Jumat, 12 Desember 2014

Presiden Jokowi tinjau pabrik kapal Korsel

Presiden RI Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana dan sejumlah menteri Kabinet Kerja berkunjung di Korea Selatan (Foto2: setkab.go.id)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau perusahaan pembuatan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) di Busan, Korea Selatan, Kamis.

Dalam peninjaun tersebut, Presiden Jokowo didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi dan Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman.

Peninjauan dilaksanakan sebelum menghadiri Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) Perayaan Hubungan Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dengan Korea Selatan yang memasuki usia 25 tahun.

Memasuki ruangan yang diperuntukan untuk memamerkan replika, Presiden Jokowi disuguhi informasi berbagai rupa kapal yang telah dibuat DSME.

"Bagus, bagus," kata Presiden Jokowi sambil mengangguk-anggukan kepala saat melihat berbagai replika kapal tersebut.

Presiden dalam kesempatan itu mengisi buku tamu perusahaan yang mengerjakan berbagai rupa kapal, mulai kapal penumpang hingga kapal selam.

"Teknologi yang luar biasa," tulis Presiden Jokowi dalam buku tamu tersebut. Presiden dan rombongan melanjutkan peninjauan menuju tempat pembuatan kapal.

DSME bekerja sama dengan PT PAL tengah mengerjakan tiga kapal selam yang dipesan pemerintah Indonesia bernilai total sekira 250 juta dolar Amerika Serikat (AS).

"Dua kapal akan dikerjakan di sini, dan satu nanti di Indonesia," kata Kepala Badan Intelijen Marciano Noorman.

Kapal selam kelas Changbogo tersebut direncanakan mulai dikirim ke Indonesia pada 2017 dan 2018.

Tambahan tiga kapal itu akan melengkapi armada kapal selam Indonesia menjadi lima. Saat ini terdapat dua kapal selam produksi 1981 buatan Jerman.

"Kita butuh keseimbangan militer," demikian Marciano.
Presiden minta kerjasama industri dibarengi transfer teknologi Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Presiden Joko Widodo meminta agar kerjasama industri yang dilaksanakan dengan negara lain juga memuat adanya transfer teknologi sehingga Indonesia juga turut mampu menciptakan produk.

"Jangan sampai kita beli-beli saja, uang kita lari ke negara lain, Indonesia ya memakai-memakai, tidak memproduksi," katanya saat bertatap muka dengan masyarakat Indonesia di Korea Selatan, Kamis malam.

Menurut Presiden, saat ini dengan Korea Selatan, Indonesia telah memiliki kerjasama pembuatan kapal selam yaitu antara perusahaan BUMN pembuat kapal, PT PAL, dan perusahaan pembuat kapal Daewoo Shipbuiliding and Marine Engineering (DSME). Keduanya tengah mengerjakan tiga kapal selam kelas Changbogo yang di pesan Pemerintah Indonesia senilai 250 juta dolar AS.

DSME yang merupakan perusahaan pembuat kapal berbagai rupa, akan menjadi tuan rumah pembangunan dua kapal selam yang dipesan. Sedangkan satu kapal selam akan dibangun keduanya di galangan PT PAL di Indonesia.

Ke depan, Presiden berharap, kerjasama industri pertahanan juga memuat transfer teknologi.

"Kita tidak hanya kapal selam, tapi kapal lain yang dibutuhkan, tetapi juga industri pertahanan, kerjasama ini harus transfer teknologi, saat ini kita kerjasama untuk kapal selam dan ke depan untuk industri yang lain," katanya.

Presiden menambahkan dalam pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye Kamis, Korsel berkeinginan untuk memperbesar kerjasama industri maritim dengan Indonesia.

  ★
Antara  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More