blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label KPLP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KPLP. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Mei 2023

KPLP Kerjasama Kontrak Pengadaan Senjata Pindad

⚓️ Untuk Penegakan Hukum di Laut dan PelabuhanKesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan membeli senjata produksi PT Pindad untuk mendukung tugas pengawasan, penjagaan. (PT Pindad)

Direktur Komersial PT Pindad, Atih Nurhayati menerima kunjungan rombongan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Rombongan dipimpin Direktur KPLP, Rivolindo beserta jajarannya diterima di Auditorium Gedung Direktorat PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/5/2023).

Tujuan kunjungan KPKP ini dalam rangka pengadaan, perizinan, distribusi senjata api (senpi) dan amunisi tahun anggaran 2023, di KPLP guna menunjang tugas pengawasan, penjagaan dan sebagai alat prasarana penunjang di atas kapal patrol negara dalam melaksanakan penegakan hukum di laut dan wilayah pelabuhan.

Direktur Komersial PT Pindad, Atih Nurhayati mengapresiasi dan ucapkan terima kasih atas kesediaan serta waktunya Direktur KPLP dan jajaran mengunjungi PT Pindad.

PT Pindad memiliki kemampuan untuk memproduksi dan mengembangkan produk-produk pertahanan keamanan seperti senjata, kendaraan tempur dan munisi serta produk industrial seperti alat berat, infrastruktur perhubungan, dan alat pertanian,” terang Atih dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, PT Pindad merupakan salah satu perusahaan tergabung dalam Holding Industri Pertahanan yakni DEFEND ID.

Mudah mudahan dengan adanya kerja sama hari ini dapat memberikan hasil yang bermanfaat bagi kebutuhan dan keamanan Negara,” tutur Atih.

Sementara Direktur KPLP, Rivolindo ucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang sudah di berikan oleh PT Pindad.

Ia menjelaskan, kunjungan kami kesini dalam rangka menindak lanjuti hubungan kerja sama yang sudah terjalin selama ini antara PT Pindad dan KPLP terkait pengadaan senjata api di lingkungan KPLP.

Tidak menutup kemungkinan juga apabila PT Pindad memproduksi produk-produk lain yang dapat menunjang tugas KPLP, tentu kedepannya akan kita kerjasamakan juga,” jelas Rivolindo.

Adapun jenis senjata yang akan digunakan KPLP, yakni senjata api laras panjang SB2-V2 kaliber 5,56×44 mm dan juga pistol P3A kaliber khusus 7,65 x 17 mm. Untuk SB2-V2 merupakan produk senapan laras panjang PT Pindad pengembangan dari produk SS (Senapan Serbu) dengan kaliber 5,56 x 44 mm/222” dan kapasitas magasen 30 butir.

Secara dimensi, SB2-V2 memiliki panjang keseluruhan 930 mm dengan panjang laras 403 mm dan bobot kurang lebih 4,2 kg.

Untuk spesifikasi SB2-V2 memiliki sistem kerja gas operated dengan mode penembakan tunggal serta memiliki mode pengaman melalui tuas pengatur tembak. SB2-V2 menggunakan alat bidik mekanik, yaitu pisir dan pejera serta kemampuan tembak efektif pada jarak 300 meter.

Pada pistol P3A, senjata ringan jenis pistol dengan bobot yang ringan dengan kaliber khusus 7,65 x 17 mm, didesain minimalis. Pistol P3A merupakan varian terkecil dari produk pistol PT Pindad dan memiliki kelebihan di ukuran yang ringkas.

Dimensi P3A memiliki panjang 180 mm dengan panjang laras 102 mm serta bobot 0,8 kilogram (kg). Pistol ini mudah untuk dibawa dan dapat disembunyikan di tubuh pengguna tanpa membatasi ruang gerak, sehingga sangat efektif untuk pertahanan diri, pertempuran jarak dekat hingga operasi khusus.

Secara spesifikasi, P3A memiliki sistem picu double action dengan kapasitas magasen 10 peluru serta jarak tembak efektif 15 meter.

