blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Inovasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inovasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Agustus 2026

Kolaborasi PT PAL Indonesia–BRIN Menuju Green Shipyard Nasional

  Transformasi Industri Maritim Hijau Indonesia
KRI BPD 322 kapal fregat pertama produksi PAL (PAL)

Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksdya TNI (Purn.) Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, M.Sc., mengapresiasi kapabilitas PT PAL Indonesia sebagai industri strategis nasional yang memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem maritim Indonesia. Ia memastikan BRIN siap berkolaborasi dengan PT PAL untuk mendorong kemajuan industri perkapalan nasional.

Dalam kunjungan kerjanya ke PT PAL, Prof. Octavian menyampaikan komitmen BRIN tersebut menindaklanjuti arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, agar perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri membangun kolaborasi untuk meningkatkan pertumbuhan industri perkapalan dalam negeri.

Selain pengembangan teknologi, kata dia, kolaborasi juga berfokus pada transformasi industri menuju green shipyard. “Salah satu target utama yang ingin kami dorong bersama adalah mewujudkan green shipyard, sehingga setiap produk utama yang dihasilkan PT PAL berasal dari proses produksi yang ramah lingkungan, efisien, dan berbasis inovasi".

Ia berharap transformasi menuju green shipyard tidak hanya meningkatkan daya saing industri perkapalan nasional, tetapi juga memperluas akses PT PAL ke pasar global. Menurutnya, tuntutan terhadap standar keberlanjutan yang semakin tinggi di pasar internasional menjadi peluang bagi industri nasional untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing komersial.

Pasar global semakin menuntut standar keberlanjutan. Karena itu, transformasi ini akan memperkuat kapasitas komersial PT PAL,” ujarnya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng., menyambut baik komitmen BRIN dalam memperkuat ekosistem riset nasional untuk mendukung transformasi industri perkapalan.

Menurutnya kolaborasi dengan BRIN akan memperkuat kemampuan riset terapan, mempercepat penguasaan teknologi, dan mendukung transformasi PT PAL menuju halangan kapal modern yang lebih hijau, efisien, dan kompetitif. “Ini sejalan dengan arahan Presiden, sinergi antara industri, lembaga riset, dan perguruan tinggi akan menjadi kunci dalam memperkuat kemandirian industri perkapalan nasional” tegasnya.

Dalam pertemuan PT PAL dan BRIN juga membahas rencana implementasi kolaborasi pada riset terapan, pengembangan teknologi maritim, hilirisasi hasil penelitian, peningkatan kompetensi SDM, serta implementasi teknologi rendah emisi dan efisiensi energi sebagai bagian dari transformasi menuju green shipyard. Inisiatif tersebut sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan PT PAL.

  👷  PAL  

Minggu, 26 Juli 2026

Pindad Kembangkan Amunisi dari Limbah Kelapa Sawit

  Berpotensi menjadi negara pertama yang memproduksi propelan berbahan baku limbah kelapa sawit (Pindad)

Pindad mengembangkan teknologi pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit menjadi nitroselulosa, bahan baku utama propelan atau isian pendorong amunisi. Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor sekaligus memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Prima Kharisma, mengatakan riset yang dimulai pada 2022 kini telah memasuki tahap proyek percontohan.

Saat ini, PT Pindad mampu mengolah sekitar 50 ton tandan kosong kelapa sawit per tahun menjadi nitroselulosa untuk propelan.

"Tahun depan harapan kami dapat meningkatkan kapasitas menjadi 1.000 ton per tahun," ujar Prima dalam Pekan Riset Sawit Indonesia 2026, Senin (20/7/2026).

Menurut Prima, peningkatan kapasitas tersebut dilakukan secara bertahap agar proses produksi dapat dioptimalkan sebelum memasuki skala industri. Ia menjelaskan, kebutuhan propelan nasional diperkirakan mencapai 2.500 hingga 3.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan sekitar 2,5 miliar butir amunisi.

Sementara itu, kapasitas produksi propelan PT Pindad saat ini baru berkisar 800 hingga 1.000 ton per tahun sehingga masih terdapat kesenjangan pasokan yang cukup besar. Untuk menghasilkan 1.000 ton propelan, perusahaan membutuhkan sekitar 2.500 hingga 3.000 ton tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan baku.

Prima menilai kebutuhan tersebut masih relatif kecil dibandingkan jumlah limbah tandan kosong yang dihasilkan industri kelapa sawit di Indonesia.

"Jumlah itu jauh lebih sedikit dibandingkan tandan kosong kelapa sawit yang dihasilkan pabrik kelapa sawit sehingga sangat memungkinkan untuk dipenuhi," ujarnya.

Selama ini, industri propelan dunia umumnya menggunakan selulosa yang berasal dari *cotton linter* atau serat kapas serta pulp kayu.

Menurut Prima, Indonesia menghadapi keterbatasan pasokan cotton linter sehingga pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit menjadi alternatif yang lebih sesuai dengan ketersediaan sumber daya dalam negeri.

