blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label PENS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Agustus 2015

★ Mahasiswa PENS ciptakan mobil listrik rem otomatis

http://img.antaranews.com/new/2015/08/ori/201508072809.jpgPrototipe Mobil Listrik - Mahasiswa Teknik Informatika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Akhmad Muhammad memperagakan Prototipe mobil listrik di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (7/8). Prototipe mobil elektronik yang merupakan tugas akhir tersebut dilengkapi dengan sistem Auto Brake atau pengereman secara otomatis. (ANTARA FOTO/Herman Dewantoro)

Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Akhmad Muhammad menciptakan mobil listrik dengan sistem "Auto Brake" (rem otomatis) yang bermanfaat untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas.

"Mobil listrik yang dinamai EEPIS Prototype Vehicle EV.3 itu memang memiliki dua sensor yakni sensor kecepatan dan sensor jarak," kata mahasiswa semester akhir pada Prodi Teknik Elektronika PENS itu di kampus setempat, Jumat.

Di sela peragaan mobil listrik dengan sistem pengereman otomatis di halaman Gedung D4 PENS itu, ia menjelaskan mobil listrik yang dirancang itu tidak jauh berbeda dengan mobil listrik yang ada umumnya.

"Cuma, EEPIS Proto EV.3 itu memiliki sedikit perbedaan yakni menggunakan sistem pengereman otomatis. Kalau sistem pengereman yang ada selama ini, mobil berhenti mendadak dalam situasi emergency, tapi mobil di belakang akan bisa bertabrakan dengannya," paparnya.

Oleh karena itu, dirinya mengembangkan sebuah sistem pengereman otomatis pada kendaraan listrik dengan memasang sensor kecepatan dan jarak yang bisa melakukan pengereman bertahap sejak jarak 10 meter yakni 0,2 persen dari kecepatan hingga benar-benar terhenti pada jarak 0,5 meter.

"EEPIS Proto EV.3 itu memiliki kecepatan maksimal 50 kilometer per-jam dengan pengisian baterai penuh hingga 10-12 jam. Kalau baterai penuh akan bisa digunakan sejauh 300 kilometer/kwh selama 8-10 jam perjalanan," ucapnya.

Ia mengatakan pengemudi tak perlu khawatir dengan sisa baterai, sisa jarak tempuh, dan sisa waktu yang dimiliki, karena mobil EEPIS Proto EV.3 itu dilengkapi dengan semacam "speedometer" agar pengemudi aman.

Ditanya proses pembuatan mobil listrik bersistem rem otomatis itu, ia mengaku merancang dari nol hingga jadi selama enam bulan dengan menghabiskan dana sekitar Rp 10 juta.

"Itu hanya mesin dan kerangka, tapi kalau mau dijadikan mirip mobil beneran mungkin perlu jutaan lagi," ujar mahasiswa yang memiliki hobi otomotif sejak kecil dan kini menjadi anggota tim mobil listrik ChaPens Proto itu.

Juara pertama lomba Tugas Akhir pada 31 Juli 2015 itu mengatakan dirinya memang menambahkan sensor pembaca jarak Maxonar yang merupakan sensor ultrasonic jarak jauh untuk deteksi hambatan di depannya.

"Sistem ini bisa diaplikasikan untuk mobil yang ukuran lebih besar, karena sensor bisa disesuaikan dengan lebar mobil. Misalnya mobil dengan lebar 150 cm maka sensor yang dibutuhkan sekitar 2-3 buah. Mikro kontrolernya pun harus diganti," tuturnya.

Dalam prototipe yang dibuat Akhmad itu mirip kendaraan balap yang hanya diperuntukkan "single person" dengan posisi pengemudi harus setengah tidur untuk mengendarainya.

"Prototipe ini telah diuji dan masih perlu diperbaiki dan dikembangkan lagi, terutama untuk respon sensor jarak dan mikrokontrolernya yang masih kurang cepat. Jika sekarang mikro kontrolernya masih menggunakan AT Mega 328, maka ke depan bisa diganti dengan yang baru seperti ARM," tambahnya.

Secara terpisah, pembimbing TA Akhmad, Ardik Wijayanto ST MT, menyampaikan ke depan bukan tidak mungkin prototipe mobil listrik "auto brake" itu akan dikembangkan lagi dengan memaksimalkan kombinasi kinerja mesin dan rem.

"Yang pasti juga perlu ditambahkan mekanik lagi agar lebih menarik serta pengemudinya tidak kepanasan dan kehujanan," kata Ardik.

  ★ antara  

Jumat, 31 Juli 2015

Indonesia tuan rumah kontes robot internasional

Ilustrasi (ANTARA FOTO/Regina Safri)

Indonesia akan menjadi tuan rumah kontes robot internasional ABU Robocon 2015 yang akan diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 23 Agustus 2015.

