blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label UGM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UGM. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 September 2024

Pesawat Nirawak Palapa S-1 Buatan UGM Diluncurkan

 Bisa Bawa Bom 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjo2LBOjL3PSexTKkFvzCAXVxuqYgUjO_kpoAtyz5_Zu9bLY4xJIlqkjHah17gMY7-x1z2sZX3Bq-rZkOGqn93ORZADv5R5kZcIGuuAv1vFjSAryYPF407SMZ6BXJYNdHzwEy8RNVbjDxcFeA3sDpNkdikhbZa0l1HUQ3xxYf3I43LdtU9MKJtbfV63yMWl/s1600/donsm423ifscuqq.jpegPesawat Nirawak Palapa S-1 Buatan UGM (RRI)

P
esawat nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Palapa S-1 karya dosen Fakultas Teknik (FT) UGM diresmikan hari ini. Pesawat tanpa awak ini dinyatakan bisa untuk pemetaan bencana hingga kebutuhan militer. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pernah meninjau proses pengembangan pesawat ini.

"Hari ini kita launching pesawat tanpa awak Palapa S1, pesawat ini digunakan untuk surveilance dan untuk mapping, namun selain itu pesawat ini juga bisa digunakan untuk keperluan lain misalnya untuk patroli, untuk recognition, dan seterusnya," kata Ketua periset, Prof Gesang Nugroho di gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC) FT UGM, Sleman, Selasa (3/9/2024).

Dalam masa pengembangannya, Gesang mengatakan, Prabowo Subianto sempat meninjau dan menyatakan ketertarikannya. Kala itu Prabowo kagum dengan teknologi drone Palapa S-1 dan rudal yang dikembangkan UGM.

"Iya dulu pesawat ini saat awal pengembangannya sudah disaksikan oleh Pak Prabowo cuma saat itu belum diuji," ujar dia.

"Kemudian Pak Prabowo mengatakan kalau sudah diuji mau dimanfaatkan. Nah ini pesawat sudah selesai kita tes, sudah kita uji kehandalannya. Maka nanti Universitas Gadjah Mada akan melakukan pembicaraan kelanjutan," sambung Gesang.

 Spesifikasi Pesawat Palapa S-1 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuOPweWVcTTLGzNaB3tRtqzVt_tDaKrsqOej6JPzR50SJGjKAqtD_zkzMn4Bf_aYTbZeiguk0NAcLTuC7cSZIchBsVF3ErYbyIOO-bIGxueFUwv4D43NcTIId9sBL42Ahb9dmbQQHfKOXTkNyRx9uTuSXUNdt7naR20JwanA1IRigwN3hvT5tjhCIrjycE/s1600/t01zc64qj0s7tzv.jpegPesawat ini dibekali sayap sepanjang 3 meter dengan panjang badan pesawat 2 meter. Pesawat ini disebut bisa terbang hingga 6 jam dengan jarak tempuh mencapai 500 kilometer.

Meski baru digunakan untuk mapping kawasan, pesawat ini bisa dikembangkan juga untuk kebutuhan militer. Gesang menyebut pesawat ini ke depan juga mampu membawa bom.

"Ya pada prinsipnya pesawat ini bisa digunakan untuk apa saja. Kalau untuk militer ya nanti membawa bom atau apa itu bisa digunakan seperti itu," ucap dia.

 Sudah dipesan KLHK 

Lebih lanjut, Gesang bilang pesawat ini telah dipesan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk pemetaan titik api di lahan gambut.

"Pesawat ini akan dimanfaatkan untuk deteksi dini kebakaran hutan. Jadi informasi informasi titik panas itu diperoleh dari satelit, kemudian sebelum dilakukan pemadaman maka harus divalidasi dulu bahwa itu betul-betul api menggunakan pesawat ini. Setelah valid hotspot itu adalah api, kemudian pemadam menuju ke hotspot tersebut," kata Gesang.

 Belum Diproduksi Massal 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6TaakozWasXjLRoZ4ODpLlC6UbNnCWUhFBZiss861epuE5FS6-ZMgILkKBi1A-DUzhx8mhnhyphenhyphenbSyocEOxa0QNRLwiThv7mWuzpcfbZarPOMkkC-IaNshj7xlyM5b2UM6SwzmWnk-ugms_M0TlMTFIjFYEQsl40yh4wU6a9U1S-YBDR_EQO9kteAmXPx4c/s1600/aml7uyvm02n3cjs.jpegPesawat ini belum diproduksi secara massal. Untuk sementara, Gesang masih mengerjakan pesawat sesuai dengan pesanan yang masuk.

"Jadi kapasitas produksi kita itu 3 bulan itu kita bisa membuat 7-10 unit selama 3 bulan," ujarnya.

 Bikin Kagum Menhan Prabowo 

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kagum dengan inovasi mahasiswa UGM menghadirkan Rudal Pasoepati dan Drone Palapa S-1.

"Saya kira ini suatu inovasi yang membanggakan ya. Kita berharap dari kampus lebih banyak inovasi lebih banyak hasil-hasil karya yang kita sangat butuh teknologi kita sangat butuh," kata Prabowo kepada wartawan, Jumat (4/2/2022).

Prabowo mengatakan jika prototipe yang dikembangkan para mahasiswa itu berhasil, Kementerian Pertahanan akan memesan karya mahasiswa itu.

"Pasti, pasti, kalau memang sudah. Saya sudah janji kalau uji coba prototipe-prototipe berhasil itu kita akan pesan," ujar Prabowo saat itu. (dil/rih)

  ✪
detik  

Senin, 27 Mei 2024

Dosen UGM Kembangkan Pesawat Tanpa Awak

 Raih Gelar Guru Besar 
https://asset.kompas.com/crops/Wl8WE7ZyVGTUg-u5JX4lMWOkM20=/0x43:1200x843/750x500/data/photo/2024/05/21/664c8d1c10e20.jpgPengukuhan dosen UGM (UGM)

D
osen Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan dua buah pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Inovasi yang dipamerkan di Balairung UGM, Selasa (21/5) itu dinamakan pesawat UAV Palapa S1 dan Palapa S2.

Pesawat Palapa S1 butuh waktu pengembangan selama 2,5 tahun dengan kemampuan terbang 6 jam tanpa henti. Kemudian Pesawat Palapa S2 memiliki kemampuan daya terbang selama 10 jam.

