blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juni 2026

Indonesia Memajukan Perdagangan dan Kerjasama Strategis dengan Turkiye

Berupaya mencapai volume perdagangan bilateral sebesar 10 miliar dolar AS https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP4R842OujwJuHkKS2ttAdH03sniJCkc7u4s6Z4pHT7kTUkfQGVE5jqFgooMSpiMEYWCip0lm3j6_TTA0cDlraOFGVGBAaw3A8MWadzQyGfBD2lK9xsSY2U_vnybZexCNN2Lau5FcsFfuMZrdTv-3q5Gi48M_fC_lRghVjnVVEmWYWZgALTyyVGjF2N3MQ/s1920/INFOGRAFIK_Jet_Tempur_KAAN_Turki_Jaga_Langit_RI-2025_06_15-16_33_22_ac050a7345219e333b6c3c8d9d6547a2.jpgInfografis pesawat generasi kelima KAAN Turkiye (Katadata)

Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, mengatakan Ankara dan Jakarta siap untuk mengejar kerja sama yang lebih konkret di sektor-sektor kunci kedua negara. Pada hari Rabu bahwa pertemuannya di Indonesia sangat produktif, mencakup berbagai isu mulai dari kerja sama pertahanan dan energi hingga kecerdasan buatan dan industri makanan halal.

Dalam pernyataan yang diunggah di akun media sosial NSosyal setelah kunjungan resminya, Fidan mencatat bahwa diskusi dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Sugiono berfokus pada kerja sama yang sedang berlangsung dan inisiatif bersama di masa depan antara kedua negara.

Setelah kunjungan kami ke Singapura, pertemuan hari ini di mitra strategis kami, Indonesia, sangat produktif dalam hal memajukan agenda multidimensional kami,” kata Fidan.

Menurut Fidan, pembicaraan tersebut membahas kerja sama di bidang industri pertahanan, transportasi, energi, kecerdasan buatan, dan sektor makanan halal, serta langkah-langkah yang dapat lebih memperkuat hubungan bilateral.

Ia mengatakan kedua belah pihak juga meninjau proyek-proyek yang bertujuan untuk mencapai target perdagangan bilateral sebesar 10 miliar dolar AS yang ditetapkan oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan dan Presiden Prabowo Subianto.

Kami mengevaluasi secara detail proyek-proyek yang akan membantu kami mencapai target volume perdagangan sebesar 10 miliar dolar AS,” kata Fidan, menambahkan bahwa visi yang ditunjukkan oleh kedua pemerintah menunjukkan kesiapan mereka untuk mengejar kerja sama yang lebih konkret dan efektif di masa mendatang.

Pada April 2025, Presiden Erdoğan mencatat bahwa mereka membahas langkah-langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan volume perdagangan hingga mencapai target 10 miliar dolar AS secara seimbang dan saling menguntungkan dalam konferensi pers bersama dengan mitranya dari Indonesia, Prabowo Subianto, di mana kedua pemimpin berjanji untuk lebih meningkatkan kerja sama.

Sementara itu, Subianto memuji peran Ankara dalam urusan regional dan mengatakan Indonesia ingin ikut serta dalam proyek KAAN dan kapal selam.

Saya mengundang perusahaan-perusahaan Turki untuk berinvestasi. Sebagai pemimpin Global Selatan dan mitra strategis, Indonesia dan Turki harus memikul tanggung jawab untuk membentuk tatanan global baru,” katanya, dan menambahkan, “Indonesia tertarik untuk berpartisipasi dalam proyek KAAN dan kapal selam.

Diskusi tersebut juga mencakup isu-isu regional dan internasional, khususnya perkembangan di Timur Tengah dan dinamika strategis yang berkembang di kawasan Asia-Pasifik.

Fidan mengatakan kedua pihak bertukar pandangan tentang berbagai isu global dan menegaskan kembali koordinasi erat mereka dalam masalah Palestina.

Ia menekankan bahwa Turki dan Indonesia akan melanjutkan kerja sama intensif mereka sebagai dua negara sahabat yang berbagi nilai dan tujuan yang sama.

  Daily Sabah 

Sabtu, 07 Februari 2026

Pindad Gandeng Perusahaan Ashok Leyland, asal India

  Kembangkan Bus Listrik (Pindad)

Perusahaan otomotif asal India yang merupakan bagian dari Hinduja Group, Ashok Leyland, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Pindad pada Rabu (4/2) di kantor pusat Pindad Bandung. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama bilateral Indonesia dan India di sektor mobilitas berkelanjutan dan teknologi pertahanan.

Ashok Leyland dikenal sebagai salah satu produsen kendaraan komersial dan pertahanan global. Sementara itu, PT Pindad merupakan BUMN yang bergerak di bidang peralatan pertahanan dan industri. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan dan manufaktur bersama Bus Listrik (EV) serta kendaraan pertahanan yang dirancang sesuai kebutuhan mobilitas dan keamanan nasional Indonesia.

Kerja sama tersebut menggabungkan pengalaman global Ashok Leyland dalam platform kendaraan listrik komersial dan solusi mobilitas pertahanan dengan kapabilitas rekayasa serta kekuatan manufaktur lokal PT Pindad. Sinergi ini juga diharapkan memperkuat ekosistem industri pertahanan dan otomotif nasional.

Penandatanganan MoU dihadiri oleh Direktur Utama PT Pindad, Sigit P Santosa; Presiden Operasi Internasional, Pertahanan, LCV & PSB Ashok Leyland, Amandeep Singh; serta Advisor to the Board Hinduja Auto, Lord Tariq.

Indonesia saat ini tengah mempercepat transisi menuju transportasi berkelanjutan sekaligus memodernisasi kemampuan pertahanannya. Kerja sama ini dinilai sejalan dengan agenda nasional dalam mendorong adopsi kendaraan listrik, efisiensi energi, serta peningkatan produksi platform pertahanan di dalam negeri.