Dalam proses produksinya, tandan kosong kelapa sawit dicacah, dibersihkan, dan dipisahkan untuk memperoleh serat selulosa. Selanjutnya, selulosa diproses melalui reaksi nitrasi untuk menghasilkan nitroselulosa sebagai bahan baku propelan.

 Ramah lingkungan

Selain memanfaatkan limbah yang melimpah, penggunaan tandan kosong kelapa sawit juga dinilai lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya domestik.

Prima mengatakan pengembangan bahan baku lokal menjadi semakin penting di tengah tingginya ketergantungan Indonesia terhadap propelan impor.

Menurut dia, hanya terdapat sekitar lima hingga enam pabrik besar di dunia yang memproduksi propelan sehingga pasokan global sangat terbatas. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh konflik geopolitik yang memicu lonjakan harga propelan.

Prima menyebut harga propelan yang sebelum perang Rusia-Ukraina berkisar 19 hingga 20 dollar AS per kilogram meningkat menjadi sekitar 40 hingga 50 dollar AS per kilogram.

Setelah konflik di Timur Tengah memanas, harganya kembali melonjak hingga sekitar 100 sampai 140 dollar AS per kilogram. Selain harga yang meningkat tajam, waktu tunggu pengadaan propelan dari luar negeri juga dapat mencapai empat hingga lima tahun.

"Kalaupun kami memperoleh harga sekitar 80 hingga 90 dollar AS per kilogram, kami tetap harus menunggu empat sampai lima tahun hingga material tersebut dikirim ke Indonesia," kata Prima.

Ia menambahkan, ketergantungan terhadap impor juga meningkatkan risiko terganggunya pasokan akibat embargo maupun dinamika geopolitik.

Meski demikian, pengembangan propelan berbasis tandan kosong kelapa sawit masih menghadapi tantangan, terutama dalam menjaga konsistensi kualitas bahan baku karena setiap pabrik kelapa sawit memiliki karakteristik limbah yang berbeda.

Melalui proyek percontohan tersebut, PT Pindad menargetkan seluruh standar mutu dan sertifikasi dapat dipenuhi sebelum fasilitas produksi skala industri mulai beroperasi.

Prima berharap pabrik propelan pertama di Indonesia dapat mulai beroperasi pada semester kedua 2027.

Menurut dia, jika target tersebut tercapai, Indonesia berpotensi menjadi negara pertama yang memproduksi propelan berbahan baku limbah tandan kosong kelapa sawit secara komersial.)

  💡 
Kompas  

Jumat, 12 Juni 2026

Pindad Desain Mobil Listrik Nasional

  TKDN mencapai 70%  
Kendaraan lapis baja listrik Pandu Maung MV3 buatan Pindad (Pindad)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan perkembangan terbaru proyek mobil nasional yang tengah dipersiapkan pemerintah. Kendaraan tersebut saat ini masih berada dalam tahap desain dan diharapkan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar kendaraan yang saat ini beredar di Indonesia.

"Mobil listrik kita rata-ratanya TKDN-nya 30 sampai 70%, walaupun memang nanti kita harapkan Mobnas yang sekarang sedang di-desain oleh Pindad itu akan memiliki nilai TKDN yang lebih tinggi," kata Agus dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI.

Pembahasan mengenai mobil nasional muncul ketika Kementerian Perindustrian menjelaskan tantangan yang masih dihadapi industri manufaktur Indonesia. Persoalannya tidak hanya soal produk akhir yang diproduksi di dalam negeri, tetapi juga kemampuan industri nasional dalam membuat mesin produksi sendiri.

Agus menilai tidak cukup hanya mengejar angka TKDN pada produk jadi. Di balik sebuah produk, masih terdapat ketergantungan yang cukup besar terhadap teknologi dan mesin yang berasal dari luar negeri.

"Kalau saya mengunjungi pabrik-pabrik, pasti yang saya tanya TKDN-nya berapa persen. Ketika saya masuk dan melihat mesinnya, ternyata mesinnya impor. Itu challenge kita," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa Indonesia memasuki fase baru dalam perjuangan panjang mewujudkan kemandirian industri otomotif dan menyoroti pentingnya kawasan industri, rantai pasok, pengembangan teknologi yang terintegrasi, serta membentuk industri nasional yang punya daya saing yang kuat.

Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa, menyampaikan bahwa proyek mobil nasional tidak boleh berhenti pada slogan. Pindad telah menyiapkan lahan industri di Subang dan menargetkan kapasitas produksi 500.000 unit per tahun, dimulai dengan 100.000 unit pada 2028 sebagai tahap awal fase produksi.

"Pesan yang sama dari semua komisi kepada Pindad adalah jangan jadi euforia kalah. Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, kita harus melakukan piloting untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya," katanya beberapa waktu lalu. (fys/wur)

  ♞  CNBC  

Kamis, 11 Juni 2026

PT PAL Siapkan Empat Kapal Raksasa Tahun Ini

KRI BPD 322 frigate pertama PAL dalam penyelesaian dan kapal LPD pesanan Filipina merupakan kapal yang akan diluncurkan tahun ini di Surabaya (PAL)

PT PAL Indonesia menandai lima tahun perjalanan transformasi Industri Maritim 4.0 (IM4) dengan capaian sejumlah proyek strategis nasional dan target peluncuran empat kapal berukuran besar pada tahun 2026 ini.

