blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label TNI AU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 September 2026

Delegasi Dislitbangau Kunjungi Industri Pertahanan PT TAG

  Di Bandung Rombongan Dislitbangau lakukan kunjungan kerja ke PT Tiara Angkasa Gandiva (TAG) di Bandung Barat (Dislitbangau)

Guna memperkuat kemandirian Alpalhankam matra udara, Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara (Kadislitbangau), Marsma TNI Rachmadi Anggoro, S.E., M.Sc., M.S.S. beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke PT Tiara Angkasa Gandiva (TAG) Bandung Barat, Selasa (1/9/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda kolaborasi strategis dalam rangka penelitian dan pengembangan material mandiri guna memperkuat alpalhankam matra udara.

PT Tiara Angkasa Gandiva merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang industri pertahanan dan dirgantara. Perusahaan ini dikenal sebagai penyedia suku cadang komponen pesawat terbang, produk militer seperti parasut, serta mitra dalam pengembangan amunisi dan bom pertahanan bersama TNI Angkatan Udara.

Dalam kunjungan tersebut, Kadislitbangau meninjau langsung proses fabrikasi di lini produksi PT TAG. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan standar quality control telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, pertemuan juga membahas kelanjutan integrasi teknologi persenjataan yang sedang dikembangkan.

Pembahasan ini menjadi langkah awal sebelum memasuki tahap uji coba operasional di lapangan.“Kolaborasi dengan industri dalam negeri seperti PT TAG merupakan wujud nyata dukungan terhadap program kemandirian alutsista. Sebagai contoh, pada pengembangan teknologi Smoke Generating System (SGS) pesawat KT 1B Woong Bee hasil karya kolaborasi antara Dislitbangau dan PT TAG pada demo udara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di atas Istana Merdeka yang sangat memukau. Kami berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Kadislitbangau.

Turut hadir dalam pendampingan, Kasubdis Aero, Kolonel Tek Mohammad Arief, Kasubdis Palsus Kolonel Kal Abidin Abubakar, S.T., dan Perwira Peneliti Bidang Power Plant, Kolonel Tek Gembira Siringoringo, S.T., M.Si. beserta beberapa perwira engineering Dislitbangau.

Pada kesempatan tersebut Kadislitbangau memberikan Sertifikat Penghargaan kepada Presiden Direktur Ibu Tatiana atas keberhasilan kegiatan pengembangan teknologi Smoke Generating System (SGS) dan Smoke Oli System (SOS) sebagai bukti tertulis dan pengakuan resmi atas prestasi, jasa, dedikasi dan kontribusi dalam penelitian, pengembangan, dan penerapan teknologi pertahanan yang inovatif guna mendukung tugas pokok TNI AU.

Dislitbangau berkomitmen untuk terus mendorong dan mendukung industri pertahanan nasional melalui kegiatan penelitian dan pengembangan. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan TNI Angkatan Udara dapat memiliki alutsista yang andal, mandiri, dan mampu menjawab tantangan tugas di masa mendatang. (R&D)

 👷 
Dislitbanangau  

Kamis, 20 Agustus 2026

Indonesia Akan Kedatangan Lebih Banyak Pesawat Tempur dan Angkut


  Indonesia Cetak Sejarah Baru, Mampu Modernisasi Hercules C-130 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-vN_mEnblIc_ohmP_U8GGhtjqwuTbob5Q1uq3Bgn-c43QidTsH2bec9TbxF3BjIwsYDVtgDhtqKdYZ4LqxJCb15QY3JneZAPmqFOjK_9UXIp4HzEis28CPUSO1WIb2ooqk3RJ9k_E_AMr9mHcdTwi5Rll3aCV654bfyrMe9oToX4hQcbZK4K5h1Douy85/s800/QP8qMXf.jpgPesawat Il-78MK-90A diberitakan akan dibeli Indonesia (Aleksan  Guk)
M
enteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, Indonesia akan kedatangan lebih banyak pesawat angkut dan pesawat tempur pada tahun-tahun mendatang.

Karena ke depan kita akan mendapatkan jumlah pesawat transportasi dan juga pesawat tempur yang lebih besar,” kata Sjafrie, di Hangar 4 GMF, Kota Tangerang, Rabu (19/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan Sjafrie saat menyinggung wacana pemerintah menjadikan Bandara Kertajati di Majalengka sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) Hercules C-130H se-Asia.

Dalam konteks ini, pengembangan Kertajati tidak hanya akan diarahkan untuk mendukung perawatan pesawat angkut.

Pemerintah juga membuka peluang menjadikan bandara tersebut sebagai pusat perawatan pesawat tempur.

Jadi, ini adalah pekerjaan yang akan kita kerjakan pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya,” ucap dia.

Sjafrie pun menyebut Indonesia mulai mampu melakukan modernisasi pesawat angkut C-130 Hercules secara mandiri melalui industri pertahanan dalam negeri.

