blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Pertamina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertamina. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juni 2026

Kesepakatan Rp 61 Triliun dari Prancis

🛰 Salah satunya bangun pabrik radar📡 (Bakom.ri)

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M. Qodari memaparkan sejumlah hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis yang menghasilkan kesepakatan bisnis dan investasi senilai US$ 3,5 miliar atau sekitar Rp 61,25 triliun.

Menurut Qodari, kunjungan tersebut sejak awal diarahkan untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Prancis melalui kerja sama konkret di sektor pertahanan, pendidikan, energi, dan pengembangan mineral kritis.

"Jadwal resmi memang hanya ke Prancis," kata Qodari dalam konferensi pers PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), Jakarta, seperti dikutip CNNIndonesia.

Ia menjelaskan lawatan itu merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada 2025.

Qodari mengatakan pemerintah sebelumnya telah menetapkan sejumlah target kerja sama yang ingin dicapai selama kunjungan tersebut, termasuk penguatan sektor pertahanan melalui transfer teknologi.

"Yang pertama adalah di bidang ketahanan, karena kita semua tahu bahwa pemerintah Indonesia telah memperoleh sejumlah alat utama sistem persenjataan atau alutsista dari Prancis. Karena itu diperlukan transfer teknologi untuk penguasaan alutsista tersebut," ujarnya.

Selain pertahanan, pemerintah juga mendorong penguatan kerja sama pendidikan, khususnya di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

"Jadi tidak sebatas membeli saja, tapi juga melakukan transfer teknologi," kata Qodari. Dari rangkaian pertemuan tersebut, Indonesia dan Prancis menyepakati sejumlah kerja sama strategis.

Berikut rinciannya,

 1.Kadin dan MEDEF Bentuk Dewan Bisnis

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama MEDEF International meluncurkan France-Indonesia High-Level Business Council (FI-HLBC). Forum tersebut akan menjadi wadah dialog tingkat tinggi antara pelaku usaha kedua negara untuk memperkuat investasi dan perdagangan bilateral. Melalui FI-HLBC, kedua negara menargetkan peningkatan nilai perdagangan hingga tiga kali lipat pada 2035 dari posisi saat ini sebesar US$ 2,6 miliar.

 2.Pertamina Gandeng Schlumberger.

PT Pertamina menandatangani kerja sama dengan SLB/PT Schlumberger Geophysics Nusantara untuk pengembangan teknologi migas dan energi bersih. Kolaborasi tersebut mencakup penerapan enhanced oil recovery (EOR), pengembangan migas nonkonvensional, digitalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta program penurunan emisi melalui carbon capture and storage (CCS), efisiensi energi, dan pengembangan panas bumi.

 3.Perluas Kemitraan dengan TotalEnergies.

Pertamina juga memperluas kerja sama dengan perusahaan energi Prancis, TotalEnergies. Kesepakatan tersebut mencakup sektor hulu migas, LNG, perdagangan energi, biofuel, energi terbarukan, hingga pengembangan bisnis rendah karbon. Kedua perusahaan juga akan menjajaki proyek kilang hijau, CCS/CCUS, dan berbagai pengembangan energi masa depan.

 4.Danantara-Thales Bangun Pabrik Radar.

Di sektor pertahanan, Danantara melalui PT Len Industri memvalidasi Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan pertahanan Prancis, Thales. Kesepakatan itu mencakup rencana pembangunan pabrik radar "Made in Indonesia", pengembangan tactical data link, sistem komando dan kendali, fasilitas pemeliharaan, serta program pelatihan radar. (DH)
 

  📡
IDN Financials  

Rabu, 29 April 2026

Pertamina Trans Kontinental Bersama Galangan Nasional Resmi Mulai Pembangunan Utility Boat 22 Pax

⚓ 🤝 👷Keel laying kapal (Tesco)

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) resmikan proses pembangunan kapal Utility Boat 22 Pax bersama PT Tesco Indomaritim melalui proses keel laying di Galangan Tesco Indomaritim, Babelan, Bekasi. Kegiatan keel laying menandai langkah besar PTK dalam mendukung distribusi dan ketahanan energi di Indonesia dengan memastikan kehandalan dan ketersediaan armada kapal yang dimiliki.

Direktur Utama PTK, I Ketut Laba menegaskan, keandalan layanan kapal dan operasional lepas sandar kapal di pelabuhan dalam mendukung ketahanan energi nasional merupakan wujud visi dan misi perusahaan.

Dalam mewujudkan PTK menjadi perusahaan yang handal, bertumbuh dan berkelanjutan, PTK melakukan peremajaan dan penambahan kapal bertahap dan selektif sesuai kebutuhan pelanggan, bekerja sama dengan galangan nasional melalui proses lelang yang transparan dan akuntabel, dalam hal ini kami bekerja sama dengan PT Tesco Indomaritim” ujarnya di sela kegiatan Keel Laying, di Bekasi, Senin (20/4).

