N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KRI Raden Eddy Martadinata 331

PKR 10514, Kapal frigat pertama produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Jumat, 31 Agustus 2012

Peneliti Indonesia kembangkan peta posisi ikan

http://img.antaranews.com/new/2012/08/thumb/20120831peta_perkiraan_ikan.jpgJakarta - Para peneliti di Indonesia terus mengembangkan teknologi yang memudahkan nelayan, salah satunya dengan membuat peta perkiraan daerah penangkapan ikan (PPDPI) yang dipublikasikan setiap hari.

"Peta perkiraan ini menggunakan pendekatan remote sensing yakni memanfaatkan data satelit penginderaan jauh," kata Dr Agus Setiawan, Kepala Balai Penelitian dan Observasi Laut (BPOL) Badan Litbang Kelautan dan Perikanan.

Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa penelitian peta perkiraan daerah penangkapan ikan disusun sejak 2005 berdasarkan tiga indikasi yaitu suhu permukaan air laut, ketersediaan klorofil A atau pitoplankton, dan altimetri atau tinggi muka laut.

"Peta ini utamanya memperkirakan keberadaan ikan-ikan pelagis seperti tuna sirip kuning, cakalang, dan lemuru," kata pria yang pernah berkarir di BPPT itu.

Peta perkiraan posisi ikan pelagis dibagi menjadi tiga kelas, yaitu peta nasional, peta untuk pelabuhan, dan peta untuk wilayah khusus.

Peta nasional dirilis tiga kali seminggu, tiap hari Senin, Rabu, dan Jumat. Sementara peta untuk pelabuhan disebarkan ke 11 pelabuhan di Indonesia setiap hari. Demikian pula peta untuk wilayah khusus yaitu Selat Bali, Laut Sawu, dan Kutai Kartanegara.

"Bagi nelayan yang tidak memiliki teknologi sonar dan sensor ikan di perahunya, mereka bisa meminta informasi kepada kami," kata Bambang Sukresno, salah seorang peneliti penyusun PPDPI.

Selain ditampilkan dalam website BPOL, PPDPI juga didistribusikan melalui e-mail dan fasilitas Interactive Voice Respond (IVR).

Untuk bisa mendapatkan PPDPI secara rutin melalui e-mail, para calon pengguna harus mengirimkan permintaan ke ppdpi_brok@yahoo.com.

Sementara itu, untuk mendapatkan PPDPI melalui fasilitas Interactive Voice Respond (IVR), para pengguna dapat menerima PPDPI secara otomatis melalui mesin faksimili dengan cara menelepon ke nomor 0365-44271.

Diseminasi informasi peta keberadaan ikan jenis pelagis ini juga mengandalkan kerjasama dengan pemerintah daerah setempat, kata Bambang.

"Kami telah melakukan sosialisasi dan kerjasama dengan beberapa pemerintah daerah, Indramayu salah satunya," ujar Bambang menjelaskan.

Pemda Indramayu, menurut Bambang, melaksanakan program Informasi Daerah Penangkapan Ikan (IDPI), sehingga nelayan bisa melihat informasi titik koordinat yang potensial banyak ikan ketika mereka berada di tempat pendaratan ikan (TPI).

BPOL yang terletak di Jembrana, Bali, adalah salah satu wadah pelaksanaan kegiatan-kegiatan  Southeast Asia Center for Ocean Research and Monitoring (SEACORM)

(Antara)

Tiga Misi Satelit Lapan A2

http://img.antaranews.com/new/2012/08/small/20120831masa_lapan_a2.jpgJAKARTA - Satelit Lapan A2 buatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang akan diluncurkan pada pertengahan tahun 2013 dari India mengemban tiga misi utama, kata Direktur Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Suhermanto.

Saat memberikan keterangan pers di Bogor, Jumat, Suhermanto mengatakan misi pertama satelit yang dibangun sejak tahun 2009 itu adalah memantau permukaan bumi dengan kamera video analog dan kamera digital beresolusi hingga enam meter dan cakupan area gambar 12 kilometer persegi.

Misi keduanya, lanjut dia, membantu komunikasi teks dan suara untuk mitigasi bencana dengan aplikasi Automatic Position Reporting System (APRS) lewat frekuensi S-Band UHF.

Sementara misi ketiga satelit berdimensi 50 x 47 x 38 sentimeter itu adalah mendukung pengawasan wilayah maritim Indonesia dengan memanfaatkan data Automatic Identification System (AIS), terutama pemantauan lalu lintas kapal laut yang mempunyai perangkat transmisi data.

"Kapal-kapal niaga dengan bobot lebih dari 100 ton diwajibkan mengirim identitas mereka," kata Kepala Bidang Teknologi Bus Satelit Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Robertus Heru Triharjanto tentang misi ketiga Lapan A2.

Heru memperkirakan satelit berbobot 78 kilogram itu dapat digunakan selama tiga tahun dengan lintasan orbit berinklinasi 6-8 derajat dekat garis ekuator.

"Yang membatasi umur satelit adalah daya tahan kameranya. Satelit Tubstat yang diperkirakan hanya berusia tiga tahun sejak 2007 saja masih dapat dioperasikan," kata Heru.

Satelit Lapan A2 yang disebut lebih baik dibanding satelit Lapan A1 atau Tubstat memiliki sistem pengendalian orbit satelit lebih tepat untuk menghasilkan gambar yang lebih rinci.

(Republika)

Komponen Satelit Lapan A2 90 persen impor

Jakarta - Sebanyak 90 persen komponen Satelit Lapan A2 ciptaan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) masih didatangkan dari luar negeri atau impor, demikian dikatakan Direktur Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Suhermanto. "Komponen yang didatangkan dari luar negeri umumnya elektronika seperti chip, sensor, transmitter, termasuk logam dan kamera," kata Suhermanto di sela-sela jumpa pers di Pusat Teknologi Satelit LAPAN Bogor, Jumat.

Suhermanto mengharapkan industri elektronika di Indonesia mampu mendukung teknologi pembuatan satelit sehingga LAPAN hanya perlu mendesain dan menguji komponen satelit.

"Target (peluncuran Lapan A2) semula (pada) 2012..kami terkait pengujian," kata Suhermanto tentang satelit yang mulai diproduksi sejak 2009 itu.

Terkait peluncur, Suherman mengatakan satelit yang akan dikendalikan dari stasiun bumi Rumpin Serpong Tangerang, Rancabungur Bogor, dan Biak Papua itu menumpang roket PSLV-C23 milik Sriharikota India.

"Muatan utama roket (PSLV-23) itu adalah satelit Aerosat dengan misi astronomi yang berbobot lebih dari 600 kilogram," kata Suherman.

Dalam roket itu, lanjut Suherman, terdapat ruang untuk satelit-satelit kecil berbobot kurang dari 100 kilogram yang disebut 'piggybac'.

"(Peluncuran satelit) kita menunggu (kesiapan) muatan utama. Jadi, kita sudah harus siap sebelum satelit utama itu," kata Suherman.

Suherman mengatakan biaya peluncuran satelit Lapan A2 sekitar separuh dari harga normal peluncuran satelit utama yang mencapai 10ribu dolar AS per kilogram dan belum termasuk asuransi.(I026) 

(Antara)

Merpati pakai pesawat PT DI untuk penerbangan perintis

Bandung - PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) akan menggunakan pesawat N-212 buatan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk pelayanan penerbangan perintis di sejumlah wilayah, terutama di kawasan timur Indonesia.

"Kami pesan 50 pesawat N-212 Cassa buatan PT DI. Rencananya sudah ada yang dioperasikan tahun 2012 ini untuk penerbangan perintis di lapangan terbang berlandasan pacu pendek," kata Direkrur Utama PT MNA Rudy Setyopurnomo di Bandung, Kamis.