"ABU Robocon itu diadakan sejak tahun 2002, lalu kita melamar pada tahun 2004, tapi karena kita belum siap akhirnya baru ditunjuk pada tahun ini," kata anggota Dewan Juri ABU Robocon 2015 Dr Ir Endra Pitowarno M.Eng kepada Antara di Surabaya, Jumat.

Ahli Teknologi Rekayasa dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) itu menjelaskan Kontes Robot Asia Pasifik itu akan diikuti 19 tim dari 18 negara, di antaranya Indonesia, Tiongkok, Malaysia, Jepang, Korea, dan India.

"Indonesia sebagai tuan rumah mendapat kesempatan untuk mengikutsertakan dua tim yakni tim robot dari ITB dan Poltek Batam, sedangkan PENS sudah gagal di tingkat nasional," kata salah satu penggagas Kontes Robot Indonesia (KRI) itu.

Menurut dosen PENS yang juga perancang aturan main ABU Robocon 2015 itu, tema ABU Robocon 2015 adalah robot bermain badminton (bulu tangkis) atau "Robominton".

"Kekalahan PENS di tingkat nasional itu karena tema robominton itu, karena mahasiswa PENS selama ini hanya tahu soal robot, tapi kalau robot diaplikasikan dalam permainan yang bukan robot akhirnya gagal," katanya.

Menurut dia, Robominton itu membuat tim Tiongkok yang sudah lama tidak ikut ABU Robocon pun menjadi bersemangat ikut lagi.

"Kalau melihat robot yang dirancang, saya sebagai panitia yang mengevaluasi tim memperkirakan tim Tiongkok bisa unggul, karena Robominton yang mereka rancang itu full otomatis," katanya.

Sementara itu, robot yang dirancang tim Jepang dan Korea ada yang manual dan ada pula yang otomatis, sedangkan tim Indonesia dari ITB dan Poltek Batam justru mengandalkan robot manual.

"Di Jepang, kontes robot dengan Robominton sudah merupakan robot yang melawan manusia. Yang jelas, pihak NHK Jepang selaku penyelenggara Kontes Robot Internasional yang pertama pada tahun 2002 sangat mengapresiasi tema Robominton," katanya.

Bahkan, Jepang juga mendukung bila Indonesia menjadikan Robominton sebagai kontes tahunan untuk tingkat internasional dengan Indonesia sebagai penggagas, karena Indonesia yang merancang aturan permainannya.

"Padahal, awalnya kami merancang Robominton untuk mengenalkan Indonesia yang dikenal dengan legenda bulu tangkis yang bertahun-tahun menjadi jagoan badminton dunia. Itu legenda yang membanggakan, namun Jepang justru berharap Robominton jadi kontes tahunan tingkat dunia," katanya.

Ia menambahkan, PENS belum unggul dalam Robominton, namun dalam 2-3 tahun terakhir mulai unggul untuk robot setengah manusia yang bermain sepak bola atau "Robosoccer Humanoid".

Menurut dosen pembimbing tim EROS (EEPIS Robot Soccer), Akhmad Subhan, robot sepak bola asal PENS mewakili Indonesia di ajang internasional Robosoccer 2015 di Heifei, Tiongkok pada 19-20 Juli 2015 hingga berhasil menempati posisi 2nd runner up.

"Insya Allah, tahun depan, tim EROS juga akan kembali mewakili Indonesia dalam Robosoccer di Jerman," katanya, didampingi anggota tim EROS yakni Dimas Pristovani, Rizky Taufik Ulil, Hasbullah Qohar, Luthfi Aminulloh, Naufal Suryanto, dan Ahmad Syaifuddin Zuhri.

   antara  

Kamis, 30 Juli 2015

★ Mahasiswa Surabaya Lombakan Kapal Cepat Tak Berawak di Amerika

Tim Penship dari PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) ketika menunjukkan Kapal Cepat Tak Berawak, Selasa (28/7).

Tak mudah bagi Tim Penship dari PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) untuk bisa sampai maju ke semi final dalam Roboboat Competition International 2015.

Mereka menciptakan Kapal Cepat Tak Berawak di Virginia, Amerika Serikat pada 6 Juli hingga 12 Juli.

Butuh perjuangan bagi tim yang terdiri dari lima orang itu. Mereka berlima yaitu Irwan Privasa Baraputra, Ahmad Zurkoni, Rachmat Faizal Ajie, Mochammad Ardhy Windhy Saputra, dan Muhammad Sholahuddin Al-Ayyubi.