Fokus utama dalam MoU mencakup pelaksanaan pengembangan bersama bus listrik dan kendaraan pertahanan. Produk yang dikembangkan nantinya ditargetkan mampu menjawab tantangan kondisi geografis, infrastruktur, dan kebutuhan operasional di Indonesia.

Kemitraan dengan Pindad memungkinkan kami untuk bersama-sama mengembangkan produk yang secara khusus sesuai dengan kondisi medan, infrastruktur, dan kebutuhan operasional Indonesia,” ungkap Amandeep Singh melalui keterangan resminya. (UDA)

  🤝 
Medcom  

Senin, 09 Juni 2025

Wajah Baru Stasiun Tanah Abang

 Mampu melayani hingga 300 ribu penumpang setiap harinyaStasiun Tanah Abang (CNBC)

Proyek strategis ini bertujuan mengubah Stasiun Tanah Abang menjadi pusat integrasi transportasi modern, yang mampu melayani hingga 300 ribu penumpang setiap harinya. Kesan megah terasa ketika memasuki area perluasan.

Dalam pembangunan Stasiun Tanah Abang baru peron 1 akan melayani penumpang dari Manggarai menuju angke, kampung Bandan, bekasi cikarang via pasar senen. Dan peron 2 akan dilayani oleh penumpang tujuan sudirman, Manggarai, bekasi cikarang via Manggarai. Area luar juga terdapat taman dan tempat parkir.

Saat ini, pembangunan masih dalam tahap finishing. Pembangunan proyek pengembangan tahap pertama. Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mencatat progres saat ini telah mencapai 99,85 persen per 23 Mei 2025.

Proyek dilaksanakan oleh Kontraktor PT PP sebagai kontraktor bangunan gedung dan Rel, PT Chikal Sebagai kontraktor Fasilitas operasi dan PT CCM (Ciriajasa Cipta mandiri) sebagai konsultan Manajemen konstruksi.

  👷 CNBC  

Rabu, 11 Desember 2024

Trem Buatan RI Berpeluang Dipakai di IKN

 Tapi masih ada kendala 
https://awsimages.detik.net.id/visual/2024/12/10/trem-otonom-bertenaga-baterai-hasil-kolaborasi-pt-inka-persero-dan-institut-teknologi-bandung_169.jpeg?w=715&q=90Trem Otonom Bertenaga Baterai, Hasil Kolaborasi PT INKA (Persero) dan Institut Teknologi Bandung. (Dok. PT INKA) 🚆

PT
Industri Kereta Api (Persero) atau INKA baru saja meluncurkan prototype trem terbaru yang mengusung teknologi otonom berbasis kecerdasan buatan (AI).

Trem ini dirancang untuk beroperasi di lalu lintas campuran (mixed traffic) tanpa memerlukan masinis, menjadikannya salah satu inovasi unggulan transportasi masa depan di Indonesia.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital OIKN, Tonny Agus Setiono menyampaikan apresiasi terhadap produk terbaru INKA ini. Menurutnya, trem otonom tersebut menunjukkan kemampuan bangsa Indonesia dalam menciptakan teknologi transportasi canggih yang tidak kalah dengan negara lain.

"Kereta otonom dari INKA ini sudah sangat bagus, menandakan Bangsa Indonesia mampu membuat kereta otonom," kata Tonny kepada CNBC Indonesia, Rabu (11/12/2024).

Meski mengapresiasi trem otonom terbaru INKA tersebut, Tonny menyampaikan bahwa OIKN masih belum memiliki rencana untuk mengadopsinya dalam waktu dekat. Salah satu alasannya adalah kebutuhan akan rel sebagai jalur operasi trem.

"Trem INKA ini masih menggunakan rel ya sementara di IKN belum ada jalur relnya," terang dia.

Namun, ia tidak menutup kemungkinan trem INKA dapat digunakan di IKN di masa depan. "Potensi itu ada," ungkap Tonny, seraya menyebutkan bahwa pembangunan lintasan rel di IKN sebenarnya sudah direncanakan sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur transportasi kota hijau tersebut.

  Keunggulan Trem Otonom INKA 

https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2024/12/10/trem-otonom-bertenaga-baterai-hasil-kolaborasi-pt-inka-persero-dan-institut-teknologi-bandung-1_169.jpeg?w=620Trem Otonom Bertenaga Baterai, Hasil Kolaborasi PT INKA (Persero) dan Institut Teknologi Bandung. (Dok. PT INKA)

Trem otonom INKA menggunakan motor listrik dengan baterai berkapasitas 200 kWh, yang mampu menempuh jarak hingga 90 km dalam sekali pengisian daya. Dengan dukungan teknologi seperti kamera, radar, LiDAR, dan GNSS, trem ini dapat mendeteksi objek di sekitar serta mengambil keputusan secara mandiri menggunakan AI.

Selain itu, fitur seperti Adaptive Cruise Control dan Emergency Braking System meningkatkan keselamatan operasionalnya.Keunggulan Trem Otonom INKA.

Uji coba trem ini telah dilakukan di berbagai kondisi, termasuk di jalur lalu lintas campuran di Jalan Slamet Riyadi, Solo. Uji coba ini membuktikan kemampuan trem untuk mengenali rambu lalu lintas, menghindari halangan, dan menjaga kecepatan sesuai batas yang ditentukan.

Pengoperasian trem seperti ini di IKN tentu membutuhkan persiapan infrastruktur, termasuk pembangunan jalur rel. Meski demikian, karakteristik trem yang ramah lingkungan dan otonom sejalan dengan visi IKN sebagai kota berkelanjutan. Jika berhasil diadopsi, trem ini dapat menjadi bagian dari solusi transportasi modern yang mendukung pengurangan emisi karbon di ibu kota baru Indonesia.

