blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label XL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label XL. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Oktober 2015

Balon Internet Google

2016 Mulai Terbang di Indonesiahttp://images.cnnindonesia.com/visual/2015/10/16/adb8a37a-c971-4c9b-a9a7-4fff876417aa_169.jpg?w=650Project Loon akan segera terbang di Indonesia (Dok. Akun Google Plus Project Loon)

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bersama tiga operator seluler di Indonesia berkunjung ke kantor pusat Google, di California, San Francisco, Amerika Serikat. Salah satu agendanya soal, Project Loon.

"Saya dan 2 CEO operator lainnya hari ini (Rabu, 28 September) menandatangani technical trial agreement (Project Loon)," kata CEO XL Axiata Dian Siswarini, saat berbincang dengan CNN Indonesia, Kamis (29/10/2015). Hal senada juga diungkapkan oleh CEO Indosat Alexander Rusli. "Iya betul, kami baru saja tanda tangan trial teknis."

Dian yang sedang di markas Google, menandatangani kerjasama itu dengan Alexander Rusli dan CEO Telkomsel Ririek Adriansyah disaksikan oleh Menkominfo Rudiantara.

Dilanjutkan olehnya, bahwa Project Google Loon ini sangat cocok untuk membuka akses daerah-daerah di Indonesia agar bisa tersambung dengan jaringan telekomunikasi.

Dian bilang, "Kami melihat bahwa Google Loon bisa menjadi alternatif teknologi untuk men-cover daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau dengan terestrial network."

Setelah kesepakatan ini, Balon Loon ini akan diterbangkan di atas wilayah Indonesia pada tahun depan. "Techincal trial tersebut akan dimulai di tahun 2016. Belum tahu wilayah mana saja yang akan diterbangkan di Indonesia," tandas Dian.

Sebelum di Indonesia, Balon Loon sudah pernah melakukan uji coba di Australia. Cara Project Loon ini bekerja adalah dengan meluncurkan 20 balon udara di bagian barat Quennsland. Google tidak membeli atau menyewa frekuensi di Negeri Kanguru tersebut.

Dalam proyek ini, Telstra memberi izin pada Project Loon untuk mengakses jaringan BTS memanfaatkan spektrum frekuensi 2,6 GHz. Nantinya, warga akan menerika koneksi Wi-Fi di perangkat komputernya.

Balon udara yang dikembangkan Google ini masih dalam tahap pengembangan dari laboratorium Google X. Ia telah menjalankan uji coba terbang di Amerika Serikat dan Selandia Baru dalam dua tahun terakhir. (eno/tyo)
Bagaimana Cara Balon Google Sebarkan Internet?http://s18.postimg.org/xf3zkk35l/loon.pngKonsep pengoperasikan Project Loon (dok.Google)

Balon udara raksasa Google bernama Project Loon yang punya tugas menyebarkan Internet di daerah-daerah terpencil akan diuji coba mulai 2016 mendatang di Indonesia.

Balon Loon ibarat menara seluler yang mengangkasa di langit. Loon terbang di ketinggian dua kali lipat dari ketinggian normalnya pesawat komersil berjalan. Lebih tepatnya, Loon akan terbang sekitar 20 kilometer di atas permukaan Bumi di lapisan stratosfer.

Mengapa stratosfer? Dari publikasi resmi di blog Google, angin di stratosfer sifatnya berlapis-lapis, di mana tiap lapisannya memiliki variasi kecepatan dan arah. Nah, dengan bergerak bersama angin, balon Loon dirancang agar bisa membentuk satu jaringan komunikasi yang besar.

Tiap balon akan memancarkan koneksi internet 4G LTE ke permukaan dengan jangkauan 40 kilometer dari tempat balon tersebut berada. Balon itu akan mengantar teknologi Long Term Evolution (LTE) dari perusahaan telekomunikasi yang telah bermitra dengan Google Project Loon, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata.

Google dan para operator akan berbagi spektrum seluler agar masyarakat bisa mengakses internet melalui perangkat ponsel pintar dan perangkat yang sudah mendukung teknologi LTE. Balon Loon menggilirkan trafik nirkabel dari perangkat mobile kembali ke internet global menggunakan link berkecepatan tinggi.

Yang jelas, jika satu balon sudah mulai terbang ke luar jalur, maka balon Loon lainnya akan bergerak menggantikan posisinya.

"Kami harap proyek ini bisa membantu operator lokal untuk memperluas jangkauan jaringan mereka yang sudah ada dan koneksi Internet yang bisa betul-betul mencapai area terpencil," tulis Vice President Project Loon Google, Mike Cassidy.

Nusantara terdiri dari 17 ribu pulau dan bisa dikatakan hanya satu dari tiga orang di Indonesia yang sudah terhubung dengan Internet. Itupun belum tentu koneksinya bagus tanpa lemot.

Ide utama dari kesepakatan antara Google dan Telkomsel, XL Axiata, serta Indosat selaku tiga operator besar Indonesia berangkat dari sulitnya menjalankan kabel serat optik atau mendirikan menara seluler di kawasan terpencil yang penuh dengan gunung dan hutan.

XL, Telkomsel, dan Indosat telah menandatangani kerjasama Loon di markas Google di Mountain View, California dan disaksikan oleh Menkomindo Rudiantara.

"Kami melihat bahwa Google Loon bisa menjadi alternatif teknologi untuk men-cover daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau dengan terestrial network," kata CEO XL Axiata, Dian Siswarini.

Dilanjutkan olehnya, bahwa Project Google Loon ini sangat cocok untuk membuka akses daerah-daerah di Indonesia agar bisa tersambung dengan jaringan telekomunikasi, namun ia mengaku belum tahu wilayah mana saja di yang akan kebagian koneksi dari Loon. (eno)
Balon Internet Google Pakai Spektrum 900 MHz Tiga Operatorhttp://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Fotona-Heli-Apache.jpgDari kiri ke kanan: VP Project Loon Google Michael Cassidy, Presiden Direktur Indosat Alexander Rusli, Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini, Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, dan Pendiri Google Sergey Brin, dalam acara penandatanganan kesepakatan uji coba Project Loon, di kantor pusat Google di Mountain View, California, AS, Rabu, 28 Oktober 2015. (Dok. XL Axiata)

Proyek percobaan penyelenggaraan akses Internet dengan balon udara milik Google di Indonesia akan didukung oleh tiga operator seluler mulai 2016, dan bakal memanfaatkan spektrum 900 MHz.

Ketiga operator yang terdiri atas Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata, sepakat mengizinkan balon udara yang disebut Project Loon tersebut memakai spektrum 900 MHz mereka.

XL akan melakukan integrasi dengan Project Loon melalui 4G LTE di frekuensi 900 MHz,” demikian pernyataan tertulis XL Axiata, Kamis (29/10).

Kesepakatan antara tiga operator seluler besar tersebut berlangsung di kantor pusat Google di Mountain View, California, AS, Rabu (28/10), yang disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara serta pendiri Google Sergey Brin.

Dalam uji coba nanti tahun depan, balon udara ini akan mengudara di ketinggian sekitar 20 kilometer di atas permukaan laut yang berfungsi seperti menara pemancar sinyal.

Menurut rencana, balon bakal digunakan untuk memberi akses Internet ke daerah pelosok yang sejauh ini belum terjangkau oleh infrastruktur darat operator seluler.

Dengan operator Telkomsel, Project Loon akan diuji pada lima titik di atas Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Mereka memakai infrastruktur backbone milik Telkom dan Telkomsel, antara lain sistem jaringan Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS). Sementara operator Indosat dan XL berencana memanfaatkan balon udara itu di kawasan timur Indonesia.

Telkomsel melihat Project Loon sebagai salah satu inovasi teknologi terkini yang dapat bermanfaat untuk memperluas penyebaran Internet di daerah-daerah yang sulit terjangkau dan memiliki kerapatan penduduk yang rendah,” ujar Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah.

Jika uji coba sukses, bisa saja Project Loon yang memakai tenaga matahari ini dipakai sebagai pelengkap infrastruktur telekomunikasi, namun semua itu kembali pada kesepakatan antara operator seluler dengan Google pada dua sampai tiga tahun mendatang.

Dari sudut pandang Indosat, perusahaan menilai kesepakatan uji coba ini dapat mendukung Rencana Pitalebar Indonesia 2014-2019.

CEO Indosat Alexander Rusli, yang juga Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia, berharap balon udara Google dapat “merangkul mereka yang belum terlayani konektivitas.

