blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Unhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 September 2025

Kemhan Rapat KOM Offset Pengadaan Kapal Frigate Jenis FREMM dan Dukungannya

KOM offset pengadaan Frigate (Dittekindhan)

Dir Tekindhan Ditjen Pothan Kemhan - Marsma TNI Dedy Laksmono, S.E., S.T. ,MM., memimpin rapat _Kick off Meeting Offset_ Pengadaan (A) Kapal Frigate Jenis FREMM dan Dukungannya di Ruang Rapat Dit Tekindhan Ditjen Pothan Kemhan, Lantai 1 Gedung R. Suprapto Kemhan.

Rapat ini dihadiri oleh Kasubdit Dit Tekindhan Ditjen Pothan Kemhan, staf KKIP, staf Pusalpalhan Baranahan Kemhan, Tim Ahli, PT. Noahtu, PT. Batamec, PT. Prima Maju Mapan, Universitas Pertahanan, PT. Len Industri (Persero), PT. STTAL, PT. Dieselindo, PT. NTP, PT. TMI (Teknologi Militer Indonesia), PT. Pindad, dan Perwakilan Fincantiery, S.P.A. Italia.

Pengadaan Alpalhankam dengan mekanisme ofset pertahanan merupakan salah satu langkah pemerintah agar Industri Pertahanan dapat mandiri.

Dengan mekanisme ofset diharapkan Industri Pertahanan dapat belajar teknologi yang dibutuhkan dalam pengembangan teknologi Alpalhankam untuk kemandirian Industri Pertahanan di masa mendatang.

Pada rapat ini pihak Fincantieri, S.P.A. menyampaikan detail setiap aktifitas dan timeline pelaksanaan Kandungan Lokal dan Ofset kepada penerima ofset.

  👷 
Dittekindhan  

Minggu, 29 Juni 2025

[Infografis] Satelit Nano RIDU SAT-1

Infografis  (antara) 🛰

Satelit RIDU SAT-1 dikembangkan oleh para kadet dan sivitas akademika Unhan RI bersama Berlin Nanosatelliten Allianz (BNA), serta didukung BRIN dan AMSAT-ID.

RIDU-Sat 1 kini mengorbit di ketinggian 519 km dan difungsikan untuk mendukung pendidikan, penelitian, dan komunikasi darurat.

Satelit berukuran 10x10x11,3 cm (1U) ini didesain untuk pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi satelit.

RIDU-Sat 1 berfungsi sebagai sarana Automatic Packet Reporting System (APRS) yang andal untuk komunikasi darurat, seperti bencana alam, terutama di wilayah terdepan dan terluar Indonesia.

Kolaborasi dengan AMSAT-ID juga memungkinkan penelitian komunikasi satelit yang terhubung dengan komunitas radio amatir global.

  📡
antara  

Kamis, 26 Juni 2025

Unhan RI Sukses Luncurkan Satelit Nano Indonesia, RIDU-Sat 1

  🛰  Kerjasama BNA, didukung peneliti BRIN dan AMSAT-ID 🛰 Satelit Nano Indonesia, RIDU-Sat 1 sukses diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 Transporter 14 Rideshare milik SpaceX (Kemhan)

Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) mencatat sejarah baru dengan sukses meluncurkan satelit nano RIDU-Sat 1 pada Selasa, 24 Juni 2025, pukul 05.26 WIB. Peluncuran menggunakan roket Falcon 9 Transporter 14 Rideshare milik SpaceX ini menandai era baru penguasaan teknologi satelit di Indonesia melalui program riset universitas.

Keberhasilan ini merupakan komitmen Kementerian Pertahanan RI di bawah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin untuk memperkuat SDM STEM, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto. Program RIDU-Sat, yang digagas Presiden Prabowo Subianto saat menjabat Menhan pada 2023, memberi kesempatan Kadet Mahasiswa dan sivitas akademika Unhan RI untuk mendalami teknologi satelit dari desain hingga operasional.

Rektor Unhan RI, Letjen TNI (Purn) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., menegaskan bahwa penguasaan teknologi satelit harus mampu memberi manfaat strategis bagi kedaulatan, kemandirian, dan kesejahteraan bangsa. Program RIDU-Sat akan terus berlanjut.

