blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Kapal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 September 2026

Prabowo Ingin TNI AL Perbanyak Pengadaan Kapał LCM dan LCVP

 Untuk antisipasi berbagai macam bencana Ilustrasi KRI TNI AL [TNI AL]

Presiden RI Prabowo Subianto berencana menambah lebih banyak kapal-kapal berjenis kapal pendarat mekanis (landing craft mechanized/LCM) dan kapal pendarat kendaraan dan personel (landing craft, vehicle, personnel/LCVP). Hal itu mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak gugusan pulau-pulau yang kecil.

Prabowo menjelaskan keberadaan kapal-kapal itu berguna untuk mengirimkan bantuan dan personel ke pulau-pulau kecil manakala daerah tersebut terdampak bencana. Hal itu belajar dari pengalaman pengiriman bantuan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa belum lama ini.

"Catatan bagi kita, bagi Angkatan Laut ya, saya kira dari sekarang kita perlu pesan lebih banyak LCVP ya, dan LCM, saya kira kita butuh lebih banyak karena pulau-pulau kita banyak dan kecil-kecil, supaya (terbuka) aksesnya," kata Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026), membahas penanggulangan bencana gempa NTT.

Pembahasan mengenai rencana pembelian LCM dan LCVP itu diawali dengan permintaan tambahan kapal untuk kepentingan mitigasi bencana di NTT, yang disampaikan oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Permintaan kapal itu kemudian dijelaskan lebih rinci oleh Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VII Laksda Joni Sudianto.

"Saat ini, kami di Kodaeral VII ada dua kapal patroli, Pak. Namun, posisinya dua kapal tersebut ada di Surabaya. Kami mohon dapatnya ada paling tidak dua kapal patroli jenis FPB yang stand by di Kupang sehingga apabila terjadi sesuatu dan butuh bantuan kita bisa gerakkan dua kapal tersebut," kata Joni dalam laporan kepada Prabowo.

Mendapat saran itu, Prabowo yang duduk didampingi Kabaloghan Kemenhan Marsdya Yusuf Jauhari langsung memerintahkan jajarannya untuk mencatat permohonan dari Dankodaeral VII tersebut. "Baik, ya tolong dicatat," ujar Prabowo yang juga didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Letkol Inf Teddy Indra Wijaya.

Prabowo mengatakan, pengerahan itu nanti di bawah perintah langsung Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. "Ya nanti kita koordinasi dengan Panglima TNI ya. Di sini ada Kepala (Badan) Logistik (Pertahanan) nanti bisa dikirim ya? Jadi dua kapal patroli jenis FPB 57 ya. Itu cukup? Dua kapal itu cukup?" ucap Prabowo kepada Joni.

Menurut Joni, dua kapal patroli FPB 57 cukup untuk kebutuhan mitigasi dampak bencana. "Di NTT dan NTB sendiri kondisinya pulau-pulau kecil sehingga apabila kapalnya terlalu besar kesulitan untuk fasilitas labuhnya sehingga menurut kami dengan analisis operasional dua kapal FPB sudah cukup Bapak Presiden," ujar Joni VII menjawab pertanyaan Prabowo.

Dalam rapat yang sama, Prabowo juga menanyakan keberadaan LCM kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali. "Di LPD itu dua LCM, biasanya stand by di dalam LPD. Sekarang, ada KRI Semarang, kalau tidak salah dia ada di sana (perairan NTT)," kata Ali menjawab pertanyaan RI 1.

Ali menyebutkan, total ada dua kapal yang bersiaga di perairan NTT untuk penanganan pascabencana disekitar wilayah Manggarai. Keduanya adalah KRI Semarang-594 dan satu LST berjenis Frosch.
 

  Republika  

Jumat, 04 September 2026

Garibaldi Akan Diubah Jadi Kapal Induk Helikopter dan Drone

 Untuk penanganan bencana alam https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTQdcM_TbYuEHrSA9IOFQt7Pst9ky9Ywc2Muj_8KolznFD_4_5GcVRQboij5bcOS1XaQv5zB6LDL5kKfJ9oZJoqe4kXZ9R8rLDRRv5nd037-vqdSAVsQ6vC_xlWm7q7wY8A40dnYGGL-KB1bBAxh7WlO2UQUFQ0DQC-3lFE3FY9hQIXvm7i3Eb3WRXJESU/s1170/Gelar%20Tactical%20Floor%20Game,%20Koarmada%20II%20Latihkan%20Rencana%20Pergerakan%20Unsur%20Pada%20Sailing%20Pass%20Nava.webpTNI AL menggelar Tactical Floor Game dalam pelaksanaan Sailing Pass Naval Parade yang direncanakan digelar di perairan Teluk Jakarta (Koarmada II)

Pemerintah akan menyulap kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi atau KRI Gajah Mada asal Italia menjadi kapal induk untuk helikopter dan pesawat nirawak (drone).

"Sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter, dan untuk drone," kata Presiden RI Prabowo Subianto dalam Ratas Penanganan Bencana Alam, Jakarta, Senin (7/9).

Prabowo menyebut kapal induk perdana milik Indonesia itu bisa menampung sekitar 10 unit helikopter kelas menengah. Ia mencontohkan misalnya helikopter berjenis Black Hawk dan MI-17.

"Yang rata-rata bisa mengangkut 4-5 ton air. Jadi kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak, ini juga akan sangat membantu respons kita," ucap dia.

Giuseppe Garibaldi yang merupakan kapal Induk pertama Indonesia dijadwalkan sampai di Tanah Air pada pertengahan September mendatang.

TNI Angkatan Laut menyebut kapal induk yang akan menyandang nama KRI Gajah Mada berangkat dari Italia pada awal pekan ini.

"Dan kami mohon doanya, malam ini mungkin jam 22.00, KRI Gajah Mada akan meninggalkan Italia menuju Indonesia," kata KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali saat mengunjungi Kraton Majapahit, Jakarta Timur, Senin (24/8), dikutip dari Detikcom.

"Namanya masih ITS Garibaldi, masih berbendera Italia. Tapi sesampainya di Indonesia akan berganti bendera menjadi KRI Gajah Mada," imbuhnya.

Giuseppe Garibaldi merupakan salah satu dari dua kapal induk yang dimiliki oleh Angkatan Laut Italia. Kapal ini mencetak sejarah sebagai kapal penerbangan bergeladak penuh pertama yang dibangun untuk Italia.

Sepanjang masa tugasnya, kapal ini sudah terlibat dalam berbagai operasi udara tempur di wilayah Somalia, Kosovo, Afghanistan, dan Libya.

Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam berkat sistem mesin penggeraknya. Bobotnya diperkirakan sekitar 13,8 ribu ton.

Kapal ini mampu menampung kru yang besar, yakni sekitar 600 kru inti kapal, 230 personel grup udara, sekitar 100 personel komando, dan dalam kondisi tertentu dapat mengangkut hingga 600 pasukan komando tambahan. (mnf/wis)
.

   CNN   

Senin, 31 Agustus 2026

Kapal Pengawas PSDKP 61 Meter Mulai Dibangun

  Di Galangan PT Bandar Abadi, Batam Pelaksanaan Keel Laying di Galangan PT Bandar Abadi, Tanjung Uncang, Batam (Kodaeral IV)

Komitmen pemerintah dalam memperkuat sarana pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan terus diwujudkan melalui pembangunan kapal pengawas PSDKP sepanjang 61 meter. Pembangunan kapal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Keel Laying di Galangan PT Bandar Abadi, Tanjung Uncang, Batam, Kamis 27 Agustus 2026.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksdya TNI (Purn.) Dr. Didit Herdiawan Ashaf hadir dalam kegiatan tersebut. Turut hadir Asisten Logistik Komandan Kodaeral IV Kolonel Laut (T) Herry Yunaldi, S.T., M.Tr.Hanla, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya memperkuat kapasitas pengawasan dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia.

Keel Laying merupakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan kapal karena menandai dimulainya konstruksi badan kapal. Tahapan ini menjadi tonggak awal sebelum kapal memasuki proses pembangunan lanjutan hingga nantinya siap digunakan untuk mendukung kegiatan operasional pengawasan di laut.

Kapal pengawas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan PSDKP dalam memantau aktivitas di wilayah perairan Indonesia, khususnya dalam mencegah dan menindak berbagai bentuk pelanggaran di sektor kelautan dan perikanan. Kehadiran kapal dengan kemampuan operasional yang lebih memadai juga dapat mendukung pengawasan terhadap praktik penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak sesuai ketentuan.

Penguatan armada pengawasan menjadi semakin penting mengingat Indonesia memiliki wilayah laut yang luas serta berada di posisi strategis pada jalur pelayaran internasional. Kondisi tersebut menghadirkan peluang besar bagi sektor kelautan sekaligus membutuhkan sistem pengawasan yang kuat untuk melindungi sumber daya laut dan memastikan aktivitas di perairan berlangsung sesuai aturan.