Project Loon pertama kali diuji di Selandia Baru pada Juni 2013 memanfaatkan spektrum 2.600 MHz. Nantinya, warga dapat menerima koneksi nirkabel Wi-Fi pada perangkat mereka dan dapat dipakai guna mengakses Internet. (adt/eno)
Balon Internet Google Tak Ganggu Jaringan Seluler Indonesiahttp://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Fotona-Heli-Apache.jpgMenkominfo Rudiantara bersama Direktur Utama Telkomsel, CEO XL Axiata Dian Siswarini dan Presiden Direktur Indosat Alex Rusli (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Tiga operator asal Indonesia, Telkomsel, XL Axiata dan Indosat sepakat untuk melakukan uji coba Project Loon buatan Google. Kendati tujuannya membuka akses internet di kawasan yang susah dijangkau di Tanah Air, balon internet ini masih menimbulkan pro dan kontra.

Ada kekhawatiran bahwa teknologi balon internet ini akan men-disrupt telekomunikasi karena mem-bypass langsung. Menurut Presiden Direktur dan CEO Indosat Alexander Rusli hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan.

"Tidaklah. Ini kan pakai frekuensi kita (operator). Jadi seperti vendor BTS saja," kata Alex--sapaan akrabnya, yang ikut mengunjungi ke kantor pusat Google, di California, Amerika Serikat, kepada CNN Indonesia. Alex yang juga Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menganalogikan, "Anggap saja si Google Loon ini (seperti) BTS-nya Ericsson, Huawei atau Nokia."

Alex juga mengatakan ada bagusnya bila balon internet Google ini nantinya sukses digelar di Indonesia, khususnya dari para operator. "Kalau bagus, less Capex dan obiquotus coverage of LTE."

Hal senada juga diungkapkan oleh CEO XL Axiata Dian Siswarini. Dalam perbincangan terpisah dengan CNN Indonesia, sejauh ini balon internet Google masih dalam tahap uji teknis, jadi operator masih meraba skema teknologi dan bisnisnya, sampai diputuskan komersial.

Dian pun tidak khawatir bila balon internet ini sampai men-disrupt jaringan telekomunikasi miliknya. "Kan tergantung bisnis modelnya. Kalau nanti bisnis modelnya kurang cocok, ya tidak perlu sampai komersial," sebutnya.

Baik Alex dan Dian juga sepakat balon udara Google ini mulai dilaksanakan uji cobanya pada tahun 2016. Namun belum diketahui kawasan mana terlebih dahulu yang akan menjadi daerah pertama untuk percontohan.

"Kan tadi semua (tiga operator) yang sign. Nanti kita yang tentuin daerahnya," tandas, Alex.

Sebelum di Indonesia, Balon Loon sudah pernah melakukan uji coba di Australia. Cara Project Loon ini bekerja adalah dengan meluncurkan 20 balon udara di bagian barat Quennsland. Google tidak membeli atau menyewa frekuensi di Negeri Kanguru tersebut.

Dalam proyek ini, Telstra memberi izin pada Project Loon untuk mengakses jaringan BTS memanfaatkan spektrum frekuensi 2,6 GHz. Nantinya, warga akan menerika koneksi Wi-Fi di perangkat komputernya. (eno/tyo)
Proyek Google di Indonesia Bukan Cuma Balon Internethttp://images.cnnindonesia.com/visual/2015/10/29/b4f62b85-7683-49fb-b63d-06c14ac2efa9_169.jpg?w=650Menerbangkan balon Internet bukanlah satu-satunya proyek Google untuk menyebarkan Internet di Indonesia. (Antara/Yudhi Mahatma)

Project Loon dari Google terdengar begitu canggih dan menarik perhatian karena tujuannya yang ingin menyebarkan koneksi internet dari angkasa meggunakan balon udara. Balon pintar ini bukanlah satu-satunya proyek Google ke Indonesia yang berkaitan dengan jaringan internet.

Vice President Project Loon, Mike Cassidy mempublikasikan tulisannya di dalam blog resmi Google tentang Project Loon. Di sana, ia juga menyebutkan bahwa pihak perusahaan telah mengerahkan sejumlah upaya untuk membantu mencapai pemerataan internet di Indonesia.

"Untuk membuat internet tak hanya mudah diakses namun juga berguna, banyak yang harus dilakukan. Kami memiliki sejumlah upaya di Indonesia demi mencapainya," tulis Cassidy.

Ia melanjutkan, "salah satunya program Android One yang membuat ponsel pintar harga murah namun berkualitas tinggi dan memberi pengalaman akses internet kepada masyarakat menengah ke bawah."

Cassidy yang menyebutkan, perusahaan telah mengembangkan fitur yang bisa digunakan apabila koneksi internet sedang lemah atau lemot, seperti Search Lite dan fitur offline untuk video di YouTube.

"Ada juga bahasa Indonesia dan bahasa Sunda di dalam Google Translate yang bisa menjadi alat pembantu masyarakat saat berselancar di internet," sambung Cassidy.

Pihak Google menyadari bahwa masih banyak penduduk dunia, khususnya di Indonesia yang belum mendapat akses internet, namun perusahaan sendiri mengaku sedang berkembang dan berupaya memenuhi itu.

"Jika semua berjalan lancar, jutaan penduduk Indonesia akan bisa berbagi ide, kultur, dan bisnis secara online tanpa batas," Cassidy menutup tulisan blog.

Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mencicipi program ponsel pintar murah Android One. Google menunjuk tiga produsen ponsel lokal yang ikut program Android One tahap awal. Ketiganya adalah Evercoss melalui produk One X, lalu Nexian dengan produk Journey, dan Mito dengan Impact.

Ketiga ponsel yang dibanderol tak lebih dari Rp 1 juta ini memakai spesifikasi teknis yang sama persis. Mereka dibekali layar berukuran 4,5 inci jenis FWVGA, prosesor quad-core 1,3 GHz, RAM 1GB, memori internal 8 GB yang disertai slot kartu memori eksternal, fitur kartu SIM ganda jenis Micro SIM, baterai 1.700 mAh, kamera utama 5 MP dan kamera depan 2 MP.

Android One memang terdengar seperti misi mulia Google untuk menghubungkan penduduk dunia dengan internet melalui ponsel pintar murah. Karena, menurut mereka, saat ini 4 miliar penduduk dunia yang belum terkoneksi internet.

Sementara Nusantara terdiri dari 17 ribu pulau dan bisa dikatakan hanya satu dari tiga orang di Indonesia yang sudah terhubung dengan Internet. Itupun belum tentu koneksinya bagus tanpa lemot.

"Kami melihat bahwa Google Loon bisa menjadi alternatif teknologi untuk men-cover daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau dengan terestrial network," kata CEO XL Axiata, Dian Siswarini setelah menandatangi perjanjian di markas Google di Mountain View, California, AS. (eno/eno)
Balon Internet Google Pernah Dikritik Bill Gateshttp://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Fotona-Heli-Apache.jpgPendiri Microsoft Bill Gates (REUTERS/Francois Lenoir)

Misi sosial atau murni bisnis, niat Google mengembangkan Project Loon agar balon internet ini bisa menjangkau wilayah yang sulit ditembus. Tujuan mulia ini tak selalu mendapat respon bagus, seperti kritikan yang dilontarkan oleh pendiri Microsoft Bill Gates.

Inisiatif Project Loon Google yang ingin memberikan akses intenet ke wilayah yang susah ditembus dan negara berkembang dari jaringan balon yang terbang di lapisan stratosfer tak membuat Gates tertarik.

"Ketika Anda sedang sekarat karena malaria, dan kemudian melihat ke atas dan melihat balon itu, saya yakin itu tidak akan membantu Anda. Ketika anak-anak menderita diare, tidak ada situs yang bisa menguranginya," katanya dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Business Week.

Namun bukan berarti Gates tidak percaya bahwa menghubungkan semua orang dengan internet akan membawa perubahan positif, dia yakin akan keniscayaan tersebut.

"Tentu saja aku sangat percaya dalam revolusi digital, seperti menghubungkan pusat kesehatan, sekolah itu hal yang baik. Tapi tidak bagi negara yang berpenghasilan rendah, kecuali jika Anda langsung mengatakan kepada kami soal malaria," sebut pria paling kaya di kolong jagat itu.

Gates yang memang dikenal sebagai philantropis mempertanyakan komitmen Google untuk proyek-proyek di negara berkembang melalui Google.org.

