N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KRI Raden Eddy Martadinata 331

PKR 10514, Kapal frigat pertama produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Krait

Kapal patroli 40 m berbahan almunium alloy produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

Panser Canon 90mm

Kendaraan militer dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

PT44 Gudel

Kendaraan taktis militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Senin, 31 Oktober 2016

Australia dan Indonesia Kembangkan Bersama Kendaraan Militer

Mengembangkan kendaraan militer Bushmaster Penampakan kendaraan militer Bushmaster yang sudah dipoles oleh Pindad. Dan akan tampil di pameran Indo Defence 2016 di Kemayoran. [priv4t33r] ★

A
ustralia dan Indonesia telah menandatangani kesepakatan untuk memperluas kerjasama industri pertahanan dengan mengembangkan sebuah kendaraan lapis baja pada 28 Oktober.

Dalam pertemuan 2+2, Kedua negara menyepakati untuk mengembangkan kendaraan militer Bushmaster produk Thales Australia, dan akan disesuaikan untuk kebutuhan militer Indonesia.

Dalam perjanjian yang ditandatangani di Jakarta, kedua negara akan menampilkan kerjasama industri pertahanan kedua negara.

Thales Australia akan bekerja sama dengan PT Pindad di Indonesia, namun perincian programnya belum di umumkan.

Selain proyek kendaraan lapis baja, Australia dan Indonesia sepakat untuk bekerjasama dibidang cyber.

Selanjutnya, Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa kedua negara telah setuju pada prinsipnya untuk melakukan patroli bersama di Laut Cina Selatan bagian timur dalam waktu dekat untuk meningkatkan keamanan maritim. [IHS Janes]

  Garuda Militer  

[Foto] Perkembangan Rantis Komodo

Produksi PT Pindad Rantis Komodo APC produksi PINDAD telah dibuat beberapa variasi. Selain sebagai pengangkut pasukan (APC) juga ada varian lain, pengusung rudal manpad Mistral. Berikut penampakan produksi rantis Komodo di Bandung.

komodo-pindad2.jpg

Nampak dalam foto diatas pembiakan spesies Komodo di Bandung. Selain TNI AD, nampak juga pesanan dari Polri. [pr1v4t33r]
komodo-pindad.jpg

Nomor 032 menandakan populasi rantis ini yang siap beredar atau dalam penyelesaian di Bandung. [pr1v4t33r]
2

Menurut situs Indomiliter, pada pameran Indo Defence 2016, akan tampil spesies baru produksi bersama PT PINDAD. Nantinya rantis Komodo akan mengusung radar Giraffe 1X. Radar produksi Saab ini dapat memandu rudal manpad RBS 70. Juga diberitakan kerjasama dengan alih teknologi ini memungkinkan PT Pindad memproduksi radar Giraffe 1X kedepan.
  Garuda Militer  

Komandan Mindanau Timur Philipina Tinjau Kapal Buatan Anak Bangsa

SSV Davao Del Sur [google]

Keahlian Insan PAL Indonesia memproduksi Kapal bukan lah isapan jempol belaka, dengan diekspornya kapal buatan anak bangsa ini telah membuktikan kemampuannya. Dua kapal Perang Pesanan Kementerian Pertahanan Filipina menjadi catatan sejarah akan kebanggaan Indonesia.

Kepala Rombongan Komite Perbatasan Republik Indonesia-Republik Filipina, LTGEN REY LEONARDO BORJA GUERRERO AFP didampingi Komandan Lantamal VII Manado, Laksamana Pertama TNI Suselo serta Komandan Resort Militer Manado, Brigjen TNI Agusto dan Kepala Badan Keamanan Laut (Ka Bakamla) Manado Marsma TNI Anang S, Hidayat, rabu siang (26/10) bertandang ke PT PAL INDONESIA (Persero). Diterima Direktur PT PAL INDONESIA (Persero), Turitan Indaryo dan Saiful Anwar, serta beberapa jajaran manajemen.

GUERRERO yang juga menjabat sebagai Komandan Mindanao Timur ini turut melakukan peninjauan perkembangan pembangunan Kapal Strategic Sealift Vessel (SSV) kedua. Dalam sambutannya Guettero mengutarakan harapannya untuk segera terselesaikan produksi kapal kedua yang tengah dibangun di PT PAL INDONESIA (Persero). “Kami datang untuk menyaksikan seberapa jauh progress yang telah tercapai di kapal kedua kami.” Namun sebelumnya pada paparan materi yang disampaikan Kepala Proyek Pembangunan SSV, Adenandra bahwa pencapaian memenuhi target yang direncanakan.

Sementara itu Turitan menuturkan pembangunan kapal yang kedua ini pada umumnya sesuai jadwal dan bahkan akan maju lebih awal. “Kami menjadwalkan kesiapan kapal kedua ini lebih awal dan akan memiliki waktu yang lebih sebelum menyerahkannya sesuai tenggat jadwal,” pungkasnya. Turitan menambahkan penyelesaian kapal ini diperkirakan maju dari jadwal, dan posisi kapal sudah berada di dermaga kapal niaga. Kapal yang diluncurkan 29 September lalu ini telah keluar dari Dok Semarang pagi ini (26/10).

