blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Aplikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aplikasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Agustus 2026

Aplikasi MonMang Karya BRIN Digunakan di 27 Negara

  🖥 Dikembangkan Menuju Standar Pemantauan Mangrove Global Aplikasi MonMang Karya BRIN Digunakan di 27 Negara (BRIN)

Aplikasi MonMang (Monitoring Mangrove) yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperluas jangkauan pemanfaatannya sebagai instrumen pemantauan ekosistem berbasis data. Hingga kini, aplikasi tersebut telah digunakan di 27 negara dan terpasang pada lebih dari 1.500 perangkat seluler. Untuk menjawab kebutuhan pengguna yang semakin luas, BRIN bersama Blue Ventures Indonesia mengembangkan MonMang versi 3.0 agar semakin adaptif terhadap pengelolaan mangrove di tingkat global.

Pengembangan tersebut menjadi fokus dalam Workshop Pengembangan dan Standardisasi Kolaboratif Aplikasi MonMang 3.0 untuk Pengelolaan Mangrove dan Perikanan Berbasis Masyarakat Tingkat Global yang diselenggarakan di BRIN Thamrin, Jakarta, Kamis (30/7).

Kepala Pusat Riset Sistem Biota BRIN, Decky Indrawan Junaedi, mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengelolaan mangrove dunia. Sebagai salah satu global mangrove hotspot, Indonesia membutuhkan sistem pemantauan yang mampu menghasilkan data akurat untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti.

"Monitoring mangrove ini sangat membutuhkan evidence-based policy making. Data yang reliable dan akurat sangat kita butuhkan untuk pengelolaan berkelanjutan, restorasi, hingga diplomasi lingkungan Indonesia di tingkat global," ujar Decky.

Menurutnya, MonMang dikembangkan sejak 2019 sebagai inovasi digital yang menghubungkan kebutuhan penelitian dengan partisipasi masyarakat. Melalui aplikasi berbasis perangkat bergerak tersebut, pengguna dapat mengumpulkan, mencatat, dan mengolah data kondisi mangrove secara lebih cepat sehingga menghasilkan informasi mengenai kesehatan ekosistem sekaligus membantu menentukan kawasan yang berpotensi direstorasi.

Decky menjelaskan bahwa MonMang juga mengadopsi pendekatan citizen scientist, sehingga masyarakat dapat terlibat langsung dalam pengumpulan data ilmiah di lapangan.

"MonMang adalah wujud inovasi teknologi digital berbasis mobile application untuk memfasilitasi citizen scientist di era gadget. Kami di BRIN sangat terbuka untuk berkolaborasi guna meningkatkan kualitas data serta memperluas cakupan pemantauan mangrove di Indonesia," katanya.

Pemanfaatan MonMang tidak lagi terbatas di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra nasional dan internasional, aplikasi ini telah digunakan di 27 negara. Bahkan, peneliti BRIN pernah diundang ke Fiji untuk memberikan pelatihan kepada pengguna aplikasi tersebut.

Koordinator Kegiatan Kolaborasi Riset BRIN–Blue Ventures Indonesia, Udhi Eko Hernawan, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan BRIN mampu menjawab kebutuhan pemantauan ekosistem mangrove di berbagai kawasan dunia.

"MonMang ini sudah dikenal di berbagai negara, bahkan peneliti kita pernah diundang ke Fiji untuk melatih pengguna di sana. Melalui kolaborasi ini, kita ingin aplikasi karya anak bangsa ini juga makin dioptimalkan oleh kementerian dan lembaga di dalam negeri," ujar Udhi.

Di Indonesia, aplikasi tersebut telah dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan kawasan mangrove berbasis masyarakat. Perwakilan Blue Ventures Indonesia, Miftahul Khausar, menjelaskan bahwa mitra lokal menggunakan MonMang untuk memantau kawasan mangrove seluas 2.523 hektare di Desa Sinaka, Mentawai, Sumatra Barat, serta 273 hektare di Sahari, Maluku.

Hasil pemantauan menunjukkan kondisi mangrove berada pada kategori sangat baik hingga sedang, dan informasi tersebut dimanfaatkan sebagai salah satu dasar pengelolaan perikanan berbasis masyarakat.

"Melalui penggunaan MonMang, mitra kami di Mentawai dan Maluku dapat mengidentifikasi ribuan hektare mangrove dalam kategori sangat baik hingga sedang. Data ini langsung dimanfaatkan masyarakat sebagai dasar pengelolaan perikanan berbasis komunitas," jelas Miftahul.

Untuk meningkatkan pemanfaatannya, BRIN kini mengembangkan MonMang 3.0 dengan menghimpun masukan langsung dari pengguna. Pengembangan difokuskan pada penyempurnaan fitur pemetaan, identifikasi jenis mangrove, pengelolaan data lapangan, serta perluasan pilihan bahasa.

Menurut Udhi, selain mendukung Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, MonMang 3.0 juga diarahkan agar mendukung Bahasa Prancis dan berpotensi mengakomodasi berbagai bahasa lokal sesuai kebutuhan pengguna.

"Dunia digital bergerak sangat cepat. Untuk MonMang 3.0, kita butuh masukan dari para pengguna di lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas, mulai dari memperluas fitur pemetaan, identifikasi jenis, hingga penambahan bahasa seperti Bahasa Prancis dan bahasa lokal," tutur Udhi.

Melalui pengembangan tersebut, BRIN berharap MonMang semakin memperkuat posisinya sebagai platform pemantauan mangrove berbasis data yang mendukung kerja peneliti sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam pengumpulan data ilmiah. Kolaborasi lintas lembaga, komunitas, dan negara diharapkan semakin memperkuat pemanfaatan hasil riset Indonesia untuk mendukung pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan. (bel,rh/ed:pur)

  👷 BRIN  

Rabu, 09 Oktober 2024

Menkominfo Resmi Blokir Aplikasi Temu

https://cdn.rri.co.id/berita/Pusat_Pemberitaan/o/1720326450196-temu_2/4teh66qqxggcrzf.jpegIlustrasi aplikasi TEMU (Istimewa) 📵

M
enteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan Kementerian Kominfo memblokir aplikasi Temu karena tidak terdaftar sebagai penyelenggara sistem elektronik (PSE) di Indonesia. Aplikasi tersebut sempat viral karena dinilai dapat merugikan UMKM.

