blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label EV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EV. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juli 2026

Pindad Fokus di Mobnas

  Motor Nasional Digarap Entitas Lain  
ilustrasi mobnas dengan tulisan PT Pindad (ist)

Pindad (Persero) memastikan tidak akan terlibat dalam proyek motor listrik nasional. Perusahaan pelat merah itu menegaskan fokus utamanya saat ini adalah pengembangan dan produksi mobil nasional (mobnas), sedangkan proyek motor listrik akan digarap entitas lain yang ditunjuk pemerintah.

Direktur Utama PT Pindad (Persero) sekaligus Direktur Utama Danantara Development Management Fund Sigit Puji Santoso mengatakan Pindad telah mendapat penugasan berbeda dari pemerintah.

"Pindad fokus di mobil. Nah, untuk motor listrik nanti ada lagi penugasan yang lain," kata Sigit di Kompleks Istana Kepresidenan, melansir Antara, Kamis (23/7).

Meski tak menangani proyek tersebut, Sigit mengungkap motor listrik nasional akan diluncurkan Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat. Namun ia enggan membeberkan detail lebih lanjut karena seluruh informasi akan disampaikan langsung oleh kepala negara.

Sigit memastikan motor listrik nasional nantinya tidak menggunakan merek yang sudah ada di pasar. Kendaraan itu akan hadir dengan merek baru yang dikembangkan oleh anak bangsa.

"Nggak, itu nanti akan ada merek baru dan desainnya by Indonesian engineers, desain dari kita. Desain dan production dari kita," ujarnya.

Ia kembali menegaskan Pindad bukan pihak yang bertanggung jawab memproduksi motor listrik nasional. Menurutnya, pemerintah akan mengumumkan perusahaan yang mendapat penugasan tersebut saat peluncuran resmi.

"Nggak. Nanti akan diumumkan Bapak (Presiden Prabowo) itu nanti tanggal 13," kata Sigit.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia segera memiliki motor listrik nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat industri otomotif dalam negeri sekaligus mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Prabowo berharap motor listrik nasional dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, termasuk petani, sebagai sarana transportasi yang lebih efisien dan terjangkau. (ryh/fea)

  🚗 CNN  

Minggu, 19 Juli 2026

TKDN Mobnas Tak Akan Sampai 100%

  Pindad desain lebih tinggi TKDN nya 
Wacana pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menghadirkan mobil nasional (mobnas) kembali mengemuka di tengah upaya pemerintah memperkuat industri otomotif dalam negeri. Dari sisi rantai pasok, pelaku industri komponen menilai Indonesia sudah memiliki modal yang cukup untuk mendukung realisasi program tersebut.

Industri komponen saat ini telah menjadi pemasok bagi berbagai merek otomotif global. Kapasitas produksi dan kualitas produk juga telah teruji melalui pasar ekspor sehingga tinggal menyesuaikan spesifikasi kendaraan yang nantinya akan dikembangkan.

"Pada dasarnya industri komponennya sekarang sudah menyuplai banyak merek global. Kalau memang gagasan mobil nasional diwujudkan, mestinya kandungan TKDN-nya tinggi. Kami siap mendukung karena secara kualitas sudah tidak diragukan lagi," kata Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) Rachmat Basuki kepada CNBC Indonesia.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan membangun rantai pasok dari awal. Infrastruktur industri komponen sudah terbentuk sehingga penyesuaian lebih banyak dilakukan pada kebutuhan teknis kendaraan yang akan diproduksi.

"Yang perlu dilakukan tinggal penyesuaian spesifikasi. Mobil nasional nanti speknya seperti apa, komponen yang dibutuhkan seperti apa, itu hal yang biasa kami lakukan. Supply chain di Indonesia juga sudah cukup lengkap. Kalau bisa ekspor ke berbagai negara, artinya fondasi industrinya sudah ada," ujarnya.

Meski optimistis, tingkat kandungan lokal tetap akan mengikuti karakteristik kendaraan yang diproduksi. Sebab masih ada beberapa komponen yang hingga kini belum diproduksi di dalam negeri.