Menurut dia, pesawat-pesawat bikinan PT DI akan menggantikan peran pesawat-pesawat Merpati yang saat ini dioperasikan untuk melayani rute penerbangan perintis.

Pesawat-pesawat itu juga akan dioperasikan untuk menerbangi rute jalur perintis baru yang akan dibuka.

Lebih lanjut Rudy menjelaskan, sebelumnya Merpati telah mengoperasikan delapan pesawat N-212 dan 15 unit CN-235 produksi PT DI untuk melayani sejumlah rute penerbangan di Indonesia.

"Pesawat N-212 itu multiguna bisa dimodifikasi untuk jenis N-219 juga. Bisa untuk penumpang dan juga angkutan barang. Cocok untuk lapangan terbang berlandasan pacu pendek," katanya.

Ia menambahkan, PT DI akan memenuhi pesanan pesawat dari maskapai penerbangannya setiap tahun sesuai kebutuhan.

"Pokoknya terus sesuai dengan kebutuhan, PT DI mampu membuat pesawat itu dan pasti akan bisa memenuhi kebutuhan yang kami," katanya.(S033)

(Antara)

Ilham Habibie: Ide Bangun Regio Prop Sejak 2004

 Pesawat Regio Prop akan mulai menjelajah langit pada 2018.

Ilham Habibie: Ide Bangun Regio Prop Sejak 2004
Ilham Habibie
Ide untuk membangkitkan kembali pesawat N-250 melalui pesawat Regio Prop ternyata sudah dimulai sejak 2004. Pesawat Regio Prop itu diharapkan mulai menjelajah langit pada 2018.

Presiden Direktur PT Ilthabi Rekatama, Ilham Akbar Habibie, menjelaskan, pada akhir 2004, perusahaannya melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendapatkan donasi sebesar US$200 ribu untuk mengkaji kembali pesawat N-250 dari Islamic Development Bank (IDB).

"Studi berlangsung 1,5 tahun dan selesai pada awal 2006 untuk membangkitkan kembali N-250," kata Ilham saat berbincang dengan VIVAnews di kantornya, Jakarta.

"Pesawat itu harus banyak yang diubah, dan karena kami lihat tidak sama dengan yang lama, sehingga harus diberikan nama baru agar persepsi orang tidak melihatnya sebagai barang lama," tuturnya.

Pada waktu itu, dia menambahkan, Ilthabi Rekatama mempekerjakan konsultan asal Amerika Serikat untuk mensurvei pasar pesawat turboprop. Hasilnya, pada waktu itu, pasar sangat positif dengan kehadiran pesawat turboprop baru, mengingat pesawat-pesawat sejenis masih menggunakan model lama seperti Dash-8 dan ATR72.

Survei pada waktu itu, menurut Ilham, menunjukkan bahwa pesawat propeller berkapasitas 50-70 penumpang sangat diminati. Namun, dengan perkembangan waktu, minat pasar akan bergeser ke pesawat propeller berkapasitas 70-90 penumpang.

"Studi tersebut menyatakan pada 2004 ke atas, yang menarik adalah pesawat prop based dengan seat 50-70 penumpang," ujarnya. "Kalau kami melakukan hal yang sama pada 2012, hasilnya beda. Karena hasilnya beda, seat-nya diubah menjadi 70 hingga 90 penumpang," tuturnya.

Dalam rentang waktu 2006-2012, Ilham melanjutkan, Ilthabi Rekatama fokus mencari dana untuk membangun pesawat Regio Prop. Karena untuk mendesain dan membangun sebuah pesawat propeller baru membutuhkan dana hingga US$500 juta.

Ia menargetkan, pada 2013, perusahaan sudah mulai penuh bekerja dan dalam waktu lima tahun mendatang, Regio Prop sudah mulai diproduksi. "Kami masih menggalang dana dan akan mulai full kerja pada 2013. Maka itu, pada 2018, Regio Prop sudah dapat diproduksi," tutur Ilham. (art)

Satelit LAPAN-A2 Siap Diluncurkan

Satelit LAPAN-A2 Siap DiluncurkanIni adalah hasil pencitraan dari satelit Lapan A1 yang bakal diganti oleh Lapan A2 dan Lapan A3.

Bogor - Satelit buatan dalam negeri, LAPAN-A2 atau LAPAN-ORARI telah selesai dibangun dan siap diluncurkan. Kepala Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Ir Suhermanto Msc, mengatakan peluncuran satelit tersebut akan dilakukan pada pertengahan 2013 menggunakan roket India Dairi Sriharikorta.

Pembangunan satelit pemantau (surveilance) ini merupakan pengembangan satelit sebelumnya, satelit LAPAN-A1 atau LAPAN-TUBSAT yang juga diluncurkan dari India pada tahun 2007 lalu dan masih beroperasi hingga saat ini. "Padahal diperkirakan usia LAPAN-A1 hanya mencapai dua tahun," ujar Suhermanto di Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Kecamatan Rancabungur, Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/8).

Suhermanto menuturkan, terdapat perbedaan antara satelit LAPAN-A1 dengan satelit LAPAN-A2. Pembuatan satelit LAPAN-A1 dilakukan bekerja sama dengan Technische Universitat Berlin di Jerman dan dikerjakan langsung oleh para peneliti dan perekayasa LAPAN. Sedangkan satelit LAPAN-A2 dari perancangan hingga pembuatannya dilakukan di Pusat Teknologi Satelit LAPAN di Rancabungur, Bogor.

Suhermanto menjelaskan satelit LAPAN-A2 dirancang untuk tiga misi yaitu pengamatan bumi, pemantauan kapal, dan komunikasi radio amatir. "Satelit ini memiliki sensor Automatic Identification System (AIS) yang dapat mengidentifikasi kapal layar yang melintas pada wilayah yang dilewati oleh satelit LAPAN-A2. Dengan demikian, LAPAN-A2 bisa digunakan untuk memantau lalu lintas wilayah laut Indonesia," jelas Suhermanto.

Satelit yang memiliki bobot 78 kilogram ini direncanakan mengorbit pada ketinggian 650 kilometer. Pada orbit tersebut, satelit pemantauan bumi pertama di dunia yang memiliki orbit ekuatorial ini akan melintasi wilayah Indonesia secara diagonal sebanyak 14 kali sehari dengan durasi melintas sekitar 20 menit. "Pada orbit tersebut, AIS LAPAN-A2 mampu mendeteksi dengan radius lebih dari 100 kilometer dan mampu untuk menerima sinyal dari maksimal 2000 kapal dalam satu daerah cakupan," ujar Suhermanto.

Peluncuran KRI Klewang 625 Trimaran

 Kapal Perang yang Diklaim Terinovatif Diluncurkan di Banyuwangi

Banyuwangi: Sebuah kapal perang yang diklaim terinovatif di dunia diluncurkan PT Lundin Industry Invest di Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (31/8). Kapal bernama KRI Klewang ini diklaim menggabungkan sejumlah kecanggihan teknologi sehingga memiliki berbagai keunggulan. KRI Klewang akan melengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI Angkatan Laut.

KRI Klewang diproduksi di Banyuwangi. Pemilik PT Lundin Industry Invest, Lizza Lundin, mengatakan Banyuwangi dipilih sebagai tempat produksi kapal karena ingin membangun kampung halamannya itu. "Saya orang Banyuwangi. Lokasi ini sangat baik untuk riset pembuatan kapal," kata Lizza.