Kapal SSV ini merupakan hasil pengembangan produk yang telah dibangun Insan PAL Indonesia saat mengerjakan Landing Platform Dock (LPD). Setelah mengkaryakan 2 LPD yang dikerjakan tangan-tangan Putra-Putri Negeri, maka diinovasikanlah Kapal sesuai pesanan yang telah memenangkan tender lelang Internasional. Dengan diserahkan kapal perang pesanan luar negeri ini, telah memperlihatkan bahwa Kemandirian Industri strategis telah banyak berkembang dari kondisi yang sebelumnya.

  ★ PAL  

[Foto] Persiapan Indo Defence 2016

⚓️ Penampakan Alutsista lokal Berikut dibawah foto kendaraan militer dan Tank boat yang akan tampil pada pameran 'Indo Defence 2016'. Foto diposkan mandala & pr1v4t33r @def.pk

tank-boat.jpg
tank-boat.jpg

Penampilan Tank Boat X18 produksi bersama PT Lundin & Pindad.
https://3.bp.blogspot.com/-UTuqwBb5uCc/WBYYiBspThI/AAAAAAAABOI/xouZ2Lr9IKY0kRRRgB3BZ8xtcVd8tTePACLcB/s1600/14677340_A%2Bnew%2Barmored%2Bvehicles%2Bprototype%2BTurangga%2BAPC.%2BMade%2Bin%2BSurabaya.%2BBuilt%2Bfrom%2Ba%2BFord%2BF550%2Bchassis%2B%2526%2Bengine.%2BCredit%2Bto%2BRaden%2BAchmad%2BHaryadi..jpg

Rantis Turangga (Kuda) hasil kreasi PT Tugas Anda. Rantis ini diberitakan menggunakan chassis dan mesin Ford F550.
indo-defence.jpg

Beberapa rantis PT SSE. Diantaranya P6 ATAV, P2 Komando dan APC.
  ⚓️ Garuda Militer  

Minggu, 30 Oktober 2016

Pesawat Nirawak Indonesia Kembali Gagal Penuhi Target

Peluncuran ulang pesawat nirawak Ai-X1 gagal menggapai target ketinggian 30 kilometer di lepas landas Sabtu (29/10) pagi. Kegagalan tersebut jadi yang kedua kalinya berturut-turut yang mendera proyek Menembus Langit.

Seperti dilansir dari Detikcom, Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Ai-X1 yang terbang dengan memanfaatkan balon udara sebagai transportasi pengangkut ke lapisan stratosfer melepaskan diri di ketinggian 19 km. Ketinggian itu jadi pencapaian paling tinggi dari beberapa kali peluncuran yang telah dilakukan sebelumnya.

"Sebenarnya kalau disebut sampai di stratosfer atau tidak itu relatif ya. Stratosfer itu kan yang mulai dari 8-10 km juga ada ya. Jadi kalau ditanya lagi sudah sampai stratosfer atau tidak, ya dari beberapa percobaan kemarin bisa dibilang sudah," ujar Azhar melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com.

Pesawat Nirawak Indonesia Kembali Gagal Penuhi Target Peluncuran ulang pesawat nirawak Ai-X1 gagal mencapai target ketinggian 30 kilometer di lepas landas, untuk kedua kalinya. (CNN Indonesia/Bintoro Agung)

Sebelumnya, tim Menembus Langit sudah melakukan dua kali peluncuran. Pertama adalah uji terbang pada 27 Agustus dan yang terbaru lepas landas yang dilaksanakan Jumat (28/10).

Nasib kurang baik menimpa kedua usaha peluncuran itu sehingga misi mengarungi stratosfer di ketinggian 30 km tak tercapai.

Walaupun Ai-X1 menunjukkan kemajuan dari sisi ketinggian yang dicapai, nasib pesawat nirawak ini belum diketahui keberadaannya. Setelah melepaskan diri dari balon udara, pesawat tidak pulang ke lokasi peluncuran. Padahal Ai-X1 adalah pesawat nirawak yang diprogram untuk mendarat otomatis tepat di titik di mana ia diluncurkan.

Laporan Detikcom di lokasi peluncuran di Balai Uji Teknologi Lembaga Antariksa Penerbangan Nasional (LAPAN) di Pamengpeuk, Garut, menyebut pesawat mendarat tak jauh dari lokasi peluncuran. Sampai saat berita ini ditulis pun, pesawat produksi AeroTerrascan masih belum ditemukan.

http://www.menembuslangit.com/img/gallery/thumbs/menembuslangit-3.jpgUnmanned Aerial Vehicle (UAV) Ai-X1

"Tim kami masih menganalisis trouble yang terjadi. Dugaan sementara ada gangguaun pada GPS yang membuat pesawat jatuh tidak tepat pada titik peluncuran," kata Aji Pasha, Bagian Humas Ekspedisi Menembus Langit di lokasi peluncuran.

Dikonfirmasi di waktu terpisah, Azhar juga mengaku belum mendapat laporan terkait nasib Ai-X1. "Kita juga masih dalam pencarian. Kita juga sedang memproses data-data yang masuk dari pesawat," aku Azhar.

