayap. Tapi, jangan hanya terbang, tapi harus dapat melanglang buana," ungkap Sekretaris Jenderal Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), Angel Gurria, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis 27 September 2012.

Indonesia dinilai telah memiliki modal dasar dalam mencapai impian tersebut yaitu, mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan yang kuat dan stabil selama 10 tahun terakhir di kisaran 5-6,6 persen.

Selain itu, Indonesia sudah mampu membuktikan kualitasnya, karena berhasil melewati krisis ekonomi global dengan dampak relatif minim. "Kemiskinan di Indonesia juga turun dengan signifikan," tambahnya.

Meski demikian, Gurria mengakui, Indonesia masih memiliki sejumlah tantangan yang harus segera diselesaikan. Tantangan itu berupa peningkatan produktivitas anggaran, mengurangi subsidi energi, dan meningkatkan penerimaan pajak guna pengembangan infrastruktur utama sebagai alat penarik investasi.

Selain itu, Gurria melanjutkan, peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas menjadi poin utama terwujudnya ekonomi yang kuat. "Intinya, memastikan pertumbuhan ke depan inklusif dan berkelanjutan," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, mengaku sependapat dengan OECD. Pemerintah akan memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan akan inklusif.

Upaya yang dilakukan di antaranya memastikan ketimpangan pendapatan di masyarakat atau gini rasio dapat diseimbangkan. "Sehingga, pemerataan pertumbuhan ekonomi dapat terwujud," ujarnya.

Ekstensifikasi pajak juga terus dilakukan pemerintah. Walaupun diakui, upaya itu memerlukan tenaga ekstra, khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak.

"Jadi, kalau bisa menyelaraskan dengan sistem yang progresif, yaitu yang makin kaya makin tinggi, tentu itu akan meningkatkan kualitas perpajakan," tambahnya.

Paket-paket insentif pajak bagi investasi baru juga terus disosialisasikan pemerintah. Upaya itu dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar fasilitas tersebut jatuh kepada investasi yang memiliki nilai tambah bagi negara.

"Jangan hanya menawar-nawarkan pajak, karena pajak itu ibarat keju. Kalau kejunya itu bolong-bolong, nanti yang terjadi penerimaan negara tidak memadai," ungkapnya. (art)

Ekonomi RI Jadi Andalan Negara Asia

 Negara-negara Asia justru menunjukkan kinerja kurang menyenangkan.

Kemilau pasar keuangan Asia yang telah bersinar lebih dari 10 persen sepanjang 2012 perlahan mulai meredup. Luluh lantaknya kinerja ekspor beberapa negara telah memupuskan kemilau tersebut.
Beruntung bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Negara-negara di kawasan ini diprediksi masih bisa berkilau kendati mengalami perlambatan laju ekspor.

"Pada umumnya, kondisinya sangat berat. Perusahaan kami tak melihat adanya kebangkitan bisnis maupun aktivitas lainnya," kata Managing Director Aberdeen Asset Management, Hugh Young, di Singapura, seperti dikutip laman CNBC, Jumat, 28 September 2012.

Aberdeen merupakan pemilik saham di sejumlah perusahaan di Asia seperti China Mobile, CNOOC, Siam Cement, SembCorp, dan United Plantation.

Perekonomian Singapura saat ini memang tengah mengalami pelemahan dari prediksi awal. Ekspor produk non migas Singapura pada Agustus lalu turun 10,6 persen dibandingkan posisinya pada awal tahun.

Kondisi tak jauh berbeda dialami Korea Selatan dan Thailand yang mengalami penurunan laju ekspor lebih dari 6 persen pada Agustus lalu. "Saya tak begitu yakin ekspor akan naik lagi pada kuartal IV," kata Young. "Tak ada permintaan sama sekali."

Di pasar keuangan, kinerja bursa saham Korea Selatan dan Taiwan juga hanya memberi keuntungan 10 persen. Sementara itu, Hong Kong dan Singapura naik masing-masing 13 dan 16 persen.

Kinerja itu dianggap tak lebih baik dibandingkan kenaikan indeks S&P 500 yang mencapai 15 persen dan bursa Eropa sebesar 8 persen.

"Pada kondisi genting ini, saya tak yakin bursa saham Asia akan bullish," kata Vasu Menon, Vice President Wealth Management Bank OCBC di Singapura.

Harapan ada di Asia Tenggara

Pemodal di kawasan Asia kini tampaknya tinggal bergantung pada Asia Tenggara. Walau mengalami pelemahan ekspor, kondisi ini tampaknya bukan kabar menakutkan.

Menon menilai, cerita mengenai konsumsi dalam negeri di kawasan Asia Tenggara dianggap mampu menopang pertumbuhan ekonomi negara-negara di kawasan ini.

Head of Research Asia ING Financial Market, Tom Condon, memperkirakan, bursa saham Asia Tenggara kemungkinan menunjukkan kinerja positif pada tiga bulan terakhir 2012.

Di antara berbagai negara di Asia Tenggara, Menon memberikan apresiasi pada kinerja ekonomi Thailand dan Indonesia.

"Thailand memiliki kisah yang menarik dan kami sangat antusias dengan perkembangan mereka," kata Menon. "Kami sangat optimistis dengan Indonesia, kinerja perekonomian negara ini akan tetap menunjukkan kinerja baik." (art)

Mengintip Ekonomi Lima Macan Asia 3 Tahun ke Depan

Indonesia masuk salah satu yang dianalisa. Bagaimana hasilnya?

