N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KRI Raden Eddy Martadinata 331

PKR 10514, Kapal frigat pertama produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Jumat, 30 September 2011

72 Mobil Internet Tersebar di Kaltim

SAMARINDA--MICOM: Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak menyerahkan sebanyak 72 unit Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (M-PLIK) kepada 14 kabupaten dan kota yang tersebar di provinsi itu.

"Kendaraan operasional ini merupakan bantuan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi yang dibagikan kepada seluruh daerah. Kaltim mendapat jatah 72 unit M-PLIK untuk 14 kabupaten dan kota," kata Awang Faroek saat menyerahkan mobil itu dalam rangkaian Rakor dengan bupati dan wali kota di Lamin Etam, Samarinda, Rabu (28/9).

Menurut dia, salah satu kegiatan dalam program Kewajiban Pelayanan Universal (KPU) atau Universal Service Obligation (USO) Telekomunikasi adalah, pengadaan M-PLIK dari pemerintah pusat yang akan dioperasikan di kecamatan di seluruh daerah.
T
Terkait dengan itu, bagi bupati maupun wali kota agar memanfaatkan pengoperasian M-PLIK yang telah dialokasikan untuk daerah guna memasyarakatkan internet, serta kegiatan lain yang berguna bagi masyarakat di daerah terpencil.

M-PLIK itu dilengkapi dengan peralatan yang dapat mengakses internet walaupun di daerah terpencil dan pedalaman, sebab didukung dengan parabola dan sistem peralatan yang berteknologi tinggi, tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Kecamatan penerima M-PLIK di kabupaten dan kota se-Kaltim yakni, Penajam Paser Utara lima unit untuk kecamatan Penajam dua unit, Kecamatan Waru, Babulu dan Sepaku masing-masing satu unit. (Ant/OL-9)


MediaIndonesia

Jadikan Blog Sebagai 'Tambang' Uang

Ilustrasi (Foto: Dok okezone)

JAKARTA - BuzzCity melihat prospek mengenai bagaimana para blogger Indonesia dapat mendulang keuntungan dari blog mereka dengan memanfaatkan pertumbuhan konsumsi mobile internet.

Fenomena ini akan menjadi peluang besar untuk para blogger di Indonesia. Berdasarkan survei yang dilaksanakan oleh BuzzCity, 94 persen dari penduduk Indonesia yang disurvei menggunakan internet paling sedikit satu kali sehari, dan lebih dari setengah responden mengatakan mereka berselancar di internet paling sedikit enam kali sehari.

Orang Indonesia juga menghabiskan waktu lebih banyak berselancar internet bila dibandingkan dengan responden dari banyak negara lain, karena 54 persen dari responden mengatakan bahwa mereka menghabiskan waktu lebih dari satu jam tiap sesinya.

Sepanjang libur Lebaran pada bulan Agustus 2011 yang lalu, jaringan iklan BuzzCity tidak mengalami penurunan trafik mobile internet. Jaringan BuzzCity melayani 1.2 miliar iklan sepanjang bulan Agustus 2011, peningkatan sebesar 20 persen dibandingkan bulan Juli. Konsumsi konten-konten berlanjut sepanjang waktu liburan.

“Indonesia akan mengalami ledakan mobile internet dalam waktu dua tahun kedepan. Pada saat ini, Indonesia mempertahankan posisinya sebagai pasar kedua terbesar untuk iklan mobile. Bayangkan bagaimana keadaannya pada dua tahun mendatang,” kata KF Lai, CEO BuzzCity, seperti dilansir melalui keterangan resminya, Kamis (29/9/2011).

“Ponsel fitur dan juga smartphone yang semakin murah, perbaikan jaringan operator telekomunikasi dan harga layanan data yang semakin kompetitif dapat memperbesar jangkauan mobile internet dan menghadirkan suatu peluang besar bagi para blogger Indonesia”, tambah KF Lai.

Saat ini, hanya sedikit orang yang tahu bagaimana menjadi aktif dalam dunia mobile blogosphere dan mendulang keuntungan melalui iklan-iklan mobile.

“Fitur Mobilizer memungkinkan Anda mengubah blog atau situs menjadi sebuah situs mobile hidup tanpa memerlukan pemrograman lebih lanjut,” tambahnya.

BuzzCity mengajak dan menyarankan blogger untuk menjadi rekanannya, yang disebut sebagai “publisher”, dan BuzzCity menawarkan metode pendapatan PPC (Pay per Click) untuk setiap iklan banner grafik dan iklan teks yang ditampilkan pada situs publisher.

Sebagai publisher BuzzCity, blogger akan menerima set koding untuk dipasang pada situs blog mobile mereka, dan blogger bebas mengatur penempatan iklan tersebut.

Blogger juga dapat memilih kategori pengiklan, menerima laporan mengenai jumlah pendapatan yang dihasilkan dari BuzzCity, serta menelusuri langsung pergerakan pendapatan mereka. Peluang yang sama juga tersedia untuk pengembang aplikasi dan blogger pemula. (tyo)


Okezone

Kamis, 29 September 2011

Televisi Berbayar Tidak Harus Mahal

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kesuksesan Air Asia sebagai maskapai berbiaya murah tampaknya ingin ditiru Aora TV di bisnis televisi berbayar. Bagi Aora TV menikmati televisi berbayar tidak harus mahal.

“Kami ingin membuat televisi berbayar ini jadi terjangkau,” kata Direktur Komersial Aora TV, Guntur S. Siboro di Jakarta, Kamis, 29 September 2011.

Guntur mengatakan bisnis televisi berbayar memang tidak semudah bisnis telepon seluler yang kini sudah bisa dinikmati semua orang. Dari 40 juta keluarga Indonesia yang mempunyai televisi, baru sekitar 2 persen yang menggunakan televisi berbayar. “Tidak gampang jualan televisi berbayar,” katanya.

Melihat kondisi itulah, Guntur mengatakan Aora TV ingin seluas-luasnya menjangkau masyarakat. Dengan harga paket termurah Rp 59 ribu per bulan, Aora TV ingin menyasar segmen masyarakat menengah ke bawah. “Kami ingin mencari segmen baru, pelanggan baru dengan harga murah,” katanya.

Cara itu ditempuh sedikit banyak meniru produk konsumer yang banyak dijual dalam bentuk shacet. Guntur mengatakan masyarakat Indonesia lebih suka membeli dalam bentuk kecil-kecil. “Jadinya kami tawarkan dulu Rp 59 ribu, nanti kalau mereka puas, mereka upgrade ke paket yang lebih tinggi lagi,” katanya.

Dengan pamasaran semacam itu, para pemasar Aora TV masuk ke rumah-rumah yang selama ini tidak akrab dengan televisi berbayar. “Kami sering kesulitan memasang antena parabolanya, ada yang kami pasang di pohon,” kata Guntur sambil menunjukkan gambar di telepon selulernya bagaimana Aora TV dipasang di rumah-rumah.

Dalam salah satu gambar, Guntur memperlihatkan sebuah deretan rumah yang cukup padat yang memasang antenna parabola Aora TV di depan rumah mereka. Yang lebih heboh lagi, menurut cerita Guntur adalah di salah satu daerah peralatan parabola Aora TV dibawa dengan gerobak sapid an sampan. “Kami juga ingin mereka menikmati hiburan yang berkualitas,” katanya.

Setelah beroperasi kembali dengan manajemen baru pada Januari lalu, Aora TV kini bisa meraih 100 ribu lebih pelangan. “Tidak gampang menjual 100 ribu lebih,” katanya.

Guntur mengatakan Aora TV akan menyasar konsumen tidak saja di wilayah Jabodetabek, tapi juga masyarakat di pulau Jawa dan luar Jawa. "Proporsinya 35 persen, 35 persen dan 30 persen," katanya.

Saat ini Aora TV ada 67 kota mulai dari Aceh, Kalimantan hingga Sulawesi. Kedepannya Aora TV juga akan mengembangkan layanan televisi high defintion.[IQBAL MUHTAROM]


TEMPOInteraktif

Hutan Kalimantan untuk Tebus Utang RI ke AS

Program ini juga bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Program ini juga bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebagaimana telah dituangkan dalam Rencana Strategi Kementerian Kehutanan. (zunal.com)

VIVAnews
- Pemerintah Amerika Serikat akan melakukan debt for nature swap sebesar US$28,5 juta dalam rangkan membantu upaya pelestarian hutan dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia, khususnya di Kalimantan. Kebijakan ini masuk dalam Tropical Forest Conservation Act 2 (TCFA2)

Debt for nature swap adalah pengalihan utang yang kali ini dananya digunakan untuk membiayai program konservasi keanekaragaman hayati dan hutan tropis.

Menurut Direktur Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan, Darori, program ini melibatkan masyarakat madani yang berperan sebagai pelaksana. Program ini sesuai dengan komitmen pemerintah dalam rangka melindungi hutan dan keanekaragaman hayati.

"Program ini juga bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebagaimana telah dituangkan dalam Rencana Strategi Kementerian Kehutanan," ujar Darori, usai penandatanganan perjanjian di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, 29 September 2011.

Lewat program ini, pemerintah akan menciptakan model-model konservasi hutan tropis dan mitigasi perubahan iklim. Sebagai awalan, program akan difokuskan di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Berau dan Kutai Barat di Kalimantan Timur, dan Kabupaten Kapuas Hulu di Kalimantan Barat.

Ade Soekadis, Acting Director TNC Forest Program Indonesia menyebutkan, program TFCA2 diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di Berau serta untuk mencapai target pengurangan emisi karbon hingga 41 persen. “Caranya dengan tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi tujuh persen di tahun 2020," ucapnya.

Di sisi lain, Efransjah, Chief Executive Officer WWF Indonesia menyatakan, program ini merupakan lompatan besar dalam upaya konservasi. “WWF bangga menjadi bagian dari program yang tata kelolanya dilakukan bersama oleh pemerintah dan masyarakat madani," ucapnya. (adi)



VIVAnews

Indonesia Bangun Simulator Sukhoi

Sukhoi Su-30 flight simulator - Indian version (photo : Trishul)

BOGOR--MICOM: Indonesia akan membangun simulator pesawat jet tempur Sukhoi untuk menempa keterampilan dan kemampuan para pilot pesawat tempur tersebut secara intensif, efektif dan efisien.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat usai peresmian simulator Super Puma NAS 332 di Bogor, Kamis (29/9) mengatakan, penjajakannya sudah lama dan akan mulai dimantapkan pada 2012.

Ia menambahkan, pembangunan simulator itu akan diusahakan melibatkan PT Dirgantara Indonesia dengan beberapa perusahaan mancanegara.

"Perusahaan mancanegara kemungkinan bisa dari Rusia, China atau Kanada. Ini semua kita jajaki," kata Kasau.

