blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label KRI TNI-AL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KRI TNI-AL. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 September 2026

Prabowo Ingin TNI AL Perbanyak Pengadaan Kapał LCM dan LCVP

 Untuk antisipasi berbagai macam bencana Ilustrasi KRI TNI AL [TNI AL]

Presiden RI Prabowo Subianto berencana menambah lebih banyak kapal-kapal berjenis kapal pendarat mekanis (landing craft mechanized/LCM) dan kapal pendarat kendaraan dan personel (landing craft, vehicle, personnel/LCVP). Hal itu mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak gugusan pulau-pulau yang kecil.

Prabowo menjelaskan keberadaan kapal-kapal itu berguna untuk mengirimkan bantuan dan personel ke pulau-pulau kecil manakala daerah tersebut terdampak bencana. Hal itu belajar dari pengalaman pengiriman bantuan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa belum lama ini.

"Catatan bagi kita, bagi Angkatan Laut ya, saya kira dari sekarang kita perlu pesan lebih banyak LCVP ya, dan LCM, saya kira kita butuh lebih banyak karena pulau-pulau kita banyak dan kecil-kecil, supaya (terbuka) aksesnya," kata Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026), membahas penanggulangan bencana gempa NTT.

Pembahasan mengenai rencana pembelian LCM dan LCVP itu diawali dengan permintaan tambahan kapal untuk kepentingan mitigasi bencana di NTT, yang disampaikan oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Permintaan kapal itu kemudian dijelaskan lebih rinci oleh Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VII Laksda Joni Sudianto.

"Saat ini, kami di Kodaeral VII ada dua kapal patroli, Pak. Namun, posisinya dua kapal tersebut ada di Surabaya. Kami mohon dapatnya ada paling tidak dua kapal patroli jenis FPB yang stand by di Kupang sehingga apabila terjadi sesuatu dan butuh bantuan kita bisa gerakkan dua kapal tersebut," kata Joni dalam laporan kepada Prabowo.

Mendapat saran itu, Prabowo yang duduk didampingi Kabaloghan Kemenhan Marsdya Yusuf Jauhari langsung memerintahkan jajarannya untuk mencatat permohonan dari Dankodaeral VII tersebut. "Baik, ya tolong dicatat," ujar Prabowo yang juga didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Letkol Inf Teddy Indra Wijaya.

Prabowo mengatakan, pengerahan itu nanti di bawah perintah langsung Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. "Ya nanti kita koordinasi dengan Panglima TNI ya. Di sini ada Kepala (Badan) Logistik (Pertahanan) nanti bisa dikirim ya? Jadi dua kapal patroli jenis FPB 57 ya. Itu cukup? Dua kapal itu cukup?" ucap Prabowo kepada Joni.

Menurut Joni, dua kapal patroli FPB 57 cukup untuk kebutuhan mitigasi dampak bencana. "Di NTT dan NTB sendiri kondisinya pulau-pulau kecil sehingga apabila kapalnya terlalu besar kesulitan untuk fasilitas labuhnya sehingga menurut kami dengan analisis operasional dua kapal FPB sudah cukup Bapak Presiden," ujar Joni VII menjawab pertanyaan Prabowo.

Dalam rapat yang sama, Prabowo juga menanyakan keberadaan LCM kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali. "Di LPD itu dua LCM, biasanya stand by di dalam LPD. Sekarang, ada KRI Semarang, kalau tidak salah dia ada di sana (perairan NTT)," kata Ali menjawab pertanyaan RI 1.

Ali menyebutkan, total ada dua kapal yang bersiaga di perairan NTT untuk penanganan pascabencana disekitar wilayah Manggarai. Keduanya adalah KRI Semarang-594 dan satu LST berjenis Frosch.
 

  Republika  

Selasa, 25 Agustus 2026

Kapal Induk Garibaldi Bakal Bernama KRI Gajah Mada

   Tiba di RI Bulan Depan https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgphym2zFh4V7VvkhMGw1tpQ52ALft9Vcff-dNKgnmIBBfdJ6rDRGBphjBBr1kl0bT2z9gzxU97BKGqb9SyOVYaePeoLEnYIWUYtGdpdCLOdfLoUSwAQZVcGuV9UDArUxbq38C6w3FyQXRCl4CnfYpP0jXrYwS4KbGKlV_7LIa8iVUrfSWyRrDQ495c_5S0/s1125/daftar-terbaru-negara-paling-berkuasa-di-dunia-ada-indonesia-1784271923568.jpeginfografic Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akan hadir bulan September  (CNBC)

TNI Angkatan Laut segera memiliki kapal induk baru bernama KRI Gajah Mada. Kapal itu merupakan ITS Giuseppe Garibaldi yang berangkat dari Italia malam ini.