Indonesia terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, sehingga tantangan distribusi energi menjadi yang terkompleks di dunia. Lebih dari 60% distribusi energi nasional bergantung pada jalur laut, menjadikan keandalan dan kehandalan armada pendukung sebagai faktor krusial.

Dalam sistem ini, kapal pendukung seperti Utility Boat memegang peran penting, yakni mengangkut personel, logistik, serta memastikan operasional migas lepas pantai (offshore) tetap berjalan. Kendala kecil pada satu titik saja dapat berdampak pada rantai pasok yang lebih luas.

Direktur Armada PTK, Dewi Susanti menambahkan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap proses bisnis PTK.

Seluruh desain dan pembangunan kapal mengacu pada standar keselamatan tinggi serta regulasi dari Badan Klasifikasi Indonesia. Dalam operasional energi, detail kecil bisa berdampak besar, sehingga semuanya harus dipastikan sejak awal,” jelasnya.

Pembangunan kapal ini turut mendukung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan melibatkan galangan dalam negeri PT Tesco Indomaritim.

Direktur Tesco Indomaritim Jamin Basuki menyatakan komitmennya untuk menjaga kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan.

Kami memahami bahwa kapal ini akan menjadi bagian penting dalam sistem energi. Karena itu, setiap proses kami jalankan dengan disiplin dan standar terbaik,” katanya.

Pembangunan kapal Utility Boat 22 Pax diharapkan selesai pada 2027 dan PTK berencana akan meremajakan kapal sejenisnya, sehingga diharapkan dapat mendorong kinerja operasional PTK ke depan. Kapal juga memiliki desain yang lebih modern dan efisien. Dalam jangka panjang, diharapkan memacu peningkatan kinerja layanan marine dan mendukung distribusi energi untuk melayani kebutuhan masyarakat Indonesia.
 

   👷 Ruang Energi

Jumat, 17 Oktober 2025

Mengenal Etanol Dalam Kandungan BBM, Fungsi dan Dampaknya

  Indonesia akan menerapkan campuran etanol 10% Infografis, mengenal etanol bahan campuran bensin (antara)

Dalam upaya menekan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM), Presiden Prabowo menyetujui penggunaan BBM yang dicampur dengan etanol sebanyak 10 persen atau E10.

Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/10).

Etanol atau etil alkohol (C2H5OH) merupakan senyawa organik berbentuk cair yang banyak digunakan di berbagai sektor industri. Dalam bidang energi, etanol berperan sebagai bahan bakar alternatif yang dapat menggantikan bensin karena sifatnya yang lebih ramah lingkungan. Etanol dapat diubah menjadi bioetanol atau bentuk energi terbarukan yang diproduksi dari bahan baku pertanian dengan proses fermentasi, seperti jagung, tebu, jerami, sawit, singkong, biji-bijian, gandum, dan lainnya.

Saat etanol dicampurkan dengan bensin, akan terjadi peningkatan nilai oktan dan efisiensi pembakaran. Campuran ini membantu mesin agar bisa bekerja lebih bersih dengan menurunkan emisi karbon dioksida (CO2) serta partikel polutan lainnya.

Sehingga, campuran etanol dan bensin ini dinilai menjadi solusi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dibandingkan fosil.

Saat ini, Indonesia telah memiliki produk BBM yang mengandung etanol, yakni Pertamax Green 95 yang diproduksi oleh Pertamina. Produk tersebut menggunakan bahan baku tetes tebu dan termasuk dalam kategori E5, dengan kandungan etanol sebesar lima persen.

Melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015, pemerintah menargetkan penggunaan bahan bakar campuran E5 pada 2020 dan meningkat menjadi E20 pada 2025.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menjelaskan, kendaraan di Indonesia umumnya sudah kompatibel untuk menggunakan BBM dengan campuran etanol hingga 20 persen. Namun, ketersediaan bahan baku etanol masih menjadi persiapan, sehingga pemerintah baru dapat menerapkan campuran E5.

Sementara di sejumlah negara lain, kandungan etanol dalam BBM sudah banyak digunakan. Seperti di Amerika Serikat, kandungan etanol dalam BBM sudah mencapai 10 persen. Di Brasil, sebagian besar kendaraan sudah menggunakan bahan bakar jenis E25.

  Fungsi etanol pada BBM  
Etanol berperan penting dalam meningkatkan kualitas bahan bakar. Berikut beberapa fungsi etanol pada BBM:

💧 Etanol mampu meningkatkan oktan, sehingga pembakaran bisa lebih sempurna.

💧 Etanol mampu menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 41,46 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2eq) dan partikel polutan lainnya, sehingga lebih ramah bagi lingkungan.

💧 Etanol terbentuk dari biomassa, seperti jagung, tebu, dan lainnya, sehingga dapat membuat Indonesia lebih mandiri dalam sektor energi dan pada akhirnya bisa mengurangi tingkat impor BBM.

💧 Mampu mendorong transisi energi, sehingga menjadi langkah dalam menuju net zero emission.

