blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Jumat, 08 Mei 2026

Prabowo Bawa Mobil Maung ke KTT ke-48 ASEAN

  Simbol Kepercayaan Diri RI   
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama delegasi terbatas tiba di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026), untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN. (Instagram/sekretariat.kabinet)

Presiden Prabowo Subianto tiba di The Mactan Cebu International Airport Authority (MCIAA) General Aviation (Gen-AV) Terminal, Cebu, Filipina, pada Kamis, (7/5/2026) pukul 13.45 waktu setempat (WS). Kehadiran Presiden Prabowo guna menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang berlangsung pada 7-8 Mei 2026.

Presiden memboyong mobil dinas kenegaraan dalam kunjungan luar negeri ini.

"Selama berada di Filipina, Bapak Presiden akan menggunakan kendaraan yang dikenal sebagai kendaraan taktis ringan yang tangguh ini," tulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan resmi.

Untuk pertama kalinya dalam kunjungan luar negeri, Kepala Negara dijemput menggunakan 'Maung', kendaraan taktis ringan hasil pengembangan industri pertahanan nasional Indonesia.

Menurut Teddy, kendaraan taktis tersebut dikenal tangguh dan telah digunakan dalam berbagai operasi serta kebutuhan nasional. Penggunaan Maung dalam agenda internasional Presiden ini sekaligus menunjukkan kemajuan industri pertahanan dalam negeri yang terus berkembang.

"Maung telah dikembangkan sejak Bapak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan dan saat ini produksinya di Pindad telah mencapai 3.200 unit, dan telah digunakan dalam berbagai operasi dan kebutuhan dalam negeri. Presiden Prabowo pun telah menggunakan Maung, sejak dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024 lalu," katanya.

Teddy menyampaikan bahwa penggunaan Maung pada KTT ASEAN ke-48 tidak sekadar sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi simbol kemandirian bangsa, kepercayaan diri nasional, dan kemajuan teknologi industri Indonesia.

"Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi," tuturnya.

Diketahui, setibanya di Cebu, presiden disambut oleh Penasihat Keamanan Nasional Republik Filipina Eduardo Oban. Di bawah tangga pesawat, Presiden Prabowo juga menerima penyambutan kehormatan berupa jajar pasukan kehormatan dan penampilan tari-tarian tradisional Filipina. Selain itu, Presiden juga turut menerima buket bunga dari pihak tuan rumah. (hoi/hoi)

  🐴  CNBC  

Republikorp Teken Kesepakatan Pengadaan 12 Drone Tempur Bayraktar Kizilelma

🛩 🤝 Dengan opsi tambahan menjadi 48 unit Penandatangan kesepakatan pengadaan UCAV Kizilelma (Baykar)

Dari Expo Saha 2026: Indonesia Dikabarkan Membeli Drone Tempur Bayraktar Kizilelma Turki.

Diberitakan penandatangan kontrak pembelian Drone Tempur Bayraktar Kizilelma telah diteken di SAHA Expo 2026, Istanbul, Rabu (6/5/2026) hari ini waktu setempat.

Indonesia telah mengambil langkah besar dalam modernisasi alutsista udara melalui kerja sama dengan Turki.

Berikut adalah poin-poin penting terkait kerja sama Defenceturk (terkait industri pertahanan Turki) dan Indonesia, terutama mengenai pesawat tanpa awak (drone) Kizilelma:.

Baykar (produsen Turki) dan PT Republikorp (Indonesia) telah menandatangani kesepakatan untuk pengadaan 12 drone tempur Bayraktar Kizilelma.

Indonesia menyepakati pembelian 12 unit Bayraktar Kizilelma, dengan pengiriman direncanakan mulai tahun 2028.

Kontrak tersebut juga mencakup opsi tambahan sebanyak 48 unit Kizilelma.

Kizilelma adalah pesawat tempur nirawak (UCAV) jet pertama dari Turki yang dirancang dengan kemampuan stealth (jejak radar rendah), kecepatan tinggi, dan kemampuan manuver agresif.

  🛩  Garuda Militer  

Kamis, 07 Mei 2026

KRI Canopus-936 Tiba di Indonesia

  KRI terbaru hasil produksi lokal KRI Canopus 936 tiba di Indonesia disambut KRI Bung Tomo 357 (Dispenal)

Kapal perang terbaru milik TNI AL, KRI Canopus-936, resmi memasuki wilayah perairan Indonesia pada Selasa (6/5).

Kedatangan kapal Bantu hidro-oseanografi jenis ocean going atau penjelajah samudera tercanggih ini mendapat sambutan khusus melalui sinergi unsur laut dan udara di Selat Sunda.

Pesawat udara Casa 212-200 MPA P-8202 dari Wing Udara 1 melakukan flypast atau terbang rendah sebagai bentuk penghormatan saat kapal buatan Jerman tersebut melintasi batas laut kedaulatan nasional. Mayor Laut (P) Musmuliadi yang mengawaki pesawat tersebut juga melaksanakan komunikasi radio dan pengambilan foto udara (photo exercise) di atas dek kapal sepanjang 105 meter itu.

