blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Infoglobal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infoglobal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 November 2025

Avionik Infoglobal Untuk KT-1B

Jupiter Team TNI AU dengan pesawat latih KT1B (TNI AU)

Pesawat KT-1B merupakan pesawat latih dasar turboprop dengan dua kursi yang digunakan TNI AU sejak 2003, termasuk tim aerobatik Jupiter.

Pesawat yang juga memiliki kemampuan misi tempur ringan (COIN) ini, kabarnya akan diproduksi penuh di Bandung.

Dilansir dari indonesianaerospace.com, kerjasama yang ditandatangani antara PTDI dan Korea Aerospace Industries (KAI) memungkinkan Indonesia melanjutkan produksi penuh pesawat tersebut, sekaligus melayani perawatan dan ekspor ke negara-negara pengguna seperti Korea Selatan, Turki dan Peru.

Langit Indonesia dijaga dengan teknologi karya anak bangsa. Avionik Infoglobal untuk pesawat latih KT-1B Wong Bee menjadi bukti bahwa Indonesia mampu mandiri dalam teknologi pertahanan udara.

  Berikut Avionik Infoglobal : 






   🛩  Infoglobal  

Senin, 29 September 2025

Avionik Infoglobal Modernisasi Hercules TNI AU

Avionik Infoglobal modernisasi pesawat Hercules TNI AU (Yudi Supriyono fb)

Untuk pertama kalinya, avionik buatan Indonesia terlihat di kokpit pesawat C-130H registrasi A-1330.

Dalam foto terlihat avionik bernama EFD-5.5 buatan Infoglobal terinstal di kokpit pesawat.

Pesawat ini pada tanggal 27 September lalu telah selesai menjalani Bantuan Pemeliharaan Lapangan (BANHARLAP) yang dilaksanakan oleh para teknisi terampil di Satuan Pemeliharaan 15.

C-130H registrasi A-1330 merupakan pesawat eks Australia yang dihibahkan ke TNI AU. Dengan selesainya pemeliharaan, A-1330 akan kembali ke pangkalannya di Skadron Udara 33, Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.

Foto yang diupload akun instagram Sathar 23 menunjukan proses perbaikan Auto Pilot & CHD Control Panel pada pesawat C-130H dengan registrasi A-1327 di Sathar 15 Depohar 10.

Jika dilihat seksama terlihat display EFD 6.0 berukuran 6 inci buatan industri avionik lokal, Infoglobal.

Dahulu pada awal kedatangan, C-130H eks Australia ini mengalami problem di bagian display kokpit yang mengadopsi display Actiview 550 berukuran 5,5 inci buatan L3. Problem utamamya adalah ketidaktahanan terhadap suhu panas akibat iklim tropis di Indonesia.

 
Yudi Supriyono Fb  

Kamis, 17 Juli 2025

[Video] Infoglobal Indonesia Pride

   Liputan Armory Reborn Perusahaan swasta nasional Infoglobal dalam pameran Indodefence 2025 menampilkan banyak alutsista.

Perusahaan yang berdiori di Surabaya ini memproduksi berbagai macam avionik untuk pesawat terbang yang digunakan TNI AU, selain itu juga mulai mendesain pesawat terbang gen V (4,75) "Sikatan", dan juga pada proyek 2023 mencoba membangun drone dengan nama "WANI 23" yang akan di ujicoba secepatnya.

 Berikut video dari Youtube : 


  🎥  Youtube  

Jumat, 04 Juli 2025

WANI-23 Lahir dari Keprihatinan Sekaligus Keyakinan

💫 Semangat perlawanan ketergantungan pada impor ✈ Drone MALE WANI-23 rancangan Infoglobal (infoglobal)

PT Infoglobal merancang algoritma machine-learning untuk sistem diagnostik pesawat di beberapa dekade terakhir. Itu berfungsi penuh untuk memperkaya perangkat avionik dengan self-monitoring dan predictive maintenance yang kini baru ramai diadopsi pabrikan luar negeri. Bagi mereka, digitalisasi bukan jargon, tetapi fondasi.