"Dan kami mohon doanya, malam ini mungkin jam 22.00, KRI Gajah Mada akan meninggalkan Italia menuju Indonesia," kata KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali saat mengunjungi Kraton Majapahit, Jakarta Timur, Senin (24/8/2026).

Ali menerangkan, kapal induk ini memang didatangkan langsung dari Italia. Nama asal sebelum KRI Gajah Mada adalah ITS Giuseppe Garibaldi dan akan berganti nama saat tiba di wilayah Indonesia.

"Namanya masih ITS Garibaldi, masih berbendera Italia. Tapi sesampainya di Indonesia akan berganti bendera menjadi KRI Gajah Mada," jelas dia.

Ali meminta dukungan doa agar perjalanan KRI Gajah Mada selamat sampai Indonesia. Dia mengatakan kapal itu akan tiba sekitar 15 hingga 20 September mendatang.

"Semoga selamat dalam perjalanan, sukses, karena ini akan melewati Terusan Suez, melewati Laut Merah juga, tapi dikawal juga oleh fregat-fregat Italia. Dan mudah-mudahan tanggal 20 atau tanggal 15 atau tanggal 20 September ini sudah tiba di Indonesia," ucapnya.

KRI Gajah Mada akan berganti bendera setiba di Indonesia. Ali mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan ikut meresmikan kapal itu.

"Dan tanggal 25 bisa pengukuhan atau pergantian bendera menjadi bendera Indonesia dan penggantian nama dari Garibaldi menjadi Gajah Mada. Rencana Bapak Presiden akan ikut meresmikan, hadir di onboard di kapal induk Gajah Mada. Dan nanti kapal induk itu juga dengan nama Gajah Mada akan memiliki semangat yang luar biasa untuk menyatukan Nusantara," katanya.

Ali menambahkan, kapal induk itu tidak hanya dilengkapi dengan helikopter Angkatan Laut, tapi juga helikopter Angkatan Udara dan helikopter Angkatan Darat. Dia memastikan kapal itu akan dipakai oleh semua matra TNI.

"Namun memang pilot-pilotnya akan kita latih untuk bisa mendarat di kapal induk. Itu semangat persatuan kita dan menjaga kesatuan karena Bapak Presiden berpesan bahwa yang sangat berperan dalam menjaga kesatuan dan persatuan NKRI ini adalah TNI," ucap dia.

Seperti diketahui, dalam rapat paripurna DPR pada bulan Juli lalu telah disepakati penerimaan hibah satu unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia. Persetujuan diambil setelah seluruh anggota DPR yang hadir menyatakan setuju.

Persetujuan diambil saat rapat paripurna digelar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7). Wakil Ketua Komisi I DPR Budi Djiwandono menyampaikan laporan hasil pembahasan persetujuan penerimaan hibah alpalhankam dari luar negeri.

Ketua DPR Puan Maharani lalu meminta persetujuan forum paripurna atas laporan Komisi I DPR terkait penerimaan hibah tersebut. Para peserta rapat pun sepakat menyetujuinya.

"Kami menanyakan kepada Sidang Dewan yang terhormat, apakah Laporan Komisi I DPR RI atas persetujuan penerimaan hibah 1 unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia dapat kita setujui?" tanya Puan.

"Setuju," jawab peserta rapat. (tsy/ygs)


   detik   

Kamis, 06 Agustus 2026

TNI Uji Perang Modern di Dabo Singkep

 Luncurkan Drone Laut Kamikaze USV produksi PT PAL ikut dalam latihan terintegrasi di Dabo Singkep (PAL)

TNI Angkatan Laut meluncurkan drone laut kamikaze dalam latihan terintegrasi 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8). Uji coba kapal tanpa awak ini menjadi sorotan utama dalam peragaan strategi perang modern berbasis Perisai Trisula Nusantara.

Prajurit TNI AL melepas kapal tanpa awak atau Unmanned Surface Vehicle (USV) kamikaze langsung dari pintu dok basah (well deck) KRI dr. Soeharso-991. Kapal nirawak rakitan PT PAL Indonesia ini mengusung desain bodi kelabu bersudut lancip dan berprofil rendah agar sulit terdeteksi radar lawan.

