blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Tampilkan postingan dengan label Telkom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Telkom. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 September 2025

Telkomsat dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia Perkuat Sinergi Teknologi Satelit

Telkomsat dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia Perkuat Sinergi Teknologi Satelit untuk mendukung keamanan dan efisiensi operasional (Telkomsat)

Direktur Utama dan Direktur Komersial Telkomsat melakukan kunjungan kerja ke PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) di Rig#15, Indramayu. Pertemuan ini menjadi wujud nyata upaya Telkomsat dalam memperkuat sinergi, menjaga kesinambungan kerja sama, serta membuka peluang kolaborasi teknologi untuk mendukung kebutuhan operasional sektor energi nasional.

Kunjungan Direksi Telkomsat disambut hangat oleh jajaran manajemen PDSI, di antaranya Direktur Keuangan dan Penunjang Bisnis, Theo Satria, serta Manager ICT, Tri Saksono Adi. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan difokuskan pada pemanfaatan layanan satelit serta solusi digital untuk mendukung keamanan sekaligus meningkatkan produktivitas operasional pengeboran migas.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengeboran eksplorasi, eksploitasi, workover, dan well services untuk minyak dan gas, panas bumi, serta solusi pengeboran terintegrasi, PDSI menempatkan aspek Health, Safety, and Environment (HSE) sebagai prioritas utama. Lingkungan kerja rig yang penuh risiko menuntut adanya sistem pengawasan yang andal untuk mencegah potensi kecelakaan kerja maupun akses ke lokasi yang terbatas.

Dalam kunjungan tersebut, Telkomsat menegaskan dukungannya melalui implementasi produknya yang bernama Starlink Business Service (SBS) yang digunakan untuk mendukung sistem CCTV berbasis Artificial Intelligence (AI) di lokasi Rig#15. Teknologi ini tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan, tetapi juga mampu melakukan analitik seperti visitor management, deteksi penggunaan APD, hingga predictive maintenance. Dengan integrasi perangkat GPU Engine dan modem konektivitas, satu sistem dapat menganalisis banyak kamera sekaligus, memberikan solusi proaktif bagi keamanan dan efisiensi operasional.

Namun dalam penyediaan layanan SBS, Telkomsat juga melengkapi layanannya dengan menggunakan Firewall, sebagai manajemen trafik. Telkomsat turut menawarkan potensi pengembangan layanan seperti AI HSE Safety Induction, PPE Detection, hingga Outbondcall, yang dapat membantu PDSI meningkatkan disiplin keselamatan kerja dan efektivitas operasional lapangan.

Selain SBS, Telkomsat juga menghadirkan layanan MangoStar yang digunakan oleh Pertamina EP selaku pemilik wilayah kerja sebagai solusi konektivitas yang mendukung komunikasi di area operasional dengan keterbatasan infrastruktur terestrial.

Kunjungan ini mempertegas komitmen Telkomsat dalam mendukung digitalisasi sektor migas melalui layanan satelit, sekaligus memperkokoh sinergi dengan PDSI sebagai mitra strategis dalam menghadirkan operasional pengeboran yang aman, efisien, dan berdaya saing.

  📡 
Telkomsat  

Minggu, 14 September 2025

Telkomsat dan PT Len Industri (Persero) Tandatangani MoU untuk Perkuat Kolaborasi Pertahanan Berbasis Satelit

Telkomsat dan PT Len Industri (Persero) Tandatangani MoU untuk Perkuat Kolaborasi Pertahanan Berbasis Satelit (Telkomsat)

PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Len Industri (Persero) dalam upaya memperkuat sistem pertahanan nasional melalui pengembangan infrastruktur komunikasi dan digital berbasis satelit. Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd Rauf dan Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., yang turut disaksikan oleh Sekretaris Jendral Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sekaligus sebagai Komisaris Utama PT Len Industri (Persero), Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, S.E.; Komisaris Telkom, Rizal Mallarangeng; dan Direktur Wholesale & International Service Telkom, Honesti Basyir.

Sinergi strategis antar BUMN tersebut mencerminkan dukungan pengembangan teknologi satelit dan sistem pertahanan nasional, yang selaras dengan program Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, yakni memantapkan sistem pertahanan keamanan negara sekaligus mendorong kemandirian bangsa melalui penguasaan teknologi mutakhir.

Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia, Honesti Basyir, dalam sambutannya menekankan pentingnya konektivitas dalam mendukung ketahanan nasional. “Perkembangan digital, termasuk artificial intelligence, sebesar apapun tetap membutuhkan konektivitas. Indonesia dengan hampir 17.000 pulau menjadikan kebutuhan konektivitas bukan sekadar kepentingan bisnis semata, melainkan bagian dari ketahanan nasional. Momentum penandatanganan MoU ini bukan hanya seremonial, melainkan langkah konkret kolaborasi untuk membangun ekosistem pertahanan berbasis satelit yang mandiri. Kami percaya, kerja sama antara Telkomsat dan PT Len Industri (Persero) akan menjadi landasan penting untuk mewujudkan kedaulatan digital sekaligus memperkuat sistem pertahanan negara,” ujarnya.

