blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label EV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EV. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 September 2026

Pemerintah Tunjuk Len Industri Pelaksana Motor Listrik Nasional

Molinas Motor Listrik LEN

Pemerintah telah menunjuk PT Len Industri sebagai pelaksana pengembangan Motor Listrik Nasional (Molinas). Penunjukan ini diresmikan dalam surat penugasan nomor B-15/M/SDK/KI.00/08/2026 dari Menteri Sekretaris Negara kepada direktur utama perusahaan.

"Dalam rangka mewujudkan kemandirian industri otomotif nasional serta memperkuat hilirasi industri, Bapak Presiden pada Rapat Terbatas tanggal 14 Juli 2026 memberikan arahan bahwa PT Len Industri (Persero) ditugaskan menjadi pelaksana Program Pengembangan Motor Listrik Nasional," bunyi sebagian isi surat itu.

Pada surat yang tertulis tanggal 12 Agustus 2026 ini juga menetapkan mandat Len Industri, yaitu melaksanakan program secara terkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait.

Lalu dokumen yang ditandatangani oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi ini memerintahkan perusahaan melaporkan secara berkala pelaksanaan mandat kepada presiden melalui Kementerian Sekretariat Negara.

 Lead integrator

Berdasarkan penjelasan Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, saat berbicara dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (10/9), Len berperan sebagai 'lead integrator'.

"PT Len ini akan menjadi nantinya lead integrator dari program Motor Listrik Nasional," kata dia.

Berdasarkan materi pemaparan Setia, ekosistem Molinas sepenuhnya melibatkan Danantara. Dalam hal ini Len berperan di bidang desain dan R&D, manufaktur dan perakitan serta penyediaan stasiun cas.

Pada bidang produksi baterai didukung Indonesia Battery Corporation (IBC), distribusi (bengkel dan aftersales) melibatkan Koperasi Merah Putih dan BUMN, serta pendanaan dan pembiayaan melibatkan PT Sarana Multi Infrastruktur.

"Ini adalah ekosistem Molinas dan hampir semuanya nanti akan melibatkan Danantara dalam prosesnya, baik R&D Len akan menjadi lead integrator, battery nanti akan melibatkan CATIB dan CATL yang saat ini sudah selesai dibangun di Karawang," papar Setia.

Len sendiri saat ini sedang mengembangkan motor trail listrik, Electrical Bike Sprint, yang diklaim dirancang, diuji dan dirakit di Indonesia.

Sprint membawa motor elektrik 3.000 Watt, disebut bisa dikendarai hingga 60 kilometer dengan jarak kecepatan hingga 80 km per jam. (fea)

  ♔
CNN   

Selasa, 01 September 2026

Indonesia-Malaysia Garap Baterai Nusantara, Katodanya Dibuat di RI

  💡 NRBI di acara International Battery Summit 2026. Foto: Fitra Andrianto/kumparan 

Indonesia dan Malaysia mengembangkan baterai yang diberi nama Nusantara Battery. Baterai tersebut merupakan hasil kerja sama antara National Battery Research Institute (NBRI) dengan NanoMalaysia Berhad (NMB).

"NBRI memiliki impian dan visi yang besar, tidak hanya untuk Indonesia. Indonesia harus mandiri dalam hal energi. Kita harus menyadari bahwa kita masih mengimpor baterai hingga saat ini," buka Pendiri NBRI Evvy Kartini di JIExpo Kemayoran, Rabu (26/8/2026).

Evvy mengungkapkan bahwa Indonesia selama ini masih dihadapkan pada ketergantungan impor sel baterai maupun komponen pendukungnya dari luar negeri, padahal tanah air merupakan pemilik cadangan mineral nikel terbesar di dunia.

Oleh sebab itu, NBRI yang didirikan sejak lima tahun lalu katanya terus difokuskan menjadi pemimpin dalam mengakselerasi riset baterai, agar mampu diserap secara komersial oleh industri manufaktur otomotif nasional.

"Namun, jika kita bicara tentang sumber daya alam kita, nikel adalah sumber daya tertinggi di dunia yang ada di Indonesia. Jadi, Indonesia harus memanfaatkan keunggulan ini," ungkapnya.

Hasil dari konsistensi riset tersebut dibuktikan dengan kehadiran Baterai Nusantara yang dikembangkan melalui kolaborasi strategis regional di kawasan Asia. Katoda baterai tersebut diproduksi secara mandiri di Indonesia, sementara proses assembling sel baterainya bekerja sama dengan Malaysia.

"Saya senang hari ini dapat mengumumkan bahwa minggu lalu telah diluncurkan Baterai Nusantara, yang katodanya dibuat di Indonesia dan baterainya dibuat di Malaysia bersama NanoMalaysia. Ini adalah salah satu contoh konkret dari kolaborasi antara negara-negara Asia," ungkap Evvy.

