blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Undip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Undip. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2024

Tangan Bionik dari Undip

 Turut Dipakai Prajurit TNI 
https://cdn.antaranews.com/cache/730x487/2022/02/14/IMG_20220214_193222.jpgAhli Robotik sekaligus dosen program studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Udayana Prof I Wayan Widhiada menunjukkan fungsi bionik robot tangan untuk penyandang disabilitas yang masih dalam tahap pengembangan di Desa Darmasaba, Badung, Bali, Senin, 14 Februari 2022. Nantinya, robot tangan dan kaki ini akan disumbangkan kepada salah satu yayasan disabilitas di Bali. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

T
angan bionik atau alat bantu berupa tangan robot buatan peneliti dari Universitas Diponegoro (Undip) turut dipamerkan di sela peresmian Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada 19 Februari 2024. Alat itu dikembangkan oleh Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Teknologi Kesehatan Center for Bio Mechanics, Bio Material, Bio Mechatronics, and Bio Signal Processing (CBIOM3S) Undip.

Produk bernama Tangan Bionik Indonesia ini merupakan prosthesis—pengganti anggota tubuh—dengan sistem mekatronik yang terdiri dari baterai, motor, sensor dan sistem mekanik. Pengembangannya ditujukan untuk penderita amputasi bawah siku. Alat itu kini dipakai salah seorang staf TNI Angkatan Udara.

Ketua CBIOM3S Undip, Rifky Ismail, mengatakan produk itu dikembangkan oleh unitnya bersama sejumlah teknisi, dokter dan tenaga medis, sejak masa penelitian. "Tangan Bionik Indonesia memiliki 7 jenis gerakan yang dapat digunakan untuk menjalani bermacam aktifitas harian,” katanya dalam siaran tertulis, Kamis, 22 Februari 2024.

Tangan bionik itu menampang di RS PPN Panglima Besar Soedirman yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Dalam agenda yang sama, Jokowi sekaligus meresmikan 19 rumah sakit TNI lain secara simbolis.

Dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet RI, Jokowi sempat meninjau ruang dan peralatan yang di RS PPN tersebut. Fasilitas di lembaga kesehatan itu dianggap lengkap, serta canggih dan modern.

Magnetic resonance imaging (MRI) misalnya, tadi saya melihat inilah spek tertinggi Tesla 3 yang bisa melihat dari segala sudut yang kita inginkan,” ucap Jokowi saat memberi sambutan.

Dia juga membahas teknologi computed tomography atau CT Scan yang dipakai untuk memindai dan melihat struktur tubuh dengan bantuan sinar X. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu sempat memuji pembangunan rumah sakit TNI yang memiliki tingkat komponen dalam negeri mencapai 70 persen.

Saya berharap dengan fasilitas dan peralatan yang sangat modern ini, RS PPN dapat menjadi rujukan bagi Kementerian Pertahanan, TNI, dan keluarga serta masyarakat umum untuk mendapatkan layanan kesehatan yang terbaik, menjadi rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran Universitas Pertahanan,” katanya.

 Berikut video dari Youtube : 
 

  ★ Tempo  

Rabu, 07 Juni 2017

BPPT Kerjasama Peningkatan Kecepatan Kereta Jakarta-Surabaya

Dari rencana pra-FS, kecepatan maksimal hanya 160 km/jam Kereta Bima Express (Bagus Widyanto / commons.wikimedia.org)

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) prastudi kelayakan peningkatan kecepatan Kereta Api Jakarta-Surabaya.

"Kerja sama ini dilakukan untuk memperoleh gambaran objektif dalam rangka pengambilan keputusan mengenai pemilihan teknologi, perancangan dasar pada koridor jalur kereta api terpilih, skema pembiayaan serta rencana implementasi proyek," ujar Kepala BPPT Unggul Priyanto di Gedung Rektorat ITB, Kota Bandung, Selasa.

Unggul mengatakan, kerja sama ini dilakukan berdasarkan perintah dari Kementerian Perhubungan untuk melakukan kajian awal atau pre-feasibility studies (pra-FS) dengan menggandeng tiga Perguruan Tinggi yakni ITB, Universitas Diponegoro, dan Institut Teknologi Sepuluh November.

"Diputuskan akan mengambil keputusan kecepatan berapa. Nanti akan ada kajian per wilayah. Jakarta-Cirebon oleh ITB, Cirebon-Semarang oleh Undip, dan Semarang-Surabaya oleh ITS," kata dia.