Perusahaan yang sudah ada sejak 1992 itu sudah melampaui sekadar memanfaatkan teknologi. Kini, secara tak langsung, PT Infoglobal justru ikut membentuk standar baru bagi industri pertahanan masa depan. ”Begini, misal ya, AS bisa buat pesawat, tapi apakah mau share informasi? Pasti tidak, ya kami buat sendiri,” kata CEO PT Infoglobal Adi Sasongko kepada Jawa Pos di kantornya, Kamis (26/6).

Salah satu produk PT Infoglobal yang viral beberapa waktu terakhir, adalah Drone WANI-23. Adi mengungkapkan latar belakang lahirnya drone tempur WANI-23 itu berangkat dari keprihatinan sekaligus keyakinan. ”Ya Indonesia harus mandiri dalam penguasaan teknologi pertahanan. Khususnya di sektor drone tempur berdaya jelajah tinggi,” ujar pria asli Dukuh Kupang itu. Dia menyebut hadirnya WANI-23 bukan sekadar proyek teknologi, melainkan semangat perlawanan terhadap ketergantungan pada impor.

Dulu kami memulai dengan alat seadanya, tidak ada yang menyuruh, tapi kami tahu Indonesia butuh, dan kami nekat buat sendiri,” tuturnya. Tantangan terbesarnya itu membangun dari nol, di luar skema konsorsium besar.

Bahkan ketika dunia hanya mengenal dominasi Amerika Serikat dan Tiongkok dalam produksi drone kategori Medium Altitude Long Endurance (MALE), Adi memilih jalur sulit, menciptakan alternatif lokal dengan kemampuan terbang hingga 25 jam, bisa menggendong amunisi, serta dikendalikan penuh lewat flight control buatan sendiri.

Otaknya, sistem kontrol nya, semuanya kami kembangkan, ya drone ini benar-benar lahir dari tangan bangsa sendiri,” ujarnya. Dia menegaskan, Indonesia sebenarnya sudah punya potensi besar. Untuk itu, dia dan tim membangun ekosistem produksi mesin penerbangan di Yogyakarta.

Saat ini, 50 persen komponen engine WANI-23 sudah tersedia di pasar lokal, sementara sisanya sedang disesuaikan. ”Tahun depan, mesinnya jadi, setelah itu, tidak ada alasan kita terus menunggu teknologi luar,” tegas ketua INACOM itu.

  Tentang Drone WANI-23 
✈​ Drone WANI-23, drone intai kategori MALE (Medium Altitude Long Endurance)
✈​ Panjang 8,2 meter, rentang sayap 16 meter, berat kosong 630 kg, dan MTOW (Maximum Take-Off Weight) 710 kg.
✈​ Drone ini menggunakan mesin pusher 1.5L 4-silinder turbocharged dengan tiga bilah baling-baling.
✈​ Memiliki jangkauan telemetri terestrial hingga 80 km line of sight (LOS).
✈​ Jangka waktu terbang kurang lebih 25 jam non-stop.
✈​ Secara independen dibuat oleh putra daerah Surabaya: 5 teknisi dan 5 asisten teknisi.
✈​ Pengembangan mesin menggunakan komponen yang tersedia di dalam negeri dalam jangka waktu dua tahun.

  👷
Infoglobal  

Sabtu, 28 Juni 2025

Infoglobal Perkenalkan Gamaloka

  💥 Senjata anti drone portabel Senjata anti drone Infoglobal. (Infoglobal)

Infoglobal resmi meluncurkan ulang Gamaloka Anti-Drone, sistem pertahanan udara ringkas untuk menetralisir ancaman drone, dalam ajang @indo_defence Expo & Forum 2025 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 11-14 Juni 2025. Sebelumnya, Gamaloka telah diperkenalkan kepada public pada Indo Defence 2022.

Gamaloka Anti-Drone dirancang untuk menghadapi potensi penyalahgunaan drone oleh pihak tidak bertanggung jawab. Perangkat ini menggabungkan teknologi komunikasi radio dan jammer canggih untuk mengganggu sinyal kendali drone, memaksanya mundur, mendarat paksa, atau jatuh.