RIDU-Sat 1 melanjutkan pengembangan satelit nasional tingkat universitas, setelah inisiatif seperti Linusat-1 (2011) dan peluncuran sukses Surya Satelit 1 (SS-1) oleh Universitas Surya (2022). Dengan dukungan Kemhan RI, RIDU-Sat 1 kini mengorbit pada ketinggian 519 KM dengan pola orbit polar.

Unhan RI juga menjadi universitas pertama di Indonesia yang menjadi operator satelit nano dengan membangun Stasiun Bumi Satelit Amatir (SBSA).

RIDU-Sat 1 dikembangkan kolaboratif oleh Unhan RI bersama Berlin Nanosatelliten Allianz (BNA), didukung peneliti dari Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN dan Amatir Satelit Indonesia (AMSAT-ID). Kolaborasi dengan BNA ini memungkinkan Kadet Mahasiswa dan dosen mengikuti kursus langsung perakitan, integrasi, dan pengujian satelit nano di Berlin, Jerman.

Satelit berukuran 10x10x11,3 cm (1U) ini didesain untuk pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi satelit. RIDU-Sat 1 berfungsi sebagai sarana Automatic Packet Reporting System (APRS) yang handal untuk komunikasi darurat, seperti bencana alam, terutama di wilayah terdepan dan terluar Indonesia. Kolaborasi dengan AMSAT-ID juga memungkinkan penelitian komunikasi satelit yang terhubung dengan komunitas radio amatir global.

Sejalan dengan misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, program RIDU-Sat diharapkan berkelanjutan dan menginspirasi pembangunan ekosistem teknologi satelit nasional, serta mewujudkan Unhan sebagai Universitas berkelas dunia. (Biro Infohan Setjen Kemhan).

  📡 
Kemhan  

Senin, 10 Maret 2025

Infoglobal Dan Unhan RI Jalin Kerjasama Kembangkan Satelit Nano

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkMtL75VOZ6IwEEu_RVvZX4F9ArIYja-m9UvNtmC0y0hBcLhwVRvj_mRF026nNNdX_a868dXH94ed5QekHjCtW6bbvG_M4xlPoH-QxH5fJDDbNSFtG9wAcc0df3BKGeb8hnU5wJ5hZfk4-UncwXydfbEnsTcFM83vkGpgc22Utz7RY9AJFqzZ0czA3H8AS/s1032/Infog_0.jpg(Infoglobal)

P
erusahaan Industri Pertahanan Indonesia yang telah go international, PT. Infoglobal Teknologi Semesta (Infoglobal) kembali menerima kunjungan tim RIDU-Sat (Republic of Indonesia Defense University Satellite) Universitas Pertahanan RI (Unhan RI), 37 mahasiswa Unhan RI meninjau kemajuan pengembangan teknologi satelit nano yang dilakukan tim riset Infoglobal bersama Tim RIDU-Sat Unhan RI.

Kunjungan tim RIDU-Sat Unhan RI yang dipimpin oleh Kapusbang Kolab. Internasional LPPN Unhan, Kol. Laut. Imanuel Dindin, S.T., M.Eng., M. Tr.Hanla., Ph.D ini disambut langsung oleh CEO Infoglobal, Ir. Adi Sasongko di workshop utama Infoglobal, Jalan Dinoyo Surabaya pada hari Jumat tanggal 28 Februari 2025.

Kunjungan tersebut merupakan kegiatan studi lapangan untuk memperoleh informasi terbaru terkait teknologi satelit nano yang telah berhasil dikembangkan oleh PT. Infoglobal. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerjasama antara Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) dan PT. Infoglobal dalam rangka meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang teknologi satelit nano dalam negeri melalui program RIDU-Sat

RIDU-Sat adalah sebuah inisiatif kerjasama strategis yang bertujuan membangun satelit nano Indonesia. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara kadet mahasiswa Unhan dengan dosen dan praktisi, Unhan RI, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Komunitas Orari, serta periset dan fasilitas PT. Infoglobal Teknologi Semesta.

