blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Juni 2023

UI Masuk 20 Besar Universitas Terbaik Dunia 2023

👷Universitas Indonesia (UI) masuk dalam 20 besar universitas terbaik dunia versi Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2023. (iStockphoto)

Universitas Indonesia (UI) masuk dalam 20 besar universitas terbaik dunia versi Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2023.

Rektor UI Prof. Ari Kuncoro mengatakan sebagai universitas yang membawa nama bangsa, sivitas akademika UI terbukti mampu mengimplementasikan 17 agenda Agenda Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dalam skala global.

Tahun ini, UI juga meraih posisi 5 besar di Asia dari total 1.591 universitas yang mengikuti perankingan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) ini.

UI mampu memenuhi empat indikator penilaian yang ditetapkan, yaitu research (penelitian), stewardship (penatalayanan), outreach (penjangkauan), dan teaching (pengajaran).

"Pencapaian di THE Impact Rankings 2023 merupakan bukti nyata kiprah dan kontribusi UI dalam upaya mewujudkan masyarakat dan lingkungan yang sejahtera di tingkat global," ujar Prof. Ari.

Capaian ini diraih berkat kontribusi UI di beberapa bidang. Di bidang penelitian, UI dinilai mampu mengkaji topik-topik penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan cita-cita SDGs.

Riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat ini kemudian didorong agar berdampak luas. UI juga bekerja sama dengan mitra lokal, regional, nasional, dan internasional agar jangkauan pemanfaatan produk inovasi yang dihasilkan dapat semakin luas.

Selain riset yang berdampak, dalam hal penatalayanan, UI menjaga kualitas sumber daya yang signifikan, baik sumber daya fisik maupun sumber daya lainnya, seperti staf, fakultas, dan mahasiswa. Upaya ini dilakukan agar UI terus memberikan pengajaran terbaik.

Pengajaran terbaik diperlukan untuk memainkan peran penting dalam memastikan ada banyak praktisi dan alumni yang menerapkan poin-poin SDGs dalam pekerjaan mereka.

Sementara itu, Kepala Biro Transformasi Manajemen Risiko dan Monitoring Evaluasi (TREM) UI, Vishnu Juwono menyebut bahwa prestasi ini bukan kali pertama. Selama dua tahun berturut-turut, UI meraih posisi 20 besar dunia di peringkat THE Impact Ranking.

"Prestasi ini tentu saja diraih berkat kerja keras dan kerja kompak dari seluruh sivitas akademia UI dalam mewujudkan agenda SGDs. Semoga ke depannya, kita bisa berkontribusi lebih besar lagi, sehingga prestasi ini dapat terus meningkat," kata Vishnu Juwono. (rds/rds)
 

 
👷 CNN  

Jumat, 16 Juni 2017

Mahasiswa Unair Ciptakan Robot Penyeteril Bakteri

Ilustrasi Bakteri

Lima mahasiswa yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Airlangga (Unair) menciptakan robot AUROWS (Automation Robotic Waste Transporter & Sterilizer). AUROWS yakni Robot Pintar Pensteril Bakteri dan Pembawa Sampah Klinis untuk Mengurangi Penyebaran Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit.

Kelima mahasiswa dari Fakultas Vokasi Unair tersebut yakni, Akhmad Afrizal Rizqi (Ketua tim), Agus Abdul Rozaq, Rafif Nadhif Naufal, Abdul Hamid, dan Inas Pramitha Abdini Haq. Proposal mereka lolos dan memperoleh dana pengembangan program PKM 2016 dari Kemenristek Dikti sebesar Rp 12,2 juta.

Akhmad Afrizal Rizqi, mengatakan, robot pintar tersebut dapat mengambil, memindahkan, dan melakukan sterilisasi pada tempat sampah atau limbah medis di rumah sakit. Robot tersebut diberi kecerdasan buatan untuk dapat berjalan secara otomatis, dilengkapi beberapa sensor yang dapat terhubung langsung dengan komputer. Sehingga memudahkan pengguna atau petugas medis dalam memantau pergerakan robot dan membunuh bakteri dengan ultraviolet LED.

"Sehingga dapat meningkatkan efek germisidal irradation yang dapat membunuh bakteri hingga 100 persen, dengan menggunakan panjang gelombang 365 nm dan hanya memerlukan daya sebesar 15 Mega Watt," kata Akhmad Afrizal melalui siaran pers yang diterima Republika.co.id, Kamis (15/6).

Ia menjelaskan, pertimbangan utama timnya berinisiatif membuat robot AUROWS, antara lain adanya infeksi nosokomial yang menyebabkan 1,4 juta kematian setiap hari di seluruh dunia. Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang didapat dan berkembang saat seseorang berada di lingkungan rumah sakit. Infeksi ini disebabkan bakteri patogen, yang di antaranya berasal dari sampah klinik rumah sakit.

Di Indonesia angka kematian pasien yang tertular infeksi nosokomial ini tergolong masih tinggi, mencapai 12-52 persen. Padahal, infeksi nosokomial bisa menyebabkan pasien terkena bermacam-macam penyakit. Setiap penyakit memiliki gejala berbeda pula. Beberapa penyakit yang paling sering terjadi akibat infeksi nosokomial seperti infeksi saluran kemih, infeksi aliran darah, pneumonia, infeksi pada luka operasi.

Penyebaran nosokomial dipengaruhi banyak hal, salah satunya limbah medis rumah sakit. "Padahal memindahkan tempat sampah itu masih menggunakan tenaga manusia. Jadi ini sangatlah berbahaya karena seseorang itu akan rentan terserang infeksi nosokomial," kata mahasiswa D3 Otomasi Sistem Instrumentasi tersebut.


  ★ Republika  

Sabtu, 10 Juni 2017

"You cant win Southeast Asia without winning Indonesia" says Go-Jek founder

The founders of two of Indonesia's most successful companies talk growth strategies and international competition in their country's highly attractive market environment. imageL-R: William Tanuwijaya of Tokopedia, Nadiem Makarim of GO-JEK and The Wall Street Journal's global techology editor, Jason Dean. [Credit: The Wall Street Journal's D.Live Asia Conference] ★

The beauty of building business in Indonesia today is that enterprising companies can learn from the mistakes made by their more developed neighbours, such as China and India. That insight comes from the CEOs of two of Indonesia’s most successful homegrown companies, online marketplace Tokopedia and cross-sector startup Go-Jek, speaking at The Wall Street Journal’s D.Live conference in Hong Kong today.

While Indonesia’s GDP per capita last year was around the same as China’s in 2008, according to William Tanuwijaya, CEO of Tokopedia, Indonesia today has various advantages that he thinks will lead to relatively faster growth for the ecommerce sector. “In Indonesia in 2016, if you compare, we have a $100 smartphone Android, which wasn’t available in China in 2008. We also have 4G now, which wasn’t available in China in 2008.

