Sabtu, 13 Desember 2014

Strategi Menhan Agar 10 Tahun Lagi Indonesia Bisa Buat Pesawat Jet

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu optimistis Indonesia dapat ‎memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) secara mandiri, di antaranya produksi pesawat jet tempur 10 tahun lagi. Bagaimana caranya?

"Pertama memang (presentase pembuatan) banyakan dari pihak sana, kita belajar dulu. Belajar sambil praktek membuat. Kedua ya 50:50. Ketiga kita 80 persen, mereka 20 persen. Keempat kita buat sendiri," papar Ryamizard di Hotel Tugu, Malang, Jumat (12/12/2014).

Ryamizard mencontohkan, kapal tempur PKR yang pertama dipesan Kemenhan diproduksi PT ‎PAL dan perusahaan Belanda DSNS dengan presentase 80% dibuat Belanda. Bulan ini baru saja dimulai produksi kapal kedua yang akan selesai tahun 2017, di mana presentasenya sudah 50:50.

"‎Kapal ketiga 80 persen (PT PAL), 20 persen (DSNS). Berikutnya buat sendiri. Masa belajar 3 kapal nggak ngerti," ujarnya.

Meski Ryamizard mengatakan, untuk memproduksi alutsista perlu dukungan anggaran yang tidak sedikit. "Kalau semuanya mendukung mampu, terutama keuangan," terang mantan KSAD itu.

"Kalau Pak Jokowi mendukung kesejahteraan dengan kekuatan pertahanan. Diharapkan ini kan untuk bangsa dan negara, masa nggak didukung. Mudah-mudahan (ada dukungan anggaran)," imbuh warga kehormatan korps marinir itu.

  ★ detik  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More