Kolonel Laut Imanuel Dindin, sebagai Perwakilan Unhan RI, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan agar mahasiswa Unhan RI yang tergabung dalam tim RIDU-Sat dapat mempelajari teknologi pertahanan secara umum serta ilmu teknologi satelit dari PT. Infoglobal, sehingga dapat memperkuat kemandirian dalam penguasaan teknologi dan membantu pertahanan negara. Beliau juga menyampaikan terima kasih atas sambutan baiknya dan mengapresiasi kemampuan PT. Infoglobal dalam memproduksi peralatan pertahanan hasil riset dengan kerjasama dari stakeholder pertahanan Indonesia.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiznbWscV9dhaiPqkBEERRxc3khcC9aN3pgqottMqcbyc09Ul9iqK1ZIRvRnkG4NQgGIuwdZMymjiwXwWTTlfuOdQO_klyAM0h5VSTSvy3RCym__ZUiHKNpEr4FQqELxQDyFZG6MofsbImWUpFlLe9oWKRD3mvfK0aYaF81uNvhhhVz26NfCNDRx34tVhF-/s1350/Infog_1.jpgPada kesempatan ini, Adi Sasongko, selaku CEO Infoglobal, menyampaikan bahwa merupakan suatu kebanggaan bagi PT. Infoglobal dapat menjalin kerjasama dengan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) dalam pengembangan satelit nano. Selain itu, Infoglobal juga telah membangun kemitraan dengan Kementerian Pertahanan, TNI AU, TNI AL, TNI AD, dan pemangku kepentingan di bidang pertahanan seperti Dislitbangau, PT DI, PT LEN, dan PINDAD selama 30 tahun terakhir dalam pengembangan teknologi penerbangan, komunikasi data, sistem radar militer, avionik, serta pembuatan pesawat terbang dan pesawat tanpa awak. Termasuk kegiatan reverse engineering pesawat tempur TNI AU untuk mendukung kesiapan operasi. Semua ini telah berhasil menjadikan Infoglobal sebagai salah satu dari sedikit perusahaan avionik pertahanan di belahan bumi bagian selatan yang sukses memasarkan produk-produk avioniknya ke negara-negara sahabat di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Selatan.

Infoglobal sendiri saat ini telah berhasil menjalin kerjasama strategis dengan AMMROC (Advanced Military Maintenance, Repair, and Overhaul Center), penyedia layanan MRO penerbangan militer terkemuka yang berbasis di Abu Dhabi, UEA melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani oleh CEO Infoglobal Adi Sasongko dan CEO AMMROC, Jasem Al Marzooqi pada International Defense Exhibition and Conference (IDEX) 2025 yang baru lewat di ADNEC, Abu Dhabi, UAE pada 19 Februari 2025. Infoglobal mengikuti pameran dengan booth tersendiri yang berhasil mengundang perhatian dan tawaran kejasama dalam proyek pembuatan dan perawatan alutsista militer, khususnya di bidang penerbangan.

Acara studi lapangan dilanjutkan dengan kegiatan pemaparan teknologi satelit nano yang sedang dikembangkan Infoglobal selain pemaparan tentang hasil riset dan produksi Infoglobal yang telah sukses melayani kebutuhan pertahanan dalam negeri dan luar negeri. Sebagai salah satu industri pertahanan yang memiliki kemampuan dalam pengembangan teknologi pertahanan, khususnya satelit, PT. Infoglobal mendukung program ini dengan turut serta mengembangkan teknologi satelit nano berukuran 1U dan 3U. Semua komponen dirancang dan dibuat sendiri oleh tim pengembangan satelit Infoglobal, dengan sasaran tidak saja utuk satelit nano namun untuk pengembangan satelit yang lebih besar bagi kepentingan pertahanan secara mandiri. Hal ini terkait dengan dukungan Infoglobal untuk program Network Centric Warfare di lingkungan TNI, khususnya bersama TNI AU.

Sementara RIDU-Sat sendiri saat ini menjadi program inovatif yang didukung oleh Kementerian Pertahanan RI untuk mendorong kemampuan mahasiswa dan civitas akademika dalam mengembangkan teknologi satelit, yang merupakan pilar penting dalam menciptakan sumber daya manusia pertahanan yang unggul untuk menghadapi tantangan teknologi, baik untuk kepentingan pertahanan atau kepentingan pembangunan nasional ke depan. Kolaborasi dalam pembangunan teknologi satelit ini merupakan bagian dari komitmen Infoglobal untuk mendukung kemandirian teknologi nasional dan pertahanan Republik Indonesia.

