blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label KAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAL. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Maret 2024

Koarmada III Serahkan 2 Kapal Patkamla Baru ke Lantamal XIV

Patkamla Jefman III-14-13 milik Lantamal XIV merupakan Patkamla jenis Special Mission Combat Boat yang dibangun di atas galangan PT Palindo Marine Batam.

Pangkoarmada III Laksamana Muda Hersan mengukuhkan dan menyerahkan kapal patroli keamanan laut (patkamla) Jefman dan Matan kepada Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) XIV.

Patkamla Jefman dan Matan tersebut diserahkan kepada Komandan Lantamal XIV Laksamana Pertama Deny Prasetyo melalui upacara yang berlangsung di Distrik Samate Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Rabu (20/3).

Pada kesempatan tersebut, Hersan mengatakan jika kedua kapal patkamla itu akan memperkuat pertahanan di wilayah Sorong maupun Papua Barat Daya.

Sebagai kapal tempur misi khusus, kapal-kapal ini akan berpatroli di wilayah perairan Papua Barat Daya. Kapal ini berkecepatan tinggi sehingga dapat mengejar pelaku pelanggaran-pelanggaran di laut,” kata Hersan, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III, Kamis (21/3).

Sebelumnya, patkamla Jefman dan Matan secara resmi masuk menjadi bagian TNI AL, melalui upacara penyerahan yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, di dermaga utara Baru 1 Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Rabu (20/12) lalu.

  Kecanggihan kapal Jefman dan Matan 
Patkamla Jefman memiliki panjang 20,16 meter, lebar 4,5 meter, dapat memuat 8 anak buah kapal, dan akomodasi untuk pasukan pendarat 14 orang. Kecepatan maksimal 47 knot, jelajah 30 knot, dan ekonomis 15 knot. Kapasitas bahan bakar 3.000 liter dan kapasitas tangki air tawar 500 liter.

Kapal ini juga memiliki Armour Protection Standart Stanag level 2, antipeluru 7,62 mm, dilengkapi satu senjata kaliber 12,7 mm dan dua senjata kaliber 7,62 mm.

Fungsi asasi dari patkamla Jefman ialah untuk melaksanakan pengejaran, penangkapan dan penyelidikan operasi keamanan laut, peperangan khusus antiteror aspek laut, infiltrasi melalui laut serta dirancang mampu melakukan Gerakan Kapal Ke Pantai (GKK) dalam mendukung operasi amfibi.

Patkamla Jefman juga dirancang untuk menghadapi berbagai kerawanan dan penyelundupan melalui selat dan pulau kecil. Dengan adanya kapal ini, diharapkan personel mampu bergerak lebih dinamis dalam patroli dan operasi sesuai perkembangan zaman saat ini.

Sedangkan patkamla Matan memiliki panjang 12,36 meter, lebar 3,5 meter, mampu mengangkut anak buah kapal untuk 5 orang dan akomodasi muat personel 15 orang. Kecepatan maksimal kapal ini 33 knot, jelajah 25 knot, dan ekonomis 12 knot dengan kapasitas tangki bahan bakar 1.000 liter dan tangki air bersih 500 liter. (at)

  ★
IDM  

Senin, 19 Februari 2024

Dua KAL 28 Meter Resmi Perkuat TNI AL

⚓ Produksi Anak Bangsa  KAL Hinako, salah satu kapal baru TNI AL yang baru diserahterimakan dari galangan kapal di Batam, Jumat (16/2/2024). (Gokepri.com/Muhammad Ravi)

Dua Kapal TNI Angkatan Laut (KAL) 28 Meter produksi dalam negeri yaitu KAL Sembulungan II-5-42 dan KAL Hinako I-2-19 secara resmi memperkuat jajaran TNI Angkatan Laut (TNI AL) dimana upacara penerimaan (Delivery Ceremony) dipimpin langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali di galangan kapal PT. Citra Shipyard, Kepulauan Riau, Batam, pada Jumat (16/02) kemarin.