Komisaris Telkom, Rizal Mallarangeng, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan awal dari langkah strategis yang lebih besar. “Kehadiran MoU antara Telkomsat dan PT Len Industri (Persero) adalah sebuah awal, bukan akhir. Ini merupakan fondasi untuk mempererat hubungan, tidak hanya dengan Kementerian Pertahanan, tetapi juga dalam mendukung perkembangan PT Len Industri (Persero) sebagai BUMN strategis di sektor pertahanan. Komunikasi adalah elemen paling penting dalam pertahanan. Oleh karena itu, kerja sama ini sangat strategis untuk memperkuat kedaulatan bangsa dan memicu lahirnya inovasi pertahanan berbasis teknologi satelit,” ungkapnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, turut menyampaikan apresiasinya. “Kami sangat mengapresiasi adanya sinergi antara Telkomsat dengan PT Len Industri (Persero) untuk menghadirkan inovasi teknologi berbasis satelit yang dapat mendukung misi negara dalam memperkuat sistem pertahanan nasional, bukan hanya di darat, laut, dan udara, namun juga di angkasa,” ujarnya.

Lingkup kerja sama yang diatur dalam MoU ini meliputi komitmen dalam penyediaan kapasitas satelit Merah Putih 2 untuk mendukung dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, kedua pihak bersepakat untuk berkolaborasi dalam pengembangan, pembangunan, pengorbitan, hingga pengoperasian satelit nasional yang mandiri dengan memanfaatkan konstelasi satelit geostationer (GSO) maupun non-geostationer (NGSO).

Tidak hanya itu, kerja sama ini juga diarahkan pada pembangunan teknologi dan fasilitas strategis seperti : command center; wahana peluncuran satelit nasional; pusat riset dan pengembangan; fasilitas produksi satelit nasional; serta pengembangan bisnis satelit di skala regional dan global. Hal ini diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia dalam ekosistem teknologi satelit internasional.

Melalui MoU ini, Telkomsat dan PT Len Industri (Persero) menegaskan komitmen untuk membangun kerja sama berkelanjutan dalam rangka mendukung sistem pertahanan nasional yang unggul, modern, dan mandiri.

  📡 
Telkomsat  

Kamis, 22 Februari 2024

Satelit Merah Putih 2 Sukses Diluncurkan

 Dari Cape Canaveral Florida  
https://www.telkom.co.id/minio/show/data/image_upload/news/1708481960786_original_Foto%20(BI).webpRoket Falcon 9 yang meluncur dari Cape Canaveral Florida sebagai wahana yang mengantarkan Satelit Merah Putih 2 menuju orbit, Selasa (20/2) waktu setempat. (Dok. Abdullah Azzam/Bisnis Indonesia) 🛰

PT
Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama anak usahanya, Telkomsat sukses meluncurkan Satelit Merah Putih 2 langsung dari Cape Canaveral, Florida pada Selasa (20/2) pukul 15.11 waktu setempat atau Rabu (21/2) pukul 03.11 Waktu Indonesia Barat. Satelit Merah Putih 2 merupakan satelit ke-11 sekaligus satelit pertama TelkomGroup yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) atau yang juga dikenal dengan broadband satelit. Satelit ini diluncurkan dengan roket Falcon 9 dan akan menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur (113 BT).

“Alhamdulillah, Satelit Merah Putih 2 telah berhasil diluncurkan hari ini dengan lancar. Ini merupakan milestone penting bagi TelkomGroup khususnya dalam mendukung terwujudnya pemerataan akses konektivitas di seluruh Indonesia bahkan di daerah 3T. Keberadaan Satelit Merah Putih 2 ini juga menjadi fondasi yang memperkuat portofolio bisnis satelit TelkomGroup yang dijalankan Telkomsat,” ujar Direktur Utama Utama Telkom, Ririek Adriansyah dari Cape Canaveral, Florida.

Dengan kapasitas hingga 32Gbps, Satelit Merah Putih 2 membawa transponder aktif frekuensi C-band dan Ku-band, yang akan menjangkau seluruh area Indonesia. Sebagai negara di kawasan khatulistiwa yang memiliki curah hujan tinggi, satelit ini diharapkan dapat menjadi satelit HTS atau broadband satellite paling andal (reliable) di Indonesia. Hal ini dikarenakan kombinasi kedua frekuensi yang dimiliki di mana frekuensi C-Band adalah frekuensi yang memiliki performa paling baik terhadap curah hujan.

Satelit ini menggunakan platform Spacebus 4000B2 dengan usia desain 15 tahun yang dipabrikasi oleh Thales Alenia Space sebagai kontraktor utama yang bertanggung jawab atas desain, konstruksi, pengujian, dan pengiriman satelit ke lokasi peluncuran. Selain itu, perusahaan manufaktur satelit kenamaan Perancis tersebut juga bertanggung jawab terhadap fase launch and early orbit phase (LEOP), yaitu fase awal satelit selepas dari roket peluncur hingga mencapai slot orbit yang diinginkan di 113 BT dan pada fase in-orbit tests (IOT), yaitu fase pengujian performa satelit saat sudah berada di slot orbitnya. Thales Alenia Space akan memberikan dukungan penuh terhadap sistem pengendalian satelit dari stasiun pengendali (ground control) sekaligus melatih Telkomsat agar siap dalam mengoperasikan broadband satelit ini sepanjang usia satelit.

