blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Oktober 2026

Indonesia, Turki, Qatar, dan Pakistan Sepakati Nota Kesepahaman Badr

 Kerja sama dalam produksi militer, penguatan kapabilitas militer, dan dukungan kolaborasi dalam pelatihan, penelitian, dan pengembangan militer teknis Indonesia. Turki, Qatar dan Pakistan sepakati nota kesepahaman Bard. (Foto/X/@Defence_Turk_EN)

Indonesia, Turkiye, Qatar, dan Pakistan telah menandatangani "Memorandum Badr" untuk memperkuat kerja sama pertahanan dan mengembangkan kemitraan strategis.

Menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Nasional Turkiye, Rabu, kesepakatan tersebut diteken di Doha, ibu kota Qatar, oleh pejabat pertahanan dari keempat negara.

Wakil Menteri Pertahanan RI Yusuf Jauhari, Menteri Pertahanan Nasional Turkiye Yasar Guler, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Negara untuk urusan Pertahanan Qatar Sheikh Saud bin Abdulrahman bin Hasan Al Thani, dan Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif menjadi penandatangan kesepakatan tersebut.

Kepala Sekretariat Industri Pertahanan Turkiye Haluk Gorgun juga menandatangani kesepakatan tersebut bersama Menhan Guler.

Kesepakatan "Badr", yang berarti "bulan purnama", ditujukan untuk mendorong kerja sama dalam produksi militer, penguatan kapabilitas militer, dan dukungan kolaborasi dalam pelatihan, penelitian, dan pengembangan militer teknis.

Kemhan Turkiye menambahkan bahwa inisiatif tersebut akan mendorong pengembangan solusi dan sektor industri yang relevan dengan kemajuan pada sistem pertahanan modern.

Memorandum tersebut diharap membantu meningkatkan peluang ekonomi bagi keempat pihak dengan mengombinasikan kapabilitas produksi militer masing-masing, meningkatkan integrasi dan memperkuat industri pertahanan untuk memenuhi kebutuhan negara-negara sahabat.

Perjanjian itu juga diharap akan memperluas kerja sama militer antara keempat negara, memperdalam hubungan di sektor pertahanan, dan memperkuat kolaborasi multilateral untuk mendukung keamanan, stabilitas, dan tujuan bersama.

 Model kerja sama

Menurut informasi yang diperoleh Anadolu, memorandum tersebut menetapkan model kerja sama dengan mekanisme dan prosedur kerja yang telah ditetapkan sebelumnya dan akan berlaku setelah penandatanganan.

Keempat negara peserta, termasuk Indonesia, akan mendorong proyek bersama dalam produksi, saling berbagi teknologi, riset dan pengembangan, serta latihan militer teknis.

Adapun proses penentuan proyek bersama akan dilakukan melalui dua badan. Sebuah Badan Eksekutif akan mengidentifikasi proyek bersama antara keempat negara, sementara Badan Strategis akan menetapkan linimasa dan memberikan persetujuan proyek.

Badan-badan tersebut juga menetapkan tanggung jawab untuk penentuan dan persetujuan proyek, serta penetapan jadwal implementasi, untuk memastikan usulan yang ada terwujud secara konkret.

Sistem tersebut dimaksudkan untuk memfasilitasi proyek pertahanan dan dirgantara yang dapat dilakukan oleh keempat pihak, dengan hasil konkretnya diharap akan dapat disaksikan publik pada waktu mendatang.

Sementara itu menurut informasi yang diperoleh Anadolu, industri pertahanan Turkiye disebut akan memegang porsi terbesar dalam proyek-proyek bersama tersebut, mengingat pengembangan ekosistem selama beberapa tahun terakhir berhasil membuktikan kapabilitas Turkiye pada bidang tersebut.

Pendekatan Turkiye terhadap kemitraan tersebut tak akan sekadar memasok produk akhir, akan tetapi juga membantu pengembangan sumber daya para mitra serta infrastruktur industri pertahanan melalui produksi dan pengembangan bersama.

Memorandum tersebut juga akan menghimpun kapabilitas keempat negara yang saling melengkapi untuk membangun kapasitas pertahanan yang tangguh dan dapat berperan dalam keamanan dan stabilitas kawasan.

  🤝 
antara  

Sabtu, 17 Oktober 2026

Indonesia Pilih Diversifikasi Alutsista

  Mengurangi ketergantungan pada satu negara Penampakan helikopter Mi35M penerbad, Indonesia memilih berbagai alutsista dari berbagai negara (KERIS reborn)

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi Marsekal TNI Yusuf Jauhari mengatakan diversifikasi menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi ketergantungan pertahanan Indonesia pada satu negara.

Menurut Yusuf, langkah itu juga diarahkan untuk mendorong kemandirian industri pertahanan nasional.

“Diversifikasi saya kira menjadi suatu opsi buat kita sekarang ini. Karena dengan begitu kita juga berusaha mandiri dan tidak tergantung dengan satu negara,” kata Yusuf usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 15 Oktober.

Ia mengakui diversifikasi membuat pengelolaan logistik menjadi lebih kompleks. Karena itu, industri pertahanan dalam negeri didorong ikut menopang pembangunan kekuatan TNI.