"Kami men-take down Temu sebagai respons cepat keresahan masyarakat, terutama para pelaku UMKM. Apalagi Temu tidak terdaftar sebagai PSE," kata Menkominfo Budi Arie Setiadi, berdasarkan keterangan tertulisnya, Rabu, (9/10/2024).

Pemblokiran itu dilakukan demi melindungi para pelaku UMKM dalam negeri dari serbuan produk asing. Saat ini produk asing mengancam produk UMKM, baik melalui penjualan daring maupun luring.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki melayangkan surat terkait perlindungan produk UMKM terhadap model bisnis yang diterapkan marketplace luar negeri, yakni Temu. Sebab, marketplace asing tersebut dapat menjual langsung produk asing dari pabriknya ke konsumen sehingga mengancam UMKM lokal.

"Produk UMKM lokal perlu mendapat perlindungan pemerintah dari marketplace asing yang menjual produk asing langsung dari pabriknya sehingga harganya sangat murah. Ini persaingan yang tidak sehat dan mengancam keberlangsungan bisnis pelaku UMKM lokal," ujar Budi Arie.

Berdasarkan pengalaman di sejumlah negara, aplikasi asal China itu merugikan pelaku UMKM lokal dan para konsumen. Kualitas produk yang dijual Temu juga tidak memenuhi standar mutu sehingga merugikan konsumen atau pembeli.

Pada 2023, Google sempat menangguhkan PINDUODUO, induk aplikasi Temu, karena diduga disusupi mallware yang bisa mengamati aktivitas pengguna aplikasi.

Oleh sebab itu, Kominfo memblokir aplikasi Temu untuk melindungi masyarakat dan pelaku UMKM.

"Kami melakukan pemblokiran Temu, baik di AppStore maupun PlayStore, demi melindungi masyarakat, baik konsumen maupun pelaku UMKM," kata Budi Arie. (yld/dhn)

  📴 detik  

Rabu, 11 September 2024

Pushidrosal Luncurkan Aplikasi HidroSDB35 di HUT ke-79 TNI AL

 Tingkatkan Pemetaan Batimetri Berbasis Satelit 
https://maritimindonesia.co/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240911-WA0003-1536x1536.jpgHidroSDB35 (dispenal) 💻

P
emetaan cepat yang merupakan salah satu implementasi rapid environment assessment dapat menyajikan data lingkungan secara instant yang sangat dibutuhkan dalam operasi operasi khusus dan kedaruratan seperti operasi pendaratan amfibi, Operasi bantuan kebencanaan, operasi evakuasi daerah terisolir, keselamatan pelayaran dan berbagai hal lainnya.

Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Militer dan Hidrografi Nasional memainkan peran penting dalam pengumpulan data kedalaman perairan untuk melakukan pemetaan dasar laut untuk berbagai keperluan.

Sejalan dengan itu, tepat pada peringatan Hari Jadi ke-79 TNI Angkatan Laut tanggal 10 September 2024, Pushidrosal mempersembahkan HidroSDB35. Aplikasi HidroSDB35 diluncurkan pada peringatan Puncak HUT ke-79 TNI AL yang digelar KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 yang berlayar di Teluk Jakarta Selasa (10/9).

Peluncuran secara langsung dipimpin oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto S.E., M.Si. yang didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M. Tr.Opsla dan Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M.

HidroSDB35 merupakan Aplikasi SDB (Satellite Derived Bathymetry) produksi pushidrosal yang dikembangkan oleh Personel pushidrosal bersama dengan tenaga ahli anak bangsa, yang diberi nama 35 karena dibangun dan di validasi di tiga perairan yang memiliki karakteristik berbeda yang mewakili perairan Indonesia Barat, Tengah, dan Timur, selama kurun waktu 5 bulan,” kata Danpushidrosal Laksamana Budi Purwanto.

Lebih jauh disampaikan, data yang di butuhkan didapat dari data citra satelit, foto udara, video udara baik dari pesawat udara berawak maupun tanpa awak yang kemudian dikonversi menjadi peta batimetri. Fitur utama dari aplikasi ini berupa pengunduhan data otomatis, koreksi citra satelit, dan prediksi kedalaman berdasarkan penggambaran optik yang secara signifikan meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengolahan data batimetri.

HidroSDB35 bisa memproses semua citra satelit (baik citra komersial maupun non komersial) dengan baik dengan ketelitian 1-2 meter,” tambah Danpushidrosal.

Dikatakan juga, software ini dikembangkan dengan metode deep learning dengan algoritma yang dikembangkan dan akan selalu diupdate untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi survei dan pemetaan. HidroSDB35 akan tersedia secara komersial untuk pemetaan pantai dan pesisir, identifikasi terumbu karang, padang lamun, bahaya navigasi, serta kepentingan lainnya.

HidroSDB35 diharapkan menjadi aplikasi yang mampu mendukung berbagai macam aktivitas operasi hidrografi di antaranya operasi militer, keselamatan pelayaran, dan penelitian ilmiah.” pungkas Danpushidrosal. (ire djafar)

  📡 Maritim Indonesia  

Sabtu, 18 November 2023

Game Buatan RI Mendunia

 Masuk Ajang Bergengsi Internasional 
https://akcdn.detik.net.id/visual/2023/11/16/a-space-for-the-unbound-3_169.png?w=715&q=90A Space for the Unbound. (Tangkapan Layar Youtube PlayStation)

G
ame buatan developer Indonesia berjudul 'A Space for the Unbound', masuk salah satu nominasi ajang penghargaan game terbesar, yakni The Game Awards 2023.

Space for the Unbound masuk dalam kategori Games for Impact, bersama dengan lima judul lainnya.

A Space for the Unbound akan bersaing dengan Chants of Sennaar, Goodbye Volcano High, TCHIA, Terra Nil, dan Venba.

Mengutip situs resmi Game Award 2023, game yang masuk dalam kategori Games for Impact, dinilai mempunyai dampak untuk permainan yang menggugah pikiran dengan makna atau pesan pro-sosial.