"Mungkin tidak sampai 100% TKDN karena tergantung spesifikasi mobil nasional tersebut. Bisa saja masih ada beberapa part yang memang belum bisa dibuat di Indonesia sehingga masih perlu impor," kata Rachmad.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan proyek mobil nasional yang tengah dipersiapkan pemerintah tengah berada dalam tahap desain dan diharapkan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar kendaraan yang saat ini beredar di Indonesia.

"Mobil listrik kita rata-ratanya TKDN-nya 30 sampai 70%, walaupun memang nanti kita harapkan Mobnas yang sekarang sedang di-desain oleh Pindad itu akan memiliki nilai TKDN yang lebih tinggi," kata Agus dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu.

Kemunculan kembali isu ini bukan tanpa alasan. Mobil nasional dipandang sebagai salah satu instrumen penting untuk mengejar ketertinggalan industri otomotif dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada produsen global.

"Pengembangan Mobil Nasional bukan sekadar proyek industri semata, tetapi bagian dari upaya membangun kemandirian teknologi bangsa," tulis BP BUMN dalam keterangannya beberapa waktu lalu. (dce)


  👷 CNBC  

Jumat, 12 Juni 2026

Pindad Desain Mobil Listrik Nasional

  TKDN mencapai 70%  
Kendaraan lapis baja listrik Pandu Maung MV3 buatan Pindad (Pindad)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan perkembangan terbaru proyek mobil nasional yang tengah dipersiapkan pemerintah. Kendaraan tersebut saat ini masih berada dalam tahap desain dan diharapkan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar kendaraan yang saat ini beredar di Indonesia.

"Mobil listrik kita rata-ratanya TKDN-nya 30 sampai 70%, walaupun memang nanti kita harapkan Mobnas yang sekarang sedang di-desain oleh Pindad itu akan memiliki nilai TKDN yang lebih tinggi," kata Agus dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI.

Pembahasan mengenai mobil nasional muncul ketika Kementerian Perindustrian menjelaskan tantangan yang masih dihadapi industri manufaktur Indonesia. Persoalannya tidak hanya soal produk akhir yang diproduksi di dalam negeri, tetapi juga kemampuan industri nasional dalam membuat mesin produksi sendiri.

Agus menilai tidak cukup hanya mengejar angka TKDN pada produk jadi. Di balik sebuah produk, masih terdapat ketergantungan yang cukup besar terhadap teknologi dan mesin yang berasal dari luar negeri.

"Kalau saya mengunjungi pabrik-pabrik, pasti yang saya tanya TKDN-nya berapa persen. Ketika saya masuk dan melihat mesinnya, ternyata mesinnya impor. Itu challenge kita," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa Indonesia memasuki fase baru dalam perjuangan panjang mewujudkan kemandirian industri otomotif dan menyoroti pentingnya kawasan industri, rantai pasok, pengembangan teknologi yang terintegrasi, serta membentuk industri nasional yang punya daya saing yang kuat.

Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa, menyampaikan bahwa proyek mobil nasional tidak boleh berhenti pada slogan. Pindad telah menyiapkan lahan industri di Subang dan menargetkan kapasitas produksi 500.000 unit per tahun, dimulai dengan 100.000 unit pada 2028 sebagai tahap awal fase produksi.

"Pesan yang sama dari semua komisi kepada Pindad adalah jangan jadi euforia kalah. Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, kita harus melakukan piloting untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya," katanya beberapa waktu lalu. (fys/wur)

  ♞  CNBC  

Jumat, 24 April 2026

Pindad Akan Kerjakan Mobil Nasional Sedan Listrik

  Di Pabrik Karawang Jawa Barat (Uzone)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, akhirnya angkat bicara mengenai rencana pengembangan mobil nasional (mobnas) Indonesia.

Dalam pernyataannya, Menko Airlangga mengonfirmasi bahwa inisiatif ini akan diwujudkan oleh PT Pindad, yang dikenal sebagai industri pertahanan, dan akan diproduksi di pabrik Pindad yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.