“Memang kompleksitas manajemen logistik menjadi ada. Tetapi kita mendorong juga industri pertahanan kita untuk berpartisipasi menopang supaya kekuatan ini terus terwujud,” ujarnya.

Yusuf mengatakan penguatan industri pertahanan tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan militer. Pemerintah juga ingin aktivitas industri ikut menggerakkan ekonomi serta memperluas pemanfaatan teknologi.

Menurut Yusuf, transfer dan penggunaan teknologi pertahanan dapat dikembangkan bersama kementerian lain untuk kebutuhan nonpertahanan, termasuk pemadam kebakaran.

Ia juga menyinggung perubahan karakter peperangan yang semakin dipengaruhi teknologi.

“Saya kira sekarang di era drone, AI. Kemudian perang dengan cara lebih murah,” katanya.

Menurut Yusuf, perkembangan tersebut perlu diperhitungkan agar kemampuan pertahanan dapat bertahan lebih lama dalam menjaga kedaulatan.

Ia mengatakan pemerintah akan mendorong seluruh industri pertahanan berkontribusi memperkuat TNI sekaligus menopang kebutuhan bangsa yang lebih luas.

  ✪ VOI  

Jumat, 09 Oktober 2026

Prabowo Resmikan Ekspor Perdana Baterai Listrik

  Dan 4 Proyek Industri di IWIP Halmahera Tengah Suasana kawasan industri IWIP di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Pada Kamis (8/10/2026), Presiden Prabowo Subianto meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan 11 proyek hilirisasi di kawasan ini. (Kompas)

Presiden Prabowo Subianto meresmikan peluncuran ekspor perdana kendaraan listrik dan empat proyek industri yang memasuki tahap komersial di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).

Keempat proyek tersebut adalah Blue Sparking Energy, REPT Battero Indonesia, Pioner Aluminium Industries, dan XCMG Indonesia Manufacturing.

"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini saya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto luncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan empat proyek industri yang memasuki tahap komersial," kata Prabowo dikutip dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis.

Di momen yang sama, Prabowo juga meresmikan peletakan baru pertama (groundbreaking) pembangunan 7 proyek industri di kawasan IWIP.

Ketujuh proyek tersebut, meliputi Guang Ching Nickel Cobalt, Inno Prima Material, Tinci Materials Indonesia, Weda Bay Aluminium, Bintang Karya Aluminium, Flatsolar Energy Indonesia, dan Foton Guang Ching Motor Indonesia.

Kepala Negara mengungkapkan, berdasarkan laporan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, realisasi investasi di kawasan tersebut telah mencapai sekitar 20 miliar dollar AS, dengan rencana pengembangan investasi sebesar 7 miliar dollar AS.

Sejak pengembangan kawasan ini, penyerapan tenaga kerja pun telah mencapai lebih dari 100.000 orang.

Seturut realisasi tersebut, Prabowo berpandangan bahwa Indonesia adalah negara yang cerah, dianugerahi oleh sumber daya alam melimpah.

"Mereka-mereka yang mengatakan bahwa Indonesia gelap, collapse, Indonesia akan collapse, tiap bulan diramalkan kita akan collapse. Tapi hari ini saya datang, saya lihat masa depan Indonesia cerah," tutur Prabowo.

Ia juga menuturkan, ekspor perdana baterai kendaraan listrik adalah langkah yang penting.

Menurutnya, hal itu merupakan bukti nyata bahwa strategi hilirisasi Indonesia sudah benar. Ia berkomitmen akan meneruskan upaya tersebut dengan sebaik-baiknya.

"Apa yang telah kita lihat hari ini tidak bisa lepas daripada hari kemarin. Jadi sebagaimana saya mengatakan setiap saat, keberhasilan hari ini menuju kepada keberhasilan hari esok itu telah dimulai dari hari kemarin," tegasnya.

Eks Menteri Pertahanan (Menhan) ini menyebut, pembangunan sebuah bangsa memang bukan usaha yang singkat. Ia dibangun dari generasi ke generasi, dari pemimpin ke pemimpin.

"Nation building is a long march. Nation building is a long march. Ini bagian dari long march itu. Kita menarik energi dan semangat dari masa lalu, kita gerakan semangat dan energi hari ini untuk kita maju lebih semangat, lebih energi di masa depan. Terima kasih," tandasnya.

 Investasi capai Rp 180 triliun

Di kesempatan yang sama, Rosan menuturkan, 10 proyek strategis di Kawasan IWIP menjadi bagian dari rangkaian investasi dengan total mencapai 10,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 180 triliun.

Dari 10 proyek tersebut, empat proyek tercatat sudah selesai dan baru selesai.

Ekspor produk dari keempatnya mencapai 3,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 60 triliun.

Sementara itu, investasi enam proyek lainnya yang baru mulai dibangun (groundbreaking) senilai 6,8 miliar dollar AS.

"Dan akan tercipta lebih dari 10.000 lapangan pekerjaan dari 10 proyek tersebut," tutur Rosan.

Lebih lanjut Rosan memaparkan, keempat proyek yang sudah selesai tersebut bergerak di sektor baterai berbasis nikel, produksi baterai, aluminium elektrolit, dan alat berat berbasis listrik.