Sementara itu untuk kendaraan peluncur satelit, Telkomsat bekerjasama dengan SpaceX untuk meluncurkan satelit dari bumi menuju ke ketinggian yang ditentukan, menggunakan roket Falcon 9. Telkomsat juga menggandeng Jasindo untuk menjamin risiko satelit serta Telesat sebagai konsultan Telkomsat dalam pengadaan dan manufaktur satelit.

Direktur Wholesale & International Service Telkom, Bogi Witjaksono mengatakan, setidaknya ada tiga misi yang ingin dibawa Satelit Merah Putih 2, yakni meningkatkan ketahanan infrastuktur digital nasional untuk mendukung pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia, mengamankan dan mempertahankan slot orbit Indonesia di 113 BT, serta memperkuat portofolio bisnis satelit melalui peningkatan kapasitas internal dari 10 Gbps (Satelit Telkom 3S dan Satelit Merah Putih) menjadi 42.4 Gbps.

Lebih lanjut Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd Rauf, menambahkan bahwa teknologi HTS merupakan teknologi dengan desain cakupan area di bumi yang berukuran kecil namun banyak (multi-spots beam), sehingga mampu menghasilkan kekuatan pancar satelit yang besar di suatu area yang dilingkupi beam tersebut. Kekuatan pancar satelit ini identik dengan besaran data yang mampu dikirim satelit ke lokasi tersebut. “Satelit broadband ini memungkinkan sumber daya frekuensi yang dapat digunakan berulang (frequency reuseable), sehingga hal ini berpotensi untuk menaikkan jumlah kapasitas yang dimiliki satelit HTS,” jelas Lukman.

Terkait dengan proses pemilihan mitra dan pengadaan satelit, Lukman menegaskan bahwa hal tersebut telah dilakukan sesuai dengan asas kepatuhan (compliance) dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Selain itu dari aspek bisnis, proses pemilihan mitra juga telah mempertimbangkan biaya per Gbps yang paling rendah sehingga menghasilkan satelit dengan kapasitas lebih besar dengan harga jual yang kompetitif.

Satelit Merah Putih 2 direncanakan akan siap beroperasi (ready for service) pada bulan April 2024 dan akan dimanfaatkan untuk membantu pemerataan digital di Indonesia melalui penyediaan layanan backhaul berbasis satelit, mengembangkan bisnis maritim di Indonesia, dan mendukung kedaulatan data dengan mengurangi kebergantungan kapasitas satelit asing.

 Berikut video dari Youtube :  


 
  📡 Telkom  

Kamis, 15 Februari 2024

Telkom Akan Luncurkan Satelit HTS pada Pertengahan Februari

 Satelit Merah Putih 2 memperkuat Telkomsat dan TelkomGroup  
https://garuda.industry.co.id/uploads/berita/detail/80660.jpgSatelit Merah Putih 2 (istimewa) 🛰

S
ejalan dengan komitmen perusahaan untuk menghadirkan pemerataan akses informasi yang merata melalui infrastruktur dan layanan telekomunikasi digital yang andal, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya Telkomsat akan meluncurkan satelit dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS) pada 20 Februari 2024 waktu Florida atau 21 Februari 2024 waktu Indonesia.

Satelit yang menjadi satelit ke-11 milik Telkom ini nantinya akan menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur (113 BT).

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, “Satelit dengan nama Merah Putih 2 ini akan diluncurkan langsung dari Cape Canaveral, Florida dengan menggunakan roket Falcon 9. Saat ini Satelit Merah Putih 2 sudah berada di Cape Canaveral dan siap untuk diluncurkan dalam waktu dekat.” Dengan kapasitas hingga 32Gbps, Satelit Merah Putih 2 membawa transponder aktif yang terdiri dari frekuensi C-band dan Ku-band, yang akan menjangkau seluruh area Indonesia. Sebelumnya Telkom telah meluncurkan Satelit Merah Putih pada tahun 2018 dengan penempatan pada slot orbit 108 BT.

“Satelit Merah Putih 2 menjadi harapan sekaligus wujud komitmen Telkom untuk mendukung pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia, melengkapi infrastruktur darat dan laut yang kami miliki. Telkom meyakini dengan adanya pemerataan akses informasi ini diharapkan dapat mengakselerasi digitalisasi masyarakat di berbagai aspek,” tambah Ririek.