"Google mengatakan akan melakukan sesuatu yang luas. Mereka menyewa Larry Brilliant (Doktor dan ahli filantropi) dan mereka mendapat publisitas yang fantastis. Dan kemudian mereka menutup semuanya," kritik Gates.

Di Indonesia, Project Loon mendapat ruang. Tiga operator seluler lokal sepakat untuk menyisihkan spekturm mereka di frekuensi 900 MHz untuk dijajal balon internet Google.

Dalam postingannya, Google menyediakan itu semua agar bisa membantu operator lokal untk memperluar jaringan ke area yang bahkan sangat terpencil.

"Kami harap proyek ini bisa membantu operator lokal untuk memperluas jangkauan jaringan mereka yang sudah ada dan koneksi Internet yang bisa betul-betul mencapai area terpencil," tulis Vice President Project Loon Google, Mike Cassidy.

Nusantara terdiri dari 17 ribu pulau dan bisa dikatakan hanya satu dari tiga orang di Indonesia yang sudah terhubung dengan Internet. Itupun belum tentu koneksinya bagus atau lambat. (eno/tyo)

  ★ CNN  

Selasa, 22 Mei 2012

XL Dukung Program Internet Sehat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--XL menyatakan siap mendukung program internet sehat di Sulawesi Utara(Sulut) dan seluruh Indonesia guna membantu masyarakat mendapatkan manfaat positif dari internet.

"Semakin luas kalangan masyarakat di Indonesia yang bisa mengakses internet, karena itu XL merasa bertanggung jawab untuk itu melakukan edukasi dan sosialisasi pemanfaatan layanan internet secara positif," kata Chief Technology, Content and New Business Office PT Axiata Tbk, Dian Siswarini pada kegiatan Kominfo Goes to Mall di Manado, Selasa.

Dian mengatakan, saat ini penetrasi internet semakin tinggi dan memasyarakat hingga masuk ke kalangan muda, bahkan anak sekolah usia Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.
"Hal ini didukung semakin mudah dan murahnya akses internet melalui ponsel, karena itu XL mengingatkan sekaligus memandu masyarakat untuk mendapatkan manfaat positif dari internet," kata Dian.

Guna memandu masyarakat menggunakan internet secara sehat, kata Dian, maka Xl meluncurkan buku panduannya disertai dengan update konten sesuai dengan perkembangan terbaru edisi baru yang merupakan buku keempat internet sehat.

Buku panduan internet sehat ini bertujuan mengingatkan bahwa perkembangan teknologi infrastruktur telekomunikasi dan internet haruslah dibarengi dengan berbagai upaya menumbuhkan konten yang bermanfaat dan etika berjejaring di dunia maya secara sehat.

Xl bekerja sama dengan ICT Watch telah menerbitkan buku panduan berinternet sehat edisi ketiga, yang rencananya akan didistribusikn secara gratis ke berbagai komunitas pendidikan termasuk sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dan lembaga terkait lainnya seperti perpustakaan dan kampus.

Kegiatan Goes to Mall berlangsung di Manado menampilkan pembicara dalam talk show insan, Menteri Kominfo RI, Tifatul Sembiring dan para praktisi telekomunikasi dan informatika.

Terkait kegiatan ini juga akan digelar peluncuran Boulevard Free Wifi dan pencanangan GEMMA INSAN rekor Muri oleh Menteri Kominfo diikuti 10 ribu peserta terdiri pelajar, mahasiswa serta masyarakat yang bisa langsung mengakses internet secara sehat dan aman.

Seluruh rangkaian acara ini diselenggarakan terkait Pekan Informasi Nasional(PIN) yang akan dimeriahkan dengan berbagai lomba teknologi dan informasi komunikasi.


Minggu, 22 April 2012

Asyik, XL Tawarkan Paket Hemat Telepon dari Luar Negeri

HONG KONG--MICOM: Operator seluler PT XL Axiata (Tbk) memberikan kepastian tarif bertelepon dari luar negeri bagi pelanggan jaringan XL lewat promo penyeragaman tarif sehingga pelanggan tak khawatir terkena tarif mahal.

"Kepastian tarif itu masuk dalam promo one tarif roaming international yang berlaku di sembilan negara," kata Manajer Produk XL Redi Rindayani di Hong Kong, Jumat (20/4).

Dalam jumpa pers terkait peningkatan layanan tarif internasional itu, Redi mengatakan selama ini banyak orang Indonesia yang ke luar negeri dihantui kekhawatiran melonjaknya tarif jika mengaktifkan ponsel mereka.

Menurut dia, pada 2011, ada sekitar sejuta orang Indonesia yang ke luar negeri tapi cuma 20 persen yang mengaktifkan ponsel mereka.

"Mereka biasa berpikir bahwa menelpon dari luar negeri sangat mahal. Program hemat menelepon dari luar negeri yang dilakukan XL akan menghapus tingkat kemahalan itu," katanya.

Promo yang berlaku di wilayah Singapura, Malaysia, Hong Kong, Jepang, Sri Lanka, Bangladesh, Kamboja, Taiwan dan Makau itu meliputi biaya gratis pengguna BlackBerry, biaya Rp3.500 per SMS per telepon per menit. "Ke depan promo ini diperluas ke lima benua," katanya.

Di samping memberikan promo hemat untuk bertelepon/SMS dan pemakaian layanan BB, XL juga memberikan tarif hemat untuk akses data sepuasnya dengan biaya Rp25 ribu per hari atau Rp25 per kb.

"Program paket murah bertelepon dari luar negeri itu bisa menghemat ongkos jasa telekomunikasi yang dibayarkan pelanggan hingga 90 persen dibanding sebelum ada promo," katanya. (Ant/OL-9)


MediaIndonesia

Sabtu, 31 Maret 2012

Tambah Serat Optik, XL Anggarkan Rp 300 Miliar

KOMPAS/AW SUBARKAH- Ilustrasi


JAKARTA, KOMPAS.com - Operator seluler PT XL Axiata Tbk akan menggelar tender pembangunan jaringan serat optik (fiber optic) sepanjang 3.000 kilometer yang membentang di wilayah pantai barat Sumatera, dengan investasi sekitar Rp 300 miliar.

"Saat ini persiapan pembangunan sudah dilakukan, tinggal menunggu penyelesaian proses tender yang akan diikuti sekitar lima perusahaan jaringan," kata Direktur Service Management XL Ongki Kurniawan, di Jakarta, Kamis (29/3/2012) kemarin.

Menurut Ongki, setidaknya lima peserta akan mengikuti tender penggelaran jaringan serat optik tersebut antara lain Huawei, Ericsson dan Alcatel dan dua vendor lainnya.

Ia menjelaskan pembangunannya dilakukan dalam dua jenis yaitu pekerjaan fisik dan pengadaan perangkat yang diharapkan rampung dalam 9 bulan ke depan, atau sekitar awal tahun 2013.

Ongki menambahkan, saat ini XL telah memiliki jaringan serat optik sepanjang 17.000 kilometer yang mengitari sebagian besar wilayah Indonesia.

Dengan penambahan jaringan optik sepanjang 3.000 km tersebut diharapkan dapat menambah kapasitas bandwith XL terutama untuk mengakses ke jaringan internet internasional.

Ongki menjelaskan XL ingin meneruskan program penguatan redudance ke jaringan internasional melalui Singapura, karena sebagian besar server konten masih berada di luar negeri, sedangkan server lokal masih relatif kecil.

"Kita memperluas cakupan jaringan XL untuk mengirim trafik internet ke Singapura yang kemudian dikirim ke Amerika Serikat di mana hampir semua server berada di wilayah itu," ujarnya.


Tingkatkan data

Dengan penambahan jaringan serat optik tersebut, Ongki menjelaskan semakin memudahkan perusahaan untuk meningkatkan layanan data.
Menurut dia, pada 2012 XL fokus kepada kualitas layanan data demi meningkatkan pertumbuhan pendapatan.

"Kontribusi data terhadap pendapatan baru sekitar 15 persen. Tahun ini rencananya akan dinaikkan menjadi dua kali lipat dari tahun sebelumnya (2011) yakni Rp 2,21 triliun," ujarnya.

Menurut dia, pengguna data reguler adalah profil pengguna yang menggunakan media smartphone, modem, dan tablet untuk mengakses data.
Periode Februari 2012, jumlah pelanggan BlackBerry di jaringan XL mencapai 2,5 juta nomor, pelanggan internet via modem 150.000 nomor, iPhone 75.000 nomor, dan pelanggan iPad 40.000 nomor.

