N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KRI Raden Eddy Martadinata 331

PKR 10514, Kapal frigat pertama produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Rabu, 31 Agustus 2011

Telkom Bangun Ribuan Hotspot

SURABAYA--MICOM: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk menyiapkan ribuan titik hotspot atau wifi di berbagai lokasi di seluruh Indonesia untuk mendukung percepatan akses internet masyarakat.

Executive General Manager Divisi Pelayanan Konsumen Telkom Area Timur Sukardi Silalahi yang dihubungi dari Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/8), menjelaskan pembangunan titik hotspot dilakukan bersama anak perusahaan dan unit-unit bisnis di bawahnya seperti Telkomsel, Speedy, dan Flexi.

"Ini bentuk komitmen Telkom untuk mempermudah akses informasi bagi masyarakat, sehingga bangsa Indonesia makin maju dan cerdas," katanya.

Menurut Sukardi, pembangunan ribuan titik hotspot tersebut sebagai tindak lanjut dari pencanangan program "Indonesia Wifi" oleh Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah beberapa waktu lalu.

Pembangunan instalasi titik hotspot dilakukan secara simultan dengan alokasi tempat yang berbeda-beda antara Telkomsel, Speedy, dan Flexi.

Telkomsel memberikan prioritas pemasangan hotspot di pusat-pusat perbelanjaan, kemudian Flexinet di pusat perbelanjaan dan lembaga pendidikan, sedangkan Speedy di ruang-ruang publik yang banyak digunakan masyarakat.

"Nantinya, berbagai lokasi akan terpasang hotspot milik Telkom dan masyarakat pengguna produk Telkom bisa mengakses internet di lokasi tersebut," ujar Sukardi.

Ia menambahkan, dari sekitar 5.400 titik hotspot yang akan dibangun Telkomsel, lebih kurang 516 titik sudah terpasang. Sedangkan 312 titik hotspot Speedy saat sudah dioperasikan dari rencana sekitar 2.000 titik yang akan dibangun di wilayah Jatim hingga kawasan timur Indonesia. (Ant/OL-2)


MediaIndonesia

Lebaran, Pertaruhan Operator Seluler

INILAH.COM, Jakarta – Musim mudik dan Lebaran juga menjadi hajatan sekaligus pertaruhan operator seluler. Jaringan pun diperkuat untuk menghadapi lonjakan panggilan maupun trafik data.

Lihat saja operator seluler PT XL Axiata Tbk meningkatkan kapasitas jaringan hingga dua kali lipat menghadapi lonjakan trafik komunikasi menghadapi Ramadhan dan Lebaran 2011. Menurut Dirut XL Axiata, Hasnul Suhaimi, baru-baru ini, kapasitas jaringan XL yang disediakan mampu menampung lonjakan trafik baik percakapan (voice), SMS, maupun data internet.

"Saat Ramadhan dan Lebaran biasanya lonjakan trafik mencapai 30 persen dibanding hari biasa. Untuk itu kami siapkan kapasitas hingga dua kali lipat," papar Hasnul. XL menyiapkan kapasitas agar mampu menampung hingga 1,26 miliar SMS per hari, menangani 1,06 miliar menit percakapan, dan trafik data hingga 66 terabytes.

Vice President Network Operation Center XL Robert Dedi Purwanto mengatakan trafik percakapan (voice) di saat normal mencapai 530 juta menit per hari, trafik SMS 630 juta SMS per hari, sedangkan trafik data internet mencapai 33 terabytes. "Saat Ramadhan dan Lebaran seluruh layanan tersebut akan meningkat sekitar 30 persen dibanding hari-hari biasa," ujarnya.

Hingga saat ini XL memiliki 24.000 BTS terdiri atas BTS 2G/3/ yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara hingga kuartal III 2011 XL mencatat jumlah pelanggan sebanyak 39,3 juta nomor.

Telkomsel juga telah melakukan optimalisasi seluruh elemen jaringan untuk menghadirkan jaringan terluas dan berkualitas dengan kapasitas yang lebih besar demi memberikan kenyamanan berkomunikasi bagi pelanggan pada musim mudik dan Lebaran tahun ini.

Menurut GM Corporate Communications Telkomsel Ricardo Indra, untuk periode mudik dan Lebaran 2011, Telkomsel telah meningkatkan berbagai sisi elemen jaringannya secara signifikan dibanding 2010 lalu, seperti jaringan dengan jangkauan terluas

Di sepanjang jalur mudik Sumatera-Jawa-Bali ketersediaan sinyal sangat memadai berkat dukungan jaringan Telkomsel yang menjangkau seluruh kecamatan hingga pedesaaan, bahkan di jalur laut, melalui penggelaran BTS Pico via satelit VSAT IP di 15 kapal Pelni.

BTS (Base Transceiver Station) hingga saat ini lebih dari 35.000 unit dibanding 2010 yang hanya 29.000 BTS. Khusus di sepanjang jalur mudik Sumatera-Jawa-Bali dilayani sekitar 27.000 BTS. Anak usaha Telkom tersebut juga meningkatkan kapasitas SMS menjadi 83.000 SMS per detik, naik 20% dari hari normal. “Kapasitas jaringan data juga telah ditingkatkan sehingga kami sanggup melayani trafik hingga 88 terabyte,” paparnya.

Seakan tak mau ketinggalan, Indosat juga menambah kapasitas jaringan hingga dua kali lipat untuk mengantisipasi lonjakan trafik saat Lebaran. "Secara teknis, untuk mengantisipasi lonjakan pemakaian pada bulan Ramadhan dan Lebaran 2011, kami melakukan penambahan kapasitas," kata Fadzri Sentosa, Director & Chief Wholesale and Infrastructure Officer Indosat.

Penambahan kapasitas ditargetkan bisa melayani 1,2 miliar SMS per hari dan 14 juta panggilan suara per hari. Mengantisipasi lonjakan konsumsi data, Indosat juga menambah kapasitas sehingga bisa melayani akses sebesar 100 TB data per hari.

Fadzri mengatakan, penambahan itu mencapai 2 kali lipat dibandingkan sebelumnya. Pada 2010, kapasitas pelayanan hanya mencapai 530 juta SMS per hari dan 6 juta panggilan telepon. Adapun penambahan kapasitas data pada tahun itu di bawah seperlimanya, 17 TB per hari. “Kita berharap tak ada cerita SMS tertunda," imbuh Fadzri.

Dua operator CDMA juga telah siap-siap mengantisipasi lonjakan trafik saat Lebaran. Operator seluler berbasis code division multiple access (CDMA) menyiapkan jutaan nomor migrasi. Esia misalnya, menyiapkan 2 juta nomor Gogo, sedangkan Flexi kabarnya sampai menyiapkan 3,5 juta nomor Combo.

Hal itu dilakukan karena kebanyakan operator CDMA hanya mengantongi lisensi fixed wireless access yang hanya bisa digunakan pada satu kode area. Agar dapat digunakan di kota atau lokasi coverage yang berbeda maka para operator mensyaratkan migrasi nomor bagi pengguna CDMA.

Deputy President Director Bakrie Telecom (BTel) sekaligus President Director Bakrie Connectivity Erik Meijer mengatakan, jika Lebaran tahun lalu Esia hanya menyediakan 500.000 nomor Gogo maka menyambut Lebaran tahun ini disiapkan 2 juta nomor Gogo. [mdr]


Inilah

Senin, 29 Agustus 2011

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H



Pantau Hilal Lewat 'Streaming' Bosscha

INILAH.COM, Jakarta - Tak perlu lagi repot-repat mendongakkan kepala ke langit. Melihat hilal 1 Syawal bisa lewat streaming internet.

Tanggal 1 Syawal atau Hari Idul Fitri dintentukan oleh posisi hilal atau kedudukan bulan atas bumi. Metode ini juga digunakan untuk menentukan awal puasa Ramadan.

Banyak daerah di Indonesia masih menggunakan cara manual melihat hilal, yakni dengan mata telanjang. Cara ini kadang menemui kendala, jika misalnya bulan tertutup awan atau saat langit mendung.

Untuk mengatasinya, muslim Indonesia punya metode lain yang lebih mudah, yaitu dengan sarana teknologi.

Melihat hilal bisa dilakukan semua orang dengan cara memantau observasi langit melalui streaming online yang diselenggarakan Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) melalui teropong observatorium Bosscha.

Program yang bekerja sama dengan PT Telkom dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (fMIPA ITB) ini diadakan dengan me-relay rekaman kondisi kangit dari 14 titik pemantauan, yaitu Lhoknga (Aceh), Medan (Sumut), UIN Suska (Riau), Lampung, UPI Bandung, Bkt Bela Belu (DIY), Pelabuhan Ratu, Mataram (NTB), Pontianak (Kalbar), Makassar, dan Biak (Papua).

Menurut situs Depkominfo, pengamatan Hilal 1 Syawal 1432H dapat dilaksanakan mulai hari ini (29/8). Tapi ada catatan, “Apabila internet Anda di belakang proxy, ada kemungkinan tidak bisa melihat tayangan ini."

Streaming bisa dilihat di bosscha.itb.ac.id/hilal, dan hilal.kominfo.go.id

Dengan program ini, pemerintah bermaksud memberi pendidikan dengan mengajak masyarakat luas untuk ikut serta memantau hilal. Dengan demikian keputusan 1 Syawal bukan sebatas keputusan Departemen Agama semata. [mor]


Inilah

Dulu, Beda Kabupaten, Beda Lebaran

INILAH.COM, Jakarta – Pada abad ke-13, Islam tercatat dalam sejarah Belanda masuk ke Indonesia. Menariknya, pada saat itu, perayaan Hari Raya Idul Fitri bisa berbeda-beda di tiap kabupaten.

Menurut pemaparan Pengamat Sejarah Islam Apipudin, pada zaman dulu kala, penentuan Hari Raya Idul Fitri atau biasa disebut Lebaran bersifat sangat lokal. “Bahkan, di tiap kabupaten bisa berbeda Lebarannya,” ujar Apipudin saat diwawancara melalui telepon baru-baru ini.

Pada sasat itu, proses penentuan Idul Fitri menggunakan metode Rugyah Hilal. Penentuan ini dilakukan selain menunggu kemunculan hilal, mereka juga harus melihatnya. “Selain Wujudul Hilal, harus ada Rugyahtul Hilal juga,” imbuhnya.

Menurutnya, masyarakat zaman dulu masih sangat mengandalkan mata telanjang guna menentukan hilal. “Tak heran jika di tempat yang berbeda, belum tentu Lebaran dirayakan pada hari dan tanggal yang sama”.

Pada saat Islam masuk ke Indonesia di abad ke-13, kota pertama yang didatangi adalah Aceh karena kota itu berada di jalur perdagangan. Setelahnya, Islam pun mulai menyebar ke penjuru Indonesia.

Termasuk, Gresik, Cirebon, Maluku, Makasar dan kota-kota lainnya dan diteruskan ke daerah pedalaman. Pada awalnya, Islam menyebar di daerah pantai, daerah pusat perdagangan kemudian mulai masuk ke pedalaman, seperti di wilayah Jawa Barat dan daerah pedalaman lainnya, jelas Apipudin.