Game ini dirilis 19 Januari 2023 dengan developer Mojiken dan publisher Toge Productions.

A Space For The Unbound merupakan game petualangan slice-of-life yang bercerita tentang mengatasi kecemasan, depresi, dan hubungan antara seorang laki-laki dan perempuan yang memiliki kekuatan supernatural.

Sepasang kekasih bernama Atma dan Raya mengalami petualangan ajaib yang berlatar pada akhir masa sekolah mereka, dan akhir dunia.

Kekuatan supernatural misterius tiba-tiba muncul dan mengancam keberadaan mereka. Pemain akan harus menjelajahi dan menyelidiki kota untuk mengungkap rahasia tersembunyi, menghadapi akhir dunia, dan akan belajar lebih banyak tentang satu sama lain.

Terletak di kota kecil yang terinspirasi oleh pedesaan Indonesia era tahun 90an, A Space for The Unbound menyajikan pengalaman berbasis cerita dengan lingkungan dinamis yang bisa dijelajahi. (fab/fab)

  🖥 CNBC  

Senin, 25 September 2023

Dankodiklatal Resmikan Penggunaan Tactical Training System

 Tingkatkan Kemampuan Prajurit TNI ALhttps://peloporwiratama.co.id/wp-content/uploads/2023/09/WhatsApp-Image-2023-09-19-at-17.20.41-1536x1023.jpeg(Dispenal)

Guna meningkatkan kemampuan prajurit TNI Angkatan Laut dalam menghadapi era 5.0, Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Dankodiklatal) Letjen TNI Marinir Suhartono meresmikan penggunaan sarana Tactical Training System (TTS) di Kodikmar Gunung Sari, Surabaya. Selasa, (19/09/2023).

Tactical Training System adalah suatu aplikasi untuk men-simulasikan strategi pasukan dalam berbagai skenario pertempuran. Aplikasi ini menggambarkan berbagai terrain (Peta/Daerah pertempuran) dan asset seperti pasukan & perlengkapannya, alutsista/matpur yang dibentuk menyerupai bentuk aslinya.

Aplikasi ini pada dasarnya merupakan suatu alat yang digunakan dalam memberikan pelajaran maupun mengkonsep skenario suatu strategi dalam pertempuran. Di dalamnya terdapat tiga mode yaitu monitoring, exercise dan editor.

Pertama adalah monitoring yang berfungsi untuk menampilkan layar yg sama dari instruktur ke siswa, sehingga instruktur dapat menjelaskan secara detail dan terperinci terhadap siswa yang ada di kelas. Sedangkan exercise berfungsi untuk latihan bersama di satu skenario, dan masing-masing siswa memiliki tugas yang berbeda. Sementara itu, editor berfungsi bagi siswa menyusun strategi dan melaksanakan simulasi perang secara keseluruhan tanpa menggunakan multi-player.

https://www.klikwarta.com/sites/default/files/styles/photo_medium/public/article/2023/tni%20al_9.jpg?itok=UgKtLijLDalam kesempatan tersebut, Dankodiklatal didampingi Wadan Kodiklatal Laksda TNI Supardi, Dankodikmar Brigjen TNI Marinir Samson Sitohang dan Ibu Yulia dari mitra, meresmikan Tactical Training System yang ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dilanjutkan dengan pemotongan pita dan pembukaan Tirai Gedung TTS, serta peninjauan sarana TTS Kodikmar.

Dankodiklatal dalam sambutannya menyampaikan bahwa mudah-mudahan apa yang sudah dibangun ini bisa memberikan dampak positif dalam proses belajar mengajar di jajaran Kodikmar, mungkin suatu saat juga bisa dimanfaatkan oleh Kodik lainnya, atau Kopaska apabila membutuhkan latihan menggunakan TTS untuk sarana latihan juga dipersilahkan. Namun demikian kita ketahui bahwa TTS ini merupakan kali pertama jadi harus banyak di update programnya dan membutuhkan pendamping dari mitra, sehingga para pengawaknya yang merupakan anggota Kodikmar dapat menggunakan alat tersebut dengan mudah.

Komunikasikan dengan baik dengan mitra apabila ada keluhan yang dihadapi selama menggunakan sarana TTS yang penggunaanya dapat mensimulasikan taktik-taktik satuan tempur. Selain itu saya menghimbau agar alat ini dipelihara dengan baik, karena ini merupakan bagian dari 10 komponen pendidikan yang memang harus ada di lembaga pendidikan,”pesan Dankodiklatal kepada Dankodikmar dan prajuritnya.

Selain itu, Dankodiklatal mengungkapkan seperti sebelumnya di Kodikopsla juga memiliki simulator-simulator yang sudah di bangun, tentunya harus di update dengan perkembangan teknologi kekinian dimana KRI semakin hari teknologinya semakin berkembang, begitupula dengan sistem senjata yang dimiliki TNI AL. Kedepan perlu kita pikirkan bagaimana kita mengupdate yang sudah ada atau membangun apa yang kita perlukan.

Hadir dalam peresmian tersebut, Ir Kodiklatal, Kapokgadik Kodiklatal, para Direktur dan para Komandan Kodik di jajaran Kodiklatal, Dankoopskasel, Danpuskopaska, para Danpusdik, para Danpuslat, para Kadep Kodikmar, serta para Dansekolah di lingkungan Kodiklatal.

 ♖
Klik Warta  

Jumat, 01 Juli 2022

Woilo Mudahkan Bikin NFT Kurang dari Semenit

Aplikasi asal Surabaya, Jawa Timur Aplikasi Media Sosial asal Surabaya, Woilo meluncurkan fitur 'NFT Woilo' yang dapat memudahkan pengguna membuat NFT dengan proses kurang dari semenit. (Arsip Woilo)

Aplikasi Media Sosial karya anak bangsa, Woilo meluncurkan fitur 'NFT Woilo'. Dengan fitur baru tersebut, Aplikasi asal Surabaya, Jawa Timur itu memudahkan pengguna yang memungkinkan membuat NFT dengan proses kurang dari 1 menit.