Kami menghadirkan Gamaloka Anti-Drone untuk menjawab kebutuhan akan sistem anti-drone yang tidak hanya canggih, tetapi juga fleksibel, portabel, ringan, dan siap digunakan di mana saja. Inovasi ini adalah bentuk nyata komitmen Infoglobal untuk mendukung keamanan nasional di era teknologi tanpa batas,” ujar Adi Sasongko, CEO Infoglobal.

Gamaloka Anti-Drone memiliki desain ringkas dan ringan sehingga mudah dibawa personel. Perangkat ini ideal untuk operasi taktis di lapangan, acara besar, hingga area strategis.

Gamaloka anti drone telah teruji dalam melakukan jamming drone ilegal dan siap didistribusikan ke instansi pertahanan, keamanan, dan lembaga sipil di seluruh Indonesia.

  ⽎ 
Infoglobal  

Minggu, 15 Juni 2025

Infoglobal Pamerkan Drone Jumbo WANI-23

✈ Dikembangkan secara mandiri termasuk mesinnya Drone Wani-23 Infoglobal (Airspace Review)

Bila pada Indo Defence 2022 Infoglobal memamerkan mock-up skala penuh jet tempur i-22 Sikatan, maka pada Indo Defence 2024, 11-14 Juni 2025, perusahaan yang berbasis di Surabaya tini memamerkan drone intai WANI-23.

Memiliki badan yang cukup besar, drone ini termasuk dalam kategori drone Medium Altitude Long Endurance (MALE).

WANI-23 berdimensi panjang 8,2 m, rentang sayap 16 m, berat kosong 630 kg, dan berat tinggal landas maksimum (MTOW) 710 kg.

Sebagai tenaga penggeraknya, digunakan sebuah mesin model pusher 1.5L 4-cylinder turbocharged dengan tiga bilah baling-baling. Terestrial Telemetry Range-nya hingga 80 KM LOS.

Nama WANI diambil dari bahasa Jawa yang berarti ‘berani’, merefleksikan semangat tim untuk mandiri dan inovatif. Sementara 23 adalah tahun drone ini mulai dikembangkan.

CEO Infoglobal Adi Sasongko mengatakan, pengembangan WANI-23 dilakukan secara mandiri, baik dari segi pembiayaan maupun resources-nya.

Dengan tim beranggotakan lima engineer dan lima helper, Infoglobal berhasil menguasai teknologi pembuatan airframe dan pengembangan mesin dari komponen yang tersedia di dalam negeri dalam jangka waktu 2 tahun.

Pengembangan WANI-23 menjadi langkah strategis Infoglobal dalam memperkuat penguasaan teknologi di bidang kedirgantaraan di Tanah Air, sekaligus menjadi bukti kontribusi sektor swasta nasional dalam mendukung kemandirian pertahanan Indonesia.

Dirancang sebagai platform UAV (Unmanned Aerial Vehicle), WANI-23 mampu menjalankan misi strategis seperti pengawasan wilayah, misi intelijen pengintaian, serta dukungan operasional militer secara waktu nyata.

Kemampuan ini diperkuat dengan integrasi teknologi andal yang tertanam dalam sistem Ground Control Station (GCS) Console yang juga dipamerkan.

Infoglobal membuka peluang kerja sama dan menjalin kolaborasi lebih luas dengan mitra strategis, baik dari dalam maupun luar negeri guna mempercepat pengembangan WANI-23. (RBS)

 
Airspace Review  

Minggu, 25 Mei 2025

Infoglobal Perbarui Kerja Sama Avionik dengan G7 Aerospace

 @ LIMA 2025 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhh3yqEnPCK9qF6NRWAXcI1j440QCsyj8ly-EytPO8pc_ZwpC_qNj8JSRubahdfuNA0aCA-WquHBujk0-SG-u0IrlNTnsRKG6XaDlbaHHm6ZvfG1mT70AhbOgMeYoFU-9u7_d_W2qpXdcwjdjKJXygATho62o-H0j9usrIAkzRXTudCLS-n0CqESyor1Ym_/s1080/Infog_2.jpg(Infoglobal)

I
nfoglobal memperbarui Memorandum of Understanding (MoU) dan Non-Disclosure Agreement (NDA) dengan G7 Aerospace, menandai kerjasama yang kuat dan keberlanjutan dalam pengembangan teknologi avionik.