Sebelum menyentuh perairan nusantara, kapal hasil kolaborasi galangan Abeking & Rasmussen Jerman dengan PT Palindo Marine Batam ini telah menempuh misi panjang lintas benua sejak Maret 2026.

KRI Canopus-936 tercatat sukses menaklukkan ganasnya Samudra Atlantik Selatan sebelum menuntaskan etape terakhir di Mauritius pada akhir April lalu. Dalam pelayaran sejauh ribuan mil laut tersebut, seluruh sistem robotik dan perangkat riset bawah laut tetap berfungsi presisi.

Pesawat Casa 212-200 MPA P-8202 melakukan terbang rendah (flypast) sebagai penghormatan atas kedatangan KRI Canopus-936 di wilayah yurisdiksi Indonesia. (Dok. Wing Udara 1 Puspenerbal)

Komandan Wing Udara 1 Kolonel Laut (P) Dani Widjanarka, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keterlibatan awak pesawat dalam penyambutan alutsista maritim tersebut. Beliau menekankan pentingnya profesionalisme prajurit dalam mendukung kehadiran armada riset masa depan Indonesia.

Terima kasih atas pelaksanaan giat tersebut. Tetap perhatikan keselamatan terbang selama di daerah operasi,” tegas Dani mengapresiasi kinerja kru pesawat P-8202, dikutip dari keterangan Puspenerbal.

Kapal yang diawaki oleh 93 prajurit pilihan ini membawa teknologi mutakhir berupa kendaraan bawah air otomatis (Autonomous Underwater Vehicle) dan kendaraan bawah air kendali jarak jauh (Remotely Operated Vehicle) yang mampu memetakan dasar samudra hingga kedalaman 11.000 meter.

Kehadiran KRI Canopus-936 kini memperkuat tugas Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) dalam memetakan kekayaan bawah laut serta menjaga kedaulatan maritim nasional dengan akurasi data yang lebih tajam. (at)

  👷  IDM  

Airbus Kepincut RI

 Buka Peluang Bangun Pabrik Pesawat https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVwz9K643hhmTJ2BiPZFTmTgrN_XB3WZL3A4BucjxWlveRBqYs_z6BSAROlLkVD0UE6muvZ3Uh-yQbQ3-PjfVHHi9rKoA8-KzJWMR8UWKe764oK4SWtZHlAIbxooIsd4AwLoFViMflZkud/s280/Prime+Kurniawan.jpgCN235 MPA TNI AL hasil produksi PTDI, merupakan pesawat terbesar yang telah diproduksi. (Prime Kurniawan)
P
rodusen pesawat terbesar di Eropa, Airbus, menyatakan minatnya untuk ikut meningkatkan ekosistem industri dirgantara dan dalam jangka panjang memiliki pabrik di Indonesia. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pesawat domestik selama 20 tahun ke depan.

Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas, Vivi Yulaswati, menjelaskan selama ini Airbus hanya memiliki empat pabrik pesawat di Eropa, yakni di Inggris, Prancis, Jerman, dan Spanyol. Di luar itu, produsen pesawat tersebut juga berencana membangun pabrik di kawasan Asia, yakni di China dan India.

"Airbus kan selama ini ekspor, jadi dia punya perusahaan itu sekarang ada di 4 yang besar tadi ada Spanyol, Prancis, Jerman, dan juga Inggris. Dia sudah mulai 2 tahun lalu, dia mulai mengembangkan juga, dibikin pabriknya nih, India sama China," kata Vivi usai acara penandatanganan JDI dengan Airbus di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).

Di sisi lain, pemerintah memperkirakan tingkat perjalanan udara masyarakat Indonesia saat ini berada di kisaran 0,4 perjalanan per kapita per tahun. Namun angka ini diproyeksikan meningkat signifikan menjadi 1,4 perjalanan per kapita per tahun dalam dua dekade.

Sejalan dengan hal itu, trafik penumpang udara diperkirakan tumbuh rata-rata 7,4% per tahun dan akan mencapai sekitar 477 juta penumpang. Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan global yang berada di kisaran 3,6%.

Berdasarkan proyeksi tersebut, kebutuhan pesawat Indonesia diperkirakan naik tiga kali lipat, dari sekitar 550 unit armada aktif saat ini menjadi sekitar 1.900 unit pada 2045.

"Nah karena kita juga secara domestik tadi ada hitung-hitungannya growing ya kebutuhan pesawat kita, dia juga ingin buat pabrik di Indonesia," ujarnya.

Meski begitu, menurutnya cita-cita Airbus untuk membangun pabrik di Indonesia masih memerlukan waktu panjang. Sebab, untuk memiliki pusat produksi pesawat sendiri, tidak hanya dibutuhkan investasi dan pembangunan fisik, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia serta teknologi produksi.