Menembus Langit merupakan sebuah proyek kolaborasi yang bertujuan utama mengembangkan penelitian di bidang aeronautika, penerbangan, serta meteorologi. Pesawat yang dapat dikategorikan ulang-alik (return to home) itu ditujukan untuk merekam data sebanyak-banyaknya mengenai kondisi atmosfer melalui berbagai sensor dan kamera yang tersemat di tubuhnya.

Hasil data tersebut selanjutnya akan dibagi dengan sejumlah universitas yang tertarik untuk meneliti lebih jauh temuan mereka. (rah)

  ⚓️ CNN  

KAL Lemukutan Perkuat Lantamal Pontianak

⚓️ Buatan Dalam Negeri KAL (Kapal Angkatan Laut) Lemukutan dengan nomor lambung kapal II-12-15

Wadan Lantamal XII Pontianak Kolonel Laut (P) Syufenri, penyambutan kedatangan KAL Lemukutan yang merupakan buatan dalam negeri dalam memperkuar Lantamal Pontianak.

KAL (Kapal Angkatan Laut) Lemukutan dengan nomor lambung kapal II-12-15 merupakan buatan dalam negeri, Tesco Indomaritim dengan spesifikasi kapal, memiliki panjang 28 meter, lebar 5,85 meter, kecepatan maksimum 28 knot, daya tahan hingga 648 Nm (36 jam pada kecepatan 18 knot) akan sangat mudah bergerak cepat mengejar dan menghalau musuh di sekitaran perairan wilayah operasi Lantamal XII Pontianak serta diawaki 15 personil ABK, kata Syufenri di Pontianak, Sabtu.

https://1.bp.blogspot.com/-3gDxvhMRYfI/V6hoV1FnNgI/AAAAAAAAIxU/M5-3rQsQomcRPYeL3DAcwXbqVIB0zN2ZwCPcB/s1600/kal-28-2.jpgKAL sejenis sedang ujicoba di laut

Selanjutnya,dengan dimensi yang relatif kecil, kapal buatan dalam negeri tersebut, akan dapat bermanuver dengan lincah, bahkan di alur perairan yang sempit sehingga mudah melakukan pengejaran, pengintaian terhadap berbagai ancaman kejahatan dan pelanggaran hukum dan kedaulatan di laut.

Selain itu, KAL Lemukutan juga diirancang untuk melaksanakan tugas operasi keamanan laut terbatas dan memperkuat pengamanan di sekitar perairan Kalimantan Barat.

Turut hadir dalam penyambutan Kal Lemukutan tersebut, Asops Danlantamal XII Kolonel Laut (P) Bambang Sugiarto, Dandenma Lantamal XII Mayor Laut (PM) Fatta Lubis serta Dansatkamla Lantamal XII Mayor Laut (P) M. Homsin.

  ⚓️ antara  

Indonesia Pimpin Upaya Penghapusan Senjata Nuklir Dunia

https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2015/04/06/149/985632/nuklir-dunia-dan-senjata-nuklir-iran-43z.jpgNuklir Dunia dan Senjata Nuklir Iran [sindonews]

Perserikatan Bangsa-bangsa akhirnya mengamanatkan agar senjata nuklir dihapuskan dari muka bumi, Kamis, 27 Oktober 2016. PBB menetapkan agar Traktat Pelarangan Senjata Nuklir mulai dinegosiasikan pada tahun depan.

Komite Perluncutan Senjata dan Keamanan Internasional PBB, dengan Aljazair sebagai Ketua dan Indonesia menjadi Wakil Ketua, menyepakati resolusi tentang dimulainya negosiasi traktat baru pelarangan senjata nuklir tersebut.

Komite berhasil mendorong pengesahan resolusi bersejarah itu dengan dukungan 123 negara, 16 abstain dan 38 menolak. Penolakan terutama berasal dari negara-negara pemilik senjata nuklir.

Selain menjadi Wakil Ketua Komite, Indonesia juga merupakan salah satu dari 57 negara-negara yang mempelopori (co-sponsors) resolusi tersebut.

Pengesahan resolusi ini merupakan hal yang tidak mudah dan merupakan kulminasi dari rangkaian upaya keras dari berbagai pihak termasuk Indonesia,” kata Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Duta Besar Dian Triansyah Djani, lewat rilis yang diterima Tempo.

Negara-negara anggota PBB memandang resolusi ini sebagai suatu pendobrak dari upaya perlucutan senjata nuklir yang selama ini terasa berjalan di tempat.

Resolusi baru ini memandatkan bahwa perundingan akan dilaksanakan pada Maret dan Juni tahun 2017 di Markas Besar PBB, New York.

Traktat baru yang akan dirundingkan diharapkan dapat mengikat negara-negara untuk tidak melakukan berbagai aktivitas yang terkait dengan senjata nuklir.

Banyak pihak berpendapat bahwa resolusi ini akan memulai babak baru upaya pemusnahan senjata nuklir dan oleh karenanya pihak civil society maupun negara-negara anggota PBB memandang resolusi ini sebagai resolusi di bidang perlucutan senjata nuklir,” kata Duta Besar Dian.