Sementara, proyek sisanya yang masih dalam tahap groundbreaking bergerak pada produk material baterai berbasis nikel juga, separator baterai EV, elektrolit baterai EV, aluminium elektrolitik, dan alat berat berbasis listrik yang akan dibangun untuk truck pertambangan dan industri, serta photovoltaic glass untuk solar energy industri.

"Dan kawasan industri ini sejak 2018 dan telah menyerap investasi 20 miliar dollar AS, dengan 7 miliar dollar AS yang baru, menjadi total 27 miliar dollar AS dengan penyerapan tenaga kerja total 117.000 tenaga kerja di kawasan ini," sebut Rosan.

  👷  Kompas  

Selasa, 06 Oktober 2026

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI

  Pada Peringatan HUT ke-81 TNI 6 Kodam baru yang dibentuk (infographic: Antara))

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI. Upacara dilangsungkan di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Senin (05/10/2026).

Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo selaku inspektur upacara menyampaikan pernyataan peresmian 204 satuan baru yang terdiri atas satuan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Senin 5 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan 204 satuan baru TNI,” ujar Presiden Prabowo.

 Enam Kodam Baru

Sebanyak enam Komando Daerah Militer (Kodam) menjadi bagian dari satuan baru yang diresmikan. Keenam Kodam tersebut yakni Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah di Kepulauan Riau, Kodam XXVI/Mataram di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur, Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha di Maluku Utara, Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah, serta Kodam XXX/Rinambora di Nusa Tenggara Barat.

 Divisi dan Brigade

Selain enam Kodam, Presiden juga meresmikan 1 Divisi Parako II Pasgat, 1 Brigade Infanteri Marinir, 1 Brigade Parako Pasgat, 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, serta 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan.

 Batalyon Bantuan Tempur

Satuan baru lainnya meliputi 3 Batalyon Bantuan Tempur TNI AD yang terdiri atas satu batalyon kavaleri, satu batalyon artileri medan, dan satu batalyon artileri pertahanan udara.

 Skadron dan Satuan Radar

Presiden juga meresmikan 4 Batalyon Infanteri Marinir, 3 Batalyon Parako Pasgat, 2 Skadron Udara TNI AU, 2 Satuan Radar TNI AU, serta 1 Skadron Pendidikan TNI AU.

Pernyataan peresmian kemudian dilanjutkan dengan penekanan tombol sirene oleh Presiden Prabowo. Momen tersebut diiringi satu kali tembakan kehormatan meriam Armed yang menandai secara resmi peresmian 204 satuan baru TNI.

Setelah prosesi peresmian, Presiden menyerahkan tongkat komando dan lambang satuan baru kepada tujuh perwakilan pimpinan satuan. Mereka yakni Pangdam XXIX/Mambruk Mayjen TNI Aminton Manurung, Pangdam XXVI/Mataram Mayjen TNI Drajad Brima Yoga, Pangdam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah Mayjen TNI Rionardo, Pangdam XXVII/Sobe Sonbai Mayjen TNI Thevi Angandowa, Pangdam XXX/Rinambora Mayjen TNI Edi Saputra, Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, serta Pangdiv Parako II Pasgat Kolonel Pas Harry Nugroho.

Penyerahan masing-masing lambang satuan turut diiringi dengan tembakan kehormatan meriam Armed. Peresmian 204 satuan baru tersebut menjadi salah satu rangkaian utama dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo sebagai inspektur upacara.

  💂  Setneg  

Jumat, 02 Oktober 2026

Erdogan Telepon Prabowo

 Bahas Industri Pertahanan hingga Undang ke KTT COP3Medium Tank Harimau, hasil kerjasama dengan FNSS, di kabarkan akan bertambah (Pindad)

P
residen Turki Recep Tayyip Erdogan menelepon Presiden RI Prabowo Subianto. Keduanya membahas hubungan bilateral, salah satunya terkait isu pertahanan dan perdagangan.

Hal itu disampaikan kantor Kepresidenan Turki, melalui akun X resmi @trpresidency, Selasa (29/9/2026). Keduanya membahas hubungan bilateral antara Turki dan Indonesia serta isu regional dan global.

Erdogan juga menyatakan kepuasannya atas solidaritas Indonesia di forum Internasional. Erdogan menekankan pentingnya mempertahankan solidaritas bagi kedua negara.

Lebih lanjut, Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kerja sama antara Turki dan Indonesia di berbagai bidang, khususnya perdagangan dan industri pertahanan. Erdogan bertekad untuk meningkatkan kerja sama antar kedua negara dalam dua bidang tersebut.

"Presiden Erdogan menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengambil langkah-langkah untuk mewujudkan hal tersebut," demikian bunyi pernyataan kantor Kepresidenan Turki tersebut.

Dalam pembicaraan tersebut, Erdogan juga mengundang Prabowo untuk menghadiri KTT Pemimpin COP31 yang akan digelar di Antalya. (yld/wnv)

  ♞
detik   

Kamis, 01 Oktober 2026

Mobil Komunikasi Hilux Marinir

  Mampu Bikin Jaringan Sinyal Sendiri Prajurit Yonkomlek 1 Marinir memperagakan perangkat komunikasi punggung berantena panjang yang terhubung dengan kendaraan khusus Komob Self Networking Wireless (SNW). (Dok. Pasmar 1)

Batalion Komunikasi dan Elektronika (Yonkomlek) 1 Marinir memamerkan alutsista baru berupa kendaraan khusus Komob Self Networking Wireless (SNW). Mobil berbasis Toyota Hilux ini punya kemampuan unik: sanggup memancar jaringan internet dan komunikasi sendiri di daerah operasi.