  📡 InfoGlobal  

Minggu, 20 Oktober 2024

Kemhan Kembangkan Teknologi Satelit Nano

https://www.kemhan.go.id/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241018-WA0068-768x512.jpgKemhan Kembangkan Teknologi Satelit Nano (Kemhan) 🛰

K
ementerian Pertahanan Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto terus berkomitmen meningkatkan kemampuan generasi muda Indonesia dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Salah satu program yang tengah diinisiasi Menhan Prabowo adalah pengembangan teknologi satelit nano melalui program Republic of Indonesia Defense University Satellite (RIDU-Sat) oleh Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI).

Program pengembangan satelit nano ini bertujuan untuk mendukung minat para mahasiswa dan sivitas akademika, yang merupakan pilar penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul agar mampu menghadapi tantangan teknologi di masa depan. Program ini diharapkan akan mempercepat penguasaan teknologi satelit yang sangat penting untuk kemajuan Indonesia.

Sebagai langkah awal, Unhan RI bekerja sama dengan Berlin Nanosatelliten Allianz (BNA), sebuah lembaga berbasis di Jerman yang memiliki lisensi pengembangan CubeSat dari Technische Universität Berlin/Universitas Teknik Berlin (TU Berlin). BNA telah memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam membangun dan meluncurkan lebih dari 25 satelit untuk keperluan edukasi dan misi teknologi tingkat lanjut, terutama satelit kecil yang kini menjadi tren global.

Kolaborasi dengan institusi ternama tersebut dilakukan dalam rangka mempercepat penguasaan teknologi satelit nano yang kini berkembang pesat, mengingat metode konvensional dalam membangun satelit membutuhkan waktu yang lama. Untuk itu Rektor Unhan RI Jonni Mahroza melakukan tindaklanjut percepatan tersebut dengan mengirim perwakilan tim RIDU-Sat yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ke BNA di Berlin agar mempelajari bagian-bagian utama ilmu pengetahuan dan teknologi satelit, seperti desain misi satelit, desain payload, persyaratan dan kendala, satellite platform, global supply chain dan pengetahuan relevan lainnya.

Program tahap pertama RIDU-Sat ini akan membantu sivitas akademika Unhan RI dalam mempelajari ilmu satelit nano serta pengoperasiannya. Bersama BNA, Unhan RI tengah membangun satelit nano berukuran 1U dengan misi Automatic Packet Reporting System (APRS) yang merupakan salah satu mode komunikasi digital amatir berbasis satelit. Tim RIDU-Sat juga mengembangkan stasiun bumi (ground station) yang berperan penting dalam mengoptimalkan fungsi satelit yang dikembangkan, serta mendukung operasi satelit lainnya sebagai bagian dari edukasi terkait pengoperasian satelit. Stasiun ini, yang dikenal sebagai Stasiun Bumi Satelit Amatir (SBSA), berlokasi di Kampus Unhan RI di Sentul, Jawa Barat.

Selain bekerja sama dengan Jerman dalam program ini, Unhan RI juga bekerja sama dengan Pusat Riset Teknologi Satelit – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ini menunjukkan wujud nyata kolaborasi antara berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem teknologi satelit di Indonesia.

Program RIDU-Sat diharapkan menjadi inspirasi bagi para peneliti dan praktisi satelit di Indonesia, serta mendukung cita-cita nasional untuk memajukan teknologi eksplorasi luar angkasa dan penelitian global yang sejalan dengan kepemimpinan Menhan Prabowo Subianto. (Biro Humas Setjen Kemhan)

 
📡 Kemhan  

Senin, 26 Agustus 2024

Pembentukan Akademi Pelatihan Unhan-Thales

 Ada Komunikasi Rafale-Air C2 dan Perang Elektronik 
https://cdn.indonesiadefense.com/wp-content/uploads/2024/08/Humas-Unhan-RI.jpg(Unhan)

Universitas Pertahanan (Unhan) RI dan PT Thales Indonesia menyepakati Pembentukan Akademi Pelatihan Unhan-Thales. Hal ini ditandai dengan pertemuan Plt Rektor Unhan RI, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Jonni Mahroza dan Presiden Direktur PT Thales Indonesia, Olivier Rabourdin beberapa waktu lalu di Kampus Pascasarjana Unhan RI, Jakarta Pusat.