Resolusi ini merupakan hasil dari serangkaian upaya multi-pihak selama sekitar tiga tahun terakhir.

Dimulai dari konferensi internasional di Oslo, Norwegia pada 2013, serta Nayarit, Meksiko dan Wina, Austria, pada 2014 yang menyoroti dampak kemanusiaan, khususnya kesehatan, dari penggunaan senjata nuklir.

Berdasarkan hasil rangkaian konperensi tersebut, negara anggota PBB sepakat untuk membentuk Open-ended Working Group (OEWG) di Markas PBB Jenewa, yang bertujuan menghasilkan rekomendasi terkait langkah konkret dalam rangka penghapusan senjata nuklir.

Menurut PTRI New York, sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar RI, pemerintah berkomitmen kuat terhadap upaya perlucutan senjata nuklir dan terus mendorong terwujudnya dunia yang terbebas dari senjata nuklir demi perdamaian dunia.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan di tingkat nasional dan internasional, Pemerintah Indonesia siap untuk berpartisipasi aktif dan berkontribusi maksimal pada perundingan traktat pelarangan senjata nuklir pada tahun 2017 mendatang,” demikian pernyataan PTRI New York.

 ♖ Tempo  

Sabtu, 29 Oktober 2016

Sampaikan ke Solomon Jangan Ganggu Papua

Menhan Ryamizard nitip pesan ke Australiahttps://images.detik.com/community/media/visual/2016/10/28/ce5d2ee3-7051-4e59-a910-f57cb0050b8b_43.jpg?w=650&q=90Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak bisa digugat. Penegasan ini disampaikan Menhan saat bertemu perwakilan pemerintah Australia dalam pertemuan 2+2 di Bali.

"Kita ini tidak menganggu, negara bersahabat. Di kementerian pertahanan saya orang paling jujur saya bicara isi kepala saya dan dalam hati saya itu yang saya lakukan. Saya bilang kita Ini untuk kedamaian, jangan pakai macam-macam. Indonesia dengan Australia berjalan baik dan bertambah baik. Ini harus dijaga," tutur Ryamizard di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Jumat (28/10/2016).

Ryamizard menitipkan pesan kepada Australia untuk menegur Kepulauan Solomon. Pemerintah meminta Solomon tidak mencampuri urusan internal Indonesia termasuk soal Papua.

Posisi Australia sendiri merupakan negara pendonor yang tergabung dalam Regional Assistance Mission to Solomon Islands atau Misi Bantuan Regional bagi Kepulauan Solomon (RAMSI).

Melalui RAMSI Australia sempat menyumbang sejumlah USD 500 juta bagi Kepulauan Solomon. Menhan berpendapat teguran Australia akan didengarkan.

"Ini sudah saya sampaikan di Australia kita tidak akan pernah mengganggu atau mencampuri negara lain begitu juga kalau diganggu saya akan marah. Tolong sampaikan ke negara Solomon ke enam negara itu jangan pernah menganggu-ganggu atau mengajak Papua bergabung memangnya siapa dia," tegas Ryamizard.

Ryamizard juga mengingatkan Indonesia tidak akan tinggal diam bila kedaulatan negaranya diganggu. Dia mengibaratkan Indonesia sebagai macan yang bisa menyerang bila diganggu.

"Jangan pernah membangunkan macan tidur. Sekali dua kali marah juga. Kita ini macan bukan tikus kita bisa menerkam kemana saja kalau kita diganggu. Kalau macan enggak diganggu itu biasa aja baik, kalau diganggu tahu sendiri," tegasnya.

"Sudahlah diam-diam saja negara itu. Urus negaranya sendiri jangan ngurus negara lain," tambahnya.

Permintaan Indonesia itu diterima oleh Australia. Menurut Ryamizard Australia akan menyampaikan pesan ini dengan negara yang bersangkutan.

"Responsnya bagus dong, enggak mungkin mereka nolak. Kalau sama mereka (Australia) kan ditegur (nanti) kalau saya jewer," katanya.

Dalam pertemuan bilateral tersebut pihak Australia diwakili oleh Menteri Pertahanan Marise Ann Payne dan Menteri Luar Negeri Julie Bishop. Sementara pihak Indonesia diwakili oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Desra Percaya.

Dalam pertemuan tersebut seharusnya juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Retno P Marsudi. Namun Menlu Retno harus terbang ke Semarang untuk menghadiri pemakaman ayahandanya.

Pertemuan ini membahas beberapa isu penting mengenai kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan, bidang maritim dan isu-isu regional dan global. (ams/fdn)

 ♖ detik  

PT DI Kebut Serah Terima Helikopter

Hanggar Penuhhttp://angkasa.co.id/wp-content/uploads/2016/10/IMG_20161028_101943-696x392.jpgH225M Cougar, salah satu helikopter yang dirakit PT DI. [Remigius Septian]

Saat Angkasa berkunjung ke salah satu hanggar helikopter di PT Dirgantara Indonesia (PT DI) terlihat belasan helikopter yang hampir selesai dirakit memenuhi hangar itu. Di dalam hangar setidaknya terlihat enam H225M Cougar, dua unit AS550 Fennec, dua AS365 N3+ Dauphin, dan dua unit AS332 Super Puma.