Meskipun belum merinci jadwal pasti dimulainya produksi, Airlangga Hartarto menyatakan harapannya agar kapasitas pabrik Pindad di Karawang dapat ditingkatkan secara bertahap untuk mendukung realisasi mobnas ini.

"Mobil nasional sedang disiapkan oleh Pindad. Jadi, ada kawasan di Karawang, tentu nanti kita berharap kapasitas (produksinya) bisa dinaikkan bertahap," ujar Airlangga saat ditemui wartawan, dikutip Uzone.


  Target Multi Produk dan Sedan Listrik 

Menko Perekonomian menyebutkan bahwa brand mobil nasional ini nantinya akan memproduksi berbagai model kendaraan.

Salah satu model yang menjadi sorotan adalah sedan listrik. Model ini sebelumnya sempat dibahas oleh Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan ke Magelang, Jawa Tengah.

"Salah satunya sedan listrik. Tentunya nanti ada multi product (yang diproduksi Pindad)," jelas Airlangga, sambil mengungkap rencana pengembangan mobnas ini sejalan dengan agenda strategis pemerintah.

Sebelumnya, Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, telah bertemu dengan CTO BPI Danantara yang juga Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, untuk membahas percepatan pengembangan proyek ini.

Berdasarkan keterangan dari Instagram @bumn_id, pengembangan mobnas tidak hanya dipandang sebagai proyek industri biasa, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem otomotif nasional agar lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Tujuan utama dari proyek ini meliputii penguatan ekosistem industri otomotif nasional, menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi anak bangsa dan meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Sebelumnya, dukungan kuat terhadap inisiatif mobil nasional datang dari Presiden Prabowo Subianto, yang berulang kali mengungkapkan keinginannya agar Indonesia memiliki mobil asli buatan sendiri.

Secara spesifik, Presiden Prabowo menargetkan Indonesia mampu memproduksi sedan listrik secara besar-besaran mulai tahun 2028.

Ia menyampaikan kebanggaannya atas kemampuan Indonesia memproduksi bus dan truk listrik saat ini, dan berharap produksi sedan listrik bisa segera menyusul.

"Saya sangat bangga kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk dari listrik. Ini sangat-sangat penting dan memang rencana kita saya berharap di tahun 2028, kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik," tegas Presiden.

  👷  uzone  

Minggu, 19 April 2026

Pabrik Truk Listrik Pertama di RI akan Dibangun di Cilegon

  Nilai Investasi Capai Rp 10 T Kawasan Krakatau industrial Estate (antara)

PABRIK truk listrik pertama di Tanah Air akan segera dibangun di Cilegon, Banten. Proyek strategis ini diproyeksikan menelan nilai investasi fantastis mencapai Rp 10 triliun.

Rencana besar ini direalisasikan oleh Nusantara Halid Grup (NH Group dengan Grand Seleron Indonesia (GSI) dan CangKuang Mining Machinery (CKMM). Kerja sama ini bertujuan untuk merelokasi fasilitas produksi truk, alat berat, hingga tongkang listrik dari Changzhou, China, ke kawasan Krakatau Industrial Estate, Cilegon.

Direktur Utama PT Nusantara Halid, Andy Nursyam Halid, menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya fokus pada perakitan unit kendaraan, tetapi juga mencakup ekosistem komponen pendukungnya.

NH Grup juga mengajak beberapa pabrik suku cadang terkait, antara lain Global Mainstream Dynamic Energy Technology Ltd, pabrik Battery Energy Storage yang berlokasi di Changzhou, China, untuk menyuplai baterai bagi CKMM,” ujar Andy dalam keterangan resminya, Jumat (17/4).

Rencana investasi ini telah ditindaklanjuti melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Lahan Industri (PJLI) pada 26 Februari 2026. Pada tahap awal, lahan seluas 8 hektare telah disiapkan di Krakatau Industrial Estate.