Walau pada akhirnya harus menerima kekalahan dan meraih kategori juara Best Compact Design Award. Tim Penship ini, membuat robot kapal tak berawak dan dilombakan pada 6 Juli hingga 12 Juli.

Untuk bisa mengikuti lomba itu, mereka harus mencari bantuan yang bisa membawa keperlombaan bergengsi itu. Hal ini karena tidak adanya dana dari pihak kampus, sehingga apresisasi kampus serta pemerintah yang kurang untuk mendukung prestasi di kalangan mahasiswa ini.

Sebenarnya bukan kali ini saja tim Penship meraih juara. Tim yang dibimbing oleh Iwan Kurnianto ini sudah tiga kali berturut-turut meraih jawara di tingkat nasional untuk katagori Kontes kapal Cepat Tak Berawak Indonesia (KKCTBI).

Namun, tim kebanggan PENS ini belum pernah memiliki kesempatan untuk bertanding di tingkat internasional. Hal itu lantaran Kementrian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) tidak memiliki anggaran internasional untuk kategori robot kapal sehingga tim jawara tidak bisa bertanding di tingkat internasional.

Pada 2015 kami menang lagi. Meski tidak ada anggaran dari Dikti kita nekat ke Virginia dengan minta bantuan ke sponsor,” kata Irwan yang juga tim yang ahli dalam programmer hardware.

Salah satu perusahaan penerbangan ternama akhirnya mau memberi tiket gratis hanya sampai Tokyo Jepang. Nah untuk sampai ke Virginia, pihak PENS dan mahasiswa mengumpulkan dana. “Untuk kehidupan sehari-hari di Virginia kami dibantu oleh WNI dan Kedubes,” jelas Irwan.

Namun perjuangan tim Penship tidaklah sia-sia. Pada 11 Juli, tim Penship berhasil lolos kualifikasi yang diadakan di danau Swan, Regent University. Dalam babak pertama ini, tim Penship berhasil mengalahkan 15 tim dari negara ternama, seperti Inggris, Jepang, Prancis, Jerman dan lainnya.

Kompetisi awal yang membuat tim ini lolos ke babak selanjutnya yakni pada kecepatan robot atau speed test. Sedangkan, misi selanjutnya adalah menghindari rintangan yang ditata secara acak atau dikenal dengan misi obstancles. Selain itu juga harus mampu mendeteksi blackbox yang biasanya ada di dalam pesawat atau kapal.

Juri bilang kapal kami punya poin plus. Dengan hanya berat 7,8 kg dan daya dorong kapal mencapai 12,8 Lbs, kecepatan kapal mencapai 7 detik untuk menempuh jarak 15 meter kita sudah mampu membuat penonton dan dewan juri terpukau,” tambah dosen pembimbing tim Penship, Iwan Kurnianto.

Poin plus lainnya yakni hampir seluruh awak robot kapal dibuat secara handmade oleh tim Penship. Berbeda dengan robot kapal tim mahasiswa asing yang awak kapalnya rakitan.

Sayang perjuangan mereka terhenti di misi atau pada babak ketiga. Ketika misi ketiga robot kapal menguji kemampuan kapal dalam mendeteksi gambar dan sasaran atau automatic docking.

Robot kapal ini gagal melewati misi ketiga akibat permasalahan jaringan. Hal itu membuat tim Penship tidak melanjutkan misi keempat yakni deteksi frekuensi untuk kembali ke dermaga.

Tapi, kami bersyukur masuk final. Dari tujuh tim yang masuk final, enam tim dari amerika dan satu dari Indonesia. Karena kualitas robot kapal yang cepat dan bagus kami meraih Compact Design Award,” tegas Iwan.

Apalagi, meski sudah berkali-kali jawara di tingkat internasional, kompetisi robot tingkat internasional ini baru pertama kali diikuti. “Pengalaman lomba tingkat internasional ini sangat penting untuk riset-riset robot kapal kami selanjutnya,” harap Iwan.

  ♔ Tribunnews  

Rabu, 09 April 2014

PENS juarai lomba robot pemadam api internasional

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/4/44/Logo_PENS.pngSurabaya  Tim robot Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang mewakili Indonesia menjadi juara lomba robot pemadam api internasional bertajuk "Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest 2014" di Trinity College, Hartford, Connecticut, AS, 5-6 April.

"Sebenarnya, kami mengirimkan tiga robot pemadam api dari kategori beroda, lalu tim Politeknik Bandung dengan satu robot pemadam api dari kategori berkaki. Semuanya mendapat dukungan dana dari pemerintah," kata Humas PENS Andri Suryandari kepada Antara di Surabaya, Selasa.

Namun, katanya, tim robot beroda dari PENS itu mendapat titipan sebuah robot berkaki untuk diikutsertakan dalam lomba yang sama, meski tidak didanai pemerintah. "Alhamdulillah, ketiga robot beroda dan sebuah robot berkaki itu menjadi juara semuanya," katanya.