Selanjutnya Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan bahwa Satelit Merah Putih 2 mengandalkan platform Spacebus 4000B2 dengan usia desain 15 tahun. Pembangunannya sendiri melibatkan Thales Alenia Space yang bertanggung jawab dalam hal pabrikasi pembuatan satelit dan SpaceX sebagai perusahaan penyedia jasa peluncuran satelit. Kedua perusahaan tersebut merupakan pemain besar di sektornya dan sudah berpengalaman dengan proyek satelit Telkom sebelumnya.

“Proses pemilihan mitra dan pengadaan satelit tersebut telah dilakukan sesuai dengan asas kepatuhan (compliance) dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Selain itu dari aspek bisnis, proses pemilihan mitra juga telah mempertimbangkan biaya per Gbps yang paling rendah sehingga menghasilkan satelit dengan kapasitas lebih besar dengan harga jual yang kompetitif,” tambah Lukman.

Meski Satelit Merah Putih 2 belum diluncurkan, potensi bisnis backhaul yang menjadi sasaran satelit ini terproyeksi sangat positif. Hal ini terlihat dari antusiasme calon pelanggan korporat maupun operator VSAT yang ingin menggunakan layanan satelit tersebut. Tentunya ini menjadi peluang bagi Telkom, khususnya Telkomsat untuk memperkuat portofolio bisnis satelitnya.

“Tak hanya membawa misi untuk konektivitas bangsa dan membawa nama baik Indonesia, semoga keberadaan Satelit Merah Putih 2 dapat memperkuat Telkomsat dan TelkomGroup menjadi pemain besar industri satelit di Indonesia,” tutup Ririek.

  📡 Industry  

Sabtu, 04 November 2023

Menkominfo Buka Opsi Tak Perlu Lagi Menara BTS

 Perusahaan telekomunikasi berbasis satelit LEO sudah hadir di Indonesia 
https://images.bisnis.com/posts/2021/12/21/1480335/karii1.jpgIlustrasi satelit LEO (Istimewa) 🛰

M
enteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi membuka opsi tak perlu lagi membangun menara selular alias BTS saat satelit orbit rendah beroperasi penuh.

Hal itu disampaikan Budi kala ia disinggung soal target pembangunan BTS di tahun ini.

"Kalau berapa banyak jumlah BTS, teknologi satelit ini akan mengubah lanskap tekonolgi telekomunikasi, jangan-jangan kita nanti udah gak perlu BTS, (tapi) pakai staelit LEO (Satelit Orbit Bumi Rendah)," kata dia di acara Forum Merdeka Barat, Jumat (3/11).

Perusahaan telekomunikasi berbasis satelit LEO sudah hadir di Indonesia, salah satunya Starlink yang bekerjasama dengan Telkomsat untuk layanan korporasi. Teranyar, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) juga akan menggaet perusahaan asal Inggris, OneWeb.

Budi menilai teknologi LEO menjadi sebagai salah satu opsi karena perusahaan telekomunikasi tak perlu lagi menggelar kabel fiber optik bawah laut dan menara BTS untuk memberi layanan di wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T).

Kendati membuka peluang internet satelit, Budi tetap menargetkan pembangunan BTS yang dilakukan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) di tahun ini. Setidaknya bakal ada 5.000-5.600 BTS untuk melayani masyarakat.

"Daerah kita banyak tersebar sehingga kalau narik kabel fiber optic kan sangat memakan waktu dan biaya sehingga satelit ini pilihan tepat di Indonesia," tuturnya.

Dengan adanya opsi internet satelit, kata Budi, hal ini bisa menunjang percepatan pembangunan infrastruktur digital, sehingga sesuai dengan program prioritas Kominfo 2024.

Program prioritas itu, kata dia, merupakan prasyarat menjadi negara maju. Setidaknya ada tiga langkah strategis yang harus digenjot.

Ketiga langkah itu yakni penyediaan infrastruktur teknologi informasi dan telekomunikasi, program frekuensi spektrum dan layanan publik, serta program pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

"Kita negara yang sangat besar dan luas, karena itu pilihan teknologi program digitalisasi ini harus sangat smart," tuturnya.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sempat mengungkapkan perizinan Starlink untuk publik seharusnya berjalan mulus dan tidak ada masalah.

"Ya sedang kita proses semua mestinya tidak ada masalah," kata dia usai meresmikan EdgeConnex Indonesia di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (13/9).

Jika negosiasi Starlink dan pemerintah lancar, Luhut menyebut Oktober 2023 nota kesepakatan bisa diteken sehingga Elon Musk bakal datang ke Indonesia.

Lalu kapan kepastian izin Starlink? "Belum, belum tahu. Saya belum teleponan sama beliau (Musk)," seloroh Budi Arie, Kamis (2/11). (can/arh)

  📡 CNN  

Minggu, 04 Juni 2023

Mahfud MD Pastikan Proyek SATRIA-1 Tetap Berjalan Sesuai Rencana

  🛰Satelit SATRIA-1 (ist) 📡 ☆

Pelaksana tugas Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mahfud MD memastikan proyek Satelit Indonesia Raya (SATRIA)-1 yang tanggung jawabnya dipegang oleh Badan Layanan Umum (BLU) Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) tetap berjalan sesuai rencana.