"Para pengguna Woilo hanya perlu mengunggah konten mereka di Woilo seperti mengunggah foto pada Media Sosial pada umumnya dan Woilo akan menangani semua proses pembuatan NFT," demikian keterangan tertulis Woilo.

Nantinya pengguna Woilo dapat membuat, menjual, dan membeli NFT di Woilo menggunakan mata uang rupiah. Selain itu, Woilo akan menampilkan NFT terpilih dari para pengguna di marketplace NFT ternama yaitu OpenSea sehingga bisa diperjualbelikan di pasar global.

Woilo merupakan apliasi asal Surabaya besutan PT Karya Digital Indo. (Arsip Woilo)

Melalui peluncuran fitur baru NFT Woilo ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hiburan dan sumber informasi bagi masyarakat Indonesia melalui inovasi dan terobosan baru seiring dengan perkembangannya zaman.

Selain fitur NFT yang baru diluncurkan, Woilo juga secara rutin mengadakan event berhadiah uang tunai bagi para penggunanya. Salah satunya Lucky Spin yang dapat diikuti oleh para pengguna setiap harinya untuk memenangkan hadiah uang tunai hingga Rp 100.000 setiap harinya dan juga Event Pengguna Terpopuler dengan Total Hadiah jutaan rupiah setiap bulannya.

Woilo merupakan aplikasi media sosial dari Indonesia yang berfokus untuk menghadirkan pengalaman baru dan inovatif bagi para pengguna internet. Aplikasi ini membawa beragam fitur yang banyak digemari seperti berbagi foto, video, dan teks, serta chatting.

Aplikasi besutan PT Karya Digital Indo ini diciptakan karena tingginya minat masyarakat Indonesia bersosialisasi di dunia maya dan kesadaran bahwa mayoritas aplikasi media sosial yang dipakai merupakan produk luar negeri. (osc)

  ♔
CNN  

Kamis, 17 Februari 2022

Apa Itu Metaverse dan Apa Saja yang Bisa Dilakukan?

Ilustrasi metaverse

Metaverse adalah suatu teknologi Augmented Reality (AR) yang memungkinkan individu untuk berinteraksi dengan individu lainnya secara virtual.

Metaverse kerap diartikan sebagai simulasi dunia nyata manusia yang diimplementasikan di dunia maya atau internet.

Metaverse pun semakin menjadi perbincangan tatkala CEO Facebook Mark Zuckerberg mengubah nama Facebook menjadi Meta, yang diambil dari kata "Metaverse". Zuckerberg mengungkapkan metaverse sendiri merupakan perwujudan dari internet.

Dalam metaverse, pengguna dapat membuat avatar sesuai keinginannya. Avatar 3D adalah replika atau gambaran pengguna dalam bentuk animasi 3D. Avatar ini dapat digunakan sebagai representasi pengguna di internet.

Di metaverse, pengguna dapat melakukan kegiatan apa saja dalam bentuk virtual seperti berkumpul atau mengadakan rapat, bekerja, bermain, mengadakan berbagai acara, mengikuti konser, berbelanja online, hingga membeli sebuah properti digital.

Contoh saja, pengguna dapat berbelanja online dengan menjajal baju yang diinginkan secara digital di metaverse, kemudian memesannya dan dikirim ke alamat rumah di dunia nyata.

Metaverse pun memiliki keterkaitan dengan aset kripto. Aset kripto itulah yang berfungsi sebagai alat pembayaran jual beli dalam Metaverse. Hingga saat ini, terdapat beberapa aset kripto yang sudah terhubung dengan Metaverse seperti Decentraland (MANA) dan Sandbox (SAND).

Metaverse juga membuka peluang investasi properti digital yang memungkinkan pengguna dapat membeli tanah virtual di metaverse. Meskipun nasib kedepannya masih belum dapat diprediksi, namun Metaverse sendiri telah menarik banyak investor.

Untuk melakukan berbagai kegiatan tersebut di metaverse, pengguna perlu menggunakan alat tambahan berupa kacamata Virtual Reality (VR) dan sarung tangan berteknologi heptic.

Dukungan audio juga bisa saja diperlukan untuk menunjang pengalaman "berkunjung" di metaverse. Kacamata VR, sarung tangan haptic, dan audio bisa menciptakan pengalaman realistik layaknya dunia nyata, seperti melihat pemandangan, mendengar suara, merasakan aneka sentuhan, dan sensasi lainnya.

Adapun istilah atau arti metaverse sebenarnya pertama kali muncul dalam novel fiksi ilmiah yaitu Snow Crash karya Neal Stephenson tahun 1992.

Novel tersebut menggambarkan manusia yang direpresentasikan dengan avatar dan dapat saling berinteraksi dalam ruang 3D.

  Metaverse kapan akan terwujud? 

Untuk mewujudkan dunia metaverse tentu tidak praktis dan mudah. Menurut CEO dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg, butuh 10 hingga 15 tahun dalam membangunnya. Tentu dalam hal ini butuh kolaborasi antar-perusahaan.

Namun, sejauh ini eksperimen metaverse sudah mulai dilakukan oleh Facebook untuk keperluan bekerja dan komunikasi. Salah satunya adanya ruang kantor berbasis VR bernama Horizon Workrooms.

Ruang kantor berbasis virtual ini menyediakan ruang pertemuan virtual yang dapat digunakan sebagai sarana tatap muka secara online. Aplikasi tersebut dioperasikan lewat headset VR OCulus Quest 2 buatan Facebook.

Cara kerjanya, partisipan yang berada di ruang rapat virtual akan diilustrasikan dengaan avatar 3D. Pengguna juga dimungkinkan untuk melakukan video call yang nantinya akan dimunculkan dalam layar presentasi virtual.

Horizon Workrooms juga dilengkapi dengan papan tulis yang dapat digunakan untuk menulis materi rapat dengan mengandalkan controller dari Oculus Quest 2.

Selain Facebook, perusahaan raksasa elektronik Samsung juga mewujudkan toko virtualnya yang diberina nama Samsung 837X. Untuk dapat mengunjungi toko virtual Samsung di 837X pengguna harus login di situs web Decentraland.