Ia menegaskan, dengan adanya simulator tersebut maka keahlian dan kemampuan para pilot pesawat jet tempur Sukhoi TNI Angkatan Udara dapat terus diasah dan ditingkatkan dengan efektif dan efisien.

"Bayangkan jika kita berlatih dengan pesawat yang sesungguhnya. Berapa biaya yang harus dikeluarkan, bisa ratusan juta rupiah. Di Rusia pun pesawat Sukhoi tidak dipakai setiap hari," tutur Kasau.

Pembangunan simulator Sukhoi akan ditempatkan di Skuadron Udara 11 Pangkalan Udara Sultan Hassanuddin, Makassar.

"Ini untuk memudahkan para penerbang menjangkau simulator. Tidak seperti para penerbang Hawk yang berada di Pontianak yang harus ke Pekanbaru karena simulatornya di sana. Itu tidak efektif dan efisien. Jadi kita upayakan simulator dibangun tidak jauh dari pangkalan pesawat atau heli dimaksud," ujar Imam.

Indonesia selama ini mengirimkan penerbang Sukhoi-nya ke Rusia selaku produsen dan pengguna, atau China yang telah memiliki pabrik dan simulator Sukhoi.

Indonesia telah memiliki Sukhoi sejak 2003 dan kini telah memiliki 10 unit pesawat Sukhoi dengan berbagai jenis. Kini Indonesia tengah menjajaki pembelian enam unit lagi pesawat sejenis untuk memperkuat skuadron tempurnya. (Ant/OL-9)


MediaIndonesia

Indonesia Akan Punya Satu Lagi Pabrik Pesawat

"Sebelumnya saya katakan, kenapa tidak dibangun di Bandung?" ujar Gubernur Jawa Timur.

Perakitan pesawat terbang di PTDI (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews
- Meski Indonesia sudah memiliki PT Dirgantara Indonesia yang merupakan perusahaan pembuat pesawat di tanah air, ternyata pemerintah masih berambisi membangun pabrik serupa di Jawa Timur.

Hal itu diketahui dari permintaan Menteri Perhubungan Freddy Numberi kepada pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segera menyiapkan lahan 1.000 hektar yang akan diperuntukan bagi pembangunan pabrik pesawat terbang.

"Sebelumnya saya katakan, kenapa tidak dibangun di Bandung?" ujar Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam diskusi Forum Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jatim di kampus ITS, Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 29 September 2011.

Soekarwo mengaku telah berbicara dengan sejumlah kepala daerah perihal rencana pembangunan pabrik pesawat tersebut. "Mereka umumnya siap merealisasikan rencana itu," katanya.

Pemilihan Jatim sebagai lokasi pembangunan pabrik pesawat, ujar Soekarwo, dikarenakan provinsi ini dianggap memiliki pertumbuhan ekonomi yang stabil. Bahkan tingkat pertumbuhan ekonomi Surabaya cenderung meningkat melebihi DKI Jakarta.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap jika proyek pembangunan pabrik pesawat tersebut itu terwujud, pelayanan transportasi udara di tanah air akan mengalami peningkatan.

Lebih jauh, Soekarwo berharap keberadaan pabrik pesawat itu akan membantu percepatan pertumbuhan perekonomian di Kawasan Timur Indonesia (KTI) (Laporan : Tudji Martudji | Surabaya) (adi)



VIVAnews

Rabu, 28 September 2011

Stasiun Peluncur Satelit Lapan tidak Ganggu Cagar Alam

BENGKULU--MICOM: Pembangunan stasiun peluncur satelit milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di Pulau Enggano, Kecamatan Enggano, Provinsi Bengkulu, tidak masuk dalam kawasan konservasi Cagar Alam Kioyo.

Tiga lokasi yang disurvei untuk pembangunan stasiun peluncur satelit itu berada di luar kawasan konservasi. Jadi tidak akan menganggu ekosistim Cagar Alam Kioyo.

Itu dikatakan Ketua Tim Ahli Studi Kelayakan Pembangunan Bandara Antariksa dari Universitas Bengkulu Gunggung Senoaji di Bengkulu, Rabu (28/9).

Ketiga titik itu berada di Selatan pulau atau masyarakat menyebutnya sebalik pulau, karena tidak ada permukiman di sana. Ini sangat sesuai dengan kriteria Lapan.

Ia mengatakan lokasi peluncuran satelit seluas 200 hektare. Akses menuju lokasi tersebut juga tidak akan mengganggu kawasan konservasi yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu itu.

Studi kelayakan yang dilakukan Universitas Bengkulu dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Bengkulu di Pulau Enggano menelusuri tiga lokasi alternatif yang diupayakan berada di luar kawasan hutan. (Ant/OL-5)


MediaIndonesia

Jembatan selat Sunda dibangun 10 tahun

Jembatan Selat Sunda (Sunda Strait Bridge Project). (SSBP-)

Jakarta (ANTARA News) - Pembangunan Jembatan Selat Sunda diperkirakan akan menghabiskan waktu selama 10 tahun.

"Normalnya dibutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk pembangunan Jembatan Selat Sunda," kata perencana pembangunan Jembatan Selat Sunda, Wiratman Wangsadinata di Jakarta, Rabu.

Wuratman Wangsadinata dianugerahi gelar Perekayasa Utama Kehormatan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) atas jasa-jasanya dalam bidang konstruksi.

Pada sidang terbuka Majelis Perekayasa, Wiratman memaparkan pradesain Jembatan Selat Sunda sebagai bagian dari prasudi kelayakan yang telah diselesaikan oleh Wiratman dan Associates atas penugasan dari PT Bangungraha Sejahtera Mulia-Artha Graha Network dan secara resmi telah diserahkan oleh Pemerintah Daerah Banten dan Pemerintah Daerah Lampung pada Pemerintah Pusat pada 13 Agustus 2009.

Total biaya pembangunan dengan menggunakan standar harga pada 2009 diperkirakan mencapai sembilan miliar dolar AS.

Biaya tersebut, dikatakan Wiratman belum memperhitungkan eskalasi harga, bunga bank serta tidak termasuk biaya untuk pengembangan wilayah Selat Sunda.

Rencana pembangunan jembatan Selat Sunda sepanjang sekitar 29 km akan terhubung dengan jalan tol Jakarta-Merak serta rencana jalan tol Cilegon-Ciwandan sepanjang 14 km dan rencana jalan tol Bakauheni-Bandar Lampung-Metro sepanjang sekitar 80 km.

Konsep Jembatan Selat Sunda terdiri atas dua jenis sistem yaitu jembatan gantung ultrapanjang dari baja untuk melangkahi palung-palung lebar dan Viaduct beton pracetak balanced cantilever untuk lintasan selebihnya.

Wiratman menjelaskan, jembatan viaduct beton dipilih karena bahan dasarnya dapat diproduksi di dalam negeri seperti agregat, semen, baja tulangan. Sedangkan kontruksinya tidak memerlukan teknologi yang tinggi serta akan menyerap tenaga kera lokal dalam jumlah yang sangat besar sehingga sangat berdampak terhadap perkembangan ekonomi lokal maupun regional.

Jembatan Selat Sunda direncanakan memiliki ruang bebas vertikal 85 meter di atas permukaan laut tertinggi agar lebih tinggi dari tinggi udara terbesar serta memperhitungkan efek kenaikan elevasi air laut akibat pemanasan global.

Sementara bebas horizontal jembatan gantung Selat Sunda adalah 2.100 m sehingga memenuhi persyaratan lalu lintas kapal bebas satu arah.

Desain struktur atas jembatan mengacu pada desain jembatan Selat Messina yang memiliki bentang 3.300 m, sedangkan desain stuktur bawahnya mengacu pada desain jembatan Akashi Kaikyo di Jepang yang memiliki bentang 1.991 m.

Direncanakan juga jembatan Selat Sunda memiliki lebar total 60 m terdiri atas tiga lajur lalu lintas masing-masing arah selebar 3x3,75 m, dua lintasan kereta api selebar 10 m, lajur pemeliharaan masing-masing selebar 5,05 m.

Analisis beban angin yang harus diwaspadai adalah gejala flutter (aero elastic instability) yang terjadi apabila ragam getar vertikal berimpit dengan ragam rotasional sehingga saling membesar.

"Contoh gejala flutter adalah keruntuhan jembatan Tacoma Narrows (Amerika Serikat, red) oleh angin dengan kecepatan hanya 60 km/jam pada 1940. Kita belajar banyak dari peristiwa itu agar tidak terulang lagi," katanya.

Jembatan Selat Sunda yang mempunyai jenis dek yang sama dengan Jembatan Selat Messina tetapi dengan bentang yang lebih pendek paling tidak akan mempunyai kecepatan flutter yang sama yaitu 324 km/jam.

"Kecepatan angin seperti ini belum pernah dan tidak pernah terjadi di Selat Sunda, berarti jembatan Selat Sunda dapat dianggap bebas flutter," tambahnya.

Sementara analisis terhadap gempa dan pengaruh letusan Gunung Anak Krakatau karena jaraknya ke jembatan yang besar hampir 50 km, pengaruh gempa vulkanik tidak signifikan.

Sedangkan tsunami yang mungkin terjadi tidak membahayakan jembatan karena ketinggian gelombang tidak lebih dari tinggi ruang bebas vertikal yaitu 85 m di atas permukaan laut tertinggi.

"Dari hasil pra-desain jembatan Selat Sunda, terlihat konfigurasi jembatan dan dimensi penampang yang dipilih sudah cukup baik, hal itu dibuktikan dengan performa jembatan yang memadai akibat beban seperti beban mati jembatan, beban rel kereta, beban lalu lintas menunjukkan respon yang baik terhadap efek angin maupun gempa," kata Wiratman.(D016)



ANTARAnews

BPPT Beri Penghargaan untuk Perancang Jembatan Selat Sunda


TEMPO Interaktif
, Jakarta - Insinyur perancang Jembatan Selat Sunda, Wiratman Wangsadinata, meraih gelar Perekayasa Utama Kehormatan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Ia bergabung dengan empat penerima kehormatan lainnya, yaitu Emil Salim, Ciputra, Rahmat Gobel, dan Arifin Panigoro.


Wiratman adalah tokoh besar dalam bidang rekayasa teknik sipil. Beberapa karya monumental yang pernah ia hasilkan adalah gedung Wisma Nusantara, Wisma Dharmala, Bakrie Tower, terowongan Dukuh Atas, Jembatan Rajamandala, dan restorasi Candi Borobudur.

Dalam penganugerahan tahun ini, Majelis Perekayasa telah memilih 13 kandidat penerima gelar kehormatan tersebut. Nama Wiratman mencuat pada akhir pemilihan karena dinilai telah paripurna menjalankan tahapan rekayasa, yaitu penelitian, pengembangan, perekayasaan, dan pengoperasian.