Kedua pesawat ini merupakan hasil karya Dosen Fakultas Teknik Mesin UGM, Prof. Gesang Nugroho yang tengah dikukuhkan sebagai guru besar. Setelah 12 tahun mengembangkan pesawat tanpa awak, Gesang juga telah berhasil meraih dua paten terkait pencetakan komposit dengan batuan tekanan balon yang diberi nama Bladder Compression Moulding (BCM).

Dua pesawat yang memiliki panjang 2 meter dan 3,3 meter ini sudah dilengkapi sistem autopilot dan kemampuan jelajah terbang sesuai titik koordinat yang dipasangkan.

"Selama terbang akan mampu mengambil foto dan video yang akan dikirim pada ground control station. Bedanya Palapa S-1 mampu terbang 6 jam nonstop, palapa S-2 bisa terbang 10 jam nonstop," katanya dalam laman UGM, Rabu (22/5/2024).

Palapa S1 memiliki kemampuan daya terbang hingga 300 km namun komunikasi foto dan video terputus bisa terputus. Sedangkan Palapa S2 menggunakan telemetri satelit dengan kemampuan daya jangkauan tak terbatas. Namun pesawat yang kedua ini belum selesai dikembangkan.

"Belum selesai, nantinya akan dilengkapi sistem autopilot dan sistem komunikasinya menggunakan telemetri satelit sehingga tak terbatas jangkauannya. Saat ini baru tahap fase membuat bodinya," jelasnya.

 Lebih Ekonomis 

Gesang menuturkan bahwa pesawat tanpa awak yang dikembangkannya harganya jauh lebih murah dibanding dengan pesawat UAV dari luar. Pemeliharaan dan perawatan pesawat pun bisa dilakukan di dalam negeri.

"Harganya jauh lebih ekonomis, pesawat sekelas ini dijual di Indonesia bisa sampai Rp 3 miliar. Untuk pesawat kita harganya bisa di bawah Rp 1 miliar," ungkapnya.

Pada pidato pengukuhan yang berjudul Membangun Industri Pesawat Tanpa Awak Indonesia, Gesang menyampaikan bahwa teknologi Pesawat Tanpa Awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) saat ini semakin maju dan berkembang. UAV tidak hanya merupakan perangkat teknologi canggih, tetapi juga merupakan sebuah gebrakan revolusioner yang mengubah perspektif kita terhadap dunia.

Ia mengimbau agar masyarakat dan pemerintah mau menggunakan produk hasil riset dalam negeri Apabila kerja sama sudah berjalan dengan baik, maka konsep Invention, Application and Utilization (IAU) sehingga industri manufaktur akan terus berkembang di Tanah Air. (nir/nwy)

  ★ detik  

Kamis, 01 Februari 2024

Program Laptop Merah Putih

 Kini dalam Tahap Memproduksi Motherboard 
https://statik.tempo.co/data/2024/01/29/id_1275630/1275630_720.jpgProses quality control PCBA motherboard Laptop Merah Putih di PT. XACTI Raya Jakarta-Bogor No.KM.35, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Depok, Senin, 29 Januari 2024. (TEMPO/Ricky Juliansyah) 💻

P
rogram laptop Merah Putih terus bergulir pengembangannya sejak dicanangkan pemerintah pada 2021 lalu. Tahapannya kini dalam proses membuat motherboard dengan komponen buatan dalam negeri. “Ini motherboard laptop pertama yang diproduksi di Indonesia,” kata Adi Indrayanto, koordinator tim pengembangan laptop Merah Putih di Institut Teknologi Bandung kepada Tempo, Selasa malam, 23 Januari 2024.

Motherboard laptop Merah Putih itu dibuat sebuah perusahaan di Depok, Jawa Barat. Dimulai dari lembaran Printed Circuit Board atau PCB yang kosong kemudian diproses oleh mesin dan dirakit komponennya, lalu ada pengujian oleh tenaga teknis.

Desain motherboard, kata Adi, masih berasal dari luar negeri, yaitu Cina, tapi komponennya dirakit di Indonesia. “Selama ini nggak pernah motherboard dibuat di sini karena biasanya impor utuh,” ujar dosen di Kelompok Keahlian Elektronika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB itu.

Pada tahun ini tim Laptop Merah Putih ini akan belajar merancang motherboard. Dokumen yang dipelajari sudah ribuan halaman. Dukungan tekniknya berasal dari perusahaan teknologi multinasional yang tersebar di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, India, Cina, dan Taiwan. “Kita ketinggalan banget,” kata dia.

Tim mengajukan riset dan pengembangan komponen buatan dalam negeri untuk casing, molding, adaptor untuk pengisian daya atau charger, baterai, dan motherboard Laptop Merah Putih ini pada 2022 lalu. Riset dan pengembangan untuk pembuatan casing laptop masih berjalan. “Untuk bisa bikin laptop di Indonesia itu prosesnya panjang dan harus belajar juga,” kata Adi.

Pada tahap awal, kata Adi, laptop yang dibeli pemerintah masih hasil rakitan di beberapa pabrik di Indonesia. Kandungan komponen lokalnya masih rendah, sekitar 15-20 persen dari patokan minimum 40 persen yang ditetapkan pemerintah. “Perguruan tinggi diminta untuk membantu agar TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri)-nya meningkat,” ujarnya. Tim pengembangan laptop Merah Putih ini melibatkan perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Adi menambahkan, tidak ada dana khusus untuk riset dan pengembangan laptop Merah Putih, melainkan lewat pengajuan secara kompetitif di Kedaireka. Platform milik pemerintah itu menghubungkan perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri serta pihak-pihak terkait.

 Riset Perlu Terhubung Industri 

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Prof. Nizam menyatakan, pengembangan Laptop Merah Putih untuk mendorong riset perguruan tinggi terhubung dengan kebutuhan industri, selain menambah tingkat komponen dalam negeri atau TKDN.

Menurut Nizam, jika tidak dilakukan dari sekarang, selamanya industri Indonesia hanya menjadi perakit saja. "Kita ingin agar TKDN terus meningkat, industri manufaktur dalam negeri berjalan dan industri kita semakin kompetitif secara global," kata Nizam usai meninjau perakitan PCBA motherboard laptop di PT. XACTI Raya Jakarta-Bogor No. KM. 35, Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos, Depok, Senin, 29 Januari 2024.

