blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label IPB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPB. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Desember 2025

Peneliti IPB Kembangkan Rompi Anti Peluru dari Limbah Sawit

Peneliti IPB menguji coba rompi anti peluru dari bahan limbah sawit di Laboratorium Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat, Batujajar, Bandung, Jumat (19/12/2025).(Dok.IPB)

Peneliti IPB University mengembangkan rompi anti peluru berbahan baku tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Peneliti Pusat Studi Sawit sekaligus Dosen Departemen Fisika IPB Universi, Siti Nikmatin menjelaskan limbah sawit digunakan sebagai alternatif material kevlar, bahan utama pembuatan rompi anti peluru.

"Aslinya (rompi anti peluru) adalah 100 persen dari kevlar, lalu kami modifikasi 50 pesennya dari kelapa sawit. Jadi 50 persennya kelapa sawit, dan 50 persennya masih menggunakan kevlar, setidaknya ada substitusi 50 persen dari serat kevlar," ungkap Siti saat dihubungi, Jumat (26/12/2025).

Dia berpandangan, substitusi ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada kevlar yang berbahan sintetis berbasis kimia dan relatif mahal. Sedangkan TKKS adalah limbah industri sawit yang saat ini mudah ditemukan, serta belum dimanfaatkan secara optimal.

Keungulannya, kata Siti, serat sawit lebih ringan dibandingkan kevlar. Sehingga, dapat menekan bobot rompi yang digunakan anggota TNI.

"(Pihak) TNI juga bertanya apakah bisa 100 persen dari sawit, ini bisa namun tebal. 100 persen (bahan) dari sawit bisa, tetapi tidak memenuhi standar TNI," tutur Siti.

Adapun standar rompi anti peluru TNI mensyaratkan berat maksimal 2 kilogram, ketebalan tidak lebih dari 2 sentimeter, dengan ukuran 30 x 30 sentimeter. Karena itu, komposisi serat sawit saat ini baru bisa mencapai sekitar 50 persen.

"Tetapi, kalau dipaksa apakah 100 persen dari sawit bisa cuma tebalnya pasti 4 cm, beratnya 3-4 kg," imbuh dia.

Siti mengakui teknologi pembuatan rompi masih bersifat semi manual. Sebagian proses produksinya masih dilakukan secara manual, khususnya pada tahap pembuatan benang dan kain serat sawit.

“Untuk pengolahan sawit menjadi serat panjang sudah menggunakan mesin, begitu juga proses pembuatan kompositnya. Yang masih manual itu proses benang dan kainnya,” ujarnya.

Siti menyebut, dibutuhkan waktu satu hari untuk memproduksi rompi anti peluru dari limbah sawit. Di sisi lain, dia memastikan ketersediaan tandan kosong kelapa sawit tidak menjadi kendala. Limbah tersebut dapat diperoleh secara gratis dari pabrik kelapa sawit.

Para peneliti hanya mengeluarkan biaya untuk jasa angkut limbah sawit saja.

   Tersertifikasi  
Adapun inovasi rompi anti peluru berbahan tandan kosong kelapa sawit hasil riset tim IPB University dinyatakan lolos uji balistik dan tersertifikasi setelah diuji di Laboratorium Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat, Batujajar, Bandung, Jumat (19/12/2025).

Pengujian menggunakan amunisi kaliber 9×19 milimeter dari jarak tembak 5 meter, mencakup kondisi tembak kering dan basah, serta uji ketahanan terhadap tusukan dan bacokan senjata tajam.

Berdasarkan penilaian, rompi dinyatakan lulus karena mampu menahan proyektil tanpa tembus dengan tingkat deformasi atau lekukan belakang di bawah 44 mm. Performa ini dinilai sangat kompetitif dengan rentang harga pasaran rompi antipeluru level IIIA yang ada saat ini.

Menurut Siti, proyek tersebut didanai Program Dana Padanan (Kedaireka) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2024–2025. Dia berharap, rompi anti peluru bisa diproduksi massal.

"Kalau saya pribadi sebagai dosen tugasnya ya sudah sampai penelitian terbukti, tersertifikasi oleh lembaga yang terkompeten, bisa digunakan ya sudah. tetpi kan kalau untuk produksi banyak itu bukan tugas dosen, harapannya ada mitra yang bisa men-scale up ini," tutur dia.

  💥 
Kompas  

Kamis, 29 Juni 2023

RI Berhasil Sulap Limbah Kelapa Sawit Jadi Rompi Anti Peluru!

https://cdn-1.timesmedia.co.id/images/2022/08/04/Bamsoet.jpgKetua MPR RI Apresiasi Baju Anti Peluru dari Limbah Sawit Temuan IPB (Times Indonesia) ★

D
irektur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Eddy Abdurrachman mengatakan, pihaknya menggelontorkan Rp 519 miliar untuk mendanai 293 penelitian. Menurutnya, BPDPKS menerapkan syarat bahwa pelaksanaan penelitian harus bisa lanjut ke tahap komersialisasi.

Ia menyebut salah satu turunan dari kelapa sawit berhasil menciptakan produk helm. Bahkan bahan kelapa sawit juga bisa digunakan membuat rompi anti peluru.

"Saya kasih contoh yang paling simple saja misalnya, itu dari sawit bisa dipakai buat helm. Itu komersial. Bisa dibuat rompi tahan peluru. Sudah juga bioplastik, itu juga sudah komersial," katanya dalam diskusi kelapa sawit yang diselenggarakan CNBC Indonesia, Senin (26/6/2023).

Selain itu masih banyak produk lainnya yang dihasilkan dari bahan dasar kelapa sawit dan sudah dikomersialkan. Pihaknya juga kini bekerjasama dengan Asosiasi Inventor Indonesia untuk mempertemukan para peneliti dengan pelaku industri kelapa sawit.

Sebelumnya, dilansir dari detikedu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo turut bangga atas hasil temuan tim dosen dan mahasiswa Institut Pertanian Bogor University (IPB University) yang berhasil mengembangkan baju anti peluru dari serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS).

Teknologi ini ditemukan oleh Dr. Siti Nikmatin, peneliti IPB University dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Dr. Siti Nikmatin juga berhasil membuat helm ramah lingkungan, green composite (GC), yang menggunakan filler serat TKKS pada ukuran mikropartikel.

"Kelebihan helm tersebut terletak pada seratnya. Meskipun banyak helm yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), namun tidak ada yang memiliki serat dalam bahannya. Serat dalam helm ini berfungsi untuk menyerap tumbukan yang terjadi ketika terjadi kecelakaan," jelas Bamsoet.

Eddy menyebut BPDPKS mendukung penuh pelaksanaan penelitian dan pengembangan riset terkait hilirisasi produk turunan kelapa sawit. "Terkait hilirisasi, bagaimana sawit ini berdasarkan inovasi-inovasi riset itu bisa dihasilkan komoditas-komoditas hilir," pungkasnya. (das/das)

  ★ detik  

Jumat, 15 September 2017

BPPT Kembangkan Teknologi Pendeteksi Kapal Selam

Menggandeng perguruan tinggi Ilustrasi ★

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah mengembangkan teknologi aplikasi deteksi kapal selam untuk melacak kapal selam yang masuk ke perairan Indonesia.

Aplikasi ini menggunakan teknologi akustik atau sound navigation and ranging (sonar) dengan memanfaatkan dinding selat untuk memantulkan sinyal. Jika frekuensi dan resolusi benda yang melewati aplikasi itu terpenuhi, aplikasi akan melacak dan melaporkannya.

“Tiap dinding selat saling memberikan sinyal. Kalau ada yang berbeda akan langsung terdeteksi. Tidak cuma kapal selam, ikan besar juga bisa terdeteksi,” ujar Kepala Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah Kelautan, Yudi Anantasena kepada Anadolu Agency, Senin.

Selain bersama Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL, BPPT menggandeng dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi aplikasi pendeteksi kapal selam. Di antaranya Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya dan Institut Pertanian Bogor.

“Kita akan coba menghimpun diaspora Indonesia di luar ngeri yang ahli akustik. Semua pihak terkait akan kita ajak berhimpun,” ujarnya.

Sementara itu Menteri Koordinator Maritim Luhut Panjaitan menyambut baik upaya ini. Selama ini, pengawasan kapal selam di Indonesia dilakukan secara manual oleh TNI AL.

“Ke depan kita mampu untuk monitor langsung, karya anak bangsa pula. Ternyata dengan biaya yang tidak terlalu mahal kita bisa memonitor semua kapal,” ujar Luhut, seusai rapat koordinasi di Penyusunan Kebijakan Aplikasi Teknologi Kapal Selam di Perairan Indoensia, Senin, di Kemenko Maritim.

Rencananya aplikasi ini akan digunakan di seluruh Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan banyak aplikasi deteksi kapal selam. Dari Sabang di ujung barat, Natuna, Selat Makassar hingga wilayah timur Indonesia. Sedang untuk sementara uji coba akan dipasang di selat dengan kepadatan tinggi seperti Selat Sunda dan Selat Lombok.

  ★ AA  

Rabu, 22 Oktober 2014

★ Tim IPB Temukan Teknologi Antiradar dari Tulang Ikan dan Cangkang Udang

Panglima TNI Langsung Minta Uji di Tank CANGGIH DAN MURAH: Dari kiri, Akhiruddin Maddu, Bambang Riyanto, dan Esa Ghanim Fadhallah di Laboratorium Karakterisasi Bahan Fakultas MIPA IPB. Foto: Bayu Putra/Jawa PosCANGGIH DAN MURAH: Dari kiri, Akhiruddin Maddu, Bambang Riyanto, dan Esa Ghanim Fadhallah di Laboratorium Karakterisasi Bahan Fakultas MIPA IPB. Foto: Bayu Putra/Jawa Pos

SEPULUH peraih penghargaan HUT Ke-69 TNI berdiri di panggung kehormatan Mabes TNI Cilangkap, 12 Oktober lalu. Mereka merupakan bagian dari upaya TNI mencari anak bangsa yang mampu menciptakan teknologi canggih untuk kepentingan militer.