The opportunity in Indonesia is really massive,” agreed fellow panelist Nadiem Makarim, CEO and founder of Go-Jek Indonesia, which offers local transport, logistics, food and payment services and was the first startup in the country to be classified a “unicorn”, last year. “We totally skipped the desktop experience and went straight to smartphones,” he said.

Both companies have seen massive growth in recent times as a result. Tokopedia is 16 times larger today than it was in 2014, explained Tanuwijaya, while Go-Jek now has 10 million weekly active users and accounts for half of the transportations business and 98 percent of the food delivery market in Indonesia.

Both have ambitious plans for the next few years, too. “Our goal is to kill this,” said Makarim, holding up a wallet. “We target the highest-frequency middle class transactions that a person does in their daily life and move it to the smartphones. Transport, food, moving stuff, buying airtime...and then utilities, bills etcetera—our goal is to cover the gamut of transactions so you won’t be required to transact outside your smartphone.” In a country where 70 percent of the population is unbanked, he continued, it’s "practically an open market" for this kind of innovation.

This means, of course, said interviewer Jason Dean, The WSJ's global technology editor, that plenty of other companies besides Go-Jek and Tokopedia are eyeing up Indonesia a highly attractive market too. With big international players such as Grab, Uber, Alibaba, Amazon and Tencent making noise in the region, what makes the local firms think they can win, asked Dean.

Starting up as early as 2009 means Tokopedia has won a few wars already, said Tanuwijaya, mentioning eBay as one competitor his company has seen off. “We always see competition as a good thing. If you survive long enough you really win the market against all the odds,” he said.

Makarim added that the local companies retain the advantages of agility and depth over the multinationals. “As William said, there are huge hidden costs of trying to do business in multiple countries at the same time. You can do one thing really well and replicate it across countries, or you can pick one market and go deep, as Go-Jek did. In this open market we decided ‘what can we defend?’. We will defend the consumer, we decided.

The audience appeared to share their optimism. Polled on the question “Who will ultimately dominate Southeast Asia’s consumer internet?”, many more answered 'local companies' over those from China or the US.

Both Tanuwijaya and Makarim refused to comment on rumours of investment from big names such as JD or Tencent, but both admitted that international expansion is something they would consider—when the time is right.

"You can't win Southeast Asia without winning Indonesia," said Makarim. "We have to be comfortable across all verticles and we also dont believe in expanding just for the sake of expanding."

  Campaign Asia  

Senin, 22 Mei 2017

Pembuat Listrik Kedondong Diundang Menteri Jonan

Siswa penemu listrik pohon kedondong, energi baru dan terbarukan (EBT)Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan (kanan) berbincang dengan penemu energi listrik dari pohon kedondong Naufal Raziq di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (19/5/2017). (ANTARA Foto/Aprillio Akbar)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menerima kedatangan Naufal Raziq, siswa berusia 15 tahun asal Langsa, Provinsi Aceh, yang menjadi penemu energi listrik dari pohon kedondong pagar.

"Harapan Pak Menteri, temuan Naufal dapat digunakan masyarakat dan dimanfaatkan khususnya di Indonesia dan desa-desa terpencil," kata Naufal di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.

Siswa kelas 3 Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Langsa itu menceritakan bahwa Menteri Jonan menilai penemuan energi listrik dari pohon kedondong itu termasuk energi baru dan terbarukan (EBT).

Kepada Menteri ESDM, Naufal juga menceritakan bahwa energi listrik yang ditemukannya sudah terhubung ke sebagian rumah di desa terpencil Tampur Paloh, Aceh Timur, dan akan dikembangkan agar penemuan itu bisa dimanfaatkan untuk skala yang lebih besar.

Ia pun menceritakan penemuan tersebut berawal dari pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang didapatkan saat masih di kelas 1 Madrasah Tsanawiyah dua tahun lalu bahwa buah asam, seperti kentang, jeruk dan mangga dapat menghasilkan energi listrik sederhana.

Penemuan tersebut juga dilakukan bertahap dengan mencoba berbagai macam pohon buah, mulai dari mangga, belimbing, asam jawa hingga akhirnya menemukan pohon kedondong pagar yang memiliki keunggulan dibanding buah lainnya, kata Naufal.

"Masing-masing pohon itu ada keunggulannya. Kenapa kedondong pagar? Karena, memiliki batang yang besar, mudah tumbuhnya, jika kita kupaskan kulitnya dia tidak busuk malah menyembuhkan dirinya, recovery," ujarnya.

Ia menjelaskan satu lubang pada pohon kedondong pagar bisa menghasilkan tegangan listrik satu volt (1 V), dan satu pohon kedondong dapat dibuat menjadi empat lubang yang bisa menghasilkan energi 4 V.

Untuk menyalakan satu lampu, ia menambahkan, setidak-tidaknya dibutuhkan empat pohon kedondong pagar yang sudah dipasang tembaga dan logam.

Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) akan memberi bantuan pendanaan guna mengembangkan penemuan Naufal menjadi energi listrik berskala besar.

 Berikut video dari Youtube : 


   antara  

Kamis, 13 April 2017

APBN Kritis, Pengeluaran Negara Terpaksa Dipangkas

Aparat pemerintah harus siap anggaran mereka disunat demi penghematan. http://cdn-media.viva.id/thumbs2/2015/11/04/346190_proyek-infrastruktur-jalan-bandar-udara-soekarno-hatta_663_382.jpgDompet Negara terancam kritis saat pembangunan di sektor infrastruktur masih butuh biaya banyak. (REUTERS/Lucky R./Antara Foto) ☆

Pemerintah mulai menghadapi masalah saat lagi semangat-semangatnya membangun banyak proyek infrastruktur maupun program kesejahteraan rakyat. Gara-gara penerimaan pajak – lewat tax amnesty – tak sesuai target, sumber dana pun jadi seret. Dompet Negara terancam kritis saat pembangunan masih butuh biaya banyak.

Maka, muncul dilema, antara mau tambah utang luar negeri atau berhemat. Pilihan terakhir lah yang lagi diutamakan pemerintah agar program-programnya tak berhenti di tengah jalan.

Itu sebabnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah mengungkapkan rencana pemerintah menghemat anggaran sebesar Rp 34 triliun untuk tahun ini. Sebagian besar anggaran akan lebih terfokus untuk proyek-proyek strategis nasional.

Dan ada sejumlah konsekuensi yang harus siap-siap ditanggung banyak pihak – terutama aparat pemerintah. Menteri Keuangan sudah membeberkan, penghematan itu bisa diwujudkan dengan memangkas belanja non prioritas, termasuk perjalanan dinas kementerian dan lembaga, dan belanja barang.

"Presiden sampaikan (penghematan itu) untuk belanja-belanja yang tidak boleh ditunda. (Seperti) infrastruktur tidak boleh tertunda karena kekurangan dana, maupun tanah," kata Ani sapaan akrab Sri Mulyani saat di Nusa Dua, Bali, Selasa 11 April 2017.