Untuk memandu serangan, tiang atas kapal dipasangi kamera sensor elektro-optik yang memancarkan visual navigasi jarak jauh dan mengunci sasaran secara akurat. Sementara sistem pendorongnya memanfaatkan mesin bensin konvensional yang terlihat dari dua lubang pembuangan gas di bagian belakang.

Saat simulasi berlangsung, kapal tanpa awak ini melaju kencang menerjang gelombang menuju target di dekat pantai. Kapal ini menabrakkan diri ke sasaran untuk menguji sistem kendali otonom yang adopsinya mirip dengan teknologi Kapal Selam Otonom (KSOT).

Selain drone laut, TNI AL menguji drone udara bunuh diri (loitering munition) jenis KI-50 buatan industri pertahanan dalam negeri. Drone peledak ini lepas landas dari geladak helikopter kapal perang untuk menghantam posisi lawan.

Rangkaian latihan terintegrasi 2026 ini diawali dengan peretasan siber untuk melumpuhkan pasokan listrik musuh. Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) kemudian menyusup ke perairan untuk menyabotase kabel bawah laut dan menyebar ranjau.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul menyampaikan, gempuran rudal langsung dieksekusi begitu pertahanan musuh lumpuh.

USV kamikaze diluncurkan dari pintu dok basah KRI dr. Soeharso-991 dalam simulasi perang modern. (Dok. Dispenal)

Peluru kendali C-705 yang ada di KRI ditembakkan dengan sasaran musuh di darat sehingga fasilitas musuh lumpuh,” terang Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Kamis (6/8).

KRI Sampari-628 meluncurkan dua rudal C-705 buatan Cina tepat ke sasaran darat. Tunggul menambahkan, serangan berlanjut lewat bantuan tembakan kapal dari KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367, dan KRI RE Martadinata-331, disusul tembakan roket MLRS Korps Marinir.

Latihan ini menitikberatkan pada kecepatan pengambilan keputusan, koordinasi, serta efektivitas pelaksanaan operasi gabungan,” jelasnya.

Pesawat tempur Rafale dan F-16 TNI AU lantas menghujani posisi musuh dengan bom MK-82, sebelum pasukan lintas udara TNI AD menerjunkan personel dari pesawat C-130 Hercules.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung latihan ini bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanro dan para kepala staf angkatan.

Penggunaan produk industri pertahanan dalam negeri menjadi bukti, Indonesia terus memperkuat kemandirian pertahanan nasional sekaligus meningkatkan daya tangkal dalam menghadapi berbagai ancaman,” tegas Sjafrie. (at)

  ★ IDM   

Senin, 20 Juli 2026

Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Giuseppe Garibaldi dari Italia

  Diharapkan ikut tampil pada HUT TNI https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3MoVGQ4NZZ3KV-RZ37sLFHmtVHJ7iZGY5r0Mj681nZ38QGvy6TN66cToFKV3PBr3Cv3mjKGCY2SDMEf_eoQUG7RAlB-B6uYGuYgcZgbgsMPBT1yJi195z7FpzCOwq2T1qJ9h56hPv1aUECf5PaNweMkGxuHWTEoz0goUHdtch7l8GMdrGZdAzs-98eysf/s1265/Kapal%20induk%20Giuseppe%20Garibaldi.jpgKapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akan hadir tahun ini.  (Marina militare)

Komisi I DPR menyetujui hibah kapal induk atau aircraft carrier Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia senilai 54 juta euro (sekitar Rp 1,1 triliun).

Persetujuan diambil dalam rapat pleno Komisi I DPR yang dihadiri Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (purn) Donny Ermawan, Senin (20/7).

"Komisi I DPR RI menyetujui hibah satu unit kapal induk, Italian Ship Giuseppe Garibaldi, senilai 54.022.426,67 sen euro dari pemerintah Republik Italia kepada Kementerian Pertahanan RI sebagaimana surat Menhan RI kepada Ketua DPR RI nomor B/1845/m/VII/2026 tanggal 7 Juli 2026," ujar Utut dalam rapat.

Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan, Hendrikus Haris Haryanto mengatakan hibah kapal induk merujuk pada surat dari Representative of The Italian Coordination Committee Ministry of Defense of Italian Republic Nomor Protokol 001 pada 8 Mei 2026.

Menurut Haris, surat itu berisi persetujuan Parlemen Italia tentang pemberian hibah kapal Giuseppe Garibaldi.