Menurut Manajer Program Helikopter PT DI Hadi Prasongko, pihaknya memang tengah mengebut perakitan berbagai helikopter tersebut agar bisa diserah terimakan tahun ini.

Total ada 11 helikopter yang mau kita serahkan tahun ini kepada customer. Ini ada yang tinggal tunggu senjata, ada yang sudah siap, ada juga beberapa yang sedang dalam instalasi kelengkapan optional saja” ujarnya (28/10/2016).

[​IMG]Helikopter AS365 N3+ Dauphin BNPP [def.pk]

Masing-masing helikopter tersebut sudah bisa dideteksi siapa pemiliknya. AS532 Cougar akan diserahkan kepada TNI AU untuk selanjutnya dioperasikan di Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja Bogor, Jawa Barat. Sedangkan dua unit AS550 Fennec adalah pesanan dari Pusat Penerbangan TNI AD (Puspenerbad). Dua unit AS365 N3+ Dauphin dengan cat jingga khas Basarnas akan ditempatkan di Lanud Atang Sendjaja untuk keperluan SAR Basarnas.

Satu dari dua unit Super Puma akan diserahkan tahun ini kepada TNI AU dan satu unit sisanya adalah pesanan sebuah maskapai carter asal Belgia.

Kita optimis delivery ini tepat waktu karena saat ini, terutama Dauphin dan Cougar tinggal tunggu kesiapan dari pemesan. Untuk Fennec saat ini dalam tahap sertifikasi,” ujar Hadi. [Remigius Septian]

 ♖ Angkasa  

PT PAL Ekspor Kapal Perang Lagi ke Filipina

Maret 2017https://scontent.fjkt1-1.fna.fbcdn.net/v/t1.0-9/14720572_1158246067593172_2900029666173075822_n.jpg?oh=da984a42bde3996659fe2c77b61b9fa9&oe=5889C999KRI I Gusti Ngurah Rai 332 dan SSV Davao Del Sur. (defence.pk)

PT PAL Indonesia mendapat pesanan dari Kementerian Pertahanan Filipina berupa kapal perang. Filipina telah memesan 2 unit kapal berjenis Strategic Sealift Vessel (SSV), kapal kedua yang dipesanan akan dikirim Maret 2017.

"Kita masih fokus untuk proyek kedua, ini yang ekspor kedua ke Filipina," ujar Direktur Utama PT PAL Indonesia, Muhammad Firmansyah Arifin, di kantor PT Kar Poweship, Jakarta Pusat, Jumat (28/10/2016).

Ia mengatakan, kapal SSV pertama dikirim sekitar Mei 2016 dan diberi nama sesuai dengan nama Presiden Filipina saat itu, Benigno Simeon Aquino. Sedangkan kapal SSV kedua dinamakan sesuai nama kota kelahiran Presiden Filipina saat ini Rodrigo Duterte.

"Nama kapalnya kota kelahirannya Duterte, kapal pertama nama Aquino," ujar Firmansyah.

Ia mengatakan hingga akhir tahun PT PAL masih menggarap kapal SSV kedua tersebut. Ia mengatakan pengiriman akan dilakukan pada Maret 2017 lebih cepat daripada target.

"Maret akan kita serahkan itu sudah lebih cepat 2 bulan dari target," kata Firman.

Ia tidak merinci berapa nilai investasinya. Namun, ia mengatakan proyek tersebut didapat dari tender internasional.

"Untuk 2 kapal itu bagus (pendapatan dan investasi), itu tender internasional," ujar Firman.

Ia mengatakan dalam proses penggarapan SSV kedua, PAL Indonesia mampu menyelesaikan lebih cepat tiga bulan dari target yang ditentukan. Penyerahan secara resmi kepada Kementerian Filipina akan dilakukan pada Maret 2017.

"Kapal SSV 2 ini kami peroleh dari proyek tender internasional, dan bersaing dengan beberapa negara," ucap Firman. (dna/dna)

 ♖ detik  

Tahun Depan Garuda Indonesia Tambah 9 Pesawat

(Afif/detikTravel)

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan membeli 9 pesawat baru. Pembelian pesawat tersebut terdiri dari 5 pesawat untuk anak usahanya, Citilink, dan 4 pesawat untuk Garuda.

Empat pesawat yang akan digunakan untuk operasional Garuda, terdiri dari satu Boeing 737 Max dan 3 pesawat berbadan kecil jenis ATR.

"Kita mau tambah 9 pesawat, 5 Citilink dan 4 Garuda. Garuda tambah Boeing 737 Max dan 3 ATR," jelas Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo di The Jayakarta Suites, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (28/10/2016).

Empat pesawat baru maskapai nasional itu akan digunakan untuk menambah frekuensi penerbangan ke kota-kota dengan tujuan favorit. Permintaan penerbangan ke daerah Jawa dan Sumatera masih terus tumbuh setiap tahunnya.