Hal itu ditandai dengan rampungnya modernisasi pesawat C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 oleh PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia dan telah diserahkan kepada Kementerian Pertahanan, pada Rabu (19/8/2026).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlPNqwcozPMgiPLgH-8kHlbjloARqKGi2d-MU4mZhX3cFDwBTuAKC-GOpTbku_Abc901igwlsK4lCvXl8IBc61MpwdYJTzW1YMVC4aMXItMgAnpQl88WLfjDb77_DP-3NJx4rJStdZ2xFWyGadpxPahyphenhyphenkH3-xdG161rS2Wio84Ut7kNKp25xgTeQAX-dYE/s1441/IMG_0720.jpeg"Hari ini dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kita baru saja mencatat suatu sejarah baru yang kita lakukan di dalam pembangunan kekuatan pertahanan yang selaras dengan pembangunan industri pertahanan dan industri dirgantara,” kata Sjafrie.

Jadi, hari ini adalah satu garis awal bahwa modernisasi pesawat transport yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara, C-130, merupakan hal yang pertama kita angkat bahwa kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri di dalam modernisasi alat angkut transportasi,” ucap Sjafrie.

Menurut dia, selama ini, Indonesia mendapat asistensi dari Lockheed Martin, perusahaan teknologi kedirgantaraan dan pertahanan asal Amerika Serikat (AS), dalam pemeliharaan dan modernisasi pesawat C-130 Hercules.

Sjafrie menambahkan, kemandirian tersebut tidak hanya ditujukan untuk C-130 Hercules. Pemerintah juga akan mendorong agar pemeliharaan pesawat transportasi lain milik TNI AU dapat dilakukan di dalam negeri.

Itu akan dipelihara oleh negara kita sendiri dan menggunakan tenaga teknis dari putra-putra bangsa yang sudah kita persiapkan,” ujar dia.

Dalam pengembangan kemampuan industri dalam negeri, Sjafrie juga menyebut PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan mengambil peran dalam modernisasi pesawat TNI AU.

Ia mengatakan, hasil modernisasi yang dilakukan PTDI ditargetkan dapat diluncurkan pada tahun depan.

Kalau hari ini kita lihat di Garuda melalui GMF, tapi nanti tahun depan kita akan melakukan suatu peluncuran dari hasil modernisasi PTDI,” ujar Sjafrie.

  ✈   Kompas  

Jumat, 31 Juli 2026

PTDI Serahkan NC212i Ke-8 Versi Troop Transport, Rainmaking, dan Camera

 Untuk TNI AUPT DI menyerahkan NC212i unit ke-8 kepada TNI AU (PT DI)

PTDI kembali melaksanakan pengiriman 1 (satu) unit pesawat NC212i dengan konfigurasi khusus untuk misi Troop Transport, Rainmaking & Camera sebagai bagian dari pemenuhan kontrak pengadaan 9 unit NC212i dengan Kemhan RI untuk end user TNI AU.

Pesawat NC212i unit ke-8 yang dikirimkan hari ini telah melaksanakan ferry flight dari hanggar Delivery Center PTDI, Bandung menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Hal ini merupakan komitmen PTDI dalam mendukung penguatan kesiapan operasional TNI AU melalui penyediaan pesawat yang sesuai dengan kebutuhan misi.

Pesawat NC212i berkonfigurasi Troop Transport, Rainmaking & Camera dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional, mulai dari angkut personel, pelaksanaan operasi weather modification, hingga misi foto udara.

Konfigurasi khusus ini mencerminkan fleksibilitas platform NC212i yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, sehingga mampu menjalankan beragam misi secara efektif.

Guna meningkatkan performa dan kenyamanan operasional, pesawat NC212i ini juga telah dilengkapi dengan baling-baling MTV-27 produksi MT Propeller, Jerman, yang telah tersertifikasi oleh EASA.

Baling-baling tersebut menawarkan berbagai keunggulan, antara lain tingkat kebisingan yang lebih rendah, performa yang lebih stabil saat pesawat beroperasi dengan single engine pada ketinggian, serta proses engine start yang lebih halus tanpa menimbulkan hentakan. Didukung kompatibilitas yang telah teruji dengan mesin Honeywell TPE331, baling-baling MTV-27 mampu meningkatkan performa pesawat dengan tingkat getaran dan kebisingan yang lebih rendah, sehingga memberikan kenyamanan dan efisiensi operasional yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana beserta tim program NC212i meninjau langsung persiapan pesawat dengan tail number AX-2135 yang selanjutnya akan dioperasikan oleh Skadron Udara 4, Malang. Pesawat yang diterbangkan oleh Letkol Pnb Andika Ardyagana sebagai Pilot in Command Ferry, serta Kapten Irvan Fajar sebagai Copilot.
 

  🛩
PTDI  

Jumat, 24 Juli 2026

Menteri PU Beber Daftar Jalan Tol Jadi Landasan Pesawat Tempur

✈   Untuk  kondisi daruratPesawat F16 mendarat di jalan tol trans Sumatera (Dispenau)

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo membeberkan daftar jalan tol yang bakal menjadi landasan darurat bagi pesawat tempur. Adapun lokasi lintasan tersebut, mayoritas berada di Barat Indonesia.

"Ada beberapa ruas jalan tol yang memang kita diamanatkan bisa dipakai penerbangan pesawat jet tempur manakala dalam kondisi darurat. Ini dalam kondisi darurat ya, jadi ada disclaimer dulu," ujar Dody di Kantor Kementerian PU Jakarta, Rabu (22/7).