Kehadiran Kodaeral IV dalam kegiatan tersebut turut menunjukkan pentingnya sinergi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan unsur pertahanan dan keamanan dalam menjaga keamanan serta ketertiban di laut. Kolaborasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam menghadapi beragam tantangan maritim, mulai dari pelanggaran perikanan hingga aktivitas ilegal yang berpotensi merugikan kepentingan nasional.

Pembangunan kapal pengawas PSDKP di Batam sekaligus memperkuat peran industri galangan kapal nasional dalam mendukung kebutuhan sarana dan prasarana maritim. Dengan bertambahnya kapasitas armada pengawasan, pemerintah diharapkan semakin optimal dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan, sekaligus memperkuat keamanan serta kedaulatan Indonesia sebagai negara kepulauan.

  👷 
 RRI  

Rabu, 26 Agustus 2026

Indonesia Ingin Perluas Kerjasama Pertahanan Dengan Türkiye

Melalui KAAN, Kizilelma, proyek 4 fregat, kapal selam & helikopter https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP4R842OujwJuHkKS2ttAdH03sniJCkc7u4s6Z4pHT7kTUkfQGVE5jqFgooMSpiMEYWCip0lm3j6_TTA0cDlraOFGVGBAaw3A8MWadzQyGfBD2lK9xsSY2U_vnybZexCNN2Lau5FcsFfuMZrdTv-3q5Gi48M_fC_lRghVjnVVEmWYWZgALTyyVGjF2N3MQ/s1920/INFOGRAFIK_Jet_Tempur_KAAN_Turki_Jaga_Langit_RI-2025_06_15-16_33_22_ac050a7345219e333b6c3c8d9d6547a2.jpgInfografis pesawat generasi kelima KAAN Turkiye (Katadata)

Duta Besar Indonesia untuk Ankara, Achmad Rizal Purnama, mengumumkan keputusan baru mereka untuk membeli rudal KAAN dan Kızılelma dari Türkiye, dan menyatakan bahwa kerja sama ini tidak akan terbatas pada pembelian tersebut saja.

Indonesia, dengan menyatakan "Ini tidak akan berhasil hanya dengan Kaan dan Kızılelma," mengumumkan keputusan barunya terkait Türkiye.

Menurut laporan di GDH Haber, Duta Besar Indonesia untuk Ankara, Achmad Rizal Purnama, juga menyatakan bahwa niat untuk pengadaan fregat, KAAN dan KIZILELMA tetap ada, dan bahwa dalam program empat fregat tersebut, dua kapal akan dibangun di Turki dan dua kapal akan dibangun di Indonesia sebagai bagian dari produksi dan pengembangan bersama.

Duta Besar Indonesia untuk Ankara, Achmad Rizal Purnama, memberikan wawancara kepada Mevlüt İşli, di mana beliau membahas kondisi terkini kerja sama industri pertahanan antara Turki dan Indonesia serta memberikan penilaian mengenai proyek-proyek baru.

Purnama menyatakan bahwa kerja sama antara kedua negara tidak terbatas pada pasokan produk; transfer teknologi, pengembangan bersama, produksi bersama, dan usaha patungan juga menjadi target.

Purnama menunjukkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara pertama yang menyatakan niatnya untuk membeli Pesawat Tempur Nasional KAAN dan KIZILELMA, yang belum beroperasi dan masih dalam tahap pengembangan.

Indonesia telah mengumumkan niatnya untuk membeli sistem KIZILELMA dan KAAN. Kami menyebut ini sebagai kesepakatan bersejarah antara kedua negara di industri pertahanan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbYDS-slQ6m5N134iPkFs9HuSE-JStKMomXBb3XyxCqQTrTTn9gTYqIAqL78oscLYfgSPw0P-OfvI8n3Sq-GKAci0K_F9_aonCw2JkFWTjn7f-Z4Q-O5wwJxws7bI4MK5NGWMQEMsKDZnoYuPXK1yacrv-NV4fS0MgNoKVGEZNiRzyRGhZcswFwzb7XzA2/s1667/IMG_0729.jpegProses produksi kapal fregat dan KCR pesanan Indonesia (sc Keri’s reborn)

Purnama menyatakan bahwa pendekatan ini menunjukkan kepercayaan Indonesia terhadap kemampuan Turki dalam teknologi dan industri pertahanan. Ia juga menekankan bahwa kerja sama antara Turki dan Indonesia dalam teknologi pertahanan canggih memiliki kepentingan strategis bagi kedua negara.

Purnama menyatakan bahwa KIZILELMA dan kendaraan udara tak berawak lainnya sangat penting bagi Indonesia, menekankan bahwa Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, perlu melindungi wilayah udaranya serta perbatasan darat dan lautnya yang luas.