Bentuk kapal cukup unik. Ini merupakan hasil kolaborasi riset desain dan pengembangan antara PT Lundin dengan arsitek kapal dari Selandia Baru selama dua tahun. Kapal memiliki stabilitas amat baik. Rancangan lambung dibuat dangkal. Kapal didesain untuk bisa berpatroli di pesisir yang panjang.

Bentuk lambung kapal dirancang sedemikian rupa agar kapal dapat melaju dengan kecepatan tinggi namun tetap memperhatikan kemampuan kru. Kapal dapat beroperasi di laut curam dan pendek yang merupakan karakterisktik garis pantai di kepulauan Indonesia.

Kontruksi kapal menawarkan beberapa keunggulan. Di antaranya KRI Klewang ini lebih ringan, efisien biaya perawatan, kemampuan tidak terdeteksi oleh radar, tingkat akurasi geometris yang tinggi, tidak mengandung unsur magnet, tingkat deteksi panas dan suara yang rendah.

KRI Klewang juga menyediakan ruang akomodasi untuk 29 kru kapal pada tiga lantai dek. Kapal dilengkapi fasilitas dan peralatan untuk penerjunan pasukan khusus. Kapal juga dipersenjatai berbagai tipe sistem rudal. Rudal dilengkapi sensor yang dapat ditempatkan di bagian tertinggi atas dek kapal. Ini memberikan kemampuan penglihatan penembakan yang sangat baik. Kesemua hal itu tidak mengurangi stabilitas kapal.

PT Lundin Industry Invest mengaku belum menemukan kendala dalam produksi kapal. Lizza Lundin mengaku memperoleh kemudahan dari pemerintah dalam produksi kapal. KRI Klewang masih mengalami pengembangan dan akan dioperasikan pada 2013 mendatang.(Wtr1)(MetroTv)

 TNI AL Luncurkan Kapal Siluman Tercanggih se-ASEAN

Jakarta - TNI Angkatan Laut akan tampil lebih disegani di lautan dunia. Korps Baju Putih itu akan diperkuat kapal patroli cepat rudal Trimaran bernama KRI Klewang. Hari ini (31/8) kapal itu akan tampil perdana di depan umum.

“Selama ini proses pembuatannya rahasia, karena ini kapal siluman, anti deteksi radar,” ujar Andi Luqman Contract Manager PT Lundin Banyuwangi pada Jawa Pos (Grup Sumut Pos) kemarin.  Kapal perang trimaran sepanjang 63 meter merupakan kapal perang paling canggih dari semua jenis kapal perang yang dikembangkan di Asia Tenggara.

Bentuk lambung yang radikal memungkinkan kapal ini menembus gelombang dengan stabil. Kapal ini dibangun menggunakan material komposit serat karbon yang memanfaatkan vacuum infusion process dan resin vinylester. “Metode ini menghasilkan struktur lebih kuat, dengan biaya operasional dan pemeliharaan yang efisen,” jelas Andi.

Arti Trimaran sendiri adalah kapal multihull atau berlambung lebih dari satu. Yaitu terdiri dari lambung utama yang disebut VAKA dan dua lambung kecil atau cadik yang menempel di kanan dan kiri lambung utama yang disebut AMAS.

Jadi memang desain kapal perang Trimaran diambil dari perahu bercadik yang banyak dijumpai di kepulauan Pasifik. Selama ini kapal perang konvensional selalu berlambung tunggal atau monohull yang sulit bila harus berlayar di perairan dangkal dan mudah tenggelam. Namun tidak dengan desain multihull seperti trimaran. Banyak keunggulan yang ditawarkan dengan konsep multihull itu sendiri.

Diantaranya mampu berlayar di laut dangkal, mempunyai kecepatan lebih kencang daripada kapal sejenis yang memakai satu lambung. Lebih ringan, stabil dan tentunya susah untuk tenggelam.(rdl/jpnn)(Sumut Pos)

 Video Peluncuran KRI Klewang :


 Berikut Foto KRI Klewang 625 :


.
Foto diposkan oleh formil kaskuser

Presiden Usulkan Kenaikan Anggaran Riset

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono mengusulkan penambahan anggaran riset dan pengembangan teknologi yang relatif cukup besar untuk tujuan tertentu. Tujuannya adalah untuk mengembangkan transportasi yang ramah lingkungan dan hemat bahan bakar.

Selain itu, untuk melaksanakan riset dan pengembangan berkaitan dengan produktivitas tanaman. “Kedelai kita masih impor terlalu banyak. Daging sapi juga demikian. Untuk sementara beras dan jagung, insya Allah kita makin mandiri, tapi kita ingin percepat. Dengan penelitian, pengembangan dan inovasi, kita berharap pangan kita aman,” kata Presiden pada acara puncak Peringatan Hari Teknologi Nasional di Gedung Merdeka, Bandung, Kamis (30/).

Presiden menyatakan tidak keliru kalau disiapkan anggaran yang besar khusus untuk target riset pengembangan dan inovasi, utamanya pangan dan energi.

Presiden berharap usulan tersebut mendapat dukungan dari DPR. "Mudah-mudahan DPR mendukung apa yang saya usulkan itu karena tujuannya jelas untuk rakyat dan negara kita dan untuk kemandirian energi dan pangan," katanya.

Menristek: PPTI-O Strategis untuk Wujudkan Industri Otomotif Nasional

PUSAT Pengembangan Teknologi dan Industri Otomotif (PPTI-O) yang akan segera dibentuk pemerintah dinilai sangat strategis karena berfungsi mengintegrasikan, mensinergiskan, dan mengembangkan seluruh potensi dan kemampuan nasional untuk mewujudkan industri otomotif nasional yang mandiri. Demikian dikatakan Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta pada acara Puncak Peringatan Hari Teknologi Nasional di Bandung, Kamis (30/8).

"PPTI-O diperlukan untuk mendukung industri otomotif karena industri ini sangat kompleks dan membutuhkan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan, "katanya.

Dikatakan Menristek, untuk membentuk PPTI-O tersebut, telah dilakukan rapat koordinasi di kantor Menteri Koordinator Perekonomian dan kemudian dan selanjutnya dibentuk tim koordinasi antar berbagai pemangku kepentingan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Riset dan teknologi serta pihak industri otomotif.

Untuk mendukung terciptanya industri otomotif nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga telah menerbitkan Roadmap Pengembangan Mobil Listrik Nasional yang bertujuan untuk mengembangkan sistem transportasi ramah lingkungan dan berkelanjutan, kemandirian industri otomotif dan ketahanan nasional.

Menristek Gusti Muhammad Hatta mengatakan pada tanggal 26 Juni 2012, telah dilakukan peluncuran (launching) terhadap serangkaian acara Hari Teknologi Nasional dengan bidang utama fun-drive mobil listrik.

Pada Puncak Peringatan Hari Teknologi Nasional tersebut, juga diselenggarakan pameran mobil listrik. Mobil-mobil listrik yang dipamerkan merupakan karya anak bangsa inovator mobil listrik, antara lain Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta sejumlah perguruan tinggi negeri seperti Universitas Indonesia, Universitas Gajah Madah, Institut Teknologi Surabaya, dan Universitas Negeri Sebelas Mares (UNS).

(Jurnas)

Kamis, 30 Agustus 2012

Pemerintah Gelontorkan Rp 40 Triliun untuk MRT di Jakarta

Pemerintah Gelontorkan Rp 40 Triliun untuk MRT di JakartaJAKARTA - Pemerintah berencana menganggarkan investasi sebesar Rp40 triliun untuk pembangunan "mass rapid transit" (MRT) di Jakarta.

Menurut Direktur Jenderal Kereta Api Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan, dana pembangunan MRT ini berasal dari APBN. MRT ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan jalan dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Jakarta, serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

"Dananya sepenuhnya berasal dari APBN dan diimplementasikan oleh pemerintah daerah," kata Tundjung pada acara Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition 2012 di Jakarta, Kamis.