Saat ini pemerintah tengah menyiapkan sejumlah ruas jalan tol yang bisa dimanfaatkan sebagai landasan pesawat tempur. Meskipun begitu, Dody menegaskan bahwa penggunaan jalan tol tersebut hanya dilakukan dalam kondisi darurat.

Dody mengungkapkan salah satu jalan tol yang telah diuji coba untuk pendaratan pesawat tempur adalah Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka).

Ke depan, Dody mengatakan jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi), serta Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan akan bisa digunakan untuk pendaratan pesawat tempur.

Sejumlah jalan tol di Sumatera juga akan dimanfaatkan sebagai lokasi pendaratan darurat untuk pesawat tempur, salah satunya tol yang berada di Lampung yakni Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka).

Selanjutnya, di ujung Sumatera ada Tol Sigli-Banda Aceh yang diperkirakan bisa dimanfaatkan menjadi landasan darurat pesawat tempur.

"Kemarin yang sudah kita coba kan di Lampung ya. Kemudian Pak Menhan, minta lagi yang di ujung Sumatera, mungkin nanti Aceh Sigli yang kita akan coba di situ. Terus kemudian, Situbondo, di Prosiwangi itu kita siapkan," tandas Dody. (ldy/ins)

  ✈  CNN  

Selasa, 09 Juni 2026

Dislitbangau Akan Kembangkan Bom BNL-1000

  Setelah Sukses Kembangkan Bom BNT-250 Ilustrasi BNT-250, Menilik dari namanya, jika BNT-250 serupa dengan Mk-82 bom tanpa pemandu seberat 500 pon (sekitar 227 kg) maka BNL-1000 akan serupa dengan Mk-84 bom tanpa pembandu seberat 2.000 pon (sekitar 907 kg) (Sari Bahari)

PT Dahana memberikan penghargaan kepada Perwira Dislitbangau atas keberhasilan dalam pengembangan bom BNT-250, sebagai bentuk apresiasi terhadap sinergi penelitian dan inovasi pengembangan bom udara high explosion 250 Kg.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan kepada Kadislitbangau dan Perwira Dislitbangau yang terlibat dalam pengembangan tersebut. Hal ini menandai pencapaian penting dalam kemampuan teknologi bom udara high explosive 250 Kg. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lobi Gedung Utama R.J. Salatun Dislitbangau, Senin (11/5/2026).

Keberhasilan pengembangan BNT-250 menunjukkan komitmen bersama antara Dislitbangau dan PT Dahana serta PT Sari Bahari dalam rangka memperkuat kemandirian pertahanan. Program pengembangan ini dimulai sejak tahun 2022 dan berhasil dilaksanakan uji coba operasional pada tahun 2025 menggunakan pesawat F-16 Skadron Udara 3 dengan hasil memenuhi syarat secara operasional.

Direktur Utama PT Dahana menyatakan penghargaan ini sebagai wujud apresiasi atas profesionalisme, integritas, dan dedikasi tim Dislitbangau dalam pengembangan BNT-250. Sementara itu, Dislitbangau menegaskan bahwa capaian ini diharapkan dapat mendorong Perwira Dislitbangau untuk meningkatkan inovasi dalam mendukung kemandirian pertahanan.

Pemberian sertifikat penghargaan oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan ini diberikan kepada delapan perwira Dislitbangau.

Acara pemberian penghargaan ini diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol penguatan kerja sama untuk pengembangan teknologi bom udara yang selanjutnya.

  💣 
Dislitbangau  

Senin, 25 Mei 2026

Kemampuan Link PT Len Meningkat karena Bisa Terhubung Antarpesawat Tempur TNI AU

 Berkat “Offset” Rafale Link ID dari PT Len (infographic: Len)

Kemampuan PT Len Industri (Persero) dalam hal interoperabilitas meningkat berkat pengadaan 42 unit jet tempur Rafale dari Dassault Aviation, Prancis.

Interoperabilitas merupakan kemampuan berbagai sistem, perangkat, atau aplikasi yang berbeda untuk berkomunikasi, bertukar data, dan menggunakan informasi tersebut dalam militer.

Sebelumnya, kemampuan link dari PT Len hanya difokuskan untuk komunikasi antarkapal perang dan pesawat
surveillance atau patroli.

Setelah ini, interoperabilitas Link ID yang dimiliki PT Len bisa terhubung ke komunikasi antarpesawat tempur TNI Angkatan Udara.

Sepasang Rafale TNI AU (Skuadron 12)

Kemampuan Link ID yang dimiliki Len sebelumnya difokuskan untuk komunikasi antarkapal perang dan pesawat surveillance. Ke depan, kemampuan tersebut akan berkembang hingga mampu mendukung komunikasi data link antarpesawat tempur, sehingga memperkuat integrasi sistem pertahanan udara nasional secara lebih menyeluruh,” tulis siaran pers PT Len, dikutip Rabu (20/5).

Peningkatan kemampuan interoperabilitas ini merupakan bagian dari program training
offset jet tempur Rafale.

Offset
merupakan kewajiban produsen senjata asing, dalam hal ini Dassault Aviation, untuk memberikan kompensasi atau investasi timbal balik seperti alih teknologi, produksi lokal suku cadang, atau pelatihan kepada negara pembeli.