Tim PENS yang sebelumnya menjuarai Kontes Robot Cerdas Indonesia 2013 itu terdiri dari tiga mahasiswa, dua dosen pembimbing, dan seorang official. Ketiga mahasiswa adalah Derry Pratama, Saiful Fatoni, dan Mughni Syahid.

"Tim PENS itu merupakan Tim EFFIRO yang beranggotakan Mughni Syahid (D3-Elektro Industri), Derry Pratama (D4-Teknik Komputer) dan Saiful Fatoni (D4-Teknik Mekatronika) dengan pembimbing Eko Henfri Binugroho MSc dan Rahardita Widyatra Sudibyo S.ST," katanya.

Tim EFFIRO yang dikawal seorang official yakni Dr Endra Pitowarno M.Eng (pakar robotika PENS) itu membawa tiga robot beroda yang didaftarkan dengan nama dan karakteristik serta strategi yang berbeda yakni PENS, Senior EFFIRO dan ER2C.

"Satu lagi Tim PENS yang tidak berangkat dan hanya titip robot berkaki yang diberi nama Walking EFFIRO adalah Tim EILERO yang beranggotakan Miftahul Arrijal Rifai (D4-Teknik Elektronika), Dany Preistian (D4-Teknik Komputer), Koris Pramita (D4-Teknik Elektronika), Ervanudin (D4-Teknik Mekatronika), Muchammad Chanif Qomaruddin (D4-Teknik Elektronika) dan Akhmad Zackarya Rizqy S. (D4 Teknik Elektronika) yang dibimbing oleh Eka Prasetyono," katanya.

Ia menjelaskan Eko Henfri (salah satu dosen pembimbing) bukanlah nama yang baru di dunia robotika. Semasa menjadi mahasiswa PENS, tim B-CAK yang mewakili Indonesia di NHK International Robot Contest menjadi Juara Dunia di Jepang pada tahun 2001.

"Menariknya, empat orang anggota tim adalah mahasiswa penerima beasiswa BIDIKMISI, yakni Mughni Syahid (D3-Elektro Industri), Dany Preistian (D4-Teknik Komputer), Ervanudin (D4-Teknik Mekatronika), dan Akhmad Zackarya Rizqy S. (D4 Teknik Elektronika)," katanya.

Dalam lomba berskala dunia itu, PENS baru mengikuti even itu pada tahun ini guna melengkapi seluruh even internasional yang diikuti PENS dan menjadi juaranya.

Tahun 2001, Tim B-CAK (PENS) menjadi Juara Dunia di NHK International Robot Contest di Koriyama, Jepang. Kontes robot ini sekarang dikenal sebagai ABU Robocon.

Tahun 2013, Tim ERSION (PENS) mendapatkan "Second Runner-Up" dan ABU Robocon Award serta ROHM Special Award di ABU Robot Contest 2013 di Danang, Vietnam.

Selain itu, Tim EROS (PENS) meraih peringkat "tujuh besar" dunia di kontes robot sepakbola RoboCup 2013 untuk Kategori Humanoid Kids di Eindhoven, Belanda.

Tahun yang sama (2013), Tim PENShip juga menempatkan diri pada "tujuh besar" dunia pada kontes kapal cepat tanpa awak RoboBoat 2013 di Virginia, Amerika Serikat.

"Alhamdulillah, PENS sekarang juga menjadi juara lomba robot pemadam api yang diraih empat robot yang dikirim, bahkan Tim EILERO yang robotnya belum bisa mendapat Juara pertama di Tingkat Nasional, tetapi sudah mempersembahkan Juara satu di tingkat Dunia," katanya.

Rencananya, Tim PENS mendarat di Bandara Juanda Surabaya pada 9 April 2014 jam 19.35 WIB. "Insya-Allah, kedatangan mereka disambut Mendikbud Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA di Kedatangan Internasional Terminal 2 Bandara Juanda," katanya.



  Antara  

Jumat, 15 November 2013

Robot EROS buatan tim PENS joget "caesar"

Surabaya - Robot EROS (EEPIS Robot Soccer) yang merupakan buatan tim mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dirancang untuk bisa berjoget dangdut "Caesar" atau "Buka Titik Joss".

"Kalau memprogram EROS untuk bisa goyang Caesar memang hanya butuh waktu sehari, tapi pengembangan robot ini butuh waktu empat tahun," kata programmer robot yang juga ketua tim, Dimas Pristovani Riananda, di Surabaya, Rabu petang.

