blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Telkomsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Telkomsel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Juli 2023

IndiHome Ubah Tradisi Paket Internet

 Biar Tak Malu-maluin RI Ilustrasi. Koneksi cepat bisa bermula dari paket internet yang ditawarkan. (kaboompics) 💻

Telkomsel meluncurkan paket internet IndiHome dengan kecepatan yang beda dari biasanya. Tujuannya adalah memperbaiki citra RI yang selama ini selalu masuk peringkat buncit kecepatan jaringan.

Paket terbaru itu adalah High Speed JITU 1 yang punya kecepatan 100 Mbps dan dibanderol Rp 375 ribu.

"Produk terendah yang kami offer adalah 30 Mbps, tapi hero produk yang kami highlight adalah 100 Mbps. Kenapa? Kami punya misi, masa kita enggak malu Indonesia dianggap negara besar, broadband-nya jelek, internetnya jelek, terbelakang, katanya sudah 5G, sudah FTTH (Fiber to The Home)," cetus Dedi Suherman, Vice President Home Broadband and FMC Consumer Marketing Telkomsel, di Bali, Rabu (26/7).

Biasanya, paket-paket IndiHome dan juga paket internet fixed lainnya punya rata-rata kecepatan 30 Mbps.

Contohnya pada paket IndiHome. Paket JITU 1-1P punya kecepatan 40 Mbps. Paket JITU 1-2P Inet Phone dan Paket JITU 1-2P Inet TV punya varian 30 Mbps, 40 Mbps, dan 50 Mbps. Sementara, Paket JITU 1-3P punya dua jenis, 30 dan 40 Mbps.

Kenapa kecepatan rata-rata di Indonesia 30 Mbps?

"Karena mayoritas pelanggan IndiHome langganannya 30 Mbps. Kenapa IndiHome yang tentukan? Karena Indihome market leader [sektor fixed broadband], 70 persen," ujar Dedi.

Pihaknya ingin mengubah posisi tersebut dengan memberikan paket internet yang lebih murah namun dengan kecepatan lebih tinggi. Jika strategi ini berhasil, Dedi menyebut posisi Indonesia di Asia Tenggara dalam hal kecepatan internet bisa menjadi lebih baik.

"Kalau kita bisa membawa pelanggan 30 Mbps naik ke 100 Mbps, kebayang enggak kita bisa nyalip semua negara di ASEAN kecuali Singapura. Itu tujuan kami, kenapa kita kasih promo yang luar biasa," papar Dedi.

Sebagai catatan, paket 100 Mbps Rp 375 ribu ini hanya bisa dipesan hingga 31 Agustus 2023. Usai masa promosi ini habis, pelanggan bisa membeli paket tersebut dengan harga Rp 425 ribu.

Dikutip dari Speedtest Global Index Ookla, Indonesia berada pada posisi delapan di Asia Tenggara berada di atas Kamboja dan Myanmar dalam hal kecepatan jaringan tetap.

Secara global, RI berada di posisi 122 dengan kecepatan fixed broadband 26,12 Mbps.

Berikut daftar lengkap kecepatan internet fixed broadband Asia Tenggara pada Juli 2023:

• Singapura 247,29 Mbps (peringkat 1 dunia)

• Thailand 206,6 Mbps (peringkat 6)

• Malaysia 95,69 Mbps (peringkat 39)

• Vietnam 93,44 Mbps (peringkat 44)

• Filipina 92,84 Mbps (peringkat 47)

• Brunei 50,6 Mbps (peringkat 89)

• Laos 33,06 Mbps (peringkat 111)

• Indonesia 26,12 Mbps (peringkat 122)

• Kamboja 22,72 Mbps (peringkat 127)

• Myanmar 19,6 Mbps (peringkat 134) (lom/arh)

  🖥
CNN  

Rabu, 21 September 2016

Telkomsel Perluas Jaringan 3G di Natuna dan Anambas

dok. Telkomsel 

Telkomsel terus memperluas jaringan 3G di Kepulauan Natuna dan Anambas di Kepulauan Riau hingga ke pelosok bahkan menjangkau titik-titik terluar yang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga, yakni Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Malaysia.

Ekspansi jaringan ini dilakukan Telkomsel dalam upayanya memperkuat komitmen untuk memberikan manfaat di pulau terdepan dan wilayah perbatasan negara.

"Kehadiran layanan Telkomsel di Natuna dan Anambas yang merupakan kepulauan terluar wilayah perbatasan negara tentunya semakin memperkokoh terpeliharanya NKRI sebagai negara kepulauan," kata Executive Vice President Telkomsel Area Sumatera Bambang Supriogo, Rabu (21/9/2016).

Bambang menambahkan, hadirnya sarana telekomunikasi dapat meningkatkan ketahanan nasional sekaligus mempersatukan bangsa Indonesia yang tersebar di berbagai pulau yang ada di negara kepulauan Indonesia ini.

Telkomsel Perluas Jaringan 3G di Natuna dan Anambas"Kami berharap semakin terbukanya akses telekomunikasi ini dapat membantu TNI khususnya dalam menunjang berbagai kegiatan operasional tentara yang bertugas di garda terdepan dalam menjaga keutuhan negara," jelas Bambang.

Perluasan jangkauan jaringan yang dilakukan Telkomsel antara lain dengan membangun 15 base transceiver station (BTS) baru dimana 10 BTS di antaranya dibangun di Kabupaten Natuna yang menjangkau berbagai wilayah, seperti Pulau Serasan dan Pulau Midai, serta wilayah outer Ranai, termasuk markas baru TNI yang berlokasi di Kompleks Kesatrian Kompi Komposit Marinir TNI AL, Bunguran Selatan.

Sementara itu, lima BTS lainnya dibangun di Kabupaten Kepulauan Anambas yang melayani Terempa. Dari 15 BTS baru tersebut, 13 BTS di antaranya merupakan BTS 3G. Dengan penambahan 15 BTS baru tersebut, kini secara total Telkomsel telah mengoperasikan 59 BTS, termasuk 22 BTS 3G, untuk memberikan kenyamanan layanan komunikasi bagi puluhan ribu pelanggan yang ada di Natuna dan Anambas.

Untuk melakukan perluasan gelaran jaringan di Natuna dan Anambas ini, Telkomsel menempuh langkah yang tidak mudah, terutama dari sisi mobilisasi perangkat yang harus didatangkan dari luar pulau dan harus menempuh medan yang sulit.

"Kendati penuh tantangan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Natuna dan Anambas tetap kami lakukan sebagai wujud nyata komitmen Telkomsel membangun di pulau terdepan agar sejajar dengan kota-kota lain di Indonesia," papar Bambang.

Hadirnya layanan Telkomsel di Natuna dan Anambas tentunya memberikan dampak positif kepada masyarakat setempat, khususnya dalam mencari dan bertukar informasi dengan lebih cepat.