Momentum ini juga menegaskan peran strategis PT Len Industri (Persero) sebagai induk holding industri pertahanan DEFEND ID dalam mendorong kemandirian industri pertahanan nasional melalui penguasaan teknologi dan penguatan interoperabilitas antarsistem pertahanan,” kata Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Joga Dharma Setiawan dalam keterangannya..

  ★  
IDM  

Kamis, 21 Mei 2026

Perancis Beri Keuntungan ke Indonesia

 Lewat pesawat tempur Rafale T-03017 TNI AU (Swidersk Maciejka; fb)

Analis dan Pemerhati Pertahanan Lembaga Kajian Pertahanan Strategis (Keris), Hanif Rahadian, menilai kehadiran pesawat tempur Rafale di jajaran alat utama sistem senjata (alutsista) TNI menjadi bukti kuatnya hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis.

Transaksi persenjataan seperti ini hanya akan terjadi di antara dua negara yang harmonis dan telah banyak menjalankan kerja sama,” kata Hanif di Jakarta, Selasa.

Menurut Hanif, hubungan Indonesia dan Prancis berkembang signifikan, terutama sejak Presiden Prabowo Subianto menjabat Menteri Pertahanan. Kedekatan diplomatik tersebut dinilai memberi sejumlah keuntungan strategis bagi Indonesia dalam pengadaan jet tempur produksi Dassault Aviation itu.

Salah satu keuntungan yang dinilai istimewa adalah peluang transfer teknologi serta pelibatan industri pertahanan (inhan) dalam negeri dalam pengembangan Rafale. Tidak semua negara pembeli memperoleh kesempatan tersebut. India, misalnya, sebagai salah satu pembeli terbesar Rafale yang sangat antusias terhadap jet tempur itu, sempat diberitakan tidak mendapatkan akses penuh terhadap source code maupun teknologi sensitif Rafale.

Peluang transfer teknologi ini membuka ruang besar bagi Indonesia untuk memperkuat kemampuan industri pertahanan nasional, termasuk dalam mendukung kebutuhan suku cadang, pemeliharaan, hingga pengembangan sistem pendukung pesawat tempur tersebut.

Selain itu, Prancis menunjukkan komitmen dalam mendukung peningkatan kapabilitas pertahanan Indonesia, mulai dari pemenuhan kebutuhan operasional TNI, pengembangan sumber daya manusia, hingga dukungan teknologi dan infrastruktur pertahanan,” ujar Hanif.

Ia menilai, sikap Prancis berbeda dengan sejumlah negara lain yang biasanya membatasi negara pembeli untuk mengembangkan ataupun memperluas pemanfaatan teknologi dari alutsista yang dibeli.

Dengan peluang tersebut, Hanif meyakini Indonesia memiliki kesempatan besar mempelajari kemajuan teknologi industri pertahanan Prancis sekaligus memperkuat kemandirian sektor pertahanan nasional.

Kesempatan ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mengakses teknologi pertahanan yang lebih maju serta memperkuat kemandirian industri pertahanan dalam negeri,” katanya.

Sebelumnya, TNI AU baru saja menerima enam unit Rafale beserta seperangkat rudalnya. Penyerahan secara simbolis dilakukan Presiden Prabowo Subianto kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, lalu diteruskan kepada Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5).

Keenam pesawat tersebut akan ditempatkan di Skadron 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau. Sementara itu, Indonesia masih menunggu kedatangan 36 unit Rafale lainnya yang saat ini masih dalam proses produksi di fasilitas Dassault Aviation di Prancis.

 Seberapa Besar Untung Indonesia?

Pesawat Rafale T 0304 kursi tandem terbaru TNI AU (Malin J)

Pembelian jet tempur Rafale dari Prancis dinilai bukan sekadar transaksi pembelian alutsista biasa, melainkan bagian dari investasi strategis jangka panjang untuk memperkuat kemampuan industri pertahanan nasional. Salah satu keuntungan terbesar yang diperoleh Indonesia adalah peluang transfer teknologi (transfer of technology/ToT) yang jarang diberikan secara luas oleh negara pemasok senjata modern.

Melalui kerja sama dengan Dassault Aviation dan industri pertahanan Prancis, Indonesia berkesempatan mempelajari berbagai aspek teknologi penerbangan militer modern, mulai dari sistem avionik, pemeliharaan mesin, integrasi persenjataan, hingga sistem elektronik tempur. Kesempatan tersebut dinilai sangat penting karena penguasaan teknologi pertahanan merupakan fondasi utama menuju kemandirian alutsista nasional.

Keuntungan lain yang dinilai strategis adalah terbukanya peluang bagi teknisi, pilot, dan
engineer Indonesia untuk mendapatkan pelatihan langsung dari pihak Prancis. Dengan keterlibatan sumber daya manusia nasional dalam proses pengoperasian dan pemeliharaan Rafale, kemampuan SDM pertahanan Indonesia diproyeksikan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Tidak hanya itu, kerja sama Rafale juga membuka peluang pengembangan kemampuan
maintenance, repair, and overhaul (MRO) di dalam negeri. Jika kemampuan pemeliharaan dapat dilakukan secara mandiri di Indonesia, maka ketergantungan terhadap pihak luar akan berkurang, sekaligus menekan biaya operasional jangka panjang TNI AU.

