blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Bapenas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bapenas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Maret 2026

BRIN dan Bappenas Bahas Riset Teknologi Penerbangan dan Roket untuk Perencanaan Pembangunan

(BRIN)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan berbagai hasil riset teknologi penerbangan dan roket yang tengah dikembangkan kepada delegasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas di Pusat Riset BRIN Rumpin, Bogor, Kamis (6/3).

Pemaparan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan hasil penelitian dalam mendukung perencanaan pembangunan nasional di sektor kedirgantaraan dan keantariksaan.

Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) BRIN, Robertus Heru Triharjanto, menjelaskan bahwa tim Bappenas ingin memperoleh gambaran menyeluruh mengenai arah pengembangan riset kedirgantaraan di BRIN. Delegasi tersebut berasal dari Kedeputian Infrastruktur Bappenas yang kini memiliki direktorat dengan nomenklatur baru di bidang kedirgantaraan dan keantariksaan.

Dalam pertemuan tersebut, ORPA memaparkan berbagai riset strategis yang sedang berlangsung di Pusat Riset Teknologi Penerbangan dan Pusat Riset Teknologi Roket. Penelitian tersebut mencakup pengembangan teknologi sistem penerbangan, desain dan uji komponen pesawat, hingga teknologi roket untuk mendukung penguasaan teknologi antariksa nasional.

Selain hasil penelitian, BRIN juga menyampaikan kondisi sumber daya manusia peneliti, fasilitas dan infrastruktur riset, serta jaringan kolaborasi dengan industri kedirgantaraan dan antariksa di Indonesia. Informasi tersebut menjadi bagian dari pemetaan kapasitas riset nasional yang dapat mendukung pengembangan industri berbasis teknologi tinggi.

Pemaparan tersebut bertujuan untuk menunjukkan posisi dan kontribusi pusat-pusat riset BRIN dalam ekosistem industri kedirgantaraan dan antariksa nasional. Melalui riset yang berkelanjutan, BRIN berupaya memperkuat kemandirian teknologi sekaligus menyediakan basis ilmiah bagi perumusan kebijakan pembangunan,” ujar Heru.

Sementara itu, Direktur Transmisi, Ketenagalistrikan, Kedirgantaraan, dan Antariksa Bappenas, Yusuf Suryanto, menegaskan bahwa hasil riset memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan nasional.

Perencanaan pembangunan nasional membutuhkan hasil riset agar kebijakan yang dihasilkan lebih berkualitas, komprehensif, dan berdampak nyata. Tantangannya adalah bagaimana hasil riset tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mempercepat pembangunan,” ujarnya.

Yusuf menambahkan bahwa sinergi antara lembaga perencanaan dan lembaga riset menjadi kunci untuk mendorong pemanfaatan hasil penelitian secara lebih luas, termasuk dalam penyusunan program pembangunan dan kebijakan strategis di sektor kedirgantaraan dan keantariksaan.

Melalui kunjungan tersebut, Bappenas juga menghimpun berbagai masukan teknis dan strategis dari para peneliti BRIN. Masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang berbasis riset dan inovasi.

Kolaborasi antara BRIN dan Bappenas diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset kedirgantaraan dan antariksa di Indonesia, sekaligus mendorong pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.

  🤝 
BRIN  

Selasa, 19 November 2024

Bappenas Dukung Peningkatan Penjualan Pesawat PTDI

 Akan mendorong menggunakan pesawat udara untuk sektor pertanianMenteri Bappenas kunjungi PT DI (PTDI)

Menteri PPN RI/Bappenas, Rachmat Pambudy, beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, hari ini (14/11), diterima oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, beserta seluruh jajaran Direksi dan Manajemen PTDI.

Menteri Bappenas mengawali kunjungannya dengan peninjauan fasilitas produksi dan hanggar PTDI, serta melihat langsung kapasitas dan kemampuan PTDI dalam mendukung industri dirgantara nasional.

Pada kesempatan ini, rombongan Menteri mengunjungi hanggar Final Assembly Line yang berisikan pesawat CN235-220 Flying Test Bed (FTB) dan fuselage pesawat NC212i yang sedang dalam proses penyelesaian produksi untuk end user TNI AU, dilanjutkan ke hanggar UAV MALE dan hanggar pesawat N219.