Kaharuddin Djenod Direktur Utama PT PAL Indonesia mengatakan, transformasi yang dijalankan sejak 2021 itu untuk mendorong peningkatan kapasitas produksi dan mempercepat penyelesaian berbagai proyek strategis nasional.

Kami telah tunjukkan bahwa insan-insan PT PAL mampu bersatu dan membangun bersama dalam satu kekuatan yang luar biasa. Kami berhasil menghasilkan Frigate Merah Putih, menghasilkan Kapal Selam Otonom Tanpa Awak (KSOT), dan tahun ini kita akan melaunching empat kapal raksasa,” katanya, Minggu (7/6/2026).

Ia menjelaskan, percepatan pengerjaan proyek-proyek tersebut tidak lepas dari implementasi transformasi IM4 yang berfokus pada modernisasi proses bisnis, peningkatan efisiensi produksi, dan penguatan daya saing industri maritim nasional.

Tidak hanya berdampak pada perusahaan, ia mengatakan bahwa proyek-proyek yang dikerjakan PAL juga memberikan efek ekonomi yang luas.

Dalam setiap pembangunan kapal, PT PAL melibatkan berbagai industri dalam negeri, mulai dari galangan kapal, manufaktur komponen, jasa pendukung, hingga pelaku usaha kecil yang menjadi bagian rantai pasok industri maritim.

Setiap proyek yang dikerjakan PT PAL tidak hanya menghasilkan produk strategis bagi negara, tetapi juga menggerakkan ekonomi. Di dalamnya terdapat ribuan tenaga kerja yang terlibat serta industri pendukung yang ikut bertumbuh,” kata Kaharuddin.

Pada momentum peringatan HUT ke-46 PT PAL Indonesia, Kaharuddin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan atas kontribusi mereka selama lima tahun perjalanan transformasi perusahaan. Menurutnya, berbagai pencapaian yang diraih merupakan hasil kerja keras, inovasi, dan kolaborasi seluruh insan perusahaan.

Hasil kerja keras satu tahun terakhir adalah hasil dari semua usaha-usaha, inovasi-inovasi dari semua,” ucapnya.

Dengan mengusung tema “United, Transformed, Unstoppable”, peringatan ulang tahun galangan tersebut menurutnya jadi penegasan komitmen perusahaan untuk melanjutkan transformasi, memperkuat industri maritim nasional, serta meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian dan kemandirian industri pertahanan Indonesia. (ris/iss).

  📝  Suara Surabaya  

Kamis, 04 Juni 2026

Drone Asal Indonesia Berhasil Tembus Pasar Australia


Ekspor perdana drone (Ist)

Keberhasilan Industri Kecil Menengah (IKM) asal Kabupaten Bandung, PT Bentara Tabang Nusantara, dalam merealisasikan ekspor perdana pesawat udara nirawak (unmanned aerial vehicle—UAV) ke Australia menjadi tonggak penting bagi perkembangan industri teknologi nasional.

Ekspor yang dilakukan pada Selasa, 3 Februari tersebut menandai kemampuan industri dalam negeri untuk menembus pasar global dengan produk berbasis inovasi. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Indonesia mulai bertransformasi dari sekadar konsumen teknologi pemantauan wilayah menjadi produsen sistem pengindraan ruang yang memiliki daya saing internasional.

Produk yang diekspor, yakni drone Omnibe RTB Nopayload, dirancang untuk kebutuhan surveilans dengan kemampuan pemantauan area hingga jarak pandang mencapai 5.000 hektare. Kapasitas ini menjadikan drone tersebut relevan untuk pengawasan wilayah luas, seperti kawasan pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, hingga pengamanan infrastruktur strategis.

Masuknya drone buatan Indonesia ke pasar Australia juga mencerminkan kesesuaian teknologi dengan karakter geografis negara tujuan. Australia dikenal memiliki bentang wilayah yang sangat luas dengan banyak area terpencil sehingga membutuhkan sistem pemantauan berbasis udara yang andal dan efisien. Drone produksi PT Bentara Tabang Nusantara dinilai mampu memenuhi kebutuhan tersebut melalui kombinasi jangkauan pemantauan yang luas, fleksibilitas operasional, serta efisiensi biaya sehingga memiliki daya saing dalam peta industri drone global.

Keberhasilan ekspor perdana ini tidak terlepas dari dukungan Bea Cukai Bandung yang berperan sebagai pendamping industri dan fasilitator perdagangan. Dilansir dari JPNN.com, Kepala Kantor Bea Cukai Bandung, Budi Santoso, menyampaikan bahwa ekspor ini mencerminkan kesiapan industri nasional untuk bersaing di pasar internasional sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan devisa negara dan penguatan ekonomi nasional. Bea Cukai juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kinerja ekspor melalui pelayanan kepabeanan yang optimal, pengawasan yang efektif, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi pelaku usaha.