Dalam jangka panjang, efek pembelian Rafale diperkirakan dapat mendorong pertumbuhan industri pertahanan nasional, baik dari sisi teknologi, kualitas SDM, maupun keterlibatan perusahaan lokal dalam rantai pasok industri militer modern. Dengan kata lain, keuntungan Indonesia dari Rafale bukan hanya mendapatkan jet tempur canggih, tetapi juga kesempatan mempercepat transformasi industri pertahanan menuju level yang lebih maju dan mandiri.

 Rivalitas Rafale vs F-15EX dan Jet Tempur Lainn


Sepasang Rafale TNI AU (Skuadron 12)

Masuknya Rafale ke jajaran alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AU menempatkan Indonesia di tengah persaingan besar industri pertahanan global. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai negara produsen senjata modern berlomba menawarkan jet tempur generasi terbaru kepada Indonesia, mulai dari Rafale buatan Prancis, F-15EX dari Amerika Serikat, Gripen dari Swedia, hingga KF-21 hasil pengembangan Korea Selatan.

Secara kemampuan, masing-masing pesawat memiliki keunggulan berbeda. Rafale dikenal sebagai jet tempur multirole yang fleksibel dengan kemampuan tempur udara, serangan darat, hingga misi maritim dalam satu platform. Sementara F-15EX unggul dalam daya angkut persenjataan, jangkauan tempur, serta kekuatan mesin yang besar. Di sisi lain, Gripen menawarkan biaya operasional yang relatif lebih murah dan efisiensi pemeliharaan, sedangkan KF-21 dipandang sebagai proyek masa depan dengan teknologi generasi baru yang masih terus dikembangkan Korea Selatan.

Di tengah banyaknya pilihan tersebut, Indonesia akhirnya memilih Rafale karena dinilai mampu memenuhi kebutuhan operasional TNI AU sekaligus menawarkan keuntungan strategis di luar aspek militer semata. Prancis dianggap lebih fleksibel dalam kerja sama pertahanan, termasuk membuka peluang transfer teknologi, pelatihan sumber daya manusia, hingga keterlibatan industri pertahanan dalam negeri. Faktor inilah yang membuat Rafale tidak hanya dipandang sebagai pesawat tempur, tetapi juga instrumen penguatan industri pertahanan nasional.

Selain faktor teknis, pembelian alutsista modern juga tidak bisa dilepaskan dari aspek politik dan geopolitik. Dengan membeli Rafale, Indonesia dinilai sedang memperkuat hubungan strategis dengan Prancis dan Eropa, sekaligus menerapkan kebijakan diversifikasi alutsista agar tidak bergantung pada satu negara pemasok saja. Strategi tersebut penting untuk menjaga fleksibilitas diplomasi pertahanan Indonesia di tengah rivalitas global yang semakin kompleks.

Keputusan Indonesia membeli Rafale juga memperlihatkan bahwa persaingan industri pertahanan dunia kini bukan sekadar soal kualitas senjata, tetapi juga soal siapa yang mampu menawarkan kerja sama paling menguntungkan secara politik, teknologi, dan jangka panjang. Dalam konteks itu, Rafale dinilai memberi kombinasi antara kemampuan tempur modern dan peluang strategis bagi pengembangan kekuatan pertahanan nasional.

 Seberapa Canggih Jet Tempur Rafale?


Sepasang Rafale terbang di atas Bekasi (Skuadron 12)

Rafale dikenal sebagai salah satu jet tempur paling canggih di dunia saat ini. Pesawat buatan Dassault Aviation, Prancis, tersebut banyak diminati berbagai negara karena memiliki kemampuan multirole atau mampu menjalankan banyak jenis misi dalam satu platform. Rafale dapat digunakan untuk pertempuran udara, serangan darat, pengintaian, hingga operasi maritim tanpa perlu perubahan besar pada konfigurasi pesawat.

Salah satu keunggulan utama Rafale terletak pada sistem radar dan teknologi elektroniknya. Jet ini dibekali radar AESA (Active Electronically Scanned Array) yang mampu mendeteksi banyak target sekaligus dalam jarak jauh dengan tingkat akurasi tinggi. Selain itu, Rafale memiliki sistem peperangan elektronik SPECTRA yang disebut sebagai salah satu sistem pertahanan elektronik terbaik di dunia karena mampu mendeteksi ancaman radar musuh, mengacaukan sistem lawan, hingga meningkatkan kemampuan bertahan pesawat di medan tempur.

Dalam pertempuran udara, Rafale mampu membawa berbagai jenis rudal modern untuk menghadapi pesawat musuh maupun ancaman jarak jauh. Sementara untuk misi serangan darat, jet ini dapat membawa bom pintar presisi tinggi yang efektif menghancurkan target strategis dengan tingkat akurasi tinggi. Kemampuan tersebut membuat Rafale dinilai fleksibel dan efektif digunakan dalam berbagai skenario operasi militer modern.