"Garuda kita menambah frekuensi beberapa titik, terutama yang wilayah-wilayah yang high. Kemudian 5 kota besar Jakarta ke Medan, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar," tutur Arif.

Sedangkan, penambahan 5 maskapai baru untuk Citilink untuk menambah rute penerbangan di Indonesia bagian timur. Tahun depan, Citilink akan menambah rute baru yaitu ke Papua.

"Citilink mulai masuk ke wilayah-wilayah timur, jadi penambahan kalau nggak salah Citilink masuk ke Papua juga sama penguatan di Sulawesi karena selama ini dominan di barat," ujar Arif. (ang/ang)

  detik  

Indonesia Kemungkinan Batalkan Pembelian Su-35

Negosiasi terkait harga dan transfer teknologi dapat menghalangi penandatanganan kontrak.Indonesia berencana membeli delapan unit pesawat tempur multiperan Su-35 dari Rusia. [Reuters]

Negosiasi harga dan transfer teknologi kemungkinan akan menghalangi keputusan pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35 oleh Indonesia. Demikian hal tersebut dikabarkan RNS Online, mengutip laporan yang dipublikasikan Defence World.

Kontrak pembelian Su-35 hampir disepakati sebelum kuartal kedua tahun ini. Namun, masalah harga dan transfer teknologi mungkin akan menghambat penandatanganan kontrak. Karena itu, Indonesia terpaksa mengundang dua perusahaan lain untuk mengirimkan proposal mereka," tulis Defence World.

Pemerintah Indonesia bersikeras ingin menjalankan produksi pesawat tempur bersama Rusia di dalam negeri. Namun, mengutip keterangan yang disampaikan pihak Rusia, pembelian 8 – 12 unit pesawat terhitung sedikit untuk dapat menjalankan produksi bersama dan transfer teknologi.

Minggu depan, Indonesia berencana mengumumkan tender pembelian pesawat tempur untuk menggantikan pesawat F-5 buatan AS milik Angkatan Udara RI yang sudah usang.

Menurut Defence World, kompetisi itu akan melibatkan perusahaan Saab AB asal Swedia yang menawarkaan Saab JAS 39 Gripen, perusahaan asal Eropa Eurofighter GmbH dengan pesawat tempur multiperan Eurofighter Typhoon, dan Rosoboronexport dengan Su-35.

Pada Juni lalu, Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia Wahid Supriyadi sempat menyampaikan rencana Indonesia untuk membeli delapan unit pesawat tempur multiperan Su-35 dari Rusia. Saat itu, Dubes Wahid menerangkan bahwa diskusi terkait kemungkinan transfer teknologi dari pihak Rusia tengah berjalan.

 ♖ RBTH  

Jumat, 28 Oktober 2016

Pesawat Buatan RI Dipakai Thailand, Senegal, Hingga Arab

https://2.bp.blogspot.com/-maXFaEaZYaI/VjlMGt1UKrI/AAAAAAAAH7U/ob2vT898oow5WjVKAvUBsG0gPfoQJa-7gCPcB/s1600/cn-235-tnipatmar3.jpgIlustrasi Hanggar PT DI

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) terus melakukan penjualan pesawat ke luar negeri alias ekspor. BUMN produsen pesawat ini tidak mau bergantung lagi pada uang negara untuk pengembangan bisnisnya.

"Penjualan kita agak menurun dari tahun 2015 ke 2016. Karena ada banyak perubahan dari renstra (rencana strategis) dan keterbatasan budget negara. Oleh karena itu, di 2015 kita sudah kencang penetrasi ke luar negeri. Jadi kita tidak bisa tergantung lagi kepada renstra atau APBN," ujar Direktur Niaga dan Restrukturisasi PTDI, Budiman Saleh, kepada detikFinance saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis malam (27/10/2016).

Ia mengatakan, hingga akhir tahun ini, PTDI menargetkan akan mengeksor pesawat untuk tiga negara, yaitu Thailand, Senegal, dan Filipina. Masing-masing dengan tipe pesawat yang berbeda. Dua unit N212 untuk Thailand, 2 unit CN235 untuk Senegal, dan 6 unit NC212 untuk Filipina.

"Senegal ada dua lagi, order yang akan kita delivery di bulan Desember ini merupakan repeat order untuk pesawat CN235. Lalu Thailand 2 unit NC212, dan Filipina juga kalau bisa kita selesaikan settlement termination contract-nya, kita akan bisa dapatkan kontrak berikutnya, karena dalam perencanaannya mereka masih membutuhkan sekitar 6 pesawat lagi," katanya.