MoU yang mencakup kerjasama dengan G7 Aerospace, pelaku utama Industri Dirgantara Malaysia, menggarisbawahi komitmen bersama untuk mendorong inovasi dan kerjasama dalam pengembangan sistem avionik.

Seremonial penandatanganan diadakan di event Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition 2025 (LIMA 2025) yang berlangsung di Pusat Pameran Internasional Mahsuri, Langkawi pada tanggal 20 Mei 2025. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Adi Sasongko, CEO Infoglobal dan Datuk Rosdi Mahmud, CEO G7 Aerospace.

Sejak penandatanganan MoU awal pada tahun 2019, yang kemudian diperbarui pada 2022 dan kini pada 2025, kolaborasi ini telah mendukung berbagai pengembangan sistem avionik untuk Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM), termasuk kontribusi terhadap platform pesawat Hawk 100/200 dan PC-7. Dengan pembaruan kerjasama ini diharapkan Infoglobal dan G7 Aerospace lebih luas cakupan kerjasamanya.

Sebagai industri pertahanan asal Indonesia, Infoglobal menghadirkan keahlian mendalam dalam bidang avionik, pemrosesan data radar, dan sistem misi. Melalui kemitraan strategis dengan industri regional seperti G7 Aerospace, kami akan meningkatkan kemampuan dalam menghadirkan solusi avionik canggih yang disesuaikan dengan kebutuhan pertahanan kawasan Asia Tenggara.

  ★ Infoglobal  

Minggu, 04 Mei 2025

Bahas Kajian Pengembangan Avionik CN295 serta Mission System Drone

 Dislitbangau kunjungi Infoglobal https://www.airspace-review.com/wp-content/uploads/2022/03/IESD-Infoglobal-e1648298845759.jpg(Infoglobal Avionics)
I
nfoglobal menerima kunjungan tim Dislitbangau yang diwakili oleh PAB Avionik Dislitbangau, Kolonel Lek Bunyamin; Kalab Avionik Dislitbangau, Letkol Lek Heru S. Hartono; dan Kalab Senamu Dislitbangau, Letkol Tek Y.H. Yogaswara, pada 24 April 2025 di Workshop Infoglobal, Surabaya.

Kunjungan Dislitbangau ini bertujuan untuk membahas rencana kajian pengembangan avionik pesawat CN295, yaitu Multipurpose Control & Display Unit (MCDU) serta mission system drone. MCDU merupakan komponen vital yang berfungsi sebagai interface utama bagi pilot dan sistem manajemen pesawat/Flight Management System.

Sebelumnya, Infoglobal berhasil mengembangkan avionik untuk pesawat CN295, yaitu Integrated Electronic Standby Display (IESD) yang berfungsi sebagai backup instrument dari data artificial horizon, altimeter, dan indicator airspeed dalam display 3-ATI.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1GVIRLsv0q-pZPE-yJJXAb6Zo6yHur6RY9oUfkrLa_8crjfOW_VI9zarIuNIWdkvTFHLXBVtqqXUjBb56D4A4Q2Ba9O2_gWvfmItfRfQN8A4hdeyDJVF_hht68EdOIafcF2QDI6RBrWyMImTiwydL6zVmiS4OPMgPDu9tjcUFZHVIgxQQDvehPxQO_ow/s1352/IMG_0337.jpegSelain itu, Infoglobal juga berhasil mengembangkan avionik pesawat lainnya seperti Hawk 100/200, KT-1B, Super Tucano, C-130 Hercules, Boeing 737-200, Grob, Heli Hughes, NC-212, dan PC-7. Adapun sistem avionik yang sukses dikembangkan Infoglobal memiliki fungsi yang beragam, mulai dari Display System, Mission Planning, Sensor Processing, Navigation System, Recording & Camera System, Communication System hingga Mission System.