Ia memaparkan pembangunan MRT di Jakarta dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama, rute Lebak Bulus-Bundaran HI dengan pengerjaan dimulai awal 2013 hingga akhir 2016, yang diperkirakan sepanjang 15,1 kilometer

Tahap kedua, rute Bundaran HI-Kampung Bandan yang dimulai pengerjaannya awal 2014 hingga akhir 2018, sepanjang 8,2 kilometer.

Kepala Biro Humas PT MRT, Rega Chandra Gupta Sitorus, menambahkan tahap pertama pengerjaan proyek MRT diperkirakan menelan biaya Rp 15 miliar, yang termasuk pembangunan fisik, kereta, elektrikal, mekanikal dan konsultan.

Dalam tahapan ini, pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah memulai beberapa pekerjaan fisik berupa pelebaran jalan Fatmawati, pemindahaan utilitas, pemindahan Terminal Lebak Bulus, serta pemindahan Stadion Lebak Bulus.

"Diharapkan pekerjaannya selesai sebelum pembangunan dimulai," kata Rega. Ia memperkirakan tahap pertama ini membutuhkan pasokan listrik sebesar 60 MVA, yang berasal dari PT Perusahaan Listrik Negara Persero. Untuk itu, MRT dan PLN sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman.

"Kami mengharapkan pemancangan tiang pertama (ground breaking) dapat dilaksanakan pada akhir 2012 atau awal 2013," tuturnya.

Selanjutnya, pihaknya akan mengumumkan pemenang tender pekerjaan pembangunan proyek MRT pada pertengahan September atau Oktober 2012.

Diakuinya, dana pembangunan MRT ini akan berasal dari pinjaman luar negeri, yakni Japan International Corporation Agency (JICA).

FOTO KRI Klewang 625 Trimaran





Ilustrasi Trimaran

Spesifikasi KCR Trimaran :

Panjang : 62.53 m
Berat : 53.1 ton
Kec : 16/30 knots

Didesain sebagai kapal modern tiga lambung berbahan komposit dengan kecepatan tinggi yang ekonomis di laut dan berpeluru kendali C-705. Merupakan kapal trimaran berpeluru kendali pertama TNI.
 TNI AL Luncurkan Kapal Cepat Rudal Trimaran

KALIPURO – Proses pembuatan kapal cepat rudal (KCR) Trimaran milik TNI AL sudah rampung. Kapal canggih yang diproduksi PT. Lundin Industry Invest, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi itu akan diluncurkan Jumat besok (31/8).

Dalam peluncuran armada baru TNI AL yang diberi nama KRI Klewang itu akan hadir sejumlah perwira tinggi dari mabes TNI AL. Kapal KCR Trimaran merupakan pesanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI untuk memperkuat armada TNI AL.

President Director PT. Lundin Industry Invest, Mr. John Lundin menjelaskan, KRI Klewang memiliki desain termutakhir yang dibuat berdasar model Trimaran atau kapal berlunas tiga. Bahan dasar yang digunakan adalah composite material dan memiliki panjang 63 meter.

KRI Klewang, jelas Lundin, tergolong salah satu dari kapal terbesar berlunas banyak yang dibuat di kawasan Asia Tenggara. Dengan bentuk lunasnya yang radikal, kapal itu dapat melaju dengan kecepatan maksimum lebih dari 30 knots. “Kapal ini dapat menembus ombak lautan sampai setinggi enam meter,” jelas Lundin.

Salah satu kemampuan KRI Klewang yang diunggulkan dan dibanggakan adalah stealth. Kapal ini didesain khusus agar tidak terdeteksi oleh radar manapun. Sebab, desain KRI Klewang unik dan bahan dasarnya adalah carbon fiber.

Carbon fiber memiliki karakteristik unik, yaitu tidak menginduksi panas dan lebih kuat daripada baja tapi lebih ringan. “KRI Klewang layak menjadi kebanggaan rakyat Indonesia sebagai salah satu alutsista andalan yang diproduksi industri pertahanan nasional,” tegas Lundin bangga.

Komandan Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Letkol Muhammad Nazif menambahkan, KRI Klewang merupakan satu-satunya kapal cepat combatan TNI AL yang menggunakan bahan composite. Tugas utama yang akan diemban kapal itu adalah sebagai kapal cepat rudal yang mampu melaksanakan operasi keamanan laut dan tempur laut. “Tugas tambahannya, patroli keamanan laut, pengamanan sumber daya alam dan objek vital di laut,” katanya.

KRI Klewang bisa melaksanakan patroli keamanan laut dengan kecepatan ekonomis dan operasi terus-menerus di daerah selama 10 hari. Selain itu, KRI Klewang juga mempunyai kecepatan tinggi dan mampu melaksanakan operasi laut gabungan dengan berbagai tipe kapal lain. “Kapal itu juga meiliki peralatan modern dalam rangka klasifikasi target sasaran, observasi, dan identifikasi,” jelasnya.(afi/c1/aif)(Radar Banyuwangi)

Sumber Lundin Fan Page
diposkan Audryliahepburn, Kenyot dan Formil Kaskus

Melaju dengan Bus Listrik Nasional

Mobil listrik buatan nasional mengadakan fun drive pada peluncuran peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke 17 di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Selasa (26/6/2012). Mobil dengan kapasitas 17 orang ini mampu berjalan sejauh 150 kilometer dengan pengisian listrik 500 ampere.

Setelah sekian lama menjadi wacana, akhirnya Kementerian Riset dan Teknologi meluncurkan bus listrik nasional buatan Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI pada 26 Juni 2012. Peluncuran bus listrik ini sekaligus menjadi penanda menyambut Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-17 yang diperingati setiap 10 Agustus.

Kehadiran bus listrik nasional ini semakin melengkapi beragam riset terkait mobil nasional. Sebelumnya sempat bergaung cukup kencang mobil rancangan para pelajar SMK di Kota Solo.

Ketua tim riset bus listrik, Abdul Hapid, menjelaskan, bus listrik tersebut mampu membawa 15 penumpang dengan kecepatan maksimal 100 km per jam. Untuk bisa melaju sampai kecepatan maksimal membutuhkan energi 53 kWh. Sumber tenaga bus listrik tersebut ialah baterai litium buatan Amerika sebanyak 100 buah yang bisa diset untuk energi sebesar 7.000 watt.

"Mobil ini mampu berjalan sejauh 150 km dengan sekali pengisian baterai 500 ampere," terang Abdul Hapid.

Bus tersebut diklaim mampu menurunkan biaya operasional lebih dari 50 persen dan menurunkan biaya perawatan hingga 70 persen. Abdul menambahkan, prototipe minibus listrik nasional itu sebetulnya hanya salah satu rangkaian prototipe yang dihasilkan melalui proses pengembangan sejak 1997 lalu. Beberapa tahun sebelumnya juga telah dihasilkan prototipe mobil listrik Marlip dalam beragam tipe, prototipe mobil listrik konversi, dan mobil hybrid.

"Sekitar empat bulan lagi akan lahir lagi prototipe mobil hybrid eksekutif tujuh penumpang dengan desain table meeting dan sedan listrik untuk kendaraan dinas Menristek."

Kehadiran bus listrik ini membawa angin sejuk bagi industri otomotif dalam negeri yang ramah lingkungan. Bahkan pemerintah serius menargetkan pada lima tahun mendatang minibus listrik siap diproduksi massal.

"Prototipe sudah ada, market siap, teknologi juga siap. Targetnya lima tahun lagi sudah bisa diproduksi massal," jelas Staf Ahli Bidang Pertahanan dan Keamanan Kementerian Riset dan Teknologi Hari Purwanto.