Unjuk ketangguhan rantis tersebut berlangsung di Lapangan Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (30/9).

Pengenalan ini bertujuan memperlihatkan kesiapan perangkat komunikasi bergerak milik Marinir dalam mendukung tugas lapangan.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Kolonel (Mar) Rana Karyana membeberkan, pengembangan dan integrasi sistem kendaraan khusus Komob SNW melibatkan industri pertahanan dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 60 persen.

Rana menyebut mobil ini bertindak sebagai pemancar sinyal bergerak ketika infrastruktur komunikasi umum di lokasi pertempuran tidak tersedia atau mengalami gangguan.

Perangkat di dalamnya sanggup menyalurkan pertukaran data suara, teks, hingga kiriman video secara real-time (waktu nyata) melalui konektivitas jaringan lokal.

“Sederhananya, Komob SNW merupakan simpul komunikasi bergerak yang dapat membawa dan membangun jaringan komunikasinya sendiri untuk menjaga konektivitas prajurit di medan operasi,” kata Rana saat dihubungi Indonesia Defense Magazine di Jakarta, Kamis (1/10).

Melalui kehadiran armada Hilux modifikasi ini, Yonkomlek 1 Marinir memastikan jalur perintah dan kendali pasukan di lapangan tetap terhubung tanpa hambatan.

  📡 
IDM  

Senin, 28 September 2026

Indonesia dan Rusia Jajaki Kerjasama di Bidang Teknologi Satelit dan AI

   💻 🤝 Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo saat menerima Kunjungan Diplomatik Delegasi dari Utusan Kepresidenan Federasi Rusia di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Digital)

Kementerian Komunikasi dan Digital serta Pemerintah Federasi Rusia menjajaki kerja sama di bidang teknologi satelit dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung transformasi digital dan memperluas akses digital di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mengatakan distribusi infrastruktur digital yang merata merupakan komponen penting dari transformasi digital Indonesia, mengingat luasnya wilayah negara dan kebutuhan masyarakat akan konektivitas.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menerima delegasi diplomatik yang mewakili Utusan Presiden Federasi Rusia di Jakarta pada Rabu (23 September). Dalam pertemuan tersebut, delegasi Rusia menguraikan peluang untuk memanfaatkan teknologi satelit, termasuk penyediaan sistem administrasi dan peralatan penerima di Indonesia, serta akses ke data satelit.

Delegasi tersebut juga menjelaskan bahwa jaringan yang dimaksud terdiri dari 98 satelit, dengan perusahaan afiliasi meluncurkan sekitar 16 satelit setiap tahunnya. Informasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari proposal teknologi untuk eksplorasi lebih lanjut. “Rusia juga dapat berkolaborasi dengan perusahaan satelit Indonesia, termasuk perusahaan milik negara,” kata Angga.

Diskusi tersebut juga membahas pengembangan sumber daya manusia dan penelitian teknologi. Pihak Rusia mengusulkan program pendidikan dan pendirian laboratorium di Indonesia di mana mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung dalam mempelajari dan mengoperasikan satelit.

Menurut Angga, diskusi tersebut menandai titik awal untuk mengidentifikasi bidang-bidang yang saling menguntungkan, dengan potensi kerja sama lanjutan yang mencakup teknologi satelit, AI, penelitian dan inovasi, serta pengembangan talenta digital yang selaras dengan kebutuhan kedua negara.

 ⚓️ 
Antara  

Senin, 14 September 2026

Malware "Mantax Otax" Asal Indonesia Bisa Intip Chat WhatsApp

  📔 💀 Ilustrasi malware.(Getty Images via cyberscoop.com)

Malware Android baru ditemukan bisa mengintip pesan WhatsApp korban secara diam-diam. Namanya Mantax Otax.

Malware ini diduga kuat buatan orang Indonesia, dan spesifik menyasar pengguna di Indonesia. Selain mengancam WhatsApp, Mantax Otax juga bisa mengunci file lewat enkripsi dan meneror korban secara psikologis.

Tim peneliti keamanan siber zLabs dari Zimperium membongkar malware ini. Hasil temuannya dipublikasikan lewat laporan Mantax Otax: Indonesian Mobile Ransomware with Spyware Integration.

Zimperium menemukan dua varian Mantax Otax, yakni V1 dan V2. Keduanya beredar dengan cara yang sama. File APK-nya disebar di luar Google Play Store, lewat layanan berbagi file pihak ketiga.

Korban dijebak lewat phishing dan rekayasa sosial (social engineering) supaya mau memasang APK tersebut. Begitu terpasang, aplikasi ini meminta akses sebagai admin perangkat. Malware juga meminta izin Accessibility Service, salah satu fitur aksesibilitas bawaan Android. Dua akses ini dipakai buat mengambil alih hampir semua fungsi ponsel korban.

Petunjuk soal asal malware ini datang dari isi programnya sendiri. "Indikator bahasa dan file-file dari korban menunjukkan bahwa pelaku secara spesifik menyasar target di Indonesia," tulis Zimperium dalam laporannya.