Dengan potensi dan inovasi yang ditawarkan, bukan tidak mungkin trem INKA akan menjadi salah satu moda transportasi unggulan di IKN. Namun, langkah konkret untuk mewujudkannya masih membutuhkan perencanaan yang matang dan kolaborasi lintas pihak. (wur)

  🚆 CNBC  

Jumat, 18 Oktober 2024

Kabar Terbaru Taksi Terbang IKN

 🛩 Masuk Tahapan Transfer Teknologi 
https://asset.kompas.com/crops/8vrA76ZJvYR48n5xfwbJcpy3Gt0=/0x249:4032x2937/750x500/data/photo/2024/07/29/66a71b8f0765d.jpgPurwarupa taksi terbang IKN buatan Hyundai Motors Company dan Korean Aerospace Research Institute (KARI), diuji coba di Bandara APT Pranoto Samarinda, Senin (29/7/2024). (Kompas.com/Hilda B Alexander)

S
etelah menjalani uji terbang di wilayah udara Bandara Aji Pangeran Temenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, pada Senin (29/7/2024) lalu, bagaimana kabar taksi terbang atau sky taxi yang akan mendukung mobilitas pintar Ibu Kota Nusantara (IKN)?

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi secara eksklusif kepada Kompas.com mengungkapkan, saat ini perkembangan taksi terbang ada pada tahapan proses kerjasama transfer teknologi.

Kerja sama ini melibatkan Hyundai Motors Company (HMC) dan Korea Aerospace Research Institute (KARI) dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

"Selain itu juga akan dimulai kajian-kajian pendukung bagi keperluan komersialisasi terbang sky taxi, seperti regulasi pemanfaatan udara, kajian teknologi dan lain-lain," tutur Ali, Selasa (15/10/2024).

Menurut Ali, saat ini juga HMC sedang merencanakan penerapan tiga tahap peta jalan mobilitas cerdas udara atau Urban Air Mobility-Advanced Air Mobility (UAM-AAM) dan mobilitas cerdas darat di Indonesia.

Adapun lini masa penerapannya sebagai berikut:

  Tahap I (2024-2025) 

Pelaksanaan proof of concept (PoC) atau uji coba, dengan tujuan pelaksanaan investasi PoC, dan studi bersama untuk pengajuan kebijakan yang perlu dilengkapi.

  Tahap II (2026-2028) 

Pelaksanaan jasa yang mencakup pembangunan pusat riset dan pengembangan atau Research and Development (R and D) terkait UAM-AAM, penelitian teknologi dan pembentukan model bisnis di Indonesia.

  Tahap III (2029) 

Komersialisasi meliputi pengembangan industri terkait UAM-AAM, dan membangun serta memperluas ekosistem UAM-AAM

  Trem Otonom Terpadu (TOT) 

Sementara terkait trem otonom terpadu (TOT), tim penilai uji coba TOT sudah melakukan beberapa kali penilaian dan evaluasi dengan menjalankan sejumlah skenario operasionalisasi.

Di antaranya mencakup kecepatan dengan batas tertentu, kapasitas, terutama operasi mekanisme tanpa awak, pergerakan, dan lain-lain.

Saat ini sedang disiapkan laporan evaluasi oleh tim penilai.

"Saya targetkan dalam dua minggu ini akan kami umumkan hasil rekomendasi tim penilai PoC TOT dari OIKN ke publik," tuntas Ali.

 Berikut video liputan Kompas : 


  🛩 Kompas  

Senin, 16 September 2024

Inovasi PTDI Garap Mobil Terbang Pertama di Asia Tenggara

 🚁 Sertifikasi di awal tahun 2028 kemudian jual massal di akhir 2028 Mobil terbang buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) tersebut bernama Vela Alpha, yang ditargetkan selesai dan dipasarkan pada 2028. (Tangkapan layar web velaaero.com) ✪

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) meluncurkan inovasi mengembangkan mobil terbang seiring dengan kesadaran akan pentingnya moda transportasi masa depan.

Mobil terbang buatan lokal tersebut bernama Vela Alpha, yang ditargetkan selesai dan dipasarkan pada 2028. Spesifikasi dasar Alpha adalah pesawat Vertical Take-off and Landing (VTOL) dengan satu pilot dan empat penumpang.

Dalam hal engineering dan produksi, PTDI bekerja sama dengan Vela Aero, perusahaan berbasis di Bandung yang berdiri sejak 2020. Alpha direncanakan bakal diproduksi di fasilitas Dirgantara Indonesia yang ada di Bandung.

"Ke depan PTDI dan Vela Aero akan melakukan co-partnering untuk produksi air taxi tersebut dan pengembangan lanjutannya. Untuk manufacturing-nya paling memungkinkan di fasilitas PTDI," ujar Humas Dirgantara Indonesia Anissa Carolina di situs Dirgantara Indonesia.

Berdasarkan informasi di situs Vela Aero, Alpha terlihat seperti pesawat jet kecil dengan baling-baling sehingga terbangnya seperti helikopter. Ada delapan baling-baling yang menghadap ke atas serta satu menghadap ke belakang di bagian buritan.

Alpha memiliki panjang 10,8 meter, tinggi 4,2 meter dan rentang sayap 13,1 meter. Kabinnya terdiri dari dua ruang terpisah, yakni ruang pilot dan penumpang.

Muatan maksimum Alpha sebanyak 456 kilogram. Maximum Takeoff Weight (MTOW) alias berat tinggal landas maksimumnya 2.850 kg.