Langkah penghematan tersebut sesuai dengan apa yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo kepada mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu beberapa waktu yang lalu. Selain belanja barang yang lebih terkontrol, belanja modal pun harus terfokus pada pembangunan infrastruktur.

"Belanja barang 2017-18 harus tidak boleh lebih besar dari yang dibelanjakan 2016. Jadi sekarang kita akan bekerja sama dengan semua KL (Kementerian dan Lembaga) untuk jalankan instruksi itu," katanya. Maka, Kemenkeu akan mengawal kebijakan ini dengan ketat. Sehingga, lanjut Sri, pengelolaan anggaran pemerintah bisa lebih efektif.

Terkait dengan rencana tersebut, Ani pun mengimbau kepada seluruh kementerian/lembaga agar mencermati setiap belanja barang yang saat ini dimiliki. Sebab, bendahara negara berencana untuk kembali melakukan penghematan anggaran dalam tahun anggaran 2017.

Tolong Bapak/Ibu sekalian, lihat belanja barangnya. Kalau melebihi (belanja barang) tahun 2016, berarti siap-siap anggarannya dikurangi,” kata dia.

Dalam APBN 2017, belanja negara ditetapkan sebesar Rp 2.080 triliun. Sementara pada 2018 mendatang, jumlahnya pun berpotensi bertambah menjadi Rp 2.200 triliun. Maka dari itu, efektivitas penggunaan anggaran pun harus dikedepankan.

Dana-dana yang bisa dihemat, akan dipergunakan pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Pemborosan dalam perencanaan anggaran, tentu harus bisa diminimalisir. Sebab, pemerintah tidak bisa mengandalkan kas negara untuk membiayai pembangunan.

PU kalau datang ke saya, nominal yang diminta bukan lagi miliar. Tapi [sudah] puluhan triliun. Jadi kami tidak bisa andalkan penerimaan pajak, karena dananya tidak turun dari langit,” ujar Ani.

Selain itu, realokasi dana itu bisa dipergunakan pemerintah untuk mengantisipasi adanya ketidakpastian yang terjadi. Misalnya, bencana alam yang baru-baru ini menimpa sejumlah wilayah di Indonesia. Maka dari itu, diharapkan tidak ada lagi pemborosan penggunaan kas negara.

Sebagai informasi, belanja barang yang dipatok dalam APBN 2017 sebesar Rp 296,2 triliun. Sementara belanja modal yang disalurkan kepada setiap penyelenggara negara, hanya Rp 194,3 triliun. Bendahara negara pun menemukan adanya pemborosan belanja barang sebesar Rp 34 triliun.

Sementara dari sisi pendapatan, realisasi penerimaan pajak pada kuartal I-2017 mencapai Rp 222 triliun, atau 16,8 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN 2017 sebesar Rp 1.307,6 triliun. Realisasi tersebut, tercatat mengalami pertumbuhan sebeesar 18,2 persen secara year on year.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani menambahkan, meskipun pemerintah sudah menemukan adanya potensi penghematan, pihaknya tidak akan buru-buru untuk mengajukan Rancangan APBN Perubahan 2017. Bahkan, ada kemungkinan dokumen perubahan kas negara baru diserahkan kepada dewan parlemen pertengahan tahun.

Mungkin Juni-Juli. Sekitar bulan itu,” kata dia. Namun Askolani menegaskan, keputusan akan tetap bergantung pada Menkeu. Sebab, rencana untuk menghemat anggaran akan tetap lebih dulu dibahas bersama Presiden Jokowi dalam sidang kabinet di Istana Negara.

 Pangkas Prioritas 

Pemerintah dalam Rencana Kerja Pemerintah 2018 memutuskan untuk memangkas kebijakan prioritas nasional, dari yang sebelumnya sebanyak 23 prioritas, menjadi 10. Ini sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mempertajam penggunaan anggaran.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan pemangkasan sejumlah prioritas memang harus dilakukan demi mempertajam prioritas-prioritas yang saat ini disebut Presiden Jokowi bersama para jajarannya.

"Tahun 2017, prioritas nasional 23. Bagi perencanaan yang selama ini saya pelajari, 23 itu kebanyakan. Itu sama saja kita tidak punya prioritas," kata Bambang, Jakarta, Selasa 11 April 2017.

Progres Jalan Layang Non Tol Ciledug-TendeanProgres Jalan Layang Non Tol Ciledug-Tendean

APBN, kata Bambang, tidak bisa diandalkan terus untuk menggenjot prioritas nasional. Dengan adanya keterbatasan tersebut, maka tentu penajaman prioritas nasional menjadi hal yang diprioritaskan pemerintah pada tahun depan. "Sehingga, APBN yang Rp 2.000 triliun lebih itu tidak hanya sekadar untuk operasional administrasi pemerintah," katanya.

Ia juga menegaskan, penajaman tersebut perlu dilakukan demi meminimalisasi adanya kesalahan ketika diajukan menjadi Rancangan APBN. Bila salah, justru kredibilitas pemerintah yang akan kembali jadi taruhannya. "Ini momentum terbaik, agar ke depan tidak mewariskan proyek-proyek yang tadi. Proyek tidak mangkrak, tapi fungsional. Ini cara kami perbaiki perencanaan," ujarnya.

Adapun 10 prioritas nasional yang ditetapkan dalam RKP 2018 adalah pendidikan, kesehatan, perumahan dan pemukiman, pengembangan dunia usaha dan pariwisata, ketahanan energi, ketahanan pangan, penanggulangan kemiskinan, infrastruktur, konektivitas dan Kemaritiman, pembangunan wilayah, dan politik, hukum, dan pertahanan keamanan.

Pemangkasan APBN-P telah dilakukan pada 2016 silam sebesar Rp 133,8 triliun. Dalam pemangkasan anggaran APBN-P 2016 tersebut, pemerintah akan memangkas anggaran kementerian/lembaga (K/L) mencapai sebesar Rp 65 triliun dan transfer daerah Rp 68,8 triliun.

Sebagai informasi, pemerintah telah memangkas anggaran untuk yang kedua kalinya, demi efisiensi anggaran. Tahap pertama, pemangkasan anggaran dilakukan sebesar Rp 50 triliun dalam APBN-P 2016.

 Dua Pengaruh 

Direktur Center for Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo, menilai, meskipun pertumbuhan penerimaan pajak mengalami kenaikan, tetap kenaikan tersebut sama sekali tidak cukup membantu pendapatan negara. Menurutnya, masih ada beberapa risiko yang patut diwaspadai.

Risiko umum, defisit melebar. Dan jika belanja tidak disesuaikan, khawatir ekspektasi kepada penerimaan pada akhirnya akan diisi dengan pembiayaan dari utang,” tutur Prastowo saat berbincang dengan VIVA.co.id.