Tahun lalu (13/11/2012), tim yang beranggotakan Dimas Pristovani Riananda, Ardiansyah Al Farouq, Pratomo Adhi Nugroho, Michael Saputro Junianto Soedargo, Luqman hakim, dan Muchammad Sobrun Ibnu Atfal, telah memprogram EROS untuk berjoget "Gangnam Style" ala Korea.

Menurut dia, EROS sebenarnya bukanlah robot menari, namun robot sepak bola yang dikenal sebagai pemain bola yang handal di lapangan hijau.

"Tidak hanya menjadi juara bertahan KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia), tapi di kancah internasional pun berhasil meraih peringkat delapan besar pada Robocup di Eindoven, Belanda pada Juni 2013," katanya.

Namun, robot setinggi 60-70 centimeter itu dilengkapi dengan beberapa sensor untuk bergerak dan mengikuti irama lagu. "Aksi goyang Caesar EROS dapat di-klik pada http://youtube.com/watch?v=0XNTZws7H6A," katanya.

Menurut Pembimbing Tim EROS, Akh. Subhan Khalilullah ST MT, hal itu sebenarnya berawal dari keisengan tim.

"Mereka kan sering menginap di laboratorium untuk menyempurnakan program robot. Lha kalau sudah bosan, ada yang suka cari kerjaan aneh-aneh, termasuk memprogram robot menari Caesar," katanya.

Pada sisi lain, robot EROS juga disiapkan untuk menghadapi KRSBI tingkat Regional dan Nasional tahun 2014, serta mewakili Indonesia kembali di even Robocup 2014 di Brazil.


  Antara  

Sabtu, 21 Juli 2012

Mahasiswa PENS ciptakan kursi roda pintar

Surabaya (ANTARA News) - Dua mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS),  Wahyu Mohammad Ihsan dan Arif Priyanto, menciptakan kursi roda pintar untuk mempermudah penyandang cacat melakukan aktivitas.

"Kursi roda yang kami sebut` Reconfiguration Wheel Chair` itu merupakan hasil riset kami selama setahun untuk tugas akhir," kata Arif yang bertugas merancang mekanik, mengatur kecepatan, dan mobilitas itu di Surabaya, Sabtu.

Didampingi rekannya Wahyu yang membuat mekanik dan kontrol lengan untuk mengatur ketinggiannya, ia menjelaskan` kursi roda yang dikontrol menggunakan remote itu dapat diposisikan ketinggiannya sesuai kebutuhan pengguna.

"Setidaknya, ada tiga tingkatan transformasi, yaitu transformasi minimum, strandar dan maksimal," kata mahasiswa semester akhir jurusan Mekatronika PENS itu.

Menurut Wahyu, pengaturan itu membuat penyandang cacat tidak perlu meminta bantuan orang lain bila ingin mengambil benda, misalnya untuk mengambil benda yang letaknya di atas, seperti buku di rak lemari.

"Kursi roda itu juga dapat membantu menaikkan penggunanya hingga setinggi orang berdiri dan jika benda terjatuh atau posisinya di lantai, maka kursi pun dapat disetel dengan diturunkan menggunakan remote, agar pengguna dapat mengambil benda tersebut," katanya.

Kursi roda itu dioperasionalkan dengan menggunakan aki berdaya 24 volt. Dalam kondisi normal, kursi dapat dipergunakan seperti kursi roda biasa dengan memposisikan di ketinggian standar serta mampu bergerak normal dengan kecepatan 0.3 meter per-detik.

"Kendala yang kami alami selama pembuatan kursi adalah masalah desain kursi dan motor yang digunakan. Desain kursi sempat diubah beberapa kali. Mekaniknya rumit. Selain itu, kami juga harus memastikan keamanan pengguna dengan mengatur keseimbangan kursi jika dipakai," kata Arif.

Tidak hanya itu, mereka pun harus keluar masuk pasar barang bekas untuk mencari motor yang sesuai. Masalah dana pun menjadi tantangan tersendiri, mengingat kursi ini telah menguras kocek mereka hampir Rp10 juta.

"Jadi, cukup dengan duduk di kursi roda dan memegang remote di tangan, maka penyandang cacat dapat lebih mudah berinteraksi dengan lingkungan sekitar tanpa membebani orang di sekitarnya. Mereka pun bisa lebih mandiri," katanya.

Ia mengharapkan, karya yang pertama kali di Indonesia itu dapat dikembangkan risetnya sehingga bentuknya lebih menarik dan sempurna untuk kemudian diproduksi massal.

"Kami akan mematenkan kursi roda pintar itu," katanya.(E011)

Sumber : Antara

Kamis, 19 Juli 2012

Mahasiswa PENS ciptakan mesin pendeteksi uang palsu

http://img.antaranews.com/new/2011/05/thumb/20110503121203upal020511-1.jpgSurabaya (ANTARA News) - Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya atau PENS Andy Vebby Setiawan menciptakan mesin pendeteksi uang palsu kertas nominal Rp2.000 dan Rp5.000 berdasarkan benang pengaman dan hologram.