Kerja sama tiga PT ini akan membantu tim perekayasa BPPT dalam menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang singkat. Selain itu, juga diharapkan dalam memanfaatkan laboratorium mekanika tanah untuk melakukan survei geoteknik.

Sebelumnya, pembangunan kereta api ini diharapkan dapat menyamai kecepatan KA Jakarta-Bandung yang bisa mencapai 300 km/jam. Namun dari rencana pra-FS, BPPT menyimpulkan maksimal kecepatan maksimal hanya 160 km/jam.

"Nah karena itu, PT KAI pengennya 6-7 jam. Ada juga semula Kemenhub lebih tinggi lagi kecepatannya, nanti dilihat kecepatan segitu bisa capai 4-5 jam. Maunya sama seperti Jakarta-Bandung, tapi kalau itu biayanya terlalu mahal," kata dia.

Dengan adanya kereta api Jakarta-Surabaya, kata dia, dapat menjadi jawaban atas padatnya arus lalu lintas udara Jakarta-Surabaya. Jika dikalkulasikan kecepatan kereta yang mencapai 160 km/jam bisa mendekati layanan penerbangan antar dua kota.

"Intinya, dapat mengalihkan (penumpang) dari udara ke kereta api, harganya pun nanti tidak akan jauh dengan tiket pesawat," kata dia.

Pra studi kelayakan ini direncanakan berakhir di bulan Desember 2017 dan BPPT akan menyerahkan laporan studi kepada Kementerian Perhubungan, dan Direktorat Jendral Perkeretaapian.

"Setelah studi selesai, pemerintah akan memutuskan kapannya. Kalau sudah disetujui, bisa diketahui, kapannya (pembangunan) tergantung kondisi keuangan," kata dia.

Sementara itu, Rektor ITB Kadarsah Suryadi menyambut baik kerjasama tersebut. Pihaknya akan membantu dengan menerjunkan tim dari ITB untuk melakukan studi baik dari sisi geohidrologi, geofisika, analisis data, perancangan, analisis teknik, termasuk kontur kebumian.

"Senang hati kami siap membantu kelancaran apa yang dikerjakan di BPPT. Salah satu cara berkolaborasi membantu apa yang ada di BPPT. Dengan kerjasama beban akan semakin ringan," kata dia.

Suryadi mengatakan, pihaknya pun siap membantu pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia saat kereta mulai beroperasional.

"Kami siap bergabung menyiapkan SDM, maupun mendukung penyediaan suku cadang. Memproduksi pasti industri, tapi desain suku cadang kami bisa berkontribusi," katanya.


  ★ Sinar Harapan  

Rabu, 07 September 2016

Mahasiswa Undip Jajal Kapal Canggih

Perkuat Riset KRI Spica 934 kapal survei hidro-oseanografi TNI AL (Michel Floch)

Mahasiswa Oseanografi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Dipenogoro (Undip) melakukan perjalanan dari Semarang menuju ke Sulawesi menggunakan KRI Spica-934 yang diklaim sebagai kapal tercanggih di ASEAN dan kedua di Asia.

Perjalanan oleh Fareza Andre Pahlevi Panjaitan ini bukan jalan-jalan semata, melainkan bertujuan melakukan persiapan survei hidrooseanografi.

Penelitian ini turut melibatkan Dinas Hidro-Oseanografi (Dishidros) TNI AL di Laut Sulawesi. Adapun tujuan dari penelitian menggunakan KRI Spica-934 adalah untuk mengetahui identifikasi massa air (alat CTD model 606) dan pemetaan batimetri di Laut Sulawesi.

Ini kapal tercanggih di Asia dalam kemampuan melaksanakan hidrooseanografi,” ucap KSAL Laksamana Ade Supandi, dilansir dari laman Undip, Rabu (7/9/2016).

Dia menjelaskan, KRI Spica memiliki keistimewaaan dibandingkan dengan kapal lainnya. Sebab, kapal ini memliki autonomous underawater vehicle, yaitu kapal selam tanpa awak yang dapat bergerak secara otomatis menyusuri dasar laut.

Sedangkan fungsi dari kapal selam tanpa awak tersebut, yakni sebagai pengukur kedalaman, pencitraan dasar laut, dan pengukuran lapisan dasar laut.

Data suvei penelitian yang sudah didapatkan akan dimasukkan ke dalam buku panduan Bahari,” tutur Komandan KRI Spica-934, Mayor Anom.