Sebagai catatan, sebelumnya Nusantara Battery diperkenalkan di ASEAN Battery Technology Conference (ABTC) ke-4 di Sepang, Malaysia pada 19-21 Agustus 2026.

"Kami ada asosiasi ASEAN dari Thailand, Malaysia, Filipina, Singapura, sampai Indonesia. Kita buat yang namanya ABTC, Asian Battery Technology Conference setiap tahun. Nah, kita dengan Malaysia ini berpikir apa yang bisa dibuat bersama," ungkapnya.

Evvy bilang, perkembangan ini menandai perubahan peta industri otomotif dan baterai nasional. Pada periode awal perbincangan masih terbatas pada penambangan olahan nikel kadar rendah dan fasilitas smelter awal, kini fokus utama sudah merambah ke tahap pemenuhan rantai pasok manufaktur baterai siap pakai.

 Peran Indonesia di Baterai Nusantara

Dalam pembagian peran proyek Baterai Nusantara, Indonesia mengambil posisi kunci sebagai penyedia bahan baku. Lembaga riset NBRI menyuplai komponen katoda berbasis nikel olahan dalam negeri.

"Indonesia kaya akan local resources. Kebetulan dari tempatnya kami di NBRI ini sudah menguasai teknologi untuk membuat katoda. Kenapa tidak kita buat saja satu baterai bersama? Baterainya memang kebetulan karena pilot-nya ada di Malaysia, bahan ini dikirim ke sana," terangnya.

Proses perakitan sel baterai kemudian dilakukan di laboratorium pengujian Malaysia sebelum akhirnya resmi diperkenalkan ke publik oleh otoritas setempat.

Secara teknis, Evvy bercerita baterai yang dikembangkan itu menggunakan formulasi berbasis nikel. Rekanan Malaysia memberikan sampel standar komersial yang kemudian diteliti dan ditingkatkan kualitasnya oleh tim peneliti di laboratorium Indonesia.

Namun, saat dikonfirmasi terkait kerjasama dengan pabrikan kendaraan, Evvy belum merinci hal tersebut. Ia menjelaskan saat ini baru dibuat skala kecil.

"Mereka kasih ke kita contoh komersial yang mereka pakai, kemudian kami bawa ke lab, kami buat. Mungkin hasilnya bisa lebih bagus dari itu. Baterai Nusantara ini memang baru dibuat skala pilot-nya karena mereka juga baru launching," jelasnya.

Keputusan merakit Baterai Nusantara di Malaysia ketimbang di Tanah Air diakui Prof. Evvy sebagai bentuk kalkulasi teknis ketersediaan fasilitas pilot cell yang saat itu belum siap di dalam negeri.

"Kenapa tidak diintegrasikan di Indonesia saja? Karena kalau Malaysia saja mau menerima, masa Indonesia tidak? Tapi di Indonesia fasilitasnya belum ada. Cita-cita kami di NBRI tentu ingin punya pilot di sini, supaya kalau kita buat bahan di sini, ya dirakit di sini juga," tegasnya.

  💡  Kumparan  

Selasa, 18 Agustus 2026

BRIN Kembangkan Material Baterai Kendaraan Listrik dari Limbah Batu Bara

  Dengan Alih teknologi Daur ulang baterai dari limbah (Ist)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan material baterai untuk kendaraan listrik dari limbah batu bara. BRIN mengembangkan grafit artifisial dari limbah batu bara untuk bahan baku baterai dalam upaya mendukung ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Dikutip dari Antara, Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, pihaknya memproduksi grafit artifisial dari limbah batu bara. "Di sektor hulu material masa depan, BRIN tengah mengembangkan Baterai Li-ion Generasi 5V serta memproduksi grafit artifisial dari limbah batu bara," kata Arif.

Menurutnya, grafit artifisial yang tengah dikembangkan BRIN tersebut memiliki tingkat kesesuaian struktur mencapai 96,8 persen.

BRIN sendiri sudah menciptakan beberapa purwarupa kendaraan listrik. Mereka mengembangkan MEVI DELL-E (baik versi I-Seater maupun O-Seater) serta E-TRIGO yakni kendaraan listrik roda tiga yang dirancang khusus untuk niaga dan ramah bagi penyandang disabilitas.

"BRIN juga mematangkan sistem konversi hybrid (penggabungan mesin bensin, motor listrik, dan controller) yang memiliki potensi penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 20-40 persen, serta konversi motor listrik yang memanfaatkan rangka motor eksisting dengan biaya yang jauh lebih terjangkau," kata Arif Satria.