Kegiatan dilanjutkan dengan melaksanakan plant tour ke fasilitas produksi PT Pindad untuk melihat secara langsung proses produksi produk pertahanan serta melihat langsung produk SB2-V2 dan P3A. (Nis)

  ⚓️
Trans 89 

Kamis, 25 Mei 2017

Kisah Tim KPLP Berhasil Selamatkan Kapal Philippine Coast Guard TB Habagat (271)

Bocor dan rusak mesin di lautWuih, luar biasa, kata-kata ini sangat tepat ditujukan bagi Tim Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemhub).

Betapa tidak, tim KPLP berhasil memberikan pertolongan kepada Kapal Philippines Coast Guard TB Habagat 271 yang mengalami kebocoran dan kerusakan mesin di perairan selat makassar 110Nm dari Kotabaru, Kalimantan Selatan, akhir pekan lalu.

Sebelum terjun menolong, berita marabahaya (distress) diterima dari Komandan Kapal Philippines Coast Guard TB Habagat 271 oleh Poskodalops Ditjen Hubla.

Tentu saja, segera ditindaklanjuti oleh Dit KPLP selaku Indonesia Coast Guard sembari terus berkoordinasi dengan Philippines Coast Guard Action Center di Manila.

Kapal tersebut merupakan armada yang dibawa dari Filipina saat mengikuti Regional Marine Pollution Exercise (Marpolex) pekan lalu dan tengah dalam pelayaran untuk kembali ke negaranya. Kapal juga sempat mengikuti simulasi penanganan kapal bocor atau bermasalah di lautan dalam rangka menjaga lingkungan laut dari pencemaran minyak di Benoa, Bali.

Kapal Philipine Coast Guard mengalami masalah di perairan Selat Sulawesi dalam perjalanan pelayaran dari Benoa menuju Filipina di Lat 4 degs 00.32 mins S/ Long 117 degs 39.6 mins E, selanjutnya kami diperintahkan untuk memonitor dan melakukan tindakan pertolongan,” tutur Direktur KPLP, Capt. Jonggung Sitorus di Jakarta, Selasa (23/5/2017).

http://photos.marinetraffic.com/ais/showphoto.aspx?mmsi=525000001&size=Kapal Patroli KN Chundamani P-116 [marinetraffic]

Selanjutnya KPLP mengerahkan Kapal Patroli KN Chundamani P-116 dan KN 377 menuju ke lokasi, untuk memberikan pertolongan serta melakukan asistensi di Pelabuhan Kotabaru.

Berdasarkan informasi kapal mengalami trouble engine dan ada kebocoran, kapal masih aman untuk dilayarkan ke pelabuhan Kotabaru untuk melakukan perbaikan,” ujar dia.

KSOP Klas IV, melaksanakan koordinasi dengan beberapa pihak antara lain PT. Pelindo III melalui Pilot Station, PT. Pertamina Kotabaru dengan menyiagakan dua unit kapal Tunda TB. Patra 01 dan TB. Patra 02 di Tanjung Pemancingan dan SROP Batulicin.

Kapal milik Philippine coast guard TB. Habagat (271) saat itu, masih bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Perairan Kotabaru dengan Speed 7,6 Knots dan terus kami pantau dengan SROP Batulicin dan Pilot Station,” katanya.

Titik pertemuan antara Kapal Negara Patroli KPLP KNP 377 dengan Kapal TB Habagat 271 milik Philippine Coast Guard di posisi koordinat 03-15,42′-42,0″LS/116-54-50,0″ BT atau sekitar 44 NM dari Kotabaru pada Ahad (21/5/2017) sekitar pukul 16.00 WITA.

TB Habagat 271 philippine coast guard dikawal kapal milik PCG lainnya yaitu BRP-3502 (Nueva Vizcaya). Selanjutnya Kapal Negara Patroli KPLP KNP 377 mengawal kedua kapal Philippine Coast Guard menuju perairan Kota Baru untuk selanjutnya disandarkan pada Dermaga Pelabuhan Umum Stagen milik PT. Pelindo III Cabang Kotabaru dan tiba di pelabuhan Kotabaru pukul 22.00 WITA,” urai Capt. Jonggung.