 Digunakan untuk sektor pertanian

DRRAA Thailand telah lama menggunakan pesawat NC212 sebagai pembuat hujan (Wiki)
Dari kunjungan Menteri Bappenas tadi sore, beliau mendukung PTDI untuk dapat memperluas pasar penjualannya. Berawal dari laporan kami bahwa DRRAA Thailand sudah pakai NC212i sebanyak 10 unit untuk operasi mereka di sektor pertanian, kemudian Pak Menteri mendorong agar Kemeterian Pertanian RI juga dapat mulai mengoptimalkan penggunaan pesawat produksi PTDI untuk mendukung kegiatan dan operasinya di sektor pertanian RI. Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi dukungan Pak Menteri,” kata Gita Amperiawan, Direktur Utama PTDI.

Di samping itu Menteri Bappenas juga menyampaikan dukungannya terhadap keberlangsungan usaha, program-program pengembangan dan inisiatif kedirgantaraan yang PTDI lakukan, diantaranya seperti komersialisasi pesawat N219 khususnya di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) dalam rangka mendukung program Transformasi Ekonomi Nasional-Kepri, termasuk program pengembangan pesawat N219 amphibious.

Pada saat peninjauan ke hanggar pesawat N219, Direktur Utama PTDI juga menyampaikan terkait keterlibatan pesawat N219 dalam program Transformasi Ekonomi Nasional yang diusung Bappenas. Pesawat N219 tidak hanya menjadi produk kebanggaan Indonesia, tetapi juga akan menjadi bentuk kontribusi nyata PTDI terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, sejalan dengan peruntukannya sebagai pesawat yang melayani konektivitas daerah dan dirancang untuk mendorong pemerataan ekonomi di seluruh nusantara.

Hingga saat ini PTDI telah berhasil memperoleh kontrak 6 (enam) unit pesawat N219 dari Kementerian Pertahanan RI/TNI AD dan 5 (lima) unit dari Setdco Group untuk end user Pemerintah Demokratik Republik Kongo. Selain itu, pada kesempatan Bali International Airshow 2024 bulan September 2024 lalu PTDI juga memperoleh komitmen untuk pembelian sebanyak 2 (dua) unit pesawat N219 oleh PT Indo Aviasi Perkasa dalam rangka mendukung program Transformasi Ekonomi Kepri, yang ditandai dengan penandatanganan dokumen Letter of Intent (LoI) antara Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan dan CEO PT Indo Aviasi Perkasa, Septo Adjie Sudiro.

PTDI kini sedang menapaki babak baru untuk menjawab kebutuhan pesawat amphibious di Indonesia. Pesawat N219 yang dikembangkan menjadi varian amphibious akan dilengkapi dengan komponen float atau pengapung dari bahan komposit sebagai pengganti roda untuk pendaratan di perairan terbuka, dimana PTDI telah berdedikasi dan berkomitmen penuh dalam riset dan pengembangan pesawat N219 amphibious dengan penyertaan man hours, pemanfaatan fasilitas produksi, hingga sejumlah tes di laboraturium.

Program pengembangan pesawat N219 amphibious merupakan bagian dari inisiatif utama Bappenas dan menjadi salah satu flagship Transformasi Ekonomi Indonesia melalui strategi pembangunan industri dalam negeri. Dengan dukungan dari Bappenas, program pengembangan N219 amphibious juga didorong untuk menjadi simbol pembangunan kemandirian industri pertahanan yang sejalan dengan prioritas nasional bidang pertahanan dalam RPJMN 2020-2024.
 

  🛩
PTDI  

Rabu, 23 Agustus 2023

Bappenas Optimis Industri Pertahanan Nasional Mampu Wujudkan Indonesia Emas

 Tinjau PT PAL IndonesiaDelegasi Bappenas dan jajaran GM PT PAL Indonesia saat meninjau pembangunan proyek Frigate (PAL)

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Inodnesia atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang dimpimpin oleh Rezafaraby selaku Plt Direktur Pertahanan dan Keamanan Bappenas bersama rombongan meninjau PT PAL Indonesia. Kunjungan ini bertujuan untuk pengumpulan materi serta penyelarasan informasi guna memperoleh hasil dokumen pelaksanaan perencanaan Pembangunan Pertahanan Nasional yang tepat dan lebih komperhensif.