Apalagi Natuna juga memiliki letak yang strategis secara geopolitik dan berada pada jalur pelayaran internasional Hongkong, Jepang, Korea, dan Taiwan. Selain itu, Natuna juga dikenal sebagai penghasil minyak dan gas.

Dengan adanya kualitas layanan komunikasi yang setara dengan kota besar di Indonesia, perluasan penggelaran jaringan layanan Telkomsel di Natuna dan Anambas diharapkan bisa mendukung percepatan pertumbuhan perekonomian dan kemasyarakatan sekaligus mampu menjadi katalisator dalam mempromosikan potensi daerah ini sekaligus menjadi manfaat bagi daya tarik investasi, peluang usaha, bahkan lapangan kerja baru. (rou/rou)

  ⚓️ detik  

Jumat, 30 Oktober 2015

Balon Internet Google

2016 Mulai Terbang di Indonesiahttp://images.cnnindonesia.com/visual/2015/10/16/adb8a37a-c971-4c9b-a9a7-4fff876417aa_169.jpg?w=650Project Loon akan segera terbang di Indonesia (Dok. Akun Google Plus Project Loon)

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bersama tiga operator seluler di Indonesia berkunjung ke kantor pusat Google, di California, San Francisco, Amerika Serikat. Salah satu agendanya soal, Project Loon.

"Saya dan 2 CEO operator lainnya hari ini (Rabu, 28 September) menandatangani technical trial agreement (Project Loon)," kata CEO XL Axiata Dian Siswarini, saat berbincang dengan CNN Indonesia, Kamis (29/10/2015). Hal senada juga diungkapkan oleh CEO Indosat Alexander Rusli. "Iya betul, kami baru saja tanda tangan trial teknis."

Dian yang sedang di markas Google, menandatangani kerjasama itu dengan Alexander Rusli dan CEO Telkomsel Ririek Adriansyah disaksikan oleh Menkominfo Rudiantara.

Dilanjutkan olehnya, bahwa Project Google Loon ini sangat cocok untuk membuka akses daerah-daerah di Indonesia agar bisa tersambung dengan jaringan telekomunikasi.

Dian bilang, "Kami melihat bahwa Google Loon bisa menjadi alternatif teknologi untuk men-cover daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau dengan terestrial network."

Setelah kesepakatan ini, Balon Loon ini akan diterbangkan di atas wilayah Indonesia pada tahun depan. "Techincal trial tersebut akan dimulai di tahun 2016. Belum tahu wilayah mana saja yang akan diterbangkan di Indonesia," tandas Dian.

Sebelum di Indonesia, Balon Loon sudah pernah melakukan uji coba di Australia. Cara Project Loon ini bekerja adalah dengan meluncurkan 20 balon udara di bagian barat Quennsland. Google tidak membeli atau menyewa frekuensi di Negeri Kanguru tersebut.

Dalam proyek ini, Telstra memberi izin pada Project Loon untuk mengakses jaringan BTS memanfaatkan spektrum frekuensi 2,6 GHz. Nantinya, warga akan menerika koneksi Wi-Fi di perangkat komputernya.

Balon udara yang dikembangkan Google ini masih dalam tahap pengembangan dari laboratorium Google X. Ia telah menjalankan uji coba terbang di Amerika Serikat dan Selandia Baru dalam dua tahun terakhir. (eno/tyo)
Bagaimana Cara Balon Google Sebarkan Internet?http://s18.postimg.org/xf3zkk35l/loon.pngKonsep pengoperasikan Project Loon (dok.Google)

Balon udara raksasa Google bernama Project Loon yang punya tugas menyebarkan Internet di daerah-daerah terpencil akan diuji coba mulai 2016 mendatang di Indonesia.

Balon Loon ibarat menara seluler yang mengangkasa di langit. Loon terbang di ketinggian dua kali lipat dari ketinggian normalnya pesawat komersil berjalan. Lebih tepatnya, Loon akan terbang sekitar 20 kilometer di atas permukaan Bumi di lapisan stratosfer.

Mengapa stratosfer? Dari publikasi resmi di blog Google, angin di stratosfer sifatnya berlapis-lapis, di mana tiap lapisannya memiliki variasi kecepatan dan arah. Nah, dengan bergerak bersama angin, balon Loon dirancang agar bisa membentuk satu jaringan komunikasi yang besar.

Tiap balon akan memancarkan koneksi internet 4G LTE ke permukaan dengan jangkauan 40 kilometer dari tempat balon tersebut berada. Balon itu akan mengantar teknologi Long Term Evolution (LTE) dari perusahaan telekomunikasi yang telah bermitra dengan Google Project Loon, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata.

Google dan para operator akan berbagi spektrum seluler agar masyarakat bisa mengakses internet melalui perangkat ponsel pintar dan perangkat yang sudah mendukung teknologi LTE. Balon Loon menggilirkan trafik nirkabel dari perangkat mobile kembali ke internet global menggunakan link berkecepatan tinggi.

Yang jelas, jika satu balon sudah mulai terbang ke luar jalur, maka balon Loon lainnya akan bergerak menggantikan posisinya.

"Kami harap proyek ini bisa membantu operator lokal untuk memperluas jangkauan jaringan mereka yang sudah ada dan koneksi Internet yang bisa betul-betul mencapai area terpencil," tulis Vice President Project Loon Google, Mike Cassidy.

Nusantara terdiri dari 17 ribu pulau dan bisa dikatakan hanya satu dari tiga orang di Indonesia yang sudah terhubung dengan Internet. Itupun belum tentu koneksinya bagus tanpa lemot.

Ide utama dari kesepakatan antara Google dan Telkomsel, XL Axiata, serta Indosat selaku tiga operator besar Indonesia berangkat dari sulitnya menjalankan kabel serat optik atau mendirikan menara seluler di kawasan terpencil yang penuh dengan gunung dan hutan.

XL, Telkomsel, dan Indosat telah menandatangani kerjasama Loon di markas Google di Mountain View, California dan disaksikan oleh Menkomindo Rudiantara.

"Kami melihat bahwa Google Loon bisa menjadi alternatif teknologi untuk men-cover daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau dengan terestrial network," kata CEO XL Axiata, Dian Siswarini.