Berdasarkan riset, bus listrik tersebut cocok untuk sarana transportasi di Surabaya, Medan, dan Jakarta. Bus warna merah terang ini telah mencuri perhatian para pengusaha otomotif nasional.

"Sudah banyak industri yang menanyakan dan melirik potensi mobil listrik yang tidak tergantung BBM ini," imbuhnya.

Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta yang ikut melakukan uji coba minibus listrik keliling Monas mendukung penuh riset ramah lingkungan ini karena sudah saatnya industri otomotif tidak tergantung produk asing dan BBM.

"Minibus listrik ini upaya nyata mengurangi kebutuhan energi nasional, terutama BBM, sesuai dengan arahan Presiden RI untuk menghemat energi," ujar Gusti.

Selain bus listrik, ada juga mobil listrik karya Dasep Ahmadi. Mobil rancangannya telah diuji coba oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Dahlan memuji mobil listrik karya Dasep Ahmadi ini cukup nyaman dikendarai.

Hadirnya bus listrik dan mobil listrik ini sesuai dengan keinginan pemerintah untuk membangun pusat pengembangan teknologi dan industri otomotif berbasis green car. Lewat pusat pengembangan teknologi dan industri otomotif alam dikembangkan tiga jenis mobil listrik, yaitu mobil minibus untuk angkutan umum, mobil untuk angkutan barang, dan mobil dalam kota (city car).

Mobil listrik nasional ini rencananya akan diproduksi 10.000 unit pada 2014. Sekaligus pemerintah akan menerbitkan peraturan pemerintah terkait insentif dan disinsentif yang bermanfaat ikut mendorong pengembangan mobil listrik nasional. Insentif yang diberikan seperti pembebasan pajak penjualan atas barang mewah, serta pembebasan bea masuk barang modal untuk komponen utama pengembangan mobil listrik seperti baterai.

Untuk mendukung rencana pemerintah, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) siap membangun stasiun pengisian listrik umum (SPLU). Untuk tahap awal ini PLN akan menyediakan 10 SPLU yang tersebar di Kantor Kemeterian BUMN (2 unit), Kantor Kementerian ESDM, Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, PLN Bulungan Jakarta Selatan, PLN Mampang Jakarta Selatan, PLN Ciputat Tangerang, PLN Gambir Jakarta Pusat, dan PLN Tanjung Priok. Harga listrik dibanderol masuk nonsubsidi sekitar Rp 1.200 per kWh. Sedangkan harga jual mobil listrik diharapkan di bawah mobil pribadi sekitar Rp 50 juta hingga Rp 60 juta. 

(Kompas)

 Tahun 2014 Produksi Mobil Listrik Ditarget 10.000 Unit

JAKARTA--Pemerintah menargetkan mobil listrik bisa diproduksi secara massal dengan "road map" industri  pada 2014.

Untuk menjadi industri skala nasional pada 2014, akan diproduksi 10.000 unit mobil listrik.

"Saat ini, Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Riset dan Teknologi, serta Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Perindustrian tengah menggarap peta jalan atau `road map` industri mobil listrik nasional," kata Menteri Perindustrian M.S Hidayat di Jakarta, Rabu.

Penggarapan industrialisasi mobil listrik, menurut Hidayat, memasuki tahap pengembangan teknologi. "Para pengembang, yang terdiri atas akademisi, industri, serta badan usaha milik negara sedang mempelajari beberapa desain mobil listrik di sejumlah negara," ujarnya.

Pengamat otomotif Suhari Sargo berpendapat mobil listrik sulit bersaing dengan kendaraan berbahan bakar minyak karena belum memadainya infrastruktur penunjang.

"Dengan kapasitas baterai dan infrastruktur pengisian listrik yang belum tersedia, mobil listrik bisa disejajarkan dengan kelas mobil dalam kota dengan harga di bawah Rp200 juta. Selain itu, pasar mobil di Indonesia masih dikuasai kendaraan berbahan bakar minyak," katanya.

Meski proyek nasional ini sudah terlihat, tutur Suhari, namun masih ada beberapa kendala yang berpotensi menghambat. "Selain belum ada rancangan baterai yang mumpuni, harga jual mobil listrik diperkirakan lebih mahal dibanding kendaraan sekelasnya," ujarnya.

Jakarta Akan Miliki Tiga Megabandara

 Kapasitasnya bisa mencapai di atas 200 juta penumpang per tahun

Ilustrasi Bandara Soekarno Hatta di Tangerang, Banten.
Bandara Soeta di Tangerang, Banten. (sumber: Antara)
Ibukota Jakarta akan memiliki tiga megabandara.

Setelah ekspansi Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) selesai pada 2014, pemerintah segera membangun bandara baru di Kertajati, Kabupaten Karawang, sekelas Bandara Soetta yang mampu menampung 100 juta penumpang.

Selain itu, Pemda DKI Jakarta tengah mengembangkan konsep pengembangan bandara di Kepulauan Seribu.

Bila tiga bandara itu terwujud, kapasitasnya bisa mencapai di atas 200 juta penumpang per tahun. Ini belum termasuk Bandara Halim Perdanakusumah.

Dengan demikian, Jakarta akan memiliki jaringan bandara terbesar di Asean.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menegaskan, bandara di Karawang pasti akan dibangun untuk melengkapi Bandara Soetta yang sudah kelebihan kapasitas.

Saat ini studi lokasi sudah dilakukan dengan bantuan Pemerintah Jepang.

Akhir tahun ini masuk studi kelayakan dan tahun depan digelar tender dengan skema public private partnership (PPP).

“Rencana ini sesuai dengan arah pengembangan Jabodetabek ke wilayah barat dan timur. Untuk di timur Jakarta, keberadaan bandara di Karawang bisa memfasilitasi permukiman dan industri di sisi timur Jakarta seper ti Cikarang dan Karawang,” kata Bambang kepada Investor Daily di Jakarta.

Saat berbicara pada for um Indonesia International Infrastr ucture Conference and Exhibition 2012, kemarin, Bambang juga menyinggung rencana pembangunan bandara di Karawang.

Dia menegaskan, bandara Karawang harus segera dibangun karena Bandara Soetta sudah kelebihan kapasitas sedangkan untuk perluasan terkendala pembebasan lahan.

“Jakarta harus memiliki sistem bandar udara yang beragam, tidak hanya bergantung pada Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng,” kata Bambang.

 Bandara Karawang

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bhakti Singayudha Gumay mengungkapkan, bandara di Karawang akan dibangun pada 2015, setelah selesai perluasan Bandara Soetta.

Bandara baru ini akan berkapasitas 100 juta penumpang, namun untuk tahap pertama berkapasitas 30 juta penumpang per tahun.

Kelak akan dibangun jalan tol dan jalur kereta dari bandara Karawang ke Jakarta.

Herr y mengakui ada beberapa investor dari dalam dan luar negeri yang tertarik untuk ambil bagian dalam pembangunan bandara Karawang ini.

Bandara Karawang mengusung konsep ecoairport, karena lahan untuk mendirikan bandara tersebut merupakan wilayah hutan milik Perum Perhutani.

 “Untuk itu, kita akan bahas dengan pemerintah daerah setempat, Kementerian Kehutanan, dan Perhutani,” paparnya.

Bambang Susantono dan Herry Bhakti mengakui bahwa kehadiran bandara Karawang menjadi komplemen bagi Bandara Soetta yang sudah overcrowded.

Itu sebabnya, Bandara Soetta diperluas dengan investasi Rp 26 triliun, yang pemancangan tiang pertamanya dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2 Agustus lalu.