Keunggulan lain Rafale adalah kemampuannya menjalankan banyak misi secara bersamaan. Dalam satu penerbangan, pesawat ini bisa melakukan patroli udara, menyerang target darat, sekaligus melakukan pengintaian. Kemampuan inilah yang membuat banyak negara melihat Rafale sebagai jet tempur yang efisien dan bernilai strategis tinggi.

Dari sisi rekam jejak tempur, Rafale telah digunakan Prancis dalam berbagai operasi militer di Afghanistan, Libya, Mali, Irak, hingga Suriah. Pengalaman tempur tersebut menjadi nilai tambah penting karena menunjukkan bahwa Rafale bukan hanya unggul di atas kertas, tetapi juga telah teruji dalam berbagai konflik nyata dengan kondisi operasi yang kompleks. Faktor itulah yang membuat banyak negara, termasuk Indonesia, tertarik menjadikan Rafale sebagai bagian dari modernisasi kekuatan udara mereka
.

 
Republika  

Minggu, 03 Mei 2026

ALIT Jajaki Kerja Sama TNI AU di Bidang UAV dan Ruang Angkasa Indonesia

🛩  🚀 🤝  Wakasau Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S. saat menerima audiensi Chairman ALIT China di Mabesau (22/4/2026) guna membahas pengembangan teknologi UAV dan kolaborasi ruang angkasa Indonesia. (Dispenau)

Perusahaan pertahanan terkemuka asal China, Aerospace Long-March International Trade Co., Ltd. (ALIT), resmi menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan TNI Angkatan Udara (TNI AU) pada Rabu (22/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Markas Besar TNI AU ini fokus pada pengembangan teknologi dirgantara mutakhir, mencakup penguatan armada pesawat tanpa awak (UAV), sistem pertahanan udara, hingga program ruang angkasa.

Langkah ini merupakan bagian dari visi strategis untuk memperkuat Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) guna mewujudkan kekuatan TNI AU yang AMPUH.

 Key Takeaways (Ringkasan Utama):  

💥 Pertemuan Strategis: Audiensi antara Chairman ALIT China dengan Wakasau Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S. pada 22 April 2026 di Mabesau.
💥 Fokus Kolaborasi: Pengembangan pesawat tanpa awak (UAV), sistem pertahanan udara, dan program ruang angkasa (space program).

💥 Visi TNI AU: Langkah memperkuat Alpalhankam menuju visi TNI AU yang AMPUH.
💥 Skuadron Baru: Pembentukan Skuadron UAV 53 di Lanud Anang Busra Tarakan yang direncanakan mengoperasikan drone CH-4.
💥 Kemampuan Alutsista: UAV CH-4B milik TNI AU telah dilengkapi kemampuan serang dengan rudal AR-2 dan sistem komunikasi satelit.

 Pertemuan Pimpinan ALIT China dan Wakasau di Mabesau. 

Chairman of Aerospace Long-March International Trade Co., Ltd. (ALIT) dilaporkan TNI AU lewat rilis akun Instagramnya pada 23 April 2026, baru saja melakukan audiensi dengan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S. di Ruang CC Wakasau, Markas Besar TNI AU, Rabu (22/4/2026).

TNI AU menyebut Pertemuan strategis ini membahas sejumlah peluang kerja sama antara TNI AU dan ALIT Co., Ltd. dalam pengembangan teknologi dirgantara, dengan fokus utama pada bidang pesawat tanpa awak, sistem pertahanan udara, dan space program.

"Audiensi ini juga merupakan kesempatan perkenalan pimpinan CEO yang baru, sekaligus menjadi langkah penting dalam membangun kolaborasi yang solid dan berkelanjutan guna memperkuat Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) TNI AU, sejalan dengan visi mewujudkan TNI AU yang AMPUH," terang rilis akun Instagram @militer.udara dalam unggahannya.

 Profil ALIT: Divisi Ekspor Teknologi Roket dan Rudal China 

Dilansir dari rilis resmi Kemhan pada 20 Februari 2012, Aerospace Long March International Trade & co., Ltd. (ALIT), adalah salah satu perusahaan berada di bawah State Administration for Science, technology and Industry for National Defence (SASTIND), China yang memproduksi roket dan rudal serta ruang angkasa termasuk ICBM dan Roket peluncur satelit Long March.

Selain itu, ALIT merupakan divisi ekspor dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC).

 Perbandingan Varian UAV CH-4 untuk Ekspor 

Berdasarkan data operasional, ALIT menawarkan dua varian utama untuk pasar internasional:

💢Fitur Varian CH-4A Varian CH-4B Konfigurasi Utama Pengintaian
(Reconnaissance) Serang (Strike-Oriented)
💢 Daya Tahan Terbang 30 Jam 14 Jam
💢 Muatan Senjata - 760lb (345kg)
💢Kemampuan Khusus Pengamatan Jarak Jauh Penyerangan Presisi.


 Rekam Jejak Produk ALIT di Indonesia 

Sebelum melakukan penjajakan kerja sama terbaru ini, ALIT sebenarnya sudah menjual produk pertahanan udara kepada Indonesia.

Terkait operasionalnya, Asian Military Review edisi 16 September 2022 memberikan laporan mendalam sebagai berikut:

"Angkatan Udara Indonesia (TNI AU) mengakuisisi sejumlah UAV CH-4B yang tidak diungkapkan jumlahnya, yang telah dilengkapi dengan sistem komunikasi satelit untuk memperluas jangkauan operasinya hingga 1.080 mil laut (2.000 km).