Apipudin menilai, saat masuk Indonesia, penentuan Lebaran tak mengalami akulturasi dari budaya lokal. Perbedaannya hanya terletak pada saat jika dulu orang shalat Ied hanya di masjid atau surau, sekarang shalat Ied bisa dilakukan di lapangan, seperti di Arab.

Dalam beberapa kali Hari Raya Idul Fitri, terjadi ketidaksamaan penentuan 1 Syawal. Pemerintah memang memberi kebebasan masyarakat menentukan hari untuk melaksanakan salat Idul Fitri dan semua umat muslim memiliki cara tersendiri menghitung hari Lebaran.

Tahun ini, menurut MUI, kemungkinan besar Lebaran jatuh pada 31 Agustus. Namun, pemerintah belum mengambil keputusan kapan bisa dilaksanakan Salat Idul Fitri. Keputusan akan diambil saat di sidang Itsbat yang akan diselenggarakan 29 Agustus 2011. [mdr]


Inilah

Minggu, 28 Agustus 2011

Kominfo: Lebaran, Hindari Broadcast Message!

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengimbau masyarakat agar efisien dalam memanfaatkan layanan telekomunikasi untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Salah satunya dengan meminimalisir mengirimkan pesan masal alias broadcast message.

Kepala Humas dan Pusat Informasi Kominfo Gatot S. Dewa Broto mengatakan, setiap orang memang berhak untuk saling bertelekomunikasi, namun disarankan untuk dapat menggunakan layanan telekomunikasi secara efisien.

"Jika jaringan yang digunakan sedang penuh, baik itu di sisi pengguna maupun lawan bicara, disarankan untuk menunggu beberapa saat sebelum mencoba menghubungi lagi guna menghindari jaringan menjadi overload," kata Gatot dalam keterangannya, Minggu (28/87/2011).

Selain itu, dalam mengirimkan SMS ucapan Selamat Hari Raya hendaknya tidak dilakukan secara broadcast ke semua handai taulan, kerabat maupun relasi, namun sebaiknya bertahap.

"Sebab antrean di SMS Gateway diperkirakan akan sangat tinggi mengingat saat ini pengguna telepon seluler dan FWA telah mencapai angka di atas 200 juta nomor yang digunakan," lanjutnya.

Imbauan ini juga termasuk untuk penggunaan data internet. Hendaknya dilakukan juga secara efisien dan produktif untuk mengakses hal-hal yang penting saja guna menghindari kepadatan trafik data.

"Meskipun Kementerian Kominfo, BRTI dan para penyelenggara telekomunikasi sudah mengantisipasi peningkatan penggunaan layanan internet, khususnya dengan menggunakan media sosial," Gatot menandaskan.( ash / ash )


detikInet

Lapan: Teleskop Tak Mampu Lihat Hilal Rendah

SYAHRUL HIDAYAT/KOMPAS IMAGES Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com — Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Dr Thomas Djamaluddin mengatakan, sampai saat ini di dunia tidak ada teleskop yang mampu melihat hilal dengan ketinggian di bawah 4 derajat.

"Problemnya dengan teleskop secanggih apa pun, baik cahaya hilal dan cahaya senja di ufuk sama-sama diperkuat, sehingga hilal di ketinggian rendah tetap sulit terlihat," kata Thomas Djamaluddin di Jakarta, Minggu (28/8/2011).

Ia menanggapi tentang adanya perbedaan pendapat dalam menentukan penanggalan Hijriah seperti penentuan 1 Syawal, 1 Ramadhan, dan lainnya, yakni kriteria wujudul hilal yang menekankan hanya pada hisab dan kriteria Imkan Rukyat yang mengharuskan visibilitas hilal di samping hisab.

"Ketinggian hilal sangat rendah pada 29 Ramadhan (29 Agustus), yakni di bawah dua derajat, maka kemungkinan besar rukyat itu akan gagal melihat hilal, sehingga Ramadhan digenapkan 30 hari dan Idul Fitri seharusnya jatuh pada 31 Agustus," kata Djamal.

Pakar antariksa yang juga anggota Badan Hisab dan Rukyat (BHR) itu menegaskan, cahaya hilal dan cahaya senja berasal dari matahari, jadi panjang gelombangnya sama dan tidak bisa difilter.

Tidak ada teknologi yang mampu melihat hilal (bulan sabit) di bawah 4 derajat, dan secara teori pun tidak ada teknologi yang bisa mengatur tingkat kekontrasan agar hilal bisa lebih tampak dibanding cahaya senja, kecuali ada teknologi yang bisa mematahkan teori tersebut.

"Kriteria hisab yang saat ini digunakan oleh Muhammadiyah seharusnya diperbaiki, kriteria tersebut terlalu sederhana," katanya, sambil menekankan pentingnya penyatuan kriteria penentuan tanggal Hijriah.

Agar bisa merukyat bulan, ujarnya, jarak bulan dan matahari minimal 6,4 derajat dan beda antara tinggi bulan dan matahari dari ufuk minimal 4 derajat. Jadi, hilal baru bisa teramati jika melebihi kriteria itu.


KOMPAS

Tenang... 98 Persen Jalur Mudik Ter-"cover" Sinyal Komunikasi!KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN Ilustrasi: Di kota besar seperti Bandung, Semarang, Surabaya,

KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN - Ilustrasi: Di kota besar seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Solo dan Yogyakarta, sinyal ponsel tergolong bagus.

KOMPAS.com
— Urusan mudik bukan cuma urusan transportasi. Perjalanan panjang dan melelahkan membuat pemudik perlu berkomunikasi dan menikmati hiburan.

Bisa dikatakan, handphone adalah perangkat paling memungkinkan, apalagi dengan dukungan akses internet dan koneksi ke jejaring sosial. Sayangnya, urusan sinyal sering kali menyebalkan. Jangankan untuk mengakses internet dan berjejaring sosial, untuk memenuhi kebutuhan dasar SMS dan telepon saja kadang masih bermasalah. Walhasil, ponsel yang bisa menjadi sumber hiburan justru malah jadi sumber kemarahan.

Tapi, untuk tahun ini, pemudik boleh bernapas lega. Komunikasi lewat ponsel bisa dipastikan aman, setidaknya untuk kebutuhan mendasar. Hasil survei yang dilakukan Tabloid Sinyal menunjukkan, 98 persen jalur mudik telah ter-cover oleh sinyal seluler.

Survei Tabloid Sinyal tersebut dilakukan menjelang mudik Lebaran tahun ini. Kurang lebih ada 63 titik sepanjang jalur mudik di Pulau Jawa yang diuji.

Adapun perangkat untuk menguji sinyal tersebut digunakan 6 unit BlackBerry Torch 9800, laptop, dan peranti GPS. Sinyal diukur dalam satuan dBm. Sinyal dikategorikan "Sangat Baik" bila ada dalam range -80 - 0 dBm, "Baik" jika ada pada range "-95 - -80 dan "Buruk" bila ada dalam range -120 - -95.

Untuk memudahkan pembacaan data, mengubah angka menjadi positif dengan menambah 120. Berdasarkan surveinya, dari 98 persen lokasi yang ter-cover sinyal, 57,1 persen berada dalam kondisi "Sangat Baik", 35,36 persen dalam kondisi "Baik", serta 9,35 persen berada pada kondisi "Buruk".

Catatan provider

Di kota besar seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Solo, dan Yogyakarta, sinyal ponsel tergolong bagus. Secara keseluruhan, Telkomsel tercatat sebagai provider paling baik dengan kualitas coverage "Sangat Bagus" sebesar 71,4 persen, "Bagus" 19 persen, dan "Buruk" 9,5 persen. Sementara itu, Indosat tercatat sebagai provider paling sedikit punya kualitas coverage "Buruk", yaitu hanya 4,8 persen.

Namun demikian, di beberapa kota, sinyal Telkomsel justru kalah bagus. Di Nagrek, misalnya, sinyal Indosat justru lebih bagus dari Telkomsel. Begitu juga di Gombong, Telkomsel kalah dari XL, sedangkan di kawasan Ngawi Telkomsel kalah dari Axis.

Di Kutoarjo, XL merupakan sinyal andalan sebab sedikit lebih jauh mengungguli provider lainnya. Tapi di Solo, XL menunjukkan performance paling buruk.

Di Yogyakarta, semua provider bisa diandalkan. Sementara 3 (Tri) hanya menunjukkan penampilan baiknya di Cileunyi, Kutoarjo, Yogyakarta, dan Solo. Yang cukup melegakan, di antara 98 persen lokasi yang ter-cover sinyal, semuanya tersebar di jalur mudik di Pulau Jawa, mulai pantura, tengah, dan selatan. Dengan demikian, pemudik tak perlu memilih jalur yang sesuai hanya karena sinyal.

Selamat mudik!


KOMPAS

Sabtu, 27 Agustus 2011

Fasilitas Jalur Mudik Online Lemah

INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat mengumumkan telah melansir layanan monitoring trafik jalur mudik yang bisa digunakan masyarakat.

Tertarik fasilitas (http://www.rttmc-hubdat.web.id/), pengamat telematika Abimanyu Wachjoewidajat melakukan pengujian pada fasilitas RTTMC tersebut. “Hasil pengujian mengecewakan,” ujarnya pada INILAH.COM baru baru ini.

Terdapat banyak hal yang membuat pria yang akrab disapa Abah ini kecewa. Pertama, situs fasilitas tersebut sangat berat untuk dibuka dan ketika terbuka, ternyata banyak obyek yang tak relevan dengan trafik yang ditampilkan disana.

“Hal ini jelas membebani server. Ambil contoh, berita yang tampil tak langsung terkait ‘Road Traffic’ melainkan pada berita umum,” ujarnya. Kedua, saat masuk fungsi monitoring jalan (video streaming), akses juga sangat berat dan lama untuk terbuka.

Berdasarkan pantauan Abah, ternyata akses selalu menggunakan URL yang sama. “Hal ini membuktikan layanan Info Mudik hanya menggunakan beberapa server bukan secara clustering atau paralel atau grid atau banyak teknologi lain yang bisa digunakan secara multi server (beberapa server),” paparnya.

Cara pemrograman yang diterapkan jelas menggunakan metoda lama dalam melayani massive usage computing. “Cara ini selain memberatkan server juga merugikan masyarakat karena sulit membuka info trafik,” tandasnya.

Ketiga, banyak gambar yang ternyata dari video awal hingga akhir gambarnya tak bergerak. Hal ini menimbulkan pertanyaan dan keraguan apakah benar teknologi yang digunakan adalah streaming ataukah sekadar video transfer.

Banyak yang mengira video streaming merupakan video transfer yang pada kenyataanya sangat berbeda dalam karakter dan fungsi. Keempat, info ini jelas dibutuhkan para pemudik. Artinya, mereka akan mengakses situs ini menggunakan ponsel.