 Dirjen Hubla Apresiasi Kesigapan Tim KPLP
http://www.update.ph/wp-content/uploads/2017/05/18447345_1262732053839456_200433849777998141_n.jpgKapal TB Habagat 271 milik Philippine Coast Guard [update.ph]

Dirjen Perhubungan Laut A. Tonny Budiono mengapresiasi kesigapan tim Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) yang berhasil melakukan pertolongan pihak Filipina saat mengalami masalah di pelayarannya.

Ini menjadi catatan penting bahwa latihan atau simulasi pertolongan darurat sangat dibutuhkan dan benar-benar membantu sesuai SOP (Standart Operation Procedure), saat dihadapkan pada kondisi yang nyata,” jelas Tonny di Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Dia juga menyampaikan keprihatinannya atas kendala yang terjadi pada kapal Filipina tersebut. Mulai hari ini, kapal Coast Guard Filipina sedang naik dock untuk dilakukan penambalan.

Sedangkan kapal Philipine Coast Guard lainnya yaitu BRP-3502 (Nueva Vizcaya) sudah berlayar kembali ke negaranya,” tuturnya.

Dengan adanya kejadian ini telah menunjukan kesiapsiagaan KPLP sebagai Indonesia Coast Guard dalam merespon serta bereaksi cepat mengatasi permasalahan pelayaran yang terjadi di perairan Indonesia. (omy)
 

  Berita Trans  

Selasa, 30 Agustus 2016

KN Bepondi, Kapal Baru Kenavigasian Siap Dioperasikan

KN. Bepondi salah satu jenis kapal pengamat perambuan siap dilepas (delivery) dari Galangan Kapal PT. Citra Shipyards, Batam. KN Bepondi

Sebagai tindak lanjut atas kegiatan peluncuran (launching) pembangunan kapal pengamat perambuan yang dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2016 lalu, pada Jumat (19/8/2016), KN. Bepondi salah satu jenis kapal pengamat perambuan siap dilepas (delivery) dari Galangan Kapal PT. Citra Shipyards, Batam, Kepulauan Riau untuk dipangkalkan dan dioperasikan di Distrik Navigasi Kelas II Jayapura.

Acara ini disaksikan oleh Direktur Kenavigasian, Ir. Bambang Wiyanto beserta para pejabat di Direktorat Kenavigasian. Dalam sambutannya, Direktur Kenavigasian menyampaikan bahwa keberhasilan angkutan laut khususnya dalam menjamin keselamatan pelayaran baik pada saat peak season seperti pelaksanaan angkutan lebaran maupun dalam pelayaran sehari-hari tentunya tidak terlepas dari peran serta kecukupan sarana dan prasarana kenavigasian. Sarana dan prasarana kenavigasian dimaksud, antara lain meliputi tersedianya alur pelayaran yang aman dan efisien, tersedianya sarana bantu navigasi pelayaran yang cukup dan handal, penyelenggaraan telekomunikasi pelayaran sesuai tuntutan dan peraturan internasional, serta penyediaan armada kapal negara kenavigasian yang handal.

Saya berharap KN. Bepondi ini nantinya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam mendukung tugas kenavigasian. Begitu juga dengan kegiatan pembangunan kapal-kapal Negara lainnya yang sedang dibangun di beberapa galangan kapal juga dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku” ujar Bambang Wiyanto dalam keterangan tertulis, Jumat (19/8/2016).

 Pembangunan Kapal Kini Pakai Pendekatan Ilmiah 
kn-bepondi-psdkp-1.jpgDi tempat terpisah, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Ir. A. Tonny Budiono,MM menegaskan bahwa pihaknya akan terus melaksanakan dan mengawasi sepenuhnya program pengadaan kapal-kapal kenavigasian yang saat ini sedang berjalan di beberapa galangan kapal di Indonesia. "Karena kapal-kapal kenavigasian ini nantinya akan sangat bermanfaat dalam mendukung terciptanya keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Indonesia," ujar Tonny.

Kasubdit Armada dan Pangkalan Dit. Kenavigasian Ir. Barnabas Simatupang, MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan KN Bepondi ini berdasarkan kontrak kerja yang ditandatangani pada 7 Oktober 2015 dengan jangka waktu pembuatan 450 hari kalender.