Ia menjelaskan, pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU) data campuran XL mencapai Rp32.000, sementara ARPU pelanggan BlackBerry masih tinggi di kisaran Rp100.000.

Adapun trafik penggunaan data tumbuh sebesar 295 persen dari 2,7 Pentabyte tahun 2011 menjadi 10,6 Pentabyte di tahun 2012.
Saat yang bersamaan XL juga akan mengembangkan layanan 3G hingga di 40 kota, dari sebelumnya di 6 kota besar.


Sumber :ANT

Rabu, 28 Maret 2012

XL: Layanan Data Ditargetkan Naik 1,5 Kali

foto
Sejumlah sales promotion XL membagikan bunga dan kartu perdana di kawasan bolevard, Makassar, Selasa (14/2). TEMPO/Iqbal Lubis

TEMPO.CO, Jakarta - Operator seluler XL Axiata menargetkan kenaikan pendapatan dari layanan data sebesar 1,5 kali lipat dibanding tahun 2011.

"Layanan data akan menjadi fokus XL," kata Direktur Service Management XL Ongki Kurniawan di Jakarta, Rabu, 28 Maret 2012.

Peningkatan target pendapatan itu, kata dia, seiring dengan pertambahan jumlah pengguna layanan data XL sejak dua tahun lalu.

Pada 2011 pelanggan XL yang menggunakan layanan data tercatat ada 25 juta pengguna. "Ini setengah lebih dari jumlah total pelanggan XL," kata Ongki.

Pada tahun 2011 lalu, pendapatan XL dari layanan data tumbuh sebesar 61 persen. Jumlah ini melonjak dari tahun sebelumnya yang hanya tumbuh 18 persen.

Dari sisi trafik, penggunaan layanan data oleh pelanggan XL juga meningkat drastis. Tumbuh hanya 43 persen pada 2010 dan melonjak hingga 300 persen pada 2011. "Peningkatan trafiknya memang luar biasa," katanya.

Untuk mendukung target yang telah dipatok pada tahun ini, XL akan kembali membangun 6000 BTS. Dari jumlah tersebut, 4000 BTS akan mendukung layanan 3G. "Jadi dari sisi suplai jaringan juga kami perkuat," katanya.

Ongki mengatakan dari total investasi Rp 7 sampai 8 triliun pada tahun ini, sekitar 60 persennya akan digunakan untuk memperkuat layanan data.(IQBAL MUHTAROM)


Senin, 26 Maret 2012

XL Lakukan Uji Jaringan di Sungai

REPUBLIKA.CO.ID,MEDAN--PT XL Axiata Tbk (XL) melakukan uji jaringan di Medan dengan melakukan penyusuran sungai Babura, Medan.

General Manager Network Northern Sumatera XL, Frenky Tobing, mengatakan, “Ini menjadi uji jaringan di sungai yang pertama kali dilakukan di Indonesia. '' Kami melakukan uji kemampuan Hot Rod 3G+. Jika wisata air di sungai-sungai di kota Medan benar-benar terwujud, kami sudah XLangkah Lebih Maju, sudah bisa dan siap berkomunikasi, berinternet ria, bersosial media di atas kapal atau perahu,” kata Frenky.

Ujicoba dilakukan dengan cara melakukan panggilan Video Call dari Sungai Babura (antara Jalan Wolter Monginsidi dan Jalan Kejaksaan) ke kantor XL di Jl Diponegoro, Medan. Ujicoba kedua dilakukan dengan melakukan browsing di sepanjang Sungai Babura, yang disaksikan langsung di kantor XL oleh wartawan dari berbagai media massa.

Frenky menambahkan, dari pengujian tersebut kecepatan browsing dan internetan di sepanjang sungai Babura paling rendah 430 Kbps, bahkan bisa mencapai 501 Kbps. Dengan kecepatan seperti itu, dipastikan pelanggan dapat mengakses internet sangat cepat. Uji jaringan ini sekaligus menunjukkan bahwa jaringan XL adalah yang terbaik, baik di darat juga di sungai.

Saat ini, jaringan XL didukung oleh 783 BTS di kota Medan. Sebanyak 297 BTS di antaranya adalah BTS 3G. Jaringan HotRod 3G+ bisa diakses di berbagai penjuru kota. Jaringan yang handal tersebut melayani sekitar 1 juta pelanggan di ibu kota Sumatera Utara tersebut.


REPUBLIKA.CO.ID

Kamis, 01 Maret 2012

Optimalkan Pelayanan Pelanggan, XL Tangani Pengaduan Melalui Jejaring Sosial

Optimalkan Pelayanan Pelanggan, XL Tangani Pengaduan Melalui Jejaring Sosial
Seorang petugas tengah membersihkan billboard XL
REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--XL Axiata mempercantik costumer service atau layanan pelanggan dengan mengoptimalkan penanganan pengaduan melalui jejaring sosial.

"Ke depan costumer service tidak lagi sebatas pelengkap namun ujung tombak, sehingga optimaliasi dan variasi layanan konsumen menjadi prioritas," kata GM Regional Finance and Manage Service XL Axiata, Alfred Pasaribu, di Bandung, Rabu.

Perubahan dan peningkatan kualitas layanan pelanggan operator seluler itu dilakukan melalui program XL-Care yang mengoptimalkan jejaring sosial tweeter.

Menurut Alfred, pelanggan tidak lagi harus mendatangi costumer service atau menelepon, namun cukup melakukannya melalui jejaring sosial.

Inovasi itu meningkatkan kinerja unit layanan konsumen dalam memberikan solusi atas keluhan sekaligus edukasi kepada pelanggan.

"XL-Care diluncurkan dua minggu lalu, diharapkan memberi solusi dan alternatif untuk mengatasi masalah penggunaan gadget," kata Pasaribu.

Lebih lanjut, Alfred menyebutkan pihaknya sudah melalukan 20 inisiatif untuk peningkatan kinerja costumer service, lima di antaranya langsung dengan pelanggan baik dari sisi sistem, sumber daya manusia, dan proses.

Sementara itu Manager Pengembangan XL Central Region, Indra Ardiyanto, menyebutkan upaya mempercantik costumer service itu menjadi salah satu fokus tahunn 2012, disamping perluasan dan penguatan jaringan. Sekitar 80 persen unit layanan operator itu dilakukan perbaikan dan renovasi.

"Layanan XL-Care akan mengatasi masalah melalui jejaring sosial, dan itu terobosan dalam layanan konsumen," kata Indra yang menyebutkan target solusi dilakukan maksimal dalam 10 menit.

Untuk meningkatkan kualitas jaringan, XL pada 2012 menambah 600 BTS baru di seluruh wilayah Jabar, Jateng dan DIY.

"Target penambahan BTS pada 2012 ini sebanyak 600 BTS, sebanyak 192 unit diantaranya sudah eksisting, sisanya akan dilakukan hingga akhir 2012. Saat ini telah ada sekitar 2.400-an BTS di Central Region," kata Indra menambahkan.


Kamis, 26 Januari 2012

XL dukung pengembang aplikasi lokal optimalkan pasar

PT XL Axiata Tbk (FOTO.ANTARA News/ ferly)

Surabaya (ANTARA News) - Operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (XL) berupaya mendorong pengembang aplikasi lokal mengoptimalkan pasar Indonesia karena semakin besarnya pertumbuhan masyarakat pengakses data di Tanah Air pada tahun ini.

"Untuk memenuhi permintaan pasar dan memanfaatkan momentum era layanan data, kami bekerja sama dengan penyedia platform mobile dari Finlandia, `Blaast` mengenalkan inovasi `mobile apps XL Blaast`," kata "Manager Management Service XL East Region", Martono di Surabaya, Rabu.

Menurut dia, perkembangan layanan data pada industri telekomunikasi semakin tak terbendung sehingga beragam layanan data terus tumbuh.

"Apalagi, kini permintaan masyarakat atas layanan seluler yang praktis, murah, dan mampu mendukung berbagai aktivitas kian meningkat dibandingkan tahun lalu," ujarnya.

Senada dengan Martono, "Director Tecnology, Content and New Business" XL, Dian Siswarini, mengurai, saat ini konten atau aplikasi lokal Indonesia masih sangat terbatas dibandingkan dengan konten produk asing.

"Padahal, potensi para pengembang aplikasi lokal memiliki kualitas yang tak kalah dengan produk luar negeri," katanya.

Untuk itu, ia optimistis, dengan inovasi aplikasi "XL Blaast" tersebut operator tersebut mengajak para pengembang aplikasi lokal memanfaatkan momentum era layanan data yang sedang tumbuh secara global.