Dengan kecanggihan yang dimiliki, KRI Spica-934 juga dimanfaatkan untuk mengumpulkan data-data maritim terkait dengan kebutuhan untuk memberikan sumbangan informasi terhadap pengembangan maritim.

KRI Spica 934 bukan untuk patroli, kapal ini digunakan untuk hidrografi lebih mendetail mendalami dan mendapatkan data mengenai kontur -kontur untuk kepentingan negoisasi perbatasan,” pungkas Anom.

  Okezone  

Kamis, 30 Oktober 2014

Kisah Tim UNDIP Ikuti Kontes Roboboat AUVSI di Virginia Amerika Serikat

Roboboat Tim UNDIP yang dilombakan dalam RoboBoat Competition di Virginia, 8-13 Juli 2014. (Foto: Ahlan Zulfakri)

Tim Roboboat Universitas Diponegoro Semarang (UNDIP) tahun ini mengikuti RoboBoat Competition di Virginia. Acara kompetisi tersebut diselenggarakan Assosiation for Unmanneed Vehicle System International (AUVSI) Foundation and ONR's 7th International RoboBoat Competition.

Kompetisi Roboboat merupakan ajang perlombaan bagi mahasiswa dalam menunjukkan kemampuannya menciptakan robot yang bisa dijalankan secara otomatis di atas permukaan air dengan tingkat kesulitan tinggi. Kondisi perairan yang sulit tidak menjadi kendala bagi Roboboat untuk dilalui.

Kegiatan AUVSI diikuti 15 tim dari seluruh dunia, antara lain University of Rhode Island, University of Central Florida, Virginia Tech, University of Michigan, dan Nasional Cheng Kung University. UNDIP adalah satu-satunya peserta dari Indonesia beserta Universitas Cheng Kung sebagai dua perwakilan dari Asia.

“Awal mula keinginan kami mengikuti kompetisi Roboboat ini diawali dari sebuah niat dan tekad yang kuat dari tim guna melanjutkan tongkat estafet perjuangan bangsa,” ujar Ketua Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) Ahlan Zulfakri, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, ajang kompetisi Roboboat yang berlangsung 8-13 Juli 2014, UNDIP menyiapkan Roboboat ciptaannya dari segi teknis dan non-teknisnya dengan sangat matang.

Persiapan diawali dari pencarian personel yang konsisten, memiliki tanggung jawab, dan rela berkorban waktu, tenaga, dan pikiran.

“Karena pada tahun 2013 kami kekurangan personel untuk ikut kompetisi ini,” ungkap Ahlan.

Akhirnya, tim yang terdiri dari Dandy Kurniawan (Teknik Perkapalan), Bagus Prasetyo (Teknik Perkapalan) Sidik Setiawan (Teknik Perkapalan), Ikhsan Adi Prasetyo (Teknik Perkapalan), Wahyu Dwi Yunanto (Teknik Perkapalan), Bayu Wisnu Sasongko (Teknik Perkapalan), RG Alam Nusantara (Teknik Elektro), Budi Cahyo Suryo (Teknik Sistem Komputer), Nugroho Budi (Teknik Sistem Komputer), dapat terbentuk dalam Tim Roboboat 2014 dengan personel dan semangat baru.

Setelah memiliki personel cukup dan persiapan matang, pada 4 Juli 2014, tim berangkat ke Jakarta. Ternyata berkendala. Maskapai tidak menerima kapal untuk diangkut dalam penerbangan menuju Jakarta, dengan alasan membahayakan keselamatan.

“Setelah melakukan negoisasi yang cukup sulit akhirnya kami dipersilakan untuk menaiki pesawat dengan catatan, boks kapal yang kami bawa diberikan pengamanan. Pukul 07.00 kami akhirnya tiba di Bandara Soekarno Hatta,” kata Ahlan mengenang.

Setibanya di Bandara Soekarno Hatta, sambungnya, tim langsung check in ke penerbangan internasional, dan ternyata berkendala sama. Boks robot yang sangat besar tidak dapat masuk ke dalam bagasi pesawat. Namun, kendala dapat diselesaikan dengan cara yang sama.

“Setelah selesai, kami berangkat dari Jakarta menuju Tokyo Jepang untuk melakukan transit. Waktu yang cukup lama, akhirnya kami tiba di Amerika. Di sana, kami langsung mempersiapkan diri untuk lomba yang akan kami hadapi untuk lusanya,” tuturnya.