Ternyata, saat dicoba dari ponsel (dengan OS Android), tak ada menu info trafik apapun, “Semuanya kosong, tak ada pilihan jalan seperti halnya bila situs tersebut diakses dari PC”. Seolah menunjukkan layanan ini belum siap secara detail, lanjutnya.

Kelima, semua gambar yang ada tak menampilkan jam perekaman di mana hal ini sangat bermanfaat bagi publik untuk mempertimbangkan informasi yang ditampilkan berdasarkan jam.

Misalnya, jika kamera di suatu titik mengalami masalah pada pukul 10.00, maka ketika diakses pada pukul 12.00 sekalipun, informasi yang tampil tetap dari pukul 10.00. “Sedangkan perbedaan dua jam dalam trafik bisa berlainan”.

Namun, karena gambar tak menunjukan jam, maka pengakses akan mengira jalan yang lancar itu merupakan keadaan di pukul 12.00 yang sebenarnya data pada pukul 10.00. “Tentunya, hal ini malah menjebak pemudik pada kemacetan tanpa bisa mempertimbangkan jalan alternatif,” katanya.

Keenam, tak terbayangkan di saat belum ada pemudik saja, layanan ini sudah berat diakses, bagaimana kelak saat diperlukan mendekati lebaran dan saat arus balik, ungkapnya. Abah menilai, fasilitas baru ini pasti menghabiskan uang negara dengan jumlah tak sedikit.

“Patut disayangkan, layanan yang seharusnya bisa membantu publik sepertinya akan menjadi sia-sia karena tak bisa dimanfaatkan publik di saat dibutuhkan,” ujarnya. Menurutnya, layanan semacam ini seharusnya dibuat dan diuji jauh hari sebelum hari H sehingga lebih dapat diuji coba dengan lebih intensif, lebih dimaksimalkan dan lebih berdaya guna.

Abah menilai, saat banyak pemudik yang ingin mengakses fasilitas ini dipastikan hanya kurang dari 10% yang bisa mengaksesnya, sedangkan yang lainnya harus menunggu. “Mengingat sisa waktu yang tinggal sedikit, saya pesimis hal ini bisa diperbaiki”. [mdr]


Inilah

Inilah Aplikasi Pendamping Mudik

Google Map 5.0 (Foto: Engadget)

TEMPO Interaktif
, Jakarta - Bagi pengguna kendaraan pribadi, informasi tentang keadaan arus lalu lintas amat penting untuk kelancaran perjalanan saat mudik. Ada banyak layanan yang menyediakan informasi lalu lintas, seperti media cetak, televisi, radio, dan media online.

Selain saluran informasi tersebut, ada baiknya Anda juga mengakses info mudik yang terdapat pada jejaring sosial, seperti Facebook atau Twitter.

Kelebihan info mudik dari media sosial ini adalah Anda bisa berbagi informasi satu dengan yang lain sembari menanyakan arus lalu lintas di daerah tertentu. Sifatnya interaktif.

Jika ada anggota jejaring sosial itu yang kebetulan tahu atau berada di tempat yang Anda tanyakan, informasi yang Anda butuhkan segera mengalir.

Selain itu, ada pula beragam aplikasi yang menyuguhkan informasi rumah makan sampai bengkel terdekat dari lokasi Anda. Tapi sebelum menggunakan aplikasi ini, pastikan pulsa telepon Anda mencukupi untuk mengakses atau mengunduh.

Info Mudik dan Balik Lebaran 2011


Untuk bisa membaca dan berbagi info arus mudik, Anda harus mengirimkan permintaan untuk bergabung dengan grup ini. Grup ini sudah dibentuk sejak 2009. Saat ini anggotanya lebih dari 3.523 orang.

Dengan anggota yang banyak, ada banyak pula informasi yang bisa diperoleh. Selain itu, Anda bisa juga mengetahui keadaan terkini di titik-titik ruas jalan tertentu dari kiriman foto yang dikirim anggota grup.

Anda juga bisa meminta bantuan informasi tentang arus lalu lintas di daerah atau jalan yang akan dilalui. Beberapa pertanyaan lain juga bisa diajukan di dalam grup ini, misalnya jarak tempuh dan jalur mana yang lancar.

Facebook: RTTMC.DitjenHubdat – Twitter: @infomudikllaj

Ini adalah akun Facebook dan Twitter milik Road Transport and Traffic Management Center Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Anda tinggal mengklik “like” atau “follow” untuk bisa memperoleh dan berbagi informasi di akun ini.

Dengan dukungan CCTV, informasi yang disampaikan Rttmc Hubdat cepat diperbarui. Banyak titik-titik ruas jalan yang dipantau lewat CCTV, yang setiap saat akan diinformasikan kepada para pengguna jalan.

=> Facebook: Pantau Mudik, Twitter: @pantaumudik

Akun Facebook dan Twitter Pantau Mudik cukup aktif dalam memberikan pantauan arus lalu lintas. Informasi yang disampaikan juga selalu diperbarui. Informasi yang disampaikan tidak saja sekadar pantauan arus lalu lintas, tapi juga informasi pendukung mudik lainnya, seperti tempat-tempat memperoleh peta digital jalur mudik.

Twitter: @NTMCLantasPolri

Akun ini milik Korps Lalu Lintas Kepolisian RI. Oleh karena itu, jangkauannya mencakup seluruh Indonesia. Dengan mengikuti akun ini, Anda akan bisa mendapat update informasi keadaan cuaca dan arus lalu lintas, mulai dari Nagrek, Gadog, Cikampek, Puncak, hingga situasi arus lalu lintas di Jalan Malioboro Yogyakarta.

Google Maps

Layanan panduan peta ini sudah bisa diunduh untuk semua jenis ponsel pintar. Google Maps mampu memberikan rincian kawasan atau daerah yang ingin kita tuju, cukup dengan mengetik daerah yang ingin kita lewati.

Panduan peta dari Google ini juga bisa memberikan arahan rute mana saja yang harus kita lalui, dari tempat kita berada dengan titik tujuan yang ingin kita tuju. Google Maps juga sudah dilengkapi dengan lokasi-lokasi point of interest, seperti hotel, rumah makan, dan SPBU.

HONDA iMobili

HONDA iMobili adalah aplikasi BlackBerry yang memberikan informasi layanan Honda. Di dalam aplikasi tersebut, terdapat Honda Intelligent Mobility System in-Hand yang memberikan informasi layanan produk Honda plus navigasi GPS untuk mengetahui lokasi dealer Honda terdekat. Aplikasi BlackBerry HONDA iMobili dapat di download di http://iMobili.hondaisme.com

Indonesia Toll View

Aplikasi ini tersedia di Android Market. Layanan ini merupakan shortcut ke website Jasmarga yang memberikan informasi tentang jalan tol.

Menoo!

Aplikasi kuliner Menoo! memberikan panduan dalam pencarian berbagai menu masakan. Pemudik bisa mengakses informasi di Menoo! melalui perangkat ponsel cerdas, seperti BlackBerry, iPhone, dan ponsel Android.

Menoo! bisa diunduh di www.mymenoo.com secara gratis. Terdapat 260 ribu tempat makan dan lebih dari 2 juta menu yang tersebar di seluruh Indonesia, Singapura, Thailand, Amerika, dan akan menyusul Jepang.[IQBAL MUHTAROM]



TEMPOInteraktif

Inilah Monster "Garuda" dari Sulawesi

KOMPAS.com Ahli serangga dari University of California menemukan spesies baru tawon dalam ekspedisi ke Sulawesi. Tawon tersebut dijuluki tawon monster sebab penampakannya yang menakutkan, memiliki mandibula bak ninja dan rahang yang lebih panjang dari kaki depannya.

"Rahang hewan ini begitu besar sehingga menutup bagian samping kepala. Jika rahang terbuka, akan tampak lebih panjang dari kaki depan tawon jantan ini," ungkap ahli serangga Lim Kimsey, seperti dikutip Daily Mail, Kamis (25/8/2011).

Kimsey yang juga kepala Bohart Museum of Entomology mengatakan bahwa ia berencana memberi nama tawon tersebut "garuda", sesuai lambang Indonesia. Ia mengatakan, tawon ini cenderung memilih untuk memakan serangga lain. Namun, jika terancam, tawon ini juga bisa menyerang manusia.

Tawon ini ditemukan di pegunungan Mekongga. Menurut Kim, kawasan Mekongga dan Sulawesi pada umumnya memiliki keanekaragaman yang besar. Ia mengatakan, selama tiga kali perjalanan ke Sulawesi, ratusan spesies mungkin bisa dikatalogkan.

Kimsey mengatakan, di Sulawesi, banyak ditemukan spesies langka dan belum pernah dilihat di belahan dunia lain. Ia berharap penemuan spesies tawon ini bisa menggugah kesadaran warga masyarakat terhadap perlunya melestarikan biodiversitas di kawasan itu.


KOMPAS

Waaah... 3G Telkomsel Paling Tokcer di Jalur Mudik!

DHONI SETIAWANI-lustrasi

KOMPAS.com - Untuk pengguna seluler yang mendambakan video call atau video streaming, mungkin perlu memilih provider telekomunikasi yang tepat. Berdasarkan survei Tabloid Sinyal tahun ini menunjukkan kualitas jaringan 3G yang mendukung penggunanya menikmati layanan tersebut.

Hasil survei menunjukkan, jaringan 3G Telkomsel di sepanjang jalur mudik tahun ini tergolong yang paling mumpuni atau paling luas jangkauannya. Dari 63 titik yang disurvei oleh tabloid tersebut, Telkomsel telah menjangkau 44 area di antaranya. Dengan demikian, pengguna Telkomsel memiliki kesempatan menikmati video call sebanyak 69,64%.

Aktivitas membuka website, video streaming dan akses data lainnya juga bisa dikatakan lebih lancar dengan provider ini. Jangkauan jaringan 3G Telkomsel jauh melebihi provider telekomunikasi lain.

Sementara itu, Indosat, XL, Axis dan Tri masih memiliki jangkauan 3G dari 10% hingga 20%, walaupun jangkauan teknologi EDGE sudah cukup luas untuk mendukung akses data.

Namun, perlu diingat, bahwa hasil survei tidak berarti pengguna bisa mengakses data tanpa batas. Boleh jadi, akses tetap lelet karena jumlah pengguna terlalu banyak dan akses data yang terlalu besar.


KOMPAS

Kapasitas jaringan telkom memadai

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Gatot S Dewa Broto (FOTO ANTARA/ Ujang Zaelani)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan kapasitas jaringan para penyelenggara telekomunikasi pada umumnya cukup dan memadai dalam menghadapi lonjakan trafik baik suara maupun data hingga 70 persen pada Lebaran ini.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot S Dewa Broto dalam keterangan persnya di Jakarta Sabtu mengatakan, melalui monitoring kualitas layanan BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia), khusus untuk wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Indonesia Bagian Timur, para penyelenggara telekomunikasi masih memiliki kapasitas cukup untuk dapat menangani lonjakan trafik baik untuk suara maupun data.