Berdasarkan surat tersebut, Kementerian Pertahanan kemudian melakukan kajian yang tertuang dalam Surat KSAL Nomor R/328/ V/2026 tanggal 26 Mei 2026.

Haris mengungkap spesifikasi kapal tersebut memiliki panjang kurang lebih 180 meter dengan lebar 33 meter, draft 8,2 meter, dan displacement kurang lebih 13,8 ton.

Kapal memiliki kecepatan maksimum 30 knot, dan kecepatan jelajah 20 knot. Selain itu juga dilengkapi empat propulsion system yakni empat gas turbin LM2500.

Menurut Haris, kapal memiliki kapasitas penerbangan untuk helikopter maupun pesawat yang mempunyai kemampuan short take-off atau vertical landing. Dengan kapasitas kru 550 personel.

"Penerimaan hibah ini juga mempunyai makna untuk efisiensi bagi negara, di mana mempersingkat waktu pengadaan, tidak membebani APBN pengadaan, serta memperkuat pertahanan maritim maupun berbagai operasi kemanusiaan," kata Haris. (thr/kid)


   CNN  

Kamis, 07 Mei 2026

KRI Canopus-936 Tiba di Indonesia

  KRI terbaru hasil produksi lokal KRI Canopus 936 tiba di Indonesia disambut KRI Bung Tomo 357 (Dispenal)

Kapal perang terbaru milik TNI AL, KRI Canopus-936, resmi memasuki wilayah perairan Indonesia pada Selasa (6/5).

Kedatangan kapal Bantu hidro-oseanografi jenis ocean going atau penjelajah samudera tercanggih ini mendapat sambutan khusus melalui sinergi unsur laut dan udara di Selat Sunda.

Pesawat udara Casa 212-200 MPA P-8202 dari Wing Udara 1 melakukan flypast atau terbang rendah sebagai bentuk penghormatan saat kapal buatan Jerman tersebut melintasi batas laut kedaulatan nasional. Mayor Laut (P) Musmuliadi yang mengawaki pesawat tersebut juga melaksanakan komunikasi radio dan pengambilan foto udara (photo exercise) di atas dek kapal sepanjang 105 meter itu.

Sebelum menyentuh perairan nusantara, kapal hasil kolaborasi galangan Abeking & Rasmussen Jerman dengan PT Palindo Marine Batam ini telah menempuh misi panjang lintas benua sejak Maret 2026.

KRI Canopus-936 tercatat sukses menaklukkan ganasnya Samudra Atlantik Selatan sebelum menuntaskan etape terakhir di Mauritius pada akhir April lalu. Dalam pelayaran sejauh ribuan mil laut tersebut, seluruh sistem robotik dan perangkat riset bawah laut tetap berfungsi presisi.

Pesawat Casa 212-200 MPA P-8202 melakukan terbang rendah (flypast) sebagai penghormatan atas kedatangan KRI Canopus-936 di wilayah yurisdiksi Indonesia. (Dok. Wing Udara 1 Puspenerbal)

Komandan Wing Udara 1 Kolonel Laut (P) Dani Widjanarka, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keterlibatan awak pesawat dalam penyambutan alutsista maritim tersebut. Beliau menekankan pentingnya profesionalisme prajurit dalam mendukung kehadiran armada riset masa depan Indonesia.

Terima kasih atas pelaksanaan giat tersebut. Tetap perhatikan keselamatan terbang selama di daerah operasi,” tegas Dani mengapresiasi kinerja kru pesawat P-8202, dikutip dari keterangan Puspenerbal.

Kapal yang diawaki oleh 93 prajurit pilihan ini membawa teknologi mutakhir berupa kendaraan bawah air otomatis (Autonomous Underwater Vehicle) dan kendaraan bawah air kendali jarak jauh (Remotely Operated Vehicle) yang mampu memetakan dasar samudra hingga kedalaman 11.000 meter.

Kehadiran KRI Canopus-936 kini memperkuat tugas Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) dalam memetakan kekayaan bawah laut serta menjaga kedaulatan maritim nasional dengan akurasi data yang lebih tajam. (at)

  👷  IDM  

Selasa, 24 Maret 2026

KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Tanah Air

  Segera diresmikan akhir Maret 
MPCS KRI Prabu Siliwangi 321 tiba di Lampung (Dispenal)
Kapal perang terbaru TNI Angkatan Laut (AL), KRI Prabu Siliwangi-321, telah tiba di perairan Indonesia setelah menyelesaikan pelayaran panjang lintas samudra.