Kunjungan disambut hangat oleh SEVP TM PT PAL Indonesia Satriyo Bintoro bersama jajaran General Manager dan Kepala Proyek strategis PAL. “Kita bersyukur dapat kunjungan dari Bappenas, karena kita dapat view perencanaan industri pertahanan kedepan. Tindak lanjutnya dapat dilakukan dengan diskusi lebih lanjut secara komprehensif antara corporate strategic planning kita dengan tim bappenas, agar planning perusahaan dapat inline dengan perencanaan nasional” ujar Satriyo Bintoro dalam kesempatan tersebut.

Diskusi interaktif yang terjadi membahas tentang pentingnya kebutuhan industri pertahanan matra laut, serta kontinuitas kebijakan dalam melanjutkan teknologi yang telah dipilih sebelumnya agar penguasaan teknologi yang diserap dari proses ToT dapat terimplementasikan secara optimal khususnya penguasaan teknologi kapal perang kombatan dan kapal selam selama beberapa tahun terakhir. Sebagai contoh keberhasilan PT PAL dalam menyelesaikan pembangunan Kapal Selam melalui skema joint production menjadi bekal penting untuk pembangunan Kapal Selam mendatang, di samping itu keberhasilan penyelesaian kapal light frigate (perusak kawal rudal) menjadi pijakan teknologi rancang bangun untuk mengerjakan kapal perang terbesar yang pernah dibuat oleh Indonesia yakni Frigate Merah Putih.

Rezafaraby menyadari lompatan penguasaan teknologi yang diemban oleh PT PAL Indonesia merupakan bagian dari dinamika politis di pemerintahan, yang tentu tidak dapat dipungkiri. Namun dilain sisi, hal itu turut membuktikan akan kemampuan bangsa kita yang adaptif terhadap perubahan. “Saya melihat PT PAL memiliki potensi besar dalam mendukung pertahan Indonesia. Dalam rangkan peningkatan kemampuan penguasaan teknologi pertahanan, kita tidak bisa hanya bilang bagus beli dari luar negeri. Karena tujuan kita jelas, mewujudkan kemandirian bangsa dan kapasitas bangsa kita” terang Rezafaraby.

Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dalam mewujudkan Indonesia Emas, industri pertahanan memiliki peran yang signifikan yakni mendukung mewujudkan pertahanan berdaya gentar di Kawasan. Dimana dalam mewujudkannya, industri pertahanan harus mandiri, sehat dan berdaya saing. Hal ini yang tengah diupayakan oleh pemerintah, salah satunya melalui penugasan kepada PT PAL Indonesia. Selanjutnya, Bappenas akan menyusun kebutuhan untuk mencapai industri pertahanan sesuai yang diwacanakan. Dalam diskusi tersebut juga disampaikan, bahwa pengeluaran atau pengadaan oleh pemerintah harus spending invest atau dalam bentuk investasi.

Pada kesempatan tersebut, Rezafaraby turut menekankan bahwa “potensi kita bisa besar dan tidak kalah dengan industri luar. Tadi kan juga sudah disampaikan kalo hasil kerja kita bahkan lebih bagus dibanding buatan luar. Terutama pada proses alignment pada proses joint section menandatakan kita punya potensi yang bagus dan lebih besar. hanya saja ekosistemnya perlu didudkung. sebagai regulator dalam perancangan RPJP yang modalitasnya sudah ada di RPJP 2005-2029 dan mewujudkan indhan mandiri. Kita optimis untuk memajukan industri pertahanan nasional dalam mewujudkan Indonesia Emas”.

Agenda ditutup dengan tinjauan lapangan, dimana delegasi Bappenas diajak untuk meninjau langsung kemajuan progress pembangunan kapal Frigate Merah Putih, dan fasilitas pembangunan kapal selam. Dikesempatan tersebut, turut disampaikan oleh Laksamana Pertama Wiranto selaku General Manager Divisi Kapal Selam, bahwasannya hasil pengerjaan pada block kapal mendapat apresiasi mitra strategis Jerman. Dengan plat baja yang tipis, anak bangsa Indonesia dapat melakukan pengelasan dengan hasil yang dinilai sempurna. Hal ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Bappenas dalam melihat kemampuan bangsa Indonesia dalam menghasilkan karya terbaiknya.