Klaim asal-usul ini belum bisa dipastikan sepenuhnya. Zimperium sendiri hanya mendasarkan dugaan itu pada indikator bahasa dan pola file korban, bukan pelacakan langsung ke identitas pelaku.

Server pengendali (command and control/C2) milik Mantax Otax memakai domain berakhiran ".otax.fun". Alamatnya diambil dari repositori GitHub. Dengan cara ini, pelaku bisa mengganti tujuan server kapan saja. Mereka tidak perlu memperbarui aplikasi malware yang sudah terpasang di ponsel korban.

 Intip WhatsApp dan curi OTP

Mantax Otax memanfaatkan izin Accessibility Service untuk membaca pesan WhatsApp dan Telegram korban secara langsung. Data login akun Telegram korban turut bisa ikut dicuri.

Kemampuan ini bahkan bisa mencuri kode OTP, kunci pengaman tambahan (multi-factor authentication) yang biasa dipakai buat transaksi perbankan maupun akun layanan online lain.

Data lain yang ikut disasar antara lain PIN layar kunci, pesan SMS, log panggilan, kontak, riwayat penjelajahan di browser, informasi akun Google, dan lokasi pengguna.

Mantax Otax juga bisa mengakses aplikasi kamera dan memotret diam-diam. Kamera depan dan belakang ponsel korban sama-sama disasar. Tidak perlu ada bantuan apa pun dari pengguna.

Layar ponsel korban bisa direkam dalam format video MP4, memakai teknologi bernama MediaProjection. Hasil tangkapan layarnya lalu dikompres dan diunggah ke layanan penyimpanan gambar Catbox.

 Kunci file dan minta tebusan

Fungsi ransomware Mantax Otax menyasar storage ponsel. Sasarannya foto, video, dokumen, arsip, database, sampai kunci kriptografi milik korban.

File-file itu dienkripsi pakai algoritma AES. Tiap file lalu diberi akhiran ".enc". Kunci enkripsinya unik untuk tiap korban, diambil dari server C2 berdasarkan Android ID perangkat yang terinfeksi.

Setelah proses ini selesai, Mantax Otax menimpa galeri foto korban dengan gambar permintaan tebusan, lalu menyediakan chat sendiri untuk negosiasi pembayaran.

Chat ini berjalan lewat layanan Firebase milik Google.

Kabar baiknya, kemampuan mengunci file ini ada batasnya. Fungsi ransomware cuma efektif di ponsel Android 9 ke bawah. Ponsel Android 10 ke atas sudah memakai sistem penyimpanan bernama Scoped Storage, yang membatasi akses aplikasi ke file di luar folder miliknya sendiri.

 Teror lewat jumpscare

Di luar pencurian data, Mantax Otax dirancang buat menekan korban secara psikologis. Caranya lewat window dialog yang muncul berulang kali, video yang tiba-tiba memenuhi layar, sampai gambar jumpscare (mengagetkan) yang muncul sekilas setiap 600 milidetik sekali.

Layar ponsel korban bisa dikunci pakai overlay. Setelah itu, pesan ancaman diputar lewat teknologi text-to-speech. Pesan ini dikendalikan pelaku dari jarak jauh.

Dua gangguan ini dipakai bareng ancaman pembocoran data, untuk menekan korban supaya bayar tebusan. Pola serangan seperti ini dikenal sebagai pemerasan ganda (double extortion).

Pada varian V2, Zimperium mencatat Mantax Otax beralih pakai protokol WebSocket. Malware versi ini tidak lagi memakai HTTPS yang lebih umum dipakai. Perubahan ini membuat lalu lintas datanya lebih sulit dideteksi sistem keamanan biasa.

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari BleepingComputer, gabungan tiga kebisaan dalam satu aplikasi ini terbilang jarang ditemukan di malware Android pada umumnya. Kombinasi ransomware, spyware, dan alat teror sekaligus inilah yang bikin Mantax Otax dianggap berbahaya.

Agar tidak terdampak, Zimperium menyarankan pengguna Android cuma menginstal aplikasi dari Google Play Store. Aplikasi dari sumber tak dikenal sebaiknya dihindari.

 💀  Kompas  

Jumat, 04 September 2026

Garibaldi Akan Diubah Jadi Kapal Induk Helikopter dan Drone

 Untuk penanganan bencana alam https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTQdcM_TbYuEHrSA9IOFQt7Pst9ky9Ywc2Muj_8KolznFD_4_5GcVRQboij5bcOS1XaQv5zB6LDL5kKfJ9oZJoqe4kXZ9R8rLDRRv5nd037-vqdSAVsQ6vC_xlWm7q7wY8A40dnYGGL-KB1bBAxh7WlO2UQUFQ0DQC-3lFE3FY9hQIXvm7i3Eb3WRXJESU/s1170/Gelar%20Tactical%20Floor%20Game,%20Koarmada%20II%20Latihkan%20Rencana%20Pergerakan%20Unsur%20Pada%20Sailing%20Pass%20Nava.webpTNI AL menggelar Tactical Floor Game dalam pelaksanaan Sailing Pass Naval Parade yang direncanakan digelar di perairan Teluk Jakarta (Koarmada II)

Pemerintah akan menyulap kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi atau KRI Gajah Mada asal Italia menjadi kapal induk untuk helikopter dan pesawat nirawak (drone).

"Sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter, dan untuk drone," kata Presiden RI Prabowo Subianto dalam Ratas Penanganan Bencana Alam, Jakarta, Senin (7/9).

Prabowo menyebut kapal induk perdana milik Indonesia itu bisa menampung sekitar 10 unit helikopter kelas menengah. Ia mencontohkan misalnya helikopter berjenis Black Hawk dan MI-17.

"Yang rata-rata bisa mengangkut 4-5 ton air. Jadi kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak, ini juga akan sangat membantu respons kita," ucap dia.

Giuseppe Garibaldi yang merupakan kapal Induk pertama Indonesia dijadwalkan sampai di Tanah Air pada pertengahan September mendatang.

TNI Angkatan Laut menyebut kapal induk yang akan menyandang nama KRI Gajah Mada berangkat dari Italia pada awal pekan ini.

"Dan kami mohon doanya, malam ini mungkin jam 22.00, KRI Gajah Mada akan meninggalkan Italia menuju Indonesia," kata KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali saat mengunjungi Kraton Majapahit, Jakarta Timur, Senin (24/8), dikutip dari Detikcom.

"Namanya masih ITS Garibaldi, masih berbendera Italia. Tapi sesampainya di Indonesia akan berganti bendera menjadi KRI Gajah Mada," imbuhnya.

Giuseppe Garibaldi merupakan salah satu dari dua kapal induk yang dimiliki oleh Angkatan Laut Italia. Kapal ini mencetak sejarah sebagai kapal penerbangan bergeladak penuh pertama yang dibangun untuk Italia.

Sepanjang masa tugasnya, kapal ini sudah terlibat dalam berbagai operasi udara tempur di wilayah Somalia, Kosovo, Afghanistan, dan Libya.

Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam berkat sistem mesin penggeraknya. Bobotnya diperkirakan sekitar 13,8 ribu ton.

Kapal ini mampu menampung kru yang besar, yakni sekitar 600 kru inti kapal, 230 personel grup udara, sekitar 100 personel komando, dan dalam kondisi tertentu dapat mengangkut hingga 600 pasukan komando tambahan. (mnf/wis)
.

  ⍟ CNN   

Sabtu, 29 Agustus 2026

Prototipe Taksi Terbang Buatan Indonesia Muncul ke Publik

 Vela Alpha mengantongi 160 LOI dan MoU 50 unit dengan Whitesky Aviation. Uji terbang perdana ditargetkan berlangsung pada Kuartal IV 2026. (Vela Aero) ☆

Vela Aero meluncurkan prototipe fisik skala penuh taksi terbang Vela Alpha di ajang Heli Expo Asia (HEXIA) 2026 yang digelar di Cengkareng Heliport, Tangerang, Jumat (21/8).

Perusahaan yang bernama resmi PT Vela Prima Nusantara tersebut menyebut peluncuran ini menandai transisi Vela Alpha dari fase desain konseptual menuju kampanye uji terbang resmi dan sertifikasi kelaikudaraan.

Dalam keterangan resminya Vela Aero menjelaskan kehadiran model prototipe ini menjadi bukti kemampuan rekayasa dan manufaktur Indonesia.

Vela Aero mengeklaim telah mengantongi akumulasi 160 Letter of Intent (LOI) untuk pengadaan armada Vela Alpha dari pemesan domestik dan internasional.

Perusahaan menyebut angka dalam LOI, yang merupakan surat pernyataan minat tidak mengikat, belum termasuk sejumlah nota kesepahaman atau MoU.

Bersamaan dengan HEXIA 2026, Vela Aero menandatangani MoU dengan Whitesky Aviation terkait rencana pengadaan 50 unit Vela Alpha. Armada itu disiapkan untuk rute airport feeder, taksi udara perkotaan, pariwisata premium, dan logistik kawasan industri.

 Target akhir 2026

Vela Aero membidik dua pencapaian sebelum tahun ini berakhir. Pertama, uji terbang perdana di depan publik, regulator, mitra, dan calon investor pada Kuartal IV 2026.

Kedua, perolehan lisensi Design Organization Approval (DOA) Class D dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Kementerian Perhubungan. Lisensi itu disebut memberi legalitas institusional bagi Vela Aero untuk merancang dan memanufaktur pesawat udara bersertifikat nasional.

Periode 2027 sampai 2028 direncanakan sebagai fase sertifikasi sekaligus konversi LOI menjadi kontrak pemesanan pasti. Type Certification penuh ditargetkan akhir 2028, dengan layanan komersial atau entry into service pada awal 2029.

 Dua varian

Vela Alpha memakai konfigurasi lift-and-cruise dengan sistem distributed electric propulsion berbasis sembilan motor listrik independen. Pesawat lepas landas dan mendarat secara vertikal, lalu bertransisi ke mode jelajah memakai sayap.

Kabinnya dirancang untuk satu pilot dan hingga enam penumpang, dengan beban muat 550 kg termasuk pilot. Kecepatan jelajahnya diklaim sampai 250 km per jam.