"Beliau merupakan engineer, insinyur, dan wirausahawan yang dihormati," ujar Kepala BPPT Marzan A. Iskandar pada pidato penganugerahan di gedung BPPT, Jakarta, kemarin.

Di usianya yang ke-76, Wiratman masih aktif menjalankan kegiatan perancangan sipil. Pada 2009, rancangan Jembatan Selat Sunda disodorkan kepada pemerintah. Jembatan itu menghubungkan Provinsi Banten dengan Lampung.

"Harapannya pembangunan jembatan mulai 2014," ujar Wiratman kepada wartawan.

[l ANTON WILLIAM]


TEMPOInteraktif

Satelit Telkom-3 Diluncurkan Triwulan I 2012

Dirut PT Telkom, Rinaldi Firmansyah.

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA
- PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menjadwalkan peluncuran Satelit Telkom-3 pada triwulan satu 2012.

"Peluncuran satelit terbaru itu guna meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan infrastruktur teknologi informasi dan telekomunikasi, " kata Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah usai menerima penghargaan Asia-Pasific Satellite Communications Council (APSCC) di Nusa Dua, Bali, Selasa (27/9) malam.

Rinaldi menjelaskan, satelit tersebut memiliki kapasitas yang lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya, yakni akan berkapasitas 42 transponder aktif. Ini setara dengan 49 transponder dengan bandwidth 36 Mhz. Selain memiliki kapasitas yang lebih besar dari satelit Telkom 1 dan 2 yang saat ini dioperasikan, cakupan pengguna Telkom-3 juga lebih luas lagi.

Cakupan layanan satelit Telkom-3 meliputi Indonesia, ASEAN, Indochina, Taiwan, Hongkong dan Papua Nugini dengan standard C-Band. "Sedangkan untuk Indonesia, Papua Nugini, dan Australia Utara dengan extended C-Band dan Indonesia dengan Ku-Band," ujarnya.

Sekitar 45 persen atau 20 transponder satelit tersebut, jelas Rinaldi, akan digunakan untuk keperluan komersial. Sisanya untuk meningkatkan kualitas serta kapasitas layanan. Hingga semester pertama 2011, Telkom masih mendominasi bisnis satelit di Tanah Air dengan pangsa pasar mencapai 37,3 persen.

Sementara terkait penghargaan APSCC yang diterima Telkom, menurut Rinaldi, merupakan hasil kerja keras semua dalam mengembangkan dan melakukan terobosan teknologi telekomunikasi dan informasi sehingga dapat melayani seluruh wilayah di Tanah Air.
Dana US$200 Juta Dikucurkan untuk Satelit Telkom-3


NUSA DUA--MICOM: Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Rinaldi Firmansyah mengatakan pihaknya mengalokasikan dana sekitar US$200 juta untuk seluruh biaya pengembangan dan pembuatan Satelit Telkom-3 yang rencananya diluncurkan tahun depan.

"Dana sebesar itu nantinya akan membiayai semua keperluan, baik untuk peluncuran maupun peralatan sampai asuransi," katanya, usai menerima penghargaan Asia-Pasific Satellite Communications Council (APSCC) di Nusa Dua, Bali, Selasa (27/9) malam.

Dia menjelaskan, nantinya satelit generasi terbaru tersebut akan menargetkan pasar untuk broadcasting dan perusahaan di daerah terpencil yang selama ini belum mendapatkan fasilitas komunikasi dan informasi secara baik.

Selain itu, tambah Rinaldi, pihak instansi pemerintah lainnya juga akan memanfaatkan terobosan teknologi itu, terutama kalangan militer.

"Peluncuran satelit terbaru itu guna mempertahankan dominasi bisnis tersebut di Indonesia, sekaligus meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan infrastruktur teknologi informasi dan telekomunikasi," ujarnya.

Rinaldi mengatakan, hingga semester pertama 2011, Telkom Group masih mendominasi bisnis satelit di Tanah Air dengan pangsa pasar mencapai 37,3 persen.

Menurut dia, mengenai bisnis satelit di kawasan Asia Tenggara, Indonesia mengalami perkembangan dan kemajuan yang cukup pesat, apalagi negeri ini yang pertama kalinya meluncurkan perangkat tersebut.

"Dari beberapa negara di ASEAN, Indonesialah yang pertama kali meluncurkan satelit dibandingkan dengan negara-negara lainnya, yakni dengan diluncurkannya Satelit Palapa," katanya.

Bahkan, tambah dia, sampai saat ini cukup banyak negara di ASEAN yang memanfaatkan satelit yang dioperasikan Telkom, salah satunya adalah Timor Leste. (Ant/OL-10)


MediaIndonesia

Telkom mulai Bangun Serat Optik Ring VI

JAKARTA--MICOM: PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mulai membangun backbone serat optiK yang menghubungkan Manado, Ternate, Ambon, Fak Fak, Sorong, Manokwari, Jayapura, dan Fak Fak ke Timika pada akhir tahun ini.

Hal ini diungkapkan Direktur Network and Solution Telkom Ermady Dahlan kepada wartawan saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Selasa (27/9).

Ia mengungkapkan proposal pengerjaan proyek ini mencakup teknis pekerjaan, panjang wilayah dan kabel optik yang dibutuhkan, hingga rute yang akan dilalui oleh jaringan tersebut. Setelah difinalisasi, proposal dikirim ke bagian pengadaan dan kemudian dilakukan tender.

"Pembangunannya baru dimulai pada akhir tahun ini, setelah selesai procurement (pengadaan)," ujar Ermady.

Pembangunan jaringan kabel serat optik ini termasuk dalam Ring Kepulauan Maluku dan Papua sepanjang 8.254 kilometer, yang melintasi 51 kabupaten.

Pada 2012, diharapkan proyek ini telah dapat dioperasikan untuk daerah Ternate dan Ambon serta penyelesaian keseluruhan pada 2014. "Saya melihat penyelesaian semuanya ini pada 2013," tuturnya.

Sementara mengenai investasi yang dibenamkan untuk Ring VI, Ermady enggan membeberkannya karena prosesnya akan mengikuti tender. "Investasinya berapa, nanti dulu, kan masih ditender," kilahnya.

Pada 2015, jaringan Nusantara Super Highway akan memiliki panjang tidak kurang dari 47.099 km, membentang dari Sumatera hingga Papua dan meliputi 421 kota/kabupaten atau 85 persen dari kota/kabupaten yang ada. (Ant/OL-9)


MediaIndonesia

Menkominfo: Google Serius Investasi di Indonesia

Bandung - Google semakin serius untuk berinvestasi di Indonesia, bahkan diakui lebih serius ketimbang Research in Motion (RIM). Perusahaan raksasa ini sudah membentuk tim teknis dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menjajaki kemungkinan itu.

Hal ini diakui oleh Menteri Kominfo Tifatul Sembiring dalam kesempatan berbincang dengan detikINET, Selasa (27/9/2011) di Bandung. Menurutnya Google pernah menemuinya dan menyatakan niatnya untuk menanamkan modal di Indonesia.

"Kami waktu itu sepakat membentuk tim teknis untuk membantu peluang investasi mereka. Itu nanti kita sambungkan ke BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Karena urusan investasi bukan urusan kita, kita hanya membantu dengan memberikan gambaran peluang investasi di Indonesia," katanya.

Tifatul juga menampik rumor yang beredar bahwa Google batal menanamkan modalnya di Indonesia. Justru dirinya yakin google bakal menanamkan investasinya di Indonesia mengingat google banyak diakses oleh internet user di Indonesia.

"Baru beberapa hari setelah saya pertemukan mereka dengan Pak Syarif (Syarif Hasan, Menteri Koperasi dan UKM ) setelah itu muncul di detik Google batal. Loh, ngomong saja belum kok dibilang batal karena persyaratan," ungkapnya.

Disinggung mengenai besaran investasi yang bakal ditanam oleh Google, Tifatul mengaku tidak tahu berapa investasi yang bakal dibawa Google ke Indonesia.

"Sekali lagi investasi itu BKPM ya, kami hanya menggambarkan peluang. Yang jelas kita ingin Google bisa merangkul koperasi dan UKM di Indonesia," tegasnya.

Menurutnya, tidak hanya Google yang berniat menanam duitnya di Indonesia. Tifatul mengaku sudah bertemu dengan perusahaan internasional lain, yakni Oracle dan STC (Saudi Telecom) yang menguasai kepemilikan Axis.( afz / rou )


detikInet

Begini Cara Petani Jombang Akali Sawah Agar Panen Melimpah

TEMPO Interaktif, Jombang - Hadi Suryanto tampak sumringah. Semangatnya terus membungkah pada usianya yang memasuki 50 tahun. Senyum selalu menghiasi wajah ayah tiga anak dan kakek seorang cucu tersebut.

Hadi, salah seorang petani di Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, itu tak henti-hentinya menghaturkan puji syukurnya kepada Tuhan. Panenan padi di lahannya yang tak seberapa luas, yakni 100 ru, atau setara 275 meter persegi kian meningkat. Ukuran tanah bagi petani di Jawa, 1 ru sama dengan 2,75 meter. "Hasil panenan kali ini mencapai sembilan kuintal lebih, hampir satu ton," ujarnya seraya menunjukkan tumpukan padi di dapur rumahnya di RT 01 RW 01 Desa Tejo.

Hadi menuturkan, hasil panen sawah warisan orang tuanya selama lima tahun terakhir terus menurun. Pada musim panen tahun lalu, sawahnya hanya menghasilkan lima kuintal. Padahal, berbagai jenis pupuk kimia sudah dia taburkan.

Hadi tak ingin patah semangat. Apalagi ia tak punya pekerjaan lain. Sejak kecil sudah bekerja di sawah sebagai petani sebagaimana umumnya warga Desa Tejo lainnya.

Kerja keras harus dilakoninya sembari terus putar otak agar tingkat kesuburan tanahnya bisa diperbaiki. Terbersit pikiran membiarkan sawahnya menganggur selama satu musim panen. Batang jagung setelah panen tahun sebelumnya dibiarkan, padahal biasanya dibakar untuk menyongsong musim tanam padi.

Selama lahan sawahnya tak ditanami apapun, Hadi menabur 250 kilogram pupuk organik. Ia berharap dengan menabur pupuk organik pada lahan yang masih dipenuhi batang jagung yang mengering, tingkat kesuburan tanah miliknya kembali meningkat. "Dahulu ketika orang tua masih hidup, cukup diberi sedikit pupuk kimia, tanaman langsung subur. Tapi belakangan, meski pupuk kimia ditingkatkan, hasil panen malah menurun," ucapnya.