  PAL  

Selasa, 20 Juni 2023

Bappenas Dorong Prabowo Beli Pesawat N219 Amphibi

 Buatan PTDI Pesawat N219 tiba di Kepulauan Riau (Kepri). (PT DI)

Kementerian PPN/Bappenas mendorong Menteri Pertahanan Prabowo Subianto membeli pesawat N219 amphibi buatan PT Dirgantara Indonesia (Persero).

Saat ini pesawat buatan dalam negeri tersebut sekarang ini sedang diusahakan untuk bisa mendapatkan sertifikasi internasional dari The Federal Aviation Administration (FAA).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan pesawat amphibi N219 dapat dikomersialisasikan kepada masyarakat luas setelah mendapat sertifikasi dalam negeri dan internasional.

"Mengenai N219 ini tahun lalu memang sudah ada sertifikasi yang hanya berlaku di nasional dan kita kejar N219 amphibius untuk mendapatkan sertifikasi internasional (FAA) sehingga komersialisasinya bisa dilakukan," kata Suharso dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, dikutip Detik, Senin (19/6).

Suharso menyebut telah mendorong Kementerian Pertahanan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk membeli pesawat yang diproduksi dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hampir 100 persen tersebut.

"Kami juga sudah mendorong kementerian pertahanan untuk membeli," jelas Suharso.

Beberapa pihak swasta dan pemerintah daerah pun, diklaim Suharso, juga sudah mulai tertarik untuk membeli.

Dalam Perisai Trisula Nusantara di targetkan 10 unit N219 dipesan Kemhan (ist)
"Ada beberapa swasta dalam negeri juga sudah mulai membeli, beberapa provinsi pemerintah daerah yang sudah mengatakan intent (tertarik) untuk membeli karena ini sesuai dengan kebutuhannya untuk N219," jelasnya.

Adapun harga yang dibanderol untuk pesawat ini, kata Suharso, mencapai US$ 6,8 juta sampai US$ 8 juta dolar.

"Harganya kalau amphibi US$ 8 juta, kalau harga non-amphibi kira-kira sekitar US$ 6,8 juta. Kami sudah mengatakan kalau bisa diturunkan, jauh lebih bagus karena dia bisa mendarat di darat dan bisa mendarat di laut," jelas Suharso lagi.

Untuk diketahui, PT Dirgantara Indonesia mengembangkan pesawat amphibi N219 sejak 2021 silam. Pesawat ini dapat melakukan lepas landas dan pendaratan di permukaan air. Pemerintah mengklaim, pesawat ini begitu sesuai dengan karakteristik Nusantara sebagai negara kepulauan.

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappeas Amalia Adininggar Widyasanti menambahkan fleksibilitas yang dimiliki pesawat jenis ini mampu mencakup darat, danau, dan sungai besar, hingga teluk dan laut.

Selain itu, airport untuk pesawat amphibi atau amphiport dapat dibangun dengan lebih mudah dan murah dibandingkan dengan airport pada umumnya.

"Pesawat ini bisa menjadi jembatan udara yang menghubungkan tempat terkecil ke tempat yang lain, sekaligus membangkitkan industri kedirgantaraan Indonesia," jelas Amalia. (agt/pta)

  CNN  

Jumat, 31 Maret 2023

Bappenas Dan KKIP Tinjau TKDN Industri Bahan Baku

⚓ Sambangi PT. Krakatau Steel di CilegonIlustrasi desain OPV

Mewakili Plt Katimlak KKIP, Kabid Perencanaan KKIP Laksda TNI (Purn) Darwanto, MAP, bersama Plt. Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan Bappenas, Dr. Slamet Soedarsono, MPP, QIA, CRMP, CGAP, CACP melaksanakan kunjungan kerja ke PT. Krakatau Steel, di Cilegon, Banten, pada Rabu 15 Maret lalu.

Dalam rombongan ikut serta Kabid Alih Teknologi dan Ofset Dr. Yono Reksoprodjo, Korsahli KKIP Laksda TNI (Purn) Dr. Mulyadi, Staf Ahli Litbangyasa KKIP Dr. Teguh Haryono, Staf Ahli Bidang Pendanaan Gatot Tetuko, Staf Bidang Pendanaan dan Pembiayaan KKIP Kolonel (Purn) Pudjiyanto, Staf Bidang Litbangyasa dan Standardisasi Kolonel Laut (Purn) Victor Ngadi, SM, Kabag Renprogar KKIP Kolonel Kal Nanto Nurhuda, SM, Koorspri Katimlak KKIP Kolonel Chk Heru Eko Budi Susilo, SH, dan staf sekretariat M. Idhan Chaer.