Pialang saham di bursa efek Seoul, Korea Selatan

Lembaga Keuangan internasional, Citigroup, kembali mengeluarkan hasil riset prediksi kondisi perekonomian dunia dalam tiga tahun mendatang. Dalam risetnya, Citi memperkirakan ekonomi global bakal berjuang untuk bisa menghasilkan pertumbuhan ekonomi positif.

Dua negara dengan skala ekonomi terbesar yaitu China dan Jepang diprediksi bakal menghadapi kondisi kurang menguntungkan hingga tiga tahun mendatang.

"Outlook ekonomi dunia dalam kondisi seimbang antara rentannya perekonomian, pemulihan AS yang masih jauh, serta dampak resesi Eropa dengan gelombang baru dari stimulus bank sentra di berbagai negara utama dunia," kata Chief Economist Citigroup, Willem Buiter, seperti dikutip laman businessinsider, Rabu, 25 September 2012.

Buiter menyatakan, Citi memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini akan berakhir di lepas 2,5 persen. Sementara pada tahun depan, ekonomi dunia akan sedikit meningkat menjadi 2,6 persen.

Berikut kondisi perekonomian Asia menurut hasil riset dari Citigroup.

Jepang

Pembukaan perdagangan saham di Bursa Saham Tokyo (KHUSUS GALERI)
Negara matahari terbit ini harus bekerja keras di tengah melambatnya laju ekspor. Pertumbuhan produk domestik bruto diproyeksikan

2012: 2.1%
2013: 1.3%
2014: 0.2%
2015: 1.5%

Analis Citi, Kiichi Murashima, berharap laju ekspor Jepang akan meningkat pada 2013 seiring mulai pulihanya Amerika Serikat dan China serta stabilnya perekonomian Eropa.

China

Parade Partai Komunis China

Negara ini diperkirakan mengalami perlambatan pertumbuhan sepanjang 3 tahun mendatang. Berikut proyeksi Citi soal pertumbuhan PDB China:

2012: 7.9%
2013: 7.6%
2014: 7.3%
2015: 7.0%

Minggao Shen dari Citi memperkirakan adanya pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2012. Sayangnya laju ekonomi kembali melambat pada 2013 akibat kekhawatiran naiknya inflasi yang menenggelamkan upaya stimulus China.

India

Lelaki India memainkan terompetnya di depan ular.

Walau masih mengalami perlambatan pertumbuhan, ekonomi India semakin menjanjikan didorong oleh upaya reformasi yang mulai menunjukan hasil

Citi memproyeksikan pertumbuhan PDB India dalam 3 tahun mendatang sebagai berikut

2012: 5.4%
2013: 6.2%
2014: 6.9%
2015: 7.3%

Analis Citi, Rohini Malkani mengharapkan upaya reformasi jangka panjang yang dibuat India akan tercapai, termasuk didalamnya kebijakan baru terkait bahan bakar minyak yang berhubungan dengan upaya serta perubahan larangan investasi asing

Korea Selatan

Pegulat Korea Selatan, Kim Hyeonwoo

Citi memproyeksikan perekonomian Negara Ginseng ini akan dihantam oleh perlambatan konsumsi domestik disertai melemahnya laju ekspor ke China.

Citi memproyeksikan pertumbuhan PDB India dalam 3 tahun mendatang sebagai berikut

2012: 2.8%
2013: 3.3%
2014: 3.7%
2015: 4.1%

Indonesia

Monas

Beruntung bagi Indonesia. Di tengah perekonomian Asia yang mengalami perlambatan, justru Indonesia mengalami keuntungan dari konsumsi domestik yang masih kuat.

Dalam laporannya, Citi memperkirakan ekonomi Indonesia sepanjang 3 tahun ke depan akan terus meningkat. Berikut adalah outlook ekonomi Indonesia menurut versi Citi:

2012: 6.2%
2013: 6.1%
2014: 6.3%
2015: 6.5%

(eh)

Sabtu, 29 September 2012

Dahlan Iskan Yakin RI Akan Jadi Negara Maju

 Sayangnya, pemerintah dan birokrasi masih jalan di tempat.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 6% selama 8 tahun
Indonesia kini tercatat sebagai negara yang mengalami pertumbuhan jumlah individu dengan kekayaan tertinggi di Asia. Bahkan, negeri ini diprediksi akan terus mengalami pertambahan populasi miliarder dengan laju tercepat di kawasan ini.Dari data ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yakin, Indonesia akan menjadi negara maju dan besar dalam 5 sampai 10 tahun ke depan. Dahlan menunjukkan bukti-bukti jika saat ini sudah ada 136 juta orang Indonesia yang sudah tidak miskin lagi.

"Saya belum menyebut, 136 juta orang itu kelas menengah ke atas. Tetapi umumnya, sudah tidak miskin lagi," kata Dahlan di sela Dies Natalis Ke-50 Universitas Udayana Denpasar, Sabtu 29 September 2012.

Jumlah tersebut, sambung Dahlan, merupakan kelompok yang sudah tidak memikirkan pemenuhan kebutuhan dasarnya lagi. Di sisi lain, kelompok ini susah diajak hidup hemat, susah diajak menderita lagi, tidak suka sesuatu yang lambat, mereka ingin cepat. Selain itu, mereka juga sangat vokal dalam mengeluarkan pikiran dan pendapat baik melalui diskusi, media sosial, dan sarana lainnya.