Atas dasar itulah Airbus sepakat untuk terlebih dahulu ikut mengembangkan industri dirgantara di Indonesia, mencakup pengembangan sumber daya manusia, sistem perawatan dan pemeliharaan (maintenance, repair, and overhaul/MRO), serta peningkatan kapasitas industri.

"Tentunya buat pabrik itu kan tidak cuma sekadar investasi bangun pabriknya, tapi kita perlu SDM-nya, perlu memperkuat komponennya, kemudian juga standarisasi gitu ya. Nah itu yang akan dikerjakan atau mendukung Indonesia untuk membangun ekosistem industri kedirgantaraan," jelas Vivi.

Melalui penguatan industri kedirgantaraan ini, Vivi berharap dalam 20 tahun ke depan Indonesia sudah siap untuk memiliki pabrik pesawat sendiri, atau setidaknya menjadi bagian penting dari rantai pasok komponen pesawat dunia, termasuk untuk Airbus.

"Ya mudah-mudahan 20 tahun ke depan kita sudah jadi bagian dari global value chain," ucapnya.

Sementara itu, Presiden Airbus Asia-Pacific Anand Stanley mengatakan kerja sama produksi komponen pesawat dengan Indonesia telah berlangsung selama lebih dari 50 tahun sejak 1976. Saat ini, Indonesia sudah menjadi bagian dari rantai pasok komponen pesawat A320, A330, A350, dan H225.

"Komponen A320, A330, A350, H225 diekspor dari Indonesia. Anda juga telah membantu kami dalam mendukung pembangunan kapital manusia selama 50 tahun. Lebih dari itu, kami juga mendukung pembangunan kapital manusia, mulai dari pilot, engineer, hingga teknisi. Salah satu bagian besar dari perkembangan yang Airbus percaya adalah di daerah MRO," ujarnya.

Bersamaan dengan itu, Stanley kembali membagikan perhitungan terkait kebutuhan pesawat di Indonesia selama 20 tahun ke depan hingga 2045. Menurutnya, proyeksi ini menjadi peluang bagi Airbus dan pemerintah untuk mengembangkan industri pesawat di Tanah Air.

Untuk itu, perusahaan setuju membangun kerja sama strategis dengan pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas untuk ikut mengembangkan ekosistem dirgantara di Indonesia.

Airbus ingin Indonesia memperkuat industri dirgantara, termasuk pengembangan SDM dan teknisi pemeliharaan pesawat. Dengan begitu, perusahaan dapat meningkatkan lini produksinya di Indonesia.

"Kami, sebagai Airbus, di masa lalu telah menerapkan peta jalan seperti ini dalam 20-30 tahun terakhir di negara-negara seperti China dan India. Namun sekaranglah saatnya bagi kami untuk sepenuhnya memulai perjalanan ini dengan Indonesia," ucapnya.

"Visi kami adalah untuk menjadi warga negara Indonesia dalam 20 tahun ke depan, di mana kami dapat memiliki satu proposisi penerbangan Airbus di seluruh ekosistem, dan mampu mencakup tidak hanya pesawat komersial, tidak hanya pesawat militer, tidak hanya helikopter sipil, tidak hanya helikopter militer, dan tidak hanya satelit, tetapi juga sumber daya manusia dan ekosistem rantai pasok," jelas Stanley.

   Detik  

Rabu, 06 Mei 2026

PTDI dan PT MAP Teken Kontrak Jual Beli 4 Unit Pesawat N219

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3JuPuL4EfKlJ18ulYvHRUCMjvdNt4l_7BjIV8b9xpCIm7Vn4v2GK5kWwEx0V8iMvSwbpda-CkzepoRhJwXa6CyV6jhmz42yNyOZvFWgFhaE2c94amydyQoPFaBB98Eb68qmsSuNeWfTi4/s1600/Pesawat+N-219_n219.jpgPesawat N219 (PTDI)
PT
 Dirgantara Indonesia (PTDI) menandatangani kontrak jual beli empat unit pesawat N219 dengan PT Mitra Aviasi Perkasa (PT MAP). Kesepakatan ini tercatat sebagai kontrak perdana pesawat N219 untuk pasar komersial di dalam negeri, dengan PT MAP bertindak sebagai pembeli sekaligus operator.

Penandatanganan kontrak berlangsung di Hanggar Aircraft Services (ACS) PTDI, Bandung. Ruang lingkup kesepakatan mencakup pengadaan 4 unit N219 berkonfigurasi kargo beserta kelengkapannya, termasuk pelatihan dan publikasi teknis. Penyelesaian dan penyerahan armada akan dilakukan secara bertahap setelah kontrak dinyatakan efektif.

Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, menjelaskan bahwa pesawat dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 44,69% ini disiapkan sebagai tulang punggung penerbangan perintis.

Pesawat ini memang dirancang untuk penerbangan perintis, dengan kemampuan beroperasi di landasan pendek (short runway) kurang dari 1 km serta landasan tidak beraspal (unpaved runway),” ujar Gita.