Program Laptop Merah Putih yang dicanangkan pemerintah pada 2021 lalu kini dalam proses merakit motherboard sendiri, dengan komponen buatan dalam negeri. Tahun ini tim pengembangan Laptop Merah Putih juga akan belajar merancang motherboard sendiri agar tak selalu memakai desain dari luar negeri.

Meski sudah ada kebijakan mendorong peningkatan TKDN, kata Nizam, tetapi industri dalam negeri belum bisa menyediakan sejumlah komponen. "Karena kebutuhan akan komponen masih lebih murah ketika disuplai dari luar sehingga produksi komponen di dalam negeri juga tidak berkembang," ujarnya.

Nizam menganalogikan industri di Indonesia seperti telur dan ayam. Industrinya nyaman hanya dengan merakit, sedangkan industri komponennya tidak tumbuh karena tidak bisa bersaing dengan impor dari luar. "Risetnya juga tidak nyambung dengan kebutuhan pengembangannya, kita ingin memutus mata rantai telur dan ayam tadi dengan cara riset-riset perguruan tinggi kita dorong untuk lebih fokus pada riset yang betul-betul menghasilkan sesuatu di dunia usaha dan industrinya," ujarnya.

Dalam proyek laptop merah putih yang diluncurkan sejak 2021, kini sudah ada motherboard yang diproduksi di dalam negeri. Indonesia juga sudah mampu membuat PCB sendiri yang didesain ITB. Namun ini masih panjang untuk bisa membuat laptop sendiri. "Sedikit-sedikit kita terus bangun itu," katanya.

Nizam mengakui kebutuhan laptop di dalam negeri besar, namun karena rantai pasok industri komponen di Indonesia masih terbatas sehingga TKDN-nya masih rendah. "Ini yang perlu kita dorong. saya selalu sampaikan ke teman-teman di perindustrian agar bisa menghadirkan industri komponen elektronik di dalam negeri," ujarnya.

Ditanya soal daya saingnya, Nizam mengatakan, ketika produk dalam negeri masih kecil, akan sulit bersaing dengan produk luar yang produksinya miliaran. "Memang ini menjadi tantangan tersendiri, bagaimana produk kita agar lebih kompetitif secara internasional," tutur Nizam sembari menambahkan bahwa ketika produksinya besar biasanya harganya akan semakin kompetitif.

Nizam mengakui perlunya ada perlindungan dari kebijakan karena biaya produksi produk dalam negeri sedikit lebih mahal dari impor. "Jadi sistem-sistem insentif semacam itu perlu untuk dibangun dari sisi kebijakan pemerintah, baik di sistem perpajakan, fiskal, industri maupun perdagangannya," jelas Nizam.

Ditanya soal target peningkatan TKDN, Nizam mengatakan, tiap tahun diupayakan bertambah. "Misal tahun ini meningkatkan TKDN 1 persen, tahun depan 1 persen lagi. Itu pun sudah baik," tambahnya.

  💻 Tempo  

Selasa, 13 September 2022

Mahasiswa UGM Gagas Pemanfaatan Aspal Jalanan

Untuk Kurangi Peningkatan Suhu Perkotaan Mahasiswa UGM menggagas inovasi pemanfaatan aspal sebagai kolektor panas (Asphalt Thermal Collector). [Foto/Tangkap layar halaman UGM]

Sekelompok mahasiswa UGM menggagas inovasi pemanfaatan aspal sebagai kolektor panas (Asphalt Thermal Collector). Manfaat dari inovasi ini merupakan buat mengurangi peningkatan suhu akibat urban heat island (UHI).

Ide Asphalt Thermal Collector diusung karena tim PKM Video Gagasan Konstrukif (VGK) UGM yaitu Fikru Shidqi Helmi (Teknik Sipil 2020), Hakan Malika Anshafa (Teknik Sipil 2020), Octa Elwan Ibrahim (Teknik Sipil 2020), Nabila Alma Maharani (Teknik Sipil 2020), & Syifa Husnun Nissa H. T. (Kimia 2021).

Asphalt Thermal Collector ini merupakan suatu inovasi mengurangi UHI dengan cara menyerap panas di permukaan aspal menggunakan cairan yg mengalir di dalam pipa. Dengan menurunnya suhu di aspal, suhu kota sekitarnya ikut melorot atau lebih sejuk dari sebelumnya,” jelas Fikru, dikutip dari halaman UGM, Selasa (13/9/2022).

Ia mengatakan, ide penerapan Asphalt Thermal Collector ini berawal dari tingginya suhu perkotaan. Peristiwa meningkatnya suhu ini tak copot dari kejadian Urban Heat Island (UHI) yaitu suhu perkotaan lebih tinggi daripada daerah di sekitarnya.

Salah satunya merupakan bertambahnya jalanan aspal. Seperti diketahui aspal memiliki karakter menyerap panas & di siang hari jalanan aspal bisa mencapai suhu hingga 48°C. Oleh karena itu, butuh adanya inovasi buat mengatasi persoalan tersebut.

Lima mahasiswa belia ini juga memanfaatkan aspal buat melawan kejadian UHI. Penyerapan panas karena aspal yang sebelumnya justru mempercepat proses UHI karena radiasi bisa diputarbalikkan buat mengurangi dampak UHI dengan menerapkan Asphalt Thermal Collector.

Fikru menjelaskan, teknis pemasangan dari Asphalt Thermal Collector merupakan dengan pemasangan pipa set berbahan polypropylene yang ditanamkan ke jalan dengan kedalaman 2,5 cm dari permukaan. Pemasangan pipa dilakukan secara mengular & dibuat segmen jalan setiap 5 meter buat memudahkan dalam pemeliharaan.

Selain itu juga dilengkapi dengan elemen pendukung yaitu pompa & bak penampung. Komponen pendukung ini diletakkan di bawah trotoar & terdapat pintu bagian atas buat kebutuhan pemeliharaan juga.

Mekanisme kerja dari Asphalt Thermal Collector ini merupakan air dialirkan dalam pipa melalui inlet dengan pompa dalam kondisi dingin. Seiring bergeraknya cairan di dalam pipa, panas di lapisan aspal akan terserap karena air. Air yang keluar dari pipa outlet akan memiliki suhu yang lebih tinggi. Air itu kemudian ditampung dalam wadah yang kemudian berpotensi buat dimanfaatkan sebagai kebutuhan komersial.