Hal itu disampaikan Mahfud ketika mengabarkan bahwa Inspektur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Arief Tri Hardiyanto saat ini ditugaskan mengisi sementara posisi Direktur Utama BAKTI.

"Tetap diusahakan untuk dilanjutkan. Semuanya sekarang lagi dipelajari kontrak-kontraknya, masalah-masalahnya. Agar itu bisa berlanjut. Instruksi Presiden itu agar dilanjutkan, tidak boleh macet gitu ya karena diperlukan oleh masyarakat," kata Mahfud saat ditemui di Media Center Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Jumat.

Adapun SATRIA-1 dibiayai dengan skema KPBU atau Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha, dan diketahui Indonesia menggaet perusahaan antariksa asal Perancis Thales Alenia Space untuk perakitan satelit ini.

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) melalui anak usahanya PT Satelit Nusantara Tiga (SNT) mengungkapkan bahwa SATRIA-1 sudah melewati tahap finalisasi.

SATRIA-1 telah dikirimkan dari Perancis ke Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat pada 8 Mei 2023 melalui jalur laut.

Jika berjalan sesuai rencana, maka SATRIA-1 akan diluncurkan ke ruang angkasa menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX di pertengahan Juni 2023.

Satelit tersebut diproyeksikan bisa beroperasi pada akhir 2023 dan akan memberikan dukungan di 150 ribu titik pelayanan publik Indonesia sehingga bisa menutup kesenjangan digital.

Mahfud menambahkan, selain SATRIA proyek infrastruktur telekomunikasi lainnya yang dipegang BAKTI dipastikan juga masih berjalan dengan lancar termasuk pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G untuk wilayah 3T.

"Tugas (dari) Presiden kepada saya selaku Plt Menkominfo melanjutkan proyek menara BTS 4G ini, karena itu merupakan bagian pelayanan kepada masyarakat guna kesejahateraan rakyat Indonesia dalam berbagai bidang dengan fasilitas komunikasi yang memadai," katanya.
 

  🛰
antara  

Selasa, 03 Januari 2023

UGV Telkom University

Telkom University ciptakan UGV (Unmanned Ground Vehicle) atau kendaraan darat nirawak yang bisa dioperasikan tanpa operator untuk keperluan logistik militer hasil karya kolaborasi dosen dan mahasiswa dari Fakultas Teknik Elektro dan Fakultas Industri Kreatif.

  Berikut penampakannya : 




  ★ Telkom University   

Rabu, 14 Desember 2022

Telkom University Kembangkan Sepeda Motor Listrik

Kampus ingin wujudkan teknologi yang menjadi solusi bagi kebutuhan masyarakat. Rektor Telkom University Adiwijaya tengah mencoba motor listrik yang dibuat dosen bekerja sama dengan sejumlah instansi swasta, Senin (14/11/2022). (republika) ♔

Telkom University mengembangkan sepeda motor listrik dalam upaya mendukung pengurangan emisi karbon di Indonesia khususnya di Kota Bandung. Sepeda motor listrik yang dinamai Stroom Volta dibuat tahun 2022 dan dikembangkan oleh dosen bekerja sama dengan industri.

Rektor Telkom University Prof Adiwijaya mengatakan pihaknya memiliki visi dan rencana jangka panjang mewujudkan kampus sebagai global entrepreuneur university. Salah satu upaya membangun tersebut salah satunya dengan membentuk rumah inovasi.

"Rumah inovasi ini salah satunya Telkom University Inovation Gallery dimana dipamerkan produk-produk kampus," ujarnya disela-sela peresmian (TUIG) di Bandung Techno Park, Senin (14/11/2022).

Ia mengatakan pihaknya berupaya menciptakan inovasi-inovasi teknologi yang menjadi solusi bagi kebutuhan masyarakat. Termasuk terlibat dalam upaya mengurangi emisi karbon. "Salah satu caranya menciptakan motor listrik, tidak mungkin buat sendiri kita berkolaborasi dengan teman-teman industri salah satunya volta sama beberapa perusahaan dan Telkom," katanya.

Stroom Electric Vehicle. (Telkom)

Pihaknya juga membuat produk yaitu mengkonversi motor dengan bahan bakar bensin menjadi motor listrik. Adiwijaya mengatakan pihaknya berharap motor listrik yang diproduksi dapat menjadi alat transportasi di kampus. "Betul rencana begitu (diproduksi) paling tidak di komunitas," katanya.

Pihaknya masih menunggu motor listrik tersebut sudah memenuhi standar sehingga dapat diproduksi massal.

Adiwijaya mengatakan beberapa kelebihan motor listrik Stroom Volta yaitu harga lebih rendah di pasaran.

Selain itu baterei yang digunakan jika habis dapat diganti dengan baterai yang baru tanpa dichas. "Manajemen sistem baterei pada saat pergi (berkendara jauh) baterei low ditukar dengan yang baru," katanya.