Sinergi antara inovasi teknologi, dukungan regulasi, dan kebutuhan pasar global menjadi faktor kunci keberhasilan ekspor drone ini. Pencapaian tersebut tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global teknologi pemantauan wilayah, sekaligus membuka peluang ekspor lanjutan di sektor teknologi berbasis analisis spasial

 
Spatial Highlights  

Selasa, 02 Juni 2026

Dahana Raih Laba Rp 509,7 Miliar Sepanjang 2025

  Ditopang Ekspor Bahan Peledak (Dahana)

PT Dahana membukukan laba bersih senilai Rp 509,7 miliar pada sepanjang tahun buku 2025. Hal ini berarti mengalami pertumbuhan sebesar 1,6 persen jika dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya yakni Rp 502 miliar.

Seiring dengan capaian tersebut, PT Dahana mencatatkan perolehan pendapatan usaha sebesar Rp 3,36 triliun.

Direktur Utama PT Dahana Hary Irmawan menegaskan, keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam mengimplementasikan inovasi, menjaga efisiensi operasional, serta menjalankan strategi pengembangan bisnis yang terukur.

"PT Dahana terus berkomitmen untuk memperkuat kemandirian industri bahan peledak dan pertahanan nasional melalui penguasaan teknologi, peningkatan kualitas layanan, serta ekspansi pasar global," kata Hary dalam keterangan resmi, Kamis (28/5/2026).

Sebagai perusahaan energetic material nasional yang bernaung di bawah holding industri pertahanan atau Defend ID, Dahana mengakselerasi penguatan teknologi, memperluas jangkauan pasar internasional, hingga meningkatkan kapasitas bisnis secara menyeluruh.

Sebagai bagian integral dari holding Defend ID, PT Dahana terus mengambil peran krusial dalam menyokong kemandirian industri pertahanan dan sektor strategis di Indonesia melalui pengembangan teknologi, optimalisasi kapasitas produksi, serta penguatan daya saing di kancah global.

Selama periode 2025, perusahaan berhasil merealisasikan sejumlah langkah taktis, termasuk meresmikan dua fasilitas vital yakni On Site Plant (OSP) dan Waste Oil Processing Plant (WOPP) yang dibangun melalui kolaborasi dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Kehadiran kedua infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dari penguatan operasional perusahaan dalam memenuhi kebutuhan industri energetic material di tingkat nasional.

Tak hanya itu, Dahana juga konsisten mengembangkan sektor pertahanan melalui kelanjutan uji coba operasional Penelitian dan Pengembangan Materiel (Litbangmat) Bom BNT 250 sebagai upaya memperkokoh penguasaan teknologi dalam negeri.

Pada aspek pengembangan bisnis strategis, perusahaan memperluas kolaborasi internasional dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Rheinmetall Denel Munition (RDM) untuk pembangunan fasilitas energetic material di Indonesia.

Kemitraan ini dinilai sebagai langkah fundamental dalam memperkuat penguasaan teknologi sekaligus mendongkrak kapasitas industri energetic material nasional.

Melalui kolaborasi tersebut, PT Dahana berharap dapat mempertegas posisi Indonesia di sektor industri pertahanan dunia. Hal ini sejalan dengan tren ekspansi pasar luar negeri, di mana Dahana mengekspor 250 ton bahan peledak Cartridge Emulsion Megadrive ke Australia sebagai bukti nyata keunggulan produk domestik di pasar global. (Dhera Arizona)

  💣  iDX Channel  
  

Sabtu, 16 Mei 2026

PT PAL Indonesia Dorong Kemandirian Alutsista di Tengah Geopolitik Global

KRI BPD 322 frigate pertama PAL dan KSOT (ist)

Ketergantungan terhadap luar negeri dalam pemenuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dinilai tidak lagi dapat dipertahankan di tengah situasi geopolitik global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian. Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menegaskan kemandirian industri pertahanan kini menjadi kebutuhan strategis nasional.

Industri pertahanan yang kuat adalah deterrence itu sendiri,” tegasnya saat menjadi narasumber dalam Diskusi Panel Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI), Bandung, Kamis (8/5).

Dalam forum bertajuk “Peran Strategis Industri Pertahanan dalam Menghadapi Perkembangan Situasi Geopolitik dan Geostrategis Global Saat Ini untuk Mendukung Kesiapan Pertahanan RI” tersebut, Kaharuddin menegaskan industri pertahanan nasional harus bertransformasi, tidak lagi sekadar menjadi perakit, tetapi juga produsen yang mampu melahirkan inovasi dan penguasaan teknologi strategis.

Ia mencontohkan transformasi yang tengah dijalankan PT PAL melalui implementasi sistem digital berbasis kecerdasan buatan, yakni Industri Maritim 4.0 (IM4). Transformasi tersebut dinilai berhasil meningkatkan kapasitas dan kecepatan produksi, sekaligus memperkuat perolehan kontrak strategis nasional. Saat ini, PT PAL juga tengah memasuki fase end-stage transformation sebagai bagian dari penguatan perusahaan menuju peran yang lebih besar sebagai national consolidator industri galangan kapal nasional beserta ekosistem pendukungnya.