TNI AU diyakini sebagai angkatan udara Asia Tenggara pertama yang memiliki kemampuan UAV bersenjata, setelah menerima rudal berpemandu presisi AR-2 untuk armada CH-4B pada April 2021.

Sebuah pod peperangan elektronik, kemungkinan untuk misi komunikasi atau pengumpulan intelijen sinyal, juga telah diamati terpasang pada setidaknya salah satu UAV CH-4 milik TNI AU," terang Asian Military Review dalam artikelnya.

 Persiapan Skuadron UAV 53 Tarakan dan Operasional CH-4 

Antara edisi 10 Oktober 2025 lalu melaporkan Pangkalan Udara Anang Busra Tarakan akan membangun Skuadron Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau skuadron 53 dan naik status Lanud dari tipe B menjadi tipe A.

Skuadron 53, yang direncanakan diresmikan pada 2026 oleh pimpinan TNI AU, akan mengoperasikan drone militer jenis CH-4.

Terkait spesifikasi dan peran strategis drone ini, Komandan Lanud Anang Busra memberikan penjelasan detail:

CH-4 dapat dipersenjatai dengan rudal atau bom, sehingga memiliki fungsi ganda, baik untuk intelijen, pengintaian, dan pengawasan (ISR) maupun sebagai drone serang,” kata Komandan Lanud Anang Busra, Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo.

Beliau menambahkan mengenai pentingnya penempatan unit ini di wilayah perbatasan:

Dengan kemampuan drone ini, kami dapat memantau wilayah secara efektif dan memberikan respons cepat terhadap potensi ancaman,” tambahnya.

Keberadaan Skuadron 53 di Tarakan diharapkan dapat memperkuat pengawasan udara di wilayah Kalimantan Utara, khususnya untuk mencegah dan mengidentifikasi aktivitas penyelundupan di perbatasan.

Drone CH-4 ini dilaporkan memiliki jangkauan terbang hingga 5.000 kilometer dan mampu beroperasi di udara selama 30 hingga 40 jam negara.***

  🛩
Time Moments  

Jumat, 03 April 2026

Kemhan Beli Pesawat Tempur KAAN Buatan Turki dengan Skema Pinjaman Luar Negeri

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvY2VQJdvTEFOvacbp_xftc_jl4HEnVfng-RC4gpdHPsUPB7q2DyOCmiojUT0NvPwl1vXdkuPDqWG2tGtYRND7lY5PKkHm6yuHB9mY0_HtBal1hrg8cVasdGkBDuzwgJttEgYLErKjMJdf_ipAVv5wqYUcnHiLTefcMJ7Bt3IRCKQ8OcPV670YODptF7Bw/w1200-h630-p-k-no-nu/316167.jpgPesawat generasi kelima KAAN Turkiye (TAI)

Kementrian Pertahanan (Kemenhan) memastikan pihaknya menjalankan skema pembelian pesawat tempur KAAN dari Turkish Aerospace Industries melalui pinjaman luar negeri.

Hal tersebut dikatakan pihak Kemenhan merespon soal isu Indonesia membeli pesawat tempur generasi ke lima tersebut dari Turki.

"Untuk KAAN, sudah ada kontrak awal dalam jumlah terbatas yang saat ini masih dalam proses aktivasi melalui mekanisme pinjaman luar negeri (PLN) bersama Kementerian Keuangan," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Hal tersebut sekaligus membenarkan bahwa Indonesia secara resmi telah meneken kontrak awal untuk rencana pembelian pesawat tempur KAAN.

Menurut informasi yang beredar, Indonesia akan membeli 48 unit pesawat jet tempur KAAN dan dikabarkan mulai dikirim pada 2032 mendatang.

Saat ditanya hal terkait hal tersebut, Rico belum bisa menjelaskan secara rinci. Dia juga tidak menjelaskan berapa anggaran yang dikeluarkan untuk membeli pesawat tempur itu.

"Pengadaan akan dilakukan bertahap sesuai kesiapan anggaran dan kebutuhan TNI," tutup dia. Beredar informasi bahwa Indonesia menyepakati pembelian 48 pesawat tempur KAAN. Informasi itu diunggah akun instagram khusus informasi bidang pertahanan @isds.indonesia.

Unggahan akun instagram tersebut, dijelaskan bahwa kontrak pembelian pesawat tempur itu diteken pihak Kementerian Pertahanan dan Turkish Aerospace Industries saat gelaran pameran IDEF, Istanbul pertengahan 2025 lalu.

Akun instagram itu menyebut nilai kontrak pembelian pesawat tempur sebesar 15 miliar dolar AS atau Rp 251 triliun.

   antara  

Selasa, 31 Maret 2026

Kemenhan Teken Kontrak 12 Pesawat Pilatus PC-24 untuk TNI AU

  🤝 Diteken juga LOI untuk pengadaan 24 pesawat latih Pilatus PC-21 Penandantangan kontrak 12 unit pesawat PC-24 Super Versatile antara PT E-System Solutions Indonesia dan Kemenhan RI, Senin (31/3/2026)

Kementrian Pertahanan (Kemenhan) RI meneken kontrak dengan PT E-System Solutions Indonesia untuk pengadaan pesawat Pilatus PC-24 Super Versatile di kantor Badan Logistik Pertahanan (Baloghan) Kemenhan, Jakarta Pusat, Senin (31/3/2026). Pesawat itu untuk mendukung pelatihan pilot transportasi TNI AU, transportasi udara, dan misi penghubung.