Selain membahas rencana kajian MCDU, juga dibahas rencana kerjasama untuk membuat mission system drone. Saat ini Infoglobal sedang mengembangkan secara mandiri Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone jenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) dengan membawa misi pengawasan/surveillance.

Infoglobal siap mendukung kemandirian teknologi dan penguatan pertahanan Indonesia dengan pengembangan teknologi pertahanan, khususnya avionik dan teknologi aerospace.

Senin, 10 Maret 2025

Infoglobal Dan Unhan RI Jalin Kerjasama Kembangkan Satelit Nano

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkMtL75VOZ6IwEEu_RVvZX4F9ArIYja-m9UvNtmC0y0hBcLhwVRvj_mRF026nNNdX_a868dXH94ed5QekHjCtW6bbvG_M4xlPoH-QxH5fJDDbNSFtG9wAcc0df3BKGeb8hnU5wJ5hZfk4-UncwXydfbEnsTcFM83vkGpgc22Utz7RY9AJFqzZ0czA3H8AS/s1032/Infog_0.jpg(Infoglobal)

P
erusahaan Industri Pertahanan Indonesia yang telah go international, PT. Infoglobal Teknologi Semesta (Infoglobal) kembali menerima kunjungan tim RIDU-Sat (Republic of Indonesia Defense University Satellite) Universitas Pertahanan RI (Unhan RI), 37 mahasiswa Unhan RI meninjau kemajuan pengembangan teknologi satelit nano yang dilakukan tim riset Infoglobal bersama Tim RIDU-Sat Unhan RI.

Kunjungan tim RIDU-Sat Unhan RI yang dipimpin oleh Kapusbang Kolab. Internasional LPPN Unhan, Kol. Laut. Imanuel Dindin, S.T., M.Eng., M. Tr.Hanla., Ph.D ini disambut langsung oleh CEO Infoglobal, Ir. Adi Sasongko di workshop utama Infoglobal, Jalan Dinoyo Surabaya pada hari Jumat tanggal 28 Februari 2025.

Kunjungan tersebut merupakan kegiatan studi lapangan untuk memperoleh informasi terbaru terkait teknologi satelit nano yang telah berhasil dikembangkan oleh PT. Infoglobal. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerjasama antara Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) dan PT. Infoglobal dalam rangka meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang teknologi satelit nano dalam negeri melalui program RIDU-Sat

RIDU-Sat adalah sebuah inisiatif kerjasama strategis yang bertujuan membangun satelit nano Indonesia. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara kadet mahasiswa Unhan dengan dosen dan praktisi, Unhan RI, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Komunitas Orari, serta periset dan fasilitas PT. Infoglobal Teknologi Semesta.

Kolonel Laut Imanuel Dindin, sebagai Perwakilan Unhan RI, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan agar mahasiswa Unhan RI yang tergabung dalam tim RIDU-Sat dapat mempelajari teknologi pertahanan secara umum serta ilmu teknologi satelit dari PT. Infoglobal, sehingga dapat memperkuat kemandirian dalam penguasaan teknologi dan membantu pertahanan negara. Beliau juga menyampaikan terima kasih atas sambutan baiknya dan mengapresiasi kemampuan PT. Infoglobal dalam memproduksi peralatan pertahanan hasil riset dengan kerjasama dari stakeholder pertahanan Indonesia.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiznbWscV9dhaiPqkBEERRxc3khcC9aN3pgqottMqcbyc09Ul9iqK1ZIRvRnkG4NQgGIuwdZMymjiwXwWTTlfuOdQO_klyAM0h5VSTSvy3RCym__ZUiHKNpEr4FQqELxQDyFZG6MofsbImWUpFlLe9oWKRD3mvfK0aYaF81uNvhhhVz26NfCNDRx34tVhF-/s1350/Infog_1.jpgPada kesempatan ini, Adi Sasongko, selaku CEO Infoglobal, menyampaikan bahwa merupakan suatu kebanggaan bagi PT. Infoglobal dapat menjalin kerjasama dengan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) dalam pengembangan satelit nano. Selain itu, Infoglobal juga telah membangun kemitraan dengan Kementerian Pertahanan, TNI AU, TNI AL, TNI AD, dan pemangku kepentingan di bidang pertahanan seperti Dislitbangau, PT DI, PT LEN, dan PINDAD selama 30 tahun terakhir dalam pengembangan teknologi penerbangan, komunikasi data, sistem radar militer, avionik, serta pembuatan pesawat terbang dan pesawat tanpa awak. Termasuk kegiatan reverse engineering pesawat tempur TNI AU untuk mendukung kesiapan operasi. Semua ini telah berhasil menjadikan Infoglobal sebagai salah satu dari sedikit perusahaan avionik pertahanan di belahan bumi bagian selatan yang sukses memasarkan produk-produk avioniknya ke negara-negara sahabat di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Selatan.