Penerimaan Tax Amnesty melambatPenerimaan Tax Amnesty melambat

Meskipun deklarasi harta di akhir amnesti pajak tercatat mencapai Rp 4 ribu triliun, tetap saja angka tersebut tidak dapat berkontribusi terhadap penerimaan negara. Apalagi, jika pemangkasan yang dilakukan pemerintah lebih besar dari estimasi sebelumnya. “Menurut saya, revisi target penerimaan jika pertumbuhan penerimaan pajak April - Mei belum signifikan,” ujarnya.

Sementara itu peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance, Bhima Yudhistira Adhinegara, menjelaskan pemangkasan anggaran belanja pemerintah punya dua dampak.

"Dampak positifnya APBN atau fiskal kita lebih kredibel. Artinya, defisit bisa ditekan. Ujungnya, kepercayaan investor menguat karena manajemen anggaran tidak sembrono atau over estimate," kata Bhima saat dihubungi VIVA.co.id, Selasa 11 April 2017.

Namun, sambungnya, di sisi lain ada negatifnya yaitu apabila anggaran belanja pemerintah pusat dipotong terlalu besar maka kontribusi konsumsi pemerintah terhadap perekonomian menjadi turun.

"Kita lihat 2016 kemarin akibat pemotongan belanja pemerintah. Pertumbuhan konsumsi pemerintah menurun cukup signifikan. Karena konsumsi punya multiplier effect ke ekonomi yang besar ini pengaruh ke pertumbuhan ekonomi. Maka kalau dipotongnya berlebihan pertumbuhan ekonomi 2017 bisa di bawah 5,1 persen atau meleset dari target," tuturnya.

Oleh karena itu, menurut Bhima untuk menekan defisit anggaran ada opsi lain termasuk meningkatkan objek pajak baru. "Ini bisa menambah penerimaan. Cuma pertimbangannya nanti sektor usaha yang kena dampak," ujarnya.

Solusi lain adalah efektivitas anggaran, terutama di dana transfer daerah yang pada 2017 jumlahnya lebih besar dari belanja pemerintah pusat. (ren)

  Vivanews  

Selasa, 14 Maret 2017

BUMN Inhan Harus Berubah

https://cdn.tmpo.co/data/2016/02/11/id_481515/481515_620.jpgHanggar helikopter PT DI. PT DI masih bermasalah dalam penyelesaian pesanan helikopter TNI [Tempo]

Deputi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Jasa Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Fajar H. Sampurno, menyatakan bahwa BUMN di bidang pertahanan harus berubah.

Kita tidak bisa meminta orang lain berubah, namun BUMN-nya yang berubah,” katanya dalam forum diskusi kelompok di bidang industri pertahanan, di Jakarta, Selasa.

Ia mengemukakan, ada empat kiat yang tengah digodok demi perubahan itu. Pertama adalah mengubah operasionalisasi agar bisa mengurangi penundaan jadwal pembelian dan penyerahan sistem pertahanan yang dipesan operator.

Sebagai contoh, PT Dirgantara Indonesia (PT DI Persero) di Bandung, Jawa Barat, yang kondang sebagai manufaktur pesawat terbang sayap tetap dan sayap putar. PT DI masih menempatkan pembeli dari luar negeri sebagai prioritas pasar utama mereka ketimbang operator dalam negeri.

Operator dalam negeri paling potensial yang dimaksudnya itu adalah TNI Angkatan Udara (AU), menyusul matra-matra lain TNI, kemudian Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan instansi lain pemerintah.

Di banyak negara dengan industri pertahanan yang maju, layaknya Swedia dan Amerika Serikat (AS), militer mereka sangat “dimanjakan” dan diutamakan dalam industri pertahanan mereka masing-masing.

Produk-produk militer dan pertahanan terbaik yang mereka produksi pasti didedikasikan untuk keperluan militer mereka, dan pasar luar negeri cenderung diberikan “versi ekspor” yang secara kualitas di bawah mereka.

Jika operator dalam negeri mereka puas dan sukses dengan produk-produk pertahanan mereka, maka itu menjadi wahana pemasaran internasional yang sangat manjur. Sebagai ilustrasi mudah, penundaan pengiriman benda pertahanan yang dipesan dan sudah dibayar hanya bisa terjadi karena sebab-sebab sangat luar biasa.

Kiat kedua adalah penyesuaian manajemen. Jika memang waktunya, maka manajemen BUMN di bidang pertahanan nasional dapat diremajakan saja.

Lalu perbaiki kinerja keuangan melalui restrukturisasi keuangan. selesaikan sisa-sisa yang dulu-dulu baru memulai lagi yang baru,” katanya.

Kiat keempat dari pemegang saham adalah konsolidasi. Perusahaan-perusahaan yang bergiat di sektor ini tidak perlu investasi di bidang-bidang yang sama. Contohnya adalah procurement bersama; jika mereka beli lembar almunium bisa bersama-sama.

Juga pusat perancangan bersama jangan sendiri-sendiri, sehingga investasi bisa dipadukan,” katanya.

  Antara  

Senin, 23 Januari 2017

Kerajaan Majapahit Dijaga Lima Gugus Kapal Perang

Masing-masing dipimpin seorang laksamana.Armaja Majapahit

Di zaman keemasan kerajaan Majapahit pada abad XIII masa Prabu Hayam Wuruk ada dua tokoh militer jenius, yakni Mahapatih Gajahmada dan Laksamana Mpu Nala. Laksamana Mpu Nala sebagai Panglima Angkatan Laut Majapahit menempatkan puluhan kapal perang untuk menjaga lima titik penting perairan Nusantara.

Dalam buku Kisah Para Kesatria Penjaga Samudra karya Agus Soeroso dan Majapahit Peradaban Maritim karya karya Irawan Joko dituliskan kehebatan armada laut Majapahit. Armada gugus pertama bertugas di sebelah barat Sumatera sebagai gugus kapal perang penjaga Samudera Hindia di bawah pimpinan laksamana yang berasal dari Jawa Tengah. Armada gugus kedua kapal perang penjaga Laut Kidul atau sebelah selatan Jawa di bawah pimpinan seorang laksamana putra Bali.

Armada gugus ketiga bertugas menjaga perairan Selat Makassar dan wilayah Ternate, Tidore, dan Halmahera di bawah pimpinan seorang laksamana putra Makassar. Armada gugus keempat menjaga Selat Malaka dan Kepulauan Natuna di bawah pimpinan seorang laksamana dari Jawa Barat.

Terakhir adalah armada gugus kelima menjaga Laut Jawa hingga ke arah timur sampai kepulauan rempah-rempah Maluku. Armada Jawa itu mengibarkan bendera Majapahit ditambah lagi bendera emas simbol istana Majapahit biasanya dipimpin seorang laksamana berasal dari Jawa Timur.

Setiap armada gugus kapal perang terdapat kapal bendera tempat kedudukan pimpinan komando tertinggi bagi semua kapal penyerang, kapal perbekalan, dan pelindung kapal bendera. Dari kelima armada Majapahit itu, beban berat ialah menjaga perairan Selat Malaka dan Laut Cina Selatan yang penuh perompak yang berpangkalan di sekitar wilayah Campa, Vietnam, dan Tiongkok.