Sementara itu, terkait kendaraan listrik Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan pemerintah akan memberikan insentif besar untuk motor listrik. Dalam Pidato Presiden RI dalam Rangka Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, Prabowo menyebut bakal memberikan insentif yang cukup besar untuk produsen yang bisa memproduksi satu juta motor listrik buatan lokal.

"Hari ini kita akan memberikan insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun 1 juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia," ucap Prabowo baru-baru ini.

Kebijakan insentif itu, kata Prabowo, bisa menurunkan biaya operasional kendaraan, mengurangi konsumsi BBM impor, sekaligus membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purna jualnya. Prabowo saat peresmian ekosistem motor listrik nasional sudah mengungkap bahwa biaya operasional motor listrik lebih murah ketimbang motor bensin. Bahkan bisa dihemat sampai 70 persen.

Menurut Prabowo, saat ini Indonesia sudah memiliki unsur lengkap untuk pengembangan baterai ataupun motor listrik. Ekosistemnya juga sudah terbentuk.

Prabowo juga menambahkan, motor listrik punya sejumlah keunggulan. "Penghematan bagi rakyat, penghematan bagi keluarga mereka, kita perkirakan mereka akan bayar 50 persen lebih rendah dari pengeluaran yang mereka lakukan sekarang untuk motor BBM bahkan bisa nanti turun hanya 30 persen dari biaya yang mereka keluarkan sekarang," tutur Prabowo. (rgr/lth)

  💡  Detik  

Jumat, 14 Agustus 2026

Prabowo Resmi Luncurkan 20 Ribu Motor Listrik Nasional di Cikarang

 Molinas (detik)

Presiden Prabowo Subianto meresmikan ekosistem motor listrik nasional produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ada 20 ribu motor listrik yang telah diproduksi sejauh ini.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Kamis, tanggal 13 Agustus 2026, secara resmi saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, meluncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukung," kata Prabowo di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Prabowo mengatakan peresmian ini merupakan tonggak inisiatif gabungan para pengusaha swasta yang diinisiasi PT Indika Energy. Prabowo mengapresiasi langkah keberanian tersebut.

"Hari ini menurut saya hari yang sangat penting karena ini merupakan suatu tonggak atas inisiatif masing-masing para pengusaha swasta yang mulai proyek ini mungkin kelompok Indika ya, kelompok yang sudah lama bekerja, waktu saya masih muda saya sudah denger Indika," katanya.

Prabowo menyebutkan inisiatif ini memiliki potensi gagal yang besar. Namun ia mengapresiasi keberanian tersebut dan mengajak para pengusaha untuk bersatu bekerja sama dengan pemerintah.

"Saya ucapkan selamat kepada saudara sekalian yang ambil suatu keberanian, inisiatif itu keberanian, karena inisiatif mengandung risiko. Segala yang kau keluarkan beberapa tahun lalu bisa gagal, ini pun hari ini ada risiko. Saya mengajak kita harus jadi satu, yang kuat yang menengah, yang agak melemah harus bersatu," ujarnya.

Diketahui, hingga saat ini, PT Ilectra Motor Group (ALVA) telah memproduksi 20 ribu motor listrik. Prabowo akan datang lagi jika produksi mencapai 200 ribu unit.

"Hari ini launching. Hari ini saya telah tandatangani, karena hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20 ribu motor. Saya bilang ke kelompok Indika, kalau kalian nanti mencapai 200 ribu, saya datang lagi. 2 juta, saya datang lagi," ujarnya.

   🏍 
detik  

Kamis, 23 Juli 2026

Pindad Fokus di Mobnas

  Motor Nasional Digarap Entitas Lain  
ilustrasi mobnas dengan tulisan PT Pindad (ist)

Pindad (Persero) memastikan tidak akan terlibat dalam proyek motor listrik nasional. Perusahaan pelat merah itu menegaskan fokus utamanya saat ini adalah pengembangan dan produksi mobil nasional (mobnas), sedangkan proyek motor listrik akan digarap entitas lain yang ditunjuk pemerintah.

Direktur Utama PT Pindad (Persero) sekaligus Direktur Utama Danantara Development Management Fund Sigit Puji Santoso mengatakan Pindad telah mendapat penugasan berbeda dari pemerintah.

"Pindad fokus di mobil. Nah, untuk motor listrik nanti ada lagi penugasan yang lain," kata Sigit di Kompleks Istana Kepresidenan, melansir Antara, Kamis (23/7).

Meski tak menangani proyek tersebut, Sigit mengungkap motor listrik nasional akan diluncurkan Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat. Namun ia enggan membeberkan detail lebih lanjut karena seluruh informasi akan disampaikan langsung oleh kepala negara.