Setelah siap untuk menghadapi kompetisi dan tim membongkar kapal yang dimasukkan di dalam boks, ternyata ada kendala lagi. Mungkin karena pengepakan bagasi pesawat yang sangat padat membuat boks pecah dan menimpa kapal mereka bawa.

“Tanpa pikir panjang, dengan waktu yang tersedia kami bersegera melakukan perbaikan untuk kapal yang kami bawa dari mulai konstruksi hingga ke elektrikal dan sistem pada kapal. Syukur semua masih dapat berfungsi sebagaimana fungsinya,” papar Ahlan.

 Belum Menang 

Hari Uji Coba Roboboat pun tiba. Kapal kembali mengalami kendala. Kapal dapat bekerja, hanya saja di saat melakukan pengolahan gambar, kapal kehabisan daya, sehingga harus dibawa kembali ke dock yang disediakan panitia.

Hari selanjutnya, tim mempresentasikan Roboboat kepada panitia untuk menjelaskan secara spesifik apa saja yang ada di kapal robot andalan mereka.

“Setelah melakukan presentasi, panitia sangat mengapresiasi kapal kami, karena mungkin dari segi bentuk yang sangat unik,” ujar Ahlan bangga.

Keesokan harinya, kapal dicoba kembali untuk percobaan terakhir, sebelum diadakan lomba yang sesungguhnya. Kapal mengalami masalah lebih besar, seperti masalah sensor hingga jaringan yang terputus di saat kapal sedang membaca misi yang disediakan panitia.

Keesokan harinya, waktu untuk pengujian dilaksanakan penilaian dari segi misi yang dijalankan hingga waktu yang ditentukan. Namun, Dewi Fortuna belum berpihak kepada tim UNDIP. Kapal kembali mengalami kendala. Terjadi keretakan, sehingga kapal pun bocor.

Dapal proses penilaian, ada dua gate di mana tim mendapatkan misi di Gate 1. Kapal berjalan lebih baik dan sensor berfungsi sebagaimana mestinya. Namun, perubahan terjadi pada Roboboat dengan mengalami kemunduran waktu. Mungkin, karena teknologi yang memang terbatas dan tidak lebih baik dari peserta lain.

Waktu yang ada pun sangat tidak cukup untuk menambahkan poin yang ada dalam penilaian. Setelah diamati, tim UNDIP yang hanya menggunakan propeler kalah cepat dengan kapal peserta lain yang banyak menggunakan water jet.

“Untuk itu, kami masih pulang dengan tangan hampa dan memang kami harus mengakui teknologi yang mereka kembangkan sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, dan memang penilaian yang cukup ketat membuat kami kewalahan untuk tahun ini,” kata Ahlan.

Kontes RoboBoat AUVSI 2014 akhirnya dimenangkan banyak universitas dari Amerika. Belajar dari pengalaman, semangat tim UNDIP tidak pupus dan mati. Mereka tetap bersemangat untuk kejayaan negeri dan kebanggaan bangsa.

“Diharapkan, Roboboat juga bisa terus menginspirasi seluruh mahasiswa, terutama mahasiswa UNDIP, untuk terus berkreasi, sehingga menghasilkan inovasi spektakuler dan mengagumkan serta bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.


  JMOL  

Selasa, 29 April 2014

★ KSAD Hadiri Launching Kapal Cepat

Merupakan hasil riset dan rancang bangun yang dilaksanakan oleh personil TNI AD bekerjasama dengan tenaga ahli dan narasumber dari berbagai perguruan tinggi terkenal Indonesia Jakarta TNI Angkatan Darat hari ini me-launching Kapal Motor Cepat (KMC) “Komando” yang merupakan hasil riset dan rancang bangun yang dilaksanakan oleh personil TNI AD bekerjasama dengan tenaga ahli dan narasumber dari berbagai perguruan tinggi terkenal Indonesia.

Launching ini dibuka oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jendral TNI Budiman ditandai dengan demonstrasi manuver dan uji tembak KMC di pantai ABC Ancol, Jakarta Utara, Selasa (29/4/2014).

Kapal ini merupakan hasil rancang bangun tenaga ahli dari perwira Ditbekang dengan melibatkan tenaga ahli dari ITS, tenaga pelaksana pembangunan PT Tesco Indomaritim.