Bandara internasional berwawasan Aerotropolis ini diharapkan mampu mengungguli bandara-bandara internasional lain seperti Changi Singapura, KLIA Malaysia, dan HKIA Hong Kong.

Dalam perluasan ini, kapasitas Terminal 3 akan dinaikkan dari 4 juta menjadi 25 juta pergerakan penumpang per tahun.

Sedangkan Terminal 1 yang kapasitasnya 9 juta ditingkatkan menjadi 18 juta per tahun dan Terminal 2 dinaikkan dari 9 juta menjadi 19 juta penumpang per tahun.

Dengan demikian, Bandara Soetta mampu menampung kapasitas 62 juta penumpang pada 2014.

Saat ini, jumlah penumpang di Bandara Soetta sudah melampaui 51 juta per tahun, padahal desainnya hanya mampu menampung 22 juta penumpang.

Ke depan, Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soetta berencana membangun landasan pacu baru (ketiga) dan Terminal 4.

Penambahan ini sekaligus dapat meningkatkan kapasitas menjadi 87 juta pergerakan penumpang per tahun dan 234 pergerakan pesawat per jam.

 Multiefek Luar Biasa

Tentang bandara di Kepulauan Seribu, Bambang Susantono menyatakan hal itu harus dikaji dulu, terutama kesesuaian tata ruang, amdal, dan sebagainya.

Bandara di Kepulauan Seribu merupakan konsep yang digagas Pemda DKI Jakarta. Seperti diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo saat berkunjung ke Investor Daily beberapa waktu lalu, bandara ini akan diintegrasikan dengan rencana pembangunan pelabuhan Marunda dan tanggul raksasa di pesisir utara Jakarta sepanjang 50 km yang membentang dari sisi barat ke timur.

Di atas tanggul akan dibangun jalan tol dan MRT.

Direktur Transportasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bambang Prihantono membenarkan bahwa Jakarta akan dikelilingi tiga megabandara.

Setelah perluasan Bandara Soetta, ada rencana pembangunan bandara baru Kertajati di Karawang dan bandara baru di Kepulauan Seribu.

Untuk bandara di Kepulauan Seribu, kata Bambang, pembangunannya menjadi tanggung jawab Pemda DKI.

Namun, sejauh ini Pemda DKI belum mengusulkan kepada pemerintah pusat.

Pembangunan Bandara Kuala Namu Tahap II Butuh Rp 5 Triliun

Pada tahap pertama, bandara yang dibangun melalui dana APBN ini akan menampung 8 juta penumpang. 

Bandara Kuala Namu, Medan.
Bandara Kuala Namu, Medan. (sumber: Antara)
Bandara Kuala Namu tahap I ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2013.

Pemerintah Daerah Sumatera Utara bahkan sudah mulai mengundang investor untuk melakukan pembangunan tahap kedua yang diperkirakan membutuhkan investasi Rp 5 triliun.

"Pembangunan bandara Kuala Namu Tahap satu hampir rampung dan akan beroperasi maret 2013. Kita undang investor untuk  melakukan pembangunan bandara Kuala tahap kedua yang kira-kira kebutuhan investasinya mencapai Rp 5 triliun," ujar Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Utara, Johannes Toruan Hasiholan di Jakarta, hari ini.

Menurut Johannes, bandara ini akan menjadi bandara kedua terbesar di Indonesia, setelah Bandara  Soekarno Hatta. Pada tahap pertama, bandara yang dibangun melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ini akan menampung 8 juta penumpang.

Johannes mengatakan, bandara Kuala Namu nantinya akan mengatasi kejenuhan yang  terjadi di bandara Polonia Medan. Saat ini, jumlah penumpang Kuala Namu sudah mencapai 7 juta penumpang per tahun. Padahal kapasitasnya hanya menampung 900.000 penumpang.

Sementara itu, pembangunan bandara Kuala Namu tahap kedua, menurut dia, rencananya akan meningkatkan kapasitas penumpang di bandara tersebut menjadi 16 juta penumpang.  

Menristek: Riset Diharapkan Penuhi Kebutuhan Industri

MENTERI Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta mengharapkan riset dapat memenuhi kebutuhan industri untuk menghasilkan produk barang dan/atau jasa untuk memenuhi kebutuhan publik.

Riset juga diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat maupun lembaga pemerintah untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Dalam rangka membangun kemandirian bangsa, teknologi yang dikembangkan harus sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional dan dengan dukungan potensi sumber daya yang ada,”ujarnya dalam siaran pers terkait perigatan Hari Teknologi Nasional (Harkenas).

Hari Teknologi Nasional ditetapkan pada tanggal 10 Agustus 1995 oleh Presiden Republik Indonesia melalui Keppres Nomor 71 Tahun 1995, sebagai tonggak sejarah penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatotkaca. Pesawat ini dibuat anak-anak bangsa dari Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang kini menjadi PT Dirgantara Indonesia.

Peringatan Harteknas ke-17 ini diharapkan menjadi titik awal bagi iptek untuk membangun bangsa, karena hanya dengan iptek sajalah Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara lain dan pada akhirnya menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan bangsanya.

Hatta mengatakan, peringatan Harteknas ke-17 tahun ini diselenggarakan dalam rangka mewujudkan visi untuk menanamkan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai strategis dan pentingnya peranan iptek dalam membangun peradaban dan kesejahteraan bangsa.

Tema yang diangkat adalah "Inovasi Untuk Kemandirian Bangsa" agar penelitian dan pengembangan iptek lebih bertumpu pada kebutuhan riil masyarakat, mencari solusi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendorong pemenuhan kebutuhan riset yang lebih aplikatif.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan menghadiri acara puncak Peringatan Hari Teknologi Nasional, Kamis (30/8) pukul 10.00 WIB di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat.

Rangkaian kegiatan peringatan Harteknas ke-17 dipusatkan di Bandung pada Bulan Agustus yang diisi dengan berbagai kegiatan yaitu Pameran Ritech Expo, Karnaval Kreatif Iptek, Rangkaian Workshop dan Talkshow serta kegiatan bertaraf internasional yaitu The 10th Triple Helix International Conference.

Kemristek beri lima anugerah iptek peringati Hakteknas

Bandung - Kementerian Riset dan Teknologi memberi Penghargaan Anugerah Iptek 2012 kepada pemerintahan provinsi, institusi litbang, wanita peneliti, duta iptek dan masyarakat dalam puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-17 yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Anugerah ini atas sumbangsihnya dalam ikut memajukan budaya iptek di Indonesia," kata Menristek Gusti M Hatta pada peringatan Hakteknas 2012 yang dihadiri juga Menhan Purnomo Yusgiantoro dan Mendikbud M Nuh di Gedung Merdeka Bandung, Kamis.

Lima kategori itu yakni Anugerah Iptek Budhipura untuk Kategori Pemerintahan Provinsi diberikan kepada Pemprov Kaltim atas bidang sumberdaya iptek, Sumsel untuk kelembagaan iptek dan Sulsel untuk bidang jaringan iptek.

Anugerah Iptek Labdha Kretya untuk Kategori Kreativitas dan Inovasi Masyarakat kepada Tunggul Dian Santoso yang membuat alat elektronik pengusir hama padi, Ahmad Syaikhu atas teknologi pembuat pupuk dan pestisida hayati dan I Nyoman Damai atas pemanfaatan tanaman obat.

Sedangkan Anugerah Iptek Prayogasala untuk Kategori Pranata Litbang diberikan kepada Puslitbang Ketenagalistrikan PLN, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Jember, dan Balitbang Provinsi Jawa Tengah.

Sedangkan Anugerah Iptek Widyasilpawijana untuk Kategori Duta Iptek diberikan kepada Eniya Listiani Dewi PhD dari BPPT yang meneliti tentang pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi.