Dilanjutkan olehnya, bahwa Project Google Loon ini sangat cocok untuk membuka akses daerah-daerah di Indonesia agar bisa tersambung dengan jaringan telekomunikasi, namun ia mengaku belum tahu wilayah mana saja di yang akan kebagian koneksi dari Loon. (eno)
Balon Internet Google Pakai Spektrum 900 MHz Tiga Operatorhttp://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Fotona-Heli-Apache.jpgDari kiri ke kanan: VP Project Loon Google Michael Cassidy, Presiden Direktur Indosat Alexander Rusli, Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini, Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, dan Pendiri Google Sergey Brin, dalam acara penandatanganan kesepakatan uji coba Project Loon, di kantor pusat Google di Mountain View, California, AS, Rabu, 28 Oktober 2015. (Dok. XL Axiata)

Proyek percobaan penyelenggaraan akses Internet dengan balon udara milik Google di Indonesia akan didukung oleh tiga operator seluler mulai 2016, dan bakal memanfaatkan spektrum 900 MHz.

Ketiga operator yang terdiri atas Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata, sepakat mengizinkan balon udara yang disebut Project Loon tersebut memakai spektrum 900 MHz mereka.

XL akan melakukan integrasi dengan Project Loon melalui 4G LTE di frekuensi 900 MHz,” demikian pernyataan tertulis XL Axiata, Kamis (29/10).

Kesepakatan antara tiga operator seluler besar tersebut berlangsung di kantor pusat Google di Mountain View, California, AS, Rabu (28/10), yang disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara serta pendiri Google Sergey Brin.

Dalam uji coba nanti tahun depan, balon udara ini akan mengudara di ketinggian sekitar 20 kilometer di atas permukaan laut yang berfungsi seperti menara pemancar sinyal.

Menurut rencana, balon bakal digunakan untuk memberi akses Internet ke daerah pelosok yang sejauh ini belum terjangkau oleh infrastruktur darat operator seluler.

Dengan operator Telkomsel, Project Loon akan diuji pada lima titik di atas Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Mereka memakai infrastruktur backbone milik Telkom dan Telkomsel, antara lain sistem jaringan Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS). Sementara operator Indosat dan XL berencana memanfaatkan balon udara itu di kawasan timur Indonesia.

Telkomsel melihat Project Loon sebagai salah satu inovasi teknologi terkini yang dapat bermanfaat untuk memperluas penyebaran Internet di daerah-daerah yang sulit terjangkau dan memiliki kerapatan penduduk yang rendah,” ujar Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah.

Jika uji coba sukses, bisa saja Project Loon yang memakai tenaga matahari ini dipakai sebagai pelengkap infrastruktur telekomunikasi, namun semua itu kembali pada kesepakatan antara operator seluler dengan Google pada dua sampai tiga tahun mendatang.

Dari sudut pandang Indosat, perusahaan menilai kesepakatan uji coba ini dapat mendukung Rencana Pitalebar Indonesia 2014-2019.

CEO Indosat Alexander Rusli, yang juga Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia, berharap balon udara Google dapat “merangkul mereka yang belum terlayani konektivitas.

Project Loon pertama kali diuji di Selandia Baru pada Juni 2013 memanfaatkan spektrum 2.600 MHz. Nantinya, warga dapat menerima koneksi nirkabel Wi-Fi pada perangkat mereka dan dapat dipakai guna mengakses Internet. (adt/eno)
Balon Internet Google Tak Ganggu Jaringan Seluler Indonesiahttp://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Fotona-Heli-Apache.jpgMenkominfo Rudiantara bersama Direktur Utama Telkomsel, CEO XL Axiata Dian Siswarini dan Presiden Direktur Indosat Alex Rusli (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Tiga operator asal Indonesia, Telkomsel, XL Axiata dan Indosat sepakat untuk melakukan uji coba Project Loon buatan Google. Kendati tujuannya membuka akses internet di kawasan yang susah dijangkau di Tanah Air, balon internet ini masih menimbulkan pro dan kontra.

Ada kekhawatiran bahwa teknologi balon internet ini akan men-disrupt telekomunikasi karena mem-bypass langsung. Menurut Presiden Direktur dan CEO Indosat Alexander Rusli hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan.

"Tidaklah. Ini kan pakai frekuensi kita (operator). Jadi seperti vendor BTS saja," kata Alex--sapaan akrabnya, yang ikut mengunjungi ke kantor pusat Google, di California, Amerika Serikat, kepada CNN Indonesia. Alex yang juga Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menganalogikan, "Anggap saja si Google Loon ini (seperti) BTS-nya Ericsson, Huawei atau Nokia."

Alex juga mengatakan ada bagusnya bila balon internet Google ini nantinya sukses digelar di Indonesia, khususnya dari para operator. "Kalau bagus, less Capex dan obiquotus coverage of LTE."

Hal senada juga diungkapkan oleh CEO XL Axiata Dian Siswarini. Dalam perbincangan terpisah dengan CNN Indonesia, sejauh ini balon internet Google masih dalam tahap uji teknis, jadi operator masih meraba skema teknologi dan bisnisnya, sampai diputuskan komersial.

Dian pun tidak khawatir bila balon internet ini sampai men-disrupt jaringan telekomunikasi miliknya. "Kan tergantung bisnis modelnya. Kalau nanti bisnis modelnya kurang cocok, ya tidak perlu sampai komersial," sebutnya.

Baik Alex dan Dian juga sepakat balon udara Google ini mulai dilaksanakan uji cobanya pada tahun 2016. Namun belum diketahui kawasan mana terlebih dahulu yang akan menjadi daerah pertama untuk percontohan.

"Kan tadi semua (tiga operator) yang sign. Nanti kita yang tentuin daerahnya," tandas, Alex.

Sebelum di Indonesia, Balon Loon sudah pernah melakukan uji coba di Australia. Cara Project Loon ini bekerja adalah dengan meluncurkan 20 balon udara di bagian barat Quennsland. Google tidak membeli atau menyewa frekuensi di Negeri Kanguru tersebut.

Dalam proyek ini, Telstra memberi izin pada Project Loon untuk mengakses jaringan BTS memanfaatkan spektrum frekuensi 2,6 GHz. Nantinya, warga akan menerika koneksi Wi-Fi di perangkat komputernya. (eno/tyo)
Proyek Google di Indonesia Bukan Cuma Balon Internethttp://images.cnnindonesia.com/visual/2015/10/29/b4f62b85-7683-49fb-b63d-06c14ac2efa9_169.jpg?w=650Menerbangkan balon Internet bukanlah satu-satunya proyek Google untuk menyebarkan Internet di Indonesia. (Antara/Yudhi Mahatma)

Project Loon dari Google terdengar begitu canggih dan menarik perhatian karena tujuannya yang ingin menyebarkan koneksi internet dari angkasa meggunakan balon udara. Balon pintar ini bukanlah satu-satunya proyek Google ke Indonesia yang berkaitan dengan jaringan internet.

Vice President Project Loon, Mike Cassidy mempublikasikan tulisannya di dalam blog resmi Google tentang Project Loon. Di sana, ia juga menyebutkan bahwa pihak perusahaan telah mengerahkan sejumlah upaya untuk membantu mencapai pemerataan internet di Indonesia.