"Jadi sampai akhir tahun ini kita targetkan tambahan order untuk 2 unit 212 Thailand, dari Senegal (2 unit CN235), dan dari Filipina (6 unit NC212)," jelasnya.

https://2.bp.blogspot.com/-Se_YWXl0pAE/WBLHUQ4c4fI/AAAAAAAAJPY/Q0t3M1rTNQYY8SagqafMoGqao6Z5in8mQCPcB/s1600/14727516_C295%2Bfor%2Bthe%2BIndonesian%2BPolice%2Bready%2Bfor%2B1st%2BIndustrial%2BFlight%2BTest%2Bfrom%2BPT%2BDI.%2BCredit%2Bto%2BHindawan%2BH..jpgPesawat CN295 pesanan Polri dalam tahap penyelesaian di PT DI [Hindawan H]

Selain negara-negara tersebut, PTDI juga tengah mengincar kerja sama dengan sejumlah negara lainnya seperti Uni Emirat Arab, dan Korea Selatan yang juga menjadi pelanggan setia BUMN pesawat terbang ini. Korea Selatan sendiri sudah mengoperasikan 12 unit N235, dan masih ada potensi 4 sampai 6 lagi untuk kebutuhan pertahanan negara tersebut.

Khusus untuk Uni Emirat Arab, Direktur Utama PTDI, Budi Santoso mengatakan, negara tersebut menginginkan adanya pesawat baru modifikasi dari CN235. Pesawat jenis ini sendiri telah digunakan sejak tahun 1993 oleh negara ini.

"Saya kemarin juga baru pulang dari Abu Dhabi. Di sana dia pakai CN235 buatan PTDI tahun 93-95. Jadi 20 tahun lebih. Dan mereka sangat puas. Mereka ingin sesuatu yang baru sekarang untuk menggantikan," ungkapnya dalam kesempatan yang sama.

Kondisi keuangan PTDI sendiri mulai membaik setelah di 2012 mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,4 triliun. Dengan adanya PMN tersebut, perusahaan kembali mendapatkan kepercayaan dari bank untuk mendapatkan pendanaan, dan dari customer untuk melakukan pengembangan rencana perusahaan.

"Dengan adanya PMN, kita punya kepercayaan dari bank untuk pinjam uang ke bank, dan customer bisa percaya bahwa kita bisa kerjakan," jelas Budi. (drk/wdl)

  detik  

Berjuang Selamatkan Perusahan dari Ancaman Bangkrut

Cerita Pilu Dirut PTDI https://1.bp.blogspot.com/-J1TUU4Sm8wg/V-zMQlzYd6I/AAAAAAAAJEM/kKIiyAvvCMsy3TDnnQx8eQkLlIT4X9cmACPcB/s1600/IMG-20160907-helikppter%2BPT%2BDI%2Bdef.pk.jpgIlustrasi kegiatan Hanggar PT DI [def.pk]

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Budi Santoso, telah mengalami masa-masa sulit. Perusahaan pelat merah yang ia pimpin sempat dicap pailit hingga sulit berkembang.

Namun PTDI bisa bertahan dan terus beroperasi. Terutama setelah diberikan suntikan dana lewat Penyertaan Modal Negara (PMN).

Budi menjelaskan hal ini setelah dicecar oleh DPR mengenai dugaan denda keterlambatan salah satu proyek pemerintah. Budi dituduh bermasalah dalam mengelola kinerja keuangan PTDI oleh DPR.

"Kalau mau dicari apa yang salah di kami memang banyak. Kami dipailitkan tahun 2007. Kami perusahaan yang tidak mempunyai modal saat itu. Kami tidak bisa meminjam uang modal kerja. Kalau dilihat saat kami diberikan PMN, kondisi jauh berubah," tutur dia saat rapat kerja dengan komisi VI DPR RI hari ini di Jakarta, Kamis (27/10/2016).

Ia bercerita bagaimana perusahaan sempat bangkrut di tahun 2012 karena sulit berkembang akibat banyaknya utang. Bahkan jajaran direksi sempat tidak digaji pada tahun tersebut.

"Tahun 2011 adalah saat yang paling berat bagi kami. 2012 bahkan direksi tidak digaji. Sebagai direksi, kami tidak punya keinginan apa-apa. Saya sudah di PTDI selama 9 tahun dan saya tetap harus bekerja untuk pengembangan perusahaan ini," katanya.

Sebagai informasi, PT DI telah menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) sebanyak tiga kali sejak 2011. Yaitu Rp 1,18 triliun pada tahun 2011; Rp 1,4 triliun pada tahun 2012; dan Rp 400 miliar pada tahun 2015.

Meski PTDI telah berhasil melewati masa-masa sulit, Komisi VI DPR RI masih mempertanyakan kinerja direksi PTDI yang ditenggarai membawa perusahaan ke ambang kebangkrutan.

Hal ini terjadi lantaran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merilis hasil audit tahun 2015. Dalam audit itu ditemukan adanya denda keterlambatan pekerjaan pengadaan helikopter di TNI AL sebesar Rp 3,35 miliar.

http://www.skanaa.com/assets/images/news/20160320/56eea8e1a81bb755248b4567.jpgIlustrasi helikopter TNI AL produksi PT DI [TNI AL]

Budi menjelaskan, PTDI telah melakukan pengiriman helikopter kepada TNI AL dalam waktu yang tepat. Hal ini kemudian menimbulkan tanda tanya oleh sejumlah anggota komisi VI DPR yang hadir dalam rapat kerja hari ini.