Adapun anggarannya sekitar Rp. 68 Miliar dengan sistem multiyears. Adapun kontraktor pembangunannya adalah PT Citra Shipyard Batam. "Kapal negara yang keel kaying pada 19 November 2015 ini berhasil diselesaikan lebih cepat 120 hari kalender dari rencana semula," kata Barnabas.

Dalam perjalanannya ke Jayapura, KN Bepondi akan melalui rute dari Batam, Kota Baru, Bitung, Sorong, dan Jayapura dengan perkiraan lama perjalanan sekitar 7 hari.

Direktur Operasional PT Citra Shipyard Batam Hendry Ovarizal mengatakan, keberhasilan penyelesaian KN Bepondi yang lebih cepat dari jadwal semula diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan Kementerian Perhubungan kepada anak-anak bangsa dalam pembuatan kapal-kapal negara.

Kepala Distrik Navigasi Kelas I Jayapura Renen Manganguwi menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian para pimpinan di Kementerian Perhubungan yang telah memberikan fasilitas kenavigasian berupa kapal pengamat perambuan kelas III. "Kami yang berada di ujung timur nusantara ini merasa bangga mendapat perhatian yang begitu besar dari Bapak Menteri Perhubungan, Bapak Dirjen Perhubungan Laut, dan Bapak Direktur Kenavigasian," kata Renen.

Renen mengatakan, dengan adanya kapal kenavigasian kelas III ini, menjadi tambahan semangat bagi seluruh jajaran Distrik Navigasi Jayapura dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Apalagi pemberian kapal ini dalam suasana peringatan HUT Kemerdekaan Ke-71 Republik Indonesia.

Sebagai informasi, sejak tahun 2015 Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sedang membangun 20 unit kapal kenavigasian, termasuk 5 (lima) unit Kapal Pengamat Perambuan. Kapal Negara KN. Bepondi ini dibangun mulai tahun 2015 hingga tahun 2016 oleh galangan kapal PT. Citra Shipyard, Batam. Adapun spesifikasi kapal ini meliputi bobot 149 GT, panjang 32, 4 meter, lebar 6,2 meter, tinggi 3,2 meter, dan tenaga mesin penggerak 2 x 1450 HP dengan kecepatan 20 knot. KN Bepondi dilengkapi pula dengan berbagai fasilitas sesuai standar IMO dan SOLAS.

Berbagai fasilitas telah disiapkan seperti di gladak/deck utama terdapat kamar Kapten, KKM, Galley (dapur), dua kamar mandi, salon/ruang makan, AHU Room (Ruang AC), dan Dry Store (Penyimpanan makanan kering).

Fasilitas di twin deck terdapat kamar tidur perwira mesin, ruang store (penyimpanan barang/gudang), dan toilet/kamar mandi. Sementara di bagian belakang deck ini terdapat ruang mesin yang terdiri dari 2 mesin induk, 3 Generator, dan MSP atau alat untuk mengatur kerja generator. Sementara di ruang anjungan dipenuhi oleh alat-alat navigasi pelayaran seperti AIS, Speed lock, Echo Sounder, Arpa Radar, GPS Plooter, DGPS Navigator, Gyro Compass, Magnet Compass, GMDSS, Safety Equipment, Internal Phone, P3K, APAR, dan Kamera CCTV untuk memantau semua kegiatan di deck, termasuk deck mesin. Sedangkan di buritan terdapat peralatan keselamatan, sekoci, TV flat 32 Inch, crane sekoci, dan kursi-kursi.

  ★ Suara  

Rabu, 11 Mei 2016

Harga Kapal Patroli KPLP Terlampau Mahal

Ilustrasi kapal KPLP

Solidaritas Pelaut Indonesia meminta pemerintah mempertimbangkan kembali pembangunan 30 kapal patroli yang direncanakan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Alasannya, harga Rp 7,5 triliun untuk 30 kapal dinilai terlampau tinggi.