Rombongan diterima oleh perwakilan dari divisi riset dan human PT. Krakatau Steel. Dalam penjelasan pembukanya, perwakilan PT. Krakatau Steel mengemukakan bahwa PT. Krakatau Steel berkomitmen meningkatkan TKDN dengan menerapkan berbagai langkah seperti sertifikasi dan riset produk substitusi untuk produk baja impor.

Dr. Slamet Soedarsono yang juga sekaligus merupakan Kabid Pendanaan dan Pembiayaan KKIP menerangkan bahwa kunjungannya berangkat dari realitas bahwa penggunaan baja impor yang masih marak dalam produk-produk industri pertahanan.

Hal ini berdampak pada nilai TKDN produk hilir industri pertahanan (alutsista) yang belum menggembirakan.

Beliau menegaskan bahwa kemampuan produksi baja merupakan salah satu cerminan kekuatan negara. Oleh karenanya beliau menekankan perlunya penguasaan teknologi secara mandiri.

Krakatau Steel diketahui telah mendiversifikasi bidang usahanya yang diantaranya terdiri dari baja industri, baja konstruksi, industrial water, industrial pipe, hingga daya listrik.

Di sektor pertahanan, perusahaan baja terbesar di Indonesia ini telah menjadi pemasok bahan baku untuk jembatan bailey, pembangunan infrastruktur markas/posko/barak, dan badan kapal perang.

Kedepannya ditargetkan dapat memasok bahan baku untuk badan ranpur/rantis, laras senjata, nozzle-RPS, dan casing RPS.

Rombongan KKIP menyoroti baja dari luar negeri yang lebih kompetitif dari segi harga dan ketersediaan stok. Akibatnya, sejumlah industri pertahanan masih mengimpor pelat baja dari negara lain seperti Singapura yang mempunyai stok untuk pembelian dalam jumlah terbatas.

Dalam kondisi ini, industri pertahanan dalam negeri sulit memenuhi ambang batas minimum nilai TKDN yang ditekankan oleh pemerintah pada alpalhankam yang diadakan dari dalam negeri.

Krakatau Steel merespon bahwa mengkompensasi nilai bisnis industri pertahanan yang belum signifikan tidak mudah, apalagi sampai harus menyediakan sarana-prasarana baru.

Kendati demikian, PT. Krakatau Steel mengklaim kini tengah berusaha secara bertahap untuk mampu berperan lebih besar selaku tier-4 (produsen bahan baku) industri pertahanan.

Bidang Pendanaan dan Pembiayaan KKIP pada tahun ini memiliki agenda untuk meninjau nilai dan perhitungan TKDN di setiap tier/tingkat industri pertahanan. Beberapa waktu sebelumnya, Bapak Slamet melaksanakan kunjungan dengan agenda serupa ke PT. Pindad dan PT. Infoglobal.

Pemerintah dalam beberapa waktu terakhir juga menggencarkan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk menekan impor dan memajukan ekosistem industri dalam negeri.
 

  ⚓
KKIP  

Sabtu, 18 Februari 2023

Ikhtiar Bappenas Wujudkan Mimpi Kejayaan Industri Dirgantara Indonesia

  🛩 Melalui Kolaborasi Pembuatan Pesawat di PT Dirgantara Indonesia (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

Dua puluh tujuh tahun lalu, Hanggar Main Assembly Line IPTN Bandara Husein Sastranegara, Bandung, menjadi saksi penerbangan pertama pesawat N-250, Gatotkaca, yang merupakan pesawat asli karya anak bangsa, Bacharuddin Jusuf Habibie.

Tepat 10 Agustus 1995, pesawat N-250 Gatotkaca terbang perdana dengan gagahnya, menepis nada pesimistis media asing yang memprediksi pesawat ini akan jatuh. Gatotkaca menjadi pesawat pertama di kelas subsonic speed dengan teknologi fly by wire atau seluruh geraknya dikendalikan dengan komputerisasi, yang dapat mengudara tanpa masalah.