Nama Sembulungan diambil dari nama pantai yang ada di Banyuwangi dan nama Hinako merupakan salah satu pulau yang ada di wilayah Nias. Adapun dua unit KAL ini nantinya akan ditempatkan guna memperkuat satuan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi, yang ada di bawah jajaran Lantamal V Surabaya dan Lanal Nias, Lantamal II Padang.

Dalam Delivery Ceremony kedua kapal ini, diawali dengan penandatanganan berita acara serah terima oleh Dirut PT Citra, Kadisadal, Aslog Kasal, Pangkoarmada I dan Pangkoarmada II yang disaksikan oleh Kasal dan serta PT Citra Shipyard. Acara dilanjutkan dengan upacara peresmian dan pengukuhan Komandan KAL Hinako dan Sembulungan dimana Lettu Laut (P) Heru Kuswanto dikukuhkan sebagai Komandan KAL Hinako dan Lettu Laut (P) Riyanto sebagai Komandan KAL Sembulungan.

Disampaikan oleh Kasal dalam kesempatan ini, KAL 28 meter tersebut memiliki beberapa keunggulan yaitu memiliki 1 unit meriam 20 mm, dan 2 unit meriam 12,7 mm, mampu beroperasi di berbagai medan dan cuaca. "Dengan kecepatan 28 knots dan kelincahan yang dimiliki, KAL 28 ini mampu memenuhi berbagai misi operasi baik infiltrasi, eksfiltrasi, maupun misi SAR secara sangat baik", ujar Kasal.

"Kapal ini juga sangat cocok untuk diperairan-perairan sempit seperti di selat bahkan bisa masuk ke sungai, jadi sangat efektif digunakan dalam operasi Keamanan Laut (Kamla) untuk penegakan hukum di laut. Karena kita tahu banyak sekali penyelundupan-penyelundupan itu dilakukan justru di selat-selat sempit," ungkap Kasal lebih lanjut.

Pengadaan kapal patroli jenis KAL 28 ini merupakan upaya TNI AL dalam rangka melaksanakan tugas pokok matra laut, sekaligus realisasi dari program prioritas pembangunan TNI AL yaitu modernisasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista). TNI AL berkomitmen untuk melaksanakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), serta mengurangi produk impor. Hal tersebut ditegaskan oleh Kasal, dimana langkah ini diambil guna mendukung pemerintah dalam meningkatkan perekonomian, sekaligus sebagai wujud kemandirian bangsa dalam pemenuhan Alutsista dan meningkatkan peran Indonesia dalam rantai suplai global.
 

  💂
 TNI  

Selasa, 05 Desember 2023

KASAL Luncurkan 2 Kapal Baru Karya Anak Bangsa di Batam

 Produk PT Citra Shipyard Kapal baru milik TNI AL diluncurkan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. (Kompas)

Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali meluncurkan dua Kapal Angkatan Laut (KAL) 28 meter di galangan kapal PT Citra Shipyard, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin 4 Desember 2023.

Kedua kapal baru itu dinamai KAL Sembulungan dan KAL Hinako. Kapal ini merupakan bagian integral dari pembangunan kekuatan TNI AL yang diberi nama mengandung makna khusus. Nama “Sembulungan” diambil dari Pantai Banyuwangi, sementara “Hinako” berasal dari salah satu pulau di Nias.

Pembangunan kapal ini dilatarbelakangi oleh luasnya wilayah perairan Indonesia, memperkuat unsur KRI di jajaran TNI AL,” kata Ali.

Dua unit KAL 28 M ini akan ditempatkan memperkuat Lanal Banyuwangi, Lantamal V Surabaya, dan Lanal Nias, Lantamal II Padang.

KAL 28 meter ini merupakan hasil karya anak bangsa dari Galangan PT Citra Shipyard dengan memiliki spesifikasi teknis impresif. Dengan panjang 28,98 meter, lebar 6,20 meter, draught 1,40 Meter, kecepatan maksimum 28 Knots, kecepatan jelajah 18 Knots, kecepatan ekonomis 13,5 Knots, endurance 3 sampai 4 hari.

Kapal ini mampu membawa 15 personel dan menggunakan mesin pokok 2 unit MAN V12-1900 Marine Engine Diesel dan diesel generator 2x Perkins 63 KVA,” kata dia.