"Dengan ini, kami berupaya merancang suatu wadah `platform` bagi para pengembang aplikasi lokal Indonesia sehingga aplikasi yang mereka buat mendapat sarana agar bisa sampai ke pengguna dan dinikmati masyarakat luas," katanya.

Ia berharap, layanan aplikasi "mobile" yang dapat memberikan pengalaman kepada pengguna "low-end phone" dengan fitur terbatas seolah menggunakan aplikasi pada telepon seluler pintar dapat mendorong produktivitas dan kreativitas pengembang lokal guna membuat aplikasi yang makin beragam.

"Bahkan, dapat mendesain inovasi terbaru yang lebih canggih pada masa mendatang," katanya.

Di samping itu, "CEO and Co-founder Blaast", Joonas Hjelt, berkomitmen, menyediakan aplikasi yang berkualitas tinggi bagi setiap orang di seluruh penjuru dunia. Upaya tersebut mengoptimalkan interaksi sosial masyarakat menyusul hal tersebut merupakan faktor penting untuk bisa mengembangkan konten.

"Apalagi mewujudkan aplikasi lokal yang memiliki kualitas dan mempunyai daya tarik lebih bagi pasar telekomunikasi. Dengan kemitraan ini, ke depan kian mendorong terciptanya komunitas pengembang domestik terutama yang merealisasi konten lokal," katanya. (DYT/A040)


ANTARA News

Senin, 02 Januari 2012

Tahun Baru, Lonjakan Trafik Data Telkomsel-XL Hampir 300%

Jakarta - Dibandingkan layanan voice dan pesan singkat, akses data paling terasa lonjakannya ketika pergantian malam tahun baru lalu. Bahkan ada operator yang trafik datanya sampai melonjak hampir 300%.

Operator yang dimaksud adalah Telkomsel dan XL Axiata. Untuk Telkomsel, lonjakan akses data yang hampir 300% itu didasarkan dengan membandingkan trafik saat Tahun Baru 2012 dengan tahun sebelumnya.

Di mana kenaikan yang diraih adalah 280,4% atau setara dengan 213 terra bytes. Layanan ini meningkat hampir 100% dibandingkan dengan pemakaian di hari normal 2011.

Trafik layanan data tertinggi terjadi di wilayah Jabodetabek dengan 60,6 terra bytes. Sejalan dengan tingginya pemakaian layanan data, layanan MMS Telkomsel juga mengalami peningkatan trafik 2,58 juta MMS atau naik sebesar 1,5 kali lipat dibandingkan dengan hari normal.

Adapun layanan dasar komunikasi (voice dan SMS) juga mengalami lonjakan, dimana trafik voice meningkat hingga 1,99 miliar menit (naik 112,6% dibanding trafik di hari normal). Trafik SMS meningkat hingga 1,82 miliar SMS (naik 136%).

Trafik layanan SMS tertinggi terjadi di wilayah Jabodetabek (693 juta SMS). Wilayah Indonesia Timur (Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya) menggunakan layanan voice tertinggi yaitu sebesar 342 juta menit.

"Peningkatan konsumsi layanan data ini menunjukkan bahwa arah perkembangan gaya hidup masyarakat akan lebih banyak menggunakan layanan yang berbasis data," kata Direktur Utama Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno dalam keterangannya, Senin (2/1/2012).

"Kami menyiapkan infrastruktur dari sisi jaringan dan inovasi produk-layanan, dengan 44 ribu BTS dan lebih dari 9000 node (BTS 3G). Telkomsel fokus pada pengembangan jaringan 3G/HSDPA/HSPA+. Saat ini kami memiliki 45 broadband city, dan di tahun 2012 kami menargetkan akan memiliki 100 broadband cities," lanjutnya.

Seakan tak mau kalah, XL Axiata juga melaporkan bahwa jaringannya tetap aman dan tidak mengalami gangguan yang berarti dalam perhelatan pergantian tahun kemarin.

Lonjakan trafik si operator yang identik dengan warna biru itu juga terjadi dari sisi layanan data. Dimana kenaikannya mencapai 269% atau setara dengan 65 terra bytes pada 31 Desember 2011 lalu jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara jika dibandingkan dengan hari-hari biasa, kenaikannya cuma sebesar 18,2%.

Layanan voice dan SMS pastinya juga mengalami kenaikan. Dengan lalu lintas menembus angka 670 juta menit untuk voice dan 925 juta SMS di hari terakhir tahun 2011.( ash / fyk )


detik

Selasa, 15 November 2011

XL Terapkan Aplikasi Sekolah Terpadu

TEMPO Interaktif, Bau-Bau - Operator selular XL menerapkan layanan sekolah terpadu melalui aplikasi Sistem Informasi Sekolah Terpadu (Sifoster) di Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara.

Aplikasi tersebut memudahkan para guru, siswa, dan orang tua dalam mengontrol proses belajar-mengajar di sekolah. Layanan berbasis pesan singkat (SMS) ini dapat memberi informasi yang berhubungan dengan sekolah, seperti absensi siswa, nilai, pembayaran pendidikan, bimbingan karier, dan sebagainya.

"Telekomunikasi dan layanan seluler sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk para pelajar," kata Vice President XL North Region, Nuruddin Al Fithroh, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 15 November 2011.

Melalui program ini, lanjut dia, proses edukasi bisa dilakukan secara maksimal supaya guru, orang tua murid dan siswa-siswi bisa mengetahui perkembangan dirinya.

Sebelumnya, layanan serupa pernah diterapkan di 54 sekolah di Makassar pada April lalu. Sekarang, XL mencoba menjalankan program tersebut di 40 sekolah di Bau-Bau.

Operator selular tersebut baru menjangkau Kota Bau-Bau dan sekitarnya pada 26 September lalu. Hingga kini, jumlah pengguna layanan XL yang ada di sana sekitar 15 ribu pelanggan yang ditopang empat unit Base Transceiver Stations 2 G.

Sementara untuk wilayah Sulawesi Tenggara, XL sudah hadir sejak tahun 2005 dengan 66 BTS 2 dan 5 BTS 3G yang didukung MSC di kota Kendari, dengan jumlah 150 ribu pelanggan.
(RINI KUSTIANI)


TEMPOInteraktif

Kamis, 13 Oktober 2011

Jaringan XL di Bali Sementara Normal

Dampak Gempa

KOMPAS/HERPIN DEWANTO PUTRO-Siswa dipulangkan cepat menyusul terjadinya gempa di Bali, Kamis (13/10/2011).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gempa kuat 6,8 Skala Richter (SR) yang mengguncang Bali, Kamis (13/10/2011) siang, sementara belum mengganggu layanan telekomunikasi. Trafik telekomunikasi dari dan ke Bali masih lancar.

Operator seluler PT XL Axiata Tbk, misalnya, menyatakan masih dapat melayani kebutuhan komunikasi pelanggan dengan baik di wilayah Bali.

"Kami sangat bersyukur karena hingga saat ini dapat mengatasi dampak gempa tersebut terhadap jaringan," kata Febriati Nadira, Head of Corporate Communication PT Xl Axiata dalam pesan yang dikirim kepada Kompas.com.

Meski demikian, XL masih terus memonitor kondisi di lokasi untuk mengantisipasi gangguan. Selain itu, XL juga bersiap untuk memberikan bantuan yang mungkin dibutuhkan masyarakat, terutama dari sisi kebutuhan terhadap akses komunikasi, yang diperkirakan bisa meningkat.

Perlu diketahui, layanan XL di Bali didukung oleh sekitar 1.100 BTS baik 2G/3G, sehingga mampu memenuhi kebutuhan sekitar 2 juta pengguna, yang terdiri dari pelanggan dan pendatang/wisatawan di Bali.


KOMPAS

Sabtu, 08 Oktober 2011

XL Tingkatkan Kualitas pada IB Award 2011

XL-Febriati Nadira - Head of Corporate Communications XL, Adrie Subono-Anggota Dewan Juri, Valencia Mieke Randa (Pemenang Kategori Kewirausahaan Sosial), Rukmini Paata Toheke (Pemenang Kategori Seni & Budaya), Erwin (Wakil dari Credit Union Pancoran Solidaritas selaku pemenang Lintas Kategori, Mayasti & Mayasto (Inti Casanova selaku pemenang Special Recognition Lintas Kategori, Andi Arfan Sabran (pemenang special recognition Lintas Kategori), Dr. Imam B. Prasodjo - Anggota Dewan Juri, Atiqah Hasiholan - Anggota Dewan Juri/Selebritis.