Alpha punya dua opsi dapur pacu, murni listrik (eVTOL) dengan daya 216 kWh dan hybrid (hVTOL) 71 kWh. Spesifikasi ini disebut bisa menyesuaikan kebutuhan konsumen.

Pada versi eVTOL diklaim jarak tempuhnya hingga 100 kilometer, operasionalnya sunyi, nol emisi dan membawa delapan kemasan baterai. Alpha eVTOL diklaim cocok untuk Urban Air Mobility (UAM).

Saat ini, PT Dirgantara Indonesia sedang mengajukan uji laik terbang Vela Alpha kepada Direktorat Kelaikudaraan & Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan. Ini bakal menjadi mobil terbang pertama yang dilakukan di kawasan Asia Tenggara.

"Sertifikasi di awal tahun 2028 kemudian jual massal di akhir 2028," ujar Business Development PT Vela Prima Nusantara Heber MF Panjaitan, dikutip dari detikcom.

 Tentang PT Dirgantara Indonesia 
Mobil terbang buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) tersebut bernama Vela Alpha, yang ditargetkan selesai dan dipasarkan pada 2028. (Tangkapan layar web velaaero.com) ✪

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) merupakan salah satu kandidat yang dinominasikan dalam CNN Indonesia Awards. Ajang penghargaan yang digelar CNN Indonesia ini berlangsung pada Selasa (17/9) di Bandung, Jawa Barat.

CNN Indonesia Awards yang digelar di Bandung merupakan ajang penghargaan keenam. Sebelumnya, CNN Indonesia Awards telah digelar di Makassar, Bali, Palembang, Medan, dan Semarang.

Sebagai perusahaan kedirgantaraan milik negara di Bandung, PTDI telah berhasil mengembangkan dan menumbuhkan kemampuannya sebagai industri kedirgantaraan sejak 1976.

Dikutip dari laman resminya, PTDI telah memproduksi berbagai jenis pesawat terbang, seperti CN235 untuk transportasi sipil atau militer, Pesawat Pengawas Maritim, Pesawat Patroli Maritim, dan Pesawat Penjaga Pantai. Secara total, PTDI telah mengirimkan hampir 400 pesawat terbang kepada 50 operator di seluruh dunia.

PTDI juga bekerja sama dengan LAPAN berhasil membangun pesawat N219 dan melakukan penerbangan perdana pada 16 Agustus 2017. Pesawat penumpang yang mampu mengangkut 19 penumpang dengan dua mesin turboprop ini memiliki kemampuan lepas landas di landasan pacu yang pendek dan belum beraspal sehingga menjadi penghubung antarpulau, terutama di daerah perintis.

Selain pesawat sayap tetap, PTDI juga memproduksi berbagai jenis helikopter seperti NAS330 Puma, NAS332 C1 Super Puma, H215, H225M/H225, AS365/565, H125M/H125 dengan lisensi dari Airbus Helicopters, dan Bell 412EPI dengan lisensi dari Bell Helicopter Textron Inc. (BHTI).

Dalam bisnis aerostruktur, PTDI memproduksi komponen, peralatan, dan perkakas pesawat untuk Airbus A320/321/330/350/380, untuk MKII dan H225M/H225 milik Airbus Helicopters, juga untuk CN235 dan CN295 milik Airbus Defense & Space.

Dalam bidang rekayasa & pengembangan, PTDI memiliki kemampuan teknis dalam desain, pengujian, dan sertifikasi pesawat, simulator penerbangan, dan Kendaraan Udara Nirawak (UAV). (fef)

  ✪
CNN  

Sabtu, 10 Agustus 2024

[Video] Kereta INKA Laris di Pasaran Luar dan Dalam Negeri

 Diposkan Alisha Safiya Husna 

Tahukah Anda bahwa PT INKA (Persero) adalah industri manufaktur kereta api terbesar di Asia Tenggara?

Perusahaan ini tidak hanya terbesar di wilayahnya, tetapi juga yang pertama kali didirikan di Indonesia pada tahun 1981.

Dengan pabrik yang memiliki luas 22,5 hektar, PT INKA mampu memproduksi berbagai jenis kereta api dalam jumlah besar.

Bahkan, sejak era VOC atau sebelum kemerdekaan Indonesia, PT INKA telah menjadi pelopor dalam industri ini.

Meskipun teknologi yang digunakan sudah sangat canggih, PT INKA terus berupaya untuk meningkatkan kualitas produknya.

 Video dari Youtube : 


 🎥 Youtube  

Minggu, 04 Agustus 2024

4 Kapal Pinisi Bakal Disiapkan Wira-wiri ke IKN

https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2024/01/03/pinisi-di-kepri-3_169.jpeg?w=1200Ilustrasi kapal Pinisi (Kemenparekraf)

I
bu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur berpotensi menjadi lokasi wisata baru. Kementerian Perhubungan pun telah menugaskan satu Pinisi milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) bersandar di pelabuhan Balikpapan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kapal Pinisi milik Pelni ini sudah di Pelabuhan Semayang Balikpapan.

"Sekarang saja sudah masuk, di antaranya dia (Pelni) punya kapal Pinisi yang kita tugaskan ke sana gitu ya," terang Budi Karya saat ditemui wartawan setelah acara talkshow Pelni di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (1/8/2024).

Ia mengatakan kapal ini dapat membawa hingga 50 penumpang untuk satu kali perjalanan. Rencananya pemerintah akan menambah kapal Pinisi yang berlayar melayani perjalanan wisata di IKN menjadi 4 unit, walaupun tidak disebutkan kapan target ini terealisasi.

"Nah sehingga pada saat IKN lagi beroperasi, menjadi suatu hal yang continuous dari apa yang dilakukan saat ini. (Jumlah penumpang) 50 orang (dalam satu kali perjalanan), kita ada 4 kapal nanti di sana ya," jelas Budi Karya.