"Untuk membuat internet tak hanya mudah diakses namun juga berguna, banyak yang harus dilakukan. Kami memiliki sejumlah upaya di Indonesia demi mencapainya," tulis Cassidy.

Ia melanjutkan, "salah satunya program Android One yang membuat ponsel pintar harga murah namun berkualitas tinggi dan memberi pengalaman akses internet kepada masyarakat menengah ke bawah."

Cassidy yang menyebutkan, perusahaan telah mengembangkan fitur yang bisa digunakan apabila koneksi internet sedang lemah atau lemot, seperti Search Lite dan fitur offline untuk video di YouTube.

"Ada juga bahasa Indonesia dan bahasa Sunda di dalam Google Translate yang bisa menjadi alat pembantu masyarakat saat berselancar di internet," sambung Cassidy.

Pihak Google menyadari bahwa masih banyak penduduk dunia, khususnya di Indonesia yang belum mendapat akses internet, namun perusahaan sendiri mengaku sedang berkembang dan berupaya memenuhi itu.

"Jika semua berjalan lancar, jutaan penduduk Indonesia akan bisa berbagi ide, kultur, dan bisnis secara online tanpa batas," Cassidy menutup tulisan blog.

Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mencicipi program ponsel pintar murah Android One. Google menunjuk tiga produsen ponsel lokal yang ikut program Android One tahap awal. Ketiganya adalah Evercoss melalui produk One X, lalu Nexian dengan produk Journey, dan Mito dengan Impact.

Ketiga ponsel yang dibanderol tak lebih dari Rp 1 juta ini memakai spesifikasi teknis yang sama persis. Mereka dibekali layar berukuran 4,5 inci jenis FWVGA, prosesor quad-core 1,3 GHz, RAM 1GB, memori internal 8 GB yang disertai slot kartu memori eksternal, fitur kartu SIM ganda jenis Micro SIM, baterai 1.700 mAh, kamera utama 5 MP dan kamera depan 2 MP.

Android One memang terdengar seperti misi mulia Google untuk menghubungkan penduduk dunia dengan internet melalui ponsel pintar murah. Karena, menurut mereka, saat ini 4 miliar penduduk dunia yang belum terkoneksi internet.

Sementara Nusantara terdiri dari 17 ribu pulau dan bisa dikatakan hanya satu dari tiga orang di Indonesia yang sudah terhubung dengan Internet. Itupun belum tentu koneksinya bagus tanpa lemot.

"Kami melihat bahwa Google Loon bisa menjadi alternatif teknologi untuk men-cover daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau dengan terestrial network," kata CEO XL Axiata, Dian Siswarini setelah menandatangi perjanjian di markas Google di Mountain View, California, AS. (eno/eno)
Balon Internet Google Pernah Dikritik Bill Gateshttp://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Fotona-Heli-Apache.jpgPendiri Microsoft Bill Gates (REUTERS/Francois Lenoir)

Misi sosial atau murni bisnis, niat Google mengembangkan Project Loon agar balon internet ini bisa menjangkau wilayah yang sulit ditembus. Tujuan mulia ini tak selalu mendapat respon bagus, seperti kritikan yang dilontarkan oleh pendiri Microsoft Bill Gates.

Inisiatif Project Loon Google yang ingin memberikan akses intenet ke wilayah yang susah ditembus dan negara berkembang dari jaringan balon yang terbang di lapisan stratosfer tak membuat Gates tertarik.

"Ketika Anda sedang sekarat karena malaria, dan kemudian melihat ke atas dan melihat balon itu, saya yakin itu tidak akan membantu Anda. Ketika anak-anak menderita diare, tidak ada situs yang bisa menguranginya," katanya dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Business Week.

Namun bukan berarti Gates tidak percaya bahwa menghubungkan semua orang dengan internet akan membawa perubahan positif, dia yakin akan keniscayaan tersebut.

"Tentu saja aku sangat percaya dalam revolusi digital, seperti menghubungkan pusat kesehatan, sekolah itu hal yang baik. Tapi tidak bagi negara yang berpenghasilan rendah, kecuali jika Anda langsung mengatakan kepada kami soal malaria," sebut pria paling kaya di kolong jagat itu.

Gates yang memang dikenal sebagai philantropis mempertanyakan komitmen Google untuk proyek-proyek di negara berkembang melalui Google.org.

"Google mengatakan akan melakukan sesuatu yang luas. Mereka menyewa Larry Brilliant (Doktor dan ahli filantropi) dan mereka mendapat publisitas yang fantastis. Dan kemudian mereka menutup semuanya," kritik Gates.

Di Indonesia, Project Loon mendapat ruang. Tiga operator seluler lokal sepakat untuk menyisihkan spekturm mereka di frekuensi 900 MHz untuk dijajal balon internet Google.

Dalam postingannya, Google menyediakan itu semua agar bisa membantu operator lokal untk memperluar jaringan ke area yang bahkan sangat terpencil.

"Kami harap proyek ini bisa membantu operator lokal untuk memperluas jangkauan jaringan mereka yang sudah ada dan koneksi Internet yang bisa betul-betul mencapai area terpencil," tulis Vice President Project Loon Google, Mike Cassidy.

Nusantara terdiri dari 17 ribu pulau dan bisa dikatakan hanya satu dari tiga orang di Indonesia yang sudah terhubung dengan Internet. Itupun belum tentu koneksinya bagus atau lambat. (eno/tyo)

  ★ CNN  

Minggu, 08 Maret 2015

Diduga Disadap Selandia Baru, Telkomsel: Kami Sedang Cek

http://images.cnnindonesia.com/visual/2014/10/01/7a8ed15e-9264-491c-aa38-62b4c599fee4_169.jpg?w=650Edward Snowden mengatakan bahwa Telkomsel disadap oleh Selandia Baru (REUTERS/Glenn Greenwald/Laura Poitras)

Telkomsel langsung melakukan tindakan setelah ada kabar yang dihembuskan Edward Snowden bahwa Biro Keamanan Komunikasi Pemerintah Selandia Baru (GSCB) bersama Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) melakukan penyadapan ke operator tersebut.

"Di internal kita sedang melakukan pengecekan. Nanti segera kita akan memberikan pernyataan resmi," kata Manager Media Relation Telkomsel, Aldin Hasyim.

Sementara itu, salah satu anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono, sudah melayangkan surat kepada Telkomsel agar melakukan pengecekan dan kemudian dilaporkan kepada pihaknya.

Menurut Nonot, ada banyak sebetulnya metode yang bisa dilakukan untuk melakukan penyadapan. Namun bukan itu menjadi permasalahan utamanya, melainkan apa tujuannya.