Purnama mengumumkan penandatanganan perjanjian pengadaan dan pembangunan fregat dari Turki, dengan menguraikan model produksinya: Dua akan dibangun di Turki, dan dua lainnya akan dibangun di Indonesia melalui produksi dan pengembangan bersama.

Purnama menyatakan bahwa salah satu tujuan utama kerja sama industri pertahanan antara Turki dan Indonesia adalah untuk menciptakan ekosistem industri pertahanan bersama di kedua negara.

Dalam konteks ini, ia mencatat bahwa TUSAŞ telah didirikan di Indonesia dengan nama "TUSAŞ Indonesia," dan bahwa HAVELSAN, ASELSAN, dan ROKETSAN juga telah membuka kantor di negara ini.

Purnama menyebutkan bahwa selama kunjungan Presiden Recep Tayyip Erdoğan ke Indonesia pada tahun 2025, perjanjian ditandatangani antara perusahaan Turki dan Indonesia untuk mendirikan usaha patungan di bidang drone, roket, dan rudal.

Ia menambahkan bahwa Indonesia membeli rudal ÇAKIR dan beberapa rudal lainnya dari Turki. Mengenai upaya untuk mentransfer produksi roket dan rudal ke Indonesia, Purnama mengatakan, "Kami memiliki usaha patungan antara ROKETSAN dan sebuah perusahaan Indonesia untuk mendirikan basis produksi roket dan rudal di Indonesia."

  ✈  Yeniakit  

Selasa, 25 Agustus 2026

Kapal Induk Garibaldi Bakal Bernama KRI Gajah Mada

   Tiba di RI Bulan Depan https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgphym2zFh4V7VvkhMGw1tpQ52ALft9Vcff-dNKgnmIBBfdJ6rDRGBphjBBr1kl0bT2z9gzxU97BKGqb9SyOVYaePeoLEnYIWUYtGdpdCLOdfLoUSwAQZVcGuV9UDArUxbq38C6w3FyQXRCl4CnfYpP0jXrYwS4KbGKlV_7LIa8iVUrfSWyRrDQ495c_5S0/s1125/daftar-terbaru-negara-paling-berkuasa-di-dunia-ada-indonesia-1784271923568.jpeginfografic Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akan hadir bulan September  (CNBC)

TNI Angkatan Laut segera memiliki kapal induk baru bernama KRI Gajah Mada. Kapal itu merupakan ITS Giuseppe Garibaldi yang berangkat dari Italia malam ini.

"Dan kami mohon doanya, malam ini mungkin jam 22.00, KRI Gajah Mada akan meninggalkan Italia menuju Indonesia," kata KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali saat mengunjungi Kraton Majapahit, Jakarta Timur, Senin (24/8/2026).

Ali menerangkan, kapal induk ini memang didatangkan langsung dari Italia. Nama asal sebelum KRI Gajah Mada adalah ITS Giuseppe Garibaldi dan akan berganti nama saat tiba di wilayah Indonesia.

"Namanya masih ITS Garibaldi, masih berbendera Italia. Tapi sesampainya di Indonesia akan berganti bendera menjadi KRI Gajah Mada," jelas dia.

Ali meminta dukungan doa agar perjalanan KRI Gajah Mada selamat sampai Indonesia. Dia mengatakan kapal itu akan tiba sekitar 15 hingga 20 September mendatang.

"Semoga selamat dalam perjalanan, sukses, karena ini akan melewati Terusan Suez, melewati Laut Merah juga, tapi dikawal juga oleh fregat-fregat Italia. Dan mudah-mudahan tanggal 20 atau tanggal 15 atau tanggal 20 September ini sudah tiba di Indonesia," ucapnya.

KRI Gajah Mada akan berganti bendera setiba di Indonesia. Ali mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan ikut meresmikan kapal itu.

"Dan tanggal 25 bisa pengukuhan atau pergantian bendera menjadi bendera Indonesia dan penggantian nama dari Garibaldi menjadi Gajah Mada. Rencana Bapak Presiden akan ikut meresmikan, hadir di onboard di kapal induk Gajah Mada. Dan nanti kapal induk itu juga dengan nama Gajah Mada akan memiliki semangat yang luar biasa untuk menyatukan Nusantara," katanya.

Ali menambahkan, kapal induk itu tidak hanya dilengkapi dengan helikopter Angkatan Laut, tapi juga helikopter Angkatan Udara dan helikopter Angkatan Darat. Dia memastikan kapal itu akan dipakai oleh semua matra TNI.

"Namun memang pilot-pilotnya akan kita latih untuk bisa mendarat di kapal induk. Itu semangat persatuan kita dan menjaga kesatuan karena Bapak Presiden berpesan bahwa yang sangat berperan dalam menjaga kesatuan dan persatuan NKRI ini adalah TNI," ucap dia.