Momentum itu, digadang-gadang menjadi tonggak sejarah kejayaan kedirgantaraan Indonesia. Pesawat penumpang sipil N-250 yang dapat menampung 50 hingga 70 penumpang di dalamnya, diproyeksikan dapat memenangkan pangsa pasar pesawat kelas baling-baling.

Namun sayang, mimpi tersebut berantakan kala krisis moneter menerjang Indonesia sejak 1997. Hal ini berimbas pada industri penerbangan tak lagi dapat dukungan keuangan negara. Sebab untuk keluar dari krisis, Indonesia harus mengesampingkan proyek ini sebagai bagian dari penyelamatan ekonomi.

Meski impian itu pupus hingga IPTN bubar, yang kemudian berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia (PTDI), tetapi hanggar Main Assembly Line di kompleks Bandara Husein Sastranegara, Bandung, kini masih kokoh berdiri, menyimpan mimpi kejayaan industri dirgantara nasional. Kala mengunjunginya pada Oktober 2019, cat pada struktur besi hanggar itu sudah banyak mengelupas. Pun kaca ruangan di sisi kiri gedung tampak kusam, seperti sudah lama tak dipakai. Gedung itu, meski megah, hanya terlihat seperti hanggar pesawat tua biasa.

Tapi siapa sangka, hanggar itu menjadi saksi bisu bahwa mimpi kejayaan kedirgantaraan tanah air dirawat. Pada Oktober 2019 pula, hanggar Main Assembly Line menyaksikan pesawat militer CN235-220 produksi PTDI diekspor ke Nepal.

Direktur Produksi PTDI, Batara Silaban, menyampaikan bahwa sejak 1976 berdiri hingga saat ini, pihaknya sudah mengirim 466 pesawat kepada lebih dari 50 pelanggan, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.

Dalam memproduksi pesawat itu, terdapat peran 3.700 pekerja PTDI, di mana hampir 40 persen di antaranya adalah engineer. Dia menilai, SDM kedirgantaraan yang dimiliki itu merupakan aset negara yang dapat diandalkan di masa mendatang.

"Ini memang sumber daya manusia yang tentunya akan bisa memberikan kontribusi bagi industri kedirgantaraan," ucapnya dalam sesi Special Session pada Indonesia Development Forum 2022, Selasa, 22 November 2022.

  Peta Jalan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Indonesia 2022-2045 
Peta Jalan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Indonesia 2022-2045 (Dok Bappenas)

Beragam jenis pesawat terbang, kini telah berhasil diproduksi PTDI. Ada 2 jenis pesawat yang mampu dibuat oleh pabrikan asal Bandung itu, yakni pesawat fixed wing atau pesawat bersayap tetap dan pesawat rotary wing atau pesawat dengan sayap putar.

Adapun pesawat fixed wing yang diproduksi PTDI, antara lain N219 Nurtanio, NC212 family, CN235 family, dan CN295. Pesawat itu dibuat untuk memenuhi kebutuhan maskapai penerbangan sipil, operator militer, dan kebutuhan misi khusus.

Sementara pesawat rotary wing yang berhasil dibuat PTDI, yaitu helikopter AS550, helikopter A565, helikopter Superpuma Family dan Helikopter Bell 412EP. Produk helikopter ini diproduksi sesuai perjanjian dengan Airbus Helicopter dan Bell Helicopter Textron.

Untuk meningkatkan kapasitas industri kedirgantaraan dalam negeri, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas, bersama Program Diaspora dan Migrasi (PMD) GIZ dan ITB menerbitkan Peta Jalan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Indonesia 2022-2045.

Peta jalan tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan industri kedirgantaraan dalam mendukung integrasi industri lokal, komersialisasi penelitian, desain dan pengembangan, pemenuhan standar kualitas, pertumbuhan pemain lokal baru dan industri pendukung, serta perluasan kapasitas berpartisipasi dalam rantai pasok global.

Dalam peta jalan ekosistem industri kedirgantaraan Indonesia 2022-2045 ini, ada 2 pilar yang ditetapkan, antara lain pilar produk dirgantara, sertajasa dirgantara dan ekosistem pendukung. Untuk pilar produk dirgantara, terdiri dari pengembangan industri pesawat terbang serta komponen dan rantai pasok. Sedang pilar jasa dirgantara dan ekosistem pendukung, terdiri dari maintenance, repair, overhaul dan purnajual, serta jasa penerbangan dan kebandarudaraan.