Sigit memastikan motor listrik nasional nantinya tidak menggunakan merek yang sudah ada di pasar. Kendaraan itu akan hadir dengan merek baru yang dikembangkan oleh anak bangsa.

"Nggak, itu nanti akan ada merek baru dan desainnya by Indonesian engineers, desain dari kita. Desain dan production dari kita," ujarnya.

Ia kembali menegaskan Pindad bukan pihak yang bertanggung jawab memproduksi motor listrik nasional. Menurutnya, pemerintah akan mengumumkan perusahaan yang mendapat penugasan tersebut saat peluncuran resmi.

"Nggak. Nanti akan diumumkan Bapak (Presiden Prabowo) itu nanti tanggal 13," kata Sigit.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia segera memiliki motor listrik nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat industri otomotif dalam negeri sekaligus mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Prabowo berharap motor listrik nasional dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, termasuk petani, sebagai sarana transportasi yang lebih efisien dan terjangkau. (ryh/fea)

  🚗 CNN  

Minggu, 19 Juli 2026

TKDN Mobnas Tak Akan Sampai 100%

  Pindad desain lebih tinggi TKDN nya 
Wacana pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menghadirkan mobil nasional (mobnas) kembali mengemuka di tengah upaya pemerintah memperkuat industri otomotif dalam negeri. Dari sisi rantai pasok, pelaku industri komponen menilai Indonesia sudah memiliki modal yang cukup untuk mendukung realisasi program tersebut.

Industri komponen saat ini telah menjadi pemasok bagi berbagai merek otomotif global. Kapasitas produksi dan kualitas produk juga telah teruji melalui pasar ekspor sehingga tinggal menyesuaikan spesifikasi kendaraan yang nantinya akan dikembangkan.

"Pada dasarnya industri komponennya sekarang sudah menyuplai banyak merek global. Kalau memang gagasan mobil nasional diwujudkan, mestinya kandungan TKDN-nya tinggi. Kami siap mendukung karena secara kualitas sudah tidak diragukan lagi," kata Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) Rachmat Basuki kepada CNBC Indonesia.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan membangun rantai pasok dari awal. Infrastruktur industri komponen sudah terbentuk sehingga penyesuaian lebih banyak dilakukan pada kebutuhan teknis kendaraan yang akan diproduksi.

"Yang perlu dilakukan tinggal penyesuaian spesifikasi. Mobil nasional nanti speknya seperti apa, komponen yang dibutuhkan seperti apa, itu hal yang biasa kami lakukan. Supply chain di Indonesia juga sudah cukup lengkap. Kalau bisa ekspor ke berbagai negara, artinya fondasi industrinya sudah ada," ujarnya.

Meski optimistis, tingkat kandungan lokal tetap akan mengikuti karakteristik kendaraan yang diproduksi. Sebab masih ada beberapa komponen yang hingga kini belum diproduksi di dalam negeri.

"Mungkin tidak sampai 100% TKDN karena tergantung spesifikasi mobil nasional tersebut. Bisa saja masih ada beberapa part yang memang belum bisa dibuat di Indonesia sehingga masih perlu impor," kata Rachmad.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan proyek mobil nasional yang tengah dipersiapkan pemerintah tengah berada dalam tahap desain dan diharapkan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar kendaraan yang saat ini beredar di Indonesia.

"Mobil listrik kita rata-ratanya TKDN-nya 30 sampai 70%, walaupun memang nanti kita harapkan Mobnas yang sekarang sedang di-desain oleh Pindad itu akan memiliki nilai TKDN yang lebih tinggi," kata Agus dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu.

Kemunculan kembali isu ini bukan tanpa alasan. Mobil nasional dipandang sebagai salah satu instrumen penting untuk mengejar ketertinggalan industri otomotif dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada produsen global.

"Pengembangan Mobil Nasional bukan sekadar proyek industri semata, tetapi bagian dari upaya membangun kemandirian teknologi bangsa," tulis BP BUMN dalam keterangannya beberapa waktu lalu. (dce)


  👷 CNBC  

Jumat, 12 Juni 2026

Pindad Desain Mobil Listrik Nasional

  TKDN mencapai 70%  
Kendaraan lapis baja listrik Pandu Maung MV3 buatan Pindad (Pindad)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan perkembangan terbaru proyek mobil nasional yang tengah dipersiapkan pemerintah. Kendaraan tersebut saat ini masih berada dalam tahap desain dan diharapkan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar kendaraan yang saat ini beredar di Indonesia.

"Mobil listrik kita rata-ratanya TKDN-nya 30 sampai 70%, walaupun memang nanti kita harapkan Mobnas yang sekarang sedang di-desain oleh Pindad itu akan memiliki nilai TKDN yang lebih tinggi," kata Agus dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI.