Hasil kerja Hadi ternyata tak sia-sia. Sawahnya yang sempat menganggur, setelah kembali ditanami pada pada musim tanam lalu, memberikan hasil yang baginya sudah sangat memuaskan. Tingkat kesuburan tanahnya kembali normal. Jumah panenan sembilan kuintal gabah kering giling sudah mendekati hasil puncak yang pernah dinikmati semasa orang tuanya masih hidup. ”Hasil panen tertinggi pernah mencapai satu ton,” tuturnya mengenang masa lalu.

Adalah Sama’i yang ikut berperan membantu Hadi mengolah tanah sawahnya agar kembali sumbur. Sebagai ketua Kelompok Tani Makmur Desa Tejo, Sama’i, tak ingin 107 petani yang menjadi anggotanya terus dlanda kerisauan. Sebab, bukan hanya tanah sawah milik Hadi yang merosot tingkat kesuburannya melainkan seluruh lahan sawah di desa tersebut, termasuk milik anggota kelompok tani yang dipimpinnya juga tak lagi subur. ”Mereka selalu mengeluh hasil panen padinya terus merosot dalam lima tahun terakhir,” papar Sama’i.

Kesukaannya mengumpulkan informasi dari berbagai media membantu Sama’i mendapatkan pengetahuan untuk mengatasi merosotnya tingkat kesuburan tanah sawah di desanya. Berbekal pengetahuannya yang dikumpulkannya sejak dua tahun lalu, Sama’i bersama anggota kelompok taninya terus berdiskusi. Akhirnya disepakati menggunakan pupuk organik sebagai solusi untuk mengembalikan tingkat kesuburan tanah.

Sejak itulah Hadi dan seluruh anggota Kelompok Tani Makmur membuat pupuk organik sederhana, yakni dari kotoran hewan, seperti sapi. Pupuk ditaburkan ke sawah. Selain itu jerami sisa panen yang biasanya dijual ditata secara merata di seluruh areal persawahan.

Ihwal merosotnya tingkat kesuburan tanah dibenarkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Suhardi. Kondisinya, menurut Suhardi, sudah sangat memprihatinkan.

Menurut Suhardi, idealnya kandungan organik yang terdiri dari unsur hara dan mineral tanah tiga persen. Namun, saat ini hampir seluruh lahan sawah di Kabupaten Jombang telah mencapai titik nadir di bawah satu persen.

Dinas Pertanian Kabupaten Jombang tahun 2009 lalu melakukan penelitian. Hasilnya mencengangkan. Berdasarkan penelitian di 19 dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Jombang, kandungan bahan organik berkisar antara 0,5 hingga 1 persen. "Saat itu kami langsung bergerak dengan membuat laboratorium tanah," tutur Suhardi.

Dinas Pertanian juga memberikan pelatihan dan membantu peralatan pembuatan pupuk organik yang murah dan efisien. Pelatihan dan pemberian bantuan peralatan dilakukan melalui kelompok tani masing-masing.

Suhardi juga menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan laboratorium tanah, tingkat kesuburan tanah mulai menurun sejak tahun 1983, setelah Kabupaten Jombang menikmati puncak hasil panen. Penggunaan pupuk kimia yang mulai dikenal masyarakat sekitar tahun 1960 membuat kandungan kesuburan tanah terus menurun. Akibatnya, tanah tak memiliki unsur hara yang cukup dan tanah pun mengeras.

Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur, Wibowo Eko Putro, mengamininya. Merosotnya tingkat kesuburan tanah bahkan tidak hanya terjadi di Jombang, melainkan menyeluruh di Jawa Timur. ”Jika dibiarkan, maka potensi pangan di tingkat lokal Jawa Timur dan Indonesia tak bisa terpenuhi lagi,” urai Wibowo.

Kekhawatiran Wibowo bukan tanpa alasan. Jawa Timur menyumbang 12 persen produksi padi secara nasional. Dengan demikian, jika Jawa Timur mengalami kekurangan produksi pertanian akan menggoyahkan politik pangan secara nasional.

Langkah penanggulangan segera diambil. Sejak tahun 2009, Jawa Timur menerapkan bantuan berupa subsidi pupuk organik kepada para petani. Melalui kelompok tani diberikan peralatan pembuat pupuk organik, seperti coper (pencacah bahan pupuk) dan granul (pembuat buliran pupuk). Dengan bantuan tersebut diharapkan petani mampu membuat pupuk organik murah sehingga bisa meningkatkan kesuburan tanah mereka.

Sejak saat itu sebanyak 1.968 kelompok tani sudah menerima peralatan pembuatan pupuk organik. Jumlah bantuan akan terus ditambah sehingga ditargetkan mencapai 3.000 alat untuk 3.000 kelompok tani.

Melalui pola bantuan tersebut, kata Wibowo, kelompok tani diharapkan mampu menyuplai kebutuhan pupuk organik, terutama untuk anggota kelompoknya. Harganya pun menjadi lebih murah, yakni Rp 500 per kilogram. Padahal harga pupuk organik produksi pabrik besar mencapai Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per kilogram.

Kelompok tani juga terus didorong untuk terus berinovasi agar tanahnya subur. Di antaranya mencampur pupuk organik dengan beberapa mikroba sehingga kandungan unsur hara dan unsur perekat yang terdapat dalam pupuk organik lebih cepat berkembang.

Sama’i mengakui pentingnya terus berinovasi. Dengan menambahkan beberapa jenis mikroba, seperti azatobacter chroococcum, aspergillus niger serta beberapa mikroba lainnya, kandungan unsur hara dan pengikat nitrogen dalam tanah menjadi lebih cepat. Berbagai jenis mikroba tersebut bisa dibeli di Dinas Pertanian.

Dengan mencampukan mikroba, pembuatan pupuk organik bisa lebih cepat, yaitu hanya memerlukan waktu kurang dari dua pekan. "Kalau tanpa campuran mikroba bisa lebih dari satu bulan," kata Sama’i.

Kandungan zat organik dalam pupuk juga meningkat tajam. Jika tanpa campuran mikroba, 100 ru sawah memerlukan dua ton pupuk organik, sedangkan dengan campuran mikroba untuk tanah seluas 100 ru hanya membutuhkan 20 kilogram pupuk organik.

Pakar kesuburan tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, Syahrul Kurniawan, menjelaskan bahwa merosotnya kesuburan tanah merupakan imbas dari ditemukannya pupuk kimia yang menandai adanya revolusi hijau pada dekade 1960-an. "Sejak saat itu kebutuhan pupuk kimia berkonsentrasi tinggi meningkat tajam," paparnya kepada Tempo, Rabu, 28 September 2011.

Tingginya penggunaan pupuk kimia saat itu lantaran para petani merasa pupuk organik atau kompos kurang efektif untuk mempercepat dan meningkatkan produksi tanaman. Padahal, penggunaan pupuk kimia secara berkelanjutan membuat kandungan unsur hara dalam bahan organik dalam tanah tanah terus menyusut dan akhirnya habis.

Ditegaskan oleh Syahrul, jika kandungan organik dalam tanah sudah habis, maka berapapun jumlah pupuk kimia yang ditaburkan tak akan mampu menjadikan tanaman subur. Bahan-bahan kandungan pupuk kimia sesungguhnya hanya bisa merangsang pertumbuhan tanaman, tapi tidak mampu menciptakan unsur organik yang sejatinya dibutuhkan oleh tanah.

Menurut Syahrul pula, sejak Indonesia mencapai swasembada pangan tahun 1983, saat itulah titik puncak terjadinya kerusakan kandungan bahan organik tanah di seluruh areal persawahan. Dalam kondisi seperti itu, pemerintah justru terus menggenjot target peningkatan produksi pertanian. Para petani pun berlomba menggunakan pupuk kimia. Pada saat bersamaan luas lahan terus berkurang.

Untuk memulihkan tingkat kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia, kata Syahrul, dibutuhkan waktu lima sampai 10 tahun. Itupun tingkat kesuburannya hanya mencapai tiga persen. Hasil tersebut juga sangat tergantung pada tingkat kesadaran petani untuk beralih menggunakan pupuk organik. [FATKHURROHMAN TAUFIQ]


TEMPOInteraktif

Selasa, 27 September 2011

RI Siap Terima Alih Teknologi Alutsista

JAKARTA – Kementerian Pertahanan meminta agar seluruh pihak yang terkait dengan pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) kapal selam, menyiapkan diri untuk proses transfer of technology(ToT).

Perusahaan dan negara yang diajak bekerja sama akan diputuskan maksimal dua bulan mendatang. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Eris Herryanto mengungkapkan, pengadaan kapal selam untuk TNI Angkatan Laut seharusnya sudah di-lakukan 2–3 tahun lalu.Pasalnya, jumlah armada kapal selam RI hanya dua unit, yakni Cakra dan Nanggala, sehingga tidak mencukupi untuk mendukung pengamanan wilayah laut. Sudah sejak lama pemerintah mencari perusahaan dan negara yang dinilai paling cocok untuk diajak bekerja sama dalam pengadaan kapal selam.

Beberapa negara sempat dijajaki, seperti Jerman dan Korea Selatan. “Kita belum memutuskan siapa negara pemenangnya,” kata Eris di Jakarta kemarin. Diharapkan, tahun ini proses pengadaan memperlihatkan progres yang berarti.“Dalam dua bulan ini, Badan Ranahan Kemhan harus sudah memutuskan negara mana,” kata perwira tinggi berpangkat bintang tiga ini. Badan Ranahan tidak hanya memutuskan negara mana yang dipilih,tapi juga meminta spek dari pengguna, yaitu TNI AL, menyangkut kapal selam seperti apa yang dibutuhkan.

“Kemudian, dia (Badan Ranahan) mencari perusahaan mana yang bisa memenuhi. Sekarang ini dalam fase akan memutuskan,” terang dia. Meski belum ditentukan,pihaknya meminta agar semua pihak yang berkepentingan dengan pengadaan kapal selam ini menyiapkan diri mulai dari sekarang. “Nanti begitu diputuskan siapa yang menang,kita sudah punya konsep. Ini lho yang kita butuhkan kalau kita mau transfer teknologi. Nah, konsep itu nanti kita bicarakan dengan siapa pemenangnya,” bebernya.

Eris menyatakan sejauh ini telah ada gambaran mengenai seperti apa tahapan-tahapan yang harus dilakukan jika telah ditentukan produsennya.“Kita juga perlu mengaudit sekarang ini, misalkan yang mau diajak kerja sama nantinya PT PAL, bagaimanaPTPALmenyiapkan diri untuk bisa sebagai industri yang kita tunjuk untuk transfer teknologi,”tuturnya. Menurut Eris, sejauh ini PT PAL belum memberikan pernyataan terkait kesanggupannya untuk ikut membuat komponen tertentu dari kapal selam itu.