Armada keempat yang menjaga Selat Malaka itu biasanya dibantu armada pertama penjaga Samudera Hindia jika perompak melarikan diri ke barat laut menyusuri Selat Malaka,” kata Dimas Cokro Pamungkas, budayawan Trowulan.

Begitu pula Armada Laut Selatan biasanya membantu Armada Jawa dalam menjaga keamanan kapal-kapal dagang pembawa rempah-rempah yang melalui Selat Sunda yang lebih aman menuju India dan Timur Tengah. Tugas lain armada Laut Kidul adalah menjaga Selat Bali dan perairan selatan Nusa Tenggara, bahkan di sebelah selatan pulau Bali terdapat galangan kapal-kapal Majapahit yang cukup besar.

Armada ketiga bertugas menjaga kapal penyusup dari wilayah Mindanao, Filipina, sekaligus menjaga kepulauan rempah-rempah Maluku jika kekuatan armada Jawa sedang dipusatkan di perairan Jawa untuk mengawal Sang Prabu Hayam Wuruk beranjangsana ke wilayah pesisir timur Jawa.

Armada Jawa adalah kekuatan terbesar armada gugus kapal perang Majapahit karena tugasnya paling berat menjaga pusat kerajaan istana Majapahit. Armada itu sekaligus menguasai jalur laut menuju kepulauan rempah-rempah Maluku yang dikuasai langsung pemerintah pusat Majapahit.

Setiap kapal perang Majapahit bersenjatakan meriam Jawa yang disebut cetbang Majapahit. Pandai besi yang mengecor meriam itu berada di Blambangan. Cetbang Majapahit adalah karya penemuan Mahapatih Gajahmada yang konon pernah diasuh tentara Mongol atau Tartar yang menyerang kerajaan Singosari dengan kekuatan 1.000 kapal.

Semua jenis kapal perang Majapahit, mulai kapal perbekalan hingga kapal bendera adalah kreasi jenius dari Mpu Nala yang sekaligus seorang laksamana laut yang andal. Nala menciptakan kapal-kapal dari sejenis kayu raksasa yang hanya tumbuh di sebuah pulau yang dirahasiakan. Pohon raksasa dan cocok untuk dibuat kapal itulah yang membuat kapal-kapal Majapahit cukup besar ukurannya di masa itu.

Setelah Gajahmada dan Mpu Nala wafat, kekuatan Majapahit pun berangsur lemah, apalagi tatkala terjadi Perang Paregreg, kapal-kapal Majapahit saling serang satu sama lain dan kehancuran tak terelakkan lagi bagi seluruh armada,” ujar Dimas.

Setelah Majapahit lemah, hanya tersisa armada Jawa yang menguasai perairan Laut Jawa dan jalur laut menuju kepulauan rempah-rempah. Kemudian datang bangsa kulit putih yang tujuan utamanya ialah menguasai daerah penghasil rempah-rempah itu dengan modal kapal-kapal gesit dan lincah, tidak terlalu besar ukurannya dibanding kapal Majapahit.

Kapal asing itu bersenjata lebih unggul meriam yang bisa memuntahkan bola-bola besi dengan jarak tembak lebih jauh daripada kemampuan jarak tembak cetbang Majapahit. (one)
 

  VIVAnews  

Rabu, 23 November 2016

Karya Anak SMA Laguboti Dibawa NASA ke Luar Angkasa

[CNN Indonesia/Fitri Chaeroni]

Dari Laguboti ke luar angkasa. Begitulah nasib karya 10 siswa SMA Unggul Del, di Laguboti, Sumatera Utara. Mereka meneliti mengenai fermentasi untuk kebutuhan makanan astronaut di luar angkasa dan hasilnya diterbangkan oleh NASA ke luar angkasa.

Untuk membahas soal karya para siswa itu, CNN Student berbincang-bincang dengan Gilbert Nadapdap, Ketua Divisi Engineering dari tim sekolah ini.

Gilbert bercerita, ke-10 siswa ini dibagi menjadi 3 tim. Tim sains, tim engineering dan tim programming. Mereka membuat penelitian dan membuat alat untuk mengamati bagaimana proses fermentasi di luar angkasa. Alasan pemilihan fermentasi ini Gilbert menjelaskan, bahwa ini terkait dengan kebutuhan para astronaut dan juga manusia di masa depan.

Astronaut membutuhkan bahan bakar dan makanan. Jika mereka membawa makanan dalam jumlah banyak ke luar angkasa itu akan memakan biaya yang sangat besar. Jadi dengan fermentasi makanan akan mengurangi beban mereka, hanya dengan membawa bahan mentah lalu fermentasi makanan di sana,” jelasnya.

Tim ini menghabiskan waktu satu tahun penuh mulai dari tahap perencanaan hingga akhirnya alat ciptaan mereka mengangkasa bersama NASA. Siswa kelas 12 ini berkisah, mulai Juni 2015 lalu mereka mulai melakukan tahap perencanaan hingga bulan Agustus, sampai akhirnya proposal mereka disetujui oleh NASA.

Setelah proposal itu disetujui, mereka mulai mengerjakan project dari September 2015 hingga Januari 2016. Setelah alat mereka berhasil buat, alat tersebut melalui proses pengujian oleh NASA hingga bulan Maret. Akhirnya alat mereka ini lulus tes dan berhasil berangkat ke luar angkasa dan tinggal di sana dari Maret hingga Agustus 2016.

Setelah pulang dari luar angkasa, alat ini dipresentasikan langsung di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat. Penelitian dengan judul "The Growth of Spirulina in Space" ini dipresentasikan pada Annual Conference of the American Society for Gravitational and Space Research pada bulan November 2016 lalu. Penelitian ini ke depan akan masih terus dikembangkan dengan penelitian baru berjudul Growing Tempe in Space. (ded/ded)

  CNN  

Senin, 20 Mei 2013

Boneka Edukasi Dengan Aroma Terapi

Boneka adalah jenis mainan dengan berbagai macam bentuk mulai manusia, hewan, serta tokoh-tokoh fiksi. Pada umumnya, boneka digunakan sebagai mainan anak-anak dan kadang kala juga digunakan sebagai koleksi sekaligus sahabat bagi penggemar boneka. Tentunya, keberadaan mainan yang satu ini sangatlah dekat dengan kehidupan manusia, terutama anak-anak. Oleh karena itu, terbuka peluang untuk mengembangkan manfaat yang besar dari boneka itu sendiri salah satunya dengan menyisipkan nilai edukasi dan kesehatan.