"Untuk Sumatera peningkatan trafik telekomunikasi akan dimulai dari Sumatera bagian selatan hingga ke Sumatera bagian tengah dan untuk Kalimantan akan terjadi penurunan trafik dibanding hari biasa mengingat banyak pemudik yang meninggalkan Kalimantan," katanya.

Ia menambahkan, peningkatan trafik akan terjadi di bandara-bandara, sedangkan untuk KTI trafik diperkirakan akan tidak banyak mengalami peningkatan maupun penurunan tapi jaringan akses dan tulang punggung (backbone) siap menghadapi kemungkinan peningkatan trafik.
Tes jaringan

Sebelumnya, pada 15 Agustus 2011, BRTI telah menguji jaringan telekomunikasi (yang pelepasan resmi rombongannya dilakukan Menteri Kominfo Tifatul Sembiring di halaman kantor Kementerian Kominfo) dengan 4 tujuan (Jakarta ke arah Cirebon dan Pemalang; Jakarta ke arah Cileunyi, Nagrek, Garut dan Tasikmalaya; Jakarta ke arah Merak dan Bandar Lampung; serta Semarang ke arah Yogyakarta, Solo, Madium dan Surabaya).

Test itu diikuti oleh delapan penyelenggara telekomunikasi seluler (Telkomsel, XL, Indosat, Huchison CP Telecommunication, Natrindo Telepon Seluler, Mobile-8 Telecom, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia dan Smart Telecom) serta empat penyelenggara telekomunikasi Fixed Wireless Access (Telkom, Indosat, Bakrie Telecom dan Mobile-8 Telecom).

"Untuk 4 jalur yang diuji rata-rata keberhasilan panggil dari semua penyelenggara telekomunikasi adalah di atas 96,95 persen sedangkan peraturannya menyebutkan minimal 90 persen," katanya.

Ia mengatakan, rata-rata panggilan yang terputus (dropped call) maksimal 2, 06 persen (di peraturan max 5 persen); untuk panggilan terblok (blocked call) maksimal 1,87 persen dengan rata-rata blocked call sebesar 1,47 persen; rata-rata pengiriman SMS adalah 97 persen di bawah 3 menit (di peraturan minimal 75 persen terkirim di bawah 3 menit) dan bahkan beberapa operator sudah 100 persen di bawah 3 menit.

Potensi gangguan layanan yang mungkin terjadi di antaranya perubahan arah trafik dengan tradisi mudik, akan terjadi perubahan pola trafik originasi, dari kota-kota besar ke kota kecil/desa, sehingga kapasitas jaringan di kota-kota besar akan menjadi agak tidak padat, namun sebaliknya akan menjadi padat di jalur-jalur mudik dan kota-kota tujuan/desa.

"Dari sisi ketersediaan listrik menurut laporan para penyelenggara telekomunikasi bahwa untuk beberapa wilayah di luar Jawa, persoalan ketersediaan listrik menjadi kendala untuk memberikan layanan optimal, apalagi jelang Hari Raya," katanya.
Pemadaman bergilir

Menurut dia, kendala itu diakibatkan karena masih adanya pemadaman bergilir dalam waktu yang lama, sementara untuk menghidupkan generator pihak penyelenggara telekomunikasi selain agak sulit mendapatkan BBM khususnya solar, juga karena harga BBM tersebut kadang cenderung agak mahal.

Persoalan lain adalah tingkat dan titik kemacetan di mana kualitas pelayanan telekomunikasi akan dipengaruhi juga akibat kemacetan, yang selain membuat perjalanan terhambat, juga trafik akan terkonsentrasi pada BTS daerah yang macet tersebut.

Ada pun tempat-tempat yang berpotensi terjadi kemacetan dan membuat kualitas pelayanan terganggu meliputi: Tol Jakarta-Cikampek, Nagrek, Pelabuhan Merak, wilayah Jatibarang/Indramayu dan Tol Pejagan.

"Kepada Kementerian Kominfo dan BRTI, para penyelenggara telekomunikasi telah memberikan jaminan komitmen untuk memberikan layanan terbaik jelang, saat maupun sesudah Hari Idul Fitri 1432; tidak melakukan perubahan sistem yang dapat berpotensi mengganggu kualitas layanan sejak H-7 hingga H+7; menyiapkan tim yang siap sedia selama 24 jam untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang menyebabkan penurunan kualitas pelayanan; dan menyediakan posko-posko mudik di jalur mudik agar pemudik tetap dapat mendapat layanan telekomunikasi seperti membeli voucher pulsa maupun beristirahat," demikian Gatot S. Dewa Broto.(H016/A011)


ANTARAnews

Tarif Internet 3Mbps Rp335.000 per bulan

Kecepatan akses internet di Indonesia rata-rata hanya 1,34Mbps, jauh di bawah negara lain.

Berdasarkan data kecepatan Internet dunia per Maret 2011, dari sekitar 200 lebih negara dan wilayah, Indonesia berada di posisi 146 dalam kategori kecepatan akses, khususnya download Internet. (speedtest.net)

VIVAnews - Perkembangan teknologi dan gaya hidup digital masyarakat modern tak lepas dari akses internet yang handal, kecepatan tinggi dan tanpa putus. Sayangnya, saat ini konsumen masih dihadapkan dengan akses internet lambat sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, First Media, penyedia layanan televisi berbayar dan jaringan komunikasi pita lebar di Indonesia, meningkatkan kecepatan akses internet yang mereka tawarkan.

Penyedia layanan internet itu meningkatkan kecepatan akses tiga paket FastNet mereka hingga dua kali lipat. Layanan FastNet Express yang sebelumnya diberikan dengan kecepatan 2Mbps, kini naik menjadi 3 Mbps. FastNet Premium dari 3Mbps naik jadi 6Mbps.

Layanan FastNet Professional, dari 6Mbps kini naik menjadi 12Mbps. Adapun kecepatan untuk paket FastNet Family yakni 1Mbps dan FastNet Ultimate 20Mbps tetap. Dari sisi tarif, harga yang sama diberlakukan untuk fasilitas tersebut. Sebagai contoh, layanan FastNet Express tarifnya tetap Rp335.000 per bulan, dan pengguna diharapkan dapat mulai menikmatinya per akhir Agustus ini.

“Teknologi berkecepatan tinggi sudah menjadi kebutuhan bagi pengguna internet. Kebutuhan akan informasi serta hiburan di rumah yang makin tinggi dan berbeda untuk tiap anggota keluarga, membuat akses internet dengan kecepatan terbatas sudah tidak zamannya lagi,” kata Dicky Moechtar, Sales Director First Media, 27 Agustus 2011.

Menurut Dicky, kecepatan akses internet yang ideal untuk memenuhi tuntutan gaya hidup digital saat ini adalah minimal 3Mbps, di mana konsumen dapat menikmati upload maupun download, streaming video dan musik tanpa buffering yang menganggu.

“Tren kecepatan minimal 3Mbps sudah menjadi sebuah gaya hidup menikmati dunia digital yang baru secara nyaman dan tanpa batas. Peningkatan kecepatan akses internet ini menjawab tren baru tersebut,” kata Dicky.

Langkah peningkatan kapasitas bandwidth bagi pelanggan tersebut sekaligus untuk menjawab kebutuhan dunia bisnis yang membutuhkan akses broadband yang makin andal sehingga dapat mendukung produktivitas dan meningkatkan kecepatan akses rata-rata Internet di Indonesia.

Sebagai gambaran, berdasarkan data kecepatan Internet dunia per Maret 2011, dari sekitar 200 lebih negara dan wilayah, Indonesia berada di posisi 146 dalam kategori kecepatan akses, khususnya download. Kecepatan akses Internet di Indonesia rata-rata hanya 1,34Mbps, jauh di bawah Korea Selatan (33Mbps), Jepang (16,33Mbps), dan Singapura (17,62Mbps).

“Untuk mengimbangi pesatnya penggunaan Internet di kalangan masyarakat, penyedia akses Internet perlu terus meningkatkan layanannya sehingga Indonesia sejajar dengan negara-negara lain di dunia, dalam hal kecepatan akses internet,” kata Dicky.



VIVAnews

Jumat, 26 Agustus 2011

Indosat Naikkan Kapasitas Layanan BlackBerry

JAKARTA--MICOM: Operator Indosat menaikkan kapasitas layanan BlackBerry melalui upgrade backbone ke pabrikan Research In Motion (RIM) menjadi 2X3 Gbps.

"Saat ini kami menyatakan siap untuk melayani pelanggan BlackBerry selama masa mudik dan Lebaran dengan melakukan up grade backbone ke RIM menjadi 2x3 Gbps," kata President Director & CEO Indosat Harry Sasongko, di Jakarta, Rabu (24/8).

Pihaknya mengklaim upgrade tersebut menjadikan Indosat sebagai operator penyelenggara layanan BlackBerry di Indonesia yang memiliki kapasitas terbesar.

Peningkatkan kapasitas itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan BlackBerry bagi pelanggan sehingga dapat melewatkan saat-saat meningkatnya trafik telekomunikasi di masa mudik dan Lebaran.

"Kami harap ini akan memperlancar komunikasi meski saat terjadi lonjakan trafik telekomunikasi," katanya. (Ant/OL-9)


MediaIndonesia

Kamis, 25 Agustus 2011

IM2 Sediakan Internet Gratis di Kereta Api

Jakarta - Penyedia jaringan internet Indosat Mega Media (IM2), bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyediakan fasilitas internet broadband WiFi gratis bagi para pengguna kereta api.

Internet bisa digunakan secara gratis jika pemilik gadget berfitur WiFi menggunakan SSID (Service Set Identifier) dengan nama IM2-KAI. Namun, dengan SSID ini pengguna hanya bisa melakukan browsing internet tanpa bisa mendownload ataupun streaming video dan audio.

IM2 sebenarnya menyediakan dua nama jaringan SSID. Selain SSID yang gratis browsing itu, ada juga SSID dengan nama INDOSATNet. SSID ini bersifat berbayar dengan tarif Rp 0,5/Mb. Karena berbayar, IM2 memberikan fasilitas premium di koneksi ini seperti download dan lain sebagainya.

Untuk menggunakan fasilitas SSID IM2-KAI, pengguna harus mengisikan WEP Key: indosatm2-kai. Sementara untuk SSID INDOSATNet pengguna harus menggunakan account IM2 yang sudah dimiliki atau menggunakan voucher yang dapat dibeli melalui SMS dari nomor Indosat dengan cara mengirimkan SMS ke 6789 dan mengetik: IM2prepaid nilai voucher (10.000 dan 25.000).

"Penyediaan layanan internet WiFi ini pada tahap awal meliputi tujuh stasiun dan 82 kereta eksekutif di Pulau Jawa," kata Direktur Utama IM2, Indar Atmanto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/8/2011).

Tujuh stasiun besar yang dimaksud yaitu, Gambir Jakarta, Bandung, Semarang Tawang, Jogjakarta, Solo Balapan, Surabaya Turi, dan Surabaya Gubeng.