"Masing-masing pecahan uang kertas itu memiliki tanda hologram yang berbeda sehingga asli-palsunya dapat dideteksi melalui vending machine," ujarnya di sela-sela `Final Project Competition` (FPC) 2012 di kampus setempat, Rabu.

Mahasiswa tingkat akhir D4 Jurusan Teknik Informatika PENS itu menjelaskan cara kerja mesin itu sederhana, yakni uang kertas cukup dimasukkan ke dalam "vending machine" yang akan mendeteksi asli atau palsu, lalu penutup dibuka untuk diambil uangnya lagi.

"Ke depan, saya akan menyempurnakan dengan sistem mekanik vending machine, sebab pengambilan uangnya sekarang masih secara manual dengan membuka tutup mesin," katanya.

Selain itu, berbagai macam karya mahasiswa lainya juga menarik, seperti game `Shaun the Sheep` dan `Angry Bird` ala mahasiswa PENS, serta berbagai software dan aplikasi berbasis Android.

Tak ketinggalan pula aplikasi robotika dan karya inovatif lainnya, seperti Alat Perekam Suara Paru-paru yang cukup digunakan mirip stetoskop yang ditempelkan dada untuk memberikan informasi paru-paru normal dan tidak.

Ada pula, Alat Bantu Huruf Hijaiyah Braile yang terinspirasi dari perilaku penyandang tuna netra. Caranya, pengguna yang tuna netra cukup menekan huruf-huruf braile yang tersambung dengan sensor suara yang akan membunyikan ejaan dari huruf-huruf Hijaiyah.

"Ada 187 peserta dari berbagai jurusan dalam kompetisi tugas akhir tahun ini, tapi jumlah peserta FPC tahun ini menurun dibandingkan dengan tahun lalu, karena FPC bersamaan dengan demo tugas akhir dan jadwal revisi TA," kata seorang panitia FPC, Samsul Huda.

Tahun lalu, jumlah peserta memang jauh lebih banyak hingga panitia harus menyiapkan meja pamer di selasar lantai 2 dan lantai 3 Gedung D4, namun tahun ini hanya di gedung pertemuan lantai 1.

Menurut Direktur PENS, Dadet Pramadihanto, acara yang selalu ditunggu-tunggu oleh civitas akademika itu tidak hanya sebagai unjuk kebolehan mahasiswa, tetapi lebih pada proses transformasi riset antara kakak kelas kepada adik kelasnya.

"Teknologi akan selalu berkembang, jadi alangkah lebih baiknya jika sejak awal riset yang dilakukan oleh kakak kelasnya ini diketahui oleh adik kelasnya, sehingga ke depan diharapkan PENS dapat lebih berkontribusi kepada masyarakat melalui riset aplikatif yang berkesinambungan," katanya.

Pada akhir acara pada sore hari diumumkan empat karya terbaik dari masing-masing jurusan yang memperoleh penghargaan seperti uang penghargaan Rp800.000,- untuk juara pertama; juara kedua sebesar Rp600.000,-; juara ketiga senilai Rp400.000,-; dan juara keempat hanya Rp200.000.

"Kemenangan dan hadiah hanya merupakan sebuah bonus, sebab hal yang terpenting adalah semangat belajar dan kemauan untuk terus maju dan berkembang. Proses itu yang penting, sedangkan hasil adalah bonus itu," katanya. (E011/M008)

Sumber : Antara

Minggu, 01 Juli 2012

PENS dan ITS ungguli kontes robot

Surabaya (ANTARA News) - Tim robot dari PENS Surabaya, ITS Surabaya, Universitas Brawijaya (UB) Malang, dan UGM Yogyakarta mengungguli tim lain dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) yang digelar di kampus ITB Bandung pada 30 Juni-1 Juli.

Humas PENS Andry Suryandari kepada ANTARA lewat surat elektronik dari Bandung, Minggu bahwa sebagian besar perfoma dari 94 tim robot yang mengikuti kontes robot di Bandung itu mengalami penurunan, namun tim PENS, ITS, UB, dan UGM terlihat unggul.

"Pada putaran pertama KRI, peserta yang sebagian besar berasal dari Regional IV (Jatim) berhasil mencetak kemenangan sempurna (peng on dai gat), yaitu tim ROLPENS (PENS), RI-NHO (ITS), BHATARA (UB), dan JUMP_ACE (UGM)," katanya.

Namun, katanya, tim ROLPENS dari PENS Surabaya mencatat waktu tercepat yakni 1 menit 4 detik.