Adapun Toko virtual Samsung 837X sebenarnya memiliki toko fisiknya yang bertempat di 837 Washington Street 837, Distrik Meatpacking, New York, Amerika Serikat.

Selain kedua perusahaan tersebut, ada beberapa perusahaan lain yang turut tertarik bereksperimen dengan metaverse. Beberapa di antaranya seperti Epic Games, sebuah perusahaan pengembang game battle royale, Fortnite. Bahkan dalam beberapa waktu terakhir, Fortnite menggelar konser virtual dengan menggandeng beberapa musisi papan atas seperti Marshmello, J Balvin, Travis Scott, dan Ariana Grande.

Dilansir dari BBC, Selasa (15/2/2022) produsen chip pengolah grafis (GPU) Nvidia dilaporkan sedang membangun "Omniverse", sebuah platform real time 3D dan simulasi dunia virtual.

Bahkan Desember tahun lalu, Arab Saudi menghadirkan hajar aswad yaitu batu hitam yang terletak di tenggara Kabar ke dunia metaverse. Hal ini memunculkan perdebatan umat Islam di media sosial apakah pelaksanaan haji dapat dilakukan secara virtual.

Namun, menurut penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri menerangkan bahwa mengelilingi Kabah di metaverse tidak sah karena tidak memenuhi kehadiran fisik.

Meskipun begitu, hal ini dapat dijadikan sebagai pengenalan lokasi untuk persiapan pelaksanaan haji agar dapat memiliki pengetahuan yang utuh dan memadai sebelum melaksanakan ibadah haji.

  Perkembangan metaverse di Indonesia 

Sedangkan di Indonesia sendiri, pengembangan Metaverse akan diprediksi menjadi peluang yang besar. Pembangunan metaverse ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan dilakukan bertahap.

Untuk mewujudkannya, pemerintah akan berkolaborasi dengan perusahaan perangkat lunak asal Indonesia WIR Group.

Dilansir dari situs resmi Kominfo, pemerintah akan mendorong kolaborasi multipihak dalam merintis dan mewujudkan Multiverse versi Indonesia yang diharapkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia di era digital.

  🌟 Kompas  

Jumat, 15 Oktober 2021

Aplikasi GPS Tracker Buatan Anak Bangsa

 Bisa Mempersonalisasi Fitur Sesuai Kebutuhan Pengguna Hartono Budiman, CEO PT Sinergi Teknologi Terpadu Indonesia, produsen StartGPS

Penggunaan GPS Tracker atau GPS pelacak pada kendaraan sudah marak digunakan. Apakah itu GPS tracker yang sudah terintegrasi di kendaraan, ataupun GPS tracker yang dibeli secara terpisah. Tapi tahukah anda bahwa Hardware dan Aplikasinya ternyata masih memakai buatan negara lain?

Kendala yang terjadi saat ini bagi para pengguna GPS Tracker adalah sulitnya untuk personalisasi fitur yang dibutuhkan konsumen.

Lantaran kebanyakan aplikasi yang beredar adalah aplikasi beli jadi dari luar negeri dan white label. Banyak perusahaan penyedia layanan GPS di Indonesia hanya mengubah label dan tampilannya saja jadi merk tertentu.

Untuk mengatasi hal tersebut, StartGPS hadir dengan aplikasi khusus yang dikembangkan sendiri oleh PT Sinergi Teknologi Terpadu Indonesia.

"Kami membuat aplikasi ini dari awal mulai menentukan arsitektur serta desain aplikasi yang menerapkan teknologi terkini dan tepat guna," ujar Hartono Budiman, CEO PT Sinergi Teknologi Terpadu Indonesia, produsen StartGPS, Senin (11/10/2021).

Dia mengatakan, pembuatan GPS tracker ini juga berdasarkan pengalaman perusahaannya di bidang teknologi pelacakan, serta riset kebiasaan dan kebutuhan konsumen.

"Konsumen yang lebih advanced dapat melakukan personalisasi atau penyesuaian, sesuai kebutuhan bisnis konsumen," ungkap Hartono Budiman,

Selain itu, untuk konsumen retail yang tidak membutuhkan penyesuaian pun juga dimanjakan dengan kelebihan Aplikasi StartGPS.

Di antaranya, konsumen akan merasakan aplikasi yang lebih smooth. Yaitu seamless user experience, untuk peralihan antar fitur yang digunakan.

StartGPS hadir dengan aplikasi khusus yang dikembangkan sendiri oleh PT Sinergi Teknologi Terpadu Indonesia.

Transisi akan berasa mulus sehingga user akan mendapatkan pengalaman menggunakan aplikasi yang lebih baik lagi.

Dia menjelaskan, aplikasi StartGPS memiliki banyak fitur seperti pelacakan, monitoring, rekam jejak, reporting park and stop report, trip report, driving behaviour supir, realtime temperature, realtime fuel consumption.

Selain pengunaan teknologi terkini dan tepat guna dan merupakan aplikasi pelacakan buatan anak bangsa, perbedaan kami dengan kompetitor adalah kami juga memiliki produk roadmap yang jelas untuk pengembangan aplikasi kedepannya.

"Aplikasi kami dapat menerima koneksi hardware GPS dari berbagai merk," lanjut Hartono.

Mengenai penyesuaian aplikasi, Business Process Manager PT STTI, Irma Purnamasari menambahkan, aplikasi GPS trackernya ini juga bisa melakukan penyesuaian, mengingat beda konsumen pengguna bisa berbeda pula cara kerja yang diinginkan.

"Contoh penyesuaian yang bisa dilakukan, salah satunya fitur yang menyediakan solusi spesifik untuk salah satu konsumen kami yang memiliki lini bisnis distribusi merk sepeda motor terbesar di Indonesia. Kedepannya fitur ini juga akan dapat dipakai oleh konsumen lain yang membutuhkan," imbuh Irma.

Irma menyatakan, pihaknya saat ini terus mengembangkan aplikasi Start GPS dan menerapkan Software as A Service. Penyesuaian fitur yang dibuat sesuai permintaan konsumen, juga bisa dipakai pula oleh konsumen lain.

"Masih banyak fitur lainnya yang akan dikembangkan." tutur Irma.