Selain di stasiun, layanan WiFi ini juga meliputi perjalanan kereta api dengan tujuan Jakarta-Bandung (Parahyangan), Jakarta-Surabaya (Sembrani), Jakarta-Surabaya (Bima), Jakarta-Jogjakarta (Argo Lawu), Jakarta-Semarang (Argo Muria), Jakarta-Solo (Taksaka), Surabaya-Jogjakarta (Sancaka), dan Surabaya-Bandung (Argo Wilis). Keseluruhan perjalanan kereta api tersebut berjumlah 82 Kereta.

Saat ini kerjasama antara IM2 dan PT KAI baru mencakup wilayah pulau Jawa. Tidak tertutup kemungkinan kerjasama dikembangkan ke luar pulau Jawa apabila sambutan masyarakat khususnya pengguna kereta terbilang baik.( rou / wsh )


detikInet

Trafik Tokobagus.com Naik 20%

Remco Lupker bagikan helm gratis

Jakarta - Situs jual beli online terbesar di Indonesia, Tokobagus.com, mengalami kenaikan trafik pengunjung sebesar 20 persen selama Ramadan seiring meningkatnya daya beli masyarakat.

"Tokobagus memiliki 1,2 juta anggota yang aktif. Sedangkan page view mencapai 4 juta pengunjung per hari, sedangkan unique visitor 700 ribu per hari. Berkat adanya program komunikasi yang agresif sejak awal Ramadan, terjadi kenaikan trafik hingga 20 persen," ungkap Pimpinan Tokobagus.com Arnold Sebastian Egg di Jakarta, Kamis (25/8/2011).

Diungkapkannya, saat ini ada 1,2 juta anggota yang aktif di situsnya berjual-beli secara online. "Selama Ramadan ini barang yang banyak diperjual belikan adalah pakaian. Sejak April lalu nilai transaksi di Tokobagus mencapai Rp 1,4 triliun per bulan dengan kondisi sekitar 800 ribu anggota aktif. Saya yakin adanya kenaikan trafik selama Ramadan, nilai transaksi akan berlipat naiknya," katanya.

Tak mau hanya terkesan mendorong pengunjung berjual beli di situsnya, Tokobagus.com juga tak lupa memberikan informasi seputar mudik dengan menggandeng Sentra Komunikasi (Senkom) yang menjadi mitra Polri melalui program Pemantauan Mudik (PAM) Lebaran 2011 mulai 23 Agustus hingga 7 September 2011.

"Kami melakukan kegiatan pemantauan secara serempak hampir di seluruh kabupaten di Indonesia mulai dari Aceh sampai Papua yang dilalui oleh para pemudik," ungkapnya.

Kegiatan PAM Lebaran 2011 juga disosialisasikan di situs Tokobagus.com baik versi desktop maupun versi mobile atau m-tokobagus.com. Informasi yang disajikan kondisi real time tentang situasi jalur-jalur mudik, serta keadaan keamanan yang terjadi.

Masih dalam rangkaian kegiatan PAM Lebaran 2011, Tokobagus.com yang bekerja sama dengan Senkom Mitra Polri turut membagikan gratis helm SNI dan peta mudik lebaran 2011 di daerah Kalimalang, Bekasi. Program ini digelar dengan tujuan untuk menyukseskan arus mudik dan balik 2011.

"Semoga dengan pembagian helm SNI dan peta ini, pemudik bisa lebih aman dan lancar dalam melakukan perjalanan," kata Arnold yang didampingi pimpinan Tokobagus.com lainnya, Remco Lupker.

Arnold menambahkan lokasi pembagian helm SNI dan peta mudik di kawasan Kalimalang dipilih, karena pemudik yang menggunakan sepeda motor yang mengarah ke daerah timur pulau Jawa umumnya akan melalui jalur tersebut.

"Informasi dari teman-teman dari Senkom lokasi yang kita pilih ini, tepatnya di Kalimalang Bekasi, memang banyak dilalui pemudik yang mengarah ke timur Jawa. Sehingga kita memutuskan membuka posko mandiri disini dan juga membagi-bagikan sekitar 300 helm SNI secara gratis. Selain Kalimalang beberapa tempat lainnya juga akan kita sebarkan helm-helm SNI lainnya, masing-masing titik sekitar 300 helm," terang Arnold.

Kegiatan pembagian helm dan peta mudik diawali dengan pembukaan posko mandiri Tokobagus.com dan Senkom Mitra Polri. Dengan dibukanya posko ini berarti secara resmi posko mandiri di 50 lokasi lain telah siap beroperasi dan melakukan aktivitas untuk membantu para pemudik, seperti menyiapkan sarana istirahat, pijat refleksi, obat-obatan, toilet dan takjil saat berbuka.( rou / ash )


detikInet

Biofuel Generasi Kedua, Dari Rumput dan Limbah

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pipa dan tangki stainless steel tersusun rapat dalam kolom setinggi 4lantai di sebuah pilot plant Pusat Penelitian Kimia, Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, Banten. Dalam struktur rumit itu, para peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengubah kayu, jerami, dan rumput menjadi bahan bakar.

"Pilot plant ini bagian dari tren baru dunia dalam menciptakan bioenergi dari bahan nonpangan, menghasilkan pengganti bensin generasi kedua," ujar peneliti bioetanol dari Pusat Penelitian Kimia, LIPI, Yanni Sudiyani, kepada Tempo pekan lalu.

Berbeda dengan bioetanol generasi pertama yang dihasilkan dari pati, misalnya dari tanaman singkong, tebu, atau jagung, yang teknologi prosesnya mudah. Bioetanol generasi kedua berasal dari biomassa limbah pertanian atau kehutanan.

Biomassa bahan selulosa atau lignoselulosa memerlukan teknologi yang prosesnya sangat sulit karena perlu perlakuan awal atau pretreatment. Teknologi pengembangan bioetanol yang menjadi campuran bahan bakar premium generasi kedua untuk saat ini masih banyak kendala dan masih terbilang mahal.

Pengembangan bioetanol dari tumbuhan ini dipicu oleh krisis energi dunia. Menipisnya cadangan minyak dunia menimbulkan kekhawatiran akan ketersediaan energi.

Data Dewan Energi Nasional (DEN) memperlihatkan selang waktu 2006 hingga 2030, permintaan energi dunia meningkat hingga 45 persen sehingga dibutuhkan sumber energi alternatif selain bahan bakar fosil.

Peneliti kemudian melirik etanol sebagai bahan bakar alternatif. Etil alkohol bersifat tak berwarna, sedikit berbau, dan mudah terbakar.

Pembakaran etanol menghasilkan uap air dan karbon dioksida dalam jumlah relatif lebih rendah dibanding bahan bakar fosil. Rendahnya emisi karbon etanol membuat bahan bakar ini sebagai alternatif tepat pengganti bahan bakar fosil yang dituding sebagai sumber terbesar gas rumah kaca.

Dalam satu dekade terakhir, Brasil menjadi negara paling gencar menggenjot penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif. Negara yang memproduksi seperempat suplai gula global ini menjadi contoh bagaimana bioetanol dari tebu bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan energi manusia.

Sayangnya, energi alternatif ini terhambat masalah harga. Bahan baku pembuatan bioetanol umumnya berasal dari gandum, jagung, tebu, dan kentang yang menjadi sumber utama pangan dunia. Lonjakan harga komoditas ini membuat bioetanol tak ekonomis lagi.

Lignoselulosa yang berasal dari limbah berbagai tanaman pangan, berupa kayu, jerami, dan rumput, dianggap sebagai alternatif bahan baku bioenergi yang paling potensial. Dalam beberapa tahun terakhir, LIPI meneliti pemanfaatan lignoselulosa sebagai bahan baku pembuatan etanol.

Limbah rumput dan jerami kering serta kayu umumnya mengandung biomassa lignoselulosa, yaitu selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Pada tumbuhan, kandungan lignoselulosa mencapai 90 persen total biomassa.

Untuk memanfaatkan biomassa ini, para peneliti LIPI harus memisahkan lignin atau zat kayu yang merupakan zat pengikat senyawa lain pada tanaman. Kandungan lignin bisa mencapai 15-30 persen. Proses delignifikasi inilah yang membuat pengolahan lignoselulosa berbeda dengan bioenergi yang bersumber dari pangan.

Setelah lignin dipisahkan, selulosa dan hemiselulosa bisa difermentasi menjadi zat gula yang kemudian diubah menjadi etanol. "Ada perlakuan awal khusus untuk memisahkan lignin dari selulosa dan hemiselulosa agar menghasilkan glukosa," kata Yanni.

Perlakuan awal dimulai dengan proses pencacahan bahan baku rumput, pelepah daun, dan jerami. Proses fisik ini dilakukan berulang-ulang sehingga bahan baku berubah menjadi bagian-bagian kecil.

Material yang telah halus tersebut diberi perlakuan kimia dengan asam atau basa. Bubur material dimasukkan ke dalam mesin hidrolisis agar lignin terpisah dari selulosa dan hemiselulosa. Pemisahan ini merupakan proses yang sulit mengingat struktur selulosa dan hemiselulosa terikat kuat dengan lignin.

Tahap berikutnya adalah hidrolisis enzimatis. Selulosa dan hemiselulosa dimasukkan ke dalam reaktor untuk mengambil sari patinya, gula-selulosa yang mengandung gula karbon 6 (C6) atau gula karbon 5 (C5), seperti xylose. Untuk memecah gula tersebut, diperlukan dua spesies bakteri berbeda, yaitu bakteri ragi (Sacharomyces cerevisae) untuk C5 dan bakteri coli, Pichia sp, untuk C6.

Glukosa hasil fermentasi ini selanjutnya diubah menjadi etanol menggunakan proses yang sama dengan pengolahan bahan bakar nabati dari zat pati yang berasal dari bahan pangan.

Menurut Yanni, LIPI pernah menguji bahan baku tandan kosong kelapa sawit untuk menghasilkan etanol. Proses dalam skala laboratorium menunjukkan 1 ton limbah padat ini bisa menghasilkan 151 liter etanol.

Bahan bakar dalam jumlah besar ini, kata dia, sangat potensial dikembangkan di Indonesia, mengingat negara ini menjadi salah satu penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Tak hanya kelapa sawit, biomassa lignoselulosa lainnya juga bisa diperoleh dari tanaman-tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia.

Jerami sebagai limbah tanaman padi juga bisa diolah menjadi etanol. Demikian pula limbah kayu hutan, yang bisa diolah menjadi energi hijau.

"Perlakuan awal khusus ini membuat harga bioetanol generasi kedua relatif lebih mahal," kata Yanni. "Namun, ongkos ini bisa ditebus ketika bahan bakar fosil semakin langka."

Haznan Abimayu, peneliti Puslit Kimia LIPI, mengatakan aneka pilihan sumber bahan baku energi terbarukan belum termanfaatkan di Indonesia. Sebut saja sisa merang atau batang padi dan ampas tebu. Dua limbah industri pertanian ini mencapai 230 juta ton setiap tahunnya. Jumlah ini bisa dikonversikan menjadi 17,618 miliar liter bioetanol.