Sebagai penghargaan atas jerih payah penciptaan karya itu, TNI berjanji mengembangkan dan menggunakan teknologi karya anak bangsa tersebut.

Salah seorang peraih penghargaan itu adalah Bambang Riyanto. Dia mewakili tim IPB yang memenangi kategori inovasi partisipasi publik. Saat naik ke panggung, dia tampak gugup berada di antara ribuan personel TNI yang hari itu mengikuti upacara tersebut.

Apalagi penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Selain kalangan akademis, penghargaan diberikan kepada para inovator dari masyarakat umum, kepala daerah, serta kalangan militer.

’’Sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan militer pasti akan kami kembangkan. Apalagi (karya) itu tidak mahal dan bisa mengurangi ketergantungan kita pada pihak luar,’’ ujar Moeldoko dalam sambutannya.

Selain IPB, sembilan inovator lain peraih penghargaan adalah Litbang TNI-AD yang merancang bangun senjata Dopper, Litbang TNI-AL yang membuat prototipe swamp boat, serta Litbang TNI-AU yang membikin bom tajam BT-500 untuk pesawat standar NATO.

Di bidang non-alutsista, TNI-AD menyumbangkan pendekatan indeks vegetasi citra satelit pengindraan jarak jauh. Inovasi itu berguna untuk mendeteksi samaran pasukan musuh di medan tertutup.

Lalu, TNI-AL merancang pos AL mandiri energi untuk kawasan terpencil. Sementara itu, TNI-AU membuat jaring komunikasi terintegrasi untuk mewadahi jaringan C4ISR (command, control, communications, computers, intelligence, surveillance, and reconnaissance).

Tiga sisanya diberikan kepada pemerintah daerah dan organisasi publik terkait dengan kebijakan. Di antaranya, RRI yang mengembangkan siaran di kawasan perbatasan; Pemkab Belu, NTT, yang mendukung TNI di perbatasan dengan Timor Leste; serta Pemprov Kaltim yang membuat kawasan ketahanan pangan.

Tim IPB beranggota Bambang bersama dua rekannya. Yakni, Akhiruddin Maddu dan Esa Ghanim Fadhallah. Bambang merupakan dosen di Departemen Teknologi Hasil Perairan, Akhiruddin adalah kepala Departemen Fisika, dan Esa Ghanim merupakan mahasiswa S-2 Teknologi Pascapanen IPB.

Mereka berhasil menciptakan teknologi tinggi antiradar dari bahan-bahan organik sederhana. Yaitu, tulang ikan dan cangkang udang. Bagi kebanyakan orang, dua bahan tersebut justru disisihkan dan dibuang ke tempat sampah.

Tapi, di tangan Bambang, Akhir, dan Esa, tulang ikan dan cangkang udang justru sangat berguna untuk menciptakan karya inovasi yang murah serta canggih.

Menurut Bambang, dua jenis bahan tersebut mengandung komposit chitosan dan hidroksiapatit yang mampu menyerap gelombang radar. Karena gelombang radar tidak memantul, kendaraan tempur yang menggunakan teknologi tersebut akan sulit dideteksi radar musuh.

Ditemui di kampus IPB, Selasa (14/10), Bambang mengakui bahwa temuan timnya bukanlah teknologi antiradar pertama yang berbahan organik. Sebelumnya, pada 2011, Tiongkok merilis penggunaan teknologi antiradar berbahan dasar gelatin.

’’Tapi, ketika kami teliti lebih lanjut, kemampuan gelatin yang berbahan dasar protein itu terbatas. Kami lalu mengganti bahannya dengan karbohidrat,’’ tuturnya.

Teknologi yang dikembangkan Bambang cs kini bakal memperkuat kemampuan persenjataan TNI. Bersama tim peneliti dari internal TNI, mereka akan mengembangkan teknologi tersebut agar kemampuannya makin tinggi dan penggunaannya semakin praktis.

Tim ITB tersebut awalnya tidak menyangka panglima TNI akan memberikan perhatian serius terhadap hasil penelitian mereka.

Mereka memang sengaja mengembangkan teknologi militer, namun sebatas untuk kepentingan penelitian. Tidak disangka, penelitian tersebut diketahui pihak militer dan mereka ditantang untuk mengaplikasikannya dalam sistem persenjataan TNI.

Inovasi tersebut semula merupakan bahan skripsi Esa saat masih menempuh S-1 di Jurusan Teknologi Hasil Perairan IPB pada 2011. Kala itu, Bambang dan Akhir menantang Esa untuk membuat penelitian skripsi yang terkait dengan militer, khususnya antiradar.

Di bawah bimbingan dua dosen tersebut, Esa mulai merancang penelitian yang sayangnya hasilnya kurang baik. Dia lalu mencoba lagi pada 2012 dengan bahan yang berbeda. Kali ini hasilnya dinilai cukup sukses, meski ada kekurangan di sana-sini.

Belum puas, mahasiswa 23 tahun itu pun mengajak Bambang dan Akhir berdiskusi untuk menyempurnakan karya tersebut. Ketiganya lalu memutuskan untuk mengembangkan lagi penelitian itu dengan bahan yang mengandung chitosan dan hidroksiapatit yang terdapat dalam tulang ikan serta cangkang udang.

Di luar dugaan, hasilnya cukup memuaskan. Dua bahan tersebut dianggap paling baik jika dibandingkan dengan bahan-bahan penelitian sebelumnya.

Di tengah rasa syukur itu, kendala muncul lagi. Esa tidak menemukan laboratorium yang cocok untuk menguji penelitian tersebut. Lagi-lagi, kendala infrastruktur menjadi problem. Hal itu diakui Akhiruddin.

Dosen 48 tahun tersebut menuturkan, infrastruktur penelitian di Indonesia masih sangat terbatas. Akibatnya, penelitian sering mandek di tengah jalan karena ketiadaan sarana-prasarana tersebut.

’’Kami selaku dosen hanya bisa membantu lewat networking,’’ tuturnya.

Tiga bulan lamanya mereka menjelajahi laboratorium sejumlah universitas di Indonesia. Termasuk di ITS dan ITB. Mereka tidak mendapatkan alat uji yang cocok untuk penelitian itu. Bila akhirnya tidak menemukannya juga, mereka berencana membawanya ke laboratorium di luar negeri.

Namun, akhirnya mereka menemukan yang dicari di laboratorium Universitas Indonesia (UI). ’’Awalnya kami tidak sampai kepikiran bahwa UI punya alat uji itu,’’ timpal Esa.

Dia amat girang penelitiannya bisa diuji di lab UI. Hasilnya pun langsung keluar dalam waktu sehari.

Penelitian tersebut menghasilkan prototipe teknologi antiradar. Berkat karya itu, Bambang cs lalu diminta mendaftar untuk melakukan presentasi di TNI. Rupanya, selain tim IPB, sudah ada 266 peneliti lain yang ikut kompetisi yang digagas TNI tersebut.

Tim Bambang mendapat jadwal terakhir untuk presentasi. ’’Karya-karya yang dipresentasikan luar biasa. Kami sempat minder melihatnya,’’ tutur Bambang.

Beberapa hari kemudian, telepon yang mengagetkan itu datang juga. Tim IPB diminta mempresentasikan teknologi antiradar tersebut di hadapan panglima TNI secepatnya.

Antara kaget dan tidak percaya, Bambang tidak langsung mengiyakan permintaan itu. Sebab, timnya butuh persiapan. Akhirnya, setelah mengebut selama seminggu untuk mempersiapkan diri, mereka tampil dengan peralatan plus bahan presentasi karya.

Kerja keras mereka tidak sia-sia. Panglima TNI mengapresiasi penelitian tersebut. ’’Beliau minta langsung uji coba di tank. Kami kaget lagi,’’ kenangnya.

Mereka kembali harus bekerja keras untuk merampungkan peralatan antiradar tersebut. Hasilnya cukup memuaskan.

Kini setelah karya mereka dinyatakan berhak meraih penghargaan, Bambang dkk tidak bisa berleha-leha. Pasalnya, mereka harus segera bekerja sama dengan tim Litbang TNI untuk mengembangkan teknologi tersebut agar lebih simpel dan praktis.

Salah satu faktor TNI mau menggunakan teknologi karya Bambang cs adalah biayanya yang terjangkau serta bahannya yang mudah didapatkan. Sebagai negara maritim, Indonesia tidak akan kekurangan bahan organik chitosan dan hidroksiapatit. TNI berencana memproduksi teknologi tinggi itu di PT Pindad (Perindustrian Angkatan Darat).

’’Kami tentu saja bangga penelitian kami dihargai setinggi itu,’’ tandas Bambang.(Bayu Putra/*/c5/ari)

  ★ JPNN  

Senin, 13 Oktober 2014

★ Alutsista TNI Akan Gunakan Teknologi Anti Radar

Beautifully Deadly - Begitulah namanya jika dipadu dengan penemuan anti radar

Sebuah teknologi anti radar dikembangkan oleh TNI dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Teknologi ini diharapkan mampu memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI.