Kapal tersebut kini dijadwalkan akan diresmikan pada akhir Maret 2026 di Jakarta.

"Rencananya, KRI Prabu Siliwangi-321 akan diresmikan secara langsung di Jakarta pada akhir Maret 2026 sebelum akhirnya memperkuat Komando Armada Republik Indonesia," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul, dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).

Tunggul mengatakan, KRI Prabu Siliwangi-321 telah memasuki wilayah perairan Selat Sunda sebagai bagian akhir dari Operasi Penyeberangan Jala Raksa-26.

Saat memasuki perairan Indonesia, kapal tersebut disambut oleh KRI Bung Karno-369 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I melalui manuver laut passing exercise (Passex).

Pelaksanaan Passex berlangsung dengan lancar dan penuh semangat, mencerminkan interoperabilitas serta soliditas antar unsur dalam melaksanakan prosedur taktis di laut," ujar dia.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga sekaligus memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia.

Senin, 23 Maret 2026

KRI REM-331 Tampil di Latma Kakadu 2026

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_9lsw83osfBOLaDEXsYDUIjw38Q8nUh4qA6HQILeY68DmYuaOgZJcgy79ZtfiqwI7-piFF9rWw1CuxUU4x3MXgqlYIrh7qCdZtrvVW_K7ts0Y6uvbwUkGez7II9v5SsMWw6IkeR2A5LfcKvf4Kgm3BtdNXl2HxaJCsQwk4hlg_OGTjRemDpFqic5BCY2E/s2048/REM_331_Kakadu26_535450_n.jpgKRI REM 331 tampil pada latihan bersama Kakadu 2026 (Dispenal)

KRI Raden Eddy Martadinata-331 (KRI REM-331) kembali menunjukkan profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut di kancah maritim internasional dengan melaksanakan photo exercise (PHOTEX) saat pelayaran lintas laut dari Jervis Bay menuju Sydney, Australia, dalam rangkaian Latihan Bersama (Latma) Kakadu 2026 yang diikuti oleh 21 angkatan laut dari berbagai negara, Sabtu (21/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, KRI REM-331 yang dikomandani Kolonel Laut (P) Andi Kristianto tersebut, berlayar berdampingan dengan kapal perang negara sahabat dalam formasi manuver yang presisi, solid, dan penuh kehormatan sebagai simbol kerja sama maritim internasional.

Setibanya di Sydney, KRI Raden Eddy Martadinata-331 selanjutnya turut ambil bagian dalam kegiatan International Fleet Review bersama kapal perang dari berbagai negara. Kegiatan International Fleet Review merupakan parade dan peninjauan kapal perang dunia yang menjadi simbol persahabatan, kerja sama, serta solidaritas antar angkatan laut dalam menjaga stabilitas dan keamanan maritim kawasan.

Pada kegiatan International Fleet Review tersebut, Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., turut menghadiri dan menyaksikan langsung rangkaian kegiatan bersama para pimpinan angkatan laut dari berbagai negara yang mengikuti Latma Kakadu 2026 di Sydney, Australia.

Menurut Pangkoarmada II, keikutsertaan KRI REM-331 dalam Latma Kakadu 2026, merupakan bukti profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut serta kontribusi Indonesia dalam memperkuat kerja sama maritim internasional dan menjaga stabilitas keamanan laut dunia. (Pen/2)



 
🤝
Koarmada II  

Minggu, 15 Maret 2026

KRI Canopus-936 Mulai Pelayaran Perdana

  Bertolak dari Jerman ke Tanah Air  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMGLwLbBFy4C3drjWvQFJESzSLv0nKQB-VEPFDT8BhQJXYNXztp6_GFHmWgShonly-1SeloFgUPHjz-ivEdMwMSath8viQBzcxTmbZCBdeubL3kVqJ_xfxO61voq9oUB537CoVDRSqN5cmKo-AIZUcp3q4WopSs7v_pxtUpw13qCpi9afWpJbqQsDj_3Hv/s2048/936_CNP_63459026_n.jpg
KRI Canopus 936 mulai perjalanan perdana. (Fasssmer)

Kapal Bantu Hidro-Oseanografi terbaru milik TNI Angkatan Laut, KRI Canopus-936, memulai pelayaran perdananya dari Jerman menuju Indonesia, Sabtu (14/3/2026).