“KMC Komando yang diluncurkan hari ini mempunyai kemampuan antara lain, dapat dioperasikan di daerah rawa, laut, sungai dan pantai. Disamping itu juga mampu digunakan untuk pendaratan pasukan di pantai dan mampu berlayar secara terus menerus sejauh 250 NM (Nautical Mile), memuat 31 orang penumpang dan 3 orang ABK,” jelas KSAD seperti yang dimuat dalam siaran pers.Selain demonstrasi kapal motor cepat komando, akan didemonstrasikan kemampuan beberapa peralatan hasil riset penelitian dan pengembangan berbasis teknologi terkini yang dikerjakan TNI AD bekerjasama dengan Universitas Surya dan beberapa universitas lainnya.

Peralatan hasil riset litbang yang didemonstrasikan antara lain : UAV/Super Drone, Menembak laser, integrated Optronic Defence system, Gyrocopeter, Multi Rotor dan Flapping Bird, sedangkan untuk materi alat utama perbekalan dan angkutan yang di demonstrasikan antara lain LCU, perahu penanggulangan banjir Hovercraft dan uji coba penembakan dengan RWS (Remote Weapom Station).

Adapun kapal motor cepat yang ikut dalam demonstrasi manufer diantaranya, KMC Hover Craft, mempunyai kemampuan beroperasi di daerah pantai, perairan dangkal, rawa dan permukaan berpasir, dapat mengangkut bekal material setengah unit bus dan personel secara terbatas, dapat digunakan untuk angkutan operasional penanggulangan bencana.

Selain itu, mampu manuver di darat atau perairan dangkal dan berlumpur, stabilitas baik pada muatan penuh dan kecepatan maksimum. Sementara rancang bangun dilaksanakan oleh tenaga ahli dari perwira ditbekang dengan melibatkan tenaga ahli dari ITS, ITB dan Undip.

  ★ Penaone  

Jumat, 03 Januari 2014

Pesawat Tanpa Awak Buatan Undip

Izzudin dan Havez meraih Juara II dan berhak atas hadiah Rp 35 juta, serta menjadi semacam konsultan untuk TNI AD kalau nantinya karya tersebut dibuat riil oleh TNI

DEKAN Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro Dr Muhammad Nur menyatakan, Indonesia bisa menjadi negara unggulan teknologi kalau pemerintah mau mengakomodasi inovasi anak-anak muda dari berbagai penjuru Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Muhammad Nur di kampus setempat saat menerima dua mahasiswa jurusan Fisika FSM Muhammad Izzudin Shofar dan Havez Varirani Al Kautsar usai meraih penghargaan Juara II Lomba Karya Cipta TNI AD dari Litbang TNI AD.

Karya mereka berupa pembuatan model pesawat tanpa awak dengan tambahan teknologi telemetri dan multi fungsi. Kedua mahasiswa ditemani PD III FSM Ngadiwiyana Ssi,Msi.

“Indonesia ke depan akan menjadi negara luar biasa hebat kalau pemerintah mau memakai inovasi dan kreasi anak-anak muda yang hebat-hebat dari segala penjuru negeri ini,” ujar Muhammad Nur yang kami muat (3/1/2014).

Sedang Izzudin dan Havez menyatakan lomba yang dilaksanakan Litbang TNI AD di Jakarta dan Surabaya ini berlangsung pertengahan Desember 2013. Lewat karya model pesawat tanpa awak ini, Izzudin dan Havez meraih Juara II dan berhak atas hadiah Rp 35 juta, serta menjadi semacam konsultan untuk TNI AD kalau nantinya karya tersebut dibuat riil oleh TNI.


  Pelita Online  

Jumat, 01 Februari 2013

Undip Kembangkan Laboratorium Terpadu

Semarang Universitas Diponegoro Semarang membangun laboratorium terpadu untuk menyinergikan seluruh peneliti dari berbagai disiplin ilmu, baik bidang eksakta maupun noneksakta.

"Laboratorium terpadu ini untuk memfasilitasi peneliti kami dari berbagai disiplin ilmu," kata Rektor Undip Prof Sudharto P. Hadi usai peresmian UPT Laboratorium Terpadu Undip di Semarang, Kamis.

Ia mencontohkan masalah energi yang tidak hanya berkaitan dengan bidang teknik, tetapi berpengaruh juga dengan aspek lingkungan, dan berdampak pula pada aspek lain, seperti ekonomi dan sosial.