Potensi lain berasal dari tanaman aren. Haznan memperkirakan produksi aren di Indonesia bisa dikonversi menjadi 11,7 miliar liter bioetanol setiap tahun. Begitu pula tanaman singkong, yang bisa menghasilkan 180 liter bioetanol untuk setiap hektare lahan per tahun.

"Selain berpotensi besar, tanaman-tanaman tersebut tidak dikonsumsi manusia sehingga pengolahannya tak akan mengganggu stok dan harga pangan nasional," ujar Haznan.

[ANTON WILLIAM]


TEMPOInteraktif

Kalangan Akademik Fokus pada Aplikasi Lokal

Sudah banyak produk yang berasal dari skill mahasiswa lokal yang dipakai oleh provider.

Pengembang aplikasi lokal kini disediakan wadah khusus (mobile.yahoo.com)

VIVAnews
- Tren industri aplikasi dan konten saat ini sedang mengalami pertumbuhan yang tinggi. Dunia pendidikan, sebagai salah satu komponen di masyarakat, dituntut untuk merespon kondisi tersebut.

Menanggapi perkembangan yang terjadi, institusi pendidikan seperti Binus University berkomitmen untuk mengembangkan konten serta aplikasi berbasis lokal.

“Kalau kita mau bersaing, kita harus masuk ke industri aplikasi dan konten,” kata Harjanto Prabowo, Rektor Binus University, di Jakarta, 25 Agustus 2011.

Harjanto menyebutkan, pihaknya paham bahwa konten lokal di Tanah Air harus diperkuat, dan itu sejalan dengan apa yang sedang mereka kembangkan di kampus.

“Saat ini kita terus mengembangkan konten lokal. Misalnya seperti konten animasi film seri Majapahit, yang sekarang sudah ada trailernya,” kata Harjanto.

Selain konten tersebut, Harjanto menyebutkan, pihaknya juga tengah mengembangkan aplikasi desain batik untuk iklan, aplikasi bisnis, aplikasi UKM, serta aplikasi untuk rumah sakit.

“Untuk lebih mengembangkan konten dan aplikasi lokal, kampus sudah menjalin kerjasama dengan beberapa operator seluler seperti Indosat dan Telkomsel,” kata Harjanto. “Bentuk kerjasamanya, mahasiswa memproduksi konten dan kemudian diaplikasikan ke dalam layanan operator tersebut,” ucapnya.

Haryanto mengklaim, sudah banyak produk yang berasal dari skill mahasiswa lokal yang dipakai oleh provider. “Dari kami saja, ada sekitar 100 konten yang dipakai,” tambahnya.

Di tengah berbagai tumbuhnya konten-konten, Harjanto sepakat bila konten lokal perlu terus dikembangkan, khususnya untuk meningkatkan daya saing. “Ini zaman konten, kita terus mengembangkan serta mengangkat konten lokal,” tuturnya.



VIVAnews

Rabu, 24 Agustus 2011

First Media investasi naikkan bandwidth

Penyedia jaringan internet broadband dan saluran TV kabel berbayar PT First Media Tbk (Istimewa)

Jakarta (ANTARA News) - PT First Media Tbk penyedia internet broadband dan TV berbayar berbasis kabel menginvestasikan 2,5 juta dolar AS untuk meningkatkan standardisasi kapasitas bandwidth pelanggan menjadi 3 Mbps pada tahun 2011.

"Investasi 2,5 juta dolar AS untuk membeli perangkat CMTS (cable modem termination systems) di lima tempat di Jabodetabek," kata Wakil Dirut First Media, Dicky Moechtar, dalam siaran pers di Jakarta, Selasa.

Dicky menjelaskan, upgrade dimulai sejak 24 Agustus dan diharapkan rampung akhir tahun 2011 seiring penambahan jaringan homepass (sambungan kabel) dari 400.000 menjadi 500.000 homepass di akhir tahun.

"Kami menargetkan First Media bisa menyediakan 1 juta homepass di 2015 nanti," kata Dicky.

Ia menjelaskan, dari 400.000 homepass yang tersedia saat ini sebanyak 360.000 di antaranya sudah merupakan pelanggan First Media.

"Dari jumlah tersebut sebanyak 3.000 sudah menggunakan tayangan konten siaran TV dengan kualitas high definition (HD). Kami memproyeksikan pengguna fitur HD First Media akan bertambah 10.000 menjadi sekitar 13.000 pelanggan HD," ujarnya.

Menurutnya dengan peningkatan kapasitas menjadi standard 3 Mbps, pelanggan tidak akan dikenakan biaya tambahan dalam berlangganan. "Ini komitmen kami menyediakan akses digital living di rumah-rumah. Dan 3 Mbps memang sudah menjadi standard dunia," katanya.

Dari sisi sisi biaya berlangganan, bandwidth yang ditawarkan First Media sudah menyamai kapasitas internet yang disediakan oleh negara tetangga.

"Tarif kami untuk 3 Mbps sebesar Rp335.000 ini sama dengan Singapura yang menawarkan biaya 35 dolar Singapura untuk akses 3 Mbps," ujar Dicky.

Pada kesempatan itu, First Media juga memperbaharui kerja samanya dengan Fox International Channel untuk memperkuat konten siaran di TV kabel berbayarnya. Tercatat sebanyak 15 kanal yang sudah HDTV ready dari Fox untuk pelanggan HD First Media.

Di sejumlah negara Asia termasuk Indonesia Fox mengoperasikan 27 saluran dengan berbagai genre hiburan dan berita seperti Starworld, Fox, National Geographic, Star Movies, V-Channel, dan lainnya.

"Saat ini sudah ready 10 kanal TV HD, selanjutnya 15 channel TV. Kita sendiri menargetkan akan seperti Singapura di mana mempunyai 20 channel TV HD," kata Dicky. (T.R017/Z002)


ANTARAnews

Sambut Lebaran, Stasiun dan KA Dipasang Wi-Fi

Pada tahap awal, Wi-Fi tersedia di 7 stasiun dan 82 kereta eksekutif di Pulau Jawa.

Pada tahap awal, penyediaan layanan internet dan Wi-Fi ini mencakup 7 stasiun dan 82 kereta eksekutif di pulau Jawa. Ada koneksi gratis, ada pula yang berbayar. (ANTARA/Andika Wahyu)

VIVAnews
- Indosat Mega Media (IM2), penyedia jasa internet dan multimedia serta PT Kereta Api Indonesia (KAI) sepakat bekerja sama untuk menyediakan layanan internet broadband IM2 pada para pengguna kereta api.

Pada tahap awal, penyediaan layanan internet dan Wi-Fi itu mencakup 7 stasiun dan 82 kereta eksekutif di Pulau Jawa.

Menurut Direktur Utama IM2, Indar Atmanto, pengguna layanan kereta api adalah masyarakat yang sifatnya commuter atau mobile. Untuk itu, pihaknya bersama PT KAI mencoba untuk memberikan fasilitas tambahan pada pengguna jasa kereta api dalam bentuk koneksi internet broadband saat di perjalanan.

“Dengan fasilitas ini, semoga minat masyarakat untuk menggunakan jasa kereta api akan meningkat,” kata Indar di Jakarta, Rabu 24 Agustus 2011.

Sementara itu, Direktur Komersial PT KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito, menyebutkan, tersedianya layanan internet broadband merupakan nilai tambah dari KAI dalam hal memberikan pelayanan pada seluruh penggunanya.

“Diharapkan, tersedianya layanan internet broadband tersebut dapat meningkatkan competitiveness KAI sebagai penyedia jasa transportasi di Tanah Air,” ucap Sulistyo.

Rencana kerja sama penyediaan layanan internet Wi-Fi IM2 dan KAI akan mencakup penempatan layanan akses internet broadband Wi-FI di 7 stasiun besar yaitu Gambir Jakarta, Bandung, Semarang Tawang, Yogyakarta, Solo Balapan, Surabaya Turi, dan Surabaya Gubeng.

Selain di 7 stasiun, layanan Wi-Fi juga meliputi perjalanan kereta api dengan tujuan Jakarta–Bandung (Parahyangan), Jakarta–Surabaya (Sembrani), Jakarta–Surabaya (Bima), Jakarta–Yogyakarta (Argo Lawu), Jakarta–Semarang (Argo Muria), Jakarta–Solo (Taksaka), Surabaya–Yogyakarta (Sancaka), dan Surabaya–Bandung (Argo Wilis). Keseluruhan perjalanan kereta api tersebut berjumlah 82 Kereta.

IM2 menyediakan 2 nama jaringan Service Set Identifier (SSID) yang bisa digunakan. Ada yang gratis, namun hanya bisa untuk melakukan browsing tanpa bisa download. Adapula yang berbayar dengan tarif Rp0,5/Mb yang dapat digunakan untuk melakukan apa pun.

Saat ini, kerja sama antara IM2 dan PT KAI baru mencakup wilayah Pulau Jawa. Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan kerja sama akan dikembangkan ke luar Pulau Jawa, khususnya bila sambutan masyarakat pengguna kereta terbilang baik. (art)



VIVAnews

Pemerintah Serahkan WiMax Pada Penyelenggara

Pemerintah memberikan 2 opsi bagi operator penyelenggara layanan WiMax.

Pemerintah memberikan 2 opsi bagi operator penyelenggara. Mau tetap menggunakan teknologi lawas, atau teknologi WiMax terbaru, namun dengan syarat. (VIVAnews/Muhammad Firman)

VIVAnews
- Setelah cukup lama menimbulkan polemik di sejumlah kalangan, akhirnya Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Muhammad Budi Setiawan dalam rapat strategis di Gedung Sapta Pesona, Jakarta mengumumkan keputusan penting.

Dihadiri perwakilan direksi dan atau komisaris para pemegang izin BWA seperti Telkom, First Media, Berca Hardayaperkasa, Indosat M2, Jasnita Telekomindo, serta anggota BRTI dan beberapa pejabat Kementerian Kominfo, rapat itu menghasilkan 2 opsi.

Opsi pertama, pemegang izin Broadband Wireless Access (BWA) diperkenankan tetap menggunakan teknologi sesuai Dokumen Seleksi tahun 2009, dengan nilai Biaya Hak Pakai (BHP) Izin Pita Spektrum Frekuensi Radio (IPSFR) tahunan sesuai hasil seleksi lelang tahun 2009.

Opsi kedua, para operator pemegang izin pita frekuensi radio 2,3GHz itu boleh menggunakan teknologi BWA lain, dengan konsekuensi wajib menerima nilai BHP IPSFR yang telah disesuaikan dari nilai harga seleksi lelang tahun 2009.

“Pertemuan tersebut tidak memberikan opsi tawar-menawar nilai BHP IPSFR tahunan, karena pilihannya hanya take it or leave it dan hal tersebut merupakan murni keputusan dari penyelenggara BWA,” kata Gatot S Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo dalam keterangan resminya, 24 Agustus 2011.

Gatot menyebutkan, setelah diberi kesempatan berunding secara internal, masing-masing penyelenggara BWA dimintakan tanggapannya terhadap kedua opsi tersebut berikut dengan besaran BHP IPSFR yang diambil.