Hal menarik lainnya dari Aplikasi Start GPS adalah dapat menerima koneksi seluruh device hardware GPS Tracker dari merk manapun yang beredar di Indonesia.

"Server kami dapat menerima hampir seluruh GPS Tracker yang sudah beredar di Indonesia, sehingga konsumen yang kurang puas dengan aplikasi GPS yang lama, dapat berpindah ke Server Aplikasi StartGPS," ungkap Irma.

Dengan demikian, penggunaan GPS tracker ini tidak akan memberatkan konsumen, karena mereka tidak perlu lagi membeli device atau hardware GPS yang baru.

Selama Oktober 2021 ini pihaknya sedang menggratiskan kepada pengguna yang ingin berpindah aplikasi server ke Start GPS. Mereka cukup pakai alat lama, tanpa perlu membeli alat GPS Tracker yang baru lagi.

  ⍟ Tribunnews  

Jumat, 15 September 2017

BPPT Kembangkan Teknologi Pendeteksi Kapal Selam

Menggandeng perguruan tinggi Ilustrasi

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah mengembangkan teknologi aplikasi deteksi kapal selam untuk melacak kapal selam yang masuk ke perairan Indonesia.

Aplikasi ini menggunakan teknologi akustik atau sound navigation and ranging (sonar) dengan memanfaatkan dinding selat untuk memantulkan sinyal. Jika frekuensi dan resolusi benda yang melewati aplikasi itu terpenuhi, aplikasi akan melacak dan melaporkannya.

“Tiap dinding selat saling memberikan sinyal. Kalau ada yang berbeda akan langsung terdeteksi. Tidak cuma kapal selam, ikan besar juga bisa terdeteksi,” ujar Kepala Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah Kelautan, Yudi Anantasena kepada Anadolu Agency, Senin.

Selain bersama Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL, BPPT menggandeng dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi aplikasi pendeteksi kapal selam. Di antaranya Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya dan Institut Pertanian Bogor.

Kita akan coba menghimpun diaspora Indonesia di luar ngeri yang ahli akustik. Semua pihak terkait akan kita ajak berhimpun,” ujarnya.

Sementara itu Menteri Koordinator Maritim Luhut Panjaitan menyambut baik upaya ini. Selama ini, pengawasan kapal selam di Indonesia dilakukan secara manual oleh TNI AL.

Ke depan kita mampu untuk monitor langsung, karya anak bangsa pula. Ternyata dengan biaya yang tidak terlalu mahal kita bisa memonitor semua kapal,” ujar Luhut, seusai rapat koordinasi di Penyusunan Kebijakan Aplikasi Teknologi Kapal Selam di Perairan Indoensia, Senin, di Kemenko Maritim.

Rencananya aplikasi ini akan digunakan di seluruh Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan banyak aplikasi deteksi kapal selam. Dari Sabang di ujung barat, Natuna, Selat Makassar hingga wilayah timur Indonesia. Sedang untuk sementara uji coba akan dipasang di selat dengan kepadatan tinggi seperti Selat Sunda dan Selat Lombok.

  ★ AA  

Rabu, 06 September 2017

PT DI dan UI Gagas Pengembangan ‘Software’

https://militermeter.com/wp-content/uploads/2017/01/n-219-2-678x381.jpgIlustrasi pesawat N 219 PT DI

PT Dirgantara Indonesia dan Universitas Indonesia (UI) mengagas kerja sama pengembangan pembuatan software pesawat terbang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI, Andi Alisyahbana mengatakan, banyak potensi kerja sama yang bisa dilakukan antara PT DI dan UI dalam bidang teknologi informasi (IT). PT DI sebagai perusahaan pembuat pesawat memerlukan pengembangan teknologi misalnya dalam bentuk software.

Misalnya pada IT, kami butuh software untuk produksi. Begitupun pada produknya, kami perlu software untuk pesawat. Itu yang sedang dibangun, sehingga nanti diharapkan mereka bisa terlibat,” jelas Andi usai pertemuan antara UI dan PT DI di Bandung, Selasa (5/9/2017).

Menurut dia, selain kerja sama pembuatan software pesawat terbang, UI dan PT DI bisa membangun kerja sama yang lebih luas lagi. Misalnya kerja sama sosial, politik, dan marketing. Kerja sama itu perlu dibangun, melihat potensi SDM yang dimiliki UI.

Mereka (UI) pun berharap mahasiswa S1 dan S2-nya bisa melakukan penelitian di PT DI. Sehingga diharapkan dapat menghasilkan tindakan yang saling mendukung,” ujar dia.

Selama ini, lanjut dia, kerja sama antara UI dan PT DI telah berjalan. Kerja sama itu dalam bentuk laboratorium pengembangan pesawat N219 untuk human access.

Dia berharap, melalui kerja sama lebih luas lagi dengan UI, produk PT DI bisa dimanfaatkan lebih maksimal di dalam dan luar negeri. Hal itu sesuai dengan target PT DI pada 2026 menjadikan produk pesawatnya lebih banyak dipakai kalangan sipil.

Saat ini, diakui dia, produk PT DI seperti NC212 dan CN235 banyak dipakai militer. “Saat ini produk kami hampir 80% dipakai militer. Ke depan, kami berharap komposisinya 50% dipakai sipil. Walaupun, kami juga memproduksi pesawat multi purpose, bisa untuk sipil atau militer,” beber dia.

  sindonews  

Senin, 19 Juni 2017

Ahli IT Cilik Pukau Bos Apple

Ternyata dari IndonesiaYuma Soerianto bersama sang ayah Hendri Soerianto. (Dokumentasi Hendri Soerianto)

Di usia yang masih amat belia, kehadiran Yuma Soerianto sebagai pembuat aplikasi begitu menarik perhatian CEO Apple Tim Cook dalam Worldwide Developers Conference (WWDC) di San Jose (AS) minggu lalu. Bocah 10 tahun yang bersekolah di Midle Park Primary School di Melbourne, Australia tersebut ternyata berasal dari Indonesia.