Selain buat mengurangi dampak UHI, suhu aspal yg rendah juga bisa menaikkan keawetan di aspal. Aspal yg awet akan menyebabkan biaya perawatan yg rendah & keselamatan berkendara di jalan raya juga lebih terjamin,” pungkasnya. (nnz)

  ♔
HOTnesia  

Sabtu, 27 Agustus 2022

Mahasiswa FT UGM Kembangkan Genting Pintar Bertenaga Surya

Genting fotovoltaik pintar bertenaga surya buatan Tim mahasiswa Fakultas Teknik UGM Yogyakarta. (ANTARA/HO-UGM)

Tim mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengembangkan genting fotovoltaik pintar bertenaga surya untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga.

"Sama seperti genting pada umumnya, tetapi dilengkapi sel surya yang dapat digunakan sebagai sumber energi listrik dengan 'self-cleaning glass' agar kotoran yang menempel pada permukaan mudah dibersihkan lewat ponsel," ujar seorang anggota tim mahasiswa itu, Nifwan Arbi Nugroho, melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Jumat.

Pengerjaan inovasi genting pintar bertenaga surya ini dilakukan empat mahasiswa Fakultas Teknik UGM, yakni Nifwan Arbi Nugroho, Lathief Nurmahmudi Wijaya, Muhammad Rafif Taqiyuddin, dan Maulana Istar.

Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC) UGM itu memperoleh sumber dana dari Kemendikbud Ristek.

Anggota tim lainnya, Lathief Nurmahmudi Wijaya, mengatakan keunggulan genting surya ini ada pada penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) sehingga memudahkan proses perawatan secara otomatis dari gawai.

Bahkan, ujar dia, dengan teknologi masyarakat bisa mengetahui performa genting surya yang dinamakan smart rooftop itu hingga mengetahui keadaan lingkungan sekitar.

"Genting pintar ini dilengkapi alat penyiram air yang terhubung dengan perangkat ponsel pintar, proses pemeliharaan dapat dilakukan secara otomatis saat tidak ada hujan," kata dia.

Selain itu, ujar dia, genting surya ini terdapat berbagai sensor seperti sensor suhu, sensor hujan, sensor kelembaban, sensor cahaya LDR (Light Dependent Resistor), dan sensor daya yang membuat pengguna mengetahui kondisinya.

Meski baru sebatas penelitian, ia mengaku genting pintar bertenaga surya ini akan terus dikembangkan agar nantinya bisa lebih banyak fitur ditambahkan pada genting dan bisa dikomersialkan supaya memberi manfaat kepada masyarakat luas.

  ♔
antara  

Minggu, 06 Februari 2022

Mahasiswa UGM Unjuk Gigi Inovasi Teknologi Pertahanan

 Ketika Menhan Prabowo Kunjungi UGM 
https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/vu6r8gIlI9cK7aQ7pWkdlW19yw4=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3924782/original/010385300_1644037345-WhatsApp_Image_2022-02-05_at_10.36.18__1_.jpegMenhan Prabowo menyaksikan inovasi pertahanan dari Mahasiswa UGM Yogyakarta. (Dok Kemhan)

D
alam kunjungan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat (4/2), civitas academica UGM menampilkan beberapa inovasi pengembangan teknologi dalam bidang pertananan yang telah berhasil dibuat.

Beberapa inovasi di bidang pertahanan yang ditampilkan oleh UGM di antaranya adalah pesawat tanpa awak atau UAV Fiachra Aeromapper, UAV Amphibi Gama V2, Rudal Pasopati Rocket Assisted Take-Off, Drone Palapa S-1, dan Geospatial Artificial Intelligence (GEOAI) untuk bidang pertahanan dan keamanan.

Azhar Aulia Rasidin (22), mahasiswa Teknik Mesin UGM angkatan 2017 yang ikut mengembangkan Drone Palapa S-1 mengatakan bahwa pesawat nirawak itu berfungsi untuk pemantauan (surveillance). Drone yang memiliki daya jelajah sekitar 500 kilometer dalam waktu enam jam dan dapat mencapai ketinggian 1 kilometer ini dikembangkan sejak 2021 oleh Tim Force UGM.

Itu untuk pemantauan wilayah misal kebakaran hutan. Kelebihannya yang paling menonjol dari drone ini adalah kemampuan take off langsung vertikal. Jadi bisa langsung mencapai ketinggian yang kita mau terus langsung bergerak maju. Langsung dari sana,” kata Azhar.

Kalau untuk pertahanan mungkin bisa di daerah perbatasan, untuk memantau daerah perbatasan kalau misalnya ada sesuatu yang mencurigakan bisa segera di laporkan,” lanjutnya.

https://www.kemhan.go.id/wp-content/uploads/2022/02/tmp_7927-IMG-20220204-WA003128973223.jpgSementara itu, Ditya Farhaz (21) mahasiswa Fakultas Teknik Mesin UGM angkatan 2019 yang ikut mengembangkan Rudal Pasopati mengatakan bahwa rudal ini mampu menargetkan sasaran rendah dan tidak terdeteksi oleh radar.

Sebagai penarget sasaran diam untuk ketinggian rendah agar tidak terdeteksi oleh radar,” kata Ditya.

Ia menjelaskan rudal ini telah diriset oleh mahasiswa UGM sejak 2016-2017 dengan hasil dapat ditempuh jarak terbang sekitar 5 kilometer dengan maksimal speed 130 kilometer per jam dengan ketinggian 100 meter.

Menhan Prabowo dalam kesempatan tersebut mengapresiasi inovasi teknologi pertahanan dari UGM. Untuk itu, telah ditandatangani kerja sama antara Kemhan dan UGM tentang penyelenggaraan kegiatan pendidikan, penelitian dan teknologi yang mendukung pertahanan negara.

Kemhan akan bekerja sama dengan erat dengan UGM. Sama dengan kerja sama kami dengan universitas lainnya. Kita sangat butuh hasil-hasil penelitian, hasil-hasil karya dari para ilmuwan kita. Para ilmuwan kita sangat menentukan dalam pengembangan teknologi untuk bangsa Indonesia,” kata Menhan Prabowo.