Kami harap pemerintah meninjau ulang pengadaan ini. Sebab, kapal patroli paling besar 200 ton dan harganya paling mahal Rp 60-70 miliar per unit. Apalagi kapal patroli juga senjatanya biasa saja,” tutur Ketua Solidaritas Pelaut Indonesia (SPI) Pius Ladja Pera di Jakarta, Senin (9/5).

Direktorat KPLP Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan rencananya membangun 30 kapal patroli kelas I untuk meningkatkan penjagaan laut dan pantai.

Untuk membangun 30 kapal patroli ini, pemerintah menganggarkan dana Rp 7,5 triliun atau Rp 250 miliar per kapal dengan masa pengerjaan selama tiga tahun.

Saat ini, pengadaan sudah memasuki tahap kualifikasi lelang. Diharapkan, kapal bisa dioperasikan dalam tiga tahun.

Menurut Direktur KPLP Karolus, saat ini Indonesia baru memiliki tujuh kapal patroli kelas I.

Selain itu, masih ada 14 kapal patroli kelas II dan 40 kapal patroli kelas III.

Sebanyak 400 unit kapal KPLP kelas patroli IV dan V juga akan diganti dari yang sebelumnya berbahan fiber menjadi rigid inflatable boat.

Kapal patroli kelas I yang diperlukan harus memiliki kemampuan manuver dan kecepatan tinggi.

Dengan demikian, kapal ini mampu mencegah pencurian, penyelundupan, bahkan kecelakaan laut.

Rencananya, ke-30 kapal ini akan ditempatkan di lima pangkalan utama, yaitu di Tanjung Priok, Tanjung Perak, Bitung, Tual, dan Tanjung Uban.

Pius menambahkan, pembangunan kapal patroli tentu akan bermanfaat untuk pengamanan wilayah perairan.

Namun, dengan anggaran yang ada, bisa dibangun sekitar 100 kapal patroli, bukan hanya 30.
 

  Kompas  

Rabu, 02 Maret 2016

Jaga Keamanan Pelayaran RI

Kemenhub Beli 200 Kapal https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigM5NRoCDCz9e7XDod_Cl8aHAry7JLv8Amyrpq8Z9RdWVhueN4WQ5g_xty7stHKeIm25yuLdJO2mA3Fr3T5Akb3v9e2UvyQ6yuQjAhjGwAFv1nPqIoyEL0N6W-blrHEQu06_db87VNs-Zh/s1600/KPLP+KN+GRATIN+BATAM.jpgSalah satu kapal KPLP, KN Grantin ☆

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menaruh perhatian tinggi terhadap lalu lintas pelayaran kapal barang dan penumpang nasional. Untuk menjaga keamanan lalu lintas pelayaran, Kemenhub mendatangkan 200 kapal di Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut di 2016.

Hal ini disampaikan Sekjen Kemenhub Sugihardjo saat membuka acara Rapat Kerja Ditjen Hubla di Kemenhub, Jakarta, Rabu (2/3/2016).

"Sejalan misi Pak Jokowi-JK, bagaimana bangun RI sebagai negara kepulauan, kita beli kapal patroli kelas I sebanyak 200 kapal tahun ini," kata Sugihardjo.

Dengan pembelian kapal patroli KPLP ini, Kemenhub ingin memastikan keamanan perjalanan kapal di perairan Indonesia bisa terjamin.

"Supaya lebih optimal dalam aspek keselamatan dan aspek potensi pertahanan," jelasnya.

Untuk mendukung operasional kapal patroli ini, Kemenhub akan menggandeng TNI AL. Personil TNI AL akan diperbantukan mengisi crew kapal patroli.

"Dalam pengawasan dirasakan nggak cukup dengan PNS yang ada, maka Menhub akan kerjasama dengan Panglima TNI dan KSAL. Kita akan pakai crew dari TNI AL," sebutnya.

Tak hanya sisi keamanan pelayaran, Kemenhub juga secara bertahap memenuhi peralatan navigasi. Langkah ini dilakukan untuk memberi rasa aman bagi pelaut lokal dan asing saat berada di perairan Indonesia.