Ia menambahkan, N219 memiliki stall speed yang sangat rendah sehingga memudahkan manuver di wilayah perbukitan. Dari sisi operasional, pesawat ini menawarkan biaya operasi yang kompetitif, kemudahan perawatan, serta jaminan layanan purna jual dari PTDI.

Dalam tujuan pengembangannya, N219 diharapkan menjadi penggerak utama dalam membuka aksesibilitas udara, memperlancar distribusi logistik kargo, dan mendorong pemerataan ekonomi, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3TP) Indonesia.

PT Mitra Aviasi Perkasa merupakan salah operator pesawat terbang di Indonesia yang memegang sertifikat penerbangan OC91 dan AOC 135. Unit bisnisnya antara lain bergerak dalam bidang jual beli pesawat terbang, sekolah penerbangan, pemetaan udara, dan penerbangan umum lain.

  Indo Aviation  

Selasa, 05 Mei 2026

Marinir Bidik AAV di AS

Menindaklanjuti rencana modernisasi alutsista Ilustrasi LVT7 Marinir (Wikipedia)

Korps Marinir menindaklanjuti rencana modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS). Fokus utama dalam pertemuan ini adalah memastikan kelanjutan pengadaan kendaraan tempur Amphibious Assault Vehicle (AAV) serta penjajakan teknologi militer terbaru.

Asisten Logistik Panglima Korps Marinir (Aslog Pangkormar) Brigjen (Mar) Efhardian hadir mewakili Pangkormar Letjen (Mar) Endi Supardi dalam ajang Modern Day Marine 2026. Pameran ini merupakan kiblat inovasi teknologi operasi pesisir yang digelar di Washington D.C., pada 28-30 April 2026.

 Progres Pengadaan AAV


Dalam agenda tersebut, Efhardian mengadakan pertemuan khusus dengan Direktur Pengadaan Alutsista Korps Marinir AS (USMC), Brigjen Tamara Campbell. Diskusi ini membahas kepastian lini masa pengiriman dan teknis pengadaan kendaraan pengangkut personel amfibi tersebut.

Kami hadir untuk memastikan kerja sama alutsista antara Korps Marinir Indonesia dan USMC berjalan lancar, termasuk keberlanjutan program AAV untuk memperkuat kesiapan operasional satuan,” kata Efhardian, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (5/5).

Efhardian menambahkan, Indonesia menitikberatkan pada aspek peningkatan kapabilitas pengawak melalui pelatihan dan transfer teknologi. “Kerja sama ini bukan sekadar pengadaan unit, tapi mencakup transfer ilmu agar personel kami memiliki kesetaraan kemampuan teknis dengan mitra internasional,” tegasnya.

Pihak USMC melalui Campbell menyatakan komitmennya untuk mengawal proses ini agar berjalan sesuai jadwal yang telah disepakati kedua belah pihak.

 Diplomasi Militer dan Hubungan Bilateral

Selain membedah teknologi dari 350 industri pertahanan, delegasi Marinir juga menyambangi Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C. untuk bertemu Duta Besar RI Indroyono Soesilo. Pertemuan ini bertujuan melaporkan progres diplomasi militer yang sedang dilakukan di AS.

Selain membedah teknologi dari 350 industri pertahanan, delegasi Marinir juga menyambangi Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C. untuk bertemu Duta Besar RI Indroyono Soesilo. Pertemuan ini bertujuan melaporkan progres diplomasi militer yang sedang dilakukan di AS.

Indroyono menilai langkah Korps Marinir ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam kerangka kerja sama pertahanan Major Defense Cooperation Partnership.

Pemerintah mendukung penuh komunikasi strategis ini. Selain urusan alutsista, ini adalah bagian dari penguatan interoperabilitas atau kemampuan untuk bekerja sama dalam operasi gabungan antara TNI AL dan USMC,” ujar Indroyono.

 Pantau Teknologi Lintas Domain

Selama pameran, delegasi juga berdiskusi dengan Direktur Program Kerja Sama Material Internasional Angkatan Laut AS William Carty, serta Aslog USMC Letjen Stephen Sklenka. Pihak AS membuka peluang kerja sama seluas-luasnya, termasuk pada teknologi multi-domain operations yang menggabungkan kekuatan darat, laut, dan udara dalam satu sistem terintegrasi.

Langkah maraton di Washington ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Korps Marinir untuk terus memperbarui sistem persenjataan sesuai dengan dinamika keamanan kawasan saat ini. (at)

  ♞
IDM  

Senin, 04 Mei 2026

BI Luncurkan QRIS Antarnegara RI-China & Pusat Inovasi Digital RI

  💰 🤝 (QRIS)

Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sekaligus QRIS antar negara Indonesia - China di Grha Bhasvara Icchana, Jakarta, pada Kamis (30/4/2026).

Peresmian PIDI alam rangka membangun ekosistem inovasi digital nasional sebagai upaya dedikasi bagi negeri melalui penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan nilai bisnis berkelanjutan bagi industri, didukung oleh pengembangan talenta, inovasi siap implementasi, serta sinergi kebijakan dan kebutuhan publik.