"Percuma pemerintah mengimbau hemat BBM, percuma disuruh hemat listrik, percuma disuruh kencangkan ikat pinggang. Itu tidak mempan. Dan ini ciri mereka yang sudah tidak miskin lagi," papar Dahlan.

Sayangnya, kata Dahlan, perubahan yang begitu cepat ini tidak dibarengi dengan reformasi birokrasi yang cepat. Dia menilai pemerintah dan birokrasi masih jalan di tempat. "Masih terlalu banyak rapat-rapat, laporan-laporan, perjalanan dinas dan hal kontra-produktif lainnya."

Bagi Dahlan, hal ini lah yang bisa membuat Indonesia berada pada simpang tiga. Pertama, bisa sangat maju.  Kedua, bisa semakin mundur, dan ketiga hanya berjalan di tempat.

"Filipina contohnya. Ketika Indonesia masih miskin, mereka sudah jadi negara berkembang dan menengah. Sekarang, ketika Indonesia sudah menjadi negara berkembang, mereka malah semakin mundur, dan lebih miskin dari Indonesia," ujar Dahlan.

Menurut mantan Dirut PLN tersebut, Indonesia punya modal besar untuk dapat naik kelas menjadi negara maju. Bahkan, Dahlan yakin Indonesia bisa masuk menjadi negara maju 10 besar dunia.

Selain kelompok 136 juta orang yang tidak miskin lagi, modal yang bisa menjadikan Indonesia naik kelas dan maju adalah pertumbuhan ekonomi makro dan mikro.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia praktis di atas 6 persen selama 8 tahun terakhir. Saat ini, skala ekonomi Indonesia sudah masuk G-20, yang berarti skala ekonomi Indonesia sudah masuk kelompok negara-negara besar dan sudah urutan ke-15.

“Dalam 5 sampai 10 tahun bisa lebih maju lagi menjadi urutan ke-7. Untuk itu, reformasi di bidang politik, birokrasi akan menjadi faktor penting untuk menentukan Indonesia dalam 5 sampai 10 tahun ke depan,” tegas Dahlan.

Turbulensi, Kru Pesawat Hujan Buatan Terempas

Komandan Skuadron Udara 4 Malang Mayor Tio Hutapea (kanan) mengemudikan pesawat hujan buatan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (29/9/2012). Dari kaca kokpit, terlihat awan dengan energi besar yang bisa membuat pesawat terbang mengalami updraft atau naik secara tiba-tiba.

Palangkaraya — Pesawat penyemai hujan buatan yang beroperasi di Kalimantan Tengah mengalami turbulensi saat memasuki ruang hampa udara, membuat hampir semua awak terempas. Energi yang besar di dalam awan membuat pesawat mengalami updraft atau naik secara tiba-tiba.

Kopilot Letnan Satu (Pnb) Deharday Nugraha Gaffar di Palangkaraya menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (28/9/2012). Pesawat lepas landas sekitar pukul 13.00 dari Bandar Udara (Bandara) Tjilik Riwut, Palangkaraya, dengan tujuan Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Hingga sekitar 30 menit mengangkasa, penerbangan berjalan normal. Sebanyak 12 kru dan pendukung, antara lain dua pilot, dua staf Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan tiga penabur garam, berada dalam pesawat itu. Pesawat mengudara pada ketinggian 12.500 kaki.

"Energi yang menyebabkan updraft tak bisa terlihat mata. Seketika saja pesawat mengalami guncangan hebat. Kejadian sangat singkat, hanya satu atau dua detik. Namun, energi itu cukup membuat para awak terlempar, bahkan kru yang sedang duduk ikut terempas," tutur Deharday, Sabtu (29/9/2012) di Palangkaraya.

Hanya pilot dan kopilot yang posisinya tak berubah karena mengenakan sabuk pengaman. Beberapa kru mengalami mual dan pusing. Pilot berhasil menguasai keadaan dan pesawat kembali stabil. Para kru pun tetap melanjutkan tugasnya.

"Syukurlah tidak ada kru yang cedera. Pesawat kemudian mendarat sekitar pukul 14.00," kata Deharday.

Komandan Skuadron Udara 4 Malang Mayor Pnb Tio Hutapea yang ikut dalam penerbangan tersebut menjelaskan, guncangan merupakan risiko yang harus dihadapi. "Awan biasanya dihindari. Tapi, dalam pelaksanaan hujan buatan, awan justru harus didatangi dan ditaburi garam untuk menghasilkan hujan," ungkapnya.

© KOMPAS

Bangun Pabrik Isotop Nuklir, Batan Teknologi Kucurkan Rp 1,7 T

https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTUOhnAniegsirFu_rI2iWLudXzUKmHkITxFnUiBve07dZ-RAKWJAKARTA - PT Batan Teknologi (Persero) berencana membangun pabrik yang memproduksi isotop nuklir di Amerika Serikat (AS). Pengadaan isotop tersebut, nantinya akan digunakan untuk keperluan kesehatan.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan, pendanaan pabrik isotop nuklir yang akan dibangun PT Batan Teknologi dibiayai Eximbank. Dahlan menyebutkan Batantek memperoleh dana sebesar Rp 1,7 triliun.