Pelayaran ini menjadi bagian dari proses pengiriman kapal setelah menyelesaikan pembangunan dan pengujian di galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman.

Pelayaran ini menjadi momentum penting dalam perjalanan kapal sebelum resmi memperkuat armada survei milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).

Pelayaran perdana ini menjadi langkah awal bagi KRI Canopus-936 sebelum nantinya mulai menjalankan berbagai misi survei dan penelitian kelautan dalam mendukung kepentingan maritim nasional,” kata Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Budi Purwanto, dalam siaran pers, Minggu (15/3/2026).

Selama pelayaran menuju Indonesia, kapal akan menempuh rute jarak jauh dengan beberapa kali singgah di pelabuhan internasional untuk kebutuhan logistik, koordinasi teknis, serta memastikan kesiapan operasional hingga tiba di Tanah Air.

Kehadiran KRI Canopus-936 diharapkan meningkatkan kapasitas survei hidro-oseanografi nasional.

Kapal ini dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan pengumpulan data kelautan, pemetaan dasar laut, serta penelitian hidro-oseanografi yang menjadi bagian penting dalam penyediaan informasi maritim yang akurat,” ujar dia.

Bagi Pushidrosal, pengoperasian kapal survei modern ini akan memperkuat pelaksanaan tugas sebagai lembaga hidro-oseanografi nasional.

Kapal tersebut juga mendukung penyediaan data dan peta laut untuk keselamatan navigasi pelayaran, operasi TNI Angkatan Laut, serta pengelolaan wilayah perairan Indonesia.

Selain itu, keberadaan KRI Canopus-936 juga menjadi bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL di bidang survei dan pemetaan laut.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggxf2LhuBD8z6zxc6fl9xwO8LPD1HRvKmNWGg6dJGKp1BO5QP65Y4Evvk1P4vOVnVvXSYUWW9nyZavc06-hB2tc6uXl7Ie9EWe7tCcGJ-yg7_SApT_sHIpWMeVK8kHQ4WLoKlGcUZPFjso2-UEn-3_j6wj_72MhqPpWKPVgPnyBv-24Y-c2eQAuUgP8WuI/s1280/KRI-Canopus-936-during-a-sea-trial.-Fassmer.jpg
KRI Canopus 936 hasil kolaborasi Indonesia Jerman. (Fasssmer)

Dengan dukungan teknologi survei yang lebih maju, diharapkan kegiatan pemetaan dan penelitian kelautan di wilayah perairan Indonesia dapat dilakukan secara lebih efektif dan akurat,” tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, Indonesia dilaporkan membeli KRI Canopus-936 dari Jerman.

KRI Canopus-936 merupakan hasil pengadaan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk mendukung kebutuhan survei hidro-oseanografi, pemetaan dasar laut, serta pengumpulan dan pengelolaan data kelautan.

Menurut Duta Besar Republik Indonesia, Abdul Kadir Jailani, kemampuan tersebut dibutuhkan untuk menunjang kepentingan pertahanan, keamanan, dan kedaulatan maritim.

Indonesia membutuhkan sarana survei laut berdaya jelajah samudra yang mampu beroperasi secara mandiri, berkelanjutan, dan presisi tinggi. Karena itu, KRI Canopus-936 dirancang tidak hanya sebagai kapal survei ilmiah, tetapi juga sebagai platform pendukung operasi militer nontempur dan pengawasan maritim,” ujar Abdul Kadir Jailani dalam pernyataan tertulisnya.

Pembangunan KRI Canopus-936 dilaksanakan selama 36 bulan oleh galangan Palindo Marine, bekerja sama dengan galangan Abeking & Rasmussen dari Jerman sebagai mitra teknologi.

Kerja sama ini berada dalam kerangka kebijakan Imbal Dagang, Kandungan Lokal, dan Offset (IDKLO), yang selama ini diklaim mendorong peningkatan kapasitas industri nasional.

Melalui skema tersebut, pembangunan kapal ini tidak berhenti pada hasil fisik.

"Transfer teknologi dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia menjadi bagian dari proses yang diharapkan dapat memperkuat kemampuan galangan dalam negeri untuk membangun kapal berstandar ocean-going," ujar Dubes.

Sejauh mana dampak jangka panjangnya terhadap kemandirian industri pertahanan nasional, akan diuji oleh waktu.