Seperti diketahui, dalam rapat paripurna DPR pada bulan Juli lalu telah disepakati penerimaan hibah satu unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia. Persetujuan diambil setelah seluruh anggota DPR yang hadir menyatakan setuju.

Persetujuan diambil saat rapat paripurna digelar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7). Wakil Ketua Komisi I DPR Budi Djiwandono menyampaikan laporan hasil pembahasan persetujuan penerimaan hibah alpalhankam dari luar negeri.

Ketua DPR Puan Maharani lalu meminta persetujuan forum paripurna atas laporan Komisi I DPR terkait penerimaan hibah tersebut. Para peserta rapat pun sepakat menyetujuinya.

"Kami menanyakan kepada Sidang Dewan yang terhormat, apakah Laporan Komisi I DPR RI atas persetujuan penerimaan hibah 1 unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia dapat kita setujui?" tanya Puan.

"Setuju," jawab peserta rapat. (tsy/ygs)


   detik   

Sabtu, 15 Agustus 2026

Kemampuan Multi-Mission Kamikaze Unmanned Surface Vehicle (USV)PT PAL Indonesia

 Membangun kemampuan teknologi di dalam negeri USV Kamikaze PT PAL Indonesia tampil perdana dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8) (Corcomm PAL)

Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze buatan PT PAL Indonesia tidak hanya dirancang untuk menjalankan misi serang dengan menghantam sasaran secara langsung. Disamping itu, kapal permukaan tanpa awak dengan kecepatan hingga 55 knot ini, memiliki kemampuan Intelligence, Surveillance and Reconnaissance (ISR).

Seperti diberitakan sebelumnya, USV Kamikaze buatan PT PAL Indonesia berhasil menjalankan misi serang dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8). Dalam skenario swarm formation, USV dengan hulu ledak 150 kilogram itu berhasil menghantam sasaran.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan industri pertahanan nasional dalam mengembangkan produk inovatif untuk mendukung penguatan alat utama sistem senjata (Aalutsista) TNI Angkatan Laut.

Menurut dia, pengembangan USV tidak semata-mata menghasilkan sebuah wahana tanpa awak, tetapi juga menjadi bagian dari proses penguasaan teknologi di dalam negeri.

Keberhasilan USV ini bukan hanya tentang menghasilkan sebuah platform, tetapi tentang membangun kemampuan teknologi di dalam negeri. Mulai dari kompetensi engineer, penguasaan sistem, hingga kemampuan integrasi dan pengujian, semuanya menjadi bagian penting dari proses menuju industri pertahanan yang semakin mandiri,” ujar Kaharuddin.

Ia menambahkan, teknologi nirawak membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan industri pertahanan berbasis teknologi (technology-driven). Integrasi sistem otonom (autonomous system), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan sistem navigasi nirawak dalam satu platform menjadi bagian dari pengembangan kemampuan tersebut.

Autonomous, artificial intelligence, dan sensor fusion akan menjadi bagian penting dari masa depan teknologi maritim. Karena itu, inovasi tidak berhenti pada satu produk, tetapi menjadi fondasi bagi pengembangan teknologi pertahanan generasi berikutnya,” katanya.

Kaharuddin menegaskan pengembangan USV juga berpotensi memperkuat ekosistem industri nasional. Penguasaan teknologi ini mencakup peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta penguatan rantai pasok nasional, khususnya pada sektor elektronika, sensor, perangkat lunak, sistem komunikasi, manufaktur, dan integrasi sistem.

Dalam perkembangan teknologi pertahanan global, USV juga semakin bergeser dari sekadar platform eksperimental menjadi bagian dari konsep system of systems. Konsep tersebut memungkinkan wahana tanpa awak berkolaborasi dengan kapal berawak maupun sistem pertahanan lainnya dalam satu ekosistem operasi.

Penguasaan teknologi USV tidak hanya memperkuat kemampuan operasional, tetapi juga memperluas kapasitas industri nasional untuk menghasilkan solusi teknologi maritim yang sesuai dengan kebutuhan pertahanan Indonesia,” pungkas Kaharuddin.