Sebagai tambahan informasi, sebelumnya Budi Karya memang sudah menargetkan satu unit kapal Pinisi milik Pelni untuk melayani perjalanan wisata ke IKN ini sudah beroperasi mulai 1 Agustus 2024 alias hari ini.

Penugasan ini dilakukan melalui kerja sama dengan skema pembelian layanan (buy the service). Ia berharap hal ini dapat menjadi stimulan agar ke depan semakin banyak operator kapal yang tertarik melakukan pelayaran komersil di IKN.

Selain itu, Budi menjelaskan bahwa saat ini ada banyak moda transportasi yang diupayakan untuk dikembangkan ke IKN. Hal ini disampaikannya langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sedang berkantor di IKN.

"Jadi akan kita lihat Balikpapan, seperti Labuan Bajo, banyak kapal Pinisi. Kita tahu Balikpapan memiliki destinasi wisata, ada konservasi orangutan, ada penangkaran buaya, ini bagian dari satu kegiatan pariwisata. Kami nanti akan kolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun OIKN," kata Budi dalam keterangan tertulis, Senin (29/7) kemarin. (hns/hns)

  🚢 detik  

Senin, 29 Juli 2024

KAI Mulai Uji Coba Bahan Bakar Kereta Api Pakai Biodiesel 40%

https://akcdn.detik.net.id/visual/2024/07/23/uji-coba-lokomotif-ka-bogowonto-menggunakan-bahan-bakar-b40_169.jpeg?w=715&q=90Uji coba lokomotif KA Bogowonto menggunakan bahan bakar B40. (Dok. KAI) 🚆

PT
Kereta Api Indonesia (Persero) mendukung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam uji coba penerapan B40 untuk kereta api. Uji coba ini dilakukan di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta pada Senin (22/7/2024) dengan menggunakan KA Bogowonto relasi Lempuyangan - Pasar Senen.

B40, campuran solar 60% dan bahan bakar nabati dari kelapa sawit 40%, diharapkan menjadi solusi strategis untuk mengurangi konsumsi solar dan emisi gas buang.

"KAI sangat mendukung kebijakan pemerintah melalui penggunaan bahan bakar B40 pada angkutan kereta api. Hal ini sejalan tujuan KAI dalam memberikan layanan transportasi yang lebih ramah lingkungan," ungkap VP Public Relations KAI Anne Purba dalam keterangannya, Selasa (23/7/2024).

KAI kini menggunakan 300 juta liter bahan bakar B35. Selama penggunaannya, performa mesin kereta api tetap berjalan tanpa masalah. Oleh karena itu, KAI yakin bahwa peralihan dari B35 ke B40 akan berlangsung mulus, mengingat spesifikasi kedua jenis bahan bakar tersebut hampir sama.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, uji kinerja terbatas ini bertujuan untuk menguji ketahanan genset KA Bogowonto selama 1.200 jam. Dengan waktu perkiraan satu kali pulang-pergi (PP) KA Bogowonto dari Lempuyangan ke Pasar Senen 22 jam, diperkirakan akan membutuhkan 50 kali PP, atau sekitar 2 bulanan, untuk mencapai hasil tersebut.

"Kami berharap semua uji penggunaan bisa selesai Desember ini sehingga penggunaan B40 secara penuh bisa dilakukan tahun 2025," ujar Eniya.

Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) Mustafid Gunawan menyampaikan, uji penggunaan pada KA dilakukan untuk bahan bakar mesin lokomotif dan mesin genset KA. Uji penggunaan mesin lokomotif dilakukan pada satu kereta barang rute Jakarta - Surabaya. Sedangkan uji genset dilakukan pada KA Bogowonto rute Lempuyangan - Pasar Senen.

Untuk melakukan uji penggunaan, KAI membangun fasilitas blending (pencampuran bahan bakar) dan pengisian bahan bakar di 5 lokasi yaitu Cipinang (Jakarta), Arjawinangun (Cirebon), Cepu (Blora), Lempuyangan (Yogyakarta), dan Pasar Turi (Surabaya). (wur/wur)

  🚊 CNBC  

Minggu, 28 Juli 2024

Mobil Listrik Berdesain Klasik Buatan Indonesia

 AsJack EV Car 
https://palpos.disway.id/upload/923d5fc328322a5c889054f5c900a401.jpgMobil Listrik Berdesain Klasik Buatan Indonesia (Palpos)

A
sJack EV Car, mobil listrik buatan Indonesia berdesain klasik hadir di GIIAS 2024, dikenal dengan desain kompak yang menawan, dan fitur modern. Berdiri di atas prinsip keberlanjutan dan inovasi, AsJack menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin membuat pernyataan di jalan sambil mengurangi jejak karbon.

Dengan visi ini, AsJack terus menciptakan pengalaman mengemudi yang unik bagi para pengguna perkotaan, dan individu yang peduli lingkungan.

AsJack hadir dalam dua tipe, pertama tipe Performance memiliki kecepatan maksimum hingga 100 kpj dan jarak tempuh maksimum hingga 200 km (280 km dengan baterai tambahan). Ditenagai oleh motor dinamo 3,5 kW dan baterai 72V 100Ah LiFePO4 dengan masa pakai hingga 8 tahun.

https://cdn-jk01.kabaroto.com/media/19/ba/f7/19baf75a85e2b52f197e3308d693ccc7.jpgWaktu pengisian baterai penuh membutuhkan waktu 4-6 jam dengan daya 220W. Fitur lainnya meliputi rem cakram dan udara, jendela elektrik, sensor parkir belakang dan kamera, serta head unit Android, mencakup musik, radio, Bluetooth, navigasi, panggilan telepon, port USB, dan jam analog klasik.