  Dampak etanol pada BBM  
1. Menurunkan kadar emisi gas berbahaya

Sepertiga massa dari etanol merupakan oksigen. Kandungan oksigen dalam etanol tersebut yang membantu pembakaran dengan lebih sempurna, sehingga gas buang berbahaya karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon tak terbakar (HC) bisa berkurang.

Efeknya membuat udara dapat lebih bebas dari polusi. Etanol menjadi solusi agar udara perkotaan yang padat kendaraan bisa lebih bersih dari polusi tersebut.

2. Mesin lebih aman dari knocking

Mesin bisa lebih aman dari knocking karena tingginya angka oktan. Oktan merupakan ukuran ketahanan bahan bakar terhadap knocking, dan knocking merupakan ledakan dini di ruang bakar yang bisa menyebabkan kerusakan mesin.

Pada umumnya, bensin biasa mempunyai angka oktan riset (Research Octane Number/RON) berkisar di 91-100. Sedangkan, etanol mempunyai RON hingga 110.

3. Performa mesin yang stabil

Kendaraan yang menggunakan BBM campuran etanol, tetap bisa menikmati performa kendaraan dengan stabil. Campuran etanol di E10-E30 diketahui bisa mencapai keseimbangan yang ideal, mulai dari tenaga, mesin, hingga efisiensi bahan bakarnya.

4. Energi terbarukan yang ramah lingkungan

Karena berasal dari biomassa seperti tebu dan singkong, etanol termasuk energi terbarukan yang dapat diproduksi terus-menerus. Selain mengurangi emisi karbon, sektor ini juga berpotensi membuka lapangan kerja baru di bidang perkebunan dan industri pengolahan.

Pemerintah memperkirakan, penggunaan etanol dalam BBM juga dapat menghemat devisa hingga 40,7 miliar dolar AS (sekitar Rp 673 triliun) selama periode 2020–2025.

Dengan kebijakan baru ini, Indonesia diharapkan semakin mandiri dalam penyediaan energi, sekaligus mempercepat transisi menuju sumber energi bersih dan berkelanjutan.

  💧 
antara  

Senin, 15 September 2025

Telkomsat dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia Perkuat Sinergi Teknologi Satelit

Telkomsat dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia Perkuat Sinergi Teknologi Satelit untuk mendukung keamanan dan efisiensi operasional (Telkomsat)

Direktur Utama dan Direktur Komersial Telkomsat melakukan kunjungan kerja ke PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) di Rig#15, Indramayu. Pertemuan ini menjadi wujud nyata upaya Telkomsat dalam memperkuat sinergi, menjaga kesinambungan kerja sama, serta membuka peluang kolaborasi teknologi untuk mendukung kebutuhan operasional sektor energi nasional.

Kunjungan Direksi Telkomsat disambut hangat oleh jajaran manajemen PDSI, di antaranya Direktur Keuangan dan Penunjang Bisnis, Theo Satria, serta Manager ICT, Tri Saksono Adi. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan difokuskan pada pemanfaatan layanan satelit serta solusi digital untuk mendukung keamanan sekaligus meningkatkan produktivitas operasional pengeboran migas.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengeboran eksplorasi, eksploitasi, workover, dan well services untuk minyak dan gas, panas bumi, serta solusi pengeboran terintegrasi, PDSI menempatkan aspek Health, Safety, and Environment (HSE) sebagai prioritas utama. Lingkungan kerja rig yang penuh risiko menuntut adanya sistem pengawasan yang andal untuk mencegah potensi kecelakaan kerja maupun akses ke lokasi yang terbatas.

Dalam kunjungan tersebut, Telkomsat menegaskan dukungannya melalui implementasi produknya yang bernama Starlink Business Service (SBS) yang digunakan untuk mendukung sistem CCTV berbasis Artificial Intelligence (AI) di lokasi Rig#15. Teknologi ini tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan, tetapi juga mampu melakukan analitik seperti visitor management, deteksi penggunaan APD, hingga predictive maintenance. Dengan integrasi perangkat GPU Engine dan modem konektivitas, satu sistem dapat menganalisis banyak kamera sekaligus, memberikan solusi proaktif bagi keamanan dan efisiensi operasional.

Namun dalam penyediaan layanan SBS, Telkomsat juga melengkapi layanannya dengan menggunakan Firewall, sebagai manajemen trafik. Telkomsat turut menawarkan potensi pengembangan layanan seperti AI HSE Safety Induction, PPE Detection, hingga Outbondcall, yang dapat membantu PDSI meningkatkan disiplin keselamatan kerja dan efektivitas operasional lapangan.

Selain SBS, Telkomsat juga menghadirkan layanan MangoStar yang digunakan oleh Pertamina EP selaku pemilik wilayah kerja sebagai solusi konektivitas yang mendukung komunikasi di area operasional dengan keterbatasan infrastruktur terestrial.