   Kompas  

Selasa, 10 Maret 2026

Jejak Turki Di Kapal Perang Fregat Merah Putih (FMP) Indonesia

KRI BPD 322 frigate pertama PAL (PAL)

Indonesia telah membeli berbagai sensor dan sistem senjata dari Turki untuk program kapal perang dalam negerinya.

Lembaga Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) telah menerbitkan laporan “Tren Transfer Senjata Internasional 2025” dan memperbarui basis data transfer senjata globalnya.

Menurut basis data tersebut, Indonesia telah memperoleh berbagai sensor dan sistem senjata dari Turki untuk program Fregat Merah Putih (FMP). Menurut SIPRI, Indonesia memesan sistem-sistem berikut:

1. Sistem Peluncuran Vertikal MİDLAS (2 unit)
2. Sonar FERSAH-100-N DSH (2 unit)
3. Radar Pengendalian Tembakan AKREP-200-N (4 unit)
4. Radar CENK 400-N (2 unit)
5. Rudal pertahanan udara SİPER Blok-1
6. Radar CENK 350-N (2 unit)

SIPRI juga mencatat bahwa rudal jelajah ÇAKIR dan rudal anti-kapal ATMACA diperkirakan akan dipesan sebagai bagian dari program tersebut.

  📝  Defence Turk  

Senin, 23 Februari 2026

Infografis KRI Canopus 936

  Diproduksi di Batam



  🤝  antara  

Senin, 16 Februari 2026

KRI Canopus-936 Perkuat Alutsista TNI AL

  Bisa pantau dasar laut hingga 11 ribu meter  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggxf2LhuBD8z6zxc6fl9xwO8LPD1HRvKmNWGg6dJGKp1BO5QP65Y4Evvk1P4vOVnVvXSYUWW9nyZavc06-hB2tc6uXl7Ie9EWe7tCcGJ-yg7_SApT_sHIpWMeVK8kHQ4WLoKlGcUZPFjso2-UEn-3_j6wj_72MhqPpWKPVgPnyBv-24Y-c2eQAuUgP8WuI/s1280/KRI-Canopus-936-during-a-sea-trial.-Fassmer.jpg
KRI Canopus 936 hasil kolaborasi Indonesia Jerman. (Fasssmer)

Indonesia resmi menambah kekuatan maritimnya dengan kehadiran kapal riset canggih KRI Canopus-936, yang diluncurkan dan diserahterimakan di galangan Abeking dan Rasmussen, Bremen, Jerman, pada Kamis, 12 Februari 2026. Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) berteknologi tinggi ini menjadi simbol nyata modernisasi pertahanan Indonesia, sekaligus tonggak penting kolaborasi strategis Indonesia–Jerman.

KRI Canopus-936 menghadirkan kemampuan riset kelautan yang belum dimiliki Indonesia. Dengan teknologi sensor bawah laut mutakhir, kapal ini mampu memetakan dasar laut hingga kedalaman 11.000 meter, menembus palung terdalam samudera. Kapal ini juga dilengkapi Autonomous Underwater Vehicle (AUV) dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk misi pengumpulan data di area ekstrem yang sulit dijangkau manusia.

Selain kemampuan riset, kapal sepanjang 105 meter ini dirancang untuk operasi jarak jauh dan mampu berlayar hingga 60 hari nonstop, menjadikannya aset strategis dalam menjaga keamanan navigasi, perlindungan lingkungan laut, hingga mendukung strategi pertahanan di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman, Abdul Kadir Jailani, menegaskan KRI Canopus-936 bukan sekadar kapal riset, tetapi pusat integrasi data kelautan nasional yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim besar.

KRI Canopus-936 adalah lompatan besar bagi Indonesia. Kapal ini bukan hanya memperkuat kapasitas TNI AL, tetapi juga membuka era baru kemandirian data kelautan Indonesia. Kolaborasi Indonesia–Jerman dalam proyek ini menunjukkan bahwa kemitraan strategis dapat menghasilkan inovasi nyata bagi keamanan dan masa depan bangsa,” ujar Abdul Kadir, dalam keterangannya, Kamis, 12 Februari 2026.

Pembangunan kapal ini berlangsung selama 36 bulan melalui kerja sama erat antara PT Palindo Marine (Indonesia) dan Abeking & Rasmussen (Jerman). Proyek ini tidak hanya menghasilkan kapal berteknologi tinggi, tetapi memastikan terjadinya transfer teknologi yang memperkuat kemandirian industri perkapalan nasional.