Sementara itu, Anugerah Iptek untuk Kategori Peneliti Wanita diberikan kepada Ines Atmosukarto dari LIPI di bidang genetika molekuler untuk pengobatan, Fenny M Dwivany dari ITB bidang biomolekuler untuk hortikultura, Made Tri Penia dari ITB bidang bioproses untuk obat spesifik dari sel punca dan Sidrotun Naim dari ITB bidang biomolekuler penyakit udang.

Usai penganugerahan itu dilakukan juga penyerahan cetak biru riset dan pengembangan produk peralatan pertahanan dan keamanan oleh Menhan Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro kepada Presiden Yudhoyono sebagai acuan dalam pengembangan peralatan hankam.(D009)

SBY Janji Kenaikan Tunjangan Peneliti Berlaku September

http://www.beritasatu.com/media/images//medium/29082012163845.jpgPara peneliti Lapan sedang mempersiapkan satelit Lapan A2 di Bogor, Jawa Barat.

 September ini, para peneliti sudah dapat kesejahteraan yang lebih tinggi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan peraturan presiden (Perpres) tentang tunjangan bagi peneliti akan segera ditandatangani sehingga pada September akan segera diberlakukan.

"Ada kabar gembira. Dalam perjalanan tadi saya menelepon Menteri Sekretaris Negara (Sudi Sillahi) dan Sekretaris Kabinet (Dipo Alam), sejauh mana peraturan presiden untuk kenaikan tunjangan peneliti. Berita baiknya sudah siap saya tanda tangani, mudah-mudahan minggu ini sudah saya teken," kata Presiden Yudhoyono saat memberikan sambutan dalam puncak peringatan Hari Teknologi Nasional ke 17 di Bandung, Kamis.

SBY menambahkan Perpres itu sudah akan diberlakukan mulai bulan depan. "September para peneliti sudah dapat kesejahteraan yang lebih tinggi," tegas dia.

Presiden dalam kesempatan tersebut mengatakan, inovasi dan teknologi sangat penting bagi keberlanjutan bangsa dan negara. Untuk itu, inovasi dan teknologi harus memiliki arah strategi dan agenda yang benar. "Bukan sekedar rancangan," tutur dia.

Presiden dalam perayaan Hari Teknologi Nasional (Harteknas) ke-17 kali ini juga berkesempatan menijau berbagai mobil ramah luingkungan hasil putra-putri bangsa yang dipamerkan di Jalan Braga, di samping Gedung Merdeka Bandung.

Akibat Embargo AS, Indonesia Gamang Berbisnis dengan Iran

Akibat Embargo AS, Indonesia Gamang Berbisnis dengan Iran
Wakil Presiden RI, Boediono
TEHERAN -- Wakil Presiden Boediono menilai ada kegamangan dari pengusaha Indonesia dalam upaya meningkatkan hubungan perdagangan dengan Iran. Itu dikarenakan Iran diembargo oleh Amerika Serikat dan sejumlah negara barat.

"Sebetulnya potensi kedua negara untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi sangat terbuka luas, tapi masih ada kegamangan," kata Wapres Boediono di depan masyarakat Indonesia di Teheran, Iran, Kamis.

Hal tersebut disampaikan Wapres usai melakukan kunjungan kehormatan dengan Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Rahimi, selama setengah jam. Acara digelar di sela-sela penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok (KTT GNB) di Teheran pada 30-31 Agustus 2012.

Boediono menyatakan Wakil Presiden Rahimi menyampaikan minatnya meningkatkan kerja sama berbagai bidang dengan Indonesia. Hal tersebut tentunya disambut baik, meskipun menghadang sejumlah hambatan untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi.

Roket dan Panser Indonesia Disukai Dunia

http://assets.kompas.com/data/photo/2010/01/15/1803441p.JPGIndonesia juga sudah mengembangkan industri pertahanan nasional. Panser Anoa buatan PT Pindad ini salah satu contohnya.(Foto: KOMPAS/DWI BAYU RADIUS)

Teknologi militer untuk pertahanan dan keamanan tidak lagi didominasi Amerika dan Eropa. Kini Indonesia pun sudah memproduksi sendiri persenjataan militer.

Penghujung Maret lalu, sebanyak 50 roket R-Han 122 diluncurkan di Pusat Latihan Tempur TNI Angkatan Darat Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan. Wakil Menteri Pertahanan dan Keamanan Sjafrie Sjamsoeddin, Deputi Bidang Relevansi dan Produktivitas Riset Kementerian Ristek Iptek Teguh Rahardjo, Wakil Gubernur Sumatra Selatan Eddy Yusuf, Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jenderal Nugroho Widyotomo, dan Komandan Kodiklat TNI-AD Letnan Jenderal Gatot Numantyo ikut hadir dalam peristiwa bersejarah itu karena untuk pertama kalinya diluncurkan roket militer buatan Indonesia.

Peluncuran roket berlangsung mulus. Roket R-Han 122 ini merupakan pengembangan roket sebelumnya D-230 tipe RX 1210 yang dikembangkan Kementerian Riset dan Teknologi, yang memiliki kecepatan maksimum 1,8 mach.

Perjalanan lahirnya roket militer R-Han 122 cukup panjang. Berawal pada 2007 saat Kementerian Riset dan Teknologi membentuk Tim D230 untuk mengembangkan roket berdiameter 122 mm dengan jarak jangkau 20 kilometer. Prototipe roket D-230 ini dibeli Kementerian Pertahanan dan Keamanan untuk memperkuat program seribu roket. Pemerintah membentuk Konsorsium Roket Nasional dengan ketua konsorsium PT Dirgantara Indonesia (DI), sebagai wadah memasuki bisnis massal. Ketua Program Roket Nasional Sonny R Ibrahim menjelaskan rencana pembuatan roket secara massal sudah ada sejak 2005. Namun, baru dikembangkan roket D-230 pada 2007 hingga terbentuk konsorsium tersebut.

Konsorsium itu beranggotakan sejumlah industri strategis yang mengerjakan bermacam komponen roket. Sony menyebutkan, di dalam konsorsium terdapat PT Pindad yang mengembangkan launcher dan firing system dengan menggunakan platform GAZ, Nissan, dan Perkasa yang sudah dimodifikasi dengan laras 16/warhead dan mobil launcher (hulu ledak). Kemudian juga PT Dahana menyediakan propellant, PT Krakatau Steel mengembangkan material tabung dan struktur roket. PT Dirgantara Indonesia membuat desain dan menguji jarak terbang.

Pendukung lain dalam konsorsium adalah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut menyediakan alat penentu posisi jatuh roket. ITB menyediakan sistem kamera nirkabel untuk menangkap dan mengirim gambar saat roket tiba di sasaran. Sejumlah perguruan tinggi lainnya, yakni UGM, ITS, Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas Suryadharma, ikut terlibat di dalam pengembangan roket tersebut. Nama D-230 kemudian diganti menjadi R-Han 122 karena sudah dibeli Kementerian Pertahanan.

Sistem isolasi termal untuk membuat roket militer tidaklah mudah. Para periset beberapa kali melakukan uji coba hingga menemukan kesempurnaan pada roket R-Han 122 itu.

Sonny menjelaskan, pada 2003 para periset menggunakan material kritis dengan ketebalan baja 1,2 mm, tetapi produk justru cepat jebol.