Sementara tipe Ultimate memiliki kecepatan maksimum hingga 170 kpj dan jarak tempuh maksimum hingga 300 km (400 km dengan baterai tambahan).

Spesifikasi mesinnya sama dengan tipe Performance, namun baterainya lebih besar, yaitu 9V 200Ah LiFePO4. Fitur tambahan juga sama seperti tipe Performance.

Mobil ini dijual dengan harga Rp 190 juta, namun selama pameran GIIAS 2024 berlangsung, AsJack ditawarkan dengan harga khusus Rp 160 juta (OTR) Jakarta.

  🚘 Kabaroto  

Kamis, 18 Juli 2024

Jokowi Bawa 8 'Kado' buat RI dari UEA

Jokowi dapat penghargaan 'Order of Zayed' (Biro Sekretaris Presiden)

Ada delapan kesepakatan kerja sama antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) selama kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam kunjungan tersebut Jokowi juga bertemu dengan Presiden UEA Mohammed Bin Zayed (MBZ) di Istana Qasr Al Watan, Abu Dhabi.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan di sela-sela pertemuan tersebut, kedua pemimpin menyaksikan delapan kesepakatan deliverables kunjungan. Kesepakatan itu ditandai dengan adanya nota kesepahaman (MoU).

"Di sela-sela pertemuan bilateral, kedua pemimpin juga menyaksikan pengumuman 8 kesepakatan deliverables kunjungan," kata Retno dalam keterangan tertulis, Rabu (17/7/2024).

Retno menyebut UEA merupakan salah satu mitra penting Indonesia di Timur Tengah. Dalam 10 tahun terakhir ini hubungan kedua negara berkembang dengan cepat.

Misalnya, dari sisi perdagangan terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Angka perdagangan di tahun 2015 sampai 2023 mengalami peningkatan 52%. Dan di tahun 2023 mencapai USD 3,282 milliar.

"Selain mengalami peningkatan angka perdagangan bilateral, posisi Indonesia juga bergerak dari defisit menjadi surplus. Tahun 2023, Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD 0,29 milliar," terangnya.

  Delapan kesepakatan itu sebagai berikut: 
1. MoU antara Kementerian BUMN dan Eagle Hills terkait turisme dan transportasi udara

2. MoU antara Nusantara Capital Authority dan Dubai International Financial Centre Authority terkait pembentukan Financial Centre di IKN

3. MoU antara BRIN dan Emirates Nuclear Energy (ENEC) terkait energi nuklir;

4. MoU antara BI dan UAECB terkait sistem pembayaran

5.MoU antara Kementerian Keuangan dan Ministry of Finance terkait Public Finance Management

6. Framework Agreement antara PT DI & PAL Aerospace terkait Technology Transfer of Maritime Patrol Aircraft and Anti-Submarine Warfare

7. MoU antara Masdar dan PLN Icon+ untuk Joint Assessment and Study instalasi Solar Rooftop bidang komersil dan industrial di Indonesia

8. MoU antara Mohamed bin Zayed Species Conservation Fund United Arab Emirates dan Kementerian Kemaritiman dan Investasi terkait pembangunan Sheikh Mohamed bin Zayed and Joko Widodo International Mangrove Research Center di Bali. (hns/hns)

  👏
detik  

Kamis, 04 Juli 2024

Pabrik Baterai EV Terbangun di RI

 Terbesar se ASEAN 
https://akcdn.detik.net.id/visual/2024/07/03/presiden-joko-widodo-melakukan-tinjauan-kedalam-pabrik-menjelang-peresmian-ekosistem-baterai-dan-kendaraan-listrik-korea-selat-2_169.png?w=715&q=90Presiden Joko Widodo melakukan tinjauan kedalam pabrik menjelang Peresmian Ekosistem Baterai dan Kendaraan Listrik Korea Selatan di Indonesia di Karawang New Industry City (KNIC), Karawang, Pada Rabu (3/7/2024). (Tangkapan Layar Youtube Kementerian Investasi - BKPM) 🚗

P
abrik ekosistem baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) resmi beroperasi di Indonesia. Hal ini ditandai dengan peresmian pabrik di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (3/7/2024) oleh pemerintah RI dan konsorsium dari Korea Selatan (Korsel) yakni Hyundai Motor Grup dan juga LG Energy Solution.

Siapa yang mengoperasikan? Pabrik sel baterai pertama ini berada di bawah operasi PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power. Lokasinya berada di Karawang, Jawa Barat, memulai produksi komersial baterai kendaraan listrik pada April 2024.

Euisun Chung, Executive Chairman Hyundai Motor Group menyampaikan, sebagai penyelesaian pabrik sel baterai di Indonesia memberikan kebanggaan besar. Baginya, ini merupakan bukti kemajuan yang telah kita capai dan menjadi tanda kekuatan kemitraan bersama.

"Yang paling penting, ini mengkonfirmasi bahwa dengan bekerja sama, Hyundai Motor Group dan Indonesia membentuk masa depan ekosistem EV bukan hanya di Asia Tenggara tetapi juga di seluruh dunia," ungkap Euisun Chung dalam peresmian, di Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/7/2024).

Dalam pandangannya, pada awal tahun ini, International Energy Agency memperkirakan, lebih dari separuh penjualan mobil global akan beralih menjadi mobil listrik pada tahun 2035. Saat ini, Indonesia berada di pusat masa depan tersebut lebih dari sebelumnya.

"Hyundai motor group menyakinkan bahwa aktivasi industri kendaraan listrik di Indonesia akan memberikan peluang ekonomi baru bagi seluruh Asia Tenggara," ungkapnya.

Euisun juga mengatakan, bahwa, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sudah menetapkan target untuk memproduksi 600.000 kendaraan listrik di dalam negeri sampai pada tahun 2030.