“Pada umumnya sebagian besar menyambut gembira upaya pemerintah tersebut, karena terdapat 3 (tiga) penyelenggara BWA yang langsung memilih Opsi 2 berikut konsekuensi penambahan harga BHP IPSFR, terdapat 1 (satu) penyelenggara BWA yang juga tentatif akan memilih Opsi 2 tetapi harus melakukan konsultasi internal, dan ada juga 1 (satu) penyelenggara BWA yang menyatakan akan tetap dengan Opsi 1 dengan berbagai pertimbangan yang ada,” ujar Gatot.

Gatot menegaskan, penetapan pilihan tersebut bukan karena tekanan pihak-hak tertentu baik dalam negeri maupun luar negeri dan juga bukan karena Kementerian Kominfo memiliki kepentingan tertentu.

“Keputusan ini semata-mata untuk melaksanakan kebijakan Menkominfo Tifatul Sembiring agar penyelenggaraan BWA tetap dapat direalisasiksan bagi pemenuhan layanan internet dengan tarif yang murah dan pemenuhan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) yang proporsional dengan tetap mengacu padaa peraturan yang berlaku,” ucapnya.

Untuk kelanjutan proses kebijakan ini, kata Gatot, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan segera menetapkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Penggunaan Netral Teknologi Pada Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz Untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel (Wireless Broadband).

Rancangan Peraturan Menteri Kominfo tersebut akan dipublikasikan dalam satu dua hari ini. Kepada pihak manapun yang berkepentingan langsung atau tidak langsung dengan substansi RPM ini diundang partisipasinya untuk menyampaikan tanggapannya secara terbuka.

Proses berikutnya setelah pemenuhan kewajiban komitmen antara pilihan Opsi 1 atau Opsi 2 adalah berupa pelaksanaan untuk mengikuti ULO (Uji Laik Operasi) dan setelah melalui proses ULO dan dinyatakan lulus, kemudian pengajuan permohonan untuk memperoleh izin penyelenggaraan.

Setelah izin penyelenggaraan disetujui maka kepada para penyelenggara BWA telah diizinkan untuk melakukan kegiatan komersial kepada para pelanggannya. Namun jika hanya masih memegang izin prinsip (yang kesemuanya ini akan berakhir pada sekitar tanggal 6 November 2011), maka mereka dilarang untuk melakukan kegiatan komersial.(np)



VIVAnews

Telkomsel Kini Gelar Layanan Wi-Fi

Layanan akses Internet via Wi-Fi ini tersedia dalam dua versi. Gratis dan berbayar.

Layanan Internet via Wi-Fi ini tersedia dalam dua versi. Gratis dan berbayar. Versi gratis dapat digunakan selama 2 jam. Versi berbayar, dapat selama 24 jam dengan tarif Rp5000. (shadowcompanythemovie.com)

VIVAnews
- Melengkapi kehadiran layanan data lewat jaringan GPRS, 3G, dan HSDPA dan dengan bekerjasama dengan Telkom sebagai perusahaan induknya, kini Telkomsel menghadirkan layanan Wi-Fi. Layanan tersebut tersedia bagi pelanggan seluler mereka.

“Seperti diketahui, jaringan telekomunikasi dimulai dengan layanan fixed, lalu kemudian digantikan dengan layanan mobile,” kata Sarwoto Atmosutarno, Direktur Utama Telkomsel di Jakarta, 24 Agustus 2011. “Kemudian, secara alami, layanan seluler kembali bergabung dengan layanan fixed untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna,” ucapnya.

Saat menggelar layanan baru ini, Telkomsel bekerjasama dengan Telkom untuk menyediakan hotspot di sejumlah kafe, mall, rumah sakit, sekolah, stasiun dan pusat keramaian lain. Jaringan serta akses Wi-Fi disediakan oleh Telkom, sementara Telkomsel menyediakan bandwidth Internetnya.

“Layanan ini merupakan pelengkap bagi layanan mobile broadband yang dimiliki Telkomsel,” kata Sarwoto. “Di kawasan tertentu, di tempat-tempat di mana aktivitas penggunaan layanan mobile broadband GPRS, 3G dan seterusnya sangat padat, pengguna bisa beralih ke layanan Wi-Fi ini,” ucapnya.

Di satu titik, kata Sarwoto, Telkomsel menyediakan kapasitas hingga 30Mbps. Adapun jika overload, pihaknya akan menambahkan kapasitas bandwidth di kawasan tersebut. “Untuk itu kami meminta masukan dari pengguna agar dapat mengoptimalkan layanan di kawasan yang bersangkutan,” ucapnya.

Demi menjamin kepuasan pelanggan, Sarwoto menjamin, Telkomsel telah meningkatkan bandwidth Internet mereka hingga 17Gbps. Sebagai informasi, sampai saat ini, dari 100 juta pelanggan seluler Telkomsel, sebanyak 36 juta pengguna telah memanfaatkan layanan data.

Layanan akses Internet via Wi-Fi ini tersedia dalam dua versi. Gratis dan berbayar. Versi gratis, yakni dapat digunakan selama 2 jam oleh penggunanya. Adapun versi berbayar, dapat digunakan selama 24 jam dengan tarif Rp5000.

“Indonesia ini negara yang unik. Penjual rokok batangan mendapat keuntungan yang lebih besar dibanding yang menjual rokok satu pak atau satu slop. Sementara pembeli rokok batangan jumlahnya besar,” ucap Sarwoto. “Untuk itu, layanan ini sengaja digelar untuk durasi harian, dengan harga yang terjangkau,” ucapnya.

Saat ini, kedua layanan diberikan dengan kecepatan hingga 3mbps. Namun versi gratis kecepatannya tentu akan menurun sesuai dengan banyaknya pengguna yang memanfaatkan layanan itu. “Pengguna dipersilakan untuk mencoba layanan versi gratis. Jika terasa bermanfaat, silakan gunakan versi berbayar,” ucap Sarwoto.

Layanan Telkomsel Wi-Fi Zone kini sudah tersedia di 600 titik di 10 kota di Indonesia. Rencananya, hotspot akan diperbanyak hingga 5.400 lokasi pada akhir tahun 2011.

“Ke depannya, layanan Wi-Fi termasuk yang gratis juga akan disediakan di tempat-tempat yang mana komunitasnya membutuhkan akses Internet,” ucap Sarwoto. “Komposisinya, 50 persen di tempat-tempat seperti restoran, kafe atau sejenisnya, 20 persen di kampus atau sekolah, sisanya di rest area, perkantoran, dan lain-lain,” ucapnya.



VIVAnews

Selasa, 23 Agustus 2011

Telkom Speedy Tingkatkan Bandwith Internasional

JAKARTA--MICOM: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyiapkan layanan broadband dengan bandwith mencapai 100 Gbps untuk akses internet konten-konten internasional.

Menurut Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, selain mempercepat akses internet, penambahan bandwith juga ditujukan untuk mengimbangi pesatnya pertumbuhan pelanggan Speedy yang kini memiliki 2,1 juta pelanggan atau meningkat lebih dari 400.000 pelanggan dibanding akhir 2010.

"Dengan tersedianya akses internet dalam kapasitas besar keluar negeri, pelanggan Speedy kini leluasa menikmati konten-konten dari mancanegara,” ujar Rinaldi di Jakarta, Selasa (23/8).

Ia menjelaskan, tren pemakaian internet di kalangan masyarakat saat ini didominasi oleh akses terhadap konten-konten internasional, dibandingkan terhadap konten-konten lokal.

Seiring dengan pesatnya pertumbuhan kebutuhan layanan internet di Indonesia, tentunya menuntut pula penyiapan infrastruktur yang dapat memenuhi perkembangan dari kebutuhan tersebut.

"Peningkatan kapasitas bandwith internasional yang sangat besar tersebut menunjukan Telkom senantiasa berupaya untuk selalu dalam kondisi leading supply untuk akses internet keluar negeri, karena hal inilah yang mampu menunjukkan kualitas layanan kami kepada pelanggan di Indonesia," jelas dia.

Menurutnya, tersedianya akses internet dalam kapasitas besar ke luar negeri akan menjamin kenyamanan pelanggan Speedy baik dalam hal kualitas maupun kecepatan ketika mengakses berbagai konten dari mancanegara.

Untuk mendukung hal tersebut, perseroan juga telah melakukan peningkatan kapasitas Broadband Remote Acces Server/BRAS di beberapa lokasi (Jakarta, Jawa Barat, Batam, Semarang, Medan & Pontianak) untuk meningkatkan kecepatan Acces pelanggan Speedy dalam mengantisipasi jumlah pelanggan Speedy. (Atp/OL-9)


MediaIndonesia

UNS Solo Kembangkan Lilin Antinyamuk

SOLO--MICOM: Mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia Universitas
Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, mengembangkan lilin aromaterapi yang juga
berkhasiat sebagai antinyamuk.

Lilin yang wangi bagi manusia tetapi mematikan untuk nyamuk itu dibuat Dwi Hantoko, Dewi Wahyuningtyas, dan Lilis Kristiyani.

Tujuan awalnya untuk diikutsertakan dalam pekan ilmiah mahasiswa. Tapi, karena prospek bisnisnya bagus akhirnya dikembangkan sebagai produk komersial.

"Di pekan ilmiah itu kami kurang beruntung dan harus puas hanya menjadi kontestan. Tapi, rupanya peminat lilin ini cukup banyak, termasuk untuk cinderamata pernikahan," papar Dwi Hantoko di ruang humas rektorat UNS, Selasa (23/8).

Lilin antinyamuk itu dibuat menggunakan campuran parafin dengan ekstrak bunga kamboja putih (Plumeira alba), satu jenis bunga yang banyak tumbuh di areal pemakaman.

Ternyata, di balik konotasi negatif tersebut bunga kamboja juga bisa memberikan sesuatu yang positif. Kandungan senyawa geraniol di dalamnya berguna untuk mengusir nyamuk, sedang sitronela dan linela memberikan efek relaksasi.

"Mengapa bunga kamboja? Karena bunga ini mudah diperoleh dan tumbuh. Berbeda dengan lavender yang hanya bisa tumbuh baik di dataran tinggi," jelas Dwi. (FR/OL-5)


MediaIndonesia

Senin, 22 Agustus 2011

RI - Brunei Kembangkan Kerjasama Industri Militer

Purnomo Yusgiantoro. AP/Wong Maye-E

TEMPO Interaktif
, Jakarta - Pemerintah Brunei Darussalam berniat terus meningkatkan kerjasama militer dengan Indonesia.
Panglima Angkatan Bersenjata Diraja Brunei Darussalam, Mayor Jenderal Haji Aminuddin Ihsan menyatakan sangat tertarik dengan sistem pertahanan dan persenjataan yang dikembangkan Indonesia.

“Dari tahun ke tahun akan terus dikembangkan kerjasama militer dengan milter,” ujar Aminuddin di kantor Kementerian Pertahanan, Senin 22 Agustus 2011.

Menurut Aminuddin pemerintahnya akan terus menggendeng Indonesia mengembangkan beberapa industri senjata yang sesuai dengan kedua negara. “Kami akan terus membuat peralatan yang bersesuaian dan kami telah membuat perbincangan selanjutnya dalam mengadakan persenjataan," kata dia.