Tersedia dua varian. Versi listrik murni atau eVTOL diklaim menjangkau 150 km untuk rute perkotaan. Versi hibrida-listrik atau hVTOL memakai turbogenerator dan diklaim menjangkau 500 km untuk misi regional.

Vela Aero menyatakan seluruh spesifikasi tersebut masih bisa berubah mengikuti hasil uji terbang, perkembangan densitas energi baterai, kebutuhan bobot muatan, dan parameter sertifikasi akhir.

"Kami tidak sekadar membangun pesawat, melainkan mengorkestrasi ekosistem AAM terintegrasi untuk membawa Indonesia menjadi pusat inovasi aviasi dan pemegang IP teknologi kedirgantaraan terdepan di Asia Tenggara," tulis keterangan resmi. (fea)
 

  🛩
  CNN  

Jumat, 28 Agustus 2026

Visi Strategis MRO di Bandara Kertajati Bagi Pertahanan Negara

  👷 🛩  Ilustrasi (Japos) 

Pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) tidak semestinya dipandang sekadar sebagai proyek untuk meningkatkan utilisasi bandara. Lebih jauh, Kertajati memiliki peluang menjadi bagian dari strategi membangun kemandirian industri kedirgantaraan nasional.

MRO merupakan mata rantai penting dalam industri penerbangan. Pesawat yang diproduksi di dalam atau luar negeri tetap membutuhkan perawatan, perbaikan, modernisasi, penyediaan suku cadang, rekayasa, serta dukungan teknis sepanjang siklus hidupnya. Negara yang hanya mampu membeli pesawat, tetapi tidak mampu merawat dan meningkatkan kemampuannya secara mandiri, pada akhirnya tetap memiliki ketergantungan strategis.

Karena itu, pengembangan Kertajati perlu dilihat dalam perspektif yang lebih luas: sebagai upaya membangun ekosistem industri, sumber daya manusia, teknologi, dan jasa kedirgantaraan yang dapat memperkuat kepentingan ekonomi sekaligus pertahanan nasional.

 *Belajar dari MRO Negara Berkembang Lain*

Pengalaman sejumlah negara menunjukkan bahwa pusat MRO yang berhasil tidak lahir hanya karena memiliki hanggar dan landasan yang memadai. Daya saingnya dibangun melalui kombinasi tenaga kerja terampil, sertifikasi internasional, kemampuan rekayasa, ketersediaan suku cadang, dukungan logistik, lembaga pendidikan, industri komponen, dan kepastian regulasi.

Brasil memberikan pelajaran penting. Melalui Embraer, negara tersebut tidak hanya membangun kemampuan manufaktur pesawat, tetapi juga mengembangkan jaringan services and support yang mencakup pemeliharaan, perbaikan, peningkatan kemampuan, suku cadang, pelatihan, dan dukungan teknis.

Ekosistem kedirgantaraan di sekitar Embraer, kota São José dos Campos, juga menunjukkan pentingnya konsentrasi industri. Pusat riset, perguruan tinggi, perusahaan rekayasa, pemasok komponen, dan fasilitas pengujian berkembang dalam satu lingkungan. Kekuatan seperti itu sulit dibangun jika MRO hanya dipandang sebagai kegiatan perawatan pesawat.

Pengalaman Helibras di Brasil juga memperlihatkan bagaimana kemampuan pemeliharaan dapat berkembang menjadi kemampuan industri yang lebih luas melalui integrasi, modernisasi, pelatihan, dan dukungan sepanjang siklus hidup helikopter.

Di Asia, Malaysia dan Singapura memberikan pelajaran berbeda. Malaysia memiliki pengalaman panjang dalam MRO pesawat komersial dengan dukungan tenaga terlatih, jaringan penerbangan regional, dan kepatuhan terhadap standar internasional. Singapura, melalui ST Engineering Aerospace, membangun jaringan MRO yang melayani berbagai pasar internasional.

Keduanya menunjukkan satu hal: menjadi pusat MRO regional bukan terutama persoalan ukuran wilayah atau jumlah hanggar. Yang menentukan adalah kualitas layanan, sertifikasi, keandalan, kemampuan teknis, logistik, serta kepercayaan pelanggan.

Maroko juga menarik untuk dicermati. Negara tersebut mengembangkan industri kedirgantaraan dengan menggabungkan MRO, manufaktur komponen, rekayasa, pendidikan vokasi, dan investasi asing. Dari sini terlihat bahwa MRO dapat menjadi pintu masuk menuju industri yang lebih dalam, termasuk produksi komponen dan pengembangan kemampuan rekayasa.

Meksiko menunjukkan pola serupa melalui pengembangan kawasan kedirgantaraan yang menghubungkan MRO, manufaktur komponen, pelatihan, dan jasa rekayasa. Sementara itu, Afrika Selatan memperlihatkan pentingnya kesinambungan kemampuan teknis, riset, serta hubungan antara kebutuhan pertahanan dan industri nasional.

Pengalaman negara-negara tersebut tidak dapat disalin begitu saja. Kondisi Indonesia berbeda. Namun, terdapat pola universal: MRO yang kuat selalu tumbuh dari ekosistem industri yang kuat.

 *Bukan Sekedar Hanggar Pemeliharaan*

Pelajaran dari MRO negara-negara lain sangat relevan bagi Kertajati. Kawasan ini sebaiknya tidak dirancang hanya sebagai tempat pesawat datang, diperbaiki, kemudian pergi kembali.