Menurut dia, keberadaan laboratorium itu bisa memberikan kajian secara komprehensif dari berbagai sudut pandang dan para peneliti juga akan bersinergi untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas.

"Tidak hanya laboratorium bidang eksakta, kami juga memfasilitasi peneliti sosial dengan laboratorium ekonomi sosial humaniora. Laboratorium humaniora itu jadi bagian dari sarana terpadu ini," katanya.

Bagaimana pun juga, kata Sudharto yang dikenal sebagai pakar lingkungan itu, semua peneliti dari berbagai bidang disiplin ilmu harus saling bekerja sama dan tidak bekerja sendiri-sendiri.

Pada tahap awal, kata dia, pengembangan laboratorium terpadu akan difokuskan pada pengembangan dan penguatan "tropical and coastal region economic development" sesuai dengan potensi yang dimiliki Indonesia.

"Kami berharap seluruh peneliti Undip bisa bersinergi untuk menghasilkan penelitian yang tak hanya 'publishable' (layak terpublikasi), tetapi juga 'applicable' yang bermanfaat dan bernilai komersil," kata Sudharto.

Sementara itu, Kepala UPT Laboratorium Terpadu Undip Prof Ocky Karna Radjasa menyebutkan ada 22 laboratorium dari berbagai disiplin ilmu yang mendukung peran dan fungsi laboratorium terpadu itu.

"Sebanyak 22 laboratorium itu, antara lain 'nano technology', 'tropical marine biotechnology', 'fishing technology', 'biomolecular', 'robotic', 'halal food and technology', dan 'economic social humaniora'," katanya.

Setiap laboratorium pendukung, kata dia, diperkuat oleh peneliti-peneliti terbaik di bidangnya dari fakultas terkait sebanyak maksimal tiga peneliti sehingga diharapkan mampu menghasilkan penelitian yang berkualitas.

Keberadaan laboratorium terpadu, kata dia, merupakan modal berharga bagi suatu perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas penelitian, termasuk Undip, mengingat penelitian harus komprehensif dan berkelanjutan.

"Laboratorium terpadu memang menjadi salah satu parameter penting. Kami harapkan keberadaan laboratorium terpadu ini bisa mendorong peningkatan daya saing penelitian perguruan tinggi," kata Ocky.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzuKXZz7DA9Y-b0_1ZIg4l1-Si_QQOgNYEZH6g1x2uUjLSYPRt8WhqPUehlrD35o36iIFpujKTIMiMwqRlUzHCfKT-a87fzfu77qvEv_EILRZACrgrNglyzx3QGI1aLE9B5cVrP9SoNdw/s35/cinta-indonesia.jpg

6 Mahasiswa Undip Ikuti Ajang Simulasi PBB

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/01/0748095-20130131son.jpg-p.jpgTim mahasiwa Undip yang akan berangkat mengikuti ajang Simulasi PBB di Boston, Amerika Serikat, Februari mendatang.
Foto: KOMPAS/SONYA HELEN SINOMBOR

SEMARANG |  Universitas Diponegoro Semarang kembali mengirim delegasi mahasiswa untuk tampil dalam ajang Harvard National Model United Nations (HNMUN). Untuk tahun ini, Undip mengirim enam mahasiswa yang akan tampil membawakan simulasi PBB dalam forum ke-59 HNMUN yang akan berlangsung di Boston, Amerika Serikat, 14-17 Februari mendatang.

Delegasi dari Undip yang didampingi dosen pembimbing Rully Rahadian terdiri dari mahasiswa dari beberapa fakultas, yakni Akmal Niam Firdauzi Masyhudi dan Samuel Raditya Wibawa (Fakultas Kedokteran), Farah Ratna Afriani dan Aulia Octa Vestaliza (Fakultas Ilmu Budaya), Nelwan Syarfina Hajidah (Fakultas Hukum), dan Fatima Setyani (Fakultas Teknik).

"Dalam forum ini kami akan tampil mewakili Republik Serbia. Sebelum berangkat kami melakukan berbagai persiapan," ujar Farah Ratna Afriani saat bertemu dengan Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi dan jajaran pimpinan di Undip, kemarin.

Dalam simulasi sidang PBB tersebut, delegasi Undip akan mengikuti sidang di empat komite, yakni Disarmament and Internasional Security (DISEC), World Health Organization (WHO), Committee and Energy and The Third World Assembly on Ageing.