Infoglobal sendiri saat ini telah berhasil menjalin kerjasama strategis dengan AMMROC (Advanced Military Maintenance, Repair, and Overhaul Center), penyedia layanan MRO penerbangan militer terkemuka yang berbasis di Abu Dhabi, UEA melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani oleh CEO Infoglobal Adi Sasongko dan CEO AMMROC, Jasem Al Marzooqi pada International Defense Exhibition and Conference (IDEX) 2025 yang baru lewat di ADNEC, Abu Dhabi, UAE pada 19 Februari 2025. Infoglobal mengikuti pameran dengan booth tersendiri yang berhasil mengundang perhatian dan tawaran kejasama dalam proyek pembuatan dan perawatan alutsista militer, khususnya di bidang penerbangan.

Acara studi lapangan dilanjutkan dengan kegiatan pemaparan teknologi satelit nano yang sedang dikembangkan Infoglobal selain pemaparan tentang hasil riset dan produksi Infoglobal yang telah sukses melayani kebutuhan pertahanan dalam negeri dan luar negeri. Sebagai salah satu industri pertahanan yang memiliki kemampuan dalam pengembangan teknologi pertahanan, khususnya satelit, PT. Infoglobal mendukung program ini dengan turut serta mengembangkan teknologi satelit nano berukuran 1U dan 3U. Semua komponen dirancang dan dibuat sendiri oleh tim pengembangan satelit Infoglobal, dengan sasaran tidak saja utuk satelit nano namun untuk pengembangan satelit yang lebih besar bagi kepentingan pertahanan secara mandiri. Hal ini terkait dengan dukungan Infoglobal untuk program Network Centric Warfare di lingkungan TNI, khususnya bersama TNI AU.

Sementara RIDU-Sat sendiri saat ini menjadi program inovatif yang didukung oleh Kementerian Pertahanan RI untuk mendorong kemampuan mahasiswa dan civitas akademika dalam mengembangkan teknologi satelit, yang merupakan pilar penting dalam menciptakan sumber daya manusia pertahanan yang unggul untuk menghadapi tantangan teknologi, baik untuk kepentingan pertahanan atau kepentingan pembangunan nasional ke depan. Kolaborasi dalam pembangunan teknologi satelit ini merupakan bagian dari komitmen Infoglobal untuk mendukung kemandirian teknologi nasional dan pertahanan Republik Indonesia.

  📡 InfoGlobal  

Jumat, 28 Februari 2025

Dislitbangau dan Infoglobal Berkolaborasi dalam Reverse Engineering Pesawat Hawk Mk-209

✈ 👷(Dispenau)

Depo Pemeliharaan (Depohar) 30 bekerja sama dengan Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Dislitbangau) serta PT. Infoglobal Teknologi Semesta (ITS) dalam pelaksanaan reverse engineering pesawat tempur Hawk Mk-209. Kegiatan ini berlangsung di hanggar Satuan Pemeliharaan 32 (Sathar 32) Depohar 30 pada Senin, 24 Februari 2025. Kunjungan dari Dislitbangau yang dipimpin oleh Kolonel Lek Agus Priyanto, S.T., diterima langsung oleh Komandan Depohar 30, Kolonel Tek MD. Riswanto, M.I.Pol., M.M., beserta jajaran teknisi.