"Iya betul, itu (pembiayaan) dari Eximbank. Betul pendanaannya dari sana," ujar Dahlan Iskan, kala ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu(26/9/2012).

Dahlan menuturkan, meski Batantek memperoleh pendanaan dari Eximbank. Namun pihak AS juga memiliki investasi yang lebih besar. Menurut dia, kepemilikan pabrik isotop nuklir tersebut nantinya mayoritas dipegang oleh pihak AS. "Mereka mayoritas karena mereka investasi lebih besar, investasi kita Rp 1,7 triliun," ujar Dahlan.

Hingga saat ini, Dahlan masih menunggu kabar dari Direktur Utama PT Batantek mengenai laporan ke pemegang saham AS. Selain itu, dia juga berkoordinasi dengan pemegang saham pihak Indonesia. "Nah, kalau nanti pemegang saham setuju baru lah direalisasikan," katanya.

Dahlan menjelaskan, produk yang dihasilkan pabrik reaktor nuklir isotop di Amerika akan berbentuk menyerupai cairan. cairan itu nantinya akan mampu mendeteksi penyakit seseorang. Dengan cara menyuntikan cairan radio isotop itu seperti dikatakan Dahlan, akan mampu mendeteksi penyakit seseorang. 

"Nanti itu seperti cairan, nanti akan bisa memdeteksi sakit apa dengan cara menyuntikan cairan itu, cairan itu namanya radio isotop, yang bisa mendeteksi penyakit," jelas dia

Cairan itu yang nantinya akan membedakan organ-organ tubuh, sehingga ketika cairan itu masuk maka akan kelihatan penyakitnya apa. "Lebih untuk mendeteksi," tambah dia.

Menurutnya, cairan ini akan menggantikan penggunaan citiscan, namun lebih praktirs karena hanya di suntikan. "Ini sangat aman, enggak berbahaya, ini sangat aman," tegas Dahlan.

Sebelumnya, Dahlan mengatakan bahwa Batan Teknologi punya peluang menjadi produsen radio isotop atau kedokteran nuklir terbesar di dunia. "Batan Teknologi ini peluangnya besar, negara lain enggak ada yang bisa buat kecuali Indonesia," katanya.

Dia menjelaskan, alasan Batan membangun pabriknya di sana, karena jika diproduksi di Indonesia tetap harus dibawa ke AS. Dalam perjalanan tersebut, dikhawatirkan radiasi isotop tersebut akan habis. "Kalau dikirim ke AS itu radiasinya hilang, satu-satunya cara mendirikan perusahaan di AS," jelasnya.

Pameran Alutsista TNI AD 2012 di Monas


http://www.tniad.mil.id/images/stories/pameran%20alutsista.jpg

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke 67 Tentara Nasional Indonesia, TNI Angkatan Darat akan melaksanakan pameran Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) bertempat di Lapangan Monumen Nasional (Monas) yang akan berlangsung sejak tanggal 6 sampai 8 Oktober 2012 pukul 08.00 s.d 17.00. 

Pada kegiatan pameran Alutsista tersebut, TNI Angkatan Darat akan menampilkan seluruh Alutsista yang dimiliki baik yang lama maupun Alutsista yang terbaru. Melalui pameran Alutsista TNI Angkatan Darat Tahun 2012 ini diharapkan dapat memberikan informasi yang cukup lengkap kepada masyarakat tentang Alutsista yang dimiliki TNI Angkatan Darat. Pameran ini juga sebagai bentuk realisasi dari pelaksanaan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan Negara yang dipertanggungjawabkan kepada TNI Angkatan Darat dalam pelaksanaan tugas.

Pelaksanaan pameran Alutsista TNI Angkatan Darat ini dibuka untuk umum, dan bagi masyarakat yang akan berkunjung tidak dipungut biaya (gratis).

© TNI AD

Jumat, 28 September 2012

Rusia Bersedia Bantu Indonesia Bangun PLTN

http://monitoringmedia.files.wordpress.com/2010/07/pltn-tanjung-muria.jpgJakarta - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanov, menyatakan perusahaan-perusahaan Rusia siap mendampingi Indonesia untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir. "Tanpa penggunaan energi atom, sangat sulit bagi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan akan sumber-sumber energi," kata Ivanov ketika ditemui Tempo di kantornya, Senin, 24 September 2012.

Ia menjelaskan, sebenarnya Rusia tertarik mengembangkan proyek energi terbarukan di Indonesia. Namun, sampai saat ini Rusia belum menandatangani dokumen kerja sama dengan Indonesia dalam bidang itu. Menurut Ivanov, perusahaan-perusahaan energi Rusia sedang mencari tahu secara spesifik bentuk proyek yang dapat dijalankan.

Hal tersebut merupakan langkah awal kerja sama Rusia dan Indonesia dalam bidang energi terbarukan. Ivanov berharap kerja sama tersebut dapat dimulai secepatnya. Ia menuturkan, saat ini perusahaan-perusahan Rusia sedang menjajaki mitra lokal.

Rusia memandang energi terbarukan sebagai bidang yang sangat penting.  Ivanov mengklaim negaranya memiliki teknologi paling modern untuk memastikan keamanan pembangkit listrik tenaga nuklir. Ia menuturkan, ada perusahaan atom Rusia yang sudah berkunjung ke Indonesia beberapa kali. Perusahaan tersebut berbagi pengalaman dengan para ahli dari Indonesia.