"Saya menilai direksi PTDI melakukan sesuatu yang salah dalam penjelasan. Pengiriman helikopter dikatakan tepat tapi audit BPK tahun 2015 ada denda keterlambatan," ujar anggota komisi VI DPR Iskandar dalam kesempatan yang sama.

Anggota komisi VI DPR Iskandar kemudian meminta keterbukaan kepada direksi PTDI mengenai hal ini.

"Kalau melihat kinerja keuangannya, saya pesimis untuk bisa hidup kembali. Kalau dilihat dari penggambaran, direksi ini sudah tidak layak lagi," tutur dia.

Anggota komisi VI DPR lainnya Nyoman Dhamantara juga menyatakan hal serupa.

"Kekhawatiran saya luar biasa saat Pak Dirut membela diri. Ada operasional cost tapi tidak dibenarkan. Ini negara bisa bubar, makanya hati-hati Pak Dirut, kita minta Kementerian BUMN untuk investigasi," ungkap Nyoman. (ang/ang)

 Bikin Pesawat Perintis Tanpa Bantuan Tenaga Asing 
http://www.channelnewsasia.com/image/2699872/1460726441000/large16x9/768/432/indonesia-n219-aircraft-pic-2.jpgN219 karya PT DI

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) tengah mengembangkan pesawat produksi terbarunya N219, pesawat perintis perdana yang menghubungkan wilayah pedalaman dan kepulauan Indonesia.

Direktur Utama PTDI, Budi Santoso mengatakan, pengerjaan N219 menjadi langkah PTDI dalam melakukan regenerasi kepercayaan kepada para penerus, untuk bisa diberi kepercayaan dalam pengambilan keputusan.

Selama ini, PTDI mengandalkan tenaga kerja asing untuk mengambil keputusan dalam membuat sebuah pesawat, seperti pembuatan pesawat N250.

"N219 adalah suatu yang kita inginkan, kita tidak ingin tergantung tenaga asing. Kalau saya ambil lagi tenaga asing di sini, adik-adik saya ini akan tergantung kalau mendesain pesawat," katanya kepada detikFinance, saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis malam (28/10/2016).

"Yang ada di tempat kami adalah mantan-mantan orang yang mendesain N250. Meskipun situasi dulu berbeda. Waktu kami mendesain N250, ada 300 lebih tenaga asing yang mensupervisi kita. Jadi kalau ada mentor, harus memutuskan sesuatu nggak ada yang memutuskan, harus ada mentor. Bahkan Pak Habibie punya asisten khusus, satu dari Wiena, satu dari Jerman," tambahnya.

Pesawat ini dijadwalkan terbang perdana pada akhir tahun ini. Jadwal ini terbilang molor, lantaran proses desain pesawat terbang jenis fixed wing ini sepenuhnya dikerjakan oleh para ahli Indonesia, dan juga memakan sertifikasi yang lumayan lama.

Dengan mendesain pesawat sederhana N219 ini, diharapkan para karyawan PTDI tidak hanya mempunyai kemampuan untuk mendesain pesawat, tetapi juga keputusan. Kemampuan mengambil keputusan inilah yang paling berat untuk ditimbulkan.

"Karena ini pengalamannya setengah-setengah, mereka butuh waktu lebih lama. Itu makanya saya juga tidak ingin keluar dari keinginan awal, yaitu regenerasi di PTDI," katanya.

Semua komponen yang akan dipasang di pesawat harus ada sertifikasinya yang akan disetujui oleh Kementerian Perhubungan. Namun, badan sertifikasi Kemenhub juga belum punya pengalaman yang sama untuk melakukan ini.

Proses administrasi kemudian menjadi panjang, karena harus memvalidasi teori penerbangan pesawat terbukti menghasilkan yang sesuai dengan teori.

"Waktu membuat N250 dulu, mereka juga mempunyai technical assistant dari FAA dari Amerika. Sekarang mereka nggak punya itu, jadi kita harus sama-sama belajar. Text book berbeda dengan realitas. Jadi ini yang membuat kita agak perlu waktu untuk meyakinkan," ungkapnya.

Saat ini, proses pengerjaan pesawat N219 sendiri telah memasuki tahap akhir, yakni uji statik sayap pesawat.

"Sekarang wings sudah mulai kita tes. Kita statik. Nanti setelah operasional, kita ada dynamic test-nya. Naik turun berapa cycle. Sekarang kita tes berapa kekuatan sayapnya," jelas dia.

Pesawat N219 menjadi pesawat perintis pertama yang memiliki bobot ringan dengan teknologi avionik modern dan berfungsi menghubungkan daerah-daerah terpencil seperti di Papua dan Sulawesi. sendiri

Pesawat ini diproyeksikan untuk penerbangan ke wilayah-wilayah pedalaman pegunungan di timur Indonesia, yang memiliki medan sulit jika ditempuh melalui jalur darat.

"Jarak yang tadinya ditempuh pakai mobil dengan waktu 8 jam, dengan pesawat terbang ini mungkin 1,5 jam. Khususnya daerah timur Indonesia. Akhir tahun kita harapkan bisa melakukan penerbangan perdana," pungkasnya. (drk/wdl)

  detik  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More