  ★ PAL Indonesia  

Sabtu, 08 Agustus 2026

Barata Indonesia Dan Produksi Komponen Kapal

  Teknologi lokal dan kualitas global 
 Berikut video dari YouTube : 



  🎥  YouTube 

Sabtu, 01 Agustus 2026

Kolaborasi PT PAL Indonesia–BRIN Menuju Green Shipyard Nasional

  Transformasi Industri Maritim Hijau Indonesia
KRI BPD 322 kapal fregat pertama produksi PAL (PAL)

Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksdya TNI (Purn.) Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, M.Sc., mengapresiasi kapabilitas PT PAL Indonesia sebagai industri strategis nasional yang memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem maritim Indonesia. Ia memastikan BRIN siap berkolaborasi dengan PT PAL untuk mendorong kemajuan industri perkapalan nasional.

Dalam kunjungan kerjanya ke PT PAL, Prof. Octavian menyampaikan komitmen BRIN tersebut menindaklanjuti arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, agar perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri membangun kolaborasi untuk meningkatkan pertumbuhan industri perkapalan dalam negeri.

Selain pengembangan teknologi, kata dia, kolaborasi juga berfokus pada transformasi industri menuju green shipyard. “Salah satu target utama yang ingin kami dorong bersama adalah mewujudkan green shipyard, sehingga setiap produk utama yang dihasilkan PT PAL berasal dari proses produksi yang ramah lingkungan, efisien, dan berbasis inovasi".

Ia berharap transformasi menuju green shipyard tidak hanya meningkatkan daya saing industri perkapalan nasional, tetapi juga memperluas akses PT PAL ke pasar global. Menurutnya, tuntutan terhadap standar keberlanjutan yang semakin tinggi di pasar internasional menjadi peluang bagi industri nasional untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing komersial.

Pasar global semakin menuntut standar keberlanjutan. Karena itu, transformasi ini akan memperkuat kapasitas komersial PT PAL,” ujarnya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng., menyambut baik komitmen BRIN dalam memperkuat ekosistem riset nasional untuk mendukung transformasi industri perkapalan.

Menurutnya kolaborasi dengan BRIN akan memperkuat kemampuan riset terapan, mempercepat penguasaan teknologi, dan mendukung transformasi PT PAL menuju halangan kapal modern yang lebih hijau, efisien, dan kompetitif. “Ini sejalan dengan arahan Presiden, sinergi antara industri, lembaga riset, dan perguruan tinggi akan menjadi kunci dalam memperkuat kemandirian industri perkapalan nasional” tegasnya.

Dalam pertemuan PT PAL dan BRIN juga membahas rencana implementasi kolaborasi pada riset terapan, pengembangan teknologi maritim, hilirisasi hasil penelitian, peningkatan kompetensi SDM, serta implementasi teknologi rendah emisi dan efisiensi energi sebagai bagian dari transformasi menuju green shipyard. Inisiatif tersebut sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan PT PAL.

  👷  PAL  

Senin, 27 Juli 2026

[Video] Perbedaan Fregat Arrowhead 140 Milik Indonesia, Polandia, Inggris

 🎥  By Baltic Defence ReviewPeluncuran FMP KRI BPD 322 (PAL)

Fregat Arrowhead 140 Rancangan Babcock International Diadopsi Inggris, Polandia dan Indonesia.

FMP (Fregat Merah Putih) pertama produksi PT PAL dengan panjang hampir 140 meter ini didesain sebagai fregat multimisi yang fleksibel dan berkemampuan tinggi untuk angkatan laut Indonesia, dan juga digunakan Inggris dan Polandia dengan spek yang berbeda.

Kapal fregat modern ini merupakan desain dasar dari fregat Type 31 milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy), dan dipilih untuk memperkuat Angkatan Laut Polandia dan Indonesia. Pemerintah Indonesia kembali memesan tambahan 2 unit pada tahun 2026, yang direncanakan akan diproduksi tahun 2027.

 Berikut Video dari YouTube :
 


  🎥 Youtube  

Rabu, 22 Juli 2026

KKIP Dukung PT PAL Wujudkan Kemandirian Industri Maritim Nasional

KRI BPD 322 frigate pertama PAL dan KSOT (ist)

Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) mendukung PT PAL Indonesia memperkuat dan mewujudkan pembangunan kemandirian industri pertahanan nasional khususnya pada sektor maritim.

"Bagi KKIP, PT PAL memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak kemandirian industri pertahanan maritim nasional," kata Ketua Bidang Perencanaan KKIP Laksda TNI (Purn) Darwanto dalam keterangan di Surabaya, Rabu.

Darwanto menyatakan semangat membangun kemandirian industri pertahanan perlu terus didukung, di antaranya melalui penguatan kemampuan industri nasional, penguasaan teknologi, riset, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Bagi KKIP, kata dia, PT PAL memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak kemandirian industri pertahanan maritim nasional sehingga diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan teknologi maritim pertahanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Ia mengatakan KKIP pun melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke PT PAL Indonesia untuk mengetahui perkembangan berbagai program prioritas sekaligus menghimpun masukan dari industri sebagai dasar penyusunan kebijakan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan penguatan industri pertahanan dalam negeri.