Menilik peluang bisnis tersebut, Latifa Dwike Ambarawati, Arinta Setia Sari, Meita Wulan Sari, dan Renaldi Iriawan, sekumpulan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan UNY 2013, menuangkan ide kreatif mereka dalam bentuk boneka bernama “Barbara Queen”. Nama Barbara adalah untuk alasan global branding, “Jadi, dengan kesan internasional harapan kami agar boneka ini dapat mewakili berbagai kebudayaan dunia sedangkan queen adalah sebagai simbol eksklusifitas,” tutur Latifa Dwike Ambarawati atau sering disapa Ike, ketua kelompok.

Boneka ini dapat mengeluarkan aroma terapi sebagai penghilang rasa lelah, refleksi pikiran dan membantu menjaga kesehatan. “Selain itu boneka ini juga memiliki nilai edukasi sebagai media belajar kebudayaan dengan memperkenalkan berbagai macam busana tradisional dunia dengan sentuhan motif batik,” tambah mahasiswi Program Studi Pendidikan Teknik Busana ini.

“Bahan-bahan yang kami gunakan sebagai aroma terapi berasal dari berbagai macam tanaman di lingkungan sekitar sehingga ramah lingkungan dan tidak menimbulkan efek samping,” jelas Ike.

“Kemudian jika aroma yang dihasilkan mulai memudar, konsumen cukup memasukkan cadangan aroma terapi melalui celah reslitting yang ada pada boneka ini,” jelas Perempuan asal Lombok ini.

“Dalam pembuatannya kami memanfaatkan kain velboa sebagai bodi boneka serta kain batik sebagai aksen pada setiap pakaian tradisional dari berbagai macam negara,” ungkapnya.

“Dengan kreasi boneka ini, harapan kami akan dapat membuka lapangan kerja baru serta menyehatkan jiwa raga masyarakat, juga mengenalkan kebudayaan batik dan berbagai jenis pakaian daerah di Indonesia ataupun manca negara,” harapnya.(hryo)


  UNY  

Selasa, 22 Mei 2012

Menhan Kirim 2 Mobil Pintar ke Perbatasan Malaysia

Menhan Purnomo Yusgiantoro,
Jakarta Kementerian Pertahanan RI, meluncurkan dua mobil pintar untuk membantu pendidikan anak-anak di daerah perbatasan. Dua mobil tersebut akan berkeliling ke kampung-kampung di sepanjang perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Barat.

"Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak di daerah perbatasan sekaligus menyukseskan program pendidikan," kata Menhan Purnomo Yusgiantoro, dalam sambutannya di Kantor Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (22/5/2012).

Mobil dengan jenis double cabin ini, dilengkapi fasilitas perpustakaan, perangkat komputer dan CD interaktif. Mobil tersebut juga dirancang untuk menerjang medan berat di kawasan perbatasan RI-Malaysia.

"Program pelayanan pendidikan ini diberikan secara gratis. Untuk operasional kita serahkan kepada Batalyon Kostrad," tutur Purnomo.

Ke depannya, mobil ini juga akan ditempatkan di perbatasan RI-Papua Nugini dan RI- Timor Leste. Peluncuran mobil pintar tersebut sangat tepat bagi masyarakat pedesaan untuk mendobrak minat baca.

"Untuk saat ini, kita kirim 2 unit ke daerah Entikong, Kalimantan Barat, dan terus akan kita tambah untuk daerah-daerah lainnya," tutup Purnomo dalam pidatonya(mpr/lh)


detik

Jumat, 11 Mei 2012

1.000 Rumah Robot Segera Dibangun di Indonesia

Ilustrasi - rumah robot
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - World Robotic Explorer alias rumah yang mengedukasi teknologi robotik bagi anak-anak, bakal diperbanyak di 1.000 tempat di seantero Indonesia.

Uniknya lagi, pembangunan rumah robotik pertama di luar kota Jakarta, akan dibangun di satu daerah yang masih alami, yakni di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.

"Kami ingin pemerataan, maka kami akan mulai membangun rumah robotik di luar Pulau Jawa, yaitu di Kabupaten Sumba Barat Daya, yang kemudian disusul di daerah lain. Kami juga sudah survei untuk membangun di Tegal dan Surakarta," kata Komisaris World Robotic Explorer (Rumah Robot) Rizal Haryanto, melalui rilis, Jumat (11/5/2012).

Dijelaskan, tujuan mengedukasi anak-anak sejak dini melalui rumah robot, agar bisa mengantisipasi terjadinya lompatan teknologi yang terus berkembang.
"Jangan sampai teknologi robot berkembang di ASEAN dan kita menjadi norak karena tidak tahu. Nah, sejak awal kami perkenalkan teknologi robotic ini," terangnya.

Menurut Rizal, saat ini World Robotic Explorer sudah masuk ke lebih dari 40 sekolah nasional dan internasional. Tidak hanya dalam program ekstra kurikuler, melainkan juga bagian dari pelajaran di sekolah.

Dalam kesempatan itu ditandangani MoU kerja sama kemitraan antara World Robotic Explorer, yang diwakili Direktur World Robotic Jully Tjindrawan, Exhibiton Consultant Handini Puspasari, dan Pemda Sumba Barat Daya yang diwakili Bupati dr Kornelius Kodi Mete.

“Ini sebuah kehormatan, karena meskipun di Sumba Barat Daya kehidupannya masih alami, tapi kami sudah mulai menerima rangsangan edukasi teknologi robotic. Kami berharap lompatan ini akan mengedukasi anak-anak di Sumba Barat Daya dan memberikan proses memajukan sumber daya manusia, yang akhirnya berdampak terhadap pembangunan masyarakat di daerah kami," tutur Bupati Sumba Barat Daya Kornelius Mete.

Dengan begitu, Kabupaten Sumba Barat Daya menjadi kota kedua berdirinya Rumah Robot. Saat ini, baru terdapat satu Rumah Robot yang berdiri di Jakarta, di Thamrin City.

Selain berencana mengembangkan 1.000 rumah robot di Indonesia, World Robotic Explorer juga berencana menggelar pameran robot tingkat internasional, yang diikuti sejumlah peserta dari lima negara.

Acara itu dijadwalkan berlangsung pada 12-16 Juni 2013, yang bertajuk 'Indonesia Robotic Exhibiton Next Generation 2013' atau disingkat IRENG 2013', di Central Park, Jakarta.

Dalam pameran itu, menurut Exhibition Consultant Handini Puspasari, akan ditampilkan perkembangan robot dunia dari berbagai sektor, mulai dari robot yang digunakan dalam bidang industri, robot untuk kegunaan kesehatan, serta robot untuk dunia hiburan dan permainan (edutainment robots).

Kendati masih tergolong teknologi baru, tapi di Indonesia teknologi robotic sudah lama dikembangkan.

Menurut Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan BPPT Arya Rezavidi, teknologi robotic sudah dikembangkan di sejumlah perguruan tinggi dan universitas, dengan mendesain ciptaan sendiri, dan membentuk suatu study group. (*)


TRIBUNNEWS.COM

Selasa, 07 Februari 2012

UGM Sabet Situs Universitas Terbaik di Indonesia

Yogyakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM) menduduki peringkat pertama di Indonesia dan kedelapan di Asia Tenggara sebagai perguruan tinggi dengan situs terbaik. Hal ini sesuai dengan penilaian Webometrics Ranking of World Universities 31 Januari 2012.