Namun, rencana pengembangan ke depan akan mencakup perluasan lahan hingga 50 hektare guna mengakomodasi pabrik truk, alat berat, dan tongkang listrik. Khusus untuk pengadaan lahan saja, nilai investasi yang dialokasikan mencapai Rp 1,2 triliun.

Dengan adanya pabrik ini, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar bagi kendaraan listrik, tetapi juga menjadi basis produksi utama di Asia Tenggara, sekaligus mempercepat target net zero emission yang dicanangkan pemerintah. (H-3)

  👷  Media Indonesia  

Kamis, 09 April 2026

Prabowo Resmikan Pabrik Bus-Truk Listrik di Magelang

  Milik Bakrie Group Peresmian pabrik (Republika)

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik kendaraan bus dan truk listrik PT Vektor Sakti Industri (PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk) milik Bakrie Group di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026)..

Peresmian itu ditandai dengan penekanan tombol sirene bersama antara Presiden Prabowo Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sekaligus Komisaris Utama PT Vektor Teknologi Mobilitas Tbk Anindya Bakrie, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta beberapa pihak..

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis 9 April tahun 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik Vektor," kata Prabowo saat meresmikan, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis..

Prabowo mengaku menyambut baik inisiatif yang telah diambil selama beberapa tahun yang lalu oleh keluarga dan kelompok usaha Bakrie Group..

Ia menyampaikan, bisnis ini memiliki visi yang sangat jelas untuk turut membangun bangsa Indonesia tengah bertransformasi mengubah penggunaan energi fosil menjadi energi terbarukan secara bertahap.
"Sebagai kelompok usaha, ingin ikut serta dalam industrialisasi. Industrialisasi adalah bagian akhir, ya, daripada suatu kebangkitan teknologi suatu bangsa. Teknologi harus diolah menjadi industri sehingga bermanfaat bagi suatu bangsa," ucap Prabowo.

"Industri tentunya ada berbagai-bagai tingkatan: industri dasar, industri menengah, habis itu industri yang sangat tinggi, dan sebagainya," imbuh dia.

Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus ini memahami, setiap bangsa harus mandiri di berbagai bidang strategis dan paling menentukan, yakni pangan, energi, dan air.

"Jadi inisiatif yang dilaksanakan oleh Vektor ini, Vektor Industri, adalah bersejarah, adalah suatu tonggak yang membanggakan, ya. Ibarat kita dulu diajarkan apa ya itu istilahnya ya, pepatah gitu ya: 'Ibarat pucuk dicinta ulam pun tiba'. Jadi inilah yang kita harapkan dari putra-putri bangsa Indonesia, ya," kata Prabowo.

Prabowo pun gembira dan bangga Indonesia kini memiliki kemampuan untuk memproduksi bus dan truk dari listrik dengan kerja sama pihak swasta.

Menurut dia, kerja sama ini menjadi bagian dari target transformasi kendaraan listrik secara besar-besaran pada tahun 2028.

"Ini sangat-sangat penting. Dan memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik. Jadi sekarang sudah ada bus dari listrik, truk dari listrik, dan kemampuannya juga cukup besar, membanggakan. Saya dapat laporan kemampuan Vektor bisa produksi 10.000 bus dari listrik," kata Prabowo.

Pada kesempatan yang sama, Anindya mengatakan, VKTR memiliki dua gagasan dasarnya sejak awal, yakni dekarbonisasi untuk mempercepat Net Zero Emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat, serta kemandirian ekonomi termasuk dalam ketahanan energi dan menekan impor BBM.

Bagi perusahaan, agenda sesuai dengan arahan Presiden Prabowo terkait sejarah pembangunan di mana krisis seringkali menjadi kesempatan untuk melakukan lompatan besar.

"Oleh karenanya Vektor, yang dalam bahasa fisika artinya skala dan arah, kami yakin skalanya besar—Indonesia dengan sumber daya alam dan manusianya—dan arahnya adalah untuk kemandirian. Jadi ini adalah momentum, Pak Presiden," beber Anindya.