Kami menyambut baik kesempatan ini untuk memperluas kerja sama dengan PT Thales Indonesia, terutama dalam hal peningkatan Sumber Daya Manusia melalui Transfer of Technology, serta pengembangan teknologi militer dan sistem keamanan siber di Indonesia,” kata Jonni seperti dikutip dari keterangan resmi Humas Unhan RI, Jumat, (23/8).

Hal yang sama diungkapkan Presiden Direktur PT Thales Indonesia, Olivier Rabourdin, dalam kesempatan menjelaskan bahwa tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk mendiskusikan potensi kolaborasi lebih lanjut antara Unhan RI dan Thales dalam bidang pendidikan dan pelatihan, guna mendukung kebutuhan sumber daya pertahanan Indonesia melalui pembentukan Akademi Pelatihan Unhan RI-Thales.

Tahap Pertama Libatkan 20 Mahasiswa S1-S3

Disepakati dalam pertemuan tersebut yaitu pada tahap pertama dari rencana kerja sama ini mencakup pengembangan dan pelaksanaan program pelatihan yang akan memenuhi kebutuhan Kementerian Pertahanan (MoD) Indonesia dalam hal tenaga kerja terampil di bidang pertahanan dan industri.

Program Pelatihan Percontohan (PTP) yang diusulkan Thales akan berlangsung selama 3 bulan dengan pendekatan hibrida akademik dan industri,” bunyi kutipan Humas Unhan RI.

Program ini bertujuan untuk melatih staf MoD dalam lima domain utama yang akan disepakati bersama MoD, yaitu :

★​ Komunikasi (Radio & Datalink): Fokus pada interoperabilitas antar sistem, seperti komunikasi antara pesawat tempur Rafale dan Air C2.

★​ Radar: Memanfaatkan instalasi radar Thales yang besar di Indonesia dan usaha patungan (JV) dengan PT Len Industri.

★​ Keamanan Siber: Menjawab kebutuhan besar Indonesia dalam keamanan siber, terutama setelah serangan ransomware LockBit terhadap Imigrasi Indonesia pada Juni 2024.

★​ Perang Elektronik (Electronic Warfare): Dianggap sebagai topik kunci bagi masa depan Angkatan Bersenjata Indonesia.

★​ Sonar: Menjawab peluang besar di Indonesia, dengan sedikitnya insinyur berpengalaman di Angkatan Laut.

Program Sertifikasi Profesional, direncanakan berlangsung selama 3 bulan sebagai langkah awal peluncuran akademi selama 3 tahun pertama,” tulis Humas Unhan RI.

Setiap modul pelatihan akan mencakup sekitar 200 jam dengan melibatkan 20 mahasiswa S1, S2, dan S3 Unhan RI per modul. Thales akan memimpin sepertiga dari total waktu pelatihan (66,67 jam) dengan menghadirkan pakar teknis serta peralatan pelatihan dari Thales, sementara dua pertiga lainnya (133,33 jam) akan dipimpin oleh dosen Unhan RI.

Setiap modul akan terdiri dari kombinasi kursus teori dan praktik, dengan rencana pembangunan laboratorium yang dilengkapi dengan peralatan Thales untuk mendukung kursus praktik. Program kerja sama antara Unhan RI dan Thales ini diharapkan dapat dimulai pada pertengahan 2025,” tutup keterangan Humas Unhan RI. (rr)

  ★ IDM  

Rabu, 06 Juli 2022

Unhan RI Laksanakan Workshop Pengembangan Teknologi Kapal Selam

⚓️ Bersama ThyssenKrupp Jerman [idu.ac.id]

Rektor Universitas Pertahanan RI, Laksamana Madya TNI Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, M.Sc., DESD, ASEAN Eng., diwakili oleh Wakil Dekan Fakultas Teknologi Pertahanan (FTP) Unhan RI Marsekal Pertama TNI Dr. Ir. Rudy Agus Gemilang Gultom, M.Sc., CEH., CIQaR., membuka kegiatan workshop on Air Independent Propulsion System on 214 Type Submarine by ThyssenKrupp Marine System Sesion II. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari workshop Sesion I yang diselenggarakan pada bulan April 2022. Pelaksanaan Sesion II ini, berlangsung secara daring melalui zoom meeting dan Luring, bertempat di Lantai 8, Kampus Pascasarjana (S2) Unhan RI, Jalan Salemba Raya No.14, Jakarta Pusat. Selasa (5/07/2022).