Selain UGM, beberapa perguruan tinggi Indonesia yang juga masuk ke dalam Top South East Asia versi Webometrics adalah Institut Teknologi Bandung (ITB) peringkat ke-9, Universitas Indonesia (UI) peringkat ke-10, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) peringkat ke-26, dan Institut Pertanian Bogor (IPB) peringkat ke-27.

Webometrics adalah pemeringkatan situs khusus untuk perguruan tinggi seluruh dunia. Dalam pemeringkatannya webometric memperhatikan dua hal yaitu keterkenalan dan isi. Periode penilaian dilakukan dua kali dalam satu tahun, yaitu periode Januari dan periode Juli. Webometric memeringkat 20.300 perguruan tinggi di seluruh dunia.

"Kenaikan peringkat UGM menjadi nomor satu di Indonesia karena situs web UGM di www.ugm.ac.id berhasil memenuhi penilaian," kata Kepala Bidang Humas, Wijayanti kepada wartawan di Kantor Humas UGM, Senin (6/2/2012).

Menurut Wiwit panggilan akrabnya ada empat indikator penilaian, misalnya Size (S), yakni jumlah halaman publikasi elektronik yang terdapat dalam domain web PT; Visibility (V), atau jumlah halaman lain yang mencantumkan URL domain PT yang dinilai; Rich Files (RF), yakni relevansi sumber elektronik dengan kegiatan akademik dan publikasi PT tersebut dan Scholar (Sc), yakni jumlah publikasi dan sitasi bermutu pada domain PT.

"Untuk tahun 2012 ini, peringkat UGM naik karena karena peningkatan visibility dan scholar," katanya.

Menurut dia, scholar yang naik tak lepas dari upaya perpustakaan yang terus mengupayakan publikasi metadata karya sivitas UGM. Sedangkan kenaikan indikator pada size dan visibility juga tidak terlepas dari upaya UGM sejak tahun 2011 lalu mengajak sivitas akademika untuk memanfaatkan situs web ugm.

"Para mahasiswa UGM banyak didorong untuk memanfaatkan situs ugm.ac.id untuk mempublikasikan tulisan-tulisan mereka dan mempopulerkannya di situs jejaring sosial," katanya.

Meski peringkat halaman UGM terbaik lanjut dia, hal itu bukan menjadi tujuan yang hendak dicapai. Sebab UGM lebih fokus pada pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendesiminasikan karya-karya civitas akademik.( bgs / eno )


detik

Jumat, 03 Februari 2012

Riset : kulit manggis hambat penuaan

Jus kulit manggis Peneliti manggis dari Fakultas Teknologi Pertanian IPB Dr Indah Yuliasih (kanan) memperagakan cara membuat jus kulit manggis di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor, Jabar, Kamis (2/2).(FOTO ANTARA/Jafkhairi)

Bogor (ANTARA News) - Sebuah riset yang dilakukan ilmuwan Institut Pertanian Bogor menemukan bahwa kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) dapat bermanfaat untuk menghambat proses penuaan
(anti-aging).

"Pada kulit bagian dalam buah manggis terdapat senyawa `xanthone`, yang merupakan bahan aktif yang bersifat anti-kanker dan anti-oksidan yang sangat tinggi, bahkan beberapa kali lipat melebihi kekuatan vitamin C dan E, di mana `xanthone` juga mampu menghambat proses penuaan," kata Dr Ir Indah Yuliasih, peneliti Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian IPB di Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Usai pemaparan mengenai "xanthone juice" di Kampus IPB Baranangsiang, kepada ANTARA ia mengemukakan bahwa "xanthone" adalah kelompok senyawa bioaktif yang mempunyai struktur cincin enam karbon dengan kerangka karbon rangkap.

"Turunan `xanthone` berupa @-mangostin, merupakan komponen yang paling banyak terdapat pada kulit manggis," katanya.

Ia menjelaskan bahwa "xanthone" dari kulit manggis itu menunjukkan bahwa pada buah tersebut, "limbah" berupa kulit tersebut dapat bermanfaat bagi kesehatan.

"Selama ini, buah manggis hanya diambil manfaat pada buahnya saja, padahal justru pada kulitnya bermanfaat dan punya nilai ekonomi yang lebih tinggi," katanya.

Menurut dia, di pasaran saat musim panen buah manggis seperti sekarang antara Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram.

"Padahal, bila diambil bagian dalam kulitnya yang mengandung "xanthone", untuk ukuran 350 mililiter bisa mencapai Rp200 ribu," katanya dan menambahkan bahwa sejumlah negara seperti Amerika Serikat,
Malaysia dan Thailand secara ajeg kiriman ekspor dari Indonesia.

Pelaku bisnis di negara-negara tersebut, katanya, mengimpor buah manggis Indonesia dalam bentuk segar, namun sebenarnya yang "diincar" adalah justru kulit buah tersebut.

"Karena itulah kita sampaikan kepada khalayak luas bahwa kulit buah manggis ini, bila mampu diolah secara `integrated` akan memberikan nilai tambah ekonomi yang jauh lebih tinggi, sehingga jangan hanya berorientasi impor buah segarnya saja," katanya.

Menurut data Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian yang dilansir akhir Desember 2011 (http://pphp.deptan.go.id/), berdasarkan data Badan Pusat Statistik
(BPS), ekspor manggis yang lazim disebut "exotic fruit" untuk periode Januari dan Februari 2010 mencapai 8.225 ton melejit 91 persen dibandingkan volume ekspor Januari-Februari 2009 yang hanya 4.285 ton.

Sementara nilainya melejit 120 persen dari 2.781.712 dolar AS di Januari-Februari 2010 menjadi 6.310.272 dolar AS.

Disebutkan bahwa kinerja ekspor manggis pada dua bulan pertama tahun 2011 mendekati realisasi ekspor sepanjang 2009 yang volumenya 9.987 ton dengan nilai 6.451.923 dolar AS.

Manggis yang diekspor umumnya berasal dari daerah penghasil utama di sentra produksi manggis, seperti Tasikmalaya, Purwakarta, Bogor, Sukabumi, Lampung, Kampar, Purworejo, Belitung, Lahat, Tapanuli
Selatan, Limapuluh Kota, Padang Pariaman, Trenggalek, Blitar, dan Banyuwangi.(T.A035/R010)



ANTARA News

Kamis, 02 Februari 2012

Indonesia Bercita-Cita Jadi Pusat Kajian Indonesia dan Asia Tenggara

Oscar Ferri / PT. Media Nusa Pradana
Akan memberikan dukungan penuh kepada pusat-pusat studi yang ada di Indonesia termasuk membangun kerja sama dengan pusat studi yang ada di berbagai negara.