Kemudian para peneliti mulai memperbaiki sistem isolasi termal. Saat roket meluncur sempurna dibutuhkan suhu 3.000 derajat Celcius. Pembakaran dengan menghasilkan suhu tinggi bisa berakibat fatal apabila sistem isolasi termal tidak bekerja dengan baik. Karena itu, di ruang isolasi termal diberi karet atau polimer yang bisa menghambat panas. Untuk material roket, dipilih bahan yang ringan, yakni aluminium, karena bisa menghambat panas. Perubahan-perubahan itu ternyata menghasilkan roket yang tidak pernah rusak saat diujicobakan.

"Karena termalnya bekerja cukup baik, roket itu bisa terbang tepat sasaran dan tidak pernah rusak selama uji roket," imbuh Sonny yang mengatakan bahwa R-Han 122 berfungsi sebagai senjata berdaya ledak optimal dengan sasaran darat dan jarak tembak sampai 15 km.

Tidak hanya roket yang sudah dibuat di dalam negeri. Sebelumnya, PT Pindad telah memproduksi panser yang merupakan hasil pengembangan riset dari BPPT sejak 2003. PT Pindad meneruskan hasil riset BPPT khususnya untuk panser Angkut Personel Sedang (APS). PT Pindad dan BPPT akhirnya mengembangkan riset APS-1 sampai ke APS-3 yang punya kemampuan bermanuver di darat, perairan dangkal dan danau. Pengembangan riset tersebut akhirnya menghasilkan varian 4X4 dan disempurnakan untuk diaplikasikan kemampuan amfibinya pada varian 6x6.

Ujicoba panser APS-3 ini dilakukan awal 2007 dan pada 10 Agustus 2008 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Kementerian Pertahanan memberi nama APS3-ANOA. Sejak itu Pindad memproduksi 10 panser pertama APS-3 ANOA. Dalam perkembangannya, Pindad terus mengeluarkan seri-seri terbaru APS-3 ANOA ini. Selain varian kombatan, ANOA juga memiliki varian lain seperti untuk angkut medis, logistik, armored recovery vehicle (penderek ranpur yang sedang mogok) dan varian mortir.

Saat ini Kementerian Pertahanan telah memesan 100 panser ANOA yang ternyata disukai negara-negara tetangga. Salah satunya Malaysia yang sudah berminat membeli sejumlah panser ANOA dari PT Pindad. Dan tak kalah penting, panser buatan Indonesia ini juga dipakai untuk kelengkapan persenjataan Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon.

Sepeda Hibrid Ala UNS

http://image.tempointeraktif.com/?id=137201&width=200Surakarta--Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta sejak awal 2012 sudah mengembangkan sepeda yang memadukan tenaga manusia dengan tenaga listrik atau sepeda hibrid. Menurut dosen pembimbing sepeda hibrid UNS Muhammad Nizam, ide dasarnya seperti sepeda onthel yang dilengkapi dengan mesin berbahan bakar bensin.

"Bedanya, kami mengganti mesin berbahan bakar bensin dengan tenaga listrik," katanya kepada wartawan di kampus setempat, Rabu, 29 Agustus 2012. Ada 8 mahasiswa Diploma III Teknik Mesin UNS yang terlibat dalam proyek di atas.

Dia mengakui di pasaran sudah ada sepeda hibrid serupa. Hanya saja, di pasaran kebanyakan menggunakan rangka dasar sepeda motor. Sehingga kalau tiba-tiba ngadat, tidak ada jalan lain selain memperbaiki sumber energi listriknya agar bisa jalan. "Sementara sepeda listrik buatan kami, kalau listrik berhenti bekerja, masih bisa dikayuh layaknya sepeda onthel," ujarnya.

Dia mengatakan UNS masih mengimpor motor penggerak roda dan baterai litium ion. Keduanya memang tidak diproduksi di Indonesia sehingga harus mendatangkan dari negara lain. Tapi untuk bodi, "Kami membuat sendiri."

UNS membuat dua jenis sepeda hibrid, yaitu model downhill dan sepeda lipat. Model downhill memiliki berat sekitar 60 kilogram sedangkan model sepeda lipat bobotnya antara 45-50 kilogram. "Sepeda mampu menahan bobot pemakai maksimal 100 kilogram," katanya.

Sekali mengisi tenaga selama 3 jam, dia mengatakan sepeda mampu berjalan dengan tenaga listrik sejauh 40-50 kilometer dengan kecepatan 30-40 kilometer per jam. Untuk membuat purwarupa dua sepeda di atas, dia sudah menghabiskan anggaran Rp 6-7 juta untuk masing-masing sepeda.

Untuk pemakaian normal, dia mengklaim sepeda bisa dipakai antara 4-5 tahun. Sementara daya tahan baterai bisa untuk seribu kali pengisian. "Saat ini kami masih terus mengembangkan. Terutama agar nantinya benar-benar disuplai tenaga listrik dan tidak perlu tenaga manusia," ujarnya.

Nizam belum memikirkan soal produksi massal. Karena tergantung ketersediaan komponen dan suku cadang, serta kebijakan universitas. "Paling tidak kami menginginkan bisa dipakai di lingkup UNS dulu, sekaligus untuk evaluasi dan pengembangan. Setelah itu baru diproduksi massal dan dijual ke masyarakat umum," katanya.

Staf humas dan kerjasama UNS Bachtiar mengatakan sepeda hibrid UNS akan dipamerkan pada pameran Hari Teknologi Nasional yang diselenggarakan di Bandung pada 30 Agustus. "Kami juga memamerkan mobil listrik UNS, yang masuk dalam program nasional pengembangan mobil listrik," ujarnya.

(Tempo.Co)

Rabu, 29 Agustus 2012

BPPT Gandeng India Kembangkan Aplikasi Smart Card

http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20120829_063438_bp2.jpgJakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan Infronics India mengembangkan aplikasi kartu pintar (smart card) multifungsi, transaksi biometrik dan mesin pemilihan elektronik (EVM).

"India sudah berpengalaman dalam penggunaan smart card untuk kepentingan pelayanan masyarakat hingga pemilihan umum," kata Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) BPPT Dr Hammam Riza seusai penandatanganan MoU dengan Infronics System Ltd tentang research and development on smartcard technology di Jakarta, Rabu (29/8).

Menurut Hammam, dengan kerja sama ini BPPT tidak perlu lagi membuat algoritma awal untuk membuat software dan aplikasi untuk smart card multifungsi itu dan bisa mengembangkan dari yang sudah dikembangkan oleh India.

BPPT, ujarnya, memiliki program pengembangan smart card yang tidak sekedar sebagai single identity, tapi juga memiliki fungsi-fungsi lain seperti untuk jaminan kesehatan, bantuan langsung tunai, pendidikan, bahkan bisa juga untuk kartu tol.

Demikian pula dengan electronic voting machine (EVM), India sudah merancang dan menerapkannya untuk Pemilu India sejak 10 tahun lalu, meski masih banyak kekurangan.

"Dibanding dengan mesin pemilu elektronik yang kita rancang memang kita tidak kalah, tapi kelebihan mereka adalah mereka bisa membuatnya dengan sangat murah, sekitar Rp2 juta per unit dengan menggunakan komponen seluruhnya buatan dalam negeri, sementara harga EVM BPPT masih Rp6 juta-Rp7 juta per unit," katanya.

Managing Director Infronics India KS Rao yakin bahwa tukar pengalaman dengan India dalam pemanfaatan smart card akan berguna bagi pengembangan smart card di Indonesia.

Di India, smart card digunakan sebagai otentifikasi masyarakat untuk mendapatkan berbagai pelayanan, baru pada tahap berikutnya smart card dijadikan sebagai identitas unik warga, berbeda dengan di Indonesia yang mengawali penggunaan smart card melalui e-KTP.

Namun bagi India, Indonesia memiliki data yang lebih besar dan kompleks yang merupakan kekayaan dalam pengembangan smart card. (Ant/OL-9)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More