Workshop Sesion II ini menghadirkan pembicara Vice President Sales South East Asia Thysenkrupp Marine System GMBH, Mr. Alexander Michael, Head Of Product Management Submarines Thysenkrupp Marine System GMBH, Mr.Gebhard Heizmann-Bartels, dan Executive Director Bussiness Unit Naval Weapons Atlas Electronic, GMBH, Mr. Dr.-Ing. Felix-ingo Meiborg, MBA., dengan moderator Dosen Fakultas Teknologi Pertahanan Unhan RI, Dr. Maykel T. E. Manawan, S.Si., M.Si.

Melalui sambutan Rektor Unhan RI, yang dibacakan oleh Wakil Dekan FTP Unhan RI, menyampaikan bahwa kebutuhan kapal selam dalam memperkuat armada angkatan laut merupakan tuntutan logis yang perlu segera dipersiapkan dalam menghadapi tantangan ke depan. Kapal selam dengan nilai strategis dan kerahasiaan merupakan sistem senjata utama yang sangat handal.

Terutama dalam menjaga kedaulatan negara kita, termasuk kemampuan untuk bertindak efektif dalam menciptakan efek gentar. Seperti peralatan tempur lainnya, permintaan kapal selam dengan teknologi tinggi telah menjadi modal dasar bagi Kementerian Pertahanan dalam menentukan spesifikasi teknis kapal selam dengan kemampuan dan teknologi terbaik.

Keberadaan kapal selam berteknologi tinggi, telah dikaji sebagai salah satu sistem pertahanan utama yang akan mampu secara efektif meningkatkan kemampuan Tentara Nasional Indonesia, dalam fungsinya menegakkan kedaulatan, mempertahankan wilayah dan menjaga keselamatan bangsa melalui sistem pertahanan nasional yang kuat.

Teknologi kapal selam yang semakin canggih, tentunya hanya dapat diperoleh dengan sistem pengadaan untuk sistem pertahanan. Dengan mengedepankan keberlangsungan teknologi yang mampu menjawab tantangan ke depan melalui tindakan yang tepat. Sejarah juga membuktikan bahwa keberadaan kapal selam angkatan laut, hingga saat ini sangat handal dalam melakukan operasi dan latihan berdasarkan kerahasiaan dan nilai strategis tempur yang sangat tinggi.

Oleh karena itu, dalam lintasan sejarah Indonesia, unit kapal selam selalu memainkan peran dominan dalam mendukung misi atau operasi. Kemhan RI terus berupaya memperkuat kapasitas TNI AL untuk melakukan pengadaan kapal selam, selain itu juga dapat diandalkan dalam transfer manfaat teknologi dalam pelayanan strategis.

Workshop ini terdiri dari dua sesi, untuk sesi pertama pembahasan topik “Combat Management System”, dipaparkan oleh Mr.Gebhard Heizmann-Bartels. Sesi kedua topik pembahasan tentang “Weapon System”, dipaparkan oleh Dr.-Ing. Felix-Ingo Meiborg, MBA.

Workshop ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Startegi Pertahanan, Mayjen TNI Dr. Priyanto, S.I.P., M.Si (Han)., Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan, Mayjen TNI Dr. Ir. Susilo Adi Purwantoro, S.E., M.Eng.,Sc., CIQnR., CIQaR., IPU., CIPA., ASEAN Eng., Kapuslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan RI Laksma TNI Dr. Arif Harnanto, S.T, M.Eng, Atase Pertahanan (Athan) Kedubes Jerman Kolonel Thomas Brillisauer, Perwakilan dari KKIP yaitu, Kabid Perencanaan Laksda TNI (Purn) Darwanto, Sahli Pertahanan Laut, Laksda TNI (Purn) Mulyadi dan Koorspri KKIP, Kolonel (Purn) Victor, perwakilan pejabat dari Mabes TNI dan Mabes Angkatan, serta seluruh civitas akademika Fakultas Teknologi Pertahanan Unhan RI. (Humas Unhan RI)