Wakil Ketua Dewan Juri Lomba Inovasi TNI 2014, Avanti Fontana menjelaskan, teknologi ini diciptakan dengan menggunakan bahan dasar cangkang udang (chitosan) dan tulang ikan (hidroksiapatit). Adapun pengembangan teknologi ini telah dilakukan sejak 2011 lalu.

Menurut Ketua Umum Yayasan Planet Inovasi itu, sistem kerja utama alat itu yakni dengan menyerap pantulan gelombang frekwensi radar musuh yang dilayangkan ke alutsista milik TNI. Dengan diserapnya gelombang tersebut, maka musuh tak dapat mendeteksi kendaraan yang digunakan TNI dalam menjalankan operasinya.

“Inovasi ini jelas membantu meningkatkan peran dan tugas TNI,” kata Avanti disela-sela pemberian penghargaan Inovasi Panglimat TNI 2014 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (12/10/2014).

Pengembangan teknologi ini dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa IPB, yang terdiri dari Bambang Riyanto, Akhiruddin Maddu, dan Esa Ghanim Fadhallah.

Ketiga orang itu akhirnya didapuk menjadi salah satu tim pemenang dalam ajang Inovasi Panglima TNI 2014. Panglima TNI Jenderal Moeldoko pun, mengapresiasi pengembangan teknologi tersebut. Ia meminta agar penelitian dan pengembangan teknologi itu dapat dipercepat sehingga dapat segera diaplikasikan di alutsista TNI.

Terpisah, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Fuad Basya mengatakan, TNI akan menggandeng PT Pindad dalam pengaplikasian teknologi ini. Di samping itu, TNI juga berencana agar teknologi ini dapat diproduksi secara masal. Meski demikian, ia mengatakan uji coba atas alat anti radar itu harus diuji coba terlebih dahulu di Badan Litbang TNI.


  ♞ Kompas  

Sabtu, 05 April 2014

Bebas nyamuk selama 6 jam dengan minyak sere

Obat Anti Nyamuk Alamihttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXpBhDixpaGAiUsMy5yCoTfSk0xFZtCujN6feZd_f6njjK6Mu_sWEoohr-2vh0F_gW0rbO6UNsV_i4rW4vzsoelNnuorEBa07kbzginjAxvMPAyPaZds0ptjgC-2sgb0_6CrgS9WZVs6Gu/s1600/Zanzara_fronte.gifInstitut Pertanian Bogor melakukan penelitian tentang keamanan penggunaan minyak sereh atau citronellah oil bagi bayi. Hasilnya, minyak sereh aman digunakan bayi sebagai obat herbal. Bahkan, bayi yang menggunakan minyak sereh bebas gigitan nyamuk selama 6 jam.

"Penggunaan pada bayi terbukti akan terbebas dari gigitan nyamuk selama 6 jam," kata Presiden Direktur PT Barclay Products (Tempo Scan Group) Phillips Gunawan, Jumat (4/4).

Selama ini minyak citronella (citronella oil) atau yang lazim disebut minyak sereh wangi diyakini bisa melindungi bayi dari gigitan nyamuk/serangga. Penggunaan salah satu jenis minyak atsiri itu juga dipercaya bisa memberi rasa hangat, mencegah perut kembung, dan membantu mencegah iritasi ringan pada anak bayi.

Phillips Gunawan mengatakan, perusahaannya menggunakan minyak sereh sebagai bahan dasar obat dengan melakukan penyulingan bertingkat terhadap tanaman sereh wangi untuk mendapatkan atsiri citronella oil. Hasil isolasi akan berupa senyawa yang disebut Sitronellal, Geraniol, dan Sitronellol.

"Ketiga komponen itu adalah komponen yang dominan dalam minyak sereh wangi. Dan, inilah yang sering diaplikasikan dalam berbagai industri untuk produk-produk skin lotion penolak nyamuk karena mengandung bahan insektisida alami," ujar Phillips.

Salah satunya yang dilakukan PT Barclay Products antara lain dengan memproduksi produk andalannya My Baby Minyak Telon Plus. Sebagai produk minyak telon pertama di Indonesia, My Baby memakai Citronella oil karena murah dan efektif dalam mengusir nyamuk dan yang terpenting dapat digunakan secara aman dan praktis.

"Inilah yang kemudian membuat My Baby menguasai pangsa pasar sebesar 24 persen pada kategori minyak telon di Indonesia. Produk ini pun diekspor ke Filipina dan Malaysia, dan di pasar Filipina semenjak launching 2012 telah bertumbuh dengan pesat di setiap outlet toko modern," imbuhnya.

Phillips juga berharap agar persaingan dalam memproduksi minyak telon di Indonesia tetap terjaga mengingat prospek pasar produk bayi di Indonesia sangat menjanjikan yakni jumlah populasi bayi berumur 0-5 tahun mencapai sekitar 26,6 juta jiwa dan jumlah bayi yang lahir tiap tahun mencapai 3 juta jiwa.

"Apabila kompetisi ini terjaga sekaligus memanfaatkan potensi minyak sereh wangi di Indonesia, dan tingkat pengetahuan ibu-ibu di Indonesia amat tinggi mengenai minyak sereh wangi, tentu membantu ibu-ibu untuk merawat bayinya tetap sehat, sesuai harapan kami," jelasnya.(mdk/tyo)


  ★ Merdeka  

Jumat, 16 Agustus 2013

IPB Bikin Cookies Suplemen Penderita HIV

http://img.okeinfo.net/dynamic/content/2013/07/24/372/841655/HdgGRzkOBP.jpg?w=400Biasanya, jika ingin makan cookies alias kue kering terbuat dari cokelat atau keju. Namun, jika cookies itu bahannya diubah terbuat dari kacang tanah, pati jagung, wortel dan bahan-bahan produk lokal lainnya. Apa rasanya ya?

Nampaknya lezat untuk dikonsumsi. Sekilas, tak ada istimewanya cookies yang terbuat dari sayur-sayuran ini. Namun, di tangan mahasiswa program studi Teknologi Pangan Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), cookies tersebut menjadi sebuah inovasi dan kreativitas baru.

Dalam kompetisi internasional bidang teknologi pangan yang diselenggarakan oleh Institute of Food Technologists Student Association, salah satu chapter di bawah Institute of Food Technologists, mahasiswa-mahasiswa IPB ini mengembangkan sebuah cookies yang bisa menjadi suplemen.

Hebatnya, produk MASOCA-Ball yang dikembangkan oleh tim mahasiswa IPB merupakan konsep produk pangan baru yang ditujukan sebagai makanan suplemen bagi penderita HIV. Tim tersebut terdiri dari Ardiyansah Mallega, Stella Denissa, dan Alviane menghadirkan cookies sehat yang mengandung gizi tinggi yang diperlukan bagi penderita HIV.

Salah satu anggota dari tim MASOCA-Ball, Alviane, mengatakan bahwa cookies yang berukuran kecil ini mudah untuk dikonsumsi, serta mempunyai rasa yang manis.

"MASOCA-Ball merupakan sweet snack ball cookies yang terbuat dari sumber bahan pangan lokal yang tersedia di negara bagian Benue Nigeria, yaitu kacang-kacangan (groundnut dan cashew), pati jagung, tepung kedelai, wortel dan ingredient lain yang diformulasi dan diproses menjadi produk cookies yang memiliki mutu sensor dan kandungan gizi yang diperlukan bagi penderita HIV," ujarnya, saat konferensi pers Peneliti Indonesia Kembali Mengukir Prestasi di Kompetisi Internasional "Developing Solutions for Developing Countries Competition", di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa 23 Juli malam.

Manfaat cookies ini baik bagi kesehatan, yaitu mencukupi kebutuhan kalori dan mengandung vitamin B1, protein, magnesium, dan vitamin A. Meningkatkan penyerapan nutrisi, mempertahankan status gizi penderita HIV, dan mencegah penurunan berat badan yang cepat bagi penderita HIV.

Lanjutnya, tidak hanya dari segi kesehatan saja yang didapat, tetapi dampak positif dari bidang ekonomi pun terbentuk. Selain itu, suplemen ini juga mempunyai keunggulan yaitu pemanfaat bahan baku lokal dengan harga terjangkau dan biskuit tinggi nutrisi dengan rasa yang enak dan lezat.

"Mengoptimalkan pemberdayaan sumber daya alam (SDA), meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan penduduk, menghasilkan aktivitas ekonomi, dan membuka lapangan pekerjaan," ucapnya.

Alviane menyimpulkan bahwa cookies ini berindikasi untuk meningkatkan nutrisi bagi mereka penderita HIV dan mencegah penurunan berat badan bagi penderita HIV.