Kunjungan ini mempertegas komitmen Telkomsat dalam mendukung digitalisasi sektor migas melalui layanan satelit, sekaligus memperkokoh sinergi dengan PDSI sebagai mitra strategis dalam menghadirkan operasional pengeboran yang aman, efisien, dan berdaya saing.

  📡 
Telkomsat  

Senin, 25 Agustus 2025

RIG Merah Putih

  Simbol Kolaborasi Energi dan Pertahanan Indonesia (Ist)

Indonesia selangkah lebih dekat menuju kemandirian energi. PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Upstream PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) bersama PT Pindad tengah mengembangkan RIG Merah Putih, peralatan pengeboran berkapasitas 2.000 horse power (HP) yang sepenuhnya hasil karya anak bangsa.

Inovasi ini dipamerkan dalam ajang Nusa Berkarya, Showcase/Pilot Kolaborasi Hasil Riset Teknologi, di PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi Workshop Merak, Cilegon, Banten, Selasa (19/8/2025).

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menegaskan bahwa kehadiran rig ini sangat vital untuk mendukung program pengeboran nasional.

Indonesia membutuhkan lebih dari 1.000 sumur baru setiap tahun, sementara jumlah rig yang tersedia kurang dari 150 unit. Kehadiran RIG Merah Putih menjadi jawaban atas tantangan tersebut,” ujarnya.

Menurut Oki, kolaborasi strategis ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga bagian dari misi besar mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari (MBOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD).

  Sinergi BUMN untuk Ketahanan Energi 
Direktur Utama Pindad, Sigit P. Santosa, menyebut proyek ini sebagai tonggak penting dalam sejarah kolaborasi BUMN.

Ini milestone luar biasa. Sinergi Pindad dan Pertamina bukan sekadar MoU, tapi melahirkan produk nyata. Kita tidak boleh bergantung pada teknologi asing, Indonesia harus mandiri,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, yang menilai RIG Merah Putih bukan hanya inovasi energi, tetapi juga penggerak industri manufaktur nasional.

Kolaborasi lintas industri strategis ini mendukung ketahanan energi sekaligus memberi nilai tambah bagi industri dalam negeri,” katanya.

  Dukungan Penuh Komisaris 
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menegaskan dukungan penuh dewan komisaris terhadap langkah inovatif perusahaan.

Kolaborasi, sinergi, dan inovasi adalah modal utama agar Pertamina disegani di kancah global,” ucap pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menyebut RIG Merah Putih sebagai pionir swasembada teknologi migas Indonesia.

Kolaborasi Pertamina, Pertamina Drilling, dan Pindad memperkuat integrasi energi dan pertahanan, menegaskan peran BUMN sebagai motor pembangunan nasional,” ujarnya.

Dengan lahirnya RIG Merah Putih, Indonesia menegaskan langkahnya menuju kemandirian energi sekaligus kedaulatan teknologi, membuka jalan agar negeri ini tak lagi sekadar menjadi pasar bagi produk asing, tetapi pencetak inovasi kelas dunia.

  👷 
Ruang Energi  

Jumat, 15 Agustus 2025

PT Pindad Tandatangani MOU & Tampilkan Produk Inovatif

  Dalam KSTI 2025 PT Pindad Tandatangani MOU & Tampilkan Produk Inovatif (Pindad)

PT Pindad menjalin kerja sama strategis pengembangan bahan bakar nabati dengan ITB, Pertamina, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melalui penandatanganan MoU pada Kamis, 7 Agustus 2025 di Sabuga ITB, Bandung.

Penandatanganan ini merupakan bagian dari agenda Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto yang didampingi 7 menteri kabinet, dihadiri para Direktur Utama BUMN, tokoh akademis, serta dua penerima nobel yang hadir sebagai pembicara utama.

Dalam siaran pers resmi Kemdiktisaintek, Presiden RI menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dalam lima tahun ke depan, melalui strategi industrialisasi nasional yang bertumpu pada hilirisasi, penguasaan teknologi, dan penguatan sumber daya manusia (SDM). Visi ini sejalan dengan Asta Cita ke-4 yaitu “Memperkuat pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas” dan Asta Cita ke-5, yaitu “Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri”.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyoroti urgensi penguatan kapasitas teknologi dan talenta nasional sebagai fondasi transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economy). Dengan potensi sumber daya alam strategis, Indonesia memiliki peluang besar untuk melakukan hilirisasi dan lompatan industrialisasi bernilai tambah tinggi. Transformasi ini diyakini sebagai langkah kunci memperkuat daya saing bangsa dan mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Tentunya sangat dibutuhkan pengembangan sains, penguasaan sains, melahirkan SDM-SDM unggul, mampu mengelola maupun menghasilkan hasil-hasil riset dan inovasi yang berkontribusi untuk pengembangan berbagai industri di Indonesia. Jadi tadi Pak Presiden menyampaikan juga bagaimana tantangan kita mengelola industri kendaraan bermotor, bagaimana kita mampu mengembangkan industri elektronika dan semikonduktor. Juga disampaikan juga bagaimana mengoptimalkan pengelolaan sawit.” ucap Mendiktisaintek.