“Belum ada komitmen itu, tetapi kita, pemerintah, menginginkan bahwa teknologi ini bisa kita serap saat kita mengadakan ini,”tegas dia. Di samping itu, ke depan juga akan dinegosiasikan lagi di antaranya terkait teknis pelaksanaan maupun jumlah unit yang akan diproduksi. “Kalau misalnya kita sudah involvedalam pembuatan,bagaimana?” sebutnya.

Dirjen Perencanaan Pertahanan Kemhan Marsekal Muda TNI Bonggas S Silaen sebelumnya menuturkan, pengadaan kapal selam merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan alutsista TNI Angkatan Laut.Program ini menjadi salah satu proyek yang bakal cukup banyak menyedot anggaran. [fefy dwi haryanto]


SeputarIndonesia

Hydro Power akan Dibangun di Makassar

Pemerintah Norwegia siap berinvestasi untuk membangun hydro power di Makassar.

Makassar dipilih sebagai lokasi pembangunan hydro power. Adapun pada proyek tersebut, Norwegia siap melakukan investasi. (www.greenmuze.com)

VIVAnews - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, menteri dari Norwegia datang ke Indonesia karena tertarik untuk mengembangkan hydro power, di Makassar.

"Norwegia sangat tertarik untuk mengembangkan hydro power di Makassar. Negeri itu sangat terkenal dengan hydro power, dan sebagian kebutuhan listrik di sana dipasok dari hydro power,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa di Jakarta, 27 September 2011.

Hatta menyebutkan, pihaknya sangat terbuka untuk mengembangkan itu. Terkait alasan mengapa proyek hydro power akan digelar di Makassar, Hatta menyatakan, karena kondisi alam di kawasan itu. "Makassar kan banyak airnya," ucapnya.

Meski demikian, Hatta belum menyebutkan nilai investasi yang akan ditanamkan dalam proyek hydro power. Menurutnya, saat ini diskusi belum sampai ke investasi, yang saat ini jalankan baru dalam hal pendataan berapa potensi hydro di Makassar.

"Belum sampai disitu, Makassar kan sedang berjalan, tapi kita betul-betul ingin mendata berapa potensi-potensi hydro yang bisa kita bangun. Menurut saya ribuan mega watt," kata Hatta.

Sementara itu, Deputi Bidang Kerjasama Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Affandi mengatakan, jika hydro power sudah berjalan, Indonesia dapat mengurangi gas emisi seperti Brazil yang mampu menurunkan emisi sebesar 26 persen.

"Ternyata tidak ada dampak negatif ke perkembangan ekonomi, yang dikhawatirkan ada trade off antara menurunkan gas emisi dan pertumbuhan ekonomi jadi melambat,” kata Rizal.

Rizal menyebutkan, Indonesia akan tetap tumbuh dan tidak terganggu oleh penurunan yang sebesar 26 persen dari pengurangan emisi tersebut. “Pak Menko menyampaikan 4 track; pro job, pro poor, pro green, pro environment. Artinya semua sejalan," kata Rizal.

Menurut Rizal, hydro power juga lebih efisien dan murah dibandingkan geothermal dan bukan merupakan skala menengah tapi jangka panjang. “Kalau di Makassar berhasil, ini bisa jadi model untuk daerah lain," ucapnya.

Bagi Rizal, tidak ada kriteria khusus untuk daerah-daerah yang ingin menggelar proyek hydro power. "Tidak ada kriteria khusus. Prinsipnya ada sumber-sumber air, disitu pasti bisa. Investasi awal besar, maintenance fee rendah. Ini kebalikan dari geothermal," ujar Rizal.



VIVAnews

Kaharuddin Djenod Raih Penghargaan BPPT

Terafulk Megantara berhasil mendesain dan membuat kapal aluminium Tunas Terafulk 1.

Kaharuddin Djenod, pendiri Terafulk Megantara yang memembuat Tunas Terafulk 1, kapal aluminium yang desain dan seluruh proses pembuatannya dilaksanakan perusahaan milik bangsa Indonesia. (itb.ac.id)

VIVAnews
- Untuk keempat kalinya sejak pertama kali diadakan pada tahun 2008, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kembali memberikan penghargaan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA).

Penghargaan itu diberikan pada pelaku teknologi dalam dan luar negeri yang berjasa, berprestasi, dan berdedikasi kepada bangsa dan negara Indonesia dalam berinovasi dan berkreasi untuk menghasilkan karya nyata teknologi di bidangnya masing-masing.

Penghargaan ini sendiri merupakan salah satu upaya BPPT untuk mendorong timbulnya hasrat inovasi dan penciptaan teknologi pada para pelaku teknologi berprestasi. Penghargaan juga merupakan penghargaan tertinggi pada insan pelaku teknologi yang berjasa pada bangsa ini.

Tahun ini, Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) 2011 diberikan kepada Kaharuddin Djenod. “Ia meraih penghargaan berkat prestasinya mendirikan PT Terafulk Megantara Design," kata Kepala BPPT Marzan Azis Iskandar di Gedung BPPT, Jakarta, 27 September 2011.

Menurut Marzan, Terafulk Megantara Design merupakan tonggak sejarah bagi industri perkapalan Indonesia karena menjadi perusahaain desain perkapalan pertama di Indonesia.

Selain dari desain kapal, kata dia, Terafulk Megantara yang berdiri pada tahun 2006 juga mengembangkan usaha ke bidang ship brokerage dan industri multimedia. Salah satu kapal yang baru diluncurkan adalah Tunas Terafulk 1, yaitu kapal aluminium crewboat yang melayani carter pelayanan dalam negeri untuk industri migas.

"Kapal jenis ini merupakan kapal pertama di Indonesia yang keseluruhan proses desain, fabrikasi, hingga pengoperasiannya dilaksanakan oleh perusahaan milik putra bangsa Indonesia. Terafulk Megantara adalah perusahaan pertama dari Indonesia yang dipercaya sebagai produsen industri perkapalan Jepang. Ini prestasi membanggakan," tutur Marzan.

Kaharuddin sendiri menyatakan gembira karena berhasil meraih penghargaan BJHTA dan bertekad memajukan teknologi di Indonesia. “Penghargaan ini adalah doa agar saya memajukan teknologi dan berkontribusi untuk kemajuan Indonesia," ungkap pria berlatar belakang pendidikan Naval Architecture selama 15 tahun di Jepang itu.

Penghargaan ini, kata Kaharuddin, adalah sentilan bahwa bangsa Indonesia sebagai negara maritim sedunia, justru lebih membangga-banggakan kemajuan maritim nenek moyang di masa lalu, namun belum diakui dunia.

"Kita bukan tidak mampu. Sumber Daya Manusia sudah ada di negeri ini. Semoga sentilan ini bisa menggugah hati kita untuk terus memajukan industri maritim Indonesia agar diakui dunia," pungkas Kaharuddin. (eh)



VIVAnews

Telkom Siapkan Strategi Garap Game Online

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia memproyeksikan meraih pendapatan Rp 4,8 miliar dari bisnis game online. Target itu akan dicapai hingga pertengahan tahun 2012.

"Online game diproyeksikan sebagai the next digital business di Telkom," kata Head of Corporate Communication and Affair PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. Eddy Kurnia kepada Tempo lewat surat elektronik, Senin, 26 September 2011.

Eddy mengatakan game online merupakan bisnis yang sangat potensial dalam memberikan kontribusi pendapatan bagi Telkom. Selain itu bisnis tersebut merupakan bagian dari strategi Telkom yang ia sebut dengan Invest in Media and Edutainment Business. “Terutama di edutainment disamping content online music dan education,” katanya.

Menurut Eddy ada sejumlah langkah strategis Telkom dalam menggarap bisnis game online. Pertama menjadi publisher. Dalam rantai nilai online game, publisher akan mendapatkan porsi pendapatan terbesar yaitu 50 persen, kemudian developer 20 persen, distributor dan retailer mendapat 15 persen, dan payment system memperoleh 15 persen.

Telkom, kata Eddy, mempunyai kapabilitas untuk menjadi publisher, distributor, retailer, sekaligus sebagai penyedia payment gateway. Dengan demikian Telkom akan bisa memperoleh porsi pendapatan hingga 80 persen.

Strategi berikutnya adalah games incubation, yaitu pemberian fasilitas pengembangan konten game. Dengan cara ini, Telkom bisa menghadirkan konten edukasi sejarah kerajaan Indonesia dalam bentuk game. Kemudian mendapatkan hak atas distibusi dan penggunaan konten dan menaikkan nilai perusahaan dengan membina developer game dalam negeri.

Eddy mengatakan Telkom akan menempatkan server game dengan kemampuan yang tinggi untuk menarik semua penyedia konten game online. Telkom, kata dia akan melakukan co-location di Data Center TELKOM. “Maka TELKOM harus memiliki data center Tier-3 atau Tier-4,” katanya.

Telkom juga akan mempertimbangkan bundling network. Eddy mengatakan untuk melayani permintaan broadband oleh game center, yang saat ini jumlahnya sekitar 2000 game center, maka Telkom harus memiliki paket layanan bundling network dan games.

Adapun untuk mempercepat penetrasi pengguna game dan sekaligus pelanggan speedy, maka perlu dibuat paket benefit yang memberi fasilitas game kepada para pelanggan speedy.

Telkom juga akan menyediakan payment gateway. Sebagai publisher online game, maka Telkom perlu membeli sistem billing games item mall. Sistem ini, kata dia selanjutnya diintegrasikan dengan sistem pembayaran yang sudah dimiliki Telkom seperti: Flexi Cash, Tcash, Telkom Voucer, Ivaspay, Mobile Cash, Speedy Postpaid.

Yang tidak boleh dilupakan dalam menggarap bisnis online game ini, kata Eddy adalah adanya komunitas-komunitas online game. Komunitas game, kata dia selalu butuh “playground” sebagai tempat berbagi ilmu dan pengalaman. Untuk itu perlu dibentuk Komuniti Center. Untuk semua langkah tersebut, kata Eddy diperlukan fungsi baru untuk mengawasi operasional bisnis online game ini.[IQBAL MUHTAROM]


TEMPOInteraktif

Asyik, Kini Bisa Kirim SMS Gratis Melalui Gmail

Layanan SMS gratis dari Gmail.

TRIBUNNEWS.COM
-
Persaingan yang ketat rupanya benar-benar membuat sejumlah raksasa perusahaan di dunia maya terus melakukan inovasi. Setelah Facebook melakukan perubahan besar-besaran, Microsoft membeli saham Skype, kini Google melakukan gebrakan dengan menghadirkan SMS gratis dari Gmail.