Pelaksanaan reverse engineering ini diawali dengan sesi briefing, diskusi teknis, serta uji fungsi on ground pesawat Hawk Mk-209. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menganalisis sistem pesawat secara mendalam sehingga dapat memahami cara kerja dan merancang inovasi yang dapat diterapkan dalam pemeliharaan alutsista. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan pesawat Hawk Mk-209 dapat terus beroperasi dengan optimal dan memiliki kesiapan tempur yang lebih tinggi.

Selain meningkatkan efisiensi pemeliharaan, kerja sama ini juga bertujuan untuk mengembangkan kompetensi para teknisi Depohar 30 dalam melakukan rekayasa ulang sistem pesawat. Dengan pemahaman yang lebih mendalam terhadap struktur dan mekanisme pesawat, diharapkan TNI AU dapat lebih mandiri dalam pemeliharaan serta pengembangan teknologi alutsista di masa depan.

Dandepohar 30, Kolonel Tek MD. Riswanto, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemampuan pemeliharaan pesawat di lingkungan TNI AU. "Kami sangat mengapresiasi kunjungan serta dukungan dari Dislitbangau dan PT. Infoglobal Teknologi Semesta. Kegiatan ini akan membantu kami mencapai standar pemeliharaan yang lebih tinggi serta mendukung kemandirian industri pertahanan dalam negeri," ujarnya.

Dislitbangau dan PT. ITS juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung upaya pengembangan teknologi pemeliharaan pesawat di TNI AU. Melalui program reverse engineering ini, diharapkan dapat ditemukan solusi inovatif yang mampu meningkatkan efisiensi operasional serta memperpanjang usia pakai pesawat tempur yang menjadi tulang punggung pertahanan udara nasional.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya nyata dalam mewujudkan sinergi antara industri pertahanan dalam negeri dengan kebutuhan operasional TNI AU. Dengan terus meningkatkan kemampuan teknologi dan sumber daya manusia, diharapkan kemandirian pemeliharaan alutsista dapat semakin terwujud dan memperkuat sistem pertahanan udara Indonesia.
 

 
TNI AU  

Sabtu, 22 Februari 2025

Infoglobal Pamerkan Sistem IC-3 TMC dan Rangkaian Datalink LINK-RI

    @ IDEX 2025  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8COEibXpvRRx7XE4blYLEiumCzk10TSJXbk0M7HkWGBWVe0Duw5YhIE_r7VMGKjlG1Il2Iv3Y_hcAM0FECEq32USh8f1qv4iviyV-SjNFnA6fLLWywbcIlcswSaxU6c4p9BSvOeNvFN7_ZVQM48NxBMJxwCmtIuERUNb47XhiSTbbNqCYJkxA1l1UHPqG/s1080/Infog_1.jpg(Infoglobal)

I
nfoglobal memamerkan IC-3 Tactical Mission Cockpit System (IC-3 TMC System) untuk pesawat tempur Hawk 100/200 Glass Cockpit Upgrade di International Defense Exhibition and Conference (IDEX) pada 17-21 Februari 2025.

IC-3 TMC System menghadirkan teknologi avionik canggih untuk modernisasi pesawat seperti Hawk 100/200, yang terdiri dari pembaruan Hands on Throttle and Stick (HOTAS) dan tiga Multi Function Display (MFD) dengan Instrumentasi Primer dan Siaga Digital.

Multi MFD memungkinkan Pilot/Operator menampilkan informasi taktis sesuai permintaan dengan jelas dan mudah dipilih melalui Hands on Throttle and Stick (HOTAS).

Pilot dapat memilih data paling penting untuk ditampilkan dalam penerbangan.