Pembahasan mengenai mobil nasional muncul ketika Kementerian Perindustrian menjelaskan tantangan yang masih dihadapi industri manufaktur Indonesia. Persoalannya tidak hanya soal produk akhir yang diproduksi di dalam negeri, tetapi juga kemampuan industri nasional dalam membuat mesin produksi sendiri.

Agus menilai tidak cukup hanya mengejar angka TKDN pada produk jadi. Di balik sebuah produk, masih terdapat ketergantungan yang cukup besar terhadap teknologi dan mesin yang berasal dari luar negeri.

"Kalau saya mengunjungi pabrik-pabrik, pasti yang saya tanya TKDN-nya berapa persen. Ketika saya masuk dan melihat mesinnya, ternyata mesinnya impor. Itu challenge kita," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa Indonesia memasuki fase baru dalam perjuangan panjang mewujudkan kemandirian industri otomotif dan menyoroti pentingnya kawasan industri, rantai pasok, pengembangan teknologi yang terintegrasi, serta membentuk industri nasional yang punya daya saing yang kuat.

Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa, menyampaikan bahwa proyek mobil nasional tidak boleh berhenti pada slogan. Pindad telah menyiapkan lahan industri di Subang dan menargetkan kapasitas produksi 500.000 unit per tahun, dimulai dengan 100.000 unit pada 2028 sebagai tahap awal fase produksi.

"Pesan yang sama dari semua komisi kepada Pindad adalah jangan jadi euforia kalah. Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, kita harus melakukan piloting untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya," katanya beberapa waktu lalu. (fys/wur)

  ♞  CNBC  

Jumat, 24 April 2026

Pindad Akan Kerjakan Mobil Nasional Sedan Listrik

  Di Pabrik Karawang Jawa Barat (Uzone)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, akhirnya angkat bicara mengenai rencana pengembangan mobil nasional (mobnas) Indonesia.

Dalam pernyataannya, Menko Airlangga mengonfirmasi bahwa inisiatif ini akan diwujudkan oleh PT Pindad, yang dikenal sebagai industri pertahanan, dan akan diproduksi di pabrik Pindad yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.

Meskipun belum merinci jadwal pasti dimulainya produksi, Airlangga Hartarto menyatakan harapannya agar kapasitas pabrik Pindad di Karawang dapat ditingkatkan secara bertahap untuk mendukung realisasi mobnas ini.

"Mobil nasional sedang disiapkan oleh Pindad. Jadi, ada kawasan di Karawang, tentu nanti kita berharap kapasitas (produksinya) bisa dinaikkan bertahap," ujar Airlangga saat ditemui wartawan, dikutip Uzone.


  Target Multi Produk dan Sedan Listrik 

Menko Perekonomian menyebutkan bahwa brand mobil nasional ini nantinya akan memproduksi berbagai model kendaraan.

Salah satu model yang menjadi sorotan adalah sedan listrik. Model ini sebelumnya sempat dibahas oleh Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan ke Magelang, Jawa Tengah.

"Salah satunya sedan listrik. Tentunya nanti ada multi product (yang diproduksi Pindad)," jelas Airlangga, sambil mengungkap rencana pengembangan mobnas ini sejalan dengan agenda strategis pemerintah.

Sebelumnya, Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, telah bertemu dengan CTO BPI Danantara yang juga Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, untuk membahas percepatan pengembangan proyek ini.

Berdasarkan keterangan dari Instagram @bumn_id, pengembangan mobnas tidak hanya dipandang sebagai proyek industri biasa, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem otomotif nasional agar lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Tujuan utama dari proyek ini meliputii penguatan ekosistem industri otomotif nasional, menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi anak bangsa dan meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Sebelumnya, dukungan kuat terhadap inisiatif mobil nasional datang dari Presiden Prabowo Subianto, yang berulang kali mengungkapkan keinginannya agar Indonesia memiliki mobil asli buatan sendiri.

Secara spesifik, Presiden Prabowo menargetkan Indonesia mampu memproduksi sedan listrik secara besar-besaran mulai tahun 2028.

Ia menyampaikan kebanggaannya atas kemampuan Indonesia memproduksi bus dan truk listrik saat ini, dan berharap produksi sedan listrik bisa segera menyusul.

"Saya sangat bangga kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk dari listrik. Ini sangat-sangat penting dan memang rencana kita saya berharap di tahun 2028, kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik," tegas Presiden.

  👷  uzone  

Minggu, 19 April 2026

Pabrik Truk Listrik Pertama di RI akan Dibangun di Cilegon

  Nilai Investasi Capai Rp 10 T Kawasan Krakatau industrial Estate (antara)

PABRIK truk listrik pertama di Tanah Air akan segera dibangun di Cilegon, Banten. Proyek strategis ini diproyeksikan menelan nilai investasi fantastis mencapai Rp 10 triliun.