Fitur ini baru terlihat pada hari Senin (26/9/2011) untuk wilayah Indonesia. Cara mengirimkannya pun sangat mudah. Masuk ke akun Gmail. Pada kotak SMS di atas chat masukkan nomor yang ingin Anda kirimkan SMS. Pada kotak, masukkan kontak nama orang yang Anda ingin kirimi SMS untuk memastikan nomor tersebut benar. Lalu klik Save.

Jika orang tersebut memberikan balasan maka akan muncul seperti chat. Seluruh percakapan ini akan tersimpan dalam chat story seperti chat biasa. Untuk Indonesia, provider yang mendukung SMS gratis untuk Gmail adalah Indosat, Telkomsel, dan Tri.

Saat terkirim maka yang muncul di ponsel penerima adalah tulisan alamat pengirim SMS dari Gmail dengan nomor 4664020 dan pengiriman ini gratis. Anda bisa membalas seperti SMS biasa melalui ponsel. Saat SMS terkirim di inboks chat maka ada pesan yang menyatakan," terima kasih, pesan Anda sudah dikirimkan. Biayanya sungguh murah, hanya Rp 110,-. Lebih murah dari mengirimkan SMS ke luar negeri sekitar Rp 600,-


Tribunnews

24 Ribu Desa di Indonesia Sudah Tersentuh Telekomunikasi

JAKARTA - Telkom menyatakan komitmennya untuk mengelola Universal Service Obligation (USO) di Indonesia secara terdepan dalam membangun infrastruktur telekomunikasi.

"Telkom telah bertekad untuk menjadi yang terdepan dalam pengelolaan USO, sekaligus terdepan dalam membangun infrastruktur telekomunikasi di titik-titik terluar wilayah Indonesia," ujar Eddy Kurnia, Head of Corporate Communication and Affair PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom), yang dilansir melalui keterangan resminya, Selasa (27/9/2011).

Menurut Eddy Kurnia, Telkom telah memiliki pengalaman panjang menggelar USO khususnya di lokasi-lokasi terpencil termasuk di pulau-pulau terluar.

Dikatakan Eddy Kurnia, teknologi informasi dan komunikasi menjadi sumber daya baru bagi pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut terbukti dengan penggunaan telknologi informasi dan komunikasi yang meningkat pesat.

"Teknologi informasi dan komunikasi yang meliputi perangkat penyiaran digital, industri penyiaran, industri pos dan jasa pengiriman serta industri telekomunikasi memegang peranan penting dalam segala aspek kehidupan manusia dalam rangka mendukung pemerataan pembangunan di setiap daerah," tandas Eddy Kurnia.

"Dengan infrastruktur dan jaringan yang terluas hinga ke pelosok tanah air, memudahkan Telkom menggelar fasilitas telekomunikasi hingga ke pedesaan maupun daerah-daerah terpencil," tambah Eddy Kurnia.

"Seandainya konsep USO diwujudkan dengan sungguh-sungguh, Indonesia akan mampu mengurangi berbagai kesenjangan informasi akibat keterpencilan wilayah geografis," ujarnya.

Dewasa ini terdapat 66.778 desa di Indonesia, dari jumlah tersebut baru sekitar 24.000 atau 36 persen di antaranya yang sudah terjangkau layanan telekomunikasi.

"Lebih dari sebatas pengelolaan USO, Telkom bahkan berkeinginan untuk menjadi yang terdepan dalam membangun infrastruktur di titik-titik terluar wilayah Indonesia," tambah Eddy Kurnia.

Hingga tahun 2010 lalu, setidaknya ada 12 titik wilayah terluar lain yang menjadi target pembangunan infrastruktur Telkom yang telah diselesaikan. (tyo)


Okezone

Indonesia Connected Jangkau 27 Provinsi

PROGRAM Indonesia Connected kini telah menjangkau 27 provinsi. Seluruh wilayah tersebut tersambung jaringan broadband palapa ring project.

"Saat ini masih ada sisa enam provinsi yang belum tersambung. Kami berharap semua itu bisa diselesaikan pada 2012," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring di sela-sela pembukaan 1st ICT USO Expo and Conference di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Senin (26/9).

Menurut dia, jika seluruh provinsi telah terlayani program Indonesia Connected, pihaknya akan melanjutkan dengan program Indonesia Broadband pada 2016 dan Indonesia Digital pada 2018.

"Kami juga menargetkan pada akhir 2011 seluruh desa di Indonesia sudah memiliki akses terhadap informasi. Hal itu sebagai bentuk langkah awal menuju target Indonesia Connected pada 2012," katanya.

Ia mengatakan, target terkoneksinya seluruh desa di Indonesia tersebut akan ditempuh dengan menyediakan akses informasi bagi 32.800 desa dari total 372 ribu desa hingga akhir Desember 2011. Sisanya telah dibangun oleh pihak swasta.

"Selain memberikan akses informasi di desa-desa, di seluruh ibu kota kecamatan juga akan diberikan akses internet," katanya.

Menurut dia, hingga akhir Desember tahun ini ditargetkan 5.874 ibu kota kecamatan di Indonesia bisa terkoneksi dengan jaringan internet.

Selain itu, juga akan disediakan sekitar 1.900 pusat layanan internet mobile di kecamatan yang masing-masing memiliki tiga layanan internet, televisi, dan telepon.

"Internet mobile itu akan memberikan akses khusus pada daerah yang kelurahan atau sekolahnya jauh dari ibu kota kecamatan, sehingga mereka tetap dapat terkoneksi dengan layanan internet tersebut," katanya. (Ant/OL-9)


MediaIndonesia

300 Situs Terkait Terorisme Diblokir

YOGYAKARTA--MICOM: Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memblokir sekitar 300 situs kekerasan yang mengarah pada perilaku terorisme.

"Hingga akhir Agustus 2011, ada sekitar 900 situs kekerasan yang diadukan untuk segera diblokir, tetapi baru terealisasi 300 situs," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Senin (26/9).

Menurut dia, pemblokiran seluruh situs kekerasan yang diadukan itu belum bisa direalisasikan karena memerlukan pencermatan dan pengamatan yang serius.

"Selama ada laporan dari masyarakat akan kami tindak lanjuti, tetapi tidak lantas seluruh laporan yang masuk itu langsung diblokir. Kami akan mencermati dan mengamatinya secara mendalam terlebih dulu," katanya.

Ia mengatakan, akar masalah kekerasan dan terorisme pada dasarnya berasal dari pemahaman mengenai ideologi atau agama yang tidak benar dan hanya setengah-setengah. Kondisi itu didukung oleh adanya situs kekerasan di internet.

"Memang ada imbauan memblokir atau menutup situs yang mengagitasi dan menghina agama, tetapi itu akan kami lakukan secara bertahap," katanya.

Menurut dia, pemblokiran atau penutupan tidak bisa dilakukan sekaligus, karena situs kekerasan itu bisa saja hari ini namanya A, besok bisa AX atau AZ.

Ia mengatakan, seharusnya yang melakukan pemblokiran situs kekerasan itu bukan hanya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), tetapi juga seluruh operator.

"Selain itu, masyarakat juga diharapkan bisa mengelola informasi secara lebih rasional, sehingga tidak mudah terpengaruh," katanya. (Ant/OL-9)


MediaIndonesia

Terorisme Berkembang, Jangan Salahkan Internet

KRISTIANTO PURNOMO/KOMPAS IMAGES-Tifatul Sembiring

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, menegaskan bahwa berkembangnya terorisme bukan semata-mata karena kemudahan akses informasi lewat internet. Menurutnya, orang-orang yang memanfaatkan internet untuk menyebarkan kekerasan dan hasutan yang harus mendapat perhatian serius.

"Terorisme itu adalah kesalahan orang memahami agama, bukan internet," kata saat menggelar jumpa pers 1st ICT USO Expo and Conference di Jogja Expo Center, Senin (26/9/2011). Menurutnya, tindakan teror juga tak sepenuhnya dampak hasutan di internet.

Ia mengatakan, internet hanya menjadi satu upaya sekelompok orang untuk menghasut pembacanya. Karena itu, pihaknya akan melacak situs-situs yang terindikasi melakukan penghasutan kepadaorang lain untuk melakukan tindak kekerasan. Situs yang terbukti melakukan kegiatan tersebut tidak segan-segan diblokir.

"Ini sudah on progress," ujarnya. Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah memblokir 300 dari 900 situs yang terindikasi menyebarkan kekerasan.

Ia mengatakan, upaya pemblokiran ini merupakan satu cara untuk mencegah adanya penghasutan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Namun, ia menegaskan tidak semua situs akan diblokir, melainkan hanya situs yang dianggap berbahaya saja.(Tribun Jogja/Gaya Lufityanti)


KOMPAS

Bukan Mustahil Bikin Game Kreatif Dalam 24 Jam

ACER-Para pemenang Acer Iconia Hack Day 2011.

KOMPAS.com - Membuat game untuk smartphone dan tablet bukan hal yang mudah karena butuh kreativitas tinggi. Namun, membuat aplikasi yang kreatif untuk diamainkan juga tidak harus butuh waktu lama. Setidaknya acara Acer Iconia Hack Day berhasil menunjukkan bahwa membuat game asyik cuma butuh waktu 24 jam.

Dalam Social Media Festival 2011, pekan lalu, Acer Iconia Hack Day berlangsung sejak pukul 16.00 WIB tanggal 23 September 2011 dan berakhir tanggal 24 September 2011 di jam yang sama. Event ini merupakan lomba bagi para developer untuk menciptakan aplikasi bertema entertainment yang bisa berjalan di Android Honeycomb atau Android 3.0.

"Semua memulai pemrograman di tempat ini dari nol, mereka sama-sama membangun aplikasi menggunakan bahasa programming Java. Masing-masing tim bisa menguji-coba aplikasinya di Trial Corner yang telah disediakan," jelas Arthur Panggabean, Marketing Communication Acer, Jumat (23/9/2011) lalu.

Dalam waktu 24 jam itu, para finalis diperbolehkan untuk makan, istirahat, dan membagi tugas bersama rekannya, karena masing-masing tim terdiri dari 2 orang. Tanggal 24 September 2011, kegiatan pun dihentikan dan semua finalis melakukan final pukul 20.00 WIB. Masing-masing finalis diberi waktu untuk menginstal aplikasi mereka di Acer Iconia Tab A500 dan A501. Kemudian masing-masing tim mendapat giliran mempresentasikan aplikasinya di hadapan dewan juri selam 3 menit.

Dewan juri yang akan memberikan penilaian adalah Dani Wirianto (Kaskus), Enda Nasution (founder Salingsilang.com), dan Donald Situmorang (Acer Representative). Kriteria penilaian berfokus pada kemampuan aplikasi yang dibangun untuk berjalan dengan baik (tidak crash atau hang saat diaplikasikan), sesuai dengan tema, kreatif, dan mengandung unsur estetika.