PIDI diposisikan sebagai policyenabler yang menjembatani kebijakan publik dengan kebutuhan industri dan pengembangan teknologi, melalui pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir. Melalui PIDI, ide-ide inovatif dari talenta muda Tanah Air akan didukung oleh pelatihan kapabilitas teknis, pemahaman bisnis, serta pendampingan dan mentoring yang memadai hingga siap dikembangkan menjadi produk/layanan digital untuk menjawab area prioritas kebutuhan nasional.

PIDI didesain untuk memastikan inovasi tidak berhenti hanya sampai pada ide, tetapi bergerak secara end-to-end melalui tiga pilar utama, yaitu:

Pertama, Market Intelligence, untuk memetakan inovasi yang berkembang di pasar dan relevan bagi kebutuhan publik. Pilar ini diarahkan menghasilkan output utama berupa Strategic Intelligent Market Analytics (SIGMA).

Kedua adalah Innovation Experimentation, yang mengusung Hackathon sebagai kompetisi intelektual untuk melahirkan solusi teknologi dalam menjawab permasalahan prioritas nasional.

Ketiga, Digital Talent Development, hadir lewat inisiatif DIGDAYA (Digital Talenta Berdaya dan Berkarya) yang akan meningkatkan kapasitas talenta digital melalui skema pelatihan terstruktur untuk mencetak talenta digital dan penciptaan lapangan kerja digital.

Kemudian, acara akan dilanjutkan dengan peresmian QRIS antar negara antara Indonesia-China. Ini sebagai penanda perluasan akses pembayaran QRIS di berbagai belahan dunia.

BI mengatkan dalam Konferensi Pers RDG BI (22/4/2026) sudah melakukan uji coba penggunaan QRIS di China. Dalam uji coba itu, volume transaksi sudah mencapai 1,64 juta dengan nilai setara Rp 556 miliar.

Penggunaan QRIS di China nantinya akan diikuti oleh 24 penyelenggara dari Indonesia yang terdiri dari 16 bank dan 8 lembaga selain bank, sedangkan dari China ada 19 penyelenggara.

"Jadi pada dasarnya baik dari aspek teknis dan bisnis ini sudah siap diimplementasikan, sehingga tanggal 30 kita istilahnya gunting pita," ucap Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dalam konferensi pers hasil rapat dewan gubernur secara daring, dikutip Kamis (30/4/2026).

Pelebaran QRIS di China ini akan menambah deretan negara-negara yang bisa bertransaksi tanpa uang tunai bagi masyarakat Indonesia.

Sebelum di China, pada 1 April 2026 BI telah meresmikan penggunaan QRIS di Korea Selatan. Sedangkan sebelumnya sudah bisa digunakan di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang.

 💰  Qris  

Minggu, 03 Mei 2026

ALIT Jajaki Kerja Sama TNI AU di Bidang UAV dan Ruang Angkasa Indonesia

🛩  🚀 🤝  Wakasau Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S. saat menerima audiensi Chairman ALIT China di Mabesau (22/4/2026) guna membahas pengembangan teknologi UAV dan kolaborasi ruang angkasa Indonesia. (Dispenau)

Perusahaan pertahanan terkemuka asal China, Aerospace Long-March International Trade Co., Ltd. (ALIT), resmi menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan TNI Angkatan Udara (TNI AU) pada Rabu (22/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Markas Besar TNI AU ini fokus pada pengembangan teknologi dirgantara mutakhir, mencakup penguatan armada pesawat tanpa awak (UAV), sistem pertahanan udara, hingga program ruang angkasa.

Langkah ini merupakan bagian dari visi strategis untuk memperkuat Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) guna mewujudkan kekuatan TNI AU yang AMPUH.

 Key Takeaways (Ringkasan Utama):  

💥 Pertemuan Strategis: Audiensi antara Chairman ALIT China dengan Wakasau Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S. pada 22 April 2026 di Mabesau.
💥 Fokus Kolaborasi: Pengembangan pesawat tanpa awak (UAV), sistem pertahanan udara, dan program ruang angkasa (space program).

💥 Visi TNI AU: Langkah memperkuat Alpalhankam menuju visi TNI AU yang AMPUH.
💥 Skuadron Baru: Pembentukan Skuadron UAV 53 di Lanud Anang Busra Tarakan yang direncanakan mengoperasikan drone CH-4.
💥 Kemampuan Alutsista: UAV CH-4B milik TNI AU telah dilengkapi kemampuan serang dengan rudal AR-2 dan sistem komunikasi satelit.

 Pertemuan Pimpinan ALIT China dan Wakasau di Mabesau. 

Chairman of Aerospace Long-March International Trade Co., Ltd. (ALIT) dilaporkan TNI AU lewat rilis akun Instagramnya pada 23 April 2026, baru saja melakukan audiensi dengan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S. di Ruang CC Wakasau, Markas Besar TNI AU, Rabu (22/4/2026).