Anindya mengakui, perusahaannya fokus pada perakitan bus dan truk listrik lantaran dua model itu dapat menjadi penonggak untuk tumbuhnya ekosistem industri listrik.

Menurut hitungannya, jumlah subsidi BBM yang bisa dihemat dengan elektrifikasi bus dan truk bisa mencapai Rp 5 miliar dollar per tahun.

Meski, ia mengakui, bisnis ini tidak lebih seksi dari perakitan motor/mobil listrik yang jumlahnya mencapai 140 juta unit.

Anindya menyebutkan, perusahaan siap bekerja sama dengan TransJakarta maupun Blue Bird untuk memasok kebutuhan kendaraan listrik.

"Beliau (TransJakarta) dengan tentunya Pak Gubernur ingin meningkatkan 10.000 elektrifikasi di Jakarta yang bisa diikuti oleh daerah-daerah lain. Dan di sini juga kita lihat beberapa teman seperti Blue Bird yang ingin maju juga bersama kami. Dan ini menandakan bahwa kami siap, Pak," kata Anindya.


  👷  Kompas  

Sabtu, 07 Februari 2026

Pindad Gandeng Perusahaan Ashok Leyland, asal India

  Kembangkan Bus Listrik (Pindad)

Perusahaan otomotif asal India yang merupakan bagian dari Hinduja Group, Ashok Leyland, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Pindad pada Rabu (4/2) di kantor pusat Pindad Bandung. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama bilateral Indonesia dan India di sektor mobilitas berkelanjutan dan teknologi pertahanan.

Ashok Leyland dikenal sebagai salah satu produsen kendaraan komersial dan pertahanan global. Sementara itu, PT Pindad merupakan BUMN yang bergerak di bidang peralatan pertahanan dan industri. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan dan manufaktur bersama Bus Listrik (EV) serta kendaraan pertahanan yang dirancang sesuai kebutuhan mobilitas dan keamanan nasional Indonesia.

Kerja sama tersebut menggabungkan pengalaman global Ashok Leyland dalam platform kendaraan listrik komersial dan solusi mobilitas pertahanan dengan kapabilitas rekayasa serta kekuatan manufaktur lokal PT Pindad. Sinergi ini juga diharapkan memperkuat ekosistem industri pertahanan dan otomotif nasional.

Penandatanganan MoU dihadiri oleh Direktur Utama PT Pindad, Sigit P Santosa; Presiden Operasi Internasional, Pertahanan, LCV & PSB Ashok Leyland, Amandeep Singh; serta Advisor to the Board Hinduja Auto, Lord Tariq.

Indonesia saat ini tengah mempercepat transisi menuju transportasi berkelanjutan sekaligus memodernisasi kemampuan pertahanannya. Kerja sama ini dinilai sejalan dengan agenda nasional dalam mendorong adopsi kendaraan listrik, efisiensi energi, serta peningkatan produksi platform pertahanan di dalam negeri.

Fokus utama dalam MoU mencakup pelaksanaan pengembangan bersama bus listrik dan kendaraan pertahanan. Produk yang dikembangkan nantinya ditargetkan mampu menjawab tantangan kondisi geografis, infrastruktur, dan kebutuhan operasional di Indonesia.

Kemitraan dengan Pindad memungkinkan kami untuk bersama-sama mengembangkan produk yang secara khusus sesuai dengan kondisi medan, infrastruktur, dan kebutuhan operasional Indonesia,” ungkap Amandeep Singh melalui keterangan resminya. (UDA)

  🤝 
Medcom  

Kamis, 02 Oktober 2025

Rosan dan Sjafrie Bahas Harta Karun RI buat Industri Pertahanan

Rantis Maung EV MV3 Pandu produksi Pindad (Pindad)

Logam tanah jarang atau rare earth menjadi salah satu harta karun yang sangat berharga di Indonesia. Logam tanah jarang ini banyak ditemukan dari limbah-limbah pertambangan timah yang cukup masif produksinya di Indonesia.