Ia menyebut pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir sebagai salah satu area kerja sama antara Rusia dan Indonesia di masa mendatang. "Tentu saja penting adalah mencari lokasi yang aman untuk pembangkit energi ini," kata Ivanov. Ia yakin meski di Indonesia terdapat sangat banyak aktivitas vulkanik, masih ada tempat-tempat yang aman untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir.

Peneliti Indonesia Temukan Cara Agar Manggis Berbuah Lebih Cepat

http://www.beritasatu.com/media/images//medium/28092012195751.jpg
Buah manggis kaya antioksidan
Dengan tehnik yang disebut "Three in one"

Petani manggis di Indonesia sekarang dapat memanen tanaman buah eksotis dan kaya vitamin ini dua kali lebih cepat dari biasanya, berkat temuan dari seorang ilmuwan dari Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat.

Mohammad Reza Tirtawinata, doktor lulusan IPB, adalah yang pertama kali menemukan tehnik yang dia namai “three-in-one” itu. Dengan menanam tiga benih manggis berdekatan sehingga bisa lebih banyak menyerap air dan mineral, Manggis yang akarnya sangat sedikit, bisa bertumbuh lebih baik dan berbuah lebih cepat.

Inovasi baru itu sudah diterapkan di Desa Dayo, Kabupaten Rokan Hulu di  Riau pada awal bulan ini ketika tanaman manggis di desa itu, yang  mendapat kiriman 1000 batang benih manggis dari Balitbu Tropika pada tahun 2007, sudah dapat mengeluarkan buah untuk pertama kalinya pada 4  September 2012.

Harlion Syair, peneliti dari Badan Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika) Kementerian Pertanian, mengatakan selama ini umum  diketahui adalah manggis baru dapat berbuah setelah 10-12 tahun.

“Ini bermanfaat bagi petani karena sangat mendorong dan memacu semangat mereka untuk mengembangkan sektor usaha agribisnis tanaman manggis sekaligus meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Harlion dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Jumat (28/9).

Reza sendiri melakukan penelitian selama 6,5 tahun untuk mencari cara percepatan berbuahnya tanaman manggis yang sekaligus menjadi disertasi doktoralnya pada tahun 2003 di IPB.

Reza menemukan bahwa akar tanaman manggis sangat sedikit,  sehingga tidak bisa banyak menyedot air dan pupuk. Akibatnya tanaman ini tumbuh lambat.

Untuk memperbanyak akar tumbuhan, Reza  menanam tiga benih tanaman manggis dalam jarak berdekatan. Ketiganya disatukan, dibiarkan tumbuh menjadi satu namun dengan tiga cabang akar utama, yang dapat menyerap lebih banyak air dan pupuk.

Dengan cara tanam yang disebut Reza sebagai “three-in-one” ini, petani  dapat menghemat 8 hingga 10 tahun waktu tanam.

Sayangnya sosialisasi inovasi itu kepada petani masih rendah sehingga masih sedikit petani yang mau menanam manggis.

“Teknologinya sudah ada, namun masih sedikit petani yang mengetahuinya. Padahal buah ini ini banyak dicari di negara-negara Asia Timur,” ujar Reza sambil menambahkan bahwa ada peluang besar bagi petani manggis Indonesia untuk memasarkan manggis ke kawasan tersebut.

“Hampir tidak ada pesaing Indonesia dalam produksi manggis, kecuali Thailand dan Malaysia,” ujar Reza.

Panther dan Pegasus Buka Pesta Dirgantara Bandung Air Show 2012

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/images/stories/picture_opr1/20120928hal%201a.jpg
Pegasus
Bandung - Event dirgantara bertajuk Bandung Air Show 2012 resmi dibuka kemarin. Acara yang digelar di Lapangan Udara Husein Sastranegara, Bandung, itu berlangsung hingga Minggu (30/9). Upacara pembukaan ditandai atraksi terbang Satuan Black Panther yang menggunakan pesawat tempur jenis Hawk dan aksi akrobatik udara lima helikopter Calibri dari tim Pegasus. Tim Black Panther yang berasal dari Skuadron Udara Lanud Pekanbaru beraksi lebih dulu.

Pesawat tempur jenis Hawk 100/200 buatan Inggris yang mereka kendarai berangkat dari Lapangan Udara Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur. Tepat saat acara dibuka, sekitar pukul 09.20 WIB, tiga pesawat tim Black Panther tersebut langsung menunjukkan aksi terbang rendah di area Bandung Air Show 2012. Suara bising mesin pesawat tempur pun menggema di Lanud Husein Sastranegara. Manuver tersebut langsung disambut riuh tepuk tangan penonton.

http://2.bp.blogspot.com/-nfTwib2CU78/UGUASjRAxSI/AAAAAAAAMr0/AjLuNtwoeGs/s1600/1.jpgTiga kali atraksi seperti itu dilakukan, pengunjung pun semakin antusias menyaksikannya. Setelah Black Panther, giliran tim Pegasus dari Skuadron 7 Pangkalan TNI Suryadarma, Kalijati, Subang unjuk gigi. Mereka menggunakan helikopter jenis EC-120 Colibri buatan Prancis. Atraksi pertama yang ditampilkan adalah terbang rendah membentuk antrean dalam jarak dekat. Formasi tersebut dibentuk sambil memasuki area pameran.