TNI AU menyebut Pertemuan strategis ini membahas sejumlah peluang kerja sama antara TNI AU dan ALIT Co., Ltd. dalam pengembangan teknologi dirgantara, dengan fokus utama pada bidang pesawat tanpa awak, sistem pertahanan udara, dan space program.

"Audiensi ini juga merupakan kesempatan perkenalan pimpinan CEO yang baru, sekaligus menjadi langkah penting dalam membangun kolaborasi yang solid dan berkelanjutan guna memperkuat Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) TNI AU, sejalan dengan visi mewujudkan TNI AU yang AMPUH," terang rilis akun Instagram @militer.udara dalam unggahannya.

 Profil ALIT: Divisi Ekspor Teknologi Roket dan Rudal China 

Dilansir dari rilis resmi Kemhan pada 20 Februari 2012, Aerospace Long March International Trade & co., Ltd. (ALIT), adalah salah satu perusahaan berada di bawah State Administration for Science, technology and Industry for National Defence (SASTIND), China yang memproduksi roket dan rudal serta ruang angkasa termasuk ICBM dan Roket peluncur satelit Long March.

Selain itu, ALIT merupakan divisi ekspor dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC).

 Perbandingan Varian UAV CH-4 untuk Ekspor 

Berdasarkan data operasional, ALIT menawarkan dua varian utama untuk pasar internasional:

💢Fitur Varian CH-4A Varian CH-4B Konfigurasi Utama Pengintaian
(Reconnaissance) Serang (Strike-Oriented)
💢 Daya Tahan Terbang 30 Jam 14 Jam
💢 Muatan Senjata - 760lb (345kg)
💢Kemampuan Khusus Pengamatan Jarak Jauh Penyerangan Presisi.


 Rekam Jejak Produk ALIT di Indonesia 

Sebelum melakukan penjajakan kerja sama terbaru ini, ALIT sebenarnya sudah menjual produk pertahanan udara kepada Indonesia.

Terkait operasionalnya, Asian Military Review edisi 16 September 2022 memberikan laporan mendalam sebagai berikut:

"Angkatan Udara Indonesia (TNI AU) mengakuisisi sejumlah UAV CH-4B yang tidak diungkapkan jumlahnya, yang telah dilengkapi dengan sistem komunikasi satelit untuk memperluas jangkauan operasinya hingga 1.080 mil laut (2.000 km).

TNI AU diyakini sebagai angkatan udara Asia Tenggara pertama yang memiliki kemampuan UAV bersenjata, setelah menerima rudal berpemandu presisi AR-2 untuk armada CH-4B pada April 2021.

Sebuah pod peperangan elektronik, kemungkinan untuk misi komunikasi atau pengumpulan intelijen sinyal, juga telah diamati terpasang pada setidaknya salah satu UAV CH-4 milik TNI AU," terang Asian Military Review dalam artikelnya.

 Persiapan Skuadron UAV 53 Tarakan dan Operasional CH-4 

Antara edisi 10 Oktober 2025 lalu melaporkan Pangkalan Udara Anang Busra Tarakan akan membangun Skuadron Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau skuadron 53 dan naik status Lanud dari tipe B menjadi tipe A.

Skuadron 53, yang direncanakan diresmikan pada 2026 oleh pimpinan TNI AU, akan mengoperasikan drone militer jenis CH-4.

Terkait spesifikasi dan peran strategis drone ini, Komandan Lanud Anang Busra memberikan penjelasan detail:

CH-4 dapat dipersenjatai dengan rudal atau bom, sehingga memiliki fungsi ganda, baik untuk intelijen, pengintaian, dan pengawasan (ISR) maupun sebagai drone serang,” kata Komandan Lanud Anang Busra, Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo.

Beliau menambahkan mengenai pentingnya penempatan unit ini di wilayah perbatasan:

Dengan kemampuan drone ini, kami dapat memantau wilayah secara efektif dan memberikan respons cepat terhadap potensi ancaman,” tambahnya.

Keberadaan Skuadron 53 di Tarakan diharapkan dapat memperkuat pengawasan udara di wilayah Kalimantan Utara, khususnya untuk mencegah dan mengidentifikasi aktivitas penyelundupan di perbatasan.

Drone CH-4 ini dilaporkan memiliki jangkauan terbang hingga 5.000 kilometer dan mampu beroperasi di udara selama 30 hingga 40 jam negara.***

  🛩
Time Moments  

Sabtu, 02 Mei 2026

Indonesia Menargetkan Penyelesaian 50 Kapal Penangkap Ikan Modern

💥 Pada Tahun 2026ilustrasi kapal nelayan (antara)

Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia menargetkan penyelesaian pembangunan 50 kapal penangkap ikan modern pada tahun 2026 sebagai tahap awal program modernisasi kapal penangkap ikan pemerintah.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian, Lotharia Latif, menyatakan dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis bahwa program tersebut merupakan bagian dari perjanjian kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Inggris untuk membangun 1.582 kapal penangkap ikan modern.