Rencana besar ini direalisasikan oleh Nusantara Halid Grup (NH Group dengan Grand Seleron Indonesia (GSI) dan CangKuang Mining Machinery (CKMM). Kerja sama ini bertujuan untuk merelokasi fasilitas produksi truk, alat berat, hingga tongkang listrik dari Changzhou, China, ke kawasan Krakatau Industrial Estate, Cilegon.

Direktur Utama PT Nusantara Halid, Andy Nursyam Halid, menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya fokus pada perakitan unit kendaraan, tetapi juga mencakup ekosistem komponen pendukungnya.

NH Grup juga mengajak beberapa pabrik suku cadang terkait, antara lain Global Mainstream Dynamic Energy Technology Ltd, pabrik Battery Energy Storage yang berlokasi di Changzhou, China, untuk menyuplai baterai bagi CKMM,” ujar Andy dalam keterangan resminya, Jumat (17/4).

Rencana investasi ini telah ditindaklanjuti melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Lahan Industri (PJLI) pada 26 Februari 2026. Pada tahap awal, lahan seluas 8 hektare telah disiapkan di Krakatau Industrial Estate.

Namun, rencana pengembangan ke depan akan mencakup perluasan lahan hingga 50 hektare guna mengakomodasi pabrik truk, alat berat, dan tongkang listrik. Khusus untuk pengadaan lahan saja, nilai investasi yang dialokasikan mencapai Rp 1,2 triliun.

Dengan adanya pabrik ini, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar bagi kendaraan listrik, tetapi juga menjadi basis produksi utama di Asia Tenggara, sekaligus mempercepat target net zero emission yang dicanangkan pemerintah. (H-3)

  👷  Media Indonesia  

Kamis, 09 April 2026

Prabowo Resmikan Pabrik Bus-Truk Listrik di Magelang

  Milik Bakrie Group Peresmian pabrik (Republika)

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik kendaraan bus dan truk listrik PT Vektor Sakti Industri (PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk) milik Bakrie Group di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026)..

Peresmian itu ditandai dengan penekanan tombol sirene bersama antara Presiden Prabowo Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sekaligus Komisaris Utama PT Vektor Teknologi Mobilitas Tbk Anindya Bakrie, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta beberapa pihak..

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis 9 April tahun 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik Vektor," kata Prabowo saat meresmikan, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis..

Prabowo mengaku menyambut baik inisiatif yang telah diambil selama beberapa tahun yang lalu oleh keluarga dan kelompok usaha Bakrie Group..

Ia menyampaikan, bisnis ini memiliki visi yang sangat jelas untuk turut membangun bangsa Indonesia tengah bertransformasi mengubah penggunaan energi fosil menjadi energi terbarukan secara bertahap.
"Sebagai kelompok usaha, ingin ikut serta dalam industrialisasi. Industrialisasi adalah bagian akhir, ya, daripada suatu kebangkitan teknologi suatu bangsa. Teknologi harus diolah menjadi industri sehingga bermanfaat bagi suatu bangsa," ucap Prabowo.

"Industri tentunya ada berbagai-bagai tingkatan: industri dasar, industri menengah, habis itu industri yang sangat tinggi, dan sebagainya," imbuh dia.

Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus ini memahami, setiap bangsa harus mandiri di berbagai bidang strategis dan paling menentukan, yakni pangan, energi, dan air.

"Jadi inisiatif yang dilaksanakan oleh Vektor ini, Vektor Industri, adalah bersejarah, adalah suatu tonggak yang membanggakan, ya. Ibarat kita dulu diajarkan apa ya itu istilahnya ya, pepatah gitu ya: 'Ibarat pucuk dicinta ulam pun tiba'. Jadi inilah yang kita harapkan dari putra-putri bangsa Indonesia, ya," kata Prabowo.

Prabowo pun gembira dan bangga Indonesia kini memiliki kemampuan untuk memproduksi bus dan truk dari listrik dengan kerja sama pihak swasta.

Menurut dia, kerja sama ini menjadi bagian dari target transformasi kendaraan listrik secara besar-besaran pada tahun 2028.

"Ini sangat-sangat penting. Dan memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik. Jadi sekarang sudah ada bus dari listrik, truk dari listrik, dan kemampuannya juga cukup besar, membanggakan. Saya dapat laporan kemampuan Vektor bisa produksi 10.000 bus dari listrik," kata Prabowo.

Pada kesempatan yang sama, Anindya mengatakan, VKTR memiliki dua gagasan dasarnya sejak awal, yakni dekarbonisasi untuk mempercepat Net Zero Emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat, serta kemandirian ekonomi termasuk dalam ketahanan energi dan menekan impor BBM.