KRI Canopus-936 memiliki nilai strategis berupa penguatan kapasitas dan kesiapan pertahanan TNI AL, peningkatan kemandirian industri pertahanan melalui alih teknologi dan peningkatan kapasitas SDM, serta pendalaman kerja sama strategis Indonesia–Jerman di bidang maritim dan teknologi.

Tingginya nilai strategis kapal ini tercermin dari kehadiran Wakil Kepala Staf Angkatan Laut RI dalam upacara serah terima, yang didampingi jajaran Kementerian Pertahanan RI, serta perwakilan tinggi Angkatan Laut dan Badan Hidrografi Jerman.

KRI Canopus-936 kini siap memperkuat kemampuan Indonesia dalam memahami, menjaga, dan mengelola ruang lautnya secara mandiri. Ini sebuah langkah penting menuju masa depan maritim yang lebih kuat dan berdaulat.

   Metro News  

Minggu, 15 Februari 2026

TNI AL Meresmikan Kapal Survei di Jerman

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggxf2LhuBD8z6zxc6fl9xwO8LPD1HRvKmNWGg6dJGKp1BO5QP65Y4Evvk1P4vOVnVvXSYUWW9nyZavc06-hB2tc6uXl7Ie9EWe7tCcGJ-yg7_SApT_sHIpWMeVK8kHQ4WLoKlGcUZPFjso2-UEn-3_j6wj_72MhqPpWKPVgPnyBv-24Y-c2eQAuUgP8WuI/s1280/KRI-Canopus-936-during-a-sea-trial.-Fassmer.jpgKRI Canopus 936 saat uji coba laut. (Foto Fassmer)

Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) meresmikan KRI Canopus (936) dalam sebuah upacara yang diadakan pada 12 Februari di fasilitas galangan kapal Abeking & Rasmussen di Lemwerder, Jerman. Acara tersebut juga menggabungkan penyerahan kapal dan upacara penamaan.

Secara resmi memasuki dinas aktif, kapal sepanjang 105 meter ini kini menjadi kapal survei terbesar TNI AL, menggantikan KRI Dewa Kembar (932), bekas kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris HMS Hydra (A144) yang ikut serta dalam Perang Falkland sebagai kapal rumah sakit.

KRI Canopus berada di bawah komando Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal), yang bermarkas di Jakarta. Menurut Pushidrosal, kapal ini akan melaksanakan berbagai misi, terutama survei dan penelitian hidrografi, oseanografi, geofisika, dan meteorologi. Selain itu, kapal ini dapat mendukung misi pencarian dan penyelamatan (SAR), patroli maritim, tugas-tugas terkait peperangan ranjau, dan upaya perlindungan lingkungan maritim.

Angkatan Laut Indonesia memperkirakan kapal tersebut akan tiba di Indonesia pada pertengahan April atau Mei.

  Latar Belakang Proyek  
https://www.navalnews.com/wp-content/uploads/2026/02/KRI-Canopus-during-its-commissioning-ceremony.-Abeking-Rasmussen-picture-768x1024.jpg.webp
KRI Canopus 936 (Foto Abeking & Rasmussen)

Peresmian KRI Canopus menandai puncak kolaborasi industri selama bertahun-tahun antara pembuat kapal Indonesia dan Jerman. Seperti yang dilaporkan Naval News pada bulan November, kapal tersebut dibangun oleh galangan kapal PT Palindo Marine di Batam, Indonesia.

Setelah penyelesaian lambung di Indonesia, kapal tersebut diangkut pada tahun 2024 dengan kapal pengangkut muatan berat ke Jerman untuk pemasangan akhir dan integrasi sistem serta uji coba laut di fasilitas Abeking & Rasmussen di Lemwerder.

Proyek ini mencerminkan kolaborasi terstruktur di mana lambung yang telah dilengkapi sebelumnya dibangun di dalam negeri sebelum menjalani pemasangan lanjutan di luar negeri.

  Spesifikasi KRI Canopus 936 :  
⍟ Panjang: 105 meter
⍟ Bobot: Sekitar 3.400 ton
⍟ Kecepatan Maksimum: 16 knot
⍟ Daya Tahan: 60 hari
⍟ Kapasitas: 90 personel
⍟ Persenjataan: Meriam 20 mm dan senapan mesin 12,7 mm
⍟ Kapasitas Muatan Tambahan: 200 ton
⍟ Dek Penerbangan: Mampu menampung 1 helikopter hingga MTOW 12 ton.


   Naval News  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More