Tidak hanya itu, PT PAL juga berhasil mengembangkan berbagai produk inovatif, seperti Torpedo dan Kapal Selam Otonom (KSOT), yang seluruhnya dikembangkan oleh talenta dalam negeri. Transformasi tersebut sekaligus menjadi fondasi dalam memperkuat kapasitas PT PAL agar mampu mengintegrasikan potensi industri maritim nasional, memperluas kolaborasi dengan industri pendukung, serta meningkatkan kemandirian alutsista nasional di tengah dinamika global.

Ketika dunia melihat Indonesia mampu merancang, membangun, dan mengintegrasikan sistem senjata secara mandiri, mulai dari kapal perang hingga torpedo dan kapal selam, itu adalah pesan yang lebih kuat daripada sekadar jumlah alutsista yang kita miliki,” ujarnya.

Kaharuddin menambahkan, capaian PT PAL tidak terlepas dari dukungan pemerintah serta berbagai pemangku kepentingan strategis. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa industri pertahanan telah menjadi bagian penting dalam arsitektur pertahanan nasional.

PT PAL hadir bukan sekadar sebagai galangan kapal. Kami adalah bagian dari arsitektur pertahanan nasional yang sedang kita bangun bersama,” pungkasnya. Kehadiran PT PAL dalam Diskusi Panel Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 menjadi penegas bahwa industri pertahanan tidak dapat dipisahkan dari strategi nasional. Industri pertahanan harus tumbuh dan bergerak selaras dengan kebutuhan TNI sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan Indonesia. tetapi juga produsen yang mampu melahirkan inovasi dan penguasaan teknologi strategis.

Ia mencontohkan transformasi yang tengah dijalankan PT PAL melalui implementasi sistem digital berbasis kecerdasan buatan, yakni Industri Maritim 4.0 (IM4). Transformasi tersebut dinilai berhasil meningkatkan kapasitas dan kecepatan produksi, sekaligus memperkuat perolehan kontrak strategis nasional. Saat ini, PT PAL juga tengah memasuki fase akhir end-state transformation sebagai bagian dari penguatan perusahaan menuju peran yang lebih besar sebagai national consolidator industri galangan kapal nasional beserta ekosistem pendukungnya.

Tidak hanya itu, PT PAL juga berhasil mengembangkan berbagai produk inovatif, seperti Torpedo dan Kapal Selam Otonom (KSOT), yang seluruhnya dikembangkan oleh talenta dalam negeri. Transformasi tersebut sekaligus menjadi fondasi dalam memperkuat kapasitas PT PAL agar mampu mengintegrasikan potensi industri maritim nasional, memperluas kolaborasi dengan industri pendukung, serta meningkatkan kemandirian alutsista nasional di tengah dinamika global.

Ketika dunia melihat Indonesia mampu merancang, membangun, dan mengintegrasikan sistem senjata secara mandiri, mulai dari kapal perang hingga torpedo dan kapal selam, itu adalah pesan yang lebih kuat daripada sekadar jumlah alutsista yang kita miliki,” ujarnya.

Kaharuddin menambahkan, capaian PT PAL tidak terlepas dari dukungan pemerintah serta berbagai pemangku kepentingan strategis. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa industri pertahanan telah menjadi bagian penting dalam arsitektur pertahanan nasional.

PT PAL hadir bukan sekadar sebagai galangan kapal. Kami adalah bagian dari arsitektur pertahanan nasional yang sedang kita bangun bersama,” pungkasnya.

Kehadiran PT PAL dalam Diskusi Panel Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 menjadi penegas bahwa industri pertahanan tidak dapat dipisahkan dari strategi nasional. Industri pertahanan harus tumbuh dan bergerak selaras dengan kebutuhan TNI sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan Indonesia.

  📝  PAL Indonesia 

Rabu, 13 Mei 2026

BRIN Kembangkan Teknologi Produksi Kapal

  Perkuat Daya Saing Galangan Nasional (BRIN)

Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan riset teknologi produksi kapal.

Pengembangan ini ditujukan untuk memperkuat daya saing galangan kapal nasional, khususnya galangan kelas menengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) dengan dukungan LPDP pada periode 2022–2025.

Pengembangan riset ini dilatarbelakangi kebutuhan industri galangan nasional untuk meningkatkan efisiensi pembangunan kapal, ketepatan waktu produksi, serta pemenuhan standar mutu.

Selama ini, tantangan yang dihadapi galangan kapal tidak hanya berkaitan dengan kemampuan desain, tetapi juga kesiapan teknologi produksi, perencanaan pekerjaan, pengendalian mutu, dan pengelolaan sumber daya di lapangan.

Dalam kegiatan riset, desain Kapal Mini LNG 36 TEUs digunakan sebagai studi kasus. Desain kapal tersebut merupakan salah satu hasil Prioritas Riset Nasional (PRN) pada era BPPT dan telah memperoleh persetujuan klasifikasi dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).