  ● Okezone 

Kamis, 15 Agustus 2013

Peneliti IPB Bikin Fiber Glass dari Kulit Rotan

data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBxQSEhUUExQWFhUXGSAbGRcYFx0fHBsfHhoYHR0gIBobHSggIB0lIh4cJDIhJSkrLi4uGh8zODMsNygtLisBCgoKDg0OGhAQGywkICUsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLP/AABEIAKcBLgMBIgACEQEDEQH/xAAcAAACAgMBAQAAAAAAAAAAAAAFBgMEAAIHAQj/xABPEAACAQIDBAcDBwkFBgYCAwABAgMEEQASIQUxQVEGEyJhcYGhMpGxFCNCUmJywQcVM4KSorLC0RZD0uHwNFNzg8PTJERjo7Pxk+MXVIT/xAAZAQADAQEBAAAAAAAAAAAAAAAAAQIDBAX/xAAtEQACAgEDBAEDAwQDAAAAAAAAAQIREgMhQQQxUWETInGBobHwMjOR4RQVI//aAAwDAQACEQMRAD8A6HRyBqdVsewzL+w7D4EYy2F2lpq1rMH1STWL2VIkQMzE8hlAAsdcFIcxHaaYNexW6j3FVFx3406fWcE41z/EcOvpZ1K+CetRzG/Vmz5Tl8baf088S0kgkRXXUMAfeL28RisdmK4HWGQnfYyvb0YDFLZuzUSadHJa5DIrFjlQjUXJ+tw7sdEpzTTruc8YQcWr7bhZ5lG9lHiwHxxtFIGAZSCDuINwfMYiXZUI3RR/sD+mLSRgCwAA5Aae4Y2t8mLS4BO1alRJEhFySTv3AKx875Sf1ThOpKJMjVHYYqx3+0M4tltxCqM1j9f7OPNt7QL1ZkzHKuYIBxuhA9Nb8M5wP6MVF6iojVSwVkYMTqCIymvdmNzjydeV6kn6o9fp4OOml+Rr2go+WuzWB6qNFVSQAfnGO7wA8Dihs2qyI85sxMJcKBZe0xjiXdpbPa+4Wvj3aMDRTTy2ay2Aub2UKSzE79O0vjbFWuPVLJvCPIlvupebd4mMW4XtjjavY6uD19uATLluCyZylze7rHFEC3Mp1rjl1l+OhRakTR1BcguFVM1suU2cc+bX/W7sc8rap0zVB1fPnufsWRSe72j7sUqDbs4jL3LoSdDrfXXfpvONPitC+yOl11SsLROQdJEgLkfRYB5CL/dsSOZHE4XOjMuUVURuAUkI36FDJa3ffKR93E2y+kEQjVKxCqkaAg2PeHUnUc9MC6vaFOD81UrIxDdkBrm5ka5KjKPb3kjdgUH2BvyTbQ2kHMciuM7BY3TuJLMe/Rct+7vwz7EDtTLnIs0mW4FiEuhIBGti59xOOewqTORqQi77c2WPh4+uOr0DQkpGubMsbWVgVAbLo5uNTmGn/wBYWpGlQJitsmZ5ZAj9mTrVNuIDFGObW9rKWtwFxghNOzxVLs57Tns37KgMMq27lA3aE5uWBvReHqmrahXDdUjZSb3LMmRTc8e0fecCdg1Obr0uSUMeVWN79s8OZMp92JUfAWH9lSWKxZuyzAZQbElpGQkHQ3AZfeMEPlxglRnzGOVHUMGvrZnBsRfMeyAN3taYVTVBNqxRg2RG6tT3jVm8c1/cMNNfTnLJG57QdJIOas+oAP1WYlOV2HLCkqGtyvtGnSshlpiwF2jQ5TohZZGBGva+cVR4NbAvYFEReNXX5oka6Eq8ZI+9YrfxB54JUgTrnOUCyrImX6SCRSm+2qvEtr/XN+OBSVQh2g5Yt1TubgDeGJtw4a2tzGGm6oGi9R14vKrG2SWU3vcFSWCm3P2bHkxG/FnaFmp5h2W6pWyXW2ZQml78dclxv05YAbdnNPUpOtmjYZJMotqpKnMNyt2QbHeScbpXWykW7YCSC910IKEfZvlPhfDx7NBYxikjAR85ULE8YZsxsmSSa4uT2Sh0PCx4aYwyM0Qf2XKmN2tcsWXepvuUtpxy35Ygppr0piKkZYcl76i1PPFr4ZW9MUtjVTyLNBJoY8jKo3kMoZvPOCPM4VcisAbVgKMQ9rs17n7eW1+/dpgPRxu0kpW6ooLM19FGbsi/1zplG8kdxw6dIaATSKyk5VTtMdFDKBvNuAa9vs2wobVqfnOrjBWNDoOLNxdubEAeA0HG+0Hkgew2dG61KimkpWsHNzG3Ea30PK/DvHLBXb9XG5iLTLHHfMdCSHR2RrADcSB+0cI1FRyiZchKkm6PyYbxpya2GDpSomh6+NcrI6z5eAEvYlXTgsyg+eIcfq7hfAXgjz1lXCpshOfmOxLT2NwfpIw9+Bmy4C1VqCGKlbnUX6ttdfI4L7BhWI0ztrng7R/4cdMrEnjqmbyPLFURgVTMDpkBBHDKGjOndcYiZcd0x82Q2ZFN72G/xLEehwQvih0eT/w8f3QPIADBG2PY6b+2jxeod6jo1JwLiPykhtepU9kf7wj6R+wOHPfiWQfKCVH6IGzH65+qPsjieO7BALbQYp/XtwTWH3/Y1xmN7Yy2NSBLn2/M0sgpFBQIGkdjoAlzcDjobe7BqNQ6JPD2iVvqdXU6lSeB5ciOV8Q7Opk60qVAZw8bp3MtxbmhysQe8jeMF4qZEuEUIDrYDmMcGim9WSZ2arS0o0eQyBlDLuO7/XPhbmML+2KzqKuNtcpUB7fVuwJ8rg+WDE46olx+jb9IPqn64/mHKx4G67WxyRTw/KpFeHKydadGcMLHOALAi/tDQ3x0asm1TMNKKytdhvK4q7TYrE+XRiLKeRbQG3de/liLYNQWjKMbtEchbfmFro1/tLbXmDifaSZky3sSbC3f2fQEnyw56tabl6Jjpf8Aoo+zmO1aECJXHtNceFwSRv4KB+1gL0eq+rqJH4PPEp8C6E/HDT0tCgpEGGZSzsRuBd93ktsBabZSmSNLEgxpM2nKmST4qB544JRtHpwl5HrpmirSz5XYMLFyACbG4y2PAtc+Jvhf6QkPs5WUdpVUEt7RN+rOneVJOu5Rg90xp1WlnVVsGmjHZ3b1uP3Ccc+20HjV5us7N7spNsgYgLlHEXuNNbkX33xzwjkaN1sWukkVO0b5WLosQjLR2IDhiFuRuBRbm/E4UKdGWLKCQlxccDobH44cdjde6xSQ9ZmZe0qAsrZjmysoFiNeOGWrq4WjPW0cTSKwSxYGPMbWBS9yddE78aNpKrKhKrbEbZlTD1Y6wO6hiUW4KhgL6jQ2NraEHkcaGCMOSsarfKbAW0J3c+7XlhjqqXs2yBLa5MgAAN9yWsPIbicWuknRY09PBU6sWCCVQOypAutuQN7eIwJeGOU8gZ0SoFaqky2bKkRB5HKjEeOay+eCr1h+VV8gLfNxSIpvYAKqqPewJ/WOPPyd7Pt84TYyVC2HNIyt/K5/dxHUxiOSrjFiSi5rcSPkrG/jmb34ybtsKJdn04XZMxXRpGUC432aPTU9/wAcK3QRC1ZfKWBuxtaw+cGQm54ELh22zUquygVsLIZAeXaF/Pdhc6LULROyEWYCFbccz1Eeh5dkW8b4cX9LE+4vbfQx7Qe2rRz6W45Hv66+/Ddtmpz0ySxE3izRsBvaJ9Uvz00HflPDAeWj6zadQJCVPWsR+xceW73jBjoqmc/JzbMM0Ljh2kEkTDvBGXzAxUq2BG1HVKEhmVyXzAKoPtqyXNrbsxRyBwcEfSuc6T0irMABmU5XB35ltYAW3dke8b+GF3ZlOxeajzFSHGTcMjkh013gH2PEL34KVO0i9JHNqJadwsgK/QlNi1tNBIPIse7Cw8BfBf2ps8lpSkuUzKWXhZ1DNm1uLe1cbiHHdhRjkYxG8eSWM2IsAraFXUj6LWvY7r23b8OtMyS06ZrEhQDoTYZsh11+jGSe5zgLU01kaQi5EuWW4HaOUo+76wjjk/5hwQdLcb3DnRGpWcsXBzMgXxsxVrjgTnDH9bCjtLaAG0qgITlEpiDcwrhm15Bw1u44v/k4qglSY3JvHItvtKzBfg17+HPAGGjL1siN9OfhwzOQT6+mKUabIseF2eskD2sHnBNydwz/ADRtu1JW/cyk45/tZ+1qLHLex4XMdwe8ZvTDzt2ozUsFUhCqjMjg2W8cq54wbDUlQqXPEg4B9PKQEpVpcxzCxbTRyARccCxW/wB6OUcNTT2ZT3RAlWRdgdLFgRzZbH+EjzHLF7o7P1rmCY2EoeO9twmUC/6rDNfnfAGfQKV3Bip5a9pfVfXFjZlSBPGzt2ezc8MoYA+HZzHzw5Lkk6FVh46YmQFTThWsp07VzMgA+jkG8b9cUKykPWS2v2TNGNb30EyG5G4rlPpgztRi4kIsSIw0i30YCRI3YfcyzgjkE54iMSibLYgCw5kGNmga/M9U8RucZSle5pHwMPREn5MuY3KkrfmL3U+4j0xZq5TK5hQ2A/SsOAP0QfrH0GBXR2rY0kSRkdc4OttEW57TDmBYAcSMMdJSiNQq+Z5niT3nHo6TygkvyeXqxxm2/wAHkMKooVRZQLADhiS2NrYy2Ok5qNMuMtjHkAIBOrXt32FziGuqxEATxNt9vjgsKAHSyhMiRSIxQo47Q4K/ZvbjYkH3486MgwvJSWdkiJySFLA7iy3Gl7m47j3YAUlTWuhRYlRTozNJn/hBsfdhsqahzd1bLcJrluOyrX3E7yb623Y8yXVQWqp39z0o9PP4nCX4CmFvpDE0RgI/RrMCPsg711+idLcrEbrWsJthdBnd2+yq/wAitYeJGPausaVcvUqVBv2hc6btFzm/ioxer1+nJUkzPT6ScXbaNqiH5LIhhRAkrZJFPZsT7BVrdm50t7NyN1ycTVMTSyxlcydWL9pRozMq63B+iH1BtrvwPq9p6fOzWsLkXVbe5s2n3cV4K2ORMykt2wuYXfUsi2uwT668Dv42xz6nVyaaUe5vDp0mm32Fys2VOwULC5KxqL5d5zsW7r7sXtl7KlEmaSNlBSKM5mUWVQofjuAjW/3jjSu6ZFFcxowylgb5BqubS2VuI54hK1dbFIRPkREuVGY5j2XsLEagjL5nEy1NSXCSNYwihq2tTPNTaAF2KMRmFgQHza7tCeeEnbXRiqITLFnGYEr1kY3a/SbnbEnR+hretOdDJFmNwsgsTncE3LaDUm+h0GFrpH0nkSplFOxjjU2CmxNxodRz378EM/6Y0DUbHXY+2JqVVjkpJEzNlDZ4rHcALq99dcME3SanlkjPVouly5y57WNirWIsLE79dMcKrOk9VJbO+bKbi5Jsee/TEVFt6dCLX3W9ptwFhaxv640wmEVA+m3qIaqENGUbOl0LA2vbS/EWPA48r9ltLRtTyEdpLZ1N9RYg2PC4Hlji2yNt1Ji60s6ixK/OP27FQQua40vw5Hlhgotv1LDRprXZbq5Y9lVYmzOBYKwO7njPNp9gWn7DnRWnMEI60ZTEACOTdbLm17yPhhephn2jWINzO6C/JVjt6JghBtp2GR50uxF+uHVkkHm8RW+/icUIWkinLvFGCXJEnVN2rgi4ZGCuTfevPGae7LphSpRJKamWxyoqFk4sCGYqPvZcvmDiLY9OWq5Re5+ULma/0lWoN/AyLp4jFjZ9cOqgKrCzKyWjDOGFrqLklri3xxrsiVI6mZQJOszRlwLNYgzFSDYEljm/Z78EZCYOjpkkrWuoJlmYXvqOzTr6drA0EJXmMNlaodshHCRAGQ3+8FA4kkYP7PEMVQrmYXEjOQVymzEG1jrwUYXdp0FQanrolp2sbqWdhYk3YjOoF/A8BjRPuI36SKPlyTjQVlIzMBpaWFi7jyaPL59+Cc0Ycuh7SyI2cWtm1JkFuBkWQSdzD7OKe3tmSy00LhA8yS3IjIcqJlyy2EZNxmVW/wCY3K+J0mKOrOCMyJIQbi1hkl0PGzyH9UYpO0mDKvRy8ZmhZs4RlkDXNmjkyqzAbv0bFvE4IbRpwJapDbJIUa5HG4ha/wB4hLm2i5jwxFV0AhljYnResppCBYMrI0kR0+zdSfsjBGs2eHZonIzPEwBvvzRsLX7mjkbxAwr3GkLfQOnZK9uLiF1NzvaIrIhPjZcebYplh2wPqPMGB8WzDXzB8xjboYSa1WvrYg87gm587n3YKflOpFUU88d7AhD3NETYeah1/VXFXcqJruQS0gk6+jS4WWnXICdzw2tu42IbAXZlT1lFJE4ziO0uTiyNZZACdzq4V1PAsTuJBuPKYZIqneEYB+eUKI296ZDf7YxW2knyWtmA1UsxW97FJVN7dwufMDlhjXYFU8QZyqnMroHRrWvl7V7cCBcEcCDimOyb78rEEdx091r/ALODFJCYpwiKXCSXS43r7RU/eW48QMRbapUWWRU3cb9zDUHkVa/6xxaYqHjovOzRqZO2VXKftRyKIydftol/+Kx44IPSsjK19cqgkjUsFMTH9bJA3mcKXR/a4z0qk5VZGp5POxDfvg+K4d3cvDZ27akq54giyuNOJBJHgMc0lwXF0wn0ejigQgFVBswJI1DZiBc+B04YLCsj/wB4n7Q/rjmtfEIoRLJKDY5RGVNzqRpdrX8hvOBU69aADJTxrYH2rnW/ZIGoPpjbS6mUIJUY6nSKcm7Oovt6DrREHDMd+UjKgsdWN7DlbU6jTFr84Rf71P2h/XHIIIY01E1OF5BHse86HXGS1S27MlKe7q29ezjVdXPwv8mb6KPDf+B86XbQZo1FMwLhwb5lAFuNybjfywgzzbUdz87KBzEosd24Bt2PKas+3SDwjY39BbE8den0p6cfcic+/TEvqJS4/UpdLFL/AEO7TTkXyqg4Gzs3dZiIxfuBbHtDs66FpC7jtX61mZroQvsAjXX62CNO5c3i7TWsZn3D7o4+WF/avy2KU9TIzokqsUAGaQyLYgm3sXBJ5YwloRjTLjqN2jTaO0HilhXMscLNYqFTMBrx1y++/fg5tsLNTS9WoZQpPWEkjQX7BJuT37sBq/ZRmlRnTKcwPVm2lrnUrcE6nuw0Q0oERSwAK5bDvBGOjCCWyMspcsp9H9nQvSwkxo2ZATmANzbXf38MDdsoInZY0AX2wqgAXQ0zbhpewJxnRYs1DH2jdGdT32ZtPCxxptyIvZRv+cDHueEIPUemMtXeJcHUhK2zQ267vqJgq94kB/nGGvZhWnpDm4IZdPpaTtY/qqnvwE6TyiwddA5nYfekCgeoGCPSVmWlqeXYjFuGaOlNvNS/vwpKzRPYuTRPTbLaSNrS9QxzhrWJUsTc7msRbyxw8Mr3sddSQTqfC+846N+UTbg+Q09IrXZykjjkgiQAHxbUfdOEtdhl07I17+OOnQ0m1ZlqSSkRRbJZ1unzic19odzKbEeflfHjbPkQHsE2GpANwPuntAd9rYrNRzwm6h1PMf5YNLXVPUBusuQt9QCb/rLp5HF/HIWaG6N0TZdOUObKWS5GvaZmXwvcfs4k2S5ImCEhmQ5eXzjrAT5AW88LfR1pKmFowVOdg5U9kh0NiVsLaiwI034fuhGze27OCMrIlm4WZH3d7sD4g45dXTemrZrGaZNsGfPBDkQEyKytx/RyWOh5iS+vdhTinaGvkjSVo1aodQENhYubaezaxtYg4duh0BiMkeg6qUDx67qm3eAXzGEDaStFWI0isrCViwPHJLa47iqg+YxilbZaY2bLV5qZXaCKReIQCN1+csbWBQ3IBOi6MdecFI46y0EoBIQrHKQr3ude2WQrrcZGvv0xf/J7WnqpFGpVzp4ZXHvsR5YDbJdV2sqGxVlaCzaggO4Xf3x+oxEY9xtkjUqPVKalHEpRJWVSbFCyb431XUZbBxa+7FHpn0fnevSopVcwsoEgU2ykKQBlB14ezfFyh2i6vSxWBzjJ27mx+UEAhr5gAAugIGg0xe6T0MsklPKkjRvG5GTMR1oUqGW4YA7hpobHdjSLkmLYC7CpZJnMRLBmgcgPcEMGcJcGxtnRDY/WxNsStlmUIrneylSbjtXUXVrg9pgNdN3DTBHYe15lfJMwzLYDOlnAJlvyJ/RrrzbjbGU4pkncASQSOb2Izxki73BFnAuVNrHcMCrlAyNqppYVLDMJEDgEKBnifUsUCMCAW0BPHeLjEO1mXr4JMr5lYkiO6CwkaQXDhiQSzi4NgGtrg11CxxEko0ayP1hQ+ysg7eg1BzruNrCQ4X9rSlqigRha5eBz35svqHBHvwknYbFbZEccNa+WY5wJVCtEd4RhfMhbMAy5tw9o9ww27VpY6iGeHMo7RIHs5XI6wMc9rEuQbHh44Q4toFatS4WwmIJKi6ozWNjyALDlYDHQKWou2YjWZAzZd2ZAsdrE71Nje+vdhztbhyBtj7IMtG6yIwe5C6clDDx3nXjlA5YAbYHWUUM+94V6t7cVU5fHQWuecgwZoNmPDJJHHkuyMU1sQ6sWiJXfZ1JQ8Oxv3YswydYZI5S5imTOoYkkIxyyJrudCRlH1hyBw1LcFsJsyM0fXAkPHl1XTUE5SO4kN71xb23B1kUdSBrco24DVCAbDdogP62JOj0As8Extld4WPDVGyNrw+bDXxb6P07TRVFJf5wxq6W74xG48syN+qcaexC1T9my2vdldb3+jcrblmV7Hmcv1RjpWx3adJ430nVlkDWANiArZgBrlOovzGOcUxMsWYGzpZlBB01JGvDK5ItyXuwf6Jba+fhmdt5EcttOywya+FgfdhTVi7D0lLGJA7oGLAdhrMF9lSBf6pIJPKxxpPSRrtOICNAr0knZyLa6zR62tvs2/FDaUrRtI7AM1OxP34musinwZQfBBjWCRGq6OojkkcTRTr25CwUkRPYDctrEWHIYeltaJ1b7jW9NGAT1cf7A/piGWnjC+wgOm5QMS9Zpf34jK2AHLXGphbNqeBLA5Fv90Y3sh+iAbchjSmk7Pn+ONzawubD19cAWVE2n1wyw2Ug2u1wO7KSACTusbeeIaV+reU9q4QO1zc3jkub+Rx7JRxsgRt1rDhw3afDAafaTUpyyFZoWBjuSBKqsLEDXUC3G+4bsZTUsaNIVYW2g4DtYkdv8bfhi/HUlkFt9rm2/S1/xwsQTh1UxsXVu0HYWuCb3K7+YwxwMcoHdbGkXaJaoAdFWutRHewSpb1C/54tbcfI0RvcsxGu4kJJl8dWHuwP2dUdVVVq6lbq2neD66jEnSuVnpesUaxkOOehA/HCktqKTp2K1bUIaak11MiqfEyKPhgp0wDLQiTg88F/KjUfxEe7CxtcMuzqV9NZXfvGVowPL+uGD8p20I46GnhUm7KrroRf2QCQRwVT5kYlRtouTpCDtOsWoq1Kg2VUjueJRQCfDfhz2WF9ka2GuOe7ElCSBm4eeH+CQU9OWY3J7RPdcC1vMC2O+CpHJqbkW2YU6oki2tge/HPKja5zdj2Rux0+lqg8yE3CRoZXBU6rIVj0v3PocC/ywdF4ImhqIAEafOXQbiwZdQBuJzajdpjPU1lniVpaf02xR2DtLq3up77fH0+GOpdHukYchWYjVTrfQhlbjvGm7vxw5TY4MbIryrqb2A3+GKdTVMpqnaO17G2hl2jOrLrLDC6jgCrAEn3rqL7jhV6VsZZJ0JvJTyvJECPaik7ZW99Spuw+zccBiei2hnhiqrWeE2a28xNo492o5EY9/KZTlHWojB7NlkItYq1sjjuB08l5445wwlj5NdOeW5c6ATBKtVOi1EYYd9iRp5E4X9uSvTbWB35WJHK/XO/rdbYIUkojpqGrXfG8qE30y5yw+DYj/ACo0h65atL2vlbfvGo9c68rog44xhWTNmy5t+PqainkGi/KHI7gzpIn44OdOowQyC5YKKhF+uMrLKunNRfxtgH0xIk2dTTIdA8Que6OUfguvfgl0jfPEsis3XRI/VniWiTORbyHv44cVdEXRB0V/8VFEha51UZxnW