"Saya berpikir target ini sangat wajar. Negara ini adalah pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara. Kendaraan yang diproduksi dan dijual di sini menjadi standar untuk seluruh wilayah di Kawasan Asia Tenggara dengan 700 juta pelanggan potensial. Dan sumber daya mineral di negara ini, seperti besi dan nikel, adalah komponen penting dari baterai yang akan menggerakkan jutaan kendaraan listrik di seluruh dunia," terang Euisun.

Presiden Jokowi dalam sambutannya menambahkan, dalam meletakkan sebuah tonggak komitmen untuk menjadi pemain global di ekosistem EV sel baterai dan electric vehicle. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah.

"Tapi kita puluhan tahun kita hanya ekspor bahan mentah, tidak memiliki nilai tambah, tapi material kita semakin hari semakin habis. Dengan dibangunnya smelter, pabrik sel baterai kendaraan listrik kita akan menjadi pemain global yang penting dalam global suplai chains untuk kendaraan listrik," ungkap Presiden Jokowi.

Yang paling penting, kata Jokowi, Indonesia harus menjadi pemain global dalam suplai chains kendaraan listrik.

"Satu ini sudah dimulai dan ini merupakan pabrik yang pertama dan terbesar di Asia tenggara. Saya yakin bahwa kompetisi kita dengan negara lain akan kita menangkan, tambang ada di sini, nikel di sini, bauksit di sini, tembaga di sini, ada smelter, masuk ke katoda dan prekusor kemudian masuk ke baterai, kemudian opabrik mobil ada di sini, terintegrasi untuk mobil listrik, siapa yang bisa menghadang kita kalau kondisinya seperti itu," tandas Jokowi.

Seperti diketahui PT HLI Green Power merupakan perusahaan joint venture antara Hyundai Motor Company, LG Energy Solution, dan PT Indonesia Battery Corporation (IBC). Investasi PT HLI Green Power merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Investasi/BKPM dan Konsorsium Hyundai, LG, dan IBC pada 28 Juli 2021.

Selanjutnya, pada September 2023, Jokowi melakukan kunjungan ke PT HLI Green Power untuk melakukan peninjauan langsung atas proses dan hasil produksi sel baterai kendaraan listrik.

Pada fase pertama, PT HLI menyerap investasi sebesar US$ 1,1 miliar dan memiliki kapasitas produksi sebesar 10 gigawatt/hour (GWh), terdiri dari 32,6 juta sel baterai yang dapat menghasilkan kurang lebih 150.000 kendaraan listrik. Pada fase kedua, diharapkan tahun 2025, PT HLI berencana meningkatkan kapasitas produksi menjadi 20 GWh.

 Pertama di Dunia 

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia menjadi negara yang memiliki ekosistem pembuatan mobil listrik pertama di dunia. Ekosistem itu terbentuk mulai dari bahan baku nikel, pabrik baterai, hingga pabrik mobil listrik.

"Setelah kami diskusi, Kami tanya apakah di dunia sudah ada? belum, membangun ekosistem baterai mobil yang terintegrasi dari hulu, dari tambang sampai ke mobil, ternyata belum ada dan kita Indonesia yang pertama untuk melakukan hal ini," kata Bahlil dalam sambutannya.

Dalam kesempatan itu Bahlil mengatakan nilai investasi untuk pembangunan pabrik baterai ini mencapai US$ 1,2 - 1,5 miliar, yang akan dilanjutkan lagi pada tahun kedua dengan nilai investasi mencapai US$ 2 miliar.

"Ini adalah babak baru dimana kita sama-sama menyaksikan peresmian pabrik baterai mobil yang terintegrasi," kata Bahlil.

Bahlil juga berterima kasih pada pihak Korea Selatan yang telah berani melakukan eksekusi pendirian pabrik baterai listrik ini. Ia memaparkan nilai investasi dari Korea Selatan dalam kurun 5 tahun terakhir sejak 2019 sampai kuartal I-2024 mencapai US$ 14 miliar atau mencapai Rp 200 triliun lebih.

Adapun khusus Hyundai menurut Bahlil nilai akumulasi investasinya mencapai US$ 11 miliar - 12 miliar baik untuk pabrik baterai listrik hingga mobil listrik. "Ini adalah investasi terbesar satu ekosistem yang ada di Indonesia secara khusus ekosistem baterai yang bisa dilihat," kata Bahlil. (pgr/pgr)

  🚘 CNBC  

Sabtu, 29 Juni 2024

PTDI Targetkan N219 Amphibi Terbang Perdana Pada 2026

✈ Meraih sertifikasi dari Kementerian Perhubungan RI pada 2027 Pesawat N219 Amphibi buatan PT Dirgantara Indonesia itu bisa menunjang konektivitas antarpulau Indonesia yang notabene 60% wilayahnya merupakan perairan. (PTDI)

Keberadaan Indonesia sebagai negara kepulauan membuat Indonesia membutuhkan inovasi lebih dalam di bidang transportasi, khususnya untuk daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh transportasi darat.

Indonesia sebagai negara poros maritim dunia dengan 60 persen wilayahnya adalah perairan tentunya memiliki potensi besar untuk mengembangkan konsep wisata perairan menggunakan pesawat amfibi.

Dalam implementasinya, moda transportasi alternatif ini dipercaya mampu mengakomodir kebutuhan konektivitas di lokasi destinasi wisata prioritas dan dapat menjadi angkutan logistik pendukung ekonomi kerakyatan di wilayah sekitar.

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) saat ini sedang menapaki babak baru untuk menjawab kebutuhan pesawat amfibi di Tanah Air.