Kapal ini dilengkapi dengan peralatan canggih, seperti 1 unit Meriam 20mm dan 2 Unit Meriam 12,7 mm, KAL 28 M siap beroperasi di berbagai medan dan cuaca.

Dengan kecepatan 28 Knots dan kelincahan yang dimiliki KAL 28 M ini mampu memenuhi berbagai misi operasi baik infltrasi, eksfiltrasi maupun misi SAR secara sangat baik,” kata dia.

Ali menegaskan komitmen TNI AL untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) sebagai langkah mendukung perekonomian dan kemandirian bangsa. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam pemenuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dan peningkatan peran Indonesia dalam rantai suplai global.

Pembangunan kapal perang melibatkan serangkaian seremonial, termasuk first steel cutting, keel laying, shipnaming, launching, delivery and receiving, commissioning, dan pengukuhan.

Ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya TNI AL dalam membangun kekuatan untuk menjaga kedaulatan laut Indonesia,” kata dia.

Ali menambahkan, pembuatan kapal ini memakan waktu selama 16 bulan, terhitung dari mulai ditandatanginya kontrak pada 27 September 2022.

Kita akan terus membangun kapal-kapal serupa, dengan produksi dalam negeri. Ini untuk meningkatkan keamanan laut dan menjaga wilayah NKRI,” kata dia. (*)

  ★ Ulasan  

Kamis, 26 Oktober 2023

TNI AL Terima Kapal Patroli 'Yapero'

Produksi Tesco Indomaritim Patkamla Yapero buatan PT Tesco Indomaritim yang akan dipakai untuk Lantamal XI, Merauke, Papua. (Istimewa)

TNI Angkatan Laut menerima satu unit kapal patroli keamanan laut (patkamla) yang diberi nama "Yapero" yang keseluruhan desain-nya dirancang di dalam negeri.

Wakil Kepala Staf TNI AL (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono menyampaikan Kapal Patkamla Yapero dibuat oleh galangan kapal di dalam negeri PT Tesco Indomaritim di Babelan, Bekasi, Jawa Barat.

"Ini merupakan inovasi produk dalam negeri. Untuk bagaimana kami mengantisipasi atau pun memahami konstelasi geografi kita yang terdiri atas selat-selat kecil, sungai-sungai kecil," kata Wakasal saat acara delivery (pengiriman) kapal di Pantai Marina, Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan ada beberapa keistimewaan dari Kapal Patkamla Yapero, di antaranya bagian luarnya yang dilapisi baja sehingga kapal itu antipeluru. Oleh karena itu, kapal teranyar TNI AL itu masuk dalam kategori kapal untuk misi khusus (special mission combat boat), yang nanti pengawalnya juga prajurit dari pasukan khusus.

Walaupun demikian, lapisan baja itu masih diimpor dari luar negeri, begitu juga dengan mesin kapal.

Dengan demikian, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) Kapal Patkamla Yapero mencapai 45 persen.

"45 persen, sekali lagi memang mesin kita harus beli (dari luar negeri, red.), susah ga di situ. Kalau mesin bisa sendiri, (TKDN) bisa 100 persen. Tadi yang baja, buat antipeluru itu kita harus beli. Yang lainnya dalam negeri semua," tutur Wakasal.

Dia menyebut kapal baru itu ditempatkan untuk berpatroli di perairan sekitar Timika, Papua. Artinya, kapal itu berada di bawah naungan Koarmada III tepatnya di bawah jajaran Pangkatan Utama TNI AL (Lantamal) XI Merauke.

"Seperti kita ketahui bersama, di sana intensitas bahayanya cukup tinggi. Nanti kita akan patrolikan di sungai-sungai di Papua. Mudah-mudahan akan bermanfaat. Ini kan berani bertempur di sungai karena dia antipeluru, dilengkapi dengan senjata," ujar Laksdya Heri.

Kapal Patkamla Yapero itu memiliki panjang 18,3 meter, lebar 4,2 meter, dan mampu berlayar dengan kecepatan maksimal 35 knot, kecepatan jelajah 35 knot, dan kecepatan ekonomis 15 knot.