Worldwide Developers Conference diselenggarakan setiap tahun oleh perusahaan teknologi raksasa Apple. WWDC merupakan ajang berkumpul mereka, para pembuat aplikasi. Bagi Yuma Soerianto ini adalah untuk pertama kalinya menghadiri konferensi tersebut.

Minggu lalu, sebelum acara resmi berlangsung, Yuma sempat bertemu dengan CEO sekaligus bos tertinggi Apple Tim Cook yang terkesan dengan aplikasi buatan bocah itu dalam perjalanan di pesawat antara Melbourne ke Amerika Serikat.

Pertemuan Yuma dengan Cook diliput oleh media, dan dengan cepat berita tersebut menyebar ke seluruh dunia.

Tim Cook tertarik dengan aplikasi yang dibuat Yuma, yaitu aplikasi untuk membantu orang tuanya menentukan harga sebuah barang.

Harga ini sudah termasuk harga sesuai penjual lokal dan pajak, serta disajikan dalam bentuk yang sudah dikonversi ke mata uang yang digunakan. Hal itu menurutnya akan berguna ketika mereka pergi berbelanja suvenir untuk oleh-oleh dari perjalanan mereka.

"Keren sekali, hebat," komentar Cook setelah menyaksikan Yuma mendemonstrasikan aplikasinya.

"Dan kamu membuatnya di pesawat dalam perjalanan dari Australia ke AS? Wow. Kamu bisa membuat aplikasi dalam hitungan jam. Saya terkesan. Saya tak sabar melihat karyamu selanjutnya," puji Cook, demikian lapor media minggu lalu.

Melihat nama keluarga Yuma yaitu Soerianto yang berbau Indonesia, ABC Australia Plus Indonesia mengontak sang ayah, Hendri Soerianto yang menemani perjalanan anaknya ke Amerika Serikat.

Hendri pun membenarkan bahwa dia sekeluarga berasal dari Indonesia.

"Saya dulu berasal dari Jakarta, dan kami sudah berada di Australia selama delapan tahun. Kami tinggal di Singapura selama ini dan Yuma lahir di sana. Kami pindah ke Australia ketika Yuma berusia tiga tahun." kata Hendri dalam percakapan via email dengan wartawan ABC Australia Plus Indonesia, Sastra Wijaya yang dikutip Minggu (17/6/2017).

Yuma adalah anak tunggal keluarga tersebut. Diberi nama Yuma karena "kami ingin namanya mudah diingat dan nama yang global jadi bukan nama berbau Barat ataupun berbau Timur. Kami percaya kami adalah warga dunia."

Yuma mulai suka belajar coding sejak usia enam tahun, karena menurutnya PR di sekolah kurang menantang. Dia menciptakan aplikasi pertamanya tahun lalu, dan saat ini sudah punya lima aplikasi yang dipajang di App Store.

Lima aplikasi buatan Yuma yang ada di App Store saat ini adalah Let's Stack, Hunger Button, Kid Calculator, Weather Duck dan Pocket Poke.

 Kesan Pertama Ikut Perkumpulan Para Pembuat Aplikasi

Yuma, bocah SD di Australia yang baru pertama kali menghadiri Worldwide Developers Conference (WWDC), mengaku senang menghadiri acara tersebut.

"WWDC sangat mengesankan. Teknologi baru yang ada sangat menakjubkan."

"Ini untuk pertama kalinya saya mendapatkan bantuan profesional dari orang-orang yang betul mengerti mengenai coding," kata Yuma.

Sebelumnya, Yuma hanya belajar coding dari situs berbagi video, karena menurutnya tidak ada sekolah di Australia yang mengajar bagaimana melakukan coding untuk membuat aplikasi.

"Hal baru yang saya pelajari adalah ARKit (Augmented Reality) dan SceneKit (3D Graphics Engine) karena semuanya baru bagi saya."

"Orang-orang yang saya temui banyak di antaranya adalah para petinggi Apple dan tentu saja Tim Cook, CEO Apple. Saya juga sempat berbicara dengan Michelle Obama." kata Yuma lagi.

Yuma sekarang memiliki channel di situs berbagi video populer dengan nama Anyone Can Code.

Dalam wawancara dengan program Radio National ABC, Yuma mengatakan bahwa dia ingin membuat aplikasi yang bisa mengubah dunia, dan juga ingin membagi ilmunya mengenai coding kepada siapa saja yang ingin belajar.

"Siapa saja bisa melakukan coding, bila kita sabar melakukannya dan senang melakukannya." katanya.

Ayahnya Hendri yang juga bekerja di bidang IT mengatakan, Yuma memang ingin menyebarkan ilmunya kepada yang lain.

"Akan bagus sekali bila dia bisa memberikan inspirasi kepada orang Indonesia lainnya untuk belajar coding," jelas Hendri.
 

  Liputan 6  

Senin, 26 September 2016

TNI AD Tantang Para Developer Kembangkan Aplikasi Kemiliteran

http://angkasa.co.id/wp-content/uploads/2016/09/developer.jpgUntuk memaksimalkan potensinya, TNI AD tantang para developer untuk kembangkan aplikasi berbasis kemiliteran dalam sebuah kompetisi bergengsi pada awal bulan depan. Hal ini didasari oleh perkembangan teknologi yang semakin cepat dan selalu menampilkan wajahnya yang lebih mutakhir dan canggih dari sebelumnya.

Pesatnya perkembangan dan keberadaan teknologi pun dewasa ini menjadi ancaman serius dalam wilayah pertahanan negara dan dunia kemiliteran. Ancaman yang mengancam stabilitas keamanan negara kini bukan lagi dilakukan secara fisik, namun kini cukup dengan menggunakan medium siber dan invasi terhadap suatu negara pun dapat terjadi.

Dari fenomena tersebut, maka diperlukan pengembangan untuk menghadapi ancaman dalam bentuk tersebut dari aspek teknologi dan juga sumber daya manusia (SDM). Demi mengembangkan kedua aspek tersebut, TNI AD yang bekerja sama dengan DailySocial untuk menggelar sebuah kompetisi pemrograman dengan tema ‘Hackathon Cipta Yudha Kartika Eka Paksi TNI-AD’ yang berlokasi di Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi), Bogor, pada 7 hingga 9 Oktober 2016 mendatang.