"Sekarang kepentingan penyadapannya buat apa? karena kalau intelejen ya biasanya yang disadap rapat-rapat kenegaraan. Kalau pelanggan biasa mungkin mereka ingin mengetahui karakteristik konsumen Indonesia," katanya.


Seperti diberitakan sebelumnya, Snowden dalam dokumennya itu menyebutkan bahwa badan intelijen elektronik Selandia Baru meretas email, saluran telepon seluler dan telepon rumah, serta pesan di media sosial dan komunikasi elektronik lainnya.

Dokumen ini dikumpulkan oleh GCSB bersama dengan NSA, dan lembaga intel lainnya di negara yang terkenal dengan sebutan "Five Eyes" atau Lima Mata, termasuk Australia, Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat.

"Mereka menyasar beberapa target dari negara-negara Pasifik Selatan dan target lain dan meretas segalanya," kata penulis investigasi, Nicky Hager, kepada Radio Selandia Baru, dikutip dari Reuters.

Ini bukan pertama kalinya Snowden mengumbar dokumen soal penyadapan melalui operator. Sebelumnya, dia pernah mengatakan bahwa, produsen kartu SIM terbesar di dunia, Gemalto, sempat diretas dan kemudian dimata-matai oleh NSA.

Telkomsel dan Indosat adalah operator di Indonesia yang salah satu kartu SIM miliknya dibuat oleh perusahaan Gemalto tersebut. Walaupun demikian, kedua operator ini yakin, Gemalto akan memberi jaminan soal perlindungan keamanan.(tyo)

  CNN  

Senin, 24 Februari 2014

BIN Minta Indosat dan Telkomsel Kooperatif

BIN: Bisnis Rokok dan Udang Jadi Alasan Penyadapan  Jakarta Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Marciano Norman mengatakan sedang mendalami kasus penyadapan yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Indonesia. Ia berharap dua operator seluler, yakni Indosat dan Telkomsel, mau terus bekerja sama.

"Kami mengharapkan keberpihakan keduanya, Indosat dan Telkomsel, untuk terus membantu kami," kata Marciano ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 24 Februari 2014. Dia juga mengatakan terus berkoordinasi dengan mitra BIN yang ada di Amerika dan Australia terkait penyadapan ini. Namun Marciano enggan membongkar hasil penelusuran terkait kasus penyadapan ini.

Menurut Marciano, negara akan terus memperbarui alat pengamanan, sehingga dapat mencegah penyadapan. Dia juga meminta pengamanan di alur masuk dan keluar data serta informasi. BIN juga menjalin kerja sama dengan lembaga intelejen dan pengamanan lain, seperti Lembaga Sandi Negara.

Dua pekan lalu, New York Times dan Canberra Times melaporkan dugaan penyadapan 1,8 juta pelanggan Telkomsel dan Indosat oleh NSA dan badan intelijen Australia. Laporan ini didasarkan pada bocoran mantan anggota NSA, Edward Snowden, yang menyebutkan ada spionase massal dan pengumpulan data dari dua operator tersebut.

Tulisan tersebut membuat DPR terperanjat serta berencana memanggil Telkomsel dan Indosat. Kalangan pengusaha meminta pemerintah mengusut laporan tersebut. Pemerintah mengancam menutup operator seluler yang terbukti terlibat dalam penyadapan ilegal.


 Bisnis Rokok dan Udang Jadi Alasan Penyadapan 

Kepala Badan Intelijen Negara Letnan Jenderal Purnawirawan Marciano Norman mengatakan, dari hasil deteksi penyadapan yang dilakukan institusinya, diketahui beberapa motif. Salah satu motif adalah persaingan bisnis rokok kretek dan udang antara Indonesia dengan Amerika Serikat dan Australia.

”Salah satu yang disadap adalah biro hukum yang mewakili pemerintah Indonesia dalam sengketa rokok dan udang dengan Negara Abang Sam itu. Memang tak sedikit pula intelijen dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis," kata Marciano ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Senin, 24 Februari 2014.

Menurut Marciano, untuk perdagangan besar, semua perusahaan pasti punya intelijen untuk mengantisipasi langkah bisnis kompetitornya. Asosiasi udang dan rokok Indonesia memang diwajarkan menyewa biro hukum Amerika. Biro hukum ini bertugas mempermudah perusahaan Tanah Air menghadapi pengadilan yang berjalan di Amerika.

Berdasarkan informasi dari mantan pegawai National Security Agency, Edward Snowden, biro hukum yang dipakai Indonesia itulah yang disadap. Firma hukum itu bernama Mayer Brown. "Di sini mereka menggunakan jasa firma hukum itu. Menurut Snowden, dalam tanda kutip, (firma hukum) itu yang disadap. Apa yang mereka lakukan (intelijen) terkait dengan permintaan dari dua badan usaha itu," kata Marciano.

Lagi, Indonesia terkait dengan skandal penyadapan oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat. Kabar penyadapan itu dimuat The New York Times pada Sabtu, 15 Februari 2014. Sejumlah biro hukum disadap, termasuk Mayern Brown yang mewakili pemerintah Indonesia dalam sengketa terkait dengan rokok, tembakau, dan udang.

  ♞ Tempo  

Soal Penyadapan, Telkomsel Usul Diproses ke PBB

Soal Penyadapan, Telkomsel Usul Diproses ke PBBJakarta Juru Bicara PT Tekomsel, Adita Irawati mengatakan bahwa terkait dengan dugaan keterlibatan Telkomsel dalam penyadapan sejumlah pejabat di Indonesia yang dilakukan oleh Australia dan Amerika Serikat, lembaganya mengusulkan kepada Kementrian Komunikasi dan Informatika agar permasalahan ini dapat dibawa ke forum International Telecommunications Union (ITU) sebagai badan telekomunikasi dunia di bawah PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).

Langkah itu agar dugaan penyadapan ini bisa diselesaikan oleh pihak yang lebih berwenang dan didapatkan pembahasan dan rekomendasi yang tepat. “Hal ini karena penyadapan yang dilakukan salah satunya oleh Australia ini, juga merupakan anggota ITU,” ujar Adita dalam keterangan tertulis, Minggu, 23 Februari 2014.

Dalam usulan kepada Kementrian Komunikasi dan Informatika, Telkomsel menjelaskan posisi perusahaannya dalam permasalahan penyadapan dan sistem keamanan yang telah diterapkan selama ini. Adita mengatakan, terkait dengan permasalahan penyadapan, Telkomsel selalu merujuk pada ketentuan dan perundangan yang berlaku.

“Berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku, Telkomsel hanya dapat melakukan kerjasama dengan empat aparat penegak hukum dan satu lembaga yaitu Badan Intelejen Negara dalam membantu dan menyediakan data bagi kegiatan penyadapan yang diperlukan,” ujar Adita.