Setelah itu, lima helikopter beraksi seakan sedang melakukan baris-berbaris. Empat helikopter berperan sebagai prajurit, satu lainnya sebagai pemimpin barisan. Bandung Air Show 2012 dibuka Wali Kota Bandung Dada Rosada.Turut hadir Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I Marsekal Muda TNI Bagus Paruhito,Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel (Pnb) Umar Sugeng Hariyono, dan Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Hengkie Kaluara.

Black Panther Sku 12 TNI AU (Marechaussee)
Dada Rosada mengatakan, Bandung Air Show 2012 merupakan aset wisata sehingga harus diambil langkah konkret agar event ini tetap bertahan. Bahkan,dia meminta Lanud Husein Sastranegara mengadakan Bandung Air Show setiap tahun. ”Tapi mungkin karena ada pertimbangan lain, lagipula waktu persiapannya tidak cukup beberapa bulan saja, Komandan Lanud Husein Sastranegara memutuskan untuk dua tahun sekali,” tuturnya kemarin.

Selain itu, Dada juga berharap waktu pergelaran diperpanjang. Jika Bandung Air Show 2010 dan Bandung Air Show 2012 hanya berlangsung tiga-empat hari, acara selanjutnya harus bisa diselenggarakan hingga sepekan. Ini untuk memberi kesempatan seluas mungkin bagi warga luar Kota Bandung yang ingin datang. Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I Marsekal Muda TNI Bagus Paruhito mengatakan, Bandung Air Show merupakan bukti bahwa Kota Bandung maju dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

”Dunia dirgantara merupakan bagian dari teknologi sehingga semakin maju iptek, semakin maju pula dirgantara,” tuturnya. Setelah upacara pembukaan, pengunjung semakin banyak mendatangi Lanud Husein Sastranegara. Ribuan orang tampak antusias memperhatikan pesawat-pesawat yang dipamerkan.

[HOT] KRI Klewang Terbakar !!!

http://i1111.photobucket.com/albums/h461/DragonTogerGate/kri-klewang--D.jpgBanyuwangi - KRI Klewang jenis Trimaran terbakar di Pangkalan AL Banyuwangi sekitar pukul 15.15 WIB, Jumat (28/9/2012). Asap hitam mengepul hingga ketinggian 25 meter.

Warga yang mengetahui kebakaran itu berjubel di pinggir dermaga. KRI Klewang ini baru diresmikan sekitar 1 bulan lalu oleh pejabat AL.

Dari pantauan detiksurabaya.com, terlihat api masih membumbung tinggi. Sesekali terdengar suara ledakan kecil. 1 Unit kapal PMK dan perahu karet milik TNI AL serta mobil PMK berupaya memadamkan api.

"Api diketahui usai salat ashar. Taoi belum diketahui di titik mana," kata seorang anggota TNI AL yang enggan disebut namanya kepada detiksurabaya.com di lokasi.

© Detik

 Berikut foto dari Formil kaskus diposkan brahmana.tnt, kenyot10:


http://cdn-u.kaskus.co.id/86/3wpoysbg.jpg
http://cdn-u.kaskus.co.id/86/bdtujmnz.jpg
http://cdn-u.kaskus.co.id/86/hqjctpxw.jpg
.

 Bodi KRI Klewang Terbelah Saat Terbakar

http://us.images.detik.com/content/2012/09/28/475/mstory-kri-klewang--285.jpgBanyuwangi - Api yang membakar KRI Klewang sulit dijinakkan. Upaya petugas memadamkan api seperti sulit dilakukan. Selain api terlanjur membakar semua bagian Kapal, hembusan angin laut yang kencang juga membuat api makin membesar.

Dari pantauan detiksurabaya.com, api melumat semua bodi kapal perang siluman tersebut. Bahkan kapal terbelah menjadi dua bagian. Ledakan kecil sesekali terdengar dari kobaran api. Meski petugas sudah berupaya untuk memadamkan si jago merah, namun upaya itu seolah sia-sia belaka.

Sejumlah petugas AL hanya bisa mengamankan lokasi. Warga dilarang mendekat sekitar radius 100 meter. Hingga pukul 16.00 WIB, api masih terus berkobar.


Asap hitam pekat membumbung tinggi. Belum ada pernyataan resmi dari pihak AL terkait kejadian ini. Sementara ratusan warga masih memadati lokasi untuk melihat.


© Detik


 Penyebab Kebakaran KRI Klewang Masih Diselidiki

fotoBanyuwangi - Kepala Pusat Penerangan Umum TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati mengatakan penyebab terbakarnya KRI Klewang 625 di galangan TNI AL Banyuwangi masih diselidiki. "Saya baru terima informasi, semua masih diselidiki," katanya saat dihubungi Tempo, Jumat, 28 September 2012.

Menurut Untung, kapal yang baru selesai 30 Agustus lalu itu belum diserahterimakan ke TNI AL sehingga masih menjadi tanggung jawab PT Lundin, perusahaan yang memproduksi kapal itu.

Direktur PT Lundin Industry Invest Lizza Lundin mengatakan terbakarnya KRI Klewang akibat korsleting listrik. "Korslet di darat," kata dia saat dihubungi pada kesempatan terpisah.

Namun, Lizza enggan menjelaskan secara terperinci penyebab kebakaran itu. Dia hanya mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. "Semua selamat," kata dia.