JAKARTA, KOMPAS.com
- PT XL Axiata Tbk. kembali memberikan Indonesia Berprestasi Award (IB Award). Pada tahun ini, XL akan memberikan dukungan pengembangan kapasitas kelembagaan kepada para peraih penghargaan ini agar mampu memaksimalkan manfaat kerja kerasnya bagi komunitas/masyarakat yang juga lebih luas.

Dewan Juri telah menetapkan 3 peraih IB Award 2011 dari 9 finalis yang terpilih. Mereka adalah Rukmini Paata Toheke (Seni & Budaya), Credit Union Pancur Solidaritas (Lintas Kategori/Kelompok), Valencia Mayke Randa (Kewirausahaan Sosial). Sementara itu untuk Penghargaan Khusus (Special Recognition) terpilih pemenang yaitu Andi Arfan Sabran, serta Nata De Cassava. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Dewan Juri dan Head of Corporate Communication XL, Febriati Nadira di Jakarta, Jumat (5/10/2011).

"Mereka hebat karena bukan saja pintar, tetapi juga berdedikasi tinggi untuk bisa menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk mencari solusi persoalan yang dihadapi masyarakat luas. Atas pertimbangan itulah, XL mulai tahun ini berinisiatif untuk meningkatkan dukungan berupa peningkatan kapasitas kelembagaan," kata Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi.

Para peraih IB Award 2011 tersebut terpilih dari 9 finalis yang merupakan hasil seleksi dari 621 kandidat yang ikut serta IB Award 2011 ini. Mereka selanjutnya akan saling berkompetisi untuk meraih predikat Best of The Best dan memenangi hadiah Rp 100 juta. Kepada setiap peraih IB Award XL memberikan, piagam penghargaan, dan dana insentif masing-masing sebesar Rp 50 juta.

Selain itu, mereka juga mendapatkan pelatihan atau pembekalan berupa program pemberian ilmu tambahan yang meliputi: manajemen diri (antara lain motivasi, manajemen waktu, kreatifitas, komunikasi) dan berbagai tips untuk pengembangan diri. Tujuan utama pembekalan adalah agar mereka dapat mengembangkan prestasinya dengan memajukan sisi Performa, Keberlanjutan (sustainability), dan dampak sosial yang lebih baik.

XL juga masih memberikan pendampingan selama 3 bulan untuk mengimplementasikan program yang akan dijalankan peraih IB Award. Dengan berbekal hadiah Rp 50 juta insentif dan pembekalan pelatihan, selama 3 bulan para peraih IB Award 2011 ini diharapkan bisa meningkatkan nilai manfaat atas karyanya. Dewan Juri selanjutnya akan memilih satu peserta yang terbaik dari mereka.


KOMPAS

Minggu, 18 September 2011

XL Rilis Paket Blackberry Rp 49 Ribu per Bulan

VP Marketing Mobile Data service XL, Jeremiah de la Cruz, duta XL Atiqah Hasiholan, dan Direktur Marketing XL, Joy Wahjudi dalam peluncuran program

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--XL menawarkan promoso Blackberry Internet Services (BIS) paling murah saat ini, yakni Rp 49 ribu per bulan. Paket murah ini merupakan bagian dari program “Xmua 49” yang diluncurkan Sabtu (17/9) di Jakarta.

Langganan BIS Rp 49 ribu per bulan, berlaku untuk tiga bulan pertama. Paket berlaku untuk pelanggan baru dan berlaku mulai 23 September 2011. XL juga menawarkan paket berlangganan Internet Unlimited juga bisa didapatkan pelanggan dengan harga Rp49ribu/30hari. Dengan berlangganan paket ini, pelanggan akan mendapatkan layanan berkecepatan sampai to 512 Kbps.

Direktur Marketing XL, Joy Wahjudi mengatakan, hampir semua kalangan dalam masyarakat Indonesia kini semakin akrab dengan internet. ''Karena itu tidak ada alasan lagi bagi XL untuk tidak mempermudah masyarakat dalam mendapatkan akses layanan internet,'' kata Joy.

Joy optimistik bahwa rogram baru yang dikembangkan XL akan mendapat respon pelanggan. Ia memperkirakan bahwa program-program yang dikembangkan akan memberi kontribusi bagi peningkatan pendapatan di sektor data. ''Tahun lalu pendapatan di sektor data masih sekitar 16-an persen, tahun ini diharapkan naik menjadi 18-20 persen,'' kata Joy.

Ditanya mengenai kemungkinan pelanggan beralih ke operator lain setelah program promosi habis, Joy mengisyaratkan bahwa bakal ada program lanjutan. ''Setelah tiga bulan tak perlu khawatir akan ada program lanjutan,'' katanya. Ia juga menyarakan bakal ada program serupa untuk pelanggan existing.

Bila unruk layanan BIS ada diskon tarif, bagaimana dengan internet? Joy menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan peningkatan kecepatan treansfer. ''Kalau saat ini 512 Kpbs, pada saatnya akan naik menjadi 1 Mbps dengan tarif yang sama,'' ujarnya.

Program “Xmua 49” juga menawarkan paket bundling BlackBerry Bold 9900 Smartphone dengan cicilan sangat menarik, yaitu sebesar Rp 490 ribu/bulan selama 12 bulan. Cicilan 12 bulan dengan kartu Kredit BCA, Mandiri, dan BNI.

Paket bundling lainnya adalah paket Iphone4 16GB Black dengan cicilan Rp 490 ribu/bulan selama 12 bulan dan diskon Rp 1 juta. Sudah termasuk dalam paket ini adalah gratis paket internet unlimited selama 12 bulan. Samsung Galaxy SII seharga Rp 4,9 juta sudah termasuk paket internet unlimited selama 3 bulan, serta paket bundling Nokia E7 seharga Rp 4,9 juta yang juga sudah termasuk paket internet unlimited selama 3 bulan. XL juga menawarkan paket modem USB Huawei Rp 49 ribu termasuk XL unlimited selama 3 bulan.


Republika

Jumat, 02 September 2011

Kenaikan Trafik XL Tertinggi di Jawa

JAKARTA, KOMPAS.com - Operator telekomunikasi Excelcomindo (XL) menginformasikan pada hari-H Lebaran yakni Rabu (31/8/2011) terjadi kenaikan trafik komunikasi sebesar 61,07 persen di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kenaikan ini di atas angka kenaikan secara nasional sebesar 23,37 persen.

Lalu disusul kena ikan trafik di Sumatera bagian utara, yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Barat sebesar 31,11 persen. Baru kemudian kenaikan sebesar 29,91 persen di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

"Secara umum, XL telah sukses melayani pelanggan jelang Idul Fitri 1432 H. Tidak ditemukan gangguan berarti terhadap akses komunikasi pelanggan selama masa Lebaran kemarin," kata Head of Corporate Communications PT XL Axiata, Tbk, Febriati Nadira , Jumat (2/9/2011) di Jakarta.

Pada hari-hari biasa atau masa normal, trafik percakapan XL menca pai 530 juta menit. 630 juta SMS, dan 33 terabytes data. Namun pada Hari-H Lebaran (31 Agustus) trafik percakapan naik 17 persen menjadi 620 juta menit.

Sementara itu, terjadi peningkatan trafik SMS sebesar 23 ,8 persen menjadi 780 juta SMS, dan juga terjadi peningkatan trafik data sebesar 4,5 persen menjadi 34,5 terabytes,


KOMPAS

Rabu, 27 Juli 2011

Layanan pelanggan XL Raih Penghargaan Asia Pasifik

Seorang petugas tengah membersihkan billboard XL

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR - Kerja keras PT XL Axiata Tbk (XL) untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan kembali mendapatkan pengakuan berupa penghargaan, The Top Ranking Performers in the Contact Center World APAC (Asia Pacific). "Penghargaan itu diperoleh dari Contact Center World , sebuah asosiasi global untuk pelaku bidang 'contact center' dan networking," kata Martono, Manager Management Service XL East Region melalui siaran persnya.

Dia menjelaskan, penghargaan tersebut diterima XL di Gold Coast, Australia, Jumat (22/7).

Menurut dia, tim juri memberikan medali perak untuk kategori Corporate Best Technology Innovation (In-house solution) atas materi presentasi mengenai Best Technology Innovation yang dibawakan oleh Cut Noosy selaku GM Customer Service XL.