"Penyediaan sarana bantu navigasi tujuannya saat pelaut nasional dan asing masuk ke perairan Indonesia dan ALKI, mereka berlayar dengan rasa aman karena sarana bantu navigasi yang cukup," sebutnya. (feb/drk)

  detik  

Jumat, 27 November 2015

Kemenhub Kembali Bangun 18 Kapal Patroli

★ Kapal patroli kelas II dan IIIKapal KN Gratin yang nantinya akan memperkuat jajaran armada pangkalan KPLP Surabaya sudah 100 persen selesai dikerjakan oleh PT KAS Batam termasuk dalam kapal kelas II.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali membangun 18 unit kapal patroli kelas II dan III Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dan fasilitas pendukungnya senilai Rp 572,43 miliar.

Kontrak penandatanganan pembangunan kapal patroli ini dilakukan sembilan perusahaan galangan kapal pemenang tender yang disaksikan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, Capt Bobby R Mamahit.

Perusahaan galangan kapal pemenang lelang agar bekerja sesuai waktu yang telah ditentukan,” kata Bobby, Jumat (27/11) usai menyaksikan penandatangan kontrak pembangunan kapal di kantornya.

Ketepatan waktu pembangunan ini, kata Bobby, harus mengutamakan prioritas. “Jangan karena ingin cepat, tapi mengabaikan kualitas. Kedua-duanya harus berjalan, tepat waktu dan berkualitas,” kata Bobby.

Menurut Bobby, sesuai kontrak, sanksi terberat yang diberikan kepada perusahaan galangan kapal pemenang lelang yang tidak menyelesaikan pembangunan kapalnya sesuai jadwal ialah mengembalikan dana pembangunan kapal secara penuh. “Sanksinya sudah ada dalam kontrak,” tuturnya.

Disebutkan, pembangunan kapal KPLP yang yang telah masuk kontrak sebanyak 50 unit. Khusus kapal patroli kelas 1, akan dilakukan sampai akhir tahun ini sebanyak 30 unit dari total 83 unit kapal patroli yang direncanakan.

Total anggaran proyek pembangunan kapal KPLP sebesar Rp 2 triliun diharapkan bisa terserap sampai tahun 2016. “Kapal patroli kelas satu akan dilelang kemudian, kapal ini jauh lebih besar dengan kecepatan yang cukup tinggi untuk nmelakukan pengamanan perairan,” ujar Bobby.

Disebutkan pembangunan kapal patroli yang dilakukan saat ini, diprioritaskan untuk menggantikan posisi kapal-kapal patroli milik KPLP yang sudah tua. Kecepatan kapal patroli yang sedang dibangun tersebut kecepatannya rata-rata di atas 14 knot.

Perairan kita sangat kuas kita memerlukan armnada laut untuk mengamankan wilayah perairan,” ujarnya.(dev)
 

  suarakarya  

Sabtu, 17 Oktober 2015

★ Menteri Jonan resmikan tiga kapal KPLP di Batam

Nantinya yang akan terus dibangun adalah kapal-kapal besar. Kelas satu dan kelas dua.Peresmian Kapal KPLP di Batam [kepri.net]

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meresmikan tiga kapal patroli ukuran 42 meter untuk Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) di Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar, Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Kapal yang diresmikan, Sabtu, ini adalah KN Gerantin yang akan digunakan bagi pangkalan di Surabaya, KN Pasatimpo yang akan digunakan bagi pangkalan di Bitung, dan KN Rantos untuk Pangkalan Tanjung Uban.

Kapal-kapal tersebut dibuat PT Karimun Anugrah Sejati di Batam dengan anggaran masing-masing sekira nilai Rp 56 miliar dengan masa pengerjaan delapan bulan.

Usai meresmikan kapal tersebut, Jonan bersama rombongan mencoba berlayar dengan KN Gerantin dari Batuampar Batam menuju Tanjung Uban di Pulau Bintan.
KN Pasatimpo produksi PT BTG [google]

Menhub mengatakan, kapal-kapal itu bagian dari pengadaan 200 kapal Kementerian Perhubungan, yang sekira 30 persennya adalah kapal patroli.

Ia mengatakan, untuk kapal patroli nonmiliter dibutuhkan sekitar 500 kapal, yang separuh diantaranya harus kapal kelas satu dan kelas dua.