Ia mencatat bahwa kementerian telah melakukan persiapan sejak awal tahun, termasuk survei galangan kapal nasional yang akan terlibat dalam pembangunan armada tersebut.

Pada tahap awal, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan 50 kapal dengan kapasitas 30 ton bruto (GT). Kapal-kapal ini akan membutuhkan 500 awak kapal untuk operasionalnya.

Di bawah program modernisasi kapal penangkap ikan nasional, pemerintah akan membangun 1.582 kapal, terdiri dari 1.000 kapal 30-GT, 557 kapal 200-GT, 20 kapal 500-GT, dan lima kapal angkut 500-GT.

Program ini merupakan bagian dari kesepakatan maritim senilai £4 miliar antara Indonesia dan Inggris. Dalam kerangka kerja ini, kedua negara sepakat untuk membangun 1.582 kapal penangkap ikan di dalam negeri untuk memperkuat industri galangan kapal nasional sekaligus mempercepat transformasi sektor perikanan tangkap.
 

 👷 antara  

Jumat, 01 Mei 2026

Hilirisasi Tembaga dan Emas Terintegrasi

  Jalan Menuju Kemandirian Industri Proyek hilirisasi (ist)

Melalui pengembangan hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi di Gresik, Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus konsisten dalam memperkuat industri manufaktur dengan mengoptimalkan produk hilirisasi bahan baku mineral dalam negeri untuk mendorong substitusi impor, dan meningkatkan nilai tambah industri sebagai motor untuk memperkuat kinerja ekonomi Indonesia.

Sebagai implementasi konkret, MIND ID melalui Freeport Indonesia sebagai pemasok katoda tembaga bersinergi dengan PINDAD Anggota DEFEND ID untuk mengoptimalkan tembaga dalam produksi brass mill dan brass cup di Gresik berkapasitas 10.000 ton per tahun.

Sinergi ini adalah bentuk dukungan sektor pertambangan untuk industri pertahanan Indonesia yang membutuhkan penguatan rantai pasok komponen amunisi.

MIND ID selanjutnya akan mengembangkan fasilitas produksi batang tembaga dan kawat tembaga dengan kapasitas mencapai 300 KTPA, serta pipa tembaga dengan kapasitas 100 KTPA. Ini sebagai tindak lanjut dalam mengoptimalkan katoda tembaga hasil produksi Freeport Indonesia untuk menjawab kebutuhan lanjutan dari industri manufaktur Indonesia.

Pada lini hilirisasi emas, MIND ID mendorong peningkatan kapasitas produksi logam mulia. Proyek ini akan mengoptimalkan produksi batangan emas dari pabrik pemurnian logam mulia Freeport Indonesia yang memanfaatkan bahan baku lumpur anoda dari proses pemurnian tembaga.

Fasilitas yang akan dibangun oleh ANTAM ini berkapasitas mencapai 30 ton per tahun atau 5 juta keping per tahun, dan nantinya menjawab kebutuhan investasi logam mulia masyarakat Indonesia.

Seluruh fasilitas ini akan dibangung pada Kawasan JIIPE Gresik Jawa Timur dengan konektivitas multimoda darat dan laut, logistik terintegrasi, dan layanan perizinan terpadu yang bersinergi bersama PELINDO.

Dalam acara Groundbreaking Hilirisasi Tembaga dan Emas Terintegrasi di Kawasan JIIPE Gresik, Presiden Prabowo Subianto secara virtual menyampaikan di tengah kompetisi geopolitik internasional semakin banyak negara yang ingin mendominasi kekayaan sumber daya alam.

Dengan langkah strategis hilirisasi yang dijalankan ini, Indonesia berupaya menguasai kekayaan alam dan memanfaatkannya untuk kepentingan bangsa, hal ini merupakan jalan menuju kebangkitan bangsa Indonesia.

"Kita harus berani dan mampu menguasai kekayaan sumber daya alam. Ini adalah bentuk keberanian bangsa untuk menguasai dan mengolah di negaranya sendiri. Hilirisasi adalah jalan satu satunya untuk kita bisa lebih makmur," katanya sambutannya saat GROUNDBREAKING 13 PROYEK HILIRISASI NASIONAL TAHAP II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Dalam sambutannya, Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID Tedy Badrujaman menyampaikan inisiatif dari Grup MIND ID ini sesuai dengan mandat yang diberikan pemerintah dan berlandaskan pada Asta Cita Presiden, yakni melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi.

Melalui pengembangan fasilitas manufaktur terintegrasi ini, Indonesia memiliki rantai pasok tembaga dan emas dalam negeri yang lebih kuat untuk semakin memperbesar kontribusi sektor manufaktur terhadap ekonomi.

"Langkah strategis ini merupakan bagian dari rangkaian besar Proyek Hilirisasi Danantara, sebuah program yang tidak hanya membangun kapasitas produksi, tetapi memperkuat fondasi industri strategis nasional secara menyeluruh, dari hulu ke hilir, dari bahan baku hingga produk akhir yang dibutuhkan bangsa," katanya.

