Senin, 01 Desember 2014

BPPT Percepat Pemanfaatan Biodiesel B20 untuk Kendaraan Bermotor

Bahan baku biodiesel sebagai pengganti BBM Solarhttp://www.bppt.go.id/images/hasiluji01.jpgHasil sementara dari kegiatan uji jalan ini juga telah disosialisasikan di Seminar B20 tanggal 23 September 2014 di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Institut Teknologi Bandung (ITB)

Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia telah mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari dan diperkirakan akan terus meningkat. Padahal, kemampuan produksi minyak bumi cenderung menurun dan kapasitas kilang BBM pun masih terbatas. Total impor BBM saat ini mencapai sekitar 500 ribu barel per hari. Impor BBM yang demikian tinggi telah menjadi salah satu penyebab utama terjadinya defisit pada neraca pembayaran Indonesia yang terjadi sejak tahun 2012.

Sebenarnya Indonesia memiliki potensi bahan baku biodiesel sebagai pengganti BBM Solar yang sangat besar, misalnya CPO (minyak sawit mentah). Saat ini produksi CPO mencapai sekitar 30 juta ton per tahun dengan jumlah ekspor sekitar 20 juta ton per tahun. Secara kasar, 1 juta ton CPO per tahun dapat diolah menjadi 20 ribu barel Biodesel per hari.

Oleh karena itu, untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, perlu dipercepat pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN) sebagaimana telah diatur melalui Permen ESDM nomor 25 tahun 2013 yang mewajibkan antara lain pemakaian Biodiesel sebesar 20 persen (B20) pada kendaraan bermotor pada tahun 2016.

Guna mendukung program B20, BPPT dalam hal ini Balai Termodinamika Motor Propulsi (BTMP) dan Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi (BRDST) telah bekerjasama dengan Kementerian ESDM (Ditjen EBTKE dan Balitbang ESDM, PT. Pertamina, Aprobi, Gaikindo, Hino, Aspindo dan Hinabi melakukan kegiatan "Kajian Teknis Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN) pada Kendaraan Bermotor dan Alat Besar."

Dalam kegiatan tersebut, BPPT berperan menyediakan fasilitas pencampuran dan pengisian bahan bakar, pengujian mutu bahan bakar, dan pengujian kinerja mesin kendaraan bermotor.

Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan komitmen bersama dalam mendapatkan data dukung teknis pemanfaatan B20 untuk mempercepat dan meningkatkan mandatori pemanfaatan BBN dalam menggantikan BBM dan energi fosil. Diharapkan juga kegiatan ini juga dapat meminimalisir permasalahan atau keraguan yang timbul terkait dengan implementasi BBN di dalam negeri.

Dampak lain yang diharapkan dari kajian teknis tersebut adalah untuk mendorong industri kendaraan bermotor dan alat besar menghasilkan teknologi mesin yang dapat menggunakan Bahan Bakar Nabati dengan campuran di atas 20 persen hingga 100 persen (B20 - B100).(tw/SYRA/Humas)



  ★ BPPT  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More