Kapasitas bahan bakar kapal 3.600 liter, sementara kapasitas fresh water tank 300 liter. Kapal Patkamla Yapero dapat menampung akomodasi untuk tujuh kru dan 14 personel.

Kapal itu juga dilengkapi dengan Radar Furuno tipe 1835, magnetic compass voyager, dan echo sounder furuno tipe FCV-688. Kapal juga dilengkapi dengan satu senjata 12,7 mm dan dua senjata 7,62 mm.

Kapal Patkamla Yapero, sebagaimana disampaikan oleh Dinas Penerangan TNI AL, juga dapat bermanuver, yaitu belok tiba-tiba, dan berlayar zig-zag, karena kapal itu dirancang untuk patroli dan pengejaran.

  ★ antara  

Kamis, 01 Desember 2022

TNI AL Pesan Kapal PC 40 - KAL 28

Manfaatkan Industri Dalam Negeri (Dispenal)

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) terus berkomitmen untuk menggunakan produk dalam negeri dalam pembuatan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), dibuktikan dengan dimulai pembuatan Kapal PC 40 dan KAL 28 oleh PT Citra Shipyard Batam, Kepulauan Riau.

"Komitmen itu merupakan bentuk kerja nyata program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono dalam penambahan dan pemenuhan armada TNI AL," kata Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal Laksda TNI Irwan Isnurwanto pada acara First Cutting dan Keel Laying Pembuatan Kapal PC 40 dan KAL 28 di galangan PT Citra Shipyard Batam, Kepulauan Riau, Selasa (29/11/2022).

Asrena Kasal mengatakan kegiatan itu merupakan bagian penting dalam program modernisasi Alutsista yang menjadi salah satu prioritas pembangunan TNI AL.

Menurutnya, kapal Patroli Cepat 40 meter dan KAL 28 meter dimulai pembangunan fisiknya agar dapat menjadi komponen penting TNI AL pada masa mendatang untuk memenuhi tuntutan amanah dan harapan bangsa dan negara dalam melaksanakan pertahanan, keamanan serta melindungi kepentingan bangsa dan negara lewat laut.

Pembangunan kapal PC 40 dan KAL 28 yang memanfaatkan industri dalam negeri ini bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan TNI AL, tetapi juga sebagai langkah kongkrit dan komitmen TNI AL untuk mensukseskan program pemerintah dalam membangun kemandirian industri pertahanan dan pemanfaatan produk dalam negeri.

"Pembangunan Kapal Perang ini dipercayakan kepada PT Citra Shipyard yang merupakan satu dari sekian perusahaan dalam negeri yang ditunjuk TNI AL dalam pembuatan Kapal Perang RI Tahun Anggaran 2022/2023," ungkapnya melalui rilis yang diterima InfoPublik.id.

Proses pembangunan kapal ini juga diawasi Satgas PC 40 dan Satgas KAL 28 yang didukung oleh bintek terkait untuk menjamin proyek pengadaan kapal PC 40 dan KAL 28 dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu.

  ★ Info Publik  

Sabtu, 03 Juli 2021

TNI AL Tambah 2 Kapal Patroli

Jaga kedaulatan di Perbatasan https://detaknews.co.id/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210406-WA0010.jpg2 KAL perkuat TNI AL

TNI Angkatan Laut (AL) akan mengoperasikan dua Kapal Angkatan Laut (KAL) tambahan di wilayah barat Indonesia khususnya di Perairan Pulau Sumatera dan Kepulauan Riau untuk menjaga kedaulatan dan melindungi kekayaan maritim serta keselamatan pelayaran di perairan Indonesia. Kedua KAL tersebut yakni, KAL Pandang I-1-72 dan KAL Sarudik I-2-18.

Keduanya secara resmi diserahkan PT. Palindo Marine kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, di Dermaga PT. Palindo Marine Shipyard, Batam Jumat (2/7/2021).