Deputi Bidang Ekonomi Bappenas, Amalia Adininggar Widiyasanti, menjelaskan bahwa ketika industri pesawat terbang didorong untuk berkembang, nantinya industri terkait akan tergerak. Tentu hal itu bakal menciptakan efek ganda positif bagi perekonomian Indonesia.

"Salah satu kunci kita mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangan panjang hanya bisa dengan peningkatan produktivitas. Tanpa peningkatan produktivitas, Indonesia tidak bisa tumbuh tinggi secara berkelanjutan untuk jangka panjang," bebernya.

Belajar dari Amerika Serikat, menurut paparannya, industri kedirgantaraan merupakan industri dengan tingkat rata-rata upah terbesar kedua setelah sektor IT. Untuk meningkatkan pendapatan per kapita berkelanjutan, pengembangan industri kedirgantaraan bisa menjadi solusi. "Kalau kita ingin meningkatkan pendapatan per kapita berkelanjutan, karena nantinya industri kedirgantaraan ini akan mendorong strategi peningkatan produktivitas sektor ekonomi melalui proses industrialisasi," ungkap Amalia.

Pesawat N219 Amphibi (PTDI)

Hal ini begitu penting, menilik Peta Jalan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Indonesia 2022-2045 disusun untuk mencapai visi Indonesia Emas di 2045, di mana salah satunya mewujudkan tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia yang lebih baik dan merata dengan kualitas manusia yang lebih tinggi.

Selain itu, peta jalan tersebut diyakini juga dapat melepaskan Indonesia dari middle income trap atau jebakan pendapatan negara kelas menengah, ke kelas atas. Pengembangan industri penerbangan dinilai efektif untuk mencapai tujuan ini.

"Satu hal yang tadi disampaikan Bapak Menteri (Bappenas, Suharso Monoarfa), bahwa dari tahapan industrialisasi di Indonesia, yang paling kanan (paling baik) adalah human capital intensive industry, di mana human capital intensive industry inilah industri yang bisa memberikan nilai tambah terbesar di antara industri lainnya," katanya.

Pada sesi Special Session pada Indonesia Development Forum 2022, Amalia memaparkan, dalam menjalankan Peta Jalan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Indonesia 2022-2045, dibutuhkan skema pembiayaan baru agar tak cuma mengandalkan APBN. Belajar dari kasus pesawat N250, di mana pengembangannya terhenti karena pendanaannya mengandalkan Pemerintah.

"Untuk menjalankan Peta Jalan Ekosistem Industri Kedirgantaraan pasti kita membutuhkan financing. Karena pengembangan ini diharapkan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran Pemerintah, tetapi bagaimana kita memobilisasi model bisnis baru untuk kita bisa sama-sama mendorong, mengembangkan, dan mewujudkan Indonesia menjadi salah satu produsen pesawat terkemuka di dunia," tegas Amalia.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menjelaskan, apabila Indonesia ingin meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara progresif, maka Pemerintah harus melakukan kolaborasi, mulai dari Pebisnis hingga akademisi yang terkait dengan ekosistem industri penerbangan.

Maka dalam Indonesia Development Forum 2022, selain menerbitkan Peta Jalan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Indonesia 2022-2045, Kementerian PPN/Bappenas juga menginisiasi penandatanganan nota kesepahaman PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk pengembangan pusat rancang bangun pesawat.

"Pada tahun 2022 ini, IDF mengambil tema 'The 2045 Development Agenda: New Industrialization Paradigm for Indonesia’s Economic Transformation'. Dan seperti yang kita ketahui, yang kita inginkan dan kumpulkan dari semua yang hadir di sini, adalah bagaimana kita bisa melakukan transformasi ekonomi dalam rangka mewujudkan visi Indonesia 2045," imbuh Suharso.

Apabila nantinya peta jalan ini sukses diimplementasikan dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, bisa jadi mimpi yang tersimpan di Hanggar Main Assembly Line IPTN sejak 27 tahun lalu, dapat terwujud 50 tahun kemudian, di tahun 2045.***

  🛩
Pikiran Rakyat  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More