Untuk itu saya datang ke kampus dan bicara dengan para Guru Besar untuk cari di mana kita bisa kerja sama. Di mana bisa kita bantu dan sinergikan kemampuan-kemampuan yang ada di kampus-kampus. Kita bantu dan kita dorong sehingga mereka lebih produktif dan inovatif,” lanjutnya.


  Tandatangani Kerja Sama Teknologi Pertahanan 
https://www.kemhan.go.id/wp-content/uploads/2022/02/tmp_7927-IMG-20220204-WA0034-2087388302.jpgMenteri Pertahanan Prabowo Subianto pada Jumat (4/2) mengunjungi Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta dalam rangka menandatangani kesepakatan kerja sama tentang penyelenggaraan kegiatan pendidikan, penelitian dan teknologi yang mendukung pertahanan negara.

Tujuan dari kerja sama yang ditandatangani oleh Menhan Prabowo dan Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Panut Mulyono, M.Eng., D., Eng. ini adalah untuk menciptakan sinergi antara pemerintah dan kampus guna mendukung pertahanan negara serta pengembangan pendidikan maupun teknologi pertahanan.

Dalam kesempatan tersebut Menhan Prabowo menekankan bahwa para ilmuwan berada di garis depan pembangunan bangsa. Untuk itu, peran para akademisi dalam mengembangkan teknologi sangat dibutuhkan, terutama dalam rangka memperkuat pertahanan negara.

Ekonomi akan kuat kalau industri kuat. Industri kita kuat kalau teknologi kita kuat. Pertahanan kita akan kuat kalau teknologi kita kuat dan negara akan kuat kalau pertahanan kuat,” ujar Menhan Prabowo usai penandatanganan kerja sama tersebut.

https://www.kemhan.go.id/wp-content/uploads/2022/02/tmp_7927-IMG-20220204-WA0033268582434.jpgJadi semua ini mata rantai. Kalau ekonomi kuat industri harus kuat. Industri butuh teknologi. Teknologi akan menghasilkan pertahanan kuat. Pertahanan kuat akan menjamin negara kuat dan makmur,” lanjutnya.

Menhan Prabowo pun meminta kepada para akademisi untuk terus mengembangkan teknologi, dan kampus dalam hal ini adalah ujung tombaknya.

Kita harus jaga kekayaan negara kita dan kita mengandalkan kampus, cendekiawan kita. Para teknokrat, teknolog, ilmuwan berada di garis depan dalam rangka pembangunan bangsa. Karena itu saya datang ke sini,” ujar Menhan Prabowo.

UGM juga memaparkan beberapa inovasi di bidang lainnya seperti kesehatan, pangan, dan rekayasa digital untuk pendeteksian bencana. (Biro Humas Setjen Kemhan)

  ★ Kemhan  

Minggu, 16 Januari 2022

BRIN Ungkap 7 Tim Kembangkan Vaksin Merah Putih

 Unair Tercepat Ruang riset vaksin Merah Putih di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). BRIN memastikan prosesnya jalan terus hingga kini. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan ada tujuh tim yang kini mengembangkan vaksin produk dalam negeri dalam konsorsium nasional untuk pengembangan Vaksin Merah Putih.

Pelaksana Tugas Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati BRIN Iman Hidayat mengungkapkan progres pengembangan Vaksin Merah Putih yang paling cepat adalah dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

"Saat ini tim yang progress-nya paling cepat adalah tim dari Unair bekerja sama dengan PT Biotis sudah menyelesaikan uji praklinis pada makaka (monyet)," katanya, dikutip dari Antara, Sabtu (15/1).

Ia menjelaskan tujuh tim di dalam konsorsium nasional untuk pengembangan Vaksin Merah Putih tersebut adalah Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, eks Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

"Masing-masing tim ini mengembangkan Vaksin Merah Putih dengan metode yang berbeda, mulai dari vaksin yang berbasis inaktivasi virus sampai vaksin yang berbasis rekombinan protein," ujarnya.

Iman menuturkan setelah menyelesaikan uji praklinis, selanjutnya Unair dan PT Biotis akan melakukan uji klinis fase 1, 2 dan 3.

Ia menyebut uji klinis tersebut dijadwalkkan selesai pada Juli atau Agustus 2022 bersamaan dengan perkiraan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sementara tim-tim lainnya, kata Iman, masih pada tahap optimasi yield antigen dan sebagian sedang melakukan uji praklinis.

Di samping itu, Iman mengatakan dengan munculnya varian omicron dan mungkin saja varian-varian lain di masa yang akan datang, tentunya diharapkan Vaksin Merah Putih yang dihasilkan dari tim-tim tersebut menjadi tumpuan utama pemerintah.

Apalagi, vaksin Covid-19 untuk penguat sangat diperlukan di kondisi saat ini, selain untuk penggunaan vaksinasi awal.

Sebelumnya, kelanjutan riset Vaksin Merah Putih dipertanyakan seiring peleburan sejumlah lembaga penelitian ke BRIN, terutama Eijkman.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sendiri menargetkan pemberian izin darurat bagi Vaksin Merah Putih produksi Unair pada Juni 2022. (Antara/arh)

  😷 CNN  

Senin, 20 Desember 2021

Mobil Listrik Buatan UGM Akan Digunakan Pada Even G20

Dan 2 Bandara Internasional Mobil listrik buatan UGM (istimewa)

Mobil listrik karya anak bangsa akan digunakan untuk membantu operasional di dua bandara internasional Tanah Air yaitu Soekarno-Hatta (Soetta) dan Yogyakarta (YIA), serta mendukung ajang internasional G20 di Bali pada 2022.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baru saja membeli mobil listrik buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk digunakan di 2 bandara internasional.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri simbolis pembelian mobil listrik buatan lokal di Yogyakarta, Sabtu, 18 Desember 2021 mengatakan bahwa mobil listrik tersebut selain digunakan untuk Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Yogyakarta International, juga digunakan untuk event G20 Bali nanti.

Gadjah Mada Airport Transporter electric (GATe) menjadi kebanggaan Indonesia yang harus didukung sebagai hasil karya dari anak bangsa. Kita akan beli lebih banyak untuk mewarnai event G20 Bali nanti,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Selain itu penggunaan mobil listrik GATe sejalan dengan apa yang menjadi perhatian dalam presidensi G20 yakni bagaimana upaya negara-negara dalam menangani perubahan iklim melalui pengurangan emisi dan perbaikan lingkungan yang berkelanjutan.