CEO Danantara Rosan Roeslani dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin membahas penggunaan logam tanah jarang untuk industri pertahanan. Momen pertemuan itu diunggah Rosan dalam akun Instagram resminya, @rosanroeslani, dikutip Rabu (1/10/2025).

"Indonesia memiliki potensi besar Logam Tanah Jarang (LTJ) yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Jawa. Sesuai arahan Bapak Presiden @prabowo, mineral strategis ini harus dimanfaatkan di dalam negeri untuk modernisasi alat pertahanan dan pengembangan kendaraan listrik," ungkap Rosan dalam keterangan unggahannya.

Rosan mengatakan pengembangan logam tanah jarang akan dilakukan dengan menggandeng PT Pindad, salah satu industri pertahanan Indonesia. Pemerintah ingin menjadikan logam tanah jarang sebagai sumber energi masa depan sekaligus penggerak ekonomi nasional dengan signifikan.

"Saya bersama Menteri Pertahanan dan Dirut PT Pindad membahas pengkajian nilai tambah LTJ, termasuk turunan dari pengolahan timah. Sejumlah BUMN juga akan dilibatkan, agar LTJ benar-benar menjadi sumber energi masa depan sekaligus penggerak ekonomi nasional," papar Rosan.

  RI Olah Logam Tanah Jarang 
Belum lama ini, Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan Indonesia akan bergegas untuk mengolah logam tanah jarang atau rare earth. Menurutnya, harta karun tersebut banyak ditemukan di limbah-limbah tambang.

Nilai logam tanah jarang yang sangat tinggi bisa menjadi kunci bagi Indonesia untuk mencapai kekayaan. Maka dari itu, dia tidak ingin Indonesia kecolongan logam tanah jarang karena bentuknya seperti limbah.

"Tetapi, yang lebih merisaukan tapi juga berikan harapan, ternyata limbahnya memiliki nilai sangat tinggi, karena limbahnya ternyata berisi mineral-mineral yang disebut tanah jarang, rare earth. Jadi, saudara-saudara mungkin pejabat kita selama ini tidak mengerti, dia kira limbah, ternyata tanah jarang," sebut Prabowo dalam pidatonya pada Munas VI PKS, Senin (29/9/2025).

Oleh karena itu, Prabowo meminta Bea dan Cukai merekrut ahli kimia, sehingga kandungan logam tanah jarang di limbah timah tidak terbuang percuma.

"Maka saya minta Bea Cukai rekrut beberapa ahli-ahli kimia, kalau dia lihat pasir, padahal pasirnya ini nilainya luar biasa," kata Prabowo.

Sebagai bukti keseriusan lain agar Indonesia mampu mengelola rare earth, Prabowo sempat membentuk Badan Industri Mineral yang diketuai Mendiktisaintek Brian Yuliarto. Badan ini ditugaskan untuk mengelola industri material strategis. Khususnya adalah mineral logam tanah jarang yang bakal banyak digunakan di industri pertahanan. (hal/ara)

  👷 
detik  

Rabu, 24 September 2025

PT Len Industri Perkuat Kolaborasi Pertahanan dengan Vietnam

  Defense Policy Dialogue ke-4 (LEN)

Indonesia dan Vietnam menyelenggarakan Defense Policy Dialogue ke-4 sebagai forum strategis untuk memperkuat hubungan kerja sama pertahanan kedua negara. Dialog ini menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi yang lebih erat sekaligus memperkuat sinergi antara institusi militer dan industri pertahanan di kedua negara.

Dalam forum ini, PT Len Industri (Persero) dan Viettel High Technology Industries menegaskan komitmennya untuk melangkah lebih jauh dalam kolaborasi strategis.