 👷 Kumparan 

Kamis, 30 April 2026

Sjafrie Ingin Industri Pertahanan Nasional Punya Mentalitas Produsen


UCAV Elang Hitam sukses terbang perdana, diharapkan dapat diproduksi massal . (PTDI)

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meminta industri pertahanan nasional memiliki mentalitas produsen.

Hal itu disampaikan Menhan Sjafrie saat menghadiri rapat kerja dan leadership development program DEFEND ID 2026 di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/4).

Saya ingin industri pertahanan kita memiliki mentalitas produsen. Hilangkan ego sektoral dan pastikan kita bergerak dalam satu irama sebagai tulang punggung kedaulatan bangsa,” kata Sjafrie, dikutip dari siaran pers Biro Infohan Kemhan, Senin (27/4).

Dalam arahannya, Sjafrie mendorong agar seluruh entitas di bawah DEFEND ID terus berinovasi untuk mencapai kemandirian teknologi.

Kita tidak sedang membangun industri biasa. Kita sedang membangun fondasi kemandirian bangsa yang menuntut kepemimpinan kuat, arah yang jelas, dan keberanian untuk melangkah maju bersama,” tutur Sjafrie.

Dulu kita berjalan di bawah, hari ini kita mulai berdiri di atas. Tugas kita bukan hanya menjaga posisi itu tetapi memastikan kita tidak pernah kembali bergantung,” kata Menhan RI.

Sementara itu, Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Joga Dharma Setiawan menyatakan komitmen untuk membawa DEFEND ID sebagai penguasa teknologi, bukan sekadar pengguna.

Adapun kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) ke-4 DEFEND ID. Kegiatan diselenggarakan selama tiga hari, diikuti oleh ratusan pejabat Eselon I yang bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kepemimpinan di sektor industri pertahanan nasional. (nma).

  🛩
IDM  

Rabu, 29 April 2026

Pertamina Trans Kontinental Bersama Galangan Nasional Resmi Mulai Pembangunan Utility Boat 22 Pax

⚓ 🤝 👷Keel laying kapal (Tesco)

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) resmikan proses pembangunan kapal Utility Boat 22 Pax bersama PT Tesco Indomaritim melalui proses keel laying di Galangan Tesco Indomaritim, Babelan, Bekasi. Kegiatan keel laying menandai langkah besar PTK dalam mendukung distribusi dan ketahanan energi di Indonesia dengan memastikan kehandalan dan ketersediaan armada kapal yang dimiliki.

Direktur Utama PTK, I Ketut Laba menegaskan, keandalan layanan kapal dan operasional lepas sandar kapal di pelabuhan dalam mendukung ketahanan energi nasional merupakan wujud visi dan misi perusahaan.

Dalam mewujudkan PTK menjadi perusahaan yang handal, bertumbuh dan berkelanjutan, PTK melakukan peremajaan dan penambahan kapal bertahap dan selektif sesuai kebutuhan pelanggan, bekerja sama dengan galangan nasional melalui proses lelang yang transparan dan akuntabel, dalam hal ini kami bekerja sama dengan PT Tesco Indomaritim” ujarnya di sela kegiatan Keel Laying, di Bekasi, Senin (20/4).

Indonesia terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, sehingga tantangan distribusi energi menjadi yang terkompleks di dunia. Lebih dari 60% distribusi energi nasional bergantung pada jalur laut, menjadikan keandalan dan kehandalan armada pendukung sebagai faktor krusial.

Dalam sistem ini, kapal pendukung seperti Utility Boat memegang peran penting, yakni mengangkut personel, logistik, serta memastikan operasional migas lepas pantai (offshore) tetap berjalan. Kendala kecil pada satu titik saja dapat berdampak pada rantai pasok yang lebih luas.

Direktur Armada PTK, Dewi Susanti menambahkan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap proses bisnis PTK.

Seluruh desain dan pembangunan kapal mengacu pada standar keselamatan tinggi serta regulasi dari Badan Klasifikasi Indonesia. Dalam operasional energi, detail kecil bisa berdampak besar, sehingga semuanya harus dipastikan sejak awal,” jelasnya.

Pembangunan kapal ini turut mendukung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan melibatkan galangan dalam negeri PT Tesco Indomaritim.

Direktur Tesco Indomaritim Jamin Basuki menyatakan komitmennya untuk menjaga kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan.

Kami memahami bahwa kapal ini akan menjadi bagian penting dalam sistem energi. Karena itu, setiap proses kami jalankan dengan disiplin dan standar terbaik,” katanya.

Pembangunan kapal Utility Boat 22 Pax diharapkan selesai pada 2027 dan PTK berencana akan meremajakan kapal sejenisnya, sehingga diharapkan dapat mendorong kinerja operasional PTK ke depan. Kapal juga memiliki desain yang lebih modern dan efisien. Dalam jangka panjang, diharapkan memacu peningkatan kinerja layanan marine dan mendukung distribusi energi untuk melayani kebutuhan masyarakat Indonesia.
 

   👷 Ruang Energi

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More