"Acer belum berencana untuk melakukan kontrak eksklusif dengan para pemenang, namun tidak menutup kemungkinan akan melakukannya. Untuk sementara Acer akan membantu menjadi marketing, mempromosikan aplikasi yang mereka bangun," jelas Arthur.

Dari 449 tim yang mendaftar, hanya 26 tim yang terfilter dan layak mengikuti Acer Iconia Hack Day. Hasilnya, aplikasi bernama "Mystical Planet" buatan Ecky Putrady dan Dimas Tri Ciputra menjadi juara Acer Iconia Hack Day 2011. Aplikasi buatan mereka berupa game luar angkasa yang menguji pemain menembak pesawat musuhnya. Acer berencana game tersebut ke Android Market dan tablet buatannya. Selain itu, Acer juga memberikan penghargaan kepada Muhammad Hakim, Supardi, dan Ihsan Fauzi.


KOMPAS

Lima Inovasi Terbaik Raih Djarum BIA 2011

KOMPAS.com - Kompetisi desain Black Innovation Award (BIA) 2011 akhirnya mencapai babak final dan menentukan 5 pemenang. Masing-masing empat pemenang desain terbaik dan satu pemenang desain favorit. Pengumuman dilakukan dalam BIA Awarding Night 2011 di Mal Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Sabtu (24/9/2011) malam lalu.

Mereka dipilih dari 20 finalis yang lolos penjurian. ke-20 finalis adalah AsongBag oleh Muhamad Ro'is Abidin, Boxer-Box Seller oleh Mohammad Loansa Putra, Chips-Sets oleh Yadi Sudjana Putra, Cipaot oleh Sastika Puspa, Duang oleh Sakud, Examo oleh Albertus Sagala, Gadar (Gatot Darurat) oleh Gatot Suparmanto, Growboll oleh Ahmad Luqman Hakim, Gundu Stadium oleh Adityo, Kurzikozi oleh Yudhistira Pratama Sutrisna, Linjang (Lingguhan to Keranjang) oleh Okky Fajar Prasetyajati, Me R'Acl oleh Reni indarti, Morphil oleh Bayu Ramadhan, My Turn oleh Lukni Burhanuddin Ahmad, Piikey oleh Tri Andriano Ibrahim, Portang oleh Apris Sugianto Sudrajat, Sigilip oleh Nusrito Zalins Adekory, Stanporti oleh Tiko Prabhata, Stapack oleh Irvan Hermawan, dan Tujiku oleh Lenny.

Pemenang favorit jatuh kepada Lukni Burhanuddin Ahmad dengan inovasinya membuat My Turn yaitu board game yang lebih menarik untuk memainkan permainan lama seperti ular tangga, monopoli, ludo, dan sebagainya. Lukni menang melalui voting yang dilakukan di web www.blackxperience.com. Sedangkan empat orang pemenang BIA 2011 versi dewan juri adalah Gundu Stadium oleh Adityo, Piikey oleh Tri Andriano Ibrahim, Stanporti oleh Tiko Prabhata, dan StaPack oleh Irvan Hermawan.

"Para pemenang ini terpilih karena mereka memiliki dampak postif untuk orang banyak. Produk-produk mereka kemungkinan akan diproduksi massal. Contohnya Stapack, yang menurut ahli HAKI ternyata bisa dipatenkan. Bayangkan jika pengusaha-pengusaha restaurant menggunakan produk ini, tentu akan mengurangi penggunaan plastik untuk kemasan makanan," ujar Yoris Sebastian, salah satu dewan juri saat ditemui Kompas.com usai pengumuman pemenang.

Selain Yoris yang merupakan pendiri Oh My Goodness Creative Consulting, anggota dewan juri adalah Bre Redana (kepala desk Kompas edisi Minggu), Ade Darmawan (direktur serta anggota Dewan Kesenian Jakarta di komite seni rupa), Leonard Theosabrata (penggerak forum desainer produksi dan arsitek muda), Sigi Wimala (model dan pemain film), Zinnia (direktur visual untuk COD dan direktur relasi internasional untuk Asosiasi Desainer Grafis Indonesia), Emir Hakim (direktur, CEO FGD Forum Indonesia, sebuah organisasi non-profit untuk Industri Seni Grafis), Diana Mochdie (Interior design Consultant yang juga pendiri dan pemilik PT Toimoi Indonesia), dan Eko Prawoto (Dosen Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta).

Proses penjurian terdiri dari empat tahap, yakni tahap filter, presentasi, voting di website BIA, dan penjurian akhir. Tahap filter dilakukan oleh panitia BIA 2011, di mana dari 50 gambar desain yang masuk, terpilih 25 gambar desain yang memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan ide desain mereka di hadapan dewan juri.

"Setelah presentasi, kami dewan juri memilih 20 finalis yang idenya akan dikembangkan oleh panitia," tambah Yoris. Dua puluh finalis yang terpilih memang mendapatkan bantuan panitia untuk membangun produk mereka masing-masing, sesuia konsep yang telah dipresentasikan.

Tak sekadar malam penghargaan, acara ini juga dilengkapi dengan pameran produk-produk yang dihasilkan oleh para finalis, juga terdapat 2 booth yang memberi kesempatan pengunjung untuk ikut berpartisipasi. Karya 20 finalis yang telah berbentuk produk dipamerkan di malam penghargaan pemenang BIA 2011. Usai pengumuman para pemenang, pengunjung Citos dihibur oleh penampilan dari RAN dan RAISA.

Dalam activity booth touch screen, pengunjung bisa bebas berkreasi menempatkan foto dengan sentuhan ke sebuah plasma touch screen. Mereka juga bisa mendukung salah satu finalis dan memberikan alasan mengapa pilihan mereka harus menang, melalui alat yang tersedia.


KOMPAS

Senin, 26 September 2011

Titik Panas di Sumatra & Kalimantan Berlipat Ganda

INILAH.COM, Jakarta – Beberapa pekan ke depan, Indonesia memasuki musim kemarau. Gawatnya, sejumlah titik panas di Sumatra dan Kalimantan berlipat ganda dari tahun lalu mencapai 17 ribu titik.

Jumlah ini terungkap saat di pertemuan Asean di Bangkok. Menteri Sumber Daya Air dan Lingkungan Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan, jumlah titik panas ini mengindikasikan ukuran masalah yang dihadapi negara tetangga.

Sedang dalam proses menekan perusahaan terkait ‘vandalisme lingkungan,’ menteri dari lima negara dalam kelompok regional setuju menerbitkan gambar satelit ini.

"Kebakaran biasanya berawal dari perusahaan minyak sawit serta petani yang menebang lahan untuk dijadikan ladang. Kami akan lebih terbuka dan transparan, ujar Balakrishnan.

“Kami ingin membuat jera para pelaku dan perusahaan yang bertanggung jawab atas kejadian semacam ini melalui tekanan ekonomi dan publik agar tak lagi melakukan vandalisme lingkungan,” lanjutnya seperti dikutip Strait Times.

Dalam pertemuan tersebut, kementerian dari Singapura, Malaysia, Brunei dan Indonesia berhasil menyorot keberhasilan kerjasama dalam membatasi dan manajemen hutan gambut.

Peserta pertemuan juga mencatat, Indonesia telah memberlakukan standar prosedur operasi untuk pengendalian dan pencegahan kebakaran nasional. [mor]


Inilah

Makko, Cara Baru Baca Komik Online

TEMPO Interaktif, Komik atau cerita bergambar tak melulu dari Jepang, Amerika Serikat, atau Korea Selatan. Komik karya anak negeri pun kini mulai menunjukkan tajinya. Mau buktinya? Mari mampir ke situs makko.co.

Apa itu Makko? Makko adalah situs penyaji komik gratis, lengkap dengan artikel dan tempat belanja merchandise. Situs yang berdiri sejak Oktober 2010 ini bertujuan sebagai wadah komikus berbakat Indonesia yang kurang dikenal. "Harapan kami, sebuah komik tak hanya menghibur, tapi juga mampu bersaing dengan komik-komik terjemahan Jepang dan Amerika Serikat," ujar Uwi Mathovani, Chief Editor Makko.

Menurut Sunny Gho, Managing Director Makko, komik di negara yang industri komiknya sudah maju diperlakukan tidak sekadar bacaan. Tapi sudah dikembangkan menjadi produk-produk turunan, merchandise, serta media produk placement. "Di Makko kami mencoba itu, dengan aktif mengembangkan merchandise dan adaptasi (game dan film)," ujar Sunny dalam surat elektronik kepada Tempo.

Sejak online pada Mei 2011, sudah lima judul komik yang diterbitkan dengan aneka genre. Makko menargetkan 20 judul komik di tahun pertama dengan tambahan genre komik olahraga, komedi, perempuan, sci-fi, dan drama.

"Pada umumnya kami menargetkan remaja sebagai pembaca, tapi komik kami dibuat untuk semua umur," kata Sunny lagi. Namun ia menegaskan komik besutan Makko jauh dari konten pornografi dan SARA. Karena itu pada tahun pertama Makko memilih sendiri komikus yang ingin dilibatkan.

Seiring dengan naiknya pengunjung hingga 10 ribu per bulan dan bertambahnya jumlah komikus yang ingin dimuat, Makko pun mulai membuka kesempatan untuk komikus umum. Tentu ada syarat yang ditetapkan tim editor Makko.

Hingga saat ini tak ada ciri khusus komik yang diterbitkan Makko. "Menurut kami ciri tersebut akan muncul dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan industri," ujar Sunny. Tapi tetap Makko menekankan ciri ataupun karakteristik lokal dalam cerita. "Kami mendorong komikus berkarya dengan mindset local going global," tuturnya.

Ada komik apa saja di Makko, ini daftarnya.

5 Menit Sebelum Tayang
Komik bertema jurnalis ini berkisah tentang budi seorang reporter tv. Ketika bosan dengan tekanan pekerjaan, terjadi keajaiban 5 menit sebelum tayang yang mengubah hidupnya

Guardian
Komik bergenre komedi ini bertutur tentang Abe, seorang pemuda pengangguran. Tapi tiba-tiba nasibnya berubah karena kejadian mendadak jadi pahlawan dalam sebuah perampokan.

Raibarong
Raibarong adalah tokoh sakti mandraguna yang tak bahagia. Ia sangat membenci Sang Rambut Emas, tapi sebenarnya Raibarong dalam pencairan misi kehidupannya.

Rokki
Jiwa remaja Rokki berontak mencari jati diri. Pencariannya menggiring ke pertemuan dengan makhluk luar angkasa, kepala sekolah licik dan gadis pujaan yang tak tergapai.

Wanara
Kisah petualangan empat pemuda dan seekor kera melawan Panda, sang Mafia penguasa kota.