  🏍
Republika  

Jumat, 29 April 2022

Telkom dan Microsoft Kolaborasi Akselerasi Digitalisasi RI

Pengembangan intelligent infrastructure Dok Telkom ♔

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan Microsoft menjalin kemitraan strategis untuk mengakselerasi digitalisasi nasional Indonesia, memperkuat intelligent infrastructure, dan mempercepat transformasi digital TelkomGroup. Kemitraan ini diresmikan di kantor pusat Microsoft di Seattle, Washington, pekan lalu saat Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo serta Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah bertemu dengan Chairman dan CEO Microsoft Satya Nadella.

Kemitraan ini sekaligus menjadi kelanjutan atas nota kesepahaman yang telah ditandatangani Telkom dan Microsoft pada Agustus 2021 lalu. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengapresiasi inisiatif kemitraan strategis yang terjalin antara Telkom dan Microsoft.

Telkom dengan keunggulan infrastruktur dan layanan telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia hingga pelosok. Sementara itu, Microsoft sebagai perusahaan teknologi global terkemuka memiliki pengalaman dan kapabilitas digitalnya.

"
Semoga dapat menjadi sebuah kombinasi yang sangat baik. Dengan menggabungkan keunggulan kedua perusahaan tersebut, diharapkan kemitraan ini akan memberikan layanan yang inovatif dan berdampak besar dalam mengakselerasi transformasi digital Indonesia," kata Kartika dalam siaran resmi, Jumat (29/4/2022).

Keduanya akan menjajaki berbagai peluang baru di pasar, dan memberdayakan organisasi di berbagai segmen industri dengan memanfaatkan infrastruktur Telkom. Selain pengembangan
intelligent infrastructure, salah satu elemen penting lainnya dalam kemitraan ini adalah mendukung Telkom serta anak usahanya untuk melakukan transformasi digital internal bersama Microsoft.

Dalam aspek ini, Telkom akan mengakselerasi tingkat adopsi perusahaan terhadap layanan berbasis
cloud dan lingkungan cloud yang aman. Perusahaan juga akan meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi Microsoft.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan upaya ini diharapkan bisa membantu TelkomGroup untuk meningkatkan produktivitas karyawan, mempermudah proses kolaborasi, mengotomasi proses kerja. Kemudian meningkatkan
customer engagement, menciptakan inovasi, dan meningkatkan efisiensi kegiatan operasional secara aman.

"
Membangun kemitraan dengan para tech giant merupakan salah satu inisiatif strategis Telkom dalam rangka penguatan portfolio, percepatan proses transformasi, serta meningkatkan kapabilitas digital perusahaan," kata Ririek.

Inisiatif untuk menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah global tech company diharapkan akan berdampak positif pada pengembangan bisnis Telkom, terutama pada domain digital platform dan digital services.

"
Kami menyambut baik kolaborasi dengan Microsoft ini dengan harapan tidak hanya membawa benefit bagi kedua belah pihak, namun yang lebih utama dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya terhadap digitalisasi Indonesia," ujar Ririek.

Dari sisi
intelligent infrastructure, Telkom dan Microsoft akan berkolaborasi dalam pengembangan intelligent infrastructure nasional. Kerja sama yang dijajaki misalnya meliputi penggunaan aset-aset infrastruktur Hyperscale Data Center Telkom untuk mendukung perjalanan transformasi digital Indonesia dan beberapa kegiatan operasional data center region Microsoft yang akan datang di Indonesia sebagaimana diumumkan pada 2021 lalu.

Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir mengatakan teknologi menjadi landasan transformasi digital industri. Melalui penguatan kolaborasi dengan Telkom, dia mengharapkan bisa mendampingi Indonesia di setiap tahapan transformasi digital nasional. Kemudian juga membangun layanan terpersonalisasi yang mendekatkan kita pada Indonesia Digital.

"
Dalam rangka merealisasikan komitmen ini, talenta digital memainkan peranan yang begitu besar. Karena itu, Telkom dan Microsoft sebelumnya juga telah bahu membahu untuk meningkatkan keterampilan talenta digital yang menjadi kunci kemajuan berkelanjutan perusahaan dan negara. Ke depannya, pengembangan talenta digital ini tetap akan menjadi salah satu bagian utama dari kemitraan Telkom dan Microsoft," ujarnya.

Adapun Indonesia diproyeksi akan menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2025. Menurut laporan We are Social, jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat dalam lima tahun terakhir, di mana pada awal 2022, angka ini sudah mencapai 204,7 juta.

Artinya, tingkat penetrasi internet di Indonesia sudah mencapai 73,7%. Sejumlah keberhasilan utama terlihat dari keberhasilan Indonesia sebagai rumah bagi beberapa unicorn. Selain itu, jumlah
startup, developer, dan kreator di Indonesia, yang seluruhnya bahu membahu berinovasi di cloud untuk menjangkau lebih dari 17.000 pulau di Indonesia..