Dengan status tersebut, desain kapal dapat dijadikan contoh penerapan teknologi produksi kapal yang dapat diadaptasi di galangan nasional.

Ketua tim riset PRTH BRIN, Prof. Buana Ma’ruf, Senin, (12/5), mengatakan bahwa peningkatan daya saing industri galangan nasional memerlukan penguatan aspek teknologi produksi kapal.

Galangan kapal nasional tidak cukup hanya memiliki kemampuan membangun kapal, tetapi juga perlu didukung proses produksi yang terencana, terukur, dan terintegrasi sejak tahap awal pembangunan. Melalui riset ini, BRIN menyusun acuan teknologi produksi yang dapat membantu galangan meningkatkan efisiensi, mutu, dan ketepatan waktu pembangunan kapal,” ujar Buana.

Melalui riset tersebut, BRIN menyusun sejumlah dokumen acuan teknologi produksi kapal yang dapat digunakan galangan dalam merencanakan dan mengendalikan proses pembangunan kapal.

Acuan tersebut mencakup spesifikasi teknis, rencana mutu, pembagian blok pembangunan kapal, urutan pekerjaan, strategi pembangunan, rencana pemeriksaan dan pengujian, pengendalian akurasi penyambungan blok lambung kapal, hingga perencanaan jadwal dan kebutuhan tenaga kerja.

Penerapan rancangan proses produksi dilakukan bersama PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atau PT IKI di Makassar. Dari studi kasus tersebut, tim riset berhasil menyusun model perencanaan pembangunan kapal yang lebih terstruktur dan terintegrasi.

Selain itu, hasil riset juga didiskusikan bersama Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) serta sejumlah praktisi galangan kapal nasional.

Keterlibatan mitra industri dilakukan untuk memberikan masukan dan penyempurnaan agar hasil riset dapat diterapkan secara optimal oleh galangan kapal kelas menengah nasional.

Buana menjelaskan bahwa hasil kajian menunjukkan proses pembangunan kapal dapat direncanakan lebih efisien dibandingkan pendekatan konvensional.

Pada studi kasus Kapal Mini LNG 36 TEUs di PT IKI, waktu pembangunan kapal yang semula direncanakan sekitar 16 bulan dapat dipersingkat menjadi 12 bulan melalui penerapan teknologi produksi yang mengintegrasikan pekerjaan lambung kapal dengan perlengkapannya,” ia menjelaskan.

Ia menambahkan, penerapan teknologi produksi kapal juga memungkinkan kebutuhan bahan baku dan tenaga kerja direncanakan lebih baik sehingga pengendalian pekerjaan menjadi lebih terukur.

Dalam praktik pembangunan kapal, pekerjaan ulang kerap terjadi akibat ketidaksesuaian ukuran dan bentuk blok saat proses penyambungan di lapangan.

Oleh karena itu, BRIN juga menyusun acuan pengendalian ketepatan pekerjaan untuk membantu galangan mengurangi potensi pekerjaan ulang, menekan pemborosan waktu, serta menjaga mutu hasil produksi.

Selama pelaksanaan riset, BRIN menghasilkan tujuh dokumen teknis teknologi produksi kapal, tiga kekayaan intelektual berupa satu paten dan dua hak cipta, serta tujuh karya tulis ilmiah.

Melalui riset ini, BRIN mendorong galangan kapal nasional kelas menengah untuk meningkatkan produktivitas, mutu, dan ketepatan waktu pembangunan kapal.

Dengan dukungan teknologi produksi kapal yang lebih baik, galangan nasional diharapkan mampu meningkatkan daya saing di pasar global sekaligus memenuhi kebutuhan kapal niaga di dalam negeri.

  👷 BRIN  

Senin, 11 Mei 2026

Republikorp Dan Baykar Lanjutkan Kemitraan Strategis

  Melalui Penandatanganan Kerja Sama Bayraktar Kizilelma 
Drone tempur Kizilelma (Baykar)

Republikorp Group dan Baykar kembali memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Türkiye melalui penandatanganan perjanjian pengembangan Bayraktar KIZILELMA Unmanned Combat Aircraft (UCAV) pada ajang SAHA 2026 di İstanbul.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari Joint Venture Agreement (JVA) yang dimulai sejak 2025 untuk produksi lokal Bayraktar TB3 dan AKINCI di Indonesia. Kini, kemitraan diperluas menuju pembangunan ekosistem industri dirgantara berkelanjutan dan pengembangan UCAV generasi baru.

Melalui kolaborasi antara Baykar dan PT Republik Aero Dirgantara, pengembangan operasional Bayraktar KIZILELMA ditargetkan memperkuat kemampuan UCAV Indonesia mulai 2028. Kerja sama mencakup transfer teknologi, pengembangan SDM, fasilitas MRO, pusat produksi dan integrasi lokal, sertifikasi tenaga ahli, hingga riset teknologi strategis masa depan.