PANDU TEV (Tactical Electric Vehicle) produksi Pindad (Pindad)

PT Pindad turut menampilkan berbagai produk alat peralatan pertahanan keamanan (alpalhankam) unggulan dalam ajang pameran KSTI 2025 yang berlangsung hingga 9 Agustus 2025.

PT Pindad menghadirkan produk kendaraan inovatif, PANDU TEV (Tactical Electric Vehicle) yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Indo Defence 2025.

Kendaraan ini menggunakan teknologi NMC Battery dan ideal untuk mendukung kebutuhan operasi militer senyap, mobilisasi personel dan menunjang operasional TNI dengan kemampuan manuver yang gesit di berbagai medan.

PT Pindad juga menghadirkan berbagai produk pertahanan lainnya, meliputi senjata hasil pengembangan terbaru yaitu SS Amphibious dan SPS-1.

SS Amphibious adalah senapan serbu kaliber 5,56 x 45 mm yang dirancang untuk bisa menembak di darat dengan jarak efektif 200 meter dan mampu menembak di bawah air dengan jarak efektif 20 meter.

Sedangkan SPS-1 merupakan solusi pertahanan anti drone pertama di Indonesia, dengan 2 metode, soft kill dan hard kill.

Metode soft kill dengan memblokir akses sinyal drone target dan metode hard kill adalah menghancurkan drone target dengan cara ditembak menggunakan amunisi kaliber 5,56 x 45 mm.

KSTI 2025 adalah forum nasional dan internasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan 4 kegiatan utama; Arahan Presiden kepada Ilmuwan Indonesia, sesi diskusi dengan Nobel Laureate & Prominent Scholars, Business Matching serta pameran hasil riset & industri. Mengangkat tema “Sains dan Teknologi untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa”, konvensi ini mempertemukan ribuan ilmuwan, teknokrat, pelaku industri dan pengambil kebijakan untuk mendorong integrasi riset, pendidikan tinggi, dan industri dalam membangun ekonomi berbasis sains dan teknologi. Konvensi ini bertujuan sebagai forum strategis untuk merumuskan peta jalan riset dan inovasi di 8 sektor strategis yang menjadi fokus utama, meliputi energi, pertahanan, digitalisasi (kecerdasan buatan dan semikonduktor), hilirisasi dan industrialisasi, Kesehatan, pangan, maritim, material, dan manufaktur maju.

Pada sesi hari pertama KSTI, Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa menjadi pembicara KSTI 2025 dalam panel diskusi jajaran Direktur Utama BUMN. Sementara itu pada hari ke-2, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Prima Kharisma menjadi narasumber di fokus bidang pertahanan sesi manufaktur pertahanan dalam negeri.

Melalui partisipasi di KSTI 2025, PT Pindad menegaskan posisi sebagai industri pertahanan nasional berbasis teknologi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan mengintegrasikan riset, teknologi dan kebutuhan industri, konvensi ini menjadi langkah nyata menuju Indonesia Emas 2045 yang berdaulat secara teknologi dan berdaya saing global.

  💫 
Pindad  

Rabu, 13 Agustus 2025

ITB Pamer Pabrik Katalis Merah Putih di KSTI 2025

  Pertama di Indonesia Pabrik Katalis Merah Putih Resmi Berproduksi, Kapasitas Hingga 800 Ton Per Tahun. (Kontan)

Institut Teknologi Bandung (ITB) pamerkan hasil inovasi periset di Konvensi Sains dan Teknologi (KSTI) 2025, salah satunya pabrik katalis pertama di Indonesia.

Menurut Rektor ITB Prof Tatacipta Dirgantara, pihaknya sangat mendukung riset di bidang katalis hingga kelapa sawit. ITB pun telah menggandeng beberapa pihak untuk mengembangkan inovasi tersebut.

"Tadi kami menandatangani nota kesepahaman antara ITB, Badan Pengelola Dana Perkebunan dengan Pertamina dan PT Pindad untuk menghilirkan produk-produk ITB terutama yang terkait dengan bensin sawit, katalis agar dapat mendukung ketahanan energi nasional," ujarnya di Gedung Sabuga ITB pada Kamis (7/8/2025).

Dalam pameran KSTI, ITB menampilkan informasi mengenai pembangunan pabrik katalis dan hasil produknya. Rancangan tersebut kini dinamakan Pabrik Katalis Merah Putih.

"Tahun 2020 akhirnya didirikan PT Katalis Energi Indonesia di Indonesia. Kemudian di tahun 2022 akhir hingga tahun 2023 itu sudah mulai produksi PT KSI," tutur Megy sebagai penanggung jawab pameran Pabrik Katalis Merah Putih saat ditemui di booth pameran milik ITB.