Dalam pengamanan jaringan, Telkomsel telah melakukan berbagai hal antara lain adalah sistem pengamanan jaringan Telkomsel telah mengikuti dan sesuai dengan GSM Security Standard yang dikeluarkan oleh 3GPP/ETSI dan ITU (International Telecommunication Union) serta ketentuan teknis yang diatur dalam FTP 2000 (Fundamental Technical Plan).

Secara internal melalui keputusan direksi, telah diatur kebijakan pengelolaan keamanan juga diatur mengenai informasi yang berisi standar dan prosedur mengenai pengamanan jaringan telekomunikasi baik secara akses fisik maupun kesisteman.



  ♞ Tempo  

Sabtu, 21 Desember 2013

Tak Mau Merugi, Telkom 'Paksa' Pengguna Flexi Pindah ke Telkomsel

Tak Mau Merugi, Telkom 'Paksa' Pengguna Flexi Pindah ke TelkomselJakarta PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) dikabarkan sedang merencanakan langkah strategis untuk menentukan masa depan layanan selular miliknya, Telkom Flexi. Melikuidasi Flexi kemudian memindahkan pelanggannya ke Telkomsel menjadi salah satu kemungkinan yang akan dilakukan Telkom.

Bisnis seluler berbasis Code Division Multiple Access (CDMA) di Indonesia disebutkan terus menurun. Pengguna Flexi sendiri terlihat menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Di kuartal tiga tahun 2013, Flexi tercatat memiliki 11,6 juta pelanggan dengan 4 ribu Base Transceiver Station (BTS). Jumlah itu merosot dari sekitar 16,8 juta pelanggan yang dimiliki Flexi di periode yang sama tahun lalu.

Namun demikian, langkah apapun yang sedang disiapkan Telkom harus mendapat persetujuan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Muhammad Budi Setiawan selaku Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo mengatakan, Telkom sudah dua kali melayangkan surat permohonan untuk meminta izin uji coba teknologi Extended Global System for Mobile (E-GSM) di kawasan Papua.

"Pengajuan izin sedang kami proses. Uji coba ini dilakukan terbatas, tidak di banyak tempat - dilakukan untuk membuktikan apakah teknologi E-GSM ganggu layanan atau tidak," kata Budi yang dijumpai tim Tekno Liputan6.com di kantor Kominfo, Jakarta.

Dalam pengajuan uji coba itu, lanjut Budi, Telkom meminta waktu selama 3 sampai 6 bulan. "Mereka minta 3 sampai 6 bulan, kita belum tahu berapa lama waktu yang akan diberikan untuk ujicoba itu," tambahnya.

Budi pun menyebut, pemerintah merespon positif langkah Telkom untuk lebih mengoptimalkan frekuensi miliknya. Akan tetapi, ia memperingatkan kemungkinan dampak layanan pelanggan akibat langkah itu.

"Nanti jadinya bagaimana ya, kalau sudah jadi E-GSM? Pelanggan Flexi mau kalau tarifnya disamakan dengan tarif GSM," tandas Budi. (den/isk)

  Liputan 6 

Kamis, 23 Mei 2013

ITB Gaet Telkomsel untuk Kerja Sama Teknologi

ITB Gaet Telkomsel untuk Kerja Sama TeknologiBANDUNG - Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama dengan Telkomsel untuk pengembangan konten, layanan komunikasi, sistem informatika dan tata kelola organisasi. Kerja sama selama tiga tahun itu diwujudkan dalam bentuk kajian, riset, pengembangaan, hingga penerapan teknologi.

Hal itu terungkap dalam penandatanganan nota kesepahaman dua pihak yang dilakukan di sela-sela konferensi e-Indonesia Initiatives Forum di Aula Barat ITB, Kamis (23/5/2013).

Bertindak mewakili ITB adalah Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Wawan Gunawan Abdul Kadir, sementara Direktur Utama Telkomsel, Alex Sinaga, hadir secara langsung. Penandatanganan juga disaksikan oleh Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia, Arief Yahya.

Menurut Rudolf Hermanses, Head of Synergy Management Group Telkomsel, kerja sama ini meliputi berbagai bidang, terkait konten dan layanan baru, tata kelola yang aman, nyaman, dan akuntabel, hingga riset penghematan energi. Salah satu bentuk kerja sama adalah peralatan yang disediakan Telkomsel untuk penelitian.

"Tentunya ada juga bantuan berupa dana," ujar Hermanses tanpa menyebut angkanya.

Alex mengharapkan kerja sama itu bisa menghasilkan kajian maupun konten lokal yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.Dalam konferensi yang sama, juga ditandatangani nota kesepahaman antara Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan empat perguruan tinggi yakni ITB, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, serta Institut Teknologi Sepuluh November tentang beasiswa program Chief Information Officer.


  Kompas  

Sabtu, 09 Februari 2013

Telkomsel Perluas Layanan Wifi di Kampus

http://static.republika.co.id/uploads/images/square/layanan-telkomsel-flashzone-di-kampus-_130209182455-226.jpgJakarta | Telkomsel bekerja sama dengan Telkom menggelar akses WiFi FlashZone di 100 perguruan tinggi dan WiFi Indischool di 1.000 sekolah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Telkomsel dan Telkom berharap dengan akses WiFi yang merambah lingkungan kampus dan sekolah, maka akan membantu generasi muda bangsa untuk semakin mudah mendapatkan akses informasi," kata Head of Strategic Marketing Group Telkomsel Ririn Widaryani, dalam keterangan, Sabtu.

Akses informasi yang mudah itu akan membantu pelajar dan mahasiswa dalam peningkatan pengetahuan sehingga diharapkan generasi muda Indonesia semakin cerdas.

Dia menjelaskan, akses FlashZone di kampus sudah dapat dinikmati seluruh pelanggan Telkomsel yang ada di Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan.

Untuk mendapatkan akses WiFi gratis menggunakan FlashZone, mahasiswa dan civitas akademika di kampus cukup mengakses *363*601# guna mendapatkan password yang dikirimkan melalui SMS.

Selanjutnya pelanggan melakukan koneksi WiFi dari ponsel, komputer tablet, atau laptop dengan jaringan FlashZone.

Kalau aktivasi berhasil dilakukan, FlashZone sudah dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti download/ upload ,transfer file, social media, dan akses informasi bermanfaat lainnya.

Dia mengakui, gratis internetan berlaku selama tiga jam pertama, dimana setelah itu akses WiFi FlashZone bisa diperoleh dengan membeli paket FlashZone dengan harga memadai untuk kantong mahasiswa mulai dari Rp 2.000 per jam sampai dengan Rp 5.000 per hari.

Tersedia pula paket mingguan mulai dari Rp 10.000 sampai dengan Rp 25.000, serta paket bulanan dari Rp 25.000 sampai dengan Rp 50.000.