Kompetisi Hackathon Cipta Yudha Kartika Eka Paksi TNI-AD merupakan sebuah upaya dari TNI-AD dalam rangka merangkul para ahli teknologi sipil untuk bersama-sama memajukan sistem pertahanan darat negara.

Melalui kompetisi tersebut, developer akan terlibat di dalam sebuah misi kemiliteran di bidang teknologi untuk menciptakan aplikasi pertahanan darat negara yang mampu beroperasi 24 jam sesuai pengarahan dari awak TNI-AD. Aplikasi-aplikasi yang mereka buat harus meliputi salah satu di antara tiga sektor, yakni pembinaan teritorial, operasi pertempuran, dan operasi dukungan.

Author: Fery Setiawan

  Angkasa  

Kamis, 14 Mei 2015

Tim mahasiswa UI ciptakan aplikasi "pushla"

http://img.antaranews.com/new/2013/02/ori/20130214Logo-UI-001xx.jpgIlustrasi - Universitas Indonesia (UI) (humas.ui.ac.id)

Tim mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari Fakultas Ilmu Komputer UI menciptakan aplikasi inovatif pertama di Indonesia, yaitu "Pushla" yang memungkinkan pengguna telepon seluler memberikan donasi melalui pulsa.

"Selama ini, orang yang menyumbang atau berdonasi untuk kegiatan sosial itu sedikit sekali, padahal kegiatan sosial tersebut bagus dan penting," kata Rafi Putra selaku salah satu penggagas "Pushla" dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Rafi yang kerap disapa Ari itu menggagas aplikasi itu berangkat dari keprihatinan saat magang di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang merupakan tempat menyalurkan donasi bagi gerakan sosial.

Ia menemukan permasalahan ada pada akses dan nominal donasi sehingga menghambat para donatur untuk berpartisipasi. "Para donatur kerap kesulitan menggunakan sistem "Automatic Teller Machine" (ATM) atau sistem registrasi di situs web saat memberikan donasi," katanya.

Selain itu, kata Ari, jumlah minimal donasi yang disyaratkan terkadang terlalu besar sehingga pada akhirnya target donasi kegiatan sosial tidak tercapai.

Konsep yang diusung oleh Ari dan tim adalah kepraktisan dan kemudahan serta keleluasan jumlah nominal yang disumbangkan saat hendak berdonasi.

Dengan aplikasi "Pushla", maka berdonasi dilakukan hanya dengan satu klik melalui telepon seluler.

Di layar utamanya, pengguna dapat langsung melihat proyek sosial yang sedang membutuhkan bantuan donasi lengkap dengan keterangan jumlah dana yang sudah terkumpul, target donasi, dan keterangan sisa hari dari waktu pengumpulan donasi.

Ketika ingin melakukan donasi, pengguna cukup membuka program sosial yang diinginkan dari layar utama "Pushla" lalu menekan ikon "Donasi" yang tersedia.

Pilihan nominal sumbangan pun sangat terjangkau mulai dari besaran Rp 2.000, pengguna sudah dapat memberikan donasi yang akan langsung dipotong dari pulsa pengguna secara "real time".

Sebagai contoh, Dompet Dhuafa merupakan salah satu lembaga tujuan donasi aplikasi "Pushla" tersebut.

"Kami akan terus mengembangkan aplikasi ini dengan menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga sosial agar lebih banyak lagi program sosial yang masuk ke "Pushla". Dengan demikian, aplikasi "Pushla" dapat memberikan manfaat untuk banyak orang," kata Ari.

Selain Ari, penggagas dari aplikasi "Pushla" antara lain Ginanjar Ibnu Solikhin, Luqman Sungkar, Laila Mauhibah, dan Katri Adiningtyas.

"Pushla" merupakan sebuah aplikasi pulsa top-up berbasis HTML 5 dengan memanfaatkan Intel XDK. Pushla telah dapat diunduh masyarakat luas di Google Play sejak April 2015.

Berkat manfaat serta inovasinya, Aplikasi "Pushla" berhasil meraih juara satu pada ajang kompetisi "Aplikasi Smartphone Tingkat Internasional Hackathon" yang diselenggarakan oleh Startup Asia Singapore 2014 dalam kategori Intel Challenge.




  ✈️ antara  

Minggu, 29 Maret 2015

Pemprov DKI gandeng Google Indonesia dukung aplikasi "smart city"

Ilustrasi - Kota Jakarta (Foto Antara/Zabur Karuru)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng Google Indonesia untuk mendukung kompetisi bagi "developer" untuk menciptakan aplikasi mobile platform Android, yang dapat mendukung terwujudnya konsep kota pintar atau "smart city".

"Dalam hal ini, pemerintah memberi dukungan moral, di mana karya mereka nanti bisa terintegrasi dan dapat digunakan oleh pemerintah," kata Ketua Unit Pengelola Teknis Dinas Komunikasi Informasi dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta Alberto Ali di Jakarta, Minggu.

Alberto mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sudah mengusung konsep Jakarta Smart City sejak 2014 lalu, di mana Jakarta diharapkan menjadi kota modern, laik huni dan pemerintahannya berorientasi kepada kepentingan publik.

Menurut Alberto, pengembangan teknologi merupakan elemen terpenting dalam mewujudkan Jakarta Smart City untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui teknologi.

"Dengan aplikasi yang dikompetisikan ini, diharapkan kebijakan pemerintah bisa diambil berdasarkan data. Data tersebut bisa diperoleh dari masyarakat yang menggunakan teknologi itu sendiri," ujar Alberto.

Sehingga, lanjutnya, pengambilan kebijakan pemerintah akan tepat sasaran dan lebih efisien, karena berdasarkan data, informasi dan fakta di lapangan.

Alberto menambahkan, Jakarta Smart City ditargetkan dapat terwujud pada akhir 2017.

Kompetisi bernama Andorid One Hack for Impact tersebut diikuti oleh sekitar 50 peserta dari dalam negeri, yang akan membuat aplikasi untuk memberikan solusi terhadap tiga masalah besar di Jakarta, yaitu kesehatan, pendidikan dan transportasi publik.

  Antara  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More