Dalam kunjungan tersebut, KKIP meninjau perkembangan sejumlah program strategis yang tengah dijalankan PT PAL di antaranya pembangunan kapal selam, penguasaan teknologi Unmanned Surface Vehicle (USV), serta program unggulan nasional seperti Frigate Merah Putih (FMP) dan Kapal Selam Otonom (KSOT).

Program-program itu dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat penguasaan teknologi, meningkatkan kapabilitas industri galangan nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap teknologi pertahanan dari luar negeri.

Hasil monitoring dan evaluasi ini, kata Darwanto, akan menjadi masukan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan KKIP guna memperkuat ekosistem industri pertahanan nasional, termasuk mendorong percepatan alih teknologi, peningkatan kapasitas industri, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, industri, lembaga riset, dan pengguna.

"Sinergi ini diharapkan semakin memperkokoh langkah PT PAL dalam mewujudkan industri pertahanan maritim yang mandiri, berdaya saing, dan berbasis penguasaan teknologi, sekaligus mendukung terwujudnya kedaulatan pertahanan Indonesia di masa depan," ujarnya.

Direktur Produksi PT PAL Indonesia Diana Rosa menuturkan keberhasilan transformasi industri pertahanan tidak hanya ditentukan oleh kapabilitas internal perusahaan, tetapi juga memerlukan dukungan kebijakan dan perspektif strategis dari para pemangku kepentingan.

Menurut Diana, PT PAL membutuhkan insight dan perspektif dari berbagai pihak termasuk KKIP.

"Harapannya hasil monitoring dan evaluasi ini dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan kebijakan KKIP ke depan sehingga mampu memperkuat langkah bersama dalam mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional," katanya.

  📝  antara 

Senin, 20 Juli 2026

Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Giuseppe Garibaldi dari Italia

  Diharapkan ikut tampil pada HUT TNI https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3MoVGQ4NZZ3KV-RZ37sLFHmtVHJ7iZGY5r0Mj681nZ38QGvy6TN66cToFKV3PBr3Cv3mjKGCY2SDMEf_eoQUG7RAlB-B6uYGuYgcZgbgsMPBT1yJi195z7FpzCOwq2T1qJ9h56hPv1aUECf5PaNweMkGxuHWTEoz0goUHdtch7l8GMdrGZdAzs-98eysf/s1265/Kapal%20induk%20Giuseppe%20Garibaldi.jpgKapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akan hadir tahun ini.  (Marina militare)

Komisi I DPR menyetujui hibah kapal induk atau aircraft carrier Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia senilai 54 juta euro (sekitar Rp 1,1 triliun).

Persetujuan diambil dalam rapat pleno Komisi I DPR yang dihadiri Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (purn) Donny Ermawan, Senin (20/7).

"Komisi I DPR RI menyetujui hibah satu unit kapal induk, Italian Ship Giuseppe Garibaldi, senilai 54.022.426,67 sen euro dari pemerintah Republik Italia kepada Kementerian Pertahanan RI sebagaimana surat Menhan RI kepada Ketua DPR RI nomor B/1845/m/VII/2026 tanggal 7 Juli 2026," ujar Utut dalam rapat.

Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan, Hendrikus Haris Haryanto mengatakan hibah kapal induk merujuk pada surat dari Representative of The Italian Coordination Committee Ministry of Defense of Italian Republic Nomor Protokol 001 pada 8 Mei 2026.

Menurut Haris, surat itu berisi persetujuan Parlemen Italia tentang pemberian hibah kapal Giuseppe Garibaldi.

Berdasarkan surat tersebut, Kementerian Pertahanan kemudian melakukan kajian yang tertuang dalam Surat KSAL Nomor R/328/ V/2026 tanggal 26 Mei 2026.

Haris mengungkap spesifikasi kapal tersebut memiliki panjang kurang lebih 180 meter dengan lebar 33 meter, draft 8,2 meter, dan displacement kurang lebih 13,8 ton.

Kapal memiliki kecepatan maksimum 30 knot, dan kecepatan jelajah 20 knot. Selain itu juga dilengkapi empat propulsion system yakni empat gas turbin LM2500.

Menurut Haris, kapal memiliki kapasitas penerbangan untuk helikopter maupun pesawat yang mempunyai kemampuan short take-off atau vertical landing. Dengan kapasitas kru 550 personel.