Setelah melalui sejumlah penjajakan dan diskusi, kedua perusahaan resmi menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) sebagai landasan untuk menjajaki kerja sama lebih jauh. Penandatanganan dilakukan oleh Irwan Ibrahim, Direktur Bisnis dan Kerja Sama PT Len Industri (Persero), bersama Sr Col Nguyen Vu Ha, Deputy General Director of Viettel Group. Agenda penandatanganan ini disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Letnan Jendral TNI Tri Budi Utomo, S.E., serta Deputy Minister of National Defense Vietnam, Senior Lieutenant General Hoang Xuan Chien.

Kesepakatan ini membuka peluang kolaborasi strategis di bidang pengembangan teknologi radar, radio komunikasi militer, serta electric bike. Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Vietnam tidak hanya memperkuat hubungan bilateral di sektor pertahanan, tetapi juga menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kemandirian teknologi dan membangun fondasi sinergi industri pertahanan yang lebih solid di kawasan.

Langkah ini diharapkan menjadi komitmen kedua negara dalam menciptakan kerja sama pertahanan yang saling menguntungkan, meningkatkan kapasitas teknologi, serta mendukung stabilitas dan keamanan regional.

  📡 
LEN  

Minggu, 10 Agustus 2025

ITS Pamerkan Motor Listrik EVITS di KSTI 2025

 🏍 TKDN motor listrik EVITS mencapai 60 persen Pengunjung melihat motor listrik karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bernama EVITS dalam kegiatan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesa, Bandung, Sabtu (9/8/2025). (ANTARA/Sean Filo Muhamad)

Sepeda motor listrik karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bernama EVITS dipamerkan dalam kegiatan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia (KSTI) 2025.

"EVITS ini merupakan pengembangan lanjutan dari GESITS, motor listrik generasi pertama ITS yang sudah dipasarkan sebelumnya," kata Team Support Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS Nur Khamim pada gelaran KSTI 2025 di Sasana Budaya Ganesa, Bandung, Sabtu.

Nur menjelaskan motor listrik ini didesain ergonomis, memiliki akselerasi yang baik, dan siap bersaing di pasar otomotif nasional.

Secara rinci, Mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas ITS Vincentius Gusti Putu Agung Bagus Mahendra menjelaskan bahwa EVITS ini menggunakan sumber tenaga dua baterai lithium berkapasitas 60 volt.

Lebih lanjut, ia mengatakan motor listrik ini mampu menempuh kecepatan maksimal 55 kilometer per jam, dengan jarak tempuh hingga 110 kilometer.

Adapun Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk EVITS mencapai 60 persen, yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya mendukung kemandirian industri kendaraan listrik dalam negeri.

Terpisah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyoroti urgensi penguatan kapasitas teknologi dan talenta nasional sebagai fondasi transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan.

Menurutnya, dengan potensi sumber daya alam strategis, Indonesia memiliki peluang besar untuk melakukan hilirisasi dan lompatan industrialisasi bernilai tambah tinggi.

"Penguasaan sains dan teknologi harus maksimal untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Para peneliti dan akademisi memiliki tugas mulia dalam memajukan industri dan menghasilkan SDM unggul," tutur Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

KSTI 2025 dilaksanakan pada 7-9 Agustus 2025. Kegiatan ini mengundang lebih dari 350 pimpinan perguruan tinggi di Indonesia, serta 1.000 peneliti terbaik yang ada di Indonesia.

Konvensi ini menitikberatkan pada integrasi riset, pendidikan tinggi, dan industri dalam delapan sektor prioritas: pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi dan industrialisasi, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), serta material dan manufaktur maju.

Seluruh sektor tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan strategis Indonesia menuju kemandirian teknologi dan peningkatan daya saing global.

  🏍
antara  

Sabtu, 14 Juni 2025

TNI AD Pastikan Seluruh Jajaran Gunakan MV3 EV "Pandu"

 Produksi Pindad 
MV3 Pandu EV produksi PT Pindad (Pindad)
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana memastikan seluruh jajarannya menggunakan kendaraan listrik Maung MV3 EV bernama "Pandu" yang baru saja diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada acara Indo Defence 2025, Rabu.

Menurut Wahyu, pihaknya harus menggunakan produk tersebut untuk mendukung perusahaan industri pertahanan dalam negeri.