Sementara untuk kalangan sekolah, siswa dan guru juga dapat menikmati fleksibilitas akses internet dengan harga terjangkau melalui WiFi Indischool.

Layanan itu merupakan hasil Program Indonesia Digital School (IndiSchool), yang ikut mellibatkan Telkom dalam realisasinya. WiFi Indischool sudah bisa diakses oleh 1.000 sekolah yang tersebar dari Sumatera hingga wilayah timur Indonesia.

"Kehadiran WiFi FlashZone di 100 perguruan tinggi serta WiFi Indischool di 1.000 sekolah merupakan wujud program berkesinambungan yang dilakukan Telkomsel untuk komunitas kampus dan sekolah,"katanya.

Dewasa ini Telkomsel memiliki komunitas kampus yang tergabung dalam Telkomsel Mobile Campus (TMC) yang sudah sebanyak 1.800 perguruan tinggi.

Sedangkan komunitas sekolah yang tergabung dalam Telkomsel School Community (TSC) telah memiliki lebih dari 11.600 sekolah di seluruh Indonesia.

Telkomsel bersinergi dengan Telkom akan terus meningkatkan jumlah titik akses WiFi seiring dengan peningkatan kualitas layanan data berkecepatan tinggi, baik untuk stationary maupun mobile.

Telkom sendiri berupaya menggelar 100.000 titik akses WiFi pada tahun 2012, dan kemudian satu juta pada tahun 2013 serta 10 juta di 2015.


 • Republika 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzuKXZz7DA9Y-b0_1ZIg4l1-Si_QQOgNYEZH6g1x2uUjLSYPRt8WhqPUehlrD35o36iIFpujKTIMiMwqRlUzHCfKT-a87fzfu77qvEv_EILRZACrgrNglyzx3QGI1aLE9B5cVrP9SoNdw/s35/cinta-indonesia.jpg

Selasa, 29 Januari 2013

Universitas Brawijaya-Telkomsel Jalin Kerjasama Penelitian

Universitas Brawijaya-Telkomsel Jalin Kerjasama Penelitian Malang Telkomsel mendukung penyaluran kreativitas dan inovasi para mahasiswa Universitas Brawijaya Malang dan siap menjembatani pemasaran aplikasi hasil karya mereka.

Dukungan itu merupakan salah satu peluang dari isi nota kesepahaman yang ditandatangani Direktur Network Telkomsel Abdus Somad Arief dan Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr Ir Yogi Sugito di Kampus UB Malang, Jawa Timur, Senin.

"Kami mengajak para mahasiswa UB untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi yang menarik dan kami siap memasarkannya melalui Telkomsel Application Market," kata Abdus Somad usai penandatanganan.

Kerja sama Telkomsel dengan UB mencakup empat bidang, yakni pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Pendidikan adalah faktor penentu dari keunggulan kompetitif sehingga kami bersama UB akan bersama-sama mewujudkan manusia Indonesia yang cerdas, sejahtera, berkualitas, dan sadar teknologi," katanya.

Dalam hal pendidikan dan peningkatan SDM, lanjut Abdus Somad, Telkomsel akan berpartisipasi aktif dalam kegiatan peningkatan kualitas pendidikan, seperti melalui seminar, pameran teknologi, kuliah tamu terkait bidang informasi, komunikasi dan teknologi.

Sementara untuk pengabdian masyarakat, operator anak perusahaan PT Telkom Tbk akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa UB untuk melakukan penelitian, tesis, kerja praktek dan magang di Telkomsel.

Dalam kesempatan itu, Abdus Somad juga menyerahkan bantuan seperangkat peralatan praktikum transmisi radio link yang bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk pelatihan dan penelitian.

"Dalam waktu dekat, kami segera menambah BTS di lima lokasi dalam kampus UB, tapi tidak dalam bentuk menara, melainkan menyatu dengan bangunan gedung sehingga tidak merusak estetika. Penambahan BTS untuk meningkatkan kualitas akses layanan data di kampus UB," ujar Abdus Somad.

Rektor UB Prof Dr Yogi Sugito mengatakan bahwa UB yang memiliki lebih kurang 53.000 orang mahasiswa merupakan salah satu perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa terbesar di Indonesia.

"Tahun depan jumlah mahasiswa diproyeksikan bertambah menjadi sekitar 60.000 orang dan itu menjadi potensi pasar yang sangat besar bagi Telkomsel," ujarnya.

Yogi berharap kerja sama yang berlaku selama lima tahun tersebut, mampu memberikan keuntungan dan nilai tambah bagi kedua belah pihak, serta mendorong mahasiswanya untuk terus mengembangkan inovasi di bidang teknologi.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzuKXZz7DA9Y-b0_1ZIg4l1-Si_QQOgNYEZH6g1x2uUjLSYPRt8WhqPUehlrD35o36iIFpujKTIMiMwqRlUzHCfKT-a87fzfu77qvEv_EILRZACrgrNglyzx3QGI1aLE9B5cVrP9SoNdw/s35/cinta-indonesia.jpg

Senin, 31 Desember 2012

Kaleidoskop 2012: Pailit Telkomsel

http://static.republika.co.id/uploads/images/square/gedung-telkomsel-_110519210812-921.jpgJakarta | Telkomsel pailit. Inilah keputusan majelis hakim Pengadilan Niaga Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Jumat (14/9), Majelis Hakim PN Jakpus yang dipimpin Hakim Ketua Agus Iskandar memutuskan Telkomsel pailit atas permohonan PT Prima Jaya Informatika (PJI), distributor voucher isi ulang Kartu Prima.

PJI mengajukan permohonan pailit karena Telkomsel dinilai tak sanggup membayar hutang senilai Rp 5,6 miliar. Telkomsel dan Prima Jaya menjalin kerja sama untuk penjualan kartu perdana dan vocer isi ulang bertema khusus olahraga.

Pailit Telkomsel, tak urung mengundang heboh nasional. Bagaimana mungkin perusahaan dengan untung bersih triliunan rupiah, dinyatakan pailit gara-gara sengketa bisnis Rp 5,3 miliar.  Kasus ini, uniknya, mempertemukan DPR, regulator dan kementrian BUMN dalam satu suara. Melawan putusan itu dan berusaha menyelamatkan Telkomsel dari kepailitan.

Berbagai tudingpun muncul dibalik kasus itu. Pertama adalah upaya mengganjal Telkomsel mengikuti seleksi frekuensi ketiga 3G yang akan digelar Kemenkominfo. Dengan status pailit, Telkomsel tak bisa ikut. Namun rumor itu hilang, setelah kemenkominfo menyatakan tender 3G ditunda hingga tuntasnya kasus Telkomsel.