Bagi perusahaan, agenda sesuai dengan arahan Presiden Prabowo terkait sejarah pembangunan di mana krisis seringkali menjadi kesempatan untuk melakukan lompatan besar.

"Oleh karenanya Vektor, yang dalam bahasa fisika artinya skala dan arah, kami yakin skalanya besar—Indonesia dengan sumber daya alam dan manusianya—dan arahnya adalah untuk kemandirian. Jadi ini adalah momentum, Pak Presiden," beber Anindya.

Anindya mengakui, perusahaannya fokus pada perakitan bus dan truk listrik lantaran dua model itu dapat menjadi penonggak untuk tumbuhnya ekosistem industri listrik.

Menurut hitungannya, jumlah subsidi BBM yang bisa dihemat dengan elektrifikasi bus dan truk bisa mencapai Rp 5 miliar dollar per tahun.

Meski, ia mengakui, bisnis ini tidak lebih seksi dari perakitan motor/mobil listrik yang jumlahnya mencapai 140 juta unit.

Anindya menyebutkan, perusahaan siap bekerja sama dengan TransJakarta maupun Blue Bird untuk memasok kebutuhan kendaraan listrik.

"Beliau (TransJakarta) dengan tentunya Pak Gubernur ingin meningkatkan 10.000 elektrifikasi di Jakarta yang bisa diikuti oleh daerah-daerah lain. Dan di sini juga kita lihat beberapa teman seperti Blue Bird yang ingin maju juga bersama kami. Dan ini menandakan bahwa kami siap, Pak," kata Anindya.


  👷  Kompas  

Sabtu, 07 Februari 2026

Pindad Gandeng Perusahaan Ashok Leyland, asal India

  Kembangkan Bus Listrik (Pindad)

Perusahaan otomotif asal India yang merupakan bagian dari Hinduja Group, Ashok Leyland, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Pindad pada Rabu (4/2) di kantor pusat Pindad Bandung. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama bilateral Indonesia dan India di sektor mobilitas berkelanjutan dan teknologi pertahanan.

Ashok Leyland dikenal sebagai salah satu produsen kendaraan komersial dan pertahanan global. Sementara itu, PT Pindad merupakan BUMN yang bergerak di bidang peralatan pertahanan dan industri. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan dan manufaktur bersama Bus Listrik (EV) serta kendaraan pertahanan yang dirancang sesuai kebutuhan mobilitas dan keamanan nasional Indonesia.

Kerja sama tersebut menggabungkan pengalaman global Ashok Leyland dalam platform kendaraan listrik komersial dan solusi mobilitas pertahanan dengan kapabilitas rekayasa serta kekuatan manufaktur lokal PT Pindad. Sinergi ini juga diharapkan memperkuat ekosistem industri pertahanan dan otomotif nasional.

Penandatanganan MoU dihadiri oleh Direktur Utama PT Pindad, Sigit P Santosa; Presiden Operasi Internasional, Pertahanan, LCV & PSB Ashok Leyland, Amandeep Singh; serta Advisor to the Board Hinduja Auto, Lord Tariq.

Indonesia saat ini tengah mempercepat transisi menuju transportasi berkelanjutan sekaligus memodernisasi kemampuan pertahanannya. Kerja sama ini dinilai sejalan dengan agenda nasional dalam mendorong adopsi kendaraan listrik, efisiensi energi, serta peningkatan produksi platform pertahanan di dalam negeri.

Fokus utama dalam MoU mencakup pelaksanaan pengembangan bersama bus listrik dan kendaraan pertahanan. Produk yang dikembangkan nantinya ditargetkan mampu menjawab tantangan kondisi geografis, infrastruktur, dan kebutuhan operasional di Indonesia.

Kemitraan dengan Pindad memungkinkan kami untuk bersama-sama mengembangkan produk yang secara khusus sesuai dengan kondisi medan, infrastruktur, dan kebutuhan operasional Indonesia,” ungkap Amandeep Singh melalui keterangan resminya. (UDA)

  🤝 
Medcom  

Kamis, 02 Oktober 2025

Rosan dan Sjafrie Bahas Harta Karun RI buat Industri Pertahanan

Rantis Maung EV MV3 Pandu produksi Pindad (Pindad)

Logam tanah jarang atau rare earth menjadi salah satu harta karun yang sangat berharga di Indonesia. Logam tanah jarang ini banyak ditemukan dari limbah-limbah pertambangan timah yang cukup masif produksinya di Indonesia.

CEO Danantara Rosan Roeslani dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin membahas penggunaan logam tanah jarang untuk industri pertahanan. Momen pertemuan itu diunggah Rosan dalam akun Instagram resminya, @rosanroeslani, dikutip Rabu (1/10/2025).