  ♔
CNBC  

Kamis, 20 Juli 2017

Satelit Komunikasi Telkom Dipasang Pada Kapal Perang Indonesia

Oleh Perusahann Telkom, PatrakomPemasangan Satkom di LPD TNI AL [Patrakom} ☆

Diberitakan pada pertengahan tahun 2016 dan permulaan tahun 2017, TNI AL memasang alat satelit komunikasi (satkom) produk Telkom di kapal perang seperti 4 unit kapal perang LPD (Landing platform dock), Diponegoro class dan Bung Tomo class.

Menurut informasi yang diterima media IHS Jane's, satelit komunikasi tersebut di pasang anak perusahaan Telkom Indonesia, Patra Telekomunikasi Indonesia.

Fungsi satkom tersebut dapat menerima dan mengirimkan data maupun suara, dan dapat dipergunakan sebagai alat komunkasi seperti email, web brosing dan voice over internet protocol (VOIP).

Sistim satkom ini menggunakan sistem Ku-band yang dapat dipergunakan hampir semua kapal perang TNI AL.

Kedepannya TNI AL akan melengkapi semua kapal perangnya dengan sistem satkom tersebut, namun tidak dijelaskan kapal yang mana yang akan mendapat sistem satkom dimaksud.

Satelit Telkom selama ini menjadi satelit komunikasi yang digunakan TNI. Satelit ini menggunakan Ku- and C-bands. Selain itu kedepan, ada satelit lain milik BRISat yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi, bila sudah fully operational. (Jane's)
 

  ☆ Garuda Militer  

Kamis, 16 Februari 2017

Satelit Telkom 3S Memulai Tugasnya Menuju Orbit Mengawal Nusantara

Mengurangi kesenjangan akses informasi di seluruh wilayah Indonesia Peluncuran Satelit Telkom 3S (Telkom) ★

Gelegar dahsyat atau yang dikenal dengan sebutan sonic boom dari roket Ariane 5 yang bergerak kokoh menembus langit Guiana Space Center pada pukul 18.39 waktu setempat, menandai dimulainya perjalanan tugas mulia Satelit Telkom 3S yang akan mengudara menuju orbitnya, mengawal nusantara pada posisi 118 derajat Bujur Timur di ketinggian 35.755 di atas Selat Makassar.

Keberhasilan ini sekaligus menandai 40 tahun lebih kiprah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dalam bisnis dan pengoperasian satelit telekomunikasi untuk Indonesia.

“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, berkat doa dan dukungan segenap rakyat Indonesia Satelit Telkom 3S telah berhasil diluncurkan,” ujar Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga yang memantau langsung proses peluncuran di Jupiter Control Room, Guiana Space Center, Kourou, French Guiana, Selasa (14/2).

Satelit Telkom 3S akan melengkapi dua satelit Telkom lainnya yang masih beroperasi yaitu Telkom-1 dan Telkom-2. Jangkauan Satelit Telkom 3S meliputi seluruh wilayah Indonesia, Asia Tenggara, dan sebagian Asia Timur. “Keberadaan ketiga satelit milik Telkom ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap satelit asing sehingga kebutuhan satelit akan di-supply dari kita sendiri” ungkap Alex.

Dengan nilai investasi mencapai USD 215 juta mencakup biaya pembuatan satelit, jasa peluncuran dan asuransi, Telkom 3S memiliki kapasitas 42 transponder atau setara 49 Transponder Equivalent (TPE) yang terdiri atas 24 transponder C-Band (24 TPE), 8 transponder extended C-Band (12 TPE), dan 10 transponder Ku-band (13 TPE).

Selain untuk mengurangi ketergantungan kepada satelit asing, Satelit Telkom 3S dimaksudkan untuk mengurangi kesenjangan akses informasi di seluruh wilayah Indonesia khususnya di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil).

Tidak hanya dalam hal coverage, Telkom 3S juga melengkapi kemampuan layanan satelit yang ditawarkan bagi pelanggan di Indonesia karena merupakan satelit pertama milik Telkom yang dilengkapi dengan transponder Ku-band. Satelit sebelumnya, Telkom-1 hanya memiliki transponder C-band, sedangkan Telkom-2 bertransponder C-band dan extended C-band. Dengan transponder Ku-Band maka, Telkom kini memiliki layanan satelit dengan bit rate tinggi untuk sistem komunikasi yang lebih berkualitas.

“Dengan peningkatan kapasitas layanan satelit ini, Telkom berharap mampu berperan aktif untuk turut membangun masyarakat digital Indonesia hingga ke pelosok nusantara guna meningkatkan perekonomian bangsa”, demikian pungkas Alex.

  ★ Telkom  

Rabu, 15 Februari 2017

[Video] Persiapan Peluncuran Satelit Telkom 3S

Liputan NETtv


  ♞ Youtube  

Selasa, 16 Desember 2014

Jaga Kedaulatan NKRI, Kemenkominfo Bangun BTS di 11 Pulau Terluar

Ilustrasi BTS

Keamanan wilayah Indonesia di perbatasan masih cukup rentan. Bukan hanya kurangnya ketersediaan personel keamanan, namun juga lemahnya infrastruktur penunjang seperti prasarana telekomunikasi.