 ⚓️  Idu ac  

Jumat, 15 Oktober 2021

Mahasiswa FTP Unhan Laksanakan Penelitian

 Ketika Kuliah Kerja Dalam Negeri

Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan (FTP) Unhan melaksanakan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) dengan melaksanakan Penelitian hari ke-6 ke PT Citra Shipyard, Nongstra Digital Park, dan PT Palindo Marine Shipyard di Batam, dipimpin oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertahanan Unhan Romie Oktovianus Bura, B.Eng (Hons.), MRAeS, Ph.D, bertempat di Batam. Sabtu, (29/2).

Kegiatan penelitian Mahasiswa FTP Unhan berjumlah 48 mahasiswa dihari kelima ini juga didampingi oleh Wakil Dekan Fakultas Teknologi Pertahanan Unhan Brigjen TNI Susilo Adi Purwantoro, S. E., M. M. Eng., M.Sc., Ses LPPM Unhan Brigjen TNI Dr. Joni Widjayanto, Ses. Sos, M.M, Ses LPPPM Unhan Ir. Tristan Soemardjono, M.M, dan para Ses prodi FTP Unhan antara lain Ses Prodi Industri Pertahanan Unhan Kolonel Sus Dr. Drs. Khaerudin, M.M. , Ses Prodi Penginderaan Kolonel Sus Dr. Ir. Rudy A.G. Gultom., M.Sc, Ses Prodi Teknologi Persenjataan Kolonel Arh Dr. R. Djoko Andreas Navalino, S.I.P., M.AB, Ses Prodi Teknologi Daya Gerak Kolonel Kes Dr. Ir. Sovian Aritonang, S.Si., M.Si, serta Ka UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Unhan Kolonel Lek Ir. Andi Sutomo, S.T., S.H., M.Si (Han)., M.Si, Kabag Humas Unhan Sri Murtiana S.Sos, M,M., serta para dosen FTP Unhan.

Prodi Industri Pertahanan (IP) FTP melaksanakan penelitian di PT Citra Shipyard Batam di pimpin oleh Wadek FTP Unhan didampingi oleh Sesprodi Industri Pertahan, Ka UPT Tek Infokom Unhan, Dosen Industri Pertahanan Dr.Jupriyanto, M.T dan Kasubbag TU FTP FTP Unhan dan staff.

Kunjungan dan penelitian ke PT Citra Shipyard (Ship Building & Repair) di terima oleh Direktur Utama Citra Shipyard yaitu Jovan Liau, dihadiri juga oleh General affair manager Citra Shipyard yaitu Sahat Simamora, Commercial Manager Citra Shipyard yaitu Didik Indrawan dan HSE Manager Citra Shipyard yaitu Drijanu.

Dalam kunjungan penelitian ini jelaskan profil perusahaan yang disampaikan secara langsung oleh Direktur Utama, dijelaskan bahwa Perusahaan Citra Shipyard (Ship Building & Repair) dibangun sejak 2006 yang merupakan perusahaan dalam Negeri dan SDM yg bekerja pada perusahaan ini semuanya dari indonesia.

PT. Citra Shipyard memperoduksi Kapal Domestik dan Kapal Luar negeri seperti Singapura dan Korea, adapun Angkatan Laut Philipina dan Myanmar ikut memproduksi kapal dari perusahaan ini. PT. Citra Shipyard juga Membangun kapal aluminium dan ingin melakukan riset untuk membangun kapal selam.

PT. Citra Shipyard memiliki Visi menjadi perusahaan nasional shipyard yg terbaik di indonesia. Kemudian Misinya yaitu produksi Citra Shipyard dapat di akui di dunia internasional.

Tempat pengolahan dan produksi kapal pada PT.Citra Shipyard, antara lain: Dry dock merupakan tempat Perawatan kapal. Baloon Docking merulaka. fasilitas untuk dock kapal diluar hanggar dan Fabrication Area merupaka tempat membuat kapal namun kedepan akan dijadikan workshop. Facilities Shipyard pada perusahaan ini menggunakan teknologi dan alat yang memadai Serta Ship Design Performance Test 3D Modeling And CFD yaitu Proses pengecekan design dan kekuatan serta kecepatan pada kapal dengan melalui modeling dan procesing data.