"Tahun 2013 merupakan tahun keempat Undip mengikuti ajang HNMUN. Tentu keikutsertaan mahasiswa Undip dalam kegiatan ini akan menambah pengalaman di forum internasional," papar Sudharto.

Pada tahun ini, menurut Rully, delegasi Undip akan berupaya tampil maksimal mewakil Republik Serbia. Berbagai referensi mengenai negara tersebut dipelajari para mahasiswa yang akan berangkat ke ajang tersebut.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, keberangkatan delegasi Undip ke ajang HNMUN juga didukung sejumlah pihak. Tahun ini selain didukung Telkom dan Telkomsel, sejumlah mitra Undip juga memberikan dukungan.


Kompas
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzuKXZz7DA9Y-b0_1ZIg4l1-Si_QQOgNYEZH6g1x2uUjLSYPRt8WhqPUehlrD35o36iIFpujKTIMiMwqRlUzHCfKT-a87fzfu77qvEv_EILRZACrgrNglyzx3QGI1aLE9B5cVrP9SoNdw/s35/cinta-indonesia.jpg

Rabu, 05 Desember 2012

TNI AL – Undip Jalin Kerja Sama Penelitian

TNI AL – Undip Jalin Kerja Sama PenelitianSurabaya TNI AL dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menjalin kerja sama peningkatan sumber ddaya manusia (SDM) di bidang Hidrografi dan Oseanografi melalui pedidikan, pelatihan, dan penelitian. Hal itu ditandai dengan penandatangangan kerja sama antara Kepala Dinas Hidro-Oseanografi TNI AL (Dishidros) dan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, di Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/12). 

Kepala Dishidros, Laksma TNI Aan Kurnia, mengatakan kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan ini nantinya dapat saling memberikan kesempatan kepada mahasiswa ilmu perikanan dan kelautan dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan.


"Kerja sama ini juga untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat), dan untuk meningkatkan SDM dalam bidang hidrografi dan oseanografi," kata dia.

Sementara itu, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Muhamad Zaenuri, mengungkapkan dengan adanya kerja sama ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam melakukan penelitian tentang ilmu kelautan. "Dari kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif untuk meningkatkan Ilmu pengetahuan di bidang kelautan bagi para mahasiswa," ujar dia.




Senin, 30 Juli 2012

Undip Kembangkan Energi Alternatif dari Biji Alpukat

http://www.beritasatu.com/media/images//medium/26122011223849.jpgTiga mahasiswa Undip berhasil mengembangkan sumber energi alternatif berupa biodiesel dari biji alpukat melalui proses transesterifikasi.

Biji alpukat yang dianggap limbah oleh masyarakat Indonesia ternyata di tangan mahasiswa D3 Teknik Kimia Undip mampu dikonversi menjadi biodiesel, kata Kepala Humas Undip Agus Naryoso melalui siaran persnya.

Siaran pers itu menyebutkan, tiga mahasiswa D3 Teknik Kimia Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, yaitu Esthu Nurhikmayati, Tyas Surya dan Hana Tris, menjadi juara III dalam Lomba Karya Tulis Inovatif Mahasiswa (LKTIM) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Jawa Tengah.

Karya ketiga mahasiswa itu diharapkan bisa menjadi solusi kelangkaan energi yang sedang dirasakan masyarakat Indonesia.

Esthu Nurhikmayati mengatakan selama ini masyarakat sering menganggap biji jarak sebagai sumber energi alternatif untuk biodiesel. Padahal, kandungan trigleserida, yang merupakan komponen utama biodiesel, biji alpukat lebih banyak dibanding biji jarak.

Pembuatan biodiesel dari biji alpukat melalui proses transesterifikasi, yaitu penambahan basa kuat seperti NaOH ke dalam minyak biji alpukat.

Menurut Esthu, selama ini masyarakat hanya memanfaatkan alpukat dari daging buahnya saja, sementara bijinya hanya menjadi limbah. Padahal, biji buah alpukat ternyata memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Dengan kandungan trigliserida yang lebih tinggi dari pada biji jarak, lanjut dia, biji alpukat lebih bernilai ekonomis.

Menurut Esthu, pemanfaatan biji alpukat bisa mengurangi limbah dari buah alpukat. Pihaknya berharap gagasan ini membuat masyarakat memiliki pilihan baru terhadap bahan bakar alternatif.

Dengan penelitian itu, mereka juga berharap masyarakat dapat menggunakan bahan bakar yang dapat terbarukan dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas.

Sumber : BeritaSatu

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More