Menutup kelemahan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan membangun Base Transceiver Station (BTS) di 11 pulau terluar.

"Di 11 pulau terluar sedang dipasang fasilitas ini," ujar Menkominfo Rudiantara dalam dialog melalui video conference dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago di Kantor Wali Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (15/12/2014).

Rudi mengatakan, 11 pulau terluar itu terbentang dari Aceh hingga Papua pada titik-titik yang strategis. Ditergetkan, akhir Desember ini sudah terpasang semua.

"Ini upaya Telkom Group bekerja sama dengan TNI AL dalam bingkai NKRI," ucapnya.

Rudi berharap, dengan adanya fasilitas jaringan komunikasi dan internet ini bisa memudahkan komunikasi dan memajukan ekonomi masyarakat perbatasan.

Sementara Andrinof menyebutkan bahwa fasilitas jaringan komunikasi menjadi infrastruktur yang paling cepat memutus keterisolasian wilayah, sebelum infrastruktur lain seperti jalan atau jembatan dibangun. Pembangunan teknologi informasi bisa mempersatukan NKRI yang merupakan negara kepulauan.

"Kalau teknologi informasi, begitu seminggu terpikirkan dalam beberapa hari bisa terwujud. Seperti sekarang yang dilakukan Pak Menteri (Rudiantara)," ucapnya.

Menyikapi program Kemenkominfo tersebut, Kapolda Kaltim Irjen Pol Andayono menyambut baik. Sebab menurutnya, selama ini masalah komunikasi menjadi penghambat operasi anggotanya dalam menjaga perbatasan dari kejahatan lintas negara (transnational crime).

Andayono menuturkan pengalamannya menjaga perbatasan. Seringkali peralatan komunikasi para pelaku kejahatan lebih canggih dari yang digunakan aparat.

"Kita tidak mungkin 24 jam nongkrong di laut, itu titiknya panjangnya 50 mil. Tidak akan mungkin. Aku ke sana enggak bisa telepon, nggak ada sinyal. Yang dibutuhkan sekarang adalah yang bisa untuk telepon saja. Saya enggak mengerti apa nama alatnya," jelasnya.

  ★ detik  

Senin, 13 Oktober 2014

Rapor Kemhan Kabinet Indonesia Bersatu II 2009-2014

Masa tugas Kabinet Indonesia Bersatu jilid II tinggal seminggu lagi. Kementrian Pertahanan selaku salah satu lembaga di Kabinet Indonesia Bersatu, boleh dibilang cukup berhasil dalam program kerjanya selama 5 tahun terakhir. Bagaimana tidak, dalam 5 tahun terakhir terjadi perkembangan sangat signifikan di bidang Alutsista dan Anggaran. Dan artikel disini kali ini kami batasi hanya dalam bidang perkembangan alutsista saja. Dalam bidang pengembangan postur pertahanan, Kemenhan telah mencanangkan Program Minumum Essensial Forces yang dibagi dalam 3 tahap hingga 2024. Di tahap pertama ini, program MEF Kemenhan bisa dibilang melebihi target. Dari data yang ARC dapatkan, terlihat dari 24 kegiatan prioritas dengan pendanaan luar negeri, sebanyak 5 kegiatan selesai, 8 dalam proses produksi, 9 kegiatan tahap pengiriman, dan dalam proses ada 2 kegiatan. 8 kegiatan diantaranya selesai usai oktober 2014. Selengkapnya lihat tabel dibawah. Namun demikian, ada pula beberapa alutsista yang hingga kini masih dicarikan pinjaman. Diantaranya soal pengadaan Panser BTR-4, satu baterai MLRS 122mm, Kapal layar latih serta heli AKS.

Dalam beberapa kegiatan pengadaan, Kemenhan justru melebihi target yang dicanangkan dalam MEF 1. Diantaranya adalah pengadaan MBT dimana awalnya hanya menargetkan 44 unit, namun bisa didapat hingga 164 unit (Leopard dan Marder), lalu pengadaan heli serang Fennec dimana awalnya dianggarkan hanya 8 unit, namun ternyata bisa terbeli hingga 12 unit. Dan pengadaan lainnya seperti dalam tabel dibawah ini. 
Selain itu ada pula program dengan pembiayaan On Top, seperti pengadaan heli Serang Apache, 24 Unit F-16, serta pengadaan pesawat angkut Hercules eks Australia. Pengadaan dengan skema On top ini guna mengakselerasi kekuatan pertahanan TNI.

Selain pembelian dari luar, Kemenhan juga memberdayakan perindustrian pertahanan nasional melalui Pendanaan dalam negeri. Diantara alutsista itu adalah Panser Anoa, Platform KCR-40 dan 60, kapal angkut tank hingga CN-235 MPA.
Meski belum sempurna, prestasi ini memang layak kita acungi jempol. Dalam tahap pertama saja, sudah demikian majunya persenjataan TNI.

Semoga saja program ini dilanjutkan pada kabinet pemerintahan berikutnya. Terima kasih pak Purnomo dan pak Sjafrie.



  ♞ ARC  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More