Kementerian Perhubungan bersama PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), Gojek dan Grab membeli enam unit mobil GATe untuk di bandara.

Mobil GATe merupakan hasil riset kendaraan listrik kerja sama LPDP dan Direktorat Penelitian UGM yang akan digunakan untuk transportasi bandara. Mobil listrik ini sudah dikembangkan sejak tahun 2019 dengan konsep kendaraan bandara berbentuk mobil listri berkecepatan 21 kilometer (km) berkapasita 4-6 penumpang.

Pada acara simbolis pembelian mobil listrik di Yogyakarta turut hadir Ketua Umum PP Kagama Ganjar Pranowo, Direktorat Jendral (Dirjen) Perhubungan Udara Novie Riyanto, Direktur Utama PT AP II M. Awaluddin, Wakil Rektorat Bidang Kerja sama dan Alumni UGM Paripurna Suganda

  🚗 Forum Keadilan  

Minggu, 10 Oktober 2021

Menko Perekonomian Dorong Mahasiswa UGM Kembangkan Mesin Berpenggerak Listrik

 🚌 Dalam kunjungan itu Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyerahkan dua buah bus besar bertenaga listrik [antara]

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyerahkan dua buah bus besar bertenaga listrik dan satu mikro bus bertenaga diesel ke Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Airlangga yang merupakan alumni Fakultas Teknik UGM, jurusan teknik mesin alumni 1981 ini dalam sambutannya mengatakan, Ketua Umum Partai Golkar ini bernostalgia tentang masa-masa kuliahnya di kampus Bulak Sumur. Ia mengenang betapa sulitnya dulu mempelajari teknik mesin berpengerak listrik, karena masih jarang dan biaya yang sangat mahal untuk praktek pelajaran tersebut.

"Ini berbeda dengan sekarang, mesin berpenggerak listrik sudah sangat umum. Dulu itu relatif sulit dan sulit mendapatkan kerja yang terjangkau karena teknologinya masih mahal," kenang Airlangga, saat melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta, Sabtu, 9 Oktober 2021.

Lewat bantuan bus bertenaga atau penggerak listrik ini diharapkan mahasiswa juga bisa mempelajarinya dengan lebih mudah. Ia juga berharap ke depan pembelajaran teknik mesin berpenggerak listrik ini bisa didorong sesuai dengan target sebesar 25 persen.

"Tentu diharapkan ini akan menjadi bagian dari kontribusi sesuai ilmu, karena dulu saya belajar teknik mesin, ya kami kasih belajar mesin diesel. Kalau sekarang kita kasih mesin penggerak elektrik," tambah Airlangga.

Airlangga juga mengakui jika pelajaran tentang teknik mesin berpengerak listrik, dulu bukanlah hal yang mudah dilakukan. "Untuk informasi pada waktu saya kuliah yang bikin lama ya pelajaran ini. Mesin listrik itu dulu teks book-nya bahasa Jerman. Saya selesai skripsi tapi mata kuliah ini belum selesai. Jadi tiga periode," tambah Airlangga.

Ia berharap, mahasiswa UGM saat ini bisa proaktif untuk mengembangkan dan mempelajari mesin berpenggerak listrik yang saat ini sudah menjadi trend di dunia otomotif. Di tengah kemajuan dan disrupsi teknologi maka diharapkan teknologi digitalisasi juga dikuasai para mahasiswa dengan baik.

Dalam acara penyerahan mobil elektrik produk dalam negeri ke UGM dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, juga ikut mendampingi Mensesneg Pratikno, yang kebetulan juga alumni Fisipol UGM 1985, sekaligus Ketua majelis Wali Amanat UGM.

Sementara dari UGM hadir Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni, Prof. Paripurna, dan Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset, Prof. Bambang Agus Kironoto. (DEV)

  ⍟ Medcom  

Kamis, 19 Agustus 2021

INKA dan BPPT Bakal Bikin Kereta Cepat Tenaga Baterai

Tidak hanya dengan BPPT saja, INKA juga berkolaborasi dengan konsorsium Prioritas Riset Nasional Teknologi Perkeretaapian. Di dalamnya terdapat sejumlah perguruan tinggi seperti ITB, ITS, UNS, dan UGM dan beberapa industri yang terkait dengan perkeretaapian, yakni PT INKA (Persero) dan PT Pindad (Persero) Model kereta cepat ITS dan model Kereta Cepat BPPT [redigest]

PT INKA (Persero) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta beberapa perguruan tinggi dan perusahaan sedang menyiapkan rencana membuat kereta cepat dengan kemampuan melaju lebih dari 200 kilometer per jam. Kereta ini nantinya akan dioperasikan di rute Makassar-Pare Pare.

Tidak hanya cepat, kereta tersebut akan menggunakan teknologi baterai. "Kami siap mengoperasikan kereta cepat produk anak negeri yang diketuai oleh BPPT, dengan teknologi "hybrid battery" pada tahun 2022," ujar Direktur Pengembangan INKA Agung Sedaju dalam seminar daring bertajuk "Kesiapan Jalur Kereta Makassar–Pare Pare" di Madiun, mengutip Antara, Rabu (18/8/2021).

Tidak hanya dengan BPPT saja, INKA juga berkolaborasi dengan konsorsium Prioritas Riset Nasional Teknologi Perkeretaapian. Di dalamnya terdapat sejumlah perguruan tinggi seperti ITB, ITS, UNS, dan UGM dan beberapa industri yang terkait dengan perkeretaapian, yakni PT INKA (Persero) dan PT Pindad (Persero)

Direktur Pusat Teknologi Sistem dan Prasarana Transportasi BPPT Muljadi Sinung Harjono mengatakan bahwa BPPT memiliki target untuk segera membuat prototipe kereta cepat dengan kecepatan di atas 200 kilometer/jam.

"Pada tahun 2020, kami sudah menyelesaikan target DR dan O ("design requirement and objective") atau pre-spesifikasi teknis. Serta penyelesaian "basic and manufacture design" di tahun 2021. Sedang di tahun 2022, kami ada rencana anggaran pembangunan sarana prototipe kereta api cepat," kata Muljadi Sinung.