6LM4NjropAtewudNcC66oKTFQEJAVhGdbBiQWU3DAdlQBfhjboLWq7RvD2QZpWyD+7VqeMAeAfMo37xi1t2qhiqcssfWXiWInTMGuxXKx3G+YHXhgap0WmX9nVsb1FXFd1mOWU9k5VLxJdkddbHskgjfm1N8TTFHYyuOtjgcSCVTqlojIxLKQGsYstmv9DACarEknVw5USWIKWY5eyi3fKTuzsHHLTTfhnqkVoXWCyTGnAiU2JGpyFbaMDcg9ym4xlJ7jFLaGxInAkgmUrlIPWAjS2mZ1BC7vaZVGp1wx7EmdYYzMuqtlL3DKVzKWIdSQdArf8ALbCNQ7YV0OdTG66h4OwwuBrl9jxGl7YLbB2v2g6yRSXBDsQYHO8jMlurZtw0Nzc40mpVuJDJ0q2fZWlW2enk60EnQo13sfBjIPu354E7U2vlqo7ZuqmVXhJa1pMpDxgnRQ6OuvB28SGWoqiSpZAUclWZzlFz2QLjsMpjN91+z33CRtbZCtHNAJArxnrIY30a6BwVzeyVZSVzX1bIdL4IeGDDNfszR5UW4ZUY20B6l1O7h2GZTyULgfTk0O0I5CSVzHLlF81lTs2G/NGwt3kHG/RDb+cMkt86i0yMNSN3WD7V75gOZOtxi50ypLUyMrEyQMrh+aiN8p77qhseJXvxae+LJe4uQRrHVTx3+bd3VTroHOaJu65EZ+67c8ajZjQTSCxyuRZtPpZ7Xtxuo7rqe7DB0g2V16RVUSqBMojcqLZWFwluGXrLLcjc6cFx70dqTLRyLItnpwQWuCcoCvHoDqyMq/q34g4ptMO3cvVFU0sVPOgs7i0inczJZH7rkZNDp22vxxV6OU6rUiDMQYWMkQB0eN0ZSRfjqAe9SeOmvRuYyRywgXJXro15sFKSL4MhIOB1WxdkjD5KmJs1NUHTONfmpNNCd2vHfvGIHVqjpQnBJXlr/r+mNKiQ6C2h36YBUPSLr4ustlmUFZojcFSDYm2/f/oWIxDJ0jDZSp7QvcEix1/+8bRdo5nGmH4ZguVdLksPOxP4Y0qKpgN1x3f0wIqJZHKuqNdTcEiw3HibDjzx41cwFneNT9+5/duPXDtBTLy16N7cg/asP3bepOB1c0L5I2jDIZEvp2bZrG9u7GkCxEaOCPFj6CPFxaSJhq0ndljkO7v6vGD140bfHJOwDDBLDXTRCywxytaxIIUi6i2U9ki3eLcLnDWu1UX6QvxFj/TFXaFCk0jTWmDva9ldRoABoYzwxRXZuVjddf8A1JGHpZb4iHUQSoctNt9wd+cENdOT7EkQ0sd6leFvjgq1TGYmS4VWBF2DCwItxt7hi2lER2xJRowFibMTp5640NLGY7q0LsNwWM6nh7S6ajfr4Yf/ACF4H8XsVek0CLFTROzXVFQqq6E52vqWFr5QCbHduwM/K3VK0lHGCLx0wvpuBYgC/E9g8Bh1/NrSt88iZwb5uqVwe0W0OXQ3Zjcjee/HtVsSKaQsRnIABzUkbtoLAZimg7rYUepjB/UVLStdzi1E4DA2vbW2OgUmWqWNWHZZ1zDuUgkG3PDUvRuBf/LMx7qaFR/8WLVMkMYBSmI3gfNxjfvtbKRjT/sYU6Rk9DlsE9L0TqKmVBZiwpkFtMsTySAAcLKRruvGMUenDGqShsB2pJUHPQxudeHZvg5WbUdgAdn5rDQNIoGoA4va3DFaXa9QCoWggGUkpmeK4LDKbXc2uNDbhjGOo+9GuOxz3pT0aBgp6mIduW6sq8SFLAgDUtYMD93u1VKOmd/Yjdt3sqTvPcNcdsXbdagt8lp1HC0sKgeum/A+q29WKBmlp0BJP+1k8fsnhjaGvNLt+pD00+Qb0W2bNGvbifI3AqRcHNoR7Q3HeOI54bNgUzzU4p6mJ8mQx5nSzWtYc7aW15xqTvwBbpHMoua6DwE8rfzYgbpbJILfLFccliZv5sRq6urqd0OGko9mGtkdGpYqaKB10jmJLcGGff5rrbxxL0o2b1kPVhgQ3YNivYBklbOMzC/aZGI0I6sWvuKr+epHBUrI6ngtOD6FTi1S10uUWoZzoL/NxqP4MZpS7sui/UUBbZApWkj65cpC51AGU2ADEcF577d+J6WVVjtJLCJFqI5gc4tbJEkq911DjXxwHrK2QsoNKyG2gMyA68cq2HvHHEySsmrtTj7LVbaeOW+Lt1uLFAronso0dVI6ywtD2lXtNmIbKQR2LHhoDe6+eLlbQ/LKmWwH6QyqSw3WfKPa4knQHS+L8e0om1z02a/CWok9wB0xpVzjNG9yR7LFYp7BW3G7sL2bLpcb8TKbbsqMUiSu2DDlilleV5FIusaDLexUAMwyKirpc6X1vc4Y5NoRiGJSFAZQokmY3YA5Ll4rLm1JGbJrutvCltSn6yNsscpIubrEFN7aHtyk3B18cFIdriGLJIfmGBVJVIumYBvnFtbkc1vLecJOTiga3shqqFKiVpGWFCdLxSBSbC3aD3zcdbE953YE0/Qe7OFUncbfKozrwAV4E11GhbXGf2hVWyglrXPZqDrYX0AUeenPG9K7VMhZlOQjQmMNbUjKW0utmB1uL78VGU0NxXBdpdnrD1iXtGSdGVgVPC2TNcA7gwFuyeYO+0qU1DXge4BBKprla2/KrHLxG7drvY2q7QkmQ5WqUW40UlENu4BSeHPhi1s6mkbVmjcczNOvDfdUAw75JoHbX6OyvIJFVxLoVZE1FwMysuYHLfVb2Kjs6gCxqNm6l4aiMFHS1mKZkOYN2cz2KX1yki2trbzrUiJP0iUrd7SySeXaOBb7epkbsU9Ox5rToB72zE4HNsMQjsDbUNNTPS1E8YvcB1dWtcaHfvF926yW+lip0djUzvKpLRzC7CJWZA12DAMBbIQeJBAZhe+KdT0onc2RUjXuVFPwxW+VySi7VHkDu82IAw8kPBhrZ2zPk0sUgkjCxOCM73YruIIRTqRv777uG21aqhLFrs9mJsoAuCTcMWzXBBIvYHzAIDxbPU8BIftVcaj3KxPriX5LKPYipF78yOfIsx+GFdhVcmy7WhMwkhpC0wsM/WOzdncSBYEjdcqTbTdpgilXXFexEkC77tkiHqQfTFWCKsbSzOvJZwqjyjKfHF5NhVLgDqoIz9YgM583mY4HJixiC56aaQ9uqhZhvCvI7D9iMj1xkHR4Nrnmfwp7D3vKD6YYer2hEmX5QbDkB7rg3xVaGuYX62U//wCgD0vpg+phaKclbXk9uZxb/d0c7+mVcQmqq/8Af7Qb7tC6fxMdcN5q41OX5SljxDtb0fT/ACx518Vv9oRv+af+7iM14/YMROeGY3I/OjdnjCV14/3ZxSmoaxhpDtFkNuydAfeo1w/yNmHZnjNucp3f/mxstPIdBJH5Mx/6+LjP0S4ilsnZEy5b0NQl7g5mYDcMpzK/E3Bsum/XBOOknSoQrBKtjYjrUYEa6huvJPhkGDctDMB7SHXW7SLb/wB04hbZEpO+Mjj89Pr7jhN+hpLyVNpx10kYCpGrhluJCVFshB9m5uCB3WOBR2FtJjrNTp4Hd+6uGJejIPtHxtJUG3/uDGf2ahG/Ucy9T8M5xF+iqQITY+0SADXxKOQRD/1Bjx+js7D5yuU+HVr+D/HBmPYkJGi3HO9QfiTjZOisTf3akd4fXzIwZhigG2wo0HbrLjeQ1VYctywC3DFKfZlEd89P4moqGPuUqMNi9D4OFPB+sP6pjWXoeq+xBAPAR/zR4FIewj/m2gXfWUl/tQO/q0oOJUFIB2doUK+FAL//ADYcPzG670ygcjCB6RXxEaSdd0ygf8QE2/VgOH8qCvYvxwxn2NrQrp9GkUfz48ekJOX87X8AEH8DfHDIIj9KofwUSH4QjHjUkY1aokA+11i28mKnEfI3/P8ARSQuf2dL6fnDNw/Sv/Kq4kXoOCNaqN/FZm+Mx+GDFR8kWxesNvvSG/ukwNk6QUCm3XO3eFk/nlv6YpOb7D2Ik6CRanPHfug+N4mwSpeiir7L28Oz/DAuBNR0wgBtDEZj36/ujFb8+VjG6UVhzMVvVgBgbmAzjo6v0py3/Mn/AAlH4Y8bo3AQQWjIPHq5SR4Fpj8MLLVO05Ra8EV//UiU+jE40/M1bI1paoC/BCWHkcwGCnyxUM1R0YpCgVpEQi15FgRXNt5zFtL8cUtrJs2y56ksygAkW7QGbeEFie0d1sUKXoSrHtvUScNLKPfkb44uJ0PpUJzQZu953/ADAq9i9i5BXbNga6KzkezlUg+/Pi2elyEFYqRjf6xZh7icFJujFCN8Ua+FXN/itiE9Gdn/AGPD5VIf58W8fYrRSjnrpT81HT04IsSGiU/HNiKbo/Uym09ZH3gTBviRg1B0V2ed0SP4Suf5ji8nR6kA7MeT9iw83QnCzoa+wAHRmGNV+c6w31D1ESqBxtl1B9+CkNFRodYYj96pU+l/wxcl2XAgN3t4pTn/AKGBzVVFCtjkc8AViH8KA+hwXe4OwnS1tNGexDQr4tr6R4IDaSbwtJuvpnJ48o9d2FJdqlrmnpnPfDE3f9IKSeGmg03YHTVtUAxemlU7wWSQDTh7I1t362wfVwCjHkeqnbAQb4R92Nv5iMD26UOgIHVsTubqt3jY6e/HO22rNIbEsPuqL+p0xf2VUvEwdqWWZwDlZrkXP2bEee/XDxfLHS8DXH0zYtYzWUcBf3dgHEcm2A+pnqW7gH9MtPf1wPHSeq3LQTA/dIHuCA4uUW1toSmwgCczI7j0tf0w6ozaNRBC+oSpc/ahq2/hkUYtUyxRnswyA2sSaGU/xsxxaGz6uQXJp1PcCxP7QU4jl2TVrxVvu0qn16zCGkhfHQamUf7XKD3MP+0ca/2Oh4Vsn7Q/7eBJWD6NUx8ice5oBp8rkHgtx/FiWtTz+hpUUHH6GRKAz1b24XkTXdwEZxH/AGRhO6r/AHgf+jgHO8BAArToNxiOnmGvivGhJtHVRkD/AIg9FQ4MJfxAqGb+xkWp+VG/O6/9oY3j6Hpwqj6f4cLkGzpmPtgjmpk+DIMSvs+oGgjduOjC+/kcLB8v9isRlHRVRvqpLdxW3uuMTLsJRoK2dRyDR/ix9MKqUcx3xTj9ZPxbEqbFlb6E58Mv+LBT8ixGJ+j8V7/LZf2l/C+mPDsiDjX1Hk6/imA0fRxie1FVfsj4gHBCj6G598VTfvsv8QGDB+f0HsXlo6VAb11QeRDJce7TztjVqikXftGt85F/wEYmToFHb9HMvjKn4D8MWl/J1T8WkHjKP6fhgS8mcmipDtWiW2aqq20OhlQ+/KB6HF9ekNJuSRxYXJLDh3sGJx7/APx3R/XkH64/pjWToNQL/eSk/fX/AAYpxTEmlyUanpDTuLNUVFuQcf4LWxV67Z7Dtdc3jLb+G2DdP0V2cpA6uRz9qVhfyW3vwE29sqlRz1KJlHDO5F92+/diHFR5NYyUnSKTLsy9zTu33ppPwfFiPaey03UUZ72Zm/jviGg+TqQZI07h2Df9tDg9BWql8kMIHedfcigYPyxtV3IqPpfTJpFTonLItv4bXxbTpK7nSmkPIiOX443HSqZdwgA5Akfhjx+mcw3CM+DEYWF+SL8FmOtqG3Ucv6yuB+9iVYKlv/IjzdPxfACbphVEi8iJztr8dcaS9KZyP9oI71Rbf188NQS8kvfwNibKltrTQKeTEH0ucaHZYPtR0C9zKPQdXhMXpFJxqpb87r8CPxxH+fZL3+UyHxCn8LYeKFXsexsNRuFGDxAjXv45OeN4tlxL22MGb6wpwfK9/gBhB/P03++kJ78tv4cSrt6Xj2r79Br6YGkI6CZ4dfnUJHDqctvj8MafLqdTYyGx7gAd/wBnHOmq3O6I+QI+GI5OsbUQt5hj8cCivRVfc6elRSkZgb+It/IL48NZT2B6ot4A/EgDHOqWmq29imY94jOLQo64DSndfTDxJOgttanFgWUcQCW/+sQptunBsD4WufwxzwwVd/Yse9lFvXFeeWoXe6jwdfwOBRFR04bchtp/AdfeRfG528g931behxyF6qTjNGPGVf643gV5bhamJu5WdiP2EOLxYqQ+bc6UA9kC1yBmzEHfyI3e/S/PFZNsoTq9jpvtyG/UX8MJ0fRmWXVWjYg8RIP4kXFqh6BzgkvWBAd9lv8AE/HBKKfJUXiNqbasdSTbuQfC+MTb8NtW97sP4VIwMpOhdKgDSSSzHvbL7lTX1wVglgi0ipEt9ZgLnxzXOJw9g52c/i/J9INYqkH7TQlfTO2LCfk/lNi1UAeI6hL+8y/hjSXayntGdiBwMh/DFeTay2GoI3jM2n43GKyk9ygovQpFN2qj5mMHu0MZwTGyoV0NWbcs6/yIuF0bSjtpY9yg23m3sjv9MaiovosbnwDn4nE7vv8AsNSGY0NGCM0sjEnfmY/5YtxQ0Sf3TNbu1v4WwoiGdv7mYj/hOR6C2LSUdS26Cf8A/G4A/cwqSByfA2DacHCO1uB/pe2PD0lQeyFtytu+N8Kh2PVMf0Ug8b/5Y1k2BVlgvVNlJALdgfF7nBUeCe4z1XSdiLge8i/lewwLTpJK19Rbd2nJ9LW92KSdEZb37em8Bor3/bPri1/Yypzg5FMduMi5r25g2Fu698PYNjZekDcWXwVT3f63YyTpGRxbyB/HFpejTrr1EX68rn0XEg6OVB7Sw0QF99mYn3r64WQUgO3SSxtYm/Em2IG29I25L+ZPpfDMOj1WB2npkH2VI/6WJ4dhzH+/hP6hPqbDBmGMfIrQbWl0slj4f54pbUoqype46tFtclpVVTaw53v4DD03RZ95nhA7qf8A/ZiT+ymgvVnTgIlFvU4q34C4rkRKfo/Ig7dTTp3I7MR+6cTrsdL9uuAHdExv8MO0XRZRvqZCD3Rj8Mbp0YhX/wAzKT3FfwX8cS8h5xYlHZFN/wD2ZD4Llv4DUn34nh2VSEamdu4sfiEw6J0dp/pTy+Af+gxqejdFY3km149YefO2FUgc4ip8gpAOzBITyzStw47sZHTQgf7MR5P/AFNvMYZz0coSD+kY/wDGk19zDAnanQyh3rEd+5qiTXXvc2wU+QU0Bpp6eM6pEp3Wst7eB/pilP0jhU9hQe4QL8SFwaXoJQi16YsvHLPIPi2Jx0L2ap/2cjXcaiTz1DYtKIOQt1XTZVXsob7rlVW/uBtgY3TCf6I072JHoww9rsLZXCmHnPK1v3vxx6di7LF80EX/ALhP70hxawIbkc4bpXUk71A7hf1dmxXm2/OzayOD42HuUYfqig2cCStOnLUXHmMp+OI46qGPsx08aWO5VC6jvFsVa4QfUKFNtSrkNleax4qWI09+J02PWyG3zzX5g/E4ZazbzKDlt5gYZdnbXVYgZStyLkJpa/AgcRgcmkS0xHg6BVJ1klSPuNyfwX97BGm6BwjWWaV+NlMaA/vOfUYJT7fiVyUAF+Z/zxGelCjkfDXGT1Wuw1pvkvUGwaKIApRq3IyM0hv4N2fdgidpOi2WJVXllCj3XI9MKVR0qJOmmKjdIjru136YSlORXxxQ1ttA/VQX7zb0sMRttG31Bw3fib4SpekTndpgbVbTka3aI/1440UXyKh9qdssDoTbwP4WwNm6SEaZh7/64R6mtY6XBF+O/FZpB340SSJas6/WdIVKtmK6bgALCw8NcC/7URbiDpuOcADwBv8AhgdD0ZD6rUC1/opoP3z64ii6J0531MngFX1ucc70rNVNILnpYNCruoB1Ak0/d8uONx0vIOYOx8XJ918Cf7PUkepeVrcCVH4Y3hgo72ySG3/q93dbDWkD1E+QyvTm4PaN+RufiTbGi9MgV1e5PEKBb3rrgJO9ICQIT5zSf1xV+U04OkQ0+tJIQfIth/EmTkg7L0nzixdxpvBGvlbGp6UjcsjEDeNxP7Nv9WxS2PUwXYtFHpwKggEgnjc2/pjV6+BCf/Dwb9bxi/HUXGF8fAOReXpMqk5WYc740l6VvuRn05f6tivHtyJblVQAcQoA9BiNukhO4LpqADvHnjT4yMi+vSWV27cbnTir/wCQxOduzaBYmFudh6ki2F99uHkt+eniMVI9ta6nfyIw/iQmxw/PNQxN0W3JnT4574jO15y1s0fcub+inCs20VIJub30GY/hivHX34/H/W/AoDQ7fLpctzLGP1mP8uNRWk76lb8gLn1YYTpdrRLYEAnjYXsOffjVtsrvUcRwG7DxChz/ADqF7JeQ94At4XN8W4doqRr1hPiR7gAAcc5fa92+nf727Hq7Ubf2fNifXBigr0dGfaEQ3Br31uPPfcY9i2xGdSOO4m1sc1fajW0AB7hjV9psfpaW/wBD34MUUo2dAr9voCMoW17am/diD+0mntLv3D+lsc/krAysCxB7hcHx1GKTT7jfXDxQVR0Zukl9zKOWmKtRt/nILcba+l8ILVA4kWxgqM3sgnw1wYoY0SdIkW983+vPGr7cubqbacvxwv02z53PYgmb7sbH4DFiLo9WMOzTyeYA+JGBqIZF2TabtfKxPn/liKorGUXuNd9mvv3Yry7DnX2yifekUfAnFZqVRo08X6pZvgMLKIWwgdqtYAgFeIsPiNfXG56RZuyWy8L8NBpfecCRGhNlLvb6sf8AU4kTZpY2C2POR1X00w9nwLtuTtUknffGhc88bjZi7nqY17kNz+HxxrNsykt2awk2+oDr+1fE4ovM3WF2HHEsezmO9lXxJ/AHFCPYbNrEZnvyp3+IJxMnRyr4JJ4bjbwJvh4+xZhaPY6fSnA8Fv8AFhiCppqVN9X5CIsfcH/HGy9BdoMBmjsD9eQAehONZOgVcv8AcgjukT8WGIuK7sQOnqIR7EjN3mIL/OTiqK4c/dbBWHoNXOcvUFObM65R5gnDNsz8lAteec5uUa6Dzbf7hhy1NKPdid2JsW1mANtL42k2s4O8+mMxmNyKIl20x3+mMTaZ5nXf5eWMxmEWkepV63O/v1/piOSXMTqfDGYzEOTKpFzZ+0GRWUk6+o3HwtivVylt50vf4f68sZjMC7lSSorqxOl9OWJkFt/DGYzCcmJRRIUPd/ryxEAQbAev+eMxmEpMbii/BsidrWiuD9pf8WJ5NjTKuZkAXnmHwBvjMZjGU3YkgfKyqbFh4gE/EDEDSDgfT/PGYzG0N+4M1Lj/AEP88FNkdHqqqANPT9YOeeNfH2mBx7jMOSoltjFQ/kzrW1mVYxyVlZvdmAHvOLNX+TSRQCrM5O8BEFvMzD4Y8xmMm2JSdlUfk9qFuWiFvtFP5ZMajofOliKWFvEIfi+PcZjJSdll+h2VtCFsyUUXkIPxkwxU22NqgALQjXk8I/6uMxmHipdwvYrVWzNpzyZpKO6gDXrYgSddRaS44e4Ykj2bVgWRY4+eZ8xPdoLeuMxmJm3GqEty9Fsupk9t4rX3ZScXZtgQtpJFEbb/AJvw438ffjMZjL5Z3VjxRRfovSHTqFI5ZF9CdfXA6forQA9ql9zb/GzY9xmG5Tr+plKKXB6NlUiG60EZPC6ofVmOPUqWT2KNR93qwPIBtMZjMFWt2wv0Vq3atXlKrSg30sXS38WKNNsXaUzCTLDAvAM2a3gFv8RjMZhOXxq0ZzSuxtj2C5/S1DtzVQFX8T64lpmgUAhSDe121PvucZjMYpXuyoq+5QqNsRdZ2sxA1W2i+6+vuxUrelSBrKpPG5/pjMZjojpxstpI/9k=Kebutuhan terhadap fiber glass setiap tahun kian meningkat. Subtitusi baja dan kayu itu membuat bahan komposit tersebut laris manis di kalangan industri. Sayangnya, fiber glass merupakan material komposit yang tidak ramah lingkungan.