Saat ini, kata dia, militer Brunei terus melakukan uji coba terhadap beberapa jenis senjata buatan Indonesia. Uji coba terus dilakukan dan dinilai oleh tim militer yang dibentuk. “Saat ini jenis (senapan) SS2 kami rasa amat baik dan sesuai, katanya.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyebutkan salah satu bentuk kerjasama militer yang akan dilakukan dengan Pemerintah Brunei adalah penyelenggaraan latihan bersama satuan pasukan khusus yang dimiliki kedua negara.

“Kami juga terus melakukan latihan gabungan, dan tentara Brunei juga terus melakukan studi di Universitas Pertahanan dan Lemhannas (Lembaga Ketahanan nasional)," kata Purnomo.

Bahkan pada tahun depan melalui kerjasama militer dengan Indonesia, Brunei juga akan mendirikan Universitas Perhananan sendiri.[IRA GUSLINA]


TEMPOInteraktif

Jakarta Cyber City, Mengapa Tidak?

Illustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Konsep Cyber City perlu segera diimplementasikan di Jakarta, agar ibukota mampu mengomptimalkan potensi yang dimiliki dam memberikan kesejahteraan yang lebih baik di masa depan.

''Cyber city menjadi sebuah solusi untuk mengoptimalkan potensi yang ada di Jakarta,'' kata Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Kemayoran (PPKK) Hendardji Soepandji. Menurut Hendardji, dukungan teknologi informasi akan memberi dampak positif bagi pengelolaan dan manajemen Jakarta secara keseluruhan.

''Tidak saja meningkatkan pendapatan asli daerah ibukota, namun juga meningkatkan kualitas keamanan dan ketertiban masyarakat, serta ksejahteraan masyarakat,'' kata Hendardji. Menurut salah satu calon gubernur DKI Jakarta ini, sejumlah kota metropolitan dunia semakin sukses setelah mengimplementasikan konsep Cyber city.

Hendardji kemudian menunjuk Cina. Pertumbuhan Cina yang pesat disebut Hendardji karena dukungan teknologi komunikasi dan informasi. ''Saatnya Jakarta menerapkan konsep serupa,'' kata Hendardji.

Ihwal Cyber City sendiri Hendardji berjanji akan merealisasikannya apabila terpilih menjadi gubernur. ''Ini akan menjadi program prioritas saya,'' kata Hendardji.

Program ini akan diimplementasikan pada tahun ketiga ia menjabat. ''Perlu waktu untuk menyiapkan. Konsep ini harus integratif, tidak bisa spasial. Ini soal kemauan, kalau ada kemauan '' katanya,

Dengan demikian seluruh stake holder yang ada di Jakarta harus diintegrasikan pada sistem ini. Diakui bahwa untuk pengembangan program ini membutuhkan dukungan dana besar, '' Biayanya bisa mencapai Rp 10 - Rp 20 triliun,'' papar Hendardji.

Namun ia optimistis bahwa dana besar yang digelontorkan untuk program ini akan 'kembali' dalam bentuk lain. ''APBD DKI yang saat ini Rp 28 triliun akan mengalami peningkatan signifikan, polisi akan lebih mudah melakukan pengawasan wilayah dan menjaga keamanan masyarakat,'' katanya memberi contoh.

GM Corporate Communication Telkomel, Ricardo Indra yang diminta komentarnya soal konsep Jakarta Cyber City menyatakan bahwa hal itu bisa diwujudkan. ''Harus dilakukan secara bertahap dan bisa dimulai dengan pilot project,'' kata Indra.

Dalam pandangan Indra, untuk menuju Cyber City perlu dikembangjkan infrastruktur untuk publik terlebih dahulu. ''Mislanya hot spot. Ini yang harus diperbanyak di Jakarta. Diluar layana hotspot berbayar yang telah tersedia saat ini. '' kata Indra.

Hotspot yang dimaksud Indra tersedia di area publik termasuk fasilitas layanan umum, seperti angkutan umum, shelter. ''Sehingga publik bisa mengakses internet dimana saja mereka berada,'' kata Indra. Hotpsot yang semakin banyak menjadi sebuah langkah awal pengembangan Cyber City.

Ihwal kapasitas yang diperlukan untuk akses hotspot itu sendiri, Indra menyatakan bahwa infrastruktur yang dimiliki operator cukup memadai untuk mendukungnya. Apalagi kalau dibangun infrastruktur baru, sehingga kapasitas semakin besar dan coverage juga semakin luas. ''Hotspot bisa menjadi pintu masuk pengembangan Cyber City,'' katanya.


Republika

Indosat Uji Coba LTE di Laboratorium ITB

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA-Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com — Kesiapan Indosat dalam merealisasikan layanan long term evolution (LTE atau 4G) diwujudkan melalui uji coba LTE bersama dengan mitra ZTE, yang dilaksanakan di Indosat Innovation Lab di Institut Teknologi Bandung (ITB) hari ini. Uji coba LTE ini juga menjadi bagian dari program kerja sama Indosat dengan ITB, yaitu Program Penelitian Tablet dan Aplikasi.

"Uji coba LTE ini merupakan wujud kesiapan kami dalam mengadopsi evolusi teknologi sekaligus merealisasikan layanan LTE bagi masyarakat, yang dimulai dengan menghadirkan Laboratorium, LTE 100 Mbps di mana uji cobanya kita lakukan hari ini," kata Fadzri Sentosa, Director & Chief Wholesale & Infrastructure Indosat, Senin (22/8/2011) ini dalam rilisnya.

Kesiapan Indosat menerapkan LTE merupakan bagian dari Modernisasi Jaringan yang dilakukan sejak tahun lalu, yang ditandai dengan kesuksesan Indosat menghadirkan internet tercepat DC-HSPA+ 42 Mbps di Jakarta dan beberapa kota, di mana peluncuran DC-HSPA+ 42 Mbps ini sekaligus menjadikan Indosat sebagai operator pertama di Asia dan kedua di dunia yang menghadirkan kecepatan ini

Sementara itu, komitmen Indosat dalam mendorong tumbuhnya inovasi dan pengembang aplikasi diwujudkan dengan pendirian Indosat Innovation Lab kedua, bekerja sama dengan ITB, di mana hal ini juga menjadi bagian dari kerja sama Program Penelitian Tablet dan Aplikasi Indosat dan ITB, yang juga didukung oleh berbagai mitra, seperti ZTE, RIM, Nokia Siemens Network, Creatary, dan Alcatel Lucent.

Kerja sama dengan ITB ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem kampus wireless and sekaligus menyediakan fasilitas penelitian dan pengembangan Aplikasi Cloud Mobile dan Tablet dan sekaligus memberikan kesempatan kepada salah satu kampus ternama, dalam hal ini ITB, untuk menjadi center of excellence dan bidang ini. Lingkup kerja sama yang dilakukan meliputi Laboratorium Penelitian, Jaringan (LTE 100 Mbps), Training dan Edukasi, serta Marketing Plan.

"Melalui kerja sama ini Indosat akan terus mendorong semangat berinovasi dan berkreasi langsung ke institusi akademis, sekaligus menciptakan kolaborasi positif antara dunia industri dan dunia akademis atau kampus itu sendiri," demikian Fadzri menutup penjelasannya.


KOMPAS

Peserta kompetisi ide game "Indonesia Bermain" tinggi

Jakarta (ANTARA News) - Minat masyarakat mengikuti kompetisi ide game (permainan) yang diadakan "Indonesia Bermain" cukup tinggi yang membuktikan kreativitas menciptakan sebuah game sangat baik.

"Sudah banyak masyarakat yang menanyakan lewat surat elektronik dan setidaknya 16 peserta ada yang mengirimkan formulir untuk ikut kompetisi," kata Manajer Public Relation "Indonesia Bermain" Yunita Anggraeni di Jakarta, Senin.

Menurutnya, diadakannya kompetisi ini adalah untuk menampung kreativitas masyarakat yang memiliki ide untuk menciptakan game sehingga bisa menjadi ajang permainan dan memiliki nilai ekonomi sehingga mampu dinikmati masyarakat luas.

Dia mencontohkan, sejumlah karya game besar berawal dari ide sederhana, seperti permainan Monopoli yang sesungguhnya berawal dari keinginan untuk mendemokan sebuah konsep ekonomi.

Contoh lain sebuah ide tentang simulasi pertanian telah menghasilkan sejumlah game populer, seperti "Harvest Moon dan Farmville".

Yunita menilai tidaklah sulit untuk mendapatkan sebuah ide untuk game mengingat banyak hal yang terjadi di sekitar yang dapat disimulasikan ke dalam game.

"Pengalaman bermain pun dapat memunculkan ide-ide baru di kepala kita. Tantangannya adalah bagaimana mewujudkan ide tersebut menjadi nyata. Indonesia Bermain memberikan kesempatan kepada semua orang untuk mewujudkan ide gamenya melalui Kompetisi Ide Game," katanya.

Terdapat tiga kategori yang dikompetisikan yaitu "Digital Game, Board Game, dan Nokia Mobile Game Idea Competition" dan peserta dapat mengirimkan ide game sebanyak-banyaknya dengan mengunduh formulir pendaftarannya di www.indonesiabermain.com/competition.

Didukung oleh Agate Studio, sebuah Game Developer Indonesia yang bermarkas di Bandung, Kummara serta NOKIA, ide game terbaik akan diwujudkan dan bisa dimainkan oleh banyak orang.

Pendaftaran dan penerimaan kompetisi ide game ini dibuka dari 1-31 Agustus 2011. Selain Game Idea Competition yang menjadi rangkaian acara Indonesia Bermain, akan ada permainan "massive game" yang melibatkan seluruh pengunjung pada saat yang bersamaan yang akan digelar pada acara utamanya yaitu 22 dan 23 Oktober 2011 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung.

Dikatakan, acara Indonesia Bermain ini bertujuan untuk mengembalikan bermain sebagai aktivitas yang penting dan bernilai positif.

Berbagai potensi besar dari semua jenis media permainan baik digital dan konvensional akan ditampilkan disini baik sebagai produk maupun sebagai media kreatif bernilai tinggi.

"Kreativitas adalah poin utama, dan kami yakin kreativitas di dalam bermain tidak ada hubungannya dengan usia atau kemampuan teknis. Oleh karena itu, tidak ada batasan usia atau latar belakang pekerjaan untuk ikut dalam kompetisi ini. Siapapun boleh ikut," katanya.

Agate Studio adalah sebuah game developer company yang berbasis di Bandung, Jawa Barat, telah menciptakan lebih dari 80 games, dengan berbagai platform dan beragam tujuan.

Kummara creative studio adalah developer sekaligus penerbit seri "Board Game Indonesia" (BoardgameID) dalam bentuk konvensional dan digital.

Selain sebagai sebuah media permainan yang sangat menarik beberapa board game Kummara juga telah digunakan sebagai media pembelajaran, iklan, serta cinderamata kreatif.


ANTARAnews

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More