Materi yang disampaikan tersebut mengenai inovasi teknologi guna memberikan solusi efektif untuk menyelesaikan keluhan pelanggan.

Selain itu, tambah Martono, medali yang sama juga diraih XL untuk kategori individu Best Contact Center Trainer atas nama Customer Service-Knowledge Management Manager XL, Donalfi, melalui presentasi Trainer In The Sky-Solusi.

"The Top Ranking Performers in The Contact Center World" merupakan kompetisi global tahunan yang diselenggarakan oleh Contact Center World, sebuah asosiasi global untuk pelaku bidang contact center dan networking.

Pada kompetisi tingkat Asia Pacific itu, XL bersaing dengan puluhan peserta lain dari 14 negara, antara lain Jepang, China, Australia, New Zealand, Singapore, India dan Malaysia.
Penghargaan ini sekaligus melengkapi penghargaan yang diraih XL tahun ini, juga sederet penghargaan bagi unit layanan pelanggan, antara lain yang terakhir adalah Golden Ring Award 2011 kategori Best Customer Service, Service Quality Award 2011 dan The Best Contact Center 2011.

Selain itu, CS XL juga menjadi satu-satunya layanan pelanggan di Indonesia dari sekitar 100 Call Center di seluruh dunia yang meraih sertifikat COPC-2000 (Customer Operations Performance Center) dari COPC Inc yang berkedudukan di Australia.


Republika

Senin, 25 Juli 2011

Sambut Ramadhan dan Idul Fitri, XL Luncurkan Ampuh

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 2011, XL merilis starter pack bertajuk XL Ampuh. Karti perdana ini menawarkan aneka benefit, salah satu diantaranya gratis menelepon 200 menit dan 500 SMS.

Mengantisipasi peningkatan trafik komunikasi, XL juga telah meningkatkan kapasits jarinngan hingga dua kali lipat menghadapi lonjakan trafik komunikasi sepanjang Ramadhan dan Lebaran 2011. Pada periode ini trafik komunikasi XL diperkirakan mencapai 30 persen.

"Saat Ramadhan dan Lebaran biasanya lonjakan trafik mencapai 30 persen dibanding hari biasa. Untuk itu kami siapkan kapasitas hingga dua kali lipat," kata Direktur Utama XL Axiata Hasnul Suhaimi, pada peluncuran programRamadhan dan Idul Fitri XL di Jakarta, Senin (25/7).

Menurut Vice President Network Operation Center XL Robert Dedi Purwanto mengatakan trafik percakapan (voice) di saat normal mencapai 530 juta menit per hari, trafik SMS 630 juta SMS per hari, sedangkan trafik data internet mencapai 33 terabytes. Kapasitas yang dimiliki XL pada kondisi normal mampu menghandle trafik harian. ''Kapasitas SMS, misalnya, 59 ribu SMS per detik,'' kata Robert.

Ia memprediksi pada Ramadhan dan Lebaran seluruh layanan tersebut akan diperkirakan akan mengalami peningkatan hingga sekitar 30 persen. Untuk memastikan kenyamanan komunikasi pelanggan, XL akan menyiapkan kapasitas agar mampu menampung hingga 1,26 miliar SMS per hari, menangani 1,06 miliar menit percakapan, dan trafik data hingga 66 terabytes.

Robert menyatakan bahwa pertumbuhan data diperkirakan mengalami peningkatan yang signifikan. Saat ini, kapasitas data XL mencapai 36 TB dan akan ditingkatkan menjadi 66 TB '' Kami akan meningkatkan kapasitas apabila tingkat utilitas telah mencapai 70 persen,'' kata Robert.

Peningkatan kapasitas juga akan dilakukan untuk layanan voice atau SMS. Menurut Robert, kapasitas akan ditingkatan apabila tingkat utilitas telah mencapai 60 persen. ''Di sini kami tentu saja tidak menunggu sampai utilitas sampai 60 persen. Kami akan terus memantau, kalau menurut prediksi kami kapasitas harus segera ditingkatkan, ya kami tingkatkan,'' kata Robert.

SEmentara itu VP Marketing Integration and Customer Experience XL Asni Juita menuturkan selama Ramadhan dan Lebaran 2011 layanan XL dibanjiri program promosi. Untuk pelanggan prabayar disediakan program XL Ampuh Murahnya 24 jam, dimana diberikan gratis 200 menit menelepon ke sesama XL dan gratis 500 SMS.

Pelanggan XL prabayar diberikan gratis paket bicara, sms dan internet baik ke sesama XL maupun ke semua operator. "Kami juga memberikan paket untuk pelanggan XL BlackBerry berupa layanan full sevice XL plus fratis menelepon ke 3 nomor XL dan gratis SMS ke semua nomor," ujarnya.

Bagi pelanggan dan masyarakat yang selama Ramadhan dan Lebaran di luar negeri, XL juga menyediakan layanan jelajah internasional dengan tarif hemat hingga 90 persen menelepon dan SMS di 15 negara antara lain Malaysia, Kamboja, Srilanka, Singapura, Hongkong, Amerika Serikat, Australia, Jepang, Thailand, Taiwan dan Cina.

Pada kesempatan Ramadhan dan Lebaran ini XL juga menyediakan konten bertema Islami, seperi Xpressive SMS, RBT, Kartu Ucapan, Tausiyah, games ngabuburit, rezeki ramadhan, termasuk video layanan konten info mudik.


Republika

Rabu, 20 Juli 2011

XL Makin Serius Garap Mobile Advertising

Peluncuran XL Xtra di Jakarta, Selasa (19/7)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--XL Axiata makin serius saja menggelutu bisnis mobile advertising. Operator yang memiliki sekitar 40 juta pelanggan ini tengah melakukan profiling pelanggan.

''Melalui profiling pelanggan, diharapkan bisa diketahui dengan tepat apa preferensi pelanggan,'' kata kata Senior Vice President Branding & Communication XL Axiata Tommy Wattimena. Dengan mengetahui preferensi pelanggan mudah diprediksi pula informasi dan up date seperti apa yang dilakukan pelanggan.

Profiling pelanggan dilakukan bersamaan dengan pengembangan layanan XL Xtra. XL Xtra sendiri merupakan layanan mobile advertising yang dikembangkan XL bersama dengan mitranya dari Australia.

Banyak kalangan menyatakan bahwa mobile advertising bakal menjadi lahan bisnis baru operator seluler di Indonesia, mengingat tingginya potensi pasar sektor ini. ''Indonesia tercatat sebagai pasar mobile advertising terbesar di dunia. Ia mampu mengalahkan India atau Cina,'' kata Tommy Wattimena. POtensi pasar ini, tentu saja, tidak disia-siakan operator seperti XL.

Berapa sebenarnya nilai pasar mobile advertising di Indonesia? Tommy tidak memberikan data kuantitatif yang rinci mengenai pasar mobile advertising di Indonesia. Ia hanya menyebutkan bahwa pasar mobile Ada di Indonesia terbesar di dunia. Ia juga tidak memberikan rincian mengenai pertumbuhan pasar ini.

Berbagai analis memang menyatakan bahwa pasar mobile advertising di Indonesia sangat besar. BuzzCity Pte Ltd, misalnya Perusahaan jasa periklanan mobile global yang berbasis di Singapura, pernah mengestimasi bahwa pasar mobile advertising (iklan mobile) di Indonesia naik sebesar 30 persen per kuartal.

Cepatnya pertumbuhan pengguna seluler di Indonesia memang membuka peluang pertumbuhan mobile advertising. Karena seiring dengan pertumbuhan pengguna seluler muncul aneka kebutuhan baru para pengguna seluler itu sendiri.

"Saat ini ponsel bisa dikatakan sebagai perpanjangan tubuh seseorang. Setiap pagi benda pertama yang dicari banyak orang adalah ponsel mereka, begitu juga setiap malam sebelum tidur. Ketergantungan seseorang terhadap ponsel dan layanan mobile semakin meningkat," paparnya.

Sekalipun mobile advertising akan tumbuh seiring dengan perkembangan perilaku pengguna ponsel. Tommy menepis anggapan bahwa mobile advertising akan menggantikan perikalanan tradisional. "Mobile advertising lebih tepat dikatakan sebagai komplementer dari iklan-iklan tradisional. Karena masyarakat toh tidak berhenti menonton televisi dan membaca surat kabar atau majalah," papar Tommy.