Jurnas.com | MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan, M.Nuh berharap, agar di masa mendatang, Indonesia menjadi pusat kajian di kawasan Asia Tenggara. Hal itu disampaikan M Nuh dalam jumpa pers bersama Rektor Universitas Indonesia, Gumilar R Soemantri, dan Profesor Stepphen Oppenheimer dari Oxford University usai diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor Presiden, Kamis (2/2).

Menurut Nuh, selama ini hal-ihawal mengenai ASEAN di luar negeri. Ke depan, UI dan perguruan tinggi yang lain di Indonesia harus mengambil peran. “Kalau pusat-pusat studi tentang Indonesia, ya di Indonesia. Sentralnya harus ada di Indonesia,” katanya.

M.Nuh juga menyatakan, akan memberikan dukungan penuh kepada pusat-pusat studi yang ada di Indonesia termasuk membangun kerja sama dengan pusat studi yang ada di berbagai negara.

Terkait kegiatan seminar di Bali, 9-10 Februari 2012 yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia dan International Conference and Summer School on Indonesian Studies (ICSSIS), menurut Nuh, itu sebagai salah satu roadmap untuk membangun Indonesia sebagai pusat studi Indonesia dan juga kawasan Asia.

Menurut Nuh, seminar di Bali mengangkat tema “Unity, Diversity and Future”. Dalam seminar itu, Profesor Stepphen Oppenheimer dari Oxford University akan menjadi pembicara kunci. “Beliau seorang profesor yang memiliki kompetensi yang sangat luar biasa dan penulis buku yang luar biasa,” kata Nuh.

Dalam tesisnya, Profesor Stepphen Oppenheimer secara ilmiah membuktikan bahwa Asia Tenggara di masa lalu merupakan sebuah kontinen dan peradaban yang maju. “Bukti-bukti mengenai masa lalu itu jelas sudah ada. Taruhlah Sangiran, di tempat itu ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya, itu 3000 tahun sebelum Masehi sudah ada. Artinya, sejak dulu kala, kita sudah ada, asal-usulnya pun beragam. Hanya saja karena perkembangan menjadi dibagi-bagi menjadi negara dan bangsa,” katanya.


Jurnas.com

Selasa, 31 Januari 2012

PP Iptek TMII Buka Wahana Robot

Robot yang bisa berinteraksi dengan manusia dihadirkan di wahana ini.

ilustrasi pameran robot (Antara/Yudhi Mahatma)

VIVAnews - Untuk memasyarakatkan dan mengadaptasi teknologi tinggi ke masyarakat, Pusat Peragaan Iptek (PP Iptek) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) meluncurkan wahana robot. Wahana permainan berbasis robotik ini akan menampilkan robot-robot canggih.

Dalam wahana robotik ini, PP Iptek menghadirkan robot jenis Humanoid dan Bioloid yang dapat bergerak serta berinteraksi dengan manusia dan benda di sekitarnya. Kehadiran robot ini dibuat untuk kepentingan edukasi.

"Salah satu tujuan wahana ini untuk menumbuhkan minat pada teknologi tinggi, dan membudayakan teknologi ke masyarakat, sains edukasi," kata Direktur PP Iptek TMII, Sukro Muhab, usai peluncuran wahana ini di TMII, Jakarta, Selasa, 31 Januari 2012.

Wahana ini, dia melanjutkan, juga sebagai pembinaan bagi anak muda, khususnya kalangan pelajar, untuk memasyarakatkan teknologi tinggi. Tak hanya itu, wahana ini diharapkan akan membina para pelajar secara rutin melakukan pelatihan robotik, sehingga dapat mengikuti even robot internasional.

Ke depan, dia menambahkan, PP Iptek akan didesain berbasis robotik. Salah satu upayanya yakni membuat sanggar robotik yang merupakan wadah untuk pelatihan secara intensif dalam pembuatan robot.

"Bukan sekadar merakit, tapi tahu fungsi-fungsi robot dan membuatnya. Selama ini merakit, kami ingin membuat dan merancang dari anak bangsa," tambahnya.

Ini juga upaya untuk mengedukasi masyarakat bahwa membuat robot itu mudah. "Buatnya dengan alat elektronik yang biasa dipakai. Menyatukan komponennya saja yang belum bisa dan yang membedakan dengan robot luar adalah sensornya," ucap Sukro Muhab.

Empat dari lima robot yang kini berada di wahana robotik didatangkan dari Korea dan Prancis. Meski robot dari luar, Sukro menjelaskan bahwa robot tersebut hanya dipakai untuk modelling dan akan dipelajari.

Untuk membangun pusat Iptek berbasis robotik, PP Iptek TMII telah merencanakan kerja sama dengan membuat galeri berbasis robotik dengan TNI Angkatan Darat. Selain itu, nuansa robotik terwakili dalam 50 permainan.

Pihaknya juga akan menambah galeri Jurassic Park dan Dinosaurus serta galeri influensa dengan berbasis bantuan alat robot. Ide tersebut, menurut dia, sesuai dengan kampanye PP Iptek yang mencitakan suasana belajar yang menyenangkan dengan sains. (art)



VIVAnews

Kamis, 03 November 2011

Yahoo! Ajak Pelajar Melek Internet

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menggunakan sebuah bus berwarna ungu yang dilengkapi dengan koneksi Internet, Yahoo! mencoba memperkenalkan pengalaman terhubung ke dunia maya kepada siswa, guru, dan masyarakat di 20 kota di Pulau Jawa dan Sumatera.

Melalui program Yahoo! Buka Dunia, perusahaan online asal Amerika Serikat ini akan memulai perjalanan bersamaan dengan Kirab Obor SEA Games 2011.

"Pertumbuhan industri digital menekankan kebutuhan untuk belajar dan berbagi informasi di Internet bagi pengguna baru dan komunitas lokal," kata Pontus Sonnerstedt, Country Manager Yahoo! Indonesia, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 3 November 2011.

Perjalanan yang akan ditempuh sekitar 5.000 kilometer selama 30 hari ini dimulai dari Jakarta, Palembang, Jambi, Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan berakhir di Surabaya. Bus ungu tadi juga akan singgah di sekitar 40 sekolah di rute tersebut.

Studi Yahoo! Net Index 2011 menunjukkan jangkauan Internet di Indonesia telah melampaui media tradisional dan menempati urutan kedua setelah televisi.

Menurut analisis comScore pada September 2011, Indonesia adalah basis pengguna Internet terbesar keempat di Asia dan terbesar di Asia Tenggara dengan sekitar 39 juta pengguna.

Di dalam bus tersebut, para siswa, guru, dan masyarakat akan diajak menggunakan berbagai layanan Internet dari Yahoo!, seperti Front Page, Yahoo! Mail, Messenger, Koprol, Flickr, dan Yahoo! Post.(RINI KUSTIANI)



TEMPOInteraktif

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More