Saat ini, menurut dia, ada 242 kapal KPLP, namun rata-rata ukuran kecil, dan ukuran besar hanya sekira 30 kapal.

"Nantinya yang akan terus dibangun adalah kapal-kapal besar. Kelas satu dan kelas dua. Itu yang paling dibutuhkan," katanya.
Penampakan tiga kapal KPLP [instagram]

Jonan mengatakan, pemerintah sudah menganggarkan untuk pembangunan-pembangunan kapal baru untuk Kementerian Perhubungan, termasuk kapal patroli KPLP.

"Selain kapal patroli, ada juga kapal penumpang dan kapal perintis untuk menghubungkap wilayah-wilayah kepulauan," kata Jonan.

Manajer Proyek PT Karimun Anugrah Sejati, Guntur, bahwa kapal yang diresmikan Menhub selesai lebih cepat dua bulan dibandingkan perkiraan awal pada Desember 2015.

Kapal tersebut, ditambahkannya, sudah sesuai dengan desain terbaru yang banyak dibuat saat ini serta memiliki alat navigasi canggih.

  ★ antara  

Kamis, 23 Juli 2015

[Foto] Kapal Patroli KPLP

Berikut ini kapal KPLP produksi dalam negeri, rencananya KPLP akan memesan 100 kapal patroli dari bermacam jenis tahun ini dari berbagai galangan kapal di Indonesia.
Kapal KN Trisula P111 produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyard, Surabaya.

Kapal KN Sarotama P112 merupakan satu class dengan KN Trisula P111


Kapal KN Alugara P114 merupakan produksi PT PAL Surabaya berkerjasama dengan Torment Cooperation Japan.
Kapal KN Chundamani P116 merupakan hasil produksi PT Dumas Tanjung Perak, Surabaya.
Kapal KN Gandiwa P118 bersama Kapal KN Kalawai P117 diproduksi PT Daya Radar Shipyard, Jakarta. Merupakan Satu Class dengan Kapal KN Chundamani P116.
Kapal KN Adromeda merupakan hasil Desain Damen Belanda dan diproduksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyard, Surabaya.
Kapal KN Bimasakti Utama produksi PT Dumas ini merupkan satu Class dengan KN Andromeda.

   Garuda Militer  

Jumat, 19 Juni 2015

KPLP Pesan 100 Kapal Mulai Tahun ini

Tak Mau Kalah dari BakamlaKapal KPLP buatan PT Dumas Indonesia

Lelang pembangunan kapal patroli Kementerian Perhubungan di bawah unit Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) akan dimulai pada bulan ini.

Direktur KPLP Kemenhub Pranyoto mengatakan proses lelang dilakukan melalui situs resmi Kemenhub dimana pihaknya akan menambah 100 unit kapal patroli hingga 2019.

Lelang akan terbuka secara umum dan diutamakan dibangun di galangan nasional,” ujarnya.

Pranyoto memaparkan, untuk tahap pertama tahun ini akan ada pembangunan kapal sebanyak 30 unit untuk tipe kelas I diantaranya tipe Fast Patrol Vessel (FVP) sebanyak 25 unit dan Marine Disaster Prevention Ship (MDPS) sebanyak lima unit.
Kapal Marine Disaster Prevention Ship (MDPS) KPLP buatan Damen Belanda

Tahap berikutnya, lanjut dia, KPLP juga akan membangun dua unit kapal patroli Kelas II berukuran panjang 42 meter. Disamping itu, KPLP juga membangun kapal patroli Kelas III sebanyak delapan unit, Kelas IV sebanyak enam unit, dan Kelas V sebanyak 25 unit.

Untuk menjaga keamanan laut dan pantai di Indonesia KPLP mengandalkan 326 unit kapal yang masih didominasi oleh kapal Kelas IV dan V, sementara Kapal patroli Kelas I berjumlah tujuh unit,” tuturnya.

Pranyoto menambahkan, penambahan jumlah kapal patroli otomatis menambah kebutuhan tenaga pelaut KPLP. Menurutnya, setidaknya memerlukan 50 orang baru per kapal untuk jenis kapal patroli kelas I. [Iqbal]


 ★ JMOL  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More