"Penerimaan hibah ini juga mempunyai makna untuk efisiensi bagi negara, di mana mempersingkat waktu pengadaan, tidak membebani APBN pengadaan, serta memperkuat pertahanan maritim maupun berbagai operasi kemanusiaan," kata Haris. (thr/kid)


   CNN  

Senin, 13 Juli 2026

Kemhan Kunker ke Galangan Kapal Nasional

Meninjau perkembangan bridge kapal KRI BPD 322 frigate pertama PAL (Ditjen Pothan)

Direkktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda TNI Sri Yanto, S.T., melaksanakan kunjungan kerja ke PT Teknik Tadakara Sumber Karya (TTS) dan galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya, dalam rangka meninjau progres daripada pembangunan Kapal Frigate Merah Putih TNI-AL yang merupakan salah satu program strategis dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.

Dalam kunjungan tersebut, Laksda TNI Sri Yanto, S.T., menegaskan pentingnya implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mekanisme self assessment sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas industri pertahanan nasional.

Setiap alutsista yang berhasil diselesaikan dan diserahkan kepada pengguna akan menjadi bagian dari realisasi pembangunan kekuatan pertahanan Republik Indonesia.

Melalui sinergi pemerintah dan industri pertahanan, pembangunan Frigate Merah Putih diharapkan mampu memperkuat kemandirian teknologi, meningkatkan daya saing industri nasional, serta mendukung terwujudnya postur pertahanan Indonesia yang tangguh.

  📝  Ditjen Pothan  

Minggu, 12 Juli 2026

Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Industri Perkapalan

(Media Indonesia)

Kerjasama internasional dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat daya saing industri perkapalan nasional. Selain membuka akses pasar yang lebih luas, kolaborasi dengan mitra luar negeri juga diharapkan mendorong transfer teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta memperkuat rantai pasok industri maritim Indonesia.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) dengan Galangan Kapal Ak Bars, salah satu perusahaan galangan kapal terbesar di Rusia. Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian pameran industri internasional Innoprom 2026 di Ekaterinburg, Rusia, Selasa (7/7).

Kesepakatan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Menteri Perindustrian Rusia sebagai bagian dari forum bisnis Indonesia–Rusia yang berlangsung di sela penyelenggaraan salah satu pameran industri terbesar di dunia itu.

Ketua Umum DPP Iperindo Anita Puji Utami hadir dalam penandatanganan bersama Wakil Ketua Bidang Industri Penunjang Michael Sutandar. Pada penyelenggaraan INNOPROM 2026 yang berlangsung pada 6-9 Juli 2026, Indonesia mendapat kehormatan sebagai Country Partner. Melalui Kementerian Perindustrian, Indonesia menghadirkan Paviliun Indonesia seluas sekitar 1.000 meter persegi yang diikuti kementerian, lembaga, BUMN, perusahaan swasta, serta berbagai asosiasi industri nasional.

Dalam ajang tersebut, Iperindo turut menampilkan potensi industri perkapalan nasional melalui klaster khusus yang memperkenalkan kemampuan pelaku industri maritim Indonesia kepada mitra internasional.

Selain kerja sama antarlembaga, pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara PT PCM Kabel Indonesia, salah satu anggota Iperindo, dengan Galangan Kapal Ak Bars. Kerja sama tersebut diharapkan memperluas peluang kolaborasi bisnis sekaligus memperkuat rantai pasok industri maritim antara Indonesia dan Rusia.

Ketua Umum DPP Iperindo Anita Puji Utami mengatakan kemitraan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan industri perkapalan nasional.

"Melalui MoU ini kami ingin membangun kemitraan yang saling menguntungkan antara pelaku industri Indonesia dan Rusia. Kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada perdagangan, tetapi juga pengembangan industri, alih teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penciptaan peluang bisnis yang lebih luas bagi anggota Iperindo," ujar Anita.

Menurutnya, tindak lanjut dari kesepakatan tersebut akan difokuskan pada penjajakan peluang kerja sama di sektor pembangunan kapal, industri pendukung, serta pengiriman tenaga kerja terampil ke galangan Ak Bars di Rusia.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kunjungan delegasi Galangan Kapal Ak Bars ke Indonesia pada April 2026. Saat itu, delegasi Rusia bertemu dengan Iperindo dan sejumlah perusahaan anggota untuk membahas potensi kolaborasi di sektor industri maritim.

Anita berharap kemitraan tersebut dapat menjadi fondasi kerja sama jangka panjang yang mampu meningkatkan daya saing industri perkapalan nasional, memperluas akses pasar internasional, mendorong transfer teknologi, serta mempererat hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia di sektor maritim. (E-3)

  📝  Media Indonesia 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More