Kertajati perlu dipikirkan sebagai aerospace cluster yang menghubungkan MRO sipil dan militer dengan pendidikan, pelatihan, engineering, riset, industri komponen, pengujian, sertifikasi, perguruan tinggi, serta jaringan pemasok.

Jika ekosistem tersebut terbentuk, manfaat ekonominya akan jauh lebih besar. Kertajati tidak hanya menciptakan lapangan kerja bagi teknisi, tetapi juga mendorong tumbuhnya perusahaan komponen, jasa rekayasa, logistik, pendidikan vokasi, dan penelitian.

Investasi asing juga sangat diperlukan. Namun, investasi seharusnya tidak berhenti pada pembangunan fasilitas dan penciptaan lapangan kerja. Investasi harus menjadi instrumen transfer kemampuan.

Pelatihan teknisi Indonesia, sertifikasi tenaga kerja, pengembangan engineering, keterlibatan industri nasional, peningkatan kemampuan perbaikan komponen, dan penguasaan teknologi harus menjadi bagian dari desain kerja sama.

Ukuran keberhasilan investasi bukan hanya berapa besar modal yang masuk, tetapi berapa besar kemampuan yang menetap di Indonesia setelah investasi tersebut berlangsung.

 *MRO dan Pertahanan*

Perspektif ini menjadi semakin penting ketika dikaitkan dengan pertahanan.

MRO pertahanan bukan sekadar persoalan efisiensi biaya. Ia berkaitan langsung dengan kesiapan operasional dan kedaulatan negara. Ketergantungan yang terlalu besar pada fasilitas pemeliharaan di luar negeri dapat menjadi persoalan ketika terjadi krisis, konflik, pembatasan ekspor, atau gangguan rantai pasok global.

Karena itu, kemampuan MRO nasional merupakan bagian dari defence industrial base. Setiap pengadaan alutsista semestinya tidak berhenti pada pembelian platform. Negara juga harus memikirkan bagaimana alutsista tersebut dirawat, diperbaiki, dimodernisasi, dan didukung selama puluhan tahun masa pakainya.

Di sinilah kebijakan pengadaan pertahanan perlu dihubungkan dengan kebijakan industri.

Pengadaan, transfer teknologi, pengembangan SDM, pembangunan fasilitas MRO, pengembangan komponen, riset, dan penguatan industri nasional harus dirancang sebagai satu kesatuan. Dengan pendekatan tersebut, setiap pembelian alutsista dapat menjadi kesempatan untuk memperbesar kemampuan industri dalam negeri.

Kertajati berpotensi menjadi salah satu titik temu dari berbagai kepentingan tersebut.

 *Dari Bandara Menjadi Ekosistem*

Dengan pasar penerbangan yang besar dan posisi geografis Indonesia yang strategis, Kertajati memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi salah satu simpul MRO di Asia Tenggara. Namun, peluang tersebut tidak boleh dianggap sebagai posisi yang sudah tercapai.

Untuk menjadi pusat MRO regional, Kertajati harus mampu menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar fasilitas fisik: kualitas teknisi, sertifikasi internasional, kecepatan pengerjaan, ketersediaan komponen, dukungan rekayasa, kepastian regulasi, dan kepercayaan pelanggan.

Jika kemampuan tersebut berhasil dibangun, pesawat dari negara-negara kawasan dapat dirawat di Indonesia. Devisa yang selama ini keluar untuk MRO luar negeri dapat dikurangi. Pada saat yang sama, Indonesia dapat memperoleh devisa dari ekspor jasa MRO.

Lebih penting lagi, terbentuk kemampuan teknologi yang menetap di dalam negeri.

Karena itu, pembangunan Kertajati sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan berapa banyak pesawat yang dapat ditangani atau berapa besar investasi yang masuk. Pertanyaan yang lebih strategis adalah: kemampuan apa yang akan dikuasai Indonesia dalam 10, 20, atau 30 tahun mendatang?

Jika jawabannya mencakup teknisi yang semakin unggul, industri komponen yang semakin kuat, kemampuan rekayasa yang semakin mandiri, sertifikasi internasional yang semakin luas, serta kemampuan merawat dan memodernisasi alutsista secara nasional, maka Kertajati benar-benar menjadi proyek strategis.

Kertajati pada akhirnya bukan sekadar persoalan sebuah bandara. Ia adalah kesempatan untuk membangun ekosistem kedirgantaraan Indonesia.

Jika dikembangkan dengan visi jangka panjang, didukung kebijakan yang konsisten, pembiayaan yang jelas, target terukur, serta keputusan resmi yang kuat, Kertajati berpeluang menjadi salah satu fondasi industri kedirgantaraan nasional dan, pada waktunya, berkembang menjadi pusat MRO regional.

Ukuran keberhasilannya bukan sekadar berdirinya hanggar atau besarnya investasi. Ukuran yang sesungguhnya adalah lahirnya kemampuan nasional yang sebelumnya harus dibeli dari luar negeri.

Di situlah makna strategis Kertajati bagi kemandirian industri pertahanan Indonesia.

Oleh: Marsda TNI Dr. Budhi Achmadi, M.Sc)

  👷 
Japos  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More