Untuk itu, Peneliti Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Siti Nikmati pun mencetuskan fiber glass dengan bahan baku ramah lingkungan. Tidak lagi menggunakan minyak bumi, fiber glass besutan Siti menggunakan limbah kulit rotan.

“Masyarakat kini sedang mencari alternatif bahan komposit selain dari fiber glass. Diakui komposit filler fiber glass mempunyai berbagai keunggulan dan keistimewaan yang dapat menggantikan bahan logam, baja dan kayu. Karena keunggulannya ini, kebutuhan fiber glass tiap tahun terus meningkat dan bisa mencapai ratusan juta ton,” tutur Siti, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Senin (22/7/2013).

Namun, lanjutnya, sifat fiber glass yang sintetis, tidak bisa didaur ulang dan berbahan dasar minyak bumi, merugikan alam yang berdampak pada global warming. Dalam jangka panjang pemakaian fiber glass secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan manusia.

"Oleh karena itu, perlu ada terobosan berupa serat alam sebagai filler biokomposit yang berasal dari bahan-bahan alami seperti tumbuhan dan hewan. Khusus untuk tumbuhan, serat alam dapat ditemukan pada tanaman pertanian, perkebunan, dan hutan alami," jelasnya.

Menurut Siti, salah satu serat alam yang sangat potensial bisa menggantikan fungsi fiber glass pada komposit adalah selulosa kulit rotan. Apalagi mengingat ketersediaan bahan baku tersebut melimpah di Indonesia berdasarkan klaim Kementerian Perindustrian bahwa Indonesia adalah negara penghasil rotan terbesar di dunia.

Dia menyebut, hasil utama rotan adalah batang yang telah dihilangkan duri, kulit, dan pelepah daunnya. Setiap panen limbah kulit rotan mencapai 28,5-40 persen. Sementara kulit rotan menjadi limbah yang dapat dijadikan produk substitusi inovatif bernilai jual tinggi.

“Bayangkan bila produksi rotan 300 ribu ton maka limbah kulitnya bisa mencapai sekira 150 ribu ton. Ini peluang yang sangat besar,” papar Siti.

Bersama peneliti lain, yakni Y Aris Purwanto, Tineke Mandang, Akhirudin Maddu, dan tim dari PTBIN-BATAN Puspiptek Serpong Setyo Purwanto, Siti melakukan serangkaian penelitian tentang “Karakterisasi Selulosa Kulit Rotan Sebagai Material Pengganti Fiber Glass pada Komposit’.

Untuk menghasilkan fiber glass dari limbah kulit rotan diperlukan beberapa tahapan. Kulit rotan yang sudah dibersihkan dan ditimbang, selanjutnya direbus lalu dikeringkan. Kulit rotan dimasukkan ke kontainer yang didalamnya sudah diberi media padat, lalu ditaburkan kapang Aspergillus niger secara merata.

Hasilnya, ekstraksi selulosa dengan metode fermentasi Aspergillus niger dapat membentuk enzim yang dapat menghancurkan jaringan tanaman nonselulosa dan dapat memisahkan bahan penyusun serat dari sejumlah jaringan. “Hasil pengujian juga menunjukkan fiber kulit rotan cukup baik untuk menggantikan fiber glass sebagai filler pada biokomposit,” tandasnya.


  ● Okezone 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More