Jadi tertarik ingin membaca, silakan mampir ke situs makko.co.[DIANING SARI]


TEMPOInteraktif

Indra Sosrodjojo, Sesepuh Bisnis Software Indonesia

Indra Sosrodjojo (foto: dok. okezone)

JAKARTA - Banyak orang awam mengira bahwa bisnis software di Indonesia masih berusia muda, faktanya sektor bisnis ini di Indonesia sudah berlangsung hampir tiga dekade, dengan Indra Sosrodjojo sebagai salah satu tokoh dalam bisnis software di negeri ini.

Andal Software, adalah sebuah perusahaan lokal layanan software untuk enterprise. Awalnya bernama PT Grahacendekia Inforindo dan didirikan pada tahun 1988 oleh Indra Sosrodjojo yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Andal Software.

Awalnya PT Grahacendekia Inforindo memberikan jasa perancangan sistem, konsultasi manajemen dan software house. Sejalan dengan perkembangan usaha softwarehousenya, maka pada tahun 1992 divisi software memperkenalkan nama dagang “Andal Software”. Sejak tahun 1992 Andal Software memusatkan bisnisnya pada pembuatan software paket untuk masal.

"Kami sudah menjalankan bisnis ini hampir lebih dari 20 tahun, dan Andal Software akan terus berjalan ke depan," ujar Indra Sosrodjojo kepada okezone.

Pria alumni Universitas Trisakti ini juga yakin, meski kondisi pasar saat ini masih didominasi oleh perusahaan software asing, namun potensi pasar perusahaan lokal masih cukup besar.

"Kalau kita melihat jumlah perusahaan software lokal yang saat ini berjumlah sekira 200 ribu, maka optimisme itu bukanlah sesuatu yang muluk," ungkap pria berzodiak Virgo ini.

Mantan pengajar di Binus University menjelaskan bahwa sebenarnya pasar software Indonesia peluangnya cukup besar, sayang banyak yang belum berani resikonya, yang juga besar. "Mereka biasanya baru mengalami kerugian sedikit saja, sudah keburu takut," tandasnya.

Dikatakan pula bahwa Andal Software saat ini memiliki 100 klien yang berasal dari bidang pertambangan, perbankan, garmen, hotel, manufakturing dan lain-lain. "Produk-produk Andal Software digunakan oleh banyak perusahaan di kota-kota besar, dan Jakarta masih merupakan pusat perusahaan pengguna terbanyak," ungkap ayah dari dua anak ini.

Meski sudah meraup banyak kesuksesan, bukan berarti Andal Software tidak memilki masa-masa sulit. "Pada tahun 2002 bisnis kami sempat terpuruk, karena saat itu kami menerapkan model bisnis 'Mass Market --> Enterprise', namun setelah itu kami berhasil bangkit meski membutuhkan waktu tiga tahun," kata pria yang juga hobi menulis blog ini.

Selain itu, Indra juga menegaskan bahwa bisnis enterpreuner dan pedagang (jualan) itu berbeda. "Kalau pedagang itu pasti langsung memikirkan keuntungan jangka pendeknya, sementara enterpreuneur itu lebih bersifat jangka panjang, dan lebih bersifat membangun brand yang berjangka panjang," paparnya.

Dipaparkan pula oleh Indra bahwa pencapaian Andal Software tahun 2011 di pasar software lokal naik dua kali lipat dari 2010. "Untuk tahun 2010 pun penjualan kami juga meningkat 70 persen. Hal ini didukung oleh produk-produk kami yang cukup diterima dengan baik oleh para enterprise klien kami," kata Indra.

Untuk tahun 2012 nanti, Andal Software berencana untuk terus bereskpansi, dengan menargetkan perusahaan-perusahaan di bidang industry manufacturing. "Target kami ke depannya adalah memiliki 500 klien, itu akan kami kejar 2-3 tahun ke depan," pungkas alumni University of Bridgeport, Amerika Serikat (AS) tersebut.

Melihat Indra Sosrodjojo yang sukses menggeluti bisnis software selama lebih dari 20 tahun, tentunya harus dijadikan pemicu semangat kaum muda, untuk mengikuti jejaknya terjun ke dalam dunia bisnis software.(ATA)


Okezone

Indonesia Termasuk Paling Awal

Colin Png, Vice President, Enterprise Marketing Hewlett Packard (HP) Asia Pacific and Japan

KOMPAS.com - Kejahatan di dunia maya kian hari kian menanjak baik kuantitas maupun kualitasnya. Lantaran itulah, kerugian dunia bahkan mencapai 5,9 juta dollar AS tiap tahunnya. Berangkat dari kekhawatiran itulah, pelaku usaha yang bergerak di bidang sistem pengamanan di dunia maya menawarkan program-program paling baru menjawab kebutuhan tersebut. Terlebih, untuk konsumen perusahaan.

Hal sama menjadi perhatian Hewlett Packard (HP) sebagaimana disampaikan oleh Colin Png, Vice President, Enterprise Marketing Hewlett Packard (HP) Asia Pacific and Japan di Singapura pada Rabu (21/9/2011). "Seluruh rangkaian yang kami perkenalkan bernama Enterprise Security Solutions (ESS)," katanya.

Ia juga menambahkan, di dalam ESS, pihaknya menyertakan kemampuan terbaru bagi perusahaan untuk menilai, mengubah, mengoptimalkan investasi keamanan. Beberapa program dimaksud antara lain HP ArcSight Express 3.0, HP TippingPoint Web Application Digital Vaccine (WebAppDV) 2.0, HP Information Security Management (ISM), HP Enterprise Clud Service (ECS), dan HP Secure Boardroom.

Sementara itu, terkait Indonesia, Colin Png mengatakan Indonesia termasuk paling awal yang menyadari pentingnya sistem pengamanan data. "Bisa dikatakan, di kawasan Asia Pasifik dan Jepang, Indonesia termasuk yang mengalami 'leap frog'," katanya.

Meski tak menyebutkan institusi perusahaan, Colin Png mencatat tiga sektor di Nusantara yang termasuk memiliki pemahaman kuat mengenai sistem di atas. "Perbankan, pemerintah, dan militer," katanya menegaskan.

Pada bagian lain, Colin Png mengatakan dirinya optimistis akan besarnya potensi pasar di Indonesia. Maka dari itulah, HP, menurutnya, tetap akan memberikan fokus perhatian istimewa bagi potensi tersebut.

Dalam kesempatan pengenalan itu, selain Colin Png, hadir pula Wong Loke Yeow, Regional Marketing Director HP Enterprise Security HP Asia Pacific and Japan; Chris Whitney, Director HP Labs Singapore; Aloysius Cheang, Regional Director Asia Cloud Security Alliance; Keith Long, General Manager Enterprise Services HP Singapore, dan Daniel Lee, Regional Sales Director HP TippingPoint, HP Enterprise Security.


KOMPAS

Mahasiswi Unsoed jadi korban pembajakan akun "facebook"

Jejaring sosial populer (ANTARA News/Lukisatrio)

Purwokerto (ANTARA News) - Seorang mahasiswi semester VII Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Ika Mayestika (22), menjadi korban pembajakan akun jejaring sosial "Facebook".

"Kejadian tersebut saya ketahui 21 September silam. Akun `Facebook` saya telah dibajak orang dengan memasang foto-foto bugil dan menuliskan berbagai status vulgar," kata Ika Mayestika di Purwokerto, Minggu.

Selain itu, kata dia, pembajak akun jejaring sosial ini mengajak "chatting" (mengobrol, red.) dengan beberapa temannya.

Bahkan dalam "chatting", lanjutnya, si pembajak akun ini mengajak kencan dengan imbalan uang dengan jumlah tertentu.

"Kehormatan saya telah direndahkan. Dia (pembajak, red.) menulis status yang seolah-olah saya perempuan murahan," katanya.

Oleh karena itu, dia telah melaporkan kasus pembajakan akun "Facebook" ini kepada Kepolisian Resor Banyumas pada hari Sabtu (24/9).

Menurut dia, pembajak atau "hacker" akun jejaring sosial tersebut diduga merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Purwokerto.

"`Hacker` yang membajak akun jejaring sosial di Purwokerto sudah banyak. Saya berharap polisi bisa mengusut tuntas kasus ini agar tidak terulang di masa datang. Kejadian ini sudah sangat meresahkan," katanya.

Dosen Fakultas Hukum Unsoed Purwokerto, Manunggal Kusuma Wardaya mengatakan, pihaknya telah banyak mendapat pengaduan dari mahasiswa terkait pembajakan akun jejaring sosial.

"Saya sarankan mereka untuk melapor ke polisi, karena pelaku bisa dijerat dengan UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, red.)," katanya.

Menurut dia, perbuatan pembajak akun jejaring sosial telah masuk ke dalam ranah hukum pidana sehingga harus diusut tuntas agar ada efek jera.

"Apalagi saat ini jejaring sosial sudah digunakan orang untuk melakukan berbagai kegiatan sosial dan ekonomi," katanya. (U.KR-SMT/Z002)



ANTARAnews

Sabtu, 24 September 2011

Media Sosial untuk Bantu Sesama

IST-Festival Media Sosial

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada banyak cara membantu sesama, salah satunya dengan mengembangkan media sosial. Valencia Mieke Ramda merintis bantuan kemanusiaan dengan mengembangkan komunitas Blood for Life Indonesia , yang berhasil menggerakkan orang mendonorkan darah.

Komunitas itu tumbuh atas kesamaan hasrat untuk membantu sesama, demikian ungkap Mieke, khususnya yang dalam kondisi kritis dan membutuhkan darah. Mieke membangun situs www.blood4lifeID.org para tahun 2009, dan berhasil menarik begitu banyak orang berhasil menyalurkan darah.

"Ribuan tabung darah sudah disumbangkan bagi penderita yang kekurangan darah. Kami hanya membantu jadi perantara bagi pendonor dan orang yang butuh darah," ujarnya, di sela Festival Media Sosial di Plaza FX Jalan Sudirman, Jumat (23/9/2011).

Dalam acara ini, komunitas Blood for Life membuka kesempatan bagi pengunjung untuk mendonorkan darah, dan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia. Hingga sore, ada 60 orang yang menyumbangkan darahnya. Peminat cukup banyak, tambahnya lagi.

Menurut Mieke, ada banyak orang ingin m endonorkan darah, namun tidak memiliki informasi untuk menyalurkannnya. Di sisi lain, ada banyak orang membutuhkan darah, namun tidak mengetahui akses untuk mendapatkannya.

"Di sinilah kami hadir menjadi perantara bagi pendonor dan penderita. Semua relawan bekerja tanpa dibayar. Ini kerja kemanusiaan sepenuhnya," ujar Mieke.


KOMPAS

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More