Perempuan yang juga mahasiswa S2 sekaligus asisten laboratorium ITB tersebut mengatakan Pabrik Katalis Merah Putih didirikan dengan berkolaborasi dengan PT Pertamina Lubricants dan PT Pupuk Kujang Cikampek.

"Jadi kita sama-sama kerja sama, berkolaborasi, dengan satu visi, satu tujuan, untuk mengembangkan Pabrik Katalis Merah Putih ini," katanya.

  Fungsi Pabrik Katalis Merah Putih 
Megy menjelaskan pabrik dibangun untuk memenuhi kebutuhan katalis dalam negeri. Terutama untuk industri kimia, pengilangan minyak, dan industri energi.

Produksi katalis ini utamanya untuk bahan bakar hijau (green fuel). Pabrik tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan impor katalis, memenuhi kebutuhan dalam negeri, serta mendukung energi baru terbarukan (EBT).

Katalis sendiri merupakan zat yang mampu mempercepat reaksi kimia. Katalis juga sekaligus mengarahkan jalannya reaksi kimia dalam proses mengubah bahan baku menjadi produk yang diinginkan.

"Katalis itu sebenarnya fungsinya mempercepat reaksi, tapi tidak ikut mereaksi. Tapi dia juga mengarahkan, kita ingin produk yang seperti apa sih, itulah fungsinya katalis," kata Megi.

Megi memberikan analogi, misalnya biasanya kita memasak mie dalam waktu 5 menit. Ternyata ada suatu alat teknologi (katalis) yang bisa memasak mie selama waktu 2 menit.

Adapun kapasitas produksi pabrik ini bisa mencapai 800 ton per tahun. Dengan adanya pabrik katalis buatan ilmuwan negeri ini, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor katalis dan meningkatkan kemandirian energi nasional.

  Katalis Merah Putih Ramah Lingkungan 
Selain fungsinya yang bisa mempercepat produksi bahan bakar, Pabrik Katalis Merah Putih ramah lingkungan. Megy menerangkan hal itu bisa terjadi karena pabrik katalis memanfaatkan pengelolaan sawit.

"Jadi kita bener-bener jadi dari energi terbarukan, jadi karena dari tanaman sawit, artinya dari biomasa, harapannya tuh kita lebih ramah lingkungan," kata Megy.

"Karena sumber energi fosil ternyata kan banyak karbon, banyak isu-isu lingkungan, harapannya dengan adanya kegunaan sawit, di satu sisi isu lingkungannya lebih ramah lingkungan, kita mempulihdayakan petani-petani lokal kami dari perkebunan sawit," sambungnya.

Pabrik Katalis Merah Putih juga merupakan jawaban dari semakin berkurangnya minyak fosil pada 2030 ke atas. Sehingga peneliti dapat mulai mengembangkan katalis semodel ini.

Rektor ITB mengatakan, selain Pabrik Katalis Merah Putih, produk inovasi ITB lainnya telah banyak yang dilirik industri. Ia berharap ajang KSTI ini semakin membuka jalan kerja sama dengan perusahaan besar.

"Selain itu selama pameran ini juga banyak dipamerkan produk-produk riset dari ITB dan dari universitas lain yang sebagian sudah siap untuk dihilirkan menjadi industri," kata Tatacipta.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) dalam kesempatan yang sama turut mendorong ITB untuk memaksimalkan pemanfaatan inovasi yang dilahirkan. Ia berharap produk riset di Indonesia bisa mencapai skala besar.

"Nantinya akan ditujukan atau dihubungkan dengan industri-industri, harapannya adalah produk-produk riset itu berlanjut dengan skala yang lebih besar, sehingga betul-betul muncul industri-industri baru berbasis sains dan teknologi," ujar Brian. (cyu/nah)

  👷 
detik  

Selasa, 11 Maret 2025

PT Pindad Jalin Kerja Sama dengan Kemdiktisaintek, Pertamina, PLN dan Krakatau Steel

 Memperkuat kerja sama dalam bidang ketahanan energi, kemandirian teknologi dan pertumbuhan nasional. 
https://pindad.com/uploads/images/article/full/PT_Pindad_-_Penandatanganan_MoU_dengan_Kemendiktisaintek,_Pertamina,_PLN_dan_KS_(4)_resize.jpg(Pindad)

PT
Pindad menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta tiga BUMN, yaitu PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dalam rangka memperkuat sinergi inovasi dan kolaborasi strategis nasional.

Penandatanganan dilaksanakan di Grha Pindad, Bandung pada senin, 10 Maret 2025. Adapun penandatangan berbagai kerja sama strategis ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama dalam bidang ketahanan energi, kemandirian teknologi dan pertumbuhan nasional.

Penandatanganan berbagai kerja sama strategis ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto; Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri; Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo; serta Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Muhammad Akbar.