  💥 Infoglobal  

Kamis, 18 April 2024

Video Recording System Pesawat Hawk

 Buatan Infoglobal 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJvqtNx_f9CZzSTgEMDt0umxWi4v0NSnYqDhytwCi5vgNWhclEVHJsAA6Z4KbBn-cLjPZ53ANTtjsRSKNDZkaWWCUrK41cRxabYb6yZXrMFNBOraeCkuVjR-ZFa101U21_k_QX_VnTSEr0WOzHxuA9nHYTMyQZTaZrpiIgwZfUU_InU0n6es7wCGC4iVbG/w400-h400/VRS.jpg(Infoglobal)

D
i tahun 2019 lalu, Infoglobal berhasil mengembangkan Aircraft Video Recording System untuk pesawat Hawk 100/200.

Sistem ini merupakan kombinasi Digital Video Recorder (DVR) dengan teknologi Camera System yang terdiri dari Camera Head Module (CHM), Video Multiplexer Unit (VMU), dan Camera Interface Unit (CIU).

CHM berfungsi untuk mengonversi optical view menjadi sinyal elektronik berformat PAL. Sedangkan VMU berfungsi menerima data video dari beberapa instrument avionik, seperti CHM, Radar Processor, Mission Computer, dan mendistribusikannya ke instrument avionik lain.

CIU berfungsi sebagai interface kamera untuk melakukan proses video marking dan sebagai interface DVR untuk mengontrol proses perekaman video. Sedangkan DVR sendiri mampu melakukan perekaman misi pesawat hingga 11 jam terbang.

Sistem ini mampu meningkatkan sistem debriefing dan efektifitas misi dari setiap penerbangan pesawat Hawk. Tentunya tiap-tiap instrument dari Aircraft Video Recording System ini memiliki keunggulan plug-and-play, dimana dapat dipasang dan digunakan tanpa rewiring di pesawat.

Instrumen-instrumen ini didesain dengan military grade. Camera System telah lulus proses sertifikasi kelaikan dari Puslaiklambangjaau. Sedangkan DVR, dinyatakan laik oleh IDAA. Keempat instrumen dalam sistem ini bahkan sudah digunakan di Pesawat Hawk 100/200.

  ★ Infoglobal  

Selasa, 02 April 2024

Infoglobal Perpanjang Sertifikat Kelaikudaraan FND & DEI

 Merupakan avionik pesawat KT-1B 
https://scontent.fcgk29-1.fna.fbcdn.net/v/t39.30808-6/433002410_1350816075861686_2122784847557432596_n.jpg?_nc_cat=104&ccb=1-7&_nc_sid=5f2048&_nc_ohc=OrVqe9GaHXMAX_dsC6U&_nc_ht=scontent.fcgk29-1.fna&oh=00_AfAVxoihQy8_9mt80XMPNlLeW8gdIzCwGlCphFB7UWhwpw&oe=66107CE5(Infoglobal)

I
nfoglobal memperpanjang sertifikat kelaikudaraan atau Certificate of Airworthiness beberapa produk avionik yang diterbitkan Puslaiklambangjaau. Perpanjangan ini merupakan suatu upaya untuk menjamin kualitas produk-produk avionik yang dihasilkan.

Adapun produk-produk avionik yang diperpanjang sertifikatnya adalah Flight Navigation Display (FND) dan Digital Engine Indicator (DEI) yang merupakan avionik pesawat KT-1B.

Serangkaian kegiatan verifikasi dokumen dan uji fungsi digelar pada tanggal 13 Maret 2024 di Workshop Infoglobal.

Sebelumnya, Infoglobal juga telah memperpanjang sertifikat kelaikudaraan beberapa avionik lainnya, seperti EFD-5.5, EFD-6.0, FMD-A13, dan CIMD 10.4 pada September 2023. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk-produk tersebut laik digunakan.

  ★ Infoglobal  

Senin, 19 Februari 2024

[Video] Striving For The Defence Future

✈ By Infoglobal Avionics
Excited to announce our commitment to shaping the future of defense aviation! With projects like the i-22 Sikatan Fighter and WANI-23 Drone on the horizon, we're pushing boundaries and setting new standards. Join us on this journey towards a safer and more advanced future


  Youtube  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More