Chairman Republikorp Group, Norman Joesoef, menegaskan, “Bersama Baykar, kami membangun ekosistem aerospace dan unmanned systems yang berkelanjutan, mulai dari produksi, maintenance, pengembangan SDM, hingga riset teknologi masa depan.”

CEO Baykar, Haluk Bayraktar, juga menekankan pentingnya kemitraan ini, “Pengembangan Bayraktar KIZILELMA menjadi tonggak baru dalam hubungan strategis Indonesia dan Türkiye.”

Kerja sama ini menandai transformasi berkelanjutan hubungan Indonesia–Türkiye menjadi kemitraan strategis industri pertahanan yang berorientasi pada transfer teknologi, pembangunan kapasitas nasional, dan inovasi industri pertahanan masa depan.

 👷 Republikorp  

Senin, 04 Mei 2026

BI Luncurkan QRIS Antarnegara RI-China & Pusat Inovasi Digital RI

  💰 🤝 (QRIS)

Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sekaligus QRIS antar negara Indonesia - China di Grha Bhasvara Icchana, Jakarta, pada Kamis (30/4/2026).

Peresmian PIDI alam rangka membangun ekosistem inovasi digital nasional sebagai upaya dedikasi bagi negeri melalui penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan nilai bisnis berkelanjutan bagi industri, didukung oleh pengembangan talenta, inovasi siap implementasi, serta sinergi kebijakan dan kebutuhan publik.

PIDI diposisikan sebagai policyenabler yang menjembatani kebijakan publik dengan kebutuhan industri dan pengembangan teknologi, melalui pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir. Melalui PIDI, ide-ide inovatif dari talenta muda Tanah Air akan didukung oleh pelatihan kapabilitas teknis, pemahaman bisnis, serta pendampingan dan mentoring yang memadai hingga siap dikembangkan menjadi produk/layanan digital untuk menjawab area prioritas kebutuhan nasional.

PIDI didesain untuk memastikan inovasi tidak berhenti hanya sampai pada ide, tetapi bergerak secara end-to-end melalui tiga pilar utama, yaitu:

Pertama, Market Intelligence, untuk memetakan inovasi yang berkembang di pasar dan relevan bagi kebutuhan publik. Pilar ini diarahkan menghasilkan output utama berupa Strategic Intelligent Market Analytics (SIGMA).

Kedua adalah Innovation Experimentation, yang mengusung Hackathon sebagai kompetisi intelektual untuk melahirkan solusi teknologi dalam menjawab permasalahan prioritas nasional.

Ketiga, Digital Talent Development, hadir lewat inisiatif DIGDAYA (Digital Talenta Berdaya dan Berkarya) yang akan meningkatkan kapasitas talenta digital melalui skema pelatihan terstruktur untuk mencetak talenta digital dan penciptaan lapangan kerja digital.

Kemudian, acara akan dilanjutkan dengan peresmian QRIS antar negara antara Indonesia-China. Ini sebagai penanda perluasan akses pembayaran QRIS di berbagai belahan dunia.

BI mengatkan dalam Konferensi Pers RDG BI (22/4/2026) sudah melakukan uji coba penggunaan QRIS di China. Dalam uji coba itu, volume transaksi sudah mencapai 1,64 juta dengan nilai setara Rp 556 miliar.

Penggunaan QRIS di China nantinya akan diikuti oleh 24 penyelenggara dari Indonesia yang terdiri dari 16 bank dan 8 lembaga selain bank, sedangkan dari China ada 19 penyelenggara.

"Jadi pada dasarnya baik dari aspek teknis dan bisnis ini sudah siap diimplementasikan, sehingga tanggal 30 kita istilahnya gunting pita," ucap Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dalam konferensi pers hasil rapat dewan gubernur secara daring, dikutip Kamis (30/4/2026).

Pelebaran QRIS di China ini akan menambah deretan negara-negara yang bisa bertransaksi tanpa uang tunai bagi masyarakat Indonesia.

Sebelum di China, pada 1 April 2026 BI telah meresmikan penggunaan QRIS di Korea Selatan. Sedangkan sebelumnya sudah bisa digunakan di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang.

 💰  Qris  

Kamis, 30 April 2026

Sjafrie Ingin Industri Pertahanan Nasional Punya Mentalitas Produsen


UCAV Elang Hitam sukses terbang perdana, diharapkan dapat diproduksi massal . (PTDI)

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meminta industri pertahanan nasional memiliki mentalitas produsen.

Hal itu disampaikan Menhan Sjafrie saat menghadiri rapat kerja dan leadership development program DEFEND ID 2026 di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/4).

Saya ingin industri pertahanan kita memiliki mentalitas produsen. Hilangkan ego sektoral dan pastikan kita bergerak dalam satu irama sebagai tulang punggung kedaulatan bangsa,” kata Sjafrie, dikutip dari siaran pers Biro Infohan Kemhan, Senin (27/4).

Dalam arahannya, Sjafrie mendorong agar seluruh entitas di bawah DEFEND ID terus berinovasi untuk mencapai kemandirian teknologi.