Republika

Jumat, 24 Juni 2011

XL Axiata:Hard Cluster untuk Jamin Ketersediaan Pulsa dan Harga yang Stabil

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Kebijakan klusterisasi ( hard cluster) dalam penyediaan pulsa yang dikembangkan XL Axiata bertujuan untuk menjamin ketersediaan pulsa, harga yang stabil sekalugus mendorong pengusaha lokal mengembangkan bisnis.

Model hard cluster yang dikembangkan XL juga bertujuan mencegah penyalahgunaan yang berakibat pada kelangkaan pulsa dan disparitas harga yang merugikan pelanggan XL. ''Kebijakan klusterisasi ini juga bertujuan untuk mewujudkan availability, visibility serta advocacy yang baik dalam hal penyediaan pulsa XL untuk masyarakat,'' kata Head of Corporate Communication XL, Febriari Nadira, di Jakarta, Jumat (24/6).

Penjelasan disampaikan menyusul adanya reaksi dari Aspindo--mitra penjualan pulsa--, terhadap kebijakan itu. Aspindo mengklaim bahwa kebijakan hard cluster menimbulkan kerugian dipihaknya.

Ira menyatakan bahwa penerapan kebijakan klusterisasi yang dilakukan oleh XL memberikan beberapa manfaat bagi masyarakat/pengguna XL dan juga bagi para pelaku usaha penyedia pulsa. Seperti adanya jaminan ketersediaan pulsa XL bagi masyarakat/pengguna XL di area manapun dan dengan harga yang stabil atau tidak jauh berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Kebijakan serupa disebut Ira telah mendorong terciptanya iklim usaha yang sehat dalam hal penyediaan pulsa untuk masyarakat. karena terbangunnya mekanisme keseimbangan antara pasokan dan permintaan pulsa di satu wilayah/area. Selanjutnya dengan terciptanya iklim usaha yang sehat, maka akan mendorong semakin tumbuh dan berkembangnya para pengusaha kecil dan menengah dalam melakukan bisnis penjualan pulsa XL di wilayah operasional masing-masing.

Klusterisasi, kata Ira juga dimaksudkan mendorong para pengusaha lokal untuk lebih giat mengembangkan bisnis penjualan pulsa di wilayah operasionalnya masing-masing . ''Karena didukung dengan adanya jaminan atau kepastian sistem kontrol dan monitoring dari XL untuk bisa memberikan layanan penyediaan pulsa yang lebih baik bagi masyarakat,'' kata Ira.

Kebijakan distribusi secara clustering sebenarnya sudah diterapkan oleh XL sejak beberapa tahun yang lalu, hanya saja penerapan kebijakan tersebut masih bisa disalahgunakan oleh sebagian pelaku bisnis penyedia pulsa. Penyalahgunaan ini ymenimbulkan beberapa dampak, seperti kelangkaan ataupun pasokan pulsa XL yang berlebihan di satu wilayah/area tertentu.

Dampak lain adalah adanya perbedaan harga pulsa XL yang cukup signifikan antara satu daerah dengan daerah lainnya. ''Penyalahgunaan juga berdampak pada kurang terciptanya iklim usaha yang sehat dalam bisnis penyediaan pulsa di wilayah/daerah tertentu sehingga merugikan pelanggan,'' kata Ira.

Klusterisasi sendiri diklaim sejalan dengan himbauan pemerintah bagi para pelaku usaha untuk dapat menjamin ketersediaan produk dan jasanya (supply & demand) untuk masyarakat/pelanggan dimanapun berada sesuai dengan wilayah operasional pelaku bisnis yang bersangkutan.


Republika

Rabu, 22 Juni 2011

Dinilai Rugikan Pengecer Pulsa, Aspindo Desak XL Axiata Hapus Hard Cluster

Seorang petugas tengah membersihkan billboard XL

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-- Kebijakan hard cluster XL dalam pendistribusian pulsa mengundang reaksi keras Asosiasi Server Pulsa Indonesia (Aspindo). Mereka mendesak XL menghapus kebijakan hard cluster dan mengancam akan melakukan aksi boikot.

Lebih dari sekadar menghentikan penjualan pulsa, Aspindo juga akan menggiring pelanggan mereka ke operator lain. Aspindo mengklaim memiliki sekitar 3 juta pelanggan.

“Kebijakan hard cluster ini sangat merugikan kami,” ujar Ketua Umum Aspindo, Dwi Lesmana dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/6). Kebijakan itu disebutnya telah menimbulkan kerugian pedagang multichip atau server pulsa. Mereka juga mengalami kesulitan mendapatkan stok.

Hard cluster XL berlaku sejak April 2011. Dimana cluster area penjualan XL sangat ketat, kartu yang diisi harus berada satu area dengan kartu dompul (dompet pulsa).

Satu cluster terdiri dari 2-4 kecamatan. Jika pada awalnya pedagang pulsa bebas menjual dan mengisi pulsa ke mana saja, maka dengan adanya sistem hard cluster, wilayah cakupan penjualan jadi semakin sempit. Stok juga semakin dibatasi.

Kebijakan tersebut menurut Dwi berakibat pada menurunnya pendapatan para pengusaha server, ”Ini memangkas usaha kami. Anggota yang tergabung dalam Aspindo sebanyak 1000 pengusaha. Adapun yang mengoptimalkan usaha server sekitar 10 ribu pengusaha,” ugkap Dwi Lesmana.

Penjualan pulsa elektronik di Indonesia mendominasi penjualan pulsa. Diperkirakan 60-70 persen peredaran pulsa menggunakan pulsa elektronik, ketimbang vocer fisik. Sayangnya, bisnis ini belum memiliki payung hukum, memicu multipersepsi dari pihak industri.

“Pihak XL membuat aturan yang tidak memihak pada karakteristik bisnis pulsa elektronik,” kata Sekjen Aspindo, Andry Desuardi. Aspindo mendesak pelaksanaan hard cluster sampai semua pihak siap.

XL diminta untuk memperluas area penilaian recharge inner cluster menjadi propinsi, memperbesar toleransi inner cluster menjadi 50 persen. Pihak Aspindo juga menuntut penghapusan pembatasan alokasi server, dan meminta kepada pihak XL untuk menjamin pemberian stok non H2H (home to home) kepada server non dealer.


Republika

Selasa, 07 Juni 2011

XL Klaim Hadirkan Kartu Syariah Pertama di Indonesia

CEO Hauraa Ann Gusnayati bersama Director of Commerce XL Nicanor V Santiago III (Foto: Defanie/okezone)

JAKARTA - XL Axiata menggandeng PT Hauraa Arzuda Media untuk meluncurkan kartu seluler berbasis syariah pertama di Indonesia, Hauraa, Selasa (7/6/2011).

Melalui kartu seluler syariah ini pelanggan bisa mendapatkan konten-konten Islami seperti SMS dari ulama nusantara setiap pekan serta kumpulan video klip berisi tausiyah ulama-ulama terkemuka Indonesia, pustaka Islami untuk mengakses kumpulan e-book Islami.

Kata Hauraa sendiri diambil dari bahasa Arab yang memiliki arti 'bidadari bermata jeli'. Kartu ini nantinya tersedia di sejumlah gerai layanan seperti jaringan ritel syariah, jaringan komunitas muslim serta sekretariat masjid dan mushola di seluruh penjuru Indonesia.

Berbeda dengan produk telekomunikasi Islami lainnya, Hauraa memastikan seluruh tata kelola manajemen, penetapan perhitungan tarif, metode pemasaran dan promosi, penerapan akad jual beli dan konsep bagi hasil dalam sistem distribusi dilaksanakan sesuai prinsip syariah.

Guna menjaga kemurnian prinsip syariah dalam kartu Hauraa, Arzuda Group telah mendapat rekomendasi Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) untuk bekerja di bawah pengawasan Dewan Pengawas Syariah.

"Selama ini produk dengan konten Islami masih terbatas pada produknya, tidak secara holistik. Hauraa menerapkan prinsip syariah untuk produk dan perusahaannya," jelas CEO Hauraa Ann Gusnayati Thaib pada acara peluncuran di Balai Kartini, Jakarta.

"Lagipula hampir semua produk itu juga sebenarnya belum berbasis syariah, karena belum mendapatkan sertifikat syariah dari MUI," tambahnya.

Kartu perdana Hauraa bisa didapatkan dengan harga Rp8000, termasuk pulsa Rp5000. Uniknya, setelah mengaktifkan kartu, pengguna akan mendapatkan notifikasi berupa akad jual beli yang menyatakan kesepakatan registrasi Hauraa.(tyo)


Okezone

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More