Maka dari itu, lanjutnya, diperlukan lokasi untuk uji sebenarnya kereta api cepat dengan kecepatan di atas 200 kilometer/jam sepanjang 20 kilometer dengan lebar "track" yang mencukupi.

Dia menambahkan, setelah prototipe tersebut jadi, di akhir tahun 2022, harapannya prototipe tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari armada kereta api penumpang yang dapat memenuhi kebutuhan lapangan.

  🚆
Bisnis  

Jumat, 23 Juli 2021

Indonesia Segera Produksi Laptop Merah Putih

Kurangi Ketergantungan Impor Pengunjung melihat produk laptop pada Festival Elektronik yang digelar Electronic City di Nipah Mall, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (27/6/2019). Pada pameran ini, sejumlah produk elektronik ditawarkan dengan harga yang lebih murah. [TRIBUN-TIMUR/OCHA ALIM]

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah tengah berupaya meningkatkan penggunaan produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) buatan dalam negeri, salah satunya laptop.

Oleh sebab itu, pemerintah berupaya memperkuat kemampuan riset dalam negeri untuk mendorong pembuatan laptop dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang tinggi.

Adapun saat ini yang sedang di garap adalah laptop 'Merah Putih'.

"Pemerintah berupaya mempersiapkan riset dalam negeri untuk meningkatkan kandungan TKDN agar dapat memproduksi laptop Merah Putih mulai dari desain hingga pengembangannya," ungkap Luhut dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/7/2021).

Ia menjelaskan, saat ini beberapa perguruan tinggi sedang merancang dan mengembangkan komponen TIK dalam negeri beserta industrinya.

Salah satunya yang dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ketiganya telah membentuk konsorsium dan menjalin kerja sama dengan industri TIK dalam negeri untuk memproduksi laptop 'Merah Putih'.

"Laptop produksi dalam negeri sudah di buat ITB, ITS, dan UGM bekerja sama untuk membentuk konsorsium, memproduksi produk tablet dan laptop Merah Putih dengan merek Dikti Edu," jelas dia.

Luhut berharap, laptop buatan anak negeri tersebut bisa segera diproduksi dan dipasarkan secara komersial, sehingga dapat dimanfaatkan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Terlebih dalam pengadaan barang Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Pemerintah telah menetapkan target penggunaan produk TIK dalam negeri pada bidang pendidikan sebesar Rp 17 triliun hingga tahun 2024.

"Jadi dengan di zamannya Pak Nadiem (Mendikbudristek), akan elok kalau ini (laptop Merah Putih) sudah bisa diluncurkan, karena ada penugasan pembelian produk TIK mencapai Rp 17 triliun selama beberapa tahun. Saya kira kita sudah bisa bangun industri sendiri," papar Luhut.

Luhut mengatakan, meningkatkan kemampuan produksi dalam negeri sangat penting dilakukan guna mengurangi ketergantungan Indonesia akan barang impor, khususnya pada produk TIK.

Terlebih saat ini di tengah masa pandemi penggunaan produk TIK tengah melonjak, sehingga peluang ini harus dimanfaatkan.

"Justru momen sekarang kita lagi seperti ini, itu kita harus betul-betul dorong, jadi tidak boleh impor-impor padahal kita bisa produksi sendiri," kata dia.

Adapun untuk anggaran 2021, total kebutuhan Kemendikbudristek dan pemerintah daerah (pemda) dalam pengadaan laptop yakni sebanyak 431.730 unit dengan anggaran sebesar Rp 3,7 triliun.

Terdiri dari 189.165 unit laptop senilai Rp 1,3 triliun dibiayai langsung dari APBN 2021 dan 242.565 unit laptop senilai Rp 2,4 triliun yang disalurkan melalui dana alokasi khusus (DAK) fisik pendidikan.

Pemerintah pun sudah melakukan penandatanganan kontrak dengan pihak industri atas penggunaan produk TIK dalam negeri senilai Rp 1,1 triliun.

Sementara itu, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menambahkan, khusus untuk pengadaan laptop dalam program digitalisasi sekolah jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA akan disediakan 190.000 laptop ke 12.000 sekolah.

Ia bilang, program tersebut memakan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun.

Nadiem memastikan, 100 persen anggaran tersebut akan dibelanjakan laptop buatan dalam negeri yang memiliki sertifikat TKDN.

"Kemendikbudristek akan terus melakukan pembelanjaan produk dalam negeri di tahun-tahun berikutnya," kata Nadiem.

  Pemerintah Daerah Wajib Beli 

Pemerintah tengah mempercepat penggunaan produk dalam negeri (PDN) khususnya untuk sektor pendidikan. Di antaranya adalah penggunaan laptop buatan dalam negeri. Untuk itu, sudah ada rencana pembuatan konsorsium yang berisikan perguruan tinggi dan industri TIK untuk pembuatan laptop Merah Putih.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, pemerintah berupaya memperkuat kemampuan riset dalam negeri untuk mendorong pembuatan laptop dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang tinggi.

Terlebih dalam pengadaan barang Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Pemerintah menganggarkan Rp 17,42 triliun untuk belanja produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada bidang pendidikan sepanjang 2021 hingga 2024. Dana itu nantinya dibelanjakan laptop, access point, konektor, LCD proyektor, layar proyektor, dan speaker aktif.

Luhut mengatakan produk TIK dalam negeri pada bidang pendidikan masih rendah dibandingkan produk impor.

"Tujuan utama adalah meningkatkan penggunaan produk TIK dalam negeri di bidang pendidikan melalui pengadaan barang pemerintah yang ditargetkan Rp17 triliun pada 2024. Jadi dengan di zamannya Pak Nadiem (Mendikbudristek), akan elok kalau ini (laptop Merah Putih) sudah bisa diluncurkan, karena ada penugasan pembelian produk TIK mencapai Rp 17 triliun selama beberapa tahun. Saya kira kita sudah bisa bangun industri sendiri," papar Luhut.

Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, saat ini laptop impor mendominasi pangsa pasar Indonesia yakni 95 persen dari total permintaan rata-rata 3 juta unit per tahun. Sisanya 5 persen adalah produk laptop buatan dalam negeri. Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Perindustrian, nilai impor laptop setiap tahunnya rata-rata mencapai US$ 1 miliar, atau setara Rp 14,49 triliun (mengacu kurs Rp 14.494 per dolar AS). Laptop menjadi produk impor dengan nilai paling besar pada kelompok elektronika.