Menurut Lizza, PT Lundin siap bertanggung jawab dengan membuat kapal dengan jenis yang sama. "Ya, namanya saja kecelakaan," katanya.

Kapal sepanjang 63 meter itu terbakar di galangan kapal milik TNI AL di Ketapang, Banyuwangi, sekitar pukul 15.00.

Kapal ini pesanan TNI AL yang dibuat dengan anggaran Rp 114 miliar dan baru saja diluncurkan pada 30 Agustus lalu. Kapal yang diklaim berteknologi tinggi ini dibuat dari bahan komposit karbon yang tidak mampu terdeteksi radar.
 Suara Ledakan dari KRI Klewang, Pemadam Menyerah

fotoJakarta - Dua mobil pemadam kebakaran yang berupaya menjinakkan api menyerah. KRI Klewang yang terbakar nyaris tenggelam di perairan Selat Bali. Pemadam tak mampu menghentikan amukan api meski sudah berupaya maksimal.

Beberapa saat kemudian, suara ledakan terdengar dari dalam kapal. Personel TNI Angkatan Laut yang berjaga di lokasi meminta warga yang menonton memadati lokasi menyingkir. Kapal sepanjang 63 meter itu terbakar di galangan kapal milik TNI AL di Ketapang, Banyuwangi.

Menurut Remon, saksi mata, api menjalar dari dalam kapal mulai pukul 15.00. Dia melihat, sebelum api membesar, ada banyak pegawai yang bekerja di dalam kapal. "Tapi tidak tahu ada korban atau tidak," kata dia.

Kapal milik TNI AL yang dibuat dengan anggaran Rp 114 miliar ini baru saja diluncurkan 30 Agustus lalu. Kapal yang diklaim berteknologi tinggi ini dibuat dari bahan komposit karbon yang tidak mampu terdeteksi radar. 

 Pemicu Kebakaran KRI Klewang Versi Produsen

foto
KRI Klewang 625 waktu peluncuran
Banyuwangi - Direktur PT Lundin Industry Invest, perusahaan pembuat KRI Klewang, Lizza Lundin, menduga terbakarnya KRI Klewang akibat korsleting listrik. "Korslet di darat," kata dia dihubungi Tempo, Jumat, 28 September 2012.

Namun Lizza enggan menjelaskan rinci penyebab pasti kebakaran itu. Dia hanya mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. "Semua selamat," katanya.

Kapal sepanjang 63 meter itu terbakar di galangan kapal milik TNI AL di Ketapang, Banyuwangi. Menurut Remon saksi mata, api menjalar dari dalam kapal mulai pukul 15.00 WIB setelah itu api cepat membesar dan membakar habis kapal yang baru dibeli TNI itu.

Kapal perang TNI AL dibuat dengan anggaran Negara Rp 114 miliar ini baru saja diluncurkan 30 Agustus lalu. Kapal yang diklaim berteknologi tinggi ini dibuat dari bahan komposit karbon yang tidak mampu terdeteksi radar.

Dua mobil pemadam kebakaran yang dikirim ke galangan TNI AL tak mampu memadamkan api yang membakar KRI Klewang 625. Badan kapal buatan PT Lundin Industry Invest itu nyaris hancur dilalap jago merah.

Dua mobil pemadam kebakaran akhirnya menghentikan menyemprotkan air karena tak mampu meredam api. Kerangka kapal pun nyaris tenggelam di perairan Selat Bali. Sempat terdengar ledakan dari dalam kapal. Personel TNI AL yang berjaga di lokasi meminta warga yang memadati lokasi menyingkir. 


 KRI Klewang Belum Dimiliki TNI AL

Jakarta - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Untung Suropati membenarkan adanya insiden terbakarnya Kapal Perang RI Klewang di Selat Bali, Jumat (28/9/2012) pukul 15.00. PT Lundin Industry Invest, kata Laksamana Untung, belum menyerahkan KRI senilai Rp 114 miliar ke TNI AL.

"Kapal tersebut masih full control PT Lundin," kata Laksamana Untung ketika dihubungi Kompas.com, Jumat sore.

Kapal ini diluncurkan dari galangan kapal di PT Lundin pada 31 Agustus 2012. Selanjutnya akan diselesaikan oleh TNI. Kapal Cepat Rudal Trimaran ini rencananya akan ditempatkan di Armada Kawasan Timur, Surabaya, Jawa Timur.

Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari TNI AL terkait peristiwa itu.

© Kompas 

 Sebelum Terbakar, KRI Klewang Mau Diuji Coba

Jakarta - Menurut Direktur PT Lundin, Lizza Lundin, KRI Klewang sedianya akan menjalani uji coba di perairan Selat Bali. "TNI AL meminta (Jumat) hari ini kapal diuji coba," kata dia saat dihubungi Tempo, Jumat, 28 September 2012.

Untuk mempersiapkan uji coba, ada 70 karyawan PT Lundin Industry Invest di dalam kapal seharga Rp 114 miliar itu. Menurut salah satu karyawan PT Lundin yang ikut di dalam kapal, kebakaran itu didahului dengan padamnya listrik. Kemudian, muncul percikan api di tengah kapal.

Api menjalar dengan cepat. Semua karyawan langsung berhamburan dan tiga orang lainnya berusaha memadamkan api. Namun, karena api membesar, ketiga karyawan langsung melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. "Satu orang dibawa ke rumah sakit karena kram," kata lelaki yang tidak mau menyebutkan nama ini.