Mendiktisaintek, Brian Yuliarto menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto berharap agar Indonesia sejajar dengan negara-negara maju. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperbanyak industri-industri berbasis teknologi maju.

https://pindad.com/uploads/images/article/full/PT_Pindad_-_Penandatanganan_MoU_dengan_Kemendiktisaintek,_Pertamina,_PLN_dan_KS_(5)_resize.jpgSalah satu program kami adalah mengajak industri untuk terlibat di dalam riset dan inovasi. Karena saya yakin riset dan inovasi yang menjadi pondasi untuk tumbuhnya industri yang lebih maju.” Jelas Mendiktisaintek, Brian Yuliarto.

Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa menekankan pentingnya sinergi dengan Pemerintah dan berbagai BUMN untuk mendorong inovasi, penggunaan produk dalam negeri, dan kemajuan strategis nasional.

Kami harapkan kerja sama pada hari ini bisa menggerakkan economic impact multiplier effect yang cukup tinggi. Sehingga economic growth yang dicanangkan oleh Pemerintah baru di bawah kepemimpinan Bapak Presiden bisa tercapai. Dengan kehadiran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi sebagai wakil dari Pemerintah, serta dengan Bapak-bapak Dirut dari BUMN Strategis yang hadir pada hari ini, tujuan kerja sama ini dapat tercapai. Kami berharap kerja sama ini bisa menjadi tulang punggung tidak hanya di industri pertahanan dan keamanan tetapi juga di sektor energi, sektor infrastruktur dan sektor material maju.” Jelas Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa.

https://pindad.com/uploads/images/article/full/PT_Pindad_-_Penandatanganan_MoU_dengan_Kemendiktisaintek,_Pertamina,_PLN_dan_KS_(3)_resize.jpgPenandatanganan pertama dilaksanakan antara Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar M Simatupang dengan Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa. Kerja sama ini mencakup pengembangan SDM, riset dan inovasi bersama serta dukungan terhadap program dan kebijakan pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan dan teknologi nasional.

Selanjutnya, Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa menandatangani nota kesepahaman dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri. Ruang Lingkup nota kesepahaman ini meliputi kerja sama manufaktur dalam negeri untuk peningkatan produksi minyak dan gas nasional.

Kemudian, penandatanganan nota kesepahaman dilaksanakan antara Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa dan Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo. Penandatanganan nota kesepahaman ini memiliki ruang lingkup kerja sama studi pengembangan potensi pembangkit pikohidro dan mikrohidro dalam mendukung elektrifikasi dan transisi energi di Indonesia.

Penandatanganan terakhir dilaksanakan antara Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa dan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Muhammad Akbar. Ruang lingkup kerja sama ini adalah pengembangan dan penggunaan produk baja untuk mendukung peningkatan penggunaan produk dalam negeri di sektor alpalhankam.

  ★ Pindad  

Rabu, 05 Februari 2025

RI Bakal Bangun Tangki Simpan Stok BBM di Batam

 Bisa sampai 30 hari 
https://mediaindonesia.gumlet.io/news/2025/02/03/1738577242_077a865129b1de7b7384.jpg?w=800&q=80&format=webpIndonesia bakal bangun penyimpanan energi di Pulau Nipa Batam (Media) 🛢

M
enteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan Indonesia akan membangun Cadangan Penyangga Energi (CPE), khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM), untuk 30 hari yang akan dibangun di pulau terluar, yakni Pulau Nipa, Batam, Kepulauan Riau.

Bahlil mengatakan, Indonesia saat ini hanya memiliki cadangan BBM hingga 21 hari. Itu pun baru berupa cadangan operasional yang disediakan PT Pertamina (Persero). Namun ke depannya, pemerintah akan berupaya meningkatkan cadangan BBM ini menjadi 30 hari usai terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 96 Tahun 2024 tentang Cadangan Penyangga Energi (CPE).

"Kami sekarang lagi menyusun proses investasinya, Permen (Peraturan Menteri)-nya. Dan kita akan bikin di Pulau Nipa. Pulau Nipa. Supaya apa? Kita punya penyangga sekarang itu kan cuma 21 hari. Kita akan nambah 30 hari, dan insya Allah doakan investasinya cukup gede," jelas Bahlil usai konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/2/2025).

Dia mengatakan, pembangunan tangki CPE di Pulau Nipa tersebut diharapkan bisa diikuti dengan terbangunnya refinery atau kilang pengolahan BBM di dalam negeri, sehingga bisa mengurangi jumlah impor BBM.

"Kita akan rencana membangun storage di sana, dan tidak menuntut kemungkinan kita juga akan sedang mempertimbangkan untuk membangun refinery (kilang BBM) baru di Indonesia. Supaya impor-impor kita ini jangan terlalu banyak lah, kira-kira begitu," tambahnya.

Sayangnya, Bahlil tidak mendetailkan lokasi kilang-kilang BBM baru yang akan dibangun ke depannya. Namun yang pasti, untuk lokasi penyimpanan BBM-nya direncanakan akan dibangun di Pulau Nipa.

"Ah nanti kalau ke lokasi refinery lagi dalam pembahasan. Bisa di sana, bisa tidak di sana. Tapi kalau untuk storage, untuk penyimpanan itu di Pulau Nipa," tandasnya.