Kontrak 12 unit pesawat PC-24 mencakup opsi untuk pesawat tambahan, peralatan pendukung darat, peralatan, suku cadang, pelatihan, dan dukungan teknis dari kantor pusat Pilatus di Stans, Swiss. PC-24 dikembangkan untuk fleksibilitas operasional yang luar biasa dan disertifikasi untuk pengoperasian pilot tunggal.

Pesawat tersebut dilengkapi dengan pintu kargo standar dan disetujui untuk digunakan di landasan pacu yang tidak beraspal. Fitur-fitur itu menjadikan pesawat ini ideal untuk berbagai misi pemerintah, termasuk pelatihan pilot penerbangan instrumen (IFR), transportasi, dan tugas penghubung.

Pilatus akan menyediakan program dukungan terintegrasinya untuk memastikan ketersediaan armada maksimum dan pemeliharaan yang efisien. CEO Pilatus Markus Bucher mengaku, menghargai kepercayaan yang diberikan Kemenhan RI kepada perusahaan.

"Program ini menandai awal dari hubungan jangka panjang, dan prioritas kami adalah mendukung Indonesia dalam mengoperasikan armada dengan lancar," ujarnya dikutip dari laman resmi perusahaan.

Dengan terpilihnya pesawat itu oleh Kemenhan RI, Pilatus semakin memperkuat kehadirannya di Asia Tenggara. Penggunaan yang direncanakan menunjukkan fleksibilitas PC-24 yang luar biasa.

Namun, yang terpenting, kemampuannya untuk lepas landas dan mendarat di lapangan terbang pendek, serta beroperasi dari landasan pacu yang tidak beraspal. Selain itu, PC-24 bisa meningkatkan aksesibilitas ke lebih 17 ribu pulau, khususnya pulau terpencil di Indonesia.

Wakil Presiden Penerbangan Pemerintah di PilatusIoannis Papachristofilou menjelaskan, seleksi yang dilakukan TNI AU menekankan meningkatnya minat operator pemerintah terhadap PC-24 Super Versatile.

"Kami tetap fokus pada penyediaan solusi untuk memfasilitasi berbagai misi mulai dari pelatihan hingga transportasi," ujarnya.

Pada saat yang sama, diteken Surat Pernyataan Niat (Letter of Intent/LOI) antara para pihak untuk pengadaan 24 pesawat latih Pilatus PC-21. Paket itu juga mencakup Peralatan Pelatihan Berbasis Darat, suku cadang, peralatan pendukung darat, dan dukungan teknis. Acara itu dihadiri Kabaloghan Kemenhan Laksdya Yusuf Jauhari dan Dirut PT Dirgantara Indonesia (DI) Marsda (Purn) Gia Amperiawan.

  🛩 Republika  

Selasa, 03 Maret 2026

Program Falcon STAR eMLU Selesai

  Danlanud Iswahjudi hadiri serah terima pesawat F-16 Skadud 3Pesawat F-16AM TS-1608 selesai jalani upgrade Falcon STAR eMLU program (Dispenau)

Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, M.S., M.Han., menghadiri serah terima Pesawat F-16 Skadron Udara 3 yang telah selesai dimodernisasi melalui program Falcon STAR-eMLU di Hanggar Skatek 042 Depohar 80, Madiun. Senin (2/3/2026).

Dengan diserahkannya Pesawat F-16 TS-1608 sebagai pesawat terakhir dalam program tersebut, maka modernisasi pesawat F-16 Skadron Udara 3 secara resmi telah selesai dilaksanakan.

Program Falcon STAR-eMLU merupakan langkah penting dalam menjaga kesiapan tempur kekuatan udara nasional. Keberhasilan program ini juga mencerminkan meningkatnya kemampuan teknis dan kemandirian personel TNI Angkatan Udara.

Pekerjaan yang dilaksanakan oleh Skatek 042 Depohar 80 menunjukkan kapasitas internal dalam melaksanakan pekerjaan tingkat berat dan kompleks pada pesawat tempur secara profesional dan terstandar.

Acara serah terima ini ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Dangrup 3 Tempur Marsma TNI David Yohan Tamboto, S.Sos., dan Kadislog Lanud Iswahjudi Kolonel Tek Triyanto Sandy, S.T., selaku Kasatgas Falcon STAR-eMLU dilanjutkan penyerahan dokumen yang disaksikan para pejabat di jajaran Grup 3 Tempur, Lanud Iswahjudi, Depohar 20, Depohar 80, dan personel Skatek 042.

Dengan selesainya proses modernisasi pesawat ini, diharapkan dapat digunakan dan dipelihara sebaik mungkin sesuai prosedur yang berlaku sehingga dapat semakin menambah kekuatan operasional Skadron Udara 3 sekaligus mendukung tugas TNI Angkatan Udara.

  👷
  Lanud Iswahjudi  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More