Kapal sepanjang 63 meter itu terbakar di galangan kapal milik TNI AL di Ketapang, Banyuwangi, sekitar pukul 15.00 WIB. Kapal ini merupakan pesanan TNI AL yang dibuat dengan anggaran Rp 114 miliar dari APBN 2009-2011. Kapal dengan kecepatan 30 knot ini baru saja diluncurkan 30 Agustus lalu. Kapal yang diklaim berteknologi tinggi ini dibuat dari bahan komposit karbon yang tidak dapat terdeteksi radar.

© Tempo.Co 

 Panglima Armatim Pimpin Investigasi KRI Klewang

http://imageshack.us/a/img593/2917/al1r2504copy.jpg
(Audrey)
Surabaya - Panglima Armada TNI AL Kawasan Timur, Laksamada Madya TNI Agung Pramono, memimpin langsung investigasi kasus terbakarnya salah satu kapal perang teranyar yang dimiliki TNI AL, KRI Klewang 625. Begitu mendengar peristiwa itu, sore tadi, Panglima segera meluncur langsung ke galangan kapal milik TNI AL di Ketapang, Banyuwangi.

"Sore ini, Panglima langsung meluncur untuk melihat sendiri kebakaran kapal," kata Kepala Dinas Penerangan Armatim, Letnan Kolonel Laut Yayan Sugiana, kepada tempo, Jumat 28 September 2012.

Menurut Yayan, kebakaran yang menimpa KRI Klewang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran, Armatim bersama PT Lundin Industry Invest saat ini membentuk tim investigasi untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran.

Untuk mempercepat proses penyelidikan, Panglima Armatim, kata Yayan, ke banyuwangi dengan menggunakan kendaraan darat sehingga lebih cepat tiba di Banyuwangi dari pada mengendarai kendaraan laut.

Sekedar diketahui, kapal seharga Rp 114 miliar ini baru saja selesai dikerjakan oleh PT Lindan dan diluncurkan pada 30 Agustus 2012 silam. Kapal sendiri diklaim berteknologi tinggi dengan bahan dasar komposit karbon sehingga tak terdeteksi radar.

TNI AL menyatakan KRI Klewang belum diserah terimakan kepada pihak TNI AL. Sehingga, tanggung jawab kapal sepenuhnya masih di tangan PT Lundin Industry Invest sebagai produsennya. Saat kejadian, kata Yayan, juga tak ada satupun personel TNI AL yang ada di atas kapal tersebut.

© Tempo.Co

Mobil Listrik yang (Tidak) Terlupakan

Produsen mobil kakap dunia saling adu kekuatan. Tak ada mobil lokal.

http://us.media.viva.co.id/thumbs2/2012/07/16/163523_mobil-listrik-depok-karya-dasep-ahmadi_209_157.jpg
Mobil listrik karya Dasep Ahmadi
Indonesia kini punya hajatan besar tingkat internasional, 20th Indonesia International Motor Show. Pameran otomotif terbesar ini diselenggarakan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, 20-30 September 2012.

Produsen mobil kelas kakap dunia saling adu kekuatan. Mereka memamerkan produk terbaru dengan desain menawan dan fitur canggih di booth yang didesain megah.

Sayangnya, hajatan ini tak dihadiri pabrikan mobil dalam negeri yang sedang getol menawarkan mobil nasional Esemka dan mobil listrik Dasep Ahmadi. Mereka kalah pamor dari pabrikan Jepang, Eropa, Amerika, China, Korea, bahkan India.

Tak cuma kalah di pameran, pemerintah pun sepertinya tidak mengedepankan mobil-mobil karya anak negeri ini. Terbukti, dalam pidato pembukaan pameran, 21 September lalu, Wakil Presiden Boediono sama sekali tidak menyinggung mobil nasional.

Dalam pidato yang ditunggu-tunggu praktisi otomotif dunia itu, Wapres hanya menyoroti mobil hybrid dan penggunaan bahan bakar gas sebagai alternatif bahan bakar minyak (BBM), agar bisa menekan emisi bahan bakar dan tidak menghabiskan uang subsidi. Boediono bahkan tak menyinggung mobil rendah biaya dan ramah lingkungan atau Low Cost and Green Car (LCGC).

Padahal, kebijakan tentang LCGC sedang menjadi pembicaraan hangat, setelah Grup Astra bersama mitranya Toyota dan Daihatsu memperkenalkan Agya dan Ayla sebagai karya kolaborasi untuk mengikuti program mobil murah.

Mobil listrik nasional tengah menggeliat setelah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, mengumpulkan "putra petir" untuk membangun kendaraan nol emisi itu. Putra petir merupakan sebutan bagi orang-orang pintar lokal yang sudah memiliki konsep kendaraan listrik.

Menteri yang nyentrik ini pun terus mendukung dan mempromosikan hasilnya. Dia rela pagi-pagi mengetes citycar hijau dari Depok, markas pembuatan mobil listrik itu ke Jakarta.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga turut memberi dukungan penuh pada proyek ini. Maklum saja, perusahaan penjual setrum ini mengalami penurunan beban saat malam hari.

"Alangkah baiknya bila energi malam hari ini dimanfaatkan untuk mengisi baterai mobil," kata Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, kepada VIVAnews di ruang kerjanya, Jakarta, beberapa waktu lalu. (art)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More