"Demand (permintaan) produk laptop di Indonesia sebesar 3 juta unit per tahun dengan market share produk impor masih 95 persen dan baru 5 persen untuk produk laptop dalam negeri," kata Agus dalam kesempatan yang sama.

Terkait hal itu, Luhut menuturkan enam produsen laptop dalam negeri dengan nilai TKDN lebih dari 25 persen telah menyanggupi pemenuhan pengadaan laptop tahun ini. Secara total kesiapan produksi laptop dalam negeri yakni 351 ribu unit pada September 2021 dan 718.100 unit pada November 2021 mendatang. Untuk mencapai target penggunaan produk dalam negeri, Luhut mendorong pemerintah daerah membeli produk tersebut.

"Pemda berkewajiban untuk mengalokasikan DAK fisik untuk membeli produk dalam negeri dan membelanjakan laptop 100 persen produk dalam negeri," imbuhnya.(*)

  ⍟ Kompas | Tribunnews  

Selasa, 20 Juli 2021

Alat Deteksi Gempa Dikembangkan UGM

Prediksi Gempa Bumi dari Aceh hingga NTT Alat deteksi gempa, Early Warning System (EWS) yang dikembangkan peneliti UGM.(DOK/Humas UGM)

Apabila ada alat deteksi gempa atau peringatan dini gempa bumi, mungkin potensi dampak dari gempa bumi besar dapat diminimalisir.

Salah satu alat peringatan gempa berbasis Early Warning System (EWS) yang dikembangkan peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) mampu mendeteksi gempa bumi antara satu hingga tiga hari sebelum terjadi.

Seperti diketahui, sebagian besar wilayah Indonesia adalah kawasan rawan gempa bumi yang hingga kini sulit untuk memprediksi kapan gempa itu akan terjadi.

"Peringatan gempa yang bisa dideteksi alat ini (wilayahnya) antara dari Aceh sampai NTT. Karena (kawasan) ini satu lempeng (lempeng Indo-Australia)," kata Ketua tim riset Laboratorium Sistem Sensor dan Telekontrol Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM, Prof. Ir. Sunarno, M.Eng., Ph.D., saat dihubungi Kompas.com, Kamis (3/6/2021).

Alat deteksi gempa, EWS UGM ini telah dipasang di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak 5 tahun lalu.

Prof Sunarno mengungkapkan alat tersebut diperuntukkan sebagai EWS gempa untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Ada 5 alat yang telah dipasang di lima wilayah di DIY.

Berdasarkan hasil data yang dikumpulkan selama bertahun-tahun, sejak alat tersebut terpasang, Prof Sunarno menjelaskan jika terjadi gempa di atas magnitudo 4,5 di antara Aceh dan NTT, alat tersebut bisa mendeteksi 3 hari sebelumnya.

"Jadi misalnya ada gempa menurut geofon, menurut referensi kegempaan saya dari Jerman, kalau ada gempa, kami cek, 3 hari sebelumnya memang ada gejolak, baik air sumur maupun gas radon," jelas Prof Sunarno.

Alat deteksi gempa, early warning system tersebut kemudian membuat prediksi bahwa akan terjadi gempa di antara Aceh dan NTT, yakni di sepanjang lempeng Indo-Australia.

Sinyal data dari alat-alat yang dipasang itu akan mengirimkan laporan melalui email ke server yang ada di rumah Prof Sunarno.

"Akan tetapi, selama ini alat ini hanya mendeteksi bahwa memang akan terjadi gempa bumi, tetapi lokasi titik tepatnya di mana tidak diketahui," jelas Prof Sunarno.

  10 EWS di sepanjang Pulau Jawa 

Oleh sebab itu, dimulai tahun ini pengembangan alat deteksi gempa atau EWS tersebut melalui program hibah penelitian Ristek, Prof Sunarno akan mulai memasang lebih banyak alat di sepanjang Pulau Jawa.

Ilustrasi gempa(SHUTTERSTOCK/Andrey VP)

Rencananya akan ada 10 alat deteksi gempa yang akan dipasang di sepanjang Pulau Jawa. Pemasangan alat EWS ini akan dilakukan di lokasi patahan yang tersebar di wilayah pantai selatan Jawa.

"Penelitian ini akan didanai selama 3 tahun. Nantinya harapannya dapat memprediksi gempa dan menunjukkan di mana lokasi gempa yang akan terjadi itu dengan model triangulasi," jelasnya.

Misalnya, alat ini bisa ditempatkan di wilayah-wilayah seperti Cilegon, Kebumen, Pacitan, Yogyakarta, Surabaya atau mungkin Bali.

Maka dengan model triangulasi, lanjut Prof Sunarno, bisa memprediksi di lokasi tepat gempa bumi yang akan terjadi beberapa hari sebelum itu terjadi.

"Kami akan pasang 10 alat dulu. Lalu akan dievaluasi dan terus dikembangkan," jelas dia.

Lima alat deteksi gempa (EWS) yang telah dipasang di DIY, menurut Prof Sunarno, setiap lima menit sekali selalu mengirimkan data peringatan gempa di antara wilayah Aceh hingga NTT.

UGM meminta agar alat deteksi gempa tersebut dapat dikembangkan. Prof Sunarno mengungkapkan software alat deteksi gempa ini juga masih terus dikembangkan, sebab algoritma alat ini juga tidak mudah.

Terkait penjelasan prediksi gempa Toli Toli pada 3 hari sebelumnya, Prof Sunarno mengungkapkan bahwa itu bukan penjelasannya, seperti yang disampaikan dalam siaran pers humas UGM pada Kamis.

Prof Sunarno menjelaskan apabila alat tersebut dipasang di wilayah lain di Indonesia, seperti di Sulawesi, maka itu juga bisa memberikan peringatan gempa di wilayah tersebut.

"Namun, alat ini belum dipasang di sana, jadi tidak bisa memprediksi atau mendeteksi gempa yang akan terjadi," jelas Prof Sunarno.

Lebih lanjut Prof Sunarno mengatakan bahwa kelima alat EWS yang dipasang di DIY, menurut algoritma dan hipotesanya bisa memberikan peringatan gempa tidak hanya 3 hari sebelum, tetapi bisa 2 minggu sebelumnya, berdasarkan gejolak air tanah dan gas radon.

  ❂ Kompas  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More