Menurut dia, ada lima divisi lomba yang dipertandingkan, di antaranya KRI, Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) Beroda, KRCI Berkaki, KRCI RSHL (RoboSoccer Humanoid League), dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI).

"Kategori yang menyedot perhatian terbesar dari penonton adalah Kontes Robot Indonesia. Pada kategori ini tim robot wajib menyiapkan tiga buah robot manual dan otomatis yang bertugas mengumpulkan nilai dengan cara mengambil bun dan mengumpulkannya di keranjang," katanya.

KRI tahun ini bertema"Grebeg Berkah Kedamaian dan Kesejahteraan" yang diadopsi dari tema pertandingan internasional "Peng On Dai Gat", karena itu pemenang pada kategori ini akan mewakili Indonesia pada ABU Robocon 2012.

Pada kategori RSHL, Robot PENS "EROS" memukau penonton dengan tendangan "back heel" yang mampu memecahkan rekor skor 4-0 ketika melawan tim Hurofu (ITS). Tim lainnya juga tak kalah hebat dalam menendang bola, meski hanya mencetak skor 1-2.

Sementara itu, 16 tim robot juga beradu gerak dalam KRSI bertema Robot Penari Piring. Dengan aksesoris piring di tangan dan dandanan ala penari robot-robot ini melenggok pada empat buah lapangan yang disiapkan oleh panitia.

"PENS yang diwakili oleh tim ERISA bersaing ketat dengan tim V-yu (ITS) dalam perolehan nilai," katanya. (E011)


ANTARA News

Sabtu, 12 Mei 2012

PENS anggap ITS rival dalam kontes robot

Surabaya (ANTARA News) - Tim Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menganggap tim ITS merupakan rival berat dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) 2012 Regional IV (Jawa Timur) di Gedung Robotika ITS Surabaya pada 12 Mei 2012.

"Rival berat kita adalah `saudara tua` ITS, tapi di Regional IV ada juga tim yang bagus yakni tim dari Unibraw Malang," kata dosen pembimbing tim robot `Rolpens` PENS Fernando Ardilla kepada ANTARA di sela-sela latihan di kampus setempat, Kamis.

Dosen Jurusan Teknik Komputer PENS itu mengaku tim robot PENS yang sudah berkali-kali menjuarai KRI di tingkat nasional itu menargetkan juara dalam KRI 2012.

"Kami fokus ke KRI tingkat Regional IV, karena tim-tim di Regional IV merupakan barometer di tingkat nasional. Kalau berhasil, kami akan fokus untuk merebut juara nasional yang tahun lalu lepas dari PENS," katanya.

Ditanya hasil yang dicapai dalam persiapan terakhir, ia mengaku tim bimbingannya sudah mampu menyelesaikan permainan secara sempurna, namun kecepatan robot "Rolpens" masih perlu ditingkatkan lagi.

"Pola permainan kali ini memang lebih sulit daripada tahun lalu, tapi alhamdulillah tim kami sudah mampu menyelesaikan permainan secara sempurna, tinggal kecepatannya yang perlu dibenahi lagi," katanya.

Tentang tim nasional yang diperkirakan menjadi rival berat, ia mengatakan tim robot yang menjadi saingan berat di tingkat nasional adalah tim ITS, Poltek Batam, dan UGM Yogyakarta.

"Insya-Allah, kami akan terus berusaha mencapi hasil yang terbaik, sehingga kami dapat `balas dendam` atas kekalahan dalam KRI pada tahun lalu," katanya.

Panitia mencatat Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2012 Regional IV (Jawa Timur) diikuti 57 tim robot dari 24 universitas.

Kepala Badan Pembinaan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni ITS Dr Ir Bambang Sampurno MT menjelaskan hari ini (10/5) sudah ada pendaftaran ulang peserta, lalu dilanjutkan dengan "running test" pada Jumat (11/5).

"Pertandingan akan dimulai pada Sabtu (12/5) sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai," katanya, didampingi Panitia KRI-KRCI 2012 Regional IV Drs M Zainul Asrori MSi.

Pemenang KRI-KRCI Regional IV berhak melaju ke tingkat nasional di Bandung pada 16-17 Juni mendatang dan pemenang tingkat nasional akan meraih tiket ke tingkat kontes robot internasional di Hong Kong, China pada 19 Agustus mendatang.

"Untuk KRI hanya ada satu divisi dan KRCI ada tiga divisi yakni KRCI Beroda Robot Cerdas Pemadam Api, KRCI Berkaki Robot Cerdas Pemadam Api, dan KRCI Battle Robosoccer Humanoid League. ITS sendiri mengikuti keempat divisi itu," paparnya.