KN301 Bakamla [ist]

Adapun beberapa jenis Kapal yg dibangun oleh PT Citra Shipyar, yakni: Deck cargo barge untuk mengangkut berupa bahan tambang seperti batubara, batu, bijih besi dan mineral lain. Oil barge yaitu kapal yang membawa minyak kelapa sawit. Crude oil tanker yaitu kapal untuk membawa minyak mentah sebelum di olah menjadi BBM. Terdapat juga Indonesia Navy dan Coast Guard Vessel experience yaitu kapal untuk pasukan khusus. Kapal ini jg digunakan oleh bakamla.

Setelah dilakukan paparan terdapat tanya jawab antara Civitas Unhan dan PT. Citra Shipyard.

Prodi Teknologi Penginderaan (TP) melaksanakan penelitian ke Nongstra Digital Park Batam dipimpin oleh Ses LPPPM Unhan didampingi Ses Prodi Teknologi Penginderaan dan dosen pendamping Dr. Andrian Andaya Lestari, SMIEEE dan Dr. Ir. Achmad Farid W, M.

Sementara Prodi Teknologi Persenjataan (TS) dan Prodi Teknologi Daya Gerak (TDG) melaksanakan penelitian PT Palindo Marine Shipyard dipimpin Dekan FTP Unhan didampingi Ses Prodi TS dan Ses Prodi TDG, Kabag Humas Unhan dan dosen pendamping antara lain Y.H. Yogaswara, S.Si., M.T., Ph.D., Dr. Eng Bambang Joko Suroto dan Dr. Maykel T.E,.

Dalam kunjungan penelitian ke PT Palindo Marine, rombongan KKDN Unhan diterima langsung oleh Bapak Charles selaku Direktur Utama PT Palindo Marine mewakili Presiden Direktur Bapak Harmanto.

KRI Clurit TNI AL {TNI AL]

Direktur Palindo mengapreasiasi kunjungan penelitian mahasiswa Unhan, terlebih pihak Palindo Marine dan Unhan telah melaksanakan penandatangan Kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada bulan Mei 2016 silam.

Manager Engineering PT Palindo Marine Bapak Mukti Syarif Rivai memberikna pemaparan tentang profil perusahaan, dijelaskan bahwa Palindo Marine memproduksi berbagai macam tipe kapal meliputi kapal perang, kapal patroli, ferry penumpang cepat, ferry ro-ro, kapal angkut logistik, kapal SAR, tongkang, tug boat dan bangunanan apung lainnya. Kapal-kapal tersebut terbuat dari bahan material baja, alumnium, fiberglass, maupun kombinasi material baja dan alumnium.

Kapal cepat rudal 40 meter yang sudah diproduksi antara lain KRI Clurit, KRI Kujang, KRI Beladau, KRI Alamang, KRI Surik, KRI Siwar, KRI Parang dan kapal lainnya.

Dekan FTP Unhan dalam kegiatan ini sekaligus mensosialisasikan Unhan yang saat ini tengah membuka penerimaan beasiswa pasca sarjana Unhan dan berharap pegawai Palindo Marine bisa ikut kesempatan menjadi mahasiswa Unhan.

Dekan FTP Unhan juga menyampaikan kunjungan mahasiswa Unhan dalam rangka penelitian, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menyumbang bagi pengembangan teknokogi perusahaan PT Palindo Marine semakin maju sekaligus untuk memperkuat pertahanan negara.

Kunjungan dalam penelitian ini juga dibarengi dengan diskusi yang cukup hangat dan banyak informasi terkait teknologi pembangunan yang dapat digali, diskusi antara mahasiswa dan dosen Unhan dengan pihak Palindo Marine diharapkan dapat menjadi bahan penelitian yang akan dinaikan dalam jurnal internasional dan bermanfaat untuk pengetahuan serta untuk kepentingan pertahanan negara.

Authentikasi : Kabag Humas Unhan

  ★
FTP  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More