Dengan melakukan pengembangan pesawat N219 menjadi varian Amphibi (N219A), yang akan dilengkapi dengan komponen floater (pengapung) dari bahan komposit sebagai pengganti roda untuk pendaratan di perairan terbuka.

Pengembangan pesawat N219 Amphibi juga merupakan salah satu upaya PTDI dalam menciptakan dampak pertumbuhan/spin over terhadap ekosistem industri dalam negeri, termasuk industri di daerah.

Salah satunya dalam hal pengembangan produksi floater di dalam negeri berikut pengoperasiannya, serta kegiatan pemeliharaan pesawat/maintenance.

Adapun program pengembangan pesawat N219 Amphibi merupakan bagian dari inisiatif utama Kementerian PPN RI/Bappenas dan menjadi salah satu flagship Transformasi Ekonomi Indonesia melalui strategi pembangunan industri dalam negeri.

Dengan dukungan dari Kementerian PPN RI/Bappenas, program pengembangan N219 Amphibi juga didorong untuk menjadi simbol pembangunan kemandirian industri pertahanan yang sejalan dengan prioritas nasional bidang pertahanan dalam RPJMN 2020-2024.

Dalam pengembangannya, pesawat N219 versi dasar ditingkatkan performanya, untuk Maximum Take Off Weight (MTOW) dari yang sebelumnya 6.700 kg akan ditingkatkan menjadi 7.030 kg.

Sementara, untuk payload dari yang sebelumnya 1.550 kg menjadi 1.900 kg, di mana penambahan floater dengan berat 600 kg kemudian akan menyisakan kekuatan pesawat untuk mengangkut beban hingga 1.300 kg atau setara dengan beban 17 penumpang.

Dalam pengembangan floater berbahan komposit, PTDI bekerja sama dengan AEROCET dan MOMENTUM, perusahaan pembuat pesawat amphibi berbasis di Amerika Serikat.

Pesawat N219 Amphibi dirancang untuk mencapai kemampuan kecepatan hingga 296 km/jam pada ketinggian operasional 10.000 kaki dan kemampuan jarak tempuh hingga 231 km, serta perhitungan take off pada jarak 1.400 m di perairan dan landing pada jarak 760 m.

Berdasarkan spesifikasi kemampuan tersebut, pesawat N219 Amphibi sangat cocok melayani kebutuhan wilayah kepulauan yang hanya sekedar membutuhkan water-based port.

Terutama untuk mendukung operasi militer di wilayah terpencil dan perbatasan yang merupakan wilayah strategis untuk menjaga kedaulatan negara.

Selain menargetkan Pemerintah Daerah dan Perusahaan swasta untuk melayani layanan mobilitas wilayah kepulauan, Kementerian Pertahanan RI juga membutuhkan pesawat jenis ini untuk menjaga kedaulatan wilayah NKRI.

Pesawat N219 Amphibi dapat dimanfaatkan untuk berbagai sektor, utamanya di sektor pariwisata, layanan perjalanan dinas pemerintahan, oil & gas company, layanan kesehatan masyarakat, SAR & penanggulangan bencana dan pengawasan wilayah maritim.

Pesawat N219 Amphibi ditargetkan melakukan terbang perdana di tahun 2026 dan mendapatkan sertifikasi dari Direktorat Kelaikudaraan & Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan RI di tahun 2027.

Pesawat ditargetkan mendapatkan sertifikasi standar internasional dari Federal Aviation Administration (FAA) juga di tahun 2026. Sehingga nantinya pesawat N219 Amphibi tersebut juga dapat dikomersialisasikan secara global.-RBS-

  Airspace Review  

Minggu, 23 Juni 2024

Purwarupa Kereta Cepat Merah Putih Dikirim ke Banyuwangi

https://redigest.web.id/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240622-WA0024-1536x1152.jpgMock up Kereta Cepat Merah Putih yang dipamerkan (Rizki Fajar Novanto)

L
ama tak terdengar kabarnya, purwarupa Kereta Cepat Merah Putih dikirim ke pabrik INKA Banyuwangi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tim REDaksi dari media sosial, pengiriman dilakukan pada Jumat (21/6) malam.

Pengiriman purwarupa Kereta Cepat dilakukan melalui jalur darat menggunakan truk dari pabrik INKA Madiun ke pabrik INKA Banyuwangi. Sebanyak 2 truk trailer digunakan untuk mengangkut purwarupa ini.

Di mana 1 truk digunakan untuk mengangkut bodi purwarupa Kereta Cepat Merah Putih dan 1 unit truk lainnya digunakan untuk mengangkut komponen dan bogie kereta.

https://redigest.web.id/wp-content/uploads/2024/06/FB_IMG_1719033593121.jpgBodi purwarupa kereta cepat Merah Putih yang diangkut menggunakan jalur darat dari pabrik INKA Madiun ke pabrik INKA Banyuwangi (Rizki Fajar Novanto)

Truk pengangkut mendapatkan pengawalan ketat dari kepolisian. Rombongan truk ini melewati Tol Trans Jawa yang kemudian dilanjut lewat Jl. Raya Pantura Situbondo.

Kereta Cepat Merah Putih atau sebelumnya Kereta Cepat Indonesia merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh LPDP, ITS, BPPT, INKA, dan sejumlah stakeholder lainnya.

Kereta cepat ini dirancang dapat melaju hingga kecepatan 280 km/jam hingga 300 km/jam dengan kecepatan operasional 250 km/jam.

Meski sebelumnya direncanakan hybrid, namun dalam perjalanannya kereta cepat ini akan sepenuhnya menggunakan tenaga listrik. Rencananya rangkaian Kereta Cepat Merah Putih akan dioperasikan di Jalur Kereta Cepat Jakarta-Surabaya via Pantura.
(RED/BTS)

  🚆 Redigest  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More