Ketua DPR, Marzuki Alie, menduga ada upaya sistematis dan konspirasi untuk menguras keuangan negara di balik upaya membuat pailit Telkomsel. Pasalnya, dalam rapat kreditor, PT Prima Jaya Informatika (PJI) menuntut ganti rugi Rp 260 miliar.  Marzuki menduga upaya membuat Telkomsel pailit tersebut merupakan satu rencana yang sistematis karena tidak mungkin PT PJI bekerja sendiri.

Telkomsel mengajukan kasasi atas kasus itu. Majelis kasasi yang menangani perkara itu menerima permohonan Telkomsel. Pada  21 November 2012, Majelis Hakim yang dipimpin Abdul Kadir Mappong, dengan anggota Suwardi, dan Sultoni, membatalkan putusan sebelumnya. Telkomsel bebas pailit.

Pailit Telkomsel menyadarkan semua pihak bahwa korporasi besar seperti Telkomsel bisa direpotkan oleh urusan kecil. Pengadilan Niaga, tampaknya bakal menjadi ancaman baru bagi operator seluler nasional. Tak tertutup kemungkinan kasus itu akan berulang di kemudian hari.

Pada sisi lain, kasus Telkomsel juga memunculkan sebuah pertanyaan apakah sengketa binis seperti kasus Telkomsel dan PJI harus diselesaikan di Pengadilan Niaga atau di pengadilan biasa. Bukankah dalam perjanjian atau kontrak ada mekanisme penyelesaian perkara yang disepakati para pihak.

Kasus inilah yang kemudian mengundang berbagai rumor tak sedap. Misalnya konspirasi, sebagaimana diungkap Ketua DPR.

Seperti kata pepatah Jawa, kriwikan dadi grojokan, dalam kasus ini Telkomsel harus mengeluarkan dana yang besar baik untuk penanganan kasus maupun program pemulihan citra. Tidak jelas, mengapa tidak ada antisipasi sampai sejauh ini.

Untuk penanganan kasus, misalnya, Telkomsel harus membayar biaya pengacara dan kurator. Tak sedikit biaya yang dikeluarkan Telkomsel. Bila biaya kurator sebagaimana diatur dalam UU Kepailitan, Telkomsel harus merogoh kocek ratusan miliar.

Belum lagi potential lost akibat perkara ini. Karena berada di bawah kurator--selama proses pengadilan berlangsung--, manajemen Telkomsel tak bisa leluasa dalam mengambil keputusan. Hal ini tentu saja mempengaruhi kinerja Telkomsel.


Senin, 24 Desember 2012

Sekelumit kisah Telkomsel yang sempat pailit

Jakarta September lalu, kegegeran besar melanda industri telekomunikasi tanah air. PT Telkomsel, operator seluler terbesar di Indonesia dengan 122 juta pelanggan dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Pangkal permasalahannya adalah perjanjian kerja sama antara Telkomsel dengan PT Prima Jaya Informatika dalam pengadaan kartu perdana pra bayar berdesain gambar atlet nasional. Kontrak kedua belah pihak tertuang dalam surat bernomor PKS.591/LG.05/SL/VI/2011 dan 031/PKS/PJI/TD/VI/2011 tertanggal 01 Juni 2011.

Perjanjian berdurasi dua tahun tersebut menawarkan keuntungan besar bagi kedua belah pihak. Telkomsel memiliki kewajiban menyediakan voucher isi ulang bertema khusus olah raga dalam jumlah 120.000.000 lembar yang terdiri dari Rp 25.000 dan voucher isi ulang Rp 50.000. Voucher-voucher tersebut setiap tahunnya bakal dijual oleh Prima Jaya.

Bukannya mereguk untung, Prima Jaya malah harus rugi besar, mencapai Rp 5,3 miliar. Pasalnya Telkomsel memutuskan kontrak secara sepihak Juni tahun ini. Direksi Telkomsel menilai, rekanan mereka itu tidak becus menjual voucher, sehingga bisa dianggap gagal memenuhi target kontrak kerja.

Gugatan pun dilayangkan. Prima Jaya menuding Telkomsel tidak membayar dua utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih.

Hasilnya Hakim PN Jakarta Pusat Agus Iskandar pada 15 September lalu memenangkan gugatan Prima Jaya, dan memutuskan Telkomsel pailit alias bangkrut karena tidak bisa melunasi tanggungannya. Jagat telekomunikasi geger. Anggota DPR sampai Menteri BUMN Dahlan Iskan angkat bicara. Semua mempertanyakan, mengapa perusahaan sebesar Telkomsel bisa dinyatakan pailit.

Rupanya, 'kebangkrutan' Telkomsel hanya berlangsung singkat. Mahkamah Agung (MA) dalam sidang kasasi 22 November lalu membatalkan status pailit anak perusahaan PT Telkom itu. Operator seluler itupun lega. Sebaliknya, Prima Jaya meradang. Mereka merasa dizalimi, lantaran tuduhan tidak mampu memenuhi kontrak tidak pernah terbukti. Kini, sebulan pascaputusan, tetap tidak ada dukungan buat Prima Jaya. Pemerintah bahkan tegas membela Telkomsel. Juru bicara Kementerian Telekomunikasi dan Informatika Gatot S. Dewa Broto mengaku saat pertama kali mendengar kasasi Telkomsel dikabulkan, dia langsung mengapresiasi.

"Saya pejabat pertama yang bilang putusan (MA) itu harus kita hormati, perlu kita bela Telkomsel," ujarnya kepada merdeka.com, Kamis (20/12).

Gatot menilai pembelaan pemerintah bukan tanpa alasan. Dia berpegang pada rekam jejak Telkomsel yang selalu patuh membayar kewajibannya pada pemerintah, baik melalui pajak atau iuran lain sesuai UU telekomunikasi. "Selama ini (Telkomsel) bayar BHP (iuran penggunaan frekuensi) ke kami nggak pernah lelet, tepat waktu, itu indikator paling gampang. Masak sekian triliun dibayar ke negara tidak pernah masalah, ini cuma Rp 5,3 miliar jadi pailit," paparnya.

Pihak Telkomsel pun menganggap tidak ada lagi masalah dengan Prima Jaya. Direktur Jaringan Telkomsel Abdus Somad Arief enggan membahas pengalaman perusahaannya dianggap pailit oleh pengadilan. "Sudah ada keputusan MA, kita berpegang pada itu," ujarnya singkat.

Melihat rekam jejak Telkomsel, kata bangkrut memang sulit bisa melekat. Hingga September 2012, operator tertua di Tanah Air ini membukukan pendapatan sekitar Rp 48,73 triliun atau meningkat 11 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara laba bersih Telkomsel hingga triwulan III tahun ini mencapai Rp 11,72 triliun atau tumbuh 23 persen, dengan total aset sekitar Rp 58,93 triliun.(mdk/rin)


Merdeka

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More