Selain itu, Wahyu juga menilai Maung MV3 EV memiliki kualitas yang mumpuni dan layak untuk digunakan sebagai kendaraan operasional.

"Semua Danyon (komandan batalyon) termasuk beberapa komandan rayon militer terutama yang ada di wilayah-wilayah kota besar dan rekan-rekan bisa melihat di Jakarta Raya ini juga (TNI AD) menggunakan Maung," kata Wahyu.

Namun demikian, Wahyu belum menjelaskan berapa unit Maung MV3 EV yang sudah digunakan TNI AD hingga saat ini.

Sebelumnya, Prabowo meluncurkan kendaraan taktis listrik MV3 EV buatan PT Pindad yang diberi nama Pandu, di sela-sela pembukaan pameran Indo Defence, Indo Marine, dan Indo Aerospace di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu.

MV3 Pandu EV Pindad
Dalam peluncuran tersebut, Prabowo didampingi oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Budi Gunawan, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Sebagai bagian dari acara peluncuran, Presiden Prabowo menandatangani plakat di atas kap mobil listrik MV3 EV "Pandu".

MV3 Tactical EV merupakan kendaraan taktis 4x4 bertenaga listrik hasil pengembangan PT Pindad.

Kendaraan ini berbasis platform MV3 yang sebelumnya telah dimodifikasi menjadi berbagai varian, seperti MV3 Garuda Limousine (kendaraan resmi kepresidenan) serta seri Maung MV3 dalam varian Tangguh atau Spartan, Jelajah, dan Komando.

Kehadiran MV3 Tactical EV menunjukkan komitmen PT Pindad sebagai industri pertahanan dalam berinovasi dan mengadopsi teknologi ramah lingkungan.

Nama Pandu sendiri dipilih dari tokoh wiracarita Mahabharata, yang melambangkan perintis atau yang pertama. Diharapkan, kehadiran kendaraan ini dapat mendukung perkembangan kendaraan listrik nasional di masa depan.

  ♘ antara  

Kamis, 12 Juni 2025

Prabowo Luncurkan 'Pandu'

  Mobil Taktis Listrik MV3  
Presiden Prabowo Subianto meresmikan kendaraan listrik taktis Pindad MV3 EV yang diberi nama Pandu.

Peluncuran ini dilakukan usai Prabowo membuka Indo Defence Expo and Forum 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2025).

Usai memberikan sambutan dan meresmikan acara, Prabowo langsung menuruni panggung dan disambut mobil Pindad MV3 EV Pandu. Bahkan ia juga menandatangani plat nomor mobil yang berwarna hijau dan hitam itu.

Kemudian Prabowo menandatangani plakat bersama Menko Politik dan Keamanan Budi Gunawan dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.


Seperti diketahui, nama Pandu diambil dari tokoh Wiracarita Mahabarata sebagai perintis atau yang pertama. Diharapkan Pandu dapat memandu pengembangan kendaraan listrik nasional untuk masa depan.

MV3 EV Pandu sendiri asalah kendaraan listrik taktis 4x4 pengembangan PT Pindad berbasis MV3 atau yang sering dikenal dengan Maung. Pada model ini sebelumnya sudah dikembangkan dengan berbagai varian, termasuk Garuda Limousine yang jadi kendaraan kepresidenan Prabowo.

Adapun, spesifikasi MV3 EV Pandu ini memiliki spesifikasi yang serupa dengan Morino EV. MV3 EV adalah kendaraan roda 4 berbahan bakar elektrik yang ditujukan untuk mendukung operasi dengan mobilitas tinggi.

Kendaraan ini dibekali dengan penggerak daya elektrik dengan daya 160 HP / 125kW, MV3 EV mampu dipacu dengan kecepatan aman 100 km/jam. Dengan kapasitas baterai 292 V (150.000 mAh), kendaraan EV ini mampu menjangkau jarak tempuh hingga 170 km. (haa/haa)

  ♘ CNBC  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More