Penyerahan kedua kapal itu ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima dari Direktur PT. Palindo Marine, Harmanto kepada TNI AL yang diwakili Kepala Dinas Material Angkatan Laut (Kadismatal) Laksamana Pertama TNI Budi Sulistyo. Selanjutnya dari Kadismatal diserahkan kepada Aslog KSAL Laksda TNI Puguh Santoso, yang kemudian diserahkan kepada Komandan Lanal Sibolga Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory dan Komandan Tanjung Balai Asahan Letkol Laut (P) Syaifudin Zuhri.

KAL dengan spesifikasi panjang 28,98 meter, lebar 6,20 meter, tinggi 3,15 meter, kecepatan maksimum 28 knot, kemampuan berlayar selama 3 hari dan diawaki oleh 15 ABK, serta dilengkapi 1 Meriam kaliber 20 mm yang berada di Haluan dan 2 Mitraliur kaliber 12.7 mm di Geladak Anjungan ini selanjutnya akan dioperasikan di bawah Lanal Tanjung Balai Asahan dan Lanal Sibolga.

https://pict-a.sindonews.net/dyn/620/pena/news/2021/07/03/14/472904/jaga-keamanan-maritim-di-perbatasan-tni-al-operasikan-dua-kapal-patroli-canggih-lhh.jpgKSAL Laksamana TNI Yudo Margono mengecek kesiapan dua Kapal Angkatan Laut (KAL) tambahan yang akan beroperasi di wilayah barat Indonesia khususnya di Perairan Pulau Sumatera dan Kepulauan Riau. Foto/Dispenal

Dalam sambutannya, Yudo mengatakan pengadaan kapal patroli jenis KAL-28 ini merupakan upaya TNI Angkatan Laut dalam rangka melaksanakan tugas pokok matra laut secara khusus dalam rangka mewujudkan keamanan maritim, sekaligus sebagai realisasi dari pembangunan kekuatan menuju TNI Angkatan Laut yang profesional, modern, dan tangguh.

Yang patut digarisbawahi dengan masuknya dua alutsista Jenis KAL-28 M ini ke dalam jajaran TNI Angkatan Laut adalah keamanan maritim, sehingga keberadaan kedua KAL ini harus dapat memberikan kontribusi positif berupa jaminan keamanan bagi para pengguna laut secara khusus di wilayah kerjanya,” ungkap Kasal.

Menurut Yudo, kondisi perairan yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga, tidak menutup kemungkinan dimanfaatkan untuk melakukan berbagai tindakan ilegal yang sangat merugikan negara sehingga diperlukan alutsista pendukung patroli yang handal dan diawaki prajurit-prajurit profesional yang memiliki integritas tinggi dalam melaksanakan tugasnya dan tidak mudah tergiur hal-hal yang dapat merusak citra positif TNI Angkatan Laut.

Usai pelaksanaan serah terima kedua KAL tersebut, Yudo Margono mengukuhkan Kapten Laut (P) Juswan Simamora sebagai Komandan KAL Pandang I-1-72 yang bertugas dibawah komando Lanal Tanjung Balai Asahan dan Kapten Laut (P) Fidel Castro sebagai komandan KAL Sarudik I-2-18 yang bertugas di Lanal Sibolga.

Sebelumnya, Yudo juga melaksanakan penandatanganan prasasti Menara Tinjau Pusat Latihan Pertempuran TNI AL Pantai Todak-Dabo Singkep dan Sasaran Bantuan Tembakan Kapal Pusat Latihan Pertempuran TNI AL Dabo Singkep. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Jalasenastri Vero Yudo Margono, Asrena KSAL Laksda TNI Muhammad Ali, Pangkoarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid K, Danlantamal IV Tanjung Pinang Laksma TNI Indarto Budiarto, Komandan Lanal Batam, serta Perwakilan Bureau Veritas – Batam. (cip)

  sindonews  

Senin, 19 April 2021

[Video] Sea Trial Combat Boat KAL KILAT Koipaska

Dipublikasikan oleh Infinity Global Mandiri Sea Trial & Familirisasi Awak Kopaska Combat Boat KAL KILAT produk PT. Infinity Global Mandiri - Infinity Naval Dreamworks


  ★ Youtube  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More