Kita tidak sedang membangun industri biasa. Kita sedang membangun fondasi kemandirian bangsa yang menuntut kepemimpinan kuat, arah yang jelas, dan keberanian untuk melangkah maju bersama,” tutur Sjafrie.

Dulu kita berjalan di bawah, hari ini kita mulai berdiri di atas. Tugas kita bukan hanya menjaga posisi itu tetapi memastikan kita tidak pernah kembali bergantung,” kata Menhan RI.

Sementara itu, Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Joga Dharma Setiawan menyatakan komitmen untuk membawa DEFEND ID sebagai penguasa teknologi, bukan sekadar pengguna.

Adapun kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) ke-4 DEFEND ID. Kegiatan diselenggarakan selama tiga hari, diikuti oleh ratusan pejabat Eselon I yang bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kepemimpinan di sektor industri pertahanan nasional. (nma).

  🛩
IDM  

Selasa, 07 April 2026

RI Siap Kembangkan Teknologi 6G

  Fokus Riset Antena Ilustrasi 6G (Ist)

Idonesia mulai menyiapkan pengembangan teknologi 6G. Salah satu upaya tersebut dilakukan lewat riset antena yang dikembangkan oleh peneliti Pusat Riset Telekomunikasi (PRT) badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Berbeda dari generasi sebelumnya, pengembangan 6G kali ini tidak hanya fokus pada peningkatan kecepatan jaringan, tapi juga menuntut inovasi pada desain perangkat, terutama antena yang menjadi komponen utama dalam sistem komunikasi.

Peneliti PRT BRIN Yohanes Galih Adhiyoga menjelaskan salah satu pendekatan yang banyak dikaji saat ini adalah penggunaan antena mikrostrip multilayer. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan gain dan mengontrol pola radiasi sinyal, meski memiliki tantangan dalam integrasi dengan perangkat elektronik modern.

"Riset tersebut turut dikembangkan PRT BRIN. Salah satu fokusnya adalah pengembangan antena mikrostrip, baik single-layer maupun multilayer, untuk menjawab kebutuhan komunikasi generasi mendatang," kata Yohanes, melansir Detik, Kamis (2/4).

Menurut dia dalam sistem komunikasi generasi terbaru, antena tidak lagi berdiri sendiri sebagai komponen tunggal. Desainnya harus mempertimbangkan interaksi dengan berbagai komponen aktif seperti integrated circuit (IC), transistor, filter, hingga jaringan pencatu dalam satu perangkat.

Hal ini menjadikan pengembangan antena sebagai bagian dari rekayasa sistem yang lebih kompleks, bukan sekadar perancangan struktur radiasi.

Yohanes juga menekankan bahwa riset 6G merupakan upaya jangka panjang yang perlu dipersiapkan sejak dini, meskipun implementasi 5G saat ini masih terus berkembang.

"Saat ini, 5G memang masih dalam tahap pengembangan, tetpai riset tidak bisa berhenti di situ. Kita harus menyiapkan teknologi berikutnya," jelas Yohanes.

"Jadi, ketika 6G benar-benar diimplementasikan, kita tidak hanya mengganti nama, tetapi juga menghadirkan peningkatan kecepatan, latensi, dan performa yang sesuai dengan spesifikasi," kata dia menambahkan.

Dalam pengembangan sistem komunikasi generasi terbaru, antena tetap menjadi komponen krusial karena berfungsi sebagai jalur utama keluar masuknya sinyal.

"Kami di kelompok riset antena hanya menangani sebagian kecil dari sistem 6G, yaitu antena sebagai komponen pasifnya. Namun, antena tetap menjadi komponen yang sangat penting karena menjadi pintu utama keluar-masuknya sinyal," tutur dia.

Riset antena 6G yang dikembangkan di BRIN meliputi berbagai jenis antena mikrostrip, baik multi-layer maupun single-layer. Maisng-masing desain memiliki keunggulan yang berbeda, tergantung parameter yang ingin ditingkatkan.

Beberapa antena dirancang untuk menghasilkan gain tinggi dan pola radiasi yang optimal, sementar lainnya difokuskan pada bandwith yang lebih besar. Perbedaan karakteristik ini menunjukkan trade-off dalam desain antena, sehingga pemilihan struktur harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi.

Ia mengungkap tantangan terbesar dalam pengembangan antena saat ini terletak pada integrasi dengan komponen aktif di dalam perangkat.

Kompleksitas tersebut semakin meningkat karena perangkat modern seperti smartphone kini memuat berbagai fungsi komunikasi dalam satu sistem. Oleh karena itu, antena harus mampu bekerja secara optimal tanpa terpengaruh maupun mengganggu komponen lain di dalam perangkat.

Kepala PRT BRIN Nasrullah Armi menilai sektor telekomunikasi akan terus berkembang pesat dan membutuhkan sumber daya manusia yang siap menghadapi teknologi masa depan.

"Kesempatan di bidang ini masih sangat luas. Mahasiswa perlu mulai menentukan minat sejak sekarang, karena riset 6G akan terus berkembang dan membutuhkan banyak talenta," jelas Nasrullah.

  📡  CNN  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More