Bahkan, ITS juga mengikuti satu kontes lagi yang hanya dipertandingkan di tingkat nasional yakni Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) yang tahun ini bertema "Robot Penari Tari Piring".

Tim lain adalah universitas dari Surabaya, Malang, Jember, Madiun, dan Madura. "Yang merupakan tim pendatang baru adalah Politeknik Madiun dan Politeknik Banyuwangi, namun tidak semuanya mengikuti semua divisi yang dipertandingkan," ucapnya. (ANTARA)



ANTARA News

Rabu, 02 Mei 2012

KERJASAMA KONSORSIUM PENELITIAN KAPAL PERANG NASIONAL TYPE DESTROYER TAHUN 2012 – 2014

altAkademi Angkatan Laut (28/04/12),- Indonesia masih belum mandiri dalam bidang pertahanan dan alat utama sistem senjata (alutsista). Dengan berbekal keinginan yang kuat untuk mewujudkan kedaulatan sistem pertahanan nasional, ITS melalui Konsorsium Pengembangan Kapal Perang Nasional (KPKPN) menggagas pembuatan kapal perang anti radar. Tak tanggung-tanggung, riset ini didanai pemerintah senilai Rp 1,8 Miliar tiap Tahunnya. ITS tak bekerja sendiri, mengingat riset ini adalah riset nasional, maka ITS dibantu oleh beberapa perguruan tinggi negeri lain. Yaitu Akademi Angkatan Laut (AAL), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Universitas Indonesia (UI), Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Konsorsium ini bermula dari workshop inisiasi bidang kapal perang yang dilaksanakan Agustus 2011 lalu. Dari workshop itulah ITS mengambil langkah lebih lanjut terkait penelitian kapal perang tersebut. Termasuk pembuatan proposal untuk kemudian diajukan ke pemerintah. ''Pembuatan proposal untuk konsorsium ini telah selesai sejak akhir tahun 2011,'' ungkap Hendro Nurhadi Dipl Ing PhD, Ketua KPKPN. Baru seteleh itu, digelar workshop nasional bidang kapal perang pada akhir Februari lalu.

Penggarapan kapal perang ini dibagi menjadi tujuh kelompok kerja berdasarkan bagian kelengkapan kapal. Ketujuh kelompok kerja tersebut masing-masing menangani karakterisasi komposit, metalurgi fisik, ship standard and Mission Requirement, auto pilot, steering control, material untuk radar dan Combat Material System (CMS). Dari pembagian tersebut, Mayor Laut (E) Oman Sukirman, M.T dari AAL berperan dalam kegiatan Ship Standard and Mission Requirement serta pengumpulan data primer, Prof. Dr. Kuncoro Diharjo dari UNS turut serta dalam pembuatan karakterisasi komposit. Sedangkan metalurgi fisik ditangani oleh Prof Dr Ir Bondan Tiara Sofyan dari UI.

“Kapal yang banyak sekarang ini sebagian besar merupakan produk-produk lama. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika Indonesia terus menerus bergantung pada negeri lain padahal potensi dalam negeri sangat besar” papar Mayor Oman dalam paparan sesi ke-2 workshop di Nasdec (22/2).

Keunggulan kapal perang ini nantinya yaitu dibuat dengan material anti radar. ''Anti radar baru pertama kali diterapkan di pesawat tempur Amerika. Konon wartawan tidak bisa mendekat dari jarak 100 meter,'' jelas Drs Mochamad Zainuri M.Si yang juga ditemui saat konferensi pers diskusi ilmiah di Nasdec (22/2). Zainuri yang telah meneliti bahan anti radar sejak tahun 2005 itu mengungkapkan bahwa material anti radar yang digunakan pada kapal tersebut dibuat dari pasir besi. Hingga saat ini, material tersebut telah berhasil dibuat dan dapat menyerap radar hingga 99 persen.

“Kerjasama penelitian dengan perguruan tinggi besar, tentu sangat mengangkat bendera AAL dimata akademisi di seluruh Indonesia. Apalagi kerjasama besar ini hanya melibatkan perguruan tinggi yang memiliki peneliti-peneliti yang dianggap oleh Kementerian Ristek paling berkompeten” kata Gubernur AAL Laksda TNI Agus Purwoto.

Jenderal berbintang dua ini menegaskan pula bahwa dirinya sangat mendukung bentuk kerjasama ini apalagi bila melibatkan Kadet dan Dosen AAL secara aktif. “Hal tersebut guna lebih meningkatkan kemampuan analisis para Dosen AAL maupun Kadet, serta lebih menimbulkan kemauan untuk mengembangkan Alutsista yang ada khususnya milik TNI AL” tegas orang nomor satu di AAL ini. (bagpen AAL).

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More