Asal tahu saja, pemerintah telah menetapkan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional sebesar 9,64 juta barel. Hal ini telah termuat di dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 96 tahun 2024 mengenai Cadangan Penyangga Energi (CPE) nasional.

CPE ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan ketersediaan BBM yang cukup dalam menghadapi berbagai tantangan. Misalnya seperti fluktuasi harga minyak global, permintaan energi yang meningkat, dan potensi krisis energi.

Cadangan tersebut mencakup, Pertama, BBM jenis bensin sebanyak 9,64 juta barel sebagai bahan bakar transportasi. Kedua, Liquefied Petroleum Gas (LPG) sebanyak 525,78 ribu metrik ton untuk kebutuhan memasak, dan ketiga Minyak bumi sebanyak 10,17 juta barel untuk keperluan bahan baku produksi kilang.

Adapun lama waktu pencadangan yang ditentukan untuk memenuhi jumlah CPE dalam kurun waktu tahun 2035 yang dipenuhi, sesuai dengan kemampuan negara.

Sementara Pasal 16 menyebutkan: Pemeliharaan persediaan CPE dan infrastruktur CPE dilakukan oleh Menteri melalui kerja sama dengan BUMN bidang energi, badan usaha, dan atau bentuk usaha tetap yang memiliki perizinan perusahaan di bidang energi. Dengan diberikan imbalan (fee) atas jasa pemeliharaan.

Kelak, imbalan jasa pemeliharaan itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, juga sumber pendanaan lainnya.

Lebih lanjut, pada pasal 18 dijelaskan penggunaan CPE dilakukan ketika terjadi krisis energi dan atau darurat energi. Keputusannya diambil melalui sidang anggota untuk krisis energi dan darurat energi yang bersifat teknis operasional, juga sidang paripurna untuk krisis energi dan atau darurat energi yang bersifat nasional. (wia)

  🛢 CNBC  

Rabu, 03 Januari 2024

Kilang BBM RI Sudah Bisa Produksi Avtur dari Sawit

https://akcdn.detik.net.id/visual/2020/11/13/pertamina-uji-coba-green-diesel-di-kilang-cilacap-dok-pertamina_169.jpeg?w=715&q=90Pertamina Uji Coba Green Diesel di Kilang Cilacap (Dok. Pertamina)

PT
Kilang Pertamina Internasional, Subholding Refining & Petrochemical Pertamina, terus berkomitmen untuk menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) ramah lingkungan di Indonesia. Salah satunya melalui BBM 'hijau' berbasis minyak sawit (CPO), baik untuk Solar maupun avtur.

Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional Taufik Aditiyawarman mengungkapkan saat ini pihaknya telah berhasil memproduksi bahan bakar pesawat jenis Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur.

Produksi dilakukan di Green Refinery Kilang Cilacap dengan campuran minyak sawit sebesar 2,4% berkapasitas 9.000 barel per hari (bph). Adapun bahan bakunya yaitu produk turunan sawit, Refined Bleach Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO).

"Alhamdulillah dengan uji coba komersial bioavtur 2,4% dengan pesawat Boeing ya, pesawat Garuda, Boeing 737-800NG dan juga sebelumnya dengan CN235. Ini membuktikan bahwa kita sudah mampu untuk memproduksikan bioavtur 2,4%," kata dia dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Selasa (02/01/2024).

Taufik berharap, permintaan penggunaan bioavtur untuk bahan bakar pesawat ke depan dapat lebih masif lagi. Dengan demikian, produksi bioavtur yang mengandung 2,4% minyak inti sawit berkapasitas 9.000 bph tersebut dapat terus terjaga.

"Nah tentunya ke depan harapan kami adalah bahwa sejak uji coba ini, komersialisasinya langkah berikutnya melalui usaha Pertamina, rekan kami di Patra Niaga, bagaimana memasarkan produk ataupun potensi produk SAF 2,4% ini lebih luas. Bukan hanya ke domestik, tetapi juga mungkin nantinya ke orientasi ekspor," tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga menargetkan dapat mulai memproduksi bioavtur dengan campuran minyak sawit hingga 100% di beberapa tahun mendatang. Adapun saat ini perusahaan tengah menyelesaikan pembangunan kilang hijau atau Green Refinery Cilacap Fase 2 berkapasitas 6.000 barel per hari (bph).

"Tapi ini SAF 100%, bukan 2,4% lagi, untuk memenuhi kebutuhan baik nantinya mungkin pemerintah akan memandatkan penggunaan SAF di 2030 5% untuk semua airlines kita sudah siap dan juga mungkin nanti remaining produksinya kita bisa ekspor," kata dia.

Dengan kapasitas produksi bioavtur 2,4% sebesar 9.000 bph saat ini, setidaknya PT KPI mampu menghasilkan produksi bioavtur sekitar 1,4 juta liter atau 1.400 kilo liter (kl) per hari. (wia)

  ★ CNBC  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More