"Indonesia memiliki potensi besar Logam Tanah Jarang (LTJ) yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Jawa. Sesuai arahan Bapak Presiden @prabowo, mineral strategis ini harus dimanfaatkan di dalam negeri untuk modernisasi alat pertahanan dan pengembangan kendaraan listrik," ungkap Rosan dalam keterangan unggahannya.

Rosan mengatakan pengembangan logam tanah jarang akan dilakukan dengan menggandeng PT Pindad, salah satu industri pertahanan Indonesia. Pemerintah ingin menjadikan logam tanah jarang sebagai sumber energi masa depan sekaligus penggerak ekonomi nasional dengan signifikan.

"Saya bersama Menteri Pertahanan dan Dirut PT Pindad membahas pengkajian nilai tambah LTJ, termasuk turunan dari pengolahan timah. Sejumlah BUMN juga akan dilibatkan, agar LTJ benar-benar menjadi sumber energi masa depan sekaligus penggerak ekonomi nasional," papar Rosan.

  RI Olah Logam Tanah Jarang 
Belum lama ini, Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan Indonesia akan bergegas untuk mengolah logam tanah jarang atau rare earth. Menurutnya, harta karun tersebut banyak ditemukan di limbah-limbah tambang.

Nilai logam tanah jarang yang sangat tinggi bisa menjadi kunci bagi Indonesia untuk mencapai kekayaan. Maka dari itu, dia tidak ingin Indonesia kecolongan logam tanah jarang karena bentuknya seperti limbah.

"Tetapi, yang lebih merisaukan tapi juga berikan harapan, ternyata limbahnya memiliki nilai sangat tinggi, karena limbahnya ternyata berisi mineral-mineral yang disebut tanah jarang, rare earth. Jadi, saudara-saudara mungkin pejabat kita selama ini tidak mengerti, dia kira limbah, ternyata tanah jarang," sebut Prabowo dalam pidatonya pada Munas VI PKS, Senin (29/9/2025).

Oleh karena itu, Prabowo meminta Bea dan Cukai merekrut ahli kimia, sehingga kandungan logam tanah jarang di limbah timah tidak terbuang percuma.

"Maka saya minta Bea Cukai rekrut beberapa ahli-ahli kimia, kalau dia lihat pasir, padahal pasirnya ini nilainya luar biasa," kata Prabowo.

Sebagai bukti keseriusan lain agar Indonesia mampu mengelola rare earth, Prabowo sempat membentuk Badan Industri Mineral yang diketuai Mendiktisaintek Brian Yuliarto. Badan ini ditugaskan untuk mengelola industri material strategis. Khususnya adalah mineral logam tanah jarang yang bakal banyak digunakan di industri pertahanan. (hal/ara)

  👷 
detik  

Rabu, 24 September 2025

PT Len Industri Perkuat Kolaborasi Pertahanan dengan Vietnam

  Defense Policy Dialogue ke-4 (LEN)

Indonesia dan Vietnam menyelenggarakan Defense Policy Dialogue ke-4 sebagai forum strategis untuk memperkuat hubungan kerja sama pertahanan kedua negara. Dialog ini menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi yang lebih erat sekaligus memperkuat sinergi antara institusi militer dan industri pertahanan di kedua negara.

Dalam forum ini, PT Len Industri (Persero) dan Viettel High Technology Industries menegaskan komitmennya untuk melangkah lebih jauh dalam kolaborasi strategis.

Setelah melalui sejumlah penjajakan dan diskusi, kedua perusahaan resmi menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) sebagai landasan untuk menjajaki kerja sama lebih jauh. Penandatanganan dilakukan oleh Irwan Ibrahim, Direktur Bisnis dan Kerja Sama PT Len Industri (Persero), bersama Sr Col Nguyen Vu Ha, Deputy General Director of Viettel Group. Agenda penandatanganan ini disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Letnan Jendral TNI Tri Budi Utomo, S.E., serta Deputy Minister of National Defense Vietnam, Senior Lieutenant General Hoang Xuan Chien.

Kesepakatan ini membuka peluang kolaborasi strategis di bidang pengembangan teknologi radar, radio komunikasi militer, serta electric bike. Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Vietnam tidak hanya memperkuat hubungan bilateral di sektor pertahanan, tetapi juga menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kemandirian teknologi dan membangun fondasi sinergi industri pertahanan yang lebih solid di kawasan.

Langkah ini diharapkan menjadi komitmen kedua negara dalam menciptakan kerja sama pertahanan yang saling menguntungkan, meningkatkan kapasitas teknologi, serta mendukung stabilitas dan keamanan regional.

  📡 
LEN  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More